Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 8 Bab 2: Berpikir Komputasional

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Informatika kelas 8 untuk Bab 2 "Berpikir Komputasional", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8 Bab 2: Berpikir Komputasional

Informatika - Kelas 8

Bab 2

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Berpikir Komputasional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 2 — Berpikir Komputasional
Alokasi Waktu12 JP (12 x 40 menit = 480 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.2.1 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan problem dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 8.2.2 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
  3. TP 8.2.3 Menganalisis konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari
  4. TP 8.2.4 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita bisa memprediksi jumlah hasil produksi pabrik atau tarif ojek online jika polanya selalu bertambah tetap?
  2. Bagaimana cara kita menyusun langkah runtut agar komputer dapat menemukan rumus perubahan nilai dari data masukan dan luaran?
  3. Bagaimana komputer dapat memproses perubahan bentuk suatu objek jika aturan logikanya ditentukan oleh jalur pipa tertentu?
  4. Mengapa komputer menggunakan sistem bilangan biner dan oktal untuk mewakili angka yang biasa kita gunakan sehari-hari?
  5. Bagaimana cara kita menyaring puluhan pilihan hotel agar mendapatkan yang sesuai kriteria harga dan fasilitas yang kita inginkan?
  6. Mengapa konsep irisan dalam diagram himpunan sangat membantu komputer dan manusia saat mengambil keputusan berdasarkan data?
  7. Bagaimana kita bisa merepresentasikan sekumpulan angka dan simbol operasi matematika ke dalam struktur data yang teratur agar komputer dapat menghitung hasilnya tanpa keliru?
  8. Jika urutan operasi dalam ekspresi matematika diubah ke dalam bentuk antrean atau tumpukan elemen, bagaimana langkah sistematis untuk menyelesaikan perhitungannya?
  9. Saat kalian menumpuk piring kotor atau buku pelajaran, piring atau buku mana yang harus diambil terlebih dahulu agar tumpukan tidak roboh?
  10. Bagaimana komputer dapat menyimpan dan mengambil kembali data urutan perhitungan matematika dengan prinsip tumpukan?
  11. Bagaimana berpikir komputasional membantu kita memecahkan masalah sehari-hari secara logis dan terstruktur?
  12. Mengapa representasi data seperti model tumpukan (stack) dan fungsi matematis penting dalam memecahkan masalah komputasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Berpikir Komputasional untuk Memecahkan Problem Pemodelan Fungsi Linear Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan problem dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan berpikir komputasional dalam memecahkan masalah pemodelan fungsi linear f(x) = mx + c pada konteks kehidupan sehari-hari (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan/tulis papan tulis untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali pola selisih tetap (deret) dan aturan fungsi sederhana. Soal diagnostik: 'Jika masukan x = 1 menghasilkan luaran y = 7, x = 2 menghasilkan y = 11, x = 3 menghasilkan y = 15, berapa penambahan y tiap kenaikan 1 nilai x?' (Acuan jawaban benar: laju perubahan selisih y adalah 4, karena 11 - 7 = 4 dan 15 - 11 = 4) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru tentang konsep fungsi linear f(x) = mx + c dalam pemodelan data komputasi, di mana m adalah laju perubahan (gradien/selisih luaran berurutan) dan c adalah nilai konstanta awal saat x = 0 (10 menit).
  • Guru memperkenalkan 4 pilar berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) dalam membedah kasus masukan-luaran pada kartu data (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk memainkan permainan tantangan 'Detektif Mesin Hitung' (Aktivitas BK-K8-01 unplugged). Tiap kelompok menerima Kartu Kasus A berisi tabel produksi pabrik: Masukan Hari (x): 1, 2, 3, 4; Luaran Unit (y): 14, 28, 42, 56. Murid mengidentifikasi pola laju perubahan m = 14 dan merumuskan f(x) = 14x secara kolaboratif (12 menit).
  • Setiap kelompok menganalisis Kartu Kasus B berisi data tarif sewa kendaraan: Masukan Jam (x): 1, 2, 3, 4; Luaran Biaya ribuan rupiah (y): 15, 20, 25, 30. Murid melakukan dekomposisi (mencari selisih luaran y2 - y1 = 5), pengenalan pola (tiap jam bertambah 5), abstraksi (menentukan konstanta c saat x = 0 yaitu 15 - 5 = 10), dan menyusun rumus fungsi linear f(x) = 5x + 10 (15 menit).
  • Secara mandiri, tiap murid mengerjakan lembar kerja pemodelan algoritma langkah komputer: menuliskan langkah runtut instruksi komputasi (algoritma) untuk menentukan rumus dari tabel masukan x = {1, 2, 3, 4} dan luaran y = {8, 11, 14, 17} (Acuan kunci: Langkah 1: Hitung selisih nilai luaran berurutan m = y2 - y1 = 11 - 8 = 3. Langkah 2: Hitung konstanta c = y1 - m = 8 - 3 = 5. Langkah 3: Tetapkan rumus umum f(x) = 3x + 5. Langkah 4: Uji untuk x = 4 menghasilkan 3(4) + 5 = 17 yang sesuai dengan data) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi cara kerja algoritma yang telah disusun dan mendiskusikan bagaimana 4 pilar berpikir komputasional mempermudah komputer mengenali keteraturan pola matematis di dunia nyata (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap alur berpikir komputasional dalam perumusan fungsi linear serta memberikan apresiasi atas kerja sama murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai mesin komputasi dan konversi bilangan, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu data dengan nilai konstanta c = 0 (f(x) = mx), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan data dengan nilai konstanta c tak nol dan bilangan yang lebih besar.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan lembar panduan petunjuk terstruktur (scaffolding langkah hitung selisih m terlebih dahulu lalu c); murid yang cepat diarahkan merumuskan algoritma pengujian fungsi secara mandiri.
  • Produk: Format penulisan langkah algoritma dapat berupa poin kalimat terstruktur maupun bagan alir sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/tulis di awal pertemuan: Mengidentifikasi laju perubahan nilai dari pasangan masukan-luaran terurut: x = {1, 2, 3} dan y = {7, 11, 15}. Acuan jawaban: laju perubahan selisih nilai y adalah 4 (didapat dari 11 - 7 = 4 dan 15 - 11 = 4).

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok pemecahan Kartu Kasus A dan Kartu Kasus B.
  • Tugas individu perumusan algoritma fungsi linear untuk data x = {1, 2, 3, 4} dan y = {8, 11, 14, 17} dengan 4 pilar BK. Acuan jawaban benar: (1) Dekomposisi: menguraikan masukan x dan luaran y; (2) Pengenalan pola: menemukan laju perubahan konstan m = 3; (3) Abstraksi: mengabaikan detail tabel dan menarik parameter rumus c = 5; (4) Algoritma: merumuskan rumus akhir f(x) = 3x + 5 serta langkah pengujian nilainya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: Diberikan data masukan x = {1, 2, 3} dan luaran y = {9, 13, 17}. Tentukan nilai gradien m, konstanta c, dan bentuk fungsi linear f(x). Acuan jawaban benar: Nilai m = 13 - 9 = 4; nilai c = 9 - 4(1) = 5; bentuk rumus fungsi linear adalah f(x) = 4x + 5.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas kelompok memecahkan kartu pola fungsi linear
  • Pemeriksaan lembar kerja algoritma pemodelan fungsi linear individu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Berpikir Komputasional dalam Pemodelan Fungsi LinearBelum mampu mengidentifikasi laju perubahan (m) maupun menyusun rumus fungsi linear dari pasangan data masukan dan luaran yang diberikan.Mampu mengidentifikasi laju perubahan (m = 3) namun keliru dalam menentukan nilai konstanta c atau belum mampu menyusun rumus fungsi linear f(x) secara tepat dengan bantuan.Mampu mengidentifikasi laju perubahan (m = 3), menentukan konstanta (c = 5), dan merumuskan fungsi linear f(x) = 3x + 5 secara tepat namun langkah algoritmanya masih belum runtut lengkap.Mampu menguraikan 4 pilar berpikir komputasional secara mandiri: mengidentifikasi laju perubahan (m = 3), menghitung konstanta (c = 5), merumuskan f(x) = 3x + 5, serta menuliskan algoritma langkah komputer secara runtut dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks sehari-hari yang digunakan (produksi pabrik dan tarif sewa) membantu murid memahami konsep fungsi linear secara komputasional?
  • Bagian pilar berpikir komputasional mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru saat murid merumuskan langkah algoritma?

Murid:

  • Langkah mana yang paling menantang bagimu: menemukan pola selisih pertambahan atau menentukan rumus akhir fungsinya?
  • Bagaimana penerapan berpikir komputasional membantumu menyelesaikan masalah pola angka dalam kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 2 — Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue dan Konversi Bilangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan berpikir komputasional pada masalah mesin pembentuk kue dan konversi bilangan (3 menit).
  • Guru melaksanakan diagnostik awal cepat berupa 2 pertanyaan lisan: (1) 'Jika aturan mesin mengubah segitiga menjadi persegi dan tidak mengubah bentuk lain, apa hasil keluaran bila inputnya segitiga?' (acuan: persegi); (2) 'Berapakah nilai desimal dari bilangan biner 101 basis 2?' (acuan: (1x4)+(0x2)+(1x1) = 5 basis 10) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang dekomposisi jalur logika pada mesin pembentuk kue (Aktivitas BK-K8-02), di mana adonan melewati jalur dengan aturan pengubah bentuk (segitiga diubah sesuai jalur tertentu, lingkaran dan persegi tetap), serta aturan nilai tempat basis bilangan biner (basis 2: 2^0=1, 2^1=2, 2^2=4, 2^3=8, 2^4=16) dan oktal (basis 8: 8^0=1, 8^1=8) menuju bilangan desimal (12 menit).
  • Murid bersama guru membedah contoh penelusuran balik (reverse engineering): untuk mendapatkan luaran persegi di ujung jalur K, murid melacak dari pintu keluar mundur ke arah pintu masuk (1, 2, atau 3) guna menentukan bentuk input awal yang tepat (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti tantangan 'Kuis Detektif Komputasi' berbatas waktu secara mandiri/berpasangan untuk menyelesaikan masalah komputasi mesin pembentuk kue dan konversi bilangan (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Masalah Komputasi yang memuat 4 butir soal: Soal 1 (Tantangan Kue): Menentukan input awal agar kue keluar berbentuk persegi di lubang K dari pilihan A: input lingkaran ke lubang 1; B: input lingkaran ke lubang 2; C: input segitiga ke lubang 2; D: input segitiga ke lubang 3 (acuan: C, input bentuk segitiga ke lubang nomor 2); Soal 2: Konversi biner 11001 basis 2 ke desimal (acuan: (1x16)+(1x8)+(0x4)+(0x2)+(1x1) = 25 basis 10); Soal 3: Konversi oktal 52 basis 8 ke desimal (acuan: (5x8)+(2x1) = 42 basis 10); Soal 4: Konversi biner 11111 basis 2 ke desimal (acuan: (1x16)+(1x8)+(1x4)+(1x2)+(1x1) = 31 basis 10) (22 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi langkah pelacakan alur logika dan perhitungan konversi nilai tempat yang telah dikerjakan dengan membandingkan hasilnya terhadap acuan kunci jawaban yang ditampilkan guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah komputasi (penelusuran logika jalur dan pembobotan nilai tempat posisi bilangan) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pencapaian dan menginformasikan bahwa materi pertemuan berikutnya adalah analisis himpunan data terstruktur (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan tabel panduan nilai bobot biner (16, 8, 4, 2, 1) dan diagram jalur alur mesin, sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan soal tanpa alat bantu.
  • Proses: Murid cepat diberikan soal pemecahan masalah komputasi tambahan berupa konversi oktal 77 basis 8 ke desimal (acuan: (7x8)+(7x1) = 63 basis 10), sementara murid yang mengalami kesulitan dibimbing langkah demi langkah mengalikan digit dengan basisnya.
  • Produk: Seluruh murid mengumpulkan lembar pengerjaan 4 masalah komputasi dengan format perhitungan terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: (1) 'Jika mesin mengubah segitiga menjadi persegi dan tidak mengubah bentuk lain, apa keluaran jika diberi input segitiga?' (acuan jawaban: persegi); (2) 'Berapakah nilai desimal dari biner 101 basis 2?' (acuan jawaban: (1x4)+(0x2)+(1x1) = 5 basis 10).

Proses:

  • Pemeriksaan mandiri pada lembar kerja 4 butir masalah komputasi dengan rincian acuan: Soal 1: Jalur logika mesin kue memilih opsi C (input segitiga ke lubang 2); Soal 2: Nilai desimal biner 11001_2 adalah 25; Soal 3: Nilai desimal oktal 52_8 adalah 42; Soal 4: Nilai desimal biner 11111_2 adalah 31.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyelesaikan 1 masalah komputasi cepat penentuan nilai desimal dari oktal 24 basis 8 (acuan jawaban: (2x8)+(4x1) = 20 basis 10).

Formatif:

  • Pemeriksaan lembar penyelesaian masalah komputasi (masalah mesin kue dan 3 soal konversi basis bilangan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemecahan Masalah Logika Jalur Komputasi (Mesin Pembentuk Kue)Belum mampu menentukan input awal dan lubang masuk yang tepat pada alur mesin kue (memilih A atau D, tanpa runtutan penelusuran).Mampu menentukan pilihan input namun salah menentukan nomor lubang masuk (memilih opsi B) dengan bantuan arahan guru.Mampu menentukan secara tepat input segitiga ke lubang 2 (opsi C) sesuai alur logika mesin pembentuk kue.Mampu menentukan secara tepat opsi C (segitiga ke lubang 2) secara mandiri serta menuliskan runtutan alur logika penelusuran balik dari keluaran K hingga ke lubang masukan.
Penyelesaian Masalah Komputasi Konversi Bilangan (Biner dan Oktal ke Desimal)Menyelesaikan dengan tepat paling banyak 1 dari 3 butir soal konversi bilangan (daftar acuan: 11001_2 = 25; 52_8 = 42; 11111_2 = 31).Menyelesaikan dengan tepat 2 dari 3 butir soal konversi bilangan (daftar acuan: 11001_2 = 25; 52_8 = 42; 11111_2 = 31).Menyelesaikan dengan tepat seluruh 3 butir soal konversi bilangan (daftar acuan: 11001_2 = 25; 52_8 = 42; 11111_2 = 31).Menyelesaikan dengan tepat seluruh 3 butir soal konversi bilangan (daftar acuan: 11001_2 = 25; 52_8 = 42; 11111_2 = 31) secara mandiri disertai tabel penguraian digit dan perkalian bobot posisi secara lengkap tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan konversi bilangan dan pelacakan alur logika mesin kue mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari konsep perhitungan nilai posisi biner atau oktal yang paling banyak menimbulkan kesalahan perhitungan pada murid?

Murid:

  • Strategi apa yang paling membantuku dalam menentukan jalur pada mesin pembentuk kue?
  • Apakah aku sudah lancar menghitung nilai tempat pada konversi biner dan oktal ke desimal secara mandiri?

Pertemuan 3 — Menganalisis Konsep Himpunan Data Terstruktur dalam Kehidupan Sehari-hari pada Kasus Klasifikasi Logika — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.3 Menganalisis konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari melalui kasus klasifikasi logika (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 4 nama benda: Apel, Bayam, Wortel, Mangga. Murid mengelompokkan mana yang masuk 'Himpunan Buah' (acuan: Apel, Mangga) dan 'Himpunan Sayur' (acuan: Bayam, Wortel) untuk memetakan pemahaman dasar pengelompokan data (5 menit).
  • Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan pertanyaan pemantik tentang bagaimana data terstruktur disaring menggunakan operasi logika himpunan saat memilih hotel (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai struktur data tabel serta operasi logika himpunan (irisan/AND dan gabungan/OR) dalam menyaring kriteria data terstruktur (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid menelaah tabel contoh berisi 4 data hotel: H1 (Kolam: Ya, Wifi: Ya), H2 (Kolam: Ya, Wifi: Tidak), H3 (Kolam: Tidak, Wifi: Ya), H4 (Kolam: Tidak, Wifi: Tidak), lalu menentukan anggota himpunan yang memenuhi 'Kolam = Ya DAN Wifi = Ya' (acuan: H1) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berkelompok (4-5 orang) memainkan tantangan interaktif 'Detektif Hotel Terbaik' menggunakan 6 kartu data hotel terstruktur: Hotel A (Harga: Murah, Bintang: 3, Kolam: Ada), Hotel B (Harga: Murah, Bintang: 4, Kolam: Tidak), Hotel C (Harga: Mahal, Bintang: 4, Kolam: Ada), Hotel D (Harga: Murah, Bintang: 4, Kolam: Ada), Hotel E (Harga: Sedang, Bintang: 3, Kolam: Ada), Hotel F (Harga: Murah, Bintang: 4, Kolam: Ada) (15 menit).
  • Kelompok menganalisis dan menempatkan kartu pada lembar diagram Venn 2 kriteria: Kriteria 1 (Himpunan Harga Murah: A, B, D, F) dan Kriteria 2 (Himpunan Bintang 4: B, C, D, F), kemudian menentukan irisan kedua kriteria (acuan irisan: B, D, F) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memeriksa kesesuaian hasil klasifikasi kartu hotel dengan kunci logika irisan yang ditampilkan di papan tulis, lalu mengevaluasi letak kekeliruan jika ada data yang salah masuk kelompok himpunan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara kerja penyaringan himpunan data terstruktur menggunakan operasi logika irisan pada klasifikasi data (5 menit).
  • Guru memberikan lembar cek pemahaman individu singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu data dengan 2 atribut sederhana, sedangkan murid yang siap tantangan diberikan kartu data dengan 3 atribut gabungan (Harga, Bintang, Fasilitas Kolam).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langsung oleh guru dengan bantuan template diagram Venn berkode warna, sedangkan kelompok mandiri menganalisis tanpa template bantuan.
  • Produk: Hasil klasifikasi disajikan dalam bentuk diagram Venn fisik atau tabel pemilahan himpunan terstruktur sesuai kesepakatan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat klasifikasi data: murid memilah 4 kata ke dalam himpunan buah dan sayur (Apel, Bayam, Wortel, Mangga). Kunci acuan: Buah = {Apel, Mangga}; Sayur = {Bayam, Wortel}.

Proses:

  • Penilaian formatif saat kelompok memilah 6 kartu hotel ke dalam diagram Venn kriteria: Himpunan Harga Murah = {A, B, D, F}, Himpunan Bintang 4 = {B, C, D, F}, dan Irisan (Harga Murah DAN Bintang 4) = {B, D, F}.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu berupa soal klasifikasi logika: Diberikan 4 data siswa: S1 (Kacamata: Ya, Sepatu Hitam: Ya), S2 (Kacamata: Ya, Sepatu Hitam: Tidak), S3 (Kacamata: Tidak, Sepatu Hitam: Ya), S4 (Kacamata: Tidak, Sepatu Hitam: Tidak). Murid menentukan data yang masuk irisan Kacamata Ya DAN Sepatu Hitam Ya (acuan jawaban: S1) serta gabungan Kacamata Ya ATAU Sepatu Hitam Ya (acuan jawaban: S1, S2, S3).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja analisis himpunan data pada aktivitas kelompok 'Detektif Hotel Terbaik'
  • Lembar cek pemahaman individu klasifikasi logika himpunan di akhir sesi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis himpunan data terstruktur pada klasifikasi logikaBelum mampu memilah kartu data ke dalam himpunan kriteria tunggal maupun irisan dengan tepat (0-1 kartu tepat dari 6 kartu acuan: A, B, C, D, E, F).Mampu memilah data pada kriteria tunggal secara tepat, namun belum tepat menentukan irisan logika kedua kriteria (2-3 kartu tepat dari 6 kartu acuan: A, B, C, D, E, F).Mampu memilah data pada kriteria tunggal dan menentukan anggota himpunan irisan logika dengan tepat dengan sedikit kekeliruan (4-5 kartu tepat dari 6 kartu acuan: A, B, C, D, E, F).Mampu menganalisis seluruh data terstruktur dan menentukan himpunan kriteria tunggal serta irisan logikanya secara tepat tanpa kekeliruan (seluruh 6 kartu tepat: A, B, C, D, E, F).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks pemilihan hotel berbasis kartu data terstruktur efektif membantu murid memahami konsep irisan logika himpunan?
  • Bagian mana dari langkah analisis himpunan yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagaimana konsep irisan himpunan membantu saya memilih pilihan terbaik dari data yang banyak?
  • Tantangan apa yang saya temui saat mengelompokkan data yang memiliki lebih dari satu kriteria?

Pertemuan 4 — Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menyelesaikan Persoalan Himpunan Data Berstruktur Sederhana dengan Representasi Operasi Bilangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.4 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan suasana ruang kelas yang rapi dan siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu memecahkan persoalan perhitungan matematika berbasis himpunan data berstruktur sederhana (Teka-Teki Operasi Perhitungan) menggunakan langkah berpikir komputasional (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan prasyarat mengenai urutan operasi hitung matematika dasar melalui 2 soal cepat di papan tulis: Soal 1: 'Hitung hasil dari: 4 + 6 x 2' (acuan: perkalian didahulukan, 6 x 2 = 12, lalu 4 + 12 = 16); Soal 2: 'Hitung hasil dari: (15 - 3) : 4' (acuan: tanda kurung didahulukan, 15 - 3 = 12, lalu 12 : 4 = 3) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan dekomposisi data ekspresi matematika di papan tulis: sebuah himpunan data bilangan [5, 3, 2] dan himpunan operator [+, *] yang disusun berurutan, lalu mendiskusikan bagaimana data tersebut diproses satu per satu secara terstruktur (8 menit).
  • Guru mendemonstrasikan algoritma evaluasi ekspresi berstruktur: memindai elemen satu per satu, mendahulukan operasi berdasarkan prioritas/urutan struktur, dan menyimpan hasil antara hingga didapatkan nilai akhir (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Tantangan Berpikir Komputasional 'Teka-Teki Operasi Perhitungan Data Berstruktur' yang memuat 3 kasus terstruktur volume kecil berikut: Kasus 1: Evaluasi himpunan terurut operasi bilangan [8, 4, 2] dengan operator [/, +] sehingga menjadi 8 / 4 + 2 (acuan: 8 / 4 = 2, kemudian 2 + 2 = 4); Kasus 2: Evaluasi ekspresi berstruktur prioritas [12, 3, 2] dengan operator [-, *] dalam bentuk 12 - (3 * 2) (acuan: 3 * 2 = 6, kemudian 12 - 6 = 6); Kasus 3: Memecahkan teka-teki penataan operator yang hilang pada struktur data [10, ?, 2, ?, 3] agar menghasilkan nilai 8 (acuan: operator yang tepat adalah '-' dan '+' sehingga 10 - 2 + 3 = 11 salah, atau 10 / 2 + 3 = 8, yaitu operator / dan +) (10 menit).
  • Murid bekerja secara berpasangan dalam aktivitas 'Tantangan Detektif Komputasi': murid menerapkan dekomposisi dan penelusuran langkah per langkah untuk menyelesaikan ketiga kasus lembar kerja secara tepat dan terstruktur (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangan mencocokkan hasil penyelesaian mereka dengan acuan solusi di papan tulis, lalu menganalisis langkah komputasi mana yang paling kritis agar tidak menghasilkan nilai yang keliru (10 menit).
  • Murid menarik kesimpulan bersama mengenai bagaimana aturan struktur urutan data dan operator sangat menentukan ketepatan hasil eksekusi komputasi (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi penguatan atas pemecahan masalah yang telah dilakukan dan memberikan umpan balik formatif terhadap ketepatan alur komputasi murid (4 menit).
  • Guru bersama murid menutup sesi pertemuan ke-4 dengan doa dan menginfokan fokus materi pertemuan berikutnya yaitu penanganan struktur data tumpukan (stack) (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berpemandu dengan diagram alur panah urutan eksekusi; murid yang cepat diberikan variasi kasus dengan 4 operan dan tanda kurung bersarang.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah didampingi guru secara berkala saat pengoperasian data; murid berkemampuan tinggi bekerja mandiri memvalidasi beberapa alternatif susunan operator.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan ketiga kasus komputasi data terstruktur; murid cepat menambahkan satu baris analisis efisiensi langkah kerja perhitungan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat prasyarat urutan operasi hitung matematika pada pendahuluan: Butir 1: Hitung 4 + 6 x 2 (acuan: 16); Butir 2: Hitung (15 - 3) : 4 (acuan: 3). Murid yang menjawab 2 benar dinyatakan siap; 0-1 benar diberikan penguatan konsep urutan operasi hitung sebelum pengerjaan tugas berpasangan.

Proses:

  • Pemeriksaan langkah demi langkah pada pengerjaan lembar kerja berpasangan: Kasus 1: Evaluasi 8 / 4 + 2 (acuan hasil: 4); Kasus 2: Evaluasi 12 - (3 * 2) (acuan hasil: 6); Kasus 3: Penataan operator pada [10, ?, 2, ?, 3] untuk menghasilkan nilai 8 (acuan: operator / dan +, yaitu 10 / 2 + 3 = 8).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: 'Diberikan struktur data operan [6, 2, 4] dan susunan operasi (6 / 2) + 4, tentukan hasil akhir perhitungan!' (acuan: langkah 1: 6 / 2 = 3; langkah 2: 3 + 4 = 7; hasil akhir = 7).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyelesaian Lembar Kerja 'Teka-Teki Operasi Perhitungan' (Kasus 1, 2, dan 3)
  • Observasi partisipasi dan penalaran kritis selama aktivitas Tantangan Detektif Komputasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Berpikir Komputasional pada Penyelesaian Operasi Himpunan Data BerstrukturBelum mampu menerapkan langkah komputasi secara tepat; menyelesaikan kurang dari 1 kasus dari 3 kasus yang diberikan pada lembar kerja.Mampu menerapkan langkah komputasi pada himpunan data berstruktur secara tepat pada 1 kasus dari 3 kasus yang diberikan (Kasus 1, 2, atau 3).Mampu menerapkan langkah komputasi secara tepat pada 2 kasus dari 3 kasus yang diberikan dengan alur perhitungan yang jelas.Mampu menerapkan langkah komputasi secara tepat dan mandiri pada seluruh 3 kasus (Kasus 1: hasil 4; Kasus 2: hasil 6; Kasus 3: operator / dan + bernilai 8) tanpa kesalahan urutan operasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi efektif melatih murid mengevaluasi operasi data terstruktur secara runut?
  • Apakah bimbingan pada tahap Mengaplikasi sudah menjangkau murid yang mengalami kendala pada pemahaman hierarki operator?

Murid:

  • Bagian mana dari langkah penyelesaian teka-teki operasi data berstruktur yang paling menantang bagimu?
  • Bagaimana caramu memastikan urutan pengerjaan operator matematika tidak tertukar saat mengeksekusi himpunan data?

Pertemuan 5 — Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menyelesaikan Persoalan Himpunan Data Berstruktur Sederhana Volume Kecil Model Tumpukan (Stack) — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.4 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penyelesaian masalah menggunakan model tumpukan (stack) (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis: (1) 'Jika piring A ditaruh pertama, lalu piring B, lalu piring C di paling atas, piring mana yang diambil pertama kali?' (acuan: piring C) dan (2) 'Sebutkan istilah prinsip urutan barang yang terakhir masuk akan pertama keluar!' (acuan: LIFO atau Last In First Out) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep struktur data tumpukan (stack), operasi dasar push (menambah elemen di atas) dan pop (mengambil elemen teratas), serta mekanisme LIFO (Last In First Out) menggunakan peragaan fisik 3 kotak balok bernomor 5, 8, 2 (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mempraktikkan simulasi tumpukan kartu angka: memasukkan (push) angka 4, lalu angka 7, lalu mengambil (pop) satu angka, dan menentukan angka yang tersisa di tumpukan (acuan: angka 7 keluar, tersisa angka 4) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid menerima Lembar Aktivitas Tantangan Tumpukan yang berisi simulasi penelusuran operasi stack: Diberikan urutan instruksi: Push(12), Push(5), Pop(), Push(9), Push(3), Pop(). Murid secara mandiri menelusuri isi tumpukan dari dasar hingga atas dan menuliskan elemen yang tersisa (acuan: elemen yang tersisa adalah 12 di dasar dan 9 di atas) (15 menit).
  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tantangan Menara Stack': satu murid memberikan 4 instruksi operasi acak dari daftar yang disediakan dan rekannya mengeksekusi perpindahan balok/kartu serta mencatat hasil akhir tumpukan secara bergantian (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penelusuran tumpukan mereka dengan mencocokkan langkah verifikasi mandiri, mencatat pada tahap operasi mana mereka sempat keliru membedakan antara elemen teratas dan elemen dasar tumpukan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip kerja LIFO pada model tumpukan (stack) dalam menyelesaikan persoalan komputasi sederhana (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pelaksanaan pembelajaran, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif bab, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa gambar wadah tabung terbuka satu sisi untuk menggambar isi tumpukan langkah demi langkah; murid mahir diberikan deret operasi dengan 6-8 instruksi push dan pop berturut-turut.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung dengan manipulasi benda konkret (kartu angka), sedangkan murid yang sudah lancar mengerjakan penelusuran secara mandiri dalam bentuk tabel status tumpukan.
  • Produk: Hasil penelusuran disajikan dalam bentuk diagram visual tumpukan bertingkat atau notasi daftar urutan data dari dasar ke puncak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Soal diagnostik tertulis singkat: (1) Diberikan urutan tumpukan benda: piring A ditaruh pertama, lalu piring B di atasnya, lalu piring C di paling atas. Piring manakah yang harus diambil pertama kali tanpa membongkar tumpukan? (Acuan jawaban: piring C). (2) Apa sebutan untuk prinsip kerja di mana data yang terakhir masuk menjadi data yang pertama kali keluar? (Acuan jawaban: LIFO atau Last In First Out).

Proses:

  • Observasi ketercapaian dan ketepatan murid menyelesaikan Lembar Aktivitas: menelusuri 6 instruksi stack yaitu Push(12), Push(5), Pop(), Push(9), Push(3), Pop(). Acuan langkah dan jawaban benar: (1) Push(12) -> tumpukan: [12]; (2) Push(5) -> tumpukan: [12, 5]; (3) Pop() -> mengeluarkan 5, sisa [12]; (4) Push(9) -> tumpukan: [12, 9]; (5) Push(3) -> tumpukan: [12, 9, 3]; (6) Pop() -> mengeluarkan 3, kondisi akhir tumpukan: 12 di dasar dan 9 di atas (puncak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menentukan kondisi akhir tumpukan jika dilakukan operasi: Push(10), Push(20), Push(30), Pop(), Push(40). Acuan jawaban benar: Tumpukan berisi 3 data yaitu [10, 20, 40] dengan 10 di bagian paling bawah/dasar dan 40 di bagian paling atas/puncak (elemen 30 berhasil dikeluarkan saat operasi Pop).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal berupa 2 butir pertanyaan singkat tentang prinsip tumpukan
  • Penilaian proses penelusuran operasi himpunan data model tumpukan (stack) pada lembar aktivitas murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Berpikir Komputasional Model Tumpukan (Stack)Belum tepat menelusuri operasi push dan pop (salah menentukan elemen yang keluar dan salah menentukan elemen tersisa pada tumpukan sesuai acuan instruksi).Tepat menelusuri operasi penambahan elemen (push), namun masih keliru menentukan urutan elemen yang keluar saat operasi pengambilan (pop) pada tumpukan berstruktur sederhana.Tepat menelusuri seluruh operasi push dan pop serta menentukan urutan data yang tersisa pada tumpukan volume kecil (menghasilkan status akhir tumpukan [12, 9] secara tepat) dengan sedikit bimbingan guru.Tepat, konsisten, dan mandiri dalam menelusuri seluruh operasi himpunan data model tumpukan (stack) baik penambahan (push), pengambilan data puncak (pop), maupun menentukan susunan akhir elemen data tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan analogi tumpukan piring dan kartu fisik efektif memfasilitasi pemahaman murid terhadap prinsip LIFO?
  • Bagian instruksi penelusuran stack manakah yang paling sering menimbulkan kekeliruan pemahaman bagi murid?

Murid:

  • Apa perbedaan utama yang kamu rasakan antara mengambil benda di tumpukan (stack) dibanding barisan antrean biasa?
  • Langkah apa yang membantumu paling mudah mengingat data mana yang harus dikeluarkan saat operasi pop?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan problem dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 8.2.2 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
  • TP 8.2.3 Menganalisis konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 8.2.4 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana ruang kelas yang tenang dan kondusif untuk asesmen individual (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab Berpikir Komputasional dan membacakan tata tertib asesmen individual secara tegas dan jelas (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan naskah Bagian 1 Asesmen Sumatif (Tugas 1: Pemecahan Masalah dan Analisis Data Tertulis) dan murid menyimak penjelasan teknis pengerjaan lembar kerja mandiri tersebut (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara individual selama 37 menit untuk mengukur TP 8.2.1 dan TP 8.2.3 yang terdiri dari dua soal uraian terstruktur: Soal 1 (Dekomposisi pemodelan fungsi linear tarif sewa sepeda: tarif dasar Rp5.000, biaya per jam Rp3.000. Rumus fungsi f(x) = 3000x + 5000. Ditanyakan tarif sewa untuk durasi 4 jam. Acuan penyelesaian: Substitusi x = 4 ke f(4) = 3000(4) + 5000 = 12.000 + 5.000 = Rp17.000); Soal 2 (Tabel pengorganisasian himpunan data terstruktur preferensi 4 murid terhadap 3 ekstrakurikuler: Robotik, Futsal, Musik. Data: Ali={Robotik, Musik}, Budi={Futsal}, Cici={Robotik, Futsal}, Dodi={Musik}. Tentukan irisan himpunan peminat Robotik dan Futsal, serta sebutkan murid yang hanya memilih tepat satu ekstrakurikuler. Acuan penyelesaian: Irisan Robotik dan Futsal = {Cici}; Murid yang memilih tepat satu ekstrakurikuler = {Budi, Dodi}) (34 menit).
  • Guru mengumpulkan berkas lembar kerja Tugas 1, kemudian membagikan naskah Bagian 2 Asesmen Sumatif (Tugas 2: Tes Penalaran dan Penyelesaian Logika Komputasi) kepada seluruh murid (3 menit).
  • Murid mengerjakan Tugas 2 secara individual selama 30 menit untuk mengukur TP 8.2.2 dan TP 8.2.4 yang terdiri dari dua soal penalaran: Soal 1 (Komputasi mesin fungsi kue bertingkat dan konversi bilangan: Mesin A memproses input x dengan rumus f(x) = 2x + 1, hasilnya dimasukkan ke Mesin B dengan rumus g(y) = y + 4. Jika input x = 3, tentukan output akhir Mesin B lalu konversikan nilai output desimal tersebut ke dalam sistem bilangan biner. Acuan penyelesaian: Mesin A -> f(3) = 2(3) + 1 = 7; Mesin B -> g(7) = 7 + 4 = 11; Konversi desimal 11 ke biner: 11 / 2 = 5 sisa 1; 5 / 2 = 2 sisa 1; 2 / 2 = 1 sisa 0; 1 / 2 = 0 sisa 1 -> 1011_2); Soal 2 (Simulasi struktur data tumpukan/stack: Diberikan tumpukan piring kosong dengan urutan operasi: PUSH('Merah'), PUSH('Kuning'), PUSH('Hijau'), POP(), PUSH('Biru'). Tentukan elemen piring yang dikeluarkan pada operasi POP, urutan elemen tumpukan dari paling bawah ke paling atas setelah semua operasi selesai, serta elemen yang berada di posisi paling atas/TOP. Acuan penyelesaian: Elemen yang di-POP = 'Hijau'; Urutan tumpukan dari bawah ke atas = ['Merah', 'Kuning', 'Biru']; Elemen di posisi TOP = 'Biru') (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid melakukan refleksi metakognitif singkat terhadap proses penyelesaian masalah komputasi yang baru saja mereka selesaikan, memeriksa kelengkapan identitas lembar jawaban, dan mengumpulkan berkas Tugas 2 tepat waktu secara tertib (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengonfirmasi bahwa seluruh lembar jawaban Tugas 1 dan Tugas 2 telah terkumpul lengkap, memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid selama asesmen, serta merangkum pencapaian pembelajaran Bab 2 Berpikir Komputasional sebelum menutup pembelajaran dengan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks soal disajikan dengan ukuran font yang jelas dan instruksi tertulis yang tegas tanpa mengubah indikator ketercapaian.
  • Proses: Pemberian waktu jeda peralihan tugas yang terstruktur untuk memastikan fokus murid tetap terjaga tanpa intervensi isi jawaban.
  • Produk: Format lembar jawaban terstruktur dengan ruang uraian perhitungan matematis dan diagram stack yang lapang.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis penalaran dan penugasan lembar kerja pemecahan masalah komputasional: berkas lembar kerja asesmen sumatif yang memuat uraian dekomposisi persoalan kontekstual, pemodelan fungsi komputasi, pengelompokan himpunan data terstruktur, serta penyelesaian logika berbasis struktur data sederhana
  • penugasan pemecahan masalah dan analisis data tertulis: lembar kerja analisis mandiri yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisikan dekomposisi solusi permasalahan sehari-hari dan tabel pengorganisasian elemen himpunan data terstruktur (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik pemecahan masalah dan pengorganisasian data)
  • tes tertulis penalaran dan penyelesaian logika komputasi: lembar jawaban tes penalaran tertulis serentak yang memuat hasil perhitungan fungsi komputasi dan langkah penyelesaian teka-teki logika berbasis struktur data sederhana (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)

Sumatif:

  • tes tertulis penalaran dan penugasan lembar kerja pemecahan masalah komputasional: berkas lembar kerja asesmen sumatif yang memuat uraian dekomposisi persoalan kontekstual, pemodelan fungsi komputasi, pengelompokan himpunan data terstruktur, serta penyelesaian logika berbasis struktur data sederhana
  • penugasan pemecahan masalah dan analisis data tertulis: lembar kerja analisis mandiri yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisikan dekomposisi solusi permasalahan sehari-hari dan tabel pengorganisasian elemen himpunan data terstruktur (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik pemecahan masalah dan pengorganisasian data)
  • tes tertulis penalaran dan penyelesaian logika komputasi: lembar jawaban tes penalaran tertulis serentak yang memuat hasil perhitungan fungsi komputasi dan langkah penyelesaian teka-teki logika berbasis struktur data sederhana (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Dekomposisi Pemodelan Fungsi Linear Sehari-hari (TP 8.2.1)Salah merumuskan fungsi dan salah menghitung hasil akhir perhitungan sewa sepeda.Mampu menuliskan rumus fungsi f(x) = 3000x + 5000 namun keliru dalam melakukan operasi hitung substitusi nilai x = 4.Mampu merumuskan fungsi f(x) = 3000x + 5000 dan menghitung hasil akhir Rp17.000 namun langkah substitusi perhitungan tidak dituliskan secara lengkap.Mampu merumuskan fungsi f(x) = 3000x + 5000, melakukan substitusi x = 4 secara runtut, dan menghasilkan nilai akhir tepat Rp17.000 secara mandiri.
Analisis Konsep Himpunan Data Terstruktur (TP 8.2.3)Keliru menentukan anggota irisan himpunan dan keliru menentukan murid dengan satu pilihan ekstrakurikuler.Hanya tepat menjawab satu dari dua pertanyaan: tepat menentukan irisan {Cici} tetapi salah pada daftar murid tunggal, atau sebaliknya.Tepat menentukan anggota irisan {Cici} dan menyebutkan murid pemilih satu ekstrakurikuler {Budi, Dodi} namun menyertakan satu nama pengalih.Sangat tepat menentukan irisan peminat Robotik dan Futsal {Cici} serta tepat mengidentifikasi kedua murid pemilih satu ekstrakurikuler {Budi, Dodi} tanpa memilih nama pengalih secara mandiri.
Penerapan Fungsi Komputasi dan Konversi Bilangan (TP 8.2.2)Salah mengeksekusi mesin fungsi beruntun f(x) dan g(y) serta salah mengonversi bilangan ke biner.Tepat menghitung nilai fungsi komputasi bertingkat (f(3)=7, g(7)=11) namun salah mengonversi nilai 11 ke dalam representasi biner.Tepat menghitung output fungsi 11 dan melakukan pembagian konversi biner namun terdapat kesalahan urutan digit sisa bagi.Sangat tepat menghitung output fungsi Mesin B bernilai 11 dan runtut melakukan konversi bilangan ke biner menghasilkan nilai tepat 1011_2 secara mandiri.
Penyelesaian Persoalan Logika Struktur Data Sederhana Stack (TP 8.2.4)Salah mengidentifikasi elemen yang di-POP dan salah menentukan urutan elemen akhir tumpukan.Hanya mampu mengidentifikasi elemen yang dikeluarkan pada operasi POP yaitu 'Hijau', namun susunan tumpukan akhir salah.Tepat menentukan elemen POP 'Hijau' dan elemen TOP 'Biru', tetapi urutan elemen tumpukan dari bawah ke atas belum tepat tersusun.Sangat tepat menentukan elemen yang dikeluarkan operasi POP ('Hijau'), susunan tumpukan dari bawah ke atas (['Merah', 'Kuning', 'Biru']), serta elemen TOP ('Biru') secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit untuk masing-masing tugas asesmen sumatif mencukupi bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensi maksimalnya?
  • Bagian soal mana dari keempat TP berpikir komputasional yang paling banyak mengalami miskonsepsi oleh murid?

Murid:

  • Bagian mana dari soal asesmen sumatif berpikir komputasional tadi yang paling menantang untuk diselesaikan secara logis?
  • Strategi berpikir apa yang paling membantuku dalam mengurai masalah komputasi dan struktur data hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
  2. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
  3. Kartu Kasus Masukan-Luaran A dan B (Aktivitas BK-K8-01)
  4. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 2 Berpikir Komputasional
  5. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Aktivitas BK-K8-02 dan BK-K8-06
  6. Lembar Kerja Murid: Masalah Mesin Pembentuk Kue dan Tabel Konversi Bilangan
  7. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
  8. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024
  9. Set 6 kartu data terstruktur spesifikasi hotel dan lembar kerja diagram Venn A3
  10. Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Bab II: Berpikir Komputasional, Aktivitas BK-K8-07: Teka Teki Operasi Perhitungan
  11. Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Bab II: Berpikir Komputasional
  12. Lembar Kerja Murid 'Teka-Teki Operasi Perhitungan Data Berstruktur'
  13. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab II Berpikir Komputasional
  14. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab II Halaman 58-69
  15. Kartu angka/balok bertingkat untuk peragaan simulasi struktur data tumpukan (stack)
  16. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024
  17. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2024
  18. Lembar Asesmen Sumatif Bab 2 Berpikir Komputasional (Tugas 1 & Tugas 2)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.