MODUL AJAR Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 7 — Aku Bergaya INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Jepang |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Aku Bergaya |
|---|
| Alokasi Waktu | 32 JP (32 x 45 menit = 1440 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 13 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.7.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang jenis dan warna pakaian dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan tentang pakaian yang dikenakan di sekolah dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.3 Mengomunikasikan gagasan secara lisan tentang busana yang sedang dikenakan dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.4 Menyimpulkan teks tentang informasi pakaian tradisional serta menghubungkannya dengan teks pakaian harian dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.5 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi pakaian dan aksesori yang dikenakan dalam bahasa Jepang
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kosakata jenis pakaian apa saja yang biasa kamu temukan saat mendengarkan percakapan bahasa Jepang?
- Bagaimana caramu mengidentifikasi dan menyimpulkan jenis pakaian yang sedang dibicarakan oleh penutur dalam rekaman lisan?
- Bagaimana cara kita mengetahui warna pakaian seseorang ketika hanya mendengarkan percakapan bahasa Jepang?
- Kata penunjuk atau penanda apa yang membantu kita memastikan warna dari jenis pakaian yang disebutkan oleh penutur?
- Bagaimana caramu mengenali padanan warna dan pakaian seseorang ketika mendengar percakapan bahasa Jepang yang cepat?
- Informasi apa yang paling penting dicatat saat mendengarkan seseorang memilih kombinasi pakaian dan warnanya?
- Apa saja nama komponen seragam sekolah yang kita pakai sehari-hari saat disebutkan dalam bahasa Jepang?
- Bagaimana cara mengomunikasikan secara lisan jenis seragam sekolah laki-laki dan perempuan beserta warnanya menggunakan kalimat bahasa Jepang yang tepat?
- Getsuyoubi ni donna seifuku o kimasu ka? (Pakaian seragam apa yang kamu kenakan pada hari Senin?)
- Bagaimana cara kita memberitahukan jadwal pemakaian seragam sekolah dalam bahasa Jepang kepada teman?
- Anata wa kyou, nani wo kite imasuka?
- Bagaimana cara membedakan pengucapan bahasa Jepang saat menyatakan memakai baju atasan dengan memakai celana atau rok?
- Bagaimana cara menyampaikan secara lisan dalam bahasa Jepang saat kita mengenakan topi, kacamata, atau jam tangan?
- Mengapa verba yang digunakan untuk memakai pakaian atasan, bawahan, penutup kepala, dan aksesori berbeda dalam bahasa Jepang?
- Bagaimana kita mengetahui jenis dan warna busana tradisional dari membaca teks sederhana bahasa Jepang?
- Informasi apa saja yang dapat kita simpulkan ketika membaca teks tentang pakaian adat daerah?
- Apa perbedaan fungsi dan momen pemakaian antara yukata/kimono dengan fuku (pakaian harian seperti T-shatsu dan jiinzu)?
- Bagaimana cara kita mengetahui hubungan situasi pemakaian pakaian dalam teks bacaan bahasa Jepang?
- Bagaimana cara kita menuliskan deskripsi pakaian yang sedang dipakai seseorang berdasarkan gambar ke dalam kalimat bahasa Jepang yang tepat?
- Partikel dan kata kerja apa saja yang perlu kita gunakan saat menyusun kalimat tentang memakai pakaian atasan, bawahan, atau penutup kepala?
- Bagaimana cara merangkai kalimat tentang pakaian atasan, bawahan, alas kaki, dan aksesori menjadi satu paragraf teks tulis yang utuh dalam bahasa Jepang?
- Kata kerja apa saja yang tepat dipasangkan saat mendeskripsikan secara tertulis baju yang dipakai di badan, bawahan di kaki, penutup kepala, dan aksesori di leher/tangan?
- Bagaimana cara menggabungkan deskripsi pakaian atasan, bawahan, alas kaki, dan aksesori favorit ke dalam sebuah teks tulis bahasa Jepang yang utuh?
- Mengapa kita perlu memperhatikan kesesuaian partikel dan kata kerja pakai (kimasu/haitemasu/kabutte imasu/shite imasu) saat menyusun teks deskripsi pakaian?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita telah mampu memahami serta menceritakan ragam pakaian dan aksesori dalam bahasa Jepang?
- Mengapa penting untuk menunjukkan pemahaman menyimak, membaca, berbicara, dan menulis secara mandiri dan jujur pada asesmen akhir bab ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimak dan Menyimpulkan Kosakata Ragam Jenis Pakaian dari Teks Lisan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang jenis dan warna pakaian dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta menciptakan suasana kelas yang berkesadaran dan siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak dan menyimpulkan kosakata ragam jenis pakaian dari ujaran/teks lisan bahasa Jepang (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat: murid mendengarkan 3 ujaran singkat dan memilih gambar jenis pakaian yang sesuai (Ujaran 1: 'Shatsu desu' -> kemeja; Ujaran 2: 'Zubon desu' -> celana panjang; Ujaran 3: 'Kutsu desu' -> sepatu) guna memetakan kesiapan menyimak kosakata pakaian (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak audio pelafalan 6 kosakata jenis pakaian (shatsu = kemeja, zubon = celana panjang, sukaato = rok, boushi = topi, kutsu = sepatu, nekutai = dasi) sambil mencermati kartu bergambar yang ditayangkan guru secara berkesadaran (15 menit).
- Murid menyimak kembali rekaman 6 dialog tanya-jawab rujukan teks lisan: (1) 'Kemeja wa nihongo de nan desu ka? Shatsu desu', (2) 'Zubon to iimasu', (3) 'Sukaato desu', (4) 'Boushi desu', (5) 'Kutsu desu', (6) 'Nekutai desu', kemudian mengidentifikasi makna kata jenis pakaian yang dimaksud secara cermat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan menyimak menggembirakan 'Karuta Kikitori': guru memperdengarkan rekaman acak kata jenis pakaian, lalu murid secara cepat dan tepat menunjuk/mengambil kartu gambar pakaian yang sesuai dari 6 pilihan yang tersedia di mejanya (shatsu, zubon, sukaato, boushi, kutsu, nekutai) (25 menit).
- Murid mendengarkan 4 monolog lisan pendek mengenai pakaian yang sedang dibahas seseorang, lalu mencatat dan menyimpulkan jenis pakaian yang disebutkan pada Lembar Kerja Simakan (Butir 1: 'Kore wa shatsu desu' -> kemeja; Butir 2: 'Kore wa zubon desu' -> celana panjang; Butir 3: 'Kore wa sukaato desu' -> rok; Butir 4: 'Kore wa boushi desu' -> topi) secara mandiri dan kritis (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan dari 4 monolog lisan dan membahas strategi menangkap kata kunci kosakata jenis pakaian saat menyimak ujaran penutur (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang ragam kosakata jenis pakaian dalam bahasa Jepang yang telah disimak hari ini (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat menyimak 2 ujaran penutup: Ujaran A: 'Watashi no boushi desu' (kesimpulan jenis pakaian: topi); Ujaran B: 'Kono kutsu desu' (kesimpulan jenis pakaian: sepatu) (5 menit).
- Guru memandu refleksi singkat terhadap proses belajar dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio dengan jeda pelafalan lebih lambat bagi murid yang membutuhkan scaffolding serta audio berkecepatan alami bagi murid yang sudah siap.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak dengan bantuan kartu visual rujukan gambar-kata, sedangkan murid yang lebih cepat menyimak rekaman audio tanpa bantuan visual gambar.
- Produk: Murid menyimpulkan jenis pakaian dari teks lisan melalui penandaan gambar bagi yang butuh panduan, atau menuliskan langsung label kosakata padanan bahasa Indonesianya bagi yang telah mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes menyimak diagnostik 3 butir: Murid mendengarkan 3 ujaran audio jenis pakaian lalu memilih gambar yang tepat. Butir 1: 'Shatsu desu' (Acuan: gambar kemeja); Butir 2: 'Zubon desu' (Acuan: gambar celana panjang); Butir 3: 'Kutsu desu' (Acuan: gambar sepatu).
Proses:- Lembar Kerja Simakan: Murid menyimak 4 monolog rekaman lisan dan menyimpulkan jenis pakaian yang dibicarakan. Butir 1: rekaman 'Kore wa shatsu desu' (Acuan: kemeja); Butir 2: rekaman 'Kore wa zubon desu' (Acuan: celana panjang); Butir 3: rekaman 'Kore wa sukaato desu' (Acuan: rok); Butir 4: rekaman 'Kore wa boushi desu' (Acuan: topi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman menyimak 2 ujaran lisan: Murid menyimpulkan jenis pakaian yang disebut. Butir 1: 'Watashi no boushi desu' (Acuan: topi); Butir 2: 'Kono kutsu desu' (Acuan: sepatu). Kriteria: tepat menyimpulkan kedua jenis pakaian sesuai ujaran lisan.
Formatif:- Asesmen diagnostik menyimak 3 ujaran kosakata pakaian pada kegiatan pendahuluan.
- Observasi unjuk kerja permainan menyimak 'Karuta Kikitori' (ketepatan merespons 6 kartu kosakata pakaian lisan).
- Penilaian Lembar Kerja Simakan menyimpulkan 4 butir monolog jenis pakaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan kosakata jenis pakaian dari teks lisan (Target: 4 butir monolog - shatsu/kemeja, zubon/celana, sukaato/rok, boushi/topi) | Menyimpulkan tepat 0 atau 1 dari 4 jenis pakaian dari teks lisan yang diperdengarkan. | Menyimpulkan tepat 2 dari 4 jenis pakaian dari teks lisan yang diperdengarkan. | Menyimpulkan tepat 3 dari 4 jenis pakaian dari teks lisan yang diperdengarkan secara mandiri. | Menyimpulkan tepat seluruh 4 dari 4 jenis pakaian dari teks lisan yang diperdengarkan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh rekaman lisan dapat didengar dengan jelas oleh murid selama aktivitas menyimak?
- Apakah murid menunjukkan kemandirian dan daya nalar kritis saat menyimpulkan jenis pakaian dari ujaran audio?
Murid:- Kosakata jenis pakaian apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya kenali saat menyimak audio?
- Bagaimana strategi saya agar lebih cepat menangkap kata kunci jenis pakaian dalam kalimat lisan bahasa Jepang?
Pertemuan 2 — Menyimak dan Menyimpulkan Deskripsi Warna Pakaian dari Dialog Lisan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang jenis dan warna pakaian dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan ruang kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak dan menyimpulkan deskripsi warna pakaian dari dialog lisan bahasa Jepang (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan memperdengarkan 3 rekaman frasa warna dan jenis pakaian: (1) 'kuroi shatsu' (acuan: kemeja hitam), (2) 'shiroi zubon' (acuan: celana panjang putih), (3) 'akai sukaato' (acuan: rok merah). Murid diminta memilih padanan warna dan pakaian dalam bahasa Indonesia pada lembar respon cepat (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak rekaman audio dialog pendek model 1: 'A: Donna shatsu desu ka. B: Shatsu wa shiro desu.' dan model 2: 'A: Donna zubon desu ka. B: Kuro no zubon desu.' sambil memperhatikan lembar panduan pola bunyi (15 menit).
- Murid menganalisis perbedaan fokus simakan pada penyebutan warna pakaian melalui pemodelan guru: pola penyebutan warna langsung ([pakaian] wa [warna] desu) dan pola atributif ([warna] no [pakaian] desu) untuk melatih ketajaman menyimak (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan tantangan menyimak interaktif 'Iro Karuta': Guru memutar 4 audio dialog singkat dan murid secara cepat menunjuk kartu visual warna pakaian yang tepat di mejanya. Audio 1: 'Shatsu wa midori desu' (kartu kemeja hijau), Audio 2: 'Kiiro no sukaato desu' (kartu rok kuning), Audio 3: 'Zubon wa chairo desu' (kartu celana cokelat), Audio 4: 'Aoi boushi desu' (kartu topi biru) (20 menit).
- Murid secara mandiri menyimak rekaman 4 dialog lisan komprehensif yang diputar masing-masing dua kali, lalu menyimpulkan informasi jenis dan warna pakaian dengan mengisi lembar tugas menyimak. Dialog 1: 'Tanaka-san no sukaato wa aka desu' -> simpulan: rok warna merah; Dialog 2: 'Ken-san wa aoi shatsu desu' -> simpulan: kemeja warna biru; Dialog 3: 'Siti-san wa kuro no zubon desu' -> simpulan: celana panjang warna hitam; Dialog 4: 'Rina-san wa shiroi boushi desu' -> simpulan: topi warna putih (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan terhadap kunci dialog lisan yang diperdengarkan ulang per penggalan kalimat (15 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi kesadaran diri pada lembar jurnal: bagian bunyi kata warna atau nama pakaian apa yang paling menantang untuk disimpulkan saat menyimak percakapan cepat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan murid menyimpulkan rincian warna dari dialog lisan (5 menit).
- Guru bersama murid membuat simpulan akhir kegiatan menyimak hari ini dan mengumumkan bahwa pertemuan berikutnya akan berfokus pada padanan jenis dan warna pakaian dalam dialog yang lebih kompleks (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman dengan jeda intonasi sedikit lebih renggang bagi murid yang membutuhkan scaffolding auditori.
- Proses: Murid dengan kecepatan menyimak tinggi diberikan lembar ekstra berisi 2 dialog tambahan (Dialog A: 'Midori no zubon desu' -> celana hijau; Dialog B: 'Kiiroi shatsu desu' -> kemeja kuning) untuk diidentifikasi simpulannya secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan diperkenankan menyimak dengan bantuan transkrip kata kunci warna.
- Produk: Seluruh murid menyimpulkan pasangan jenis pakaian dan warnanya ke dalam format tabel lembar kerja menyimak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemberian 3 rekaman penggalan frasa lisan warna dan jenis pakaian: (1) 'kuroi shatsu', (2) 'shiroi zubon', (3) 'akai sukaato'. Murid mencocokkan ke daftar padanan tertulis. Acuan kunci jawaban: (1) kemeja hitam, (2) celana panjang putih, (3) rok merah.
Proses:- Pengerjaan lembar kerja menyimak dari rekaman 4 dialog lisan. Murid menyimpulkan jenis dan warna pakaian untuk setiap dialog. Butir soal dan acuan kunci jawaban: Dialog 1 ('Tanaka-san no sukaato wa aka desu') acuan: rok - merah; Dialog 2 ('Ken-san wa aoi shatsu desu') acuan: kemeja - biru; Dialog 3 ('Siti-san wa kuro no zubon desu') acuan: celana panjang - hitam; Dialog 4 ('Rina-san wa shiroi boushi desu') acuan: topi - putih.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui 1 butir audio penutup: 'Baju Sensei wa chairo no sukaato desu'. Murid menuliskan kesimpulan jenis pakaian dan warnanya pada kartu keluar (exit ticket). Acuan kunci jawaban: rok warna cokelat.
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan: lembar respon cepat mencocokkan 3 frasa jenis dan warna pakaian.
- Asesmen proses formatif: lembar kerja menyimak menyimpulkan jenis pakaian dan warna dari 4 dialog lisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan informasi lisan jenis dan warna pakaian | Menyimpulkan dengan tepat paling banyak 1 dari 4 pasangan jenis pakaian dan warna dari dialog lisan (Daftar acuan: Dialog 1: rok-merah; Dialog 2: kemeja-biru; Dialog 3: celana panjang-hitam; Dialog 4: topi-putih). | Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 pasangan jenis pakaian dan warna dari dialog lisan sesuai daftar acuan. | Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 pasangan jenis pakaian dan warna dari dialog lisan sesuai daftar acuan secara mandiri. | Menyimpulkan dengan tepat seluruh 4 dari 4 pasangan jenis pakaian dan warna dari dialog lisan sesuai daftar acuan secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah artikulasi audio rekaman terdengar jelas oleh seluruh murid di setiap sudut ruang kelas?
- Apakah tahapan menyimak berulang memberikan waktu yang cukup bagi murid berkemampuan sedang untuk memproses informasi warna?
Murid:- Kosakata warna pakaian mana dalam bahasa Jepang yang paling mudah dan paling sulit kamu tangkap saat menyimak?
- Langkah apa yang membantumu membedakan bunyi kata warna saat penutur berbicara dalam kalimat lengkap?
Pertemuan 3 — Menyimpulkan Informasi Lisan Percakapan Kompleks tentang Padanan Jenis dan Warna Pakaian — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang jenis dan warna pakaian dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran sesi ini, yaitu menyimpulkan informasi lisan dari dialog kompleks mengenai pasangan jenis dan warna pakaian (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan murid dalam menyimpulkan padanan jenis pakaian dan warnanya melalui 2 audio singkat: Audio Diagnostik 1 ('A: Kore wa shiroi shatsu desu ka. B: Iie, kuroi shatsu desu.') -> murid mencatat jenis dan warna pakaian yang dibenarkan; Audio Diagnostik 2 ('A: Zubon wa ao desu ka. B: Hai, ao desu.') -> murid mencatat jenis dan warna pakaian (acuan: Butir 1 = shatsu berwarna kuro/hitam; Butir 2 = zubon berwarna ao/biru) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai fokus penyimpulan informasi pada dialog lisan yang lebih kompleks (melibatkan pembandingan, koreksi, dan keputusan pilihan warna busana) dengan mendengarkan Audio Contoh Percakapan: 'A: Kono aka to aoi sukaato, dochira ga ii desu ka. B: Aoi sukaato ga ii to omoimasu. A: Sou desu ne. Ja, aoi sukaato ni shimasu.' Murid mengidentifikasi bahwa simpulan akhirnya adalah rok berwarna biru (aoi sukaato) (15 menit).
- Murid menyimak Audio Percakapan Latihan 1: 'A: Yamada-san no shatsu wa kiiro desu ka. B: Iie, shatsu wa shiro desu. Kiiro wa booshi desu.' Murid menyimpulkan rincian padanan objek dan warna yang tepat (acuan simpulan: shatsu = shiro/putih; booshi = kiiro/kuning) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas permainan tebak padanan 'Kiite Match' (Dengar & Pasangkan): guru memutar 3 rekaman percakapan multi-elemen yang memuat distraktor/negasi, murid bersama pasangan berlomba mencocokkan kartu jenis pakaian (shatsu, zubon, sukaato, booshi, kutsu, jaketto) dan kartu warna (aka, ao, kiiro, midori, kuro, shiro) pada papan tebak cepat. Percakapan 1: 'A: Midori no jaketto wa arimasu ka. B: Iie, kuro to chairo dake desu. A: Ja, kuro no jaketto o kudasai.' (Pasangan tepat: jaketto - kuro); Percakapan 2: 'A: Tanaka-san, sono sukaato wa aka desu ka. B: Iie, kore wa aka ja arimasen. Pinku desu. Kutsu ga aka desu.' (Pasangan tepat: sukaato - pinku; kutsu - aka); Percakapan 3: 'A: Kono zubon wa ao desu ka, midori desu ka. B: Midori desu yo.' (Pasangan tepat: zubon - midori) (25 menit).
- Murid secara mandiri menyimak Lembar Audio Uji Simpulan yang memuat 4 dialog percakapan kompleks, lalu menyimpulkan informasi lisan dengan melengkapi tabel padanan jenis pakaian dan warnanya pada lembar kerja. Dialog 1: 'A: Ken-san no booshi wa midori desu ka. B: Iie, booshi wa shiro desu. Midori wa shatsu desu.' -> simpulan: booshi = shiro, shatsu = midori; Dialog 2: 'A: Kono sukaato wa kuro desu ka. B: Hai, kuroi sukaato desu. Kutsu mo kuro desu.' -> simpulan: sukaato = kuro, kutsu = kuro; Dialog 3: 'A: Zubon wa chairo desu ka. B: Iie, chairo ja arimasen. Kon/ao desu.' -> simpulan: zubon = kon/ao; Dialog 4: 'A: Jaketto wa aka desu ka. B: Iie, aka wa shatsu desu. Jaketto wa kiiro desu.' -> simpulan: jaketto = kiiro, shatsu = aka (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan simpulan hasil simakan mandiri terhadap 4 dialog percakapan kompleks, memeriksa distraktor/negasi yang berhasil disimpulkan secara tepat (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap strategi menyimak percakapan kompleks: memperhatikan partikel penegas, kalimat sanggahan/koreksi, dan kata tunjuk warna (5 menit).
- Guru dan murid melakukan refleksi singkat mengenai tingkat kemudahan dan kesulitan dalam menyimpulkan informasi lisan berdistraktor (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman dengan kecepatan bicara standar untuk kelompok reguler dan rekaman dengan jeda intonasi sedikit diperlambat untuk murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperbolehkan mendengarkan audio pengulangan hingga 3 kali pada lembar kerja mandiri, sedangkan murid yang mahir hanya mendengarkan 1-2 kali pemutaran.
- Produk: Format penyimpulan informasi berupa penandaan tabel pilihan padanan jenis-warna (terbimbing) atau penulisan kata padanan langsung pada bagan kosong (mandiri/mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyimak 2 butir audio diagnostik singkat jenis & warna pakaian: (1) 'A: Kore wa shiroi shatsu desu ka. B: Iie, kuroi shatsu desu.' -> Murid mencatat simpulan pakaian dan warnanya (acuan: kuroi shatsu / kemeja hitam); (2) 'A: Zubon wa ao desu ka. B: Hai, ao desu.' -> Murid mencatat simpulan pakaian dan warnanya (acuan: aoi zubon / celana biru).
Proses:- Lembar simakan formatif pada tahap aplikasi mandiri berisi 4 dialog kompleks: (1) Dialog 1: simpulan 'booshi = shiro, shatsu = midori'; (2) Dialog 2: simpulan 'sukaato = kuro, kutsu = kuro'; (3) Dialog 3: simpulan 'zubon = kon/ao'; (4) Dialog 4: simpulan 'jaketto = kiiro, shatsu = aka'. Kriteria: murid dinilai dari ketepatan menyimpulkan padanan jenis pakaian dan warnanya tanpa terkeliru oleh pernyataan negasi/distraktor.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid menyebutkan 1 pasangan jenis pakaian dan warna dari audio kilas penutup: 'A: Kono kutsu wa chairo desu ka. B: Iie, kuro desu.' (acuan tepat: kutsu = kuro / sepatu hitam).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan/tulis singkat di awal pendahuluan (2 butir audio singkat)
- Pengamatan aktivitas berpasangan 'Kiite Match' saat menyimpulkan pasangan busana dan warna dari dialog
- Pemeriksaan lembar kerja menyimak mandiri berupa tabel simpulan informasi 4 dialog kompleks
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan informasi lisan jenis dan warna pakaian dari dialog kompleks | Mampu menyimpulkan informasi lisan padanan jenis dan warna pakaian secara tepat pada paling banyak 1 dari 4 butir dialog yang diperdengarkan (acuan butir: Dialog 1 booshi shiro & shatsu midori; Dialog 2 sukaato kuro & kutsu kuro; Dialog 3 zubon kon/ao; Dialog 4 jaketto kiiro & shatsu aka). | Mampu menyimpulkan informasi lisan padanan jenis dan warna pakaian secara tepat pada 2 dari 4 butir dialog yang diperdengarkan sesuai daftar acuan. | Mampu menyimpulkan informasi lisan padanan jenis dan warna pakaian secara tepat pada 3 dari 4 butir dialog yang diperdengarkan sesuai daftar acuan. | Mampu menyimpulkan informasi lisan padanan jenis dan warna pakaian secara tepat pada seluruh 4 butir dialog yang diperdengarkan tanpa terpengaruh distraktor/negasi sesuai daftar acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan rekaman berdistraktor/negasi efektif melatih daya nalar kritis murid dalam menyimpulkan informasi lisan jenis dan warna pakaian?
- Bagian mana dari dialog lisan kompleks yang masih sering mengecoh simpulan murid?
Murid:- Strategi apa yang paling membantumu mengenali warna dan jenis pakaian yang benar ketika penutur dalam audio meralat jawabannya?
- Apakah kamu merasa lebih percaya diri menyimpulkan percakapan bahasa Jepang tentang pakaian yang memiliki lebih dari satu pilihan warna?
Pertemuan 4 — Mengomunikasikan secara Lisan Informasi Komponen Pakaian Seragam Sekolah Terbimbing — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan tentang pakaian yang dikenakan di sekolah dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka khas Jepang (Aisatsu: 'Ohayou gozaimasu') dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu mengomunikasikan secara lisan informasi komponen pakaian seragam sekolah (seifuku) secara terbimbing menggunakan pola kalimat bahasa Jepang sederhana (5 menit).
- Asesmen Awal Diagnostik Lisan: Guru menunjukkan 3 gambar komponen pakaian seragam sekolah dan menanyakan kosakata lisan kepada murid secara acak: (1) kemeja/atasan putih, (2) rok abu-abu, (3) celana panjang hitam. Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan nama pakaian atau warnanya (Acuan jawaban benar: (1) shatsu / shiroi shatsu, (2) sukaato / hai-iro no sukaato, (3) zubon / kuroi zubon) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pelafalan guru dan mengulang secara lisan pelafalan 6 kosakata komponen seragam sekolah: seifuku (seragam), shatsu (kemeja), sukaato (rok), zubon (celana panjang), nekutai (dasi), dan beruto (ikat pinggang) (15 menit).
- Murid membedah dan melatih secara lisan pola kalimat deskripsi seragam: [Kategori Pemakai] no fuku desu (contoh: otoko no ko no fuku desu / onna no ko no fuku desu) serta pola gabungan warna dan komponen seragam: [Warna] no [Komponen Pakaian] desu (contoh: shiroi shatsu desu, kuroi zubon desu) secara terbimbing melalui drill vokal bersama guru (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Estafet Lisan 'Seifuku Relay': Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3 orang, lalu guru menunjukkan 1 kartu ilustrasi seragam sekolah siswa/siswi. Secara bergantian, anggota kelompok harus mengomunikasikan 1 kalimat lisan secara beruntun: Murid 1 menyebutkan kategori pemilik seragam (misal: 'Otoko no ko no fuku desu'), Murid 2 menyebutkan kemeja dan warnanya (misal: 'Shiroi shatsu desu'), dan Murid 3 menyebutkan bawahan dan warnanya (misal: 'Hai-iro no zubon desu') (25 menit).
- Latihan Lisan Terbimbing Berpasangan: Setiap murid memegang lembar panduan bergambar 4 set seragam sekolah (Set A: seragam putra kemeja putih + celana abu-abu; Set B: seragam putri kemeja putih + rok abu-abu + dasi biru; Set C: seragam pramuka putra kemeja cokelat + celana cokelat; Set D: seragam olahraga kemeja biru + celana biru). Murid secara berpasangan saling mengomunikasikan secara lisan komponen seragam pada set yang ditunjuk oleh pasangannya dengan panduan struktur kalimat dari guru (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tiga perwakilan murid mendemonstrasikan komunikasi lisan seragam sekolah di depan kelas, kemudian teman-teman dan guru memberikan umpan balik langsung terkait kelengkapan komponen seragam dan ketepatan ujaran lisan pola kalimat yang digunakan (15 menit).
- Murid secara individu mengevaluasi kelancaran berbicara masing-masing melalui lembar ceklis lisan singkat mengenai kosakata komponen seragam sekolah yang berhasil diujarkan secara tepat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali komponen pakaian seragam sekolah serta pola kalimat lisan yang dipelajari hari ini (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara bahasa Jepang dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (Pertemuan 5: mengomunikasikan jadwal dan aturan pemakaian seragam) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar yang dilengkapi pilihan pola kalimat rumpang untuk murid yang membutuhkan bimbingan visual lebih intensif.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu melafalkan ujaran secara mandiri, guru memberikan scaffolding berupa pengulangan kata kunci secara terbimbing; bagi murid yang sudah mahir, diberikan tantangan mendeskripsikan kombinasi 3 hingga 4 komponen seragam sekaligus (termasuk aksesori seperti dasi dan sabuk) dalam satu giliran bicara.
- Produk: Ujaran lisan murid yang masih berkembang mencakup minimal 2 komponen seragam utama (atasan dan bawahan), sedangkan murid yang mahir mengomunikasikan minimal 3 komponen lengkap beserta warnanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menunjuk 3 gambar pakaian seragam sekolah dan meminta murid menyebutkan sebutan lisan bendanya. Butir uji: (1) kemeja putih, (2) rok abu-abu, (3) celana panjang hitam. Kriteria penerimaan: tepat menyebutkan komponen pakaian dalam bahasa Jepang sederhana. Acuan jawaban benar: (1) shatsu / shiroi shatsu; (2) sukaato / hai-iro no sukaato; (3) zubon / kuroi zubon.
Proses:- Pengamatan performa lisan terbimbing pada tugas deskripsi seragam: Guru mencatat ketepatan pelafalan kosakata komponen seragam (seifuku, shatsu, sukaato, zubon, nekutai, beruto) dan ketepatan struktur kalimat lisan ([kategori] no fuku desu / [warna] no [pakaian] desu). Kriteria ketercapaian: murid mampu mengomunikasikan secara lisan minimal 2 komponen pakaian seragam sekolah beserta warnanya secara tepat dan runtut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru mengacungkan satu kartu gambar seragam sekolah (kartu: siswi mengenakan kemeja putih dan rok abu-abu) dan menunjuk 2 murid secara acak untuk mengomunikasikannya secara lisan. Acuan jawaban benar: 'Onna no ko no seifuku/fuku desu. Shiroi shatsu to hai-iro no sukaato desu'.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan tanya-jawab di awal pertemuan tentang identifikasi pakaian seragam sekolah.
- Observasi unjuk kerja lisan saat aktivitas Estafet Lisan dan latihan lisan berpasangan menggunakan lembar observasi berbicara.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Kosakata Komponen Seragam Sekolah (shatsu, sukaato, zubon, nekutai, beruto, seifuku) | Mengomunikasikan kurang dari 2 kosakata komponen pakaian seragam sekolah secara lisan dengan tepat walaupun telah diberikan bantuan guru. | Mengomunikasikan secara lisan 2 kosakata komponen seragam sekolah secara tepat dengan bantuan/pancingan guru. | Mengomunikasikan secara lisan 3-4 kosakata komponen seragam sekolah secara tepat secara mandiri. | Mengomunikasikan secara lisan seluruh (5-6) kosakata komponen seragam sekolah secara tepat dan konsisten secara mandiri. | | Penggunaan Pola Kalimat Lisan Informasi Seragam ([Kategori] no fuku desu / [Warna] no [Pakaian] desu) | Belum mampu menyusun pola kalimat lisan sederhana untuk menjelaskan pakaian seragam sekolah, hanya mengujarkan kata lepas tanpa pola. | Mengomunikasikan informasi pakaian seragam sekolah menggunakan pola kalimat lisan sederhana namun masih terdapat kekeliruan struktur partikel/pola kalimat. | Mengomunikasikan informasi pakaian seragam sekolah menggunakan pola kalimat lisan sederhana secara tepat dan runtut. | Mengomunikasikan informasi pakaian seragam sekolah menggunakan pola kalimat lisan sederhana secara tepat, runtut, lancar, dan tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk drill pelafalan kosakata dan latihan berpasangan sudah mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagaimana respons murid terhadap aktivitas permainan estafet lisan dalam meningkatkan kepercayaan diri berbicara bahasa Jepang?
Murid:- Komponen seragam sekolah apa saja yang sudah berhasil saya sebutkan dalam bahasa Jepang dengan tepat?
- Bagian mana dari pola kalimat lisan seragam sekolah yang masih terasa sulit untuk saya ucapkan saat latihan berbicara?
Pertemuan 5 — Mengomunikasikan secara Lisan Informasi Aturan dan Jadwal Pemakaian Seragam Sekolah secara Berpasangan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan tentang pakaian yang dikenakan di sekolah dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam khas Jepang (Aisatsu), mengecek kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan kelas (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan padanan kosakata hari dalam bahasa Jepang: (1) Hari Senin (acuan: getsuyoubi); (2) Hari Rabu (acuan: suiyoubi); (3) Hari Jumat (acuan: kinyoubi) kepada murid untuk memetakan kesiapan berbicara tentang jadwal seragam (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan secara lisan informasi aturan dan jadwal pemakaian seragam sekolah secara berpasangan menggunakan bahasa Jepang sederhana (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pemodelan ujaran lisan dari guru mengenai pola jadwal seragam: '[Hari] ni [warna/jenis seragam] o kimasu' (contoh: Getsuyoubi ni shiroi shatsu to kuroi zubon o kimasu) dan tanya-jawab sederhana: 'Mokuyoubi ni nani o kimasu ka?' - 'Batikku o kimasu' (15 menit).
- Murid berlatih melafalkan 4 variasi pola kalimat jadwal seragam sekolah bersama-sama secara berulang: (1) Getsuyoubi ni shiroi shatsu o kimasu; (2) Kayoubi ni aoi sukaato o kimasu; (3) Suiyoubi ni batikku o kimasu; (4) Kinyoubi ni taisougi o kimasu (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan komunikatif berpasangan 'Jadwal Rahasia Seragam' (Secret Schedule Challenge), di mana murid secara bergantian saling melempar dadu hari dan saling bertanya-jawab lisan mengenai seragam yang dikenakan pada hari tersebut sesuai kartu petunjuk yang dibagikan secara menyenangkan (25 menit).
- Murid secara berpasangan saling bertukar informasi lisan tentang aturan jadwal seragam sekolah mereka sendiri dari Senin hingga Jumat menggunakan kartu panduan jadwal: (1) Getsuyoubi -> shiroi shatsu to hai-iro no zubon/sukaato; (2) Kayoubi -> shiroi shatsu to hai-iro no zubon/sukaato; (3) Suiyoubi -> batikku; (4) Mokuyoubi -> batikku; (5) Kinyoubi -> taisougi/sukauto no fuku (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Beberapa pasang murid menampilkan dialog lisan singkat mengenai jadwal seragam di depan kelas, dan murid lain memberikan umpan balik kelancaran dan ketepatan informasi seragam yang diucapkan (15 menit).
- Murid merenungkan proses komunikasi lisan yang telah dilakukan: ungkapan mana yang sudah lancar diucapkan secara berpasangan dan nama seragam atau hari yang masih perlu dilatih kembali pelafalannya (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan simpulan lisan tentang pola pengungkapan jadwal seragam sekolah '[Hari] ni [seragam] o kimasu' (5 menit).
- Guru menyampaikan asesmen akhir berupa pengecekan pemahaman lisan acak cepat kepada 3 perwakilan murid mengenai seragam hari tertentu, memberikan apresiasi atas kolaborasi murid, dan menutup pertemuan dengan salam penutup (Sayounara) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual berisi daftar kosakata hari dan gambar jenis seragam dengan romaji untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap.
- Proses: Pasangan yang lebih cepat lancar ditantang mengomunikasikan jadwal seragam lengkap 5 hari (Senin-Jumat) tanpa melihat catatan, sedangkan pasangan yang memerlukan bimbingan fokus mengomunikasikan 2 hari utama (Senin dan Jumat) dengan panduan kartu.
- Produk: Ujaran lisan berpasangan dapat disajikan dalam bentuk dialog tanya-jawab langsung 2 pertukaran tutur (bagi yang bertahap) atau dialog penuh 5 hari sekolah (bagi yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan singkat diagnostik di awal pembelajaran mengenai 3 kosakata hari: (1) Senin -> acuan: getsuyoubi; (2) Rabu -> acuan: suiyoubi; (3) Jumat -> acuan: kinyoubi.
Proses:- Pengamatan komunikasi lisan saat aktivitas berpasangan: ketepatan menyebutkan pasangan hari dan seragam sekolah pada 4 hari target: (1) Getsuyoubi (Senin) -> shiroi shatsu / zubon / sukaato; (2) Suiyoubi (Rabu) -> batikku; (3) Mokuyoubi (Kamis) -> batikku; (4) Kinyoubi (Jumat) -> taisougi / sukauto no fuku.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup secara acak kepada murid dengan pertanyaan: 'Getsuyoubi ni nani o kimasu ka?' (acuan jawaban: shiroi shatsu o kimasu / [warna] no zubon o kimasu) dan 'Kinyoubi ni nani o kimasu ka?' (acuan jawaban: taisougi o kimasu / batikku o kimasu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara berpasangan mengenai jadwal seragam sekolah menggunakan lembar cek ketercapaian lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Informasi Lisan Seragam dan Jadwal Sekolah | Belum mampu mengomunikasikan informasi jenis seragam dan jadwal hari sekolah secara lisan dengan tepat, atau hanya 1 pasang hari-seragam yang tepat. | Mampu mengomunikasikan informasi jenis seragam dan jadwal hari sekolah secara lisan dengan tepat pada 2 dari 4 target hari (Acuan target: Getsuyoubi, Suiyoubi, Mokuyoubi, Kinyoubi). | Mampu mengomunikasikan informasi jenis seragam dan jadwal hari sekolah secara lisan dengan tepat pada 3 dari 4 target hari secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan informasi jenis seragam dan jadwal hari sekolah secara lisan dengan tepat pada seluruh 4 target hari (Getsuyoubi, Suiyoubi, Mokuyoubi, Kinyoubi) secara lancar dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur aktivitas berpasangan efektif memberi kesempatan setiap murid untuk berbicara aktif dalam bahasa Jepang?
- Bagian kosakata hari atau seragam mana yang paling banyak mengalami kekeliruan pelafalan oleh murid?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menyebutkan seragam yang saya kenakan di sekolah sesuai harinya dalam bahasa Jepang?
- Apa kendala yang saya rasakan ketika saling bertanya jawab dengan pasangan mengenai jadwal seragam?
Pertemuan 6 — Mengomunikasikan secara Lisan Gagasan Pakaian Atasan dan Bawahan yang Sedang Dikenakan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.3 Mengomunikasikan gagasan secara lisan tentang busana yang sedang dikenakan dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam khas bahasa Jepang (aisatsu), memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengomunikasikan gagasan secara lisan tentang busana atasan dan bawahan yang sedang dikenakan menggunakan bahasa Jepang sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 2 kartu gambar pakaian: kemeja (shatsu) dan rok (sukaato), lalu menanyakan kata kerja yang tepat secara lisan kepada beberapa murid untuk memetakan kesiapan pemakaian verba kimasu/haimasu (acuan: atasan menggunakan kimasu/kite imasu; bawahan menggunakan haimasu/haite imasu) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan lisan dari guru yang mendeskripsikan pakaian atasan dan bawahan menggunakan pola kalimat: [Pakaian atasan] wo kite imasu dan [Pakaian bawahan] wo haite imasu (contoh model: 'Watashi wa shiroi shatsu wo kite imasu. Kuroi zubon wo haite imasu.') (10 menit).
- Murid secara berkesadaran mengidentifikasi perbedaan penggunaan kata kerja memakai untuk tubuh bagian atas (kimasu/kite imasu) dan tubuh bagian bawah (haimasu/haite imasu) melalui kartu kosakata bergambar (shatsu, T-shatsu, seetaa untuk atasan; zubon, sukaato, jiinzu untuk bawahan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan latihan terpandu berpasangan melafalkan kalimat lisan menyatakan busana yang dikenakan pasangan berdasarkan 4 kartu skenario visual tokoh: Tokoh A (aoi T-shatsu, kuroi zubon), Tokoh B (shiroi shatsu, kon'iro no sukaato), Tokoh C (akai seetaa, aoi jiinzu), dan Tokoh D (kiiroi T-shatsu, guree no zubon) dengan acuan ujaran: Tokoh A = 'Aoi T-shatsu wo kite imasu. Kuroi zubon wo haite imasu.'; Tokoh B = 'Shiroi shatsu wo kite imasu. Kon'iro no sukaato wo haite imasu.'; Tokoh C = 'Akai seetaa wo kite imasu. Aoi jiinzu wo haite imasu.'; Tokoh D = 'Kiiroi T-shatsu wo kite imasu. Guree no zubon wo haite imasu.' (20 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan menggembirakan 'Fuku no Batoru' (Fashion Face-off), di mana satu murid bertanya 'Nani wo kite imasuka?' dan murid pasangannya secara spontan merespons secara lisan busana atasan dan bawahan yang sedang mereka kenakan hari itu secara riil dengan pola '[atasan] wo kite imasu. [bawahan] wo haite imasu.' secara bergantian (20 menit).
- Setiap murid mengomunikasikan gagasannya secara lisan di depan kelas atau di kelompok mengenai pakaian atasan dan bawahan yang sedang dikenakannya sendiri hari itu secara mandiri (misal: 'Watashi wa shiro no shatsu wo kite imasu. Haiiro no zubon wo haite imasu.') yang diamati langsung oleh guru menggunakan lembar observasi berbicara (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi kelancaran dan ketepatan pemilahan verba lisan (kite imasu vs haite imasu) yang baru saja dipraktikkan, mencatat hal yang masih membingungkan atau kata benda pakaian yang paling sering digunakan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa lisan murid, mengapresiasi keberanian berbicara, dan meluruskan ketepatan partikel 'wo' serta pemilahan verba atasan/bawahan (10 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan aturan pemakaian verba busana lisan (kite imasu untuk atasan, haite imasu untuk bawahan) dan menutup pelajaran dengan aisatsu penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan verba, disediakan kartu bantuan visual pembagian area tubuh (atas = kite imasu, bawah = haite imasu); bagi murid yang mahir, ditantang menambahkan variasi warna busana atasan dan bawahan secara mandiri tanpa jeda ragu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan singkat menggunakan 2 kartu gambar (kemeja dan rok): 'Kore wa shatsu desu. Kimasuka, haimasuka?' dan 'Kore wa sukaato desu. Kimasuka, haimasuka?' (Acuan jawaban benar: shatsu -> kimasu/kite imasu; sukaato -> haimasu/haite imasu).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berbicara saat permainan 'Fuku no Batoru' dan presentasi lisan individual tentang busana atasan dan bawahan yang sedang dikenakan (Kriteria ketercapaian: tepat menyebutkan minimal 1 pakaian atasan dengan partikel 'wo' + 'kite imasu' dan 1 pakaian bawahan dengan partikel 'wo' + 'haite imasu').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 3 kosakata pakaian secara acak ('T-shatsu', 'zubon', 'seetaa'), murid serempak merespons dengan kata kerja lisan yang tepat (Acuan: T-shatsu -> kite imasu; zubon -> haite imasu; seetaa -> kite imasu).
Formatif:- Unjuk kerja lisan (speaking performance) mendeskripsikan pakaian atasan dan bawahan yang sedang dikenakan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengomunikasikan Gagasan Busana Atasan dan Bawahan secara Lisan | Belum mampu mengomunikasikan pakaian atasan maupun bawahan secara lisan, atau keliru memasangkan kedua kata kerja (misal: zubon wo kite imasu atau shatsu wo haite imasu) meski telah dibimbing. | Mampu mengomunikasikan secara lisan 1 jenis busana (atasan saja atau bawahan saja) dengan verba dan partikel yang tepat ('wo kite imasu' atau 'wo haite imasu') dengan bantuan/bimbingan guru. | Mampu mengomunikasikan secara lisan kedua gagasan busana (1 atasan dengan 'wo kite imasu' dan 1 bawahan dengan 'wo haite imasu') secara tepat sesuai busana yang sedang dikenakan secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan secara lisan gagasan busana atasan dan bawahan yang sedang dikenakan secara tepat (memadukan warna dan jenis pakaian lengkap) secara fasih, lancar tanpa keraguan sedikit pun secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan penggunaan kata kerja 'kite imasu' dan 'haite imasu' secara spontan dalam ujaran lisan?
- Bagian kegiatan mana dari permainan 'Fuku no Batoru' yang paling efektif meningkatkan keaktifan berbicara murid?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menyebutkan baju atasan dan celana/rok yang sedang saya pakai hari ini dalam bahasa Jepang dengan kata kerja yang benar?
- Kata kerja mana yang menurut saya masih sering tertukar saat diucapkan?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan secara Lisan Gagasan Lengkap Busana dan Aksesori yang Sedang Dikenakan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.3 Mengomunikasikan gagasan secara lisan tentang busana yang sedang dikenakan dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan gagasan secara lisan mengenai kombinasi lengkap busana dan aksesori yang sedang dikenakan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar seorang tokoh yang mengenakan 4 atribut busana: (1) kemeja putih [boushi/katsu/shatsu], (2) celana panjang hitam [zubon], (3) kacamata [megane], (4) topi merah [boushi], lalu meminta 2 orang perwakilan murid menyebutkan verba pasangannya secara lisan (acuan jawaban: shatsu wo kite imasu, zubon wo haite imasu, megane wo kakete imasu, boushi wo kabutte imasu) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan lisan dari guru mengenai pasangan kata benda busana/aksesori dan verba bentuk sedang dipakai: kemeja/kaus menggunakan 'kite imasu', celana/rok/sepatu menggunakan 'haite imasu', topi menggunakan 'kabutte imasu', kacamata menggunakan 'kakete imasu', serta jam tangan/dasi/ikat pinggang menggunakan 'shite imasu' (10 menit).
- Murid secara bergiliran menirukan pelafalan 4 kalimat model lisan tentang busana lengkap: (1) 'Watashi wa shiroi shatsu wo kite imasu', (2) 'Kuroi zubon wo haite imasu', (3) 'Megane wo kakete imasu', dan (4) 'Aoi boushi wo kabutte imasu' untuk mengonfirmasi ketepatan struktur kalimat lisan (acuan: pola '[Benda/Aksesori] wo [verba bentuk ~te imasu]') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Fashion Relay' yang menggembirakan: Setiap pasangan menerima kartu ilustrasi tokoh bergaya busana lengkap, lalu saling mengomunikasikan secara lisan apa yang sedang dipakai tokoh tersebut secara bergantian tanpa membaca teks tertulis (20 menit).
- Tiap murid secara mandiri mengomunikasikan secara lisan gagasan lengkap tentang busana dan aksesori yang sedang mereka sendiri kenakan hari ini (mencakup minimal 3 komponen: atasan/bawahan/aksesori) di hadapan pasangannya atau guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memberikan umpan balik lisan mengenai ketepatan pemilihan verba pemakaian busana (~kite imasu, ~haite imasu, ~kabutte imasu, ~kakete imasu, ~shite imasu) yang baru saja mereka tuturkan (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan intisari aturan lisan penggunaan verba busana dan aksesori dalam bahasa Jepang (5 menit).
- Guru memberikan konfirmasi capaian belajar dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual berisi pengelompokan ikon verba pemakaian busana bagi murid yang membutuhkan perancah.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, latihan lisan dimulai dari menyebutkan 2 komponen pakaian terlebih dahulu; bagi murid yang mahir, ditantang mengomunikasikan 4 hingga 5 komponen pakaian dan aksesori lengkap sekaligus.
- Produk: Produksi lisan diungkapkan secara langsung berpasangan dengan rentang jumlah atribut busana minimal 3 komponen sesuai tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru menunjukkan kartu visual tokoh dengan 4 atribut pakaian/aksesori, murid mengidentifikasi pasangan verba secara lisan. Butir stimulus: (1) kemeja (shatsu) -> verba: kite imasu; (2) celana (zubon) -> verba: haite imasu; (3) topi (boushi) -> verba: kabutte imasu; (4) kacamata (megane) -> verba: kakete imasu. Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 2 pasangan kata benda dan verba pemakaian secara tepat.
Proses:- Pengamatan performa lisan murid saat latihan 'Fashion Relay' dan saat menuturkan busana yang sedang dikenakan diri sendiri. Acuan kebenaran lisan: (1) Atasan memakai verba 'kite imasu', (2) Bawahan/alas kaki memakai verba 'haite imasu', (3) Penutup kepala memakai verba 'kabutte imasu', (4) Kacamata memakai verba 'kakete imasu', (5) Aksesori lain (jam/dasi/ikat pinggang) memakai verba 'shite imasu'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 3 murid secara acak untuk mengomunikasikan masing-masing 1 kalimat lisan tentang salah satu aksesori/pakaian yang sedang mereka pakai dengan verba yang tepat (acuan: ketepatan verba 'kabutte imasu' untuk penutup kepala, 'kakete imasu' untuk kacamata, 'shite imasu' untuk aksesori, 'kite imasu' untuk atasan, atau 'haite imasu' untuk bawahan/sepatu).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja berpasangan mengomunikasikan busana dan aksesori yang sedang dikenakan menggunakan rubrik ketercapaian lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian verba pemakaian busana dan aksesori secara lisan | Mengomunikasikan busana/aksesori secara lisan namun seluruh pemilihan verba keliru (tidak sesuai dengan kategori pakaian/aksesori yang dimaksud). | Mengomunikasikan busana/aksesori secara lisan dengan 1 verba pemakaian yang tepat dari minimal 3 komponen busana yang diujikan. | Mengomunikasikan busana/aksesori secara lisan dengan 2 verba pemakaian yang tepat dari minimal 3 komponen busana yang diujikan. | Mengomunikasikan busana/aksesori secara lisan dengan seluruh verba pemakaian tepat (minimal 3 komponen busana lengkap mencakup pakaian dan aksesori) secara mandiri. | | Kelengkapan gagasan busana dan aksesori yang sedang dikenakan | Hanya mampu mengomunikasikan gagasan lisan tentang 1 komponen pakaian/aksesori secara terbimbing penuh. | Mampu mengomunikasikan gagasan lisan tentang 2 komponen pakaian/aksesori yang sedang dikenakan dengan bantuan guru. | Mampu mengomunikasikan gagasan lisan tentang 3 komponen pakaian dan aksesori yang sedang dikenakan secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan gagasan lisan tentang 4 komponen atau lebih pakaian dan aksesori yang sedang dikenakan secara mandiri dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas berpasangan 'Fashion Relay' efektif membantu murid membedakan variasi verba pemakaian pakaian dan aksesori?
- Apakah seluruh murid telah mendapatkan giliran untuk mengomunikasikan gagasan busananya secara lisan?
Murid:- Verba pemakaian busana atau aksesori mana yang menurut saya paling mudah dan paling menantang untuk diucapkan?
- Apakah saya sudah percaya diri mengomunikasikan pakaian dan aksesori yang saya kenakan secara lisan dalam bahasa Jepang?
Pertemuan 8 — Menyimpulkan Isi Teks Bacaan Sederhana tentang Ragam Pakaian Tradisional — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.4 Menyimpulkan teks tentang informasi pakaian tradisional serta menghubungkannya dengan teks pakaian harian dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca dan menyimpulkan isi teks sederhana tentang ragam pakaian tradisional dalam bahasa Jepang (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal membaca diagnostik berupa kuis kilat 3 kalimat sederhana di papan tulis untuk mengidentifikasi kosakata pakaian dan warna: (1) Kore wa kimono desu; (2) Shatsu wa shiroi desu; (3) Kore wa Betawi no fuku desu. Murid membaca dalam hati lalu menuliskan maknanya secara ringkas pada lembar secarik kertas (acuan jawaban: 1 = Ini kimono/baju tradisional Jepang; 2 = Kemejanya putih; 3 = Ini pakaian adat Betawi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran mencermati Teks Bacaan 1 yang disajikan guru: 'Kore wa Betawi no dentoutekina fuku desu. Sadariah to iimasu. Sadariah wa otoko no fuku desu. Shatsu wa shiroi desu. Zubon wa kuroi desu. Gendou-san wa kuroi peci wo kabutte imasu.' (acuan isi: Pakaian tradisional Betawi untuk laki-laki bernama Sadariah; kemeja putih, celana hitam, memakai peci hitam) (10 menit).
- Murid menelaah unsur-unsur kunci informasi dalam teks (nama busana, daerah asal, pemakai, komponen warna, dan aksesori penutup kepala) dengan menjawab 4 pertanyaan pemandu pemahaman bacaan pada lembar telaah: (1) Nama pakaian adat; (2) Daerah asal; (3) Jenis pemakai (laki-laki/perempuan); (4) Warna kemeja dan celana (acuan: 1=Sadariah, 2=Betawi, 3=otoko/laki-laki, 4=kemeja putih/celana hitam) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan membaca cepat dan tepat 'Dokkai Bingo Challenge' yang menggembirakan: murid membaca Teks Bacaan 2 secara mandiri: 'Kore wa Jawa no dentoutekina fuku desu. Kebaya to iimasu. Kebaya wa onna no fuku desu. Kebaya wa akai desu. Rokku wa cha-iroi desu. Rina-san wa kireina kebaya wo kite imasu.' (acuan isi: Pakaian tradisional Jawa untuk perempuan bernama Kebaya; kebaya merah, rok/bawahan cokelat) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja asesmen proses berupa penarikan simpulan 5 butir pernyataan Benar/Salah (Maru/Batsu) berdasarkan Teks 1 dan Teks 2: Butir 1: 'Sadariah wa onna no fuku desu' (Kunci: Batsu/Salah); Butir 2: 'Sadariah no shatsu wa shiroi desu' (Kunci: Maru/Benar); Butir 3: 'Kebaya wa Jawa no dentoutekina fuku desu' (Kunci: Maru/Benar); Butir 4: 'Kebaya wa kuroi desu' (Kunci: Batsu/Salah); Butir 5: 'Gendou-san wa peci wo kabutte imasu' (Kunci: Maru/Benar) (15 menit).
- Murid melengkapi tabel simpulan ringkasan komparasi teks sederhana untuk 4 komponen: Nama Busana (Sadariah | Kebaya), Asal Daerah (Betawi | Jawa), Pemakai (Laki-laki/Otoko | Perempuan/Onna), Warna Utama (Putih & Hitam | Merah & Cokelat) (acuan: tabel terisi tepat sesuai data teks) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berkesadaran memeriksa kembali ketepatan hasil simpulan membaca teks pakaian tradisional dan menandai kosakata bahasa Jepang yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu diperdalam (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama mengenai cara menemukan informasi kunci dan menyimpulkan isi teks deskriptif pakaian tradisional (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja membaca murid dan menyampaikan materi pertemuan berikutnya, yaitu menghubungkan teks pakaian tradisional dengan pakaian harian (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan beranotasi romaji dan glosarium kosakata; murid yang mahir membaca teks bertuliskan huruf kana secara mandiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding diberikan panduan penanda warna teks untuk menemukan kata kunci; murid cepat langsung menyelesaikan telaah simpulan tabel mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyimpulkan 5 butir Maru/Batsu dan mengisi 4 komponen tabel simpulan teks secara tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca 3 kalimat pendek dan menuliskan artinya: (1) Kore wa kimono desu; (2) Shatsu wa shiroi desu; (3) Kore wa Betawi no fuku desu. (Acuan jawaban: 1 = Ini kimono/pakaian tradisional Jepang; 2 = Kemejanya berwarna putih; 3 = Ini pakaian adat Betawi).
Proses:- Membaca Teks 1 dan Teks 2 lalu menyimpulkan kebenaran 5 pernyataan: (1) Sadariah wa onna no fuku desu [Kunci: Batsu]; (2) Sadariah no shatsu wa shiroi desu [Kunci: Maru]; (3) Kebaya wa Jawa no dentoutekina fuku desu [Kunci: Maru]; (4) Kebaya wa kuroi desu [Kunci: Batsu]; (5) Gendou-san wa peci wo kabutte imasu [Kunci: Maru].
- Mengisi tabel simpulan 4 komponen berdasarkan Teks 1 dan Teks 2: Nama Busana (Sadariah | Kebaya), Asal Daerah (Betawi | Jawa), Pemakai (Otoko | Onna), Warna Utama (Shiroi & Kuroi | Akai & Cha-iroi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid membaca 1 teks mini baru 'Kore wa Bali no fuku desu. Udeng wo kabutte imasu.' lalu menyimpulkan dalam 1 kalimat bahasa Indonesia: teks tersebut tentang pakaian adat Bali dengan aksesori penutup kepala udeng (acuan: memuat nama daerah Bali dan aksesori penutup kepala udeng).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal membaca teks sederhana (3 butir kalimat dasar)
- Asesmen formatif proses: Penarikan simpulan membaca melalui 5 butir Maru/Batsu dan tabel ringkasan informasi teks pakaian tradisional
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menyimpulkan Informasi Teks Pakaian Tradisional | Menyimpulkan isi teks dengan tepat pada 1-2 dari 5 butir Maru/Batsu dan mengisi kurang dari 2 komponen tabel simpulan teks. | Menyimpulkan isi teks dengan tepat pada 3 dari 5 butir Maru/Batsu dan melengkapi 2-3 komponen tabel simpulan teks. | Menyimpulkan isi teks dengan tepat pada 4 dari 5 butir Maru/Batsu dan melengkapi seluruh 4 komponen tabel simpulan teks secara mandiri. | Menyimpulkan isi teks dengan tepat pada seluruh 5 butir Maru/Batsu dan melengkapi seluruh 4 komponen tabel simpulan teks secara tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan sederhana tentang pakaian tradisional yang disajikan dapat dipahami dengan baik oleh murid?
- Bagian mana dari kegiatan membaca dan menyimpulkan teks yang paling membutuhkan bimbingan intensif?
Murid:- Informasi apa saja tentang pakaian tradisional yang berhasil saya temukan dan simpulkan dari teks bacaan?
- Strategi membaca apa yang membantu saya memahami kata-kata tentang pakaian dan warna dalam bahasa Jepang?
Pertemuan 9 — Menyimpulkan Teks Pakaian Tradisional serta Menghubungkannya dengan Teks Pakaian Harian — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.4 Menyimpulkan teks tentang informasi pakaian tradisional serta menghubungkannya dengan teks pakaian harian dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid dalam bahasa Jepang, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan isi teks tentang pakaian tradisional (yukata/kimono) dan menghubungkannya dengan teks tentang pakaian harian (fuku/T-shatsu) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca 2 kalimat pendek di papan tulis: Kalimat 1: 'Natsu matsuri ni yukata o kimasu.' dan Kalimat 2: 'Uchi de T-shatsu o kimasu.', lalu murid memilih fungsi pemakaian masing-masing teks (acuan: Kalimat 1 dipakai saat festival musim panas/matsuri; Kalimat 2 dipakai saat di rumah/sehari-hari) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca dua teks bacaan pendek berdampingan pada lembar bacaan: Teks A (Pakaian Tradisional: 'Ken-san wa natsu matsuri ni yukata o kimasu. Yukata wa aoi desu. Geta o hakimasu.') dan Teks B (Pakaian Harian: 'Ken-san wa nichiyoubi ni tomodachi to machi e ikimasu. T-shatsu to jiinzu o kimasu. Kutsushita to suniikaa o hakimasu.') dengan penuh perhatian (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi komponen pembanding dari kedua teks: jenis busana, alas kaki, serta situasi/waktu penggunaannya untuk memahami struktur perbandingan teks (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas tantangan cepat membaca 'Pilihan Tepat Berpasangan' yang menggembirakan, murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu hubungan pakaian dengan teks bacaan: Kartu 1: 'Yukata' -> festival musim panas/natsu matsuri; Kartu 2: 'T-shatsu to jiinzu' -> jalan-jalan hari Minggu/nichiyoubi; Kartu 3: 'Geta' -> alas kaki pasangan yukata; Kartu 4: 'Suniikaa' -> alas kaki pasangan pakaian santai harian (acuan kecocokan: 1-matsuri, 2-jalan-jalan, 3-yukata, 4-suniikaa) (15 menit).
- Secara mandiri, murid membaca Teks Komparasi Tambahan: Teks Tradisional: 'Aoi-san wa shougatsu ni kimono o kimasu. Kimono wa akai desu.' dan Teks Harian: 'Gakkou de seifuku o kimasu. Seifuku wa shiro to kon desu.', lalu menyimpulkan 4 butir perbandingan pada lembar kerja: (1) jenis pakaian tradisional Aoi, (2) waktu pemakaian pakaian tradisional Aoi, (3) jenis pakaian harian/sekolah Aoi, (4) perbedaan konteks waktu pemakaian kedua pakaian (acuan jawaban: 1 = kimono merah/akai kimono; 2 = tahun baru/shougatsu; 3 = seragam sekolah/seifuku putih dan biru tua; 4 = kimono untuk hari raya/tradisi shougatsu sedangkan seifuku untuk aktivitas rutin sekolah/gakkou) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil simpulan dan kaitan antarteks yang telah dikerjakan bersama kunci verifikasi guru, mencermati ketepatan inferensi hubungan konteks pemakaian (10 menit).
- Murid menyadari makna pelestarian budaya tradisional di tengah kepraktisan pakaian harian modern berdasarkan teks yang telah dibaca (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menghubungkan informasi pakaian tradisional dan pakaian harian dari teks tertulis berdasarkan konteks situasi dan komponen busana (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat pengecekan pemahaman: 1 pertanyaan tertulis membaca cepat: 'Jika teks menyebutkan hanabi taikai (pesta kembang api), pakaian mana yang dihubungkan dengan teks tersebut berdasarkan konteks bacaan yang telah dipelajari: yukata atau seifuku?' (acuan jawaban: yukata) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas fokus membaca murid dan menutup pertemuan dengan salam penutup khas Jepang (mata raishuu/sayounara) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi glosarium kosakata (yukata, natsu matsuri, geta, seifuku, fuku). Murid yang mahir membaca teks tanpa bantuan glosarium.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing langsung menemukan kata kunci penanda waktu (matsuri, shougatsu vs nichiyoubi, gakkou), sedangkan murid yang cepat langsung menghubungkan kedua teks secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi 4 butir simpulan hubungan teks; murid yang mahir menambahkan perbandingan warna dan alas kaki dari kedua teks.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca terbimbing: Murid membaca 2 kalimat singkat di papan tulis: (1) 'Natsu matsuri ni yukata o kimasu.' dan (2) 'Uchi de T-shatsu o kimasu.', lalu mengidentifikasi mana yang menunjukkan pakaian tradisional dan mana pakaian harian santai (acuan jawaban: kalimat 1 adalah pakaian tradisional untuk festival; kalimat 2 adalah pakaian harian santai di rumah).
Proses:- Formatif membaca mandiri pada lembar kerja: Murid menyimpulkan perbandingan 4 butir teks Aoi-san: (1) jenis pakaian tradisional (acuan: kimono akai/merah), (2) momen pemakaian pakaian tradisional (acuan: shougatsu/tahun baru), (3) jenis pakaian harian sekolah (acuan: seifuku shiro to kon/seragam putih dan biru tua), (4) simpulan hubungan waktu pemakaian (acuan: kimono untuk perayaan tahun baru, seifuku untuk sekolah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca di akhir sesi: Murid menjawab pertanyaan tertulis: 'Berdasarkan kaitan konteks pemakaian dalam teks yang telah dipelajari, pakaian mana yang dipilih tokoh saat hanabi taikai: yukata atau seifuku?' (acuan jawaban benar: yukata).
Formatif:- Tes diagnostik membaca 2 kalimat di awal pertemuan
- Observasi aktivitas tantangan berpasangan menjodohkan kartu kaitan teks
- Lembar kerja membaca mandiri menyimpulkan perbandingan teks pakaian tradisional dan harian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan isi teks pakaian tradisional serta menghubungkannya dengan teks pakaian harian | Mampu menyimpulkan paling banyak 1 dari 4 butir informasi perbandingan teks pakaian tradisional dan teks pakaian harian secara tepat. | Mampu menyimpulkan 2 dari 4 butir informasi perbandingan teks pakaian tradisional dan teks pakaian harian secara tepat. | Mampu menyimpulkan 3 dari 4 butir informasi perbandingan teks pakaian tradisional dan teks pakaian harian secara tepat. | Mampu menyimpulkan seluruh 4 butir informasi perbandingan teks pakaian tradisional dan teks pakaian harian secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menemukan kata kunci penanda konteks pemakaian pakaian tradisional dan harian dalam teks bacaan?
- Bagian mana dari perbandingan dua teks yang paling memerlukan pendampingan guru?
Murid:- Apakah saya dapat membedakan situasi pemakaian yukata/kimono dengan pakaian harian dari teks yang saya baca?
- Strategi membaca apa yang paling membantu saya saat menghubungkan isi dua teks yang berbeda?
Pertemuan 10 — Menyusun Kalimat Tulis Sederhana tentang Pakaian yang Dikenakan Berdasarkan Ilustrasi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.5 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi pakaian dan aksesori yang dikenakan dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun kalimat tulis sederhana dalam bahasa Jepang tentang pakaian yang dikenakan berdasarkan stimulus ilustrasi tokoh (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 kata benda pakaian pada kartu: (1) shatsu, (2) sukaato, (3) boushi, lalu meminta murid menuliskan pasangan kata kerja pakai yang sesuai di lembar coret masing-masing (acuan jawaban: shatsu -> kimasu/kite imasu; sukaato -> hakimasu/haite imasu; boushi -> kaburimasu/kabutte imasu) untuk memetakan kesiapan murid dalam menyusun kalimat (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan sebuah ilustrasi tokoh bernama Ken yang mengenakan kemeja putih (shiroi shatsu) dan celana panjang hitam (kuroi zubon), kemudian membedah struktur penyusunan kalimat tulisnya di papan tulis: [Subjek] wa [warna + jenis pakaian] wo [kata kerja bentuk ~te imasu] (contoh: Ken-san wa shiroi shatsu wo kite imasu. Kuroi zubon wo haite imasu) (10 menit).
- Secara berpasangan, murid mencermati lembar contoh berisi 2 ilustrasi dan menganalisis kecocokan pilihan kata kerja bantu pakai sesuai letak busana pada tubuh (atasan: kite imasu; bawahan/kaki: haite imasu; kepala: kabutte imasu) agar memahami aturan kombinasi frasa busana dan kata kerjanya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan tebak-tulis cepat 'Pashatto Sentense' secara ceria: guru membuka 3 kartu ilustrasi acak di layar proyektor (Kartu A: Sakura memakai kaos merah; Kartu B: Budi memakai celana biru; Kartu C: Emi memakai topi kuning), lalu setiap murid berlomba menuliskan 1 kalimat tulis yang paling tepat untuk masing-masing kartu di papan tulis mini mereka (acuan: Kartu A: Akai shatsu wo kite imasu; Kartu B: Aoi zubon wo haite imasu; Kartu C: Kiiroi boushi wo kabutte imasu) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Menulis yang memuat 4 ilustrasi tokoh berbeda lengkap dengan atribut warna dan jenis pakaian/aksesorinya: Ilustrasi 1: Tanaka memakai kemeja biru; Ilustrasi 2: Siti memakai rok abu-abu; Ilustrasi 3: Rian memakai sepatu hitam; Ilustrasi 4: Aoi memakai topi putih (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan kalimat masing-masing dengan mencocokkan pada rubrik ketepatan kosakata dan partikel 'wo' serta kesesuaian kata kerja bantu pakai (kite imasu / haite imasu / kabutte imasu), lalu menandai sendiri bagian kalimat yang sudah tepat dan bagian yang masih perlu disempurnakan (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin pembelajaran tentang kaidah menyusun kalimat tulis sederhana deskripsi pakaian berdasarkan ilustrasi tokoh (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan menulis murid dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya (Pertemuan 11) akan melanjutkan latihan menulis ke tingkat paragraf deskripsi pakaian dan aksesori yang lebih lengkap (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan tambahan disediakan daftar bantuan berupa tabel padanan kata kerja (atasan: kimasu/kite imasu; bawahan: hakimasu/haite imasu; kepala: kaburimasu/kabutte imasu). Bagi murid yang telah mahir diberikan tantangan menuliskan 2 kalimat per ilustrasi yang menggabungkan pakaian dan aksesori sekaligus secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis: Murid menuliskan pasangan kata kerja pakai bentuk ~te imasu untuk 3 kosakata pakaian berikut: (1) shatsu, (2) sukaato, (3) boushi (acuan jawaban: 1. kite imasu; 2. haite imasu; 3. kabutte imasu).
Proses:- Penilaian tugas menulis mandiri pada Lembar Kerja berdasar 4 ilustrasi tokoh: Murid menyusun 4 kalimat tulis sederhana bahasa Jepang. Daftar target dan kunci acuan: Butir 1 (Tanaka): 'Tanaka-san wa aoi shatsu wo kite imasu' (atau variasi tanpa subjek: 'Aoi shatsu wo kite imasu'); Butir 2 (Siti): 'Siti-san wa guree no sukaato wo haite imasu' (atau 'Guree no sukaato wo haite imasu'); Butir 3 (Rian): 'Rian-san wa kuroi kutsu wo haite imasu' (atau 'Kuroi kutsu wo haite imasu'); Butir 4 (Aoi): 'Aoi-san wa shiroi boushi wo kabutte imasu' (atau 'Shiroi boushi wo kabutte imasu').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 kalimat tulis sederhana untuk mendeskripsikan 1 gambar tokoh bernama Hana yang memakai jilbab putih (acuan jawaban: 'Hana-san wa shiroi jirubabbu wo kabutte imasu' atau 'Shiroi jirubabbu wo kabutte imasu').
Formatif:- Pemeriksaan lembar diagnostik awal (pasangan kosakata pakaian dan kata kerja)
- Observasi unjuk kerja menulis kalimat tulis sederhana pada Lembar Kerja 4 Ilustrasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menyusun Kalimat Tulis Berdasarkan Ilustrasi | Menyusun kalimat tulis sederhana dengan tepat maksimal 1 dari 4 kalimat sesuai acuan ilustrasi (butir 1-4). | Menyusun kalimat tulis sederhana dengan tepat pada 2 dari 4 kalimat sesuai acuan ilustrasi (butir 1-4). | Menyusun kalimat tulis sederhana dengan tepat pada 3 dari 4 kalimat sesuai acuan ilustrasi (butir 1-4) secara mandiri. | Menyusun kalimat tulis sederhana dengan tepat pada seluruh 4 kalimat sesuai acuan ilustrasi (butir 1: Tanaka memakai kemeja biru; butir 2: Siti memakai rok abu-abu; butir 3: Rian memakai sepatu hitam; butir 4: Aoi memakai topi putih) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 JP mencukupi bagi seluruh murid untuk berlatih menyusun kalimat tulis sederhana tentang pakaian?
- Bagian mana dari struktur kalimat (pemilihan partikel 'wo' atau pemilihan verba kite/haite/kabutte imasu) yang paling banyak memerlukan bimbingan ulang?
Murid:- Apakah saya sudah bisa membedakan penggunaan kata kerja kite imasu, haite imasu, dan kabutte imasu saat menulis kalimat?
- Langkah apa yang akan saya lakukan agar lebih teliti saat menyusun kalimat tulis tentang pakaian dalam bahasa Jepang?
Pertemuan 11 — Menyusun Teks Tulis Sederhana tentang Deskripsi Lengkap Pakaian dan Aksesori yang Dikenakan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.5 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi pakaian dan aksesori yang dikenakan dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menyusun teks tulis sederhana yang mendeskripsikan busana lengkap mencakup atasan, bawahan, alas kaki/kaus kaki, dan aksesori dalam bahasa Jepang (4 menit).
- Asesmen Awal: Murid mengerjakan latihan diagnostik singkat pada lembar memo berupa penjodohan 4 pasang kata benda busana dengan verba padanannya: (1) shatsu (baju kemeja) -> kimasu/kite imasu; (2) sukaato (rok) -> hakimasu/haite imasu; (3) boushi (topi) -> kaburimasu/kabutte imasu; (4) beruto (ikat pinggang) -> shimasu/shite imasu (kunci: 1-kimasu, 2-hakimasu, 3-kaburimasu, 4-shimasu) untuk mengecek kesiapan sebelum menyusun teks (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati contoh teks model deskripsi busana lengkap (5 kalimat): 'Kore wa Ken-san desu. Ken-san wa kuroi shatsu wo kite imasu. Aoi jiinzu wo haite imasu. Shiroi kutsu wo haite imasu. Kuroi beruto wo shite imasu.' (acuan: pola kalimat warna + nomina + partikel wo + verba bentuk ~te imasu) (10 menit).
- Game Bahasa Cepat 'Verba Swap Challenge': Guru menampilkan kartu potongan kosakata busana dan verba secara acak; murid secara bergantian memilah dan memasangkan secara tepat potongan verba 'kite imasu', 'haite imasu', 'kabutte imasu', dan 'shite imasu' dengan kartu pakaian/aksesori yang sesuai sebelum mulai menulis teks (acuan pasangan: nekutai -> shite imasu; hemettou/boushi -> kabutte imasu; zubon/kutsu -> haite imasu; jaketto/t-shatsu -> kite imasu) (12 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Berdasarkan lembar panduan profil tokoh visual 'Sakura-san' (mengenakan kemeja putih, rok abu-abu, sepatu hitam, kaus kaki putih, dan jilbab/topi putih), murid secara mandiri menyusun draf teks tulis deskripsi busana minimal 5 kalimat lengkap dengan verba pemakaian yang tepat (kriteria: kalimat pembuka pengenalan tokoh, atasan dengan ~kite imasu, bawahan dengan ~haite imasu, alas kaki dengan ~haite imasu, dan aksesori/penutup kepala dengan ~kabutte imasu/~shite imasu) (31 menit).
- Murid melakukan penyuntingan mandiri (self-editing) teks tulis yang telah disusun dengan mencocokkan drafnya pada daftar periksa mandiri unsur wajib teks: subjek/tokoh, atasan, bawahan, alas kaki, dan aksesori (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali teks tulis buatannya untuk mengenali ketepatan penggunaan variasi verba pemakaian pakaian/aksesori yang telah ditulis (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum struktur pembentukan teks tulis deskripsi pakaian dan aksesori lengkap dalam bahasa Jepang (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap draf tulisan murid serta menginformasikan bahwa draf teks tulis ini akan dipoles dan diselesaikan sebagai draf final pakaian favorit pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu berupa daftar pilihan pasangan verba busana bagi murid yang membutuhkan perancah tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun kalimat per kalimat dengan kartu panduan urutan atasan-bawahan-aksesori; murid yang mahir menyusun teks deskripsi busana mandiri dengan variasi kombinasi warna dan aksesori ganda (misal jam tangan dan ikat pinggang).
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menghasilkan draf teks tulis minimal 4 kalimat deskripsi busana; murid mahir menyusun teks tulis lengkap berisi 5 kalimat atau lebih mencakup aksesori tambahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik penjodohan 4 pasangan kosakata busana dan kata kerja pemakaian: (1) shatsu -> kimasu/kite imasu; (2) sukaato -> hakimasu/haite imasu; (3) boushi -> kaburimasu/kabutte imasu; (4) beruto -> shimasu/shite imasu (kunci: 1-kimasu, 2-hakimasu, 3-kaburimasu, 4-shimasu; kriteria ketercapaian awal: murid minimal menjodohkan 3 dari 4 pasang dengan tepat).
Proses:- Pemeriksaan draf teks tulis murid saat menyusun deskripsi pakaian tokoh 'Sakura-san' (kriteria: teks memuat minimal 4-5 kalimat tertulis yang menyebutkan pakaian atasan, bawahan, alas kaki, serta aksesori/penutup kepala menggunakan bentuk verba yang tepat: kite imasu, haite imasu, shite imasu/kabutte imasu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penyusunan teks pada penutup: pemeriksaan kelengkapan naskah tulisan murid dengan lembar periksa keterpenuhan 4 komponen busana (atasan, bawahan, alas kaki, aksesori) dan verba pasangannya.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal penjodohan 4 pasang verba pakaian pada lembar memo
- Observasi unjuk kerja penyusunan teks tulis deskripsi pakaian dan aksesori melalui rubrik ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Isi Teks Tulis Pakaian dan Aksesori | Teks hanya memuat 1-2 kalimat deskripsi pakaian dan belum mencantumkan unsur aksesori. | Teks memuat 3 kalimat deskripsi pakaian tetapi belum mencakup unsur aksesori atau alas kaki. | Teks memuat 4 kalimat deskripsi yang mencakup pakaian atasan, bawahan, dan alas kaki/aksesori. | Teks memuat 5 kalimat atau lebih secara lengkap mendeskripsikan pakaian atasan, bawahan, alas kaki, dan aksesori/penutup kepala. | | Ketepatan Pasangan Kosakata Busana dan Verba Pemakaian dalam Teks | Terdapat lebih dari 3 kesalahan pemasangan verba pemakaian busana (kite imasu, haite imasu, kabutte imasu, shite imasu) pada kalimat yang disusun. | Terdapat 2-3 kesalahan pemasangan verba pemakaian busana pada kalimat yang disusun. | Terdapat 1 kesalahan pemasangan verba pemakaian busana pada kalimat yang disusun. | Seluruh verba pemakaian busana (kite imasu, haite imasu, kabutte imasu, shite imasu) dipasangkan secara tepat tanpa kesalahan pada teks yang disusun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perancah dan contoh teks model membantu murid menyusun kalimat deskripsi busana menjadi teks yang utuh?
- Bagian pola kalimat verba pemakaian manakah yang paling sering tertukar saat murid menyusun teks deskripsi busana?
Murid:- Apakah saya sudah dapat memasangkan verba pemakaian pakaian dan aksesori secara tepat ke dalam kalimat tertulis?
- Langkah apa yang paling membantu saya saat menyusun deskripsi busana lengkap dari atasan hingga aksesori?
Pertemuan 12 — Menyusun Draf Final Teks Tulis Terintegrasi Mengenai Pakaian dan Aksesori Favorit — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.5 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi pakaian dan aksesori yang dikenakan dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun draf final teks tulis terintegrasi mengenai pakaian dan aksesori favorit dalam bahasa Jepang sederhana (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta melengkapi 3 kalimat rumpang pada papan tulis/kartu dengan partikel dan verba pakai yang tepat (3 kalimat diagnostik: (1) Watashi wa aoi T-shatsu ... [wo kite imasu]; (2) Kuroi zubon ... [wo haite imasu]; (3) Akai boushi ... [wo kabutte imasu]) untuk mengecek kesiapan menyusun teks tulis (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh teks model deskripsi terintegrasi busana favorit pada lembar kerja: 'Watashi wa aoi nagasode shatsu wo kite imasu. Shiroi sukaato wo haite imasu. Kuroi kutsu wo haite imasu. Chairoi beruto wo shite imasu. Akai boushi wo kabutte imasu.' Guru memfasilitasi pemahaman struktur teks tulis minimal 5 kalimat deskriptif (12 menit).
- Murid menganalisis aturan penggunaan pasangan jenis pakaian/aksesori dengan verba yang tepat secara berkesadaran: atasan (kimasu/kite imasu), bawahan/alas kaki (hakimasu/haite imasu), penutup kepala (kaburimasu/kabutte imasu), serta aksesori pengikat/perhiasan (shimasu/shite imasu) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Matching & Editing Challenge' secara berpasangan yang menggembirakan: mencocokkan 4 kartu potongan kata (warna + benda) dengan kartu verba yang sesuai sebelum dimasukkan ke dalam draf (misal: 'kiiroi sukaato' dipasangkan dengan 'wo haite imasu') (10 menit).
- Murid secara mandiri menyusun draf final teks tulis sederhana tentang pakaian dan aksesori favorit masing-masing yang terdiri atas minimal 5 kalimat utuh mencakup: 1 kalimat pakaian atasan, 1 kalimat bawahan, 1 kalimat alas kaki, dan minimal 2 kalimat aksesori/pelengkap (24 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali draf final teks tulisnya secara mandiri menggunakan daftar periksa mandiri (apakah verba untuk atasan, bawahan, penutup kepala, dan aksesori sudah tepat dan teks minimal 5 kalimat lengkap) (10 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan lembar draf final teks tulis sederhana untuk dinilai guru (6 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketepatan tulisan dan verba yang digunakan dalam teks, lalu menutup pertemuan dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan kerangka rumpang (sentence starter) berisi pilihan kata kerja pakai, sedangkan murid yang mahir menyusun teks tanpa lembar bantuan dan dapat menambahkan variasi kata sifat warna serta ragam aksesori.
- Proses: Bimbingan terarah secara individual oleh guru diberikan kepada murid yang masih keliru membedakan verba pakai (seperti tertukar antara kimasu dan hakimasu).
- Produk: Draf teks tulis berjenjang: draf standar berisi 5 kalimat deskripsi busana favorit; murid yang lebih cepat menyusun teks deskripsi lebih dari 5 kalimat dengan rincian warna dan jenis aksesori yang lebih kaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik melengkapi 3 kalimat rumpang partikel dan kata kerja pakai: (1) Watashi wa aoi T-shatsu ... (kunci: wo kite imasu); (2) Kuroi zubon ... (kunci: wo haite imasu); (3) Akai boushi ... (kunci: wo kabutte imasu). Kriteria kesiapan: menjawab tepat minimal 2 dari 3 butir.
Proses:- Formatif kinerja menyusun draf teks tulis: memeriksa ketepatan penggunaan kosakata warna dan jenis pakaian/aksesori, ketepatan verba pakai (kite imasu, haite imasu, kabutte imasu, shite imasu), dan kelengkapan struktur draf teks (minimal 5 kalimat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa produk draf final teks tulis sederhana deskripsi pakaian dan aksesori favorit. Kriteria ketercapaian: draf memuat minimal 5 kalimat utuh yang mendeskripsikan atasan, bawahan, alas kaki, serta aksesori dengan ketepatan verba pakai sesuai acuan.
Formatif:- Penilaian proses penyusunan draf final teks tulis sederhana tentang pakaian dan aksesori melalui lembar pengamatan dan daftar periksa tulisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Struktur Teks Tulis Pakaian dan Aksesori | Menyusun teks tulis yang hanya memuat 1-2 kalimat deskripsi pakaian/aksesori. | Menyusun teks tulis yang memuat 3-4 kalimat deskripsi pakaian/aksesori. | Menyusun teks tulis yang memuat tepat 5 kalimat deskripsi lengkap (mencakup atasan, bawahan, alas kaki, dan aksesori). | Menyusun teks tulis yang lengkap lebih dari 5 kalimat deskripsi pakaian dan aksesori secara terintegrasi dan mandiri. | | Ketepatan Kosakata dan Verba Pakai Teks Tulis | Terdapat lebih dari 3 kesalahan penggunaan verba pakai atau kosakata pakaian/aksesori dalam teks. | Terdapat 2-3 kesalahan penggunaan verba pakai atau kosakata pakaian/aksesori dalam teks. | Terdapat maksimal 1 kesalahan penggunaan verba pakai atau kosakata pakaian/aksesori dalam teks. | Seluruh kosakata pakaian, warna, dan verba pakai (kimasu/hakimasu/kaburimasu/shimasu) digunakan secara tepat tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan bimbingan yang diberikan cukup untuk memfasilitasi setiap murid menuntaskan draf teks tulis minimal 5 kalimat?
- Bagian tata bahasa atau verba pakai mana yang masih sering membingungkan murid saat menulis teks deskripsi pakaian?
Murid:- Apakah saya sudah bisa membedakan verba pakai untuk pakaian atasan, bawahan, penutup kepala, dan aksesori dalam teks tulis saya?
- Apakah draf final teks deskripsi pakaian favorit yang saya susun sudah lengkap dan mudah dipahami?
Pertemuan 13 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang jenis dan warna pakaian dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan tentang pakaian yang dikenakan di sekolah dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.3 Mengomunikasikan gagasan secara lisan tentang busana yang sedang dikenakan dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.4 Menyimpulkan teks tentang informasi pakaian tradisional serta menghubungkannya dengan teks pakaian harian dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.7.5 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi pakaian dan aksesori yang dikenakan dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan presensi murid secara tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-13 sebagai sesi Asesmen Sumatif Akhir Bab 7 'Aku Bergaya' yang mencakup tes tulis pemahaman reseptif-produktif serentak serta unjuk kerja berbicara mandiri secara bergiliran (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tulis dan menjelaskan prosedur pengerjaan tes tulis serentak (Bagian 1 Menyimak, Bagian 2 Membaca, dan Bagian 3 Menulis) serta mekanisme rotasi unjuk kerja berbicara lisan individual di meja guru (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- TUGAS 1: Murid mengerjakan Bagian 1 Tes Menyimak secara serentak mendengarkan audio klasikal berupa 3 dialog pendek: Dialog 1 (Ken-san: 'Kuroi shatsu wo kite imasu'), Dialog 2 (Ayu-san: 'Shiroi wanpiisu wo kite imasu'), Dialog 3 (Budi-san: 'Aoi zubon wo haite imasu'). Murid mencatat simpulan jenis dan warna pakaian pada lembar jawaban (acuan benar: 1. Kuroi shatsu / kemeja hitam; 2. Shiroi wanpiisu / terusan gaun putih; 3. Aoi zubon / celana panjang biru). Pilihan pengalih pada lembar: akai sukaato, kiiroi boushi (12 menit).
- TUGAS 1 (lanjutan): Murid mengerjakan Bagian 2 Membaca dan Menyimpulkan Teks Perbandingan. Teks memuat bacaan: 'Ken-san wa natsumatsuri de aoi yukata wo kimasu. Gakkou de wa getsuyoubi ni shiroi shatsu to kuroi zubon wo kimasu'. Murid menyimpulkan perbandingan pakaian tradisional vs harian sekolah (acuan benar: Pakaian tradisional = yukata warna biru untuk natsumatsuri/festival musim panas; Pakaian harian sekolah = kemeja putih dan celana panjang hitam untuk hari Senin; Hubungan keduanya: yukata dipakai khusus saat perayaan budaya tradisional, sedangkan kemeja dan celana dipakai rutin di sekolah). Pengalih dalam tabel: kimono merah pesta pernikahan, seragam pramuka cokelat (15 menit).
- TUGAS 1 (lanjutan): Murid mengerjakan Bagian 3 Menulis Draf Teks Sederhana yang mendeskripsikan pakaian dan aksesori yang sedang/biasa dikenakan minimal 3 kalimat dengan pola: (1) atasan wo kimasu/kite imasu; (2) bawahan wo hakimasu/haite imasu; (3) aksesori/pelengkap wo shimasu/kaburimasu/kakemasu (acuan kriteria: ketepatan pasangan kata kerja pakai dan kosakata pakaian/aksesori, misal: 'Watashi wa shiroi katsu wo kite imasu. Kuroi zubon wo haite imasu. Megane wo kakete imasu' atau 'Boushi wo kabutte imasu') (15 menit).
- TUGAS 2: Secara paralel selama pengerjaan mandiri di kelas, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk unjuk kerja berbicara lisan berdurasi 1,5 menit per murid (untuk seluruh murid kelas, total 42 menit). Setiap murid menyampaikan secara lisan: (a) Seragam sekolah yang dikenakan beserta harinya (acuan: pola '...youbi ni ... wo kimasu/haite imasu', contoh: 'Getsuyoubi ni shiroi shatsu to kuroi zubon wo kimasu'); (b) Deskripsi busana dan aksesori yang sedang dikenakan saat asesmen (acuan: minimal 2 butir pakaian/aksesori dengan verba pakai yang tepat, misal: 'Ima kuroi kutsu wo haite imasu', 'Megane wo kakete imasu', 'Boushi wo kabutte imasu') (34 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan identitas lembar jawaban dan mengumpulkannya ke meja guru secara tertib dan hening (3 menit).
Penutup:- Guru mengonfirmasi seluruh berkas tes tulis dan catatan observasi berbicara telah lengkap terkumpul (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan kemandirian murid sepanjang asesmen akhir bab serta menutup sesi dengan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi kompetensi atau standar soal; materi tes reseptif dan produktif seragam untuk seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses tata letak tempat duduk di barisan depan bagi murid yang memerlukan kejelasan pendengaran audio dan penglihatan lembar kerja tanpa mengubah batas waktu atau kriteria kelulusan.
- Produk: Format lembar jawaban dan rubrik unjuk kerja berbicara menggunakan standar bukti yang sama untuk seluruh murid.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi: tes reseptif-produktif tulis serentak (menyimak, membaca, dan menulis) serta unjuk kerja berbicara individual secara rotasi: Lembar kerja berisi simpulan simakan jenis/warna pakaian, analisis perbandingan teks pakaian tradisional dan harian, draf teks deskriptif pakaian/aksesori, serta rekaman observasi performa lisan deskripsi pakaian sekolah dan busana yang sedang dikenakan
- tes tulis pemahaman reseptif dan produksi teks serentak: Lembar jawaban tertulis murid yang mencakup catatan simpulan informasi jenis dan warna pakaian dari audio yang diputar klasikal, simpulan tertulis perbandingan teks pakaian tradisional dan harian, serta draf teks deskripsi pakaian dan aksesori dalam bahasa Jepang sederhana (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, lembar soal pemahaman, dan rubrik penilaian menulis)
- unjuk kerja berbicara lisan bergiliran secara rotasi: Penyampaian lisan langsung di meja guru berdurasi 1,5 menit per murid mengenai seragam sekolah serta deskripsi busana dan pelengkap busana yang sedang dikenakan saat asesmen (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara lisan (kelancaran, ketepatan kosakata pakaian/warna/pelengkap busana, dan tata bahasa sederhana))
Sumatif:- Asesmen kombinasi: tes reseptif-produktif tulis serentak (menyimak, membaca, dan menulis) serta unjuk kerja berbicara individual secara rotasi: Lembar kerja berisi simpulan simakan jenis/warna pakaian, analisis perbandingan teks pakaian tradisional dan harian, draf teks deskriptif pakaian/aksesori, serta rekaman observasi performa lisan deskripsi pakaian sekolah dan busana yang sedang dikenakan
- tes tulis pemahaman reseptif dan produksi teks serentak: Lembar jawaban tertulis murid yang mencakup catatan simpulan informasi jenis dan warna pakaian dari audio yang diputar klasikal, simpulan tertulis perbandingan teks pakaian tradisional dan harian, serta draf teks deskripsi pakaian dan aksesori dalam bahasa Jepang sederhana (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, lembar soal pemahaman, dan rubrik penilaian menulis)
- unjuk kerja berbicara lisan bergiliran secara rotasi: Penyampaian lisan langsung di meja guru berdurasi 1,5 menit per murid mengenai seragam sekolah serta deskripsi busana dan pelengkap busana yang sedang dikenakan saat asesmen (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara lisan (kelancaran, ketepatan kosakata pakaian/warna/pelengkap busana, dan tata bahasa sederhana))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimak Informasi Lisan Pakaian (TP 11.7.1) [Acuan: 1. Kuroi shatsu; 2. Shiroi wanpiisu; 3. Aoi zubon; Pengalih: akai sukaato, kiiroi boushi] | Menyimpulkan 0 atau hanya 1 jenis/warna pakaian dengan tepat dari audio, atau memilih lebih dari 1 opsi pengalih. | Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 3 padanan jenis dan warna pakaian dari audio dengan maksimal 1 opsi pengalih yang keliru dipilih. | Menyimpulkan seluruh 3 padanan jenis dan warna pakaian (kuroi shatsu, shiroi wanpiisu, aoi zubon) dengan tepat tanpa memilih opsi pengalih. | Menyimpulkan seluruh 3 padanan jenis dan warna pakaian dengan tepat, tanpa memilih opsi pengalih, serta menuliskan ejaan romaji/kana secara sempurna. | | Berbicara Lisan Pakaian Sekolah (TP 11.7.2) [Acuan: Mengomunikasikan nama hari dan seragam sekolah, misal: Getsuyoubi ni shiroi shatsu to kuroi zubon wo kimasu] | Belum mampu mengomunikasikan informasi seragam sekolah dan harinya secara lisan, jeda panjang melebihi durasi. | Mengomunikasikan informasi seragam sekolah namun keliru menyebutkan nama hari atau verba pakai yang sesuai. | Mengomunikasikan informasi seragam sekolah beserta jadwal harinya secara lisan dengan lancar dan verba pakai yang tepat. | Mengomunikasikan informasi seragam sekolah dan jadwal hari secara lisan dengan sangat lancar, pengucapan alami, dan struktur kalimat utuh tanpa ragu. | | Berbicara Lisan Busana yang Sedang Dikenakan (TP 11.7.3) [Acuan: Minimal 2 kalimat deskripsi pakaian/aksesori dengan verba pakai kimasu/hakimasu/kaburimasu/kakemasu/shimasu yang tepat] | Menyampaikan kurang dari 2 kalimat deskripsi busana atau salah memasangkan verba pakai pada seluruh busana yang dikenakan. | Menyampaikan 2 kalimat deskripsi busana yang sedang dikenakan, namun terdapat 1 kekeliruan pemilihan verba pakai (misal kimasu untuk bawahan/aksesori). | Menyampaikan 2 kalimat deskripsi busana dan aksesori yang sedang dikenakan secara lisan dengan verba pakai yang seluruhnya tepat. | Menyampaikan lebih dari 2 kalimat deskripsi lengkap (atasan, bawahan, aksesori) yang sedang dikenakan secara lisan dengan verba pakai tepat dan lancar. | | Membaca dan Menyimpulkan Teks Pakaian Tradisional & Harian (TP 11.7.4) [Acuan: Tradisional = yukata biru di natsumatsuri; Harian = kemeja putih & celana hitam hari Senin; Hubungan = konteks pemakaian festival budaya vs rutinitas sekolah; Pengalih: kimono merah pesta pernikahan, seragam pramuka cokelat] | Menyimpulkan kurang dari 2 unsur teks dan tidak mampu menemukan hubungan konteks pemakaian, serta memilih opsi pengalih. | Menyimpulkan informasi pakaian tradisional dan pakaian harian secara tepat, namun belum menjelaskan hubungan konteks pemakaian keduanya secara tepat. | Menyimpulkan informasi pakaian tradisional dan harian secara tepat tanpa memilih opsi pengalih, serta menghubungkan konteks pemakaian festival vs sekolah secara tepat. | Menyimpulkan seluruh informasi pakaian tradisional dan harian dengan rinci, menghubungkan konteks situasi pemakaian dengan komprehensif tanpa kekeliruan. | | Menyusun Teks Tulis Pakaian dan Aksesori (TP 11.7.5) [Acuan: Teks tulis minimal 3 kalimat dengan verba atasan wo kimasu, bawahan wo hakimasu, aksesori wo shimasu/kaburimasu/kakemasu] | Menyusun kalimat tulis dengan susunan acak atau terdapat kesalahan fatal pada kosakata pakaian dan verba pakai pada seluruh kalimat. | Menyusun 3 kalimat teks tulis, namun terdapat 1-2 kekeliruan pada partikel (wo) atau verba pakai pakaian/aksesori. | Menyusun teks tulis sederhana minimal 3 kalimat deskripsi pakaian dan aksesori dengan struktur partikel wo dan verba pakai yang seluruhnya tepat. | Menyusun teks tulis sederhana deskripsi pakaian dan aksesori secara kohesif lebih dari 3 kalimat dengan kosakata variatif dan tata bahasa tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tes tulis serentak dan 45 menit untuk unjuk kerja rotasi lisan (1,5 menit/murid) berjalan efektif dan tertib?
- Bagian keterampilan mana (menyimak, berbicara, membaca, atau menulis) yang menunjukkan capaian paling solid dan yang masih membutuhkan remedial kelompok?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (menyimak, membaca, menulis, atau berbicara lisan) yang paling lancar saya kerjakan?
- Strategi apa yang akan saya gunakan ke depan untuk terus mengingat kosakata jenis pakaian, warna, dan ragam kata kerja pakai dalam bahasa Jepang?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Bab 8/Bab 7 Aku Bergaya)
- Rekaman audio simakan kosakata jenis pakaian (shatsu, zubon, sukaato, boushi, kutsu, nekutai)
- Set kartu gambar kosakata jenis pakaian (Karuta Kikitori)
- Lembar Kerja Simakan Murid
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI Bab 7/8 'Aku Bergaya'
- File rekaman audio dialog lisan warna dan pakaian
- Kartu visual warna pakaian untuk permainan 'Iro Karuta'
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI
- File audio percakapan busana dan warna (Audio rekaman guru/buku)
- Kartu gambar jenis pakaian dan kartu warna untuk aktivitas 'Kiite Match'
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
- Kartu bergambar (Flashcards) komponen seragam sekolah dan kartu ilustrasi seragam sekolah lengkap
- Buku Panduan Guru & Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita SMA/MA Kelas XI Bab Aku Bergaya
- Audio pelafalan jadwal dan seragam sekolah
- Kartu informasi bergambar jadwal seragam sekolah (flashcards)
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI
- Flashcard / kartu bergambar pakaian atasan dan bawahan
- Pakaian seragam/harian yang sedang dikenakan murid
- Kartu visual ilustrasi padanan busana dan aksesori
- Benda/aksesori nyata yang dikenakan murid di dalam kelas (topi, kacamata, jam tangan, seragam)
- Buku Murid Bahasa Jepang Kelas XI
- Lembar teks bacaan sederhana pakaian tradisional (Betawi dan Jawa)
- Lembar Kerja Siswa (Dokkai Bingo Challenge & Tabel Simpulan)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI Bab 7 'Aku Bergaya'
- Lembar bacaan teks komparasi pakaian tradisional dan pakaian harian
- Set kartu berpasangan teks kaitan pakaian dan konteks situasi
- Buku Murid Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
- Lembar Kerja Menulis Kalimat Berdasarkan Ilustrasi Busana
- Kartu bergambar ragam pakaian dan tokoh
- Lembar Kerja Menulis Deskripsi Busana dan Kartu Kosakata Busana-Verba
- Lembar Kerja Menyusun Draf Final Teks Tulis Busana Favorit
- Kartu Kata Permainan Pasang Kosakata & Verba Pakai
- Buku Guru dan Buku Siswa Bahasa Jepang SMA Kelas XI: Yatto Dekita, Bab 7 'Aku Bergaya'
- Audio rekaman percakapan tes menyimak Bab 7 (berisi 3 percakapan pendek jenis dan warna pakaian)
- Lembar Soal dan Lembar Jawaban Asesmen Sumatif Akhir Bab 7
- Format instrumen lembar observasi penilaian unjuk kerja berbicara lisan guru
|