MODUL AJAR Informatika — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 3 — Algoritma Pemrograman INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Informatika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Algoritma Pemrograman |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 40 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.3.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
- TP 8.3.2 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara komputer memproses masalah yang besar dan rumit agar menjadi bagian-bagian yang mudah diselesaikan?
- Mengapa dalam menyelesaikan persoalan komputasi kita perlu mengabaikan detail-detail yang tidak relevan?
- Bagaimana keteraturan atau pola berulang dapat membantu kita menyelesaikan teka-teki logika lebih cepat?
- Mengapa perancangan langkah yang berurutan dan logis sangat penting sebelum komputer menjalankan instruksi?
- Bagaimana kita memanfaatkan 4 pilar berpikir komputasional bersama-sama saat memecahkan masalah hitungan dalam pola data?
- Jika sebuah pola angka bertambah secara tetap, langkah berpikir komputasional apa yang pertama kali kita lakukan untuk menemukan aturannya?
- Bagaimana cara kita menuliskan urutan langkah kerja komputer agar tidak ambigu atau bermakna ganda?
- Mengapa kita menggunakan kosakata terbatas seperti INPUT, HITUNG, dan TAMPILKAN saat menulis instruksi program?
- Bagaimana komputer dapat menentukan apakah seorang siswa dinyatakan 'Lulus' atau 'Remedial' berdasarkan nilai ujiannya?
- Kosakata apa saja yang kita gunakan dalam format pseudocode ketika komputer harus memilih satu dari dua kemungkinan tindakan?
- Bagaimana komputer dapat melakukan tugas yang sama ratusan kali tanpa menuliskan perintahnya berulang-ulang?
- Kosakata atau simbol apa dalam format pseudocode yang digunakan untuk mengulang suatu aksi hingga syarat tertentu terpenuhi?
- Bagaimana cara memecah masalah komputasi yang rumit menjadi langkah-langkah logika yang teratur?
- Mengapa instruksi komputer perlu ditulis dalam format pseudocode yang terstruktur dengan kosakata terbatas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Berpikir Komputasional Dekomposisi dan Abstraksi dalam Masalah Komputasi Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan dekomposisi dan abstraksi dalam masalah komputasi sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab kuis lisan dengan 2 pertanyaan diagnostik untuk membedakan dekomposisi dan abstraksi; (1) 'Memecah aplikasi kasir toko menjadi modul data barang, hitung total, dan cetak struk disebut apa?' (acuan jawaban: dekomposisi); (2) 'Menyimpan data identitas siswa hanya berupa NISN dan nama, serta mengabaikan warna sepatu atau hobi saat membuat sistem nilai rapor disebut apa?' (acuan jawaban: abstraksi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan contoh kasus komputasi: 'Sistem Pengelolaan Peminjaman Buku Perpustakaan Sekolah' yang membutuhkan pemilahan sub-masalah (dekomposisi) dan penyaringan data utama yang relevan (abstraksi) (10 menit).
- Dalam format permainan cepat 'Tebak Pilah & Buang' secara berpasangan, murid menerima 4 kartu data peminjam: Kartu 1 'Nama peminjam', Kartu 2 'Warna baju peminjam', Kartu 3 'Judul buku', Kartu 4 'Makanan kesukaan peminjam', lalu dengan gembira berlomba memilah mana data esensial komputasi dan mana data yang harus diabstraksi/dibuang (acuan: Kartu 1 dan 3 esensial; Kartu 2 dan 4 diabstraksi/dibuang) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bekerja dalam kelompok kecil mengerjakan LKPD 'Dekomposisi dan Abstraksi Masalah Komputasi' dengan studi kasus 'Sistem Pemesanan Menu Kantin Digital' (15 menit).
- Murid secara mandiri dalam kelompok memecah masalah kantin digital menjadi 3 sub-masalah dekomposisi (acuan: (1) pemilihan menu/stok, (2) perhitungan total harga/diskon, (3) konfirmasi pembayaran) dan menyaring 3 data abstraksi yang esensial (acuan esensial: ID menu, jumlah pesanan, total bayar; acuan data diabaikan: warna seragam pembeli, meja tempat duduk) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil lembar kerja kelompok dengan saling mencocokkan hasil dekomposisi dan abstraksi terhadap kunci acuan komputasi perpustakaan/kantin, lalu mendiskusikan mengapa detail yang tidak penting harus dibuang agar proses komputasi efisien (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi mengenai penerapan dekomposisi dan abstraksi dalam komputasi dan memandu asesmen akhir singkat (3 menit).
- Murid menuliskan refleksi satu kalimat pemahaman pada lembar tiket keluar (exit ticket) dan guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya (pengenalan pola dan perancangan langkah komputasi) sebelum menutup dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual bagan pohon untuk dekomposisi bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap.
- Proses: Murid yang mahir diberikan kasus komputasi tambahan dengan data transaksi lebih beragam untuk didekomposisi secara mandiri.
- Produk: Hasil pengelompokan dekomposisi dan daftar data abstraksi dapat disajikan dalam bentuk diagram tabel pohon atau daftar butir terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil (acuan: Dekomposisi); (2) Memilah informasi penting dan mengabaikan rincian yang tidak relevan (acuan: Abstraksi).
Proses:- Observasi pengerjaan LKPD Dekomposisi dan Abstraksi: Guru mengamati ketepatan murid memecah masalah menjadi 3 sub-masalah terpisah (sub-masalah menu, total bayar, pembayaran) dan ketepatan memilih 3 data komputasi esensial (ID menu, jumlah pesan, total) serta membuang data non-esensial (warna baju, tempat duduk).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan tiket keluar (exit ticket): Murid menjawab 2 butir kasus baru: 'Dalam membuat aplikasi tiket bioskop, sebutkan 1 contoh dekomposisi dan 1 data yang harus diabstraksi/dibuang!' (acuan: Dekomposisi = membagi sub-alur pilih kursi dan bayar; Abstraksi = mengabaikan jenis sepatu penonton dan hanya mengambil nomor kursi serta judul film).
Formatif:- Penilaian kinerja kelompok pada LKPD Dekomposisi dan Abstraksi Masalah Komputasi Kantin Digital menggunakan rubrik ketercapaian
- Cek pemahaman individu melalui kartu tiket keluar (exit ticket)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Dekomposisi pada Masalah Komputasi Sederhana | Belum mampu memecah masalah komputasi kantin digital menjadi sub-masalah yang terpisah (0 sub-masalah tepat). | Mampu memecah masalah komputasi kantin digital menjadi 1 sub-masalah tepat dari acuan 3 sub-masalah (pilihan menu/stok, perhitungan harga, atau pembayaran). | Mampu memecah masalah komputasi kantin digital menjadi 2 sub-masalah tepat dari acuan 3 sub-masalah yang ditentukan. | Mampu memecah masalah komputasi kantin digital secara lengkap dan tepat menjadi seluruh 3 sub-masalah (pilihan menu/stok, perhitungan total harga/diskon, dan pembayaran) secara mandiri. | | Menerapkan Abstraksi pada Masalah Komputasi Sederhana | Belum mampu memilah data esensial dan masih memasukkan data tidak relevan (0 data tepat). | Mampu menentukan 1 data esensial komputasi secara tepat dari acuan 3 data (ID menu, jumlah pesanan, total bayar). | Mampu menentukan 2 data esensial komputasi secara tepat serta mengabaikan data pengalih non-esensial. | Mampu menentukan seluruh 3 data komputasi esensial (ID menu, jumlah pesanan, total bayar) dengan tepat dan mengabaikan seluruh data tidak relevan (warna seragam, meja tempat duduk) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan kartu dan pengerjaan pemecahan masalah komputasi?
- Apakah scaffolding yang diberikan sudah memadai bagi murid yang mengalami kesulitan membedakan antara dekomposisi dan abstraksi?
Murid:- Bagian mana dari langkah memecah masalah (dekomposisi) atau memilah data (abstraksi) yang menurutmu paling menantang?
- Mengapa keterampilan abstraksi sangat membantumu ketika merancang program komputer?
Pertemuan 2 — Menerapkan Berpikir Komputasional Pengenalan Pola dan Perancangan Langkah Terstruktur pada Masalah Komputasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan pengenalan pola dan perancangan langkah terstruktur pada masalah komputasi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengidentifikasi keteraturan pada pola deret angka: 2, 4, 8, 16, [X] dan menentukan nilai X serta aturannya (acuan: X = 32, aturan: dikali 2 atau perpangkatan 2) (5 menit).
- Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan pentingnya mengenali keteraturan pola dalam menyusun urutan langkah komputasi terstruktur (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati dua contoh masalah komputasi di papan tulis: Kasus A (barisan pola selang-seling bilangan ganjil-genap: 1, 3, 5, 7, ... pola penambahan 2) dan Kasus B (langkah memasukkan buku ke tas berdasarkan ketebalan). Guru memandu pemahaman konsep pengenalan pola dan penyusunan langkah terstruktur (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Pola dan Rancang Solusi': setiap murid memecahkan Masalah Komputasi 1: menentukan pola pertumbuhan sel pada menit ke-5 (data: menit 1 = 3, menit 2 = 6, menit 3 = 12, menit 4 = 24; acuan: pola dikali 2, nilai menit ke-5 = 48) dan Masalah Komputasi 2: merancang 4 urutan langkah terstruktur untuk menemukan angka terbesar dari daftar acak [12, 45, 7, 89, 23] (acuan langkah: 1. Ambil angka pertama 12 sebagai 'terbesar', 2. Bandingkan dengan angka berikutnya 45, perbarui 'terbesar' menjadi 45, 3. Lanjutkan membandingkan dengan 7, 89 (ganti jadi 89), dan 23, 4. Ambil nilai akhir yaitu 89) (25 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses murid, memberikan bimbingan bagi yang mengalami hambatan, serta memeriksa ketepatan identifikasi pola dan perancangan langkah terstruktur pada lembar kerja murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara sadar mereviu kembali alur berpikir yang digunakan: memeriksa apakah langkah komputasi yang dirancang dapat dijalankan secara runtut tanpa ada tahapan yang terlewat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari penerapan pengenalan pola dan perancangan langkah terstruktur dalam penyelesaian masalah komputasi (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan pesan motivasi belajar untuk pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa tabel nilai untuk melihat perbedaan antarsuku; murid yang cepat diberikan deret bertingkat dua untuk dikenali polanya.
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan dibimbing langkah demi langkah oleh guru; murid yang sudah mahir mengerjakan perancangan langkah terstruktur secara mandiri penuh.
- Produk: Format penulisan langkah terstruktur dapat berupa daftar bernomor sederhana maupun bagan alur urutan tahapan penyelesaian masalah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemecahan pola komputasi: Tentukan nilai angka berikutnya dan aturan polanya dari barisan: 2, 4, 8, 16, [X] (acuan: X = 32; aturan pola: bilangan sebelumnya dikalikan 2).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Masalah Komputasi 1: Pola pertumbuhan sel pada menit ke-5 (acuan: pola dikali 2, nilai = 48).
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Masalah Komputasi 2: Perancangan 4 langkah terstruktur mencari nilai terbesar dari [12, 45, 7, 89, 23] (acuan langkah: 1. Simpan angka pertama 12 sebagai nilai maksimal sementara, 2. Bandingkan dengan angka kedua 45, perbarui maksimal menjadi 45, 3. Ulangi perbandingan berurutan dengan angka 7, 89 (ganti jadi 89), dan 23, 4. Tetapkan 89 sebagai nilai terbesar akhir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Diberikan deret komputasi: 5, 10, 20, 40, [Y]. Tentukan nilai Y dan rumuskan langkah terstruktur 1 kalimat untuk mencari suku berikutnya (acuan: nilai Y = 80; langkah: kalikan nilai suku sebelumnya dengan 2).
Formatif:- Penilaian kinerja dan lembar kerja pengerjaan masalah komputasi (pengenalan pola deret dan perancangan langkah mencari nilai terbesar)
- Observasi unjuk kerja saat perancangan langkah terstruktur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Pengenalan Pola pada Masalah Komputasi | Belum mampu mengidentifikasi keteraturan pola pada masalah komputasi deret (jawaban nilai menit ke-5 salah, aturan pola tidak teridentifikasi). | Mampu mengenali aturan pola (dikali 2) namun keliru dalam menghitung hasil akhir nilai menit ke-5 (bukan 48) atau membutuhkan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi pola pengalian 2 dan menentukan nilai menit ke-5 secara tepat yaitu 48 secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi pola pengalian 2 dan menentukan nilai menit ke-5 tepat 48 secara mandiri serta tepat menyelesaikan pola lanjutan deret bertingkat. | | Perancangan Langkah Terstruktur pada Masalah Komputasi | Belum mampu menyusun langkah terstruktur untuk mencari angka terbesar dari daftar acak [12, 45, 7, 89, 23] (langkah tidak runtut atau melompat). | Mampu menyusun 1-2 urutan langkah pembandingan angka terbesar dengan benar dari 4 langkah acuan yang ditentukan. | Mampu menyusun seluruh 4 urutan langkah terstruktur pembandingan angka terbesar secara runtut dan tepat sesuai acuan solusi (12 -> 45 -> 89 -> akhir 89). | Mampu menyusun seluruh 4 urutan langkah terstruktur secara mandiri, runtut, dan tepat, serta langkah teruji dapat langsung dieksekusi secara logis tanpa kesalahan logika. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak pola dan perancangan langkah terstruktur efektif memotivasi murid memahami logika komputasi?
- Apakah durasi waktu 80 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan perancangan langkah mandiri?
Murid:- Bagian mana dari menemukan pola atau merancang urutan langkah yang terasa paling menantang?
- Bagaimana keteraturan pola membantuku menyusun langkah penyelesaian yang lebih teratur dan mudah?
Pertemuan 3 — Menerapkan Berpikir Komputasional secara Terpadu dalam Menghadapi Masalah Komputasi Numerasi Terbimbing — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, menyapa murid, dan memimpin doa singkat pembuka kegiatan pembelajaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan 4 pilar berpikir komputasional (dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan perancangan algoritma langkah terstruktur) secara terpadu dalam menyelesaikan masalah komputasi numerasi terstruktur (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab kuis diagnostik pada kartu uji pemahaman: 'Diberikan pasangan bilangan Masukan: (1->5), (2->8), (3->11). Berapakah selisih tiap pertambahan masukan dan formula komputasinya?' Acuan jawaban: beda/selisih = 3, pola = 3 x Masukan + 2 (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang penerapan terpadu 4 pilar berpikir komputasional pada persoalan numerasi komputasi 'Pertambahan Armada Sepeda Motor': (1) Dekomposisi: membagi data menjadi input/tabel hari dan output/jumlah motor; (2) Pengenalan pola: mengidentifikasi beda pertambahan konstan tiap hari (+4); (3) Abstraksi: mengabaikan jenis motor dan fokus pada hubungan variabel hari (n) dan unit (U_n); (4) Perancangan langkah terstruktur: merumuskan langkah komputasi penentuan unit pada hari ke-n (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati lembar contoh numerasi komputasi terstruktur dan mengonfirmasi pemahaman 4 tahapan pilar komputasional bersama bimbingan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Pola Numerasi' yang menggembirakan: tiap pasangan menerima Lembar Aktivitas berisi Masalah Komputasi Numerasi 'Mesin Hitung Parkir Mall': Tabel Masukan jam (1, 2, 3, 4) dengan Luaran biaya (ribu rupiah): (5, 9, 13, 17) dan 'Mesin Pencetak Roti': Masukan menit (1, 2, 3, 4) dengan Luaran roti: (7, 12, 17, 22) (15 menit).
- Secara kolaboratif dan mandiri, murid menerapkan 4 pilar berpikir komputasional secara tertulis pada lembar kerja: mengisi uraian dekomposisi data masukan-luaran, mengenali pola selisih/laju perubahan, memformulasikan abstraksi matematis, dan menuliskan urutan langkah pemecahan komputasi terstruktur hingga menemukan luaran untuk masukan ke-10 (acuan: Parkir Mall beda = 4, rumus Luaran = 4 x jam + 1, masukan 10 -> 41 ribu rupiah; Mesin Roti beda = 5, rumus Luaran = 5 x menit + 2, masukan 10 -> 52 roti) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil kerja pemecahan masalah dengan acuan kunci jawaban, memeriksa kembali ketepatan penerapan tiap pilar berpikir komputasional secara sadar dan teliti (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana integrasi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan langkah komputasi terstruktur mempermudah penyelesaian masalah numerasi (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kinerja murid, menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya tentang penulisan pseudocode, serta menutup sesi dengan salam dan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bertahap pemilahan 4 pilar, sedangkan murid cepat diberikan data numerasi dengan pola perubahan bertingkat.
- Proses: Pengerjaan berpasangan heterogen dengan pendampingan langsung (scaffolding) guru untuk kelompok yang masih kesulitan mengenali pola selisih.
- Produk: Format penyajian lembar kerja pilar berpikir komputasional seragam, dengan variasi tingkat kedalaman penjelasan alur komputasi pada murid cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal diagnostik pembuka: 'Pasangan nilai masukan x dan luaran y adalah: (1->5), (2->8), (3->11). Tentukan: (a) selisih nilai luaran tiap kenaikan 1 masukan, dan (b) pola hubungan komputasi antara x dan y.' Acuan kunci: (a) selisih = 3; (b) y = 3x + 2.
Proses:- Observasi formatif saat murid memecahkan dua studi kasus komputasi numerasi (Parkir Mall dan Mesin Roti) menggunakan lembar observasi penerapan 4 pilar berpikir komputasional secara terpadu.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri di akhir kegiatan inti: murid memverifikasi kesesuaian hasil hitung masukan ke-10 dengan kunci acuan (Parkir Mall = 41; Mesin Roti = 52) serta menuliskan 1 pilar berpikir komputasional yang dirasakan paling krusial dalam menemukan solusi.
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja Lembar Aktivitas 'Detektif Pola Numerasi' melalui rubrik analitik 4 pilar berpikir komputasional
- Pemeriksaan ketepatan hasil identifikasi pola dan rumus luaran numerasi pada sesi aplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Dekomposisi dan Abstraksi dalam Masalah Komputasi Numerasi | Belum mampu memisahkan komponen masukan dan luaran, serta belum mengeliminasi informasi yang tidak relevan. | Mampu memisahkan masukan dan luaran data numerasi, namun belum tepat melakukan abstraksi untuk memunculkan variabel utama. | Mampu memilah masukan dan luaran secara tepat serta mengabstraksikan variabel utama numerasi sesuai acuan tugas. | Mampu memilah seluruh komponen masukan dan luaran secara mandiri serta merumuskan variabel abstraksi komputasi secara tepat dan terstruktur tanpa kesalahan. | | Penerapan Pengenalan Pola dan Perancangan Langkah Terstruktur | Belum mampu menemukan selisih pola pertambahan nilai luaran dan belum mampu menyusun langkah komputasi terstruktur. | Mampu mengenali selisih pola pertambahan namun belum mampu merumuskan urutan langkah perhitungan untuk masukan sembarang n. | Mampu mengidentifikasi pola pertambahan secara tepat (selisih +4 dan +5) dan menyusun langkah perhitungan terstruktur hingga menghasilkan output n=10 sesuai kunci acuan. | Mampu mengidentifikasi pola hubungan numerasi secara tepat dan menyusun perancangan langkah komputasi terstruktur secara runtut, efisien, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran terpadu 4 pilar berpikir komputasional numerasi dapat diikuti murid dengan tingkat kesiapan berbeda?
- Bagian pilar berpikir komputasional manakah yang paling banyak membutuhkan bimbingan langsung (scaffolding) guru?
Murid:- Pilar berpikir komputasional mana yang paling membantuku menemukan rumus hitungan numerasi hari ini?
- Apakah aku sudah mampu bekerja sama dengan rekan pasanganku secara aktif dalam memecahkan masalah komputasi?
Pertemuan 4 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Sederhana Berurutan Menggunakan Kosakata Terbatas dalam Format Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.2 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memimpin doa bersama untuk memulai kegiatan pembelajaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menuliskan sekumpulan instruksi sederhana berurutan menggunakan kosakata terbatas dalam format pseudocode (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 baris perintah di papan tulis: (1) 'input alas' dan (2) 'alas <- 10' lalu meminta murid menentukan mana instruksi yang menerima masukan dan mana yang menetapkan nilai (acuan: instruksi 1 adalah operasi input/masukan, instruksi 2 adalah penugasan nilai/assignment) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan penjelasan terstruktur tentang aturan penulisan pseudocode berurutan menggunakan kosakata terbatas: INPUT (masukan), HITUNG / operasi aritmatika (proses), dan OUTPUT/TAMPILKAN (keluaran) serta simbol penugasan panah (<-) (10 menit).
- Murid mencermati dan menelaah contoh kasus penulisan pseudocode sekuensial menghitung luas persegi panjang: Baris 1: INPUT panjang, Baris 2: INPUT lebar, Baris 3: luas <- panjang * lebar, Baris 4: TAMPILKAN luas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Susun Kartu Kata Pseudocode', di mana murid menyusun kartu acak kosakata (INPUT, alas, tinggi, luas <- 0.5 * alas * tinggi, TAMPILKAN) menjadi urutan baris pseudocode yang tepat dan membacanya bersama pasangan secara menggembirakan (15 menit).
- Secara mandiri pada Lembar Aktivitas, setiap murid menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode berurutan untuk 2 kasus komputasi: Kasus 1: Menghitung keliling persegi panjang (acuan: INPUT panjang; INPUT lebar; keliling <- 2 * (panjang + lebar); TAMPILKAN keliling); Kasus 2: Menghitung rata-rata dua bilangan (acuan: INPUT bil1; INPUT bil2; total <- bil1 + bil2; rataRata <- total / 2; TAMPILKAN rataRata) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan urutan instruksi pseudocode yang telah ditulisnya secara sadar dan mandiri menggunakan daftar periksa mandiri (apakah sudah memuat masukan, proses hitung, dan tampilan hasil secara urut) (5 menit).
Penutup:- Guru memandu simpulan pembelajaran mengenai struktur urut sekumpulan instruksi pseudocode dan melakukan cek pemahaman singkat akhir sesi (6 menit).
- Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya (penulisan pseudocode percabangan) dan menutup kelas dengan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan template baris berurutan (INPUT -> PROSES -> OUTPUT), sedangkan murid yang cepat diberikan kasus tambahan dengan 3 variabel numerik sekuensial.
- Proses: Murid berpencapaian tinggi menuliskan pseudocode secara mandiri tanpa scaffolding, sementara murid yang memerlukan pendampingan mengerjakan dengan bantuan penanda kata kunci.
- Produk: Format penulisan instruksi pseudocode tetap sama (sekuensial kosakata terbatas), namun murid cepat menuliskan hingga 2 variasi rumus sekuensial.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat lisan/tulis di awal: Identifikasi 2 baris instruksi komputasi: Butir 1: 'INPUT nama' (acuan: instruksi penerimaan data/masukan); Butir 2: 'nilai <- 80' (acuan: instruksi penugasan nilai ke variabel).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja penulisan pseudocode pada tahap Mengaplikasi untuk 2 kasus numerasi (Kasus 1: keliling persegi panjang, Kasus 2: rata-rata dua bilangan) dengan acuan kunci: (1) INPUT panjang, INPUT lebar, keliling <- 2 * (panjang + lebar), TAMPILKAN keliling; (2) INPUT bil1, INPUT bil2, total <- bil1 + bil2, rataRata <- total / 2, TAMPILKAN rataRata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan simbol penugasan nilai yang tepat untuk mengisi variabel 'hasil' dengan angka 100 (acuan jawaban: hasil <- 100).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penulisan pseudocode berurutan pada Lembar Aktivitas murid
- Observasi diagnostik awal tentang identifikasi instruksi masukan dan penugasan nilai
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penulisan sekumpulan instruksi pseudocode berurutan menggunakan kosakata terbatas | Belum mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode secara berurutan; penulisan kata kunci dan alur logika tidak sesuai acuan. | Mampu menuliskan sebagian instruksi pseudocode berurutan untuk 1 kasus dengan kosakata terbatas, namun urutan masukan-proses-keluaran masih terbalik atau belum lengkap. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode berurutan secara tepat dan lengkap untuk kedua kasus (Kasus 1 dan Kasus 2) sesuai acuan kosakata terbatas (INPUT, penugasan <-, TAMPILKAN). | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode berurutan secara mandiri, runtut, dan tepat tanpa kekeliruan sintaksis untuk kedua kasus serta kasus tambahan variabel jamak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah memahami konsistensi penggunaan kosakata terbatas (INPUT, TAMPILKAN, operator aritmatika) dalam menyusun pseudocode?
- Bagian mana dari langkah penulisan sekuensial yang paling sering mengalami kekeliruan urutan oleh murid?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menuliskan instruksi langkah demi langkah secara urut tanpa ada baris proses yang terbalik?
- Kata kunci pseudocode apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya gunakan?
Pertemuan 5 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Percabangan Menggunakan Kosakata Terbatas dan Simbol dalam Format Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.2 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menuliskan sekumpulan instruksi percabangan menggunakan kosakata terbatas (IF, THEN, ELSE, ENDIF) dan simbol kondisi dalam format pseudocode (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 potongan logika sederhana di papan tulis: (1) 'Jika umur < 13 cetak Kids' dan (2) 'Jika nilai >= 75 cetak Tuntas, selain itu cetak Remedial', kemudian meminta murid menuliskan padanan kata kuncinya (acuan: IF, THEN, ELSE, ENDIF) untuk memetakan kesiapan murid terhadap struktur percabangan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan penjelasan terstruktur mengenai sintaks percabangan satu kondisi (IF kondisi THEN aksi ENDIF) dan dua kondisi (IF kondisi THEN aksi_1 ELSE aksi_2 ENDIF) serta simbol relasi (<, >, <=, >=, ==, !=) dengan berkesadaran penuh terhadap alur logika komputasi (10 menit).
- Murid menelaah 2 contoh pseudocode percabangan yang dipaparkan guru dan menelusuri keluaran jika diberikan nilai masukan tertentu: Contoh 1: 'IF umur < 13 THEN OUTPUT "Kids" ENDIF' (jika umur = 10 maka output: 'Kids'); Contoh 2: 'IF nilai >= 75 THEN OUTPUT "Tuntas" ELSE OUTPUT "Remedial" ENDIF' (jika nilai = 70 maka output: 'Remedial') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Logika Percabangan' yang menggembirakan: satu murid menyebutkan nilai numerik acak dan pasangannya menyebutkan jalur output aksi pseudocode dengan cepat (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode percabangan pada Lembar Kerja untuk 2 skenario komputasi: Skenario 1: Menentukan kategori tiket bioskop berdasarkan variabel 'usia', jika usia >= 17 cetak 'Dewasa', selain itu cetak 'Anak' (Acuan: IF usia >= 17 THEN OUTPUT "Dewasa" ELSE OUTPUT "Anak" ENDIF); Skenario 2: Menentukan kelulusan ujian berdasarkan variabel 'skor', jika skor > 70 cetak 'Lulus', jika tidak cetak 'Tidak Lulus' (Acuan: IF skor > 70 THEN OUTPUT "Lulus" ELSE OUTPUT "Tidak Lulus" ENDIF) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru memeriksa kesesuaian penulisan instruksi pseudocode percabangan yang dibuat dengan acuan struktur baku (keberadaan kondisi, kata kunci IF-THEN-ELSE-ENDIF, serta simbol perbandingan), menyadari letak ketidaktelitian sintaks yang umum terjadi (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan aturan penulisan sekumpulan instruksi percabangan dalam format pseudocode menggunakan kosakata terbatas dan simbol relasi (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar dan mengingatkan murid untuk mempelajari instruksi perulangan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar acuan sintaks kosakata terbatas (IF, THEN, ELSE, ENDIF) dan tabel simbol komparasi (<, >, <=, >=, ==, !=) bagi murid yang membutuhkan perancah.
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, diberikan lembar kerja rumpang berstruktur untuk dilengkapi; bagi murid cepat, diberikan skenario percabangan bersarang/tambahan dengan kondisi majemuk.
- Produk: Tingkat kerumitan penulisan instruksi percabangan: murid reguler menyelesaikan 2 skenario standar dua cabang, murid mahir menambahkan skenario diskon belanja tiga kondisi (IF - ELSE IF - ELSE).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas diagnostik tertulis singkat di papan tulis: Murid diminta mengidentifikasi kata kunci logika bahasa Inggris yang tepat untuk kalimat: (1) 'Jika nilai >= 75 lakukan cetak Lulus' -> (acuan jawaban: IF nilai >= 75 THEN OUTPUT "Lulus" ENDIF) dan (2) kata kunci untuk pilihan 'selain itu' -> (acuan jawaban: ELSE).
Proses:- Observasi formatif dan pemeriksaan lembar latihan murid dalam menuliskan sekumpulan instruksi percabangan pada Lembar Kerja (Skenario 1 acuan: IF usia >= 17 THEN OUTPUT "Dewasa" ELSE OUTPUT "Anak" ENDIF; Skenario 2 acuan: IF skor > 70 THEN OUTPUT "Lulus" ELSE OUTPUT "Tidak Lulus" ENDIF).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa latihan mandiri 1 butir: Menuliskan pseudocode untuk memeriksa variabel 'suhu': Jika suhu > 37 maka OUTPUT "Demam", selain itu OUTPUT "Normal" (Acuan jawaban: IF suhu > 37 THEN OUTPUT "Demam" ELSE OUTPUT "Normal" ENDIF).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menuliskan pseudocode percabangan pada lembar latihan individu menggunakan rubrik ketercapaian sintaks kosakata terbatas dan simbol kondisi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan penulisan instruksi percabangan dengan kosakata terbatas dan simbol dalam format pseudocode (Skenario 1: tiket bioskop; Skenario 2: kelulusan ujian; Cek Akhir: deteksi suhu) | Belum mampu menuliskan instruksi percabangan dalam pseudocode (tidak memuat kata kunci IF, THEN, maupun simbol pembanding yang tepat pada ketiga skenario). | Mampu menuliskan instruksi percabangan dengan kosakata terbatas dan simbol secara tepat pada 1 dari 3 skenario yang ditentukan. | Mampu menuliskan instruksi percabangan dengan kosakata terbatas dan simbol secara tepat pada 2 dari 3 skenario yang ditentukan. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi percabangan dengan kosakata terbatas (IF, THEN, ELSE, ENDIF) dan simbol relasional secara tepat dan lengkap pada seluruh (3 dari 3) skenario yang ditentukan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penulisan pseudocode percabangan mencukupi bagi murid untuk memahami alur logika dua cabang?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam membedakan penggunaan simbol relasi perbandingan dalam kondisi percabangan?
Murid:- Bagian mana dari penulisan struktur IF-THEN-ELSE-ENDIF yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apakah kamu dapat menentukan kapan kata kunci ELSE harus digunakan dalam sebuah instruksi?
Pertemuan 6 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Perulangan Menggunakan Kosakata Terbatas dan Simbol dalam Format Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.2 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan cakupan materi yaitu menuliskan instruksi perulangan (loop) menggunakan pseudocode (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 2 soal singkat di papan tulis: (1) Menyebutkan kata kunci perulangan dalam pseudocode; (2) Mengidentifikasi komponen pencacah/kondisi (acuan jawaban: (1) 'FOR' / 'WHILE' / 'REPEAT...UNTIL'; (2) Nilai awal, kondisi berhenti, dan penambahan/langkah pencacah) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang perbandingan penulisan instruksi manual berulang (misal mencetak angka 1 sampai 5 baris demi baris) dengan instruksi perulangan pseudocode yang ringkas menggunakan kata kunci FOR dan WHILE secara fokus (10 menit).
- Murid mengamati 3 contoh format pseudocode perulangan: Contoh 1 (FOR i = 1 TO 5 DO PRINT(i) ENDFOR), Contoh 2 (WHILE counter <= 3 DO PRINT('Halo') counter = counter + 1 ENDWHILE), dan Contoh 3 (REPEAT PRINT('*') counter = counter + 1 UNTIL counter > 4) untuk menelaah penempatan inisialisasi, kondisi batas, serta blok aksi di dalamnya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan berpasangan 'Tebak & Tulis Pola Loop' yang menggembirakan: salah satu murid menyebutkan target deret angka (misal kelipatan 2 sampai 10) dan pasangannya berlomba menuliskan baris instruksi pseudocode perulangannya secara cepat dan tepat di lembar corat-coret (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan instruksi pseudocode perulangan pada Lembar Kerja Aktivitas untuk 2 kasus terstruktur: Kasus A (menulis pseudocode mencetak bilangan bulat 1 sampai 10 menggunakan struktur FOR) dan Kasus B (menulis pseudocode menghitung penjumlahan akumulatif angka 1 sampai N dengan input N dan struktur WHILE). Acuan jawaban Kasus A: 'FOR i = 1 TO 10 DO PRINT(i) ENDFOR'; Acuan jawaban Kasus B: 'READ(N); sum = 0; i = 1; WHILE i <= N DO sum = sum + i; i = i + 1; ENDWHILE; PRINT(sum)' (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menelaah kembali draf pseudocode masing-masing dengan mencocokkan terhadap daftar periksa mandiri: keberadaan inisialisasi, kejelasan kondisi berhenti, instruksi pembaruan nilai pencacah (counter increment), dan penutup blok perulangan (ENDFOR/ENDWHILE) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan penulisan sekumpulan instruksi perulangan dengan kosakata terbatas (FOR...ENDFOR, WHILE...ENDWHILE) dan simbol operator pembanding (<=, <, =) dalam pseudocode (6 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis 1 soal singkat perbaikan baris rumpang pseudocode dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu asesmen sumatif bab (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu referensi kosakata terbatas (FOR, TO, DO, ENDFOR, WHILE, REPEAT, UNTIL) untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan scaffolding berupa kerangka rumpang struktur loop; bagi murid yang sudah cepat menguasai, diberikan tantangan menuliskan pseudocode perulangan bersarang (nested loop) untuk mencetak pola bintang.
- Produk: Murid bebas memilih menggunakan struktur FOR atau WHILE dalam menyelesaikan penulisan algoritma perulangan selama logika dan sintaks pseudocode tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik 2 soal singkat di pendahuluan: (1) Sebutkan kosakata terbatas dalam pseudocode untuk menandai perulangan! (Acuan: FOR, WHILE, atau REPEAT); (2) Komponen apa yang harus ada agar perulangan berhenti dan tidak berjalan selamanya? (Acuan: Kondisi berhenti / pembaruan nilai variabel pencacah / counter increment).
Proses:- Cek kebenaran penulisan 2 kasus pada lembar aktivitas mandiri: Kasus A (Acuan: 'FOR i = 1 TO 10 DO PRINT(i) ENDFOR' atau padanan WHILE yang tepat) dan Kasus B (Acuan: 'READ(N); sum = 0; i = 1; WHILE i <= N DO sum = sum + i; i = i + 1; ENDWHILE; PRINT(sum)' atau padanan FOR yang tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir soal rumpang: Lengkapi bagian titik-titik pada pseudocode berikut agar mencetak angka genap 2 sampai 8: 'i = 2; WHILE i ... DO PRINT(i); i = ... ; ENDWHILE' (Acuan jawaban: titik-titik pertama '<= 8' atau '< 10'; titik-titik kedua 'i + 2').
Formatif:- Pemeriksaan hasil penulisan instruksi perulangan pseudocode pada Kasus A dan Kasus B lembar kerja mandiri
- Observasi ketepatan penggunaan kosakata terbatas dan simbol operator selama latihan mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penulisan Sekumpulan Instruksi Perulangan dalam Pseudocode | Belum mampu menuliskan instruksi perulangan pseudocode; struktur perulangan tidak memiliki batas awal, kondisi henti, maupun pembaruan pencacah pada kedua kasus latihan. | Mampu menuliskan instruksi perulangan pseudocode untuk 1 kasus dengan tepat, atau menuliskan kedua kasus namun terdapat kekeliruan pada kondisi henti sehingga terjadi perulangan tanpa batas (infinite loop) dengan bimbingan guru. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi perulangan dalam format pseudocode untuk Kasus A dan Kasus B secara tepat sesuai acuan kosakata terbatas (FOR...ENDFOR, WHILE...ENDWHILE) dan simbol logika perbandingan secara mandiri. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi perulangan dalam format pseudocode untuk Kasus A dan Kasus B secara tepat dan lengkap tanpa kesalahan logika/simbol secara konsisten, serta mampu menyelesaikan tantangan perulangan bertingkat (nested loop) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit untuk pengerjaan mandiri Kasus A dan Kasus B mencukupi bagi seluruh murid?
- Apakah analogi dan contoh format pseudocode perulangan yang diberikan sudah cukup jelas mencegah murid membuat kesalahan infinite loop?
Murid:- Bagian mana dari penulisan instruksi perulangan (penentuan nilai awal, syarat batas perulangan, atau pengubahan nilai variabel pencacah) yang paling menantang bagimu?
- Bagaimana kamu memastikan instruksi perulangan pseudocode yang kamu tuliskan dapat berhenti pada waktu yang tepat?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
- TP 8.3.2 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran 28 murid, menyampaikan tata tertib asesmen sumatif, serta menegaskan bahwa asesmen bertujuan mengukur ketercapaian berpikir komputasional dan penulisan pseudocode secara objektif dan mandiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif kepada seluruh 28 murid dan membacakan petunjuk pengerjaan dua tugas mandiri: Tugas 1 (pemecahan masalah komputasi) dan Tugas 2 (penulisan pseudocode) serta kriteria penilaiannya (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan serentak mengerjakan Tugas 1: Lembar kerja analisis dekomposisi masalah komputasi dan perumusan langkah penyelesaian masalah yang logis berdasarkan studi kasus 'Sistem Pengelompokan dan Total Biaya Tiket Berdasarkan Kategori Usia' (durasi 35 menit). Kasus komputasi: Sistem menerima data usia pengunjung dan menentukan kategori serta tarif tiket: Balita (usia < 5 tahun, tarif Rp 0), Anak (usia 5 - 12 tahun, tarif Rp 15.000), Dewasa (usia 13 - 59 tahun, tarif Rp 25.000), Lansia (usia >= 60 tahun, tarif Rp 10.000). Soal 1: Lakukan dekomposisi masalah menjadi 3 sub-masalah utama. Kunci Acuan Dekomposisi: (1) Menerima input data usia pengunjung; (2) Memeriksa dan mengelompokkan kategori usia berdasarkan batasan nilai numerik; (3) Menetapkan nominal tarif tiket sesuai kategori yang diperoleh dan menampilkan output biaya. Soal 2: Tentukan elemen abstraksi (informasi yang relevan vs tidak relevan untuk komputasi). Kunci Acuan Abstraksi: Relevan = nilai usia (angka bulat); Tidak relevan = nama lengkap, warna baju, hobi pengunjung. Soal 3: Rumuskan 4 urutan langkah terstruktur pemecahan masalah. Kunci Acuan Langkah Terstruktur: (1) Baca input usia pengunjung; (2) Uji kondisi usia untuk menetapkan kategori tiket; (3) Tentukan besaran tarif berdasarkan kategori; (4) Tampilkan kategori dan besaran tarif ke layar (35 menit).
- Murid secara individual dan serentak mengerjakan Tugas 2: Lembar kerja unjuk kerja penyusunan algoritma tertulis berupa naskah rancangan pseudocode menggunakan kosakata terbatas dan simbol runtut (durasi 30 menit). Kasus penugasan: Tuliskan pseudocode lengkap untuk menghitung total pembayaran tiket sejumlah N pengunjung dengan percabangan kategori di atas menggunakan perulangan. Kosakata terbatas yang diwajibkan: PROGRAM, DEKLARASI, ALGORITMA, BACA, TULIS, JIKA-MAKA-LAINNYA (IF-THEN-ELSE), UNTUK-DARI-SAMPAI (FOR-TO-DO), SELESAI. Kunci Acuan Pseudocode: PROGRAM HitungTiket; DEKLARASI: n, i, usia, tarif, total : integer; ALGORITMA: total <- 0; BACA n; UNTUK i <- 1 SAMPAI n LAKUKAN: BACA usia; JIKA usia < 5 MAKA tarif <- 0 LAINNYA JIKA usia <= 12 MAKA tarif <- 15000 LAINNYA JIKA usia <= 59 MAKA tarif <- 25000 LAINNYA tarif <- 10000 SELESAI_JIKA; total <- total + tarif; SELESAI_UNTUK; TULIS total; SELESAI_PROGRAM (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan lembar jawabannya secara cermat dan mandiri sebelum diserahkan kepada guru (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen sumatif dari 28 murid, menyampaikan apresiasi atas integritas dan ketertiban kerja mandiri murid selama asesmen, serta memberikan rangkuman penutup capaian Bab 3 Algoritma Pemrograman (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Standar masalah komputasi dan notasi pseudocode seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.
- Proses: Akomodasi akses berupa penjelasan ulang pembacaan instruksi lembar asesmen bagi murid yang memerlukan kejelasan visual/bacaan tanpa mengubah isi soal maupun tingkat kesulitan.
- Produk: Bentuk luaran seragam berupa lembar kerja analisis dekomposisi komputasi tertulis dan naskah algoritma pseudocode tertulis.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penugasan pemecahan masalah dan unjuk kerja penyusunan algoritma tertulis serentak: lembar kerja penyelesaian masalah komputasi terstruktur dan teks rancangan algoritma dalam format pseudocode menggunakan kosakata terbatas/simbol yang runtut
- penugasan pemecahan masalah tertulis serentak: lembar kerja analisis dekomposisi masalah komputasi dan perumusan langkah penyelesaian masalah yang logis, dikerjakan serentak oleh 28 murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian pemecahan masalah komputasi)
- unjuk kerja penyusunan algoritma tertulis serentak: naskah rancangan algoritma pseudocode dengan kosakata terbatas atau simbol yang runtut dan benar, dikerjakan serentak di lembar kerja oleh 28 murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian penyusunan pseudocode)
Sumatif:- penugasan pemecahan masalah dan unjuk kerja penyusunan algoritma tertulis serentak: lembar kerja penyelesaian masalah komputasi terstruktur dan teks rancangan algoritma dalam format pseudocode menggunakan kosakata terbatas/simbol yang runtut
- penugasan pemecahan masalah tertulis serentak: lembar kerja analisis dekomposisi masalah komputasi dan perumusan langkah penyelesaian masalah yang logis, dikerjakan serentak oleh 28 murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian pemecahan masalah komputasi)
- unjuk kerja penyusunan algoritma tertulis serentak: naskah rancangan algoritma pseudocode dengan kosakata terbatas atau simbol yang runtut dan benar, dikerjakan serentak di lembar kerja oleh 28 murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian penyusunan pseudocode)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Dekomposisi dan Abstraksi Masalah Komputasi (TP 8.3.1) | Menuliskan kurang dari 2 sub-masalah dekomposisi dengan benar, dan belum tepat memilah informasi relevan (usia) dari informasi pengalih/tidak relevan (nama, warna baju, hobi). | Menuliskan 2 dari 3 sub-masalah dekomposisi dengan benar, serta menyebutkan informasi relevan namun masih menyertakan 1-2 informasi pengalih (nama, warna baju, atau hobi). | Menuliskan seluruh 3 sub-masalah dekomposisi (input usia, pengelompokan batasan numerik, penentuan nominal dan output tarif) serta memisahkan informasi relevan (usia) dan mengeliminasi 3 informasi pengalih (nama lengkap, warna baju, hobi). | Menuliskan seluruh 3 sub-masalah dekomposisi dan pemilahan abstraksi secara lengkap, tepat, serta merumuskan 4 urutan langkah penyelesaian masalah terstruktur tanpa kekeliruan logika. | | Penulisan Instruksi Algoritma Pseudocode (TP 8.3.2) | Menuliskan naskah pseudocode tanpa struktur baku (tidak memuat bagian PROGRAM, DEKLARASI, ALGORITMA) dan kosakata terbatas/simbol tidak terdefinisi. | Menuliskan naskah pseudocode dengan struktur PROGRAM dan ALGORITMA namun struktur percabangan (JIKA-MAKA-LAINNYA) atau perulangan (UNTUK-SAMPAI) masih terdapat kesalahan logika kondisi. | Menuliskan seluruh struktur naskah pseudocode secara lengkap (PROGRAM, DEKLARASI, ALGORITMA) menggunakan kosakata terbatas yang dipersyaratkan dan logika percabangan 4 kategori tarif tiket tepat. | Menuliskan seluruh naskah pseudocode dengan sintaks kosakata terbatas yang sepenuhnya tepat, struktur DEKLARASI variabel lengkap (n, i, usia, tarif, total), logika percabangan 4 kategori dan perulangan runtut tanpa kesalahan penugasan (assignment). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana tingkat kemandirian dan kepatuhan murid terhadap tata tertib pengerjaan asesmen sumatif serentak?
- Apakah instrumen rubrik penilaian pemecahan masalah dan pseudocode memberikan gambaran objektif terhadap capaian kompetensi TP 8.3.1 dan TP 8.3.2?
Murid:- Bagian mana dari pemecahan masalah komputasi atau penulisan pseudocode yang paling menantang saat dikerjakan secara mandiri?
- Strategi apa yang membantu saya menyelesaikan perancangan algoritma pseudocode dengan runtut dan teratur?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
- Kartu Masalah Pemilahan Data Komputasi dan Lembar Kerja Murid (LKPD)
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
- Lembar Kerja Aktivitas Berpikir Komputasional: Pola dan Algoritma
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab III Algoritma Pemrograman
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab III Algoritma Pemrograman
- Lembar Kerja Aktivitas 'Detektif Pola Numerasi' Masalah Komputasi Numerasi Terbimbing
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi) Bab 3 Algoritma Pemrograman
- Kartu Kata Pseudocode (kertas bertuliskan kata kunci instruksi komputasi)
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Instruksi Percabangan Pseudocode
- Buku Panduan Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi)
- Lembar Kerja Aktivitas Penulisan Pseudocode Perulangan
- Papan tulis dan kartu sintaks pseudocode (FOR, WHILE, DO, ENDFOR, ENDWHILE)
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
- Lembar Soal dan Lembar Jawab Asesmen Sumatif Bab 3 Algoritma Pemrograman
|