MODUL AJAR Informatika — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 1 — Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Informatika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Berpikir Komputasi untuk Penyelesaian Masalah |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 40 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.1.1 Menerapkan berpikir komputasional untuk problem dalam kehidupan sehari-hari
- TP 7.1.2 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
- TP 7.1.3 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil
- TP 7.1.4 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa saat membeli makanan di kantin orang yang datang lebih dulu harus dilayani lebih dulu?
- Jika kamu harus memasak air sambil mengerjakan PR dan mencuci sepatu, urutan atau pembagian waktu seperti apa yang membuat semua pekerjaan selesai paling cepat?
- Bagaimana kita bisa mengetahui pola urutan langkah kerja yang benar saat menyelesaikan suatu masalah komputasi?
- Mengapa penelusuran langkah demi langkah secara terurut sangat penting agar komputer atau robot tidak menghasilkan keluaran yang salah?
- Bagaimana caramu menyusun 5 buku dengan ketebalan berbeda dari yang paling tipis ke paling tebal secara teratur dan cepat?
- Mengapa kita perlu membandingkan dua data secara berurutan ketika ingin mengurutkan sekumpulan angka?
- Bagaimana caramu mengelompokkan koleksi buku perpustakaan agar mudah dicari saat dibutuhkan?
- Jika kamu memiliki 6 kartu data buku dengan atribut jenis sampul dan kategori, bagaimana aturan yang kamu buat untuk mengelompokkannya?
- Bagaimana cara kita menuliskan langkah-langkah kerja agar bisa dipahami dan dieksekusi secara tepat tanpa menimbulkan salah tafsir?
- Mengapa dalam menulis instruksi komputer kita memerlukan format terstruktur seperti pseudocode dan kosakata perintah yang terbatas?
- Bagaimana kita menuliskan aturan komputer jika suatu tindakan hanya boleh dijalankan saat syarat tertentu terpenuhi?
- Bagaimana cara menuliskan instruksi agar komputer mengulang suatu aksi sebanyak 5 kali tanpa menulis baris yang sama berulang-ulang?
- Bagaimana cara kita memecah masalah antrean dan jadwal sehari-hari menjadi langkah-langkah terurut yang logis?
- Mengapa penulisan instruksi dalam pseudocode memerlukan kosakata terbatas dan struktur yang tepat agar dapat dipahami sebagai solusi komputasi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Berpikir Komputasional untuk Menyelesaikan Problem Antrean dan Penjadwalan Aktivitas dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan berpikir komputasional untuk problem dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menerapkan prinsip berpikir komputasional untuk menyelesaikan problem antrean dan penjadwalan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Jika Ani datang antre di loket pukul 07.00 dan Budi pukul 07.05, siapakah yang selesai dilayani lebih dulu?' (acuan: Ani, karena prinsip antrean pertama datang pertama dilayani); (2) 'Jika kamu merebus telur selama 10 menit dan menyapu lantai butuh waktu 10 menit, apakah bisa dikerjakan bersamaan?' (acuan: Bisa dilakukan paralel/bersamaan saat telur direbus) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan simulasi interaktif/peragaan singkat di depan kelas tentang antrean loket dan skenario mengisi ember/memasak air di rumah untuk mengenalkan konsep antrean (FIFO/pertama datang pertama dilayani) dan penjadwalan paralel versus sekuensial (10 menit).
- Murid menyimak dan menganalisis aturan logika penjadwalan: tugas yang memerlukan waktu tunggu tanpa pengawasan penuh (seperti merebus air atau menunggu ember penuh) dapat dieksekusi bersamaan dengan tugas aktif lainnya untuk menghemat total waktu penyelesaian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Tantangan Optimasi Aktivitas' yang berisi 2 studi kasus konkret: Kasus 1 - Antrean Kasir Kantin dengan 4 pelanggan A (3 menit), B (2 menit), C (5 menit), D (1 menit) yang datang bersamaan dan harus diurutkan durasi tercepat untuk meminimalkan waktu tunggu total (acuan urutan: D, B, A, C); Kasus 2 - Penjadwalan 3 tugas pagi hari: Merebus air (15 menit), Menata buku pelajaran (5 menit), Menyapu kamar (10 menit) (25 menit).
- Murid secara mandiri menerapkan langkah dekomposisi dan penentuan urutan pada Kasus 1 dan Kasus 2 untuk menghitung total waktu minimal penyelesaian (acuan Kasus 2: Rebus air dinyalakan pada menit ke-0 s.d. menit ke-15; saat menunggu air mendidih, murid menata buku [menit 0-5] dilanjutkan menyapu kamar [menit 5-15], sehingga total waktu penyelesaian adalah 15 menit) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil solusi pengurutan antrean dan penjadwalan mereka, membandingkan efisiensi waktu antara eksekusi bertahap satu per satu (sekuensial 30 menit) dibanding eksekusi paralel (15 menit) (5 menit).
- Murid menyimpulkan sendiri bagaimana cara berpikir komputasional membantu mereka menghemat waktu dalam aktivitas harian (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir soal cepat tertulis: 'Tentukan total waktu minimum untuk menyelesaikan 2 tugas: Mengeringkan baju di mesin cuci (30 menit) dan Merapikan meja belajar (15 menit)' (acuan: 30 menit, karena merapikan meja dapat dikerjakan saat mesin cuci berjalan) (3 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang penelusuran pola langkah kerja terurut, dan menutup kelas dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram linimasa visual (garis waktu berpetak menit) untuk memetakan pekerjaan paralel, sedangkan murid yang cepat diberikan skenario tambahan dengan 4 aktivitas bertenggat waktu.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca waktu tunggu, sementara murid yang mahir menyelesaikan mandiri secara penuh.
- Produk: Format penyelesaian boleh berupa diagram linimasa blok waktu atau tabel daftar urutan waktu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan logika urutan: (1) 'Jika Ani antre pukul 07.00 dan Budi pukul 07.05 di loket tunggal, siapa dilayani lebih dulu?' (acuan: Ani); (2) 'Apakah merebus telur 10 menit dan menyapu lantai 10 menit bisa berjalan bersamaan?' (acuan: Bisa berjalan bersamaan saat menunggu air telur mendidih).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemecahan masalah pada Lembar Kerja: Ketepatan penentuan urutan antrean Kasus 1 (acuan urutan: D, B, A, C dengan total waktu antre minimal) dan ketepatan alokasi waktu penjadwalan paralel Kasus 2 (acuan: merebus air 15 menit berjalan paralel dengan menata buku 5 menit dan menyapu 10 menit, total waktu 15 menit).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 1 butir: Menghitung total waktu minimal untuk tugas Mengeringkan baju di mesin cuci (30 menit) dan Merapikan meja belajar (15 menit) (acuan: 30 menit, karena merapikan meja belajar dilakukan bersamaan saat mesin cuci berputar).
Formatif:- Penilaian proses pemecahan masalah pada Lembar Kerja Tantangan Optimasi Aktivitas (Kasus 1 dan Kasus 2)
- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Berpikir Komputasional pada Problem Antrean dan Penjadwalan | Belum mampu menentukan urutan antrean dan menghitung total waktu penjadwalan paralel secara tepat pada kedua kasus. | Mampu menyelesaikan 1 dari 2 kasus secara tepat (hanya tepat pada urutan antrean Kasus 1 acuan D-B-A-C ATAU penjadwalan Kasus 2 acuan 15 menit). | Mampu menyelesaikan kedua kasus (urutan antrean Kasus 1 acuan D-B-A-C DAN total waktu penjadwalan Kasus 2 acuan 15 menit) secara tepat dengan sedikit bimbingan. | Mampu menyelesaikan kedua kasus (urutan antrean Kasus 1 acuan D-B-A-C DAN total waktu penjadwalan Kasus 2 acuan 15 menit) secara tepat dan mandiri serta memberikan pembuktian efisiensi waktu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kehidupan sehari-hari (antrean kantin dan merebus air) efektif membantu murid memahami konsep optimasi penjadwalan?
- Bagian mana dari langkah pemecahan masalah antrean/jadwal yang paling banyak menimbulkan kesalahan berpikir pada murid?
Murid:- Pekerjaan rumah tangga atau kegiatan apa dalam rutinitas harianmu yang mulai sekarang bisa kamu jadwalkan secara bersamaan agar lebih cepat selesai?
- Bagian mana dari perhitungan urutan antrean tadi yang paling menantang bagimu?
Pertemuan 2 — Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Penelusuran Pola Langkah Kerja Terurut — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.2 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal: menampilkan deret pola langkah 3 arah robot pada papan tulis: 'Maju, Belok Kanan, Maju, Belok Kiri, Maju, Belok Kanan, ...'. Murid diminta menuliskan 2 langkah berikutnya pada selembar kertas kecil (acuan: langkah ke-7 adalah Maju, langkah ke-8 adalah Belok Kiri) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi penelusuran pola langkah kerja terurut (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati papan tulis yang menampilkan diagram alur kerja terurut untuk sebuah mesin pembuat gelang berpola: Langkah 1 = Masukkan Manik Merah, Langkah 2 = Masukkan Manik Biru, Langkah 3 = Masukkan Manik Hijau, Langkah 4 = Ulangi ke Langkah 1. Murid menelaah keteraturan pola perulangan manik tersebut (acuan: pola warna selalu Merah - Biru - Hijau) (10 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru menelusuri eksekusi langkah kerja terurut langkah demi langkah (trace table/tabel penelusuran) dari langkah ke-1 hingga langkah ke-9 untuk menentukan manik pada urutan ke-8 (acuan: urutan 8 = Manik Biru) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan interaktif 'Detektif Langkah Robot': murid berpasangan saling memberikan tebakan posisi akhir pion robot pada petak 4x4 berdasarkan 4 instruksi gerak terurut yang dibagikan guru (instruksi: Maju 2 langkah, Belok Kanan 90 derajat, Maju 1 langkah, Belok Kiri 90 derajat; posisi awal petak (1,1) menghadap Utara). Pasangan yang berhasil menemukan petak akhir (petak 2,3) mendapat kartu verifikasi detektif (15 menit).
- Secara mandiri, murid menyelesaikan Lembar Kerja Masalah Komputasi Penelusuran Pola Langkah Kerja Terurut yang memuat 3 masalah: (1) Menentukan urutan langkah 4 kartu kerja acak agar robot mencapai target: Kartu A 'Maju 3 langkah', Kartu B 'Belok Kanan', Kartu C 'Ambil Bintang', Kartu D 'Maju 1 langkah' (acuan urutan benar: A - B - D - C); (2) Menelusuri pola deret gerak 5 siklus: [Maju, Maju, Putar, Maju] untuk menentukan perintah ke-10 (acuan: Maju); (3) Menemukan kesalahan urutan pada algoritma menyusun 4 balok bersusun: Langkah A 'Letakkan Balok Dasar', Langkah B 'Letakkan Balok Puncak', Langkah C 'Letakkan Balok Tengah' (acuan: Langkah B dan C tertukar posisinya) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penelusuran langkah mandirinya dengan membandingkan tabel penelusuran langkah per langkah terhadap kunci acuan yang dibuka guru di layar proyektor (5 menit).
- Murid menuliskan satu kesadaran reflektif di lembar kerja mengenai pentingnya memeriksa urutan langkah secara sistematis sebelum menarik kesimpulan akhir pada masalah komputasi (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan konsep berpikir komputasional dalam menelusuri pola langkah kerja terurut pada masalah komputasi (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas penyelesaian LK, mengapresiasi ketelitian murid, dan menginfokan topik pertemuan berikutnya mengenai pengurutan data sederhana (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual petak kisi berlabel angka langkah (1-4); bagi murid cepat diberikan kisi berukuran 6x6 dengan rintangan tambahan pada penelusuran langkah.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu menelusuri langkah menggunakan simulasi fisik benda bergerak (pion); murid yang mahir langsung menelusuri secara mental menggunakan tabel penelusuran (trace table).
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan 3 masalah komputasi penelusuran pola langkah pada LK; murid cepat dapat menyelesaikan masalah tantangan tambahan pola penelusuran langkah ke-15 pada deret siklus yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid diminta menentukan 2 langkah lanjutan dari pola gerak robot: 'Maju, Belok Kanan, Maju, Belok Kiri, Maju, Belok Kanan, ...' (acuan kunci: langkah ke-7 adalah 'Maju', langkah ke-8 adalah 'Belok Kiri'). Guru memetakan kesiapan murid dalam mengenali pola kerja terurut.
Proses:- Observasi ketepatan murid menelusuri pola langkah pada tantangan detektif posisi petak robot (acuan: koordinat akhir petak (2,3)).
- Penilaian lembar kerja mandiri penelusuran 3 masalah komputasi pola langkah terurut: Butir 1 susunan kartu kerja (acuan: A - B - D - C); Butir 2 langkah ke-10 siklus gerak (acuan: Maju); Butir 3 deteksi langkah tertukar (acuan: Langkah B dan Langkah C tertukar).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri pada akhir pembelajaran: murid menuliskan hasil telusur instruksi terurut [Mulai - Geser 2 - Lompat 1 - Geser 2 - Selesai] pada garis bilangan mulai dari titik 0 (acuan: posisi akhir titik 4; lompatan di titik 2).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal pola langkah arah robot
- Pengamatan unjuk kerja tantangan detektif langkah robot
- Pemeriksaan lembar kerja penelusuran pola langkah terurut (3 butir soal masalah komputasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penelusuran Pola Langkah Kerja Terurut | Murid belum tepat menelusuri urutan langkah kerja dan belum mampu menyelesaikan 3 butir masalah komputasi (0 butir benar dari 3 butir acuan). | Murid mampu menelusuri pola langkah kerja terurut dengan bantuan bimbingan guru dan menyelesaikan 1 dari 3 butir masalah komputasi secara tepat sesuai acuan. | Murid mampu menelusuri pola langkah kerja terurut secara mandiri dan menyelesaikan minimal 2 dari 3 butir masalah komputasi secara tepat sesuai acuan. | Murid mampu menelusuri pola langkah kerja terurut secara mandiri, teliti, dan konsisten menyelesaikan seluruh 3 butir masalah komputasi secara tepat sesuai acuan (urutan A-B-D-C, langkah ke-10 'Maju', dan koreksi posisi langkah B dan C). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas tantangan berpasangan detektif langkah robot efektif memotivasi murid memahami eksekusi langkah terurut?
- Bagian mana dari penelusuran langkah komputasi yang masih banyak membuat murid keliru?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menelusuri pola langkah kerja komputasi secara urut tanpa melompati instruksi?
- Strategi apa yang paling membantu saya saat menemukan langkah kerja yang keliru atau terbalik?
Pertemuan 3 — Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menyelesaikan Persoalan Pengurutan Himpunan Data Berstruktur Sederhana dengan Volume Kecil — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.3 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pengurutan data terstruktur bervolume kecil (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid mengurutkan 4 angka acak di papan tulis [18, 5, 24, 11] secara menaik (ascending) (acuan urutan benar: 5, 11, 18, 24) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan konsep pengurutan data berstruktur sederhana (kumpulan data angka berat badan murid dalam kilogram: [42, 35, 50, 38]) menggunakan kartu angka di depan kelas secara bertahap membandingkan dua elemen bersebelahan (10 menit).
- Murid mencermati bagaimana nilai terkecil/terbesar dipindahkan secara sistematis langkah demi langkah hingga himpunan data tersusun rapi dari nilai terkecil ke terbesar (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Tukar Kartu Data' menggunakan 5 kartu angka acak [34, 12, 56, 23, 45] untuk diurutkan secara menaik dengan membandingkan dan menukar posisi dua kartu berdampingan (acuan hasil urutan: 12, 23, 34, 45, 56) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Pengurutan Data berisi 2 kasus pengurutan himpunan data sederhana bervolume kecil: Kasus 1 mengurutkan tinggi badan (cm) [155, 140, 162, 148, 150] secara menaik (acuan: 140, 148, 150, 155, 162); Kasus 2 mengurutkan nilai tugas [75, 90, 60, 85, 95] secara menurun (descending) (acuan: 95, 90, 85, 75, 60) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan tahapan perbandingan dan posisi akhir urutan data yang telah mereka kerjakan bersama pasangan sebelahnya (5 menit).
- Murid menyampaikan kendala teknis saat menentukan urutan data dan menyimpulkan pentingnya keteraturan langkah pembandingan data bervolume kecil (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap konsep pengurutan data terstruktur sederhana dan memberikan umpan balik umum atas hasil lembar latihan murid (3 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang pengelompokan himpunan data berstruktur sederhana berdasarkan atribut, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu data dengan volume lebih sedikit (3-4 data angka), sedangkan murid yang cepat diberikan 6 data angka untuk diurutkan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara bertahap dalam melakukan perbandingan dua angka bersebelahan secara visual, sementara murid mahir bekerja mandiri tanpa peraga.
- Produk: Semua murid menghasilkan urutan data akhir yang tepat sesuai kriteria urut menaik atau menurun.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal pengurutan: murid diminta mengurutkan 4 angka acak [18, 5, 24, 11] dari terkecil ke terbesar pada kertas kecil (acuan: 5, 11, 18, 24).
Proses:- Observasi keteraturan langkah perbandingan murid saat melakukan manipulasi kartu urutan pada himpunan data [34, 12, 56, 23, 45] (acuan urutan benar: 12, 23, 34, 45, 56).
- Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada Lembar Latihan Pengurutan Data: Kasus 1 tinggi badan [155, 140, 162, 148, 150] diurutkan menaik (acuan: 140, 148, 150, 155, 162); Kasus 2 nilai tugas [75, 90, 60, 85, 95] diurutkan menurun (acuan: 95, 90, 85, 75, 60).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (Exit Ticket): murid menuliskan hasil pengurutan secara menaik untuk himpunan data volume kecil [27, 14, 39, 8] (acuan tepat: 8, 14, 27, 39).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan Tukar Kartu Data berpasangan
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Latihan Pengurutan Data
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan pengurutan data menaik (ascending) pada volume kecil | Belum mampu menyusun himpunan data [155, 140, 162, 148, 150] secara berurutan dengan benar (kurang dari 2 data tepat). | Mampu menempatkan 2 hingga 3 data dengan tepat pada posisi urutan himpunan data [140, 148, 150, 155, 162] dengan bimbingan. | Mampu mengurutkan seluruh 5 data tinggi badan [155, 140, 162, 148, 150] secara menaik menjadi [140, 148, 150, 155, 162] secara tepat. | Mampu mengurutkan seluruh 5 data tinggi badan menjadi [140, 148, 150, 155, 162] secara tepat dan mandiri serta konsisten menuntaskan himpunan data tambahan. | | Penerapan pengurutan data menurun (descending) pada volume kecil | Belum mampu menyusun himpunan data nilai [75, 90, 60, 85, 95] secara menurun dengan tepat (kurang dari 2 data tepat). | Mampu menempatkan 2 hingga 3 data dengan tepat pada posisi urutan nilai menurun [95, 90, 85, 75, 60] dengan bimbingan. | Mampu mengurutkan seluruh 5 data nilai [75, 90, 60, 85, 95] secara menurun menjadi [95, 90, 85, 75, 60] secara tepat. | Mampu mengurutkan seluruh 5 data nilai menjadi [95, 90, 85, 75, 60] secara menurun secara tepat, mandiri, dan cepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah peragaan membandingkan dua data membantu murid memahami proses pengurutan data terstruktur?
- Bagian mana dari aktivitas manipulasi kartu yang membutuhkan penjelasan lebih terperinci pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari langkah pengurutan angka yang menurutmu paling menantang?
- Strategi apa yang membantumu mengurutkan data dengan cepat dan teliti?
Pertemuan 4 — Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menyelesaikan Persoalan Pengelompokan Himpunan Data Berstruktur Sederhana Berdasarkan Atribut — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.3 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan berpikir komputasional dalam mengelompokkan himpunan data berstruktur sederhana berdasarkan atribut (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 4 item benda: (1) Penghapus pensil putih, (2) Penggaris plastik bening, (3) Penghapus papan hitam, (4) Penggaris besi perak, lalu meminta murid menyebutkan atribut pengelompokan yang membagi benda menjadi 2 kelompok yang tepat (acuan: atribut 'Fungsi' membagi kelompok Penghapus [1, 3] dan Penggaris [2, 4]; atau atribut 'Bahan' membagi Plastik/Karet [1, 2] dan Keras/Logam/Kayu [3, 4]) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati penjelasan guru mengenai konsep data berstruktur sederhana yang memiliki entitas dan atribut (misalnya: judul, kategori/genre, dan tebal halaman) melalui contoh data 4 judul buku fiksi dan nonfiksi (8 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati tabel contoh data 4 barang toko: (1) Pensil 2B [Alat Tulis, Rp3.000], (2) Roti Cokelat [Makanan, Rp5.000], (3) Pulpen Gel [Alat Tulis, Rp4.000], (4) Susu Kotak [Makanan, Rp6.000], lalu mengidentifikasi nama atribut pembeda utama yaitu atribut Kategori (Alat Tulis vs Makanan) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Sortir Cepat Data Buku': setiap pasangan menerima lembar kerja dengan 6 entitas data buku: B1 (Kancil Cerdik; Fabel; 24 hlm), B2 (Ensiklopedia Sains; Edukasi; 120 hlm), B3 (Kelinci Pemberani; Fabel; 30 hlm), B4 (Atlas Dunia; Edukasi; 96 hlm), B5 (Petualangan Semut; Fabel; 18 hlm), B6 (Tata Surya; Edukasi; 80 hlm). Murid bertanding mengelompokkan ke dalam wadah Fabel dan Edukasi secara tepat dan cepat (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja pengelompokan himpunan data 6 koleksi multimedia sekolah: D1 (Video Tari; Video; 15 MB), D2 (Lagu Daerah; Audio; 4 MB), D3 (Video Senam; Video; 45 MB), D4 (Rekaman Pidato; Audio; 8 MB), D5 (Dongeng Suara; Audio; 12 MB), D6 (Video Dokumenter; Video; 80 MB) berdasarkan atribut 'Format' (Audio vs Video) dan subkelompok berdasarkan atribut 'Ukuran' (Kecil: <= 15 MB vs Besar: > 15 MB) (acuan: Kelompok Audio: D2 [Kecil], D4 [Kecil], D5 [Kecil]; Kelompok Video: D1 [Kecil], D3 [Besar], D6 [Besar]) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mencocokkan hasil pengelompokan data multimedia secara mandiri dengan kunci verifikasi yang dipaparkan guru di papan tulis (5 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi singkat mengenai pentingnya mengenali nilai atribut secara cermat dalam memilah data berstruktur agar tidak terjadi salah penempatan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan murid dalam mengelompokkan himpunan data terstruktur berdasarkan nilai atribut yang ditentukan (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan arahan untuk materi pertemuan berikutnya dan memimpin doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu data dengan kode warna penanda atribut; murid mahir diberikan kartu data 6 entitas dengan 3 atribut sekaligus (Format, Ukuran, Kategori).
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung oleh guru dengan memeriksa atribut satu per satu; murid yang cepat bekerja mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengelompokkan data berdasarkan 1 atribut utama (Format); murid mahir mengelompokkan data bersarang berdasarkan 2 atribut sekaligus (Format dan Rentang Ukuran).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan/tulis singkat: Diberikan 4 data benda: (1) Penghapus pensil putih, (2) Penggaris plastik bening, (3) Penghapus papan hitam, (4) Penggaris besi perak. Murid diminta menuliskan atribut pengelompokan yang membagi data menjadi dua kelompok seimbang (acuan: atribut 'Fungsi' membagi [1, 3] dan [2, 4]; atau atribut 'Bahan' membagi [1, 2] dan [3, 4]).
Proses:- Cek ketepatan pengelompokan 6 entitas data buku dalam tantangan Sortir Cepat Data Buku: Wadah Fabel = B1, B3, B5; Wadah Edukasi = B2, B4, B6.
- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 6 entitas data multimedia (D1 s.d. D6) pada LKPD individu: Kategori Audio = D2, D4, D5; Kategori Video = D1, D3, D6; Subkelompok Ukuran Kecil (<= 15 MB) = D1, D2, D4, D5; Subkelompok Ukuran Besar (> 15 MB) = D3, D6.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri 2 butir: (1) Kelompokkan 3 data file: F1 (Teks, 2 MB), F2 (Gambar, 5 MB), F3 (Teks, 1 MB) berdasarkan format (acuan: Teks = F1, F3; Gambar = F2); (2) Tentukan data yang masuk kategori Teks dengan ukuran <= 1 MB (acuan: F3).
Formatif:- Pengamatan kinerja saat permainan Sortir Cepat Data Buku secara berpasangan
- Pemeriksaan lembar kerja pengelompokan 6 data multimedia berdasarkan atribut Format dan Ukuran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengelompokan himpunan data berstruktur berdasarkan atribut | Mengelompokkan data berstruktur sederhana dengan benar pada kurang dari 3 dari 6 entitas data yang diberikan sesuai atribut. | Mengelompokkan data berstruktur sederhana dengan benar pada 3 sampai 4 dari 6 entitas data yang diberikan sesuai atribut. | Mengelompokkan data berstruktur sederhana dengan benar pada 5 sampai 6 dari 6 entitas data yang diberikan sesuai 1 atribut utama. | Mengelompokkan seluruh 6 dari 6 entitas data berstruktur sederhana dengan tepat berdasarkan kombinasi 2 atribut (Format dan Ukuran) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tahapan mengaplikasi pengelompokan data berstruktur cukup bagi seluruh murid?
- Apakah variasi aktivitas permainan berpasangan membantu murid memahami fungsi atribut dalam pengelompokan data?
Murid:- Bagian mana dari pengelompokan data berdasarkan atribut yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Bagaimana caraku memastikan tidak ada data yang salah masuk kelompok saat atributnya diperiksa?
Pertemuan 5 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Runtutan Menggunakan Simbol dan Kosakata Terbatas dalam Format Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.4 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penulisan instruksi runtutan menggunakan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menentukan urutan 3 kartu instruksi acak untuk membuat teh manis: [A] Masukkan gula dan aduk rata, [B] Siapkan air panas dalam cangkir, [C] Celupkan kantong teh (acuan urutan benar: B -> C -> A) untuk memetakan kesiapan murid dalam menyusun instruksi berurutan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai konvensi penulisan instruksi runtutan menggunakan kosakata terbatas (START/MULAI, INPUT/BACA, PROSES/HITUNG, OUTPUT/TULIS, END/SELESAI) serta representasi simbolik tanda panah arah (MAJU, PUTAR_KANAN, PUTAR_KIRI) secara berkesadaran terhadap pentingnya ketepatan urutan langkah logis (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan permainan papan berpetak 4x4 'Robot Pengumpul Bintang': murid menyusun 5 baris instruksi runtutan dengan simbol (simbol panah maju: ↑, belok kanan 90 derajat: ↱, belok kiri 90 derajat: ↰) dan menuliskan pseudocode padanannya agar bidak robot bergerak dari kotak awal (1,1) menuju kotak bintang di (3,2) tanpa menabrak rintangan batu di (2,1) (acuan instruksi benar berurutan: 1. MULAI, 2. MAJU (↑), 3. PUTAR_KANAN (↱), 4. MAJU (↑), 5. SELESAI) dalam suasana belajar yang menggembirakan (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja menuliskan sekumpulan instruksi runtutan format pseudocode lengkap untuk menghitung total harga pembelian 3 buku dengan harga per buku Rp5.000: instruksi terdiri atas 5 baris terurut (acuan kunci baris pseudocode: Baris 1: MULAI / START; Baris 2: BACA harga_satuan = 5000 dan jumlah = 3; Baris 3: HITUNG total = harga_satuan * jumlah; Baris 4: TULIS total; Baris 5: SELESAI / END) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penulisan pseudocode masing-masing, memverifikasi apakah kosakata terbatas dan simbol runtutan sudah tepat letak serta tidak ada baris logika yang terbalik atau terlewat sebelum dikumpulkan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan dasar menuliskan instruksi runtutan menggunakan format pseudocode dengan kosakata terbatas (MULAI, BACA, HITUNG, TULIS, SELESAI) dan simbol (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman berupa 1 soal cepat tertulis: menuliskan 1 baris kata kunci pseudocode untuk menampilkan hasil perhitungan ke layar (acuan jawaban: TULIS atau OUTPUT atau DISPLAY) dan menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya tentang percabangan dan perulangan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan kata kunci pseudocode (MULAI, BACA, HITUNG, TULIS, SELESAI) beserta arti simbol panah; murid mahir diberikan studi kasus instruksi runtutan dengan 4 variabel aritmatika sederhana.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi menyusun baris demi baris secara bertahap; murid mahir langsung menulis pseudocode secara mandiri tanpa kartu bantuan.
- Produk: Format penulisan tetap berupa sekumpulan instruksi runtutan pseudocode dengan kosakata terbatas atau simbol, dengan variasi kompleksitas jumlah baris instruksi (5 baris dasar untuk pemula, hingga 7 baris runtutan untuk murid yang lebih cepat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik penyusunan urutan logis 3 instruksi acak membuat teh manis: [A] Masukkan gula dan aduk rata, [B] Siapkan air panas dalam cangkir, [C] Celupkan kantong teh (acuan kunci urutan benar: B -> C -> A).
Proses:- Pengamatan ketepatan murid menuliskan 5 baris instruksi runtutan dengan simbol arah (↑, ↱, ↰) pada aktivitas bidak robot (acuan: MULAI -> MAJU -> PUTAR_KANAN -> MAJU -> SELESAI).
- Pemeriksaan ketepatan 5 baris penulisan pseudocode runtutan perhitungan total harga pada lembar kerja (acuan: Baris 1: MULAI; Baris 2: BACA harga_satuan = 5000 dan jumlah = 3; Baris 3: HITUNG total = harga_satuan * jumlah; Baris 4: TULIS total; Baris 5: SELESAI).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir cepat: Menuliskan kosakata terbatas dalam pseudocode yang digunakan untuk menampilkan hasil perhitungan (acuan jawaban benar: TULIS atau OUTPUT atau CETAK atau DISPLAY).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penulisan pseudocode dan simbol pada papan petak Robot Pengumpul Bintang
- Pemeriksaan lembar kerja penulisan sekumpulan instruksi runtutan dalam format pseudocode
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan penulisan instruksi runtutan dalam format pseudocode menggunakan kosakata terbatas atau simbol | Belum mampu menuliskan instruksi dalam format pseudocode; baris instruksi tidak runtut dan belum menggunakan kosakata terbatas atau simbol sesuai acuan. | Menuliskan instruksi runtutan dalam format pseudocode namun hanya 1-2 baris instruksi yang tepat menggunakan kosakata terbatas atau simbol sesuai acuan. | Menuliskan sekumpulan instruksi runtutan dalam format pseudocode dengan 3-4 baris tepat menggunakan kosakata terbatas atau simbol sesuai acuan secara mandiri. | Menuliskan seluruh (5 baris) instruksi runtutan dalam format pseudocode secara lengkap, runtut, dan tepat menggunakan kosakata terbatas serta simbol sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu memahami kegunaan kosakata terbatas dan simbol runtutan dalam menyusun pseudocode?
- Bagian mana dari aktivitas permainan papan robot yang paling efektif membantu pemahaman murid mengenai urutan instruksi?
Murid:- Apakah kamu dapat menuliskan instruksi langkah demi langkah menggunakan kata kunci pseudocode dengan runtut?
- Apa kesulitan yang kamu temui saat mengubah instruksi langkah biasa menjadi format pseudocode dan simbol?
Pertemuan 6 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Percabangan dan Perulangan Menggunakan Kosakata Terbatas dalam Format Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.4 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup belajar yaitu menuliskan instruksi percabangan (JIKA-MAKA) dan perulangan (ULANGI) menggunakan format pseudocode (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta melengkapi 2 format pseudocode rumpang di papan tulis: (1) '[...] lampu_merah MAKA berhenti' dan (2) '[...] 3 KALI cetak 'Halo'' (acuan jawaban benar: (1) JIKA; (2) ULANGI) untuk mengecek kesiapan konsep percabangan dan perulangan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemodelan format kosakata terbatas pseudocode untuk struktur percabangan: 'JIKA <kondisi> MAKA <aksi>' / 'JIKA <kondisi> MAKA <aksi> LAINNYA <aksi>' dan perulangan: 'ULANGI <jumlah> KALI <aksi>' atau 'SELAMA <kondisi> LAKUKAN <aksi>' (10 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis tebak instruksi kartu pseudocode secara menggembirakan, mencocokkan skenario sehari-hari dengan potongan pseudocode yang tepat (misal: 'JIKA hujan MAKA bawa payung') (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode untuk Skenario 1 (Percabangan robot pemilah): Jika sensor mendeteksi rintangan maka belok kanan, lainnya maju 1 langkah (acuan: JIKA sensor = rintangan MAKA belok_kanan LAINNYA maju 1 langkah) (15 menit).
- Murid melanjutkan menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode untuk Skenario 2 (Perulangan robot pembersih): Ulangi 4 kali langkah maju 1 kotak dan ambil sampah (acuan: ULANGI 4 KALI [maju 1 langkah, ambil_sampah]) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menelaah kembali hasil penulisan instruksi pseudocode miliknya secara cermat, memeriksa apakah struktur JIKA-MAKA dan ULANGI sudah tertulis tepat dan runtut (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap ketepatan penulisan sintaks kosakata terbatas pseudocode yang telah dibuat murid (6 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu acuan kosakata terbatas (JIKA, MAKA, LAINNYA, ULANGI, SELAMA) sebagai panduan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci rumpang; murid mahir langsung menulis pseudocode skenario bersarang (percabangan di dalam perulangan).
- Produk: Format penulisan pseudocode percabangan dan perulangan dapat menggunakan blok teks terstruktur standar atau pseudocode bertakik (indentasi).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat melengkapi 2 kata kunci rumpang: (1) '[...] lampu_merah MAKA berhenti' (acuan: JIKA) dan (2) '[...] 3 KALI cetak 'Halo'' (acuan: ULANGI).
Proses:- Observasi dan pemeriksaan langsung penulisan pseudocode Skenario 1 (Percabangan: JIKA sensor = rintangan MAKA belok_kanan LAINNYA maju 1 langkah) dan Skenario 2 (Perulangan: ULANGI 4 KALI [maju 1 langkah, ambil_sampah]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat: murid menuliskan 1 baris pseudocode percabangan untuk kondisi baterai: 'Bila baterai < 20% lakukan pengisian daya' (acuan: JIKA baterai < 20% MAKA isi_daya).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja penulisan pseudocode percabangan dan perulangan berdasarkan ketepatan penggunaan kosakata terbatas dan logika kondisi/loop.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penulisan Pseudocode Percabangan | Belum mampu menuliskan struktur percabangan menggunakan kosakata terbatas (JIKA, MAKA). | Menuliskan struktur percabangan dengan kosakata terbatas namun kondisi atau aksi belum tepat sesuai skenario. | Menuliskan instruksi percabangan secara tepat menggunakan format kosakata terbatas (JIKA kondisi MAKA aksi LAINNYA aksi) sesuai skenario. | Menuliskan instruksi percabangan secara mandiri, tepat, runtut, dan lengkap dengan alternatif kondisi ganda secara logis. | | Ketepatan Penulisan Pseudocode Perulangan | Belum mampu menuliskan struktur perulangan menggunakan kosakata terbatas (ULANGI / SELAMA). | Menuliskan struktur perulangan namun batasan jumlah perulangan atau aksi yang diulang belum tepat. | Menuliskan instruksi perulangan secara tepat menggunakan format kosakata terbatas (ULANGI n KALI aksi) sesuai skenario. | Menuliskan instruksi perulangan secara mandiri, tepat, efisien, dan mampu mengombinasikan urutan aksi di dalam blok perulangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami transisi logika percabangan dan perulangan ke dalam penulisan kosakata terbatas pseudocode?
- Bagian mana dari penulisan instruksi percabangan/perulangan yang paling banyak mengalami kekeliruan sintaks oleh murid?
Murid:- Apakah saya sudah bisa membedakan kapan harus menggunakan kata kunci JIKA-MAKA dan kapan menggunakan ULANGI dalam pseudocode?
- Kesulitan apa yang saya rasakan saat menuliskan instruksi langkah-langkah komputasi dalam bentuk pseudocode?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan berpikir komputasional untuk problem dalam kehidupan sehari-hari
- TP 7.1.2 Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi
- TP 7.1.3 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil
- TP 7.1.4 Menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, mengondisikan ruang kelas agar tenang dan kondusif untuk asesmen sumatif, serta membagikan naskah Asesmen Sumatif Bab 1 yang terdiri atas Bagian 1 (Tes Tertulis Penalaran) dan Bagian 2 (Unjuk Kerja Analisis Data dan Pseudocode) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai tata tertib pengerjaan secara mandiri, pembagian alokasi waktu untuk masing-masing bagian (Bagian 1: 35 menit, Bagian 2: 35 menit), serta kriteria penyelesaian berkas lembar kerja asesmen sumatif (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Penalaran Pemecahan Masalah) secara individual pada lembar jawaban: Soal A (Dekomposisi Antrean Toko Roti): Membagi antrean 3 pelanggan (P1 belanja 5 menit, P2 belanja 2 menit, P3 belanja 4 menit) untuk menentukan urutan agar total waktu tunggu minimum; Soal B (Penjadwalan 3 Aktivitas Belajar): Mengatur jadwal aktivitas A (08.00-09.00), B (08.30-09.30), C (09.00-10.00) tanpa bentrok; Soal C (Algoritma Penelusuran Pola): Menyusun algoritma pencarian kartu angka genap terkecil dari deret [7, 4, 9, 2, 6] (Acuan Kunci: Soal A urutan P2-P3-P1 dengan total tunggu minimum; Soal B pilih aktivitas A lalu C; Soal C langkah: inisialisasi min_genap tak terhingga, telusuri deret satu per satu, jika angka genap dan lebih kecil dari min_genap maka perbarui min_genap, hasil akhir = 2) (35 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2 (Unjuk Kerja Analisis Data dan Penulisan Pseudocode) secara individual pada lembar kerja: Tugas A (Tabel Data Sederhana): Mengorganisasikan himpunan data 4 buku [Buku1: 'Algoritma', Hal: 120, Kategori: 'TI'; Buku2: 'Cerpen', Hal: 80, Kategori: 'Fiksi'; Buku3: 'Basis Data', Hal: 150, Kategori: 'TI'; Buku4: 'Puisi', Hal: 60, Kategori: 'Fiksi'] ke dalam tabel berstruktur sederhana dan mengurutkannya berdasarkan jumlah halaman secara menaik (ascending); Tugas B (Pseudocode Terstruktur): Menuliskan pseudocode instruksi pencabangan dan perulangan untuk menghitung total buku kategori 'TI' menggunakan kosakata standar: INPUT, SET, FOR, IF, THEN, DO, ENDFOR, OUTPUT (Acuan Kunci: Tabel urut: Puisi (60), Cerpen (80), Algoritma (120), Basis Data (150); Teks pseudocode: SET total = 0; FOR setiap buku IN daftar_buku DO; IF kategori == 'TI' THEN total = total + 1; ENDIF; ENDFOR; OUTPUT total) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh berkas lembar kerja asesmen sumatif, memeriksa kelengkapan identitas diri, dan secara mandiri menandai lembar kendali pengerjaan tugas (proses refleksi keterlaksanaan asesmen) (0 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kejujuran murid selama pelaksanaan asesmen sumatif, merangkum perjalanan belajar Bab 1 Berpikir Komputasional, menyampaikan rencana pembelajaran bab berikutnya, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses tata letak teks yang jelas dan kontras bagi murid dengan hambatan visual tanpa mengubah soal maupun kriteria penilaian.
- Proses: Pemberian penegasan instruksi secara visual/verbal bagi murid yang memerlukan kejelasan tanpa memberikan bantuan petunjuk jawaban substantif.
- Produk: Format penulisan jawaban disediakan dalam baris berjarak cukup untuk memfasilitasi murid dengan tulisan tangan berukuran besar.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- tes tertulis penalaran dan unjuk kerja analisis pemecahan masalah komputasional: berkas lembar kerja asesmen sumatif yang memuat tahapan dekomposisi masalah sehari-hari, rancangan langkah algoritma komputasi, tabel representasi data berstruktur sederhana bervolume kecil, dan teks pseudocode terstruktur menggunakan simbol/kosakata terbatas
- tes tertulis penalaran pemecahan masalah: lembar jawaban berisi uraian tahapan berpikir komputasional dalam memecahkan masalah sehari-hari serta perumusan algoritma langkah kerja terurut untuk menyelesaikan persoalan komputasi yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban penalaran)
- unjuk kerja tertulis analisis data dan penulisan pseudocode: lembar kerja berisi tabel pengorganisasian himpunan data terstruktur bervolume kecil beserta teks pseudocode berisi instruksi terstruktur menggunakan kosakata terbatas/simbol standar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja analisis data dan pseudocode)
Sumatif:- tes tertulis penalaran dan unjuk kerja analisis pemecahan masalah komputasional: berkas lembar kerja asesmen sumatif yang memuat tahapan dekomposisi masalah sehari-hari, rancangan langkah algoritma komputasi, tabel representasi data berstruktur sederhana bervolume kecil, dan teks pseudocode terstruktur menggunakan simbol/kosakata terbatas
- tes tertulis penalaran pemecahan masalah: lembar jawaban berisi uraian tahapan berpikir komputasional dalam memecahkan masalah sehari-hari serta perumusan algoritma langkah kerja terurut untuk menyelesaikan persoalan komputasi yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban penalaran)
- unjuk kerja tertulis analisis data dan penulisan pseudocode: lembar kerja berisi tabel pengorganisasian himpunan data terstruktur bervolume kecil beserta teks pseudocode berisi instruksi terstruktur menggunakan kosakata terbatas/simbol standar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja analisis data dan pseudocode)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Berpikir Komputasional Problem Sehari-hari (TP 7.1.1) | Belum mampu menentukan dekomposisi antrean dan penjadwalan aktivitas sehari-hari secara logis (kedua soal 1A dan 1B tidak tepat). | Mampu menentukan solusi logis untuk salah satu persoalan, baik antrean (urutan P2-P3-P1) atau penjadwalan (aktivitas A dan C), namun salah satunya masih keliru. | Mampu menerapkan dekomposisi dan penentuan urutan pada kedua persoalan antrean (urutan P2-P3-P1) dan penjadwalan (aktivitas A dan C) secara tepat. | Mampu menerapkan dekomposisi dan penentuan urutan pada kedua persoalan (urutan antrean P2-P3-P1 dan penjadwalan A-C) secara tepat beserta langkah perhitungan waktu tunggu yang terperinci dan runtut. | | Penerapan Berpikir Komputasional Masalah Komputasi (TP 7.1.2) | Belum mampu merumuskan langkah kerja penelusuran pola komputasi (langkah algoritma mencari genap terkecil dari deret [7, 4, 9, 2, 6] tidak berurutan dan hasil akhir salah). | Mampu menuliskan langkah penelusuran namun kondisi pengecekan kelipatan genap atau pembaruan nilai terkecil belum tepat, hasil akhir belum sesuai. | Mampu merumuskan algoritma langkah kerja terurut dengan inisialisasi, perulangan pemeriksaan, dan perbandingan nilai genap terkecil sehingga menghasilkan nilai tepat (2). | Mampu merumuskan algoritma langkah kerja terurut secara sempurna, efisien, dan menyertakan pembuktian nilai akhir (2) pada setiap iterasi penelusuran. | | Pengorganisasian Himpunan Data Sederhana (TP 7.1.3) | Belum mampu mengorganisasikan data 4 buku ke dalam tabel berstruktur sederhana dan pengurutan jumlah halaman masih acak. | Mampu menyusun tabel atribut data buku namun urutan pengurutan jumlah halaman masih memuat kesalahan (hanya 1-2 buku yang urut). | Mampu mengorganisasikan seluruh data 4 buku ke dalam tabel atribut terstruktur dan mengurutkannya secara tepat menaik berdasarkan jumlah halaman (Puisi 60, Cerpen 80, Algoritma 120, Basis Data 150). | Mampu mengorganisasikan seluruh data ke dalam tabel terstruktur lengkap dan mengurutkan data secara tepat menaik tanpa kesalahan serta rapi. | | Penulisan Instruksi Format Pseudocode (TP 7.1.4) | Belum mampu menuliskan pseudocode terstruktur; kosakata yang digunakan berupa bahasa bebas naratif tanpa struktur kendali. | Menuliskan pseudocode dengan kosakata terbatas namun struktur perulangan (FOR) atau percabangan (IF-THEN) belum lengkap penutupnya (tanpa ENDIF/ENDFOR). | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode terstruktur lengkap menggunakan kosakata terbatas (SET, FOR, IF, THEN, ENDIF, ENDFOR, OUTPUT) untuk menghitung total buku kategori 'TI'. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode terstruktur secara sempurna, indentasi rapi, penggunaan variabel konsisten, dan logika instruksi tepat tanpa galat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen asesmen sumatif mampu mengukur ketercapaian TP 7.1.1 sampai 7.1.4 secara akurat dan objektif?
- Bagaimana distribusi capaian kompetensi murid pada aspek penulisan pseudocode dan analisis data berstruktur untuk dasar tindak lanjut pembelajaran bab berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif berpikir komputasional tadi yang paling menantang untuk diselesaikan secara mandiri?
- Strategi apa yang telah berhasil saya terapkan dalam menyelesaikan penulisan langkah algoritma dan pseudocode hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek
- Lembar Kerja Murid: Tantangan Optimasi Aktivitas Harian
- Buku Panduan Guru Informatika SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021/2023)
- Buku Siswa Informatika SMP Kelas VII Bab 1 Berpikir Komputasional
- Lembar Kerja Siswa: Penelusuran Pola Langkah Kerja Terurut
- Papan petak koordinat 4x4 dan pion penelusur langkah
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas VII Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika Kelas VII Kemendikbudristek Bab 1
- Set kartu angka (media konkret data bervolume kecil)
- Lembar Latihan Pengurutan Data Sederhana
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Kartu data bertuliskan entitas dan atribut buku/multimedia
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek Bab 1
- Papan permainan petak grid 4x4 dan kartu simbol perintah arah instruksi robot
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas VII SMP/MTs (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Informatika Kelas VII SMP/MTs Bab 1 (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu Instruksi Kosakata Terbatas Pseudocode (Unplugged)
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2021/2023)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2021/2023 Bab 1 Berpikir Komputasional)
- Naskah Lembar Soal dan Lembar Jawab Asesmen Sumatif Bab 1 Informatika Kelas VII
|