Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Sistem Bilangan dan Struktur Data (Stack)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 8 dengan topik "Sistem Bilangan dan Struktur Data (Stack)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Sistem Bilangan dan Struktur Data (Stack)

Informatika - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Sistem Bilangan dan Struktur Data (Stack)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikSistem Bilangan dan Struktur Data (Stack)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengoperasikan konversi bilangan desimal ke bilangan biner dan oktal serta sebaliknya sebagai bentuk representasi data dalam komputasi.
  2. Murid dapat mengenal organisasi data terstruktur dalam bentuk tumpukan (stack) dan menyelesaikan persoalan sederhana menggunakan konsep stack.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berpikir bagaimana komputer yang hanya mengenal angka 0 dan 1 bisa menyimpan data nilai ulangan kalian?
  2. Ketika kalian menumpuk piring di rak, piring mana yang paling mudah diambil? Bagaimana konsep ini digunakan oleh komputer?
  3. Mengapa komputer membutuhkan sistem bilangan yang berbeda dari bilangan desimal yang kita gunakan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan memeriksa kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mampu melakukan konversi bilangan dan memahami konsep stack.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan bertanya secara lisan: 'Siapa yang tahu apa itu bilangan biner? Apa hubungannya dengan komputer?' untuk mengecek pengetahuan awal murid.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan memberi waktu 1-2 menit bagi murid untuk berpikir.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan sistem bilangan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya jam digital (basis 12/24) dan timbangan digital.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep sistem bilangan desimal (basis 10), biner (basis 2), dan oktal (basis 8) beserta perbedaan dan persamaannya.
  • Guru mendemonstrasikan langkah-langkah konversi bilangan desimal ke biner menggunakan metode pembagian berulang dengan contoh: 50 desimal ke biner.
  • Guru mendemonstrasikan konversi bilangan desimal ke oktal dengan contoh: 50 desimal ke oktal.
  • Guru mendemonstrasikan konversi bilangan biner ke desimal menggunakan metode penjumlahan posisi (contoh: 11001 biner ke desimal) dan konversi oktal ke desimal (contoh: 52 oktal ke desimal).
  • Guru memperkenalkan konsep struktur data tumpukan (stack) menggunakan analogi tumpukan piring atau buku: elemen terakhir yang masuk adalah yang pertama keluar (LIFO - Last In First Out).
  • Guru menjelaskan operasi dasar stack: PUSH (memasukkan elemen) dan POP (mengeluarkan elemen) serta menunjukkan bagaimana stack digunakan untuk mengevaluasi ekspresi matematika postfix.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Aktivitas BK-K8-05: Konversi Bilangan Desimal menjadi Bilangan Biner dan Oktal secara individu (konversi angka 50 desimal ke biner dan oktal, dengan menuliskan langkah-langkah pembagian).
  • Murid mengerjakan Aktivitas BK-K8-06: Konversi Bilangan Biner dan Oktal menjadi Bilangan Desimal secara individu (konversi 11001 biner, 52 oktal, 11111 biner, dan 77 oktal ke desimal).
  • Guru memfasilitasi diskusi berpasangan: murid saling memeriksa hasil konversi pasangannya dan memberikan umpan balik.
  • Murid berlatih simulasi stack secara manual: diberikan ekspresi postfix sederhana (misal: 3 4 + 2 x), murid mempraktikkan operasi PUSH dan POP pada tumpukan menggunakan kartu atau kertas yang ditumpuk.
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan scaffolding kepada murid yang mengalami kesulitan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan ringkasan singkat di buku catatan: (1) langkah konversi bilangan yang paling mudah dipahami dan yang masih membingungkan, (2) kapan konsep stack berguna di kehidupan nyata.
  • Beberapa murid mempresentasikan hasil refleksinya secara sukarela di depan kelas.
  • Guru memfasilitasi penilaian diri (self-assessment): murid memberikan tanda centang pada checklist pemahaman tentang konversi bilangan dan stack.
  • Murid menuliskan satu pertanyaan lanjutan yang ingin mereka eksplorasi di pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: bilangan biner dan oktal adalah cara lain merepresentasikan data yang sama, dan stack adalah struktur data LIFO yang penting dalam komputasi.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 soal singkat: (1) konversikan 25 desimal ke biner, (2) tunjukkan isi stack setelah operasi PUSH 5, PUSH 3, POP, PUSH 7.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap pencapaian kelas hari ini.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat: diberikan soal tambahan konversi bilangan heksadesimal (basis 16) dan ekspresi postfix yang lebih kompleks. Murid lambat: diberikan tabel bantu konversi yang sudah terisi sebagian untuk memandu langkah-langkah.
  • Proses: Murid cepat: bekerja mandiri dan menjadi tutor sebaya. Murid lambat: mendapat pendampingan langsung dari guru dan menggunakan alat bantu visual (kartu bilangan dan tumpukan fisik).
  • Produk: Murid cepat: menyelesaikan seluruh soal konversi dan simulasi stack ekspresi postfix lengkap. Murid lambat: cukup menyelesaikan konversi bilangan dasar dan simulasi PUSH-POP sederhana tanpa ekspresi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: 'Apa yang kalian ketahui tentang bilangan biner?', 'Pernahkah kalian mendengar istilah stack atau tumpukan dalam komputer?'
  • Murid mengangkat tangan untuk menunjukkan tingkat pemahaman awal (skala 1-5 dengan jari).

Proses:

  • Guru mengamati kebenaran langkah konversi pada lembar kerja murid selama Aktivitas BK-K8-05 dan BK-K8-06.
  • Guru memeriksa simulasi stack manual: apakah murid melakukan PUSH dan POP dengan urutan yang benar.
  • Penilaian sejawat: pasangan memeriksa dan menandai kesalahan konversi satu sama lain.
  • Checklist penilaian diri murid tentang pemahaman konversi dan stack.

Akhir:

  • Soal tertulis 1: Konversikan bilangan 25 desimal ke bilangan biner, tuliskan langkah-langkahnya.
  • Soal tertulis 2: Gambarkan isi stack setelah operasi berikut: PUSH 5, PUSH 3, POP, PUSH 7. Sebutkan elemen yang keluar saat POP.
  • Soal tertulis 3: Konversikan bilangan 110101 biner ke bilangan desimal.

Formatif:

  • Observasi guru selama aktivitas konversi bilangan dan simulasi stack.
  • Penilaian sejawat saat diskusi berpasangan memeriksa hasil konversi.
  • Checklist penilaian diri (self-assessment) pada tahap refleksi.

Sumatif:

  • Soal tertulis singkat di akhir pembelajaran: konversi bilangan dan simulasi operasi stack.
  • Lembar kerja Aktivitas BK-K8-05 dan BK-K8-06 yang dikumpulkan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Konversi Bilangan Desimal ke Biner/OktalTidak dapat melakukan konversi; langkah-langkah tidak terlihat atau seluruhnya salah.Memahami konsep pembagian berulang tetapi masih banyak kesalahan perhitungan; hasil akhir belum tepat.Mampu melakukan konversi dengan langkah yang benar; terdapat 1-2 kesalahan kecil pada perhitungan.Mampu melakukan konversi desimal ke biner dan oktal dengan benar, lengkap, dan sistematis tanpa kesalahan.
Konversi Bilangan Biner/Oktal ke DesimalTidak dapat menentukan nilai posisi digit; tidak ada langkah konversi yang benar.Mengetahui konsep nilai posisi tetapi salah dalam perhitungan pangkat atau penjumlahan.Mampu menghitung nilai posisi dan menjumlahkan dengan benar; terdapat 1 kesalahan minor.Mampu mengonversi bilangan biner dan oktal ke desimal dengan sempurna, disertai langkah kerja yang runtut.
Pemahaman Konsep Stack (LIFO)Tidak dapat menjelaskan konsep stack; tidak memahami operasi PUSH dan POP.Mengenal istilah stack dan LIFO tetapi belum dapat mensimulasikan operasi PUSH/POP dengan benar.Mampu mensimulasikan operasi PUSH dan POP dengan benar pada kasus sederhana; penjelasan cukup jelas.Mampu mensimulasikan operasi stack dengan benar, menjelaskan prinsip LIFO, dan menerapkannya pada ekspresi postfix sederhana.
Penalaran Kritis dan KemandirianTidak menunjukkan usaha mandiri; selalu menunggu jawaban dari guru atau teman tanpa mencoba.Mencoba mengerjakan tetapi sering meminta bantuan; belum konsisten bekerja mandiri.Mampu bekerja mandiri dengan sedikit bantuan; menunjukkan proses berpikir logis dalam menyelesaikan soal.Bekerja secara mandiri dan kritis; mampu mengidentifikasi kesalahan sendiri, membantu teman, dan mengajukan pertanyaan lanjutan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mengikuti langkah konversi bilangan? Bagian mana yang paling banyak menimbulkan kesulitan?
  • Apakah alokasi waktu antara materi konversi bilangan dan stack sudah seimbang?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif membantu murid yang lambat?
  • Apakah simulasi stack dengan kartu/kertas cukup membantu murid memahami konsep LIFO?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari konversi bilangan yang paling mudah dan paling sulit bagi saya? Mengapa?
  • Apakah saya sudah memahami perbedaan antara PUSH dan POP pada stack?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda jika mengerjakan konversi bilangan lagi?
  • Di kehidupan sehari-hari, di mana saya bisa menemukan contoh konsep tumpukan (stack)?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab 2: Berpikir Komputasional.
  2. Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab 2.
  3. Kartu bilangan atau kertas potong untuk simulasi stack secara manual.
  4. Papan tulis atau proyektor untuk demonstrasi langkah konversi bilangan.
  5. Lembar kerja Aktivitas BK-K8-05 dan BK-K8-06.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.