Modul AjarBab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 7 Bab 3: Literasi Informasi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Informatika kelas 7 untuk Bab 3 "Literasi Informasi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 7 Bab 3: Literasi Informasi

Informatika - Kelas 7

Bab 3

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 3 — Literasi Informasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 3 — Literasi Informasi
Alokasi Waktu10 JP (10 x 40 menit = 400 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.3.1 Menjelaskan cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet dalam menemukan informasi
  2. TP 7.3.2 Menganalisis kualitas informasi dan kredibilitas sumber informasi digital
  3. TP 7.3.3 Mengidentifikasi ekosistem media pers digital beserta peran profesi di dalamnya
  4. TP 7.3.4 Membedakan fakta, opini, dan hoaks pada informasi digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana mesin pencari seperti Google bisa menampilkan jutaan informasi dalam hitungan detik setelah kita mengetik kata kunci?
  2. Apa yang membedakan hasil pencarian kata kunci biasa dengan kata kunci yang menggunakan tanda petik dua (")?
  3. Mengapa kita tidak boleh langsung memercayai informasi yang kita temukan di media sosial atau internet?
  4. Ciri-ciri apa saja yang menunjukkan bahwa sebuah situs web atau sumber berita di internet dapat dipercaya?
  5. Pernahkah kalian membaca berita di portal online atau media sosial, dan siapakah orang-orang di balik pembuatan berita tersebut?
  6. Mengapa sebuah portal berita digital membutuhkan tim seperti reporter, editor, hingga ahli keamanan sistem agar informasinya terpercaya?
  7. Saat melihat postingan viral di media sosial, bagaimana kalian tahu informasi itu benar terjadi atau hanya karangan?
  8. Mengapa kalimat 'Ayam goreng ini paling enak sedunia' berbeda sifat kebenarannya dengan 'Satu porsi ayam goreng berisi 5 potong'?
  9. Bagaimana membuktikan bahwa informasi yang kita temukan melalui mesin pencari benar-benar kredibel dan bukan hoaks?
  10. Mengapa kita perlu membedakan peran jurnalis dan editor dalam ekosistem media pers digital sebelum mempercayai suatu berita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Cara Kerja dan Penggunaan Mesin Pencari di Internet dalam Menemukan Informasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.1 Menjelaskan cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet dalam menemukan informasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai cara kerja serta penggunaan mesin pencari di internet (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab pertanyaan lisan tentang 3 tahapan utama kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dan fungsi tanda petik dua pada kata kunci (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan infografis mengenai 3 tahapan kerja mesin pencari: perayapan (crawling: mengumpulkan halaman web), pengindeksan (indexing: menyimpan dan mengelompokkan kata/topik ke basis data), dan pemeringkatan (ranking/retrieval: menyajikan hasil paling relevan berdasarkan kecocokan kata kunci) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan simulasi peran 'Mesin Pencari Mini' (Aktivitas unplugged menggembirakan): satu murid menjadi pengguna yang memberi kartu kata kunci, rekannya menjadi mesin pencari yang memilah 4 kartu data di meja secara cepat (crawling -> indexing -> ranking) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mempraktikkan penggunaan mesin pencari di komputer/gawai untuk menguji teknik kata kunci dengan membandingkan pencarian tanpa tanda petik dan dengan tanda petik dua: (1) materi literasi digital vs "literasi digital", serta (2) sejarah candi borobudur vs "sejarah candi borobudur", lalu mencatat perbedaan jumlah hasil dan ketepatan frasa pada lembar kerja (15 menit).
  • Murid melengkapi lembar kerja penjelasan yang berisi: (a) menjelaskan alur kerja mesin pencari dari penelusuran laba-laba web hingga perankingan halaman web, dan (b) menjelaskan fungsi tanda petik dua (") dalam mempersempit pencarian frasa persis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kembali lembar penjelasannya dengan mencocokkan pada rubrik pemahaman tahapan mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dan penggunaan kata kunci efektif (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti materi tentang alur kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dan efisiensi penggunaan kata kunci berspesifikasi (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, memberikan umpan balik singkat, serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai kredibilitas sumber informasi digital tanpa menutup bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur tahapan crawling-indexing-ranking bergambar, sedangkan murid yang mahir diberikan bahan bacaan tambahan tentang algoritma pemeringkatan halaman web.
  • Proses: Bagi murid yang belum lancar mengetik/menelusuri diberikan pendampingan langsung oleh guru dalam mencoba tanda petik, sedangkan murid cepat diberikan tantangan mencoba variasi operator pencarian lain seperti tanda minus (-).
  • Produk: Format penyajian penjelasan dapat berupa peta alur tertulis berurutan atau paragraf penjelasan naratif terstruktur sesuai kenyamanan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 tahapan utama mesin pencari mengolah data web!' (Acuan: 1. Crawling/perayapan, 2. Indexing/pengindeksan, 3. Ranking/pemeringkatan/penyajian hasil) dan 'Apa pengaruh menambahkan tanda petik dua (") pada kata kunci pencarian?' (Acuan: Menghasilkan pencarian kata/frasa yang persis sama urutannya).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan aplikasi mesin pencari: (1) Ketepatan menjelaskan alur crawling, indexing, dan ranking (acuan: crawling = melacak/mengunduh web; indexing = menyimpan dan menyusun indeks kata; ranking = mengurutkan relevansi hasil); (2) Ketepatan menjelaskan fungsi tanda petik dua berdasarkan hasil eksperimen pencarian 'literasi digital' (acuan: hasil pencarian bertanda petik menampilkan frasa utuh dan jumlah link lebih spesifik dibanding tanpa petik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir soal uraian singkat: Butir 1: 'Jelaskan bagaimana mesin pencari menampilkan halaman web yang sesuai saat kamu mengetik kata kunci!' (Acuan: Mesin mencari indeks kata yang cocok di basis data yang telah dirayapi/crawling lalu mengurutkannya berdasarkan relevansi/ranking). Butir 2: 'Jelaskan perbedaan hasil pencarian antara kata kunci: museum nasional dan "museum nasional"!' (Acuan: Tanpa petik memuat web yang mengandung kata museum dan/atau nasional secara terpisah; dengan tanda petik hanya memuat frasa utuh 'museum nasional').

Formatif:

  • Penilaian proses observasi saat simulasi unplugged alur mesin pencari
  • Penilaian lembar kerja penjelasan cara kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dan hasil perbandingan kata kunci bertanda petik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Cara Kerja Mesin Pencari (Crawling, Indexing, Ranking)Belum mampu menjelaskan alur kerja mesin pencari atau hanya menyebutkan nama mesin pencari tanpa tahapan alurnya.Mampu menjelaskan 1 tahapan kerja mesin pencari (hanya crawling, indexing, atau ranking saja) secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan 2 hingga 3 tahapan kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) dengan runtut dan tepat sesuai acuan namun masih memerlukan sedikit arahan guru.Mampu menjelaskan ketiga tahapan kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) secara lengkap, runtut, tepat sesuai acuan, dan mandiri tanpa bantuan guru.
Penjelasan Penggunaan Mesin Pencari (Teknik Kata Kunci dan Operator Petik Dua)Belum mampu menjelaskan perbedaan hasil pencarian kata kunci biasa dengan kata kunci bertanda petik dua.Mampu menjelaskan fungsi tanda petik dua pada pencarian tetapi belum tepat menunjukkan perbedaannya dengan kata kunci biasa.Mampu menjelaskan perbedaan hasil pencarian kata kunci biasa dan tanda petik dua secara tepat (frasa persis vs kata terpisah) sesuai hasil eksperimen.Mampu menjelaskan perbedaan hasil pencarian biasa dan bertanda petik dua secara komprehensif, tepat, serta menguraikan alasan spesifikasi hasilnya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi peran unplugged efektif membantu murid memahami konsep abstrak alur crawling dan indexing?
  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi setiap murid untuk mencoba praktik plugged perbedaan kata kunci tanda petik?

Murid:

  • Tahapan mana dari cara kerja mesin pencari (crawling, indexing, ranking) yang paling mudah dan paling menantang untuk dipahami?
  • Bagaimana penggunaan tanda petik dua pada kata kunci membantumu menemukan informasi secara lebih cepat di internet?

Pertemuan 2 — Menganalisis Kualitas Informasi dan Kredibilitas Sumber Informasi Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.2 Menganalisis kualitas informasi dan kredibilitas sumber informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan pertemuan 2 yaitu menganalisis kualitas informasi dan kredibilitas sumber informasi digital (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan dua cuplikan tautan berita di layar: Tautan A (situs portal resmi 'setkab.go.id' berjudul 'Timnas Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2023, Didukung Data Kemenpora') dan Tautan B (situs blog gratis 'berita-hangat-viral.blogspot.com' tanpa penulis berjudul 'Kemenangan Timnas Karena Ramalan Gaib'). Murid diminta mengangkat tangan memilih tautan mana yang kredibel beserta alasan singkatnya (acuan: Tautan A kredibel karena domain resmi pemerintah .go.id, penulis/lembaga jelas, dan ada referensi valid; Tautan B tidak kredibel karena blog personal tidak terverifikasi dan tanpa bukti referensi) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan guru mengenai faktor penentu kredibilitas sumber informasi digital, yaitu: (1) Otoritas/reputasi domain dan lembaga penerbit resmi (seperti .go.id, .ac.id, atau organisasi terkemuka), (2) Keberadaan bukti dan referensi data yang dapat diverifikasi, serta (3) Keterbukaan identitas penulis dan tanggal publikasi (10 menit).
  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan cepat 'Detektif Kredibilitas': murid menelaah kartu contoh sumber C (portal resmi jurnal riset 'kemdikbud.go.id' berpenulis dan bertanggal) dan kartu contoh sumber D (pesan berantai tangkapan layar chat anonim tanpa tanggal atau tautan rujukan) lalu mencocokkan indikator kredibilitas yang terpenuhi pada masing-masing kartu (acuan: kartu C memenuhi reputasi domain resmi, penulis jelas, dan tanggal mutakhir sehingga kredibel; kartu D tidak memiliki penulis, tanpa domain terdaftar, dan tanpa rujukan sehingga tidak kredibel) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap murid menerima Lembar Kerja Analisis Kredibilitas yang menyajikan 3 studi kasus sumber informasi digital berikut: Kasus 1: Tautan 'indonesia.go.id' memuat rilis data resmi statistik pendidikan tahun 2023 dengan nama instansi penerbit dan tautan dokumen PDF; Kasus 2: Akun media sosial anonim '@info_heboh' mengunggah klaim ramuan ajaib tanpa nama dokter, tanpa referensi klinis, dan menggunakan tautan pemendek bit.ly; Kasus 3: Artikel dari situs berita berdomain '.co.id' yang terverifikasi Dewan Pers, memuat kutipan wawancara narasumber ahli dan tanggal terbit jelas (15 menit).
  • Secara mandiri, murid menganalisis ketiga kasus tersebut dengan mengisi tabel periksa 3 parameter (Domain/Penerbit, Bukti/Referensi, dan Penulis/Tanggal) lalu menyimpulkan status kualitas serta kredibilitasnya (acuan: Kasus 1 Kredibel [domain resmi pemerintah, referensi dokumen valid, instansi jelas]; Kasus 2 Tidak Kredibel [sumber anonim, tanpa referensi uji klinis, domain tidak resmi]; Kasus 3 Kredibel [media terverifikasi pers, kutipan narasumber ahli terverifikasi, tanggal jelas]) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling bertukar lembar kerja untuk memeriksa keselarasan hasil analisis berdasarkan panduan kunci parameter guru, lalu memberikan umpan balik perbaikan bila ada kriteria yang belum teridentifikasi (5 menit).
  • Murid secara berkesadaran merumuskan satu langkah pembiasaan pribadi sebelum menggunakan atau membagikan informasi digital di internet agar selalu memeriksa sumbernya terlebih dahulu (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 3 faktor kunci analisis kredibilitas informasi digital: otoritas sumber/domain, ketersediaan rujukan/bukti, serta kejelasan penulis/tanggal (3 menit).
  • Guru menyampaikan arahan materi pertemuan berikutnya tentang ekosistem media pers digital dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi daftar domain resmi (.go.id, .ac.id, dsb.); murid yang sudah mahir diberikan kasus artikel dengan kutipan riset semu untuk diuji keabsahan tautan referensinya.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca parameter domain dan referensi; murid yang mandiri menganalisis ketiga kasus secara langsung.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar kerja analisis yang sama; murid yang selesai lebih cepat dapat menambahkan uraian analisis mendalam mengenai potensi bias komersial pada sumber informasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: Murid membedakan kredibilitas Tautan A (portal setkab.go.id, data resmi Kemenpora) dan Tautan B (blog berita-hangat-viral.blogspot.com, tanpa penulis). (Acuan: Tautan A kredibel karena domain resmi pemerintah dan ada lembaga penanggung jawab; Tautan B tidak kredibel karena blog personal anonim tanpa verifikasi data).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri pada tahap Mengaplikasi dengan 3 studi kasus sumber informasi digital: Kasus 1 (indonesia.go.id), Kasus 2 (akun anonim @info_heboh), dan Kasus 3 (portal berita terverifikasi .co.id). Penilaian dinilai dari ketepatan mengisi 3 parameter: (1) Domain/Penerbit, (2) Bukti/Referensi, dan (3) Penulis/Tanggal beserta kesimpulan status kredibilitasnya (Acuan: Kasus 1 kredibel, Kasus 2 tidak kredibel, Kasus 3 kredibel).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri di penutup melalui penulisan 1 simpulan parameter utama kredibilitas informasi digital pada secarik tiket keluar (exit ticket). (Acuan kriteria: menyebutkan minimal 2 dari 3 faktor penentu yaitu reputasi domain/penerbit resmi, bukti/referensi data yang valid, atau kejelasan identitas penulis/tanggal rilis).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian lembar analisis kualitas dan kredibilitas 3 kasus sumber informasi digital menggunakan rubrik kriteria terukur.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Kredibilitas Sumber Informasi DigitalBelum mampu mengidentifikasi parameter kredibilitas (domain, referensi, penulis/tanggal) pada 3 kasus sumber informasi digital yang diberikan sehingga kesimpulan kredibilitas tidak tepat.Mampu mengidentifikasi parameter kredibilitas dan menyimpulkan status kredibilitas secara tepat pada 1 dari 3 kasus sumber informasi digital (acuan: Kasus 1, 2, atau 3).Mampu mengidentifikasi parameter kredibilitas dan menyimpulkan status kredibilitas secara tepat pada 2 dari 3 kasus sumber informasi digital (acuan: Kasus 1, 2, atau 3).Mampu mengidentifikasi seluruh parameter kredibilitas (domain, referensi, penulis/tanggal) serta menyimpulkan status kredibilitas dengan tepat dan lengkap pada seluruh 3 kasus sumber informasi digital (acuan: Kasus 1 kredibel, Kasus 2 tidak kredibel, Kasus 3 kredibel) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk menganalisis ketiga studi kasus sumber informasi digital secara mandiri?
  • Bagian indikator kredibilitas mana yang paling sering membuat murid ragu saat melakukan analisis sumber informasi?

Murid:

  • Faktor apa yang paling mudah dan paling menantang bagimu saat menilai apakah sebuah situs internet kredibel atau tidak?
  • Setelah belajar hari ini, apa hal pertama yang akan kamu periksa saat membaca informasi baru di internet?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Ekosistem Media Pers Digital beserta Peran Profesi di Dalamnya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.3 Mengidentifikasi ekosistem media pers digital beserta peran profesi di dalamnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi ekosistem media pers digital serta peran profesi di dalamnya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menayangkan 3 nama entitas digital di layar lalu meminta murid mengangkat tangan untuk mengidentifikasi mana yang termasuk media pers digital resmi di bawah Dewan Pers Indonesia dan mana yang bukan: (1) Kompas.com, (2) Blog catatan pribadi siswa, (3) Liputan6.com (acuan: 1 dan 3 adalah media pers digital; 2 bukan media pers digital) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan singkat guru dan membaca infografis tentang ekosistem media pers digital (komponen pembuat, distributor, konsumen, pengawas Dewan Pers) serta 5 peran profesi utama: Jurnalis/Reporter, Editor, Fotografer/Videografer, Ahli SEO, dan Ahli Keamanan Informasi (15 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep mengenai tugas dan fungsi spesifik tiap profesi dalam menjaga kredibilitas ekosistem pers digital sesuai panduan Buku Siswa (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang untuk melakukan aktivitas permainan peran ekosistem media pers digital (Aktivitas VII-LD-07-U) secara menyenangkan dan kolaboratif (5 menit).
  • Secara bergembira dalam kelompok, setiap murid memegang satu kartu peran (Jurnalis/Reporter, Editor, Fotografer/Videografer, Ahli SEO, atau Ahli Keamanan Informasi) dan saling mendiskusikan tugas peran masing-masing serta dampaknya terhadap penyebaran informasi berita (15 menit).
  • Setiap murid menuliskan hasil identifikasi kelompok pada tabel lembar kerja: mencatat nama peran, tugas/tindakan spesifik, dan dampaknya terhadap informasi yang dihasilkan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok mengecek kembali kesesuaian pasangan profesi dan tugas pada lembar kerja mereka berdasarkan konfirmasi kunci acuan dari guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali peran penting profesi-profesi dalam ekosistem media pers digital agar berita yang beredar akurat dan aman (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif kelompok, dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas perbedaan fakta, opini, dan hoaks sebelum menutup kelas dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu deskripsi ringkas berikon visual untuk murid yang membutuhkan bantuan membaca cepat, serta menyajikan teks studi kasus alur penerbitan berita digital untuk murid yang cepat memahami.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang masih bingung membedakan peran Jurnalis dan Editor, sedangkan kelompok yang mandiri langsung mendiskusikan kelima peran secara penuh.
  • Produk: Format isian tabel dapat berupa poin-poin frasa kunci bagi murid reguler atau uraian kalimat lengkap bagi kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik mengidentifikasi media pers digital: Murid menentukan status 3 entitas media: (1) Kompas.com, (2) Blog catatan pribadi siswa, (3) Liputan6.com. (Kunci acuan: 1 = media pers digital; 2 = bukan media pers digital/blog pribadi; 3 = media pers digital).

Proses:

  • Formatif lembar kerja identifikasi 5 profesi ekosistem media pers digital beserta tugas dan dampaknya: (1) Jurnalis/Reporter (tugas: mengumpulkan fakta dan menulis berita etis; dampak: berita berbasis fakta aktual), (2) Fotografer/Videografer (tugas: mendokumentasikan visual sesuai kode etik; dampak: bukti visual terpercaya), (3) Editor (tugas: memeriksa akurasi, kualitas, dan etika tulisan sebelum tayang; dampak: mencegah kesalahan fakta/pelanggaran etika), (4) Ahli SEO (tugas: optimisasi konten agar mudah dicari di mesin pencari; dampak: berita terpercaya mudah diakses publik), (5) Ahli Keamanan Informasi (tugas: mengamankan sistem komputer dan data dari serangan siber; dampak: website berita terlindungi dari peretasan atau manipulasi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menjodohkan secara tertulis 3 pernyataan tugas dengan nama profesi: (1) 'Memeriksa akurasi naskah dan memastikan kode etik sebelum publikasi' -> Editor; (2) 'Mengamankan sistem media dari serangan siber' -> Ahli Keamanan Informasi; (3) 'Meliput di lapangan dan menulis laporan peristiwa' -> Jurnalis/Reporter. (Acuan: ketepatan ketiga pasangan tersebut).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik melalui identifikasi contoh entitas media pers digital.
  • Observasi partisipasi diskusi bermain peran profesi media pers digital.
  • Penilaian lembar kerja identifikasi peran profesi dan dampaknya dalam ekosistem media pers digital.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Peran Profesi dalam Ekosistem Media Pers DigitalMampu mengidentifikasi 1-2 peran profesi dalam ekosistem media pers digital beserta tugasnya secara tepat sesuai acuan materi.Mampu mengidentifikasi 3 peran profesi dalam ekosistem media pers digital beserta tugasnya secara tepat sesuai acuan materi.Mampu mengidentifikasi 4 peran profesi dalam ekosistem media pers digital beserta tugas dan dampaknya secara tepat sesuai acuan materi.Mampu mengidentifikasi seluruh 5 peran profesi (Jurnalis/Reporter, Fotografer/Videografer, Editor, Ahli SEO, Ahli Keamanan Informasi) beserta tugas dan dampaknya secara lengkap dan tepat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur bermain peran dan pengisian tabel berjalan efektif membantu murid memahami ekosistem pers digital?
  • Bagian mana dari peran profesi pers digital yang paling memerlukan pendampingan lebih bagi murid?

Murid:

  • Peran profesi dalam ekosistem media pers digital mana yang paling menarik bagi kalian dan mengapa?
  • Mengapa penting bagi sebuah media pers digital memiliki tim kerja yang saling mendukung?

Pertemuan 4 — Membedakan Fakta, Opini, dan Hoaks pada Informasi Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.4 Membedakan fakta, opini, dan hoaks pada informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyadari tujuan pertemuan mengenai cara membedakan fakta, opini, dan hoaks pada konten digital (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan 3 pernyataan: (1) 'Air membeku pada suhu 0 derajat Celcius pada tekanan standar', (2) 'Belajar informatika adalah kegiatan paling menyenangkan di sekolah', (3) 'Meneteskan air lemon ke hidung dapat menyembuhkan virus secara instan'. Murid diminta mengidentifikasi kategori masing-masing pernyataan (acuan kunci: 1 = Fakta, 2 = Opini, 3 = Hoaks) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak dan membandingkan contoh konkret poster promosi dan tangkapan layar informasi digital di layar/papan tulis: pernyataan objektif terverifikasi ('Promo 5 potong ayam seharga Rp50.000'), pernyataan subjektif ('Rasa ayamnya super lezat tiada tandingan'), dan informasi palsu/menyesatkan ('Makan ayam ini dijamin bebas semua penyakit') untuk mengenali karakteristik dasar fakta, opini, dan hoaks (12 menit).
  • Dalam permainan cepat 'Tebak Kartu Fakta-Opini-Hoaks' yang menggembirakan, guru menampilkan 3 kalimat secara bergantian di layar: (1) 'Bumi mengelilingi matahari dalam orbitnya', (2) 'Warna biru adalah warna terbaik untuk seragam sekolah', (3) 'Menghirup uap air garam panas dapat membunuh kuman paru-paru seketika'. Murid serentak mengangkat kartu warna atau kode tangan untuk menebak kategori kalimat tersebut (acuan kunci: 1 = Fakta, 2 = Opini, 3 = Hoaks) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bekerja berpasangan mengerjakan lembar kerja klasifikasi informasi digital (Aktivitas VII-LD-09-U) yang memuat 6 butir konten berikut: (1) 'Matahari terbit dari sebelah timur', (2) 'Film kartun itu sangat membosankan untuk ditonton', (3) 'Ketik AMIN di kolom komentar agar baterai ponselmu terisi otomatis tanpa charger', (4) 'Ibu kota negara Indonesia tercatat di undang-undang', (5) 'Sepeda motor listrik jauh lebih keren daripada sepeda motor bensin', (6) 'Meminum rebusan daun pepaya mentah bisa langsung menaikkan tinggi badan 10 cm dalam semalam' (acuan kunci: butir 1 dan 4 = Fakta; butir 2 dan 5 = Opini; butir 3 dan 6 = Hoaks) (20 menit).
  • Setiap pasangan murid memeriksa dan memvalidasi hasil klasifikasinya bersama pasangan lain di dekatnya, mencocokkan alasan pembeda fakta (dapat diverifikasi secara objektif), opini (pandangan/penilaian subjektif seseorang), dan hoaks (informasi palsu/menyesatkan yang direkayasa) sesuai acuan kunci lembar kerja (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu merefleksikan proses berpikirnya dengan melengkapi tabel rangkuman ciri utama pembeda fakta (memiliki bukti nyata/dapat diuji kebenarannya), opini (mengandung kata sifat relatif/penilaian pribadi), dan hoaks (berita bohong/tidak berdasar bukti valid) (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara membedakan fakta, opini, dan hoaks pada informasi digital agar tidak mudah terkelola oleh kabar bohong (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan hasil analisis murid pada aktivitas klasifikasi dan menginformasikan persiapan untuk asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kalimat dengan kata kunci penanda yang ditebalkan (misal: 'menurut saya', 'paling enak', 'terbukti secara ilmiah'), sedangkan murid yang cepat diberikan variasi teks kutipan artikel berita digital.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan difasilitasi dalam kelompok kecil dengan scaffolding kartu panduan kriteria, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis seluruh butir secara berpasangan.
  • Produk: Murid menuangkan hasil pembedaan dalam bentuk centang tabel klasifikasi atau tabel klasifikasi disertai kata penanda bukti yang digarisbawahi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan 3 butir pernyataan: (1) 'Air membeku pada suhu 0 derajat Celcius pada tekanan standar', (2) 'Belajar informatika adalah kegiatan paling menyenangkan di sekolah', (3) 'Meneteskan air lemon ke hidung dapat menyembuhkan virus secara instan'. Kriteria: Murid menyebutkan kategori yang tepat untuk ketiga butir (acuan kunci: 1 = Fakta, 2 = Opini, 3 = Hoaks).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja klasifikasi informasi digital pada 6 butir pernyataan: (1) 'Matahari terbit dari sebelah timur' (Fakta), (2) 'Film kartun itu sangat membosankan untuk ditonton' (Opini), (3) 'Ketik AMIN di kolom komentar agar baterai ponselmu terisi otomatis tanpa charger' (Hoaks), (4) 'Ibu kota negara Indonesia tercatat di undang-undang' (Fakta), (5) 'Sepeda motor listrik jauh lebih keren daripada sepeda motor bensin' (Opini), (6) 'Meminum rebusan daun pepaya mentah bisa langsung menaikkan tinggi badan 10 cm dalam semalam' (Hoaks). Murid dinilai berdasarkan jumlah butir yang tepat diklasifikasikan ke dalam kolom Fakta, Opini, dan Hoaks.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir individu berupa pengisian tabel identifikasi ciri pembeda pada 3 konsep: (1) Fakta (acuan: memuat bukti objektif/kenyataan yang dapat diverifikasi), (2) Opini (acuan: memuat pendapat/sudut pandang subjektif seseorang), (3) Hoaks (acuan: informasi bohong/menyesatkan yang tidak sesuai kenyataan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kemampuan awal membedakan fakta, opini, dan hoaks
  • Lembar kerja klasifikasi informasi digital berpasangan (Aktivitas VII-LD-09-U) untuk menilai ketepatan membedakan fakta, opini, dan hoaks

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Fakta, Opini, dan Hoaks pada Informasi DigitalTepat mengklasifikasikan 1-2 dari 6 butir pernyataan informasi digital ke dalam kategori fakta, opini, dan hoaks sesuai acuan kunci.Tepat mengklasifikasikan 3-4 dari 6 butir pernyataan informasi digital ke dalam kategori fakta, opini, dan hoaks sesuai acuan kunci.Tepat mengklasifikasikan 5 dari 6 butir pernyataan informasi digital ke dalam kategori fakta, opini, dan hoaks sesuai acuan kunci.Tepat mengklasifikasikan seluruh (6 dari 6) butir pernyataan informasi digital ke dalam kategori fakta, opini, dan hoaks sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh-contoh kalimat digital yang disajikan cukup relevan dan mudah dipahami murid dalam membedakan fakta, opini, dan hoaks?
  • Bagian mana dari pembedaan fakta, opini, dan hoaks yang masih sering tertukar oleh murid selama proses diskusi?

Murid:

  • Ciri apa yang paling memudahkanmu mengenali bahwa suatu kalimat di internet adalah opini, bukan fakta?
  • Langkah apa yang akan kamu lakukan jika menemukan pesan berantai yang mencurigakan dan terindikasi hoaks?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.1 Menjelaskan cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet dalam menemukan informasi
  • TP 7.3.2 Menganalisis kualitas informasi dan kredibilitas sumber informasi digital
  • TP 7.3.3 Mengidentifikasi ekosistem media pers digital beserta peran profesi di dalamnya
  • TP 7.3.4 Membedakan fakta, opini, dan hoaks pada informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan ruang ujian, dan memimpin doa pembuka (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab literasi informasi, membacakan tata tertib pengerjaan secara mandiri, dan menegaskan alokasi waktu untuk dua sesi penugasan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Bagian 1 (Tes Tertulis Uraian dan Isian) dan murid membaca seksama instruksi pengerjaan serta mencocokkan kelengkapan halaman lembar soal (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Lembar Asesmen Bagian 1 secara individual selama 33 menit. Soal Bagian 1 memuat: (1) Uraian 3 tahapan kerja mesin pencari: Crawling (program spider/crawler menjelajahi web dan mengumpulkan halaman), Indexing (halaman web dianalisis, dikelompokkan kata kunci, dan disimpan ke basis data indeks), serta Ranking (algoritma memeringkat hasil pencarian berdasarkan relevansi, otoritas, dan mutu konten saat kueri dimasukkan); (2) Isian bagan alur ekosistem media pers digital dan peranan profesi: Peristiwa/fakta -> Liputan/penulisan draf oleh Jurnalis/Wartawan -> Verifikasi, penyuntingan, dan pemeriksaan fakta oleh Editor/Redaktur -> Persetujuan penayangan oleh Pemimpin Redaksi -> Publikasi di portal berita resmi kepada Pembaca (33 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Asesmen Bagian 1, lalu membagikan Lembar Asesmen Bagian 2 (Penugasan Analisis Teks dan Telaah Sumber) serentak kepada seluruh murid (2 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Asesmen Bagian 2 secara mandiri selama 33 menit. Soal Bagian 2 memuat: (1) Telaah Kredibilitas 2 Sumber Informasi: Sumber A (Domain resmi .go.id/kemkes, mencantumkan nama penulis tim dokter spesialis, data hasil survei nasional dengan rujukan riset terverifikasi -> Dinilai kredibel karena domain resmi institusi pemerintah, identitas penulis jelas berotoritas, dan data disertai referensi valid) dan Sumber B (Blog gratisan blogspot.com, penulis anonim, judul sensasional tanpa data rujukan -> Dinilai tidak kredibel karena domain non-resmi gratisan, penulis tidak bertanggung jawab/anonim, dan klaim sepihak tanpa bukti rujukan); (2) Klasifikasi 4 Kutipan Pernyataan ke dalam Fakta, Opini, dan Hoaks disertai argumen verifikasi: Pernyataan 1 'Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sebanyak 11.000 temuan isu hoaks di Indonesia sepanjang tahun 2018 hingga 2023' (Klasifikasi: Fakta; Argumen: memiliki data angka kuantitatif, nama lembaga resmi, rentang waktu terukur, dan dapat diverifikasi kebenarannya); Pernyataan 2 'Membaca berita melalui portal digital jauh lebih menyenangkan dan praktis dibandingkan membaca surat kabar cetak' (Klasifikasi: Opini; Argumen: memuat penilaian subjektif/kata sifat relatif 'lebih menyenangkan dan praktis' yang berbeda pada tiap orang); Pernyataan 3 'Menghirup uap air rebusan bawang putih setiap pagi terbukti secara medis dapat membunuh 100% semua virus di dalam tubuh seketika' (Klasifikasi: Hoaks; Argumen: klaim medis menyesatkan tanpa bukti uji klinis ilmiah dan bertentangan dengan konsensus pakar kesehatan resmi); Pernyataan 4 'Pada bulan Januari 2024, tarif listrik di Indonesia resmi digratiskan total untuk seluruh golongan pelanggan tanpa syarat' (Klasifikasi: Hoaks; Argumen: informasi rekayasa palsu yang dibantah secara resmi oleh pengumuman PLN dan Kementerian ESDM) (33 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh berkas lembar telaah analisis murid dan mengajak murid merefleksikan proses belajar serta pengerjaan asesmen secara hening (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum mengenai keterlaksanaan ujian, merangkum pencapaian seluruh materi Bab 3 Literasi Informasi, dan menutup sesi pertemuan dengan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi konten atau materi ujian untuk menjaga standardisasi asesmen sumatif bab.
  • Proses: Pemberian akomodasi akses berupa format cetak lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau posisi duduk dekat meja guru bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, tanpa mengubah standar kompetensi maupun batasan waktu.
  • Produk: Seluruh murid mengumpulkan artefak berkas lembar jawaban tertulis dan lembar telaah analisis mandiri yang identik sesuai standar instrumen penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis murid sebelum ujian melalui instruksi pemeriksaan kelengkapan 2 bagian instrumen asesmen sumatif dan pemahaman tata tertib asesmen individual

Proses:

  • Pengamatan keteraturan, kepatuhan pengerjaan mandiri murid selama asesmen berlangsung, dan pencatatan kepatuhan alokasi waktu pada tiap bagian lembar kerja

Sumatif Bab:

  • tes tertulis terpadu dan lembar telaah analisis literasi informasi: berkas lembar kerja evaluasi informasi digital yang memuat uraian cara kerja mesin pencari, identifikasi komponen ekosistem media pers digital, lembar telaah kredibilitas sumber, serta tabel klasifikasi fakta, opini, dan hoaks beserta argumen verifikasi
  • tes tertulis uraian dan isian serentak: lembar jawaban tertulis murid yang berisi uraian mekanisme kerja mesin pencari internet (crawling, indexing, ranking) beserta isian alur dan profesi dalam ekosistem media pers digital (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik)
  • penugasan analisis teks dan telaah sumber serentak: lembar telaah analisis murid yang memuat evaluasi kredibilitas sumber informasi digital berdasarkan bukti rujukan serta tabel klasifikasi kutipan teks ke dalam fakta, opini, dan hoaks disertai argumen verifikasi (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar telaah dan verifikasi informasi)

Sumatif:

  • tes tertulis terpadu dan lembar telaah analisis literasi informasi: berkas lembar kerja evaluasi informasi digital yang memuat uraian cara kerja mesin pencari, identifikasi komponen ekosistem media pers digital, lembar telaah kredibilitas sumber, serta tabel klasifikasi fakta, opini, dan hoaks beserta argumen verifikasi
  • tes tertulis uraian dan isian serentak: lembar jawaban tertulis murid yang berisi uraian mekanisme kerja mesin pencari internet (crawling, indexing, ranking) beserta isian alur dan profesi dalam ekosistem media pers digital (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik)
  • penugasan analisis teks dan telaah sumber serentak: lembar telaah analisis murid yang memuat evaluasi kredibilitas sumber informasi digital berdasarkan bukti rujukan serta tabel klasifikasi kutipan teks ke dalam fakta, opini, dan hoaks disertai argumen verifikasi (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar telaah dan verifikasi informasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Cara Kerja Mesin Pencari (TP 7.3.1)Belum mampu menjelaskan mekanisme kerja mesin pencari atau uraian salah seluruhnya.Menjelaskan 1 dari 3 tahapan (crawling, indexing, atau ranking) secara tepat sesuai acuan teknis.Menjelaskan 2 dari 3 tahapan (crawling, indexing, ranking) secara tepat sesuai acuan teknis.Menjelaskan seluruh 3 tahapan mekanisme kerja mesin pencari (crawling: pengumpulan data web oleh spider/crawler; indexing: penyimpanan dan pengorganisasian kata kunci dalam basis data; ranking: perankingan hasil relevansi algoritma) secara lengkap dan tepat.
Identifikasi Ekosistem Media Pers Digital (TP 7.3.3)Belum mampu mengidentifikasi alur ekosistem media pers maupun profesi di dalamnya.Mengidentifikasi alur ekosistem media pers atau profesi (wartawan, editor, pemimpin redaksi) dengan 1-2 isian tepat.Mengidentifikasi alur ekosistem media pers dan profesi di dalamnya dengan 3-4 isian tepat sesuai acuan alur peliputan dan verifikasi redaksi.Mengidentifikasi seluruh alur ekosistem pers digital secara tepat (peristiwa -> liputan wartawan -> sunting/verifikasi editor -> persetujuan pemimpin redaksi -> publikasi portal resmi pembaca).
Analisis Kualitas dan Kredibilitas Sumber Digital (TP 7.3.2)Belum mampu menentukan status kredibilitas atau argumen telaah tidak relevan.Menganalisis status kredibilitas 1 sumber dengan argumen tepat, atau status 2 sumber benar tetapi tanpa argumen rujukan.Menganalisis kredibilitas 2 sumber informasi digital (Sumber A kredibel dan Sumber B tidak kredibel) namun argumen rujukan bukti hanya lengkap pada 1 sumber.Menganalisis kredibilitas 2 sumber secara tepat (Sumber A kredibel karena domain resmi .go.id, penulis dokter spesialis, data survei valid; Sumber B tidak kredibel karena blogspot gratisan, penulis anonim, klaim sepihak tanpa data) beserta argumen rujukan yang lengkap dan tepat.
Pembedaan Fakta, Opini, dan Hoaks (TP 7.3.4)Belum mampu membedakan kategori fakta, opini, dan hoaks pada kutipan teks.Mengklasifikasikan 1-2 dari 4 pernyataan (Pernyataan 1: Fakta; Pernyataan 2: Opini; Pernyataan 3: Hoaks; Pernyataan 4: Hoaks) dengan tepat disertai argumen.Mengklasifikasikan 3 dari 4 pernyataan dengan tepat disertai argumen verifikasi yang sesuai.Mengklasifikasikan seluruh 4 pernyataan secara tepat (Pernyataan 1: Fakta; Pernyataan 2: Opini; Pernyataan 3: Hoaks; Pernyataan 4: Hoaks) dan memberikan argumen verifikasi yang logis dan valid untuk setiap butir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instrumen asesmen sumatif yang digunakan mampu mengukur ketercapaian keempat Tujuan Pembelajaran Bab 3 secara objektif?
  • Bagian materi mana dari Bab Literasi Informasi yang masih menunjukkan tingkat kesalahan tertinggi pada hasil pengerjaan murid?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling mudah dan paling menantang untuk saya kerjakan secara mandiri?
  • Bagaimana keterampilan memilah kredibilitas sumber serta membedakan fakta, opini, dan hoaks ini membantu saya dalam menggunakan internet sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Bab 3: Literasi Informasi, Kemendikbudristek 2021
  3. Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung dengan web browser dan koneksi internet
  4. Kartu simulasi peran unplugged (kata kunci dan judul halaman web)
  5. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  6. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek (Bab 3: Literasi Informasi - Subbab Kredibilitas Sumber Informasi)
  7. Lembar Kerja Analisis Kredibilitas (LKPD Kasus 1, Kasus 2, Kasus 3)
  8. Perangkat komputer/gawai/proyektor atau kartu teks studi kasus (mode unplugged/plugged)
  9. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 3: Literasi Informasi, Halaman 122-124)
  10. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Aktivitas VII-LD-07-U)
  11. Portal informasi Dewan Pers Indonesia (https://dewanpers.or.id/)
  12. Kartu peran profesi ekosistem media pers digital dan Lembar Kerja Siswa (LKS)
  13. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2023 (Bab 3: Literasi Informasi)
  14. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2023 (Aktivitas VII-LD-09-U)
  15. Contoh tangkapan layar poster digital dan berita klarifikasi dari situs cek fakta resmi (turnbackhoax.id)
  16. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021
  17. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021
  18. Lembar Asesmen Sumatif Bab 3: Bagian 1 (Tes Tertulis Uraian dan Isian) dan Bagian 2 (Lembar Telaah Analisis Teks dan Sumber)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.