Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Penyaringan Konten Negatif dan Konfigurasi Privasi pada Platform Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 10 dengan topik "Penyaringan Konten Negatif dan Konfigurasi Privasi pada Platform Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Penyaringan Konten Negatif dan Konfigurasi Privasi pada Platform Digital

Informatika - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Penyaringan Konten Negatif dan Konfigurasi Privasi pada Platform Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPenyaringan Konten Negatif dan Konfigurasi Privasi pada Platform Digital
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis dan menyaring konten negatif di dunia digital menggunakan metode dan alat yang tersedia untuk menjaga keamanan informasi.
  2. Murid dapat menerapkan konfigurasi privasi dan keamanan pada akun platform digital untuk melindungi data dan informasi pribadi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu tanpa sengaja menemukan konten yang tidak menyenangkan atau berbahaya saat berselancar di internet? Apa yang kamu lakukan saat itu?
  2. Seberapa amankah akun media sosial atau akun digital milikmu saat ini? Apakah kamu yakin data pribadimu sudah terlindungi?
  3. Jika seseorang bisa melihat semua pengaturan privasi akunmu sekarang, kira-kira apa yang akan mereka temukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid untuk melakukan ice-breaking singkat: murid diminta mengacungkan tangan jika pernah menemukan konten negatif di internet dalam seminggu terakhir (membangun keterhubungan emosional dan suasana terbuka).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara eksplisit: (1) menganalisis dan menyaring konten negatif, dan (2) menerapkan konfigurasi privasi pada akun digital — agar murid memahami arah belajar mereka (prinsip berkesadaran).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru membagikan kuis singkat 3 pertanyaan pilihan ganda via Google Form atau kertas (5 menit): (a) Apa yang dimaksud konten negatif? (b) Sebutkan satu cara menyaring konten negatif. (c) Apakah kamu pernah mengubah pengaturan privasi akunmu? Guru mencatat peta pemahaman awal murid untuk menyesuaikan penjelasan.
  • Guru menyajikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu 2 menit bagi murid untuk berdiskusi singkat berpasangan sebelum berbagi ke kelas.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini: Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi, serta menyampaikan bahwa hasil kerja murid akan digunakan sebagai bahan asesmen.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4–5 contoh tangkapan layar konten dari internet (campuran konten positif dan negatif: hoaks, ujaran kebencian, konten dewasa, iklan penipuan, vs. konten edukatif). Murid diminta mengidentifikasi mana yang positif dan negatif beserta alasannya secara lisan (diskusi kelas 5 menit).
  • Guru menjelaskan secara terstruktur kategori konten negatif di internet: (1) hoaks/misinformasi, (2) konten kekerasan, (3) konten dewasa/pornografi, (4) ujaran kebencian, (5) penipuan siber. Guru menggunakan slide visual yang menarik dan contoh nyata yang relevan dengan kehidupan murid SMA.
  • Guru menjelaskan metode dan alat penyaringan konten negatif: (a) fitur SafeSearch pada mesin pencari Google, (b) filter konten pada browser (mis. ekstensi uBlock Origin), (c) fitur pelaporan konten di platform media sosial, (d) penggunaan mesin pencari aman seperti Kiddle, (e) pembaruan perangkat lunak keamanan/antivirus.
  • Guru menjelaskan konsep konfigurasi privasi pada platform digital: pengaturan visibilitas profil, kontrol siapa yang dapat melihat postingan, pengaturan lokasi, pengelolaan aplikasi pihak ketiga yang terhubung ke akun, dan notifikasi keamanan. Contoh diambil dari Instagram, Google Account, dan TikTok yang familiar bagi murid.
  • Murid diberikan waktu 3 menit untuk menuliskan di buku catatan: minimal 3 jenis konten negatif dan 3 langkah konfigurasi privasi yang baru mereka pelajari (aktivitas individual untuk memastikan pemahaman personal — prinsip berkesadaran).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan Lembar Kerja Murid (LKM) yang berisi dua bagian tugas.
  • Bagian A — Analisis Konten (15 menit): Kelompok diberikan 5 skenario konten digital (dalam bentuk deskripsi teks atau tangkapan layar). Murid harus: (1) mengidentifikasi apakah konten tersebut negatif atau positif, (2) menjelaskan alasan berdasarkan kategori yang telah dipelajari, dan (3) menentukan langkah penyaringan yang tepat untuk setiap skenario (mis. laporkan, aktifkan SafeSearch, blokir akun, dll.).
  • Bagian B — Audit Privasi Akun Digital (15 menit): Setiap murid membuka salah satu akun digital miliknya (Google Account, Instagram, atau TikTok) di perangkat masing-masing. Murid mengisi tabel audit pada LKM: daftar pengaturan privasi (visibilitas profil, lokasi, aplikasi terhubung, autentikasi dua langkah), beri tanda centang jika sudah dikonfigurasi dengan aman, dan tanda silang jika belum. Murid kemudian langsung menerapkan minimal 2 perubahan konfigurasi privasi pada akun mereka dan mendokumentasikannya dengan tangkapan layar (screenshot).
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil Bagian A secara singkat (2 menit per kelompok) kepada kelas. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk menanggapi atau menambahkan (diskusi kelas aktif — prinsip menggembirakan dan kolaborasi).
  • Guru memberikan umpan balik langsung selama presentasi dan meluruskan miskonsepsi yang muncul (asesmen proses formatif).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individual mengisi Jurnal Refleksi Digital (bisa di kertas atau Google Form) dengan menjawab 3 pertanyaan: (1) Apa hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang keamanan digitalmu? (2) Perubahan konfigurasi privasi apa yang sudah kamu terapkan hari ini, dan mengapa itu penting? (3) Apa satu langkah konkret yang akan kamu lakukan dalam seminggu ke depan untuk menjaga keamanan informasi pribadimu di internet?
  • Guru mengajak murid untuk berbagi 2–3 jawaban secara sukarela ke kelas, menciptakan diskusi reflektif tentang tanggung jawab digital sebagai warga digital yang bijak (mengaitkan dengan dimensi Kewargaan — prinsip bermakna).
  • Guru menyimpulkan pembelajaran dengan menegaskan kembali bahwa menyaring konten negatif dan mengonfigurasi privasi bukan hanya soal teknis, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain di ruang digital (penguatan nilai karakter — prinsip berkesadaran).

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan 'exit ticket' sebagai asesmen akhir: murid menuliskan di selembar kertas kecil atau Google Form — (1) satu hal yang sudah dipahami, (2) satu hal yang masih membingungkan, dan (3) satu pertanyaan yang ingin dijawab lebih lanjut.
  • Guru merangkum poin-poin kunci pembelajaran: definisi dan kategori konten negatif, metode penyaringan, dan langkah-langkah konfigurasi privasi akun digital.
  • Guru memberikan tugas mandiri (PR ringan): murid diminta melengkapi tabel audit privasi untuk semua akun digital yang mereka miliki (Google, Apple, Microsoft, game online, aplikasi lainnya) menggunakan format dari buku siswa Aktivitas 10.4-07-P, dan mengumpulkannya pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya dan mengaitkannya dengan materi hari ini untuk menjaga kesinambungan belajar.
  • Guru menutup kelas dengan apresiasi atas partisipasi murid dan mengingatkan untuk selalu menjadi pengguna digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat): diberikan kartu referensi (cheat sheet) berisi daftar kategori konten negatif dan langkah-langkah konfigurasi privasi yang sudah terstruktur, sehingga mereka dapat fokus pada pemahaman konsep tanpa terbebani mengingat detail teknis. Murid yang sudah mahir (cepat): diberikan tantangan tambahan berupa analisis kebijakan privasi (Privacy Policy) salah satu platform digital dan mengidentifikasi celah keamanan yang mungkin ada.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan Bagian A LKM dengan panduan pertanyaan scaffolding yang lebih terperinci. Murid yang sudah mahir dapat langsung mengerjakan skenario yang lebih kompleks dan diminta memberikan rekomendasi kebijakan penyaringan konten untuk sekolah. Guru memberikan pendampingan lebih intensif kepada murid yang kesulitan saat sesi audit privasi akun.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menghasilkan tabel audit privasi dengan tanda centang/silang dan penjelasan singkat. Murid yang sudah mahir diminta membuat panduan singkat (1 halaman) berisi tips keamanan digital yang bisa dibagikan kepada teman atau keluarga, sebagai bentuk kontribusi nyata kepada komunitas.

ASESMEN

Awal:

  • Kuis diagnostik singkat (5 menit) di awal pendahuluan: 3 pertanyaan pilihan ganda tentang (1) definisi konten negatif, (2) satu cara menyaring konten negatif, dan (3) pengalaman murid mengubah pengaturan privasi akun. Hasil digunakan guru untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan pada tahap Memahami.
  • Diskusi singkat berpasangan (2 menit) merespons pertanyaan pemantik, diikuti berbagi ke kelas — guru mengamati dan mencatat pemahaman awal murid secara informal.

Proses:

  • Observasi aktif guru selama diskusi identifikasi konten (tahap Memahami): guru mencatat murid yang sudah mampu membedakan konten positif/negatif dengan alasan yang tepat.
  • Pemantauan pengerjaan LKM Bagian A (analisis skenario): guru berkeliling, membaca jawaban kelompok, dan memberikan pertanyaan lanjutan untuk menggali pemahaman lebih dalam.
  • Penilaian presentasi kelompok (Bagian A): guru menggunakan checklist sederhana — ketepatan identifikasi konten, kesesuaian langkah penyaringan, dan kemampuan merespons tanggapan teman.
  • Pemantauan pengisian tabel audit privasi (Bagian B): guru memastikan murid benar-benar mengakses pengaturan akun dan menerapkan perubahan, bukan sekadar mengisi tabel tanpa praktik nyata.
  • Jurnal Refleksi Digital: guru membaca jawaban murid untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu diluruskan dan mengukur kedalaman pemahaman.

Akhir:

  • Exit ticket (5 menit di penutup): murid menuliskan satu hal yang dipahami, satu hal yang masih membingungkan, dan satu pertanyaan lanjutan. Guru menganalisis exit ticket untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
  • LKM lengkap (Bagian A + Bagian B beserta tangkapan layar): dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek ketepatan analisis konten dan kelengkapan konfigurasi privasi.
  • Tugas mandiri tabel audit privasi lengkap (dikumpulkan pertemuan berikutnya): dinilai berdasarkan kelengkapan akun yang diaudit dan ketepatan identifikasi status konfigurasi privasi.

Formatif:

  • Kuis diagnostik awal 3 pertanyaan (pilihan ganda) untuk memetakan pemahaman awal murid tentang konten negatif dan privasi digital.
  • Observasi guru selama diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis skenario konten — guru mencatat keaktifan, ketepatan analisis, dan kemampuan berargumentasi murid.
  • Umpan balik langsung (lisan) dari guru saat kelompok mempresentasikan hasil Bagian A LKM.
  • Pemantauan pengisian tabel audit privasi akun digital (Bagian B LKM) — guru berkeliling dan memberikan bimbingan serta umpan balik individual.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pembelajaran: murid menuliskan satu hal yang dipahami, satu hal yang masih membingungkan, dan satu pertanyaan lanjutan — digunakan guru untuk mengukur ketercapaian TP.
  • Lembar Kerja Murid (LKM) yang telah diisi lengkap: Bagian A (analisis skenario konten negatif) dan Bagian B (tabel audit privasi akun digital beserta dokumentasi tangkapan layar perubahan konfigurasi) — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Tugas mandiri (PR): tabel audit privasi lengkap untuk semua akun digital milik murid, dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Konten Negatif (TP 10.4.5.1)Murid tidak dapat mengidentifikasi konten negatif dari skenario yang diberikan, atau memberikan alasan yang tidak relevan dan tidak berdasar.Murid dapat mengidentifikasi konten negatif dari skenario yang diberikan, tetapi alasan yang diberikan masih umum dan belum mengacu pada kategori konten negatif yang dipelajari.Murid dapat mengidentifikasi konten negatif dari skenario yang diberikan dengan alasan yang tepat berdasarkan kategori konten negatif, dan menyebutkan langkah penyaringan yang sesuai.Murid dapat menganalisis konten negatif dari skenario yang diberikan secara mendalam, memberikan alasan yang kuat berdasarkan kategori konten negatif, menentukan langkah penyaringan yang paling tepat dan efektif, serta mampu menjelaskan dampak konten tersebut bagi pengguna.
Penerapan Metode Penyaringan Konten (TP 10.4.5.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau menerapkan metode/alat penyaringan konten negatif yang relevan untuk skenario yang diberikan.Murid dapat menyebutkan satu metode penyaringan konten negatif, tetapi penerapannya pada skenario kurang tepat atau tidak disertai penjelasan yang memadai.Murid dapat menyebutkan dan menerapkan dua atau lebih metode penyaringan konten negatif yang sesuai dengan skenario, disertai penjelasan yang cukup jelas.Murid dapat menyebutkan, menerapkan, dan membandingkan berbagai metode penyaringan konten negatif secara tepat untuk setiap skenario, disertai penjelasan yang komprehensif tentang kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode.
Konfigurasi Privasi Akun Digital (TP 10.4.5.2)Murid tidak dapat mengidentifikasi pengaturan privasi pada akun digitalnya, atau tidak melakukan perubahan konfigurasi apapun selama kegiatan.Murid dapat mengidentifikasi beberapa pengaturan privasi pada akun digitalnya dan melakukan satu perubahan konfigurasi, tetapi belum dapat menjelaskan alasan perubahan tersebut.Murid dapat mengidentifikasi berbagai pengaturan privasi pada akun digitalnya, melakukan minimal dua perubahan konfigurasi yang tepat, dan menjelaskan alasan setiap perubahan untuk melindungi data pribadi.Murid dapat mengidentifikasi secara menyeluruh pengaturan privasi pada akun digitalnya, melakukan lebih dari dua perubahan konfigurasi yang tepat dan terencana, menjelaskan alasan setiap perubahan secara mendalam, serta memberikan rekomendasi pengaturan privasi tambahan yang belum tersedia di platform.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam KelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid berpartisipasi dalam diskusi kelompok, tetapi kontribusinya masih terbatas dan perlu dorongan dari guru atau teman.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, memberikan kontribusi yang berarti, dan mampu menyampaikan pendapat dengan jelas saat presentasi.Murid sangat aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, memimpin diskusi secara konstruktif, memberikan kontribusi yang signifikan, mampu menyampaikan dan mempertahankan pendapat dengan argumen yang kuat, serta menghargai pendapat anggota kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mencapai kedua tujuan pembelajaran hari ini? Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah contoh skenario konten negatif yang digunakan sudah relevan dan kontekstual dengan kehidupan murid SMA kelas 10?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Apakah murid benar-benar mempraktikkan perubahan konfigurasi privasi pada akun mereka, atau hanya mengisi tabel secara teoritis? Bagaimana cara memastikan praktik nyata ini terjadi?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang keamanan digitalmu, dan mengapa hal itu penting bagimu?
  • Perubahan konfigurasi privasi apa yang sudah kamu terapkan pada akunmu hari ini? Bagaimana perasaanmu setelah melakukan perubahan tersebut?
  • Apakah kamu merasa sudah cukup aman dalam menggunakan platform digital sehari-hari? Apa yang masih perlu kamu perbaiki?
  • Satu langkah konkret apa yang akan kamu lakukan dalam seminggu ke depan untuk menjaga keamanan informasi pribadimu di internet?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 4: Keamanan dan Manajemen Informasi, khususnya materi penyaringan konten negatif dan Aktivitas 10.4-07-P Evaluasi Konfigurasi Privasi dan Keamanan pada Peranti Digitalmu.
  2. Buku Panduan Guru Informatika Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 4, Aktivitas 10.4-05-P Menyaring Konten Negatif di Internet.
  3. Perangkat digital murid (smartphone/laptop/tablet) dengan akses internet untuk praktik langsung konfigurasi privasi akun.
  4. Platform Google Account (myaccount.google.com) — untuk praktik konfigurasi privasi dan keamanan akun Google.
  5. Platform media sosial yang dimiliki murid (Instagram, TikTok, dll.) — untuk praktik audit dan konfigurasi privasi.
  6. Fitur SafeSearch Google (google.com/safesearch) — sebagai contoh alat penyaringan konten.
  7. Mesin pencari aman Kiddle (kiddle.co) — sebagai contoh mesin pencari dengan filter konten bawaan.
  8. Google Form atau kertas — untuk kuis diagnostik awal dan exit ticket.
  9. Lembar Kerja Murid (LKM) yang disiapkan guru — berisi skenario analisis konten negatif dan tabel audit privasi akun digital.
  10. Slide presentasi guru — berisi contoh tangkapan layar konten positif/negatif, kategori konten negatif, dan panduan konfigurasi privasi.
  11. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka versi Deep Learning 2025 — sebagai acuan prinsip pedagogis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.