Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Pengolahan dan Visualisasi Data

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 10 dengan topik "Pengolahan dan Visualisasi Data". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 10: Pengolahan dan Visualisasi Data

Informatika - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengolahan dan Visualisasi Data

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengolahan dan Visualisasi Data
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan analisis pengambilan data dengan mengolah data mentah yang telah dikumpulkan menjadi informasi yang bermakna.
  2. Murid dapat melaporkan data yang telah diolah dalam berbagai bentuk visualisasi seperti tabel, diagram, dan infografis menggunakan perangkat teknologi pengolah lembar kerja.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat grafik atau diagram di berita atau media sosial yang ternyata menyesatkan? Mengapa visualisasi data bisa memengaruhi cara kita memahami suatu informasi?
  2. Jika kamu memiliki 100 baris data nilai ujian seluruh kelas, bagaimana cara tercepat dan termudah untuk mengetahui siapa yang perlu mendapat perhatian lebih dari guru?
  3. Menurutmu, apa perbedaan antara data mentah dan informasi? Kapan data mentah menjadi benar-benar berguna?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memastikan kesiapan belajar; murid diminta menutup gawai dan menarik napas sejenak untuk menghadirkan fokus penuh (berkesadaran).
  • Guru menampilkan dua visualisasi data yang sama tetapi dengan skala sumbu berbeda (satu menyesatkan, satu akurat) dari sumber berita nyata, lalu mengajukan pertanyaan pemantik pertama kepada seluruh kelas.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan sticky note (fisik atau digital via Mentimeter/Padlet); murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat tentang 'apa yang mereka ketahui tentang pengolahan data' dan menempelkannya. Guru membaca sekilas untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (TP 10.1.3.1 dan 10.1.3.2) secara eksplisit dan menjelaskan alur kegiatan: Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi.
  • Guru menjelaskan kesepakatan kelas selama praktik: penggunaan perangkat hanya untuk tugas, saling menghargai hasil kerja teman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video pendek (3–5 menit) tentang proses transformasi data mentah menjadi informasi bermakna, misalnya data penjualan toko menjadi grafik tren bulanan. Murid diminta menyimak dengan penuh perhatian dan mencatat satu hal yang paling menarik perhatian mereka (berkesadaran).
  • Guru menjelaskan konsep kunci secara ringkas menggunakan slide: (1) Perbedaan data mentah vs. informasi bermakna; (2) Langkah-langkah pengolahan data: pengumpulan → pembersihan → analisis → visualisasi; (3) Jenis-jenis visualisasi data: tabel, diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran, dan infografis beserta konteks penggunaannya yang tepat.
  • Guru menampilkan contoh dataset nyata yang relevan dengan kehidupan murid, misalnya data penggunaan internet harian remaja Indonesia atau data nilai rata-rata ujian nasional per provinsi. Murid diajak mengidentifikasi: 'Informasi apa yang bisa kita gali dari data ini?' (bermakna).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat (think-pair-share): murid berpikir sendiri 1 menit, berdiskusi dengan teman sebangku 2 menit, lalu beberapa pasang berbagi jawaban. Pertanyaan: 'Jenis visualisasi apa yang paling tepat untuk dataset ini, dan mengapa?'
  • Guru meluruskan miskonsepsi yang muncul dari diskusi dan memperkuat pemahaman tentang prinsip memilih visualisasi yang tepat sesuai jenis dan tujuan data.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) secara heterogen. Setiap kelompok mendapatkan dataset mentah yang berbeda-beda namun kontekstual, misalnya: (a) data konsumsi sampah plastik per kota, (b) data penggunaan media sosial remaja per platform, (c) data curah hujan bulanan kota-kota besar Indonesia, (d) data harga bahan pokok per bulan. Dataset disediakan dalam format CSV atau tabel sederhana yang dapat dibuka di Google Sheets / Microsoft Excel.
  • Setiap kelompok membuka perangkat masing-masing dan mengakses dataset yang diberikan melalui tautan yang dibagikan guru. Guru memandu langkah awal: membuka Google Sheets, mengimpor data, dan memeriksa kelengkapan data (apakah ada sel kosong atau data tidak konsisten) — ini merupakan tahap pembersihan data dasar (bermakna).
  • Kelompok melakukan analisis sederhana menggunakan fitur bawaan Google Sheets / Excel: menghitung rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, dan total menggunakan fungsi =AVERAGE(), =MAX(), =MIN(), =SUM(). Guru berkeliling membimbing dan memberi pertanyaan pancingan: 'Apa yang angka ini ceritakan kepada kalian?'
  • Setelah analisis, setiap kelompok membuat minimal dua jenis visualisasi dari data yang sama menggunakan fitur Insert Chart di Google Sheets / Excel: satu diagram (batang, garis, atau lingkaran sesuai konteks data) dan satu tabel ringkasan. Kelompok mendiskusikan alasan pemilihan jenis diagram tersebut (menggembirakan — eksplorasi kreatif).
  • Kelompok yang lebih cepat selesai (diferensiasi murid cepat) ditantang untuk membuat infografis sederhana menggunakan Google Slides atau Canva yang menggabungkan tabel, diagram, dan narasi singkat penjelasan temuan data mereka.
  • Guru memantau proses kerja kelompok, memberikan umpan balik formatif lisan secara langsung kepada setiap kelompok, dan mencatat observasi proses untuk asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil visualisasi data mereka secara singkat (2–3 menit per kelompok) kepada kelas. Kelompok menjelaskan: (1) dataset apa yang mereka olah, (2) temuan/informasi bermakna yang mereka dapatkan, (3) mengapa mereka memilih jenis visualisasi tersebut.
  • Setelah setiap presentasi, kelas diberikan kesempatan memberikan satu apresiasi dan satu pertanyaan atau saran konstruktif menggunakan format 'Saya suka... dan saya penasaran...' untuk membangun budaya umpan balik yang saling memuliakan (berkesadaran).
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif kelas: 'Apakah visualisasi yang berbeda dari kelompok lain membuat kalian memahami data dengan cara yang berbeda? Apa yang membuat sebuah visualisasi menjadi efektif atau justru menyesatkan?'
  • Murid secara individual menuliskan refleksi singkat di lembar refleksi (atau Google Form): (1) Satu hal baru yang saya pelajari hari ini, (2) Satu hal yang masih membingungkan saya, (3) Bagaimana saya akan menggunakan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari (bermakna).
  • Guru mengumpulkan hasil kerja kelompok (file Google Sheets / visualisasi) sebagai bahan asesmen akhir.

Penutup:

  • Guru merangkum poin-poin kunci pembelajaran hari ini: perbedaan data dan informasi, langkah pengolahan data, dan prinsip memilih visualisasi yang tepat.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid secara individu menjawab 3 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian singkat di Google Form tentang pemilihan jenis visualisasi yang tepat untuk skenario data tertentu (dikerjakan 10 menit terakhir).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum mencapai target diminta berlatih mandiri dengan dataset tambahan yang disediakan di LMS/Google Classroom; murid yang sudah melampaui target dapat mengeksplorasi pembuatan dashboard sederhana menggunakan Google Looker Studio.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid merefleksikan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka setelah belajar hari ini (exit ticket emosional), lalu menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan awal rendah diberikan dataset yang lebih sederhana (sedikit kolom, data sudah bersih) dan panduan langkah-langkah pengolahan data dalam bentuk lembar kerja terstruktur (scaffolding). Murid dengan kemampuan tinggi diberikan dataset yang lebih kompleks dengan beberapa inkonsistensi data yang perlu dibersihkan terlebih dahulu.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mahir (peer tutoring) atau menggunakan video tutorial langkah demi langkah yang disediakan guru di Google Classroom. Murid yang cepat dapat langsung mengeksplorasi fitur-fitur lanjutan Google Sheets seperti pivot table atau conditional formatting.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar cukup menghasilkan tabel ringkasan dan satu jenis diagram. Murid dengan kemampuan menengah menghasilkan dua jenis diagram dan tabel. Murid dengan kemampuan tinggi menghasilkan infografis lengkap yang menggabungkan tabel, diagram, dan narasi analisis data yang kohesif.

ASESMEN

Awal:

  • Guru membagikan sticky note digital (Mentimeter/Padlet) atau fisik di awal pembelajaran. Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat: 'Apa yang kamu ketahui tentang pengolahan data?' Guru membaca hasil secara sekilas untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan penjelasan pada tahap Memahami.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah membuat grafik atau tabel di Excel atau Google Sheets sebelumnya?' untuk mengetahui pengalaman awal murid dengan perangkat pengolah lembar kerja.

Proses:

  • Observasi terstruktur selama diskusi think-pair-share: guru mencatat nama murid yang mampu mengidentifikasi jenis visualisasi yang tepat beserta alasannya.
  • Pemantauan berkeliling selama kerja kelompok: guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist) untuk mencatat apakah setiap kelompok berhasil (1) membersihkan data, (2) menggunakan fungsi spreadsheet dengan benar, dan (3) menghasilkan visualisasi yang sesuai konteks data.
  • Umpan balik lisan langsung kepada kelompok selama proses pengerjaan: guru memberikan pertanyaan pancingan untuk mengarahkan pemikiran tanpa langsung memberikan jawaban.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik proses: aspek kejelasan penjelasan, ketepatan pemilihan visualisasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan dari kelas.

Akhir:

  • Penilaian produk kelompok (file Google Sheets/visualisasi): dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek ketepatan pengolahan data, ketepatan jenis visualisasi, kelengkapan komponen visualisasi, dan kejelasan informasi yang disampaikan.
  • Soal individu via Google Form (10 menit): 3 soal pilihan ganda (pemilihan jenis diagram yang tepat untuk skenario tertentu) dan 1 soal uraian singkat (interpretasi informasi dari diagram yang disajikan). Skor minimum ketercapaian: 70/100.
  • Lembar refleksi individu dikumpulkan sebagai bukti proses berpikir dan kesadaran diri murid.

Formatif:

  • Sticky note / Mentimeter diagnostik di awal: memetakan pengetahuan awal murid tentang pengolahan data.
  • Observasi guru selama diskusi think-pair-share pada tahap Memahami: mencatat kemampuan murid mengidentifikasi jenis visualisasi yang tepat.
  • Observasi berkeliling selama kerja kelompok pada tahap Mengaplikasi: menilai proses analisis data, penggunaan fungsi spreadsheet, dan ketepatan pemilihan jenis visualisasi.
  • Umpan balik lisan antar kelompok saat presentasi menggunakan format 'Saya suka... dan saya penasaran...'
  • Lembar refleksi individu di akhir tahap Merefleksi: mengidentifikasi pemahaman dan kebingungan murid.

Sumatif:

  • Hasil kerja kelompok berupa file Google Sheets yang berisi dataset yang telah diolah, tabel ringkasan, dan minimal dua jenis visualisasi data — dinilai menggunakan rubrik.
  • Soal asesmen akhir individu (Google Form): 3 soal pilihan ganda tentang pemilihan jenis visualisasi yang tepat dan 1 soal uraian singkat tentang interpretasi data dari sebuah diagram yang disajikan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengolahan Data Mentah (TP 10.1.3.1)Murid belum mampu mengolah data mentah; data tidak dianalisis atau hanya disalin tanpa perubahan. Fungsi spreadsheet tidak digunakan.Murid mampu menggunakan satu fungsi spreadsheet dasar (misalnya SUM) tetapi analisis data masih tidak lengkap atau terdapat kesalahan perhitungan yang signifikan.Murid mampu menggunakan beberapa fungsi spreadsheet (AVERAGE, MAX, MIN, SUM) dengan benar dan menghasilkan tabel ringkasan yang cukup lengkap, meskipun interpretasi informasi masih terbatas.Murid mampu mengolah data mentah secara sistematis menggunakan berbagai fungsi spreadsheet, menghasilkan tabel ringkasan yang lengkap dan akurat, serta mampu menginterpretasikan informasi bermakna dari data dengan penjelasan yang logis dan kontekstual.
Ketepatan Pemilihan Jenis Visualisasi (TP 10.1.3.2)Murid tidak membuat visualisasi atau membuat visualisasi yang sama sekali tidak sesuai dengan jenis dan tujuan data (misalnya menggunakan diagram lingkaran untuk data tren waktu).Murid membuat satu jenis visualisasi tetapi pemilihan jenis diagram kurang tepat untuk konteks data, atau visualisasi dibuat tanpa judul dan label yang memadai.Murid membuat dua jenis visualisasi yang cukup sesuai dengan konteks data, dilengkapi judul dan label, meskipun belum disertai penjelasan alasan pemilihan jenis visualisasi tersebut.Murid membuat minimal dua jenis visualisasi yang tepat dan sesuai konteks data, dilengkapi judul, label, dan keterangan yang jelas, serta mampu menjelaskan secara logis alasan pemilihan setiap jenis visualisasi.
Kejelasan Informasi yang Dikomunikasikan (TP 10.1.3.2)Visualisasi yang dihasilkan tidak menyampaikan informasi yang dapat dipahami; tidak ada narasi atau penjelasan yang menyertai hasil pengolahan data.Visualisasi menyampaikan informasi secara sangat terbatas; penjelasan yang diberikan saat presentasi tidak koheren atau tidak berkaitan dengan data yang ditampilkan.Visualisasi cukup jelas menyampaikan informasi utama dari data; murid mampu menjelaskan temuan utama meskipun belum mampu mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas.Visualisasi sangat jelas dan efektif menyampaikan informasi bermakna dari data; murid mampu menjelaskan temuan, mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata, dan menjawab pertanyaan dari audiens dengan percaya diri.
Kolaborasi dan Proses Kerja KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok; pekerjaan dikerjakan oleh satu orang saja atau murid tidak berkontribusi sama sekali.Murid terlibat dalam beberapa bagian kerja kelompok tetapi kontribusi tidak merata; komunikasi antar anggota kelompok masih kurang efektif.Murid terlibat aktif dan berkontribusi pada sebagian besar proses kerja kelompok; terdapat pembagian tugas yang cukup jelas meskipun koordinasi masih perlu ditingkatkan.Murid terlibat penuh dan berkontribusi secara merata dalam seluruh proses kerja kelompok; menunjukkan kemampuan berkolaborasi, mendengarkan pendapat anggota lain, dan mengambil keputusan bersama secara efektif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mencapai kedua tujuan pembelajaran hari ini? Jika tidak, kelompok mana yang memerlukan tindak lanjut dan intervensi apa yang akan saya lakukan?
  • Apakah dataset yang saya pilih cukup kontekstual dan relevan dengan kehidupan murid sehingga mendorong keterlibatan bermakna?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kemampuan awal yang beragam?
  • Apakah pertanyaan pancingan yang saya ajukan selama kerja kelompok berhasil mendorong murid berpikir lebih dalam, atau justru terlalu mengarahkan?

Refleksi Murid:

  • Apa perbedaan paling penting yang kamu pahami hari ini antara data mentah dan informasi bermakna? Berikan contoh dari kehidupanmu sendiri.
  • Jenis visualisasi apa yang paling kamu kuasai hari ini, dan jenis apa yang masih perlu kamu pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja dalam kelompok untuk mengolah dan memvisualisasikan data? Apa yang berjalan baik dan apa yang ingin kamu perbaiki?
  • Di mana kamu bisa menggunakan keterampilan mengolah dan memvisualisasikan data ini dalam kehidupan sehari-hari atau mata pelajaran lain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 1: Data, Informasi, dan Validasinya, halaman terkait pengolahan dan visualisasi data.
  2. Buku Guru Informatika Kelas X (Edisi Revisi) — Panduan mengajar Bab 1.
  3. Google Sheets (https://sheets.google.com) — perangkat pengolah lembar kerja utama untuk praktik.
  4. Microsoft Excel — alternatif perangkat pengolah lembar kerja.
  5. Google Slides / Canva (https://www.canva.com) — untuk pembuatan infografis bagi murid yang mencapai diferensiasi produk lanjutan.
  6. Mentimeter (https://www.mentimeter.com) atau Padlet (https://padlet.com) — untuk asesmen awal diagnostik interaktif.
  7. Google Form — untuk asesmen akhir individu.
  8. Video referensi pengolahan data: tersedia di YouTube dengan kata kunci 'pengolahan data spreadsheet pemula' atau 'visualisasi data Google Sheets'.
  9. Dataset contoh yang disiapkan guru dalam format CSV/Google Sheets: data konsumsi sampah plastik, data penggunaan media sosial remaja, data curah hujan, data harga bahan pokok.
  10. Google Classroom / LMS sekolah — untuk distribusi materi, dataset, dan pengumpulan tugas.
  11. Referensi tambahan: https://dash-gallery.plotly.host/dash-web-trader/ (contoh dashboard visualisasi data interaktif untuk eksplorasi mandiri).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.