MODUL AJAR Informatika — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 3 — Teknologi dan Budaya Digital INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Informatika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Teknologi dan Budaya Digital |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 45 menit = 900 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.3.1 Menyimulasikan dinamika Input-Process-Output dalam sebuah komputer Von Neumann serta peran sistem operasi
- TP 10.3.2 Menerapkan pemanfaatan perangkat teknologi untuk pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi secara terintegrasi
- TP 10.3.3 Menerapkan pemanfaatan media digital untuk produksi dan diseminasi konten, partisipasi dan kolaborasi
- TP 10.3.4 Menghargai hak atas kekayaan intelektual dalam pemanfaatan produk teknologi dan konten digital
- TP 10.3.5 Mengidentifikasi profesi bidang Informatika beserta rencana pengembangan kompetensi yang relevan
- TP 10.3.6 Menganalisis penerapan digitalisasi budaya Indonesia melalui media teknologi digital
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sebuah instruksi matematika sederhana seperti 100 + 200 dapat diproses oleh chip komputer hingga memunculkan angka 300 di layar?
- Mengapa data instruksi dan data bilangan harus disimpan bersama di dalam memori menurut arsitektur Von Neumann?
- Bagaimana komputer dapat mendengarkan musik sambil mengetik dokumen dan mengunduh berkas sekaligus padahal inti CPU hanya menjalankan satu perintah dalam satu waktu mikro?
- Apa yang terjadi jika sistem operasi tidak mengatur antrean giliran eksekusi program di CPU?
- Apa yang terjadi pada dokumen laporanmu di aplikasi pengolah kata jika angka penjualan pada berkas lembar kerja sumber mengalami perubahan?
- Mengapa teknik copy-paste biasa menghasilkan tabel statis, sedangkan teknik Object Linking and Embedding (OLE) dapat memperbarui data secara otomatis?
- Bagaimana cara menampilkan tabel atau diagram angka dari lembar kerja ke dalam salindia presentasi tanpa harus mengetik ulang datanya satu per satu?
- Apa keuntungan menyematkan data lembar kerja secara terintegrasi dibandingkan sekadar menyalin tangkapan layar (screenshot) ke salindia?
- Bagaimana platform komputasi awan dan dokumen daring memungkinkan beberapa orang menulis dan menyunting satu berkas konten pada saat yang bersamaan?
- Fitur kolaborasi digital apa saja yang penting diatur agar proses produksi konten bersama tidak saling menimpa atau merusak karya anggota lain?
- Bagaimana sebuah informasi digital dapat disebarkan secara terarah ke target pembaca yang tepat menggunakan saluran media digital publik?
- Apa yang membedakan diseminasi konten publik yang aman dan efektif dibandingkan sekadar membagikan tautan tanpa strategi partisipasi?
- Mengapa menyalin atau mengunduh aplikasi berbayar secara ilegal tergolong pelanggaran hak atas kekayaan intelektual padahal wujudnya tidak tampak secara fisik?
- Bagaimana kita menunjukkan sikap menghargai hak cipta dan lisensi perangkat lunak atau konten digital yang kita gunakan sehari-hari?
- Pekerjaan apa saja yang ada di balik pembuatan aplikasi ponsel yang kita gunakan sehari-hari?
- Mengapa seorang profesional di bidang informatika perlu mengambil sertifikasi keahlian tertentu?
- Bagaimana teknologi digital seperti tur virtual museum atau arsip digital dapat membantu melestarikan warisan budaya daerah yang terancam punah?
- Apa perbedaan mendasar antara mendokumentasikan budaya secara fisik dengan mengubahnya ke dalam format digital berbasis teknologi?
- Bagaimana pemahaman kita tentang cara kerja komputer Von Neumann dan etika lisensi digital membantu kita menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab?
- Bagaimana integrasi data dan kolaborasi digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendokumentasikan serta melestarikan budaya Indonesia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimulasikan Dinamika Siklus Input-Process-Output pada Komputer Von Neumann — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.1 Menyimulasikan dinamika Input-Process-Output dalam sebuah komputer Von Neumann serta peran sistem operasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran simulasi siklus Input-Process-Output pada model komputer Von Neumann (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik konsep IPO: (1) Sebutkan urutan logis dari ketiga komponen IPO; (2) Sebutkan komponen utama dalam arsitektur Von Neumann pemroses data (acuan jawaban: 1 = Input, Process, Output; 2 = Input device, CPU/Pemroses yang terdiri dari ALU dan CU, Memori, Output device) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan diagram kotak arsitektur Von Neumann (Unit Masukan, Pemroses/CPU yang memuat ALU & CU, Memori Utama, Unit Keluaran, serta Bus data/alamat) untuk memahami dinamika siklus Fetch, Decode, Execute (15 menit).
- Murid bersama kelompoknya mengamati format 4 kartu instruksi Mesin Mr. ALGO: Kartu 1 [INP R1 100] (Input data 100 ke Register 1), Kartu 2 [INP R2 200] (Input data 200 ke Register 2), Kartu 3 [ADD R1 R2 R3] (ALU menjumlahkan nilai R1 dan R2 lalu simpan di Register 3), Kartu 4 [OUT R3] (Keluarkan nilai R3 ke unit Output) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berkelompok beranggotakan 4 orang (peran: Input Device, Control Unit/CU, ALU/Pemroses, Output Device), murid melaksanakan simulasi fisik berantai (unplugged) eksekusi instruksi penjumlahan 100 + 200 menggunakan kartu register dan lembar kerja alur siklus komputer Von Neumann (25 menit).
- Murid menyelesaikan tantangan simulasi kedua dengan instruksi pengurangan: Kartu A [INP R1 500], Kartu B [INP R2 150], Kartu C [SUB R1 R2 R3], Kartu D [OUT R3] dan mencatat status setiap register pada tabel pelacak alur eksekusi (acuan hasil: R1=500, R2=150, R3=350, Output=350) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa keselarasan tabel pelacak alur eksekusi masing-masing terhadap kunci urutan siklus Von Neumann dan mengidentifikasi peran masing-masing komponen saat instruksi dieksekusi (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan alur kerja siklus Input-Process-Output pada mesin Von Neumann berdasarkan hasil simulasi kartu instruksi (3 menit).
- Guru memandu asesmen akhir singkat (exit slip) berupa 2 soal cek pemahaman peran unit Von Neumann dan menginformasikan topik pertemuan ke-2 mengenai peran sistem operasi dalam multitasking (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram alur eksekusi bergambar simbolik berwarna; murid mahir diberikan kartu instruksi gabungan dengan 3 operand register.
- Proses: Murid yang memerlukan perancah (scaffolding) didampingi langsung oleh guru pada pembagian peran siklus fetch-execute; murid yang mandiri langsung menjalankan simulasi dua siklus instruksi berturut-turut.
- Produk: Tabel pelacak register diisi dengan format bantuan isian terpandu untuk kelompok awal, dan format tabel mandiri penuh untuk kelompok mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik singkat: (1) Urutkan secara benar siklus pemrosesan informasi komputer (acuan jawaban: Input -> Process -> Output); (2) Sebutkan 4 komponen utama arsitektur Von Neumann (acuan jawaban: Peranti Masukan/Input, Memori Utama, CPU/Pemroses, Peranti Keluaran/Output).
Proses:- Pengamatan keterlibatan peran dalam simulasi 4 kartu instruksi Mr. ALGO (Kartu 1 [INP R1 100], Kartu 2 [INP R2 200], Kartu 3 [ADD R1 R2 R3], Kartu 4 [OUT R3]). Bukti: ketepatan perpindahan data antar-peran (Input memegang angka 100/200 -> CU mengarahkan data ke R1 dan R2 -> ALU melakukan operasi aritmetika 100+200=300 -> Output menampilkan angka 300).
- Pemeriksaan lembar kerja tabel pelacak register instruksi pengurangan: Kartu A [INP R1 500], Kartu B [INP R2 150], Kartu C [SUB R1 R2 R3], Kartu D [OUT R3] (acuan jawaban tepat: baris 1 R1=500, baris 2 R2=150, baris 3 R3=350, baris 4 Tampilan Output=350).
Akhir Pertemuan:- Exit slip 2 butir: (1) Komponen arsitektur Von Neumann manakah yang bertugas melakukan operasi perhitungan aritmetika? (acuan jawaban: ALU / Arithmetic Logic Unit pada CPU); (2) Ke manakah data masukan disimpan terlebih dahulu sebelum diolah oleh pemroses? (acuan jawaban: Memori / Register).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja simulasi peran siklus Von Neumann (Aktivitas Mr. ALGO)
- Tabel pelacak alur register eksekusi instruksi IPO
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Simulasi Dinamika Siklus Input-Process-Output Von Neumann | Belum mampu menyimulasikan alur data IPO; data masukan tidak sampai ke register pemroses dengan urutan yang benar (0-1 instruksi tepat dari 4 instruksi simulasi). | Mampu menyimulasikan alur IPO pada sebagian kecil instruksi (2 dari 4 instruksi simulasi tepat sesuai peran arsitektur Von Neumann) dengan panduan intensif guru. | Mampu menyimulasikan secara tepat seluruh 4 instruksi siklus IPO (INP R1, INP R2, ADD/SUB R3, OUT R3) sesuai peran Input, Register/Memori, ALU/CPU, dan Output secara runtut dan mandiri. | Mampu menyimulasikan seluruh 4 instruksi siklus IPO dengan tepat, konsisten, mandiri tanpa kesalahan perpindahan data register, serta mampu menelusuri status register pada instruksi bertingkat (3 operand). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi unplugged kartu instruksi Mr. ALGO berhasil memvisualisasikan cara kerja abstrak komponen Von Neumann kepada seluruh murid?
- Bagian siklus manakah (Fetch, Decode, atau Execute) yang paling sering menimbulkan keraguan peran bagi murid saat simulasi berlangsung?
Murid:- Bagian peran komponen komputer mana yang menurutmu paling krusial saat instruksi perhitungan berlangsung dan mengapa?
- Pengalaman belajar apa yang paling membantumu memahami bagaimana komputer memproses data masukan menjadi keluaran?
Pertemuan 2 — Menyimulasikan Peran Sistem Operasi dalam Manajemen Multitasking dan Eksekusi Perintah Komputer — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.1 Menyimulasikan dinamika Input-Process-Output dalam sebuah komputer Von Neumann serta peran sistem operasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menyimulasikan peran sistem operasi dalam manajemen multitasking dan penjadwalan CPU (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Komponen apa dalam sistem operasi yang bertugas memilih program mana yang mendapat giliran CPU?' (acuan: Scheduler / Penjadwal); (2) 'Disebut apakah pembagian jatah waktu eksekusi CPU untuk tiap proses?' (acuan: Time quantum / kuantum waktu) untuk memetakan kesiapan murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan bagan alir algoritma penjadwalan Round Robin dan menjelaskan aturan simulasi: setiap proses mendapat kuantum waktu sebesar 2 detik; jika belum selesai, proses dikembalikan ke antrean belakang oleh Bus (15 menit).
- Murid dalam kelompok mengamati lembar skenario berisi 3 Job: Job A (waktu tiba detik ke-0, durasi eksekusi butuh 4 detik), Job B (waktu tiba detik ke-1, durasi butuh 2 detik), dan Job C (waktu tiba detik ke-2, durasi butuh 3 detik) serta memahami giliran antreannya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid membagi peran simulasi unplugged (Aktivitas 10.3-01-U): Scheduler (mengatur antrean), CPU (menghitung eksekusi 2 detik per giliran), dan Bus (memindahkan kartu proses antara antrean dan CPU) untuk mengeksekusi Job A, B, dan C sesuai aturan Round Robin berkuantum 2 detik (25 menit).
- Setiap kelompok mencatat urutan eksekusi pada tabel Gantt Chart simulasi: detik 0-2 (Job A sisa 2), detik 2-4 (Job B selesai), detik 4-6 (Job C sisa 1), detik 6-8 (Job A selesai), detik 8-9 (Job C selesai) dengan tepat sesuai kunci urutan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membandingkan hasil pencatatan simulasi kelompoknya terhadap kunci urutan selesainya job: Job B selesai pertama (detik 4), Job A kedua (detik 8), dan Job C paling akhir (detik 9), lalu merumuskan simpulan cara kerja multitasking sistem operasi (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan alur eksekusi simulasi seluruh kelompok dan menegaskan bahwa ilusi multitasking terwujud karena peralihan cepat kuantum waktu oleh sistem operasi (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran pertemuan ke-2 dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya tentang integrasi fitur lembar kerja dan pengolah dokumen (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual alur status proses (Ready, Running, Waiting) bagi murid yang membutuhkan scaffolding konseptual.
- Proses: Kelompok yang cepat menyelesaikan 3 job diberikan variasi tambahan Job D (tiba detik ke-3, durasi 1 detik) pada algoritma Round Robin yang sama; kelompok yang membutuhkan bimbingan fokus menuntaskan 3 job dasar dengan bimbingan berkala.
- Produk: Tabel riwayat eksekusi (Gantt Chart) dapat disajikan menggunakan sticky notes berwarna berbeda untuk tiap ID job atau tabel numerik langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Komponen penjadwal SO (acuan: Scheduler); (2) Istilah batas jatah waktu pemrosesan CPU (acuan: Kuantum waktu / time quantum / time slice).
Proses:- Lembar observasi peran saat simulasi unplugged (ketepatan giliran Scheduler, ketepatan CPU memotong proses saat batas kuantum 2 detik tercapai, ketepatan Bus mengembalikan proses belum selesai ke antrean belakang).
- Verifikasi isian Gantt Chart 3 Job (acuan kunci urutan eksekusi: detik 0-2 Job A; detik 2-4 Job B [selesai]; detik 4-6 Job C; detik 6-8 Job A [selesai]; detik 8-9 Job C [selesai]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis singkat: Murid menuliskan job mana yang selesai pertama dan job mana yang paling akhir pada simulasi (acuan: selesai pertama adalah Job B pada detik ke-4; selesai paling akhir adalah Job C pada detik ke-9).
Formatif:- Observasi unjuk kerja simulasi peran (role play) penjadwalan multitasking Round Robin
- Pemeriksaan lembar kerja tabel Gantt Chart eksekusi CPU per kuantum waktu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Simulasi Penjadwalan Multitasking CPU | Keliru menyimulasikan antrean dan alokasi kuantum waktu (0-1 slot waktu tepat dari 5 slot eksekusi). | Menyimulasikan antrean dan pemotongan kuantum waktu namun masih terdapat 2-3 kesalahan penempatan giliran job pada tabel eksekusi. | Menyimulasikan seluruh tahapan antrean Round Robin dengan tepat (seluruh 5 slot waktu tepat: A-B-C-A-C) dengan sedikit arahan guru. | Menyimulasikan seluruh tahapan antrean Round Robin dengan tepat secara mandiri dan mampu menyimulasikan skenario tambahan job baru secara runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu permainan peran simulasi multitasking mencukupi bagi seluruh kelompok untuk memahami konsep kuantum waktu?
- Bagian alur peran mana (Scheduler, CPU, atau Bus) yang paling sering menimbulkan kebingungan murid saat simulasi berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari peran simulasi tadi yang membantumu paling jelas memahami cara kerja multitasking komputer?
- Mengapa jika kuantum waktu CPU dibuat terlalu lama, komputer terasa macet (lag) bagi pengguna?
Pertemuan 3 — Menerapkan Integrasi Fitur Lembar Kerja dan Pengolah Dokumen — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.2 Menerapkan pemanfaatan perangkat teknologi untuk pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi secara terintegrasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan lingkungan laboratorium komputer sekolah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 cuplikan kasus integrasi data untuk mengecek kesiapan murid membedakan salin-tempel statis vs tautan dinamis OLE (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan perbandingan teknis antara salin-tempel biasa (statis) dengan fitur Object Linking and Embedding (OLE) Paste Link saat menghubungkan tabel data angka dari aplikasi lembar kerja (Excel) ke dokumen laporan pengolah kata (Word) (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati panduan Aktivitas 10.3-07-P tentang opsi penautan 'Link & Keep Source Formatting' dan 'Link & Use Destination Styles' serta menganalisis mekanisme keterikatan berkas sumber dan berkas tujuan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri membuat tabel sumber pada lembar kerja berisi data inventaris: 'Laptop (10 unit)', 'Mouse (25 unit)', dan 'Keyboard (15 unit)' lengkap dengan formula penjumlahan total unit (15 menit).
- Murid menerapkan integrasi OLE dengan menyalin tabel tersebut ke dokumen pengolah kata menggunakan opsi Paste Link (Link & Keep Source Formatting) (15 menit).
- Tantangan Berpasangan 'Uji Sinkronisasi Seketika': Murid saling menukar berkas lembar kerja untuk mengubah nilai data 'Laptop' menjadi '18 unit', lalu mengamati dan membuktikan bahwa angka total pada berkas pengolah kata pasangannya otomatis terbarui tanpa tindakan copy-paste ulang (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketercapaian integrasi tabel dengan memeriksa kesesuaian formula dan status pembaruan otomatis pada dokumen pengolah kata masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip kerja integrasi berkas melalui fitur OLE pada lembar kerja dan pengolah kata (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai integrasi data lembar kerja ke salindia presentasi, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan bergambar langkah klik kanan opsi Paste Link untuk murid yang memerlukan panduan visual terstruktur.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum berhasil memunculkan pembaruan otomatis, serta memberikan tantangan penambahan kolom formula persentase bagi murid yang telah selesai lebih awal.
- Produk: Format tampilan dokumen disesuaikan dengan pilihan opsi 'Keep Source Formatting' atau 'Use Destination Styles' asalkan tautan data dinamis berfungsi tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik 2 soal pilihan ganda di awal pertemuan: (1) 'Teknik mana yang membuat data tabel di Word ikut berubah saat data di Excel diedit? A. Paste Special Picture, B. Paste Link (OLE), C. Paste Unformatted Text, D. Cut-Paste biasa' (Acuan kunci: B); (2) 'Jika opsi Link & Keep Source Formatting dipilih saat menempel data Excel ke Word, format visual tabel mengikuti: A. Format asli Excel, B. Huruf default Word, C. Format tabel acak, D. Format gambar bitmap' (Acuan kunci: A).
Proses:- Pengamatan langsung checklist integrasi selama pengerjaan Aktivitas 10.3-07-P: (1) Murid berhasil membuat tabel 3 baris data inventaris dengan formula penjumlahan yang tepat di lembar kerja; (2) Murid berhasil menautkan tabel ke pengolah kata menggunakan opsi Paste Link; (3) Data pada dokumen pengolah kata otomatis berubah saat nilai inventaris di lembar kerja diperbarui (Acuan: perubahan nilai 'Laptop' dari 10 menjadi 18 otomatis mengubah total unit dari 50 menjadi 58 di kedua aplikasi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir penutup: (1) Sebutkan 2 opsi penautan OLE pada menu Paste Options di Word (Acuan kunci: 'Link & Keep Source Formatting' dan 'Link & Use Destination Styles'); (2) Mengapa berkas Word tidak memperbarui data jika berkas lembar kerja sumber dipindahkan lokasinya atau dihapus? (Acuan kunci: karena fitur OLE bekerja berdasarkan jalur/path tautan alamat berkas sumber; jika jalur terputus, pembaruan otomatis gagal).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja integrasi tabel lembar kerja ke pengolah kata melalui teknik OLE Paste Link dan verifikasi sinkronisasi pembaruan data otomatis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Integrasi OLE Lembar Kerja ke Pengolah Dokumen | Belum mampu menerapkan penautan OLE; tabel pada pengolah dokumen disalin secara statis (copy-paste biasa) sehingga tidak terjadi pembaruan data. | Mampu menyalin tabel dari lembar kerja ke pengolah dokumen dengan Paste Link namun belum berhasil mengaktifkan pembaruan data otomatis ketika berkas sumber diubah. | Mampu menerapkan integrasi fitur lembar kerja dan pengolah dokumen menggunakan teknik OLE Paste Link secara tepat sehingga perubahan data pada berkas lembar kerja otomatis terbarui di pengolah dokumen. | Mampu menerapkan integrasi fitur lembar kerja dan pengolah dokumen menggunakan kedua variasi OLE ('Keep Source Formatting' dan 'Use Destination Styles') secara mandiri serta memastikan seluruh formula dan sinkronisasi data dinamis berfungsi sempurna tanpa kendala. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh komputer murid dapat menjalankan integrasi OLE antardua aplikasi perkantoran tanpa kendala sistem perizinan berkas?
- Bagian langkah penautan mana yang paling sering membingungkan murid saat memilih opsi paste?
Murid:- Langkah manakah dalam menerapkan integrasi OLE yang menurutmu paling krusial agar data dapat terbarui otomatis?
- Kapan kamu akan memilih menggunakan salin-tempel statis biasa dibanding penautan dinamis OLE dalam pengerjaan tugas sehari-hari?
Pertemuan 4 — Menerapkan Integrasi Data Lembar Kerja ke dalam Salindia Presentasi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.2 Menerapkan pemanfaatan perangkat teknologi untuk pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi secara terintegrasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan perangkat komputer di laboratorium (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan integrasi data lembar kerja (spreadsheet) ke dalam salindia presentasi (PowerPoint) baik melalui penyematan objek tabel lembar kerja maupun pembuatan diagram terhubung (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek pemahaman dasar murid mengenai menu integrasi lembar kerja pada aplikasi presentasi melalui 2 pertanyaan diagnostik cepat: (1) Sebutkan menu di PowerPoint untuk menyisipkan tabel Excel langsung; (2) Sebutkan fitur untuk membuat grafik yang datanya terhubung ke tabel lembar kerja (acuan jawaban: (1) Insert > Table > Excel Spreadsheet; (2) Insert > Chart) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang dua cara integrasi lembar kerja ke dalam salindia presentasi sesuai Buku Siswa: Aktivitas 10.3-04-P (Insert > Table > Excel Spreadsheet untuk menyematkan objek lembar kerja ke slide) dan Aktivitas 10.3-05-P (Insert > Chart untuk membuat diagram batang/kolom yang datanya langsung diedit melalui lembar kerja terhubung) (10 menit).
- Murid mengamati lembar instruksi praktik yang memuat dataset numerik terstandar berupa data 'Pengunjung Laboratorium Komputer' dengan 4 baris data: Senin: 35, Selasa: 42, Rabu: 28, Kamis: 50, serta memahami aturan pengisian data pada tabel dan sinkronisasi grafiknya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui tantangan berpasangan 'Speed & Sync Challenge', murid membuka PowerPoint dan mempraktikkan langkah Aktivitas 10.3-04-P: membuat slide 1, mengeklik Insert > Table > Excel Spreadsheet, mengetikkan 4 data hari dan jumlah pengunjung (Senin=35, Selasa=42, Rabu=28, Kamis=50), menghitung total menggunakan fungsi SUM (=SUM(B2:B5) dengan hasil 155), lalu mengklik di luar area tabel untuk kembali ke salindia (10 menit).
- Murid mempraktikkan langkah Aktivitas 10.3-05-P pada slide 2: mengeklik Insert > Chart (pilih Clustered Column), memasukkan data 4 hari tersebut ke dalam lembar kerja kecil yang muncul otomatis, menutup lembar kerja data, dan mengubah Chart Title menjadi 'Statistik Pengunjung Lab' (15 menit).
- Murid melakukan uji integrasi data dinamis secara mandiri: mengklik ganda tabel pada slide 1 untuk mengubah nilai Kamis dari 50 menjadi 60 (total otomatis terbarui menjadi 165), serta mengeklik kanan diagram pada slide 2 > Edit Data untuk mengubah nilai Kamis menjadi 60 sehingga tinggi batang diagram langsung menyesuaikan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali file salindia hasil integrasi untuk memastikan tabel Excel Spreadsheet dan diagram terintegrasi berfungsi dengan benar ketika data diubah (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan efisiensi fitur integrasi lembar kerja ke dalam salindia presentasi dibandingkan metode konvensional salin-tempel statis (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan integrasi data lembar kerja dan salindia yang telah dipraktikkan murid (5 menit).
- Guru mengumpulkan berkas presentasi (.pptx) hasil praktik murid sebagai bukti belajar formatif, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya tentang media digital, dan menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan langkah bergambar (screenshot menu Insert Table dan Insert Chart), sedangkan murid yang cepat diberikan dataset tambahan berisi 6 kategori data.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara bertahap dalam mengklik ganda objek lembar kerja di slide, sementara murid yang mahir mencoba mengubah jenis diagram (dari Column menjadi Line/Bar) secara mandiri.
- Produk: Produk akhir berupa berkas presentasi 2 slide; murid cepat dapat menambahkan pemformatan warna elemen diagram atau rumus statistika tambahan (AVERAGE).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan menu integrasi perangkat lunak di awal pertemuan: (1) Sebutkan menu di PowerPoint untuk menyisipkan tabel Excel langsung di slide (acuan: Insert > Table > Excel Spreadsheet); (2) Sebutkan menu untuk membuat diagram presentasi yang datanya diisi lewat lembar kerja (acuan: Insert > Chart).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan simulasi integrasi: (1) Ketepatan menyisipkan objek Excel Spreadsheet pada slide 1 dengan rumus SUM yang berfungsi (acuan: =SUM(B2:B5) bernilai 155 atau 165); (2) Ketepatan menyisipkan Clustered Column Chart pada slide 2 yang datanya sinkron dengan 4 data pengunjung; (3) Keberhasilan memperbarui data melalui Edit Data lembar kerja sehingga tampilan tabel dan grafik berubah dinamis.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan berkas file salindia presentasi (.pptx) hasil latihan Aktivitas 10.3-04-P dan 10.3-05-P dengan kriteria: tabel lembar kerja tersemat memuat data Senin s.d. Kamis (35, 42, 28, 60) beserta rumus SUM (total 165), dan diagram batang terintegrasi dengan judul 'Statistik Pengunjung Lab' merefleksikan data yang sama secara akurat.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja integrasi data lembar kerja ke dalam salindia presentasi berdasarkan berkas presentasi (.pptx) yang memuat tabel Excel tersemat dan diagram terintegrasi
- Observasi proses integrasi dan pembaruan data secara dinamis pada aplikasi presentasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyematan Tabel Lembar Kerja (Excel Spreadsheet) pada Salindia | Belum mampu menyisipkan objek Excel Spreadsheet ke dalam salindia presentasi. | Mampu menyisipkan tabel lembar kerja ke dalam salindia, namun data belum lengkap atau formula SUM belum diterapkan. | Mampu menyisipkan tabel lembar kerja ke dalam salindia secara tepat lengkap dengan 4 baris data pengunjung dan formula SUM yang berfungsi. | Mampu menyisipkan tabel lembar kerja ke dalam salindia secara mandiri, lengkap dengan 4 baris data pengunjung, formula SUM, serta berhasil memutakhirkan data secara dinamis melalui klik ganda objek. | | Integrasi Data Lembar Kerja ke dalam Diagram Salindia | Belum mampu menyisipkan diagram yang terhubung dengan lembar kerja pada salindia. | Mampu menyisipkan diagram pada salindia, namun data pada lembar kerja bawaan belum disesuaikan dengan data pengunjung. | Mampu menyisipkan diagram batang pada salindia dan mengisi dataset 4 hari pengunjung pada lembar kerja terhubung secara tepat. | Mampu menyisipkan diagram batang pada salindia, mengisi dataset secara tepat, memberi judul diagram, serta memutakhirkan data melalui fitur Edit Data secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil memahami mekanisme kerja objek OLE lembar kerja yang disematkan ke dalam aplikasi salindia?
- Bagian langkah integrasi manakah yang paling sering membuat murid mengalami kendala teknis (apakah saat mengaktifkan jendela lembar kerja atau sinkronisasi grafik)?
Murid:- Apa perbedaan yang kamu rasakan antara menyalin gambar grafik biasa dengan membuat grafik terintegrasi lembar kerja di PowerPoint?
- Langkah apa yang paling mudah dan langkah apa yang memerlukan ketelitian ekstra saat memperbarui data di salindia presentasi?
Pertemuan 5 — Menerapkan Media Digital untuk Produksi Konten Digital Bersama secara Kolaboratif — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.3 Menerapkan pemanfaatan media digital untuk produksi dan diseminasi konten, partisipasi dan kolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan teknis gawai/komputer dan konektivitas akun platform digital kolaboratif (misalnya Google Docs/Workspace atau aplikasi dokumen daring sejenis), serta menyampaikan tujuan pembelajaran tentang penerapan media digital untuk produksi konten secara kolaboratif (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan untuk memeriksa pemahaman dasar fitur kerja bersama: (1) Apa perbedaan hak akses 'Pelihat' (Viewer) dan 'Editor'? (2) Di mana kita dapat melihat riwayat pengeditan rekan kerja? (3) Apa fungsi fitur komentar/mention? Murid merespons secara bergiliran (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai mekanisme kerja kolaboratif pada platform media dokumen daring: pengelolaan izin berbagi (share permission), pelacakan riwayat versi (version history), pembagian peran pengeditan, serta tata cara pemberian komentar dan revisi konten teks bersama (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan permainan interaktif 'Tantangan Detektif Fitur': setiap pasangan membuka berkas latihan bersama yang disediakan guru dan secara serentak menemukan serta menguji coba 3 fitur utama kolaborasi daring: menyisipkan komentar dengan mention teman (@nama), melihat version history perubahan sebelumnya, dan mengaktifkan mode saran (suggestion mode) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membentuk kelompok kerja kolaboratif (beranggotakan 3-4 murid) untuk memproduksi satu konten digital bertema 'Edukasi Budaya Digital dan Etika Siber' menggunakan media dokumen daring bersama secara simultan (25 menit).
- Setiap anggota kelompok menerapkan peran yang telah disepakati langsung di dalam dokumen daring bersama: anggota 1 menyusun bagian pengantar dan topik utama, anggota 2 menyusun subtopik tips praktis dan studi kasus, anggota 3 melakukan tinjauan konten melalui fitur komentar/saran serta verifikasi konsistensi dokumen, dan anggota 4 mengintegrasikan seluruh bagian konten menjadi draf terpadu (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa log riwayat perubahan (version history) pada dokumen daring mereka untuk mengevaluasi kontribusi setiap anggota dan efektivitas pembagian tugas dalam produksi konten bersama (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan praktik baik dalam menerapkan media digital untuk kolaborasi produksi konten bersama (etika berbagi akses, komunikasi lewat komentar, dan kejelasan pembagian bagian penyusunan konten) (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil karya bersama tiap kelompok dan menginformasikan bahwa draf konten yang telah diproduksi hari ini akan dilanjutkan untuk tahapan diseminasi/partisipasi publik pada Pertemuan 6 (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang memerlukan perancah (scaffolding) disediakan templat dokumen terstruktur dengan panduan penempatan bagian tulisan yang jelas; kelompok yang lebih cepat disediakan topik bahasan etika siber yang lebih mendalam dengan integrasi tabel kolaboratif.
- Proses: Murid dengan kendala penulisan simultan didampingi guru dalam pembagian seksi penulisan per paragraf; murid yang sudah mahir diarahkan memaksimalkan fitur penyelesaian komentar (resolve) dan penggabungan riwayat revisi bertingkat.
- Produk: Draf konten kolaboratif dapat berfokus pada ringkasan artikel informatif 3 bagian atau artikel komprehensif 5 bagian beserta catatan riwayat kontribusi anggota tim yang aktif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik fitur media kolaboratif daring: (1) Sebutkan fungsi perbedaan peran hak akses Viewer dan Editor (acuan: Viewer hanya bisa melihat/membaca tanpa menyunting, Editor memiliki izin menambah/mengubah isi dokumen); (2) Bagaimana cara melihat siapa yang mengubah teks pada berkas bersama? (acuan: melalui menu Riwayat Versi / Version History); (3) Apa fungsi fitur komentar/mention (@) dalam dokumen bersama? (acuan: memberikan catatan/revisi spesifik dan memanggil perhatian anggota tim tertentu tanpa mengubah teks inti secara langsung).
Proses:- Observasi kinerja langsung saat kerja kelompok memproduksi konten: Guru mengamati keterlibatan aktif setiap murid dalam menyunting draf secara real-time pada bagian tugasnya masing-masing.
- Pengecekan teknis penerapan media digital: Guru memeriksa apakah dokumen kelompok telah menerapkan: (a) pengaturan izin akses berbagi yang tepat bagi seluruh anggota kelompok (status Editor); (b) pemanfaatan fitur komentar/saran minimal 1 kali per anggota untuk mereviu teks rekan; (c) adanya jejak riwayat penyuntingan simultan pada version history dari semua anggota.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui konfirmasi produk: Guru mengecek tautan dokumen daring tiap kelompok untuk memastikan konten digital bersama telah memuat minimal 3 bagian konten terintegrasi (Pengantar etika siber, Tips praktis, dan Studi kasus) dengan bukti suntingan aktif dari seluruh anggota pada riwayat berkas (kriteria ketercapaian: draf selesai dengan struktur 3 bagian utuh dan riwayat kontribusi tercatat).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pengenalan fitur media kolaborasi daring
- Lembar observasi unjuk kerja kolaborasi digital saat produksi konten bersama di platform dokumen daring
- Pemeriksaan riwayat versi (version history) dan fitur komentar pada draf dokumen kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan media digital untuk produksi konten kolaboratif | Hanya 1 anggota yang menyunting dokumen daring secara mandiri, pembagian akses belum diatur, dan riwayat dokumen tidak menunjukkan kontribusi bersama. | Dokumen daring dibagikan kepada anggota kelompok, namun pemanfaatan fitur kolaborasi terbatas (hanya 2 anggota berkontribusi menyunting teks, tanpa penggunaan fitur komentar/saran). | Seluruh anggota kelompok menerapkan media digital untuk memproduksi konten bersama secara kolaboratif, berbagi akses dengan benar, memanfaatkan fitur komentar untuk revisi, dan jejak kontribusi tiap anggota tampak pada riwayat versi sesuai pembagian tugas. | Seluruh anggota kelompok secara konsisten menerapkan media digital secara kolaboratif penuh: pembagian peran tertata rapi, fitur komentar dan mode saran digunakan secara optimal untuk merevisi konten secara mandiri tanpa kendala teknis tumpang tindih suntingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengakses dan berkontribusi secara serentak pada media dokumen digital daring tanpa kendala akun atau hak akses?
- Bagaimana dinamika kolaborasi murid saat bekerja bersama dalam satu berkas, dan apakah pembagian peran berjalan merata?
Murid:- Fitur kolaborasi daring apa yang paling membantumu saat menulis dan merevisi konten bersama rekan sekelompok?
- Tantangan apa yang kamu hadapi ketika menyunting dokumen secara bersamaan dan bagaimana kelompokmu mengatasinya?
Pertemuan 6 — Menerapkan Media Digital untuk Partisipasi dan Diseminasi Konten Publik — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.3 Menerapkan pemanfaatan media digital untuk produksi dan diseminasi konten, partisipasi dan kolaborasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menerapkan saluran media digital untuk diseminasi konten dan partisipasi publik (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan cepat mengenai saluran diseminasi digital: (1) Sebutkan 1 saluran publik yang tepat untuk menyebarkan modul edukasi PDF berukuran besar (acuan: penyimpanan awan publik seperti Google Drive/One Drive atau portal repositori berkas publik); (2) Sebutkan 1 fungsi fitur pengaturan privasi 'Public/Semua Orang' saat diseminasi (acuan: agar dokumen dapat diakses dan dibaca oleh siapapun tanpa batasan permintaan izin akun khusus); (3) Sebutkan 1 bentuk interaksi balik dalam diseminasi konten publik (acuan: kolom komentar atau formulir respons/tanggapan balik publik). Murid menjawab secara lisan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak panduan guru mengenai 3 pilar teknis diseminasi publik: keterbukaan izin akses (public access link), pemilihan kanal penyiaran (repositori berkas publik vs platform publikasi/situs kelas), serta penyediaan ruang partisipasi (kolom komentar/umpan balik publik) (10 menit).
- Murid mengikuti tantangan menggembirakan 'Jalur Diseminasi Cepat' berpasangan: murid memasangkan 3 kartu skenario konten dengan 3 kartu jalur diseminasi yang paling sesuai di papan tulis kelas secara adu cepat: Skenario 1: 'Poster kampanye literasi digital infografis satu halaman' berpasangan dengan Jalur 1: 'Papan pengumuman virtual publik (Padlet/Jamboard) berkode akses terbuka'; Skenario 2: 'Paket dokumen panduan digital interaktif format PDF 20 halaman' berpasangan dengan Jalur 2: 'Folder Google Drive publik berizin akses Viewer'; Skenario 3: 'Rekaman video tutorial cara verifikasi informasi' berpasangan dengan Jalur 3: 'Kanal video streaming publik (YouTube) berstatus penayangan Public' (acuan pasangan: Skenario 1 -> Jalur 1, Skenario 2 -> Jalur 2, Skenario 3 -> Jalur 3) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Secara berpasangan, murid menerapkan media digital untuk mendiseminasikan berkas infografis/panduan digital hasil kolaborasi ke kanal publik kelas (portal repositori Google Drive publik/Padlet publik) dengan menyetel izin akses 'Siapa saja yang memiliki tautan dapat melihat (Viewer)' (20 menit).
- Murid menerapkan media digital untuk memicu partisipasi publik dengan menyematkan formulir umpan balik terbuka (Google Forms publik) atau membuka ruang komentar publik pada tautan diseminasi tersebut, lalu menyebarkan tautan tersebut ke antarkelompok untuk saling berpartisipasi memberikan tanggapan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap pasangan mengaudit tautan diseminasi rekannya melalui lembar cek verifikasi: apakah tautan dapat dibuka pada jendela penyamaran (incognito mode/tanpa login) dan apakah ruang partisipasi dapat diisi secara langsung tanpa hambatan perizinan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil diseminasi dan keterisian saluran partisipasi murid (6 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan praktik penerapan diseminasi dan partisipasi media digital hari ini, kemudian menutup pembelajaran dengan doa (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan bergambar langkah per langkah menyetel tautan publik dan menyalin tautan formulir partisipasi; murid mahir disediakan bahan ragam format berkas yang memerlukan pengaturan perizinan bertingkat.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung oleh guru pada saat penyetelan akses publik; murid mahir mengerjakan secara mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Semua pasangan menghasilkan bukti belajar yang sama: 1 tautan diseminasi konten berstatus publik dan 1 tautan ruang partisipasi publik aktif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan awal berupa 3 pertanyaan terkait saluran diseminasi publik: (1) Sebutkan 1 saluran publik untuk menyebarkan dokumen digital berkas besar (acuan: penyimpanan awan Google Drive/portal repositori publik berizin viewer); (2) Jelaskan fungsi pengaturan tautan publik (acuan: membuat konten dapat diakses dan dibaca siapapun tanpa harus meminta izin khusus); (3) Sebutkan 1 sarana media digital untuk partisipasi tanggapan publik (acuan: kolom komentar atau tautan formulir tanggapan publik terbuka).
Proses:- Cek unjuk kerja konfigurasi tautan diseminasi publik: guru memeriksa langsung apakah berkas media digital yang dipublikasikan murid berstatus 'Public/Anyone with the link can view' dan bebas akses dari perangkat lain.
- Cek unjuk kerja kanal partisipasi publik: guru memeriksa keberadaan sarana partisipasi interaktif (kolom tanggapan atau tautan Google Forms publik) pada kanal diseminasi kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa pengujian akses nyata: setiap pasangan memastikan tautan diseminasi konten dan kanal partisipasi miliknya berhasil diakses dan diisi oleh minimal 1 kelompok lain tanpa hambatan perizinan (kriteria penerimaan: dokumen terbaca utuh dan data tanggapan partisipasi terekam di sistem).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik penyetelan perizinan diseminasi publik pada media digital
- Pemeriksaan lembar verifikasi keterbukaan akses dan tautan partisipasi publik antarmurid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan media digital untuk diseminasi konten publik | Belum mampu menyetel media digital untuk diseminasi publik sehingga tautan konten masih terkunci (memerlukan izin akses akun) meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menyetel media digital untuk diseminasi publik dengan tautan terbuka setelah mendapat koreksi pengaturan izin akses dari guru. | Mampu menerapkan media digital untuk diseminasi konten publik secara mandiri dengan tautan berkas yang dapat diakses langsung oleh publik tanpa hambatan perizinan. | Mampu menerapkan media digital untuk diseminasi konten publik secara mandiri, tepat perizinan (akses viewer publik aktif), dan menyematkan deskripsi tujuan konten secara terstruktur dan jelas bagi khalayak umum. | | Penerapan media digital untuk partisipasi publik | Belum mampu menyediakan sarana partisipasi publik (kolom komentar atau formulir tanggapan) pada media digital yang digunakan. | Mampu menyediakan sarana partisipasi publik pada media digital namun pengaturannya masih membatasi akses audiens (misal: formulir terkunci hanya domain organisasi internal). | Mampu menerapkan media digital untuk partisipasi publik dengan menyematkan sarana tanggapan terbuka yang dapat diisi secara langsung oleh audiens luar. | Mampu menerapkan media digital untuk partisipasi publik secara terintegrasi, responsif menerima tanggapan audiens, dan mengelola rekapitulasi masukan secara tertata. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil memahami dan menerapkan penyetelan perizinan publik pada saluran media digital tanpa kendala teknis jaringan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam memanfaatkan media digital untuk berpartisipasi dan merespons konten yang dipublikasikan oleh teman sekelasnya?
Murid:- Apakah tautan diseminasi yang saya terapkan sudah benar-benar terbuka untuk umum dan dapat diakses tanpa hambatan izin akses?
- Bagaimana pengalaman saya saat menerapkan media digital untuk membuka ruang partisipasi tanggapan dari pembaca publik?
Pertemuan 7 — Menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dan Lisensi dalam Pemanfaatan Produk Teknologi Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.4 Menghargai hak atas kekayaan intelektual dalam pemanfaatan produk teknologi dan konten digital
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menghargai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan lisensi dalam pemanfaatan produk teknologi dan konten digital (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berisi 2 pertanyaan: (1) Apa perbedaan karya berlisensi komersial dan open source? (acuan: komersial memerlukan izin/pembelian hak pakai dari pemegang hak cipta, sedangkan open source memberikan kebebasan memakai, memodifikasi, dan membagikan sesuai ketentuan lisensi terbuka); (2) Apakah menggunakan gambar berhak cipta tanpa atribusi diperbolehkan? (acuan: tidak diperbolehkan karena melanggar hak moral dan hak cipta pencipta) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan ringkas guru mengenai konsep HAKI pada produk teknologi dan konten digital, mencakup hak cipta, lisensi proprietary/komersial, lisensi terbuka (Open Source/Creative Commons), serta dampak pembajakan perangkat lunak (15 menit).
- Murid berpasangan mengikuti tantangan interaktif kuis cepat 'Kuis Benar-Salah Lisensi Digital' berisi 3 butir pernyataan: (1) Mengunduh aplikasi crack untuk menghindari biaya adalah tindakan legal; (2) Lisensi Creative Commons mengizinkan penggunaan karya dengan tetap mencantumkan atribusi pembuat; (3) Lisensi Open Source melarang siapa pun mempelajari kode program. Murid mengangkat kartu hijau (Benar) atau merah (Salah) (acuan jawaban: 1-Salah, 2-Benar, 3-Salah) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Analisis Kasus Lisensi yang memuat 4 kasus pemanfaatan produk teknologi digital: Kasus 1: Mengunduh software pengolah grafis bajakan dari situs tidak resmi untuk tugas sekolah; Kasus 2: Memakai foto berlisensi Creative Commons (CC-BY) pada web sekolah dengan mencantumkan nama fotografer dan tautan lisensi; Kasus 3: Memilih aplikasi perkantoran Open Source (seperti LibreOffice) sebagai alternatif resmi dari aplikasi berbayar; Kasus 4: Menghapus watermark pada ilustrasi karya orang lain lalu mengunggahnya ke media sosial seolah karya sendiri (10 menit).
- Murid secara mandiri menentukan sikap penghargaan HAKI pada ke-4 kasus tersebut dengan mengidentifikasi tindakan melanggar/menghargai HAKI dan memberikan tindakan perbaikan/legal yang tepat (acuan jawaban: Kasus 1 = melanggar hak cipta komersial, tindakan perbaikan: membeli lisensi resmi atau beralih ke software open source seperti GIMP/Inkscape; Kasus 2 = menghargai lisensi CC-BY dengan atribusi yang sah; Kasus 3 = menghargai lisensi open source sesuai peruntukan legal; Kasus 4 = melanggar hak cipta dan hak moral pencipta, tindakan perbaikan: meminta izin atau memakai konten berlisensi bebas/domain publik dengan atribusi yang benar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan komitmen pribadi berupa 2 tindakan nyata untuk menghargai HAKI dan lisensi digital dalam pemakaian gawai dan aplikasi sehari-hari (acuan kriteria: menyebutkan tindakan legal seperti tidak memasang aplikasi crack dan mencantumkan kredit sumber karya digital) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bersama murid mengenai pentingnya menghargai karya intelektual dan kepatuhan lisensi digital sebagai wujud integritas dan kepatuhan hukum digital (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bantuan berupa panduan simbol lisensi Creative Commons dan jenis-jenis lisensi software, sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus tambahan mengenai lisensi ganda (dual-licensing) pada software open source.
- Proses: Murid yang masih ragu dapat berkonsultasi langsung pada saat tahap analisis kasus, sedangkan murid yang mandiri langsung menyelesaikan analisis 4 kasus secara penuh.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar analisis 4 kasus yang sama sesuai acuan kriteria penghormatan HAKI.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Apa perbedaan karya berlisensi komersial dan open source? (acuan: komersial berbayar/memerlukan izin khusus pemilik hak cipta, open source memberi kebebasan pakai/modifikasi sesuai ketentuan lisensi terbuka); (2) Apakah menggunakan gambar berhak cipta tanpa mencantumkan sumber diperbolehkan? (acuan: tidak diperbolehkan karena melanggar hak moral dan hak cipta pemilik).
Proses:- Penilaian pengerjaan Lembar Analisis Kasus Lisensi Digital (4 kasus) dengan acuan: Kasus 1 (software crack = melanggar HAKI komersial; solusi: beli lisensi atau gunakan alternatif open source); Kasus 2 (atribusi CC-BY = menghargai lisensi); Kasus 3 (aplikasi open source = menghargai lisensi legal); Kasus 4 (hapus watermark = melanggar hak cipta; solusi: minta izin/gunakan karya public domain berlisensi bebas).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar komitmen pribadi murid mengenai 2 tindakan nyata menghargai HAKI dalam penggunaan teknologi digital harian (acuan kriteria: memuat minimal 2 tindakan operasional legal, misalnya menghapus aplikasi bajakan dan menyertakan sitasi/atribusi pada gambar/konten digital).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran
- Observasi respon murid saat kuis cepat Benar-Salah
- Penilaian Lembar Analisis Kasus Lisensi Digital pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dan Lisensi Digital | Tepat mengidentifikasi status penghargaan HAKI dan solusi legal pada 1 dari 4 kasus yang diberikan (daftar kasus: software crack, foto CC-BY, aplikasi open source, hapus watermark). | Tepat mengidentifikasi status penghargaan HAKI dan solusi legal pada 2 dari 4 kasus yang diberikan (daftar kasus: software crack, foto CC-BY, aplikasi open source, hapus watermark). | Tepat mengidentifikasi status penghargaan HAKI dan solusi legal pada 3 dari 4 kasus yang diberikan (daftar kasus: software crack, foto CC-BY, aplikasi open source, hapus watermark). | Tepat mengidentifikasi status penghargaan HAKI dan solusi legal pada seluruh 4 kasus yang diberikan secara mandiri (daftar kasus: software crack, foto CC-BY, aplikasi open source, hapus watermark). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran berhasil membangun kesadaran etis murid untuk menghargai lisensi dan hak kekayaan intelektual digital?
- Apakah murid dapat membedakan secara mandiri antara penggunaan perangkat lunak berlisensi komersial, bajakan, dan open source?
Murid:- Apakah kamu menyadari bahwa menggunakan perangkat lunak bajakan merugikan pembuat karya dan melanggar hukum?
- Tindakan nyata apa yang akan segera kamu lakukan terhadap perangkat lunak atau konten digital di perangkatmu untuk mematuhi lisensi HAKI?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Ragam Profesi Bidang Informatika dan Rencana Pengembangan Kompetensi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.5 Mengidentifikasi profesi bidang Informatika beserta rencana pengembangan kompetensi yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai ragam profesi bidang informatika serta rencana pengembangan kompetensinya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 4 profil peran tugas: (1) Merancang tampilan antarmuka dan alur pengguna; (2) Membangun logika server dan basis data; (3) Menganalisis pola data besar untuk keputusan bisnis; (4) Mengelola alur integrasi kode dan infrastruktur server secara otomatis. Murid diminta mencocokkan peran tersebut dengan 4 nama profesi: DevOps Engineer, Data Scientist, UI/UX Designer, Back-End Engineer (acuan kunci: 1->UI/UX Designer; 2->Back-End Engineer; 3->Data Scientist; 4->DevOps Engineer) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati materi Buku Siswa mengenai ragam profesi bidang informatika (antara lain System Analyst, Front-End Engineer, Back-End Engineer, UI/UX Designer, Data Scientist, DevOps Engineer, Product Manager, Chief Technology Officer) serta pentingnya jalur pendidikan tinggi (Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Komputer) dan sertifikasi profesi (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat tebak peran profesi: murid bergantian membacakan deskripsi tugas dari kartu ringkasan profesi dan pasangannya menyebutkan nama profesi yang tepat untuk melatih ketepatan identifikasi secara interaktif (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja 10.3-14-U 'Menyusun Rencana Masa Depanmu' dengan mengidentifikasi minimal 1 profesi informatika yang diminati, menguraikan peran utamanya, program studi perguruan tinggi yang relevan, 2 keahlian teknis/dasar yang harus dikuasai, serta 1 jenis sertifikasi kompetensi yang relevan dengan profesi tersebut (acuan: pilihan profesi valid dari Buku Siswa Bab 3, disertai pasangan program studi dan sertifikasi yang selaras di bidang IT) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meninjau kembali keselarasan antara profesi yang mereka identifikasi dengan langkah pengembangan kompetensi yang telah ditulis pada lembar kerja, memeriksa apakah langkah yang direncanakan sudah realistis dan relevan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali ragam profesi bidang teknologi informasi beserta pentingnya peningkatan kompetensi berkelanjutan melalui studi lanjut dan sertifikasi (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja perencanaan masa depan murid dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (digitalisasi budaya Indonesia) tanpa merangkum keseluruhan bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar glosarium profesi IT dan jenjang sertifikasi bagi murid yang membutuhkan panduan tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah berupa pilihan menu profesi dan pasangan sertifikasinya; murid yang cepat diminta mengidentifikasi 2 profesi yang saling berkaitan dalam satu siklus pengembangan perangkat lunak (misalnya UI/UX Designer dan Front-End Engineer) beserta sertifikasi masing-masing.
- Produk: Format rencana pengembangan kompetensi dapat disajikan dalam bentuk bagan alir karier atau tabel perencanaan terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menjodohkan 4 deskripsi peran tugas dengan 4 nama profesi IT pada lembar awal: (1) Merancang tampilan antarmuka dan alur pengguna; (2) Membangun logika server dan basis data; (3) Menganalisis pola data besar untuk keputusan bisnis; (4) Mengelola integrasi kode dan infrastruktur server secara otomatis. Pilihan profesi: UI/UX Designer, Back-End Engineer, Data Scientist, DevOps Engineer. Kunci jawaban: (1)->UI/UX Designer; (2)->Back-End Engineer; (3)->Data Scientist; (4)->DevOps Engineer.
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam mengidentifikasi nama profesi dan tugas utamanya saat aktivitas kuis cepat tebak peran berpasangan.
- Pemeriksaan keakuratan pengisian Lembar Kerja 10.3-14-U mengenai identifikasi profesi, kualifikasi program studi yang selaras, kompetensi teknis yang dibutuhkan, dan sertifikasi bidang keahlian.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada akhir sesi berupa pengisian 2 butir pernyataan penutup: (1) Menyebutkan 1 profesi IT pilihan beserta tugas utamanya; (2) Menyebutkan 1 program studi dan 1 sertifikasi keahlian yang relevan untuk profesi tersebut (kriteria penerimaan: profesi berasal dari cakupan IT seperti System Analyst, UI/UX Designer, Software Engineer, Data Scientist, DevOps; program studi relevan seperti Ilmu Komputer/Informatika/Sistem Informasi; sertifikasi relevan dengan keahlian yang dipilih).
Formatif:- Asesmen diagnostik penjodohan peran profesi IT pada tahap pendahuluan
- Observasi partisipasi dan ketepatan identifikasi pada kuis tebak peran profesi
- Pemeriksaan Lembar Kerja Rencana Masa Depan (Aktivitas 10.3-14-U)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Profesi Bidang Informatika | Belum mampu mengidentifikasi profesi bidang informatika dan deskripsi tugas utamanya secara tepat. | Mampu mengidentifikasi 1 nama profesi bidang informatika tetapi deskripsi tugas utamanya belum tepat. | Mampu mengidentifikasi 1 profesi bidang informatika beserta deskripsi tugas utamanya secara tepat. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 1 profesi bidang informatika beserta deskripsi tugas dan keterkaitan peran antarprofesi secara tepat dan mandiri. | | Rencana Pengembangan Kompetensi yang Relevan | Belum mampu menentukan program studi maupun sertifikasi yang relevan dengan profesi yang dipilih. | Mampu menentukan program studi yang relevan tetapi belum mampu mengidentifikasi sertifikasi keahlian yang relevan. | Mampu menentukan program studi dan minimal 1 sertifikasi keahlian yang relevan secara tepat dengan profesi yang diidentifikasi. | Mampu menentukan program studi, minimal 1 sertifikasi keahlian, dan merinci tahapan pengembangan kompetensi teknis yang sangat terarah dan relevan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid menunjukkan minat dan pemahaman yang jelas terhadap spektrum profesi di bidang informatika?
- Apakah langkah pembelajaran membantu murid menyadari bahwa penguasaan teknologi memerlukan pembelajaran berkelanjutan dan sertifikasi profesional?
Murid:- Profesi bidang informatika mana yang paling menarik perhatianmu, dan mengapa?
- Langkah atau kompetensi baru apa yang ingin kamu pelajari mulai saat ini untuk mempersiapkan diri ke arah karier digital tersebut?
Pertemuan 9 — Menganalisis Penerapan Digitalisasi Budaya Indonesia melalui Berbagai Media Teknologi Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.6 Menganalisis penerapan digitalisasi budaya Indonesia melalui media teknologi digital
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup analisis penerapan digitalisasi budaya Indonesia (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa kuis diagnostik singkat tertulis berisi 2 studi kasus untuk memetakan kesiapan murid dalam menganalisis bentuk teknologi dan dampak digitalisasi budaya (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan telaah konsep mengenai digitalisasi budaya serta menelaah 3 studi kasus penerapan teknologi digital dalam pelestarian budaya: (1) Virtual Reality Candi Borobudur, (2) Arsip Aksara Nusantara Daring, dan (3) Ensiklopedia Digital Motif Tenun Ikat (15 menit).
- Murid secara mandiri mencatat komponen analisis utama pada masing-masing kasus: jenis media teknologi yang digunakan, bentuk data budaya yang diubah menjadi digital, serta fungsi pelestariannya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Media & Analisis Dampak Digital' yang menggembirakan untuk mengidentifikasi kecocokan teknologi digital dengan bentuk artefak budaya berdasarkan kartu studi kasus (15 menit).
- Murid menganalisis lembar kerja analisis digitalisasi budaya yang memuat 2 kasus konkret: Kasus A (Digitalisasi Tari Tradisional via Motion Capture & 3D Animation) dan Kasus B (Digitalisasi Manuskrip Kuno Daun Lontar via Digital Imaging High-Resolution & Optical Character Recognition) dengan menguraikan elemen teknologi, kelebihan, serta tantangan implementasinya sesuai panduan analisis (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan hasil analisis lembar kerja mereka secara sadar dan mandiri berdasarkan lembar panduan analisis yang diberikan guru (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari analisis mengenai peran media teknologi digital dalam preservasi dan diseminasi budaya Indonesia (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir soal analisis singkat untuk mengecek ketercapaian pemahaman (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar analisis dengan tabel bantu berstruktur pemantik komponen (media, data digital, manfaat), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan studi kasus tambahan mengenai digitalisasi musik tradisional berbasis pemodelan gelombang audio digital.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah mendapatkan bimbingan terarah melalui contoh dekonstruksi kasus Kasus A, sedangkan murid mahir menganalisis Kasus A dan B secara mandiri penuh.
- Produk: Format pelaporan analisis dituangkan dalam lembar kerja analitis tertulis yang menguji kedalaman identifikasi komponen teknologi dan dampaknya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis diagnostik tertulis 2 soal: (1) Sebutkan bentuk media teknologi digital yang tepat untuk mendokumentasikan seni tari tradisional 3 dimensi! (Acuan: teknologi Motion Capture, animasi 3D, atau perekaman video spasial/360 derajat); (2) Jelaskan apa risiko fisik artefak naskah kuno yang dapat diatasi melalui teknologi pemindaian digital resolusi tinggi! (Acuan: risiko pelapukan, kerusakan fisik akibat jamur/kelembapan, serta hilangnya informasi tulisan pada media fisik lontar/kertas rapuh).
Proses:- Observasi ketercapaian analisis lembar kerja pada tahap Mengaplikasi dengan acuan analisis: (1) Kasus A (Motion Capture Tari): Media teknologi = Sensor penangkap gerak (motion tracker) dan perangkat lunak pemodelan 3D; Bentuk data digital = Koordinat spasial gerak skeleton tari/vektor animasi; Analisis kelebihan/tantangan = Mempertahankan keaslian presisi gerak tubuh maestro tari, tantangannya adalah mahalnya peralatan sensor dan keterbatasan menangkap ekspresi rasa/jiwa tari secara utuh. (2) Kasus B (Manuskrip Daun Lontar): Media teknologi = Scanner resolusi tinggi (imaging scanner) dan OCR naskah kuno berbasis kecerdasan komputasi; Bentuk data digital = Citra raster (TIFF/RAW) dan teks karakter digital unicode; Analisis kelebihan/tantangan = Mencegah kepunahan teks dari kerapuhan fisik lontar serta mempermudah pencarian kata kunci naskah, tantangannya adalah kesulitan algoritma membaca aksara rusak/tinta pudar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman analisis akhir 2 butir soal: (1) Dalam digitalisasi alat musik tradisional Gamelan, analisis komponen teknologi apa yang harus digunakan agar interaksi fisik dapat ditransformasikan ke perangkat digital! (Kriteria penerimaan: jawaban mencakup sensor tekanan/piezoelektrik atau sampling frekuensi audio MIDI yang mengonversi pukulan fisik menjadi data sinyal digital suara); (2) Analisis 1 keuntungan utama dan 1 keterbatasan dari digitalisasi museum budaya dalam bentuk Virtual Tour 360! (Kriteria penerimaan: keuntungan mencakup aksesibilitas luas tanpa batasan geografis; keterbatasan mencakup ketiadaan interaksi taktil/indra peraba fisik terhadap objek).
Formatif:- Penilaian kinerja analisis lembar kerja digitalisasi budaya Kasus A dan Kasus B
- Kuis diagnostik awal dan asesmen akhir berupa cek analisis pemahaman tertulis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Analisis Komponen Media Teknologi Digital pada Budaya Indonesia | Belum mampu mengidentifikasi media teknologi digital dan bentuk data digital yang digunakan dalam kasus pelestarian budaya yang dianalisis secara tepat. | Mampu mengidentifikasi media teknologi digital pada kasus budaya, namun belum menguraikan bentuk data digital hasil konversinya secara tepat sesuai acuan Kasus A dan Kasus B. | Mampu menganalisis komponen media teknologi digital dan bentuk transformasi data digital pada Kasus A dan Kasus B secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis seluruh komponen media teknologi digital, bentuk transformasi data digital, serta kelebihan dan keterbatasan penerapannya pada Kasus A dan Kasus B secara tepat, komprehensif, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks studi kasus digitalisasi budaya yang disajikan relevan dan memotivasi murid berpikir kritis mengenai peran teknologi?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menganalisis korelasi antara media teknologi digital dengan keaslian budaya yang didigitalkan?
Murid:- Apa wawasan baru yang kamu peroleh tentang cara media teknologi digital menjaga warisan budaya Indonesia agar tidak hilang?
- Tantangan apa yang kamu hadapi ketika menganalisis keterbatasan teknologi dalam merepresentasikan budaya tradisional?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.3.1 Menyimulasikan dinamika Input-Process-Output dalam sebuah komputer Von Neumann serta peran sistem operasi
- TP 10.3.2 Menerapkan pemanfaatan perangkat teknologi untuk pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi secara terintegrasi
- TP 10.3.3 Menerapkan pemanfaatan media digital untuk produksi dan diseminasi konten, partisipasi dan kolaborasi
- TP 10.3.4 Menghargai hak atas kekayaan intelektual dalam pemanfaatan produk teknologi dan konten digital
- TP 10.3.5 Mengidentifikasi profesi bidang Informatika beserta rencana pengembangan kompetensi yang relevan
- TP 10.3.6 Menganalisis penerapan digitalisasi budaya Indonesia melalui media teknologi digital
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menegaskan suasana ruang kelas yang tertib, tenang, dan kondusif untuk evaluasi ketercapaian Bab 3 (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-10, yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab yang terdiri atas dua bagian: tes tertulis studi kasus individual (45 menit) dan unjuk kerja proyek kolaborasi berkas salindia digital kelompok (40 menit) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Soal dan Jawaban Asesmen Tertulis Individual serta menjelaskan tata tertib pengerjaan secara mandiri, jujur, dan tertib (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan secara mandiri Lembar Tes Tertulis Studi Kasus Individual (34 menit) yang memuat 3 butir soal: Soal 1 (TP 10.3.1) membuat diagram alur siklus Input-Process-Output komputer Von Neumann (Input: keyboard/mouse -> RAM -> CU/ALU pada CPU -> RAM -> Output: monitor/layar) dan peran sistem operasi (penjadwalan CPU round-robin/priority, alokasi memori antar-proses agar tidak bentrok); Soal 2 (TP 10.3.4) menganalisis studi kasus pelanggaran hak cipta penggunaan gambar tanpa atribusi komersial dan merumuskan langkah kepatuhan lisensi Creative Commons (pemberian atribusi CC-BY atau memilih lisensi domain publik CC0); Soal 3 (TP 10.3.5) mengidentifikasi 1 profesi bidang Informatika (misalnya Data Analyst atau Software Engineer) beserta 2 kebutuhan keahlian teknis (analisis data SQL/Python atau algoritma pemrograman) dan rencana sertifikasi/pengembangan kompetensi yang relevan.
- Murid berkumpul dalam kelompok kecil (3-4 murid) untuk melaksanakan Unjuk Kerja Proyek Kolaborasi Berkas Salindia Digital (40 menit) di ruang penyimpanan bersama (Google Slides/shared folder), menyusun 4-5 salindia presentasi telaah digitalisasi budaya Indonesia (misalnya Tari Saman/Batik Tradisional) yang mengintegrasikan tabel dan grafik data jumlah kunjungan/pelestarian dari lembar kerja (spreadsheet) serta mendokumentasikan log kontribusi setiap anggota tim.
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa kelengkapan tautan berkas salindia dan log kontribusi pada folder pengumpulan bersama, kemudian murid melakukan peninjauan hening sejenak atas strategi penyelesaian tugas mandiri dan kolaboratif yang baru saja diselesaikan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis individual dan memastikan seluruh tautan berkas salindia kolaboratif kelompok tersimpan rapi di sistem (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kerja keras murid selama menuntaskan rangkaian pembelajaran Bab 3 Teknologi dan Budaya Digital serta menutup pertemuan dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: menyediakan lembar soal cetak dengan ukuran teks yang diperbesar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi kasus maupun indikator kompetensi.
- Proses: Akomodasi pengerjaan: murid dengan hambatan motorik halus diperbolehkan mengetik jawaban tes tertulis menggunakan komputer sekolah dengan batasan waktu dan butir soal yang sama persis.
- Produk: Format penyusunan berkas kolaborasi dapat berupa salindia daring (Google Slides) maupun luring (.pptx pada media penyimpanan lokal terpusat) sesuai ketersediaan akses jaringan di laboratorium.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan dan kelengkapan perangkat: guru memeriksa kehadiran murid, alat tulis untuk tes tertulis, serta kesiapan akun dan akses ruang penyimpanan bersama/komputer laboratorium sebelum asesmen dimulai.
Proses:- Pemantauan kepatuhan tata tertib ujian mandiri selama sesi tes tertulis serta observasi keterlibatan aktif dan keaslian log kontribusi masing-masing anggota selama sesi pengerjaan berkas kolaboratif digital.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis terpadu berbasis studi kasus dan unjuk kerja proyek kolaborasi berkas digital: lembar jawaban asesmen tertulis analisis komputasi dan etika digital serta berkas terpadu presentasi digital hasil kerja kolaboratif tentang digitalisasi budaya
- tes tertulis studi kasus serentak: lembar jawaban tertulis individual murid yang memuat diagram alur simulasi Input-Process-Output komputer Von Neumann dan peran sistem operasi pada skenario komputasi, analisis pelanggaran HAKI serta kepatuhan lisensi konten digital, dan pemetaan satu profesi Informatika beserta rencana kompetensinya (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- unjuk kerja proyek kolaborasi digital: berkas salindia presentasi hasil kolaborasi tim (3-4 murid) yang disusun di ruang penyimpanan bersama daring/luring mengenai telaah digitalisasi salah satu budaya Indonesia, yang memuat integrasi tabel/grafik data dari lembar kerja ke dalam salindia serta menyertakan catatan log kontribusi anggota tim (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk digital dan log kolaborasi)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis terpadu berbasis studi kasus dan unjuk kerja proyek kolaborasi berkas digital: lembar jawaban asesmen tertulis analisis komputasi dan etika digital serta berkas terpadu presentasi digital hasil kerja kolaboratif tentang digitalisasi budaya
- tes tertulis studi kasus serentak: lembar jawaban tertulis individual murid yang memuat diagram alur simulasi Input-Process-Output komputer Von Neumann dan peran sistem operasi pada skenario komputasi, analisis pelanggaran HAKI serta kepatuhan lisensi konten digital, dan pemetaan satu profesi Informatika beserta rencana kompetensinya (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- unjuk kerja proyek kolaborasi digital: berkas salindia presentasi hasil kolaborasi tim (3-4 murid) yang disusun di ruang penyimpanan bersama daring/luring mengenai telaah digitalisasi salah satu budaya Indonesia, yang memuat integrasi tabel/grafik data dari lembar kerja ke dalam salindia serta menyertakan catatan log kontribusi anggota tim (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk digital dan log kolaborasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Simulasi Input-Process-Output Komputer Von Neumann dan Peran OS (TP 10.3.1) | Belum mampu menggambarkan alur Input-Process-Output atau salah dalam menyebutkan komponen Von Neumann dan tidak menjelaskan peran sistem operasi. | Menggambarkan alur Input-Process-Output namun komponen Von Neumann tidak lengkap (hanya 1-2 komponen dari alur Input -> Memori/RAM -> CPU [ALU/CU] -> Output), dan peran sistem operasi hanya disebutkan secara umum tanpa fungsi manajemen spesifik. | Menggambarkan alur siklus Input-Process-Output secara tepat sesuai arsitektur Von Neumann (Input [keyboard/mouse] -> RAM -> CPU [ALU/CU] -> Output [monitor]) serta menjelaskan minimal 1 peran sistem operasi (manajemen memori atau penjadwalan proses multitasking) sesuai acuan kunci jawaban. | Menggambarkan alur siklus Input-Process-Output Von Neumann secara lengkap dan tepat serta menguraikan secara rinci 2 peran sistem operasi (manajemen alokasi memori RAM dan penjadwalan eksekusi proses CPU) pada skenario komputasi. | | Analisis HAKI dan Kepatuhan Lisensi Konten Digital (TP 10.3.4) | Belum mampu mengidentifikasi pelanggaran hak cipta pada studi kasus dan tidak menyertakan solusi lisensi. | Mampu mengidentifikasi adanya pelanggaran hak cipta namun tidak menyebutkan jenis lisensi Creative Commons atau atribusi yang benar. | Tepat mengidentifikasi bentuk pelanggaran hak cipta pada studi kasus dan menentukan minimal 1 tindakan kepatuhan lisensi yang valid (pemberian atribusi CC-BY atau memilih konten Public Domain/CC0) sesuai acuan kunci jawaban. | Tepat mengidentifikasi bentuk pelanggaran hak cipta, menganalisis dampak hukumnya, dan memberikan rekomendasi kepatuhan lisensi digital (pilihan lisensi CC dan format atribusi lengkap: judul, pencipta, sumber, lisensi) secara komprehensif. | | Identifikasi Profesi Informatika dan Rencana Kompetensi (TP 10.3.5) | Belum mampu menyebutkan profesi bidang Informatika yang valid atau rencana kompetensinya. | Menyebutkan 1 nama profesi Informatika yang valid namun rencana keahlian atau sertifikasinya tidak relevan. | Tepat mengidentifikasi 1 profesi bidang Informatika (misalnya: Data Analyst, Software Engineer, Network Administrator, Cyber Security Specialist) beserta minimal 1 keahlian teknis dan 1 rencana pengembangan kompetensi/sertifikasi yang relevan. | Tepat mengidentifikasi 1 profesi bidang Informatika beserta pemetaan rinci 2 keahlian teknis dan rencana sertifikasi profesi/pelatihan bertingkat yang sangat selaras. | | Integrasi Fitur Lembar Kerja ke Salindia Presentasi (TP 10.3.2) | Salindia tidak memuat tabel atau grafik data dari lembar kerja, atau data hanya berupa salinan teks manual tanpa format tabel/grafik terstruktur. | Salindia memuat tabel data dari lembar kerja namun belum terintegrasi dalam bentuk grafik visual. | Salindia memuat integrasi tabel dan minimal 1 grafik data visual yang tertaut atau diekspor secara rapi dari lembar kerja spreadsheet ke dalam salindia. | Salindia mengintegrasikan tabel dan grafik data dari lembar kerja secara dinamis, proporsional, komunikatif, serta menyajikan visualisasi data yang mudah dipahami. | | Kolaborasi Media Digital dan Log Kontribusi (TP 10.3.3) | Berkas disusun secara individual tanpa media bersama daring/luring, serta tidak menyertakan log kontribusi anggota tim. | Berkas dikerjakan di media bersama namun log kontribusi anggota tim tidak lengkap atau hanya 1 orang yang mendominasi pengerjaan. | Berkas dikerjakan secara kolaboratif pada ruang penyimpanan bersama daring/luring dengan bukti riwayat revisi dan catatan log kontribusi yang menunjukkan partisipasi seluruh anggota tim (3-4 murid). | Seluruh anggota tim berpartisipasi aktif secara berimbang yang dibuktikan dengan log kontribusi rinci, pembagian peran kerja yang jelas, dan riwayat penyuntingan bersama yang terkelola rapi. | | Analisis Digitalisasi Budaya Indonesia (TP 10.3.6) | Isi salindia tidak memuat telaah objek budaya Indonesia atau konten tidak relevan dengan pemanfaatan teknologi digital. | Salindia memuat pengenalan objek budaya Indonesia namun belum menganalisis peran media teknologi digital dalam pelestariannya. | Salindia menyajikan analisis konkret mengenai penerapan media teknologi digital (seperti repositori web, tur virtual 3D, media sosial, atau arsip digital) dalam mendukung pelestarian dan penyebaran salah satu budaya Indonesia. | Salindia menyajikan analisis mendalam dan komprehensif mengenai tantangan, manfaat, serta inovasi penerapan teknologi digital dalam mempromosikan dan melestarikan budaya Indonesia di kancah global. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tes tertulis studi kasus dan 40 menit untuk unjuk kerja kolaborasi salindia digital mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid pada keterpaduan Berpikir Komputasional (Von Neumann/OS) dan Literasi Digital (integrasi aplikasi, HAKI, profesi, budaya) di akhir Bab 3 ini?
- Apakah instrumen kunci jawaban dan rubrik analitik mampu mengukur kompetensi murid secara objektif dan adil?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif bab ini (tes studi kasus mandiri atau unjuk kerja salindia digital tim) yang paling menguji pemahaman saya?
- Bagaimana kontribusi dan kerja sama saya dalam tim saat mengintegrasikan data dan menelaah digitalisasi budaya Indonesia?
- Pelajaran etika digital dan keterampilan teknologi apa dari Bab 3 ini yang paling bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari dan rencana masa depan saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas X Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2021/2023, Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital, Aktivitas 10.3-02-U)
- Buku Siswa Informatika Kelas X Edisi Revisi (Subbab A: Sistem Komputer & Arsitektur Von Neumann)
- Set Kartu Instruksi Simulasi Mesin Mr. ALGO dan Papan Register IPO
- Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021/2023.
- Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital, Aktivitas 10.3-01-U Simulasi Multitasking.
- Kartu Job simulasi (Job A, B, C) dan lembar tabel Gantt Chart eksekusi.
- Buku Panduan Guru Informatika SMA Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital, Aktivitas 10.3-07-P.
- Buku Siswa Informatika SMA Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3 Halaman 145-146.
- Perangkat komputer laboratorium dengan aplikasi pengolah lembar kerja dan aplikasi pengolah dokumen terpasang.
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3: Aktivitas 10.3-04-P dan 10.3-05-P
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi)
- Perangkat komputer laboratorium dengan aplikasi perkantoran (Microsoft PowerPoint dan Microsoft Excel / aplikasi setara)
- Lembar instruksi kerja murid (dataset pengunjung laboratorium komputer)
- Buku Guru Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital, 2023
- Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung internet
- Aplikasi pengolah dokumen daring kolaboratif (Google Docs / Microsoft 365 Word Online)
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas X Edisi Revisi
- Buku Siswa Informatika Kelas X Edisi Revisi (Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital)
- Komputer/Laptop/Gawai dengan koneksi internet
- Aplikasi penyimpanan awan dan kolaborasi publik (Google Drive, Google Forms, Padlet)
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2023, Bab 3 Subbab Aspek Hukum Produk Informatika
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2023
- Lembar Kerja Analisis Kasus Lisensi Digital dan Kartu Kuis Lisensi
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Penerbit Kemendikbudristek 2023.
- Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3 Subbab Budaya Karier dan Beragam Sertifikasi di Bidang Informatika, Penerbit Kemendikbudristek 2023.
- Lembar Aktivitas 10.3-14-U Menyusun Rencana Masa Depanmu.
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA Kelas X Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Informatika untuk SMA Kelas X Edisi Revisi, Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital, Kemendikbudristek 2023
- Lembar Kerja Analisis Digitalisasi Budaya Indonesia (Kasus Motion Capture Tari Tradisional & Digitalisasi Manuskrip Lontar)
- Pustaka digital repositori budaya publik (kebudayaan.kemdikbud.go.id / portal museum virtual)
- Buku Panduan Guru Informatika Kelas X, Kemendikbudristek, Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital.
- Buku Siswa Informatika Kelas X, Kemendikbudristek, Bab 3: Teknologi dan Budaya Digital.
- Komputer laboratorium/laptop yang terhubung jaringan lokal/internet dengan aplikasi pengolah lembar kerja dan salindia (Google Docs/Sheets/Slides atau Microsoft Office).
- Lembar Soal dan Lembar Jawaban Asesmen Sumatif Bab 3.
|