Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Cyberbullying: Dampak dan Antisipasinya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 8 dengan topik "Cyberbullying: Dampak dan Antisipasinya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Cyberbullying: Dampak dan Antisipasinya

Informatika - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Cyberbullying: Dampak dan Antisipasinya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikCyberbullying: Dampak dan Antisipasinya
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian, bentuk-bentuk, dan dampak perundungan digital (cyberbullying) terhadap korban, pelaku, dan lingkungan sosial.
  2. Murid dapat merancang strategi antisipasi dan respons yang tepat terhadap kasus cyberbullying di media sosial sebagai wujud tanggung jawab digital.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang diejek atau dipermalukan di media sosial? Apa yang kalian rasakan saat melihat hal tersebut?
  2. Mengapa kata-kata yang ditulis di dunia maya bisa menyakiti sama seperti kata-kata yang diucapkan langsung?
  3. Jika kalian atau teman kalian menjadi korban cyberbullying, apa langkah pertama yang akan kalian lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menayangkan gambar atau tangkapan layar (yang sudah disensor identitasnya) berisi contoh komentar negatif di media sosial sebagai stimulus awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat seseorang diejek di media sosial? Apa yang kalian rasakan?'
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan meminta murid menuliskan di sticky note: 'Apa yang kamu ketahui tentang cyberbullying?' dan menempelkannya di papan tulis.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian cyberbullying secara singkat: cyber (dunia maya) + bullying (perundungan), menekankan kata kunci: perilaku agresif, berulang, korban tidak bisa melawan, menggunakan platform digital.
  • Murid dibagi menjadi kelompok (4-5 orang) dan melakukan diskusi menggunakan teknik brainstorming placemat dengan tiga pertanyaan: (1) Apa itu cyberbullying? (2) Apa saja bentuk-bentuknya? (3) Apa dampaknya bagi korban, pelaku, dan saksi?
  • Setiap anggota kelompok menuliskan ide di area masing-masing pada placemat, kemudian kelompok menyepakati jawaban bersama di area tengah.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan membahas bentuk-bentuk cyberbullying: mengedit gambar tidak semestinya, membuat meme, flaming, ancaman, intimidasi, cyber stalking, trolling, pengucilan dari grup, dan penggunaan akun palsu.
  • Guru menjelaskan dampak cyberbullying: bagi korban (stres, depresi, menarik diri), bagi pelaku (agresif, dijauhi teman), dan bagi saksi (pembiaran membentuk normalisasi kekerasan).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyajikan satu studi kasus cyberbullying (kasus fiktif berbasis referensi jurnal, tanpa menyebut nama asli) kepada setiap kelompok.
  • Setiap kelompok menganalisis kasus tersebut dengan panduan: (a) identifikasi bentuk cyberbullying yang terjadi, (b) identifikasi dampak bagi pihak-pihak yang terlibat, (c) rancang minimal 3 strategi antisipasi agar kasus tidak terjadi, (d) rancang langkah respons jika menjadi korban atau saksi.
  • Murid menuliskan strategi respons yang tepat: tidak membalas, tetap tenang, menghapus konten, untag dari gambar, block pelaku, melaporkan ke orang tua/guru/konselor, dan menyimpan bukti.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan strategi antisipasinya di depan kelas (masing-masing 3 menit).
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, tambahan, atau pertanyaan terhadap presentasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat di lembar kerja: (1) Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang cyberbullying? (2) Apa yang akan saya lakukan jika melihat cyberbullying terjadi di sekitar saya? (3) Komitmen apa yang saya buat untuk menjadi warga digital yang bertanggung jawab?
  • Guru memfasilitasi 2-3 murid untuk berbagi refleksinya secara sukarela.
  • Guru memberikan penguatan: menekankan pentingnya empati, toleransi, dan tanggung jawab di dunia digital serta mengingatkan bahwa diam saat melihat cyberbullying berarti ikut membiarkan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: pengertian, bentuk, dampak, dan strategi antisipasi cyberbullying.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengerjakan kuis singkat (3 soal uraian pendek) tentang dampak dan strategi antisipasi cyberbullying.
  • Guru menyampaikan pesan moral: tidak melakukan cyberbullying, berani melapor jika menjadi korban atau saksi.
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan ringkasan materi bergambar (infografis) tentang bentuk dan dampak cyberbullying. Murid yang cepat memahami diberikan artikel tambahan dari jurnal untuk memperdalam analisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat panduan pertanyaan terstruktur (scaffold) saat diskusi kelompok. Murid yang sudah mahir berperan sebagai fasilitator kelompok untuk membantu teman.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyajikan hasil analisis dalam bentuk poin-poin sederhana. Murid yang cepat memahami diminta membuat poster digital atau infografis berisi strategi antisipasi cyberbullying.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di sticky note apa yang mereka ketahui tentang cyberbullying (pre-assessment diagnostic).
  • Guru mengidentifikasi pemahaman awal murid dari sticky note untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan kualitas kontribusi murid dalam diskusi brainstorming placemat.
  • Penilaian kemampuan murid mengidentifikasi bentuk dan dampak cyberbullying dari studi kasus.
  • Penilaian kemampuan murid merancang strategi antisipasi yang logis dan aplikatif.
  • Umpan balik sejawat saat presentasi kelompok (peer assessment sederhana).

Akhir:

  • Kuis uraian pendek 3 soal: (1) Jelaskan pengertian dan 3 bentuk cyberbullying, (2) Uraikan dampak cyberbullying bagi korban dan pelaku, (3) Tuliskan 3 langkah yang tepat dilakukan jika menjadi korban atau saksi cyberbullying.
  • Penilaian lembar kerja refleksi individu sebagai bukti pemahaman dan internalisasi nilai.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok brainstorming placemat.
  • Penilaian proses saat murid menganalisis studi kasus dan merancang strategi antisipasi.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok.

Sumatif:

  • Kuis uraian pendek (3 soal) tentang pengertian, dampak, dan strategi antisipasi cyberbullying.
  • Penilaian produk: lembar analisis kasus dan strategi antisipasi yang disusun kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep cyberbullying (pengertian, bentuk, dampak)Belum dapat menyebutkan pengertian cyberbullying dan tidak dapat mengidentifikasi bentuk maupun dampaknya.Dapat menyebutkan pengertian cyberbullying secara sederhana tetapi hanya mengidentifikasi 1 bentuk atau dampak dengan bantuan guru.Dapat menjelaskan pengertian cyberbullying dengan tepat dan mengidentifikasi minimal 3 bentuk serta dampaknya bagi korban dan pelaku.Dapat menjelaskan pengertian cyberbullying secara komprehensif, mengidentifikasi berbagai bentuk, dan menguraikan dampaknya bagi korban, pelaku, dan lingkungan sosial dengan contoh konkret.
Kemampuan merancang strategi antisipasi dan responsBelum dapat menyebutkan strategi antisipasi atau respons terhadap cyberbullying.Dapat menyebutkan 1 strategi antisipasi atau respons tetapi belum disertai penjelasan yang logis.Dapat merancang minimal 3 strategi antisipasi dan respons yang logis dan relevan dengan konteks kasus yang diberikan.Dapat merancang strategi antisipasi dan respons yang komprehensif, sistematis, mempertimbangkan berbagai pihak, dan menunjukkan tanggung jawab digital yang tinggi.
Kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Berpartisipasi minimal dalam diskusi, menyampaikan 1 pendapat dengan dorongan teman atau guru.Berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyampaikan pendapat dengan jelas, dan menghargai pendapat teman.Berpartisipasi aktif sebagai inisiator diskusi, menyampaikan pendapat dengan argumentasi yang kuat, menghargai dan membangun ide teman, serta mampu memfasilitasi diskusi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami pengertian dan dampak cyberbullying dengan baik?
  • Apakah metode brainstorming placemat efektif memfasilitasi diskusi yang inklusif bagi semua murid?
  • Apakah studi kasus yang digunakan cukup relevan dan aman (tidak memicu trauma atau menginspirasi perilaku negatif)?
  • Bagaimana saya dapat memperbaiki diferensiasi untuk murid yang masih kesulitan memahami materi?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang cyberbullying yang belum saya ketahui sebelumnya?
  • Apakah saya sudah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan jika melihat atau mengalami cyberbullying?
  • Komitmen apa yang akan saya terapkan mulai hari ini sebagai warga digital yang bertanggung jawab?
  • Apakah ada hal yang masih membingungkan dan ingin saya tanyakan lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab IV: Jejak Bermedia Digital, subbab Cyberbullying dan Antisipasinya.
  2. Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), halaman 185-186.
  3. Lembar kerja brainstorming placemat (disiapkan guru).
  4. Lembar studi kasus cyberbullying (kasus fiktif yang disusun guru berdasarkan referensi jurnal).
  5. Proyektor/layar untuk menampilkan stimulus gambar dan materi presentasi.
  6. Sticky note dan spidol untuk asesmen awal.
  7. Artikel referensi: Bentuk Perundungan Siber di Media Sosial (neliti.com) sebagai bahan pengayaan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.