Modul AjarBab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Informatika Kelas 7 Bab 5: Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Informatika kelas 7 untuk Bab 5 "Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 7 Bab 5: Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Informatika - Kelas 7

Bab 5

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 5 — Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 5 — Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi
Alokasi Waktu22 JP (22 x 40 menit = 880 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.5.1 Mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer pada sistem komputer
  2. TP 7.5.2 Mengidentifikasi cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet
  3. TP 7.5.3 Menerapkan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
  4. TP 7.5.4 Mempraktikkan pemanfaatan perangkat teknologi pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membedakan bagian komputer yang bisa kita sentuh langsung dengan program yang ada di dalamnya?
  2. Mengapa komputer tidak dapat bekerja jika hanya memiliki perangkat keras tanpa adanya perangkat lunak?
  3. Bagaimana sebuah teks atau angka yang kita ketik di keyboard bisa tiba-tiba muncul di layar monitor?
  4. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh CPU dan RAM ketika komputer memproses perintah dari pengguna?
  5. Pernahkah kalian mengetikkan satu kata di Google lalu dalam waktu kurang dari satu detik muncul jutaan halaman web yang sesuai?
  6. Bagaimana mesin pencari bisa mengetahui keberadaan jutaan halaman web di seluruh dunia dan menyusun urutannya dari yang paling atas?
  7. Mengapa ketika mengetikkan kata kunci pencarian di internet, hasil yang muncul sering kali mencapai jutaan halaman dan bercampur dengan hal yang tidak kita cari?
  8. Bagaimana simbol seperti tanda petik dua (") atau operator pencarian membantu kita menemukan informasi yang persis dan tepat sasaran?
  9. Mengapa komputer di laboratorium sekolah tetap bisa saling terhubung dan berbagi data meskipun tanpa sinyal Wi-Fi?
  10. Bagaimana kabel jaringan (LAN/UTP) dapat menghubungkan perangkat komputer ke peranti penghubung seperti Switch sehingga membentuk jaringan lokal?
  11. Bagaimana sebuah laptop atau ponsel pintar dapat terhubung ke internet tanpa menggunakan kabel?
  12. Apa perbedaan cara kerja menghubungkan perangkat ke internet melalui Wi-Fi Access Point dengan melalui tethering ponsel?
  13. Bagaimana kita mengetahui secara pasti bahwa komputer kita sudah benar-benar terhubung ke komputer lain di jaringan lokal atau internet?
  14. Apa tanda di layar komputer yang membuktikan pengujian konektivitas berhasil atau gagal?
  15. Bagaimana cara kita membuat judul sebuah pengumuman atau brosur terlihat menonjol dan rapi di aplikasi pengolah kata?
  16. Fitur pemformatan apa saja yang dapat kita gunakan untuk membedakan judul, subjudul, dan isi teks agar mudah dibaca?
  17. Bagaimana cara menyusun data acak berukuran besar agar dapat diurutkan dan disaring secara cepat menggunakan aplikasi lembar kerja?
  18. Mengapa pengaturan sel, baris, dan kolom pada lembar kerja mempermudah proses pembacaan dan pengolahan data numerik maupun teks?
  19. Mengapa tampilan salindia presentasi sebaiknya berisi poin-poin ringkas dan bukan paragraf panjang seperti dokumen laporan?
  20. Bagaimana pengaturan tata letak judul, teks ringkas, dan penempatan gambar dapat membuat informasi pada salindia lebih mudah dan nyaman dibaca?
  21. Bagaimana keterkaitan antara alur kerja sistem komputer, pencarian data di internet, dan penyusunan laporan digital dalam menyelesaikan tugas terpadu?
  22. Mengapa verifikasi koneksi jaringan lokal dan internet penting dilakukan sebelum mengoperasikan aplikasi berbasis web dan perkakas produktivitas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mendeskripsikan Komponen Perangkat Keras dan Perangkat Lunak pada Sistem Komputer — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.1 Mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer pada sistem komputer

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kesiapan fisik serta ruang belajar murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mendeskripsikan komponen perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) pada sistem komputer (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal singkat: murid diminta menjawab secara lisan/menulis cepat pengelompokan 4 benda berikut: (1) Keyboard, (2) Sistem Operasi Windows, (3) Mouse, (4) Aplikasi Pengolah Kata Word ke dalam kategori fisik (perangkat keras) atau program (perangkat lunak) (acuan: Keyboard = perangkat keras, Windows = perangkat lunak, Mouse = perangkat keras, Word = perangkat lunak) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati paparan guru dan membaca ringkasan materi tentang perbedaan mendasar perangkat keras (komponen fisik sistem komputer seperti CPU, RAM, keyboard, monitor) dan perangkat lunak (kumpulan instruksi/program seperti sistem operasi dan aplikasi) (10 menit).
  • Murid mencatat ciri utama perangkat keras (bersifat konkret/dapat disentuh) dan perangkat lunak (bersifat digital/berupa data atau program pengendali perangkat keras) dalam tabel perbandingan sederhana (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Pilah Cepat Komponen': tiap pasangan menerima 6 kartu nama komponen: (1) CPU, (2) Monitor, (3) Sistem Operasi Linux, (4) RAM, (5) Aplikasi Web Browser, (6) Printer (10 menit).
  • Murid memilah dan mendeskripsikan kategori dari keenam kartu tersebut ke dalam format lembar kerja: menentukan kategori (perangkat keras atau perangkat lunak) dan menuliskan deskripsi singkat wujud/komponennya (acuan jawaban: CPU = perangkat keras/otak pemroses data fisik, Monitor = perangkat keras/layar penampil output fisik, Linux = perangkat lunak/sistem operasi pengelola sistem, RAM = perangkat keras/memori penyimpanan sementara fisik, Web Browser = perangkat lunak/aplikasi penjelajah web, Printer = perangkat keras/alat cetak fisik) (12 menit).
  • Guru berkeliling mengobservasi pengerjaan, memberikan bimbingan bagi murid yang ragu menentukan perbedaan RAM dan aplikasi web, serta mencatat ketercapaian pendeskripsian murid (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Secara mandiri, murid memverifikasi kembali hasil klasifikasi dan deskripsi komponennya berdasarkan kunci acuan yang dikonfirmasi bersama guru (5 menit).
  • Murid menyimpulkan peran saling melengkapi antara komponen perangkat keras dan perangkat lunak dalam membentuk satu kesatuan sistem komputer yang utuh (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan materi klasifikasi perangkat keras dan lunak (3 menit).
  • Murid melakukan cek pemahaman akhir mandiri dengan menuliskan deskripsi singkat 1 contoh perangkat keras dan 1 contoh perangkat lunak yang ditemui di laboratorium komputer beserta cirinya (acuan: perangkat keras berwujud fisik/dapat disentuh, perangkat lunak berupa program komputer digital) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu yang dilengkapi gambar fisik perangkat dan ikon aplikasi, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu nama komponen internal yang lebih spesifik (seperti SSD, BIOS/Firmware, Driver VGA).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung oleh guru dalam mengenali wujud fisik vs program, sedangkan murid mandiri menganalisis 6 komponen secara langsung bersama pasangan.
  • Produk: Murid menuliskan deskripsi kategori menggunakan panduan isian rumpang atau menuliskan deskripsi lengkap ciri fisik/karakteristik digital secara terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan: Murid mengelompokkan 4 item ke dalam kategori perangkat keras atau perangkat lunak: (1) Keyboard, (2) Windows, (3) Mouse, (4) Word (acuan: Keyboard = keras, Windows = lunak, Mouse = keras, Word = lunak).

Proses:

  • Observasi formatif selama kegiatan Mengaplikasi: Memeriksa lembar kerja murid dalam mengidentifikasi kategori dan mendeskripsikan 6 kartu komponen: (1) CPU, (2) Monitor, (3) Linux, (4) RAM, (5) Web Browser, (6) Printer (acuan: Kategori Perangkat Keras = CPU, Monitor, RAM, Printer; Kategori Perangkat Lunak = Linux, Web Browser; beserta deskripsi ciri wujud/programnya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di penutup: Murid menuliskan deskripsi 1 perangkat keras dan 1 perangkat lunak beserta ciri dasarnya (kriteria penerimaan: perangkat keras dideskripsikan memiliki wujud fisik yang dapat dilihat/disentuh, perangkat lunak dideskripsikan sebagai program/instruksi digital).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja 'Pilah Cepat Komponen' (kemampuan mengklasifikasi dan mendeskripsikan 6 komponen perangkat keras dan perangkat lunak sesuai acuan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan Komponen Perangkat Keras dan Perangkat LunakMendeskripsikan dan mengelompokkan kurang dari 3 dari 6 komponen target secara tepat berdasarkan jenis perangkat keras dan perangkat lunaknya (acuan target: CPU, Monitor, Linux, RAM, Web Browser, Printer).Mendeskripsikan dan mengelompokkan 3 sampai 4 dari 6 komponen target secara tepat berdasarkan jenis perangkat keras dan perangkat lunaknya dengan bantuan guru.Mendeskripsikan dan mengelompokkan 5 dari 6 komponen target secara tepat berdasarkan ciri fisik perangkat keras dan karakteristik program perangkat lunak secara mandiri.Mendeskripsikan dan mengelompokkan seluruh 6 komponen target secara tepat dan lengkap berdasarkan ciri fisik perangkat keras dan karakteristik program perangkat lunak secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu 'Pilah Cepat Komponen' efektif membantu murid membedakan wujud fisik hardware dan sifat program software?
  • Bagian mana dari klasifikasi komponen yang paling banyak menimbulkan keraguan pada murid?

Murid:

  • Bagaimana caramu membedakan dengan mudah antara perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer?
  • Komponen komputer mana yang paling ingin kamu pelajari lebih dalam fungsinya?

Pertemuan 2 — Mendeskripsikan Fungsi dan Cara Kerja Pemrosesan Data pada Sistem Komputer — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.1 Mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer pada sistem komputer

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mendeskripsikan fungsi dan cara kerja pemrosesan data (siklus Input-Proses-Output-Storage) pada sistem komputer (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal singkat: murid menjawab 3 pertanyaan pemantik pemetaan konsep di selembar kertas: (1) Apa fungsi utama CPU? (2) Apa peran memori RAM saat aplikasi berjalan? (3) Sebutkan urutan siklus pemrosesan data pada komputer! (acuan jawaban benar: 1 = memproses instruksi/data atau otak komputer; 2 = menyimpan data/instruksi sementara saat program berjalan; 3 = Masukan/Input -> Pemrosesan/Processing -> Keluaran/Output -> Penyimpanan/Storage) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan interaktif guru dan diagram alur siklus pemrosesan data (Input - Process - Output - Storage) serta peran unit internal: Control Unit (CU) dan Arithmetic Logic Unit (ALU) di dalam CPU, RAM sebagai memori kerja sementara, dan Media Penyimpanan Sekunder (SSD/Hard Drive) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengamati tabel 4 skenario pemrosesan data: Skenario 1: Mengetik huruf pada keyboard hingga tampil di layar; Skenario 2: Menyimpan file dokumen ke hard drive; Skenario 3: Menghitung 15 + 25 pada aplikasi kalkulator; Skenario 4: Membuka lagu dari flashdisk dan memutarnya ke speaker. Murid mengidentifikasi komponen yang berperan sebagai unit input, pemroses (CPU/RAM), output, dan penyimpan pada tiap skenario (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan simulasi interaktif berkelompok 'Alur Kerja Komputer Hidup' yang menggembirakan: 4 murid dalam kelompok memegang peran spesifik: Murid A (Unit Masukan/Keyboard), Murid B (Memori/RAM), Murid C (Pemroses/CPU), dan Murid D (Unit Keluaran/Monitor). Guru memberikan kartu tugas berupa operasi sederhana 'Hitung 8 x 5 dan tampilkan hasilnya'. Murid A menyerahkan angka 8 dan 5 ke Murid B; Murid B meneruskan ke Murid C untuk dihitung; Murid C mengirim hasil 40 kembali ke Murid B lalu ditampilkan oleh Murid D di papan tulis (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Pemrosesan Data untuk mendeskripsikan secara tertulis cara kerja komputer pada 4 tahap siklus (Input, Proses, Output, Storage) beserta fungsi komponen yang terlibat (CPU, RAM, Storage, I/O) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi alur simulasi dan mengonfirmasi pemahaman tentang batas fungsi RAM (sementara/volatile) dan media penyimpanan (permanen/non-volatile) dalam siklus pemrosesan data (5 menit).
  • Murid menuliskan refleksi kesadaran belajar di buku catatan mengenai apa yang terjadi di dalam CPU saat mereka menekan tombol komputer (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali alur siklus pemrosesan data komputer (Input -> Pemrosesan oleh CPU & RAM -> Output/Storage) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, memberikan tindak lanjut untuk membaca pengantar mesin pencari di pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram visual alur CPU-RAM-Storage dengan panah bertingkat, sedangkan murid cepat diberikan diagram arsitektur komputer Von Neumann yang lebih detail.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru saat mengurutkan 4 skenario pemrosesan, sedangkan murid yang mahir menganalisis aliran data biner secara mandiri.
  • Produk: Murid mendeskripsikan alur pemrosesan data menggunakan format tabel terstruktur atau diagram alur teks berurutan sesuai kenyamanan belajar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik tertulis sebelum materi inti: (1) Apa fungsi utama CPU? (acuan jawaban: mengeksekusi instruksi program dan melakukan pemrosesan data/otak komputer); (2) Mengapa komputer memerlukan RAM selain hard drive/SSD? (acuan jawaban: untuk menyimpan data dan instruksi program yang sedang aktif dijalankan secara sementara agar cepat diakses CPU); (3) Tuliskan 4 tahapan siklus pemrosesan data pada sistem komputer! (acuan jawaban: Input/Masukan, Process/Pemrosesan, Output/Keluaran, Storage/Penyimpanan).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam simulasi alur data dan verifikasi ketepatan pengerjaan 4 skenario pemrosesan: Skenario 1 (Input: Keyboard, Proses: CPU & RAM, Output: Layar Monitor); Skenario 2 (Input: Perintah Save/Keyboard-Mouse, Proses: CPU & RAM, Storage: Hard drive/SSD); Skenario 3 (Input: Angka 15 dan 25 dari keyboard kalkulator, Proses: ALU di CPU & RAM, Output: Tampilan angka 40 di layar monitor); Skenario 4 (Input: File lagu dari Flashdisk, Proses: CPU membaca data lagu ke RAM, Output: Gelombang suara dari Speaker).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui 3 soal deskripsi singkat: (1) Deskripsikan fungsi RAM dalam pemrosesan data saat membuka aplikasi! (acuan: menampung data instruksi aplikasi yang sedang aktif untuk diproses langsung oleh CPU); (2) Deskripsikan apa yang dilakukan CPU jika pengguna memasukkan perintah penjumlahan! (acuan: CPU melalui unit ALU menghitung instruksi penjumlahan tersebut dan mengembalikan hasilnya ke memori/output); (3) Deskripsikan perbedaan peran Output Device dan Storage Device dalam siklus data! (acuan: Output Device menyajikan hasil olahan CPU ke pengguna, sedangkan Storage Device menyimpan data hasil olahan secara permanen).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal tertulis berupa 3 pertanyaan tentang fungsi CPU, RAM, dan siklus pemrosesan data.
  • Observasi unjuk kerja simulasi peran alur pemrosesan data (Input-RAM-CPU-Output).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja deskripsi fungsi dan cara kerja pemrosesan data pada sistem komputer.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan fungsi komponen pemrosesan data (CPU, RAM, Media Penyimpanan)Belum mampu mendeskripsikan fungsi CPU, RAM, dan Media Penyimpanan secara tepat.Mampu mendeskripsikan fungsi 1 komponen (misal hanya CPU) secara tepat sesuai acuan fungsi.Mampu mendeskripsikan fungsi 2 komponen dari CPU, RAM, atau Media Penyimpanan secara tepat sesuai acuan fungsi.Mampu mendeskripsikan fungsi ketiga komponen (CPU, RAM, dan Media Penyimpanan) secara lengkap dan tepat sesuai acuan fungsi.
Mendeskripsikan alur dan cara kerja siklus pemrosesan data (Input - Proses - Output - Storage)Belum mampu mendeskripsikan tahapan siklus pemrosesan data dengan urutan yang tepat.Mampu mendeskripsikan sebagian alur pemrosesan data (hanya input hingga proses) dengan tepat.Mampu mendeskripsikan alur pemrosesan data mencakup input, proses, dan output secara runtut dan tepat.Mampu mendeskripsikan alur pemrosesan data secara utuh dan runtut mencakup input, proses (interaksi CPU & RAM), output, hingga penyimpanan (storage) secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi peran 'Alur Kerja Komputer Hidup' efektif membantu murid mengabstraksi cara kerja CPU dan RAM?
  • Bagian siklus mana dari pemrosesan data yang paling banyak mengalami miskonsepsi pada murid?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pahami tentang apa yang terjadi di dalam CPU dan RAM saat kamu mengetik di komputer?
  • Bagian alur pemrosesan data mana yang menurutmu paling menantang untuk dipahami?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Cara Kerja Mesin Pencari Melalui Tahapan Crawling, Indexing, dan Ranking — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.2 Mengidentifikasi cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai cara kerja mesin pencari melalui tahapan crawling, indexing, dan ranking (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman dasar cara kerja mesin pencari: (1) Apa fungsi utama mesin pencari? (Acuan: menemukan atau mencari informasi/halaman web di internet); (2) Apakah mesin pencari mencari informasi langsung ke seluruh internet saat kita menekan tombol cari atau mencari di pangkalan datanya sendiri? (Acuan: mencari di basis data/indeks miliknya sendiri); (3) Sebutkan 3 tahapan utama cara kerja mesin pencari! (Acuan: perayapan/crawling, penyimpanan/indexing, dan pemeringkatan/ranking) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan visual guru mengenai 3 tahapan cara kerja mesin pencari: (1) Crawling (robot crawler menjelajahi web dan mengikuti tautan untuk mengumpulkan konten), (2) Indexing (menyimpan kata dan metadata ke basis data terstruktur), dan (3) Ranking (menilai relevansi konten dengan kata kunci untuk menentukan urutan kemunculan di hasil pencarian) (12 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3 orang per kelompok) menerima 3 kartu skenario proses kerja sistem pencarian: Kartu A ('Robot spider mengunjungi situs berita baru dan mengikuti tautan ke halaman lain untuk mengunduh teks'), Kartu B ('Sistem mencatat kata kunci dan alamat URL ke dalam tabel pangkalan data terpusat'), Kartu C ('Algoritma mengurutkan 10 tautan teratas berdasarkan kesesuaian kata kunci yang dicari pengguna'). Murid mengidentifikasi nama tahapan untuk setiap kartu (acuan: Kartu A = Crawling; Kartu B = Indexing; Kartu C = Ranking) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan peran simulasi mesin pencari 'Search Engine Relay' secara berkelompok (3 peran: Perayap/Crawler, Pengindeks/Indexer, dan Pemeringkat/Ranking). Crawler mengambil kartu informasi situs yang tersebar di meja sumber, Indexer mencatat kata kunci situs ke lembar indeks tabel, dan Pemeringkat memilih serta mengurutkan kartu berdasarkan kata kunci pencarian yang diberikan guru (18 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang memuat 6 butir pernyataan peran teknis mesin pencari untuk menentukan tahapan yang sesuai (Crawling, Indexing, atau Ranking): Butir 1: 'Menjelajahi tautan web baru secara otomatis' -> Crawling; Butir 2: 'Menyimpan salinan teks halaman ke dalam database' -> Indexing; Butir 3: 'Menilai kualitas dan keterbaruan konten halaman' -> Ranking; Butir 4: 'Membaca tag HTML dan menyusun daftar kata' -> Indexing; Butir 5: 'Menggunakan program bot/spider untuk menyusuri internet' -> Crawling; Butir 6: 'Menempatkan hasil yang paling relevan pada urutan paling atas' -> Ranking (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa lembar kerja bersama guru dengan mencocokkan hasil jawaban terhadap kunci acuan 6 butir yang dibahas secara klasikal dan mencatat butir yang masih keliru (10 menit).
  • Murid menyimpulkan alur logis mengapa tahapan crawling harus mendahului indexing, dan indexing harus selesai sebelum ranking dapat dilakukan saat melayani pencarian pengguna (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep crawling, indexing, dan ranking serta menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid selama simulasi (3 menit).
  • Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual alur mesin pencari dengan kata kunci pembeda (jelajah = crawl, simpan = index, urutkan = rank). Murid yang cepat diberikan studi kasus tambahan mengenai faktor yang mempengaruhi algoritma pemeringkatan.
  • Proses: Pada simulasi permainan peran, murid yang membutuhkan bimbingan didampingi teman sebaya dalam kelompok saat mengidentifikasi peran indexer dan crawler.
  • Produk: Murid yang cepat mengidentifikasi tahapan dari 6 butir pernyataan beserta kata kunci teknis penandanya secara mandiri penuh; murid yang membutuhkan bimbingan menyelesaikan minimal 4 dari 6 butir dengan bantuan kartu panduan alur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Apa fungsi utama mesin pencari? (Acuan: menemukan atau mencari informasi/halaman web di internet); (2) Apakah mesin pencari mencari informasi langsung ke seluruh internet saat kita menekan tombol cari atau mencari di basis data miliknya? (Acuan: mencari di basis data/indeks miliknya); (3) Sebutkan 3 tahapan utama cara kerja mesin pencari! (Acuan: crawling/perayapan, indexing/penyimpanan indeks, ranking/pemeringkatan)

Proses:

  • Penilaian penugasan lembar kerja identifikasi peran dan cara kerja 3 tahapan mesin pencari berdasarkan 6 butir pernyataan: (1) Menjelajahi tautan web baru secara otomatis (Acuan: Crawling); (2) Menyimpan salinan teks halaman ke dalam database (Acuan: Indexing); (3) Menilai kualitas dan keterbaruan konten halaman (Acuan: Ranking); (4) Membaca tag HTML dan menyusun daftar kata (Acuan: Indexing); (5) Menggunakan program bot/spider untuk menyusuri internet (Acuan: Crawling); (6) Menempatkan hasil yang paling relevan pada urutan paling atas (Acuan: Ranking)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup berupa verifikasi alur logis: Mengapa proses ranking tidak bisa dilakukan tanpa adanya proses crawling dan indexing terlebih dahulu? (Kriteria penerimaan: murid menyatakan bahwa ranking memerlukan basis data halaman terindeks yang terkumpul dari hasil penjelajahan crawler agar ada data yang bisa dinilai relevansinya dan diurutkan)

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang konsep dasar mesin pencari
  • Observasi unjuk kerja pada simulasi peran perayapan, pengindeksan, dan pemeringkatan
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi 6 butir tahapan mesin pencari (Crawling, Indexing, Ranking)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Tahapan Crawling, Indexing, dan RankingMengidentifikasi dengan tepat 1–2 dari 6 butir pernyataan tahapan kerja mesin pencari (Acuan: 1=Crawling, 2=Indexing, 3=Ranking, 4=Indexing, 5=Crawling, 6=Ranking) dengan bimbingan penuh guru.Mengidentifikasi dengan tepat 3–4 dari 6 butir pernyataan tahapan kerja mesin pencari (Acuan: 1=Crawling, 2=Indexing, 3=Ranking, 4=Indexing, 5=Crawling, 6=Ranking) secara mandiri.Mengidentifikasi dengan tepat 5 dari 6 butir pernyataan tahapan kerja mesin pencari (Acuan: 1=Crawling, 2=Indexing, 3=Ranking, 4=Indexing, 5=Crawling, 6=Ranking) secara mandiri.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 6 butir pernyataan tahapan kerja mesin pencari (Acuan: 1=Crawling, 2=Indexing, 3=Ranking, 4=Indexing, 5=Crawling, 6=Ranking) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi permainan peran (Search Engine Relay) membantu murid memahami perbedaan nyata antara crawling, indexing, dan ranking?
  • Bagian tahapan kerja mesin pencari mana yang paling sering tertukar atau menimbulkan miskonsepsi pada murid?

Murid:

  • Apa perbedaan utama tugas robot crawler dengan tugas sistem indexer dalam mesin pencari?
  • Tahapan cara kerja mesin pencari mana yang menurutmu paling menarik untuk dipelajari hari ini?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Penggunaan Kata Kunci dan Operator Spesifik pada Mesin Pencari di Internet — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.2 Mengidentifikasi cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa sejenak, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan perangkat komputer/gawai siap digunakan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu mengidentifikasi penggunaan kata kunci dan operator spesifik pada mesin pencari di internet (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kasus pencarian cepat di papan tulis: (1) mencari frasa utuh persis 'sampah plastik', dan (2) mencari materi tentang energi tetapi mengecualikan kata nuklir; murid diminta memilih operator yang tepat di antara tanda petik dua (") dan tanda minus (-) (acuan jawaban: kasus 1 memakai tanda petik dua ", kasus 2 memakai operator minus -) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang perbedaan hasil pencarian menggunakan kata kunci biasa tanpa operator dibandingkan dengan kata kunci yang menggunakan operator spesifik tanda petik dua (") untuk pencarian frasa persis, operator minus (-) untuk mengecualikan kata, dan operator filetype: untuk menyaring format dokumen tertentu (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi perbedaan fungsi 4 operator spesifik mesin pencari: (1) tanda petik dua ("...") untuk mencari frasa persis berurutan, (2) tanda minus (-) untuk mengecualikan kata kunci tertentu, (3) operator filetype: untuk mencari berkas dengan format dokumen spesifik seperti pdf atau ppt, dan (4) operator site: untuk membatasi pencarian pada domain web tertentu seperti .go.id atau .ac.id (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan cepat 'Detektif Kata Kunci' di mana guru memberikan 3 misi pencarian tertulis di layar kelas: Misi 1 mencari definisi persis 'literasi digital', Misi 2 mencari informasi 'perubahan iklim' tanpa memuat kata 'politik', dan Misi 3 mencari materi 'sistem komputer' khusus format PDF; murid berlomba mengetikkan operator yang paling tepat di peramban masing-masing dan mencatat jumlah serta kesesuaian tautan teratas (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Eksplorasi Operator Pencarian berisi 4 tugas identifikasi penggunaan operator: Tugas 1 merumuskan sintaks pencarian frasa persis "kecerdasan buatan", Tugas 2 merumuskan sintaks pencarian robotika mengecualikan industri (robotika -industri), Tugas 3 merumuskan sintaks pencarian panduan internet sehat format PDF (panduan internet sehat filetype:pdf), dan Tugas 4 merumuskan sintaks pencarian beasiswa pada situs kementerian (beasiswa site:kemdikbud.go.id) serta mencatat 2 tautan teratas yang relevan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penelusuran mereka dan membandingkan efektivitas waktu serta tingkat relevansi hasil penelusuran antara kata kunci acak vs kata kunci beroperator spesifik (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi strategi pemilihan kata kunci dan operator yang paling efisien untuk kebutuhan belajar sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali fungsi 4 operator spesifik mesin pencari (tanda petik, minus, filetype:, site:) dalam mengefektifkan pencarian informasi digital (3 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 2 butir singkat dan guru memberikan arahan persiapan topik pertemuan berikutnya (konektivitas jaringan kabel) sebelum menutup sesi dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rumus operator pencarian dasar (tanda petik dan minus), sedangkan murid yang cepat diberikan variasi operator tambahan seperti site: dan OR.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan didampingi langsung oleh guru dalam mengetikkan sintaks operator pada kotak pencarian, sedangkan murid mandiri bereksperimen langsung menyelesaikan seluruh misi secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar kerja identifikasi operator yang sama; murid cepat menambahkan perbandingan jumlah tautan hasil pencarian antara kata kunci dengan dan tanpa operator.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat: Murid diminta mengidentifikasi operator yang tepat untuk 2 kasus: (1) Kasus mencari frasa persis 'sampah plastik' (acuan jawaban: tanda petik dua / "sampah plastik"), (2) Kasus mencari informasi energi tanpa kata nuklir (acuan jawaban: tanda minus / energi -nuklir).

Proses:

  • Formatif lembar kerja eksplorasi: Guru memeriksa ketepatan rumusan sintaks pencarian pada 4 butir tugas: Butir 1 frasa persis kecerdasan buatan (acuan jawaban: "kecerdasan buatan"); Butir 2 robotika tanpa industri (acuan jawaban: robotika -industri); Butir 3 panduan internet sehat berkas PDF (acuan jawaban: panduan internet sehat filetype:pdf); Butir 4 beasiswa pada web Kemdikbud (acuan jawaban: beasiswa site:kemdikbud.go.id).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid mengidentifikasi operator yang tepat untuk 2 butir soal: (1) Menemukan salindia materi jaringan komputer berekstensi PPT (acuan jawaban: filetype:ppt atau jaringan komputer filetype:ppt), (2) Menemukan data resmi sensus penduduk hanya di situs bps.go.id (acuan jawaban: site:bps.go.id atau sensus penduduk site:bps.go.id).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menjalankan permainan tantangan 'Detektif Kata Kunci'
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi perumusan kata kunci dan operator spesifik mesin pencari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi dan Menggunakan Operator Spesifik Mesin PencariTepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 sintaks operator spesifik (acuan: "kecerdasan buatan", robotika -industri, panduan internet sehat filetype:pdf, beasiswa site:kemdikbud.go.id) dengan bimbingan penuh.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 sintaks operator spesifik (acuan: "kecerdasan buatan", robotika -industri, panduan internet sehat filetype:pdf, beasiswa site:kemdikbud.go.id) dengan bantuan pengingat simbol.Tepat mengidentifikasi minimal 3 dari 4 sintaks operator spesifik (acuan: "kecerdasan buatan", robotika -industri, panduan internet sehat filetype:pdf, beasiswa site:kemdikbud.go.id) secara mandiri.Tepat mengidentifikasi seluruh 4 dari 4 sintaks operator spesifik (acuan: "kecerdasan buatan", robotika -industri, panduan internet sehat filetype:pdf, beasiswa site:kemdikbud.go.id) secara mandiri dan konsisten.
Kesesuaian Tautan Hasil Pencarian Berdasarkan Kata Kunci SpesifikTautan yang diperoleh belum sesuai dengan kriteria penyaringan kata kunci atau operator yang ditentukan.Tautan yang diperoleh memenuhi kriteria pencarian untuk 1-2 tugas penelusuran.Tautan yang diperoleh relevan dan tepat memenuhi kriteria penyaringan kata kunci beroperator untuk 3 tugas penelusuran.Tautan yang diperoleh seluruhnya relevan dan tepat berada di peringkat teratas hasil pencarian untuk seluruh 4 tugas penelusuran.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas tantangan 'Detektif Kata Kunci' efektif membangkitkan antusiasme murid dalam memahami fungsi operator spesifik?
  • Apakah murid mengalami kesulitan dalam membedakan penulisan operator tertentu seperti filetype: atau tanda minus (-)?
  • Bagaimana pembagian pendampingan terhadap murid yang masih canggung merumuskan kata kunci pencarian?

Murid:

  • Operator pencarian mana yang paling bermanfaat mempermudah tugas belajarku?
  • Apa kendala yang aku temui ketika mengetikkan simbol operator pada mesin pencari?
  • Bagaimana caraku menentukan kata kunci yang tepat sebelum menekan tombol cari?

Pertemuan 5 — Menerapkan Konektivitas Jaringan Lokal Menggunakan Media Kabel — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.3 Menerapkan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa sejenak, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan perangkat komputer di laboratorium (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal secara lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) Sebutkan nama kabel dan konektor fisik yang umum dipakai untuk menghubungkan komputer ke switch dalam jaringan lokal (acuan: kabel UTP/kabel LAN dan konektor RJ45); (2) Di mana posisi porta fisik pada CPU/laptop untuk memasang konektor tersebut (acuan: porta LAN/Ethernet port) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu menerapkan langkah-langkah menghubungkan dua perangkat atau komputer ke jaringan lokal menggunakan media kabel UTP dan Switch hingga indikator fisik dan status jaringan menyala/terhubung (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan media konektivitas kabel UTP berujung konektor RJ45, porta Ethernet pada komputer, dan porta pada Switch/Hub di laboratorium, serta menunjukkan indikator fisik lampu LED (Link/Activity) yang menyala saat terpasang (7 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (2 orang per kelompok) mengamati kabel UTP serta porta Ethernet masing-masing komputer dan mencocokkan fungsi fisik 3 komponen koneksi kabel lokal: (1) Kabel UTP: media transmisi data berbasis kabel; (2) Konektor RJ45: penghubung ujung kabel ke porta; (3) Switch: peranti penghubung percabangan banyak komputer dalam jaringan lokal (acuan: kesesuaian 3 komponen dan fungsi tersebut) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memberikan 'Tantangan Detektif Kabel LAN' berpasangan: setiap pasangan menerima kabel UTP dan dipandu menerapkan koneksi dari komputer mereka ke porta Switch laboratorium secara runtut: memastikan kunci konektor RJ45 mengklik pada porta Ethernet komputer dan porta Switch (10 menit).
  • Murid secara berpasangan menerapkan prosedur konektivitas jaringan lokal kabel dengan memeriksa 3 langkah teknis verifikasi: (1) Memastikan konektor RJ45 terpasang rapat hingga berbunyi 'klik'; (2) Mengamati lampu indikator LED pada porta Ethernet/Switch aktif menyala (hijau/kuning); (3) Memeriksa status ikon antarmuka jaringan lokal (Ethernet Connected) pada bilah status sistem operasi (15 menit).
  • Murid mencatat hasil penerapan pada lembar kerja praktikum untuk memastikan konektivitas fisik jaringan lokal kabel telah terbentuk sempurna antar-perangkat komputer (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali kerapian kabel dan memastikan tidak ada konektor yang longgar serta mengevaluasi hambatan fisik selama pemasangan konektor (7 menit).
  • Murid menyimpulkan faktor penting keberhasilan konektivitas jaringan lokal berbasis kabel: kondisi fisik kabel/pin konektor yang baik, pemasangan yang presisi pada porta, dan status aktif perangkat perantara (Switch) (8 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan alur teknis penerapan koneksi jaringan lokal kabel (pemasangan kabel UTP/RJ45 ke porta Ethernet hingga status terkoneksi aktif) (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya yaitu konektivitas nirkabel (Wi-Fi/tethering), dan menutup sesi dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan komputer dengan porta LAN yang berbeda letak (belakang PC desktop vs samping laptop) serta kabel UTP dengan variasi panjang untuk diamati.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual langkah pemasangan konektor RJ45 ke porta secara bertahap; murid yang telah mahir diberikan tantangan menerapkan koneksi kabel UTP secara cross/peer-to-peer langsung antara dua PC.
  • Produk: Hasil penerapan diverifikasi melalui bukti fisik indikator LED menyala dan perubahan status antarmuka jaringan lokal kabel di layar komputer.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: (1) Murid diminta menyebutkan kabel dan konektor standar jaringan lokal (acuan jawaban: kabel UTP dan konektor RJ45); (2) Murid diminta menunjuk porta tempat memasang kabel tersebut pada perangkat komputer (acuan jawaban: porta Ethernet / LAN port).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memasang konektor RJ45 ke porta LAN komputer dan Switch dengan kriteria: ketepatan posisi pengait konektor, bunyi klik pengunci, dan verifikasi lampu indikator link LED menyala.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman teknis di lembar kerja dengan 3 butir pemeriksaan: (1) Menyebutkan kondisi fisik konektor RJ45 saat terpasang benar (acuan: pengait mengunci rapat dengan bunyi klik); (2) Menyebutkan tanda fisik koneksi kabel berhasil pada porta (acuan: lampu LED porta Ethernet menyala); (3) Menyebutkan status koneksi pada sistem komputer (acuan: ikon Ethernet berstatus connected/terhubung).

Formatif:

  • Unjuk kerja penerapan koneksi fisik kabel UTP dari komputer ke switch
  • Pemeriksaan ceklis 3 langkah konektivitas jaringan lokal kabel

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Konektivitas Jaringan Lokal KabelBelum mampu memasang konektor RJ45 kabel UTP ke porta LAN dengan benar dan belum bisa mengidentifikasi status fisik indikator koneksi.Mampu memasang kabel UTP ke porta LAN komputer namun belum rapat atau memerlukan bantuan penuh untuk memastikan indikator fisik koneksi menyala.Mampu menerapkan pemasangan kabel UTP ke porta komputer dan Switch secara tepat hingga konektor terkunci dan indikator fisik (LED/status jaringan lokal) menyala secara mandiri.Mampu menerapkan pemasangan kabel UTP ke komputer dan Switch dengan presisi tinggi, mandiri, memeriksa 3 langkah verifikasi fisik (posisi klik, lampu LED, dan status Ethernet connected) secara konsisten dan cepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memasang kabel jaringan lokal ke porta LAN dengan benar tanpa merusak pengait konektor?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama tantangan pemasangan kabel berpasangan di laboratorium komputer?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat memasang konektor kabel LAN ke porta komputer?
  • Bagaimana cara memastikan bahwa komputer saya sudah benar-benar terhubung secara kabel ke jaringan lokal?

Pertemuan 6 — Menerapkan Konektivitas Jaringan Internet Menggunakan Media Nirkabel — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.3 Menerapkan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di ruang kelas atau laboratorium komputer (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan konektivitas jaringan internet menggunakan media nirkabel (Wi-Fi dan tethering) (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Apa nama teknologi jaringan lokal tanpa kabel yang biasa kita sebut Wi-Fi?' (Acuan jawaban: Wireless LAN / WLAN / gelombang radio nirkabel); (2) 'Disebut apakah fitur membagikan koneksi internet ponsel ke perangkat lain?' (Acuan jawaban: Tethering / hotspot portabel / Phone-as-modem) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati pemaparan konsep konektivitas nirkabel: prinsip kerja Wireless LAN (WLAN/Wi-Fi) melalui Access Point dan prinsip kerja tethering seluler (Phone-as-modem/PAM) sebagai media transmisi internet (10 menit).
  • Murid bersama kelompok mengamati 3 skenario konektivitas nirkabel dan mencocokkan mekanismenya: Skenario 1 (Laptop sekolah terhubung ke pemancar nirkabel di dinding lab -> mekanisme: Wi-Fi melalui Access Point); Skenario 2 (Tablet menghubungkan internet memakai hotspot ponsel guru di area luar kelas -> mekanisme: Tethering Wi-Fi); Skenario 3 (Komputer PC tanpa kartu Wi-Fi menerima koneksi internet ponsel via kabel data -> mekanisme: USB Tethering) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memberikan demonstrasi dan panduan langkah kerja aktivitas VII-LD-35-P (menghubungkan perangkat ke Access Point nirkabel) dan aktivitas VII-LD-36-P (menghubungkan perangkat melalui tethering hotspot) (5 menit).
  • Murid secara berpasangan mempraktikkan penerapan koneksi nirkabel tahap 1: mengaktifkan adapter Wi-Fi pada komputer/laptop, memindai SSID (nama jaringan) Access Point lab, memasukkan kata sandi autentikasi dengan tepat, hingga status adapter menunjukkan 'Connected' (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menjalankan 'Tantangan Detektif Sinyal' (kegiatan menggembirakan): murid menguji koneksi tethering ponsel secara bergantian, mengubah nama hotspot (SSID) unik kelompok, memasukkan kata sandi pada peranti pasangannya, dan memverifikasi keterhubungan dengan membuka alamat web peramban sekolah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa dan mencatat hasil konfigurasi konektivitas nirkabel pada lembar verifikasi (mencatat status keterhubungan, nama SSID yang terhubung, dan alamat IP otomatis yang diperoleh perangkat) (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip penerapan konektivitas nirkabel menggunakan Wi-Fi Access Point dan tethering ponsel (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan materi pertemuan berikutnya mengenai pengujian dan verifikasi konektivitas, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual langkah-langkah pengaturan antarmuka Wi-Fi dan tethering untuk murid yang memerlukan dukungan instruksi berurutan.
  • Proses: Murid yang sudah terbiasa melakukan konfigurasi diberi tantangan mandiri menghubungkan 2 perangkat berbeda ke satu sumber tethering yang sama; murid yang membutuhkan bimbingan didampingi langkah demi langkah dalam memasukkan kata sandi SSID.
  • Produk: Hasil penerapan diverifikasi langsung melalui tabel ceklis status koneksi perangkat (indikator terhubung dan keterbukaan halaman web).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan kepanjangan atau arti dari WLAN! (Acuan: Wireless Local Area Network / jaringan lokal nirkabel); (2) Apakah ponsel dapat berfungsi memancarkan internet ke komputer seperti modem? (Acuan: Ya, melalui fitur tethering/hotspot).

Proses:

  • Lembar observasi praktik konektivitas nirkabel: (1) Menghidupkan fitur Wi-Fi pada perangkat; (2) Memilih SSID target yang tepat; (3) Memasukkan kata sandi jaringan dengan benar; (4) Memastikan status perangkat menunjukkan 'Connected/Terhubung'; (5) Mengaktifkan fitur hotspot tethering pada ponsel pemancar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (3 butir): (1) Perangkat yang berfungsi memancarkan gelombang Wi-Fi pada jaringan sekolah disebut ... (Acuan: Access Point); (2) Fitur berbagi koneksi internet dari ponsel pintar ke perangkat lain dinamakan ... (Acuan: Tethering / Hotspot pribadi); (3) Tanda bahwa perangkat berhasil terkoneksi ke jaringan internet nirkabel pada bilah tugas (taskbar) adalah ... (Acuan: Ikon sinyal Wi-Fi terhubung penuh tanpa tanda seru/silang atau status 'Internet access').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik penerapan koneksi Wi-Fi ke Access Point dan koneksi tethering nirkabel.
  • Pemeriksaan lembar verifikasi keterhubungan jaringan nirkabel.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Koneksi Nirkabel via Access Point (Wi-Fi)Belum mampu menyalakan adapter Wi-Fi atau belum mampu memilih SSID target meskipun telah dibimbing.Mampu menyalakan adapter Wi-Fi dan menemukan SSID target, namun masih membutuhkan bantuan saat memasukkan kata sandi hingga status terhubung.Mampu menyalakan adapter Wi-Fi, memilih SSID target, dan memasukkan kata sandi secara tepat hingga perangkat berstatus 'Connected' secara mandiri.Mampu menerapkan koneksi Wi-Fi ke Access Point secara cepat, mandiri, tepat pada percobaan pertama, serta konsisten memeriksa detail status alamat IP yang diterima.
Penerapan Koneksi Nirkabel via TetheringBelum mampu mengaktifkan fitur hotspot/tethering pada ponsel maupun mendeteksi sinyalnya dari perangkat penerima.Mampu mengaktifkan tethering ponsel tetapi masih memerlukan panduan untuk menghubungkan perangkat laptop/komputer penerima.Mampu mengonfigurasi tethering pada ponsel (nama SSID dan sandi) serta berhasil menghubungkan perangkat penerima hingga terhubung ke internet secara mandiri.Mampu mengonfigurasi dan menghubungkan koneksi tethering secara mandiri, tepat, lancar, serta mampu mengatasi kendala koneksi seperti kata sandi tidak cocok tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mempraktikkan penyambungan perangkat ke jaringan nirkabel (Access Point maupun tethering)?
  • Kendala teknis apa saja (seperti kapasitas Access Point atau sinyal ponsel) yang muncul selama aktivitas praktik dan bagaimana solusinya?

Murid:

  • Langkah mana dari penerapan koneksi Wi-Fi atau tethering yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
  • Bagaimana kamu memastikan bahwa laptop atau gawai yang kamu gunakan sudah benar-benar terhubung ke internet tanpa kabel?

Pertemuan 7 — Menerapkan Pengujian dan Verifikasi Konektivitas Jaringan Lokal serta Internet — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.3 Menerapkan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan lingkungan komputer laboratorium (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Perintah baris apa di command prompt yang biasa digunakan untuk menguji koneksi jaringan?' (acuan: ping) dan (2) 'Jika muncul pesan Request timed out, apakah koneksi berhasil atau gagal?' (acuan: gagal). Guru mencatat kesiapan awal murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara membuka Command Prompt (terminal) pada sistem operasi komputer serta menjelaskan format perintah pengujian konektivitas jaringan: `ping <alamat IP>` untuk jaringan lokal dan `ping <nama domain>` untuk internet (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai indikator verifikasi keberhasilan koneksi, yaitu adanya balasan respons (Reply from... bytes=... time=... TTL=...) serta indikator kegagalan seperti 'Request timed out' atau 'Destination host unreachable' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menjalankan tantangan berpasangan 'Uji Detektif Jaringan' yang menggembirakan: murid saling bertukar alamat IP lokal teman sebangku dan mempraktikkan perintah pengujian konektivitas jaringan lokal berkabel/nirkabel menggunakan perintah `ping <IP_teman>` di Command Prompt (15 menit).
  • Murid mempraktikkan pengujian dan verifikasi konektivitas internet dengan menjalankan perintah ping ke alamat gateway lokal dan domain publik internet (misalnya `ping 8.8.8.8` atau `ping google.com`), lalu mencatat status hasil uji (berhasil/gagal beserta waktu respons ms) pada Lembar Verifikasi Konektivitas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali Lembar Verifikasi Konektivitas miliknya, memverifikasi kesesuaian hasil luaran layar terminal dengan kriteria keberhasilan koneksi jaringan lokal dan internet (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan prosedur penerapan pengujian konektivitas jaringan lokal dan internet serta arti luaran perintah ping (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar verifikasi murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual sintaks perintah ping dan contoh tangkapan layar luaran terminal untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langkah demi langkah saat mengetik perintah di terminal; murid yang cepat diberikan target menguji 3 variasi target konektivitas berbeda (IP lokal komputer lain, IP gateway, dan domain internet).
  • Produk: Format Lembar Verifikasi Konektivitas memuat kolom centang status dan pencatatan nilai round-trip time (latency).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Sebutkan perintah teks untuk menguji sambungan jaringan komputer! (acuan: ping); (2) Apa arti luaran 'Reply from...' pada pengujian jaringan? (acuan: konektivitas tersambung/berhasil menerima respons balik).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja murid dalam membuka terminal, mengetik sintaks pengujian konektivitas jaringan (`ping`), serta memverifikasi status koneksi pada jaringan lokal dan internet berdasarkan hasil terminal.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Verifikasi Konektivitas: Memeriksa ketepatan murid dalam mencatat dan menentukan status 3 skenario pengujian konektivitas berikut: (1) ping IP lokal komputer tetangga (acuan: Reply from [IP] = Terhubung); (2) ping IP salah/kabel dilepas (acuan: Request timed out / Destination host unreachable = Putus/Gagal); (3) ping domain internet publik misal google.com (acuan: Reply from [IP publik] = Terhubung ke Internet).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengujian konektivitas jaringan melalui terminal komputer
  • Pemeriksaan Lembar Verifikasi Konektivitas (hasil pengujian ping jaringan lokal dan internet)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Perintah Pengujian Konektivitas JaringanBelum mampu mengetik sintaks perintah pengujian konektivitas (`ping`) dengan tepat di terminal tanpa panduan penuh guru.Mampu menjalankan perintah pengujian konektivitas jaringan (`ping`) dengan tepat pada salah satu media (hanya jaringan lokal atau hanya internet) secara mandiri.Mampu menjalankan perintah pengujian konektivitas jaringan (`ping`) dengan tepat baik pada jaringan lokal maupun internet secara mandiri.Mampu menjalankan perintah pengujian konektivitas jaringan (`ping`) dengan tepat pada berbagai target (IP lokal, gateway, dan domain internet) secara cepat dan mandiri tanpa kesalahan sintaks.
Verifikasi Hasil Konektivitas Jaringan Lokal dan InternetBelum mampu mengidentifikasi apakah luaran terminal menunjukkan koneksi berhasil atau gagal.Mampu memverifikasi keberhasilan koneksi dari luaran terminal ('Reply from...'), namun ragu atau keliru membaca tanda koneksi gagal ('Request timed out' / unreachable).Mampu memverifikasi secara tepat status konektivitas jaringan lokal dan internet berdasarkan luaran terminal (membedakan status terhubung via 'Reply from...' dan status gagal via 'Request timed out').Mampu memverifikasi status konektivitas jaringan lokal dan internet secara tepat, menyeluruh, serta mengidentifikasi parameter latency/waktu respons (time dalam ms) dari luaran terminal secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu praktik pengujian konektivitas di laboratorium mencukupi bagi setiap murid?
  • Bagian mana dari verifikasi luaran terminal (ping) yang paling banyak menimbulkan keraguan pada murid?

Murid:

  • Bagaimana cara saya membuktikan bahwa komputer saya terhubung dengan baik ke internet?
  • Apa hal baru yang saya pahami dari pesan balasan di layar Command Prompt saat menguji jaringan?

Pertemuan 8 — Mempraktikkan Pemanfaatan Perangkat Teknologi Pengolah Dokumen untuk Pemformatan Teks — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.4 Mempraktikkan pemanfaatan perangkat teknologi pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan pemanfaatan aplikasi pengolah kata/dokumen untuk melakukan pemformatan teks (perataan, jenis/ukuran huruf, dan gaya teks) (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 ikon perkakas pemformatan pada proyektor/papan tulis: (1) ikon 'B' tebal, (2) ikon 'I' miring, (3) ikon garis tengah/rata tengah (Center). Guru meminta murid mencocokkan fungsinya (acuan jawaban: 1 = Bold/menebalkan huruf, 2 = Italic/memiringkan huruf, 3 = Center/meratakan teks ke posisi tengah) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru atau panduan visual mengenai langkah-langkah pemformatan teks dasar pada aplikasi pengolah kata, mencakup: mengubah jenis font, ukuran font (misal minimal 15 pt untuk judul), menerapkan gaya teks (Bold, Italic, Underline), serta mengatur perataan paragraf (rata kiri, tengah, kanan, atau rata kiri-kanan) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi letak menu Ribbon/Toolbar pemformatan (grup 'Font' dan grup 'Paragraph') pada lembar kerja pengolah dokumen di komputer masing-masing atau media simulasi antarmuka pengolah kata (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan berkas teks mentah (atau naskah cetak pendek tanpa format) bertema 'Pengumuman Kegiatan Literasi Sekolah' yang terdiri dari 3 bagian: Judul ('PEKAN LITERASI SMP MERDEKA'), Subjudul ('Jadwal dan Ketentuan Lomba'), dan Isi Paragraf ('Seluruh murid kelas 7 wajib mengikuti kegiatan membaca senyap selama 15 menit setiap pagi dan menyusun satu ulasan buku pilihan.') (5 menit).
  • Murid memainkan tantangan praktik 'Format Cepat Tepat' (Game Tantangan Pemformatan): murid secara mandiri mempraktikkan 4 instruksi pemformatan teks pada dokumen tersebut dengan target tepat: (1) Mengubah teks Judul menjadi ukuran 16 pt, gaya Bold, dan perataan Center (tengah); (2) Mengubah teks Subjudul menjadi ukuran 13 pt, gaya Italic, dan perataan Left (kiri); (3) Mengubah jenis font seluruh dokumen menjadi Calibri atau Arial; (4) Mengatur paragraf isi teks dengan perataan Justify (rata kiri-kanan) (acuan instruksi tepat 4 dari 4 terpenuhi) (25 menit).
  • Murid menyimpan hasil dokumen yang telah diformat dengan format nama berkas 'FormatTeks_Nama_Kelas' ke dalam folder penyimpanan yang ditentukan (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tampilan dokumennya secara mandiri menggunakan daftar periksa mandiri (checklist) untuk memastikan 4 kriteria pemformatan telah terpasang dengan tepat (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada beberapa perwakilan murid atas ketepatan pemformatan teks yang dihasilkan, serta mengklarifikasi kendala teknis yang dialami saat mengatur teks (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan praktik pemanfaatan fitur pemformatan teks pada pengolah dokumen yang telah dilakukan (Bold, Italic, ukuran font, dan perataan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu pemanfaatan perangkat teknologi lembar kerja (spreadsheet) untuk pengorganisasian data, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa kartu rujukan pintasan keyboard dan ikon menu pemformatan (Ctrl+B, Ctrl+I, Ctrl+E, Ctrl+J); murid yang telah mahir diberikan naskah teks tambahan yang memuat 2 paragraf kutipan untuk diformat.
  • Proses: Murid yang mengalami kendala teknis mendapatkan bimbingan perancah (scaffolding) bertahap dari guru pada langkah pemformatan perataan paragraf; murid mandiri menyelesaikan seluruh format secara penuh.
  • Produk: Semua murid menghasilkan dokumen teks dengan pemformatan yang sama; murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi dapat menambahkan variasi format pewarnaan font (Font Color) dan penyorotan teks (Highlight) tanpa mengubah standar kompetensi pemformatan dasar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pencocokan 3 ikon perkakas pemformatan teks pada aplikasi pengolah kata di awal pembelajaran: (1) ikon 'B', (2) ikon 'I', (3) ikon garis rata tengah. Acuan jawaban benar: (1) Menebalkan teks (Bold); (2) Memiringkan teks (Italic); (3) Mengatur posisi teks rata tengah (Center).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja mandiri terhadap penerapan 4 instruksi pemformatan teks dokumen pada berkas 'Pengumuman Kegiatan Literasi Sekolah': (1) Judul berukuran 16 pt, Bold, Center; (2) Subjudul berukuran 13 pt, Italic, Left; (3) Jenis font seragam Calibri/Arial; (4) Paragraf isi Justify. Acuan penilaian: ketepatan eksekusi 4 elemen pemformatan teks tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan melalui lembar periksa ketepatan format: murid memeriksa keterpenuhan 4 fitur pemformatan teks pada berkas yang tersimpan sebelum berkas dinilai oleh guru (acuan: terpenuhinya ukuran font judul 16 pt Bold Center, subjudul 13 pt Italic Left, jenis font Calibri/Arial, dan paragraf isi Justify).

Formatif:

  • Asesmen awal (tes diagnostik pencocokan 3 ikon pemformatan teks pada pendahuluan).
  • Asesmen unjuk kerja praktik pemformatan teks dokumen (4 kriteria pemformatan pada berkas latihan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Pemformatan Teks pada Pengolah DokumenMempraktikkan 1 dari 4 instruksi pemformatan teks (antara ukuran/gaya judul, ukuran/gaya subjudul, jenis font, atau perataan paragraf isi) dengan bantuan penuh guru.Mempraktikkan 2 dari 4 instruksi pemformatan teks dengan tepat sesuai instruksi tugas.Mempraktikkan 3 dari 4 instruksi pemformatan teks dengan tepat secara mandiri.Mempraktikkan seluruh 4 instruksi pemformatan teks (ukuran & gaya font judul, subjudul, jenis font seragam, dan perataan paragraf Justify) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah demonstrasi dan latihan terbimbing cukup jelas membantu murid mempraktikkan pemformatan teks pada aplikasi pengolah dokumen?
  • Bagian instruksi pemformatan mana yang paling sering membuat murid keliru atau membutuhkan waktu lebih lama untuk dieksekusi?

Murid:

  • Fitur pemformatan teks mana (perataan teks, ukuran huruf, atau gaya huruf) yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu terapkan?
  • Bagaimana pemformatan teks yang kamu lakukan dapat membuat dokumen terlihat lebih rapi dan nyaman dibaca?

Pertemuan 9 — Mempraktikkan Pemanfaatan Perangkat Teknologi Pengolah Lembar Kerja untuk Pengorganisasian Data — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.4 Mempraktikkan pemanfaatan perangkat teknologi pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pemanfaatan perangkat pengolah lembar kerja untuk pengorganisasian data (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan tampilan antarmuka lembar kerja berisi 3 pertanyaan identifikasi elemen dasar: (1) Menunjuk kotak vertikal berlabel huruf (acuan: Kolom/Column); (2) Menunjuk kotak horizontal berlabel angka (acuan: Baris/Row); (3) Menunjuk pertemuan baris dan kolom misal B3 (acuan: Sel/Cell) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai elemen kerja pengolah lembar kerja (cell, row, column, worksheet) serta teknik pengorganisasian data menggunakan fitur pengurutan (Sort A-Z/Z-A) dan penyaringan (Filter) (10 menit).
  • Murid mencermati contoh tabel data inventaris ekstrakurikuler yang belum terorganisasi dan mengidentifikasi langkah pengorganisasian yang tepat pada lembar kerja (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Detektif Data Cepat' untuk mempraktikkan navigasi sel, menginput 5 baris data mentah ke dalam lembar kerja dengan cepat dan tepat (10 menit).
  • Murid mempraktikkan secara mandiri pengorganisasian lembar kerja pada perangkat komputer masing-masing (atau simulasi tabel lembar kerja unplugged) dengan menginput 5 data barang koperasi (Buku Tulis, Pensil, Penggaris, Penghapus, Rautan) beserta jumlah dan harga, lalu melakukan Sort berdasarkan nama barang (A-Z) dan menerapkan fitur Filter untuk menampilkan barang dengan jumlah tertentu sesuai instruksi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pengorganisasian data pada lembar kerja mereka, memastikan ketepatan tata letak sel, hasil Sort A-Z, dan status Filter yang aktif (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik pengorganisasian data pada lembar kerja dan menyampaikan umpan balik hasil pengerjaan (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan fungsi fitur Sort dan Filter dalam mempermudah pembacaan data, lalu menutup sesi dengan doa dan salam tanpa mengakhiri keseluruhan bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar data mentah bertingkat: 5 data standar untuk kelompok reguler dan 10 data dengan 2 tingkatan kriteria sortir untuk kelompok mahir.
  • Proses: Memberikan panduan langkah bergambar (scaffolding kartu panduan langkah klik menu Sort dan Filter) bagi murid yang membutuhkan bimbingan teknis.
  • Produk: Format luaran file lembar kerja disesuaikan: file digital (.xlsx/sheet daring) bagi kelas terhubung komputer, atau lembar format kisi tabel manual terstruktur bagi yang menggunakan moda luring/kertas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menampilkan gambar antarmuka spreadsheet dan menanyakan 3 elemen: (1) Kotak vertikal bertanda huruf 'C' (acuan jawaban: Kolom); (2) Kotak horizontal bertanda angka '4' (acuan jawaban: Baris); (3) Kotak pertemuan C dan 4 (acuan jawaban: Sel C4).

Proses:

  • Pemeriksaan unjuk kerja praktik mandiri mengorganisasikan 5 data koperasi: (1) Ketepatan penempatan data pada sel, baris, dan kolom; (2) Keberhasilan menerapkan fungsi Sort A-Z pada kolom nama barang; (3) Keberhasilan menerapkan fungsi Filter untuk menampilkan data spesifik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi dengan 2 pertanyaan konfirmasi: (1) Menu apa yang digunakan untuk merapikan urutan nama dari A ke Z? (acuan: Sort / Sort Ascending / Urutkan); (2) Fitur apa yang digunakan untuk menampilkan data tertentu saja tanpa menghapus data lainnya? (acuan: Filter / Penyaring data).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: tes lisan/tunjuk mengenai komponen antarmuka lembar kerja (kolom, baris, sel)
  • Unjuk kerja praktik: observasi ketercapaian input data, pengurutan (Sort), dan penyaringan (Filter) pada perangkat pengolah lembar kerja menggunakan lembar amatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengorganisasian Data pada Lembar Kerja (Input Sel, Sort, dan Filter)Belum mampu menempatkan data pada sel secara tepat serta belum mampu menjalankan fitur Sort maupun Filter.Mampu menginput data pada sel dengan benar, tetapi memerlukan bimbingan penuh untuk menjalankan fitur Sort dan Filter.Mampu menginput 5 baris data ke dalam sel dengan tepat dan berhasil menjalankan fitur Sort (A-Z) serta Filter secara mandiri sesuai instruksi.Mampu menginput lebih dari 5 baris data secara mandiri dan cepat, serta mahir mempraktikkan fitur Sort multi-kriteria dan Filter kustom dengan tepat tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk praktik mandiri Sort dan Filter mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari antarmuka lembar kerja yang paling banyak membingungkan murid saat melakukan seleksi data sebelum disortir?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah: memasukkan data ke sel, mengurutkan data (Sort), atau menyaring data (Filter)?
  • Apakah saya sudah dapat menemukan kembali data tertentu secara cepat menggunakan fitur yang dipelajari hari ini?

Pertemuan 10 — Mempraktikkan Pemanfaatan Perangkat Teknologi Presentasi untuk Penyusunan Tata Letak dan Tampilan Salindia — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.4 Mempraktikkan pemanfaatan perangkat teknologi pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memfasilitasi murid menyiapkan perangkat komputer atau lembar kerja salindia di ruang kelas (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 contoh tampilan salindia di layar proyektor: Salindia A (paragraf naratif 8 baris penuh teks tanpa gambar) dan Salindia B (1 judul jelas, 3 butir poin ringkas, dan 1 gambar pendukung di samping teks), lalu meminta murid menuliskan pilihan salindia yang tata letaknya lebih tepat beserta 1 alasan teknis tata letak pada secarik kertas kecil (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan fungsi perkakas aplikasi presentasi: memilih tata letak dasar (Title Slide, Title and Content, Two Content), menyisipkan kotak teks (Text Box), mengubah teks paragraf menjadi butir poin (bullet points), dan menyisipkan serta mengatur ukuran gambar (Insert Picture) agar proporsional pada salindia (12 menit).
  • Murid secara mandiri mencermati lembar panduan kerja berisi perbandingan fungsi tata letak dan aturan keterbacaan salindia (kontras warna teks-latar, ukuran huruf judul minimal 32 pt, butir teks minimal 20 pt, batas 3–5 poin per salindia) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan ceria 'Kuis Tata Letak Cepat' (Speed Layout Challenge): guru menampilkan 3 susunan objek yang berantakan (misal teks menutupi gambar), lalu murid berlomba menekan tombol shortcut atau memilih menu tata letak yang tepat untuk merapikannya dalam waktu 60 detik per soal (10 menit).
  • Murid secara mandiri mempraktikkan pembuatan berkas presentasi sederhana sebanyak 3 salindia bertema 'Rencana Studi Lapangan Sekolah' menggunakan aplikasi presentasi (atau format mading kertas berukuran salindia untuk moda luring), yang memuat: Salindia 1 (Judul acara 'Studi Lapangan SMP 2025' dan nama pembuat), Salindia 2 (Tata letak dua kolom: 3 butir poin destinasi dan 1 gambar ilustrasi lokasi), Salindia 3 (Tata letak daftar 3 butir perlengkapan penting dan 1 gambar perlengkapan) (23 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kesesuaian berkas salindia karyanya menggunakan daftar ceklis mandiri (memastikan judul terbaca jelas, teks berupa butir poin ringkas, gambar tidak menutupi teks, dan berkas tersimpan dengan format .pptx atau .odp) (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan teknis mengenai pentingnya prinsip kesederhanaan dan keteraturan tata letak dalam menyusun salindia digital (4 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan praktik perkakas presentasi hari ini, memastikan semua berkas tersimpan di folder masing-masing, dan merapikan perangkat sebelum kelas ditutup dengan salam (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan berkas aset gambar dan teks siap pakai bagi murid yang memerlukan dukungan pengetikan, serta menyediakan template salindia kosong bergaris kisi (gridlines) bagi yang memerlukan panduan proporsi.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) per langkah bagi murid yang kesulitan mengatur ukuran gambar dan kotak teks, sementara murid yang telah terampil diberikan kebebasan mengatur kombinasi warna tema salindia secara harmonis.
  • Produk: Bagi murid dengan kecepatan belajar lambat, target minimal adalah menyelesaikan 2 salindia terformat rapi; bagi murid berkemampuan cepat, ditantang menyelesaikan 3 salindia lengkap dengan transisi slide sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman tata letak salindia: Murid memilih antara Salindia A (teks panjang paragraf naratif 8 baris penuh) dan Salindia B (judul jelas, 3 butir poin ringkas, 1 gambar pendukung di samping). Acuan jawaban benar: Memilih Salindia B, dengan alasan bahwa Salindia B menerapkan poin ringkas dan tata letak berdampingan dengan gambar sehingga mudah dibaca audiens, sedangkan Salindia A terlalu padat menyerupai paragraf laporan.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan 4 elemen teknis pada aplikasi presentasi: (1) Mengatur tata letak salindia (Slide Layout) sesuai kebutuhan, (2) Mengubah teks narasi menjadi butir poin (Bullet Points) maksimal 3–5 butir per salindia, (3) Menyisipkan dan memposisikan gambar (Insert & Resize Picture) tanpa menutupi teks, dan (4) Menyimpan berkas salindia (.pptx/.odp) dengan nama yang ditentukan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk berkas salindia 3 halaman: Kriteria penerimaan teknis: Salindia 1 memuat teks judul (ukuran >= 32 pt) dan subjudul nama; Salindia 2 memuat tata letak dua kolom berisi 3 butir poin destinasi ('Museum Daerah', 'Pusat Sains', 'Taman Botani') dan 1 gambar proporsional; Salindia 3 memuat 3 butir perlengkapan ('Buku catatan', 'Botol minum', 'Topi lapangan') dan 1 gambar pendukung. Berkas tersimpan dengan format berkas presentasi baku.

Formatif:

  • Tes diagnostik singkat membedakan tata letak salindia yang tepat di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja praktik menyusun tata letak salindia (pengaturan kotak teks, butir poin, dan penyisipan gambar)
  • Pemeriksaan hasil berkas salindia presentasi berdasarkan kriteria teknis keterbacaan dan kerapian tata letak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengaturan Tata Letak dan Teks Salindia (Slide Layout & Text Formatting)Belum mampu memilih tata letak salindia yang sesuai; teks masih diketik dalam bentuk paragraf panjang yang tidak terpisah dan memenuhi seluruh ruang salindia.Mampu memilih tata letak salindia, namun hanya 1 salindia yang berhasil menerapkan format butir poin (bullet points) ringkas; salindia lainnya masih berupa paragraf padat.Mampu memilih tata letak salindia yang sesuai dan menerapkan format butir poin (bullet points) ringkas (3–5 poin per salindia) pada minimal 2 salindia secara mandiri.Mampu memilih variasi tata letak salindia secara konsisten dan tepat, memformat seluruh teks menjadi butir poin ringkas yang terstruktur rapi pada 3 salindia tanpa bantuan guru.
Penyisipan dan Penataan Posisi Objek Gambar (Object Insertion & Alignment)Belum mampu menyisipkan gambar atau gambar disisipkan dalam posisi menutupi teks sehingga teks tidak terbaca.Mampu menyisipkan gambar pada salindia, namun ukurannya tidak proporsional (terdistorsi) atau posisinya mengganggu keterbacaan teks di salah satu salindia.Mampu menyisipkan gambar secara proporsional dan menempatkannya pada posisi yang tepat berdampingan dengan kotak teks pada minimal 2 salindia.Mampu menyisipkan dan menata posisi gambar secara presisi, proporsional, serta selaras dengan tata letak teks di seluruh 3 salindia secara mandiri dan rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 23 menit untuk praktik mandiri pembuatan 3 salindia mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari perkakas aplikasi presentasi (pemformatan butir poin atau penataan posisi gambar) yang paling banyak memerlukan bimbingan teknis ulang?
  • Apakah murid sudah memahami esensi perbedaan antara menyusun salindia presentasi dan mengetik dokumen laporan pengolah kata?

Murid:

  • Menu perkakas apa pada aplikasi presentasi yang paling mudah dan paling menantang untuk saya gunakan hari ini?
  • Apakah salindia yang saya buat hari ini sudah cukup nyaman dibaca dari segi ukuran huruf dan posisi gambarnya?
  • Langkah apa yang perlu saya perbaiki jika nanti diminta membuat tampilan salindia presentasi dengan topik lain?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.1 Mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer pada sistem komputer
  • TP 7.5.2 Mengidentifikasi cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet
  • TP 7.5.3 Menerapkan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
  • TP 7.5.4 Mempraktikkan pemanfaatan perangkat teknologi pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kesiapan fasilitas laboratorium komputer, dan mengajak murid berdoa bersama secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif akhir Bab 5 yang mencakup pelaksanaan tes tertulis analisis komponen komputer serta cara kerja mesin pencari, dilanjutkan unjuk kerja konektivitas jaringan dan pembuatan produk aplikasi perkantoran secara kolaboratif dalam kelompok (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis Bagian 1 dan lembar panduan unjuk kerja Bagian 2, membacakan instruksi pengerjaan, alokasi waktu per bagian tugas, kriteria rubrik penilaian, serta menegaskan pembagian peran kerja sama dalam kelompok secara jelas (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dalam kelompok mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Terarah Serentak (TP 7.5.1 & TP 7.5.2) selama 35 menit pada lembar jawaban yang disediakan. Soal 1: Mendeskripsikan alur kerja 4 komponen sistem komputer (input-proses-output-storage) beserta contoh perantinya (acuan: Input = papan ketik/mouse menerima data; Proses = CPU/prosesor mengolah data; Output = monitor/printer menampilkan hasil; Storage = harddisk/SSD menyimpan data secara permanen). Soal 2: Menganalisis 3 tahapan cara kerja mesin pencari (acuan: Crawling = penelusuran bot/spider mengumpulkan halaman web; Indexing = penyimpanan dan pengindeksan data web ke basis data pencari; Ranking = pemeringkatan hasil pencarian berdasarkan relevansi dan kata kunci pengguna) (35 menit).
  • Murid dalam kelompok mengerjakan Tugas 2: Unjuk Kerja Praktik Digital Serentak di Laboratorium Komputer (TP 7.5.3 & TP 7.5.4) selama 30 menit. Langkah kerja: (1) Menerapkan koneksi komputer kelompok ke jaringan lokal/LAN menggunakan kabel UTP atau nirkabel/Wi-Fi laboratorium; (2) Menguji dan mendokumentasikan status koneksi aktif berupa tangkapan layar antarmuka jaringan (acuan verifikasi: status terhubung 'Connected' pada indikator taskbar atau balasan perintah 'ping' berhasil tanpa loss); (3) Menggunakan aplikasi pengolah dokumen atau lembar kerja untuk merangkum data tabel hasil uji konektivitas dan spesifikasi perangkat kelompok dengan pemformatan teks teratur (judul tebal, tabel bergaris, perataan teks rapi) lalu menyimpannya dalam satu berkas produk digital (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengunggah/mengumpulkan berkas produk digital dan lembar jawaban tertulis kelompok ke folder asesmen komputer guru, kemudian memeriksa kelengkapan bukti serah terima tugas (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid mereviu secara ringkas pelaksanaan asesmen sumatif bab 5 dan menutup rangkaian pembelajaran unit Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar tugas dan instruksi kerja disediakan dalam format cetak dan panduan teks digital di layar proyektor untuk memastikan keterbacaan yang adil.
  • Proses: Pemberian pendampingan teknis aksesibilitas perangkat (misalnya pembesaran ukuran font tampilan layar komputer atau penyesuaian posisi keyboard) bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah isi tugas atau kunci penilaian.
  • Produk: Format berkas unjuk kerja terintegrasi dapat berupa dokumen pengolah kata (.docx/.odt) atau lembar kerja (.xlsx/.ods) sesuai panduan teknis yang telah ditentukan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis analisis serentak dan unjuk kerja praktik digital terintegrasi di laboratorium komputer: lembar jawaban analisis komponen serta cara kerja mesin pencari, berkas dokumen/lembar kerja hasil penelusuran informasi, dan rekaman status konektivitas jaringan perangkat komputer
  • tes tertulis terarah serentak: lembar asesmen tertulis yang memuat deskripsi alur kerja komponen sistem komputer (input-proses-output-storage) serta analisis tahapan cara kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dalam menemukan informasi digital (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik analitik penilaian jawaban tertulis dan kunci pedoman penskoran)
  • unjuk kerja praktik digital serentak di laboratorium komputer: tangkapan layar/bukti koneksi perangkat komputer ke jaringan kabel/nirkabel serta berkas produk digital (dokumen pengolah kata/lembar kerja) yang berisi rangkuman data hasil pencarian dengan format dan fitur aplikasi yang rapi (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja praktik digital dan daftar cek verifikasi konektivitas jaringan)

Sumatif:

  • tes tertulis analisis serentak dan unjuk kerja praktik digital terintegrasi di laboratorium komputer: lembar jawaban analisis komponen serta cara kerja mesin pencari, berkas dokumen/lembar kerja hasil penelusuran informasi, dan rekaman status konektivitas jaringan perangkat komputer
  • tes tertulis terarah serentak: lembar asesmen tertulis yang memuat deskripsi alur kerja komponen sistem komputer (input-proses-output-storage) serta analisis tahapan cara kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dalam menemukan informasi digital (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik analitik penilaian jawaban tertulis dan kunci pedoman penskoran)
  • unjuk kerja praktik digital serentak di laboratorium komputer: tangkapan layar/bukti koneksi perangkat komputer ke jaringan kabel/nirkabel serta berkas produk digital (dokumen pengolah kata/lembar kerja) yang berisi rangkuman data hasil pencarian dengan format dan fitur aplikasi yang rapi (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja praktik digital dan daftar cek verifikasi konektivitas jaringan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Deskripsi Alur Komponen Komputer (TP 7.5.1)Mendeskripsikan kurang dari 2 alur komponen komputer dengan tepat sesuai acuan (acuan 4 alur: input, proses, output, storage).Mendeskripsikan tepat 2 dari 4 alur komponen komputer beserta fungsinya sesuai acuan.Mendeskripsikan tepat 3 dari 4 alur komponen komputer beserta fungsinya sesuai acuan.Mendeskripsikan lengkap seluruh 4 alur komponen komputer (input, proses, output, storage) beserta fungsinya secara tepat sesuai acuan.
Analisis Cara Kerja Mesin Pencari (TP 7.5.2)Menganalisis kurang dari 2 tahapan mesin pencari dengan tepat sesuai acuan (acuan 3 tahap: crawling, indexing, ranking).Menganalisis tepat 1 dari 3 tahapan mesin pencari sesuai acuan.Menganalisis tepat 2 dari 3 tahapan mesin pencari (crawling, indexing, atau ranking) sesuai acuan.Menganalisis lengkap seluruh 3 tahapan mesin pencari (crawling, indexing, dan ranking) secara tepat sesuai acuan.
Penerapan Konektivitas Jaringan Kabel/Nirkabel (TP 7.5.3)Belum mampu menghubungkan perangkat ke jaringan kabel atau nirkabel dan tidak menyertakan bukti status verifikasi koneksi.Mampu menghubungkan perangkat ke jaringan kabel atau nirkabel namun bukti tangkapan layar status koneksi belum valid/belum terhubung.Mampu menghubungkan perangkat ke jaringan kabel atau nirkabel dengan bukti verifikasi status koneksi aktif ('Connected') secara tepat namun belum mendokumentasikan rincian pengujian.Mampu menerapkan koneksi jaringan kabel atau nirkabel secara tepat dibuktikan dengan tangkapan layar status 'Connected' dan hasil verifikasi pengujian tanpa hambatan.
Praktik Pemanfaatan Aplikasi Perkantoran (TP 7.5.4)Menyusun berkas digital tanpa menggunakan fitur pemformatan teks atau pengorganisasian tabel.Menyusun berkas digital dengan memanfaatkan 1 fitur pemformatan teks/tabel secara sederhana.Menyusun berkas digital dengan memanfaatkan 2 fitur pemformatan teks/tabel (judul tebal dan tabel data terstruktur) dengan rapi.Menyusun berkas digital secara lengkap memanfaatkan seluruh fitur pemformatan teks teratur, tata letak tabel data rapi, dan penyimpanan format berkas tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok dapat menyelesaikan kedua tugas asesmen sumatif dalam alokasi waktu yang telah disediakan?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap keterkaitan konsep sistem komputer, mesin pencari, dan jaringan dalam praktik perkakas perkantoran?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen sumatif hari ini yang paling menantang untuk diselesaikan bersama kelompok?
  • Apakah peranmu dalam kelompok sudah membantu penyelesaian analisis tertulis dan praktik digital secara optimal?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  3. Set kartu komponen komputer (CPU, Monitor, RAM, Printer, Linux, Web Browser)
  4. Perangkat komputer di laboratorium atau ruang kelas
  5. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021, Bab 5
  6. Kartu simulasi peran (Input, RAM, CPU, Output)
  7. Lembar Kerja Murid (LKPD) Alur Pemrosesan Data
  8. Buku Panduan Guru Informatika Kelas VII SMP/MTs, Kemendikbudristek RI, 2023
  9. Buku Siswa Informatika Kelas VII SMP/MTs, Kemendikbudristek RI, 2023
  10. Set Kartu Simulasi Mesin Pencari (Kartu Tautan/Crawling, Kartu Indeks/Indexing, Kartu Kueri/Ranking)
  11. Lembar Kerja Murid (LKPD) Cara Kerja Mesin Pencari
  12. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek)
  13. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII Bab 3 / Bab 5 (Kemendikbudristek)
  14. Komputer/laptop/gawai yang terhubung dengan peramban web (browser) dan mesin pencari (misalnya Google, Bing)
  15. Lembar Kerja Murid: Eksplorasi Operator Pencarian Digital
  16. Buku Panduan Guru Informatika Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek
  17. Buku Siswa Informatika Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek Bab 5
  18. Perangkat Laboratorium Komputer: PC/Laptop, Kabel UTP berpemasang RJ45, dan Switch/Hub
  19. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
  20. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Bab 5 (Subbab Koneksi Internet, Wireless LAN, dan Tethering).
  21. Perangkat komputer/laptop dengan adapter nirkabel (Wi-Fi).
  22. Access Point nirkabel laboratorium sekolah.
  23. Ponsel pintar dengan paket data internet untuk simulasi tethering.
  24. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  25. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII (Bab 5 - Perkakas TIK), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  26. Laboratorium Komputer / Perangkat PC yang terhubung dalam Local Area Network dan Internet
  27. Aplikasi antarmuka baris perintah (Command Prompt / Terminal)
  28. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  29. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Bab 5: Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  30. Komputer/laptop dengan aplikasi perangkat pengolah dokumen/kata (LibreOffice Writer, MS Word, atau Google Docs) atau lembar kerja simulasi antarmuka pengolah kata (unplugged).
  31. Buku Panduan Guru Informatika SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021)
  32. Buku Siswa Informatika SMP Kelas VII Bab Pengolahan Data / Literasi Digital
  33. Perangkat komputer/laptop dengan aplikasi perkantoran lembar kerja (Microsoft Excel / Google Spreadsheet / LibreOffice Calc) atau Lembar Kerja Kisi Manual Berpetak
  34. Buku Panduan Guru Informatika Kelas VII Kemendikbudristek (Bab 5: Perkakas Teknologi Informasi dan Komunikasi)
  35. Buku Siswa Informatika Kelas VII Kemendikbudristek (Aktivitas VII-LD-32-U & VII-LD-33-P)
  36. Aplikasi Perangkat Lunak Presentasi (Microsoft PowerPoint, LibreOffice Impress, atau Google Slides)
  37. Lembar Panduan Aktivitas Praktik Tata Letak Salindia dan Aset Gambar Latihan
  38. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  39. Laboratorium Komputer sekolah beserta perangkat PC/laptop yang terhubung jaringan lokal (kabel UTP) dan internet (nirkabel/Wi-Fi).
  40. Lembar Asesmen Sumatif Bab 5 (Tes Tertulis dan Panduan Unjuk Kerja Praktik Digital).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.