Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Etika Bermedia Digital: Toleransi dan Empati di Dunia Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 8 dengan topik "Etika Bermedia Digital: Toleransi dan Empati di Dunia Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Etika Bermedia Digital: Toleransi dan Empati di Dunia Digital

Informatika - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Etika Bermedia Digital: Toleransi dan Empati di Dunia Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikEtika Bermedia Digital: Toleransi dan Empati di Dunia Digital
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi contoh perilaku etis dan tidak etis dalam bermedia digital, termasuk penggunaan bahasa yang mencerminkan toleransi dan empati.
  2. Murid dapat mengamalkan norma etika digital yang baik dalam berinteraksi di ruang publik virtual sehingga jejak digital yang tertinggal berdampak positif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca komentar di media sosial yang membuat orang lain sedih atau marah? Menurut kalian, mengapa hal itu bisa terjadi?
  2. Jika seseorang memposting sesuatu yang menyinggung perasaan orang lain, apakah jejak digital tersebut bisa dihapus sepenuhnya?
  3. Bagaimana caranya agar kita bisa tetap menyampaikan pendapat secara jujur di dunia digital tanpa menyakiti perasaan orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan memeriksa kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi perilaku etis/tidak etis di media digital dan mengamalkan norma etika digital yang baik.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan memberikan 3 pernyataan singkat tentang aktivitas bermedia digital dan meminta murid mengangkat tangan apakah termasuk etis atau tidak etis.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian membaca komentar di media sosial yang membuat orang lain sedih? Mengapa hal itu bisa terjadi?'
  • Guru mengaitkan materi dengan pertemuan sebelumnya tentang jejak digital di media sosial: jejak digital bersifat abadi, maka etika menjadi sangat penting.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 5 contoh tangkapan layar (simulasi) komentar atau postingan di media sosial yang mencerminkan perilaku etis dan tidak etis.
  • Murid mengamati contoh-contoh tersebut dengan seksama dan mencatat mana yang etis dan mana yang tidak etis beserta alasannya.
  • Guru menjelaskan 10 prinsip etika bermedia digital (netiket) secara ringkas: berpikir sebelum posting, menggunakan bahasa sopan, menghormati privasi orang lain, tidak menyalahgunakan kekuasaan, memaafkan kesalahan orang lain, dan lainnya.
  • Murid berdiskusi berpasangan untuk menghubungkan setiap contoh tangkapan layar dengan prinsip netiket yang dilanggar atau diterapkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) untuk melakukan Aktivitas JBD-K8-03: Pengkajian Etika Bermedia Digital Baik atau Kurang Baik.
  • Setiap kelompok menerima 4 kartu skenario berisi situasi interaksi di dunia digital (contoh: seseorang berkomentar negatif tentang fisik temannya, seseorang membagikan informasi bermanfaat dengan bahasa sopan, dsb).
  • Kelompok menganalisis setiap skenario: (a) identifikasi perilaku etis/tidak etis, (b) jelaskan dampak terhadap jejak digital, (c) rumuskan respons yang mencerminkan toleransi dan empati.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis satu skenario di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan atau tambahan.
  • Murid melakukan Aktivitas JBD-K8-04: Menyusun Huruf — guru membagikan kartu huruf acak yang jika disusun membentuk kata-kata kunci etika digital (misal: TOLERANSI, EMPATI, SOPAN, BIJAK). Kelompok berlomba menyusun kata dengan benar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan menuliskan refleksi pribadi: (1) Satu perilaku bermedia digital yang selama ini saya lakukan dan ternyata kurang etis, (2) Satu komitmen nyata yang akan saya terapkan mulai hari ini agar jejak digital saya berdampak positif.
  • Beberapa murid (2-3 orang) secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas.
  • Guru memberikan penguatan bahwa toleransi dan empati di dunia digital sama pentingnya dengan di dunia nyata, dan bahwa jejak digital bersifat permanen.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin penting: prinsip etika bermedia digital, pentingnya toleransi dan empati, serta dampak jejak digital yang positif maupun negatif.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab 3 soal tertulis singkat tentang etika bermedia digital.
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang paling aktif dan memberikan motivasi untuk menerapkan etika digital dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya tentang cyberbullying dan menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan lebih diberikan kartu skenario dengan petunjuk analisis bertahap (scaffolding berupa pertanyaan penuntun). Murid yang lebih cepat diberikan skenario yang lebih kompleks dengan multi-perspektif.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama bekerja dalam kelompok dengan pendampingan langsung guru. Murid cepat berperan sebagai tutor sebaya dalam kelompoknya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bantuan cukup menyampaikan hasil analisis secara lisan dengan poin-poin sederhana. Murid cepat diminta menuliskan panduan singkat etika bermedia digital dalam bentuk infografis sederhana atau poster mini.

ASESMEN

Awal:

  • Guru memberikan 3 pernyataan aktivitas bermedia digital (contoh: 'Mengomentari fisik teman di kolom komentar', 'Membagikan artikel bermanfaat dengan keterangan sumber', 'Membalas komentar negatif dengan kata-kata kasar'). Murid diminta menentukan mana yang etis dan tidak etis serta memberikan alasan singkat secara lisan.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan kualitas diskusi saat menganalisis kartu skenario dalam kelompok.
  • Ketepatan murid dalam mengidentifikasi prinsip netiket yang dilanggar atau diterapkan pada contoh tangkapan layar.
  • Kemampuan murid merumuskan respons yang mencerminkan toleransi dan empati saat presentasi kelompok.

Akhir:

  • Murid menjawab 3 soal uraian singkat: (1) Sebutkan 3 contoh perilaku tidak etis di media digital dan jelaskan mengapa perilaku tersebut tidak etis, (2) Jelaskan bagaimana prinsip toleransi dan empati dapat diterapkan saat menemukan postingan yang berbeda pendapat dengan kita, (3) Tuliskan satu komitmen nyata yang akan kamu lakukan agar jejak digitalmu berdampak positif.

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan (keaktifan, kualitas argumentasi, kemampuan menunjukkan toleransi dan empati).
  • Penilaian hasil analisis kartu skenario: ketepatan identifikasi perilaku etis/tidak etis dan kualitas rumusan respons.
  • Catatan anekdotal saat presentasi kelompok dan tanggapan murid lain.

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat 3 soal uraian tentang identifikasi perilaku etis/tidak etis dan penerapan norma etika digital.
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang komitmen mengamalkan etika digital.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi perilaku etis dan tidak etis di media digitalBelum dapat membedakan perilaku etis dan tidak etis; tidak memberikan alasan.Dapat membedakan sebagian perilaku etis dan tidak etis tetapi alasan belum tepat atau belum lengkap.Dapat mengidentifikasi perilaku etis dan tidak etis dengan benar serta memberikan alasan yang logis.Dapat mengidentifikasi perilaku etis dan tidak etis secara lengkap, memberikan alasan mendalam, dan menghubungkannya dengan prinsip netiket yang relevan.
Penerapan toleransi dan empati dalam merumuskan respons digitalRespons yang dirumuskan tidak mencerminkan toleransi dan empati; cenderung reaktif atau menyerang.Respons menunjukkan upaya untuk bersikap sopan tetapi belum sepenuhnya mencerminkan empati terhadap pihak lain.Respons mencerminkan toleransi dan empati dengan bahasa yang sopan serta mempertimbangkan perasaan orang lain.Respons sangat empatik, menggunakan bahasa yang bijak, menawarkan solusi konstruktif, dan mampu melihat situasi dari berbagai sudut pandang.
Kemampuan mengamalkan norma etika digital untuk jejak digital positifBelum menunjukkan pemahaman tentang dampak perilaku terhadap jejak digital; tidak dapat merumuskan komitmen.Memahami bahwa perilaku digital meninggalkan jejak tetapi komitmen yang dirumuskan masih umum dan belum konkret.Memahami dampak jejak digital dan merumuskan komitmen yang spesifik serta realistis untuk diterapkan.Memahami secara mendalam hubungan antara etika digital dan jejak digital; merumuskan komitmen yang spesifik, terukur, dan menunjukkan kesadaran penuh (mindfulness) dalam bermedia digital.
Kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok; tidak menyampaikan pendapat.Berpartisipasi minimal dalam diskusi; menyampaikan pendapat tetapi belum memperhatikan pendapat anggota lain.Berpartisipasi aktif, mendengarkan pendapat orang lain, dan menyampaikan ide dengan jelas.Berpartisipasi sangat aktif, menghargai semua pendapat, mampu memfasilitasi diskusi, dan menyampaikan ide secara sistematis dan persuasif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu membedakan perilaku etis dan tidak etis dengan tepat? Bagian mana yang masih perlu penguatan?
  • Apakah aktivitas kartu skenario dan menyusun huruf efektif dalam membangun pemahaman murid? Perlu modifikasi apa untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau kebutuhan semua murid, baik yang cepat maupun yang memerlukan bantuan lebih?
  • Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme murid selama pembelajaran? Apa yang bisa ditingkatkan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang etika bermedia digital?
  • Perilaku bermedia digital saya yang mana yang perlu saya perbaiki setelah pembelajaran ini?
  • Bagaimana perasaan saya saat berdiskusi dalam kelompok tentang etika digital? Apakah saya sudah mendengarkan pendapat teman dengan baik?
  • Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan mulai hari ini agar jejak digital saya berdampak positif?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab IV: Jejak Bermedia Digital — Bambang Subeno dkk., Kemendikbudristek 2024.
  2. Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab IV — Bambang Suseno dkk., Kemendikbudristek 2024.
  3. Kartu skenario etika bermedia digital (disiapkan guru berisi 4-5 situasi interaksi di dunia digital).
  4. Kartu huruf acak untuk Aktivitas JBD-K8-04: Menyusun Huruf (kata-kata kunci etika digital).
  5. Contoh tangkapan layar simulasi komentar dan postingan di media sosial (disiapkan guru, bukan tangkapan layar asli untuk menjaga privasi).
  6. Proyektor/layar untuk menampilkan contoh dan materi presentasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.