Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab III: Algoritma Pemrograman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 8 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab III: Algoritma Pemrograman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab III: Algoritma Pemrograman

Informatika - Kelas 8

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab III: Algoritma Pemrograman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikAsesmen Sumatif Bab III: Algoritma Pemrograman
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menunjukkan kemampuan merancang penyelesaian masalah yang melibatkan literasi numerasi dan menuliskan sekumpulan instruksi dalam format pseudocode secara mandiri sebagai bukti ketercapaian kompetensi Bab III.
  2. Murid mampu mengimplementasikan algoritma pemrograman visual maupun prosedural untuk menyelesaikan persoalan sederhana sebagai bentuk asesmen sumatif akhir bab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua yang sudah kamu pelajari tentang algoritma dan pemrograman di Bab III, bagian mana yang menurutmu paling menantang dan mengapa?
  2. Jika kamu diminta membuat program untuk menghitung nilai rata-rata ulangan teman sekelasmu, langkah apa saja yang akan kamu tuliskan dalam pseudocode-nya?
  3. Bagaimana caramu meyakinkan diri sendiri bahwa algoritma yang kamu buat sudah benar sebelum menjalankannya di komputer?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan meminta murid mengecek kesiapan alat tulis dan perangkat komputer/laptop masing-masing (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif Bab III, sehingga setiap murid mengerjakan secara mandiri tanpa diskusi (1 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua pertanyaan cepat di papan tulis/proyektor — (1) 'Sebutkan satu perbedaan pseudocode dan flowchart' dan (2) 'Apa fungsi perulangan dalam sebuah algoritma?' — murid menjawab di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas secarik) dan mengumpulkan ke meja guru. Guru membaca cepat sebagai gambaran kesiapan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen hari ini: mengukur kemampuan merancang pseudocode berbasis numerasi (TP 8.3.7.1) dan mengimplementasikan algoritma secara visual/prosedural (TP 8.3.7.2) (2 menit).
  • Guru menjelaskan mekanisme asesmen: terdiri dari dua bagian — Bagian A (pseudocode tertulis, dikerjakan di lembar soal) dan Bagian B (implementasi di Scratch/Blockly, dikerjakan di komputer) — dengan total waktu 60 menit inti (2 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk membaca setiap soal dengan teliti, mengelola waktu dengan bijak, dan tetap tenang (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif kepada seluruh murid (1 menit).
  • Murid diberikan waktu 5 menit untuk membaca seluruh soal Bagian A dan Bagian B secara saksama sebelum mulai menjawab. Guru menginstruksikan: 'Baca dulu semua soal, tandai bagian yang kurang jelas, baru mulai kerjakan' — ini melatih berkesadaran dalam memahami tugas.
  • Guru mempersilakan murid mengajukan pertanyaan klarifikasi soal (bukan minta jawaban) selama 2 menit. Guru menjawab pertanyaan terkait instruksi, bukan substansi jawaban.
  • Murid mulai mengerjakan Bagian A: merancang pseudocode untuk dua persoalan numerasi (contoh soal: (1) menghitung jumlah dan rata-rata nilai dari N data bilangan yang diinput, (2) menentukan apakah suatu bilangan prima atau bukan). Alokasi waktu Bagian A: 20 menit.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah menyelesaikan Bagian A atau pada menit ke-28 (mana yang lebih dulu), murid beralih ke Bagian B di komputer: mengimplementasikan salah satu dari dua pilihan algoritma berikut menggunakan Scratch atau Blockly — (Pilihan 1) membuat program yang menampilkan bilangan kelipatan 3 dari 1 sampai N yang diinput pengguna, atau (Pilihan 2) membuat program kalkulator sederhana yang dapat melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi dua bilangan. Alokasi waktu Bagian B: 30 menit.
  • Murid mengerjakan implementasi secara mandiri. Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan tidak ada kerja sama antar murid, dan mencatat observasi asesmen proses.
  • Murid yang sudah selesai lebih awal dipersilakan menyimpan hasil kerja Bagian B, lalu kembali memeriksa ulang jawaban Bagian A pseudocode-nya — ini mendorong kemandirian dan refleksi atas hasil kerja sendiri.
  • Pada menit ke-55 (5 menit sebelum inti berakhir), guru memberi sinyal waktu kepada seluruh murid untuk segera menyimpan file dan menyelesaikan lembar jawaban Bagian A.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah waktu asesmen selesai, murid mengumpulkan lembar jawaban Bagian A ke guru dan memastikan file Bagian B sudah tersimpan di folder yang telah ditentukan (misal: folder dengan nama masing-masing di komputer sekolah atau dikirim via Google Classroom/email sekolah) (3 menit).
  • Guru membagikan lembar refleksi diri singkat (bisa berupa google form atau kertas) berisi 3 pertanyaan: (1) Seberapa yakin kamu dengan pseudocode yang kamu tulis? (skala 1–5), (2) Bagian mana dari asesmen ini yang paling menantang bagimu?, (3) Apa satu hal yang ingin kamu pelajari lebih lanjut setelah mengerjakan asesmen ini? Murid mengisi selama 5 menit.
  • Guru mengajak murid berdiri sejenak dan melakukan teknik 'dua momen': masing-masing dalam hati mengingat satu momen ketika merasa berhasil saat mengerjakan soal tadi, dan satu momen ketika merasa kesulitan. Ini membangun kesadaran diri atas proses belajar (berkesadaran).
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi diri sebagai bahan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi atas usaha murid dalam mengerjakan asesmen — guru menekankan bahwa proses berpikir yang terlihat dari cara mereka menyusun pseudocode dan program adalah hal yang paling bermakna (2 menit).
  • Guru menyampaikan informasi tindak lanjut: hasil asesmen akan dikembalikan beserta umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya. Murid yang belum mencapai KKTP akan mendapat program remedial, sedangkan yang sudah melampaui akan mendapat pengayaan berupa tantangan algoritma lanjutan (2 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran singkat topik Bab IV sebagai jembatan ke pembelajaran berikutnya (1 menit).
  • Guru menutup kelas dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk Bagian A, murid yang membutuhkan dukungan lebih (berdasarkan asesmen awal diagnostik) mendapat soal pseudocode dengan scaffolding berupa kerangka pseudocode yang sudah terisi sebagian (misal: baris pertama dan terakhir sudah diberikan). Murid yang siap penuh mengerjakan soal pseudocode tanpa scaffolding.
  • Proses: Pada Bagian B, murid dengan kemampuan dasar dapat memilih Pilihan 1 (program kelipatan, struktur lebih sederhana dengan satu jenis perulangan), sedangkan murid yang lebih cepat dapat memilih Pilihan 2 (kalkulator, memerlukan percabangan berganda) atau menambahkan fitur tambahan pada Pilihan 1 seperti validasi input.
  • Produk: Murid yang menyelesaikan lebih cepat dapat menambahkan komentar/dokumentasi pada blok program mereka (Scratch: menggunakan fitur komentar blok; Blockly: menambahkan blok keterangan), yang akan dinilai sebagai komponen pengayaan pada rubrik Sangat Berkembang.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua pertanyaan diagnostik di papan tulis: (1) 'Sebutkan satu perbedaan pseudocode dan flowchart' dan (2) 'Apa fungsi perulangan dalam sebuah algoritma?' Murid menjawab dalam 2–3 menit di kertas secarik, lalu dikumpulkan. Guru membaca cepat untuk mengidentifikasi murid yang perlu scaffolding pada soal asesmen.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama pengerjaan Bagian A dan B: guru mencatat murid yang tampak kesulitan memulai (indikasi miskonsepsi atau kurang siap) dan murid yang menyelesaikan jauh lebih cepat (indikasi perlu pengayaan).
  • Lembar refleksi diri singkat yang diisi murid setelah selesai mengerjakan asesmen: digunakan guru sebagai data kualitatif proses berpikir murid.

Akhir:

  • Bagian A — Lembar jawaban pseudocode: dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek kebenaran logika algoritma dan penulisan pseudocode.
  • Bagian B — File program Scratch/Blockly yang disimpan murid: dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek implementasi algoritma dan fungsionalitas program.
  • Nilai akhir asesmen sumatif Bab III merupakan gabungan nilai Bagian A (50%) dan Bagian B (50%).

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca soal dan mengerjakan Bagian A: apakah murid memahami instruksi soal dengan baik (dicatat pada lembar observasi singkat).
  • Pengumpulan lembar refleksi diri murid di akhir kegiatan inti sebagai umpan balik proses berpikir.
  • Pemantauan berkeliling (monitoring) selama pengerjaan Bagian B untuk mencatat kendala yang dihadapi murid, sebagai bahan tindak lanjut.

Sumatif:

  • Bagian A — Penilaian pseudocode tertulis: dinilai berdasarkan rubrik ketepatan langkah algoritma, penggunaan kosakata pseudocode yang sesuai, dan kebenaran logika numerasi.
  • Bagian B — Penilaian implementasi program di Scratch/Blockly: dinilai berdasarkan rubrik kesesuaian program dengan soal, fungsionalitas (program berjalan dengan benar), dan keterbacaan struktur blok program.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merancang Pseudocode (TP 8.3.7.1) — Kebenaran Logika AlgoritmaMurid tidak menuliskan langkah algoritma yang relevan dengan soal, atau langkah yang ditulis tidak menggambarkan proses penyelesaian masalah sama sekali.Murid menuliskan beberapa langkah yang relevan tetapi terdapat kesalahan logika yang signifikan (misalnya urutan langkah terbalik, kondisi perulangan tidak tepat) sehingga algoritma tidak akan menghasilkan output yang benar.Murid menuliskan langkah-langkah algoritma yang secara umum benar dan dapat menghasilkan output yang diharapkan, dengan satu atau dua kesalahan minor yang tidak mengubah kebenaran logika secara keseluruhan.Murid menuliskan langkah-langkah algoritma yang lengkap, benar, dan efisien, mencakup input, proses (termasuk percabangan atau perulangan yang tepat), dan output, tanpa kesalahan logika.
Merancang Pseudocode (TP 8.3.7.1) — Penulisan Format PseudocodeMurid tidak menggunakan kosakata atau struktur pseudocode yang dikenali (misalnya hanya menuliskan kalimat deskriptif biasa tanpa kata kunci seperti INPUT, OUTPUT, IF, WHILE, FOR).Murid menggunakan beberapa kata kunci pseudocode yang tepat tetapi penerapannya tidak konsisten (misalnya, menggunakan IF tanpa ENDIF, atau mencampur bahasa Indonesia sehari-hari dengan kata kunci secara acak).Murid menggunakan kata kunci pseudocode secara konsisten dan strukturnya terbaca dengan jelas. Mungkin ada 1–2 ketidakkonsistenan kecil dalam format penulisan (misalnya indentasi kurang rapi).Murid menggunakan kata kunci dan format pseudocode secara konsisten, rapi, dan mudah dibaca. Indentasi digunakan dengan benar, dan setiap blok (IF-ENDIF, WHILE-ENDWHILE) dibuka dan ditutup dengan tepat.
Implementasi Algoritma Visual/Prosedural (TP 8.3.7.2) — Fungsionalitas ProgramProgram tidak dapat dijalankan, atau jika dijalankan tidak menghasilkan output apa pun yang relevan dengan soal.Program dapat dijalankan dan menghasilkan sebagian output yang diharapkan, tetapi terdapat kesalahan logika yang menyebabkan hasil tidak akurat untuk sebagian kasus (misalnya, program hanya benar untuk satu nilai input tertentu).Program dapat dijalankan dan menghasilkan output yang benar untuk sebagian besar kasus uji. Mungkin terdapat satu kasus ujung (edge case) yang belum ditangani (misalnya, input nilai 0 atau negatif).Program dapat dijalankan dengan benar untuk semua kasus uji yang diujikan, termasuk kasus ujung. Output sesuai dengan yang diminta soal secara konsisten.
Implementasi Algoritma Visual/Prosedural (TP 8.3.7.2) — Keterbacaan Struktur ProgramBlok-blok program tersusun sangat tidak teratur atau tidak ada upaya untuk mengorganisasi struktur program, sehingga sulit dipahami alur logikanya.Blok-blok program tersusun dengan cukup teratur namun struktur percabangan atau perulangan masih membingungkan, sehingga diperlukan usaha ekstra untuk memahami alur logikanya.Blok-blok program tersusun dengan teratur dan alur logika program dapat diikuti dengan mudah. Variabel diberi nama yang bermakna (jika menggunakan variabel).Blok-blok program tersusun dengan sangat teratur, alur logika sangat jelas, variabel diberi nama yang bermakna, dan terdapat komentar/dokumentasi pada bagian-bagian penting program (sebagai pengayaan).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah soal asesmen Bagian A dan Bagian B sudah cukup mengukur kedua TP (8.3.7.1 dan 8.3.7.2) secara proporsional?
  • Berapa persentase murid yang mencapai level 'Berkembang' atau 'Sangat Berkembang' pada masing-masing aspek rubrik? Apa pola kesulitan yang paling banyak muncul?
  • Apakah alokasi waktu 60 menit untuk dua bagian asesmen sudah tepat, atau perlu penyesuaian pada pelaksanaan berikutnya?
  • Bagaimana kualitas jawaban pseudocode murid dibandingkan dengan hasil kerja mereka selama proses belajar Bab III? Apakah ada murid yang performa asesmennya sangat berbeda dari performa harian?
  • Tindak lanjut apa yang perlu disiapkan untuk murid yang belum mencapai KKTP, dan pengayaan seperti apa yang sesuai untuk murid yang melampaui KKTP?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari asesmen tadi yang terasa paling sulit bagimu — menulis pseudocode atau membuat program di Scratch/Blockly? Mengapa?
  • Apakah kamu merasa sudah belajar cukup keras selama Bab III ini? Kalau diberi kesempatan mengulang proses belajarnya, apa yang akan kamu lakukan berbeda?
  • Satu hal apa yang paling kamu bangga dari hasil kerjamu hari ini, sekecil apa pun itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika Kelas VIII Edisi Revisi (Kemendikbudristek) — Bab III Algoritma Pemrograman
  2. Buku Panduan Guru Informatika Kelas VIII Edisi Revisi (Kemendikbudristek) — Bab III Algoritma Pemrograman
  3. Aplikasi Scratch (scratch.mit.edu) — diakses melalui browser di komputer sekolah atau laptop murid
  4. Aplikasi Blockly Games (blockly.games) — diakses melalui browser, sebagai alternatif platform pemrograman visual
  5. Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab III (disiapkan guru) — berisi soal Bagian A (pseudocode) dan instruksi Bagian B (implementasi program)
  6. Lembar Refleksi Diri Murid (disiapkan guru) — berisi 3 pertanyaan refleksi pasca asesmen
  7. Lembar Observasi Guru (disiapkan guru) — untuk mencatat observasi proses selama asesmen berlangsung
  8. Proyektor/papan tulis — untuk menampilkan pertanyaan diagnostik awal dan instruksi asesmen

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.