MODUL AJAR Informatika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 4 — Keamanan dan Manajemen Informasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Informatika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Keamanan dan Manajemen Informasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 45 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.4.1 Menerapkan konfigurasi keamanan dasar untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
- TP 10.4.2 Menyaring konten negatif di dunia digital berdasarkan kriteria verifikasi informasi yang valid
- TP 10.4.3 Menerapkan pengelolaan kata sandi dengan manajer kata sandi untuk pengamanan akun
- TP 10.4.4 Menerapkan autentikasi dua langkah secara sederhana pada peranti atau akun digital
- TP 10.4.5 Menerapkan konfigurasi privasi dan keamanan pada akun platform digital sesuai kebutuhan perlindungan data
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika sebuah komputer terhubung ke jaringan kabel sekolah tanpa perlindungan kata sandi atau firewall aktif, risiko apa yang langsung dihadapi data di dalamnya?
- Pengaturan keamanan dasar apa saja pada sistem operasi yang wajib diaktifkan saat komputer terhubung ke kabel LAN agar tidak dapat disusupi perangkat asing?
- Mengapa jaringan Wi-Fi tanpa kata sandi atau dengan pengaturan standar rentan disusupi oleh pihak asing?
- Langkah konfigurasi dasar apa saja yang wajib diatur pada router nirkabel agar lalu lintas internet terlindungi?
- Bagaimana cara kita membedakan informasi yang benar-benar valid dengan konten negatif seperti hoaks atau disinformasi di media digital?
- Kriteria apa saja yang dapat kita gunakan untuk memverifikasi keabsahan suatu pesan atau tautan sebelum mempercayai atau membagikannya?
- Bagaimana caramu mengingat puluhan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun digital tanpa menuliskannya di secarik kertas yang mudah hilang atau dibaca orang?
- Mengapa memakai satu kata sandi yang sama untuk semua akun media sosial dan perbankan digital sangat berisiko?
- Mengapa kata sandi saja terkadang belum cukup untuk melindungi akun digital kita dari pembajakan?
- Bagaimana sebuah kode verifikasi unik di ponsel dapat mencegah peretas masuk ke akun kita meskipun kata sandi kita telah bocor?
- Pernahkah kamu menyadari bahwa informasi pribadi seperti lokasi langsung, daftar teman, atau nomor teleponmu bisa dilihat oleh siapa saja di internet?
- Bagaimana cara membatasi siapa saja yang berhak melihat postingan, profil, serta aktivitas akun media sosialmu?
- Pernahkah kalian menerima notifikasi login mencurigakan atau mendapati akun media sosial tiba-tiba mengikuti akun yang tidak dikenal?
- Pengaturan keamanan apa saja pada akun digital yang harus segera diaktifkan untuk mencegah kebocoran data pribadi?
- Bagaimana konfigurasi keamanan jaringan dan pengelolaan akun digital yang tepat dapat melindungi data pribadi dari ancaman peretasan?
- Mengapa verifikasi sumber informasi secara kritis sangat menentukan ketepatan kita dalam menyaring konten negatif di internet?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Dasar Jaringan Lokal Kabel — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Menerapkan konfigurasi keamanan dasar untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yakni menerapkan konfigurasi keamanan dasar pada konektivitas jaringan lokal kabel (LAN) (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid menjawab 3 pertanyaan tertulis singkat di selembar kertas mengenai status keamanan jaringan kabel (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati demonstrasi guru tentang 3 konfigurasi keamanan dasar konektivitas jaringan kabel pada sistem operasi: (1) Menyetel profil jaringan ke 'Public Network' saat terhubung ke kabel publik/sekolah; (2) Menonaktifkan File and Printer Sharing serta Network Discovery pada profil publik; (3) Memastikan status Firewall bawaan sistem dalam kondisi aktif/on (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling menguji pemahaman konfigurasi melalui kuis tantangan kartu peran kilat 'Aman atau Rentan' yang berisi skenario status jaringan lokal kabel untuk mengidentifikasi apakah setelan sudah aman sesuai prinsip CIA (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri membuka panel kontrol/pengaturan jaringan pada komputer laboratorium/perangkat masing-masing yang terhubung kabel LAN (Ethernet), lalu menerapkan 3 langkah konfigurasi keamanan dasar: mengatur Network Profile ke 'Public', mematikan opsi 'File and Printer Sharing' di pengaturan lanjutan, serta mengaktifkan 'Domain/Private/Public Firewall' (25 menit).
- Murid melakukan verifikasi mandiri hasil konfigurasinya dengan mencatat nilai parameter status konfigurasi pada Lembar Kerja Verifikasi Keamanan Jaringan Kabel (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali daftar periksa konfigurasi miliknya untuk memastikan seluruh setelan proteksi kabel LAN telah terkunci dengan benar dan merumuskan konsekuensi proteksi data pribadinya (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan 3 konfigurasi pokok keamanan jaringan lokal kabel (profil publik, matikan file sharing terbuka, firewall aktif) (3 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya yakni keamanan jaringan nirkabel (Wi-Fi), lalu menutup kelas dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual langkah konfigurasi per panel (screenshot tahapan), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario penyesuaian aturan masuk (inbound rules) firewall dasar.
- Proses: Murid yang belum lancar dipandu langkah demi langkah oleh guru, sementara murid yang mahir langsung mempraktikkan konfigurasi secara mandiri.
- Produk: Murid mengumpulkan lembar bukti verifikasi konfigurasi keamanan kabel LAN; murid mahir menambahkan catatan port dasar yang terblokir saat file sharing dimatikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab 3 butir diagnostik singkat: (1) Sebutkan risiko membiarkan fitur 'File Sharing' aktif tanpa kata sandi pada jaringan kabel sekolah (acuan jawaban: data dapat dibaca/diakses/disalin sembarang pengguna lain dalam jaringan); (2) Manakah profil jaringan yang lebih aman untuk koneksi publik: Private atau Public? (acuan jawaban: Public); (3) Apa fungsi utama Firewall lokal saat terhubung ke jaringan kabel? (acuan jawaban: memblokir akses dan koneksi masuk yang tidak dikenal/berbahaya).
Proses:- Penilaian unjuk kerja saat murid menerapkan 3 konfigurasi keamanan dasar jaringan kabel: (1) Pengaturan profil jaringan ke Public; (2) Penonaktifan File and Printer Sharing; (3) Pengaktifan status Firewall. Guru mengamati ketepatan langkah konfigurasi menggunakan lembar observasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi 3 parameter pada Lembar Kerja Praktik: (1) Status Network Profile = Public Network; (2) Status File and Printer Sharing = Off/Disabled; (3) Status Firewall = Active/On. Kriteria tuntas jika ketiga parameter dikonfigurasi tepat sesuai acuan tersebut.
Formatif:- Asesmen diagnostik tertulis singkat di pendahuluan mengenai keamanan jaringan kabel.
- Observasi unjuk kerja penerapan konfigurasi keamanan dasar jaringan lokal kabel pada lembar verifikasi praktik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Konfigurasi Keamanan Jaringan Kabel (Profil Jaringan, File Sharing, Firewall) | Belum mampu menerapkan salah satu pun dari 3 konfigurasi keamanan dasar jaringan kabel secara tepat. | Menerapkan 1 dari 3 konfigurasi keamanan dasar jaringan kabel (misal hanya mengubah profil jaringan ke Public atau menyalakan Firewall saja) dengan bantuan guru. | Menerapkan 2 hingga 3 konfigurasi keamanan dasar jaringan kabel (profil Public, mematikan File Sharing, mengaktifkan Firewall) dengan tepat secara mandiri. | Menerapkan seluruh 3 konfigurasi keamanan dasar jaringan kabel secara lengkap, tepat, mandiri, serta mampu memverifikasi status proteksi jaringan tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil mengakses panel pengaturan sistem operasi dan menerapkan konfigurasi keamanan dasar pada koneksi kabel?
- Bagian konfigurasi mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis dari guru?
Murid:- Apakah saya sudah dapat mengatur profil jaringan kabel ke mode Publik dan mematikan berbagi berkas secara mandiri?
- Mengapa penting untuk selalu menyalakan firewall ketika komputer saya terhubung kabel LAN di tempat umum/sekolah?
Pertemuan 2 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Dasar Jaringan Nirkabel dan Internet — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Menerapkan konfigurasi keamanan dasar untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran, memeriksa presensi murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan konfigurasi keamanan dasar pada jaringan nirkabel dan internet (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan protokol enkripsi Wi-Fi yang paling aman digunakan saat ini antara Open, WEP, dan WPA2/WPA3 (acuan jawaban benar: WPA2 atau WPA3); (2) Mengapa nama SSID default router sebaiknya diubah dan tidak menyertakan identitas pribadi pemilik (acuan jawaban benar: untuk mencegah pengenalan tipe perangkat oleh peretas serta menghindari pelacakan identitas pemilik jaringan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan konfigurasi keamanan dasar router nirkabel yang mencakup 4 parameter utama: (1) Mengubah kredensial akun administrator default router (mengganti username/password default 'admin'), (2) Mengganti nama SSID standar, (3) Menerapkan protokol enkripsi nirkabel WPA2/WPA3 Personal dengan passphrase kuat, dan (4) Mengaktifkan fitur dasar firewall bawaan router/NAT (15 menit).
- Murid mengikuti peragaan simulasi interaktif konfigurasi antarmuka web router nirkabel yang didemonstrasikan oleh guru di layar kelas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan cepat 'Audit Keamanan Nirkabel' secara berpasangan: murid menelaah 3 skenario konfigurasi router di lembar aktivitas untuk menentukan status keamanan masing-masing: Skenario A [SSID: RouterNet, Enkripsi: Open, Password Admin: admin], Skenario B [SSID: Lab_Komputer, Enkripsi: WEP, Password Admin: rahasia123], Skenario C [SSID: Garuda_Net, Enkripsi: WPA2-PSK/AES, Password Admin: P@ssw0rdK0mpl3ks!] (acuan: Skenario A 'Sangat Rentan/Tidak Aman', Skenario B 'Rentan/Usang', Skenario C 'Aman') (15 menit).
- Secara mandiri, murid menerapkan langkah-langkah konfigurasi keamanan jaringan nirkabel pada simulator antarmuka router (atau lembar konfigurasi grafis peranti nirkabel) dengan menyetel 4 item: mengganti sandi admin router, mengubah SSID kustom, memilih protokol keamanan WPA2/WPA3, dan menentukan pre-shared key yang memenuhi syarat minimal 8 karakter kombinasi huruf dan angka (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ulang hasil konfigurasi keamanan nirkabel yang telah dibuat dengan mencocokkannya terhadap lembar kriteria verifikasi keamanan jaringan nirkabel (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap ketepatan konfigurasi keamanan nirkabel yang telah diselesaikan murid (5 menit).
- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai pentingnya menerapkan enkripsi pada jaringan nirkabel sebelum mengakhiri sesi pelajaran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan visual langkah konfigurasi beranotasi bagi murid yang membutuhkan scaffolding teknis.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih mengonfigurasi 2 parameter inti terlebih dahulu (SSID dan Enkripsi WPA2), sedangkan murid yang lebih cepat menerapkan konfigurasi penuh mencakup pembatasan MAC filtering dan penyembunyian broadcast SSID.
- Produk: Hasil penerapan konfigurasi dicatat dalam lembar spesifikasi konfigurasi jaringan nirkabel atau tangkapan layar simulator.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat sebelum pembelajaran: (1) Sebutkan protokol enkripsi Wi-Fi yang paling aman digunakan saat ini antara Open, WEP, dan WPA2/WPA3 (acuan jawaban benar: WPA2 atau WPA3); (2) Mengapa nama SSID default router sebaiknya diubah dan tidak menyertakan identitas pribadi pemilik (acuan jawaban benar: untuk mencegah pengenalan tipe peranti/kerentanan sistem serta menghindari pemetaan identitas pemilik).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mengerjakan konfigurasi pada simulator/lembar kerja: memeriksa ketepatan penyetelan sandi admin router, penetapan SSID baru, pemilihan mode enkripsi WPA2/WPA3, dan pembuatan kunci sandi (pre-shared key).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menuliskan verifikasi 4 parameter keamanan router yang telah dikonfigurasi beserta alasan teknisnya (acuan jawaban lengkap: sandi admin router diubah agar tidak bisa diakses peretas lewat IP gateway default, SSID diubah agar tidak membocorkan tipe router/identitas, enkripsi WPA2/WPA3 diterapkan untuk mengenkripsi paket transmisi data, pre-shared key dibuat kompleks agar tahan serangan brute-force).
Formatif:- Penilaian kinerja penerapan konfigurasi keamanan nirkabel pada lembar kerja/simulator berdasarkan daftar cek 4 parameter keamanan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Konfigurasi Keamanan Jaringan Nirkabel | Menerapkan konfigurasi dengan tepat pada 1 parameter keamanan dasar nirkabel (hanya mengubah nama SSID). | Menerapkan konfigurasi dengan tepat pada 2 parameter keamanan dasar nirkabel (mengubah SSID dan mengganti sandi admin default). | Menerapkan konfigurasi dengan tepat pada 3-4 parameter keamanan dasar nirkabel (mengubah sandi admin default, mengubah SSID, memilih enkripsi WPA2/WPA3, dan membuat kunci sandi minimal 8 karakter). | Menerapkan konfigurasi dengan tepat dan mandiri pada seluruh 4 parameter keamanan dasar nirkabel serta melengkapinya dengan pengaturan pengamanan tambahan (seperti penonaktifan WPS atau pengaturan pembatasan MAC filtering). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tahap praktik konfigurasi mandiri mencukupi bagi seluruh murid?
- Apakah media simulasi konfigurasi router nirkabel mudah dipahami dan dioperasikan oleh murid?
Murid:- Bagian mana dari langkah konfigurasi keamanan jaringan nirkabel yang paling menantang untuk saya terapkan?
- Apakah saya sudah mampu menentukan jenis enkripsi nirkabel yang aman untuk jaringan di rumah atau sekolah?
Pertemuan 3 — Menyaring Konten Negatif di Dunia Digital Berdasarkan Kriteria Verifikasi Informasi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.2 Menyaring konten negatif di dunia digital berdasarkan kriteria verifikasi informasi yang valid
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyaring konten negatif di dunia digital menggunakan kriteria verifikasi informasi yang valid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis singkat 3 butir cuplikan pesan digital yang ditampilkan di layar: Butir 1 'Klik tautan bit.ly/dana-kaget-resmi untuk mengklaim saldo gratis dari kementerian' (Acuan: Konten Negatif/Phishing-Hoaks); Butir 2 'Kementerian Kesehatan merilis jadwal vaksinasi influenza di puskesmas resmi melalui situs kemkes.go.id' (Acuan: Konten Valid); Butir 3 'Kabar duka mendalam: artis ternama dikabarkan meninggal dunia tanpa konfirmasi keluarga dan disebarkan lewat blog gratisan' (Acuan: Konten Negatif/Disinformasi). Murid menentukan status tiap cuplikan secara tertulis (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati penjelasan interaktif mengenai kriteria verifikasi informasi valid menggunakan metode membaca lateral dan instrumen CRAAP (Currency/Kekinian, Relevance/Kesesuaian, Authority/Otoritas sumber, Accuracy/Keakuratan fakta, Purpose/Tujuan konten) untuk mengidentifikasi ciri konten negatif (hoaks, ujaran kebencian, penipuan digital, dan disinformasi) (15 menit).
- Murid dalam pasangan memainkan tantangan kuis cepat 'Valid atau Saring!' dengan menganalisis 2 studi kasus pesan digital: Kasus A 'Pemberitahuan pemblokiran rekening bank mendadak via nomor WhatsApp tidak resmi meminta kode OTP' (Acuan verifikasi: Konten negatif/Penipuan karena tidak berotoritas dan bertujuan mencuri data); Kasus B 'Pengumuman resmi beasiswa pendidikan terbit di portal resmi kemdikbud.go.id dengan kontak email berdomain resmi' (Acuan verifikasi: Konten valid karena otoritas jelas, akurat, dan dapat diverifikasi secara lateral) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Penyaringan Konten yang berisi 4 skenario informasi digital: Skenario 1 'Pesan berantai peringatan gempa bumi besar berkekuatan 9,5 SR yang akan melanda pulau Jawa malam ini dari sumber anonim'; Skenario 2 'Informasi cuaca ekstrem dari akun resmi BMKG bercentang biru disertai peta radar cuaca'; Skenario 3 'Tawaran kerja paruh waktu mengetik online bergaji 5 juta per hari dengan syarat transfer biaya pendaftaran via e-wallet pribadi'; Skenario 4 'Pemberitaan riset energi ramah lingkungan yang diterbitkan jurnal ilmiah terindeks bereputasi' (10 menit).
- Murid secara mandiri menyaring keempat skenario tersebut dengan mengisi tabel verifikasi (menentukan status Valid atau Konten Negatif serta menuliskan kriteria verifikasi pendukungnya). Acuan lengkap: Skenario 1 = Konten Negatif/Hoaks (kriteria: tidak ada otoritas resmi, akurasi nihil, tujuan memicu kepanikan); Skenario 2 = Konten Valid (kriteria: otoritas BMKG terverifikasi, akurasi berbasis data radar, tujuan informatif); Skenario 3 = Konten Negatif/Penipuan (kriteria: tidak memiliki otoritas badan usaha resmi, tujuan meminta uang pendaftaran); Skenario 4 = Konten Valid (kriteria: sumber otoritatif dari jurnal terindeks, data akurat dan terverifikasi) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penyaringan mereka dengan membandingkannya terhadap kunci acuan verifikasi bersama arahan guru, lalu menandai ketepatan keputusan saring yang telah diambil (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan langkah penting penyaringan konten negatif sebelum memercayai atau menyebarkan pesan digital (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil asesmen penyaringan konten hari ini, memberikan tindak lanjut pengingat untuk pertemuan berikutnya, serta menutup pertemuan dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu kendali ringkas kriteria CRAAP, sedangkan murid mahir diberikan studi kasus tambahan berupa narasi artikel satire atau manipulasi foto/tangkapan layar palsu.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dipandu guru dengan pemodelan langkah verifikasi satu per satu pada Skenario 1, sedangkan murid mahir langsung menyaring seluruh 4 skenario secara mandiri.
- Produk: Format luaran tetap berupa tabel penyaringan 4 skenario, dengan kedalaman uraian bukti kriteria verifikasi yang lebih terperinci bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik mandiri berupa klasifikasi 3 cuplikan pesan digital (Butir 1: tautan dana kaget; Butir 2: jadwal vaksin puskesmas; Butir 3: kabar artis wafat tanpa sumber). Acuan ketepatan: Butir 1 = Konten Negatif/Phishing; Butir 2 = Konten Valid; Butir 3 = Konten Negatif/Disinformasi.
Proses:- Pengamatan dan penilaian ketercapaian penyaringan 4 skenario digital berdasarkan kriteria CRAAP/verifikasi informasi (Acuan: Skenario 1 = Negatif/Hoaks, Skenario 2 = Valid, Skenario 3 = Negatif/Penipuan, Skenario 4 = Valid).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir pengerjaan: murid mengonfirmasi keputusan saring pada 4 skenario berdasarkan acuan verifikasi resmi (target: minimal 3 dari 4 skenario tersaring dengan keputusan dan kriteria yang tepat).
Formatif:- Penilaian proses penyaringan 4 skenario konten digital pada lembar kerja mandiri menggunakan rubrik verifikasi informasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menyaring Konten Negatif Berdasarkan Kriteria Verifikasi | Hanya mampu menyaring dengan tepat 1 dari 4 skenario konten digital sesuai acuan kriteria verifikasi. | Mampu menyaring dengan tepat 2 dari 4 skenario konten digital sesuai acuan kriteria verifikasi. | Mampu menyaring dengan tepat 3 dari 4 skenario konten digital sesuai acuan kriteria verifikasi secara mandiri. | Mampu menyaring dengan tepat seluruh 4 skenario konten digital (Skenario 1 hoaks, Skenario 2 valid, Skenario 3 penipuan, Skenario 4 valid) beserta alasan kriteria verifikasi yang lengkap dan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk tahap mengaplikasi penyaringan 4 skenario konten digital berjalan secara proporsional?
- Bagian kriteria verifikasi mana (Otoritas, Akurasi, atau Tujuan) yang paling sering disalahpahami oleh murid saat menyaring konten?
Murid:- Kriteria apa yang paling membantu saya dalam membedakan informasi yang valid dengan konten negatif di media sosial?
- Apa langkah pertama yang akan saya lakukan ketika menerima pesan berantai yang mencurigakan di aplikasi pesan singkat?
Pertemuan 4 — Menerapkan Pengelolaan Kata Sandi Menggunakan Manajer Kata Sandi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.3 Menerapkan pengelolaan kata sandi dengan manajer kata sandi untuk pengamanan akun
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu penerapan pengelolaan kata sandi dengan manajer kata sandi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan kesiapan murid terkait fungsi manajer kata sandi dan kriteria kata sandi kuat: (1) Sebutkan 1 fungsi utama aplikasi manajer kata sandi! (acuan: menyimpan/mengamankan kredensial akun, menghasilkan/generate kata sandi acak yang kuat, atau mengisi otomatis/autofill kata sandi saat login); (2) Karakter apa saja yang wajib ada agar kata sandi dinilai kuat? (acuan: kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol/karakter khusus dengan panjang minimal 8–12 karakter) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang alur kerja peramban/manajer kata sandi (Google Password Manager) yang mencakup 3 fungsi esensial: menambahkan/menyimpan kredensial baru, membangkitkan (generate) kata sandi acak yang kuat, serta memperbarui/menghapus entri kata sandi yang kedaluwarsa atau rentan (15 menit).
- Murid secara mandiri mencermati lembar kerja panduan alur menu Google Password Manager (Settings -> Passwords and Autofill -> Google Password Manager -> Add/Edit/Delete) dan mengidentifikasi fungsi masing-masing menu pengelolaan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti tantangan berpasangan 'Password Manager Relay' yang menggembirakan di lab komputer/perangkat: pasangan murid bergantian menyimulasikan 3 skenario pengelolaan akun uji coba pada antarmuka manajer kata sandi: (Skenario 1: Menyimpan kredensial baru akun 'belajar_siswa' untuk situs 'latihan-portal.id' menggunakan kata sandi kuat buatan sistem; Skenario 2: Menggunakan fitur audit/pemeriksaan keamanan untuk mendeteksi kata sandi lemah; Skenario 3: Memperbarui kata sandi lama menjadi kata sandi acak baru serta menghapus riwayat kredensial yang tidak terpakai) (20 menit).
- Murid menyelesaikan Lembar Aktivitas Penerapan Manajer Kata Sandi secara mandiri dengan mengeksekusi 4 langkah teknis: (1) Menambahkan 1 entri akun simulasi pada pengelola sandi, (2) Mengaktifkan fitur pembangkit kata sandi otomatis (password generator) dengan panjang minimal 12 karakter unik, (3) Melakukan pengeditan kata sandi pada entri yang tersimpan, (4) Menghapus entri akun simulasi yang telah selesai diuji coba (acuan: seluruh 4 langkah tereksekusi tanpa kesalahan pada menu peramban) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan hening sejenak secara berkesadaran untuk meninjau kembali praktik kebiasaan pengelolaan kata sandi pribadi yang selama ini dilakukan, serta menyadari pentingnya kedisiplinan memperbarui sandi demi menjaga integritas data pribadi (5 menit).
- Murid mengisi 1 lembar ceklis refleksi kendali diri tentang penerapan manajer kata sandi dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari langkah penerapan manajer kata sandi untuk pengamanan akun digital (menambah, memperbarui dengan generator sandi acak, dan menghapus) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas eksekusi unjuk kerja murid dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya yaitu autentikasi dua langkah (2FA) tanpa menutup bab, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual langkah-demi-langkah bergambar (cheatsheet menu), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan skenario tambahan pengelolaan sinkronisasi sandi antar-perangkat.
- Proses: Murid yang belum terbiasa menggunakan peramban didampingi secara langsung pada langkah penambahan kredensial (scaffolding bertahap), sedangkan murid yang mahir langsung mempraktikkan skenario audit keamanan kata sandi secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama berupa riwayat entri simulasi yang berhasil ditambahkan, dimutakhirkan, dan dihapus pada aplikasi manajer kata sandi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan 2 butir di awal pembelajaran: (1) Sebutkan 1 fungsi utama aplikasi manajer kata sandi! (acuan: menyimpan kredensial akun, membangkitkan/generate kata sandi acak yang kuat, atau autofill saat login); (2) Sebutkan syarat komposisi kata sandi kuat! (acuan: kombinasi minimal 8-12 karakter yang mengandung huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus/simbol).
Proses:- Observasi unjuk kerja langsung saat murid menerapkan 4 langkah pengelolaan kata sandi pada Google Password Manager: (1) Menambahkan akun simulasi baru dengan URL dan username lengkap, (2) Menggunakan fitur password generator untuk membuat sandi kuat minimal 12 karakter kombinasi, (3) Melakukan pembaruan/edit kata sandi pada entri tersimpan, (4) Menghapus entri akun simulasi uji coba (acuan: 4 langkah tereksekusi tepat sesuai menu aplikasi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir sesi berisi 3 butir verifikasi langkah pengelolaan: (1) Di menu manakah tombol untuk menambahkan kredensial akun baru secara manual? (acuan: menu Passwords/Pengelola Sandi -> tombol Add/Tambah); (2) Fitur apa yang digunakan untuk membuat kata sandi acak yang sulit ditebak? (acuan: fitur Password Generator/Pembangkit Sandi Kuat); (3) Apa tindakan yang harus dilakukan jika ada akun simulasi lama yang sudah tidak aktif di daftar manajer sandi? (acuan: memilih entri akun lalu mengklik tombol Delete/Hapus).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal kesiapan konsep kata sandi kuat dan fungsi manajer kata sandi
- Lembar observasi unjuk kerja praktik penerapan pengelolaan kata sandi (tambah, perbarui/generate, hapus)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pengelolaan Kata Sandi dengan Manajer Kata Sandi | Mampu mempraktikkan 1 dari 4 langkah pengelolaan kredensial pada manajer kata sandi (tambah, generate sandi kuat, perbarui, hapus) dan masih membutuhkan panduan intensif guru. | Mampu mempraktikkan 2 dari 4 langkah pengelolaan kredensial pada manajer kata sandi secara tepat dengan arahan guru. | Mampu mempraktikkan 3 sampai 4 langkah pengelolaan kredensial pada manajer kata sandi secara tepat dengan bimbingan minimal. | Mampu mempraktikkan seluruh 4 langkah pengelolaan kredensial pada manajer kata sandi (menambahkan akun, membangkitkan sandi kuat, memperbarui, dan menghapus entri) secara tepat dan mandiri tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit pada aktivitas tantangan berpasangan cukup memfasilitasi seluruh murid mempraktikkan fitur manajer kata sandi secara langsung?
- Bagian langkah manakah pada antarmuka manajer kata sandi yang paling sering memicu kebingungan murid?
Murid:- Langkah manakah dalam mengelola kata sandi menggunakan manajer kata sandi yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apakah kamu kini sudah siap menggunakan manajer kata sandi untuk mengamankan akun-akun pribadimu sehari-hari?
Pertemuan 5 — Menerapkan Autentikasi Dua Langkah Sederhana pada Akun Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.4 Menerapkan autentikasi dua langkah secara sederhana pada peranti atau akun digital
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5 tentang penerapan autentikasi dua langkah secara sederhana pada akun digital (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat diagnostik untuk memetakan kesiapan murid terkait mekanisme autentikasi dua langkah (2FA) dengan memberikan pertanyaan tertulis/lisan: 'Sebutkan 2 faktor autentikasi dalam 2FA beserta contohnya!' (acuan: Faktor 1 = 'Apa yang kamu tahu' seperti kata sandi/PIN; Faktor 2 = 'Apa yang kamu miliki' seperti ponsel/nomor telepon/kode SMS/token/aplikasi autentikator) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru serta panduan Buku Siswa mengenai alur pengaktifan Verifikasi 2 Langkah pada akun Google/platform digital, mulai dari menu Kelola Akun -> Keamanan (Security) -> Verifikasi 2 Langkah -> Memasukkan nomor ponsel/peranti verifikasi kedua (10 menit).
- Dalam format permainan tantangan cepat berpasangan 'Simulasi Benteng Digital' (Joyful/Menggembirakan), seorang murid berperan sebagai 'Penyerang' yang memiliki kata sandi curian, dan pasangannya sebagai 'Sistem 2FA' yang menolak akses kecuali penyerang dapat menunjukkan peranti verifikasi kedua fisik yang sah, membuktikan secara langsung fungsi proteksi ganda (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri melakukan praktik langsung Aktivitas 10.4-03-P: Menerapkan autentikasi dua langkah sederhana pada akun digital masing-masing (atau akun uji coba/simulasi akun) melalui 5 tahapan prosedur: (1) Masuk menu Security/Keamanan, (2) Memilih opsi 2-Step Verification / Verifikasi 2 Langkah, (3) Memasukkan kata sandi konfirmasi, (4) Mendaftarkan nomor peranti/ponsel untuk menerima kode verifikasi SMS atau notifikasi persetujuan (prompt), dan (5) Mengaktifkan status verifikasi dua langkah hingga status berstatus 'Aktif'/'On' (30 menit).
- Murid melakukan uji coba login ulang pada peramban privat (incognito mode) untuk menguji penerapan 2FA: memasukkan username dan kata sandi, kemudian mengonfirmasi kode verifikasi yang masuk ke ponsel hingga berhasil masuk (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mendokumentasikan bukti tangkapan layar (screenshot) status '2-Step Verification: On' pada lembar kerja praktikum dan melakukan evaluasi diri berkesadaran terhadap kemudahan dan kendala yang dihadapi saat proses autentikasi (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya lapisan keamanan kedua untuk melindungi akun digital dari pencurian kredensial (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian konfigurasi 2FA murid serta menginfokan materi pertemuan berikutnya tentang konfigurasi privasi pada platform digital (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dengan kendala akses ponsel/perangkat menggunakan akun latihan simulator web atau skenario lembar kerja unplugged panduan langkah 2FA.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langkah per langkah (scaffolding); bagi murid yang sudah mahir, diberikan tantangan mandiri mengeksplorasi metode verifikasi kedua alternatif seperti aplikasi authenticator atau kode cadangan (backup codes).
- Produk: Bukti penerapan berupa tangkapan layar status aktif verifikasi dua langkah pada akun digital murid atau lembar verifikasi checklist tahapan autentikasi dua langkah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis: 'Sebutkan 2 faktor yang digunakan dalam verifikasi dua langkah (2FA) sederhana!' (Acuan jawaban: (1) Sesuatu yang diketahui pengguna / kata sandi / PIN, dan (2) Sesuatu yang dimiliki pengguna / ponsel / kartu SIM / kode SMS / peranti token).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja langkah konfigurasi verifikasi 2 langkah oleh murid pada peranti/akun digital dengan kriteria: (1) Mengakses menu Keamanan akun, (2) Memilih opsi Verifikasi 2 Langkah, (3) Mendaftarkan peranti/nomor telepon verifikasi, (4) Menginput kode konfirmasi dengan benar, dan (5) Mengaktifkan fitur hingga status aktif.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan bukti hasil penerapan (screenshot status 'Verifikasi 2 Langkah: Aktif' dan uji coba login dengan verifikasi kedua) dengan kriteria ketercapaian: status fitur 2FA berhasil berstatus aktif dan login kedua meminta persetujuan kode.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penerapan langkah-langkah autentikasi dua langkah pada akun digital menggunakan lembar observasi/ceklis praktik
- Cek diagnostik awal pemahaman konsep 2 faktor autentikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan autentikasi dua langkah pada akun digital | Belum mampu menerapkan langkah-langkah aktivasi autentikasi dua langkah dan status 2FA belum aktif meskipun dibimbing. | Mampu menerapkan sebagian tahapan autentikasi dua langkah (misal membuka menu keamanan), namun belum berhasil menuntaskan proses verifikasi kode peranti kedua. | Mampu menerapkan seluruh tahapan autentikasi dua langkah pada akun digital secara tepat hingga fitur berhasil aktif dan terverifikasi. | Mampu menerapkan seluruh tahapan autentikasi dua langkah pada akun digital secara mandiri, tepat, cepat, serta berhasil menguji proses login verifikasi ganda tanpa kendala. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil mempraktikkan pengaktifan verifikasi dua langkah pada akun digital mereka?
- Kendala teknis apa saja yang muncul saat murid menerima kode verifikasi pada peranti dan bagaimana solusinya?
Murid:- Apakah akun digitalmu sekarang sudah berhasil terpasang verifikasi dua langkah?
- Apa langkah yang akan kamu lakukan jika suatu saat ponsel verifikasimu tidak ada saat kamu hendak login?
Pertemuan 6 — Menerapkan Konfigurasi Privasi pada Akun Platform Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.5 Menerapkan konfigurasi privasi dan keamanan pada akun platform digital sesuai kebutuhan perlindungan data
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan topik pembelajaran yaitu menerapkan konfigurasi privasi pada akun platform digital (3 menit).
- Guru memandu asesmen awal secara lisan dengan memberikan 2 butir pertanyaan pemetaan pemahaman konfigurasi privasi dasar: (1) Sebutkan menu/fitur yang digunakan untuk membatasi akun media sosial agar hanya disetujui pengikut tertentu (Acuan jawaban: Akun Privat / Private Account); (2) Sebutkan fitur untuk membatasi orang lain melacak tempat kamu mengunggah status (Acuan jawaban: Pengaturan Izin Lokasi / Location Access) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru dan penjelasan modul tentang 3 area utama konfigurasi privasi akun platform digital: (a) Visibilitas Akun (Privat vs Publik), (b) Pembatasan Interaksi (pengaturan komentar, penandaan/tagging, dan pesan langsung/DM), serta (c) Izin Data dan Pelacakan (izin akses lokasi dan riwayat aktivitas) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif cepat 'Audit Detektif Privasi' secara berpasangan, mencocokkan 3 profil studi kasus dengan tindakan konfigurasi yang tepat: Kasus A (Pengguna diteror komentar spam orang asing -> Solusi: Batasi komentar hanya untuk teman/pengikut), Kasus B (Aplikasi peta melacak posisi secara realtime saat tidak digunakan -> Solusi: Nonaktifkan izin lokasi latar belakang / atur izin hanya saat aplikasi digunakan), Kasus C (Foto pribadi muncul di pencarian Google publik -> Solusi: Ubah visibilitas akun menjadi privat) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mempraktikkan konfigurasi privasi pada akun platform digital latihan/peramban/akun masing-masing sesuai Lembar Kerja 'Aktivitas Konfigurasi Privasi Akun': (1) Mengubah visibilitas profil menjadi privat/terbatas, (2) Membatasi izin interaksi (komentar/tagging) hanya untuk kontak/teman terpercaya, (3) Mematikan izin pelacakan lokasi pada aplikasi/akun, serta mencatat status penerapannya pada lembar audit (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ulang hasil konfigurasi privasi pada akunnya dan menuliskan satu kalimat refleksi mengenai perubahan tingkat keterpaparan data pribadi sebelum dan sesudah konfigurasi privasi diterapkan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil penerapan konfigurasi privasi dan meminta murid mengumpulkan lembar audit konfigurasi (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 7: Konfigurasi Keamanan Akun Platform Digital untuk Perlindungan Data) dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah visual (tangkapan layar tombol menu pengaturan privasi), sedangkan murid yang lebih mahir mengeksplorasi pengaturan audit izin aplikasi pihak ketiga yang terhubung.
- Proses: Murid dengan kesiapan dasar dibimbing secara bertahap langkah demi langkah, sedangkan murid mandiri langsung mengeksekusi 3 daftar periksa privasi pada akun.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar ceklis penerapan 3 parameter konfigurasi privasi (visibilitas, interaksi, lokasi), murid mahir dapat menambahkan catatan detail izin metadata pelacakan iklan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan 2 butir tentang konsep pengaturan privasi dasar: (1) Sebutkan menu/fitur yang digunakan untuk membatasi akun media sosial agar hanya disetujui pengikut tertentu (Acuan jawaban: Akun Privat / Private Account); (2) Sebutkan fitur untuk membatasi orang lain melacak tempat kamu mengunggah status (Acuan jawaban: Pengaturan Izin Lokasi / Location Access).
Proses:- Observasi keterlaksanaan praktik konfigurasi privasi pada Lembar Kerja Aktivitas Audit Privasi: Ketercapaian dinilai dari penerapan 3 langkah konfigurasi: (1) Pengaturan visibilitas akun menjadi privat/terbatas, (2) Pembatasan interaksi komentar/penandaan hanya untuk pengikut/teman, (3) Pembatasan akses izin lokasi akun.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan Lembar Ceklis Hasil Konfigurasi Privasi Akun (Acuan: Terverifikasinya 3 pengaturan privasi: visibilitas akun disetel privat/terbatas, fitur komentar/tagging disaring/dibatasi ke pengikut terverifikasi, dan izin lokasi dimatikan/dibatasi hanya saat aplikasi digunakan).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penerapan konfigurasi privasi pada akun platform digital menggunakan lembar observasi/ceklis praktik
- Kuis/tantangan berpasangan 'Audit Detektif Privasi'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Konfigurasi Privasi Akun Platform Digital | Belum mampu menerapkan satu pun dari 3 parameter konfigurasi privasi (visibilitas, interaksi komentar/tagging, izin lokasi) pada akun platform digital. | Menerapkan 1 dari 3 parameter konfigurasi privasi pada akun platform digital dengan bantuan bimbingan guru. | Menerapkan minimal 2 dari 3 parameter konfigurasi privasi (visibilitas akun, pembatasan komentar/tagging, pembatasan izin lokasi) pada akun platform digital secara tepat dan mandiri. | Menerapkan seluruh 3 parameter konfigurasi privasi (visibilitas privat, pembatasan komentar/tagging, dan pembatasan izin lokasi) pada akun platform digital secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik konfigurasi privasi mencukupi untuk seluruh murid melakukan penyesuaian di akun masing-masing?
- Bagian mana dari langkah pengaturan privasi (visibilitas, interaksi, atau lokasi) yang paling sering menimbulkan kendala bagi murid?
Murid:- Pengaturan privasi apa yang paling penting dan baru saja kamu ubah untuk melindungi data pribadimu?
- Apakah kamu merasa akun digitalmu sekarang lebih aman dari pengintaian orang asing setelah menerapkan konfigurasi privasi ini?
Pertemuan 7 — Menerapkan Konfigurasi Keamanan Akun Platform Digital untuk Perlindungan Data — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.5 Menerapkan konfigurasi privasi dan keamanan pada akun platform digital sesuai kebutuhan perlindungan data
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam pembuka, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup aktivitas mengenai konfigurasi keamanan akun platform digital (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Di manakah menu untuk melihat daftar perangkat yang sedang login pada akun platform digital?' (acuan: menu Keamanan/Security -> Perangkat/Devices); (2) 'Apa fungsi mengaktifkan notifikasi keamanan atau peringatan login?' (acuan: memberi tahu pengguna secara langsung saat ada aktivitas login baru atau mencurigakan). Guru memetakan kesiapan murid dari jawaban tersebut (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi guru mengenai navigasi pengaturan keamanan pada platform digital (menu Security/Keamanan Google/media sosial), mencakup peninjauan sesi login aktif, pengaktifan notifikasi peringatan keamanan, pengelolaan izin aplikasi pihak ketiga, dan pengaturan keluar sesi dari jarak jauh (remote sign out) (15 menit).
- Murid mengidentifikasi 4 elemen konfigurasi keamanan perlindungan data: (1) Pemeriksaan Sesi Login/Perangkat Aktif, (2) Pengaktifan Notifikasi Keamanan Email/SMS, (3) Pemutusan Akses Aplikasi Pihak Ketiga yang Tidak Dikenal, dan (4) Pengaturan Pemulihan Akun (email/nomor telepon pemulihan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan berpasangan 'Audit Keamanan Akun' yang menyenangkan: secara bergantian mempraktikkan konfigurasi 4 item keamanan pada akun platform digital latihan/pribadi masing-masing dan saling memverifikasi checklist pengaturan yang berhasil diterapkan (25 menit).
- Murid secara mandiri menerapkan konfigurasi keamanan pada lembar kerja digital/cetak berisi 4 langkah proteksi nyata: (1) memeriksa dan mencabut minimal 1 perangkat login yang tidak dikenali/kedaluwarsa, (2) mengaktifkan fitur notifikasi peringatan keamanan login baru, (3) meninjau dan menghapus izin minimal 1 aplikasi pihak ketiga yang tidak aktif, dan (4) memperbarui/memverifikasi opsi pemulihan akun (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan refleksi singkat mengenai perubahan status keamanan akun sebelum dan sesudah konfigurasi, serta tingkat perlindungan data yang kini dimiliki akunnya (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan 4 langkah utama konfigurasi keamanan akun untuk perlindungan data (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya untuk asesmen sumatif (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual langkah-demi-langkah menu keamanan akun; murid yang telah mahir diberikan panduan konfigurasi audit keamanan lanjutan (peninjauan log aktivitas keamanan dan enkripsi perangkat).
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi secara terarah saat menavigasi menu keamanan peranti; murid mahir melakukan audit mandiri secara menyeluruh pada lebih dari satu akun platform digital.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti tangkapan layar/catatan checklist 4 konfigurasi keamanan yang berhasil diterapkan sesuai kebutuhan perlindungan data.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Sebutkan letak menu untuk melihat perangkat aktif yang login pada akun digital (acuan: Pengaturan Akun -> Keamanan -> Kelola Perangkat / Your Devices); (2) Sebutkan tindakan yang harus dilakukan jika melihat perangkat tak dikenal aktif pada akun (acuan: lakukan Log Out/Sign Out dari jarak jauh dan segera ganti kata sandi).
Proses:- Cek unjuk kerja konfigurasi keamanan akun pada lembar checklist: Murid menerapkan 4 konfigurasi keamanan: (1) Peninjauan perangkat login aktif (acuan: status perangkat terverifikasi dan perangkat usang dikeluarkan), (2) Notifikasi keamanan login aktif (acuan: toggle alert aktif), (3) Peninjauan akses pihak ketiga (acuan: aplikasi tak tepercaya dicabut aksesnya), (4) Opsi pemulihan akun terverifikasi (acuan: email/nomor pemulihan mutakhir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 soal): (1) 'Mengapa aplikasi pihak ketiga yang sudah tidak digunakan harus dicabut izin aksesnya dari akun digital kita?' (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan bahwa aplikasi pihak ketiga berpotensi mengakses data profil/kontak/email atau disalahgunakan jika layanan aplikasi tersebut diretas); (2) 'Apa dampak langsung jika kita tidak mengaktifkan notifikasi keamanan login baru?' (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan pengguna tidak akan tahu secara dini bila akun diakses oleh pihak tidak berwenang).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penerapan 4 konfigurasi keamanan akun platform digital (lembar checklist konfigurasi)
- Observasi diagnostik kesiapan awal di awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan konfigurasi keamanan akun platform digital | Menerapkan konfigurasi keamanan akun dengan benar pada 1 dari 4 konfigurasi (Perangkat Login, Notifikasi Keamanan, Izin Pihak Ketiga, Opsi Pemulihan) dengan pendampingan penuh guru. | Menerapkan konfigurasi keamanan akun dengan benar pada 2 dari 4 konfigurasi (Perangkat Login, Notifikasi Keamanan, Izin Pihak Ketiga, Opsi Pemulihan) secara terbimbing. | Menerapkan konfigurasi keamanan akun dengan benar pada 3 dari 4 konfigurasi (Perangkat Login, Notifikasi Keamanan, Izin Pihak Ketiga, Opsi Pemulihan) secara tepat dan mandiri. | Menerapkan konfigurasi keamanan akun dengan benar pada seluruh 4 konfigurasi (Perangkat Login, Notifikasi Keamanan, Izin Pihak Ketiga, Opsi Pemulihan) secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menemukan menu pengaturan keamanan akun platform digital secara mandiri?
- Apakah aktivitas tantangan berpasangan efektif meningkatkan ketelitian murid dalam memeriksa izin aplikasi pihak ketiga dan perangkat aktif?
Murid:- Konfigurasi keamanan mana yang paling baru atau belum pernah kamu ketahui sebelum pertemuan ini?
- Langkah proteksi apa yang langsung kamu terapkan pada akun digitalmu agar data pribadimu lebih aman?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Menerapkan konfigurasi keamanan dasar untuk konektivitas jaringan data lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel
- TP 10.4.2 Menyaring konten negatif di dunia digital berdasarkan kriteria verifikasi informasi yang valid
- TP 10.4.3 Menerapkan pengelolaan kata sandi dengan manajer kata sandi untuk pengamanan akun
- TP 10.4.4 Menerapkan autentikasi dua langkah secara sederhana pada peranti atau akun digital
- TP 10.4.5 Menerapkan konfigurasi privasi dan keamanan pada akun platform digital sesuai kebutuhan perlindungan data
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan menegaskan suasana tertib serta mandiri di laboratorium komputer (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan individual, serta rincian 3 tugas unjuk kerja yang harus diselesaikan dalam portofolio digital (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis pada Lembar Kerja Asesmen Sumatif yang memuat 3 tugas terstruktur: (1) Unjuk kerja konfigurasi keamanan perute jaringan kabel dan nirkabel, (2) Unjuk kerja audit proteksi akun digital (manajer kata sandi, 2FA, dan privasi), serta (3) Analisis penyaringan konten negatif digital (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (30 menit): Murid secara individual melakukan praktik unjuk kerja konfigurasi keamanan dasar perute pada simulator/perangkat lab, meliputi: (a) Penggantian kredensial admin bawaan perute; (b) Pengubahan SSID dan pengaktifan enkripsi WPA2/WPA3 Personal dengan sandi yang kuat; (c) Pengaktifan fitur firewall dasar (SPI Firewall dan pemblokiran Ping WAN); serta mengumpulkan tangkapan layar konfigurasi dan tabel verifikasi koneksi aman ke dalam portofolio digital (30 menit).
- Tugas 2 (25 menit): Murid secara individual melaksanakan unjuk kerja proteksi akun digital pada lingkungan praktik lab, meliputi: (a) Pembuatan dan penyimpanan kredensial akun menggunakan peranti manajer kata sandi (KeePass/Bitwarden) disertai bukti ekspor log/ringkasan brankas sandi; (b) Pengaktifan dan verifikasi autentikasi dua langkah (2FA) berbasis aplikasi authenticator/TOTP dengan tangkapan layar kode verifikasi aktif; (c) Pengisian lembar periksa audit privasi serta tangkapan layar pengetatan visibilitas profil dan izin akses data pada akun platform (25 menit).
- Tugas 3 (20 menit): Murid secara individual mengerjakan lembar kerja telaah analisis 2 kasus konten negatif digital di komputer masing-masing. Kasus A: Narasi hoaks bencana alam tanpa sumber kredibel; murid mengidentifikasi indikator disinformasi dan menyaringnya dengan teknik cross-check situs resmi BMKG/cekfakta. Kasus B: Pesan tautan phishing berkedok hadiah kuota internet; murid mengidentifikasi indikator rekayasa sosial dan merumuskan tindakan pemblokiran serta pelaporan konten (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh artefak berkas portofolio digital (tangkapan layar perute, log manajer sandi, bukti 2FA, lembar periksa privasi, dan jawaban telaah konten) lalu mengunggahnya ke repositori tugas yang ditentukan (3 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai tingkat kemandirian dan ketelitian selama menyelesaikan asesmen sumatif bab (1 menit).
- Guru mengonfirmasi bahwa seluruh berkas portofolio murid telah terunggah dengan lengkap, menyampaikan rencana tindak lanjut hasil evaluasi Bab 4, dan menutup sesi dengan doa (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan dokumen petunjuk tugas dengan teks berukuran besar atau kontras tinggi bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah materi maupun target asesmen.
- Proses: Menyediakan pembaca layar (screen reader) atau tata letak antarmuka aksesibel bagi murid dengan kebutuhan khusus tanpa mengurangi batas waktu dan standar kemandirian tugas.
- Produk: Format penyerahan artefak portofolio dapat berupa dokumen PDF terstruktur atau arsip digital zip berisi tangkapan layar berlabel jelas sesuai acuan bukti unjuk kerja.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja praktik laboratorium dan penugasan analisis kasus: berkas portofolio digital hasil praktik simulasi keamanan perute dan proteksi akun berupa tangkapan layar konfigurasi jaringan, log manajer kata sandi, rekaman verifikasi autentikasi dua langkah, lembar periksa audit privasi, serta lembar kerja telaah penyaringan konten negatif digital
- unjuk kerja praktik laboratorium: berkas tangkapan layar hasil konfigurasi keamanan dasar perute jaringan kabel dan nirkabel (pengaturan enkripsi WPA2/WPA3, penggantian SSID/kredensial bawaan, dan firewall dasar) yang dikerjakan serentak di laboratorium komputer beserta tabel verifikasi pengujian koneksi aman (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja konfigurasi jaringan)
- unjuk kerja praktik keamanan akun: laporan audit keamanan akun digital yang memuat catatan log ekspor manajer kata sandi, tangkapan layar verifikasi aktif autentikasi dua langkah (2FA), serta lembar periksa konfigurasi setelan privasi dan proteksi data akun yang dikerjakan serentak pada komputer lab (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja proteksi akun dan privasi)
- penugasan analisis kasus tertulis: lembar kerja telaah kasus berisi identifikasi dan klasifikasi konten negatif (misinformasi/disinformasi) serta perumusan tindakan penyaringan informasi berdasarkan prinsip verifikasi fakta digital yang dikerjakan serentak seluruh kelas (25 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis informasi)
Sumatif:- unjuk kerja praktik laboratorium dan penugasan analisis kasus: berkas portofolio digital hasil praktik simulasi keamanan perute dan proteksi akun berupa tangkapan layar konfigurasi jaringan, log manajer kata sandi, rekaman verifikasi autentikasi dua langkah, lembar periksa audit privasi, serta lembar kerja telaah penyaringan konten negatif digital
- unjuk kerja praktik laboratorium: berkas tangkapan layar hasil konfigurasi keamanan dasar perute jaringan kabel dan nirkabel (pengaturan enkripsi WPA2/WPA3, penggantian SSID/kredensial bawaan, dan firewall dasar) yang dikerjakan serentak di laboratorium komputer beserta tabel verifikasi pengujian koneksi aman (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja konfigurasi jaringan)
- unjuk kerja praktik keamanan akun: laporan audit keamanan akun digital yang memuat catatan log ekspor manajer kata sandi, tangkapan layar verifikasi aktif autentikasi dua langkah (2FA), serta lembar periksa konfigurasi setelan privasi dan proteksi data akun yang dikerjakan serentak pada komputer lab (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja proteksi akun dan privasi)
- penugasan analisis kasus tertulis: lembar kerja telaah kasus berisi identifikasi dan klasifikasi konten negatif (misinformasi/disinformasi) serta perumusan tindakan penyaringan informasi berdasarkan prinsip verifikasi fakta digital yang dikerjakan serentak seluruh kelas (25 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis informasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Konfigurasi Keamanan Jaringan Lokal dan Nirkabel (TP 10.4.1) | Menerapkan konfigurasi keamanan perute dengan kurang dari 2 elemen tepat dari 3 acuan wajib (1. Kredensial admin diganti; 2. Enkripsi WPA2/WPA3 aktif dengan kata sandi kuat; 3. Firewall dasar aktif dan lolos uji koneksi aman). | Menerapkan konfigurasi keamanan perute dengan memenuhi tepat 2 elemen dari 3 acuan wajib (Acuan: 1. Kredensial admin diganti dari bawaan; 2. Enkripsi WPA2/WPA3 aktif; 3. Firewall dasar aktif dan terverifikasi). | Menerapkan konfigurasi keamanan perute dengan memenuhi seluruh 3 acuan wajib secara tepat (1. Kredensial admin diganti; 2. Enkripsi WPA2/WPA3 aktif dengan kata sandi kuat; 3. Firewall dasar aktif dan koneksi terverifikasi aman). | Menerapkan seluruh 3 acuan konfigurasi keamanan perute secara tepat, mandiri, lengkap dengan pengujian verifikasi konektivitas yang tercatat rapi tanpa kesalahan teknis. | | Pengamanan Akun: Manajer Kata Sandi, 2FA, dan Privasi (TP 10.4.3, TP 10.4.4, TP 10.4.5) | Menerapkan langkah proteksi akun dengan memenuhi hanya 1 dari 3 komponen bukti (1. Penyimpanan kredensial pada manajer kata sandi; 2. Verifikasi aktif autentikasi dua langkah/2FA; 3. Audit konfigurasi privasi pembatasan data). | Menerapkan langkah proteksi akun dengan memenuhi tepat 2 dari 3 komponen bukti (Acuan: 1. Log manajer sandi; 2. Tangkapan layar aktif 2FA; 3. Lembar periksa konfigurasi privasi akun). | Menerapkan seluruh 3 komponen proteksi akun secara tepat dan lengkap sesuai acuan (1. Log manajer kata sandi tersimpan; 2. Bukti verifikasi 2FA aktif; 3. Lembar periksa konfigurasi privasi diterapkan sesuai proteksi data). | Menerapkan seluruh 3 komponen proteksi akun secara tepat, sistematis, mandiri, serta melampirkan dokumentasi audit privasi dan keamanan akun yang sangat teliti. | | Penyaringan Konten Negatif dan Verifikasi Informasi (TP 10.4.2) | Menganalisis kasus konten negatif dengan mengidentifikasi kurang dari 2 kriteria valid dari acuan (Kasus A acuan: indikator hoaks/manipulasi fakta dan verifikasi via cek fakta/BMKG; Kasus B acuan: indikator phishing/social engineering dan tindakan lapor/blokir). | Menganalisis kasus konten negatif dengan mengidentifikasi tepat 2 dari 4 kriteria verifikasi dan tindakan pada Kasus A dan Kasus B secara tepat. | Menganalisis kasus konten negatif dengan memenuhi seluruh 4 kriteria acuan secara tepat (Kasus A: identifikasi manipulasi dan verifikasi cek fakta resmi; Kasus B: identifikasi phishing dan tindakan blokir/lapor). | Menganalisis seluruh kriteria Kasus A dan B secara komprehensif, tepat, mandiri, serta menyertakan rujukan langkah verifikasi informasi yang sangat sistematis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen unjuk kerja dan alokasi waktu pada asesmen sumatif ini berhasil mengukur capaian kelima TP Bab 4 secara objektif?
- Bagaimana kesiapan dan kemandirian murid dalam mempraktikkan konfigurasi teknis keamanan jaringan serta proteksi akun digital?
Murid:- Sejauh mana saya mampu menerapkan konfigurasi keamanan jaringan dan proteksi akun secara mandiri tanpa kendala teknis?
- Langkah proteksi digital apa yang paling krusial dan harus segera saya perketat pada akun dan peranti pribadi saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Informatika Kelas X Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika Kelas X Kemendikbudristek Bab 4 (Keamanan dan Manajemen Informasi)
- Perangkat PC/Laptop dengan antarmuka jaringan LAN/Ethernet dan Sistem Operasi
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Konfigurasi Keamanan Jaringan Kabel
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas X, Kemendikbudristek
- Buku Teks Siswa Informatika Kelas X Edisi Revisi, Kemendikbudristek
- Simulator Web Interface Router Nirkabel / Lembar Simulasi Konfigurasi Jaringan Nirkabel
- Buku Guru Informatika Kelas X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Informatika Kelas X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Skenario Penyaringan Konten Digital dan Panduan Kriteria Verifikasi CRAAP.
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas X, Bab 4: Keamanan dan Manajemen Informasi (Aktivitas 10.4-06-P Mengelola Kata Sandi)
- Aplikasi Google Password Manager pada peramban komputer lab/gawai
- Lembar Kerja Siswa: Alur Pengelolaan Kata Sandi Akun Digital
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas X Revisi (Kemendikbudristek)
- Buku Teks Siswa Informatika Kelas X Revisi (Kemendikbudristek) Bab 4
- Komputer/Laptop/Smartphone terhubung internet
- Layanan akun digital (Google Account/Email)
- Buku Siswa Informatika Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek (Bab 4: Keamanan dan Manajemen Informasi)
- Perangkat komputer/gawai dengan peramban web dan aplikasi platform digital
- Buku Siswa Informatika Kelas X, Kemendikbudristek Bab 4
- Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung dengan akun platform digital latihan
- Lembar Panduan Checklist Audit Keamanan Akun Platform Digital
- Buku Panduan Guru Informatika Fase E Kelas X (Kemendikbudristek)
- Buku Teks Siswa Informatika Kelas X Edisi Revisi Bab 4: Keamanan dan Manajemen Informasi
- Komputer Laboratorium/Simulator Jaringan (Cisco Packet Tracer / Web UI Router Simulator)
- Perangkat lunak Manajer Kata Sandi (KeePass/Bitwarden) dan Aplikasi Pengautentikasi (Google/Microsoft Authenticator)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 4 dan Rubrik Penilaian Portofolio Digital
|