Modul AjarBab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Informatika Kelas 10 Bab 1: Data, Informasi, dan Validasinya

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Informatika kelas 10 untuk Bab 1 "Data, Informasi, dan Validasinya", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Informatika Kelas 10 Bab 1: Data, Informasi, dan Validasinya

Informatika - Kelas 10

Bab 1

MODUL AJAR

Informatika — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 1 — Data, Informasi, dan Validasinya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 1 — Data, Informasi, dan Validasinya
Alokasi Waktu14 JP (14 x 45 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.1.1 Menerapkan penggunaan mesin pencari dengan variabel yang lebih banyak untuk menemukan data dan informasi digital
  2. TP 10.1.2 Menerapkan proses komputasi yang dilakukan manusia secara mandiri untuk mendapatkan data yang berkualitas
  3. TP 10.1.3 Menerapkan proses komputasi yang dilakukan manusia secara berkelompok untuk mendapatkan data yang berkualitas
  4. TP 10.1.4 Menganalisis ekosistem periksa fakta untuk memilah fakta dan bukan
  5. TP 10.1.5 Menggunakan cara membaca lateral untuk mengevaluasi berbagai informasi digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengetikkan kata kunci di Google tetapi hasil yang muncul jutaan dan tidak sesuai dengan apa yang kalian cari?
  2. Bagaimana cara kita membatasi mesin pencari agar hanya menampilkan artikel dari situs tertentu atau rentang tahun tertentu?
  3. Bagaimana manusia memproses sekumpulan data mentah secara mandiri agar menjadi data yang terstruktur dan berkualitas?
  4. Apa langkah komputasi yang harus dilakukan saat kita menemukan data penelusuran yang tidak lengkap atau formatnya berantakan?
  5. Bagaimana cara menggabungkan catatan data mentah dari beberapa orang yang format pencatatannya berbeda-beda agar menjadi satu tabel terpadu yang rapi?
  6. Apa yang terjadi jika data yang dikumpulkan bersama-sama langsung direkapitulasi tanpa diperiksa keseragaman satuan dan duplikasi datanya?
  7. Mengapa sebuah kabar bohong atau hoaks dapat menyebar lebih cepat daripada berita fakta di media digital?
  8. Siapa saja pihak dan sarana yang terlibat dalam memastikan kebenaran suatu informasi di internet?
  9. Ketika menemukan artikel daring dengan klaim mengejutkan, mengapa kita tidak cukup hanya membaca halaman web itu dari atas ke bawah (membaca vertikal)?
  10. Bagaimana cara memanfaatkan tab baru di peramban untuk mencari tahu siapa pembuat klaim dan apa reputasinya?
  11. Ketika menemukan sebuah klaim bombastis di unggahan media sosial atau blog pribadi, langkah apa yang langsung kamu lakukan di peramban untuk membuktikan kebenarannya?
  12. Mengapa membaca ke bawah di dalam satu situs web saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah konten digital benar-benar valid?
  13. Bagaimana membuktikan bahwa data yang kita temukan secara daring benar-benar akurat dan terbebas dari bias atau hoaks?
  14. Mengapa proses validasi informasi memerlukan teknik membaca lateral daripada sekadar membaca isi situs web secara vertikal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Penggunaan Mesin Pencari dengan Variabel yang Lebih Banyak Menggunakan Operator Logika dan Filter Spesifik — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.1 Menerapkan penggunaan mesin pencari dengan variabel yang lebih banyak untuk menemukan data dan informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan mesin pencari dengan variabel yang lebih banyak (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kasus kebutuhan pencarian: (1) mencari file dokumen modul dalam format pdf, dan (2) mencari artikel berita tentang kecerdasan buatan tetapi tidak memuat kata robot. Guru meminta murid menuliskan operator yang tepat di selembar kertas/papan (acuan: (1) filetype:pdf; (2) NOT atau tanda minus '-') untuk memetakan kesiapan awal murid (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang perbedaan hasil pencarian biasa (kata kunci tunggal menghasilkan jutaan laman umum) dibandingkan pencarian menggunakan variabel dan operator spesifik pada mesin pencari: site: (membatasi domain situs), filetype: (format berkas), tanda kutip "..." (frasa persis), minus '-' (pengecualian kata), serta filter rentang waktu (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan cepat 'Tebak Operator': guru memberikan 3 skenario kebutuhan informasi dan murid secara tanggap menyebutkan variabel pencarian yang sesuai: Skenario 1 mencari materi hanya di situs ac.id (operator: site:ac.id); Skenario 2 mencari laporan penelitian berformat pdf (operator: filetype:pdf); Skenario 3 mencari frasa utuh kecerdasan buatan (operator: "kecerdasan buatan") (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penelusuran (mengadaptasi Aktivitas 10.1-01-P) dengan merumuskan kueri pencarian menggunakan variabel dan mempraktikkannya langsung pada mesin pencari untuk 5 kasus berikut: Kasus 1: Mencari informasi Software Engineer hanya di situs medium.com (Kueri acuan: "Software Engineer" site:medium.com); Kasus 2: Mencari artikel ilmiah krisis iklim tahun 2018-2020 (Kueri acuan: "krisis iklim" daterange/filter tahun 2018..2020); Kasus 3: Mencari tutorial pustaka pandas python (Kueri acuan: tutorial python pandas); Kasus 4: Mencari berita olimpiade 2024 tanpa kata kunci Indonesia (Kueri acuan: "Olimpiade 2024" -Indonesia); Kasus 5: Mencari ulasan program studi teknik informatika di situs ui.ac.id (Kueri acuan: "Teknik Informatika" site:ui.ac.id) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membandingkan jumlah hasil pencarian kueri yang mereka susun dengan pencarian kata kunci polos, kemudian menuliskan efisiensi hasil temuan data/informasi yang diperoleh pada jurnal belajar (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap efektivitas perumusan variabel pencarian dalam menemukan data dan informasi digital secara spesifik dan valid (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui 1 soal ringkas, meminta murid menuliskan kueri lengkap untuk mencari laporan statistik literasi digital berformat pdf dari situs kominfo.go.id (kueri acuan: "literasi digital" filetype:pdf site:kominfo.go.id), mengumpulkan lembar kerja, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar contekan visual (cheat sheet) operator logika mesin pencari (site:, filetype:, "", -, OR) untuk murid yang membutuhkan bantuan; dan bahan kasus eksplorasi tambahan yang melibatkan pencarian gambar terbalik (reverse image search) untuk murid berpencapaian tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) bagi murid yang belum terbiasa mengetik sintaks variabel pencarian; murid yang mahir diberikan tantangan menggabungkan 3 variabel sekaligus secara mandiri.
  • Produk: Murid menuliskan sintaks kueri pencarian beserta tangkapan layar atau pencatatan tautan data yang berhasil ditemukan sesuai parameter yang ditentukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan penguasaan sintaks pencarian: Murid menjawab 2 butir pertanyaan singkat mengenai operator pencarian: (1) Operator untuk mencari tipe dokumen pdf tertentu (acuan jawaban: filetype:pdf atau ext:pdf); (2) Operator untuk mengecualikan kata tertentu dalam pencarian (acuan jawaban: tanda minus '-' atau NOT).

Proses:

  • Formatif praktik: Observasi pengerjaan penelusuran mandiri pada 5 kasus Aktivitas 10.1-01-P untuk menilai ketepatan penerapan operator logika (site:, minus '-', tanda kutip frasa, filter tahun/daterange). Acuan jawaban kueri: Kasus 1: "Software Engineer" site:medium.com; Kasus 2: "krisis iklim" 2018..2020 (atau filter tools 2018-2020); Kasus 3: tutorial python pandas (atau intext:pandas "tutorial python"); Kasus 4: "Olimpiade 2024" -Indonesia; Kasus 5: "Teknik Informatika" site:ui.ac.id.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menuliskan kueri pencarian untuk menemukan laporan statistik literasi digital resmi berformat PDF di situs Kementerian Kominfo. Kriteria ketepatan kueri memuat 3 komponen variabel acuan: frasa kunci ("literasi digital"), filter situs (site:kominfo.go.id), dan format berkas (filetype:pdf).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penelusuran mandiri menggunakan lembar observasi ketepatan sintaks variabel pencarian dan relevansi informasi yang ditemukan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penerapan Variabel Mesin PencariBelum mampu merumuskan sintaks kueri dengan variabel atau hanya menggunakan kata kunci pencarian biasa tanpa operator filter (0-1 kasus tepat dari 5 kasus acuan).Mampu merumuskan kueri menggunakan variabel spesifik (seperti tanda kutip atau site:) namun masih membutuhkan bimbingan guru dan terdapat kesalahan sintaks (2-3 kasus tepat dari 5 kasus acuan).Mampu merumuskan kueri dan menerapkan variabel mesin pencari (site:, filetype:, tanda kutip, minus) secara mandiri dengan sintaks yang tepat (4 kasus tepat dari 5 kasus acuan).Mampu menerapkan kombinasi banyak variabel pencarian secara mandiri, tepat sintaks, dan konsisten memfilter data spesifik untuk seluruh kasus (5 kasus tepat dari 5 kasus acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit pada tahap Mengaplikasi mencukupi bagi semua murid untuk mempraktikkan kelima kueri pencarian?
  • Apakah penjelasan mengenai perbedaan variabel pencarian (site:, filetype:, tanda kutip, minus) sudah cukup jelas dan dipahami murid?

Murid:

  • Operator atau variabel pencarian mana yang paling membantumu menemukan informasi yang spesifik di internet?
  • Bagaimana perbedaan hasil yang kamu temukan antara mencari dengan kata kunci biasa dan mencari dengan operator spesifik?

Pertemuan 2 — Menerapkan Proses Komputasi yang Dilakukan Manusia secara Mandiri untuk Mengoleksi Data Melalui Teknik Penelusuran Mandiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.2 Menerapkan proses komputasi yang dilakukan manusia secara mandiri untuk mendapatkan data yang berkualitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup aktivitas pertemuan 2, yaitu menerapkan proses komputasi manusia secara mandiri dalam mengoleksi dan menyaring data berkualitas melalui teknik penelusuran mandiri (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan 2 pertanyaan tertulis di papan tulis mengenai komponen kualitas data: (1) 'Sebutkan 3 ciri data yang berkualitas' (acuan: lengkap, konsisten formatnya, akurat/sesuai fakta sumber); (2) 'Jika menemukan data angka tercampur teks satuan seperti 500ribu dan Rp500.000, proses apa yang harus dilakukan manusia agar data tersebut siap diolah?' (acuan: standardisasi format/pembersihan data) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati penjelasan guru dan contoh lembar data mentah hasil penelusuran mandiri, kemudian mengidentifikasi 4 langkah komputasi manusia untuk mendapatkan data berkualitas: (1) Dekomposisi kebutuhan data, (2) Koleksi data terarah, (3) Pembersihan/standardisasi format data, dan (4) Validasi kelengkapan data (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan interaktif 'Detektif Data Cepat': murid secara individual menerima 1 set data simulasi berisi 4 baris data mentah harga komoditas pangan yang tidak seragam formatnya, lalu dalam waktu 5 menit harus mengidentifikasi dan menandai 2 galat format (misal: penulisan 'duapuluh ribu' menjadi 20000 dan baris kosong) secara tepat (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Koleksi Data Mandiri: menelusuri data 5 perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memiliki program studi Informatika beserta daya tampungnya, lalu melakukan komputasi manusia berupa standardisasi format nama prodi, pengisian daya tampung berupa angka bulat, dan pencatatan tautan sumber resmi ke dalam tabel berstruktur (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi hasil koleksi datanya sendiri menggunakan daftar cek kriteria data berkualitas: memeriksa apakah seluruh 5 baris data terisi lengkap (kelengkapan), angka daya tampung seragam tanpa satuan huruf (konsistensi), dan sumber berasal dari laman resmi/valid (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil penerapan proses komputasi mandiri murid dan menegaskan pentingnya akurasi serta pembersihan data sebelum data dipakai (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan menyampaikan gambaran topik pertemuan berikutnya tentang proses komputasi secara berkelompok (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel yang sudah memuat panduan penulisan baku (scaffolding format kolom), sedangkan murid cepat diberikan penambahan variabel koleksi data (misal: menambahkan kolom akreditasi program studi).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru pada tahap pembersihan format data numerik; murid cepat langsung melakukan validasi silang mandiri terhadap 2 sumber daring resmi.
  • Produk: Seluruh murid menyusun tabel data berkualitas berisi 5 baris data; murid cepat melengkapi dengan 7 baris data lengkap dan terstandardisasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik 2 butir: (1) Sebutkan 3 ciri data berkualitas (acuan: lengkap, konsisten formatnya, akurat/sesuai sumber); (2) Jelaskan proses komputasi manusia saat menghadapi data berformat ganda seperti '500ribu' dan 'Rp500.000' (acuan: standardisasi format/pembersihan data numerik agar seragam).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja mandiri pada tantangan 'Detektif Data Cepat' (acuan: menemukan tepat 2 galat format pada 4 baris data mentah komoditas).
  • Pemeriksaan kemandirian proses koleksi data 5 perguruan tinggi negeri beserta daya tampung informatika pada Lembar Kerja (acuan target: 5 perguruan tinggi negeri, kolom daya tampung berupa angka bulat murni, tautan sumber resmi terisi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui pengisian lembar verifikasi kualitas data (acuan kriteria: tabel memuat minimal 5 baris data, 100% kolom daya tampung berformat angka konsisten tanpa teks, seluruh tautan sumber valid dan dapat diverifikasi).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan mandiri Lembar Kerja Koleksi Data Mandiri menggunakan rubrik kualitas proses komputasi manusia (kelengkapan, konsistensi format, dan ketepatan koleksi data)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Proses Komputasi Koleksi DataMurid mengumpulkan kurang dari 3 data dan tidak menerapkan pembersihan format data numerik secara mandiri.Murid mengumpulkan 3-4 data dengan bantuan guru dan sebagian format numerik masih belum seragam.Murid secara mandiri mengumpulkan 5 data dengan format numerik terstandardisasi secara seragam.Murid secara mandiri mengumpulkan lebih dari 5 data dengan format numerik seragam dan seluruh atribut data terverifikasi akurat.
Kualitas Data Hasil Penelusuran MandiriData yang dikumpulkan memuat lebih dari 2 data kosong/tidak lengkap dan tanpa pencatatan sumber data.Data yang dikumpulkan memuat 1-2 data kosong atau penulisan tautan sumber belum lengkap.Seluruh 5 data terisi lengkap pada seluruh kolom (nama PTN, prodi, daya tampung, sumber valid) tanpa ada data kosong.Seluruh data terisi lengkap tanpa kekosongan, konsisten 100%, serta disertai rincian tautan sumber resmi yang valid.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit mencukupi bagi murid untuk menelusuri dan melakukan pembersihan format 5 data secara mandiri?
  • Bagian mana dari proses komputasi data (koleksi, pembersihan, atau standardisasi format) yang paling banyak memerlukan intervensi bimbingan guru?

Murid:

  • Langkah komputasi apa yang paling menantang saat saya harus merapikan data mentah secara mandiri?
  • Bagaimana saya memastikan bahwa data daya tampung yang saya kumpulkan sudah berkualitas dan bebas dari galat format?

Pertemuan 3 — Menerapkan Proses Komputasi yang Dilakukan Manusia secara Berkelompok untuk Penggabungan dan Rekapitulasi Data — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.3 Menerapkan proses komputasi yang dilakukan manusia secara berkelompok untuk mendapatkan data yang berkualitas

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pembelajaran, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pertemuan pada proses komputasi manusia secara berkelompok untuk menggabungkan dan merekapitulasi data (3 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik berupa tes tertulis singkat 2 butir untuk memetakan kesiapan komputasi manual dalam membersihkan dan merekap data: (1) Menentukan tindakan terhadap 2 baris data siswa yang bernilai sama persis (acuan: menghapus salah satu baris karena data duplikat); (2) Menentukan cara menyamakan satuan harga 'Rp15.000' dan '15 ribu' (acuan: mengonversi seluruh teks menjadi format angka standar 15000) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid secara berkesadaran menyimak paparan masalah data tabular terfragmentasi yang dibawa dari 4 sumber pencatat lapangan yang berbeda, memahami langkah-langkah komputasi manusia berkelompok: integrasi skema tabel, deteksi duplikasi (deduplikasi), standardisasi format nilai, dan agregasi/rekapitulasi nilai kuantitatif (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4 orang dan memulai tantangan kolaboratif 'Data Merge Relay' yang menggembirakan: tiap anggota memegang 1 potongan lembar data mentah lowongan kerja (berisi 3 entri dengan ketidakkonsistenan penulisan gaji dan nama instansi) lalu berlomba secara bergiliran menggabungkannya ke dalam 1 lembar kerja master kelompok secara tepat (20 menit).
  • Kelompok menerapkan langkah komputasi lanjutan secara bermakna dengan membagi peran komputasi manusia: (1) anggota pemeriksa duplikasi menyaring dan membuang 2 entri duplikat dari total 12 data; (2) anggota standardisasi menyelaraskan format nilai gaji menjadi angka bulat dan instansi menjadi huruf kapital; (3) anggota agregasi menghitung total dan rata-rata gaji per kategori pekerjaan (acuan tabel master: tepat tersisa 10 entri unik terstandarisasi serta rekapitulasi rata-rata gaji terhitung tepat) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya secara berkesadaran memeriksa kembali tabel rekapitulasi akhir mereka dengan membandingkannya terhadap lembar kriteria validitas data (memastikan tidak ada nilai kosong, format konsisten, dan perhitungan agregat benar), lalu mencatat kendala komputasi manusia yang dialami saat memadukan data kelompok (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan alur komputasi manusia berkelompok dalam integrasi dan rekapitulasi data, dilanjutkan dengan pengerjaan cek pemahaman mandiri 1 butir (acuan: menghitung rekapitulasi jumlah dari 3 data terpadu) (7 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pencapaian dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai analisis ekosistem periksa fakta (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar data dengan format tabel terstruktur yang memiliki penanda kolom jelas, sedangkan murid yang siap pengayaan diberikan dataset dengan variasi anomali data yang lebih kompleks (perbedaan satuan waktu gaji: bulanan vs harian).
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan dipandu guru langkah demi langkah saat penyelarasan format sebelum rekapitulasi, sedangkan kelompok mahir langsung mengorganisasikan alur pembagian kerja secara mandiri.
  • Produk: Semua kelompok menghasilkan produk yang sama yaitu tabel data master hasil penggabungan dan rekapitulasi data yang terbebas dari duplikasi dan inkonsistensi format.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis diagnostik 2 butir: (1) 'Jika ditemukan 2 baris data siswa dengan NIS dan nama yang persis sama, apa tindakan komputasi yang tepat?' (Acuan jawaban benar: menghapus salah satu baris karena terjadi duplikasi data); (2) 'Bagaimana menyamakan pencatatan data uang saku: Rp 10.000, 10 ribu, dan 10000 agar dapat dihitung rekapitulasinya?' (Acuan jawaban benar: mengonversi seluruh data ke dalam format numerik seragam yaitu 10000 tanpa satuan teks).

Proses:

  • Penilaian kinerja pengerjaan kelompok dalam lembar kerja komputasi data: Memeriksa ketepatan integrasi potongan data mentah, keberhasilan membuang 2 entri duplikat dari 12 entri mentah (tersisa 10 entri unik), standardisasi format penulisan, dan kebenaran formula/hitung manual rekapitulasi nilai rata-rata pada tabel kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di penutup: Murid diberikan 3 entri data penjualan: Toko A = 5 unit, Toko B = 3 unit, Toko C = 2 unit (dengan 1 entri Toko B tercatat ganda 3 unit). Murid menentukan total unit valid setelah komputasi deduplikasi. (Acuan jawaban benar: membuang 1 entri ganda Toko B, lalu menjumlahkan 5 + 3 + 2 = 10 unit).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja proses komputasi manusia berkelompok (pembagian peran, integrasi, deduplikasi, dan rekapitulasi data)
  • Pemeriksaan lembar kerja rekapitulasi data kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan komputasi manusia berkelompok untuk penggabungan dan standardisasi dataBelum mampu menggabungkan potongan data mentah secara terstruktur; data digabung tanpa standardisasi format dan duplikasi data masih tersisa.Mampu menggabungkan potongan data mentah bersama kelompok, tetapi masih menyisakan kesalahan pada standardisasi format atau belum semua data duplikat berhasil dibuang.Mampu menggabungkan potongan data mentah bersama kelompok secara tepat, menyelaraskan seluruh format kolom data, dan berhasil menyaring seluruh data duplikat sehingga menghasilkan 10 entri unik yang bersih.Mampu menggabungkan data mentah bersama kelompok secara mandiri dan cepat, seluruh format kolom terstandardisasi sempurna, seluruh duplikasi data bersih, serta mampu mengidentifikasi dan mengoreksi inkonsistensi skema tabel antar-anggota secara teliti.
Penerapan proses komputasi untuk rekapitulasi data yang berkualitasBelum mampu melakukan rekapitulasi data agregat (total dan rata-rata) atau hasil perhitungan tidak sesuai dengan data mentah yang ada.Mampu melakukan rekapitulasi data secara berkelompok namun terdapat kekeliruan perhitungan pada salah satu nilai agregat (total atau rata-rata).Mampu melakukan proses komputasi rekapitulasi nilai total dan rata-rata secara berkelompok dengan hasil perhitungan yang tepat sesuai acuan data bersih.Mampu melakukan proses komputasi rekapitulasi nilai total dan rata-rata secara berkelompok dengan perhitungan tepat, runtut, serta memverifikasi silang kebenaran hasil rekapitulasi antar-anggota.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembagian tugas komputasi manusia di dalam kelompok berjalan seimbang dan aktif?
  • Apakah murid mengalami kesulitan dalam tahap membersihkan data duplikat sebelum melakukan rekapitulasi?

Murid:

  • Bagian mana dari proses penggabungan dan pembersihan data kelompok yang paling menantang bagimu?
  • Mengapa penting memastikan data sudah bersih dan berformat seragam sebelum kita menghitung rekapitulasi datanya?

Pertemuan 4 — Menganalisis Ekosistem Periksa Fakta untuk Memilah Fakta dan Bukan pada Berita Daring — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.4 Menganalisis ekosistem periksa fakta untuk memilah fakta dan bukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, serta menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menganalisis ekosistem periksa fakta untuk memilah fakta dan bukan pada teks informasi daring (5 menit).
  • Guru memberikan tes diagnostik singkat tertulis berupa 2 klaim informasi daring: Klaim 1: 'Pemerintah menetapkan hari libur nasional baru melalui siaran radio resmi per 1 Oktober' dan Klaim 2: 'Menghirup uap air panas mendidih selama 10 menit menyembuhkan segala infeksi virus paru-paru seketika'; murid menentukan status klaim (fakta/bukan) dan menuliskan 1 alasan logis (acuan kunci: Klaim 1 berpotensi fakta terverifikasi jika ada regulasi/siaran resmi; Klaim 2 bukan fakta/klaim medis keliru tanpa bukti ilmiah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati bagan dan uraian mengenai komponen ekosistem periksa fakta (organisasi pemeriksa fakta independen, media massa jurnalisme verifikasi, teknologi/kanal pelaporan cek fakta seperti bot TurnBackHoax/CekFakta, regulasi UU ITE, serta peran publik) dan perbedaan karakteristik fakta (objektif, terverifikasi, berbasis data) vs bukan fakta (opini sepihak, disinformasi, misinformasi) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat interaktif 'Tebak Peran Ekosistem': guru membacakan 3 skenario entitas: (1) Masyarakat melaporkan tautan mencurigakan ke grup aduan; (2) Jurnalis menelusuri sumber primer dokumen pemerintah; (3) Algoritma platform menandai label peringatan disinformasi; murid berlomba mengangkat papan jawaban menyebutkan nama entitas ekosistem periksa fakta yang tepat (acuan kunci: 1 = Publik/Komunitas; 2 = Media Massa/Jurnalisme; 3 = Platform Digital/Teknologi) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menerima Lembar Analisis Kasus Berita Daring yang memuat 2 artikel rintisan: Artikel A bertopik 'Kebijakan Baru Pembagian Bantuan Tunai Tanpa Syarat dari Tautan Blog Gratisan' dan Artikel B bertopik 'Kementerian Kesehatan Rilis Jadwal Vaksinasi Resmi di Puskesmas' (10 menit).
  • Murid secara mandiri menganalisis kedua artikel tersebut dengan menerapkan alur ekosistem periksa fakta: (a) mengidentifikasi klaim fakta vs bukan fakta, (b) menentukan entitas ekosistem periksa fakta yang relevan untuk memvalidasi (misal: situs CekFakta.com, portal resmi kementerian, kanal pelaporan aduankonten.id), dan (c) menuliskan simpulan validitas informasi berdasarkan peran ekosistem tersebut (acuan kunci: Artikel A dikategorikan BUKAN FAKTA/hoaks karena domain blog tidak resmi dan verifikasi silang pada ekosistem periksa fakta menunjukkan ketiadaan rilis resmi; Artikel B dikategorikan FAKTA karena terkonfirmasi pada kanal resmi dan verifikasi media arus utama) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan hasil analisis pemilahan fakta dan bukan fakta dengan membandingkannya terhadap daftar acuan verifikasi ekosistem periksa fakta yang ditayangkan guru, lalu menandai catatan perbaikan pada lembar kerja masing-masing (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan alur kerja ekosistem periksa fakta dalam menyaring fakta dan disinformasi di media daring (3 menit).
  • Guru menyampaikan umpan balik hasil analisis lembar kerja murid dan memberikan arahan persiapan untuk topik pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding diberikan teks berita daring dengan indikator sumber yang sudah diberi penebalan kata kunci; murid yang mahir diberikan variasi artikel daring dengan manipulasi konteks yang lebih ambigu.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah dipandu dengan panduan langkah periksa fakta langkah-demi-langkah; murid mahir menganalisis langsung secara mandiri.
  • Produk: Format penyajian analisis berupa lembar tabel matriks periksa fakta terstruktur untuk semua murid dengan kedalaman uraian argumentasi sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik pemilahan 2 klaim informasi daring: (1) Klaim pengumuman libur nasional via radio resmi (acuan: fakta terverifikasi jika ada dokumen regulasi resmi), dan (2) Klaim uap air panas mendidih menyembuhkan virus paru-paru (acuan: bukan fakta/klaim keliru tanpa rujukan medis); dinilai dari ketepatan klasifikasi status klaim dan rasionalitas alasan (2 butir benar = siap).

Proses:

  • Pengamatan dan penilaian Lembar Analisis Kasus Berita Daring yang memuat 2 artikel: Artikel A (tautan blog bansos tanpa syarat) dan Artikel B (jadwal vaksinasi puskesmas resmi kementerian). Kriteria penilaian: (1) Ketepatan mengkategorikan fakta vs bukan fakta (Artikel A = bukan fakta, Artikel B = fakta), (2) Ketepatan menyebutkan minimal 2 entitas ekosistem periksa fakta terkait (media/platform/pemeriksa fakta independen), dan (3) Ketepatan analisis perbandingan alur verifikasinya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir pernyataan singkat: Butir 1: 'Sebutkan 2 entitas dalam ekosistem periksa fakta beserta fungsinya' (acuan kunci: Masyarakat/publik berfungsi melapor; Organisasi periksa fakta/media berfungsi memverifikasi klaim); Butir 2: 'Tentukan apakah klaim undian berhadiah di media sosial tanpa konfirmasi pihak bank termasuk fakta atau bukan, beserta alasannya' (acuan kunci: Bukan fakta, karena tidak terkonfirmasi oleh kanal resmi lembaga terkait dan tidak ada verifikasi ekosistem periksa fakta).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja analisis ekosistem periksa fakta memilah fakta dan bukan pada berita daring

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis ekosistem periksa fakta untuk memilah fakta dan bukanBelum mampu memilah antara fakta dan bukan fakta pada kedua artikel studi kasus serta belum mampu mengidentifikasi komponen ekosistem periksa fakta yang terlibat.Mampu memilah fakta dan bukan fakta hanya pada 1 dari 2 artikel dengan tepat, namun belum tepat dalam mengaitkan peran entitas ekosistem periksa fakta untuk verifikasi.Mampu memilah fakta dan bukan fakta pada kedua artikel (Artikel A = bukan fakta, Artikel B = fakta) dengan tepat dan mampu menganalisis peran minimal 2 entitas ekosistem periksa fakta secara tepat.Mampu memilah fakta dan bukan fakta pada kedua artikel secara mandiri dan akurat, serta mampu menganalisis keterkaitan alur kerja seluruh entitas ekosistem periksa fakta (publik, jurnalis, platform, pemeriksa fakta) secara mendalam dan komprehensif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur kasus berita daring yang disediakan sudah cukup kontekstual untuk melatih penalaran kritis murid dalam membedakan fakta dan bukan fakta?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengenali ragam entitas ekosistem periksa fakta saat sesi kuis interaktif dan analisis mandiri?

Murid:

  • Langkah periksa fakta apa yang paling membantu saya menentukan apakah suatu informasi daring merupakan fakta atau hoaks?
  • Bagaimana saya dapat memanfaatkan entitas ekosistem periksa fakta ketika menemukan berita yang mencurigakan di media sosial saya?

Pertemuan 5 — Menggunakan Cara Membaca Lateral untuk Mengevaluasi Kredibilitas Sumber Informasi Digital Terbimbing — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.5 Menggunakan cara membaca lateral untuk mengevaluasi berbagai informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menggunakan teknik membaca lateral untuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi digital secara terbimbing (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 2 opsi tindakan saat membuka artikel kesehatan di blog tak dikenal: Opsi A (membaca tuntas halaman tersebut hingga bagian komentar) vs Opsi B (membuka tab baru untuk mencari ulasan pihak ketiga mengenai reputasi situs tersebut). Murid memilih opsi dengan mengangkat kartu simbol A atau B (acuan kesiapan: Opsi B adalah tindakan membaca lateral; murid yang memilih A belum memahami teknik lateral) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan perbedaan membaca vertikal (menilai hanya tampilan dan isi di satu situs) versus membaca lateral (segera membuka tab baru untuk melacak siapa penulisnya, afiliasi lembaganya, dan apa kata sumber independen lain tentang klaim tersebut) (15 menit).
  • Murid membedah konsep CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose) yang diaplikasikan ke tab penelusuran lateral untuk memeriksa kredibilitas sumber web rujukan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memberikan tantangan mini-game interaktif berpasangan 'Tab Buster': setiap pasangan diberikan 1 tautan studi kasus klaim digital ('Kandungan Air Minum Dalam Kemasan Berbahaya Menurut Blog HidupSehat123') dan ditantang membuka minimal 2 tab sampingan untuk mengecek siapa pemilik domain dan bagaimana tanggapan situs resmi BPOM atau cekfakta (15 menit).
  • Secara terbimbing, murid menyelesaikan Lembar Analisis Membaca Lateral untuk mengevaluasi 3 tautan sumber digital terpandu berikut: (1) Blog 'KesehatanAlamiKita' yang mengklaim ramuan herbal pengganti obat resep (acuan evaluasi lateral: tidak kredibel karena kepemilikan anonim dan tidak ada rujukan jurnal medis); (2) Situs portal berita terverifikasi Dewan Pers yang memuat klarifikasi riset pangan (acuan evaluasi lateral: kredibel karena berbadan hukum jelas dan memiliki pedoman pemberitaan); (3) Laman lembaga advokasi komersial berkedok yayasan riset nirlaba (acuan evaluasi lateral: bias/meragukan karena dibiayai produsen produk terkait) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merefleksikan hasil penelusuran lateral mereka dengan membandingkan kesimpulan awal (sebelum membuka tab baru) dengan kesimpulan akhir (setelah membaca sumber alternatif) pada lembar kerja (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap prosedur membaca lateral dan menyampaikan umpan balik umum terkait efektivitas kata kunci pencarian pada tab lateral (5 menit).
  • Guru membagikan instrumen cek pemahaman akhir pertemuan 5 dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya latihan membaca lateral akan dilakukan secara mandiri pada konten ragam format (tanpa panduan langsung) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci spesifik untuk penelusuran lateral, sedangkan murid yang mahir diberikan tautan sumber yang memiliki bias tersembunyi (astroturfing).
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang membutuhkan bantuan didampingi langsung oleh guru pada saat penelusuran tab pembanding, sedangkan murid mandiri mengevaluasi langsung ketiga sumber secara berpasangan.
  • Produk: Tingkat kedalaman catatan evaluasi pada lembar kerja disesuaikan (ringkasan 2 poin utama vs uraian detail 5 unsur CRAAP secara utuh).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tindakan membaca: Diberikan skenario 'Kamu membuka artikel kesehatan asing di internet'. Ditanyakan langkah pertama yang tepat: Opsi A (membaca tuntas halaman dan mempercayai tampilan profesionalnya) atau Opsi B (membuka tab baru di mesin pencari untuk menelusuri nama penulis dan nama situs di sumber pihak ketiga). (Acuan kunci: Opsi B).

Proses:

  • Formatif kinerja membaca lateral pada Lembar Kerja: Murid mengevaluasi kredibilitas 3 sumber digital terbimbing dengan membuka tab sampingan. Acuan penilaian: (1) Sumber Blog KesehatanAlamiKita dinilai tidak kredibel karena tidak lolos otoritas/akurasi di penelusuran lateral; (2) Portal berita terverifikasi dinilai kredibel karena lolos verifikasi lembaga pemeriksa/otoritas resmi; (3) Situs yayasan advokasi komersial dinilai bias/meragukan berdasarkan penelusuran sumber pendanaannya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca lateral (2 butir singkat): Butir 1: 'Apa yang harus diketikkan di tab baru saat ingin memeriksa kredibilitas situs web X?' (Acuan jawaban: Mengetikkan nama domain atau organisasi situs X disertai kata kunci seperti 'reputasi', 'pemilik', 'penipuan', atau mencari ulasan dari sumber kredibel pihak ketiga). Butir 2: 'Mengapa desain situs yang bagus tidak cukup membuktikan validitas informasi?' (Acuan jawaban: Karena tampilan visual dan logo profesional mudah dibuat oleh siapa saja, sehingga kredibilitas harus diverifikasi dari luar situs tersebut).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penelusuran tab lateral saat tantangan 'Tab Buster'
  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Analisis Membaca Lateral (evaluasi 3 sumber informasi digital terbimbing)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan cara membaca lateral untuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi digitalHanya membaca satu halaman situs tanpa membuka tab baru atau sumber luar untuk memverifikasi kredibilitas.Membuka tab baru namun penelusuran belum terarah sehingga hanya berhasil mengevaluasi kredibilitas 1 dari 3 sumber digital terbimbing sesuai acuan kunci.Menggunakan membaca lateral dengan membuka tab baru dan mencari pihak ketiga sehingga berhasil mengevaluasi kredibilitas minimal 2 dari 3 sumber digital terbimbing sesuai acuan kunci.Menggunakan cara membaca lateral secara runtut dengan membuka tab eksternal dan berhasil mengevaluasi kredibilitas seluruh (3 dari 3) sumber digital terbimbing sesuai acuan kunci secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit pada tahap inti cukup bagi seluruh murid untuk mempraktikkan pembukaan tab sampingan dan penelusuran sumber luar?
  • Bagian mana dari langkah membaca lateral yang paling sering membingungkan murid saat memverifikasi pihak ketiga?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah: membaca isi artikel atau menelusuri reputasi penulisnya di tab lain?
  • Bagaimana kebiasaan membaca informasiku di internet berubah setelah mempraktikkan membaca lateral hari ini?

Pertemuan 6 — Menggunakan Cara Membaca Lateral untuk Mengevaluasi Validitas Ragam Konten Informasi Digital Mandiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.5 Menggunakan cara membaca lateral untuk mengevaluasi berbagai informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu menerapkan cara membaca lateral secara mandiri untuk menguji validitas ragam konten informasi digital (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis cepat lisan mengenai prinsip dasar membaca lateral dengan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti membaca lateral saat memeriksa informasi?' (acuan jawaban: membuka tab baru/keluar dari situs asal untuk mencari informasi dari sumber independen lain), (2) 'Mengapa kita tidak boleh hanya mengandalkan halaman About Us di situs tersebut?' (acuan jawaban: situs yang tidak kredibel bisa memanipulasi informasi profilnya sendiri) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan penayangan 1 contoh kasus disinformasi berupa tangkapan layar klaim kesehatan herbal instan, untuk menyegarkan kembali 3 langkah inti membaca lateral: (1) tinggalkan halaman sumber awal, (2) buka tab baru peramban untuk menelusuri identitas penulis/organisasi pembuat klaim, (3) bandingkan klaim dengan rujukan dari situs tepercaya atau pemeriksa fakta (10 menit).
  • Murid secara mandiri menerima Lembar Kerja Verifikasi Mandiri yang memuat 3 tautan/skenario konten digital beragam (Klaim A: infografik kesehatan di media sosial, Klaim B: artikel blog teknologi tentang baterai gratis seumur hidup, Klaim C: siaran pers isu lingkungan dari yayasan swasta tanpa rekam jejak jelas) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan 'Tantangan Detektif Lateral Mandiri': murid membuka peramban masing-masing secara antusias dan berlomba menyelesaikan verifikasi 3 konten informasi digital secara independen dengan batas waktu yang terukur (10 menit).
  • Murid menjalankan teknik membaca lateral secara mandiri pada komputer/gawai masing-masing untuk Klaim A (klaim herbal menyembuhkan diabetes total), Klaim B (klaim modul pengisi daya baterai gratis tanpa listrik), dan Klaim C (klaim penemuan cadangan air tawar raksasa bawah laut oleh LSM X), dengan cara membuka tab baru untuk menelusuri reputasi penulis, mengecek rekam jejak lembaga penerbit, serta mencari laporan pembanding di portal berita kredibel atau situs periksa fakta (20 menit).
  • Murid mencatat hasil evaluasi pada Lembar Kerja Mandiri yang mencakup: nama sumber asli, 2 sumber rujukan eksternal pembanding yang dibuka di tab baru, serta kesimpulan validitas masing-masing konten (acuan hasil: Klaim A = Tidak Valid/Hoaks medis berdasarkan klarifikasi Kemenkes/TurnBackHoax; Klaim B = Tidak Valid/Penipuan berdasarkan prinsip fisika & ulasan situs teknologi independen; Klaim C = Tidak Valid/Klaim sepihak tanpa verifikasi lembaga riset kelautan resmi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kesesuaian hasil evaluasi mandirinya dengan kunci rujukan verifikasi yang dibuka guru di layar proyektor, lalu menghitung berapa banyak klaim yang berhasil mereka validasi secara tepat (5 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pada lembar kerjanya mengenai kebiasaan digital baru yang akan diterapkan saat menemukan tautan mencurigakan di lini masa media sosial (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan membaca lateral mandiri yang telah ditunjukkan murid selama sesi evaluasi konten (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan pembelajaran ke-6 dengan menyampaikan arahan persiapan asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, lalu mengakhiri kelas dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi format konten uji verifikasi (infografik visual, artikel teks blog, dan rilis pers) dengan tingkat kesulitan pencarian rujukan pembanding yang beragam.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru menyediakan panduan kata kunci penelusuran tab baru; bagi murid yang cepat selesai, diberikan 1 konten tambahan berstatus 'satir' untuk diidentifikasi sifat validitasnya secara mandiri.
  • Produk: Format pencatatan hasil membaca lateral dapat disajikan dalam bentuk tabel ceklis digital atau lembar kerja tertulis cetak sesuai kenyamanan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik kesiapan membaca lateral di awal pelajaran: (1) Apa yang dilakukan saat membaca lateral? (Acuan jawaban: keluar dari situs awal dan membuka tab baru untuk memeriksa kredibilitas dan kebenaran klaim dari sumber independen), (2) Mengapa membaca vertikal saja tidak cukup? (Acuan jawaban: isi dan tampilan halaman dalam satu situs dapat direkayasa pembuatnya sendiri).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan penelusuran: memastikan murid membuka tab baru (lateral reading) bukan sekadar menelusuri halaman web yang sama ke bawah (vertical reading).
  • Pengecekan isian Lembar Kerja Verifikasi Mandiri untuk 3 konten informasi: Klaim A (acuan: Tidak Valid/Hoaks), Klaim B (acuan: Tidak Valid/Penipuan), Klaim C (acuan: Tidak Valid/Klaim sepihak tanpa data riset independen) beserta pencantuman minimal 2 sumber eksternal pembanding yang kredibel.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid mencocokkan hasil analisis 3 klaim dengan acuan verifikasi resmi (Klaim A: Tidak Valid, Klaim B: Tidak Valid, Klaim C: Tidak Valid) dan menuliskan status ketercapaian mandiri (3 benar = sangat baik, 2 benar = baik, <2 benar = perlu latihan mandiri).

Formatif:

  • Penilaian performa proses penelusuran mandiri menggunakan teknik membaca lateral (observasi peramban)
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Verifikasi Mandiri untuk 3 ragam konten informasi digital

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Cara Membaca LateralHanya mengevaluasi konten secara vertikal di dalam halaman situs asal tanpa membuka tab baru untuk mencari sumber pembanding eksternal.Membuka tab baru untuk mencari rujukan pembanding eksternal tetapi masih memerlukan panduan kata kunci dan arahan dari guru.Membuka tab baru secara mandiri untuk menelusuri reputasi sumber dan klaim pembanding eksternal pada sebagian besar konten yang diuji.Secara mandiri dan konsisten membuka tab baru untuk menelusuri rekam jejak sumber serta menemukan rujukan pembanding independen yang kredibel pada seluruh ragam konten.
Evaluasi Validitas Konten Informasi DigitalBelum mampu menentukan status validitas konten informasi digital secara tepat sesuai acuan verifikasi.Mampu menentukan validitas 1 dari 3 konten informasi digital secara tepat berdasarkan acuan verifikasi.Mampu menentukan validitas 2 dari 3 konten informasi digital secara tepat berdasarkan acuan verifikasi dengan mencantumkan sumber pembanding.Mampu menentukan validitas seluruh (3 dari 3) konten informasi digital secara tepat berdasarkan acuan verifikasi disertai bukti rujukan pembanding yang relevan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah membiasakan diri membuka tab baru (membaca lateral) saat meragukan sebuah konten alih-alih hanya terpaku membaca artikel hingga bawah?
  • Apakah variasi kasus konten digital yang disediakan cukup menantang penalaran kritis murid dalam mencari sumber pembanding independen?

Murid:

  • Apakah saya sudah terbiasa keluar dari situs awal dan membuka tab baru ketika ingin membuktikan kebenaran sebuah berita atau postingan di internet?
  • Tantangan apa yang saya hadapi saat mencari sumber rujukan pembanding yang benar-benar independen dan bereputasi?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.1.1 Menerapkan penggunaan mesin pencari dengan variabel yang lebih banyak untuk menemukan data dan informasi digital
  • TP 10.1.2 Menerapkan proses komputasi yang dilakukan manusia secara mandiri untuk mendapatkan data yang berkualitas
  • TP 10.1.3 Menerapkan proses komputasi yang dilakukan manusia secara berkelompok untuk mendapatkan data yang berkualitas
  • TP 10.1.4 Menganalisis ekosistem periksa fakta untuk memilah fakta dan bukan
  • TP 10.1.5 Menggunakan cara membaca lateral untuk mengevaluasi berbagai informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab Data, Informasi, dan Validasinya (3 menit).
  • Guru membagikan bundel Lembar Kerja Asesmen Sumatif (Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3) serta menjelaskan alur pengerjaan mandiri dan kelompok sesuai jadwal (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid secara hening membaca instruksi teknis pengerjaan Tugas 1 (penelusuran mandiri), Tugas 2 (rekapitulasi kelompok), dan Tugas 3 (analisis verifikasi kasus periksa fakta dan membaca lateral) dengan saksama tanpa membuka komunikasi antarpeserta (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 [TP 10.1.1 & TP 10.1.2]: Murid secara individual melaksanakan unjuk kerja penelusuran mandiri menggunakan mesin pencari di lab komputer untuk mengumpulkan data mentah statistik energi terbarukan Indonesia, dengan menuliskan formula sintaks penelusuran spesifik serta menyusun tabel 5 baris data mentah yang rapi [acuan sintaks yang wajib muncul: site:esdm.go.id OR site:bps.go.id, filetype:pdf, "energi terbarukan", operator rentang 2020..2024; acuan data: mencatat tahun, nama sumber energi, kapasitas/produksi, satuan MWh/MW, tautan sumber valid] (35 menit).
  • Tugas 2 [TP 10.1.3]: Murid berkumpul dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk melaksanakan tugas kolaboratif: menggabungkan data mandiri masing-masing anggota, menyaring data ganda (deduplikasi), memvalidasi konsistensi nilai, dan menyusun satu tabel laporan rekapitulasi data kelompok yang bersih dan valid [acuan kriteria: tabel memuat minimal 10 entri data unik gabungan tanpa duplikasi, kolom metadata sumber seragam, dan catatan verifikasi anomali data] (23 menit).
  • Tugas 3 [TP 10.1.4 & TP 10.1.5]: Murid kembali bekerja secara individual menyelesaikan tes tertulis analisis studi kasus validasi klaim berita digital menggunakan lembar tes [soal kasus: verifikasi klaim sensasional tentang bahaya radiasi BTS di situs berita abal-abal; acuan jawaban: (1) Mengidentifikasi klaim berita sebagai disinformasi/hoaks menggunakan sarana ekosistem periksa fakta seperti cekfakta.com, TurnBackHoax Mafindo, atau verifikasi gambar Google Lens; (2) Menerapkan teknik membaca lateral dengan membuka tab baru untuk menelusuri kredibilitas pemilik domain media, konfirmasi dari sumber otoritas resmi Kominfo/Kemenkes, serta membandingkan minimal 2 sumber berita arus utama yang kredibel] (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa kelengkapan seluruh artefak portofolio kerja sumatif (log penelusuran Tugas 1, laporan rekap kelompok Tugas 2, lembar analisis Tugas 3) sebelum menyerahkannya kepada guru (3 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan seluruh berkas portofolio asesmen sumatif kepada guru dan menuliskan 1 kalimat refleksi kemandirian dalam proses pengerjaan asesmen di lembar pengumpulan (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan asesmen sumatif bab dengan mengapresiasi integritas serta kejujuran seluruh murid dan mengakhiri sesi dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi aksesibilitas bagi murid yang memerlukan teks soal dalam format cetak ukuran huruf lebih besar atau kontras tinggi, tanpa mengubah bobot butir studi kasus dan kriteria penilaian.
  • Proses: Murid yang mengalami kendala teknis jaringan pada Tugas 1 diberikan izin berganti ke stasiun kerja cadangan atau menggunakan berkas arsip direktori offline terstandar tanpa mengubah target variabel penelusuran yang diuji.
  • Produk: Format luaran laporan rekapitulasi kelompok (Tugas 2) dapat diserahkan dalam bentuk lembar kerja digital (spreadsheet) atau lembar rekapitulasi cetak terstruktur sesuai kesiapan perangkat kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian kinerja terpadu dan tes tertulis analisis studi kasus: portofolio kerja digital/cetak yang memuat log penelusuran multivariabel, dataset komputasi mandiri, laporan verifikasi data kolaboratif, serta lembar analisis pembacaan lateral dan periksa fakta
  • unjuk kerja penelusuran dan pengumpulan data mandiri serentak di lab komputer/kelas: lembar kerja penelusuran mandiri berisi formula sintaks/variabel mesin pencari (operator logika, filetype, site) dan tabel himpunan data mentah hasil komputasi pengumpulan data mandiri yang terorganisasi rapi (40 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penelusuran dan organisasi data)
  • penilaian kinerja komputasi dan konsolidasi data kelompok: laporan rekapitulasi data kelompok yang memuat hasil penggabungan, penyaringan, dan validasi kualitas data bersama dari seluruh anggota kelompok (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja kolaboratif pengolahan data)
  • tes tertulis analisis kasus validasi informasi serentak: lembar jawaban analisis verifikasi klaim berita menggunakan ekosistem periksa fakta dan catatan evaluasi kredibilitas sumber melalui teknik membaca lateral (25 menit; individual; instrumen: rubrik asesmen analisis kasus dan kunci jawaban verifikasi fakta)

Sumatif:

  • penilaian kinerja terpadu dan tes tertulis analisis studi kasus: portofolio kerja digital/cetak yang memuat log penelusuran multivariabel, dataset komputasi mandiri, laporan verifikasi data kolaboratif, serta lembar analisis pembacaan lateral dan periksa fakta
  • unjuk kerja penelusuran dan pengumpulan data mandiri serentak di lab komputer/kelas: lembar kerja penelusuran mandiri berisi formula sintaks/variabel mesin pencari (operator logika, filetype, site) dan tabel himpunan data mentah hasil komputasi pengumpulan data mandiri yang terorganisasi rapi (40 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penelusuran dan organisasi data)
  • penilaian kinerja komputasi dan konsolidasi data kelompok: laporan rekapitulasi data kelompok yang memuat hasil penggabungan, penyaringan, dan validasi kualitas data bersama dari seluruh anggota kelompok (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja kolaboratif pengolahan data)
  • tes tertulis analisis kasus validasi informasi serentak: lembar jawaban analisis verifikasi klaim berita menggunakan ekosistem periksa fakta dan catatan evaluasi kredibilitas sumber melalui teknik membaca lateral (25 menit; individual; instrumen: rubrik asesmen analisis kasus dan kunci jawaban verifikasi fakta)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Mesin Pencari dengan Variabel Banyak (TP 10.1.1)Hanya menggunakan kata kunci tunggal tanpa sintaks filter atau operator logika apa pun pada log penelusuran.Menuliskan sintaks penelusuran dengan 1 operator logika atau filter (misal hanya site: tanpa operator logika filetype/rentang angka).Menuliskan sintaks penelusuran dengan minimal 3 variabel secara tepat [Acuan: filter domain 'site:esdm.go.id/bps.go.id', filter format berkas 'filetype:pdf', dan frasa pasti '"energi terbarukan"'].Menuliskan seluruh variabel sintaks secara tepat, lengkap, dan efektif [Acuan: kombinasi operator logika OR, filter 'site:', 'filetype:pdf', tanda kutip frasa pasti, dan rentang angka tahun '2020..2024'].
Komputasi Pengumpulan Data Mandiri (TP 10.1.2)Menyusun kurang dari 3 baris data mentah atau data tidak memiliki kelengkapan sumber rujukan.Menyusun 3-4 baris data mentah, namun terdapat ketidakkonsistenan atribut satuan nilai atau tautan sumber tidak lengkap.Menyusun tabel 5 baris data mentah secara lengkap dan rapi [Acuan: memuat kolom Tahun (2020-2024), Nama Sumber Energi, Angka Kapasitas/Produksi, Satuan Ukuran yang seragam, dan URL/tautan sumber rujukan yang valid].Menyusun tabel 5 baris data mentah dengan presisi tinggi, metadata sumber terverifikasi lengkap, dan tanpa galat pencatatan nilai.
Komputasi dan Konsolidasi Data Berkelompok (TP 10.1.3)Tabel rekapitulasi kelompok hanya menumpuk data anggota tanpa proses pemilahan, deduplikasi, atau penyeragaman atribut.Tabel rekapitulasi kelompok menggabungkan data namun masih menyisakan data ganda (duplikat) atau perbedaan satuan ukuran antar-entri.Tabel rekapitulasi kelompok memuat minimal 10 entri data gabungan yang bersih [Acuan: seluruh data duplikat berhasil disaring/dihapus, format kolom dan satuan seragam, serta menyertakan catatan verifikasi kualitas data].Tabel rekapitulasi kelompok memenuhi seluruh acuan kualitas data bersih (10 entri unik, struktur kolom rapi, satuan konsisten) serta memuat deteksi dan catatan koreksi terhadap data ekstrem/anomali hasil penggabungan.
Analisis Ekosistem Periksa Fakta (TP 10.1.4)Tidak mampu mengidentifikasi status fakta/bukan fakta pada kasus dan tidak menyebutkan instrumen ekosistem periksa fakta.Menentukan status klaim berita secara benar tetapi rujukan sarana periksa fakta yang digunakan belum tepat atau fiktif.Menganalisis status klaim kasus secara tepat menggunakan instrumen ekosistem periksa fakta [Acuan: menyebutkan dan menggunakan minimal 1 platform periksa fakta resmi seperti situs TurnBackHoax.id Mafindo, Cekfakta.com, atau fitur verifikasi gambar Google Lens/Fact Check Explorer].Menganalisis validitas klaim secara menyeluruh dengan membandingkan hasil dari 2 atau lebih instrumen ekosistem periksa fakta resmi disertai penjelasan status kategori gangguan informasi (disinformasi/misinformasi).
Penggunaan Cara Membaca Lateral (TP 10.1.5)Hanya melakukan evaluasi vertikal (membaca klaim pada situs target tanpa membuka rujukan eksternal di luar dokumen/situs tersebut).Membuka rujukan luar namun hanya mengambil 1 sumber acak tanpa memverifikasi reputasi kredibilitas sumber luar tersebut.Menerapkan teknik membaca lateral secara tepat [Acuan: membuka tab/sumber penelusuran baru di luar situs klaim untuk memeriksa latar belakang pemilik situs/penulis, serta mengonfirmasi klaim ke minimal 2 portal berita resmi/sumber otoritas terpercaya].Menerapkan teknik membaca lateral secara komprehensif [Acuan: menelusuri rekam jejak domain pembuat konten, mengonfirmasi ke sumber otoritatif resmi, serta menyimpulkan kredibilitas sumber berdasarkan sintesis perbandingan multi-sumber independen].

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi murid untuk menyelesaikan tiga bagian asesmen sumatif (mandiri, kelompok, tes kasus) secara optimal?
  • Bagian tugas mana yang paling banyak menunjukkan kendala ketuntasan murid dalam penerapan literasi digital dan berpikir komputasional?

Murid:

  • Strategi penelusuran dan validasi mana yang paling membantumu memastikan kebenaran suatu informasi digital?
  • Tantangan apa yang kamu hadapi saat menggabungkan dan menyaring data bersama teman satu kelompok pada tugas sumatif hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA Kelas X Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023, Bab 1 Bagian A (Pencarian dengan Banyak Variabel).
  2. Buku Panduan Guru Informatika untuk SMA/MA Kelas X Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023.
  3. Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung dengan peramban web dan koneksi internet (mesin pencari Google).
  4. Buku Guru Informatika Kelas X, Kemendikbudristek
  5. Buku Siswa Informatika Kelas X, Kemendikbudristek
  6. Lembar Kerja Siswa: Aktivitas Koleksi Data Mandiri
  7. Perangkat komputer/gawai dengan koneksi internet untuk penelusuran mandiri
  8. Buku Siswa Informatika untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Bab 1: Data, Informasi, dan Validasinya
  9. Buku Panduan Guru Informatika Kelas X (Edisi Revisi)
  10. Lembar Kerja Aktivitas Gabung Data (Dataset Potongan Data Pekerjaan)
  11. Papan Tulis / Spidol / Kalkulator atau Perangkat Lembar Kerja
  12. Buku Siswa Informatika Kelas X Edisi Revisi, Kemendikbudristek, Bab 1 Subbab D 'Ekosistem Periksa Fakta'
  13. Artikel rujukan Cek Fakta daring (Detik.com, Kompas Cek Fakta, TurnBackHoax.id / Mafindo)
  14. Buku Siswa Informatika SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Bab 1: Data, Informasi, dan Validasinya
  15. Buku Panduan Guru Informatika SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi)
  16. Perangkat komputer/gawai dengan peramban web dan koneksi internet
  17. Lembar Kerja Analisis Membaca Lateral
  18. Buku Panduan Guru Informatika SMA Kelas X (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
  19. Buku Siswa Informatika SMA Kelas X (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023) Bab 1 Subbab E (Evaluasi Data dan Sumbernya)
  20. Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung ke jaringan internet dan peramban web
  21. Lembar Kerja Verifikasi Mandiri (memuat 3 skenario konten: klaim herbal media sosial, artikel blog baterai gratis, dan siaran pers lingkungan LSM)
  22. Buku Panduan Guru Informatika Kelas X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  23. Buku Teks Siswa Informatika Kelas X Edisi Revisi, Kemendikbudristek RI, Bab 1: Data, Informasi, dan Validasinya.
  24. Perangkat komputer/laptop terkoneksi internet di laboratorium komputer sekolah.
  25. Platform dan instrumen cek fakta: Cekfakta.com, TurnBackHoax.id (Mafindo), dan Google Fact Check Tools.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.