Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Algoritma Pencarian dan Pengurutan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 10 dengan topik "Algoritma Pencarian dan Pengurutan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Algoritma Pencarian dan Pengurutan

Informatika - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Algoritma Pencarian dan Pengurutan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAlgoritma Pencarian dan Pengurutan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan dan membandingkan algoritma pencarian (linear search, binary search) serta pengurutan (bubble sort, selection sort) standar dengan tepat.
  2. Murid dapat mengidentifikasi penerapan algoritma pencarian dan pengurutan pada contoh permasalahan di kehidupan sehari-hari secara relevan dan logis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu diminta mencari nama teman di daftar 1.000 nama — cara apa yang paling cepat dan mengapa?
  2. Pernahkah kamu mengurutkan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kartu, buku, atau antrian? Strategi apa yang kamu gunakan tanpa sadar?
  3. Menurutmu, apakah semua cara mencari dan mengurutkan data menghasilkan hasil yang sama cepatnya? Apa yang membedakannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang positif (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menjawab 2 pertanyaan singkat di kertas/papan tulis — (1) Sebutkan satu cara yang kamu tahu untuk mencari data! (2) Pernahkah kamu mengurutkan sesuatu? Bagaimana caranya? Guru mengamati jawaban untuk memetakan pemahaman awal (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Bayangkan kamu mencari nama di daftar 1.000 nama — cara apa yang paling efisien?' dan meminta 2–3 murid berbagi jawaban singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menjelaskan, membandingkan, dan mengidentifikasi penerapan algoritma pencarian (linear search, binary search) dan pengurutan (bubble sort, selection sort) dalam kehidupan nyata (2 menit).
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan hari ini: eksplorasi konsep → simulasi aktif → diskusi penerapan → refleksi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan slide/papan tulis berisi ilustrasi sederhana: daftar nama siswa yang belum terurut dan yang sudah terurut. Murid diminta mengamati perbedaan keduanya secara sadar (mindful) sebelum penjelasan dimulai (3 menit).
  • Guru menjelaskan konsep Linear Search: memeriksa data satu per satu dari awal hingga data ditemukan atau habis. Guru menggunakan analogi 'mencari kunci di laci yang berantakan — kamu buka laci satu per satu dari kiri ke kanan' (5 menit).
  • Guru menjelaskan konsep Binary Search: hanya berlaku pada data terurut, membagi data menjadi dua bagian dan menentukan data ada di bagian kiri atau kanan. Analogi: 'mencari kata di kamus — kamu buka tengah, lalu tentukan ke kiri atau ke kanan' (5 menit).
  • Guru menjelaskan konsep Bubble Sort: membandingkan dua elemen berdampingan dan menukar posisinya jika tidak urut, diulang hingga semua terurut. Analogi: 'gelembung udara naik ke permukaan air — elemen terbesar perlahan bergerak ke posisi akhir' (5 menit).
  • Guru menjelaskan konsep Selection Sort: mencari elemen terkecil dari sisa data yang belum terurut, lalu menempatkannya di posisi yang tepat. Analogi: 'memilih kartu terkecil dari tangan dan meletakkannya di posisi pertama, lalu ulangi' (5 menit).
  • Guru menampilkan tabel perbandingan keempat algoritma di papan tulis/slide (kondisi data, cara kerja, keunggulan, kelemahan). Murid menyalin atau mengisi bagian yang dikosongkan secara mandiri selama 3 menit sebagai bentuk keterlibatan aktif (3 menit).
  • Guru memberi kesempatan murid bertanya tentang konsep yang belum dipahami. Guru menegaskan poin kunci: binary search lebih cepat tetapi membutuhkan data terurut, sedangkan linear search bisa digunakan pada data acak (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat satu set kartu angka (bisa dari kertas yang dipotong, berisi angka 1–20 secara acak) (2 menit).
  • Aktivitas 1 — Simulasi Pencarian (Aktivitas 10.2-09): Guru memberikan skenario: 'Cari angka 13 dari kartu yang tersebar acak.' Kelompok pertama menggunakan strategi Linear Search (periksa satu per satu), kelompok kedua mengurutkan dulu lalu menggunakan Binary Search. Setiap kelompok mencatat berapa langkah yang diperlukan (8 menit).
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil simulasi: berapa langkah yang dibutuhkan masing-masing metode. Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Mana yang lebih cepat? Mengapa? Kapan binary search tidak bisa digunakan?' (5 menit).
  • Aktivitas 2 — Simulasi Pengurutan (Aktivitas 10.2-11): Setiap kelompok mendapat kartu angka acak. Kelompok ganjil mensimulasikan Bubble Sort (tukar elemen berdampingan yang tidak urut, ulangi), kelompok genap mensimulasikan Selection Sort (cari terkecil, taruh di depan, ulangi). Setiap kelompok mencatat jumlah pertukaran/perbandingan yang dilakukan (8 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat antar kelompok: 'Algoritma mana yang terasa lebih mudah dipahami? Mana yang lebih sedikit langkahnya pada data kalian?' (3 menit).
  • Aktivitas 3 — Identifikasi Penerapan Nyata (Aktivitas 10.2-10): Setiap kelompok mendapat lembar kerja berisi 4 skenario kehidupan sehari-hari (contoh: mencari kontak di HP, mengurutkan nilai rapor, mencari buku di perpustakaan, antrian kasir). Kelompok berdiskusi dan menentukan algoritma mana yang paling sesuai untuk setiap skenario beserta alasannya (8 menit).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi di papan/kertas plano dan menempelkannya. Guru melakukan 'gallery walk' singkat: murid dari kelompok lain memberi tanda centang pada jawaban yang mereka setujui (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan lembar refleksi individu (atau menampilkan pertanyaan di layar) (1 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi secara tertulis selama 5 menit: (1) Apa perbedaan utama antara linear search dan binary search yang kamu pahami hari ini? (2) Algoritma pengurutan mana yang menurutmu lebih mudah diterapkan dan mengapa? (3) Berikan satu contoh situasi nyata di hidupmu yang menggunakan prinsip salah satu algoritma hari ini (5 menit).
  • Guru meminta 3–4 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela. Guru memberikan apresiasi dan klarifikasi jika ada miskonsepsi (4 menit).
  • Guru memfasilitasi penilaian sejawat singkat: setiap murid menukar lembar refleksinya dengan teman sebangku dan memberikan satu komentar positif serta satu saran (2 menit).
  • Guru merangkum poin kunci pembelajaran hari ini: perbedaan linear vs binary search, cara kerja bubble sort vs selection sort, dan relevansinya dalam kehidupan nyata (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: empat algoritma yang dipelajari, perbedaan utamanya, dan kapan masing-masing digunakan (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengerjakan 3 soal pilihan ganda di kertas/platform digital yang mencakup identifikasi algoritma yang tepat untuk suatu skenario (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang sudah paham dapat mengeksplorasi tautan pengayaan (Search Algorithm dan Sorting Algorithm dari Kemdikbud), murid yang masih kesulitan diminta membaca ulang materi dan mencoba simulasi mandiri dengan kartu di rumah (2 menit).
  • Guru menutup kelas dengan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep dasar diberikan tantangan tambahan: membandingkan jumlah langkah linear search vs binary search pada data berjumlah 16 elemen secara matematis. Murid yang masih kesulitan diberikan lembar kerja bergambar (visual step-by-step) yang mengilustrasikan setiap langkah algoritma secara konkret.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai 'tutor sebaya' dalam kelompok, membantu menjelaskan konsep kepada teman yang belum paham. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu angka fisik yang lebih sedikit (5–8 angka) untuk simulasi agar tidak kewalahan.
  • Produk: Murid cepat dapat membuat diagram alur (flowchart) sederhana salah satu algoritma sebagai produk tambahan. Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi tabel perbandingan algoritma yang sudah disediakan guru dengan panduan pertanyaan terstruktur.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menjawab 2 pertanyaan diagnostik di awal kelas secara tertulis: (1) Sebutkan satu cara yang kamu ketahui untuk mencari data dari sebuah daftar! (2) Pernahkah kamu mengurutkan sesuatu? Ceritakan caramu! Hasil digunakan untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan penjelasan.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru saat simulasi kartu: apakah murid menerapkan langkah-langkah algoritma dengan benar (linear search, binary search, bubble sort, selection sort).
  • Pengecekan lembar kerja identifikasi penerapan nyata saat gallery walk: guru mencatat kelompok yang mengalami miskonsepsi untuk diklarifikasi segera.
  • Pertanyaan lisan spontan kepada individu/kelompok selama diskusi: 'Mengapa binary search tidak bisa digunakan pada data acak?' untuk mengecek kedalaman pemahaman.

Akhir:

  • Kuis 3 soal pilihan ganda di akhir pertemuan yang mencakup: (1) identifikasi algoritma yang tepat untuk skenario tertentu, (2) perbandingan cara kerja dua algoritma, (3) penerapan algoritma pada contoh kehidupan nyata.
  • Lembar refleksi tertulis individu yang dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan konsep, kedalaman analisis, dan kemampuan menghubungkan dengan konteks nyata.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama simulasi kartu (aktivitas kelompok): guru mengamati ketepatan langkah simulasi dan kemampuan menjelaskan alasan.
  • Lembar kerja identifikasi penerapan nyata: guru memeriksa ketepatan pemilihan algoritma untuk setiap skenario kehidupan sehari-hari.
  • Penilaian sejawat pada lembar refleksi: murid memberikan komentar tertulis kepada teman sebangku.
  • Pertanyaan lisan selama diskusi kelas: guru mengajukan pertanyaan spontan untuk mengecek pemahaman individu.

Sumatif:

  • Kuis akhir pertemuan: 3 soal pilihan ganda yang mengukur kemampuan membandingkan algoritma dan mengidentifikasi penerapannya dalam skenario nyata.
  • Lembar refleksi tertulis individu: dinilai berdasarkan kedalaman pemahaman konsep dan kemampuan menghubungkan algoritma dengan kehidupan sehari-hari.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan dan Membandingkan Algoritma Pencarian (Linear Search & Binary Search)Murid tidak dapat menjelaskan cara kerja linear search maupun binary search, atau penjelasannya mengandung kesalahan konsep yang mendasar.Murid dapat menjelaskan salah satu algoritma pencarian (linear atau binary search) dengan benar, namun belum mampu membandingkan keduanya secara tepat.Murid dapat menjelaskan kedua algoritma pencarian dengan benar dan membandingkan perbedaan utamanya (kondisi data, jumlah langkah), namun penjelasan masih kurang lengkap.Murid dapat menjelaskan kedua algoritma pencarian secara akurat, membandingkan keunggulan dan kelemahan masing-masing, serta memberikan contoh situasi yang tepat untuk penggunaannya.
Menjelaskan dan Membandingkan Algoritma Pengurutan (Bubble Sort & Selection Sort)Murid tidak dapat menjelaskan cara kerja bubble sort maupun selection sort, atau penjelasannya mengandung kesalahan konsep yang mendasar.Murid dapat menjelaskan salah satu algoritma pengurutan dengan benar, namun belum mampu membandingkan keduanya atau menjelaskan langkah-langkahnya secara urut.Murid dapat menjelaskan kedua algoritma pengurutan dengan benar dan membandingkan cara kerjanya, namun penjelasan perbandingannya masih kurang mendalam.Murid dapat menjelaskan kedua algoritma pengurutan secara akurat, membandingkan cara kerja dan karakteristik masing-masing, serta mensimulasikan langkah-langkahnya dengan benar.
Mengidentifikasi Penerapan Algoritma dalam Kehidupan Sehari-hariMurid tidak dapat mengidentifikasi penerapan algoritma pencarian atau pengurutan pada contoh kehidupan sehari-hari, atau contoh yang diberikan tidak relevan.Murid dapat mengidentifikasi satu contoh penerapan algoritma dalam kehidupan sehari-hari, namun belum dapat menjelaskan alasan pemilihan algoritma tersebut.Murid dapat mengidentifikasi beberapa contoh penerapan algoritma pencarian dan pengurutan dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan yang cukup tepat.Murid dapat mengidentifikasi berbagai contoh penerapan algoritma pencarian dan pengurutan dalam kehidupan sehari-hari secara tepat, disertai penjelasan logis mengapa algoritma tertentu lebih sesuai untuk situasi tersebut.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam simulasi maupun presentasi hasil.Murid terlibat dalam kegiatan kelompok namun kontribusinya terbatas; lebih banyak mengikuti tanpa memberikan ide atau penjelasan.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok, membantu simulasi, dan mampu menyampaikan hasil diskusi dengan cukup jelas.Murid sangat aktif berkontribusi, mampu menjelaskan konsep kepada anggota kelompok lain, dan menyampaikan hasil diskusi dengan jelas, terstruktur, dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti simulasi algoritma dengan kartu secara aktif? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah analogi yang digunakan (kamus, laci, gelembung, kartu) cukup membantu murid memahami konsep algoritma? Analogi mana yang paling efektif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang membutuhkan lebih banyak waktu?
  • Apakah murid mampu menghubungkan algoritma dengan konteks kehidupan nyata mereka sendiri? Seberapa dalam pemahaman yang terlihat dari hasil refleksi tertulis?
  • Strategi diferensiasi apa yang paling efektif hari ini? Apa yang perlu diperbaiki untuk mendukung murid yang masih kesulitan?

Refleksi Murid:

  • Apa perbedaan utama antara linear search dan binary search yang kamu pahami hari ini? Tuliskan dengan kata-katamu sendiri!
  • Algoritma pengurutan mana (bubble sort atau selection sort) yang menurutmu lebih mudah dipahami? Mengapa?
  • Berikan satu contoh nyata dari kehidupanmu sehari-hari yang menggunakan prinsip salah satu algoritma yang kamu pelajari hari ini!
  • Apa yang masih membingungkanmu tentang materi hari ini? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbud — Bab 2: Algoritma dan Struktur Data, Subbab C: Memilih Algoritma untuk Masalah di Kehidupan Nyata.
  2. Buku Guru Informatika Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbud — Panduan Aktivitas 10.2-09.UP, 10.2-10.UP, 10.2-11.UP.
  3. Kartu angka fisik (kertas dipotong berisi angka 1–20, disiapkan guru untuk setiap kelompok).
  4. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk visualisasi langkah algoritma.
  5. Slide presentasi/tayangan digital berisi ilustrasi dan tabel perbandingan algoritma.
  6. Lembar kerja identifikasi penerapan nyata (disiapkan guru, berisi 4 skenario kehidupan sehari-hari).
  7. Lembar refleksi individu (disiapkan guru).
  8. Tautan pengayaan Kemdikbud — Search Algorithm: https://buku.kemdikbud.go.id/s/cmxkmb
  9. Tautan pengayaan Kemdikbud — Binary Search: https://buku.kemdikbud.go.id/s/3dyxlp
  10. Tautan pengayaan Kemdikbud — Sorting Algorithm: tersedia di buku siswa halaman 109.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.