Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Media Sosial dan Pengkajian Kritis Berita Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 8 dengan topik "Media Sosial dan Pengkajian Kritis Berita Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Media Sosial dan Pengkajian Kritis Berita Digital

Informatika - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Media Sosial dan Pengkajian Kritis Berita Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMedia Sosial dan Pengkajian Kritis Berita Digital
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan karakteristik berbagai platform media sosial sebagai ruang publik virtual dan perannya dalam membentuk jejak digital.
  2. Murid dapat membedakan fakta, opini, dan hoaks pada konten yang beredar di media sosial serta menilai kredibilitas sumber informasi digital.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menerima pesan berantai atau berita mengejutkan di media sosial, lalu kamu langsung percaya dan membagikannya? Apa yang terjadi setelahnya?
  2. Menurutmu, apa perbedaan antara sebuah fakta, pendapat pribadi, dan hoaks? Bagaimana cara membuktikannya?
  3. Setiap kali kamu mengunggah atau membagikan sesuatu di media sosial, jejak apa yang kamu tinggalkan, dan siapa saja yang bisa melihatnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan memeriksa kehadiran murid (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan: 'Siapa yang punya akun media sosial? Platform apa saja yang kalian gunakan? Apa yang terakhir kalian bagikan?' — catat variasi jawaban untuk mengetahui titik awal pemahaman murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang murid untuk merespons secara singkat tanpa dinilai benar/salah, tujuannya memancing rasa ingin tahu (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 8.4.3.1 dan 8.4.3.2 serta gambaran alur kegiatan hari ini secara ringkas (2 menit).
  • Guru menampilkan infografis dampak negatif media sosial dari Direktorat SMP Kemendikbud sebagai pemantik visual, dan meminta dua murid menyebutkan satu hal menarik yang mereka lihat (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mempresentasikan materi singkat (10 menit) tentang: (a) karakteristik berbagai platform media sosial sebagai ruang publik virtual — contoh nyata: TikTok, Instagram, X/Twitter, YouTube, WhatsApp Group — termasuk bagaimana setiap unggahan membentuk jejak digital; (b) perbedaan konsep fakta (dapat diverifikasi dengan data/bukti), opini (sudut pandang subjektif seseorang), dan hoaks (informasi sengaja dibuat menyesatkan); (c) cara menilai kredibilitas sumber: periksa URL, nama penulis, tanggal terbit, dan situs fact-checking seperti Turnbackhoax.id atau Cekfakta.com.
  • Guru menampilkan satu contoh konten media sosial nyata (tangkapan layar tweet dari Aktivitas JBD-K8-02 Kasus 1 tentang vaksin Covid-19) di layar proyektor. Murid diminta mengamati konten tersebut secara seksama selama 2 menit sebelum berdiskusi — latihan berkesadaran (mindful observation).
  • Guru memandu tanya jawab kelas: 'Apakah ini fakta, opini, atau hoaks? Apa yang membuat kalian berpikir demikian?' — guru mencatat jawaban murid di papan tulis tanpa langsung membenarkan atau menyalahkan untuk menjaga ruang aman berpendapat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Aktivitas JBD-K8-02 yang berisi dua kasus berita dari media sosial (Kasus 1: unggahan Twitter tentang vaksin; Kasus 2: posting lain yang disiapkan guru) — alokasi waktu 20 menit.
  • Untuk setiap kasus, kelompok wajib mengisi langkah analisis terstruktur di lembar kerja: (1) Identifikasi klaim utama berita; (2) Kategorikan: fakta, opini, atau hoaks; (3) Tuliskan bukti/alasan yang mendasari kategorisasi; (4) Cek minimal satu sumber verifikasi (bila tersedia perangkat/internet); (5) Tuliskan kesimpulan dan sikap yang akan diambil — membagikan, tidak membagikan, atau meluruskan.
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan umpan balik formatif langsung (scaffolding) kepada kelompok yang kesulitan mengidentifikasi klaim atau menemukan sumber verifikasi.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis salah satu kasus kepada kelas dalam 2–3 menit. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan perspektif (sesi sharing 10 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: memperjelas jawaban yang masih keliru, menegaskan perbedaan fakta/opini/hoaks berdasarkan contoh nyata yang baru saja dianalisis murid.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat (5 menit) di selembar kertas atau buku tulis dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang media sosial dan berita digital adalah...'; (2) 'Lain kali sebelum aku membagikan sebuah berita di media sosial, aku akan...'
  • Guru mengajak 3–4 murid secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi dan mengaitkan jawaban mereka dengan konsep jejak digital: setiap keputusan berbagi konten adalah bagian dari jejak digital yang permanen.
  • Guru meminta murid mengevaluasi proses kerja kelompok mereka sendiri dengan satu kalimat: 'Hal yang berjalan baik dalam diskusi kelompok kami tadi adalah... dan yang ingin kami perbaiki adalah...' — asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
  • Guru menegaskan pesan kunci: platform media sosial adalah ruang publik virtual yang meninggalkan jejak digital. Sebelum berbagi, lakukan verifikasi — karena menyebarkan hoaks bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga dapat menjerat kita secara hukum.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: karakteristik platform media sosial sebagai ruang publik virtual, perbedaan fakta/opini/hoaks, dan cara menilai kredibilitas sumber (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengisi lembar penilaian diri singkat (5 pertanyaan pilihan ganda atau uraian singkat) tentang materi hari ini secara individual di kertas atau form digital — dikumpulkan sebelum keluar kelas (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta memantau beranda media sosial mereka selama 24 jam ke depan dan mengidentifikasi satu konten yang mencurigakan, lalu mencatat hasil analisis singkat (fakta/opini/hoaks) di buku tugas untuk dibahas di pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan pesan motivasi singkat: 'Jadilah pengguna media sosial yang cerdas — kamu punya kemampuan untuk memilah mana yang benar dan mana yang menyesatkan.' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan konsep hoaks, guru menyediakan kartu referensi (cheat sheet) berisi perbedaan fakta/opini/hoaks dalam satu tabel sederhana beserta contoh kalimat dari masing-masing kategori. Untuk murid yang sudah mahir, disediakan kasus tambahan berupa konten deepfake atau tangkapan layar yang telah dimanipulasi untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dikelompokkan dengan panduan lembar kerja berstruktur ketat (setiap langkah analisis diberi petunjuk eksplisit). Murid yang lebih cepat dapat mengerjakan analisis secara mandiri tanpa panduan langkah-demi-langkah dan diminta menambahkan kolom 'risiko hukum' jika konten tersebut disebarluaskan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan cukup mengisi lembar kerja terstruktur secara tertulis. Murid yang lebih mandiri dapat menyajikan hasil analisis dalam format infografis sederhana buatan tangan atau presentasi lisan singkat kepada kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru menanyakan platform media sosial yang digunakan murid dan terakhir kali mereka membagikan konten.
  • Guru meminta murid menjawab secara spontan: 'Apa yang dimaksud hoaks menurut kalian?' — jawaban dicatat di papan tulis untuk mengidentifikasi miskonsepsi awal.
  • Guru mengamati seberapa jauh murid mengenal konsep jejak digital berdasarkan respons terhadap pertanyaan pemantik.

Proses:

  • Observasi proses diskusi kelompok menggunakan lembar checklist: apakah murid mampu mengidentifikasi klaim, menyebutkan alasan kategorisasi, dan merujuk pada sumber verifikasi.
  • Guru memberikan umpan balik formatif lisan secara langsung kepada setiap kelompok saat berkeliling — minimal satu komentar spesifik per kelompok tentang kekuatan dan area yang perlu diperbaiki.
  • Sesi presentasi kelompok dinilai secara observasi: apakah murid dapat menjelaskan proses analisis dan menarik kesimpulan yang logis.
  • Refleksi tertulis individu di akhir kegiatan inti: dua pertanyaan terbuka yang dinilai berdasarkan kedalaman dan relevansi jawaban.

Akhir:

  • Lembar soal uraian singkat individual (dikerjakan 5 menit di akhir pertemuan): disajikan satu tangkapan layar konten media sosial baru, murid diminta mengidentifikasi apakah konten tersebut fakta, opini, atau hoaks, menyebutkan alasannya, dan menuliskan sikap yang akan diambil.
  • Penilaian lembar kerja Aktivitas JBD-K8-02 yang dikumpulkan di akhir pertemuan: dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk aspek identifikasi klaim, kategorisasi, bukti/alasan, dan kesimpulan.
  • Tugas mandiri lanjutan: analisis satu konten media sosial nyata dari beranda sendiri, dikumpulkan di pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat apersepsi untuk mendeteksi pemahaman awal tentang media sosial dan hoaks.
  • Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok menganalisis kasus berita — guru menggunakan lembar checklist pengamatan proses.
  • Umpan balik lisan langsung (scaffolding) yang diberikan guru saat berkeliling ke setiap kelompok selama Aktivitas JBD-K8-02.
  • Penilaian sejawat saat sesi presentasi kelompok: kelompok lain memberikan komentar dan tanggapan terhadap hasil analisis.
  • Refleksi tertulis individu di akhir kegiatan inti sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Lembar penilaian individu di akhir pertemuan: murid menjawab 3–5 soal uraian singkat yang menguji kemampuan membedakan fakta/opini/hoaks dari contoh konten baru yang berbeda dari contoh di kegiatan inti.
  • Tugas tindak lanjut mandiri: murid menganalisis satu konten media sosial nyata dari beranda mereka sendiri dan menulis laporan analisis singkat (klaim, kategori, bukti, kesimpulan) untuk dikumpulkan di pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan karakteristik platform media sosial sebagai ruang publik virtual dan jejak digitalMurid tidak dapat menyebutkan karakteristik platform media sosial atau tidak memahami konsep ruang publik virtual dan jejak digital.Murid dapat menyebutkan nama platform media sosial tetapi penjelasan tentang karakteristiknya sebagai ruang publik virtual dan pembentukan jejak digital masih sangat terbatas atau kurang tepat.Murid dapat mendeskripsikan karakteristik setidaknya dua platform media sosial sebagai ruang publik virtual dan menjelaskan bagaimana unggahan membentuk jejak digital dengan cukup tepat.Murid dapat mendeskripsikan karakteristik berbagai platform media sosial sebagai ruang publik virtual secara rinci dan akurat, serta menjelaskan peran dan dampak jejak digital dengan contoh nyata yang relevan.
Membedakan fakta, opini, dan hoaks pada konten media sosialMurid tidak dapat membedakan fakta, opini, dan hoaks, atau salah mengategorikan semua contoh konten yang diberikan.Murid dapat membedakan fakta dan hoaks pada contoh yang jelas, tetapi kesulitan mengidentifikasi opini atau konten yang ambigu. Alasan yang diberikan masih sangat umum.Murid dapat membedakan fakta, opini, dan hoaks pada sebagian besar contoh konten yang diberikan dengan alasan yang cukup logis, meskipun masih ada satu atau dua kekeliruan.Murid dapat membedakan fakta, opini, dan hoaks pada seluruh contoh konten yang diberikan dengan alasan yang logis, spesifik, dan merujuk pada ciri-ciri atau bukti yang dapat diverifikasi.
Menilai kredibilitas sumber informasi digitalMurid tidak melakukan pengecekan sumber atau tidak mengetahui cara menilai kredibilitas informasi digital.Murid mencoba menilai kredibilitas sumber tetapi hanya berdasarkan perasaan atau tampilan luar (misalnya: 'terlihat resmi'), belum merujuk pada indikator kredibilitas yang konkret.Murid dapat menilai kredibilitas sumber dengan memeriksa minimal dua indikator (misalnya: nama penulis, tanggal, URL) dan menyebutkan satu situs fact-checking yang relevan.Murid dapat menilai kredibilitas sumber secara sistematis menggunakan beberapa indikator (penulis, tanggal, URL, situs fact-checking, kesesuaian dengan sumber lain) dan memberikan justifikasi yang rinci dan terverifikasi.
Proses analisis dan pengambilan kesimpulan (Aktivitas JBD-K8-02)Murid tidak menyelesaikan langkah analisis di lembar kerja atau kesimpulan yang diambil tidak berdasarkan proses analisis yang logis.Murid mengisi sebagian langkah analisis tetapi kesimpulan yang diambil kurang konsisten dengan bukti yang dikemukakan.Murid menyelesaikan seluruh langkah analisis dan menarik kesimpulan yang konsisten dengan bukti, meskipun penyampaian masih kurang terstruktur.Murid menyelesaikan seluruh langkah analisis secara runtut, menarik kesimpulan yang logis dan didukung bukti kuat, serta menyebutkan tindak lanjut yang tepat (membagikan, tidak membagikan, atau meluruskan) dengan alasan yang jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mencapai kedua tujuan pembelajaran hari ini? Jika tidak, kelompok mana yang membutuhkan penguatan dan pada aspek apa?
  • Apakah contoh kasus berita yang saya pilih relevan dan cukup menantang untuk mendorong penalaran kritis murid, atau perlu diganti dengan kasus yang lebih kontekstual?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit waktu?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini efektif menjangkau murid dengan kebutuhan yang berbeda?
  • Apakah murid terlihat terlibat secara aktif dan bermakna selama diskusi kelompok? Apa yang perlu saya ubah untuk meningkatkan keterlibatan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang media sosial dan berita digital adalah...
  • Sebelum hari ini, aku berpikir bahwa hoaks adalah... Sekarang aku memahami bahwa...
  • Lain kali sebelum aku membagikan sebuah berita atau konten di media sosial, aku akan...
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menantang bagiku, dan mengapa?
  • Apa yang ingin aku pelajari lebih lanjut tentang media sosial, berita digital, atau jejak digital?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi — Bab 4: Jejak Bermedia Digital (halaman 165–170), khususnya materi Mengkaji Kritis Informasi Media Sosial dan Aktivitas JBD-K8-02.
  2. Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi — Bab 4 (halaman 174–176), panduan pelaksanaan Aktivitas JBD-K8-02.
  3. Infografis Dampak Negatif Media Sosial dari Direktorat SMP Kemendikbud — tersedia di https://ditsmp.kemdikbud.go.id/category/infografis/
  4. Situs fact-checking Turnbackhoax.id (Mafindo) — untuk verifikasi hoaks dalam Bahasa Indonesia.
  5. Situs fact-checking Cekfakta.com — kolaborasi media nasional untuk verifikasi informasi digital.
  6. Tangkapan layar contoh konten media sosial yang disiapkan guru (Kasus 1: unggahan Twitter tentang vaksin Covid-19, Kasus 2: kasus pilihan guru yang relevan dan kontekstual).
  7. Lembar Kerja Murid (LKPD) Aktivitas JBD-K8-02 — dicetak atau dibagikan secara digital oleh guru.
  8. Proyektor dan layar — untuk menampilkan materi, infografis, dan contoh kasus.
  9. Komputer, laptop, atau gawai murid — opsional, untuk mengakses situs verifikasi fakta saat Tahap Mengaplikasi.
  10. Koneksi internet — opsional, untuk akses langsung ke situs fact-checking dan pencarian sumber verifikasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.