MODUL AJAR Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 4 — Keluarga Eka INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Jepang |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Keluarga Eka |
|---|
| Alokasi Waktu | 24 JP (24 x 45 menit = 1080 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.4.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang sebutan anggota keluarga sendiri dan orang lain dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.4.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai jumlah anggota keluarga serta profesi keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.4.3 Menyimpulkan teks tentang informasi anggota keluarga orang lain kemudian menghubungkannya dengan bagan silsilah keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.4.4 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi anggota keluarga sendiri dan keluarga tokoh secara tertulis dalam bahasa Jepang
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara orang Jepang menyebut anggota keluarganya sendiri saat menceritakannya kepada orang lain?
- Mengapa sebutan untuk keluarga sendiri dalam budaya Jepang berbeda dengan panggilan langsung di rumah?
- Mengapa dalam bahasa Jepang sebutan untuk ayah sendiri berbeda dengan sebutan saat membicarakan ayah teman?
- Bagaimana kita menyimpulkan siapa yang sedang dibicarakan dalam percakapan lisan hanya berdasarkan sebutan anggota keluarga yang digunakan?
- Bagaimana cara menanyakan jumlah anggota keluarga temanmu dalam bahasa Jepang?
- Bagaimana cara menyebutkan jumlah anggota keluargamu sendiri secara lisan dalam kalimat bahasa Jepang yang tepat?
- Bagaimana cara menanyakan pekerjaan anggota keluarga teman dalam bahasa Jepang dengan sopan?
- Mengapa sebutan anggota keluarga sendiri dan keluarga orang lain berbeda saat membicarakan profesi mereka?
- Bagaimana cara merangkai kalimat untuk menceritakan jumlah anggota keluarga sekaligus pekerjaan orang tua kita dalam bahasa Jepang?
- Pola kalimat apa yang digunakan saat menyebutkan profesi ayah atau ibu sendiri secara runtut dalam satu monolog sederhana?
- Bagaimana cara kita mengetahui hubungan kekerabatan seseorang hanya dengan membaca paragraf deskripsi keluarga dalam bahasa Jepang?
- Mengapa sebutan anggota keluarga orang lain (seperti otousan, okaasan, oneesan) berbeda posisinya pada bagan silsilah dibanding keluarga sendiri?
- Bagaimana kita mengenali peran dan hubungan silsilah keluarga tokoh lain dari membaca sebuah teks deskripsi bahasa Jepang?
- Informasi apa saja dalam teks bahasa Jepang yang dapat menjadi petunjuk untuk meletakkan nama atau sebutan keluarga pada bagan silsilah?
- Bagaimana cara kita memperkenalkan informasi jumlah dan sebutan anggota keluarga sendiri dalam sebuah teks tulis bahasa Jepang sederhana?
- Pola kalimat apa saja yang dapat kita rangkai agar orang lain dapat memahami susunan anggota keluarga kita secara tertulis?
- Bagaimana cara menuliskan informasi jumlah anggota keluarga tokoh idola dalam bahasa Jepang?
- Pola kalimat apa yang digunakan untuk menyatakan profesi dari anggota keluarga orang lain/tokoh?
- Bagaimana cara memastikan ketepatan sebutan keluarga sendiri saat berbicara dan sebutan keluarga orang lain saat menyimak atau membaca?
- Informasi apa saja yang diperlukan untuk menggambarkan jumlah anggota dan profesi keluarga secara runtut dalam bahasa Jepang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimpulkan Sebutan Anggota Keluarga Sendiri dari Informasi Lisan Audio — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang sebutan anggota keluarga sendiri dan orang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan materi keluarga dengan struktur keluarga sederhana serta menyampaikan tujuan pembelajaran menyimak informasi lisan tentang sebutan anggota keluarga sendiri (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan berupa kuis tebak makna 3 kata dasar keluarga yang pernah didengar murid: 'chichi', 'haha', 'ani' (acuan jawaban: chichi = ayah, haha = ibu, ani = kakak laki-laki) untuk memetakan kesiapan awal menyimak (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak rekaman audio 1 berisi pelafalan 8 sebutan anggota keluarga sendiri dalam bahasa Jepang: sofu (kakek), sobo (nenek), chichi (ayah), haha (ibu), ani (kakak laki-laki), ane (kakak perempuan), otouto (adik laki-laki), imouto (adik perempuan) sambil mencermati bagan silsilah keluarga ilustratif (15 menit).
- Murid mendengarkan kembali audio dan secara berkesadaran mengidentifikasi perbedaan fonetis serta relasi posisi silsilah dari masing-masing sebutan keluarga sendiri yang didengar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan menyimak interaktif 'Karuta Sebutan Keluarga' secara menggembirakan: guru memutar potongan rekaman audio singkat acak dari 8 sebutan anggota keluarga sendiri, lalu murid berlomba menunjuk atau mengangkat kartu gambar peran keluarga yang tepat dengan cepat (15 menit).
- Murid secara mandiri menyimak rekaman audio 2 berisi monolog penutur bernama Eka yang menceritakan anggota keluarganya sendiri: 'Watashi no kazoku desu. Sofu, sobo, chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto ga imasu' (15 menit).
- Murid menyimpulkan isi informasi lisan yang didengar dari monolog Eka dengan mengisi Lembar Kerja Menyimak berupa bagan silsilah keluarga rumpang berisi 8 posisi peran (kunci jawaban posisi silsilah: 1=sofu, 2=sobo, 3=chichi, 4=haha, 5=ani, 6=ane, 7=otouto, 8=imouto) (10 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan bagan silsilah dari rekaman audio Eka dan mengevaluasi ketepatan identifikasi sebutan anggota keluarga sendiri (15 menit).
- Murid merefleksikan makna kultural kesopanan dan kerendahhatian di balik penggunaan sebutan keluarga sendiri (kenjougo/merendah) saat berbicara dengan pihak luar (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar kerja menyimak murid dan menyimpulkan 8 kosakata sebutan keluarga sendiri (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan mengenai fungsi sebutan keluarga sendiri serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio dengan tempo pelafalan normal dan tempo lebih lambat.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan visual pohon keluarga berlabel rujukan, sedangkan bagi murid cepat diberikan latihan menyimak monolog dengan laju audio normal tanpa jeda.
- Produk: Murid mengonfirmasi simpulan informasi lisan melalui pengisian bagan silsilah keluarga rumpang dengan pilihan kata kanji/kana atau alfabet romaji sesuai tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik untuk mengecek pengetahuan awal murid tentang kosakata sebutan keluarga sendiri: guru memperdengarkan 3 kata lisan 'chichi', 'haha', 'ani', murid diminta menebak arti peran keluarganya (acuan jawaban benar: chichi = ayah, haha = ibu, ani = kakak laki-laki).
Proses:- Lembar kerja menyimak monolog Eka: Murid menyimpulkan 8 peran anggota keluarga sendiri dari audio monolog dan menempatkannya pada bagan silsilah rumpang. Daftar target dan kunci jawaban: (1) Kakek = sofu, (2) Nenek = sobo, (3) Ayah = chichi, (4) Ibu = haha, (5) Kakak Laki-laki = ani, (6) Kakak Perempuan = ane, (7) Adik Laki-laki = otouto, (8) Adik Perempuan = imouto.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 3 pertanyaan lisan dari audio kilas: (1) Sebutan untuk ayah sendiri (acuan: chichi), (2) Sebutan untuk kakak perempuan sendiri (acuan: ane), (3) Sebutan untuk adik laki-laki sendiri (acuan: otouto).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja permainan menyimak kartu
- Penilaian lembar kerja menyimpulkan rekaman audio monolog keluarga pada bagan silsilah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan sebutan anggota keluarga sendiri dari informasi lisan audio | Murid menyimpulkan 1-2 dari 8 sebutan anggota keluarga sendiri dengan tepat dari rekaman audio monolog (acuan: sofu, sobo, chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto). | Murid menyimpulkan 3-5 dari 8 sebutan anggota keluarga sendiri dengan tepat dari rekaman audio monolog (acuan: sofu, sobo, chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto). | Murid menyimpulkan 6-7 dari 8 sebutan anggota keluarga sendiri dengan tepat dari rekaman audio monolog (acuan: sofu, sobo, chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto). | Murid menyimpulkan seluruh 8 sebutan anggota keluarga sendiri dengan tepat secara mandiri dari rekaman audio monolog (acuan: sofu, sobo, chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah materi audio menyimak sebutan keluarga sendiri dapat ditangkap dengan jelas oleh seluruh murid?
- Bagian kosakata mana yang paling sering tertukar oleh murid saat menyimak informasi lisan?
- Bagaimana efektivitas permainan kartu audio dalam meningkatkan fokus menyimak murid?
Murid:- Kosakata sebutan keluarga sendiri mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali saat mendengarkan audio?
- Strategi apa yang membantumu menyimpulkan posisi silsilah keluarga dari rekaman yang kamu dengarkan tadi?
Pertemuan 2 — Menyimpulkan Perbandingan Sebutan Anggota Keluarga Sendiri dan Orang Lain dari Informasi Lisan Percakapan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang sebutan anggota keluarga sendiri dan orang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target menyimak perbandingan sebutan keluarga sendiri vs orang lain (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan memperdengarkan 4 cuplikan audio pendek berisi kosakata anggota keluarga dan meminta murid mengidentifikasi apakah kata tersebut merujuk pada keluarga sendiri atau orang lain pada lembar ceklist (15 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak audio perbandingan pasangan kosakata sebutan keluarga sendiri dan keluarga orang lain: chichi-otousan (ayah), haha-okaasan (ibu), ani-oniisan (kakak laki-laki), ane-oneesan (kakak perempuan), otouto-otoutosan (adik laki-laki), imouto-imoutosan (adik perempuan), sofu-ojiisan (kakek), dan sobo-obaasan (nenek) sambil mencermati perbedaan bentuk rasa hormat (sonkeigo/kenjougo sederhana) (15 menit).
- Murid secara berpasangan membedah tabel komparasi lisan berdasarkan rekaman audio pelafalan untuk mengonstruksi pemahaman konsep perbedaan fungsi sapaan/rujukan keluarga sendiri dan orang lain (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid menyimak rekaman percakapan lisan interaktif antara tokoh Eka dan Ujang mengenai foto keluarga mereka (15 menit).
- Dalam format permainan tantangan kartu simak berpasangan ('Karuta Simak Keluarga'), murid mendengarkan 4 dialog percakapan lisan rumpang lalu menyimpulkan pasangan sebutan anggota keluarga yang dibicarakan dan menempelkan kartu jawaban yang tepat di lembar kerja pasangan (25 menit).
- Murid secara mandiri menyimak 5 rekaman dialog lisan singkat lalu menyimpulkan pada lembar tugas: (1) siapa anggota keluarga yang dibicarakan, dan (2) apakah anggota keluarga tersebut milik pembicara sendiri atau milik lawan bicara/orang lain (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi kesesuaian hasil simpulan simakan dengan memeriksa lembar jawaban bersama guru dan menganalisis letak kekeliruan pembedaan sufiks '-san' atau kosakata khusus (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan prinsip dasar perbedaan penggunaan sebutan keluarga sendiri vs keluarga orang lain dalam menyimak percakapan bahasa Jepang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik hasil asesmen proses dan menutup pembelajaran dengan salam penutup mata pelajaran bahasa Jepang (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio percakapan dengan kecepatan artikulasi standar untuk murid mahir dan rekaman dengan jeda intonasi lebih lambat untuk murid yang membutuhkan bimbingan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan glosarium tabel sebutan berdampingan saat menyimak, sedangkan murid mahir langsung menyimpulkan konteks kepemilikan keluarga tanpa lembar bantuan glosarium.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimpulkan dalam bentuk mencentang tabel pilihan biner (sendiri/orang lain), sedangkan murid mahir menyimpulkan dengan menuliskan pasangan kata padanan serta status kepemilikan keluarganya secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik menyimak 4 cuplikan audio pendek. Murid menentukan apakah sebutan merujuk keluarga sendiri atau orang lain. Butir soal audio: (1) 'Haha' -> acuan: keluarga sendiri (ibu); (2) 'Otousan' -> acuan: keluarga orang lain (ayah); (3) 'Ani' -> acuan: keluarga sendiri (kakak laki-laki); (4) 'Oneesan' -> acuan: keluarga orang lain (kakak perempuan).
Proses:- Tugas mandiri menyimak 5 rekaman dialog singkat untuk menyimpulkan anggota keluarga dan status kepemilikannya (sendiri vs orang lain). Naskah dan acuan jawaban: Dialog 1: 'Kore wa ane desu.' (Acuan: kakak perempuan sendiri / ane); Dialog 2: 'Ujang-san no oniisan desu ka.' (Acuan: kakak laki-laki orang lain / oniisan); Dialog 3: 'Chichi wa kaishain desu.' (Acuan: ayah sendiri / chichi); Dialog 4: 'Okaasan wa doko desu ka.' (Acuan: ibu orang lain / okaasan); Dialog 5: 'Otouto wa koukousei desu.' (Acuan: adik laki-laki sendiri / otouto).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir menyimak 2 kalimat lisan penutup. Kalimat 1: 'Sobo wa genki desu.' (Acuan: menyimpulkan nenek sendiri); Kalimat 2: 'Ojiisan wa doko ni imasu ka.' (Acuan: menyimpulkan kakek orang lain). Kriteria ketercapaian: murid tepat menentukan kedua sebutan dan status kepemilikannya sesuai acuan.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal menyimak 4 kata rujukan keluarga
- Lembar cek pemahaman formatif menyimpulkan 5 dialog percakapan lisan perbandingan keluarga sendiri dan orang lain
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan sebutan anggota keluarga sendiri dan orang lain dari informasi lisan | Menyimpulkan tepat kurang dari 3 dari 5 butir dialog lisan mengenai sebutan dan status kepemilikan anggota keluarga (sendiri/orang lain) sesuai acuan. | Menyimpulkan tepat 3 dari 5 butir dialog lisan mengenai sebutan dan status kepemilikan anggota keluarga (sendiri/orang lain) sesuai acuan. | Menyimpulkan tepat 4 dari 5 butir dialog lisan mengenai sebutan dan status kepemilikan anggota keluarga (sendiri/orang lain) sesuai acuan. | Menyimpulkan tepat seluruh 5 butir dialog lisan mengenai sebutan dan status kepemilikan anggota keluarga (sendiri/orang lain) secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan audio percakapan perbandingan keluarga sendiri dan orang lain sudah cukup jelas didengar seluruh murid?
- Bagian kosakata pasangan mana yang paling sering membuat murid keliru dalam menyimpulkan status kepemilikan keluarga?
Murid:- Petunjuk bunyi atau kata apa yang paling membantumu mengenali bahwa yang sedang dibicarakan adalah anggota keluarga orang lain, bukan keluarga sendiri?
- Pasangan sebutan mana yang menurutmu masih sulit dibedakan saat mendengarkan percakapan bahasa Jepang?
Pertemuan 3 — Mengomunikasikan secara Lisan Jumlah Anggota Keluarga dalam Kalimat Tanya-Jawab Sederhana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai jumlah anggota keluarga serta profesi keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan jumlah anggota keluarga secara lisan menggunakan kalimat tanya-jawab sederhana (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai bilangan satuan orang (hitori sampai gonin) dengan menunjuk kartu angka 1-5 secara acak (acuan jawaban: 1 = hitori, 2 = futari, 3 = sannin, 4 = yonin, 5 = gonin) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pelafalan pola kalimat tanya 'Nannin kazoku desuka?' dan pola jawaban 'Watashi wa [jumlah] nin kazoku desu' yang dicontohkan guru secara berulang dan penuh perhatian (10 menit).
- Murid berlatih melafalkan hitungan jumlah orang (1-10 orang: hitori, futari, sannin, yonin, gonin, rokunin, shichinin/nananin, hachinin, kyuunin, juunin) dan ungkapan rincian anggota keluarga '[anggota] to [anggota] to watashi desu' secara bersama-sama (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Kazoku Interview Game' di mana setiap murid bergantian melempar dadu angka (1-6) sebagai simulasi jumlah keluarga semu lalu saling bertanya-jawab: Murid A bertanya 'Nannin kazoku desuka?' dan Murid B menjawab sesuai angka dadu, misalnya dadu 4: 'Watashi wa yonin kazoku desu. Chichi to haha to ane to watashi desu', kemudian bergantian secara lisan (25 menit).
- Setiap pasangan melakukan tanya-jawab lisan nyata mengenai kondisi jumlah anggota keluarga masing-masing di depan pasangan lain secara bergantian menggunakan pola tanya-jawab yang benar (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi kefasihan pelafalan bilangan khusus penyebutan orang (khususnya kekhususan 1 orang = hitori, 2 orang = futari, 4 orang = yonin) dalam kalimat yang baru saja dipraktikkan secara lisan (15 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelancaran dan ketepatan struktur kalimat tanya-jawab lisan jumlah keluarga yang telah dipraktikkan murid (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pola kalimat tanya 'Nannin kazoku desuka?' dan respons '... nin kazoku desu' yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya mengenai penyebutan profesi anggota keluarga, lalu menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual bilangan orang (hitori, futari, dst.) bagi murid yang membutuhkan scaffolding memori.
- Proses: Bagi murid yang lebih cepat, diberikan tantangan menyebutkan rincian anggota keluarga yang lebih panjang (misalnya 6-7 orang) saat sesi tanya-jawab.
- Produk: Respons lisan dapat berupa kalimat tunggal jumlah keluarga bagi pemula, atau disertai rincian sebutan anggota keluarga bagi yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan singkat menyebutkan kosakata bilangan orang 1 sampai 5 saat kartu angka ditunjukkan guru: 1 orang (acuan: hitori), 2 orang (acuan: futari), 3 orang (acuan: sannin), 4 orang (acuan: yonin), 5 orang (acuan: gonin).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berbicara saat 'Kazoku Interview Game' dan praktik berpasangan, dengan kriteria: (1) ketepatan melafalkan pertanyaan 'Nannin kazoku desuka?', (2) ketepatan menyatakan jumlah anggota keluarga 'Watashi wa [jumlah] nin kazoku desu' sesuai angka/kondisi nyata, (3) ketepatan penyebutan bilangan khusus (hitori, futari, yonin).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 3 murid secara acak untuk menjawab pertanyaan lisan guru 'Nannin kazoku desuka?' secara langsung dengan kalimat lengkap (kriteria penerimaan: murid merespons lisan dengan pola '[jumlah] nin kazoku desu' atau 'Watashi wa [jumlah] nin kazoku desu' secara tepat dan lancar).
Formatif:- Unjuk kerja lisan berpasangan: tanya-jawab mengenai jumlah anggota keluarga menggunakan pola 'Nannin kazoku desuka?' dan 'Watashi wa ... nin kazoku desu'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Pola Tanya-Jawab Jumlah Anggota Keluarga secara Lisan | Belum mampu mengajukan pertanyaan 'Nannin kazoku desuka?' maupun menjawab jumlah anggota keluarga dengan pola kalimat yang tepat tanpa bantuan penuh guru. | Mampu mengajukan pertanyaan atau menjawab jumlah anggota keluarga namun terdapat kekeliruan pada penyebutan pola kalimat/bilangan khusus (misalnya menyebut 'yon-nin' atau 'ichi-nin') dan memerlukan bimbingan. | Mampu mengajukan pertanyaan 'Nannin kazoku desuka?' dan menjawab jumlah anggota keluarga menggunakan pola '[jumlah] nin kazoku desu' dengan tepat pada bilangan standar maupun bilangan khusus secara mandiri. | Mampu mengajukan pertanyaan dan menjawab jumlah anggota keluarga secara tepat, lancar tanpa jeda ragu, serta menambahkan rincian sebutan anggota keluarga ('... to ... to watashi desu') dengan runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas interaktif dadu efektif membantu murid mempraktikkan tanya-jawab jumlah anggota keluarga secara aktif dan menyenangkan?
- Bagian kosakata bilangan khusus mana (hitori/futari/yonin) yang masih paling sering keliru diucapkan murid?
Murid:- Apakah saya sudah lancar bertanya 'Nannin kazoku desuka?' dan menjawab jumlah anggota keluarga saya dalam bahasa Jepang?
- Bilangan jumlah orang mana yang menurut saya paling menantang untuk diingat pelafalannya?
Pertemuan 4 — Mengomunikasikan secara Lisan Profesi Anggota Keluarga Menggunakan Pola Kalimat Sederhana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai jumlah anggota keluarga serta profesi keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam bahasa Jepang (Aisatsu), menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu mengomunikasikan secara lisan profesi anggota keluarga menggunakan pola kalimat sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan untuk memetakan kesiapan murid mengenali 4 kosakata profesi dasar bahasa Jepang melalui kartu gambar visual: isha (dokter), kaishain (karyawan perusahaan), koumuin (pegawai negeri), dan sakka (penulis) (acuan ketepatan: isha = dokter; kaishain = karyawan swasta/perusahaan; koumuin = pegawai negeri; sakka = penulis) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak dan menirukan pelafalan 6 kosakata profesi dalam bahasa Jepang: isha (dokter), kaishain (karyawan perusahaan), koumuin (pegawai negeri), sakka (penulis), shashinka (fotografer), dan giin (anggota dewan) dari audio pemodelan guru (10 menit).
- Murid mencermati perbedaan penggunaan sebutan keluarga orang lain (misal: otousan) pada kalimat tanya dan sebutan keluarga sendiri (misal: chichi) pada kalimat pernyataan dalam pola kalimat: Tanya: 'Otousan no shigoto wa nan desu ka?' dan Jawab: 'Chichi wa isha desu' (15 menit).
- Murid secara berkesadaran menganalisis struktur pola kalimat tanya-jawab profesi melalui latihan terbimbing mengganti komponen subjek sebutan keluarga (haha/okaasan, ani/oniisan) dan profesi (koumuin, kaishain) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid melakukan permainan interaktif berpasangan 'Profesi Rahasia' (Job Guessing Card) menggunakan set 4 kartu peran bergambar profesi anggota keluarga: Kartu 1 (Otousan - Koumuin), Kartu 2 (Okaasan - Isha), Kartu 3 (Oniisan - Kaishain), Kartu 4 (Oneesan - Shashinka), di mana murid A bertanya '... no shigoto wa nan desu ka?' dan murid B menjawab sesuai kartu '... wa ... desu' secara bergantian dan menggembirakan (20 menit).
- Murid mempraktikkan tanya-jawab lisan secara berpasangan mengenai profesi nyata anggota keluarga masing-masing (ayah, ibu, kakak, atau adik) menggunakan pola kalimat yang telah dipelajari dengan panduan kartu tanya-jawab (20 menit).
- Setiap pasangan melakukan unjuk kerja lisan di depan kelas/kelompok mengomunikasikan secara lisan tanya-jawab 2 anggota keluarga dan profesinya secara mandiri (acuan pola: Penanya memakai sebutan orang lain [otousan/okaasan] dan penjawab memakai sebutan sendiri [chichi/haha] beserta profesi yang tepat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan ketepatan penggunaan dikotomi sebutan keluarga sendiri (uchi) vs keluarga orang lain (soto) saat berbicara lisan tentang profesi (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pola kalimat tanya-jawab lisan profesi keluarga yang dipelajari hari ini (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik lisan atas unjuk kerja berbicara murid serta menginformasikan fokus materi pertemuan ke-5 (monolog lisan jumlah anggota dan profesi keluarga) (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan salam penutup dan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantu visual bergambar profesi yang memuat label kosakata romaji/kana; murid mahir disediakan kartu bergambar situasi kerja tanpa teks bantuan.
- Proses: Pada latihan tanya-jawab, murid yang masih ragu berlatih dengan bantuan kartu kalimat terstruktur (scaffolding), sedangkan murid mahir langsung melakukan tanya-jawab spontan dengan variasi anggota keluarga yang lebih luas.
- Produk: Tuntutan performa lisan disesuaikan: murid reguler/perlu bimbingan mengomunikasikan minimal 2 tanya-jawab profesi anggota keluarga; murid mahir mengomunikasikan hingga 4 tanya-jawab anggota keluarga secara lancar dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan lisan secara lisan/tanya jawab singkat di awal pembelajaran dengan menunjuk 4 kartu visual profesi: (1) Gambar stetoskop/dokter -> murid melafalkan 'isha'; (2) Gambar dasi/kantor -> murid melafalkan 'kaishain'; (3) Gambar seragam dinas pamong praja -> murid melafalkan 'koumuin'; (4) Gambar buku novel/menulis -> murid melafalkan 'sakka' (acuan kunci: 1-isha, 2-kaishain, 3-koumuin, 4-sakka).
Proses:- Penilaian formatif unjuk kerja lisan pada tahap Mengaplikasi saat murid melakukan tanya-jawab berpasangan mengenai profesi anggota keluarga menggunakan format kalimat: Tanya: '[Anggota Keluarga Orang Lain] no shigoto wa nan desu ka?' dan Jawab: '[Anggota Keluarga Sendiri] wa [Profesi] desu' (Acuan ketepatan pasangan istilah: otousan-chichi, okaasan-haha, oniisan-ani, oneesan-ane; kosakata profesi: isha, kaishain, koumuin, sakka, shashinka, giin).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup secara acak pada 3 murid dengan skenario peran: Guru bertanya 'Otousan no shigoto wa nan desu ka?', murid merespons lisan menggunakan pola 'Chichi wa [profesi ayah] desu' (Kriteria penerimaan: ketepatan penggunaan sebutan 'chichi' untuk ayah sendiri dan penyebutan nama profesi dalam bahasa Jepang yang tepat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja lisan tanya-jawab profesi anggota keluarga secara berpasangan dengan rubrik penilaian kelancaran dan ketepatan pola kalimat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Pola Kalimat Tanya-Jawab Profesi | Belum mampu menyusun kalimat tanya atau jawaban profesi sesuai pola; tertukar total antara sebutan keluarga sendiri dan orang lain. | Mampu mengomunikasikan tanya-jawab profesi lisan tetapi masih terdapat kekeliruan pemilihan sebutan keluarga sendiri/orang lain atau penempatan partikel (no/wa). | Mampu mengomunikasikan kalimat tanya dan jawaban profesi secara lisan dengan pola kalimat dan pemilihan sebutan keluarga yang tepat pada minimal 2 anggota keluarga. | Mampu mengomunikasikan kalimat tanya dan jawaban profesi secara lisan dengan pola kalimat, sebutan keluarga, dan kosakata profesi yang seluruhnya tepat secara konsisten dan mandiri pada lebih dari 2 anggota keluarga. | | Kelancaran Berbicara Lisan Mengenai Profesi | Berbicara lisan dengan jeda henti yang sangat panjang dan memerlukan tuntunan kata per kata dari guru. | Berbicara lisan mengomunikasikan profesi dengan jeda ragu pada beberapa bagian kosakata profesi atau frasa kalimat. | Berbicara lisan mengomunikasikan profesi keluarga dengan lancar tanpa jeda henti yang menghambat komunikasi. | Berbicara lisan mengomunikasikan profesi keluarga dengan sangat lancar, alami, dan spontan sepanjang percakapan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran memahami dikotomi sebutan keluarga sendiri dan orang lain sudah efektif membantu murid berbicara dengan tepat?
- Bagian latihan berbicara mana yang paling membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid yang belum percaya diri?
Murid:- Apakah kamu sudah dapat menanyakan dan menjawab profesi anggota keluarga teman dalam bahasa Jepang dengan tepat?
- Kosakata profesi apa yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk diucapkan dalam kalimat?
Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Informasi secara Lisan Mengenai Jumlah Anggota dan Profesi Keluarga dalam Monolog Terbimbing — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai jumlah anggota keluarga serta profesi keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target berbicara monolog lisan mengenai jumlah anggota serta profesi keluarga (5 menit).
- Guru melaksanakan diagnostik awal lisan: guru memanggil 3 murid secara acak untuk mengidentifikasi makna dari 2 frasa lisan: (1) 'gonin kazoku' dan (2) 'chichi wa kaishain desu' (acuan: [1] keluarga 5 orang; [2] ayah adalah pegawai perusahaan/kantor) guna memetakan kesiapan berbicara mandiri (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak dan mencermati pemodelan monolog lisan sederhana dari guru: 'Watashi wa yonin kazoku desu. Chichi to haha to ane to watashi desu. Chichi wa kyoushi desu. Haha wa kango-shi desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu' (10 menit).
- Secara berpasangan, murid menelaah panduan alur monolog terbimbing yang memuat 4 unsur: salam pembuka/perkenalan, jumlah anggota keluarga ('... nin kazoku desu'), rincian anggota keluarga ('... to ... desu'), serta profesi anggota keluarga ('chichi wa ... desu' / 'haha wa ... desu') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Relai Monolog 60 Detik': setiap murid secara bergantian mengomunikasikan informasi jumlah anggota dan profesi keluarga masing-masing kepada pasangannya menggunakan panduan kartu alur tanpa teks lengkap secara menyenangkan dan saling mengecek kelengkapan informasi (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri maju atau berdiri di tempat untuk mengomunikasikan monolog lisan terbimbing tentang jumlah anggota dan profesi keluarganya secara lengkap (minimal memuat jumlah anggota dan minimal 1 profesi anggota keluarga) di hadapan guru dan teman (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketercapaian monolog lisan pribadinya dengan mengecek apakah kedua informasi pokok (jumlah anggota dan profesi keluarga) telah tersampaikan secara tepat (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali struktur tuturan lisan untuk menyatakan jumlah anggota dan profesi keluarga sendiri dalam bahasa Jepang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelancaran penyampaian lisan murid serta menginformasikan materi membaca bagan keluarga pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan alur berisi kata kunci kosakata hitungan orang dan profesi, sedangkan murid mahir menyampaikan monolog lisan dengan variasi 2 hingga 3 profesi anggota keluarga tanpa kartu bantu.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal berlatih monolog terbimbing dengan bimbingan langsung dari guru sebelum unjuk kerja mandiri.
- Produk: Murid cepat mengomunikasikan monolog lisan mencakup seluruh anggota keluarga beserta profesinya secara mandiri, sedangkan murid yang sedang berkembang mengomunikasikan monolog lisan yang mencakup jumlah anggota keluarga dan minimal satu profesi orang tua.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan berbicara lisan melalui 2 pertanyaan diagnostik cepat: guru melafalkan frasa lalu meminta murid menyebutkan artinya dalam bahasa Indonesia: (1) 'gonin kazoku' (acuan jawaban: keluarga berjumlah 5 orang); (2) 'chichi wa kaishain desu' (acuan jawaban: ayah adalah pegawai kantor/perusahaan).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja monolog lisan: guru mencatat pemenuhan indikator mengomunikasikan lisan yang mencakup: (1) penyebutan jumlah anggota keluarga sendiri dengan satuan nin/hitori/futari yang tepat, dan (2) penyebutan profesi anggota keluarga sendiri (misal: kyoushi, kaishain, koushuu, ginkouin, isha, kangoshi) menggunakan pola '... wa ... desu' secara mandiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru meminta 2 orang murid secara acak menyebutkan kembali 1 kalimat lisan menyatakan jumlah keluarga sendiri ('Watashi wa ... nin kazoku desu') dan 1 kalimat profesi ayah/ibu ('Chichi/Haha wa ... desu') (kriteria penerimaan: kalimat gramatikal sesuai pola dan kosakata profesi/jumlah anggota tepat sesuai data murid).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan tanya jawab frasa kosakata pada pendahuluan
- Penilaian unjuk kerja unjuk berbicara (monolog lisan terbimbing) menggunakan rubrik ketercapaian penyampaian jumlah anggota dan profesi keluarga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyampaian Informasi Jumlah Anggota Keluarga secara Lisan | Belum mampu mengomunikasikan jumlah anggota keluarga sendiri secara lisan dalam bahasa Jepang. | Mampu mengomunikasikan jumlah anggota keluarga secara lisan namun masih keliru dalam penyebutan bilangan hitung orang (misal: yonin/gonin) atau memerlukan panduan teks penuh. | Mampu mengomunikasikan jumlah anggota keluarga secara lisan dengan tepat menggunakan pola kalimat '... nin kazoku desu' secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan jumlah anggota keluarga secara lisan dengan tepat, lancar, dan merinci seluruh sebutan anggota keluarga penyusunnya secara mandiri tanpa bantuan teks. | | Penyampaian Informasi Profesi Anggota Keluarga secara Lisan | Belum mampu mengomunikasikan profesi anggota keluarga sendiri secara lisan dalam bahasa Jepang. | Mampu mengomunikasikan profesi anggota keluarga secara lisan tetapi pilihan kosakata profesi keliru atau pola partikel kalimat belum tepat. | Mampu mengomunikasikan minimal 1 profesi anggota keluarga sendiri secara lisan dengan pola kalimat '... wa [profesi] desu' dan kosakata yang tepat secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan 2 atau lebih profesi anggota keluarga sendiri secara lisan dengan pola kalimat dan kosakata profesi yang tepat, lengkap, serta mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur monolog terbimbing efektif membantu murid merangkai ujaran lisan tentang jumlah dan profesi keluarga secara mandiri?
- Bagian monolog mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru saat murid mengomunikasikannya secara lisan?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menceritakan jumlah keluarga dan pekerjaan orang tua saya sendiri dalam bahasa Jepang tanpa melihat teks?
- Kosakata profesi atau sebutan keluarga mana yang masih perlu saya latih pengucapannya agar lebih lancar?
Pertemuan 6 — Menyimpulkan Teks Informasi Anggota Keluarga Orang Lain untuk Mengisi Bagan Silsilah Keluarga — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.3 Menyimpulkan teks tentang informasi anggota keluarga orang lain kemudian menghubungkannya dengan bagan silsilah keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan membaca teks deskripsi keluarga orang lain untuk mengisi bagan silsilah keluarga (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca 3 kalimat acuan di papan tulis: (1) 'Tanaka-san wa 5-nin kazoku desu.', (2) 'Otousan to okaasan to oneesan to otoutosan to Tanaka-san desu.', (3) 'Oneesan wa koukousei desu.' Murid menuliskan jumlah anggota keluarga dan sebutan dua saudara kandung Tanaka pada lembar cek diagnostik (acuan kunci: jumlah keluarga = 5 orang; sebutan saudara = oneesan/kakak perempuan dan otoutosan/adik laki-laki) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati Teks Model Membaca tentang keluarga Ujang: 'Ujang-san no kazoku wa 5-nin kazoku desu. Otousan to okaasan to oniisan to imoutosan to Ujang-san desu. Otousan wa kaishain desu. Oniisan wa daigakusei desu.' Murid mengidentifikasi relasi antar-anggota keluarga orang lain berdasarkan teks tersebut secara teliti (10 menit).
- Murid membandingkan posisi sebutan anggota keluarga dalam teks dengan struktur bagan silsilah bercabang (generasi orang tua di tingkat atas: otousan, okaasan; generasi anak di tingkat bawah: oniisan, Ujang-san, imoutosan) untuk memahami pemetaan teks ke visual (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan membaca cepat dan tepat 'Bagan Detektif Keluarga' (joyful challenge): secara mandiri atau berpasangan cepat, murid membaca Teks Latihan 1: 'Ken-san wa 6-nin kazoku desu. Ojiisan to obaasan to otousan to okaasan to oneesan to Ken-san desu.' Murid menyimpulkan relasi dan mengisi 5 kotak rumpang pada bagan silsilah keluarga Ken (acuan kunci: Tingkat 1 kakek-nenek = Ojiisan, Obaasan; Tingkat 2 orang tua = Otousan, Okaasan; Tingkat 3 anak = Oneesan, Ken-san) (15 menit).
- Murid membaca Teks Latihan 2 yang lebih kompleks: 'Sakura-san wa 5-nin kazoku desu. Otousan to okaasan to oniisan to otoutosan to Sakura-san desu.' Murid menyimpulkan teks dan memetakan 4 posisi anggota keluarga Sakura pada bagan pohon keluarga rumpang (acuan kunci: Ayah = Otousan, Ibu = Okaasan, Kakak laki-laki = Oniisan, Adik laki-laki = Otoutosan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kesesuaian antara kata kunci teks deskripsi dan letak posisi dalam bagan pohon keluarga secara mandiri (acuan periksa: generasi vertikal orang tua/kakek di atas, saudara horizontal di samping tokoh) (10 menit).
- Murid menarik kesimpulan bersama mengenai strategi membaca teks informasi keluarga: menemukan jumlah total, mengenali sebutan anggota keluarga orang lain, lalu menempatkannya pada bagan silsilah yang tepat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dalam menyimpulkan teks bacaan dan menghubungkannya dengan bagan silsilah (5 menit).
- Murid dan guru menutup pertemuan dengan salam penutup dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang kata sebutan keluarganya telah ditebalkan (bold), sedangkan murid yang mahir diberikan teks bacaan berurutan acak tanpa penanda khusus.
- Proses: Murid dengan kecepatan belajar tinggi langsung mengerjakan rekonstruksi bagan silsilah secara mandiri dari teks, sementara murid yang masih berkembang didampingi dengan template bagan berlabel generasi.
- Produk: Seluruh murid menyimpulkan teks ke dalam bagan silsilah keluarga, dengan variasi tingkat bantuan panduan bagan (bagan berpetunjuk posisi vs bagan kosong).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca 3 kalimat acuan di papan tulis: (1) 'Tanaka-san wa 5-nin kazoku desu.', (2) 'Otousan to okaasan to oneesan to otoutosan to Tanaka-san desu.', (3) 'Oneesan wa koukousei desu.' Murid menuliskan: (a) jumlah anggota keluarga Tanaka, (b) sebutan dua saudara kandung Tanaka. Acuan kunci jawaban: (a) 5 orang, (b) oneesan (kakak perempuan) dan otoutosan (adik laki-laki).
Proses:- Cek formatif pengerjaan LKPD Teks Latihan 1: Murid menyimpulkan teks deskripsi Ken-san dan melengkapi 5 kotak bagan silsilah rumpang. Acuan kunci: Generasi Kakek-Nenek = Ojiisan, Obaasan; Generasi Ayah-Ibu = Otousan, Okaasan; Saudara = Oneesan.
- Cek formatif pengerjaan LKPD Teks Latihan 2: Murid menyimpulkan teks deskripsi Sakura-san dan menempatkan 4 anggota keluarga pada bagan silsilah rumpang. Acuan kunci: Ayah = Otousan; Ibu = Okaasan; Kakak laki-laki = Oniisan; Adik laki-laki = Otoutosan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid membaca teks mini: 'Budi-san wa 4-nin kazoku desu. Otousan to okaasan to imoutosan to Budi-san desu.' Murid menentukan benar/salah untuk 2 pernyataan penempatan bagan: (1) Okaasan berada pada generasi sejajar dengan Budi-san (Kunci: Salah), (2) Imoutosan berada pada generasi anak sejajar dengan Budi-san (Kunci: Benar).
Formatif:- Penilaian tes membaca singkat diagnostik awal (mengidentifikasi jumlah anggota dan sebutan saudara dalam kalimat).
- Penilaian kinerja membaca teks informasi dan ketepatan mengisi bagan silsilah keluarga pada LKPD (Teks Latihan 1 dan Teks Latihan 2).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan informasi teks untuk mengisi bagan silsilah keluarga orang lain | Menyimpulkan informasi teks dengan tepat maksimal 1 dari 4 posisi anggota keluarga pada bagan silsilah secara mandiri (acuan target Teks 2: Otousan, Okaasan, Oniisan, Otoutosan). | Menyimpulkan informasi teks dengan tepat 2 dari 4 posisi anggota keluarga pada bagan silsilah secara mandiri (acuan target Teks 2: Otousan, Okaasan, Oniisan, Otoutosan). | Menyimpulkan informasi teks dengan tepat 3 dari 4 posisi anggota keluarga pada bagan silsilah secara mandiri (acuan target Teks 2: Otousan, Okaasan, Oniisan, Otoutosan). | Menyimpulkan informasi teks dengan tepat seluruh 4 dari 4 posisi anggota keluarga pada bagan silsilah secara mandiri tanpa kesalahan (acuan target Teks 2: Otousan, Okaasan, Oniisan, Otoutosan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan yang disajikan sudah cukup jelas membantu murid menyimpulkan susunan anggota keluarga orang lain?
- Bagian bagan silsilah mana yang paling sering membingungkan murid saat memetakan teks deskripsi?
Murid:- Bagian mana dari teks deskripsi keluarga orang lain yang paling mudah saya pahami dan hubungkan ke bagan silsilah?
- Strategi apa yang paling membantu saya saat membaca teks berbahasa Jepang agar tidak tertukar antara sebutan kakak dan adik?
Pertemuan 7 — Menyimpulkan Teks Deskripsi Keluarga Tokoh dan Menghubungkannya dengan Bagan Silsilah Keluarga — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.3 Menyimpulkan teks tentang informasi anggota keluarga orang lain kemudian menghubungkannya dengan bagan silsilah keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran membaca teks deskripsi keluarga tokoh serta menghubungkannya ke bagan silsilah (5 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 1 kalimat deskripsi rumpang pada layar: 'Tanaka san no kazoku wa 4-nin desu. Otousan to okaasan to imoutosan to Tanaka san desu.' Murid membaca dan menentukan jumlah serta anggota keluarga tokoh Tanaka (acuan: jumlah 4 orang; anggota: ayah/otousan, ibu/okaasan, adik perempuan/imoutosan, Tanaka) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks deskripsi keluarga tokoh fiksi Kenji: 'Kenji san no kazoku wa 5-nin desu. Kenji san no ie ni ojiisan ga imasu. Otousan to okaasan mo imasu. Soshite, oneesan ga hitori imasu. Kenji san wa koukousei desu.' (10 menit).
- Secara berkesadaran, murid mencermati kata kunci hubungan kekerabatan keluarga orang lain dalam teks Kenji (ojiisan, otousan, okaasan, oneesan) untuk mengidentifikasi posisi generasi dan relasi silsilah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam format permainan tebak silsilah cepat 'Family Tree Detective', murid secara berpasangan membaca teks deskripsi tokoh kedua (Keluarga Sakura): 'Sakura san no kazoku wa 6-nin desu. Ojiisan to obaasan ga imasu. Otousan to okaasan ga imasu. Oniisan to Sakura san desu.' Murid berlomba mencocokkan potongan kartu sebutan anggota keluarga ke posisi bagan silsilah pohon keluarga 3 generasi secara tepat (acuan bagan: Generasi 1 kakek-nenek: Ojiisan & Obaasan; Generasi 2 orang tua: Otousan & Okaasan; Generasi 3 anak: Oniisan & Sakura) (20 menit).
- Secara mandiri, murid membaca teks deskripsi keluarga tokoh ketiga (Keluarga Bima): 'Bima san no kazoku wa 5-nin desu. Otousan to okaasan ga imasu. Oneesan to otoutosan ga imasu. Bima san wa chuugakusei desu.' Murid menyimpulkan teks dengan mengisi bagan silsilah keluarga rumpang berisi 5 kotak posisi relasi (acuan kunci kotak bagan: Posisi Ayah = Otousan; Posisi Ibu = Okaasan; Posisi Kakak Perempuan = Oneesan; Posisi Diri Tokoh = Bima san; Posisi Adik Laki-laki = Otoutosan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pengisian bagan silsilah dengan membandingkan teks sumber secara teliti untuk memastikan seluruh 5 anggota keluarga tokoh Bima terhubung tepat tanpa tertukar (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan strategi membaca efektif untuk menemukan hubungan silsilah keluarga tokoh dari teks tertulis bahasa Jepang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pekerjaan membaca dan pengisian bagan silsilah murid, serta mengingatkan persiapan materi menulis pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks deskripsi keluarga tokoh dengan glosarium sebutan keluarga orang lain bagi murid yang memerlukan dukungan, serta teks tanpa glosarium bagi murid yang sudah lancar.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan panduan bertahap menemukan sebutan generasi tua ke muda pada teks; bagi murid yang cepat selesai, diberikan teks deskripsi tambahan yang mencakup adik perempuan (imoutosan) untuk dihubungkan ke bagan mandiri.
- Produk: Format luaran tetap sama yaitu melengkapi bagan silsilah keluarga berdasarkan teks bacaan yang dibaca.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca kalimat deskripsi singkat: 'Tanaka san no kazoku wa 4-nin desu. Otousan to okaasan to imoutosan to Tanaka san desu.' Pertanyaan: Tentukan jumlah anggota keluarga dan sebutkan relasi anggotanya berdasarkan teks! (Acuan jawaban: jumlah 4 orang; anggota keluarga: ayah/otousan, ibu/okaasan, adik perempuan/imoutosan, dan Tanaka).
Proses:- Membaca teks deskripsi keluarga tokoh Bima dan melengkapi 5 kotak pada bagan silsilah keluarga. Teks: 'Bima san no kazoku wa 5-nin desu. Otousan to okaasan ga imasu. Oneesan to otoutosan ga imasu. Bima san wa chuugakusei desu.' (Acuan kunci pengisian 5 kotak bagan silsilah: 1. Kotak Ayah = Otousan, 2. Kotak Ibu = Okaasan, 3. Kotak Kakak Perempuan = Oneesan, 4. Kotak Tokoh = Bima san, 5. Kotak Adik Laki-laki = Otoutosan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca di penutup: Menentukan ketepatan 1 pernyataan benar/salah berdasarkan teks bacaan keluarga tokoh Bima: 'Bima san ni oneesan to otoutosan ga imasu' (Acuan jawaban: Benar/Tepat, karena dalam teks disebutkan Bima memiliki kakak perempuan/oneesan dan adik laki-laki/otoutosan).
Formatif:- Asesmen membaca diagnostik pada pendahuluan: menyimpulkan jumlah dan anggota keluarga dari kalimat deskripsi pendek.
- Asesmen proses saat kegiatan inti: lembar kerja mandiri menyimpulkan teks deskripsi keluarga tokoh Bima dan menghubungkannya dengan melengkapi 5 kotak bagan silsilah keluarga.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan teks informasi keluarga tokoh ke bagan silsilah | Menyimpulkan dan menempatkan dengan tepat paling banyak 1 dari 5 posisi anggota keluarga tokoh pada bagan silsilah berdasarkan teks bacaan. | Menyimpulkan dan menempatkan dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 posisi anggota keluarga tokoh pada bagan silsilah berdasarkan teks bacaan. | Menyimpulkan dan menempatkan dengan tepat 4 dari 5 posisi anggota keluarga tokoh pada bagan silsilah berdasarkan teks bacaan. | Menyimpulkan dan menempatkan dengan tepat seluruh 5 posisi anggota keluarga tokoh (Otousan, Okaasan, Oneesan, Bima san, Otoutosan) pada bagan silsilah berdasarkan teks bacaan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks deskripsi keluarga tokoh yang disajikan memiliki tingkat keterbacaan yang sesuai bagi murid kelas 11?
- Apakah aktivitas menghubungkan teks ke bagan silsilah berhasil melatih kemampuan menyimpulkan teks bacaan secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari teks bacaan bahasa Jepang tentang keluarga tokoh yang paling mudah atau paling menantang untuk dipahami?
- Petunjuk kata apa dalam teks yang paling membantu saya menentukan posisi anggota keluarga pada bagan silsilah?
Pertemuan 8 — Menyusun Teks Tulis Sederhana tentang Informasi Anggota Keluarga Sendiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.4 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi anggota keluarga sendiri dan keluarga tokoh secara tertulis dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun teks tulis sederhana tentang informasi anggota keluarga sendiri (jumlah dan sebutan anggota keluarga) dalam bahasa Jepang (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid mengerjakan kuis pra-tulis melengkapi 3 kalimat rumpang informasi keluarga pada lembar asesmen awal: (1) Watashi wa [yon]nin ... desu. (2) ... to haha to imouto to watashi desu. (3) ... wa yonin kazoku desu. Guru memeriksa kesiapan murid menggunakan kosakata sebutan keluarga sendiri dan pola kalimat dasar (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati model teks tulis deskripsi keluarga sendiri yang disajikan guru di papan tulis/slide: 'Watashi wa gonin kazoku desu. Chichi to haha to ani to imouto to watashi desu.' Murid membedah struktur teks yang terdiri dari informasi jumlah keluarga dan perincian sebutan anggota keluarga sendiri (10 menit).
- Murid memainkan permainan kartu kata cepat (word-order game) berpasangan untuk merangkai kartu acak menjadi teks tulis utuh. Kartu set: [Watashi wa] [yonin] [kazoku desu.] [Chichi to] [haha to] [ani to] [watashi desu.] untuk melatih pemahaman struktur sebelum menulis mandiri (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menyusun draf teks tulis sederhana tentang informasi anggota keluarga kandung masing-masing minimal 2 kalimat yang memuat informasi jumlah anggota keluarga ('Watashi wa ...nin kazoku desu') dan perincian anggota keluarga menggunakan sebutan keluarga sendiri ('... to ... to watashi desu') pada lembar kerja menulis (20 menit).
- Murid saling menukar draf teks tulis dengan teman sebangku untuk memeriksa ketepatan kosakata sebutan keluarga sendiri (menggunakan chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto, bukan sebutan keluarga orang lain) dan ketepatan pola kalimat, kemudian merevisi teks tulisnya berdasarkan masukan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali teks tulis final yang telah disusun dan mencocokkannya dengan daftar periksa mandiri: (a) apakah jumlah anggota keluarga sudah tertulis benar, (b) apakah seluruh sebutan anggota keluarga sendiri sudah tepat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil tulisan murid serta mengonfirmasi pola kalimat umum yang telah berhasil disusun (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk membawa foto/informasi tokoh idola pada pertemuan berikutnya guna menyusun teks tentang keluarga tokoh idola, lalu menutup sesi dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantuan daftar kosakata sebutan keluarga sendiri (chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto) dan rumus pola kalimat bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun teks dengan panduan kerangka kalimat berstruktur tetap, sedangkan murid yang sudah mahir menyusun teks secara mandiri dengan variasi penyebutan anggota keluarga yang lebih lengkap.
- Produk: Seluruh murid menyusun teks tulis informasi keluarga sendiri minimal 2 kalimat (pola jumlah dan pola rincian anggota keluarga), murid mahir dapat menambahkan penyebutan profesi anggota keluarga yang telah dipelajari sebelumnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis pra-tulis melengkapi 3 kalimat rumpang informasi keluarga sendiri: (1) Watashi wa [yon]nin ... desu. [Kunci: kazoku]; (2) ... to haha to imouto to watashi desu. [Kunci: Chichi]; (3) ... wa yonin kazoku desu. [Kunci: Watashi]. Aturan penskoran: Benar 3 = Mahir, Benar 2 = Berkembang, Benar <= 1 = Perlu bimbingan.
Proses:- Pemeriksaan draf teks tulis informasi keluarga sendiri selama tahap Mengaplikasi dengan kriteria: (1) ketepatan pola kalimat menyatakan jumlah keluarga ('Watashi wa ...nin kazoku desu'), (2) ketepatan pemakaian kosakata sebutan keluarga sendiri (chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto, watashi) dan partikel penghubung 'to'.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk akhir teks tulis sederhana tentang keluarga sendiri pada lembar kerja. Kriteria keberhasilan: Teks memuat minimal 2 kalimat yang runtut menyatakan jumlah anggota keluarga sendiri dan perincian seluruh anggota keluarga dengan kosakata sebutan keluarga sendiri yang tepat (Acuan struktur: 'Watashi wa [X]nin kazoku desu. [Anggota 1] to [Anggota 2] to ... to watashi desu.').
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja penyusunan teks tulis sederhana tentang keluarga sendiri menggunakan rubrik menulis dan lembar periksa mandiri/sejawat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Pola Kalimat Teks Tulis Informasi Keluarga | Belum mampu menyusun kalimat informasi keluarga sendiri sesuai pola tata bahasa yang dipelajari. | Menyusun 1 kalimat dengan pola yang tepat (hanya menyebutkan jumlah keluarga atau hanya rincian anggota keluarga). | Menyusun teks tulis dengan 2 kalimat pola lengkap (menyatakan jumlah dan rincian anggota keluarga) dengan 1 kekeliruan kecil pada partikel. | Menyusun teks tulis dengan minimal 2 kalimat pola lengkap (menyatakan jumlah dan rincian anggota keluarga) secara tepat tanpa kekeliruan struktur. | | Ketepatan Kosakata Sebutan Anggota Keluarga Sendiri | Belum tepat menggunakan kosakata sebutan anggota keluarga sendiri (masih tertukar dengan sebutan keluarga orang lain seperti otousan/okaasan). | Menggunakan kosakata sebutan keluarga sendiri namun masih terdapat lebih dari 2 kekeliruan pemilihan kata sebutan keluarga sendiri. | Menggunakan kosakata sebutan anggota keluarga sendiri (chichi, haha, ani, ane, otouto, imouto) dengan maksimal 1 kekeliruan. | Menggunakan seluruh kosakata sebutan anggota keluarga sendiri secara tepat dan konsisten di seluruh teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi setiap murid untuk menyusun dan menyunting teks tulis keluarga sendiri secara mandiri?
- Bagian pola kalimat atau kosakata apa yang masih sering memicu kekeliruan saat murid menyusun teks secara tertulis?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menuliskan jumlah dan sebutan anggota keluarga saya sendiri dengan kosakata bahasa Jepang yang tepat?
- Bagian mana dari draf tulisan saya yang paling menantang untuk dirangkai?
Pertemuan 9 — Menyusun Teks Tulis Sederhana tentang Informasi Anggota Keluarga Tokoh Idola — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.4 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi anggota keluarga sendiri dan keluarga tokoh secara tertulis dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu menyusun teks tulis sederhana mengenai informasi anggota keluarga tokoh idola dalam bahasa Jepang (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menuliskan 2 sebutan anggota keluarga untuk pihak lain di papan tulis/kertas catatan kecil berdasarkan pertanyaan guru: sebutan untuk 'ayah orang lain' dan 'ibu orang lain' (acuan jawaban benar: otousan / おとうさん dan okaasan / おかあさん) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati contoh teks deskripsi keluarga tokoh idola 'Niko-san' di papan tulis/salindia: 'Niko-san wa yonin gokazoku desu. Otousan to okaasan to imoutosan to Niko-san desu. Otousan wa enjinia desu.' (5 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 pola kalimat utama yang digunakan untuk mendeskripsikan keluarga tokoh idola: (1) Menyatakan jumlah anggota: [Nama Tokoh]-san wa [jumlah orang] gokazoku desu; (2) Menyebutkan rincian anggota: [Sebutan anggota orang lain] to ... desu; (3) Menyatakan profesi: [Sebutan anggota orang lain] wa [nama profesi] desu (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tebak cepat 'Pilah Sebutan dan Pola' secara berpasangan: murid mencocokkan kartu sebutan keluarga sendiri vs keluarga orang lain untuk menyusun 1 kalimat contoh profil keluarga idola secara tepat dan menyenangkan (10 menit).
- Murid secara mandiri memilih satu tokoh idola (artis, atlet, atau tokoh terkenal) beserta informasi keluarganya (jumlah anggota, anggota keluarga, dan profesi anggota keluarganya) (10 menit).
- Murid menyusun draf teks tulis sederhana 1 paragraf (3-4 kalimat) tentang keluarga tokoh idola menggunakan kosakata sebutan keluarga orang lain (otousan, okaasan, oniisan, oneesan, otoutosan, imoutosan) dan pola kalimat yang telah dipelajari (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali teks tulis buatannya secara mandiri menggunakan panduan periksa: kesesuaian pola jumlah keluarga (~nin gokazoku desu), ketepatan partikel 'to', serta ketepatan kata sebutan keluarga orang lain (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil draf tulisan murid mengenai ketepatan pemilihan kata sebutan keluarga orang lain (5 menit).
- Murid melakukan cek pemahaman akhir dan refleksi singkat terhadap proses penulisan teks deskripsi keluarga tokoh idola, lalu pelajaran ditutup dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan daftar pilihan kosakata profesi dan sebutan keluarga orang lain berupa kartu bantu bagi murid yang membutuhkan perancah tambahan.
- Proses: Murid yang mahir menyusun teks tanpa template bantuan dan dapat menambahkan variasi profesi lebih dari satu anggota keluarga, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kerangka kalimat terstruktur.
- Produk: Teks deskripsi tokoh idola disajikan dalam 3-4 kalimat sederhana disertai ilustrasi atau foto tokoh idola.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menuliskan sebutan untuk ayah dan ibu orang lain/tokoh dalam bahasa Jepang. (Acuan: 'otousan' / おとうさん untuk ayah orang lain, dan 'okaasan' / おかあさん untuk ibu orang lain).
Proses:- Pemeriksaan teks tulis draf murid yang memuat 3 komponen: (1) kalimat jumlah anggota keluarga tokoh idola menggunakan '~nin gokazoku desu', (2) perincian anggota keluarga dengan pola '... to ... to ... desu' menggunakan sebutan keluarga orang lain, dan (3) kalimat profesi anggota keluarga menggunakan '[anggota] wa [profesi] desu'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: Murid melengkapi 1 kalimat rumpang profil keluarga idola: 'Naruto-san wa sannin ( ... ) desu. ( ... ) to Himawari-chan to Naruto-san desu.' (Acuan jawaban benar: gokazoku / ごかぞく dan Hinata-san / Okaasan).
Formatif:- Penilaian asesmen awal (menuliskan sebutan keluarga orang lain)
- Penilaian proses lembar kerja menyusun draf teks tulis keluarga tokoh idola
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Pola Kalimat dan Kosakata Anggota Keluarga Tokoh | Belum mampu menyusun kalimat informasi keluarga tokoh; kosakata sebutan keluarga orang lain dan pola kalimat masih keliru seluruhnya. | Menyusun teks dengan 1 kalimat tepat, tetapi masih keliru dalam menggunakan sebutan keluarga orang lain (masih menggunakan sebutan keluarga sendiri) atau pola jumlah keluarga. | Menyusun teks sederhana dengan 2-3 kalimat tepat yang memuat informasi jumlah anggota dan perincian anggota keluarga tokoh menggunakan sebutan keluarga orang lain secara tepat. | Menyusun teks sederhana lengkap (3-4 kalimat) yang memuat informasi jumlah anggota, perincian sebutan anggota keluarga orang lain, dan profesi anggota keluarga tokoh secara mandiri dan tepat seluruhnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas penggunaan sebutan anggota keluarga sendiri dan sebutan untuk keluarga orang lain dalam teks tulis?
- Bagian mana dari struktur penulisan kalimat profil keluarga tokoh yang paling sering mengalami kekeliruan?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menuliskan sebutan anggota keluarga orang lain dengan benar dalam bahasa Jepang?
- Apa kesulitan yang saya temui saat menyusun kalimat tentang keluarga tokoh idola saya?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang sebutan anggota keluarga sendiri dan orang lain dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.4.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai jumlah anggota keluarga serta profesi keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.4.3 Menyimpulkan teks tentang informasi anggota keluarga orang lain kemudian menghubungkannya dengan bagan silsilah keluarga dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.4.4 Menyusun teks tulis sederhana tentang informasi anggota keluarga sendiri dan keluarga tokoh secara tertulis dalam bahasa Jepang
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menegaskan suasana tertib pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Bab 4 (3 menit).
- Guru menyampaikan tata tertib, pembagian waktu 90 menit (45 menit tes tertulis integratif serentak dan 45 menit unjuk kerja berbicara rotasi meja), serta kriteria ketuntasan asesmen (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis yang mencakup Bagian A (Menyimak sebutan keluarga sendiri vs orang lain), Bagian B (Membaca deskripsi teks untuk melengkapi bagan silsilah), dan Bagian C (Menulis deskripsi keluarga sendiri dan tokoh) serta menjelaskan instruksi teknis pengerjaan tanpa membocorkan jawaban (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Reseptif dan Produktif serentak selama 42 menit. Rincian butir soal dan kunci acuan guru: (1) Bagian A Menyimak Audio (TP 11.4.1): Murid menyimak 3 dialog singkat lalu memilih sebutan yang tepat. Butir 1 audio memutar pembicara menyebut ayahnya sendiri -> Kunci: chichi (pengalih: otousan); Butir 2 audio memutar percakapan menanyakan ibu lawan bicara -> Kunci: okaasan (pengalih: haha); Butir 3 audio memutar pembicara menyebut kakak laki-laki sendiri -> Kunci: ani (pengalih: oniisan). (2) Bagian B Membaca Bagan Silsilah (TP 11.4.3): Disediakan teks pendek deskripsi keluarga Ken: 'Ken-san no kazoku wa yonin kazoku desu. Otousan wa Tanaka-san desu. Okaasan wa Yuko-san desu. Imouto-san wa Emi-san desu.' Murid menghubungkan nama ke bagan pohon silsilah rumpang berlabel Ayah, Ibu, Adik Perempuan Ken -> Kunci pasangan: Kotak Ayah = Tanaka-san, Kotak Ibu = Yuko-san, Kotak Adik Perempuan = Emi-san (pengalih nama: Taro-san, Hanako-san). (3) Bagian C Menulis Paragraf (TP 11.4.4): Murid menyusun 2 paragraf deskripsi tertulis sederhana. Paragraf 1 keluarga sendiri wajib memuat pola jumlah anggota keluarga ('Watashi no kazoku wa [angka]-nin kazoku desu') dan sebutan anggota keluarga sendiri ('Chichi to haha to... desu'). Paragraf 2 keluarga tokoh/idola wajib memuat pola jumlah anggota keluarga tokoh ('[Tokoh]-san wa [angka]-nin gokazoku desu') dan sebutan keluarga orang lain ('Otousan to okaasan to... desu') (42 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2: Unjuk Kerja Berbicara Terarah Bergiliran secara individual di meja guru berdurasi 1,5 menit per murid selama 45 menit (30 slot x 1,5 menit = 45 menit untuk 28 murid). Murid membawa alat bantu foto/gambar keluarga sendiri dan mengomunikasikan informasi lisan monolog sederhana (TP 11.4.2) dengan panduan acuan: (a) menyebutkan jumlah anggota keluarga dengan pola 'Watashi no kazoku wa [angka]-nin kazoku desu', (b) menyebutkan minimal 2 profesi anggota keluarga menggunakan pola '[Sebutan keluarga sendiri] wa [nama profesi] desu' (pilihan profesi acuan bab: kyoushi/guru, kaishain/pegawai kantor, ginkouin/pegawai bank, kangoshi/perawat, isha/dokter, shufu/ibu rumah tangga), serta (c) kelancaran dan kejelasan pelafalan lisan (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan catatan penilaian lisan, lalu memfasilitasi murid melakukan refleksi mandiri singkat mengenai strategi belajar yang telah digunakan selama Bab 4 serta tingkat kepuasan performa asesmen hari ini (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif akhir bab serta menyampaikan rencana tindak lanjut umpan balik hasil asesmen (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format visual lembar kerja dengan cetakan huruf dan bagan pohon keluarga berukuran lebih jelas bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah materi uji.
- Proses: Pengaturan giliran rotasi meja guru yang terjadwal teratur agar murid dapat mengelola waktu tunggu dengan mengecek kelengkapan foto keluarga masing-masing secara mandiri.
- Produk: Format media unjuk kerja berbicara diperbolehkan menggunakan foto fisik cetak, ilustrasi gambar tangan, atau tampilan foto digital pada ponsel tanpa mengubah indikator bahasa lisan yang dinilai.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- tes integratif lisan dan tertulis (menyimak-membaca-menulis serentak dan unjuk kerja berbicara rotasi meja): lembar kerja tertulis hasil analisis menyimak, membaca teks silsilah, dan teks deskripsi keluarga, serta rekaman/catatan performa presentasi lisan monolog singkat tentang jumlah dan profesi keluarga
- tes tertulis reseptif dan produktif serentak: lembar kerja berisi isian simpulan sebutan keluarga sendiri vs orang lain dari audio (TP 1), analisis pencocokan teks deskripsi tokoh ke diagram pohon keluarga (TP 3), dan paragraf deskripsi tertulis keluarga sendiri serta tokoh (TP 4) yang dikerjakan seluruh murid serentak di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, panduan penskoran objektif, dan rubrik asesmen menulis bahasa Jepang sederhana)
- unjuk kerja berbicara terarah bergiliran: kinerja presentasi lisan menceritakan jumlah anggota dan profesi keluarga menggunakan alat bantu foto keluarga, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kriteria: ketepatan pola kalimat jumlah/profesi, kelancaran, dan kejelasan pelafalan))
Sumatif:- tes integratif lisan dan tertulis (menyimak-membaca-menulis serentak dan unjuk kerja berbicara rotasi meja): lembar kerja tertulis hasil analisis menyimak, membaca teks silsilah, dan teks deskripsi keluarga, serta rekaman/catatan performa presentasi lisan monolog singkat tentang jumlah dan profesi keluarga
- tes tertulis reseptif dan produktif serentak: lembar kerja berisi isian simpulan sebutan keluarga sendiri vs orang lain dari audio (TP 1), analisis pencocokan teks deskripsi tokoh ke diagram pohon keluarga (TP 3), dan paragraf deskripsi tertulis keluarga sendiri serta tokoh (TP 4) yang dikerjakan seluruh murid serentak di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban, panduan penskoran objektif, dan rubrik asesmen menulis bahasa Jepang sederhana)
- unjuk kerja berbicara terarah bergiliran: kinerja presentasi lisan menceritakan jumlah anggota dan profesi keluarga menggunakan alat bantu foto keluarga, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kriteria: ketepatan pola kalimat jumlah/profesi, kelancaran, dan kejelasan pelafalan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimak Sebutan Anggota Keluarga Sendiri dan Orang Lain (TP 11.4.1) | Menyimpulkan 0 atau hanya 1 dari 3 butir sebutan keluarga secara tepat berdasarkan audio, atau memilih opsi pengalih. | Menyimpulkan 2 dari 3 butir sebutan keluarga secara tepat berdasarkan audio (Kunci: Butir 1 = chichi, Butir 2 = okaasan, Butir 3 = ani; pengalih: otousan, haha, oniisan). | Menyimpulkan seluruh 3 butir sebutan keluarga secara tepat berdasarkan audio (Kunci lengkap: Butir 1 = chichi, Butir 2 = okaasan, Butir 3 = ani) tanpa memilih opsi pengalih. | Menyimpulkan seluruh 3 butir sebutan keluarga secara tepat, konsisten, dan mandiri pada pemutaran audio pertama tanpa keraguan. | | Berbicara Jumlah Anggota dan Profesi Keluarga (TP 11.4.2) | Hanya mengomunikasikan salah satu informasi (hanya jumlah atau hanya 1 profesi) dengan kekeliruan pola kalimat, pelafalan tidak jelas, dan jeda buntu yang panjang. | Mengomunikasikan jumlah anggota keluarga ('...-nin kazoku desu') dan 1 profesi keluarga ('... wa [profesi] desu') secara tepat dengan bantuan pancingan guru saat jeda ragu. | Mengomunikasikan secara lisan jumlah anggota keluarga ('...-nin kazoku desu') dan minimal 2 profesi anggota keluarga ('... wa [profesi] desu') secara mandiri, lancar, dan tepat lafal sesuai acuan profesi (kyoushi, kaishain, ginkouin, kangoshi, isha, shufu). | Mengomunikasikan secara lisan jumlah anggota keluarga dan lebih dari 2 profesi anggota keluarga secara runtut, sangat lancar tanpa jeda ragu, serta pelafalan intonasi bahasa Jepang yang tepat. | | Membaca Teks Silsilah Keluarga (TP 11.4.3) | Menghubungkan 0 atau hanya 1 dari 3 nama anggota keluarga ke kotak bagan silsilah dengan tepat, atau memasukkan nama pengalih. | Menghubungkan 2 dari 3 nama anggota keluarga ke bagan silsilah dengan tepat berdasarkan teks (Kunci pasangan: Ayah = Tanaka-san, Ibu = Yuko-san, Adik Perempuan = Emi-san; pengalih: Taro-san, Hanako-san). | Menghubungkan seluruh 3 nama anggota keluarga ke bagan silsilah dengan tepat (Tanaka-san, Yuko-san, Emi-san) tanpa memasukkan nama pengalih. | Menghubungkan seluruh 3 nama anggota keluarga ke bagan silsilah dengan sangat tepat, cepat, dan mandiri tanpa keraguan terhadap posisi bagan silsilah. | | Menulis Deskripsi Keluarga Sendiri dan Tokoh (TP 11.4.4) | Menyusun teks yang belum membedakan sebutan keluarga sendiri dan orang lain, atau pola kalimat jumlah anggota keluarga tidak tepat pada kedua paragraf. | Menyusun teks tertulis dengan memuat informasi jumlah dan anggota keluarga, namun masih terdapat 1-2 kekeliruan penggunaan sebutan keluarga sendiri (chichi/haha/ani/ane/imouto/otouto) atau keluarga orang lain (otousan/okaasan/oniisan/oneesan/imoutosan/otoutosan). | Menyusun teks tertulis sederhana yang memuat 2 paragraf lengkap: paragraf 1 mendeskripsikan keluarga sendiri dengan sebutan dan pola tepat ('...-nin kazoku desu'), paragraf 2 mendeskripsikan keluarga tokoh dengan sebutan dan pola tepat ('...-nin gokazoku desu'). | Menyusun teks tertulis sederhana 2 paragraf secara lengkap, tepat pola kalimat, tepat pemilihan sebutan keluarga sendiri vs orang lain, serta penulisan ejaan romaji/kana rapi dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit tes tertulis dan 45 menit unjuk kerja berbicara (1,5 menit/murid) berjalan efektif dan mencukupi seluruh murid?
- Tujuan pembelajaran mana di antara TP 1 s.d. TP 4 yang pencapaian muridnya paling tinggi dan mana yang memerlukan program remedial pascasumatif?
Murid:- Bagian mana dari tes sumatif hari ini (menyimak audio, membaca bagan silsilah, menulis paragraf, atau berbicara monolog) yang paling lancar kamu selesaikan?
- Apa kendala terbesar yang kamu hadapi saat membedakan sebutan keluarga sendiri dan keluarga orang lain selama asesmen?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek)
- Rekaman Audio Pembelajaran Bab 4 (Keluarga Eka)
- Set kartu gambar ilustrasi peran keluarga dan bagan pohon silsilah keluarga
- Perangkat pemutar audio / speaker kelas
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Bab 4: Keluarga Eka)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
- Berkas audio percakapan lisan Bab 4 (keluarga Eka dan keluarga Ujang)
- Kartu permainan menyimak berpasangan (Karuta Simak Keluarga)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI Bab 4
- Kartu angka bilangan orang (hitori, futari, sannin, dst.) dan dadu permainan
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI Bab 4
- Flashcard / Kartu gambar profesi dan sebutan anggota keluarga
- Audio penutur asli percakapan profesi keluarga
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI Bab 4 'Keluarga Eka'
- Kartu Alur Monolog Lisan Berbicara (Family & Profession Speaking Prompts)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Bagan Detektif Silsilah Keluarga'
- Kartu teks deskripsi keluarga orang lain dan bagan silsilah visual
- Lembar kerja membaca teks deskripsi dan bagan silsilah keluarga tokoh
- Set kartu sebutan anggota keluarga orang lain (ojiisan, obaasan, otousan, okaasan, oneesan, oniisan, otoutosan, imoutosan)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024), Bab 4 'Keluarga Eka', Halaman 144, 149, 153.
- Buku Siswa Bahasa Jepang Yatto Dekita Kelas XI.
- Set kartu kata penyusun kalimat keluarga untuk aktivitas menyusun kalimat.
- Lembar Kerja Menulis Teks Keluarga Sendiri.
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI
- Kartu kosakata sebutan keluarga dan profesi
- Foto/gambar tokoh idola pilihan murid
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI Bab 4 (Keluarga Eka)
- File rekaman audio menyimak sebutan keluarga
- Lembar Soal dan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 4
- Foto/ilustrasi anggota keluarga yang dibawa oleh murid
- Lembar rubrik observasi penilaian berbicara guru
|