MODUL AJAR Informatika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 5 — Merancang Jaringan Komputer dan Kongurasi Keamanannya INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Informatika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Merancang Jaringan Komputer dan Kongurasi Keamanannya |
|---|
| Alokasi Waktu | 41 JP (41 x 45 menit = 1845 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 17 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.5.1 Mengidentifikasi berbagai model jaringan komputer
- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
- TP 11.5.3 Melakukan troubleshooting permasalahan jaringan komputer
- TP 11.5.4 Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana komputer di laboratorium sekolah atau kantor saling terhubung secara fisik agar dapat bertukar data?
- Apa yang terjadi pada seluruh jaringan jika salah satu kabel utama atau komputer penghubung terputus pada bentuk susunan jaringan tertentu?
- Jika sebuah gedung perkantoran 4 lantai memiliki 10 komputer di tiap lantai, skema jaringan seperti apa yang paling efisien menghubungkan semuanya?
- Mengapa sebuah skema model jaringan yang sangat bagus untuk 5 komputer belum tentu cocok saat jumlah komputer bertambah menjadi 40 unit?
- Bagaimana komputer dengan sistem operasi dan perangkat keras yang berbeda dapat saling terhubung dan bertukar data secara teratur?
- Mengapa proses komunikasi data dalam jaringan komputer perlu dipecah menjadi beberapa lapisan struktural (lapisan hirarki)?
- Bagaimana sebuah file foto atau surel berukuran besar dapat terkirim melalui internet tanpa menghalangi pesan milik orang lain?
- Mengapa potongan data dalam jaringan komputer bisa memilih rute perjalanan yang berbeda-beda namun tetap utuh saat sampai di komputer penerima?
- Mengapa ketika bermain game online atau streaming video kadang terjadi jeda (lag) atau tampilan patah-patah padahal indikator koneksi masih terhubung?
- Apa yang terjadi pada paket data jaringan saat terjadi latensi tinggi atau paket hilang (packet loss) di tengah perjalanan transmisi?
- Bagaimana deretan data biner 0 dan 1 dapat diubah menjadi bentuk gelombang sinyal listrik yang merambat antarperangkat digital?
- Mengapa skema pengkodean sinyal digital seperti NRZ-L, NRZ-I, dan Bipolar AMI memiliki bentuk gelombang tegangan yang berbeda saat mentransmisikan data yang sama?
- Bagaimana suara atau data digital dari komputer dapat dikirimkan melalui gelombang radio analog tanpa kehilangan informasi?
- Mengapa siaran radio FM terdengar lebih jernih dibandingkan AM saat mentransmisikan sinyal informasi?
- Bagaimana kabel tembaga kecil dapat mengirimkan file atau sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya?
- Mengapa susunan warna pada ujung-ujung kabel UTP harus mengikuti urutan standar tertentu agar pengiriman data berhasil?
- Bagaimana kita mengetahui bahwa kabel LAN atau port switch yang kita hubungkan ke komputer mengalami kerusakan fisik tanpa membongkar seluruh jalur instalasi?
- Mengapa lampu indikator (LED status link) pada Network Interface Card (NIC) atau switch sangat penting diperiksa saat koneksi jaringan tiba-tiba terputus?
- Mengapa sebuah komputer yang kabel jaringannya sudah terpasang sempurna dan lampu indikator menyala tetap tidak bisa saling bertukar data dengan komputer di sebelahnya?
- Apa yang terjadi pada konektivitas jaringan jika dua perangkat berbeda tanpa sengaja diberikan alamat IP yang persis sama?
- Mengapa komputer yang sudah terhubung ke switch dan memiliki IP lokal tetap tidak bisa membuka halaman web di internet?
- Bagaimana peran default gateway dan tabel routing dalam meneruskan paket data keluar dari jaringan lokal?
- Bagaimana kita mengetahui secara pasti letak titik putusnya komunikasi data ketika sebuah situs web atau komputer server tidak dapat diakses?
- Apa perbedaan informasi yang dihasilkan perintah ping dan traceroute saat melacak gangguan pada koneksi jaringan?
- Mengapa sebuah server di jaringan perlu membatasi port dan alamat IP tertentu yang boleh mengakses layanannya?
- Bagaimana cara perangkat jaringan memilah paket data yang aman dan memblokir paket berbahaya berdasarkan nomor port dan IP?
- Bagaimana cara sebuah jaringan lokal melindungi server file atau printer bersama dari akses komputer lain yang tidak berhak?
- Apa yang terjadi ketika aturan firewall memblokir paket data ICMP (ping) atau port layanan tertentu pada jaringan lokal?
- Mengapa jaringan Wi-Fi publik tanpa kata sandi sangat rentan terhadap penyadapan data lalu lintas jaringan?
- Apa perbedaan mendasar antara metode autentikasi WPA2-Personal (PSK) dengan WPA2/WPA3-Enterprise dalam pengamanan akses nirkabel?
- Bagaimana cara memastikan jalur koneksi internet dari router ke jaringan lokal (baik melalui kabel ethernet maupun nirkabel Wi-Fi) tetap aman dari akses luar yang tidak sah?
- Parameter keamanan apa saja yang harus dikonfigurasikan pada gateway router agar lalu lintas data internet kabel dan nirkabel terlindungi secara terintegrasi?
- Bagaimana keterkaitan antara pemilihan model jaringan komputer dengan kemudahan troubleshooting konektivitas?
- Mengapa konfigurasi keamanan lanjut menjadi tahapan penting setelah proses transmisi data berhasil dilakukan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Karakteristik Berbagai Topologi Fisik dalam Model Jaringan Komputer — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.1 Mengidentifikasi berbagai model jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyadari tujuan pembelajaran mengenai identifikasi karakteristik topologi fisik jaringan komputer (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan diagram 3 bentuk fisik jaringan (garis lurus dengan kabel tunggal, lingkaran tertutup, dan pola terpusat pada konsentrator) lalu meminta murid menuliskan identifikasi nama dan karakteristik alur kabelnya pada selembar kertas: (1) Bus, (2) Ring, (3) Star (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berpasangan mencermati materi Aktivitas JKI-K11-01 pada Buku Siswa tentang karakteristik 4 model topologi fisik jaringan komputer: Bus (menggunakan satu kabel backbone tunggal dengan terminator di ujung), Ring (kabel menghubungkan node membentuk lingkaran tertutup searah/dua arah), Star (setiap node terhubung langsung ke perangkat pusat/switch/hub), dan Mesh (setiap node saling terhubung langsung ke banyak node lainnya) (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasan fisik dari masing-masing topologi tersebut berdasarkan struktur jalur kabel dan ketergantungan antar-perangkat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Cocok Topologi' secara berpasangan yang menggembirakan: murid mencocokkan 4 kartu skenario kondisi jaringan fisik dengan kartu model topologi yang tepat (kartu 1: 'Satu kabel utama putus mengakibatkan seluruh jaringan mati total' -> Topologi Bus; kartu 2: 'Satu node rusak menyebabkan putusnya transmisi data melingkar antar-tetangga' -> Topologi Ring; kartu 3: 'Satu kabel komputer klien putus, tetapi komputer klien lain tetap terhubung dan berfungsi normal melalui switch' -> Topologi Star; kartu 4: 'Memerlukan kabel paling banyak karena memiliki banyak jalur fisik cadangan redundan antar-semua simpul' -> Topologi Mesh) (20 menit).
- Murid mendokumentasikan hasil identifikasi karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan keempat topologi fisik ke dalam tabel Lembar Kerja JKI-K11-01 (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan melakukan verifikasi silang terhadap isian tabel identifikasi topologi kelompok lain dengan mencocokkan pada kunci karakteristik standar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap identifikasi karakteristik keempat topologi fisik dan bersama murid merumuskan simpulan bahwa bentuk fisik sambungan menentukan keandalan transmisi data (3 menit).
- Murid menyelesaikan lembar cek pemahaman singkat akhir sesi dan melakukan refleksi diri terhadap pemahaman konsep topologi sebelum kelas ditutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan diagram grafis visual berwarna yang memperlihatkan sambungan fisik perangkat switch, backbone bus, dan sambungan mesh bagi murid yang memerlukan visualisasi konkret.
- Proses: Memberikan panduan bertahap (scaffolding checklist) bagi pasangan yang membutuhkan bantuan dalam menelusuri alur kabel, serta memberikan tantangan identifikasi model topologi hybrid fisik untuk pasangan yang lebih cepat.
- Produk: Format pengisian tabel identifikasi dapat dilengkapi dalam bentuk diagram alur fisik atau tabel komparasi tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis singkat mengidentifikasi 3 model fisik jaringan komputer dari gambar skema. Acuan jawaban benar: (1) Bus: skema garis lurus dengan kabel utama tunggal; (2) Ring: skema tertutup menyerupai cincin di mana setiap node terhubung ke 2 tetangganya; (3) Star: skema terpusat di mana semua node terhubung langsung ke satu perangkat sentral (hub/switch).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan mencocokkan 4 pasangan skenario kartu topologi pada tahap Mengaplikasi. Acuan jawaban: (1) Kabel utama putus seluruh jaringan mati = Bus; (2) Kerusakan satu node memutus aliran data melingkar = Ring; (3) Satu kabel node putus, node lain tetap bekerja via konsentrator sentral = Star; (4) Kabel terbanyak dengan jalur redundan ke setiap titik = Mesh.
- Pemeriksaan Lembar Kerja JKI-K11-01 mengenai identifikasi karakteristik 4 topologi (Bus, Ring, Star, Mesh). Kriteria: tepat mengidentifikasi komponen kabel, pola sambungan, serta 1 kelebihan dan 1 kelemahan fisik dari masing-masing 4 topologi tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir soal objektif di penutup: (1) Topologi fisik apa yang paling rentan terhadap kegagalan perangkat penghubung pusat (central switch)? (Acuan: Topologi Star). (2) Topologi fisik apa yang membutuhkan kabel paling banyak dan memiliki tingkat redundansi koneksi tertinggi? (Acuan: Topologi Mesh).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan tabel identifikasi model topologi fisik Lembar Kerja JKI-K11-01
- Observasi ketepatan pemasangan kartu skenario karakteristik topologi pada aktivitas permainan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Karakteristik Model Topologi Fisik Jaringan | Mengidentifikasi dengan tepat karakteristik fisik kurang dari 2 topologi dari 4 topologi yang ditentukan (Bus, Ring, Star, Mesh). | Mengidentifikasi dengan tepat karakteristik fisik 2 topologi dari 4 topologi yang ditentukan (Bus, Ring, Star, Mesh). | Mengidentifikasi dengan tepat karakteristik fisik 3 topologi dari 4 topologi yang ditentukan (Bus, Ring, Star, Mesh). | Mengidentifikasi dengan tepat karakteristik fisik seluruh 4 topologi yang ditentukan (Bus, Ring, Star, Mesh) secara lengkap dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu skenario topologi membantu murid membedakan karakteristik fisik dan titik kegagalan tiap model jaringan?
- Bagian karakteristik topologi mana yang masih sering tertukar oleh murid dalam pengamatan proses?
Murid:- Model topologi fisik mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali ciri-cirinya? Mengapa?
- Bagaimana pemahaman tentang bentuk fisik jaringan ini membantumu membayangkan perangkat komputer di sekolah terhubung?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Skema dan Kelebihan Keterbatasan Model Jaringan Komputer Sederhana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.1 Mengidentifikasi berbagai model jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi skema serta kelebihan dan keterbatasan model jaringan komputer sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid menjawab pertanyaan lisan mengenai identifikasi komponen penghubung pada topologi star dan bus (acuan jawaban: topologi star menggunakan switch/hub sebagai titik pusat konsentrator; topologi bus menggunakan kabel utama/backbone tunggal dengan terminator di kedua ujungnya) (10 menit).
- Guru memberikan apersepsi kontekstual berupa studi kasus penataan laboratorium sekolah dan menyampaikan rencana tantangan perancangan skema jaringan 40 komputer di gedung 4 lantai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati bagan model jaringan bertingkat/hirarkis (kombinasi star antar lantai dan backbone bus/star terpusat) yang ditayangkan guru pada layar proyektor, lalu mengidentifikasi titik simpul pembagi lalu lintas data (15 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis tabel karakteristik model jaringan komputer sederhana mengenai parameter kebutuhan kabel, keandalan, skalabilitas penambahan komputer, serta risiko single point of failure (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan kelompok 'Skema Detektif': setiap kelompok menerima lembar kasus aktivitas JKI-K11-02 (skenario gedung 4 lantai dengan 40 komputer, masing-masing lantai 10 unit komputer) untuk memetakan skema model jaringan yang paling tepat (15 menit).
- Murid dalam kelompok menggambar sketsa skema model jaringan sederhana (menghubungkan 10 komputer per lantai ke switch lantai, kemudian menghubungkan switch lantai ke switch/router pusat gedung) pada lembar plano (25 menit).
- Murid mengidentifikasi secara tertulis minimal 2 kelebihan dan 2 keterbatasan dari skema model jaringan yang telah digambar pada lembar kerja (acuan kelebihan: jika salah satu switch lantai rusak maka lantai lain tidak terganggu, penambahan titik komputer baru di satu lantai mudah dilakukan; acuan keterbatasan: jika switch/router pusat gedung rusak seluruh komunikasi antar-lantai putus, biaya kabel dan perangkat switch bertingkat lebih tinggi dibanding model bus murni) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling memeriksa hasil lembar kerja skema milik kelompok di sebelahnya (peer-check) dengan mencocokkan kelengkapan perangkat penghubung dan ketepatan identifikasi kelebihan serta keterbatasannya berdasarkan daftar kriteria (15 menit).
Penutup:- Guru memandu murid merangkum kesimpulan bersama mengenai faktor pemilihan skema model jaringan komputer (kebutuhan perangkat, skalabilitas, dan titik rawan kegagalan) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja analisis skema kelompok, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif semua murid, dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya tentang struktur hirarki lapisan model referensi jaringan tanpa menutup keseluruhan bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa diagram blok hierarki 2 tingkat (Core Switch dan Workgroup Switch), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario tambahan penambahan server lokal di lantai 1.
- Proses: Pada murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi langkah pengelompokan port per lantai; bagi murid yang mahir, mereka diminta mengidentifikasi konsekuensi jika jalur kabel antar-lantai mengalami putus fisik secara mandiri.
- Produk: Format sketsa skema dapat disajikan dalam bentuk diagram simbol jaringan standar atau sketsa blok fisik sederhana dengan tingkat ketepatan identifikasi fungsi simpul yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran untuk mengecek penguasaan konsep dasar: 'Apa komponen utama penyusun topologi star dan bagaimana alur fisik pada topologi bus?' (Acuan jawaban: topologi star bertumpu pada switch/hub konsentrator; topologi bus menggunakan 1 bentangan kabel utama yang dipasangi terminator di kedua ujungnya).
Proses:- Cek formatif saat pengerjaan aktivitas JKI-K11-02: Guru memeriksa ketepatan murid dalam mengidentifikasi komponen skema (40 PC, minimal 4 switch lantai, 1 switch/router pusat) dan ketepatan minimal 2 kelebihan serta 2 keterbatasan model jaringan yang dirancang sesuai panduan materi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi berupa lembar refleksi identifikasi singkat: 'Tuliskan 1 skema model jaringan terbaik untuk kantor bertingkat beserta 1 keterbatasan utamanya!' (Acuan jawaban: Model Star Bertingkat/Hirarkis; keterbatasan utama: titik kegagalan tunggal pada switch/router pusat utama atau kebutuhan kabel penghubung vertikal antar-lantai).
Formatif:- Penilaian kinerja kelompok pada lembar aktivitas JKI-K11-02 (mengidentifikasi skema, kelebihan, dan keterbatasan model jaringan 40 komputer 4 lantai)
- Observasi partisipasi dan penalaran kritis dalam diskusi identifikasi keterbatasan skema jaringan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Skema Model Jaringan Komputer | Belum mampu menggambarkan dan mengidentifikasi hubungan antar-perangkat pada skema model jaringan 40 komputer 4 lantai secara logis. | Mampu menggambarkan skema tetapi belum tepat mengidentifikasi titik simpul penghubung (misal: 40 komputer langsung ditarik ke 1 titik tanpa switch distribusi per lantai). | Tepat mengidentifikasi dan menggambarkan skema model jaringan hierarkis/bertingkat sederhana (10 komputer terhubung ke switch di tiap 4 lantai, lalu terhubung ke switch utama gedung). | Tepat mengidentifikasi dan menggambarkan skema model jaringan hierarkis bertingkat lengkap dengan penomoran segmen dan penempatan perangkat pusat secara mandiri dan terstruktur rapi. | | Identifikasi Kelebihan dan Keterbatasan Model Jaringan | Belum mampu menyebutkan kelebihan maupun keterbatasan dari skema model jaringan yang dirancang. | Hanya mampu mengidentifikasi 1 kelebihan atau 1 keterbatasan dari skema model jaringan secara tepat. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 kelebihan dan 2 keterbatasan skema model jaringan yang dirancang sesuai acuan teknis keandalan dan skalabilitas. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 kelebihan dan 2 keterbatasan skema model jaringan secara komprehensif mencakup aspek skalabilitas, biaya kabel, dan titik rawan kegagalan (single point of failure). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario perancangan gedung 4 lantai (JKI-K11-02) mempermudah murid mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasan skema model jaringan sederhana?
- Apakah pembagian waktu 135 menit sudah efektif memfasilitasi setiap kelompok menyelesaikan sketsa dan analisis kelemahan skema?
Murid:- Bagian mana dari skema jaringan bertingkat yang menurutmu paling rentan mengalami kegagalan transmisi?
- Bagaimana caramu menentukan apakah suatu skema model jaringan sudah cukup efisien untuk jumlah komputer tertentu?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Struktur Hirarki dan Lapisan pada Model Referensi Jaringan Komputer — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.1 Mengidentifikasi berbagai model jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3 yaitu mengidentifikasi struktur hirarki dan lapisan pada model referensi jaringan komputer (OSI 7 Layer dan TCP/IP) (4 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pertanyaan di layar: (1) 'Berapa jumlah total lapisan pada model referensi OSI?' (acuan: 7 lapisan); (2) 'Sebutkan 2 contoh nama lapisan pada model jaringan komputer!' (acuan: Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, atau Physical) untuk memetakan kesiapan awal murid (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati infografis arsitektur model jaringan berlapis pada Buku Siswa (OSI 7 Layer: Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, Application; serta TCP/IP: Network Access, Internet, Transport, Application) untuk memahami fungsi hirarki per lapisannya (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep dasar pembagian lapisan dan mengarahkan murid mengidentifikasi fungsi utama tiap lapisan pada model OSI (Lapisan 1-Physical: transmisi bit fisik; Lapisan 2-Data Link: pengalamatan fisik MAC; Lapisan 3-Network: routing dan pengalamatan logis IP; Lapisan 4-Transport: transfer data end-to-end; Lapisan 5-Session: pengelolaan sesi koneksi; Lapisan 6-Presentation: format data dan enkripsi; Lapisan 7-Application: antarmuka aplikasi dengan jaringan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berkelompok berpasangan memainkan aktivitas interaktif 'Tantangan Susun Lapisan OSI': murid mengurutkan 7 kartu lapisan OSI secara runtut dari Lapisan 1 hingga Lapisan 7 dan mencocokkan setiap kartu lapisan dengan kartu peran/fungsinya secara tepat waktu (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 4 skenario lapisan komunikasi: Skenario 1: 'Pendeteksian bit biner melalui kabel tembaga atau serat optik' (acuan identifikasi: Lapisan 1 / Physical Layer); Skenario 2: 'Penentuan rute pengiriman paket berdasarkan alamat IP tujuan' (acuan identifikasi: Lapisan 3 / Network Layer); Skenario 3: 'Penyediaan layanan interaksi langsung bagi peramban web dan aplikasi email' (acuan identifikasi: Lapisan 7 / Application Layer); Skenario 4: 'Pengaturan segmentasi data dan kendali keandalan transmisi end-to-end' (acuan identifikasi: Lapisan 4 / Transport Layer) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi pada keempat skenario lembar kerja dan mengevaluasi pemahaman alur kerja hirarki model referensi jaringan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan urutan dan peran pokok lapisan pada model referensi OSI dan TCP/IP (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca pengantar packet switching pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan perbandingan visual OSI 7 Layer berdampingan dengan TCP/IP yang memuat kata kunci ringkas; murid dengan pemahaman cepat diberikan diagram pemetaan rinci yang menyandingkan protokol spesifik pada tiap lapisan.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan berdiskusi dalam kelompok terpandu dengan pendampingan bertahap dari guru; murid cepat mengidentifikasi relasi lapisan secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar identifikasi lapisan model referensi yang sama sesuai kriteria ketercapaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: (1) Berapa jumlah total lapisan pada model referensi OSI? (acuan: 7 lapisan); (2) Sebutkan 2 contoh nama lapisan pada model jaringan komputer! (acuan: Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, atau Physical).
Proses:- Observasi aktivitas berpasangan mengurutkan 7 kartu lapisan OSI secara runtut dari Lapisan 1 hingga 7: (1) Physical, (2) Data Link, (3) Network, (4) Transport, (5) Session, (6) Presentation, (7) Application.
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi fungsi lapisan pada 4 skenario: Skenario 1 (acuan: Physical Layer), Skenario 2 (acuan: Network Layer), Skenario 3 (acuan: Application Layer), dan Skenario 4 (acuan: Transport Layer).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Menyebutkan model hirarki 4 lapisan pada TCP/IP (acuan: Network Access, Internet, Transport, Application) dan membandingkan kedudukannya dengan model OSI.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Penilaian kinerja tantangan menyusun urutan 7 lapisan OSI
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 skenario lapisan model referensi jaringan komputer
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Urutan dan Lapisan Model Referensi Jaringan (OSI 7 Layer) | Mengidentifikasi dengan tepat kurang dari 2 nama/urutan lapisan dari 7 lapisan model referensi OSI (acuan: 1. Physical, 2. Data Link, 3. Network, 4. Transport, 5. Session, 6. Presentation, 7. Application). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 hingga 4 nama/urutan lapisan dari 7 lapisan model referensi OSI (acuan: 1. Physical, 2. Data Link, 3. Network, 4. Transport, 5. Session, 6. Presentation, 7. Application). | Mengidentifikasi dengan tepat 5 hingga 6 nama/urutan lapisan dari 7 lapisan model referensi OSI (acuan: 1. Physical, 2. Data Link, 3. Network, 4. Transport, 5. Session, 6. Presentation, 7. Application). | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 7 nama dan urutan lapisan model referensi OSI secara runtut dan mandiri (acuan: 1. Physical, 2. Data Link, 3. Network, 4. Transport, 5. Session, 6. Presentation, 7. Application). | | Identifikasi Peran Lapisan pada Skenario Model Jaringan Komputer | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 skenario lapisan model jaringan komputer (acuan: Skenario 1 = Physical, Skenario 2 = Network, Skenario 3 = Application, Skenario 4 = Transport). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 skenario lapisan model jaringan komputer (acuan: Skenario 1 = Physical, Skenario 2 = Network, Skenario 3 = Application, Skenario 4 = Transport). | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 skenario lapisan model jaringan komputer (acuan: Skenario 1 = Physical, Skenario 2 = Network, Skenario 3 = Application, Skenario 4 = Transport). | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 skenario lapisan model jaringan komputer secara mandiri (acuan: Skenario 1 = Physical, Skenario 2 = Network, Skenario 3 = Application, Skenario 4 = Transport). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi murid untuk memahami hirarki 7 lapisan OSI dan perbandingannya dengan TCP/IP?
- Bagian lapisan mana yang paling sering tertukar oleh murid saat mengidentifikasi fungsi lapisan jaringan?
Murid:- Lapisan model referensi mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali fungsinya?
- Bagaimana pemahaman tentang lapisan model jaringan membantumu membayangkan proses komunikasi antar-komputer?
Pertemuan 4 — Melakukan Simulasi Alur Mekanisme Pengiriman Data Packet Switching Antar Perangkat Jaringan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa sesuai keyakinan masing-masing, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu melakukan pengiriman data dengan simulasi mekanisme packet switching (5 menit).
- Guru memfasilitasi asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan pengelompokan data: 'Ketika kita mengirim file melalui jaringan, data dikirim sekaligus dalam satu gelondongan utuh atau dipecah menjadi unit-unit kecil terlebih dahulu?' (acuan jawaban benar: data dipecah menjadi unit-unit kecil/paket data terlebih dahulu sebelum dikirim) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran spesifik dan mengaitkan konsep transmisi data dengan kehidupan sehari-hari murid seperti saat mengunggah foto di media sosial (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati ilustrasi skema pengiriman data dari komputer pengirim (node pengirim) ke komputer penerima (node tujuan) yang melewati serangkaian router independen serta mengamati komponen sebuah paket data (header berisi alamat asal, alamat tujuan, nomor urut paket, dan payload) (15 menit).
- Guru membagikan lembar aktivitas pengenalan 7 kartu potongan tahapan transmisi packet switching kepada kelompok (2-3 murid), lalu murid menelaah teks dari ke-7 kartu acak tersebut: Kartu A: 'Paket yang dikirim ke jaringan, berpindah dari router ke router dengan jalur berbeda (ditetapkan oleh router). Oleh karena itu, waktu perjalanan setiap paket dapat berbeda.'; Kartu B: 'Data dipecah menjadi beberapa chunk (paket)'; Kartu C: 'Setelah paket tiba, paket-paket tersebut disusun ulang membentuk data awal.'; Kartu D: 'Jika data membutuhkan banyak paket maka urutan setiap paket dicatat.'; Kartu E: 'Jika tidak ada pesan konfirmasi, pengirim mengirimkan data lagi.'; Kartu F: 'Setiap paket memiliki alamat dari, ke alamat dan payload (potongan data).'; Kartu G: 'Pesan konfirmasi terkirim dari penerima ke pengirim yang menunjukkan bahwa pesan tersebut telah diterima.' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan dalam kelompok melakukan aktivitas interaktif 'Tantangan Susun Alur Paket': memotong dan menyusun urutan ke-7 kartu langkah pengiriman packet switching tersebut ke bagan alur kerja pengiriman data hingga membentuk alur utuh yang logis dan benar (acuan urutan tepat: 1. Kartu B [Data dipecah menjadi paket], 2. Kartu F [Setiap paket diberi alamat asal, tujuan, payload], 3. Kartu D [Urutan setiap paket dicatat], 4. Kartu A [Paket berpindah rute router secara independen], 5. Kartu C [Paket disusun ulang di penerima], 6. Kartu G [Konfirmasi penerimaan terkirim ke pengirim], 7. Kartu E [Kirim ulang data bila konfirmasi tidak diterima]) (30 menit).
- Murid melakukan simulasi bermain peran (role-play unjuk kerja) pengiriman data antar perangkat: satu murid berperan sebagai Komputer Pengirim yang memecah pesan kata 3 suku kata ke 3 amplop 'paket' bernomor urut, 2-3 murid berperan sebagai Router Node Jalur A dan Jalur B yang memilah rute jalan amplop paket secara terpisah berdasarkan tabel penunjuk arah, dan satu murid berperan sebagai Komputer Penerima yang menyusun amplop berdasarkan nomor urut lalu mengirimkan kartu 'ACK' konfirmasi (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa ketepatan susunan langkah pengiriman data kelompoknya terhadap kunci acuan verifikasi bersama guru, mencocokkan di mana letak ketidakteraturan alur jika terjadi kekeliruan urutan paket (10 menit).
- Murid menyimpulkan proses komputasi yang terjadi selama pengiriman data antar perangkat, khususnya bagaimana penomoran paket dan jalur independen router memastikan data dapat sampai secara andal meski melewati jalur yang berbeda (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil simulasi dan mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok telah berhasil melakukan alur pengiriman data packet switching sesuai tahapan logis (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama, mengingatkan topik pertemuan selanjutnya (analisis latensi dan gangguan packet loss), dan mengucapkan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan diagram alur bergambar dengan panduan warna untuk kelompok yang membutuhkan scaffolding visual dalam membedakan peran header dan payload.
- Proses: Bagi kelompok yang bergerak cepat, diberikan tantangan simulasi rute bercabang dengan 4 simpul router dan 5 paket data; bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, simulasi difokuskan pada alur linear dengan 2 router dan 2 paket data.
- Produk: Hasil susunan alur dapat dituangkan dalam bentuk penempelan kartu fisik pada kertas karton alur atau bagan digital sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Bagaimana bentuk data ketika dipindahkan antar perangkat dalam jaringan: apakah dikirim utuh langsung atau dipecah-pecah menjadi paket?' (acuan: data dipecah menjadi beberapa paket kecil/chunk yang dilengkapi identitas pengirim dan tujuan).
Proses:- Penilaian performa simulasi dan ketepatan penyusunan alur pengiriman data packet switching pada lembar kerja 7 kartu tahapan (acuan urutan benar: 1-B, 2-F, 3-D, 4-A, 5-C, 6-G, 7-E).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid menjawab secara tertulis pada lembar refleksi: 'Sebutkan 3 komponen yang wajib ada pada header paket data agar router dapat melakukan transmisi dengan benar!' (acuan: alamat pengirim/asal, alamat tujuan, dan nomor urut paket).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid melakukan simulasi pengiriman data antar perangkat (pembagian paket, pemilihan rute, dan penyusunan kembali)
- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja penyusunan 7 urutan mekanisme pengiriman data packet switching (Aktivitas JKI-K11-04)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengurutkan Alur Pengiriman Data Packet Switching | Mengurutkan kurang dari 4 kartu langkah pengiriman data packet switching secara tepat sesuai urutan acuan. | Mengurutkan 4 hingga 5 kartu langkah pengiriman data packet switching secara tepat sesuai urutan acuan. | Mengurutkan 6 kartu langkah pengiriman data packet switching secara tepat sesuai urutan acuan. | Mengurutkan seluruh 7 kartu langkah pengiriman data packet switching secara lengkap dan tepat tanpa kesalahan sesuai urutan acuan (1-B, 2-F, 3-D, 4-A, 5-C, 6-G, 7-E). | | Keterampilan Melakukan Simulasi Pengiriman Data Antar Perangkat | Melakukan simulasi pengiriman data tetapi belum mampu mempraktikkan pemecahan data atau penentuan jalur router. | Melakukan simulasi pengiriman data dengan memecah data menjadi paket, namun terjadi kekeliruan pada pengalamatan jalur router atau penyusunan kembali di penerima. | Melakukan simulasi pengiriman data dengan memecah data, mengarahkan paket melalui router independen, dan menyusun kembali paket di tujuan dengan tepat. | Melakukan simulasi pengiriman data secara mandiri dan lancar dari pemecahan data, transmisi multi-rute router, penyusunan kembali paket secara tepat nomor urut, hingga pengiriman sinyal konfirmasi penerimaan (ACK). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario simulasi peran (role-play) packet switching berjalan kondusif dan memudahkan murid memahami konsep transmisi data?
- Bagian tahapan pengiriman data mana yang paling sering membuat murid keliru dalam mengurutkan kartu alur?
- Apakah alokasi waktu 135 menit cukup efektif untuk memfasilitasi pemahaman sekaligus praktik simulasi?
Murid:- Apakah kamu dapat membayangkan bagaimana pesan fotomu dipecah dan dikirimkan melalui jalur internet setelah melakukan simulasi tadi?
- Apa peran penting nomor urut paket ketika paket-paket data menempuh rute router yang berbeda-beda?
- Tantangan apa yang kamu hadapi saat mempraktikkan alur pengiriman data bersama kelompokmu?
Pertemuan 5 — Melakukan Pengujian Pengiriman Data dengan Analisis Gangguan Latensi dan Packet Loss — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan pengujian pengiriman data antar perangkat dan menganalisis dampak gangguan latensi serta packet loss (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis: (1) 'Apa arti Round Trip Time (RTT) saat menguji pengiriman data?' (acuan: waktu yang dibutuhkan paket data untuk pergi ke tujuan dan kembali lagi ke pengirim); (2) 'Apa yang dimaksud dengan packet loss?' (acuan: kondisi ketika satu atau lebih paket data yang dikirim gagal mencapai tujuan) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati demonstrasi guru mengenai mekanisme pengujian pengiriman data menggunakan perintah ping pada command prompt terminal jaringan untuk melihat metrik latensi (RTT) dan persentase packet loss (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan kuis cepat menggembirakan 'Tebak Metrik Jaringan' menggunakan 3 kartu kasus pengiriman data: Kartu A (RTT 15 ms, Loss 0%), Kartu B (RTT 350 ms, Loss 0%), Kartu C (RTT 45 ms, Loss 40%) untuk mengidentifikasi mana kondisi transmisi normal, mengalami latensi tinggi, dan mengalami packet loss (acuan: Kartu A = transmisi lancar/normal; Kartu B = gangguan latensi tinggi; Kartu C = gangguan packet loss) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri melakukan pengujian pengiriman data antar perangkat di laboratorium komputer/simulator jaringan dengan mengeksekusi pengiriman paket data ICMP (ping) sebanyak 10 paket ke 3 target node berbeda (Node A: lokal LAN, Node B: gateway dengan simulasi delay, Node C: node dengan simulasi packet drops) (20 menit).
- Murid mencatat dan mengolah hasil uji pengiriman data ke dalam tabel pengujian: menghitung waktu rata-rata latensi (ms), menghitung persentase paket hilang (packet loss = [jumlah paket hilang / total paket dikirim] x 100%), serta menentukan status keberhasilan transmisi data berdasarkan kriteria uji (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan perhitungan latensi dan packet loss pada lembar kerja masing-masing serta membandingkan data pengiriman data normal versus data yang terganggu (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengujian pengiriman data yang dilakukan murid serta meluruskan miskonsepsi perhitungan metrik jaringan (3 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pengaruh latensi dan packet loss terhadap keberhasilan transmisi data antar perangkat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan sintaks perintah uji ping bertahap; murid yang lebih cepat diberikan skenario variasi ukuran payload data (mis. uji transmisi 32 byte vs 1024 byte).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca baris output RTT dan packet loss; murid yang mahir menguji pengiriman data secara mandiri ke target node tambahan.
- Produk: Seluruh murid melengkapi tabel hasil uji pengiriman data; murid cepat melengkapi dengan analisis perbandingan efisiensi pengiriman antar ukuran paket data.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis 2 butir: (1) Jelaskan arti Round Trip Time (RTT) saat menguji pengiriman data (acuan: waktu yang diperlukan paket data untuk menempuh perjalanan bolak-balik dari pengirim ke penerima dan kembali lagi); (2) Jelaskan apa yang dimaksud dengan packet loss dalam pengiriman data jaringan (acuan: kegagalan satu atau lebih paket data mencapai tujuan pengiriman).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menjalankan perintah pengujian pengiriman data (ping) dan ketepatan pengisian tabel data uji: (1) Ketepatan eksekusi perintah pengujian transmisi ke 3 node target; (2) Ketepatan pembacaan metrik latensi rata-rata (ms); (3) Ketepatan perhitungan persentase packet loss (rumus: [paket hilang / paket dikirim] x 100%).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir soal akhir: (1) Sebuah pengujian mengirimkan 20 paket data, diterima 17 paket dan 3 paket request timed out, hitung persentase packet loss (acuan: [3/20] x 100% = 15%); (2) Tentukan status transmisi jika node menghasilkan RTT rata-rata 480 ms tanpa paket hilang (acuan: transmisi berhasil terkirim namun mengalami gangguan latensi tinggi/delay).
Formatif:- Tes diagnostik awal mengenai konsep waktu bolak-balik pengiriman (RTT) dan data hilang
- Lembar kerja unjuk kerja pengujian pengiriman data (pencatatan RTT latensi dan perhitungan persentase packet loss)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Pengiriman Data dan Analisis Latensi serta Packet Loss | Belum mampu menjalankan perintah pengujian pengiriman data antar perangkat dan keliru membaca seluruh data latensi serta packet loss pada tabel hasil uji. | Mampu menjalankan pengujian pengiriman data dengan bantuan guru, namun hanya tepat membaca 1 dari 3 parameter uji (hanya latensi atau packet loss). | Mampu menjalankan pengujian pengiriman data secara mandiri serta tepat mencatat nilai latensi dan menghitung persentase packet loss pada seluruh (3 dari 3) skenario node uji. | Mampu menjalankan pengujian pengiriman data secara mandiri dengan cepat, konsisten tanpa kesalahan, menghitung seluruh metrik latensi dan packet loss secara presisi pada variasi ukuran paket tambahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi langkah pengujian perintah ping di terminal/simulator cukup jelas dipahami oleh seluruh murid?
- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tahap mengaplikasi cukup bagi murid untuk menguji 3 node dan menghitung metrik jaringan secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari langkah pengujian pengiriman data yang paling menantang untuk saya lakukan secara mandiri?
- Bagaimana saya memanfaatkan hasil perhitungan latensi dan packet loss untuk mengetahui kualitas pengiriman data dalam jaringan?
Pertemuan 6 — Melakukan Pengiriman Data Sinyal Digital Melalui Pengkodean Data Antar Perangkat — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan hari ini yaitu melakukan pengiriman data sinyal digital melalui pengkodean data line coding antarperangkat (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan 2 pertanyaan tertulis di papan tulis mengenai dasar transmisi data biner: (1) 'Berapakah nilai level logika biner yang dikirimkan dalam sistem komputer?' (acuan jawaban: 0 dan 1); (2) 'Apa yang dimaksud dengan transmisi data digital?' (acuan jawaban: proses pengiriman representasi data diskret/biner antarperangkat menggunakan sinyal diskret) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati pemodelan aturan line coding di papan tulis untuk 3 skema pengkodean sinyal digital: (1) Unipolar NRZ (bit 1 = tegangan tinggi/positif, bit 0 = tanpa tegangan/nol volt); (2) NRZ-I (bit 0 = terjadi transisi tegangan pada awal interval bit, bit 1 = tidak terjadi transisi tegangan); (3) Bipolar AMI (bit 0 = tegangan nol volt, bit 1 = tegangan positif dan negatif bergantian secara teratur) (20 menit).
- Murid secara mandiri mencermati lembar kerja konversi data biner '1-0-1-1-0' menjadi bentuk transisi sinyal digital sesuai masing-masing aturan line coding yang telah dicontohkan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Signal Decoder Rally': satu murid menyusun deretan data biner target [1, 0, 0, 1, 1] dan pasangannya menggambar grafik gelombang sinyal digital Unipolar NRZ dan NRZ-I, kemudian bertukar peran untuk memeriksa ketepatan transisi tegangan (acuan: Unipolar [1=tinggi, 0=nol, 0=nol, 1=tinggi, 1=tinggi]; NRZ-I asumsi level awal tinggi [1=tetap tinggi/tanpa transisi, 0=transisi ke nol, 0=transisi ke tinggi, 1=tetap tinggi, 1=tetap tinggi]) (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Aktivitas Transmisi Sinyal JKI-K11-06 secara mandiri untuk mengkodekan deretan data biner 8-bit [0, 1, 1, 0, 1, 0, 0, 1] ke dalam 3 grafik sinyal digital: (1) Unipolar NRZ (acuan gelombang tegangan per bit: [nol, tinggi, tinggi, nol, tinggi, nol, nol, tinggi]); (2) NRZ-I dengan asumsi level awal sebelum transmisi berada pada tegangan rendah/nol (acuan urutan level tegangan: bit 0 transisi ke tinggi, bit 1 tetap tinggi, bit 1 tetap tinggi, bit 0 transisi ke nol, bit 1 tetap nol, bit 0 transisi ke tinggi, bit 0 transisi ke nol, bit 1 tetap nol); (3) Bipolar AMI (acuan urutan tegangan: bit 0=nol, bit 1=+V, bit 1=-V, bit 0=nol, bit 1=+V, bit 0=nol, bit 0=nol, bit 1=-V) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri terhadap hasil penggambaran sinyal digital miliknya dengan membandingkannya terhadap kunci grafik acuan transmisi yang ditampilkan guru di layar kelas, menandai bit yang keliru, serta mengidentifikasi pola transisi tegangan yang menyebabkan kesalahan (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap akurasi pembuatan sinyal digital yang telah dikerjakan murid dan menegaskan pentingnya konsistensi transisi tegangan dalam transmisi sinyal data antarperangkat (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan mekanisme konversi data digital menjadi sinyal digital menggunakan metode line coding, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual aturan level tegangan unipolar, NRZ-I, dan bipolar AMI bagi murid yang memerlukan perancah visual.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan tambahan, latihan dimulai dengan deretan biner 4-bit sederhana; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan tambahan mengkodekan deretan 12-bit [1, 1, 0, 1, 0, 0, 1, 0, 1, 1, 0, 0] menggunakan ketiga skema line coding secara mandiri.
- Produk: Hasil kerja dapat digambarkan pada lembar kerja berkisi koordinat tegangan atau menggunakan perangkat lunak spreadsheet/simulasi sinyal digital bila fasilitas lab komputer tersedia.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat lisan/tulis beranggotakan 2 butir: (1) Sebutkan nilai logika biner dalam sistem komputasi (acuan: biner 0 dan biner 1); (2) Jelaskan arti transmisi data digital (acuan: proses pengiriman data biner diskret antarperangkat melalui perubahan level sinyal fisik/tegangan listrik).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Aktivitas JKI-K11-06 untuk menilai ketepatan pemetaan 8-bit [0, 1, 1, 0, 1, 0, 0, 1] ke dalam 3 bentuk pengkodean sinyal: Unipolar NRZ (acuan: [nol, tinggi, tinggi, nol, tinggi, nol, nol, tinggi]), NRZ-I awal rendah (acuan: [tinggi, tinggi, tinggi, nol, nol, tinggi, nol, nol]), dan Bipolar AMI (acuan: [nol, +V, -V, nol, +V, nol, nol, -V]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menentukan representasi tegangan untuk 3 bit uji [1, 0, 1] pada skema Unipolar NRZ (acuan: tinggi, nol, tinggi) dan Bipolar AMI setelah sebelumnya terkirim bit 1 positif (acuan: -V, nol, +V).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penggambaran gelombang sinyal digital Unipolar NRZ, NRZ-I, dan Bipolar AMI pada Lembar Aktivitas JKI-K11-06.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Pengkodean Sinyal Digital Line Coding | Mampu menggambar sinyal digital dengan tepat maksimal pada 1 skema pengkodean data dari 3 skema yang diujikan (Unipolar NRZ, NRZ-I, Bipolar AMI) sesuai deretan biner acuan. | Mampu menggambar sinyal digital dengan tepat pada 2 skema pengkodean data dari 3 skema yang diujikan (Unipolar NRZ, NRZ-I, Bipolar AMI) sesuai deretan biner acuan. | Mampu menggambar sinyal digital dengan tepat pada seluruh 3 skema pengkodean data (Unipolar NRZ, NRZ-I, Bipolar AMI) untuk deretan biner 8-bit acuan [0, 1, 1, 0, 1, 0, 0, 1] dengan bantuan bimbingan guru pada penentuan transisi. | Mampu menggambar sinyal digital dengan tepat pada seluruh 3 skema pengkodean data (Unipolar NRZ, NRZ-I, Bipolar AMI) untuk deretan biner 8-bit acuan [0, 1, 1, 0, 1, 0, 0, 1] secara mandiri dan konsisten tanpa kekeliruan level tegangan maupun transisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi murid untuk memahami dan mempraktikkan ketiga skema pengkodean sinyal digital line coding?
- Bagian mana dari aturan transisi tegangan (khususnya NRZ-I dan Bipolar AMI) yang paling sering menimbulkan miskonsepsi pada murid?
Murid:- Manakah aturan pengkodean sinyal digital yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk digambarkan gelombangnya?
- Bagaimana kamu memastikan bahwa setiap bit 0 dan 1 telah bertransisi menjadi level tegangan yang benar sesuai metode pengkodean yang digunakan?
Pertemuan 7 — Melakukan Pengiriman Data Berdasarkan Jenis Modulasi Sinyal pada Koneksi Jaringan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan ruang belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu melakukan pengiriman data berdasarkan jenis modulasi sinyal (amplitudo, frekuensi, dan fase) pada koneksi jaringan (4 menit).
- Guru memberikan asesmen awal singkat untuk memetakan pemahaman konsep modulasi dengan menampilkan 2 contoh gelombang sinyal (AM dan FM) serta meminta murid mengidentifikasi parameter gelombang yang berubah (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan konsep tentang transmisi sinyal data analog dan digital yang menumpang pada gelombang pembawa (carrier signal) melalui modulasi amplitudo, frekuensi, dan fase (15 menit).
- Murid menelaah 3 skenario karakteristik modulasi pengiriman data: (1) Perubahan tinggi gelombang saat mentransmisikan data biner/analog tanpa mengubah kerapatan gelombang (Amplitudo); (2) Perubahan kerapatan gelombang saat mentransmisikan data tanpa mengubah tinggi puncak (Frekuensi); (3) Pergeseran sudut/arah gelombang saat mentransmisikan transisi nilai data (Fase) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan simulasi interaktif tebak gelombang yang menggembirakan secara berpasangan, di mana satu murid memperagakan pola variasi sinyal (rapat-renggang, tinggi-rendah) dan pasangannya menentukan jenis modulasi yang digunakan dalam pengiriman data (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja JKI-K11-07 untuk melakukan pemetaan mekanisme pengiriman data berdasarkan 3 studi kasus modulasi: Kasus 1: Pengiriman suara radio gelombang AM; Kasus 2: Transmisi siaran radio FM berkejernihan tinggi; Kasus 3: Transmisi data digital nirkabel dengan teknik Phase Shift Keying (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memverifikasi ketepatan hasil analisis pengiriman data berdasarkan jenis modulasi sinyal terhadap kunci acuan yang dibahas bersama guru (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana pemilihan jenis modulasi sinyal (AM, FM, PM) menentukan karakteristik transmisi data dalam koneksi jaringan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pelaksanaan pembelajaran pertemuan 7 serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai media transmisi kabel UTP dan konektor RJ45 (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan visual perbandingan bentuk gelombang sinyal pembawa murni vs sinyal termodulasi untuk membantu pemahaman visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum menguasai pembacaan grafik gelombang, sementara murid yang telah paham diberikan lembar pengayaan analisis digital modulation (ASK, FSK, PSK).
- Produk: Hasil analisis klasifikasi teknik modulasi dapat disajikan berupa tabel komparasi parameter atau diagram alur transmisi sinyal data.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik: Guru menampilkan gambar 2 gelombang termodulasi: Gambar A (gelombang yang tingginya bervariasi tapi kerapatannya konstan) dan Gambar B (gelombang yang tingginya konstan tetapi kerapatan puncaknya bervariasi). Murid diminta menentukan parameter yang termodifikasi pada masing-masing gambar. (Acuan: Gambar A memodifikasi amplitudo/tinggi puncak sinyal; Gambar B memodifikasi frekuensi/kerapatan sinyal).
Proses:- Penilaian penugasan mandiri Lembar Kerja JKI-K11-07: Murid menentukan jenis modulasi dan mekanisme transmisi data pada 3 studi kasus koneksi jaringan: (1) Kasus siaran radio jarak jauh dengan variasi amplitudo sinyal pembawa (Acuan: Amplitude Modulation / AM); (2) Kasus transmisi audio jernih rendah derau dengan variasi frekuensi gelombang pembawa (Acuan: Frequency Modulation / FM); (3) Kasus pengiriman data digital antar perangkat nirkabel yang memodifikasi sudut fase gelombang pembawa (Acuan: Phase Modulation / PM atau PSK).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir pertemuan melalui 2 butir soal ringkas: (1) Sebutkan parameter sinyal yang berubah pada modulasi frekuensi (FM)! (Acuan: Frekuensi gelombang pembawa berubah sesuai data, sedangkan amplitudo dan fase konstan); (2) Mengapa modulasi sinyal diperlukan dalam pengiriman data antar perangkat jarak jauh? (Acuan: Agar data dapat ditumpangkan pada gelombang pembawa berfrekuensi tinggi sehingga sinyal dapat merambat melalui media transmisi tanpa cepat melemah).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui identifikasi parameter perubahan sinyal gelombang.
- Asesmen proses berupa pengamatan lembar analisis pengiriman data berdasarkan teknik modulasi (JKI-K11-07).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan pengiriman data berdasarkan jenis modulasi sinyal jaringan | Belum mampu mengidentifikasi parameter gelombang maupun menentukan jenis modulasi sinyal (AM, FM, PM) dalam pengiriman data pada ketiga kasus yang diberikan. | Mampu menentukan jenis modulasi sinyal pengiriman data secara tepat pada 1 dari 3 kasus studi yang diberikan sesuai acuan. | Mampu menentukan jenis modulasi sinyal dan mekanisme pengiriman data secara tepat pada 2 dari 3 kasus studi yang diberikan sesuai acuan. | Mampu menentukan seluruh jenis modulasi sinyal (AM, FM, PM) beserta karakteristik parameter gelombang pada ketiga kasus studi pengiriman data secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah visualisasi bentuk gelombang modulasi AM, FM, dan PM sudah cukup jelas memfasilitasi pemahaman murid?
- Apakah alokasi waktu 90 menit efektif untuk melatih murid menganalisis pengiriman data sinyal termodulasi?
Murid:- Bagian mana dari konsep modulasi sinyal (amplitudo, frekuensi, atau fase) yang paling mudah dan paling menantang untuk dipahami?
- Bagaimana pemahaman tentang modulasi ini membantu saya memahami cara kerja pengiriman data pada perangkat nirkabel sehari-hari?
Pertemuan 8 — Melakukan Pengiriman Data Menggunakan Media Transmisi Kabel UTP dan Konektor RJ45 — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta memastikan kesiapan perangkat kerja berupa kabel UTP, konektor RJ45, crimping tool, LAN tester, dan laptop di meja kelompok (4 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya tentang modulasi sinyal dengan media transmisi fisik kabel tembaga yang akan digunakan hari ini (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan pengiriman data antar dua perangkat laptop menggunakan media transmisi kabel UTP dan konektor RJ45 (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis tanya-jawab 3 butir terkait urutan warna standar kabel T568A dan T568B serta tipe kabel cross-over untuk menghubungkan dua komputer sejenis (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang teknik mengupas jaket luar kabel UTP, mengurai dan meluruskan 8 inti kabel, serta mengurutkan pinout standar T568A dan T568B untuk membuat kabel jenis cross-over (12 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (2-3 orang) mencocokkan urutan 8 warna kabel cross-over pada ujung 1 (T568B: Putih-Oranye, Oranye, Putih-Hijau, Biru, Putih-Biru, Hijau, Putih-Cokelat, Cokelat) dan ujung 2 (T568A: Putih-Hijau, Hijau, Putih-Oranye, Biru, Putih-Biru, Oranye, Putih-Cokelat, Cokelat) pada panduan kerja sebelum dipotong rata (13 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berkelompok melakukan pemotongan rata dan memasukkan urutan kabel ke dalam konektor RJ45, lalu melakukan crimping menggunakan tang crimping tool secara presisi (17 menit).
- Murid menguji kelayakan fisik kabel transmisi menggunakan LAN tester dan memastikan urutan pin saling menyilang sesuai pola cross-over (ujung 1 vs ujung 2: pin 1 ke 3, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1, pin 6 ke 2) (15 menit).
- Murid memainkan 'Tantangan Duet Data': murid menghubungkan kedua laptop secara peer-to-peer menggunakan kabel cross-over yang dibuat, mengonfigurasi IP statis pada segmen yang sama (Laptop A: 192.168.1.1/24, Laptop B: 192.168.1.2/24), lalu melakukan pengujian pengiriman data melalui perintah ping pada Command Prompt (cmd) (20 menit).
- Murid melakukan transfer data nyata berupa file dokumen/gambar berukuran 10 MB melalui folder sharing antar perangkat dan mencatat keberhasilan serta durasi transfer data yang terjadi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketercapaian pengiriman data: memeriksa keterhubungan ping (0% packet loss) dan keberhasilan file utuh diterima perangkat tujuan (8 menit).
- Murid mengisi lembar refleksi mandiri mengenai kesulitan mekanik saat crimping atau kendala deteksi kartu jaringan (NIC) saat transmisi data berlangsung (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil pengujian transmisi data dan unjuk kerja crimping setiap kelompok (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kerapian media transmisi fisik kabel UTP terhadap kelancaran pengiriman data antar perangkat (2 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai troubleshooting pendeteksian kerusakan fisik jaringan komputer (1 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan visual warna kabel T568A dan T568B berpola warna kontras bagi kelompok yang memerlukan bantuan visualisasi urutan pinout.
- Proses: Kelompok yang cepat menyelesaikan crimping dan ping dapat langsung mencoba transfer data file berukuran bervariasi (10 MB hingga 100 MB) dan menghitung estimasi kecepatan (throughput); kelompok yang mengalami kendala kabel tidak terdeteksi didampingi guru mengecek kembali pin konektor dengan bantuan LAN tester.
- Produk: Kelompok menghasilkan kabel cross-over fungsional dan bukti tangkapan layar (screenshot) transmisi ping sukses serta transfer file yang utuh antar laptop.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan (3 butir): (1) 'Berapa jumlah pasang kabel kecil di dalam kabel UTP?' (acuan: 4 pasang atau 8 kabel); (2) 'Konektor jenis apa yang digunakan untuk menghubungkan kabel UTP ke port LAN komputer?' (acuan: konektor RJ45); (3) 'Jika ingin menghubungkan dua komputer langsung tanpa switch, jenis susunan kabel apa yang digunakan?' (acuan: kabel Cross-Over).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja perakitan media transmisi: memeriksa urutan warna pinout T568A/T568B sebelum dicrimping (acuan ujung 1: Putih-Oranye, Oranye, Putih-Hijau, Biru, Putih-Biru, Hijau, Putih-Cokelat, Cokelat; acuan ujung 2: Putih-Hijau, Hijau, Putih-Oranye, Biru, Putih-Biru, Oranye, Putih-Cokelat, Cokelat).
- Pengujian kelayakan media transmisi pada LAN tester: memastikan lampu indikator menyala sesuai urutan cross (pin 1-3, 2-6, 3-1, 4-4, 5-5, 6-2, 7-7, 8-8).
- Verifikasi pengiriman data: memeriksa output command prompt `ping 192.168.1.2` dari Laptop A (acuan: 'Reply from 192.168.1.2: bytes=32 time<1ms TTL=128', 0% packet loss) dan kepindahan file 10 MB ke folder sharing Laptop B.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (3 butir): (1) 'Apa fungsi pin 1 dan 2 pada standar T568B saat pengiriman data?' (acuan: saluran transmisi data / TX); (2) 'Apa tanda di command prompt bahwa pengiriman paket data antar perangkat berhasil?' (acuan: muncul pesan 'Reply from [IP Tujuan]' dengan packet loss 0%); (3) 'Mengapa kabel cross-over membalik jalur pin 1-2 ke pin 3-6?' (acuan: agar pin pengirim/TX pada perangkat 1 terhubung langsung ke pin penerima/RX pada perangkat 2).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pemasangan kabel UTP ke konektor RJ45 dan pengujian LAN tester
- Pemeriksaan log pengiriman data (perintah ping pada command prompt dan transfer file peer-to-peer)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perakitan Media Transmisi Kabel UTP dan RJ45 | Belum mampu mengurutkan 8 warna kabel UTP cross-over dan crimping konektor RJ45 longgar atau pin tidak tertekan sempurna. | Mampu mengurutkan 8 warna kabel cross-over dengan bantuan penuh guru, namun kabel belum terhubung sempurna saat diuji LAN tester. | Mampu merakit kabel UTP cross-over dengan urutan warna T568A dan T568B secara tepat, terkunci kokoh di konektor RJ45, dan lolos uji LAN tester. | Mampu merakit kabel UTP cross-over secara tepat, rapi, jaket kabel terkunci kuat dalam RJ45, lolos uji LAN tester secara mandiri dan cepat. | | Pengiriman Data Antar Perangkat Jaringan | Belum mampu mengonfigurasi IP address dan transmisi data melalui perintah ping mengalami Request Timed Out (gagal terkirim). | Mampu mengonfigurasi IP address dengan bantuan panduan, perintah ping berhasil sebagian atau latensi tidak stabil akibat koneksi fisik kurang baik. | Mampu melakukan pengiriman data melalui perintah ping dengan hasil Reply (0% loss) dan berhasil mentransfer file antar perangkat. | Mampu melakukan pengiriman data secara konsisten melalui uji ping (0% loss, time<1ms) dan mentransfer file bervariasi ukuran secara cepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi setiap kelompok untuk menyelesaikan perakitan kabel UTP hingga uji pengiriman data antar perangkat?
- Bagian mana dari langkah crimping atau pengujian IP yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apa tantangan tersulit yang saya temui saat merapikan urutan 8 warna kabel ke dalam konektor RJ45?
- Bagaimana saya memastikan bahwa data benar-benar terkirim dan diterima utuh oleh laptop pasangan kelompok saya?
Pertemuan 9 — Melakukan Troubleshooting Pendeteksian Kerusakan Sambungan Fisik Jaringan Komputer — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.3 Melakukan troubleshooting permasalahan jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9 yaitu melakukan troubleshooting pendeteksian kerusakan sambungan fisik jaringan komputer (kabel putus, pin konektor bengkok/longgar, port switch mati) serta menjelaskan alur aktivitas yang akan dilakukan (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan indikator visual langsung pada port kartu jaringan (NIC) yang menandakan adanya sambungan fisik yang aktif! (acuan: lampu indikator LED link/status menyala/berkedip); (2) Jika kabel UTP diuji dengan LAN cable tester dan LED nomor 3 serta 6 tidak menyala pada unit remote, jenis kerusakan fisik apa yang terjadi? (acuan: kawat tembaga pin 3 dan 6 putus/open circuit atau pin konektor RJ45 tidak mengontak kawat kabel) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi guru mengenai pengamatan fisik status link LED pada switch/NIC dan teknik pembacaan status pin kawat pada LAN cable tester terhadap 3 kondisi koneksi: normal (LED 1-8 menyala urut), putus/open (ada LED mati), dan salah urutan/miswire (LED menyala acak) (12 menit).
- Murid mempelajari lembar panduan troubleshooting sambungan fisik yang memuat langkah pemeriksaan sistematis: inspeksi visual kabel dan konektor, verifikasi LED status perangkat, serta pengujian kontinuitas kawat menggunakan LAN tester (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid melaksanakan tantangan permainan detektif jaringan 'Cari dan Perbaiki Jalur Putus' dengan menguji 4 kabel sampel yang telah disiapkan guru dan mengidentifikasi kerusakannya menggunakan LAN cable tester serta inspeksi fisik: Kabel A (pin 3 putus), Kabel B (susunan kawat pin 1 dan 2 terbalik/miswire), Kabel C (kancing pengunci RJ45 patah/sambungan longgar), dan Kabel D (normal/koneksi utuh) (acuan: Kabel A = putus jalur data Rx/Tx; Kabel B = salah pinout T568B; Kabel C = konektor fisik goyang/intermittent; Kabel D = normal semua pin 1-8 menyala) (14 menit).
- Murid melakukan troubleshooting pada 1 skenario sambungan PC-ke-Switch di laboratorium yang sengaja dinonaktifkan secara fisik (port switch kendor dan kabel patchcord terkelupas) dengan mencatat hasil deteksi, menyimpulkan letak kerusakan, dan memperbaikinya dengan mengganti kabel patchcord yang teruji baik hingga LED link switch dan NIC menyala stabil (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memverifikasi keakuratan lembar hasil troubleshooting fisik yang telah diisi terhadap tabel acuan diagnosis guru, lalu mengevaluasi efektivitas urutan deteksi yang mereka jalankan dari aspek kecepatan dan ketepatan menemukan titik kerusakan (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan alur logis troubleshooting kerusakan fisik jaringan (deteksi indikator fisik -> uji kontinuitas media -> isolasi perangkat rusak -> perbaikan/penggantian fisik) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kinerja pengujian sambungan fisik jaringan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram visual pola nyala LED tester normal vs putus; murid yang mahir diberikan sampel kabel berpelindung (STP/FTP) dengan kabel grounding terputus untuk dideteksi.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi langkah demi langkah dalam membaca urutan LED LAN tester; murid yang mahir menguji sambungan kabel panjang instalasi dinding/faceplate secara mandiri.
- Produk: Format pelaporan lembar troubleshooting dapat berupa ceklis tabel terstruktur sederhana (kelompok reguler) atau laporan diagnosis titik henti koneksi lengkap dengan pemetaan jalur kawat pin (kelompok mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat 2 butir: (1) Sebutkan indikator visual langsung pada port kartu jaringan (NIC) yang menandakan adanya sambungan fisik yang aktif! (acuan jawaban: lampu indikator LED link/status menyala hijau/berkedip); (2) Jika kabel UTP diuji dengan LAN cable tester dan LED nomor 3 serta 6 tidak menyala pada unit remote, jenis kerusakan fisik apa yang terjadi? (acuan jawaban: kawat tembaga pin 3 dan 6 putus/open circuit atau konektor RJ45 tidak terpasang sempurna/lepas kontak).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mendeteksi kerusakan pada 4 kabel sampel menggunakan LAN cable tester dan inspeksi visual: (1) Kabel A (acuan: pin 3 putus/open); (2) Kabel B (acuan: kawat terbalik/miswire pada pin 1 dan 2); (3) Kabel C (acuan: pengunci RJ45 patah/koneksi longgar); (4) Kabel D (acuan: kondisi baik/koneksi normal pin 1-8 menyala urut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid menentukan solusi troubleshooting fisik untuk 2 kasus: Kasus 1: Kabel terpasang di switch tetapi LED link mati total dan saat di-LAN tester lampu nomor 1 sampai 8 mati semua (acuan perbaikan: kabel putus total di tengah jalur atau kedua konektor RJ45 rusak total, solusi ganti kabel patchcord); Kasus 2: Koneksi jaringan terputus-putus setiap kali kabel tersenggol (acuan perbaikan: kancing konektor RJ45 patah atau crimping pin longgar, solusi crimping ulang konektor RJ45).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja troubleshooting sambungan fisik kabel UTP dan port switch menggunakan LAN cable tester
- Pemeriksaan lembar kerja pengujian identifikasi kerusakan fisik 4 kabel sampel
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pendeteksian kerusakan sambungan fisik jaringan | Mendeteksi kerusakan fisik dengan tepat pada paling banyak 1 dari 4 kabel sampel yang diuji. | Mendeteksi kerusakan fisik dengan tepat pada 2 dari 4 kabel sampel yang diuji. | Mendeteksi kerusakan fisik dengan tepat pada 3 dari 4 kabel sampel yang diuji secara tepat sesuai acuan diagnosis. | Mendeteksi kerusakan fisik dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) kabel sampel (Kabel A: pin 3 putus; Kabel B: kawat miswire; Kabel C: konektor longgar/pengunci patah; Kabel D: normal) secara mandiri. | | Tindakan perbaikan sambungan fisik jaringan | Belum mampu memulihkan koneksi fisik sambungan PC-ke-switch hingga LED link menyala aktif. | Mampu memulihkan koneksi fisik PC-ke-switch setelah mendapatkan bantuan dan arahan guru. | Mampu memulihkan koneksi fisik PC-ke-switch dengan mengganti kabel patchcord yang baik hingga LED link menyala stabil secara berpasangan. | Mampu memulihkan koneksi fisik PC-ke-switch secara mandiri dan cepat serta memverifikasi kestabilan link LED pada kedua sisi perangkat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario dan sampel kerusakan kabel fisik yang disediakan cukup menantang dan merefleksikan kondisi riil di lapangan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menggunakan alat ukur jaringan (LAN cable tester) secara mandiri dan cermat?
- Langkah troubleshooting fisik mana yang paling banyak membingungkan murid saat membedakan antara kerusakan kabel dengan kerusakan port switch?
Murid:- Bagian mana dari langkah pemeriksaan sambungan fisik yang paling mudah dan paling menantang untuk saya identifikasi?
- Apakah saya sudah bisa menyimpulkan penyebab koneksi terputus hanya dengan melihat indikator LED tester dan link switch secara akurat?
- Bagaimana strategi saya jika di rumah atau sekolah menghadapi komputer yang mendadak disconnected pada sambungan kabel LAN?
Pertemuan 10 — Melakukan Troubleshooting Konektivitas Logis dan Kesalahan Pengalamatan IP Jaringan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.3 Melakukan troubleshooting permasalahan jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-10, yaitu melakukan troubleshooting konektivitas logis dan kesalahan pengalamatan IP pada jaringan komputer (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat berupa 2 butir pertanyaan terkait pemeriksaan alamat IP: (1) Perintah CLI apa yang digunakan pada sistem operasi Windows untuk memeriksa konfigurasi alamat IP aktif? (2) Jika Host A memiliki IP 192.168.1.10/24 dan Host B memiliki IP 192.168.2.10/24 tanpa router, apakah pengujian ping berhasil? (acuan kunci: 1. ipconfig; 2. Tidak berhasil / Request Timed Out karena berbeda subnet/network ID) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai penyebab gangguan logis pada jaringan, yang meliputi konflik IP (duplicate IP address), subnet mask yang salah sehingga memicu beda network ID, dan kesalahan penetapan default gateway (15 menit).
- Murid mengamati pembacaan luaran utilitas command line interface (CLI) pengujian konektivitas dasar (ipconfig dan ping), mencatat indikasi galat seperti 'Request timed out', 'Destination host unreachable', dan 'General failure' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Detektif IP' yang menggembirakan: tiap meja berpasangan menerima lembar studi kasus berisi log konfigurasi jaringan yang sengaja dirusak (miskonfigurasi) dan berlomba menemukan sumber kesalahan secepat dan setepat mungkin (15 menit).
- Murid secara mandiri melakukan troubleshooting terhadap 3 kasus kesalahan logis pada lembar kerja praktikum: Kasus 1 (Konflik IP: PC-1 dan PC-2 memiliki alamat sama 192.168.1.5/24; solusi: ubah IP PC-2 menjadi host ID kosong seperti 192.168.1.6), Kasus 2 (Salah Subnet Mask: PC-A 192.168.1.10 subnet mask 255.255.255.0 dan PC-B 192.168.1.70 subnet mask 255.255.255.192; solusi: seragamkan subnet mask menjadi 255.255.255.0 agar berada dalam satu broadcast domain), Kasus 3 (Salah Default Gateway: PC-Klien IP 10.0.0.15/24 mengarah ke gateway 10.0.1.1; solusi: perbaiki default gateway menjadi 10.0.0.1 agar se-subnet) (45 menit).
- Murid melakukan verifikasi hasil perbaikan konfigurasi dengan menjalankan pengujian konektivitas logis (ping) hingga mendapatkan respons balasan sukses (Reply from...) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi urutan langkah troubleshooting yang telah dijalankan, membandingkan efisiensi identifikasi masalah antara metode acak versus metode terstruktur bertahap dari layer logis (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar kerja praktikum troubleshooting pengalamatan IP yang diselesaikan murid (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan prinsip utama troubleshooting logis jaringan bahwa ketepatan alokasi Network ID, Host ID, dan subnet mask adalah syarat mutlak keberhasilan komunikasi data (1 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (pertemuan 11 mengenai troubleshooting routing dan gateway internet), lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan tabel subnetting dan skema pengalamatan IP bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah demi langkah saat menjalankan perintah CLI, sedangkan murid yang mahir diberikan skenario troubleshooting mandiri dengan subnet mask berprefix /26 hingga /28.
- Produk: Format pelaporan hasil verifikasi troubleshooting disesuaikan: lembar ceklis hasil command ping atau tangkapan layar luaran terminal beserta analisis penyebab galat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat 2 butir: (1) Perintah CLI untuk memeriksa IP di Windows (acuan kunci: ipconfig). (2) Analisis koneksi ping antara host IP 192.168.1.10/24 dan 192.168.2.10/24 tanpa router (acuan kunci: gagal/RTO karena beda network address).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid melakukan pelacakan dan perbaikan 3 kasus kesalahan pengalamatan IP: Kasus 1 (IP conflict 192.168.1.5), Kasus 2 (Miskonfigurasi subnet mask 255.255.255.192 vs 255.255.255.0), dan Kasus 3 (Salah gateway 10.0.1.1 diperbaiki ke 10.0.0.1).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil perbaikan dan lembar ringkasan verifikasi uji konektivitas logis: status pengujian ping wajib menunjukkan 0% packet loss (Reply from...) untuk ketiga skenario kasus miskonfigurasi IP yang telah diperbaiki.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pemecahan masalah troubleshooting konektivitas logis dan kesalahan pengalamatan IP jaringan menggunakan lembar observasi praktikum.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Kesalahan Pengalamatan IP Jaringan | Belum mampu menemukan letak kesalahan pengalamatan IP pada ketiga skenario kasus yang diberikan. | Mampu menemukan letak kesalahan pengalamatan IP pada 1 dari 3 skenario kasus secara tepat. | Mampu menemukan letak kesalahan pengalamatan IP pada 2 dari 3 skenario kasus secara tepat (acuan: kasus konflik IP dan salah gateway). | Mampu menemukan letak kesalahan pengalamatan IP pada seluruh (3) skenario kasus secara mandiri dan tepat (acuan: konflik IP, salah subnet mask, dan salah default gateway). | | Pelaksanaan Perbaikan dan Verifikasi Konektivitas Logis | Belum mampu memperbaiki konfigurasi IP dan uji konektivitas ping masih gagal seluruhnya. | Mampu memperbaiki konfigurasi pada 1 skenario kasus dan membuktikan keberhasilan konektivitas logis melalui uji ping. | Mampu memperbaiki konfigurasi pada 2 skenario kasus dan membuktikan keberhasilan konektivitas logis melalui uji ping. | Mampu memperbaiki konfigurasi seluruh (3) skenario kasus secara tepat dan memverifikasi konektivitas logis hingga sukses (Reply from... 0% loss) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit pada tahap praktikum aplikasi mandiri mencukupi bagi seluruh murid untuk menganalisis ketiga kasus miskonfigurasi IP?
- Bagian mana dari konsep pengalamatan logis (konflik IP, subnet mask, atau gateway) yang paling sering menimbulkan kekeliruan pemahaman bagi murid?
Murid:- Langkah analisis apa yang paling membantu saya ketika menemukan pesan galat 'Request timed out' atau 'Destination host unreachable'?
- Apakah saya sudah dapat menentukan solusi perbaikan ketika dua komputer dalam jaringan mengalami bentrok alamat IP?
Pertemuan 11 — Melakukan Troubleshooting Permasalahan Routing dan Akses Gateway Jaringan Internet — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.3 Melakukan troubleshooting permasalahan jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-11 yaitu melakukan troubleshooting permasalahan routing dan akses gateway jaringan internet (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara mandiri: murid menjawab pertanyaan pemetaan kesiapan troubleshooting routing dan gateway pada selembar kertas mengenai fungsi default gateway dan penyebab kegagalan ping ke internet (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi skenario koneksi jaringan internet di mana sebuah workstation mengalami kegagalan mengakses server web publik karena salah konfigurasi default gateway dan routing table (15 menit).
- Murid menelaah diagram topologi dan tabel routing acuan untuk mengenali alur pemeriksaan: memeriksa IP host, memverifikasi default gateway yang se-subnet, serta memeriksa entri default route 0.0.0.0/0 pada router (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara individu atau berpasangan mengerjakan 'Tantangan Detektif Gateway' menyelesaikan Lembar Kerja Troubleshooting Routing berisi 3 kasus kegagalan koneksi: Kasus 1 (Workstation IP 192.168.1.10/24 salah gateway 192.168.2.1; perbaikan: ubah gateway ke 192.168.1.1), Kasus 2 (Router kehilangan default route 0.0.0.0/0 menuju next-hop ISP 203.0.113.1; perbaikan: tambahkan static default route via 203.0.113.1), dan Kasus 3 (Host IP 10.0.0.5/24 dengan gateway 10.0.0.1 berhasil ping gateway namun gagal ping DNS 8.8.8.8 karena routing interface WAN router mati; perbaikan: aktifkan interface WAN dan periksa rute gateway internet) (40 menit).
- Murid melakukan verifikasi hasil investigasi dan perbaikan rute secara bertahap menggunakan perintah ping dan traceroute untuk memastikan rute data berhasil menembus gateway menuju internet (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali langkah logis troubleshooting yang telah diambil serta mencatat urutan prioritas diagnosa rute jaringan dari tingkat host hingga gateway keluar (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas pemecahan kasus troubleshooting routing dan gateway yang telah diselesaikan murid (10 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penanganan gangguan gateway dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan perancah diberikan lembar panduan runtut langkah verifikasi (cek IP -> cek gateway -> cek default route router), sedangkan murid yang mahir diberikan tabel routing dengan multiple subnet dan hop tambahan.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung pada Kasus 1, sedangkan murid yang mandiri menyelesaikan ketiga kasus secara penuh.
- Produk: Hasil troubleshooting dicatat pada lembar kerja diagnosa dengan mencantumkan letak kesalahan dan perintah/konfigurasi solusi yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan: Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Apa fungsi default gateway bagi komputer di LAN saat ingin membuka google.com? (Acuan: Sebagai pintu gerbang/router penerus paket yang ditujukan ke luar jaringan lokal/subnet asal); (2) Jika komputer berhasil ping ke sesama IP lokal tetapi gagal ping ke 8.8.8.8, sebutkan 1 kemungkinan penyebab pada konfigurasi perangkat! (Acuan: Alamat default gateway belum diatur, salah alamat IP gateway, atau router gateway belum memiliki rute keluar ke internet).
Proses:- Observasi sistematis saat murid mendeteksi dan memperbaiki 3 kasus kegagalan routing pada lembar kerja: Kasus 1 (salah alamat gateway pada client), Kasus 2 (hilangnya rute default 0.0.0.0/0 pada router), dan Kasus 3 (kegagalan routing pada interface internet router).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan langkah korektif bila sebuah PC dengan IP 192.168.10.15/24 memiliki gateway 192.168.1.1 (Acuan: Mengubah gateway menjadi alamat router yang berada dalam satu subnet 192.168.10.0/24, yaitu 192.168.10.1, agar host dapat mencapai gateway).
Formatif:- Penilaian kinerja troubleshooting routing dan akses gateway melalui Lembar Kerja Detektif Gateway pada 3 skenario kasus.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Troubleshooting Permasalahan Routing dan Akses Gateway | Mampu mendeteksi kesalahan routing/gateway namun belum mampu menentukan langkah perbaikan pada salah satu dari 3 kasus. | Mampu mendeteksi dan menentukan langkah perbaikan dengan tepat pada 1 dari 3 kasus gangguan routing/gateway. | Mampu mendeteksi dan menentukan langkah perbaikan dengan tepat pada 2 dari 3 kasus gangguan routing/gateway secara runtut. | Mampu mendeteksi dan menentukan langkah perbaikan secara tepat dan mandiri pada seluruh (3) kasus gangguan routing dan gateway (Kasus 1: salah gateway host; Kasus 2: ketiadaan default route router; Kasus 3: interface WAN/rute internet router) serta memverifikasi keterhubungannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kasus troubleshooting routing dan akses gateway cukup menantang dan memfasilitasi penalaran kritis murid?
- Bagian mana dari konsep routing dan penentuan default gateway yang paling sering menimbulkan miskonsepsi pada murid?
Murid:- Bagaimana urutan langkah yang paling efektif menurut saya dalam melacak penyebab komputer tidak dapat mengakses internet?
- Kesulitan apa yang saya temukan saat menganalisis entri pada tabel routing?
Pertemuan 12 — Melakukan Troubleshooting Gangguan Komunikasi Data Antar Titik Menggunakan Perangkat Lunak Utilitas — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.3 Melakukan troubleshooting permasalahan jaringan komputer
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan pembelajaran terkait troubleshooting gangguan komunikasi data antar titik menggunakan perangkat lunak utilitas jaringan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan singkat di papan tulis mengenai interpretasi output perintah ping: (1) Apa arti output 'Request timed out' pada pengujian ping? (Acuan: tidak ada respon balasan/echo reply dari perangkat tujuan dalam batas waktu tertentu); (2) Perintah utilitas apa yang digunakan untuk menampilkan rute lompatan (hop) paket data dari titik asal ke tujuan? (Acuan: traceroute atau tracert) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati pemodelan guru tentang cara menjalankan dan membaca hasil perangkat lunak utilitas jaringan (ping, traceroute/tracert, netstat, dan pathping) untuk mengisolasi gangguan titik komunikasi data, mulai dari localhost, gateway lokal, hingga server tujuan (15 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis 3 contoh rekaman log utilitas pada lembar kerja dan menentukan titik letak kegagalan: Log 1 ping ke 127.0.0.1 gagal (acuan titik masalah: TCP/IP stack internal komputer klien rusak); Log 2 ping ke 192.168.1.1 berhasil tetapi ping ke 8.8.8.8 'Destination host unreachable' (acuan titik masalah: router gateway tidak memiliki rute keluar ke internet); Log 3 traceroute berhenti di hop ke-3 pada alamat 10.10.2.1 dengan pesan 'Request timed out' (acuan titik masalah: titik putus terjadi pada router antartitik di lompatan ke-3 / hop 3) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menjalankan aktivitas tantangan berpasangan 'Detektif Jaringan': murid mengoperasikan perangkat lunak utilitas (Command Prompt / terminal atau simulator jaringan) untuk menguji dan mengidentifikasi gangguan pada 3 skenario studi kasus titik jaringan yang disiapkan guru: Kasus A (kegagalan ping karena DNS/nama domain tidak terurai, namun ping via IP berhasil; tindakan perbaikan: periksa konfigurasi DNS client), Kasus B (terjadi lonjakan latensi dan packet loss 75% saat ping antartitik lokal; tindakan perbaikan: deteksi interferensi/bottleneck pada switch perantara), dan Kasus C (tracert terputus tepat sebelum titik server web sekolah; tindakan perbaikan: telusuri router perantara terakhir) (15 menit).
- Murid mendokumentasikan langkah eksekusi perintah utilitas, tangkapan pesan galat, dan rekomendasi perbaikan titik gangguan pada lembar kerja troubleshooting secara terstruktur (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi efektivitas prosedur pengujian yang telah mereka jalankan, membandingkan efisiensi waktu penggunaan ping dibandingkan tracert saat melacak letak pasti titik gangguan jaringan (5 menit).
- Murid menuliskan satu kesimpulan reflektif di lembar kerja mengenai logika berpikir komputasional (dekomposisi jalur titik data) yang digunakan dalam menyelesaikan troubleshooting konektivitas jaringan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap temuan hasil pengujian utilitas murid dan melakukan cek pemahaman akhir melalui kuis lisan singkat berisi 1 soal: jika ping ke gateway lokal berhasil namun ke internet time-out, di mana kemungkinan titik permasalahannya? (Acuan: jalur setelah gateway/koneksi modem ISP) (5 menit).
- Guru mengapresiasi kinerja belajar murid dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas konfigurasi keamanan lanjut berbasis filtering port dan alamat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan sintaks perintah utilitas (cheatsheet parameter ping, tracert, netstat) bagi murid yang membutuhkan scaffolding teknis tambahan.
- Proses: Murid yang mahir diberikan skenario troubleshooting dengan penambahan utilitas netstat dan pathping untuk menganalisis statistik packet loss per hop secara lebih mendalam.
- Produk: Format pelaporan hasil deteksi titik gangguan disesuaikan: tabel ceklis hasil perintah utilitas ringkas bagi yang membutuhkan panduan bertahap, atau laporan analisis log jaringan komprehensif bagi yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat lisan/tulis (2 butir): (1) Menjelaskan arti pesan 'Request timed out' pada pengujian ping (Acuan: tidak ada respons balasan dari host tujuan dalam jangka waktu batas tunggu); (2) Menyebutkan perintah utilitas untuk melacak rute hop komunikasi data (Acuan: traceroute atau tracert).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mengeksekusi perangkat lunak utilitas: ketepatan sintaks perintah ping dan tracert, serta ketepatan analisis identifikasi titik kegagalan pada 3 skenario studi kasus (Kasus A: DNS resolver/penamaan host; Kasus B: degradasi fisik/beban switch perantara; Kasus C: jalur router sebelum server target).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir (1 butir): Murid menentukan letak titik gangguan jaringan jika hasil ping ke gateway 192.168.1.1 berstatus reply (berhasil), namun ping ke server DNS publik 8.8.8.8 time-out (Acuan jawaban: Titik gangguan berada di luar jaringan lokal, yaitu pada jalur antara router gateway menuju ISP/internet).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja troubleshooting gangguan titik komunikasi data menggunakan perangkat lunak utilitas (lembar observasi keteraturan eksekusi utilitas dan ketepatan deteksi titik masalah)
- Pemeriksaan lembar kerja analisis log kegagalan utilitas antartitik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Melakukan Troubleshooting Menggunakan Perangkat Lunak Utilitas | Belum mampu menjalankan perintah utilitas jaringan dasar (ping/tracert) secara tepat dan belum mampu membaca titik gangguan komunikasi data. | Mampu menjalankan perintah utilitas (ping/tracert) namun membutuhkan bantuan penuh guru dalam menafsirkan titik letak gangguan komunikasi data. | Mampu menjalankan perintah utilitas (ping dan tracert) secara mandiri dan tepat mendeteksi titik letak gangguan komunikasi data pada skenario yang diberikan. | Mampu menjalankan berbagai perintah utilitas jaringan secara mandiri, tepat mendeteksi letak titik gangguan komunikasi data, serta menentukan tindakan pemecahan masalah yang paling optimal. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario gangguan titik komunikasi data yang disediakan sudah cukup realistis dan melatih penalaran kritis murid?
- Bagian mana dari interpretasi pesan galat utilitas jaringan yang paling sering membuat murid keliru?
Murid:- Perangkat lunak utilitas mana yang menurutmu paling efektif untuk menemukan titik putus dalam sebuah jaringan komputer?
- Bagaimana caramu memastikan bahwa titik gangguan yang kamu temukan benar-benar merupakan sumber utama terputusnya koneksi?
Pertemuan 13 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Lanjut Berbasis Filtering Port dan Alamat pada Perangkat Jaringan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.4 Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup aktivitas penerapan filtering port dan IP address pada perangkat jaringan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan teknis lisan mengenai fungsi nomor port standar dan alamat IP dalam pengendalian akses jaringan: (1) 'Layanan web standar HTTP/HTTPS berjalan pada port berapa?' (Acuan jawaban: port 80 untuk HTTP dan port 443 untuk HTTPS); (2) 'Apa fungsi filter berbasis IP address pada router/firewall?' (Acuan jawaban: membatasi/mengizinkan lalu lintas data hanya dari atau menuju alamat IP host/network tertentu) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai mekanisme kerja aturan filtering (Access Control List/firewall filter rules) berbasis IP Source/Destination, Protocol (TCP/UDP), dan Destination Port serta rantai filter (Chain Input/Forward) pada antarmuka konfigurasi perangkat jaringan/simulator (15 menit).
- Murid secara berpasangan beradu cepat menjawab 'Kuis Kilat Jalur Port' untuk mengidentifikasi status aksi (Drop/Accept) pada 3 studi kasus paket: (Kasus 1: Paket menuju port 23/Telnet saat ada aturan 'Block Port 23' -> Aksi: Drop; Kasus 2: Paket menuju port 80/HTTP dari IP terdaftar -> Aksi: Accept; Kasus 3: Ping/ICMP dari IP luar subnet saat ada aturan 'Drop ICMP from Public' -> Aksi: Drop) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri membuka perangkat lunak simulator jaringan/perangkat router dan menyiapkan topologi berisi 1 Router, 1 Web Server (IP: 192.168.1.10, membuka port 80 dan port 22), dan 2 PC Klien (Klien A: 192.168.1.2; Klien B: 192.168.1.3) (15 menit).
- Murid menerapkan konfigurasi aturan filtering port dan IP sesuai 3 spesifikasi penugasan: Aturan 1: Mengizinkan akses HTTP (TCP Port 80) dari seluruh klien ke Web Server; Aturan 2: Mengizinkan akses SSH (TCP Port 22) ke Web Server HANYA dari Klien A (IP 192.168.1.2); Aturan 3: Memblokir (Drop/Deny) seluruh akses SSH (TCP Port 22) ke Web Server dari Klien B (IP 192.168.1.3) maupun IP lainnya (25 menit).
- Murid melakukan pengujian konektivitas hasil konfigurasi keamanan menggunakan uji akses layanan (browser HTTP dan terminal SSH) dari Klien A dan Klien B ke Server, lalu mencatat status keterhubungan (berhasil/gagal) pada tabel verifikasi konfigurasi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menganalisis urutan (rules order) dan efektivitas aturan filtering yang telah diterapkan, memastikan tidak terjadi kesalahan logika (rule conflict) yang menyebabkan kebocoran akses atau pemblokiran layanan yang salah (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan prinsip penerapan konfigurasi keamanan berbasis filtering port dan IP address dalam menjaga integritas lalu lintas jaringan (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja konfigurasi murid, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (firewall konektivitas lokal), dan menutup pertemuan dengan doa/salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan lembar panduan sintaks aturan firewall (rule parameters: chain, src-address, dst-port, action). Murid yang mahir diberikan skenario tambahan pemblokiran port 21 (FTP) dan protokol ICMP.
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing langkah demi langkah dalam menentukan parameter port dan aksi filter. Murid mahir melakukan konfigurasi mandiri dengan variasi range port.
- Produk: Dokumentasi hasil uji konfigurasi: tabel status akses port untuk murid reguler; tabel status ditambah pencatatan log rule matches untuk murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pengenalan nomor port layanan standar dan prinsip dasar filter alamat IP. Butir pertanyaan: (1) Sebutkan port default untuk layanan web HTTP dan HTTPS! (Acuan: HTTP port 80, HTTPS port 443); (2) Jelaskan fungsi rule deny/drop berbasis IP address! (Acuan: Menghentikan/menolak paket data yang berasal dari atau menuju alamat IP yang ditentukan agar tidak dapat melewati router).
Proses:- Penilaian unjuk kerja konfigurasi filtering port dan alamat pada simulator jaringan. Kriteria penilaian: (1) Ketepatan pembuatan Aturan 1: Protocol TCP, Dst-Port 80, Dst-IP 192.168.1.10, Action: Accept; (2) Ketepatan pembuatan Aturan 2: Protocol TCP, Src-IP 192.168.1.2, Dst-IP 192.168.1.10, Dst-Port 22, Action: Accept; (3) Ketepatan pembuatan Aturan 3: Protocol TCP, Dst-IP 192.168.1.10, Dst-Port 22, Action: Drop; (4) Hasil pengujian konektivitas: Klien A berhasil akses HTTP & SSH, Klien B berhasil akses HTTP namun ditolak (Connection refused/timeout) saat akses SSH.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: Murid menuliskan aksi yang tepat (Accept/Drop) untuk skenario keamanan: 'Sebuah server database di port 3306 hanya boleh diakses oleh IP server aplikasi 10.0.0.5, sedangkan IP staf kantor 10.0.0.20 dilarang mengaksesnya'. Acuan jawaban: Rule 1: Source IP 10.0.0.5, Port 3306 -> Accept; Rule 2: Source IP 10.0.0.20 (atau Any/0.0.0.0/0), Port 3306 -> Drop.
Formatif:- Observasi unjuk kerja konfigurasi filtering port dan IP pada perangkat/simulator
- Pemeriksaan lembar verifikasi hasil uji konektivitas layanan (HTTP dan SSH)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan konfigurasi filtering port dan alamat IP | Belum mampu memasukkan parameter IP address, nomor port, dan aksi filter (Accept/Drop) secara tepat pada antarmuka konfigurasi. | Mampu menerapkan konfigurasi filtering port dan IP namun masih terdapat kesalahan pada salah satu parameter (misalnya tertukar antara source dan destination IP/port) sehingga hasil pemblokiran belum sesuai skenario. | Mampu menerapkan konfigurasi 3 aturan filtering port dan IP secara tepat sesuai skenario (HTTP diizinkan ke semua, SSH diizinkan hanya untuk IP tertentu, SSH ditolak untuk IP lain) dan dibuktikan dengan hasil uji konektivitas yang valid. | Mampu menerapkan konfigurasi seluruh aturan filtering port dan IP secara mandiri, tepat, dan terurut secara logis tanpa konflik aturan, serta mampu menerapkan aturan tambahan (pemblokiran protokol ICMP/port lainnya) secara benar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid memahami perbedaan mendasar antara source port dan destination port dalam penulisan rule filter keamanan?
- Apakah aktivitas simulasi praktik memberikan pemahaman nyata bagi murid tentang cara melindungi perangkat jaringan dari akses yang tidak berwenang?
Murid:- Bagian mana dari langkah pengaturan parameter filtering IP dan port yang paling menantang bagi saya?
- Bagaimana pemahaman tentang penutupan port yang tidak terpakai ini mengubah cara pandang saya mengenai keamanan perangkat komputer dan internet?
Pertemuan 14 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Lanjut Firewall pada Konektivitas Jaringan Data Lokal — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.4 Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup aktivitas pertemuan ke-14 yaitu konfigurasi aturan firewall pada konektivitas jaringan data lokal (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis mengenai dasar keamanan firewall lokal: (1) Sebutkan 2 tindakan default (action) pada aturan firewall terhadap paket data! [Acuan: Accept/Allow dan Drop/Reject/Block]; (2) Apa fungsi parameter 'Chain' pada firewall router (misal Input vs Forward)? [Acuan: Input untuk paket menuju router itu sendiri, Forward untuk paket yang melintasi router antar-segmen jaringan] (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati demonstrasi guru tentang struktur aturan (firewall rule) pada router jaringan lokal yang mencakup parameter: Chain (forward/input), Source Address, Destination Address, Protocol (tcp/udp/icmp), dan Action (accept/drop) (15 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis 3 contoh aturan firewall yang disajikan guru di layar: Rule 1 (Chain: forward, Src: 192.168.10.0/24, Dst: 192.168.20.10, Protocol: tcp, Dst-Port: 80, Action: accept), Rule 2 (Chain: forward, Src: 192.168.10.0/24, Dst: 192.168.20.0/24, Action: drop), Rule 3 (Chain: input, Protocol: icmp, Action: drop) untuk memahami arah aliran paket yang diizinkan atau ditolak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memberikan tantangan permainan berpasangan 'Firewall Battle: Lolos atau Blokir' (Game simulasi inspeksi paket): Satu murid menjadi 'Pengirim Paket' yang mengajukan kartu paket data dan satu murid menjadi 'Mesin Firewall' yang mengeksekusi aksi berdasarkan tabel aturan filter firewall (15 menit).
- Murid secara mandiri pada komputer/simulator jaringan mengonfigurasi 3 aturan firewall keamanan lokal pada topologi 2 subnet (Subnet A: 192.168.1.0/24, Subnet B: 192.168.2.0/24, Server: 192.168.2.10): (1) Aturan 1: Izinkan akses Web Server TCP port 80 dari Subnet A ke Server (Chain: forward, Src: 192.168.1.0/24, Dst: 192.168.2.10, Protocol: tcp, Port: 80, Action: accept); (2) Aturan 2: Blokir uji koneksi ICMP/ping dari Subnet A ke Server (Chain: forward, Src: 192.168.1.0/24, Dst: 192.168.2.10, Protocol: icmp, Action: drop); (3) Aturan 3: Blokir semua lalu lintas sisa lainnya dari Subnet A ke Subnet B (Chain: forward, Src: 192.168.1.0/24, Dst: 192.168.2.0/24, Action: drop) (15 menit).
- Murid melakukan verifikasi hasil penerapan aturan firewall melalui pengujian ping (hasil request timed out) dan pengujian browsing HTTP ke server (hasil web page terbuka), lalu mencatat hasilnya pada lembar kerja (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi keberhasilan konfigurasi firewall yang telah diterapkan serta mengevaluasi urutan eksekusi aturan (rule order) di mana aturan spesifik (accept port 80) harus berada di atas aturan drop general agar tidak terblokir secara tidak sengaja (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penerapan konfigurasi firewall filter pada jaringan data lokal serta pentingnya urutan penempatan aturan (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir singkat terkait dampak urutan konfigurasi firewall dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan sintaks/tangkapan layar antarmuka konfigurasi firewall step-by-step; murid mahir diberikan spesifikasi aturan tambahan berupa pembatasan rentang port dinamis.
- Proses: Murid yang kesulitan dipandu secara langsung saat menetapkan parameter chain dan port; murid mahir mempraktikkan pengujian konfigurasi secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengonfigurasi minimal 2 aturan dasar (ICMP drop dan Web accept); murid mahir menyelesaikan 3 aturan filter lengkap termasuk default drop rule.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat lisan/tulis 2 butir: (1) Menyebutkan 2 jenis action firewall (Acuan: Accept/Allow untuk meneruskan, Drop/Reject untuk membuang paket); (2) Menjelaskan fungsi chain input vs forward (Acuan: input untuk paket menuju perangkat firewall itu sendiri, forward untuk paket yang melintasi firewall menuju host lain).
Proses:- Pengamatan langsung dan lembar checklist penerapan konfigurasi 3 aturan firewall: (1) Aturan accept HTTP port 80 dari 192.168.1.0/24 ke 192.168.2.10 (tepat jika chain=forward, src=192.168.1.0/24, dst=192.168.2.10, proto=tcp, dst-port=80, action=accept); (2) Aturan drop ICMP dari 192.168.1.0/24 ke 192.168.2.10 (tepat jika chain=forward, src=192.168.1.0/24, dst=192.168.2.10, proto=icmp, action=drop); (3) Aturan drop sisa traffic ke 192.168.2.0/24 (tepat jika chain=forward, src=192.168.1.0/24, dst=192.168.2.0/24, action=drop).
- Pemeriksaan hasil verifikasi pengujian: Uji web HTTP berhasil (halaman web tampil) dan uji ping ICMP gagal (Request timed out/Packet dropped).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir 1 butir tertulis: 'Jika Rule Drop All diletakkan pada baris paling atas di atas Rule Accept Web Port 80, apakah client dapat membuka web server? Jelaskan alasannya!' (Acuan jawaban: Tidak dapat terbuka, karena firewall memproses aturan secara sekuensial dari atas ke bawah sehingga paket langsung terkena drop sebelum mencapai aturan accept).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penerapan aturan firewall filter pada simulator/perangkat jaringan lokal
- Lembar cek hasil uji konektivitas pengujian paket data (HTTP dan ICMP)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Konfigurasi Aturan Firewall pada Jaringan Data Lokal | Belum mampu menerapkan parameter aturan firewall (chain, IP source/destination, protokol, port, action) secara tepat pada jaringan data lokal. | Mampu menerapkan 1 aturan firewall dengan parameter dan aksi yang tepat secara terbimbing. | Mampu menerapkan 2 hingga 3 aturan firewall (filter ICMP dan filter port HTTP) secara tepat dan mandiri. | Mampu menerapkan seluruh 3 aturan firewall secara presisi dan mandiri, serta membuktikan ketepatan urutan aturan melalui verifikasi pengujian konektivitas data. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami logika aliran paket (chain input vs forward) saat mengonfigurasi firewall?
- Apakah alokasi waktu pada aktivitas praktikum simulasi firewall mencukupi untuk seluruh murid?
Murid:- Bagian mana dari konfigurasi aturan firewall (chain, protokol, port, aksi) yang paling menantang untuk disetel?
- Mengapa urutan aturan pada daftar firewall sangat menentukan keberhasilan akses data lokal?
Pertemuan 15 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Lanjut Enkripsi dan Autentikasi Jaringan Nirkabel — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.4 Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan konfigurasi keamanan lanjut enkripsi dan autentikasi pada jaringan nirkabel (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan materi protokol nirkabel: (1) Sebutkan kepanjangan dari WPA dan SSID! (acuan: Wi-Fi Protected Access dan Service Set Identifier); (2) Manakah protokol enkripsi nirkabel yang lebih aman antara WEP, WPA2, dan WPA3? (acuan: WPA3 paling aman, diikuti WPA2, sedangkan WEP sudah usang dan rentan) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi dan penjelasan guru mengenai arsitektur parameter keamanan nirkabel pada Access Point/Router Nirkabel virtual: Service Set Identifier (SSID), SSID Broadcast (Enable/Disable), protokol keamanan (Open, WEP, WPA2-PSK/AES, WPA3-SAE), Pre-Shared Key (Passphrase), serta penyaringan MAC Address nirkabel (15 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis tabel komparasi parameter keamanan nirkabel untuk menentukan standar konfigurasi aman berdasarkan skenario kebutuhan jaringan kantor kecil (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan simulasi cepat 'Wireless Security Speed Setup' secara berpasangan untuk saling menantang kecepatan dan ketepatan mencocokkan parameter keamanan nirkabel yang diminta kartu kasus sebelum masuk ke perangkat lunak simulasi (10 menit).
- Murid secara mandiri/berpasangan melakukan konfigurasi keamanan lanjut nirkabel pada simulator jaringan (seperti Cisco Packet Tracer atau antarmuka simulator web Access Point) dengan menerapkan parameter wajib: SSID 'Lab-Secured', SSID Broadcast diaktifkan, protokol keamanan 'WPA2-PSK' dengan algoritma enkripsi 'AES', Passphrase 'Informatika2025!', serta Wireless MAC Filtering diaktifkan dengan mode 'Permit/Allow' hanya untuk 2 MAC address klien terdaftar (Laptop: 00:1A:2B:3C:4D:01 dan Smartphone: 00:1A:2B:3C:4D:02) (25 menit).
- Murid melakukan verifikasi hasil konfigurasi dengan menguji koneksi dari perangkat klien yang terdaftar (harus berhasil terhubung dan mendapatkan IP) serta menguji koneksi dari klien tidak terdaftar/salah kunci (harus ditolak/gagal tersambung) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali konfigurasi yang telah dilakukan terhadap lembar panduan verifikasi, mengevaluasi potensi celah keamanan jika passphrase terlalu sederhana atau enkripsi AES diganti TKIP, serta mencatat keberhasilan koneksi klien (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama konfigurasi keamanan nirkabel yaitu kombinasi enkripsi yang kuat (WPA2/WPA3 dengan AES), passphrase yang kompleks, dan pengendalian akses fisik melalui MAC filtering (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, menginformasikan bahwa materi berikutnya adalah penerapan konfigurasi keamanan jalur konektivitas internet kabel dan nirkabel pada pertemuan 16, lalu menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah konfigurasi bergambar antarmuka router GUI; murid mahir diberikan lembar spesifikasi konfigurasi berbasis parameter teknis teks murni.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langkah demi langkah oleh guru dalam mengatur WPA2-PSK dan MAC filtering; murid mahir diminta mengonfigurasi tambahan guest network (SSID tamu) terpisah dengan isolasi jaringan lokal.
- Produk: Semua murid menghasilkan file simulasi/tangkapan layar konfigurasi nirkabel yang memuat status enkripsi WPA2-PSK dan Wireless MAC Filtering yang aktif serta teruji.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan tertulis 2 butir: (1) Sebutkan kepanjangan dari WPA dan SSID! (Acuan: WPA = Wi-Fi Protected Access; SSID = Service Set Identifier); (2) Urutkan tingkat keamanan protokol nirkabel dari yang terlemah ke terkuat antara WEP, WPA2, dan WPA3! (Acuan: WEP -> WPA2 -> WPA3).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja konfigurasi keamanan nirkabel: (1) Ketepatan pemilihan protokol WPA2-PSK dengan enkripsi AES; (2) Ketepatan penetapan passphrase sesuai ketentuan minimal 8 karakter kompleks; (3) Keberhasilan aktivasi Wireless MAC Filtering dengan mendaftarkan 2 MAC address klien terotorisasi; (4) Hasil uji konektivitas (klien sah berhasil terhubung dan klien tanpa hak akses tertolak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir pada penutup: (1) Mengapa algoritma AES lebih disarankan dibandingkan TKIP pada WPA2? (Acuan: AES menggunakan enkripsi blok simetris yang jauh lebih kuat secara kriptografi dan mendukung throughput data nirkabel tinggi, sedangkan TKIP rentan terhadap serangan manipulasi paket); (2) Apa efek jika Wireless MAC Filtering diset ke mode 'Deny/Prevent'? (Acuan: Perangkat dengan MAC address yang didaftarkan akan diblokir aksesnya, sedangkan perangkat lain yang tahu kata sandi diizinkan).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja konfigurasi keamanan nirkabel (SSID, WPA2-PSK/AES, MAC Filtering) pada lembar kerja/simulator
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konfigurasi Protokol Enkripsi dan Autentikasi Nirkabel | Belum mampu memilih protokol keamanan nirkabel dan membiarkan jaringan nirkabel dalam kondisi Open (tanpa enkripsi/kunci). | Mengonfigurasi keamanan nirkabel namun salah memilih enkripsi (misal menggunakan WEP atau WPA-TKIP) atau menetapkan passphrase yang tidak sesuai ketentuan skenario. | Menerapkan konfigurasi protokol WPA2-PSK dengan enkripsi AES dan passphrase yang tepat sesuai ketentuan skenario simulasi secara terpandu. | Menerapkan konfigurasi protokol WPA2-PSK/WPA3 dengan enkripsi AES, menetapkan passphrase kompleks, serta mengonfigurasi Wireless MAC filtering secara mandiri dan tepat tanpa kesalahan. | | Pengujian dan Verifikasi Konektivitas Klien Aman | Belum mampu menguji apakah perangkat klien nirkabel berhasil tersambung atau tertolak pada jaringan yang telah dikonfigurasi. | Hanya mampu menguji koneksi pada satu klien yang sah, namun tidak memverifikasi penolakan koneksi pada klien yang tidak sah/salah kunci. | Mampu memverifikasi keberhasilan koneksi klien sah (IP didapat dan ping sukses) serta membuktikan penolakan koneksi pada perangkat tidak terdaftar pada MAC filter. | Mampu memverifikasi seluruh skenario pengujian konektivitas secara mandiri, menganalisis status asosiasi klien pada tabel asosiasi access point, dan memastikan tidak ada kebocoran akses. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan secara operasional antara fungsi enkripsi (kerahasiaan data) dan autentikasi/filtering (kontrol akses masuk) pada jaringan nirkabel?
- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk praktik konfigurasi pada simulator jaringan mencukupi bagi seluruh murid?
Murid:- Bagian mana dari konfigurasi keamanan nirkabel (SSID, WPA2-PSK, atau MAC Filtering) yang paling menantang untuk diselesaikan?
- Bagaimana pemahaman konfigurasi nirkabel ini membantu saya melindungi router atau hotspot nirkabel pribadi di rumah?
Pertemuan 16 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Lanjut Jalur Konektivitas Internet Kabel dan Nirkabel — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.4 Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-16 mengenai penerapan konfigurasi keamanan lanjut pada jalur konektivitas internet kabel dan nirkabel (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan pemahaman konfigurasi keamanan konektivitas internet dengan memberikan 2 pertanyaan diagnostik tertulis singkat: (1) Parameter apa yang digunakan untuk memisahkan lalu lintas kabel dan nirkabel pada router gateway? (2) Fitur apa yang membatasi akses keluar-masuk internet berdasarkan IP/Port? (Acuan jawaban: (1) VLAN / Interface binding / Subnetting terpisah; (2) Firewall NAT/Filter Rules) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan topologi gateway terintegrasi yang menghubungkan jalur internet publik (WAN), segmen kabel (LAN ethernet), dan segmen nirkabel (WLAN), lalu mengidentifikasi 3 titik kerentanan jalur koneksi internet (kebocoran IP lokal ke WAN, akses tanpa filter dari segmen nirkabel tamu ke segmen server kabel, serta port manajemen router terbuka ke publik) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan dalam tantangan simulasi keamanan gateway 'Secure Border Challenge', murid melakukan praktik konfigurasi keamanan lanjut pada simulator router (atau router fisik lab) dengan menerapkan 3 aturan konfigurasi: (1) Mengaktifkan Network Address Translation (NAT) Masquerade pada interface WAN; (2) Membuat firewall filter rule yang memblokir akses koneksi dari zona WLAN-Guest menuju zona LAN-Private (drop rule forward chain dari interface WLAN ke LAN subnet 192.168.10.0/24); (3) Menerapkan rule drop untuk remote management router dari interface publik/WAN (port 80 dan 8291) (30 menit).
- Murid melakukan pengujian verifikasi konektivitas internet kabel dan nirkabel secara mandiri: memeriksa apakah perangkat di LAN dan WLAN tetap memperoleh akses browsing internet (ping/traceroute ke gateway publik berhasil), sembari memastikan akses lintas-segmen WLAN ke LAN privat dan remote port WAN tertolak (RTO/Connection Refused) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa log lalu lintas router untuk menganalisis paket data yang berhasil diblokir oleh aturan keamanan yang baru saja diterapkan dan mencatat hasil konfigurasi ke dalam lembar kerja verifikasi keamanan jalur internet (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip penerapan konfigurasi keamanan lanjut terpadu pada jalur internet kabel dan nirkabel untuk menjamin integritas jaringan lokal (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil unjuk kerja konfigurasi murid, menyampaikan arahan persiapan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan sintaks/tahapan perintah konfigurasi router step-by-step; murid mahir diberikan skenario lanjutan dengan penambahan konfigurasi limitasi bandwidth (rate limiting) pada jalur nirkabel.
- Proses: Bimbingan terarah langsung oleh guru pada kelompok yang kesulitan menentukan chain dan interface in/out pada simulator, sedangkan kelompok mandiri mengonfigurasi secara langsung dengan variasi subnet IP yang ditentukan.
- Produk: Format pelaporan hasil verifikasi berupa ceklis status drop/accept pada tabel verifikasi koneksi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal tertulis diagnostik singkat (2 butir): (1) Apa parameter utama untuk memisahkan segmentasi jalur kabel dan nirkabel pada gateway router? (Acuan jawaban: Penggunaan Subnet/VLAN/Interface berbeda seperti LAN1 dan WLAN1); (2) Aturan firewall apa yang digunakan untuk mentranslasikan IP privat lokal agar dapat mengakses internet publik secara aman? (Acuan jawaban: NAT / Network Address Translation Masquerade pada interface WAN).
Proses:- Observasi unjuk kerja praktik konfigurasi keamanan pada router: Penilaian ketepatan penerapan 3 parameter konfigurasi: (1) NAT Masquerade interface WAN aktif; (2) Firewall filter rule isolasi segmen nirkabel tamu ke segmen kabel privat berhasil dikonfigurasi (action=drop); (3) Proteksi akses input router dari interface WAN terpasang (action=drop untuk port manajemen).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman verifikasi konfigurasi pada tabel uji konektivitas (3 butir uji): (1) Uji akses internet kabel dan nirkabel (Acuan: status Ping IP Gateway Publik sukses/Reply); (2) Uji isolasi WLAN tamu ke LAN privat (Acuan: status Ping/Akses Request Timed Out / Dropped); (3) Uji proteksi port remote WAN (Acuan: status koneksi Connection Refused / Closed).
Formatif:- Tes diagnostik singkat pada pendahuluan untuk mengukur kesiapan konfigurasi jalur gateway
- Lembar observasi unjuk kerja konfigurasi keamanan jalur internet kabel dan nirkabel pada kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut jalur internet kabel dan nirkabel | Mampu menerapkan kurang dari 2 aturan konfigurasi keamanan jalur internet (NAT Masquerade, isolasi WLAN-LAN, atau proteksi remote WAN) secara tepat. | Mampu menerapkan tepat 2 aturan konfigurasi keamanan jalur internet secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu menerapkan seluruh 3 aturan konfigurasi keamanan jalur internet (NAT Masquerade, isolasi WLAN-LAN, dan proteksi remote WAN) secara tepat dan mandiri. | Mampu menerapkan seluruh 3 aturan konfigurasi keamanan jalur internet secara tepat, mandiri, serta memverifikasi status log lalu lintas data pengujian konektivitas tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah stimulasi dan panduan praktikum simulator router memfasilitasi murid menerapkan konfigurasi keamanan jalur internet secara mandiri?
- Apakah alokasi waktu 35 menit pada kegiatan mengaplikasi cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan uji koneksi kabel dan nirkabel?
Murid:- Langkah konfigurasi keamanan mana yang paling menantang saat mengisolasi lalu lintas jalur nirkabel dan kabel?
- Bagaimana konfigurasi firewall dan NAT membantu melindungi jaringan lokal dari ancaman di internet publik?
Pertemuan 17 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.5.1 Mengidentifikasi berbagai model jaringan komputer
- TP 11.5.2 Melakukan pengiriman data antar perangkat dalam jaringan komputer
- TP 11.5.3 Melakukan troubleshooting permasalahan jaringan komputer
- TP 11.5.4 Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menata kesiapan ruang laboratorium jaringan komputer (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan mekanisme pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 yang mencakup Tes Tertulis Penugasan Analisis Model Jaringan (25 menit) dan Unjuk Kerja Praktik Laboratorium (55 menit) secara objektif dan mandiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk dan lembar tugas tertulis penugasan serentak berisi 3 butir soal analisis perbandingan model jaringan komputer: (1) Perbandingan karakteristik fisik topologi Star vs Mesh (Acuan: Star menggunakan konsentrator switch/hub terpusat, kabel lebih hemat, jika node putus node lain normal, switch rusak seluruh mati; Mesh koneksi point-to-point antar semua node, kabel sangat banyak, redundansi tinggi/toleransi kesalahan tinggi); (2) Kelebihan dan keterbatasan skema model Client-Server vs Peer-to-Peer (Acuan: Client-Server terpusat pada server, keamanan dan backup terpusat, biaya server mahal; Peer-to-Peer tiap komputer setara, biaya murah tanpa server khusus, keamanan sulit dikontrol terpusat); (3) Pemetaan fungsi 4 lapisan model referensi TCP/IP (Acuan: Application berfungsi sebagai antarmuka pengguna/layanan aplikasi; Transport mengatur transmisi data andal dan segmentasi port; Internet/Network mengatur pengalamatan IP dan routing; Network Access mengatur transmisi sinyal fisik dan frame data) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan serentak mengerjakan lembar tes tertulis penugasan analisis model jaringan komputer (Tugas 1) berdasarkan 3 butir soal yang telah dibagikan dan mengumpulkan lembar jawabannya tepat waktu (20 menit).
- Murid mengakses komputer masing-masing dan secara mandiri melaksanakan unjuk kerja praktik laboratorium (Tugas 2) sesuai 3 skenario tugas: (1) Melakukan simulasi pengujian pengiriman paket data antar dua host pada topologi star dan mencatat nilai latensi serta indikator packet loss 0%; (2) Melakukan langkah troubleshooting pendeteksian dan penyelesaian gangguan logical miskonfigurasi subnet mask IP host sehingga koneksi ping kembali berstatus Reply; (3) Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut firewall berbasis filtering port (memblokir port HTTP 80 namun mengizinkan ICMP ping) pada perangkat serta menguji keberhasilan filtering tersebut (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyusun dan menyimpan berkas artefak laporan unjuk kerja yang memuat tangkapan layar hasil simulasi pengiriman data, baris perintah diagnosis troubleshooting IP, dan tabel aturan konfigurasi keamanan firewall ke dalam folder pengumpulan server lokal yang ditentukan (5 menit).
Penutup:- Guru mengonfirmasi seluruh berkas tes tertulis dan artefak digital unjuk kerja telah terkumpul lengkap dari seluruh murid tanpa ada yang tertinggal (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai ketuntasan capaian pembelajaran Bab 5 dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar petunjuk tugas dengan ukuran teks cetak lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah isi soal dan kriteria penilaian.
- Proses: Menyediakan alternatif terminal command-line interface (CLI) atau grafis (GUI) simulator sesuai kenyamanan akses perangkat murid dengan kriteria pembuktian keberhasilan konfigurasi yang setara.
- Produk: Format pengumpulan artefak laporan unjuk kerja dapat berupa format berkas PDF atau dokumen dokumen teks terstruktur yang memuat bukti tangkapan layar identik sesuai indikator.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis mandiri sebelum asesmen: Memastikan perangkat komputer lab siap, perangkat lunak simulasi jaringan aktif, dan lembar kerja tes tertulis telah diterima oleh setiap murid.
Proses:- Observasi keterlaksanaan unjuk kerja mandiri: Pengamatan kepatuhan prosedur praktikum, integritas pengerjaan mandiri tanpa komunikasi antar-peserta, dan penyelesaian tahapan unjuk kerja sesuai urutan skenario.
Sumatif Bab:- Tes tertulis penugasan dan unjuk kerja praktik laboratorium jaringan komputer yang dilaksanakan serentak: Lembar analisis perbandingan model jaringan serta berkas laporan hasil simulasi pengiriman data, penyelesaian troubleshooting, dan pengujian konfigurasi keamanan lanjut konektivitas jaringan
- tes tertulis penugasan serentak: Lembar analisis perbandingan karakteristik, kelebihan, keterbatasan, dan skema model-model jaringan komputer yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid di kelas (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)
- unjuk kerja praktik dan konfigurasi serentak: Laporan hasil simulasi pengujian pengiriman data antar perangkat, dokumentasi langkah diagnosis dan penyelesaian troubleshooting koneksi, serta bukti keberhasilan pengujian konfigurasi keamanan lanjut pada konektivitas jaringan kabel/nirkabel yang dikerjakan serentak di komputer masing-masing murid (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja konfigurasi dan troubleshooting jaringan)
Sumatif:- Tes tertulis penugasan dan unjuk kerja praktik laboratorium jaringan komputer yang dilaksanakan serentak: Lembar analisis perbandingan model jaringan serta berkas laporan hasil simulasi pengiriman data, penyelesaian troubleshooting, dan pengujian konfigurasi keamanan lanjut konektivitas jaringan
- tes tertulis penugasan serentak: Lembar analisis perbandingan karakteristik, kelebihan, keterbatasan, dan skema model-model jaringan komputer yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid di kelas (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitis)
- unjuk kerja praktik dan konfigurasi serentak: Laporan hasil simulasi pengujian pengiriman data antar perangkat, dokumentasi langkah diagnosis dan penyelesaian troubleshooting koneksi, serta bukti keberhasilan pengujian konfigurasi keamanan lanjut pada konektivitas jaringan kabel/nirkabel yang dikerjakan serentak di komputer masing-masing murid (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja konfigurasi dan troubleshooting jaringan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Model Jaringan Komputer (TP 11.5.1) | Menganalisis perbandingan karakteristik topologi, model arsitektur, dan lapisan referensi TCP/IP dengan tepat hanya pada 1 butir soal. | Menganalisis perbandingan karakteristik topologi, model arsitektur, dan lapisan referensi TCP/IP dengan tepat pada 2 butir soal (Acuan butir: (1) Star vs Mesh; (2) Client-Server vs P2P; (3) Lapisan TCP/IP). | Menganalisis perbandingan karakteristik topologi, model arsitektur, dan lapisan referensi TCP/IP dengan tepat pada seluruh 3 butir soal sesuai acuan kunci jawaban. | Menganalisis perbandingan karakteristik topologi, model arsitektur, dan lapisan referensi TCP/IP dengan tepat pada seluruh 3 butir soal disertai analisis implikasi efisiensinya secara komprehensif dan mandiri. | | Pengiriman Data Antar Perangkat (TP 11.5.2) | Menjalankan simulasi pengiriman data antar perangkat namun gagal mengukur parameter transmisi (latensi dan packet loss). | Menjalankan simulasi pengiriman data antar perangkat dan berhasil mendokumentasikan nilai latensi namun belum menganalisis indikator packet loss secara lengkap. | Melakukan simulasi pengiriman data antar perangkat secara tepat dengan bukti hasil pengujian mencakup nilai latensi dan nilai packet loss 0% sesuai skenario unjuk kerja. | Melakukan simulasi pengiriman data antar perangkat secara tepat, mendokumentasikan nilai latensi dan packet loss 0%, serta melampirkan analisis variasi beban paket data secara mandiri. | | Troubleshooting Permasalahan Jaringan (TP 11.5.3) | Mengidentifikasi gejala putus koneksi namun tidak dapat menemukan letak kesalahan pengalamatan IP/subnet mask. | Mengidentifikasi letak kesalahan pengalamatan IP/subnet mask namun langkah perbaikan belum berhasil memulihkan konektivitas. | Melakukan troubleshooting konektivitas logis secara tepat: mendeteksi kesalahan subnet mask, memperbaikinya, dan membuktikan koneksi pulih (status ICMP Reply) sesuai acuan skenario. | Melakukan troubleshooting konektivitas logis secara tepat, memulihkan koneksi dengan efisien, serta mendokumentasikan log perbandingan status sebelum dan sesudah perbaikan secara sistematis. | | Penerapan Konfigurasi Keamanan Lanjut (TP 11.5.4) | Membuat aturan filtering firewall namun salah menetapkan nomor port atau alamat sehingga aturan tidak berdampak. | Menerapkan konfigurasi filtering port firewall tetapi belum melakukan pengujian verifikasi pemblokiran paket data. | Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut firewall filtering port secara tepat (port 80 diblokir, ICMP diizinkan) dan membuktikan keberhasilan pengujian aturan tersebut sesuai kriteria. | Menerapkan konfigurasi keamanan lanjut firewall filtering port secara tepat, membuktikan keberhasilan pemblokiran dan perizinan akses, serta mengonfigurasi pencatatan log keamanan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit tes tertulis dan 55 menit unjuk kerja praktik di laboratorium memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan asesmen sumatif?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid pada kompetensi troubleshooting logis dan konfigurasi keamanan lanjut berdasarkan hasil artefak yang dikumpulkan?
Murid:- Bagian mana dari unjuk kerja simulasi pengiriman data, troubleshooting, dan konfigurasi keamanan yang berhasil saya selesaikan secara paling mandiri?
- Langkah diagnosis atau konfigurasi apa yang dirasa paling menantang selama pelaksanaan asesmen sumatif laboratorium tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Balitbang Kemendikbudristek.
- Set kartu skenario topologi fisik jaringan komputer (Bus, Star, Ring, Mesh).
- Lembar Kerja Aktivitas JKI-K11-01: Ayo Membandingkan Topologi Jaringan.
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 5, Aktivitas JKI-K11-02.
- Buku Teks Siswa Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5 Subbab Model Jaringan Komputer.
- Kertas plano, spidol warna, dan penggaris untuk sketsa rancangan skema jaringan.
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5 Merancang Jaringan Komputer dan Konfigurasi Keamanannya
- Set kartu lapisan OSI (7 kartu nama lapisan dan 7 kartu deskripsi peran)
- Lembar Kerja Siswa: Identifikasi Hirarki dan Lapisan Model Referensi Jaringan
- Buku Panduan Guru Informatika SMA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Teks Siswa Informatika SMA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5 Subbab Transmisi Data.
- Lembar Kerja Aktivitas JKI-K11-04 (Kartu Mekanisme Pengiriman Data Packet Switching), amplop simulasi data, dan spidol penanda rute.
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 5
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 5 Subbab Transmisi Data (Aktivitas JKI-K11-05)
- Komputer laboratorium/laptop yang terhubung LAN/simulator jaringan (Packet Tracer) dan command prompt terminal utilitas jaringan
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Revisi (Kemendikbudristek 2024, Bab 5 Subbab Transmisi Data: Line Coding)
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Revisi (Aktivitas JKI-K11-06)
- Lembar Kerja Aktivitas Siswa: Grafik Sinyal Digital Berpetak
- Papan tulis / Proyektor presentasi bentuk gelombang sinyal digital
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5 Subbab Transmisi Data dan Modulasi Sinyal.
- Lembar Kerja Aktivitas JKI-K11-07: Ayo Berpikir - Menentukan Jenis Modulasi.
- Diagram visual gelombang sinyal Amplitude Modulation, Frequency Modulation, dan Phase Modulation.
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kemendikbudristek, 2023, Bab 5
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kemendikbudristek, 2023, Aktivitas JKI-K11-09 Halaman 208-223
- Peralatan lab: Kabel UTP Cat5e/Cat6, Konektor RJ45, Tang Crimping, LAN Tester, dan 2 unit Komputer/Laptop per kelompok
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Perangkat LAN Cable Tester RJ45, Switch Ethernet/Hub, Kabel UTP Cat5e/Cat6 sampel rusak dan normal, Komputer/PC Laboratorium
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Komputer/Laptop dengan antarmuka Command Prompt (CLI) atau perangkat lunak simulator jaringan komputer (Cisco Packet Tracer / sejenisnya).
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi Bab 5
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Bab 5
- Simulator Jaringan Komputer (Cisco Packet Tracer / lembar topologi jaringan simulasi)
- Lembar Kerja Detektif Gateway dan Troubleshooting Routing
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5
- Komputer/Laptop dengan Command Prompt / Terminal terpasang atau perangkat lunak simulator jaringan (misalnya Cisco Packet Tracer)
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi), Bab 5
- Perangkat lunak simulator jaringan komputer (Cisco Packet Tracer / GNS3 / MikroTik RouterOS simulator)
- Komputer/laptop lab dengan koneksi jaringan lokal
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kemendikbudristek
- Perangkat Lunak Simulator Jaringan (Cisco Packet Tracer / MikroTik RouterOS di VirtualBox / GNS3)
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi (Bab 5: Merancang Jaringan Komputer dan Konfigurasi Keamanannya), Kemendikbudristek 2023
- Perangkat lunak simulator jaringan (Cisco Packet Tracer / Virtual Access Point Emulator GUI)
- Lembar Kerja Murid: Konfigurasi Keamanan Nirkabel WPA2-PSK dan MAC Filtering
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi (Bab 5 Merancang Jaringan Komputer dan Konfigurasi Keamanannya)
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas XI Edisi Revisi
- Perangkat lunak simulator jaringan (Cisco Packet Tracer / MikroTik RouterOS / GNS3) atau Router fisik lab komputer
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Informatika Kelas XI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 5 Merancang Jaringan Komputer dan Konfigurasi Keamanannya.
- Perangkat lunak simulator jaringan komputer (Cisco Packet Tracer / GNS3) dan perangkat komputer laboratorium jaringan.
|