MODUL AJAR Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 6 — Rawon Surabaya, Enak INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Jepang |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Rawon Surabaya, Enak |
|---|
| Alokasi Waktu | 30 JP (30 x 45 menit = 1350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 12 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.6.1 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi lisan mengenai rasa makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.2 Menyimpulkan teks multimodal tentang gagasan dan informasi penerimaan atau penolakan tawaran makanan dan minuman dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.3 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk menawarkan makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi mengenai makanan khas serta menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.6 Menyusun teks tulis sederhana secara tertulis tentang gagasan dan informasi rasa serta makanan yang disukai dalam bahasa Jepang
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Ketika mendengar kata 'karai' atau 'amai' dalam percakapan bahasa Jepang, bagaimana kalian membayangkan rasa makanan tersebut?
- Bagaimana cara kita menangkap dan menyimpulkan rasa suatu makanan atau minuman saat mendengarkan dialog orang Jepang?
- Bagaimana kita membedakan makanan yang sangat pedas dengan makanan yang tidak pedas saat mendengar ulasan kuliner?
- Kata atau penanda apa dalam bahasa Jepang yang membedakan tingkat rasa 'sangat' dan bentuk sangkalan 'tidak'?
- Bagaimana kita mengetahui seseorang menerima tawaran makanan atau minuman ketika menyimak percakapan yang disertai gambar atau video singkat?
- Ungkapan apa dalam bahasa Jepang yang menjadi tanda pasti bahwa seseorang menerima tawaran yang diberikan?
- Bagaimana cara orang Jepang menolak tawaran makanan atau minuman secara halus tanpa berkata 'iie' secara langsung?
- Ketika seseorang menyodorkan makanan lalu teman bicaranya mengatakan '... wa chotto...', kesimpulan apa yang dapat kita tangkap dari situasi tersebut?
- Bagaimana caramu menyampaikan rasa makanan khas daerah asalmu kepada teman dalam bahasa Jepang?
- Apakah pola kalimat yang tepat untuk menyatakan rasa suatu makanan daerah, misalnya apakah makanan tersebut pedas, manis, atau gurih/enak?
- Nihon ryori ya Indonesia no chiiki no tabemono ga suki desuka? (Apakah kamu menyukai masakan Jepang atau makanan khas daerah di Indonesia?)
- Bagaimana cara kita menyatakan makanan daerah apa yang kita sukai atau tidak sukai beserta rasanya dalam bahasa Jepang?
- Bagaimana cara kita menawarkan makanan kepada teman secara sopan dalam bahasa Jepang?
- Ungkapan apa yang digunakan saat menawarkan makanan tertentu dan bagaimana cara menanggapinya secara wajar?
- Bagaimana cara kita menawarkan minuman kepada teman secara sopan dalam bahasa Jepang?
- Pola kalimat apa yang digunakan jika kita ingin bertanya apakah seseorang mau minum kopi, teh, atau jus?
- Bagaimana cara kita mengetahui nama daerah asal dan cita rasa suatu makanan khas saat membaca teks sederhana dalam bahasa Jepang?
- Informasi apa saja yang biasanya tertulis dalam deskripsi singkat mengenai makanan khas suatu daerah?
- Dua teks deskripsi tentang makanan khas daerah yang berbeda ditulis dalam bahasa Jepang; persamaan dan perbedaan informasi apa saja yang dapat kita temukan dari kedua teks tersebut?
- Bagaimana cara menghubungkan informasi rasa, asal kota, dan bahan utama antara dua teks bacaan sederhana?
- Bagaimana cara menyampaikan makanan yang kamu sukai beserta rasanya ke dalam bentuk kalimat bahasa Jepang tertulis?
- Pola kalimat apa saja yang dapat kita rangkai untuk menyusun teks profil makanan favorit secara lengkap?
- Bagaimana kalian menunjukkan pemahaman tentang rasa makanan dan cara menawarkan makanan khas daerah dalam bahasa Jepang?
- Mengapa penting menyampaikan informasi rasa dan tawaran makanan secara tepat dan santun dalam percakapan nyata?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimpulkan Informasi Lisan tentang Ragam Rasa Dasar Makanan dan Minuman — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.1 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi lisan mengenai rasa makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan informasi lisan tentang rasa makanan dan minuman (amai, karai, nigai, oishii) dalam bahasa Jepang sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes menyimak singkat: memperdengarkan 2 ujaran pendek: (1) 'Kono koohii wa nigai desu' dan (2) 'Kono keeki wa amai desu'. Murid memilih rasa yang dimaksud pada kertas kecil (acuan: ujaran 1 = kopi pahit/nigai; ujaran 2 = kue manis/amai) untuk memetakan pemahaman awal kosakata rasa lisan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak audio rekaman 4 dialog pendek tentang makanan/minuman dan rasanya (Audio 1: 'Rawon wa dou desuka? - Karai desu'; Audio 2: 'Koohii wa? - Totemo nigai desu'; Audio 3: 'Suika juusu desu. Amai desuka? - Iie, amakunai desu'; Audio 4: 'Nasi goreng wa oishii desuka? - Hai, oishii desu') (15 menit).
- Murid mencocokkan ujaran yang diperdengarkan dengan 4 menu/makanan yang ada pada daftar kerja serta mengidentifikasi kata kunci rasa: karai (pedas), nigai (pahit), amakunai (tidak manis), oishii (enak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan menyimak 'Karuta Rasa Lisan': guru memperdengarkan 4 klip ujaran lisan acak, murid secara berpasangan berlomba menunjuk kartu ilustrasi makanan yang memuat rasa yang sesuai (kartu 1: Rawon pedas, kartu 2: Kopi hitam pahit, kartu 3: Jus semangka tidak manis, kartu 4: Nasi goreng bebek enak; acuan: klip 1 'Rawon wa karai desu' -> kartu 1; klip 2 'Amerikano koohii wa nigai desu' -> kartu 2; klip 3 'Suika juusu wa amakunai desu' -> kartu 3; klip 4 'Ahiru nasi goreng wa oishii desu' -> kartu 4) (25 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Menyimak berisi 4 dialog rekaman baru untuk menyimpulkan pasangan makanan/minuman beserta simpulan rasanya: Soal 1 'Kare raisu wa dou desuka? - Karai desu' (acuan: Kare raisu = pedas/karai); Soal 2 'Kono ocha wa dou desuka? - Nigai desu' (acuan: Ocha/teh hijau = pahit/nigai); Soal 3 'Aisukuriimu wa dou desuka? - Oishii desu' (acuan: Es krim = enak/oishii); Soal 4 'Kono jus wa amai desuka? - Iie, amakunai desu' (acuan: Jus = tidak manis/amakunai) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan simakan dan membahas kata penanda rasa yang menjadi kunci kesimpulan (15 menit).
- Murid mengevaluasi strategi menyimaknya: mengenali apakah petunjuk intonasi atau kata sifat rasa yang paling membantu menyimpulkan informasi lisan secara tepat (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid merangkum 4 kata sifat rasa makanan/minuman yang telah disimpulkan dari teks lisan (karai, nigai, amakunai/amai, oishii) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan hasil simakan murid serta menyampaikan pengantar bahwa pertemuan berikutnya akan mendalami tingkatan dan frekuensi rasa makanan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio dengan tempo normal untuk murid yang telah mahir, dan audio dengan tempo lebih lambat serta jeda antarkalimat untuk murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan audio hingga 3 kali pengulangan, sedangkan murid cepat menyimak cukup 1-2 kali pengulangan.
- Produk: Murid menuliskan simpulan berupa tabel pasangan menu-rasa (bisa dalam romaji atau padanan bahasa Indonesia sesuai kesiapan murid tanpa mengubah target menyimpulkan isi simakan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes menyimak diagnostik 2 butir: Murid mendengarkan audio rekaman pendek: (1) 'Kono koohii wa nigai desu' -> menentukan rasa kopi; (2) 'Kono keeki wa amai desu' -> menentukan rasa kue. Acuan jawaban benar: Butir 1 = kopi pahit (nigai); Butir 2 = kue manis (amai).
Proses:- Penilaian Lembar Kerja Menyimak 4 butir dialog lisan mengenai rasa makanan/minuman. Acuan jawaban benar: Dialog 1: Kare raisu = pedas (karai); Dialog 2: Ocha = pahit (nigai); Dialog 3: Aisukuriimu = enak (oishii); Dialog 4: Jus = tidak manis (amakunai). Kriteria: Menilai ketepatan menyimpulkan objek makanan dan rasanya dari rekaman audio.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir (exit ticket lisan/tulis singkat): Murid menyimak 1 kalimat rekaman penutup 'Kono raamen wa totemo karai desu' dan menuliskan simpulan makanan serta rasanya (acuan jawaban: ramen rasanya pedas/karai).
Formatif:- Asesmen awal berupa tes simakan cepat 2 ujaran rasa.
- Asesmen proses berupa pengamatan ketepatan saat tantangan 'Karuta Rasa Lisan' dan hasil Lembar Kerja Menyimak 4 dialog rasa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan informasi rasa makanan/minuman dari teks lisan | Belum mampu menyimpulkan informasi rasa makanan/minuman dari teks lisan secara tepat (0-1 dari 4 butir benar sesuai acuan). | Menyimpulkan informasi rasa makanan/minuman dari teks lisan dengan bimbingan dan ketepatan sebagian (2 dari 4 butir benar sesuai acuan). | Menyimpulkan informasi rasa makanan/minuman dari teks lisan secara mandiri dengan tepat (3 dari 4 butir benar sesuai acuan). | Menyimpulkan seluruh informasi rasa makanan/minuman dari teks lisan secara mandiri, tepat, dan lengkap (seluruh 4 dari 4 butir benar sesuai acuan: kare raisu pedas, ocha pahit, es krim enak, jus tidak manis). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah audio rekaman yang digunakan dapat diperdengarkan secara jelas oleh seluruh murid?
- Bagian kosakata rasa lisan mana yang paling banyak mengalami miskonsepsi (misal: membedakan nigai dan amakunai)?
Murid:- Kosakata rasa makanan/minuman lisan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya tangkap saat menyimak?
- Strategi apa yang paling membantu saya ketika menyimpulkan rasa makanan dari dialog bahasa Jepang?
Pertemuan 2 — Menyimpulkan Informasi Lisan tentang Tingkatan dan Frekuensi Rasa Makanan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.1 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi lisan mengenai rasa makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa presensi, serta menyampaikan tujuan pembelajaran menyimak informasi lisan tentang tingkatan dan frekuensi rasa makanan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperdengarkan 2 ujaran singkat: (1) 'Kono rāmen wa karai desu.' dan (2) 'Kono koohii wa nigai desu.', lalu meminta murid memilih arti dasar rasa yang didengar (pedas/pahit) untuk memetakan kesiapan menyimak rasa makanan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan rekaman audio pemodelan mengenai penanda tingkatan/frekuensi rasa: adverbia 'totemo' (sangat) dan bentuk negatif kata sifat-i '~kunai' (tidak) pada rasa makanan (15 menit).
- Murid secara berkesadaran mencermati 2 rekaman audio percakapan pendek kontekstual dari Buku Guru: Percakapan 1 (Audio 7.2: 'Koohii wa? / Totemo nigai desu.') dan Percakapan 2 (Audio 7.3: 'Suika juusu desu. Amai desuka? / Iie, amakunai desu.') untuk mengidentifikasi kata kunci penanda tingkatan rasa 'totemo' dan penanda bentuk negatif '~kunai' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tebak kode rasa menggembirakan 'Rasa Card Rally' secara individu: guru memperdengarkan 4 kalimat lisan singkat dan murid mengangkat salah satu dari 3 kartu kode tingkatan di mejanya: Kartu A (+: rasa biasa), Kartu B (++: totemo/sangat), atau Kartu C (-: ~kunai/tidak). Butir ujaran yang diperdengarkan: (1) 'Kono karee wa totemo karai desu' [Kunci: Kartu B (++ sangat pedas)], (2) 'Kono ocha wa amakunai desu' [Kunci: Kartu C (- tidak manis)], (3) 'Kono suupu wa totemo atatakai desu' [Kunci: Kartu B (++ sangat hangat)], (4) 'Kono keeki wa amai desu' [Kunci: Kartu A (+ manis)] (25 menit).
- Murid secara mandiri menyimak 4 audio teks lisan percakapan ulasan rasa makanan dan mencatat kesimpulan informasi tingkatan rasa pada Lembar Kerja Menyimak (LK). Teks audio yang diperdengarkan: Audio 1: 'Rawon wa dou desuka? / Totemo karai desu.' (Makanan: rawon, Simpulan: sangat pedas); Audio 2: 'Kono jus wa amai desuka? / Iie, amakunai desu.' (Minuman: jus, Simpulan: tidak manis); Audio 3: 'Amerikano koohii wa nigai desuka? / Hai, totemo nigai desu.' (Minuman: kopi amerika, Simpulan: sangat pahit); Audio 4: 'Kono rāmen wa karai desuka? / Iie, karakunai desu.' (Makanan: ramen, Simpulan: tidak pedas) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan kesimpulan yang diperoleh dari teks lisan melalui verifikasi bersama acuan kunci jawaban yang ditampilkan di layar (15 menit).
- Murid secara berkesadaran mengevaluasi kendala pendengaran yang dialami (misalnya membedakan akhiran 'i' dan 'kunai' atau mendeteksi kata 'totemo') serta mencatat strategi menyimak mandiri yang berhasil membantunya menangkap tingkatan rasa (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan informasi tingkatan dan frekuensi rasa yang telah dipelajari dari teks lisan (4 menit).
- Guru memandu asesmen akhir singkat berupa cek pemahaman lisan 1 butir simpulan ujaran: 'Kono rēmon juusu wa amakunai desu' (acuan simpulan: jus lemon tidak manis) (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai teks multimodal penerimaan tawaran dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio teks lisan dengan kecepatan bicara standar (1.0x) untuk kelompok mandiri dan rekaman audio berkecepatan sedikit lebih lambat (0.8x) untuk kelompok yang membutuhkan perulangan dengar.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan fokus menyimak berupa daftar opsi biner (sangat / tidak) pada lembar kerja, sedangkan murid yang lebih cepat menyimak langsung mengisi kesimpulan objek rasa dan tingkatannya tanpa pilihan ganda.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena seluruh murid menyimpulkan informasi lisan tentang tingkatan dan frekuensi rasa makanan pada format Lembar Kerja Menyimak yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menyimak 2 ujaran rasa dasar: guru memperdengarkan (1) 'Kono rāmen wa karai desu' dan (2) 'Kono koohii wa nigai desu'. Kriteria ketercapaian: murid tepat mengenali arti rasa dasar pada kedua butir (Acuan kunci: 1 = pedas; 2 = pahit).
Proses:- Formatif kinerja menyimak pada LK mandiri 4 butir teks lisan: Murid menyimpulkan objek makanan beserta tingkatan rasanya berdasarkan audio. Acuan jawaban LK: Butir 1 = rawon sangat pedas (totemo karai); Butir 2 = jus tidak manis (amakunai); Butir 3 = kopi amerika sangat pahit (totemo nigai); Butir 4 = ramen tidak pedas (karakunai). Penskoran: Tiap butir benar bernilai 25 (total skor maksimal 100).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru memperdengarkan satu kalimat 'Kono rēmon juusu wa amakunai desu'. Murid menuliskan satu kalimat simpulan rasa minuman tersebut pada selembar kertas memo (Acuan kunci: jus lemon rasanya tidak manis).
Formatif:- Kuis permainan 'Rasa Card Rally' mengangkat kartu tingkatan rasa berdasarkan ujaran lisan yang diperdengarkan
- Lembar Kerja Menyimak (LK) mandiri menyimpulkan tingkatan dan frekuensi rasa dari 4 teks lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan informasi tingkatan dan frekuensi rasa dari teks lisan (Audio 1: rawon sangat pedas, Audio 2: jus tidak manis, Audio 3: kopi amerika sangat pahit, Audio 4: ramen tidak pedas) | Menyimpulkan tepat 0 atau 1 dari 4 informasi tingkatan dan frekuensi rasa makanan/minuman dari teks lisan sesuai acuan kunci jawaban. | Menyimpulkan tepat 2 dari 4 informasi tingkatan dan frekuensi rasa makanan/minuman dari teks lisan sesuai acuan kunci jawaban. | Menyimpulkan tepat 3 dari 4 informasi tingkatan dan frekuensi rasa makanan/minuman dari teks lisan sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. | Menyimpulkan seluruh 4 dari 4 informasi tingkatan dan frekuensi rasa makanan/minuman dari teks lisan sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri dan tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pelafalan audio atau pembacaan lisan oleh guru cukup jelas bagi murid untuk membedakan bentuk '~i desu' dan '~kunai desu'?
- Bagian mana dari pembedaan tingkatan rasa ('totemo' vs '~kunai') yang paling membutuhkan latihan perulangan dengar bagi murid?
Murid:- Kata kunci apa yang paling membantumu mengenali bahwa suatu makanan rasanya 'sangat' atau 'tidak' saat mendengarkan rekaman?
- Apakah kamu dapat membedakan perubahan bunyi kata sifat rasa bentuk positif dan negatif saat menyimak percakapan lisan?
Pertemuan 3 — Menyimpulkan Teks Multimodal Penerimaan Tawaran Makanan dan Minuman — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.2 Menyimpulkan teks multimodal tentang gagasan dan informasi penerimaan atau penolakan tawaran makanan dan minuman dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam khas bahasa Jepang (Aisatsu), mengecek kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menyimpulkan teks multimodal (audio percakapan dan ilustrasi gambar) mengenai penerimaan tawaran makanan dan minuman dalam bahasa Jepang sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memutar 2 klip audio pendek disertai gambar sajian: Butir 1 (Audio: 'Koohii, nomimasuka?' - B: 'Hai, onegaishimasu' + gambar cangkir kopi; acuan: menerima tawaran minuman kopi) dan Butir 2 (Audio: 'Ramen, tabemasuka?' - B: 'Ja, ramen onegaishimasu' + gambar semangkuk ramen; acuan: menerima tawaran makanan ramen) untuk memetakan kesiapan murid menyimpulkan respon penerimaan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak sajian teks multimodal 1 berupa video/animasi percakapan berilustrasi tentang tawaran makanan dan minuman yang memperlihatkan ekspresi senang dan respon verbal penerimaan (Audio 1: 'Ramen, tabemasuka?' dijawab 'Ja, ramen onegaishimasu. Douzo. Arigatou gozaimasu'; Audio 2: 'Koohii, nomimasuka?' dijawab 'Hai, koohii onegaishimasu. Douzo. Arigatou gozaimasu') (15 menit).
- Secara berkesadaran, murid mengidentifikasi keterkaitan antara petunjuk visual (anggukan kepala, senyuman, gestur menerima mangkuk/cangkir) dan petunjuk aural (ungkapan penerimaan: 'Hai, onegaishimasu' dan 'Ja, ... onegaishimasu') untuk memahami bahwa makna yang disampaikan adalah penerimaan tawaran secara santun (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam format permainan tantangan berpasangan 'Karuta Multimodal' yang menggembirakan, murid menyimak 4 audio percakapan tawaran makanan/minuman sambil mencocokkan kartu ilustrasi yang tepat di atas meja. Isi 4 butir stimulus teks multimodal: (1) Audio: 'Juusu, nomimasuka?' dijawab 'Hai, onegaishimasu' -> gambar Jus Jeruk diterima dengan senyum; (2) Audio: 'Nasi goreng, tabemasuka?' dijawab 'Ja, nasi goreng onegaishimasu' -> gambar Nasi Goreng disajikan dan diterima; (3) Audio: 'Ocha, nomimasuka?' dijawab 'Hai, ocha onegaishimasu' -> gambar Teh Hijau diterima; (4) Audio: 'Bakso, tabemasuka?' dijawab 'Ja, bakso onegaishimasu' -> gambar Semangkuk Bakso diterima (acuan tepat: pasangan 1-gambar jus, 2-gambar nasi goreng, 3-gambar teh hijau, 4-gambar bakso; seluruhnya berstatus menerima tawaran) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan menyimpulkan informasi dari 4 teks multimodal aural-visual yang diproyeksikan di layar: (1) Klip A: tawaran 'Sate, tabemasuka?' dijawab 'Ja, sate onegaishimasu'; (2) Klip B: tawaran 'Koohii, nomimasuka?' dijawab 'Hai, onegaishimasu'; (3) Klip C: tawaran 'Gyuunyuu, nomimasuka?' dijawab 'Hai, gyuunyuu onegaishimasu'; (4) Klip D: tawaran 'Tempura, tabemasuka?' dijawab 'Ja, tempura onegaishimasu'. Murid menuliskan kesimpulan pada tabel: nama makanan/minuman yang ditawarkan dan keputusan penerimaan (acuan: Klip A = sate, diterima; Klip B = kopi, diterima; Klip C = susu, diterima; Klip D = tempura, diterima) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan teks multimodal dengan kunci acuan, mengidentifikasi kata kunci aural penerimaan ('hai, onegaishimasu' / 'ja, ... onegaishimasu') serta kesesuaian gambar tindakan yang mengonfirmasinya (15 menit).
- Murid mengevaluasi ketelitian diri dalam membedakan jenis makanan/minuman yang diterima dari audio serta memaknai etika kesantunan dalam menerima jamuan menurut budaya Jepang (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan materi teks multimodal penerimaan tawaran makanan dan minuman (5 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman singkat berisi 2 butir teks multimodal mini untuk mengecek penguasaan akhir murid (acuan butir 1: audio tawaran 'Mikan juusu' diterima; acuan butir 2: audio tawaran 'Sushi' diterima) (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 4: Menyimpulkan Teks Multimodal Penolakan Tawaran Makanan dan Minuman), lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tayangan teks multimodal dengan tempo tuturan standar untuk murid yang mahir, dan audio dengan visual bergambar teks rujukan (bilingual furigana/romaji) untuk murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan fokus berupa lembar ceklis penanda kata ('hai' / 'ja') dan gambar objek, sedangkan murid cepat diminta menyimpulkan detail menu tambahan pada dialog tanpa jeda pemutaran ulang.
- Produk: Format penyimpulan mandiri dapat berupa pengisian tabel intisari bergambar atau pencocokan kartu respon multimodal berlabel menu makanan/minuman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyimak dan menyimpulkan 2 cuplikan audio bergambar singkat mengenai tawaran makanan dan minuman: Butir 1 (Audio: 'Koohii, nomimasuka?' - 'Hai, onegaishimasu' + gambar kopi; acuan simpulan: menerima tawaran kopi) dan Butir 2 (Audio: 'Ramen, tabemasuka?' - 'Ja, ramen onegaishimasu' + gambar ramen; acuan simpulan: menerima tawaran ramen).
Proses:- Pengamatan ketercapaian menyimpulkan 4 teks multimodal pada lembar kerja mandiri: Klip 1 tawaran sate ('Ja, sate onegaishimasu' + gambar sate; acuan: sate, diterima), Klip 2 tawaran kopi ('Hai, onegaishimasu' + gambar kopi; acuan: kopi, diterima), Klip 3 tawaran susu ('Hai, gyuunyuu onegaishimasu' + gambar susu; acuan: susu, diterima), dan Klip 4 tawaran tempura ('Ja, tempura onegaishimasu' + gambar tempura; acuan: tempura, diterima).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup berupa 2 butir teks multimodal singkat: Butir 1 memutar audio 'Mikan juusu, nomimasuka?' respon 'Hai, onegaishimasu' disertai ilustrasi jus jeruk (acuan simpulan: jenis minuman jus jeruk, keputusan diterima); Butir 2 memutar audio 'Sushi, tabemasuka?' respon 'Ja, sushi onegaishimasu' disertai ilustrasi sushi (acuan simpulan: jenis makanan sushi, keputusan diterima).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: menyimpulkan isi 2 cuplikan teks multimodal respon tawaran.
- Asesmen formatif proses: unjuk kerja menyimpulkan teks multimodal melalui tantangan 'Karuta Multimodal' dan pengerjaan lembar analisis simpulan teks 4 klip multimodal.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan jenis makanan/minuman dan respon penerimaan tawaran dari teks multimodal (Acuan 4 Klip: Klip 1 sate-diterima; Klip 2 kopi-diterima; Klip 3 susu-diterima; Klip 4 tempura-diterima) | Menyimpulkan dengan benar 1 atau belum ada butir yang tepat dari 4 teks multimodal yang disajikan. | Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 butir teks multimodal (jenis makanan/minuman dan keputusan penerimaan sesuai acuan). | Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 butir teks multimodal (jenis makanan/minuman dan keputusan penerimaan sesuai acuan). | Menyimpulkan dengan tepat seluruh 4 butir teks multimodal (jenis makanan/minuman dan keputusan penerimaan sesuai acuan) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media multimodal (audio percakapan dipadu ilustrasi visual) efektif membantu murid menyimpulkan respon penerimaan tawaran?
- Bagian mana dari unsur aural bahasa Jepang ('Ja, ... onegaishimasu' vs 'Hai, onegaishimasu') yang masih memerlukan penegasan bagi murid?
Murid:- Petunjuk visual atau kata apa dalam bahasa Jepang yang paling membantumu mengenali bahwa tawaran tersebut diterima?
- Apakah kamu dapat menyimpulkan jenis makanan atau minuman yang ditawarkan dan disetujui dalam teks multimodal tadi?
Pertemuan 4 — Menyimpulkan Teks Multimodal Penolakan Tawaran Makanan dan Minuman — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.2 Menyimpulkan teks multimodal tentang gagasan dan informasi penerimaan atau penolakan tawaran makanan dan minuman dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam khas bahasa Jepang, menyapa murid, dan memeriksa kesiapan ruang belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan informasi dan makna penolakan tawaran makanan/minuman dari teks multimodal (audio percakapan disertai ilustrasi visual) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik menyimak cepat: murid mendengarkan 2 klip audio pendek dan menentukan respon penolakan halus: (1) 'Koohii, nomimasuka? -> Sebburakku wa chotto...', (2) 'Ramen, tabemasuka? -> Ja, ramen onegaishimasu'. Murid menunjukkan kartu A (Menerima) atau B (Menolak). (Acuan kunci: No 1 = Menolak/B karena ada '...wa chotto', No 2 = Menerima/A karena ada 'Ja, ... onegaishimasu') (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati penayangan video/ilustrasi multimodal 1 yang menampilkan percakapan orang menawarkan makanan pedas di mana lawan bicara merespons dengan gestur menyilangkan tangan/menolak halus sambil berujar 'Sebburakku wa chotto...' (20 menit).
- Murid bersama bimbingan guru menganalisis penanda verbal penolakan halus '... wa chotto...' dan penanda visual (ekspresi sungkan/ragu, gestur tangan) pada teks multimodal untuk menangkap kesimpulan penolakan secara santun dalam budaya Jepang (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Respon': guru memutar 4 audio dialog singkat yang disertai lembar komik visual rumpang, lalu murid berlomba mencocokkan situasi penolakan tawaran secara tepat dan cepat bersama teman sebangku (25 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Menyimak Multimodal secara mandiri berisi 4 set teks multimodal (gambar situasi + audio dialog tawaran makanan/minuman). Teks 1: Tawaran kopi ('Koohii, nomimasuka?') dijawab 'Koohii wa chotto...' -> murid menyimpulkan lawan bicara menolak tawaran kopi. Teks 2: Tawaran jus jeruk disodorkan dijawab 'Orenji juusu wa chotto...' -> menolak jus jeruk. Teks 3: Tawaran wasabi dijawab 'Wasabi wa chotto...' -> menolak wasabi. Teks 4: Tawaran teh manis dijawab 'Koucha wa chotto...' -> menolak teh manis (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar lembar kerja dengan teman untuk memeriksa kesimpulan yang dibuat berdasarkan pemutaran ulang audio dan konfirmasi visual bersama guru (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan ciri khas teks lisan dan visual saat seseorang menolak tawaran makanan/minuman dalam bahasa Jepang sederhana (ungkapan '... wa chotto...') (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, menjelaskan sekilas rencana materi pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks multimodal dengan gambar yang memiliki petunjuk visual ekspresi wajah lebih kentara bagi murid yang memerlukan scaffolding, serta teks multimodal dengan variasi nama makanan khas daerah yang lebih beragam bagi murid yang cepat.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, audio diperdengarkan sebanyak 3 kali disertai jeda analisis; bagi murid yang mahir, audio diperdengarkan cukup 1-2 kali dengan kecepatan wajar penutur asli.
- Produk: Bagi murid lambat cukup menyimpulkan dengan mencentang/memilih opsi kesimpulan yang benar (menerima/menolak serta nama menu yang ditolak); bagi murid cepat menuliskan kesimpulan lengkap alasan/menu yang ditolak pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik menyimak singkat: Guru memutarkan 2 penggalan audio pendek: Audio 1 ('Koohii, nomimasuka? -> Sebburakku wa chotto...') dan Audio 2 ('Ramen, tabemasuka? -> Ja, ramen onegaishimasu'). Murid diminta menentukan apakah respon tersebut Menerima atau Menolak. (Kunci jawaban: Audio 1 = Menolak, Audio 2 = Menerima).
Proses:- Pengamatan dan penilaian Lembar Kerja Menyimak Multimodal mandiri yang memuat 4 butir teks dialog bergambar: Butir 1 (Tawaran kopi ditolak: 'Koohii wa chotto...'), Butir 2 (Tawaran jus jeruk ditolak: 'Orenji juusu wa chotto...'), Butir 3 (Tawaran wasabi ditolak: 'Wasabi wa chotto...'), Butir 4 (Tawaran teh ditolak: 'Koucha wa chotto...'). Guru menilai ketepatan murid dalam menyimpulkan menu yang ditawarkan serta penolakan lawan bicara sesuai acuan kunci: (1) Menolak kopi, (2) Menolak jus jeruk, (3) Menolak wasabi, (4) Menolak teh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tulis singkat di penutup: Murid menyimak 1 kalimat penutup 'Kono keeki wa chotto...' beserta gambar seseorang menolak kue dan menyimpulkan status tawaran tersebut (Acuan jawaban: Menolak tawaran kue).
Formatif:- Tes diagnostik awal respon penolakan/penerimaan menggunakan kartu respon
- Lembar Kerja Menyimak Multimodal (menyimpulkan isi informasi dan jenis respon penolakan tawaran 4 teks multimodal)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menyimpulkan Teks Multimodal Penolakan Tawaran Makanan dan Minuman | Murid belum mampu menyimpulkan informasi penolakan tawaran makanan/minuman dengan tepat (hanya 0-1 butir tepat dari 4 teks multimodal target). | Murid mulai mampu menyimpulkan informasi penolakan tawaran makanan/minuman dengan tepat pada 2 dari 4 teks multimodal target sesuai acuan kunci. | Murid mampu menyimpulkan informasi penolakan tawaran makanan/minuman dengan tepat pada 3 dari 4 teks multimodal target sesuai acuan kunci secara mandiri. | Murid mampu menyimpulkan seluruh 4 teks multimodal penolakan tawaran makanan/minuman secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan teks multimodal (audio + visual ilustrasi) efektif membantu murid memahami penolakan halus '... wa chotto...'?
- Apakah seluruh alokasi waktu dan tahapan pembelajaran terlaksana secara seimbang dan menggembirakan?
Murid:- Apakah saya sudah bisa membedakan situasi ketika seseorang menerima atau menolak tawaran makanan/minuman dalam bahasa Jepang?
- Bagian mana dari menyimak teks multimodal tadi yang paling mudah atau paling menantang bagi saya?
Pertemuan 5 — Mengomunikasikan secara Lisan Rasa Makanan Daerah Sederhana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.3 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid dalam bahasa Jepang, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengomunikasikan secara lisan informasi mengenai rasa makanan daerah sederhana menggunakan pola bahasa Jepang (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjuk 3 gambar makanan dan menanyakan rasanya: (1) Rawon Surabaya -> 'Rawon wa dou desuka?' (acuan: Karai desu / Oishii desu); (2) Gudeg Jogja -> 'Gudeg wa dou desuka?' (acuan: Amai desu); (3) Kopi Gayo -> 'Koohii wa dou desuka?' (acuan: Nigai desu / Totemo nigai desu) guna memetakan kesiapan berbicara murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan pelafalan dan struktur lisan untuk menanyakan dan menyatakan rasa makanan daerah: Tanya: '[Nama Makanan Daerah] wa dou desuka?' (Bagaimana rasa ...?), Jawab: '[Kata Sifat Rasa] desu' atau '[Tingkat] [Rasa] desu'. Contoh: 'Rawon wa dou desuka? -> Karai desu / Totemo oishii desu' (15 menit).
- Murid secara serempak dan bergantian menirukan pelafalan ujaran lisan 5 pasangan makanan daerah dan rasanya berikut: (1) 'Gudeg wa dou desuka? -> Amai desu'; (2) 'Rendang wa dou desuka? -> Karai desu'; (3) 'Rawon wa dou desuka? -> Totemo oishii desu'; (4) 'Pempek wa dou desuka? -> Karai desu'; (5) 'Asinan Bogor wa dou desuka? -> Sukoshi karai desu' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memperkenalkan permainan kartu interaktif 'Rasa Kuliner Nusantara' (Gurume Kaado Gemu). Tiap pasangan murid menerima satu set kartu berisi 4 kartu makanan daerah (Rawon Surabaya, Gudeg Jogja, Rendang Padang, Pempek Palembang) dan 4 kartu rasa (karai, amai, oishii, totemo karai) (10 menit).
- Dalam suasana yang menggembirakan, murid bermain peran berpasangan secara bergantian: Murid A mengambil satu kartu makanan dan bertanya '... wa dou desuka?', lalu Murid B mencocokkan dengan kartu rasa yang sesuai dan menjawab secara lisan '[Rasa] desu' (contoh: Gudeg -> Amai desu; Rendang -> Karai desu; Rawon -> Oishii desu; Pempek -> Totemo karai desu), kemudian bertukar peran (25 menit).
- Setiap murid melakukan unjuk kerja lisan mandiri berpasangan di depan kelas atau di hadapan guru untuk mengomunikasikan rasa dari 2 makanan daerah pilihan secara lisan tanpa membaca teks (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memberikan tanggapan lisan terbimbing mengenai ketepatan kosakata rasa yang diucapkan pasangannya sesuai dengan makanan daerah yang dibahas (10 menit).
- Guru memfasilitasi murid merangkum kesadaran metakognitif mengenai kemudahan atau kendala saat mengomunikasikan rasa makanan secara lisan dalam bahasa Jepang (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap performa lisan murid dalam mengomunikasikan rasa makanan daerah sederhana (5 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 6: Mengomunikasikan kesukaan terhadap makanan daerah) dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual yang memuat gambar makanan beserta pilihan aksara kana/romaji untuk kata sifat rasa, sedangkan murid mahir menggunakan kartu gambar tanpa teks.
- Proses: Murid yang masih ragu berlatih dengan pola kalimat tunggal terbimbing (kata sifat + desu), sedangkan murid mahir diarahkan menggunakan kata keterangan tingkatan (totemo/sukoshi) saat menjawab.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan mengomunikasikan 2 kalimat lisan tanya-jawab rasa makanan secara tepat, sedangkan murid mahir mengomunikasikan 4 kombinasi makanan daerah dan rasanya secara lancar dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan 3 butir: (1) 'Rawon wa dou desuka?' (acuan jawaban: 'Karai desu' atau 'Oishii desu'); (2) 'Gudeg wa dou desuka?' (acuan jawaban: 'Amai desu'); (3) 'Koohii wa dou desuka?' (acuan jawaban: 'Nigai desu' atau 'Totemo nigai desu'). Kriteria: Murid siap jika mampu menjawab minimal 2 dari 3 pertanyaan dengan kata sifat rasa yang tepat.
Proses:- Observasi formatif unjuk kerja berbicara saat permainan kartu dan praktik berpasangan dengan 4 target: (1) Rawon Surabaya -> Karai / Oishii desu; (2) Gudeg Jogja -> Amai desu; (3) Rendang Padang -> Karai / Totemo karai desu; (4) Pempek Palembang -> Karai / Oishii desu. Kriteria: Menilai ketepatan ujaran lisan pola tanya ('... wa dou desuka?') dan respon rasa ('... desu').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menguji 1 murid secara acak dengan menyebut nama makanan daerah ('Rendang wa dou desuka?') dan murid merespons secara lisan dengan tepat (acuan: 'Karai desu' / 'Totemo karai desu' / 'Oishii desu').
Formatif:- Penilaian performa lisan melalui lembar observasi berbicara berpasangan (tanya-jawab rasa makanan daerah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengomunikasikan Rasa Makanan Daerah secara Lisan | Belum mampu mengomunikasikan rasa makanan daerah secara lisan, ujaran kata sifat rasa belum sesuai dengan acuan makanan (0 tepat dari 4 target: Gudeg-Amai, Rendang-Karai, Rawon-Karai/Oishii, Pempek-Karai/Oishii). | Mampu mengomunikasikan rasa makanan daerah secara lisan tetapi hanya tepat pada 1-2 dari 4 target acuan (Gudeg-Amai, Rendang-Karai, Rawon-Karai/Oishii, Pempek-Karai/Oishii) dengan bantuan guru. | Mampu mengomunikasikan rasa makanan daerah secara lisan dengan tepat pada 3 dari 4 target acuan (Gudeg-Amai, Rendang-Karai, Rawon-Karai/Oishii, Pempek-Karai/Oishii) secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan rasa makanan daerah secara lisan dengan sangat tepat pada seluruh 4 target acuan (Gudeg-Amai, Rendang-Karai, Rawon-Karai/Oishii, Pempek-Karai/Oishii) secara mandiri dan lancar. | | Kemandirian Berbicara dan Bertanya-Jawab Lisan | Hanya mengulang ujaran ketika dituntun penuh oleh guru atau pasangan bicara. | Mampu merespons pertanyaan rasa makanan jika diberikan pancingan kata awal oleh pasangan atau guru. | Mampu mengajukan pertanyaan '... wa dou desuka?' dan menjawab rasa makanan secara bergantian tanpa perlu dipancing. | Mampu memimpin percakapan lisan tanya-jawab rasa makanan secara lancar, spontan, dan konsisten di setiap giliran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi seluruh pasangan murid untuk mempraktikkan komunikasi lisan rasa makanan?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan kartu 'Rasa Kuliner Nusantara', apakah prinsip menggembirakan berhasil membangun kepercayaan diri mereka dalam berbicara?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menanyakan dan menyatakan rasa makanan daerah dalam bahasa Jepang tanpa ragu?
- Kosakata rasa makanan daerah mana yang paling mudah dan paling sulit saya ucapkan?
Pertemuan 6 — Mengomunikasikan secara Lisan Kesukaan terhadap Makanan Daerah — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.3 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam khas bahasa Jepang (aisatsu), memeriksa kesiapan belajar, serta menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengomunikasikan rasa dan kesukaan terhadap makanan daerah secara lisan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan singkat: guru memperlihatkan flashcard makanan 'rendang' dan bertanya 'Rendang ga suki desuka? Karai desuka?' lalu murid menjawab kesukaan dan rasanya (acuan jawaban: 'Hai, suki desu. Karai desu' atau 'Iie, suki janai desu. Totemo karai desu') untuk mengecek kesiapan penggunaan pola kesukaan dan rasa (10 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang deskripsi rasa makanan daerah dengan ungkapan menyatakan rasa suka dan tidak suka (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak peragaan pelafalan dari guru mengenai 4 pola ungkapan lisan kesukaan dan ketidaksukaan beserta alasan rasanya: (1) Affirmative: '[Makanan] ga suki desu. [Rasa] desu.' (misal: 'Rawon ga suki desu. Karai desu.'); (2) Negatif kasual: '[Makanan] wa suki janai desu. [Rasa] desu.' (misal: 'Gudeg wa suki janai desu. Amai desu.'); (3) Negatif formal: '[Makanan] wa suki dewa arimasen.' (misal: 'Rendang wa suki dewa arimasen. Totemo karai desu.'); (4) Kalimat tanya: '[Makanan] ga suki desuka?' (15 menit).
- Murid secara serentak dan bergantian menirukan pelafalan 4 variasi ungkapan tersebut dengan pengucapan kosakata rasa (karai, amai, nigai, oishii) dan nama makanan daerah (rawon Surabaya, gudeg Jogja, pempek Palembang, rendang Padang) secara berulang hingga lancar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam format permainan berpasangan 'Food Interview Relay' (Tantangan Tanya-Jawab Berpasangan), tiap pasangan murid menerima kartu peran berisi 4 menu makanan daerah: (1) Rawon Surabaya [pedas/enak]; (2) Gudeg Jogja [manis]; (3) Rendang Padang [pedas]; (4) Pempek Palembang [asam-pedas/enak]. Murid A bertanya dengan pola '[Makanan] ga suki desuka?' dan Murid B merespons secara lisan menyatakan suka/tidak suka beserta rasanya, lalu bergantian peran (acuan respons tepat: Murid menyatakan afirmatif 'Hai, [makanan] ga suki desu. [Rasa] desu' atau negatif 'Iie, [makanan] wa suki janai desu / suki dewa arimasen. [Rasa] desu') (30 menit).
- Secara mandiri bergiliran di hadapan guru atau kelompok, setiap murid mengomunikasikan secara lisan mengenai 2 jenis makanan daerah pilihannya (1 makanan yang disukai dan 1 makanan yang tidak disukai) lengkap dengan deskripsi rasanya (acuan struktur minimal: 'Watashi wa [makanan daerah 1] ga suki desu. [Rasa] desu. Demo, [makanan daerah 2] wa suki janai desu / suki dewa arimasen. [Rasa] desu.') (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengevaluasi kejelasan informasi lisan yang diucapkan: apakah nama makanan daerah, pilihan pola suka/tidak suka, dan kosakata rasanya tersampaikan dengan tepat tanpa keraguan (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung mengenai ketepatan pilihan bentuk gramatika afirmatif (~ga suki desu) dan bentuk negatif (~wa suki janai desu / ~wa suki dewa arimasen) serta keterkaitan kata sifat rasa yang digunakan murid (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan intisari pembelajaran lisan hari ini terkait cara menyatakan kesukaan dan ketidaksukaan terhadap makanan daerah beserta alasan rasanya (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir singkat secara lisan kepada 3 murid acak sebagai cek pemahaman terhadap pola materi sebelum mengakhiri pelajaran dan menutup kelas dengan doa serta aisatsu (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual berisi gambar makanan daerah dan petunjuk kata sifat rasa bagi murid yang membutuhkan scaffolding; kartu teks polos tanpa gambar untuk murid berkemampuan cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan 2 makanan daerah menggunakan panduan pola kalimat; murid yang lebih cepat ditantang mengomunikasikan 4 makanan daerah dengan memadukan variasi negatif 'suki dewa arimasen' dan kata keterangan tingkatan seperti 'totemo'.
- Produk: Ujaran lisan murid yang memerlukan bimbingan terfokus pada ketepatan struktur dasar afirmatif/negatif; murid mahir menyampaikan ujaran lisan dengan ragam kosakata rasa dan variasi penolakan halus secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya-jawab lisan singkat di pendahuluan menggunakan flashcard: 'Rendang ga suki desuka? Karai desuka?' (acuan jawaban: merespons kesukaan 'Hai, suki desu' / 'Iie, suki janai desu' dan rasa 'Karai desu' / 'Totemo karai desu')
Proses:- Observasi unjuk kerja berbicara saat permainan berpasangan 'Food Interview Relay' berdasarkan 4 menu makanan daerah target: (1) Rawon Surabaya, (2) Gudeg Jogja, (3) Rendang Padang, (4) Pempek Palembang dengan pola tanya '[Makanan] ga suki desuka?' dan jawaban afirmatif/negatif berpasangan dengan rasa (karai, amai, oishii)
- Penilaian unjuk kerja lisan mandiri menyampaikan 2 makanan daerah (1 disukai, 1 tidak disukai) beserta rasanya sesuai acuan pola: '[Makanan 1] ga suki desu. [Rasa] desu. [Makanan 2] wa suki janai desu / suki dewa arimasen. [Rasa] desu.'
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru bertanya kepada murid acak '[Gudeg Jogja] ga suki desuka?' (kriteria penerimaan operasional: murid menjawab secara lisan menggunakan pola kesukaan afirmatif/negatif yang tepat disertai kata sifat rasa yang logis, misal: 'Iie, gudeg wa suki janai desu. Amai desu' atau 'Hai, gudeg ga suki desu. Oishii desu')
Formatif:- Unjuk kerja lisan berpasangan (Food Interview Relay) dan ujaran lisan mandiri mengenai kesukaan makanan daerah dan rasanya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengomunikasikan Rasa dan Kesukaan Makanan Daerah secara Lisan | Belum mampu melafalkan ungkapan lisan kesukaan makanan daerah dan rasanya, atau ujaran tidak sesuai konteks/keliru sepenuhnya. | Mampu melafalkan 1 ungkapan kesukaan atau ketidaksukaan makanan daerah secara lisan namun belum menyertakan deskripsi rasa, atau memerlukan bantuan guru secara penuh. | Mampu mengomunikasikan secara lisan 2 makanan daerah (kesukaan dan ketidaksukaan) beserta rasanya sesuai struktur dasar (~ga suki desu / ~wa suki janai desu / ~wa suki dewa arimasen) dengan sedikit bantuan. | Mampu mengomunikasikan secara lisan 2 makanan daerah (kesukaan dan ketidaksukaan) beserta rasanya secara mandiri, fasih, dan tepat sesuai struktur gramatika serta konteks rasa tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam praktik komunikasi lisan tanya jawab berpasangan?
- Bagian pola kalimat mana yang paling sering mengalami kekeliruan pelafalan atau tata bahasa (apakah bentuk afirmatif ~ga suki desu atau bentuk negatif ~wa suki janai desu / ~wa suki dewa arimasen)?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menyatakan rasa suka dan tidak suka terhadap makanan daerah beserta rasanya dalam bahasa Jepang?
- Ungkapan atau kosakata rasa mana yang masih terasa sulit untuk saya ucapkan saat berbicara?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Tawaran Makanan secara Lisan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk menawarkan makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan singkat kepada murid untuk mengecek kesiapan penggunaan pola penawaran makanan melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Jika ingin menawarkan ramen, bagaimana kalimat tanyanya?' (acuan: 'Ramen, tabemasuka?'); (2) 'Bagaimana bentuk jawaban jika menerima tawaran tersebut?' (acuan: 'Ja, ramen onegaishimasu / Hai, onegaishimasu') (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mengomunikasikan tawaran makanan secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak permodelan dialog lisan menawarkan makanan dari guru: A: 'Raamen, tabemasuka?' B: 'Ja, raamen onegaishimasu.' A: 'Douzo.' B: 'Arigatou gozaimasu.' serta variasi penolakan halus B: 'Raamen wa chotto...' (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 4 kosakata makanan target yang disediakan pada kartu visual di papan: (1) 'rawon', (2) 'ramen', (3) 'bakso', (4) 'takoyaki', lalu menirukan pelafalan pola kalimat penawaran '[Makanan], tabemasuka?' secara klasikal dan terarah (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan memainkan permainan kartu bertukar peran 'O-susume Marche' (Pasar Rekomendasi). Setiap pasangan menerima 4 kartu gambar makanan: Kartu 1: Gambar Mangkuk Rawon (tulisan: rawon), Kartu 2: Gambar Ramen (tulisan: ramen), Kartu 3: Gambar Semangkuk Bakso (tulisan: bakso), Kartu 4: Gambar Sepiring Takoyaki (tulisan: takoyaki). Setiap murid secara bergantian mengambil 1 kartu lalu menawarkan makanan tersebut kepada pasangannya secara lisan menggunakan pola '[Makanan pada kartu], tabemasuka?' secara bergantian hingga keempat kartu selesai dimainkan (20 menit).
- Setiap pasangan murid melakukan unjuk kerja berbicara langsung di hadapan guru atau di depan kelas, memeragakan pertukaran lisan menawarkan 2 jenis makanan dari 4 kartu yang ditentukan: Penutur A menawarkan makanan pertama '[Makanan 1], tabemasuka?', Penutur B merespons ('Ja, [Makanan 1] onegaishimasu' atau '[Makanan 1] wa chotto...'), lalu berganti peran Penutur B menawarkan makanan kedua '[Makanan 2], tabemasuka?' dan Penutur A merespons (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengevaluasi kelancaran dan ketepatan ujaran lisan penawaran makanan yang baru saja dipraktikkan berdasarkan kartu acuan kata yang digunakan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan atas ketepatan ujaran lisan murid dalam menawarkan makanan serta meresponsnya (5 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya (pertemuan 8) yaitu mengomunikasikan tawaran minuman secara lisan, dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantuan visual yang memuat gambar dan tulisan romaji/kana untuk murid yang membutuhkan bantuan memori kosakata.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dialog berpasangan dengan teks pemandu di meja, sedangkan murid yang lebih mahir mempraktikkan tawaran lisan langsung tanpa melihat teks pemandu.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan ujaran lisan penawaran makanan dengan ketepatan pola kalimat '[nama makanan], tabemasuka?'.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Jika ingin menawarkan ramen, bagaimana kalimat tanyanya?' (acuan jawaban: 'Ramen, tabemasuka?'); (2) 'Bagaimana bentuk respon penerimaannya?' (acuan jawaban: 'Ja, ramen onegaishimasu' / 'Hai, onegaishimasu').
Proses:- Observasi unjuk kerja lisan saat permainan 'O-susume Marche' dan peragaan berpasangan. Guru mencatat ketepatan pola lisan menawarkan makanan dari 4 stimulus kartu target: (1) rawon -> 'Rawon, tabemasuka?', (2) ramen -> 'Ramen, tabemasuka?', (3) bakso -> 'Bakso, tabemasuka?', (4) takoyaki -> 'Takoyaki, tabemasuka?'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk gambar bakso secara acak dan meminta salah satu murid melafalkan ujaran tawaran makanan dengan tepat (acuan: 'Bakso, tabemasuka?').
Formatif:- Penilaian unjuk kerja berbicara berpasangan (percakapan lisan menawarkan makanan menggunakan kartu stimulus)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Ujaran Lisan Menawarkan Makanan | Belum mampu melafalkan kalimat penawaran makanan sesuai pola '[makanan], tabemasuka?' (0 dari 4 kartu target tepat). | Mampu melafalkan kalimat penawaran makanan secara lisan untuk 1-2 dari 4 kartu makanan target ('rawon', 'ramen', 'bakso', 'takoyaki') dengan pola '[makanan], tabemasuka?' dengan bimbingan penuh. | Mampu melafalkan kalimat penawaran makanan secara lisan untuk 3 dari 4 kartu makanan target ('rawon', 'ramen', 'bakso', 'takoyaki') menggunakan pola '[makanan], tabemasuka?' secara tepat dan mandiri. | Mampu melafalkan kalimat penawaran makanan secara lisan untuk seluruh 4 kartu makanan target ('rawon', 'ramen', 'bakso', 'takoyaki') menggunakan pola '[makanan], tabemasuka?' secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan kesempatan aktif berbicara untuk menawarkan makanan secara lisan?
- Apakah penggunaan media kartu makanan efektif memfasilitasi kelancaran murid dalam mempraktikkan dialog penawaran?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menawarkan makanan kepada teman menggunakan bahasa Jepang sederhana secara percaya diri?
- Ungkapan penawaran makanan mana yang paling mudah atau paling menantang untuk saya ucapkan?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Tawaran Minuman secara Lisan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk menawarkan makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk menawarkan minuman dalam bahasa Jepang sederhana menggunakan pola '[Nama minuman], nomimasuka?' (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menunjuk 2 kartu gambar minuman (kopi dan teh) lalu meminta murid mengucapkan ujaran menawarkan minuman berdasarkan gambar tersebut (acuan: gambar kopi -> 'Koohii, nomimasuka?'; gambar teh -> 'Ocha, nomimasuka?') untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak dan mencermati pemodelan pengucapan lisan penawaran minuman dari guru untuk 4 jenis minuman: (1) koohii (kopi) -> 'Koohii, nomimasuka?', (2) ocha (teh hijau) -> 'Ocha, nomimasuka?', (3) juusu (jus) -> 'Juusu, nomimasuka?', dan (4) mizu (air putih) -> 'Mizu, nomimasuka?' secara berkesadaran terhadap kejelasan bunyi dan kosakata minuman yang digunakan (10 menit).
- Murid secara bersama-sama menirukan pelafalan ujaran menawarkan minuman untuk keempat jenis minuman tersebut dengan bimbingan guru secara bertahap hingga lancar (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid bermain permainan tantangan berpasangan 'Drink Order Rally': setiap pasangan menerima 4 kartu gambar minuman: (1) koohii, (2) juusu, (3) ocha, dan (4) mizu. Murid A mengambil satu kartu secara acak lalu secara lisan menawarkan minuman tersebut kepada murid B, murid B merespons secara lisan, kemudian bertukar peran hingga keempat kartu minuman selesai dipraktikkan secara bergantian (acuan lisan penawar: 'Koohii, nomimasuka?', 'Juusu, nomimasuka?', 'Ocha, nomimasuka?', 'Mizu, nomimasuka?') (25 menit).
- Secara bergantian, setiap pasangan mempraktikkan komunikasi lisan penawaran minuman secara mandiri di hadapan guru atau kelas berdasarkan 2 kartu minuman acak yang ditarik (kunci/acuan ketepatan: menyesuaikan ujaran '[Nama minuman], nomimasuka?' dengan kartu yang ditarik di antara koohii, ocha, juusu, atau mizu) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereviu ketepatan ujaran penawaran minuman yang telah dipraktikkan dan mengidentifikasi kosakata nama minuman mana yang paling mudah maupun yang memerlukan latihan pengucapan tambahan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif secara menyeluruh terhadap praktik komunikasi lisan menawarkan minuman yang telah dilaksanakan murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pola kalimat penawaran minuman lisan yang telah dipelajari ('[Nama minuman], nomimasuka?') dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (batch ini pertemuan 8, bukan akhir bab) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar yang dilengkapi tulisan romaji nama minuman (koohii, ocha, juusu, mizu), sedangkan murid yang sudah mahir menggunakan kartu gambar murni tanpa teks bantuan.
- Proses: Murid yang memerlukan latihan tambahan mempraktikkan penawaran 2 jenis minuman dengan pengulangan terbimbing oleh teman/guru, sedangkan murid yang lebih cepat menuntaskan seluruh 4 jenis minuman secara lancar tanpa jeda ragu.
- Produk: Variasi diferensiasi produk tidak diterapkan karena seluruh murid mencapai target unjuk kerja komunikasi lisan penawaran minuman yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu gambar minuman: Guru menunjukkan gambar kopi dan gambar teh, lalu meminta murid melafalkan ujaran penawaran minuman (acuan jawaban: gambar kopi -> 'Koohii, nomimasuka?'; gambar teh -> 'Ocha, nomimasuka?'). Kriteria kesiapan: murid siap jika mampu menyebutkan pola penawaran dengan benar minimal pada 1 dari 2 gambar acuan.
Proses:- Pengamatan performa unjuk kerja komunikasi lisan saat aktivitas 'Drink Order Rally' dan praktik berpasangan. Guru mencatat ketepatan penggunaan pola '[Nama minuman], nomimasuka?' pada 4 jenis minuman target: (1) koohii -> 'Koohii, nomimasuka?', (2) ocha -> 'Ocha, nomimasuka?', (3) juusu -> 'Juusu, nomimasuka?', (4) mizu -> 'Mizu, nomimasuka?'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Guru mengacungkan satu kartu gambar secara acak di antara 4 pilihan (misal kartu jus) dan meminta salah satu murid secara spontan menawarkan minuman tersebut secara lisan (acuan: gambar jus -> 'Juusu, nomimasuka?'). Kriteria keberhasilan: ujaran penawaran minuman terlontar secara tepat sesuai gambar tanpa jeda yang salah.
Formatif:- Unjuk kerja komunikasi lisan menawarkan minuman secara berpasangan menggunakan kartu stimulus minuman (koohii, ocha, juusu, mizu).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengomunikasikan Tawaran Minuman secara Lisan | Belum mampu mengomunikasikan tawaran minuman secara lisan; ujaran tidak membentuk pola penawaran atau salah pada seluruh 4 minuman target (koohii, ocha, juusu, mizu) walau dibimbing. | Mampu mengomunikasikan tawaran minuman secara lisan dengan tepat pada 1-2 dari 4 minuman target (koohii, ocha, juusu, mizu) menggunakan pola '[Nama minuman], nomimasuka?' dengan bantuan atau bimbingan guru. | Mampu mengomunikasikan tawaran minuman secara lisan dengan tepat pada 3-4 minuman target (koohii, ocha, juusu, mizu) menggunakan pola '[Nama minuman], nomimasuka?' secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan tawaran minuman secara lisan dengan tepat pada seluruh 4 minuman target (koohii, ocha, juusu, mizu) menggunakan pola '[Nama minuman], nomimasuka?' secara mandiri, lancar tanpa jeda ragu, serta konsisten pada setiap giliran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu permainan simulasi lisan berpasangan mencukupi bagi setiap murid untuk berlatih aktif?
- Bagian kosakata nama minuman mana yang masih sering tertukar oleh murid saat menawarkan minuman secara lisan?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menawarkan minuman kepada teman dalam bahasa Jepang menggunakan pola '[Nama minuman], nomimasuka?' secara lancar?
- Nama minuman apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya ucapkan saat menawarkan minuman?
Pertemuan 9 — Menyimpulkan Teks Tulis Sederhana tentang Informasi Makanan Khas — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi mengenai makanan khas serta menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan teks tulis sederhana berbahasa Jepang mengenai informasi makanan khas daerah (asal kota, rasa, dan ciri khas) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes baca cepat 3 kosakata makanan/rasa pada kartu flashcard: (1) りょうり (ryouri), (2) からい (karai), (3) ゆうめい (yuumei) untuk memetakan kesiapan membaca kosakata dasar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati Teks Model 1: 『ラウォンは スラバヤの りょうりです。くろい スープです。とても おいしいです。』(Rawon wa Surabaya no ryouri desu. Kuroi suupu desu. Totemo oishii desu.) yang ditampilkan guru di layar (10 menit).
- Dengan bimbingan guru secara berkesadaran, murid mengidentifikasi 3 elemen informasi kunci dalam teks model: nama makanan (Rawon), asal daerah (Surabaya), serta deskripsi/rasa (sup hitam, sangat lezat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan detektif membaca 'Speed Reading Challenge': dalam kelompok kecil, murid berlomba membaca Teks Latihan A: 『ルンダンは パダンの りょうりです。にくの りょうりです。からいですが、とても おいしいです。』(Rendang wa Padang no ryouri desu. Niku no ryouri desu. Karai desu ga, totemo oishii desu.) dan secara menggembirakan mencocokkan potongan kartu informasi dengan cepat (15 menit).
- Murid secara mandiri membaca Teks Bacaan B pada lembar kerja: 『バクソは マランの りょうりです。まるい にくの りょうりです。あつい スープです。すこし しおからいです。』(Bakso wa Malang no ryouri desu. Marui niku no ryouri desu. Atsui suupu desu. Sukoshi shiokarai desu.) lalu menyimpulkan 4 butir informasi: (1) Nama makanan khas, (2) Daerah asal, (3) Bahan/bentuk, (4) Karakteristik rasa/sup (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil simpulannya secara mandiri berdasarkan kunci verifikasi yang dipaparkan guru dan menandai bagian kosakata yang sudah dipahami dengan tepat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan murid dalam menyimpulkan informasi teks tulis makanan khas (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan strategi menemukan kata kunci (partikel の untuk asal daerah, kata sifat untuk rasa) dalam teks bacaan bahasa Jepang (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks bacaan disediakan dengan teks berhuruf Kana disertai furigana bagi murid yang masih lambat membaca, serta teks Kana murni tanpa bantuan romaji bagi yang sudah lancar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa tabel penuntun 4 kolom rumpang, sedangkan murid yang cepat langsung menuliskan simpulan 4 butir secara mandiri.
- Produk: Format penulisan simpulan dapat berupa pengisian tabel intisari informasi atau daftar butir simpulan kalimat tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca kartu flashcard 3 kosakata: (1) りょうり, (2) からい, (3) ゆうめい. Acuan jawaban benar: (1) ryouri / masakan, (2) karai / pedas, (3) yuumei / terkenal. Kriteria: murid yang tepat membaca minimal 2 kosakata siap mengikuti teks mandiri; murid yang membaca < 2 kosakata diberi teks berfurigana.
Proses:- Kecepatan dan ketepatan mencocokkan kartu informasi Teks Latihan A pada Speed Reading Challenge. Kunci pasangan: Nama makanan -> Rendang; Asal daerah -> Padang; Bahan -> Niku (daging); Rasa -> Karai (pedas), totemo oishii (sangat enak).
- Lembar kerja membaca mandiri Teks Bacaan B. Kunci simpulan 4 butir: (1) Nama makanan khas = Bakso (バクソ); (2) Daerah asal = Malang (マラン); (3) Bahan/bentuk = Daging bulat (まるい にく); (4) Karakteristik rasa/sup = Sup panas, sedikit asin/gurih (あつい スープ、すこし しおからい).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan jawaban singkat atas pertanyaan: Berdasarkan Teks Model 1, sebutkan asal kota dan warna sup rawon! Acuan jawaban: Asal kota = Surabaya; Warna sup = Hitam (kuroi).
Formatif:- Tes lisan diagnostik membaca 3 kosakata dasar di awal pembelajaran.
- Tugas tertulis mandiri menyimpulkan 4 butir informasi makanan khas dari Teks Bacaan B.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan informasi teks tulis makanan khas (Teks B) | Menyimpulkan dengan tepat 0-1 dari 4 butir informasi teks (nama makanan, daerah asal, bahan/bentuk, rasa/karakteristik). | Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 butir informasi teks sesuai acuan jawaban. | Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 butir informasi teks sesuai acuan jawaban. | Menyimpulkan seluruh 4 butir informasi teks dengan tepat sesuai acuan jawaban secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan bahasa Jepang yang disajikan memiliki tingkat keterbacaan yang sesuai dengan kemampuan murid kelas 11?
- Apakah strategi permainan Speed Reading Challenge efektif membantu murid menemukan informasi kunci dalam teks makanan khas?
Murid:- Bagian mana dari teks bacaan bahasa Jepang tentang makanan khas yang paling mudah saya pahami?
- Kosakata atau pola kalimat apa yang masih perlu saya latih agar lebih cepat menyimpulkan isi bacaan?
Pertemuan 10 — Menghubungkan Gagasan dan Informasi Antardua Teks Makanan Khas — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi mengenai makanan khas serta menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyimpulkan dan menghubungkan gagasan serta informasi antardua teks tulis sederhana tentang makanan khas (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat berupa membaca dua kalimat pendek: Teks A 'Rawon wa Surabaya no ryouri desu. Karai desu.' dan Teks B 'Gudeg wa Jogja no ryouri desu. Amai desu.' lalu murid diminta menjawab dua pertanyaan singkat: (1) Sebutkan kota asal kedua makanan tersebut! (acuan: Rawon = Surabaya, Gudeg = Jogja); (2) Sebutkan rasa kedua makanan tersebut! (acuan: Rawon = karai/pedas, Gudeg = amai/manis) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati dua teks tulis sederhana bertema makanan khas di lembar bacaan:
Teks 1: 'Rawon wa Surabaya no ryouri desu. Kuroi suupu desu. Niku no ryouri desu. Totemo karai desu kedo, oishii desu.'
Teks 2: 'Soto Madura wa Madura no ryouri desu. Kiiroi suupu desu. Niku no ryouri desu. Amari karakunai desu. Oishii desu.'
Murid membaca terbimbing untuk mengidentifikasi 4 kategori informasi inti: asal daerah (shusshinchi), jenis bahan utama (zairyou), warna kuah (iro), dan rasa (aji) (15 menit).
- Murid membedah keterhubungan makna antardua teks dengan menandai unsur kesamaan (keduanya sama-sama hidangan daging berkuah dan lezat: niku no ryouri / oishii) dan unsur perbedaan (kota asal Surabaya vs Madura, warna kuah hitam kuroi vs kuning kiiroi, dan tingkat rasa pedas totemo karai vs amari karakunai) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti tantangan membaca cepat dan membandingkan teks 'Tsunagari Match Game' (permainan menghubungkan informasi antarteks). Murid menerima Lembar Kerja berisi dua teks baru:
Teks X: 'Rendang wa Padang no ryouri desu. Niku no ryouri desu. Totemo karai desu.'
Teks Y: 'Gudeg wa Jogja no ryouri desu. Niku to tamago no ryouri desu. Amai desu.'
Murid secara berpasangan mengisi tabel perbandingan 4 unsur (Asal, Bahan, Rasa, Hubungan Persamaan/Perbedaan) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar analisis hubungan teks berisi 4 butir soal keterhubungan gagasan antardua teks makanan khas:
1. Tuliskan persamaan bahan antara Rawon dan Soto Madura berdasarkan Teks 1 dan Teks 2! (acuan: Keduanya berbahan daging / niku no ryouri)
2. Tuliskan perbedaan rasa antara Rawon dan Soto Madura berdasarkan Teks 1 dan Teks 2! (acuan: Rawon totemo karai / sangat pedas, sedangkan Soto Madura amari karakunai / tidak begitu pedas)
3. Tuliskan perbedaan asal kota antara Rendang dan Gudeg berdasarkan Teks X dan Teks Y! (acuan: Rendang berasal dari Padang, Gudeg berasal dari Jogja)
4. Tuliskan hubungan perbandingan rasa antara Rendang dan Gudeg berdasarkan Teks X dan Teks Y! (acuan: Rendang berasa pedas / totemo karai, sedangkan Gudeg berasa manis / amai) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketepatan hasil analisis hubungan antarteks yang telah dikerjakan secara mandiri dengan mencocokkan lembar acuan simpulan informasi yang ditayangkan guru di papan tulis (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan strategi menghubungkan gagasan antarteks bahasa Jepang, yaitu dengan memetakan kata kunci kategori (daerah, bahan, rasa) lalu mencari persamaan serta perbedaannya (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir singkat secara tertulis satu butir: Berdasarkan kalimat 'Bakso Malang wa Malang no ryouri desu' dan 'Pempek wa Palembang no ryouri desu', sebutkan hubungan kategori informasi yang dibandingkan antardua kalimat tersebut! (acuan: perbandingan daerah asal makanan khas / shusshinchi, yaitu Malang dan Palembang) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks berpasangan dengan penanda warna (highlight) pada kata kunci informasi (asal daerah = kuning, rasa = hijau, bahan = biru). Murid cepat diberikan teks pembanding tambahan dengan variasi kalimat sanggahan (kedo/demo) tanpa penanda warna.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca kata per kata untuk menemukan pasangan informasi. Murid cepat bekerja secara mandiri menganalisis persamaan dan perbedaan antarteks tanpa bantuan scaffolding tabel visual.
- Produk: Seluruh murid menyimpulkan dan menghubungkan 4 butir keterhubungan antardua teks pada lembar kerja tertulis sesuai standar bukti capaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca terbimbing 2 kalimat teks: Teks A 'Rawon wa Surabaya no ryouri desu. Karai desu.' dan Teks B 'Gudeg wa Jogja no ryouri desu. Amai desu.' Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Kota asal kedua hidangan (acuan: Surabaya dan Jogja); (2) Rasa kedua hidangan (acuan: karai/pedas dan amai/manis).
Proses:- Formatif latihan mandiri menganalisis keterhubungan gagasan antardua teks makanan khas dengan 4 butir soal: Butir 1 Persamaan bahan Rawon & Soto Madura (acuan: sama-sama niku no ryouri/hidangan daging); Butir 2 Perbedaan rasa Rawon & Soto Madura (acuan: Rawon totemo karai, Soto Madura amari karakunai); Butir 3 Perbedaan daerah Rendang & Gudeg (acuan: Rendang Padang, Gudeg Jogja); Butir 4 Perbedaan rasa Rendang & Gudeg (acuan: Rendang totemo karai, Gudeg amai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis: 'Berdasarkan teks singkat: Bakso Malang wa Malang no ryouri desu dan Pempek wa Palembang no ryouri desu, tentukan hubungan informasi apa yang sedang dibandingkan!' (acuan: membandingkan informasi asal kota/daerah makanan khas, yaitu Malang dan Palembang).
Formatif:- Asesmen diagnostik membaca singkat 2 teks pendek pada pendahuluan.
- Tugas mandiri menganalisis 4 butir keterhubungan gagasan dan informasi antardua teks makanan khas pada tahap mengaplikasi.
- Cek pemahaman akhir tertulis satu butir pada penutup.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan dan Menghubungkan Gagasan Antardua Teks Makanan Khas | Belum mampu menyimpulkan informasi atau hanya mampu menghubungkan 1 dari 4 butir keterhubungan antardua teks makanan khas secara tepat. | Mampu menyimpulkan informasi dan menghubungkan 2 dari 4 butir keterhubungan gagasan antardua teks makanan khas secara tepat sesuai acuan. | Mampu menyimpulkan informasi dan menghubungkan 3 dari 4 butir keterhubungan gagasan antardua teks makanan khas secara tepat sesuai acuan. | Mampu menyimpulkan informasi dan menghubungkan seluruh 4 butir keterhubungan gagasan (persamaan bahan, perbedaan rasa, perbedaan asal daerah, dan perbedaan rasa antarteks) secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menemukan kata kunci pembanding (daerah, bahan, rasa) antardua teks bahasa Jepang secara mandiri?
- Bagian keterhubungan teks mana (persamaan atau perbedaan) yang paling banyak mengalami kekeliruan pemahaman oleh murid?
Murid:- Bagian mana dari kedua teks bahasa Jepang yang paling mudah saya temukan persamaannya?
- Strategi apa yang paling membantu saya saat mencari perbedaan informasi rasa dan asal daerah antara dua teks?
Pertemuan 11 — Menyusun Teks Tulis Sederhana tentang Rasa dan Makanan yang Disukai — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.6 Menyusun teks tulis sederhana secara tertulis tentang gagasan dan informasi rasa serta makanan yang disukai dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-11, yaitu menyusun teks tulis sederhana tentang rasa dan makanan yang disukai dalam bahasa Jepang (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid melengkapi 2 kalimat rumpang di papan tulis: (1) 'Watashi wa raamen ___ suki desu.' (partikel) dan (2) 'Raamen wa totemo ___ desu.' (pilihan kata rasa: oishii/nigai) (acuan kunci: butir 1 diisi 'ga'; butir 2 diisi 'oishii') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh model teks tulis pendek tentang makanan favorit di lembar panduan: 'Watashi wa sushi ga suki desu. Sushi wa totemo oishii desu. Soshite, chotto suppai desu.' (5 menit).
- Murid membedah elemen pembentuk teks tulis sederhana yang mencakup pernyataan kesukaan terhadap makanan (pola: [Makanan] ga suki desu) dan gagasan rasa (pola: [Rasa/Kata Sifat-i] desu) secara berkesadaran (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan cepat berpasangan 'Word Card Relay': setiap pasangan memilih 1 kartu nama makanan dan 2 kartu rasa dari kotak tantangan, lalu menyusun kerangka teks tulis secara menyenangkan (10 menit).
- Secara mandiri, murid menyusun draf teks tulis sederhana sepanjang 3-4 kalimat tertulis dalam bahasa Jepang yang memuat gagasan makanan yang disukai dan deskripsi rasa makanan tersebut (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang draf teks tulis milik sendiri secara berkesadaran menggunakan lembar cek mandiri untuk memastikan gagasan kesukaan makanan dan informasi rasa sudah tertulis lengkap (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan alur penyusunan teks tulis sederhana tentang makanan yang disukai dan rasanya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap draf tulisan murid serta menginformasikan kesiapan untuk asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan lembar panduan berisi templat struktur teks rumpang dan daftar kosakata rasa; murid yang telah mahir diberikan lembar tanpa templat dengan variasi kosakata rasa yang lebih luas.
- Proses: Murid dengan kecepatan belajar sedang/lambat menyusun teks berpedoman pada pola kalimat inti (3 kalimat pokok); murid yang cepat menyusun teks dengan menambahkan kata keterangan tingkatan rasa (totemo, chotto).
- Produk: Teks tulis sederhana tentang 1 jenis makanan yang disukai dan rasanya (minimal 3 kalimat untuk pemula; 4 kalimat dengan tingkatan rasa untuk tingkat mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman struktur dasar kalimat kesukaan dan rasa makanan berupa 2 butir soal rumpang tertulis di pendahuluan: (1) 'Watashi wa raamen ___ suki desu.' -> acuan kunci: 'ga'; (2) 'Raamen wa totemo ___ desu.' (pilihan: oishii/nigai) -> acuan kunci: 'oishii'.
Proses:- Cek formatif penyusunan draf teks tulis sederhana saat tahap Mengaplikasi: memeriksa keberadaan minimal 2 informasi utama yaitu makanan yang disukai (pola: ~ ga suki desu) dan informasi rasa (pola kata sifat rasa + desu) dengan acuan penulisan pola kalimat yang tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek akhir pemahaman berupa produk teks tulis sederhana 3 kalimat tentang makanan kesukaan dan rasanya. Kriteria penerimaan operasional: teks tertulis memuat (1) nama makanan yang disukai dengan partikel 'ga suki desu', (2) minimal satu deskripsi rasa (misal: oishii, karai, amai, nigai), dan (3) seluruh kalimat ditulis dalam bentuk predikat bahasa Jepang sederhana yang tepat.
Formatif:- Penilaian proses penyusunan draf teks tulis sederhana menggunakan lembar observasi dan cek mandiri.
- Asesmen diagnostik singkat rumpang pada kegiatan pendahuluan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Gagasan Teks (Makanan Disukai dan Rasa) | Belum memuat informasi makanan yang disukai maupun informasi rasa makanan dalam teks tertulis. | Memuat salah satu informasi secara tertulis: hanya makanan yang disukai atau hanya rasa makanan. | Memuat kedua informasi secara tertulis (makanan yang disukai dan rasa makanan) secara lengkap. | Memuat kedua informasi secara tertulis lengkap dengan penambahan variasi tingkatan rasa (misal: totemo, chotto). | | Ketepatan Pola Kalimat Tulis Bahasa Jepang | Sebagian besar pola kalimat tertulis belum sesuai kaidah dasar bahasa Jepang (~ga suki desu dan predikat kata sifat rasa). | Menulis teks dengan 1 pola kalimat yang tepat, tetapi pola lainnya masih keliru. | Menulis seluruh teks sederhana dengan pola kalimat bahasa Jepang yang tepat dan runtut. | Menulis seluruh teks dengan pola kalimat yang tepat secara mandiri tanpa memerlukan bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit pada tahap mandiri mencukupi seluruh murid untuk menyusun draf teks tulis?
- Bagian mana dari struktur penulisan kalimat bahasa Jepang yang masih sering memicu kekeliruan pada murid?
Murid:- Apakah saya sudah berhasil menuliskan makanan favorit saya dan rasanya ke dalam kalimat bahasa Jepang yang benar?
- Kosakata atau pola kalimat mana yang paling mudah dan paling menantang saat saya menyusun teks hari ini?
Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.6.1 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi lisan mengenai rasa makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.2 Menyimpulkan teks multimodal tentang gagasan dan informasi penerimaan atau penolakan tawaran makanan dan minuman dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.3 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk menawarkan makanan atau minuman dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi mengenai makanan khas serta menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.6.6 Menyusun teks tulis sederhana secara tertulis tentang gagasan dan informasi rasa serta makanan yang disukai dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 6 Rasa Makanan dan Minuman yang mencakup asesmen tertulis (reseptif-produktif) serta unjuk kerja lisan berpasangan (3 menit).
- Guru membimbing murid menyiapkan alat tulis, merapikan meja, dan menjelaskan tata tertib asesmen sumatif yang menuntut kemandirian dan kejujuran penuh (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Tertulis dan menjelaskan petunjuk teknis 4 bagian soal tertulis serta jadwal giliran praktik lisan berpasangan di meja penguji (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan Tugas 1 Asesmen Tertulis (durasi total 40 menit): Murid menyimak pemutaran 2 audio teks rasa makanan (Audio 1: 'Kono rawon wa karai desu ga, totemo oishii desu' -> Kunci simpulan TP 1: rawon rasanya pedas tetapi sangat enak; Audio 2: 'Kono jus wa amari amakunai desu' -> Kunci simpulan TP 1: jus rasanya tidak begitu manis). Murid menyimak 2 tayangan klip video/multimodal tawaran (Klip A: Ken menawarkan kue 'Keki o tabemasuka?' dijawab 'Hai, onegaishimasu' -> Kunci simpulan TP 2: menerima tawaran kue; Klip B: Emi menawarkan teh 'Ocha o nomimasuka?' dijawab 'Ocha wa chotto...' -> Kunci simpulan TP 2: menolak tawaran teh). Murid membaca 2 teks makanan khas (Teks 1: 'Gudeg wa Jogjakarta no ryouri desu. Totemo amai desu'; Teks 2: 'Rawon wa Surabaya no ryouri desu. Karai desu') lalu mengisi tabel perbandingan persamaan & perbedaan asal daerah serta rasa (Kunci TP 5: Persamaan = keduanya makanan khas daerah Indonesia; Perbedaan = Gudeg dari Yogyakarta rasanya manis, Rawon dari Surabaya rasanya pedas). Murid menyusun teks paragraf sederhana minimal 3 kalimat tentang makanan kesukaan dan rasanya (Kriteria TP 6: memuat nama makanan, rasa dengan pola kata sifat -i/-na yang tepat, dan alasan kesukaan, misal: 'Watashi wa rendang ga suki desu. Rendang wa totemo oishii desu. Sukoshi karai desu') (40 menit).
- Secara bergiliran per pasangan (14 pasang x 2,5 menit) maju ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 2 Praktik Lisan Berpasangan (durasi total 35 menit): Murid A dan B mendemonstrasikan percakapan menawarkan makanan/minuman daerah serta responsnya (contoh: 'Kono bakso o tabemasuka?' -> 'Hai, onegaishimasu / Bakso wa chotto...') dan menyatakan rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah (contoh: 'Kono bakso wa dou desuka?' -> 'Totemo oishii desu. Watashi wa bakso ga suki desu') (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan form penilaian lisan kepada guru dengan tertib, lalu menghela napas sejenak menyadari pencapaian seluruh materi bab makanan dan minuman (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan integritas seluruh murid selama pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 6 (1 menit).
- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman belajar sepanjang Bab 6 dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks bacaan dan soal audio disediakan transkrip huruf romaji/furigana bagi murid yang memerlukan penyesuaian visual tanpa mengubah substansi bahasa Jepang yang diujikan.
- Proses: Pengaturan posisi duduk diatur agar murid dengan hambatan pendengaran berada dekat pengeras suara audio.
- Produk: Format lembar jawaban disediakan dengan baris berjarak lebih lebar bagi murid yang memerlukan ruang tulis lebih leluasa, dengan standar kriteria kelengkapan isi yang tetap sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan perangkat asesmen, lembar soal, dan kesiapan mental murid sebelum pengerjaan tes sumatif (kriteria kesiapan: seluruh murid duduk di meja masing-masing dengan alat tulis lengkap tanpa perangkat catatan).
Proses:- Observasi keteraturan dan kemandirian pengerjaan lembar tes tertulis serentak serta pemantauan alur giliran bermain peran lisan berpasangan di meja penguji.
Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi tes tertulis-reseptif serentak dan unjuk kerja bermain peran berpasangan: Lembar kerja berisi simpulan audio/multimodal, tabel perbandingan dua teks bacaan, paragraf deskripsi makanan kesukaan, serta penampilan dialog lisan menawarkan dan menyatakan rasa/kesukaan makanan daerah
- Tes tertulis reseptif dan produktif serentak: Lembar asesmen tertulis serentak seluruh kelas berisi simpulan rasa dari audio (TP 1), simpulan respons tawaran dari video multimodal (TP 2), tabel perbandingan isi 2 teks makanan khas (TP 5), dan teks paragraf sederhana tentang rasa serta makanan yang disukai (TP 6) (45 menit; kelompok; instrumen: Kunci jawaban, panduan penskoran reseptif, dan rubrik penilaian menulis teks sederhana)
- Praktik bermain peran berpasangan: Kinerja percakapan lisan berpasangan secara bergantian di depan kelas/meja guru (14 pasang x 3 menit = 42 menit, muat 28 murid) yang mendemonstrasikan tindakan menawarkan makanan/minuman beserta respons dan ungkapan rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja berbicara (kelancaran, ketepatan tata bahasa/ungkapan rasa dan penawaran, serta kejelasan lafal))
Sumatif:- Asesmen kombinasi tes tertulis-reseptif serentak dan unjuk kerja bermain peran berpasangan: Lembar kerja berisi simpulan audio/multimodal, tabel perbandingan dua teks bacaan, paragraf deskripsi makanan kesukaan, serta penampilan dialog lisan menawarkan dan menyatakan rasa/kesukaan makanan daerah
- Tes tertulis reseptif dan produktif serentak: Lembar asesmen tertulis serentak seluruh kelas berisi simpulan rasa dari audio (TP 1), simpulan respons tawaran dari video multimodal (TP 2), tabel perbandingan isi 2 teks makanan khas (TP 5), dan teks paragraf sederhana tentang rasa serta makanan yang disukai (TP 6) (45 menit; kelompok; instrumen: Kunci jawaban, panduan penskoran reseptif, dan rubrik penilaian menulis teks sederhana)
- Praktik bermain peran berpasangan: Kinerja percakapan lisan berpasangan secara bergantian di depan kelas/meja guru (14 pasang x 3 menit = 42 menit, muat 28 murid) yang mendemonstrasikan tindakan menawarkan makanan/minuman beserta respons dan ungkapan rasa serta kesukaan terhadap makanan daerah (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja berbicara (kelancaran, ketepatan tata bahasa/ungkapan rasa dan penawaran, serta kejelasan lafal))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan Informasi Lisan Rasa Makanan/Minuman (TP 1) | Menyimpulkan 0 butir audio rasa makanan dengan tepat (Audio 1: rawon pedas dan enak; Audio 2: jus tidak begitu manis). | Menyimpulkan tepat 1 dari 2 butir audio rasa makanan sesuai acuan kunci. | Menyimpulkan seluruh 2 butir audio rasa makanan (Audio 1: rawon pedas dan enak; Audio 2: jus tidak begitu manis) dengan tepat namun terdapat keraguan redaksional kecil. | Menyimpulkan seluruh 2 butir audio rasa makanan (Audio 1: rawon pedas dan sangat enak; Audio 2: jus tidak begitu manis) secara tepat, lengkap, dan mandiri. | | Menyimpulkan Respons Tawaran Teks Multimodal (TP 2) | Menyimpulkan 0 butir respons tawaran multimodal dengan tepat (Klip A: menerima tawaran kue; Klip B: menolak tawaran teh). | Menyimpulkan tepat 1 dari 2 respons tawaran teks multimodal sesuai acuan kunci. | Menyimpulkan seluruh 2 butir respons tawaran teks multimodal (Klip A: menerima tawaran kue; Klip B: menolak tawaran teh) dengan tepat. | Menyimpulkan seluruh 2 butir respons tawaran teks multimodal (menerima kue dan menolak teh) secara tepat, lengkap beserta kata kuncinya ('hai, onegaishimasu' dan '...wa chotto'). | | Mengomunikasikan Rasa dan Kesukaan Makanan Daerah secara Lisan (TP 3) | Tidak mengomunikasikan rasa maupun kesukaan makanan daerah, atau ucapan tidak bermakna dalam bahasa Jepang. | Mengomunikasikan informasi rasa ATAU kesukaan makanan daerah saja secara lisan dengan bantuan guru. | Mengomunikasikan informasi rasa (kata sifat rasa tepat) DAN kesukaan makanan daerah (pola ga suki desu) secara lisan berpasangan dengan lancar. | Mengomunikasikan informasi rasa dan kesukaan makanan daerah secara lisan dengan tata bahasa akurat, pelafalan wajar, dan mandiri tanpa jeda ragu. | | Mengomunikasikan Tawaran Makanan atau Minuman secara Lisan (TP 4) | Tidak mampu melafalkan ujaran penawaran makanan atau minuman secara lisan. | Mengomunikasikan ujaran penawaran makanan/minuman ('...o tabemasuka / nomimasuka') secara terbata-bata atau belum tepat pola partikelnya. | Mengomunikasikan ujaran penawaran makanan atau minuman secara lisan dengan tata bahasa dan pola kalimat yang tepat. | Mengomunikasikan penawaran makanan atau minuman secara lisan dengan intonasi komunikatif, santun, tepat konteks, dan tanpa kekeliruan tata bahasa. | | Menghubungkan Gagasan dan Informasi Antardua Teks Makanan Khas (TP 5) | Tidak mengisi atau keliru mengisi seluruh perbandingan 2 teks makanan khas pada tabel. | Mengidentifikasi hanya 1 unsur perbandingan (hanya daerah asal ATAU hanya rasa Gudeg/Rawon) secara tepat. | Menyimpulkan perbandingan 2 teks dengan mengisi tepat asal daerah (Gudeg: Yogyakarta, Rawon: Surabaya) dan rasa (Gudeg: manis, Rawon: pedas). | Menyimpulkan dan menghubungkan 2 teks makanan khas secara lengkap mencakup persamaan (makanan khas daerah Indonesia) serta perbedaan asal daerah dan rasanya secara akurat. | | Menyusun Teks Tulis Sederhana Rasa dan Makanan yang Disukai (TP 6) | Menyusun kurang dari 2 kalimat atau teks tidak memuat informasi nama makanan, rasa, dan kesukaan. | Menyusun 2 kalimat sederhana yang memuat nama makanan dan kesukaan, namun belum memuat deskripsi kata sifat rasa yang tepat. | Menyusun minimal 3 kalimat sederhana yang runtut memuat nama makanan, rasa makanan (pola kata sifat tepat), dan pernyataan kesukaan dalam bahasa Jepang. | Menyusun paragraf sederhana (3 kalimat atau lebih) secara mandiri, runtut, dengan ketepatan tata bahasa rasa (-i/-na desu), partikel (o/ga/wa), dan ejaan bahasa Jepang yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit tes tertulis dan 45 menit unjuk kerja berpasangan berjalan efektif mencakup seluruh TP 1 sampai 6?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid pada elemen berbicara dibandingkan elemen reseptif dan menulis pada bab rasa makanan ini?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif bab makanan dan minuman ini yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Bagaimana perasaanku setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan asesmen Bab 6 Bahasa Jepang ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024), Bab 7: Rawon Surabaya, Enak.
- File Audio Percakapan Rasa (Audio 7.1, 7.2, 7.3, 7.4).
- Kartu gambar makanan daerah dan minuman (Rawon, Kopi, Jus Semangka, Nasi Goreng, Ramen, Kari, Es Krim, Teh Ocha).
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024), Bab 7 'Rawon Surabaya, Enak'
- Audio rekaman percakapan 7.2 dan 7.3 Buku Panduan Guru Yatto Dekita Kelas XI
- Perangkat pemutar audio (laptop dan pelantang suara/speaker)
- Set kartu kode rasa (Kartu A: +, Kartu B: ++, Kartu C: -) dan Lembar Kerja Menyimak
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024, Bab 7/Bab 6 Rawon Surabaya, Enak)
- Audio percakapan bahasa Jepang Bab Rawon Surabaya, Enak (tawaran makanan dan minuman)
- Set kartu gambar ilustrasi makanan/minuman dan video/animasi percakapan kontekstual
- Japan Foundation: Rekaman audio Marugoto Katsudou A1 & Irodori Nihongo
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI Bab 7/Bab 6 'Rawon Surabaya, Enak'
- Audio percakapan penolakan tawaran makanan/minuman (materi Yatto Dekita)
- Lembar Kerja Menyimak Multimodal bergambar
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI Bab 7 'Rawon Surabaya, Enak'
- Set Kartu Permainan Rasa Kuliner Nusantara (gambar makanan daerah dan label kosakata rasa)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024), Bab 7/Bab 6 Rawon Surabaya, Enak
- Audio percakapan kesukaan makanan Jepang dan Indonesia (Audio 7.5 - 7.8 Yatto Dekita)
- Flashcard dan kartu peran menu makanan daerah (Rawon Surabaya, Gudeg Jogja, Rendang Padang, Pempek Palembang)
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI: Yatto Dekita
- Kartu bergambar makanan (Rawon, Ramen, Bakso, Takoyaki)
- Audio percakapan bahasa Jepang (materi penawaran makanan)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI Bab 6/7 'Rawon Surabaya, Enak'
- Set kartu gambar stimulus 4 minuman: koohii (kopi), ocha (teh hijau), juusu (jus), mizu (air putih)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Bab 7: Rawon Surabaya, Enak)
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI
- Kartu teks bacaan dan flashcard kosakata makanan khas
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024), Bab 7
- Buku Siswa Bahasa Jepang Yatto Dekita Kelas XI
- Lembar Kerja Teks Berpasangan Makanan Khas Indonesia dalam Bahasa Jepang Sederhana
- Lembar Kerja Menulis Teks Sederhana Makanan dan Rasa
- Kartu Kosakata Makanan dan Rasa (Word Card Relay)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI Bab 7/Bab 6 Rawon Surabaya, Enak
- Rekaman audio menyimak rasa makanan dan video multimodal penawaran makanan/minuman
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis dan Lembar Observasi Bermain Peran Berpasangan
|