Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Partisipasi dan Kolaborasi di Dunia Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 10 dengan topik "Partisipasi dan Kolaborasi di Dunia Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Partisipasi dan Kolaborasi di Dunia Digital

Informatika - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Partisipasi dan Kolaborasi di Dunia Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPartisipasi dan Kolaborasi di Dunia Digital
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan prinsip partisipasi aktif dan kolaborasi yang etis dalam platform digital untuk menghasilkan karya bersama.
  2. Murid dapat mendemonstrasikan penggunaan alat kolaborasi digital (misalnya dokumen bersama daring) dalam menyelesaikan tugas kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mengerjakan tugas kelompok yang seluruhnya dilakukan dalam satu dokumen online? Jika iya, apa kelebihan dan tantangannya?
  2. Apa yang terjadi jika seorang anggota tim menghapus pekerjaan anggota lain tanpa izin? Bagaimana seharusnya etika dalam berkolaborasi digital?
  3. Mampukah kamu menciptakan sebuah karya bersama hanya dengan berbekal aplikasi gratis di internet? Bagaimana caranya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan menyiapkan kondisi psikis serta lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru memberikan kuis cepat 3 pertanyaan melalui Google Form/kertas tentang (1) contoh alat kolaborasi digital, (2) arti netiket, (3) pengalaman berkolaborasi online. Hasil digunakan untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk mendorong rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Siswa mengamati tayangan singkat (video/ infografis) tentang prinsip partisipasi dan kolaborasi etis di dunia digital: menghargai kontribusi, tidak menyebar data pribadi, menggunakan fitur komentar secara santun, dan menjaga keamanan akun.
  • Guru dan siswa berdiskusi: mengidentifikasi contoh nyata pelanggaran etika kolaborasi (mis. troll di dokumen bersama, plagiarisme) dan dampaknya.
  • Siswa secara berkelompok kecil membaca lembar ringkasan “Netiket Kolaborasi Digital” dan mencatat 3 prinsip utama yang paling penting.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi siswa ke dalam kelompok (4-5 orang) dan membagikan panduan penggunaan Google Docs (berbagi akses, mode saran, riwayat versi).
  • Setiap kelompok membuat dokumen bersama “Ide Aksi Kolaboratif untuk Sekolah Ramah Digital” menggunakan Google Docs. Setiap anggota harus menyumbang setidaknya satu ide, memberi komentar konstruktif pada ide teman, dan menyunting dengan mode saran.
  • Guru berkeliling mengobservasi proses, memberikan bimbingan langsung, serta mengingatkan penerapan netiket: menulis nama pada setiap kontribusi, tidak menghapus konten orang lain tanpa diskusi.
  • Kelompok yang lebih cepat dapat mengeksplorasi integrasi alat lain (Google Sheets untuk voting ide) atau memperkaya dokumen dengan gambar/link referensi, sementara kelompok yang memerlukan bantuan mendapat pendampingan langkah-demi-langkah dari guru atau teman tutor.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok meninjau riwayat versi dokumennya dan menceritakan satu momen etis atau tidak etis yang terjadi selama kolaborasi, lalu bagaimana mereka menyikapinya.
  • Guru memandu diskusi kelas: “Apa pelajaran paling berharga tentang partisipasi digital yang kamu dapatkan hari ini?”
  • Siswa mengisi lembar refleksi singkat: (1) Hal baru yang saya pelajari, (2) Tantangan kolaborasi yang saya alami, (3) Cara saya menerapkan etika digital selanjutnya.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang menunjukkan kolaborasi harmonis dan etis, serta memberi masukan positif bagi yang perlu perbaikan.

Penutup:

  • Guru bersama siswa menyimpulkan poin penting: etika partisipasi digital dan keterampilan teknis kolaborasi.
  • Asesmen akhir sumatif: Siswa mengerjakan kuis singkat 5 soal via platform kuis online (Kahoot/Quizizz) tentang prinsip etika kolaborasi dan fitur dokumen bersama.
  • Guru memberi umpan balik lisan berdasarkan observasi dan hasil kuis, lalu menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya.
  • Doa dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Materi bacaan disediakan dalam dua versi: ringkas untuk siswa yang membutuhkan dukungan lebih, dan versi penuh dengan studi kasus tambahan untuk siswa yang cepat.
  • Proses: Siswa cepat dapat mengeksplorasi alat kolaborasi lebih lanjut (Slack, Trello) dan berperan sebagai tutor sebaya; siswa lambat mendapat panduan terperinci dan pendampingan langsung.
  • Produk: Hasil dokumen bersama bisa berupa proposal singkat, peta gagasan, atau infografis digital sesuai minat kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik cepat 3 pertanyaan: (1) Sebutkan 2 aplikasi yang bisa dipakai untuk kerja kelompok online. (2) Apa yang dimaksud dengan netiket? (3) Ceritakan pengalamanmu, pernahkah mengalami masalah saat mengerjakan tugas bersama secara daring? Jawaban dijadikan dasar untuk mengelompokkan siswa dan menyesuaikan pendekatan.

Proses:

  • Observasi langsung keterampilan kolaborasi: kemampuan menggunakan mode saran, memberi komentar santun, tidak menghapus karya teman, dan berpartisipasi merata. Dicatat dalam lembar ceklis.
  • Penilaian sebaya: setiap anggota menilai kontribusi dan etika teman sekelompok menggunakan skala sederhana.

Akhir:

  • Kuis formatif akhir: 5 soal pilihan ganda/singkat tentang pengertian partisipasi digital, etika kolaborasi, dan fungsi fitur Google Docs (berbagi, mode saran, riwayat versi).
  • Penilaian produk dokumen bersama: kelengkapan ide, kreativitas, dan penerapan netiket (nama kontributor, komentar positif).

Formatif:

  • Observasi dan catatan anekdot selama diskusi dan kerja kelompok (partisipasi, etika, kerjasama).
  • Rubrik penilaian proses kolaborasi (dokumen bersama) yang diisi oleh guru dan rekan satu kelompok.
  • Lembar refleksi siswa di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Kuis singkat tanya-jawab atau platform interaktif tentang prinsip etika dan fitur alat kolaborasi.
  • Dokumen bersama kelompok yang dinilai menggunakan rubrik (aspek konten dan kolaborasi).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Etika Partisipasi dan Kolaborasi DigitalTidak menunjukkan upaya menjaga etika: menghapus konten orang lain, tidak menggunakan komentar, atau tidak mencantumkan identitas kontribusi.Kadang-kadang menerapkan etika, namun masih ditemukan satu-dua pelanggaran ringan (mis. lupa menyebut nama, komentar kurang jelas) tanpa disengaja.Secara konsisten menggunakan mode saran, memberi komentar sopan, dan tidak menghapus atau mengubah pekerjaan teman tanpa izin.Menginisiasi praktik etis secara proaktif: mengingatkan teman tentang netiket, merangkum masukan, memastikan semua suara terdengar, dan menggunakan fitur keamanan (riwayat/balasan) untuk menjaga integritas dokumen.
Penggunaan Alat Kolaborasi DigitalTidak mampu membagikan dokumen atau hanya menjadi pembaca pasif; tidak memberi kontribusi apapun pada platform.Dapat membagikan akses dan mengetik konten sendiri, namun belum memanfaatkan fitur kolaborasi (komentar, saran) atau mengalami kesulitan teknis yang berulang.Mahir menggunakan fitur berbagi, mode saran, dan komentar; mampu menyunting bersama dengan efektif dan memeriksa riwayat versi untuk melacak perubahan.Mengoptimalkan semua fitur relevan (saran, komentar, penugasan, tautan, integrasi dengan alat lain) dan membantu anggota tim yang kurang terampil.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa terlibat aktif dalam diskusi dan kerja kelompok? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana perbaikannya?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya siapkan membantu siswa dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Apakah contoh dan kasus yang digunakan terasa relevan dengan keseharian digital siswa?
  • Bagaimana saya dapat memanfaatkan temuan asesmen awal dan proses untuk memodifikasi pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Pengetahuan atau keterampilan baru apa yang kamu peroleh hari ini tentang kolaborasi digital?
  • Pada saat kerja kelompok tadi, sikap etis apa yang sudah kamu tunjukkan? Apa yang masih perlu diperbaiki?
  • Seberapa puas kamu dengan hasil karya bersama kelompokmu? Apa yang akan kamu lakukan agar kolaborasi daring selanjutnya lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), hlm. 16-18 terkait aktivitas kelompok dan ekosistem digital.
  2. Buku Guru: Panduan Guru Informatika Kelas X, petunjuk pertemuan kedelapan tentang partisipasi dan kolaborasi.
  3. Alat digital: Google Docs, Google Forms, Kahoot/Quizizz, video pendek “Netiquette for Online Collaboration”.
  4. Lembar ringkasan “Netiket Kolaborasi Digital” (disusun oleh guru).
  5. Infografis prinsip kolaborasi etis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.