Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Peringkasan Data dengan Pivot Table

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 8 dengan topik "Peringkasan Data dengan Pivot Table". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 8: Peringkasan Data dengan Pivot Table

Informatika - Kelas 8

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Peringkasan Data dengan Pivot Table

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPeringkasan Data dengan Pivot Table
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menentukan kriteria peringkasan data berdasarkan kategori tertentu secara unplugged.
  2. Murid mampu menggunakan fitur Pivot Table pada lembar kerja untuk meringkas dan menganalisis himpunan data terstruktur berdasarkan kategori yang ditentukan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian memiliki ribuan baris data penumpang pesawat dari berbagai bandara, bagaimana cara tercepat mengetahui bandara mana yang paling ramai?
  2. Pernahkah kalian merasa kesulitan membaca tabel data yang sangat panjang? Apa yang bisa dilakukan agar data lebih mudah dipahami?
  3. Mengapa kita perlu memilih kategori tertentu sebagai acuan (pivot) saat meringkas data?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memastikan kesiapan murid serta perangkat komputer/laptop.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menentukan kriteria peringkasan data dan menggunakan Pivot Table.
  • Guru menampilkan tabel data penumpang pesawat yang panjang (20+ baris) dan bertanya: 'Informasi apa yang bisa langsung kalian baca dari tabel ini? Sulitkah?' (asesmen awal diagnostik).
  • Guru mencatat jawaban murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep peringkasan data.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep pivot: data penting yang menjadi acuan peringkasan, menggunakan analogi tiang penyangga yang menjadi pusat keseimbangan.
  • Guru menampilkan contoh data kedatangan penumpang pesawat udara di beberapa bandar udara (tahun 2017-2018, Januari-Maret) dan meminta murid mengidentifikasi kolom-kolom yang ada.
  • Secara unplugged (tanpa komputer), murid berpasangan mendiskusikan: kolom mana yang cocok dijadikan Rows, Columns, Filters, dan Values jika ingin mengetahui total penumpang per bandara.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: beberapa pasangan mempresentasikan pilihan kriteria peringkasannya dan memberikan alasan.
  • Guru mengonfirmasi konsep pivot table satu dimensi (satu kategori sebagai Rows) dan dua dimensi (kategori di Rows dan Columns) melalui diagram sederhana di papan tulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membuka aplikasi lembar kerja (Excel/Google Sheets) dan membuat worksheet berisi data kedatangan penumpang pesawat sesuai contoh di buku (Aktivitas AD-K8-06).
  • Guru mendemonstrasikan langkah membuat Pivot Table satu dimensi: memilih range data, Insert Pivot Table, menempatkan nama bandar udara ke Rows dan jumlah penumpang ke Values.
  • Murid secara berpasangan membuat pivot table satu dimensi dengan fungsi SUM, AVERAGE, MIN, atau MAX, dan menerapkan filter tahun atau bulan.
  • Murid melanjutkan membuat pivot table dua dimensi: nama bandar udara sebagai Rows, nama bulan sebagai Columns, tahun sebagai Filters, dan jumlah penumpang sebagai Values.
  • Murid mencoba mengganti fungsi peringkasan (SUM ke AVERAGE, dll.) dan mengamati perubahan hasil, lalu mencatat temuan di lembar kerja.
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan scaffolding pada pasangan yang mengalami kesulitan (asesmen proses: observasi dan tanya jawab).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta 2-3 pasangan mempresentasikan hasil pivot table mereka dan menjelaskan mengapa memilih kriteria peringkasan tersebut.
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi: 'Apa gunanya melakukan peringkasan data? Kapan dalam kehidupan sehari-hari kalian membutuhkan peringkasan seperti ini?'
  • Murid menuliskan di buku catatan: satu hal baru yang dipelajari, satu kesulitan yang dihadapi, dan satu strategi yang berhasil digunakan.
  • Guru memberikan umpan balik terhadap presentasi dan menegaskan bahwa pemilihan pivot yang tepat menentukan kualitas analisis data.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: pivot table membantu meringkas data besar menjadi informasi yang mudah dibaca berdasarkan kategori yang kita tentukan.
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: murid mencari contoh data sederhana di internet (misal data cuaca atau nilai ujian) dan memikirkan kategori apa yang cocok untuk pivot.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi terhadap kerja sama dan partisipasi murid, lalu mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat: diberikan tantangan membuat pivot table dengan 3 kategori sekaligus dan membuat column chart dari hasilnya. Murid lambat: diberikan panduan langkah demi langkah bergambar (job card) untuk membuat pivot table satu dimensi.
  • Proses: Murid cepat: bekerja mandiri dan menjadi tutor sebaya bagi pasangan lain. Murid lambat: mendapat pendampingan langsung dari guru dengan instruksi bertahap dan waktu tambahan pada pivot table satu dimensi.
  • Produk: Murid cepat: menghasilkan pivot table satu dimensi, dua dimensi, dan column chart perbandingan. Murid lambat: cukup menghasilkan pivot table satu dimensi dengan satu fungsi peringkasan yang benar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan tabel data panjang (20+ baris) dan meminta murid menyebutkan informasi apa yang bisa langsung dibaca, serta menanyakan apakah mereka pernah mendengar istilah pivot table.
  • Guru meminta murid menuliskan di sticky note: 'Menurutmu, apa artinya meringkas data?' untuk mengecek konsepsi awal.

Proses:

  • Observasi aktivitas unplugged: guru mencatat apakah tiap pasangan mampu menentukan minimal 1 kriteria peringkasan yang logis.
  • Pemantauan layar komputer: guru mengecek apakah murid berhasil menempatkan field ke area yang tepat di Pivot Table.
  • Tanya jawab lisan: guru bertanya 'Mengapa kamu memilih kolom itu sebagai Rows?' untuk mengecek penalaran.
  • Penilaian sejawat: pasangan bertukar hasil dan memberi centang pada checklist ketepatan penempatan field.

Akhir:

  • Murid mengumpulkan file lembar kerja berisi pivot table satu dimensi dan dua dimensi (dinilai dengan rubrik).
  • Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Jelaskan langkah membuat pivot table satu dimensi. (2) Apa manfaat peringkasan data bagi pengambilan keputusan?

Formatif:

  • Observasi diskusi unplugged: apakah murid dapat menentukan kriteria Rows, Columns, Filters, Values dengan tepat.
  • Tanya jawab selama praktik: guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman saat berkeliling.
  • Penilaian sejawat: pasangan saling mengecek hasil pivot table satu sama lain.

Sumatif:

  • Produk akhir: pivot table satu dimensi dan dua dimensi yang dibuat murid dinilai berdasarkan rubrik.
  • Jawaban tertulis refleksi tentang manfaat peringkasan data dalam kehidupan sehari-hari.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan Kriteria Peringkasan Data (TP 8.1.4.1)Tidak dapat menentukan kolom mana yang dijadikan Rows, Columns, Filters, atau Values meskipun dengan bimbingan.Dapat menentukan 1-2 penempatan field dengan benar namun masih memerlukan bimbingan guru untuk melengkapi.Dapat menentukan penempatan semua field (Rows, Columns, Filters, Values) dengan benar untuk pivot table satu dimensi.Dapat menentukan penempatan field dengan benar untuk pivot table satu dan dua dimensi serta mampu menjelaskan alasan pemilihan kategori secara logis.
Menggunakan Fitur Pivot Table (TP 8.1.4.2)Tidak dapat membuat pivot table meskipun dengan panduan langkah demi langkah.Dapat membuat pivot table satu dimensi dengan bantuan guru atau panduan, namun hasil belum sepenuhnya tepat.Dapat membuat pivot table satu dimensi dan dua dimensi secara mandiri dengan fungsi peringkasan yang sesuai.Dapat membuat pivot table satu dan dua dimensi, mengganti fungsi peringkasan, menerapkan filter, dan menginterpretasi hasil ringkasan data untuk menjawab pertanyaan analitis.
Kolaborasi dalam Kerja BerpasanganTidak berpartisipasi dalam diskusi berpasangan, hanya mengandalkan pasangan.Berpartisipasi minimal, sesekali memberi pendapat namun belum aktif berdiskusi.Aktif berdiskusi, berbagi tugas secara adil, dan saling membantu menyelesaikan aktivitas.Memimpin diskusi secara bergantian, menjelaskan konsep kepada pasangan, dan bersedia membantu pasangan lain yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid berhasil memahami konsep pivot sebelum praktik di komputer? Bagian mana yang perlu penjelasan tambahan?
  • Apakah alokasi waktu untuk aktivitas unplugged dan plugged sudah proporsional?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan efektif membantu murid lambat tanpa menghambat murid cepat?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya agar pemahaman murid lebih mendalam?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara meringkas data?
  • Bagian mana yang paling sulit saat membuat pivot table? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Menurutmu, kapan kamu akan membutuhkan pivot table dalam kehidupan sehari-hari atau pelajaran lain?
  • Jika kamu harus menjelaskan pivot table kepada teman yang belum paham, apa yang akan kamu sampaikan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika Kelas VIII (Edisi Revisi) - Bab I Analisis Data, halaman tentang Pivot Table.
  2. Buku Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi) - Bab I Analisis Data.
  3. Komputer/laptop dengan aplikasi lembar kerja (Microsoft Excel atau Google Sheets).
  4. Proyektor/layar untuk demonstrasi guru.
  5. Data kedatangan penumpang pesawat udara (disediakan guru dalam format spreadsheet).
  6. Job card (panduan langkah bergambar) untuk murid yang memerlukan scaffolding tambahan.
  7. Sticky notes untuk asesmen awal.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.