MODUL AJAR Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 3 — Saya Sugi, dari Surabaya INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Jepang |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Saya Sugi, dari Surabaya |
|---|
| Alokasi Waktu | 24 JP (24 x 45 menit = 1080 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.3.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang perkenalan identitas diri (nama dan daerah asal) dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.3.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan mengenai nama, daerah asal, sekolah, dan kelas dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.3.3 Mengomunikasikan informasi kontak nomor telepon dan akun media sosial secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.3.4 Menyimpulkan teks tentang informasi perkenalan profil teman kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara kita mengenali nama seseorang ketika mendengarkan penutur bahasa Jepang memperkenalkan diri?
- Pola kalimat apa yang menandai bahwa seseorang sedang menyebutkan nama dirinya dalam percakapan lisan bahasa Jepang?
- Bagaimana cara kita mengetahui dari kota atau daerah mana seseorang berasal saat mendengarkan percakapan bahasa Jepang?
- Pola kalimat atau kata kunci apa yang menjadi penanda daerah asal dalam dialog perkenalan diri bahasa Jepang?
- Bagaimana caramu memperkenalkan nama diri dan menyebutkan daerah asalmu saat bertemu teman baru penutur bahasa Jepang?
- Pola kalimat apa yang kamu gunakan ketika ditanya 'Onamae wa nan desuka?' dan 'Dochira kara kimashitaka?'?
- Bagaimana caramu memberi tahu orang Jepang asal sekolahmu saat berkenalan?
- Ungkapan apa yang digunakan dalam bahasa Jepang untuk menyatakan bahwa kamu adalah murid kelas 11?
- Bagaimana cara menggabungkan penyebutan nama, daerah asal, sekolah, dan jenjang kelas secara lancar saat memperkenalkan diri kepada orang Jepang?
- Pertanyaan apa saja dalam bahasa Jepang yang perlu kita gunakan untuk menanyakan identitas lengkap teman baru?
- Bagaimana cara menanyakan nomor kontak seseorang saat berkenalan dalam bahasa Jepang?
- Pola kalimat apa yang digunakan untuk menyebutkan urutan angka nomor telepon dalam bahasa Jepang?
- Aplikasi media sosial apa yang paling sering digunakan untuk bertukar pesan oleh remaja di Jepang dan Indonesia?
- Bagaimana cara menanyakan dan menyebutkan nama akun media sosial kepada teman baru dalam bahasa Jepang?
- Bagaimana cara kita mengetahui identitas teman baru (nama, asal daerah, sekolah, kelas, dan kontak) hanya dengan membaca teks profil singkat dalam bahasa Jepang?
- Pola kalimat apa saja yang menjadi penanda informasi kunci dalam teks profil perkenalan diri bahasa Jepang?
- Bagaimana cara kita mengetahui persamaan dan perbedaan data identitas dua orang hanya dari membaca teks perkenalannya?
- Kata penanda apa yang membantu kita menghubungkan kesamaan informasi antar-teks dalam bahasa Jepang?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita telah mampu menyimpulkan identitas seseorang dari rekaman lisan dan teks bacaan profil?
- Bagaimana kelancaran dan ketepatan kita saat bertukar identitas diri serta kontak lisan dalam bahasa Jepang secara langsung?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimak dan Menyimpulkan Informasi Lisan Nama Diri dalam Percakapan Sederhana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang perkenalan identitas diri (nama dan daerah asal) dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid dalam bahasa Jepang (aisatsu), dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimak rekaman audio percakapan perkenalan diri sederhana dan menyimpulkan informasi lisan nama diri penutur (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: memperdengarkan audio pendek berisi kalimat 'Watashi wa Sakura desu' lalu menanyakan kepada murid siapa nama penutur yang diperdengarkan (acuan kunci jawaban benar: Sakura) untuk memetakan kesiapan menyimak nama diri (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak paparan guru mengenai penanda bunyi pola kalimat identitas nama diri dalam bahasa Jepang, yaitu pola 'Watashi wa [Nama] desu' dan bentuk tanya nama 'Onamae wa nan desuka?' atau 'Onamae wa?' (15 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimak 4 cuplikan rekaman lisan perkenalan diri sederhana (Audio 1: 'Hajimemashite. Watashi wa Sugi desu. Douzo yoroshiku.'; Audio 2: 'A: Onamae wa nan desuka? B: Watashi wa Kenji desu.'; Audio 3: 'Hajimemashite, Aoi desu. Yoroshiku onegaishimasu.'; Audio 4: 'A: Onamae wa? B: Emi desu.') dan mencermati posisi nama diri di dalam kalimat (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tebak nama cepat 'Namae Bingo Challenge' yang menggembirakan: guru memutarkan rekaman 4 ujaran acak penutur yang menyebutkan nama dengan variasi kecepatan dan intonasi ramah, kemudian murid secara individu mencocokkan nama yang terdengar pada kartu bingo nama (Daftar nama pada kartu bingo: Daisuke, Hana, Ren, Mayu; Pengecoh: Sugi, Kenji; Kunci urutan audio yang diputar: 1. Ren, 2. Daisuke, 3. Mayu, 4. Hana) (25 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Menyimak berisi 5 butir rekaman dialog perkenalan sederhana untuk menyimpulkan nama diri penutur yang tepat (Transkrip Butir 1: 'Konnichiwa, Watashi wa Budi desu' -> Kunci: Budi; Butir 2: 'A: Onamae wa? B: Siti desu' -> Kunci: Siti; Butir 3: 'Hajimemashite, Watashi wa Tanaka desu' -> Kunci: Tanaka; Butir 4: 'A: Onamae wa nan desuka? B: Watashi wa Dewi desu' -> Kunci: Dewi; Butir 5: 'Hajimemashite, Ken desu. Yoroshiku' -> Kunci: Ken) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan nama dari Lembar Kerja Menyimak terhadap kunci jawaban dan mengidentifikasi kata kunci penanda nama (partikel 'wa' dan kopula 'desu') yang membantu mereka menyimpulkan isi simakan secara akurat (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan teknik menyimak informasi nama diri dalam percakapan lisan bahasa Jepang (fokus pada kata sebelum 'desu' setelah 'watashi wa') (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian menyimak murid serta menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai menyimpulkan informasi asal daerah, lalu menutup kelas dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio dialog dengan tempo pengucapan normal dan tempo lebih lambat untuk memfasilitasi kebutuhan kepekaan aural murid.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak audio dengan bantuan panduan visual berupa teks rumpang berlabel 'Watashi wa ___ desu', sedangkan murid yang cepat langsung menyimak rekaman audio murni tanpa petunjuk visual dan diminta mencatat ejaan pelafalan nama.
- Produk: Murid menyajikan simpulan nama diri lisan dalam bentuk isian tabel identitas pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik menyimak lisan 1 butir audio: Murid mendengarkan audio rekaman ujaran 'Watashi wa Sakura desu' lalu menuliskan nama penutur yang disebutkan pada lembar kecil. (Acuan kunci jawaban benar: Sakura).
Proses:- Pengecekan respon ketepatan murid menyimpulkan nama dalam permainan 'Namae Bingo Challenge' dari 4 putaran rekaman audio (Acuan urutan kunci: 1. Ren; 2. Daisuke; 3. Mayu; 4. Hana; Opsi pengecoh: Sugi, Kenji).
- Pemeriksaan mandiri hasil Lembar Kerja Menyimak 5 butir rekaman dialog lisan: Butir 1 (Audio: 'Konnichiwa, Watashi wa Budi desu', Kunci: Budi), Butir 2 (Audio: 'A: Onamae wa? B: Siti desu', Kunci: Siti), Butir 3 (Audio: 'Hajimemashite, Watashi wa Tanaka desu', Kunci: Tanaka), Butir 4 (Audio: 'A: Onamae wa nan desuka? B: Watashi wa Dewi desu', Kunci: Dewi), Butir 5 (Audio: 'Hajimemashite, Ken desu. Yoroshiku', Kunci: Ken).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyimak 1 audio konfirmasi penutup 'Watashi wa Rizki desu' dan menuliskan simpulan nama penuturnya di lembar refleksi keluar (exit ticket). (Acuan kunci jawaban benar: Rizki).
Formatif:- Asesmen diagnostik aural di awal pembelajaran
- Observasi ketepatan menyimak saat permainan 'Namae Bingo Challenge'
- Penilaian Lembar Kerja Menyimak (kesimpulan nama diri dari 5 dialog rekaman lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyimpulkan informasi lisan nama diri | Menyimpulkan dengan tepat 0 sampai 1 dari 5 nama diri penutur dari rekaman dialog lisan yang diperdengarkan (Acuan target: Butir 1 = Budi, Butir 2 = Siti, Butir 3 = Tanaka, Butir 4 = Dewi, Butir 5 = Ken). | Menyimpulkan dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 nama diri penutur dari rekaman dialog lisan yang diperdengarkan (Acuan target: Butir 1 = Budi, Butir 2 = Siti, Butir 3 = Tanaka, Butir 4 = Dewi, Butir 5 = Ken). | Menyimpulkan dengan tepat 4 dari 5 nama diri penutur dari rekaman dialog lisan yang diperdengarkan (Acuan target: Butir 1 = Budi, Butir 2 = Siti, Butir 3 = Tanaka, Butir 4 = Dewi, Butir 5 = Ken). | Menyimpulkan dengan tepat seluruh 5 dari 5 nama diri penutur dari rekaman dialog lisan yang diperdengarkan secara mandiri tanpa pengulangan audio melebihi batas standar (Acuan target: Butir 1 = Budi, Butir 2 = Siti, Butir 3 = Tanaka, Butir 4 = Dewi, Butir 5 = Ken). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh rekaman audio percakapan lisan dapat terdengar dengan jelas oleh setiap murid di dalam ruang kelas?
- Bagian pola perkenalan nama mana yang paling sering membuat murid keliru dalam membedakan nama diri dengan kata sapaan pembuka?
- Apakah alokasi waktu dan variasi aktivitas menyimak sudah memfasilitasi murid yang memiliki kecepatan menyimak berbeda?
Murid:- Apakah saya dapat menangkap penuturan nama penutur secara tepat saat mendengarkan kalimat perkenalan bahasa Jepang?
- Kata atau pola kalimat apa yang paling membantu saya mengenali bahwa penutur sedang memperkenalkan namanya?
Pertemuan 2 — Menyimpulkan Informasi Lisan tentang Daerah Asal pada Dialog Perkenalan Diri — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang perkenalan identitas diri (nama dan daerah asal) dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran pertemuan sebelumnya (nama diri) dengan materi perkenalan daerah asal serta menyampaikan tujuan pembelajaran (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: memperdengarkan 2 ujaran pendek tentang daerah asal untuk memetakan kesiapan menyimak murid, yaitu Ujaran A: 'Watashi wa Sugi desu. Surabaya kara kimashita' dan Ujaran B: 'Watashi wa Ujang desu. Cimahi kara kimashita', lalu menanyakan nama daerah asal pada masing-masing ujaran (acuan jawaban: Ujaran A = Surabaya; Ujaran B = Cimahi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak audio 4 percakapan perkenalan identitas diri yang memuat nama dan daerah asal: Percakapan 1 (Sugi dari Surabaya), Percakapan 2 (Made dari Bali), Percakapan 3 (Siti dari Padang), Percakapan 4 (Ujang dari Cimahi) sambil memperhatikan kata kunci penanda daerah asal '... kara kimashita' dan pertanyaan 'Dochira kara kimashitaka?' (15 menit).
- Secara berpasangan, murid menelaah struktur dialog lisan dan mencocokkan ujaran perkenalan daerah asal yang didengar dengan kartu nama daerah yang disediakan di meja (Surabaya, Bali, Padang, Cimahi) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tebak lisan 'Dokokara Game' yang menggembirakan: guru memperdengarkan 4 monolog/dialog lisan acak bertema daerah asal, dan murid secara beregu adu cepat mengangkat kartu nama daerah yang sesuai dengan tokoh yang berbicara (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Menyimak secara mandiri: memperdengarkan 4 rekaman dialog perkenalan lisan yang baru, yaitu Rekaman 1: 'A: Onamae wa nan desuka? B: Ayu desu. Dochira kara kimashitaka? Denpasar kara kimashita.' (acuan nama: Ayu, asal: Denpasar); Rekaman 2: 'A: Onamae wa? B: Budi desu. Semarang kara kimashita.' (acuan nama: Budi, asal: Semarang); Rekaman 3: 'A: Dochira kara kimashitaka? B: Medan kara kimashita. Watashi wa Rian desu.' (acuan nama: Rian, asal: Medan); Rekaman 4: 'A: Hajimemashite, Dewi desu. Bandung kara kimashita. Douzo yoroshiku.' (acuan nama: Dewi, asal: Bandung). Murid menyimpulkan nama dan daerah asal dari tiap rekaman (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil simpulannya bersama guru melalui pemutaran ulang audio rekaman bagian penanda '... kara kimashita' untuk mengonfirmasi ketepatan pemahaman menyimak (20 menit).
- Murid merefleksikan kemudahan atau kesulitan yang dialami dalam menyimpulkan informasi daerah asal dari ujaran cepat dalam bahasa Jepang (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama mengenai kata kunci utama untuk menyimpulkan asal daerah ('... kara kimashita') (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan gambaran aktivitas pertemuan berikutnya (mengomunikasikan nama dan asal secara lisan), dan menutup kelas dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman audio dialog dengan kecepatan normal untuk murid mahir dan rekaman dengan jeda serta artikulasi lebih lambat untuk murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperbolehkan mendengarkan rekaman sebanyak 3 kali pengulangan, sedangkan murid yang sudah mahir menyimpulkan informasi cukup mendengarkan 1-2 kali.
- Produk: Format simpulan informasi lisan dapat disajikan dalam bentuk pengisian tabel rumpang nama-daerah asal (standar/bimbingan) atau catatan ringkas identitas lengkap tokoh (pengayaan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan singkat: Murid mendengarkan 2 ujaran lisan: (1) 'Watashi wa Sugi desu. Surabaya kara kimashita' dan (2) 'Watashi wa Ujang desu. Cimahi kara kimashita'. Murid menjawab pertanyaan guru: Siapa nama dan dari mana asal daerah masing-masing penutur? (Acuan jawaban: Ujaran 1 = Sugi, Surabaya; Ujaran 2 = Ujang, Cimahi).
Proses:- Formatif menyimak mandiri: Lembar kerja menyimpulkan informasi lisan 4 rekaman dialog perkenalan. Acuan jawaban: Rekaman 1 = Ayu, Denpasar; Rekaman 2 = Budi, Semarang; Rekaman 3 = Rian, Medan; Rekaman 4 = Dewi, Bandung. Dinilai dari ketepatan menyimpulkan pasangan nama dan daerah asal untuk seluruh 4 rekaman tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru memperdengarkan 1 rekaman konfirmasi: 'Hajimemashite, Eka desu. Maluku kara kimashita. Douzo yoroshiku.' Murid secara serentak menuliskan simpulan nama dan daerah asal pada lembar refleksi (acuan: Nama: Eka, Asal: Maluku).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kepekaan rungu terhadap kosakata daerah asal
- Asesmen formatif menyimak mandiri berupa lembar kerja menyimpulkan nama dan daerah asal dari 4 rekaman dialog lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan Informasi Lisan Nama dan Daerah Asal | Menyimpulkan dengan tepat 0 atau 1 dari 4 pasang nama dan daerah asal dari dialog lisan yang diperdengarkan (Daftar target: (1) Ayu - Denpasar, (2) Budi - Semarang, (3) Rian - Medan, (4) Dewi - Bandung). | Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 pasang nama dan daerah asal dari dialog lisan yang diperdengarkan (Daftar target: (1) Ayu - Denpasar, (2) Budi - Semarang, (3) Rian - Medan, (4) Dewi - Bandung). | Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 pasang nama dan daerah asal dari dialog lisan yang diperdengarkan (Daftar target: (1) Ayu - Denpasar, (2) Budi - Semarang, (3) Rian - Medan, (4) Dewi - Bandung). | Menyimpulkan dengan tepat seluruh 4 pasang nama dan daerah asal dari dialog lisan yang diperdengarkan secara mandiri tanpa kekeliruan (Daftar target: (1) Ayu - Denpasar, (2) Budi - Semarang, (3) Rian - Medan, (4) Dewi - Bandung). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan variasi audio daerah asal membantu murid memahami penanda pola kalimat '... kara kimashita'?
- Apakah murid mengalami kendala menyimak ketika dialog diucapkan dalam kecepatan wajar bahasa Jepang?
Murid:- Bagian mana dari dialog lisan yang paling mudah membantu saya mengenali daerah asal penutur?
- Apakah saya sudah bisa membedakan antara informasi nama diri dan informasi daerah asal saat mendengarkan perkenalan bahasa Jepang?
Pertemuan 3 — Mengomunikasikan secara Lisan Informasi Nama dan Daerah Asal Diri Sendiri — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan mengenai nama, daerah asal, sekolah, dan kelas dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam bahasa Jepang (Ohayou gozaimasu/Konnichiwa), berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran pertemuan sebelumnya (menyimak nama dan asal daerah) dengan tujuan hari ini, yaitu mengomunikasikan secara lisan nama dan daerah asal diri sendiri menggunakan pola 'Watashi wa [Nama] desu' dan '[Daerah] kara kimashita' (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah kepada beberapa murid: (1) 'Onamae wa?' (acuan respons lisan: '[Nama] desu' atau 'Watashi wa [Nama] desu') dan (2) 'Dochira kara kimashitaka?' (acuan respons lisan: '[Nama daerah asal] kara kimashita') untuk memetakan kesiapan berbicara murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan pengucapan pola kalimat pengenalan identitas diri oleh guru: 'Watashi wa [Nama] desu. [Daerah] kara kimashita.' serta kalimat tanya penegas 'Onamae wa nan desuka?' dan 'Dochira kara kimashitaka?' (10 menit).
- Murid bersama-sama menirukan pelafalan pola kalimat target secara klasikal lalu berpasangan terarah dengan substitusi nama dan daerah asal masing-masing (kriteria: ketepatan struktur partikel 'wa' untuk topik nama dan 'kara kimashita' untuk asal daerah) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan saling bertanya dan menjawab secara lisan mengenai nama dan daerah asal menggunakan 4 kartu peran identitas fiktif: Kartu 1 (Kenji - Tokyo: 'Watashi wa Kenji desu. Toukyou kara kimashita.'), Kartu 2 (Ayu - Denpasar: 'Watashi wa Ayu desu. Denpaasaaru kara kimashita.'), Kartu 3 (Rian - Bandung: 'Watashi wa Rian desu. Bandun kara kimashita.'), Kartu 4 (Hana - Osaka: 'Watashi wa Hana desu. Oosaka kara kimashita.') (20 menit).
- Murid mengikuti permainan komunikasi interaktif 'Speed Introductions' (tantangan berpasangan berputar): setiap murid berkeliling menemui 3 teman berbeda secara bergantian untuk mengomunikasikan nama asli dan daerah asal diri sendiri secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana tanpa membaca teks catatan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengecek apakah informasi nama dan daerah asal yang disampaikan sudah jelas dan tepat polanya, lalu 4 murid perwakilan mendemonstrasikan perkenalan lisan di depan kelas (20 menit).
- Murid mengidentifikasi kesulitan yang dialami saat mengomunikasikan nama dan asal daerah secara lisan serta menyimpulkan kembali struktur kalimat yang benar (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan penggunaan ungkapan lisan menyatakan nama ('Watashi wa ... desu') dan asal daerah ('... kara kimashita') (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik lisan terhadap unjuk kerja komunikasi murid dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai mengomunikasikan asal sekolah dan jenjang kelas (5 menit).
- Pelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam perpisahan bahasa Jepang (Sayounara/Mata raishuu) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual berisi pilihan kata nama daerah (lokal maupun kota di Jepang) bagi murid yang membutuhkan inspirasi kosakata.
- Proses: Murid yang sudah lancar ditantang mengomunikasikan informasi secara spontan tanpa melihat kartu bantuan, sedangkan murid yang masih ragu diperbolehkan berlatih dengan bantuan kartu petunjuk kata kunci sebelum berbicara.
- Produk: Semua murid mencapai target unjuk kerja lisan yang sama: mengomunikasikan nama diri dan daerah asal secara lisan dengan struktur kalimat bahasa Jepang yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan perkenalan diri singkat secara acak. Guru menanyakan: (1) 'Onamae wa nan desuka?' (kriteria penerimaan: murid merespons dengan menyebutkan nama menggunakan akhiran 'desu', misal 'Watashi wa Budi desu' atau 'Budi desu'); (2) 'Dochira kara kimashitaka?' (kriteria penerimaan: murid merespons dengan menyebutkan daerah asal menggunakan frasa 'kara kimashita', misal 'Surabaya kara kimashita' atau 'Jakarta kara kimashita').
Proses:- Observasi unjuk kerja berbicara pada aktivitas 'Speed Introductions' menggunakan lembar amatan berbicara: mengukur kemampuan murid mengomunikasikan (1) nama diri menggunakan pola 'Watashi wa [Nama] desu' / '[Nama] desu' dan (2) daerah asal diri menggunakan pola '[Daerah] kara kimashita' secara lisan kepada minimal 3 teman berbeda.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 3 murid secara acak untuk memperkenalkan diri secara mandiri di hadapan kelas dalam bahasa Jepang sederhana (acuan respons lengkap: 'Hajimemashite. Watashi wa [Nama] desu. [Daerah] kara kimashita. Douzo yoroshiku onegaishimasu').
Formatif:- Asesmen Awal Lisan (tanya jawab diagnostik perkenalan diri)
- Pengamatan Unjuk Kerja Percakapan Lisan Berpasangan (keaktifan dan ketepatan struktur kalimat)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan Nama Diri secara Lisan | Belum mampu menyebutkan nama diri secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana meski telah diberikan contoh pemodelan. | Mampu menyebutkan nama diri secara lisan hanya dengan kata tunggal nama tanpa pola kalimat yang tepat (misal hanya menyebut nama tanpa 'desu' atau dengan bantuan penuh guru). | Mampu mengomunikasikan nama diri secara lisan dengan pola kalimat yang tepat ('[Nama] desu' atau 'Watashi wa [Nama] desu') secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan nama diri secara lisan dengan pola kalimat yang tepat secara mandiri, lancar tanpa jeda ragu, serta responsif saat ditanya. | | Mengomunikasikan Daerah Asal secara Lisan | Belum mampu menyebutkan daerah asal diri secara lisan dalam bahasa Jepang meski dipandu. | Mampu menyebutkan nama daerah asal namun belum tepat menggunakan pola 'kara kimashita' (misal hanya menyebut nama kota saja atau partikel tertukar). | Mampu mengomunikasikan daerah asal secara lisan dengan pola kalimat '[Daerah] kara kimashita' secara tepat dan mandiri. | Mampu mengomunikasikan daerah asal secara lisan menggunakan pola '[Daerah] kara kimashita' secara tepat, mandiri, konsisten di setiap giliran percakapan tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada aktivitas 'Speed Introductions' memberi kesempatan yang merata bagi seluruh murid untuk berlatih berbicara secara lisan?
- Bagian mana dari pola ungkapan nama dan asal daerah yang masih sering keliru dilafalkan oleh murid?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menyebutkan nama diri dan daerah asal saya sendiri dalam bahasa Jepang tanpa membaca teks catatan?
- Apa yang harus saya latih lagi agar lebih lancar berbicara saat memperkenalkan diri kepada teman baru?
Pertemuan 4 — Mengomunikasikan secara Lisan Informasi Asal Sekolah dan Jenjang Kelas — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan mengenai nama, daerah asal, sekolah, dan kelas dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam bahasa Jepang (Aisatsu: Ohayou gozaimasu / Konnichiwa) dan berdoa bersama murid (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid, serta mengaitkan sekilas materi perkenalan nama dan daerah asal dari pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan pola dasar sekolah dan jenjang kelas kepada 3 murid sampel secara lisan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan ujaran lisan guru mengenai pola tanya-jawab sekolah: 'Gakkou wa doko desuka? / Gakkou wa nan desuka?' dijawab '[Nama Sekolah] koukou desu' serta pola jenjang kelas: 'Nannensei desuka?' dijawab 'Ninensei desu' (15 menit).
- Murid secara berulang menirukan pelafalan pola kalimat tanya-jawab asal sekolah dan jenjang tingkatan kelas (Ichinensei, Ninensei, Sannensei) bersama bimbingan guru (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Speed Q&A Sekolah dan Kelas' secara bergantian bertanya dan menjawab asal sekolah dan kelas masing-masing memakai bahasa Jepang (25 menit).
- Murid dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang saling bertukar kartu profil peran sekolah (berisi 4 profil: 1. SMA 1 Padang - Kelas 10/Ichinensei; 2. SMA 35 Surabaya - Kelas 11/Ninensei; 3. SMA 2 Cimahi - Kelas 12/Sannensei; 4. SMA 3 Bali - Kelas 11/Ninensei) dan mengomunikasikan secara lisan data profil tersebut menggunakan pola tanya jawab yang tepat (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua pasang murid maju ke depan kelas mendemonstrasikan dialog lisan menyatakan asal sekolah dan tingkatan kelas secara mandiri tanpa teks (15 menit).
- Murid dan guru mendiskusikan kemudahan serta kekeliruan umum saat melafalkan angka tingkatan kelas (perbedaan ichinensei, ninensei, sannensei) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pola kalimat mengomunikasikan nama sekolah dan jenjang kelas dalam bahasa Jepang (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar lisan hari ini dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (Mata raishuu/Sayounara) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan kata kunci pola kalimat ([Sekolah] + koukou desu / [Angka] + nensei desu), sedangkan murid mahir langsung menggunakan variasi nama sekolah yang lebih panjang.
- Proses: Pada latihan berpasangan, murid cepat dipasangkan untuk saling bertanya tanpa jeda dan mencoba profil acak tambahan, sedangkan murid yang lambat didampingi guru dengan latihan drill terbimbing.
- Produk: Pengomunikasian lisan dinilai dari ketercapaian pelafalan informasi sekolah dan jenjang kelas secara tepat dan lancar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan lisan 'Nannensei desuka?' kepada 3 perwakilan murid. Kriteria penerimaan: Murid mampu menjawab dengan kata/frasa yang memuat tingkatan kelasnya (acuan jawaban: 'Ninensei desu' atau minimal menyebut 'Ninensei').
Proses:- Observasi unjuk kerja berbicara pada aktivitas kelompok bermain peran 4 profil: Memeriksa ketepatan murid mengomunikasikan informasi lisan 4 profil target berikut secara lisan: (1) Profil 1: 'SMA 1 Padang koukou desu, Ichinensei desu'; (2) Profil 2: 'Surabaya daisanjuugo koukou desu, Ninensei desu'; (3) Profil 3: 'SMA 2 Cimahi koukou desu, Sannensei desu'; (4) Profil 4: 'SMA 3 Bali koukou desu, Ninensei desu'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 murid secara acak dan bertanya 'Gakkou wa nan desuka?' dan 'Nannensei desuka?'. Kriteria penerimaan acuan: Murid menjawab lisan dengan nama sekolah asli diikuti 'koukou desu' (atau 'desu') dan jenjang kelas 'Ninensei desu'.
Formatif:- Unjuk kerja berbicara berpasangan: Mengomunikasikan informasi asal sekolah dan jenjang kelas secara lisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengomunikasikan Asal Sekolah secara Lisan | Belum mampu menyebutkan asal nama sekolah dengan pola kalimat bahasa Jepang yang tepat. | Menyebutkan nama sekolah namun belum menyertakan penanda sekolah/predikat (kata 'koukou desu') secara tepat. | Mengomunikasikan asal sekolah secara lisan dengan menyebutkan nama sekolah dan predikat 'koukou desu' secara tepat walau sesekali dibimbing. | Mengomunikasikan asal sekolah secara lisan dengan menyebutkan nama sekolah dan predikat 'koukou desu' secara tepat, mandiri, dan lancar. | | Ketepatan Mengomunikasikan Jenjang Kelas secara Lisan | Belum mampu menyebutkan tingkatan jenjang kelas dalam bahasa Jepang. | Menyebutkan angka kelas dalam bahasa Jepang namun keliru pada penyebutan sufiks penanda tingkatan (-nensei). | Mengomunikasikan jenjang tingkatan kelas secara lisan (misal: 'Ninensei desu') secara tepat sesuai data profil. | Mengomunikasikan jenjang tingkatan kelas secara lisan secara tepat pada berbagai variasi profil kelas (Ichinensei, Ninensei, Sannensei) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan praktik berbicara berpasangan dan kelompok mencukupi untuk semua murid?
- Bagian kosakata atau pola kalimat mana yang paling banyak mengalami kesalahan pengucapan oleh murid saat menyatakan jenjang kelas?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa memberi tahu teman tentang nama sekolah dan kelasmu dalam bahasa Jepang?
- Tantangan apa yang kamu rasakan saat membedakan pengucapan kelas 10, 11, dan 12 dalam bahasa Jepang?
Pertemuan 5 — Praktik Berbicara Terpadu: Mengomunikasikan Nama, Asal Daerah, Sekolah, dan Kelas — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan mengenai nama, daerah asal, sekolah, dan kelas dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam khas Jepang (aisatsu: 'Ohayou gozaimasu') dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap mengikuti praktik berbicara (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu praktik berbicara terpadu mengomunikasikan empat butir informasi: nama, daerah asal, sekolah, dan kelas (2 menit).
- Asesmen Awal (Diagnostik Lisan Singkat): Guru memanggil 3 murid secara acak untuk melafalkan respons lisan cepat dari 4 pertanyaan pemantik pola kalimat: (1) 'Onamae wa?' (acuan: '[Nama] desu'), (2) 'Doko kara kimashitaka?' (acuan: '[Daerah] kara kimashita'), (3) 'Gakkou wa doko desuka?' (acuan: '[Nama sekolah] koukou desu'), (4) 'Nannensei desuka?' (acuan: 'Juuninensei desu' / 'Ninensei desu') untuk memetakan kesiapan berbicara terpadu (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak dan mencermati pemodelan guru tentang alur perkenalan diri terpadu (jikoshoukai) yang memuat 4 unsur informasi lengkap: Hajimemashite (salam pembuka), Watashi wa [Nama] desu (nama), [Daerah] kara kimashita (asal daerah), [Sekolah] koukou desu (asal sekolah), [Kelas: Ninensei/Juunichinensei] desu (tingkat kelas), Douzo yoroshiku onegaishimasu (salam penutup) (10 menit).
- Murid bersama bimbingan guru mengulang pelafalan 4 pasangan tanya-jawab terpadu: (1) Onamae wa? -> [Nama] desu; (2) Doko kara kimashitaka? -> [Daerah] kara kimashita; (3) Gakkou wa doko desuka? -> [Sekolah] koukou desu; (4) Nannensei desuka? -> Ninensei desu secara berkesadaran terhadap keutuhan informasi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Aktivitas Menggembirakan 'Speed-Friending Meishi Koukan': Setiap murid menerima satu kartu identitas peran (Role Card) berisi profil fiktif atau mengisi identitas diri sendiri yang memuat 4 butir data (contoh Kartu A: Nama: Kenji, Asal: Tokyo, Sekolah: Sakura Koukou, Kelas: Ninensei; Kartu B: Nama: Dewi, Asal: Bali, Sekolah: SMAN 1 Denpasar, Kelas: Ninensei; Kartu C: Nama: Taro, Asal: Osaka, Sekolah: Naniwa Koukou, Kelas: Sannensei; Kartu D: Nama: Siti, Asal: Bandung, Sekolah: SMAN 3 Bandung, Kelas: Ninensei). Murid bergerak mencari pasangan bergantian untuk saling bertanya-jawab menanyakan dan menyampaikan 4 informasi tersebut secara lisan dalam waktu 3 menit per pasangan (25 menit).
- Setiap murid melakukan unjuk kerja berbicara terpadu berpasangan di hadapan guru atau direkam secara mandiri, menyampaikan monolog perkenalan diri mandiri lengkap (nama, asal daerah, nama sekolah, kelas) dan merespons 4 pertanyaan verifikasi lisan dari rekan bicara (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketercapaian pelafalan lisan mereka sendiri dengan menandai lembar ceklis kendali: apakah ke-4 unsur informasi (nama, asal, sekolah, kelas) sudah terucap dengan tepat dan lengkap tanpa jeda ragu berlebih (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa lisan murid secara klasikal, menegaskan ketepatan penggunaan partikel 'kara kimashita' dan penyebutan tingkatan kelas 'ninensei' (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran praktik berbicara terpadu hari ini (1 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 6: Mengomunikasikan secara Lisan Informasi Kontak Nomor Telepon Diri) serta menutup sesi dengan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu peran dengan teks romaji dan panduan kata kunci rumpang untuk murid yang membutuhkan scaffolding pelafalan, serta kartu peran hanya bertuliskan data fakta murni (tanpa teks dialog) bagi murid yang sudah mandiri.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu melafalkan, guru mendampingi latihan terbimbing kalimat per kalimat (scaffolding). Bagi murid yang mahir, diberikan tantangan menyimulasikan percakapan tanpa melihat catatan sama sekali dalam tempo berbicara wajar.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat mengomunikasikan 4 butir informasi dalam bentuk tanya-jawab kalimat tunggal, sedangkan murid yang mahir mengomunikasikannya secara monolog terpadu utuh dilanjutkan sesi tanya jawab spontan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan cepat 4 butir informasi pada pendahuluan: (1) Guru: 'Onamae wa nan desuka?' -> acuan jawaban benar: murid melafalkan '[Nama] desu'; (2) Guru: 'Doko kara kimashitaka?' -> acuan jawaban benar: murid melafalkan '[Daerah] kara kimashita'; (3) Guru: 'Gakkou wa doko desuka?' -> acuan jawaban benar: murid melafalkan '[Nama sekolah] koukou desu'; (4) Guru: 'Nannensei desuka?' -> acuan jawaban benar: murid melafalkan 'Ninensei desu' / 'Juuninensei desu'.
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berbicara terpadu pada aktivitas 'Speed-Friending Meishi Koukan' menggunakan lembar observasi ketercapaian 4 butir informasi lisan (Acuan minimal 4 butir terucap tepat: (1) Nama dengan pola '[Nama] desu', (2) Asal dengan pola '[Daerah] kara kimashita', (3) Sekolah dengan pola '[Sekolah] koukou desu', (4) Kelas dengan pola '[Tingkat] nensei desu').
Akhir Pertemuan:- Cek lisan monolog mandiri terpadu pada akhir tahap aplikasi: Murid melafalkan perkenalan diri utuh memuat 4 butir acuan wajib: (1) Nama (Watashi wa [Nama] desu), (2) Daerah asal ([Daerah] kara kimashita), (3) Asal sekolah ([Sekolah] koukou desu), dan (4) Jenjang kelas ([Kelas] nensei desu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara lisan terpadu (dialog dan monolog perkenalan diri memuat 4 unsur informasi)
- Ceklis asesmen diri kelengkapan 4 butir informasi lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Ketepatan Mengomunikasikan Informasi Lisan (Nama, Asal Daerah, Sekolah, dan Kelas) | Mengomunikasikan secara lisan kurang dari 2 dari 4 butir informasi (acuan: nama, daerah asal, sekolah, kelas) dan memerlukan bantuan penuh guru dalam menyusun kalimat lisan. | Mengomunikasikan secara lisan 2 butir dari 4 butir informasi (acuan: nama, daerah asal, sekolah, kelas) dengan pola kalimat yang tepat secara terbimbing. | Mengomunikasikan secara lisan 3 sampai 4 butir informasi (acuan: nama, daerah asal, sekolah, kelas) secara tepat dan mandiri dengan sesekali jeda ragu. | Mengomunikasikan secara lisan seluruh 4 butir informasi (acuan: nama, daerah asal, sekolah, kelas) secara utuh, tepat sesuai pola kebahasaan, lancar tanpa keraguan, dan sepenuhnya mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan aktif berbicara dan melafalkan keempat butir identitas diri dalam aktivitas Speed-Friending?
- Bagian pola kalimat mana di antara nama, daerah asal, sekolah, dan kelas yang paling sering mengalami kekeliruan pelafalan oleh murid?
Murid:- Apakah saya sudah mampu menyebutkan nama, asal daerah, sekolah, dan kelas saya dalam bahasa Jepang dengan lancar tanpa melihat catatan?
- Kendala apa yang saya rasakan saat menjawab pertanyaan tentang identitas diri dari teman secara spontan?
Pertemuan 6 — Mengomunikasikan secara Lisan Informasi Kontak Nomor Telepon Diri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.3 Mengomunikasikan informasi kontak nomor telepon dan akun media sosial secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa pembuka (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan secara lisan informasi nomor telepon diri menggunakan bahasa Jepang sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes lisan singkat pelafalan angka 0-9 dan pola tanya nomor telepon kepada 3 murid sampel (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai kosakata angka 0-9 (zero/maru, ichi, ni, san, yon/shi, go, roku, nana/shichi, hachi, kyuu) dan partikel penghubung nomor 'no' (ditulis '-') dalam bahasa Jepang (10 menit).
- Murid menirukan pelafalan pola kalimat tanya 'Denwa bangou wa nanban desuka?' dan pola jawaban '[nomor] desu' secara berulang bersama guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan kartu peran nomor telepon kepada setiap murid berisi deret angka target, misalnya: Kartu A (0812-3456-7890: zero hachi ichi ni no san yon go roku no nana hachi kyuu zero) dan Kartu B (0857-1234-5678: zero hachi go nana no ichi ni san yon no go roku nana hachi) (10 menit).
- Murid melakukan permainan interaktif berpasangan 'Dento Koukan' (Tukar Kontak Lisan), saling bertanya 'Denwa bangou wa nanban desuka?' dan menjawab melafalkan nomor telepon pada kartu masing-masing secara bergantian dengan tepat (10 menit).
- Setiap murid maju secara bergiliran atau berpasangan di depan kelas untuk mengomunikasikan nomor kontak telepon tiruan masing-masing secara lisan tanpa membaca teks bantuan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengevaluasi ketepatan pelafalan angka dan penggunaan partikel 'no' saat menyebutkan deret nomor telepon (5 menit).
- Murid menyimpulkan kemudahan dan kendala yang dihadapi saat melafalkan deretan angka panjang dalam bahasa Jepang secara mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dalam mengomunikasikan nomor telepon secara lisan dengan lancar (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai mengomunikasikan akun media sosial, lalu menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu nomor dengan pemenggalan 3-4 digit angka disertai tulisan romaji angka, sedangkan murid yang lebih mahir menerima deret angka 12 digit tanpa romaji.
- Proses: Murid yang masih ragu dapat berlatih pelafalan angka per blok digit sebelum melakukan percakapan penuh, sedangkan murid yang cepat dapat langsung melakukan tanya jawab tanpa jeda berpikir.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengomunikasikan nomor telepon 8-10 digit secara lisan dengan bantuan jeda, sedangkan murid yang mahir mengomunikasikan deret 11-12 digit nomor kontak secara lancar dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan: Guru menunjuk angka acak di papan tulis (angka: 0, 2, 5, 8, 9) dan meminta murid menyebutkan bahasa Jepangnya (acuan jawaban: 0 = zero/maru, 2 = ni, 5 = go, 8 = hachi, 9 = kyuu).
- Diagnostik lisan kalimat: Guru menanyakan arti ungkapan 'Denwa bangou wa nanban desuka?' (acuan: Berapakah nomor teleponmu?).
Proses:- Pengamatan ketercapaian pelafalan lisan saat aktivitas 'Dento Koukan': Ketepatan murid dalam merespons pertanyaan 'Denwa bangou wa nanban desuka?' dengan menyebutkan nomor kartu (acuan: Kartu A '0812-3456-7890' dilafalkan 'zero hachi ichi ni no san yon go roku no nana hachi kyuu zero desu').
- Pemberian umpan balik langsung (corrective feedback) ketika ada kekeliruan penyebutan angka atau lupa menyisipkan partikel 'no' di antara blok angka.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menguji 2 murid secara acak menyebutkan nomor telepon sekolah fiktif '031-7654' secara lisan (acuan: zero san ichi no nana roku go yon desu).
Formatif:- Unjuk kerja berbicara berpasangan (percakapan tanya jawab nomor telepon)
- Observasi pelafalan deret angka nomor telepon secara lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan dan Kelancaran Mengomunikasikan Nomor Telepon secara Lisan | Belum mampu melafalkan angka 0-9 dan tidak dapat melafalkan deret nomor telepon secara lisan meski dibimbing. | Mampu melafalkan sebagian angka dengan bantuan guru, namun pelafalan deret nomor telepon masih terbata-bata dan terdapat lebih dari 3 kekeliruan angka. | Mampu mengomunikasikan seluruh deret nomor telepon secara lisan dengan tepat sesuai kartu peran dengan maksimal 1-2 kekeliruan pelafalan angka. | Mampu mengomunikasikan seluruh deret nomor telepon (10-12 digit) secara lisan dengan sangat tepat, runtut menggunakan partikel penghubung 'no', lancar, dan mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi setiap murid untuk unjuk kebolehan berbicara menyebutkan nomor telepon?
- Bagian angka mana yang paling sering membuat murid keliru saat melafalkan deret nomor telepon secara lisan?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menyebutkan deret angka nomor kontak saya dalam bahasa Jepang dengan tepat?
- Langkah apa yang akan saya lakukan agar lebih lancar mengingat pengucapan angka dalam bahasa Jepang?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan secara Lisan Kepemilikan Akun Media Sosial — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.3 Mengomunikasikan informasi kontak nomor telepon dan akun media sosial secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperlihatkan 3 logo aplikasi media sosial (LINE, Instagram, Twitter/X) lalu menanyakan pelafalan katakana dan pola tanyanya: 'Kore wa nan desuka?' dan 'Bagaimana bertanya apakah punya LINE?' (acuan: pelafalan 'Rain', 'Insutaguramu', 'Tsuittaa'; pola tanya kepemilikan '... wa yatte imasuka?' atau '... ga arimasuka?') (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengomunikasikan kepemilikan akun media sosial secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan audio model mengenai kosakata media sosial (Rain, Insutaguramu, Tsuittaa) serta pola ujaran lisan: Pertanyaan 'Rain / Insutaguramu wa yatte imasuka?' (Apakah menggunakan LINE/Instagram?) atau 'Insutaguramu no akaunto wa nan desuka?' (Apa akun Instagram-nya?), dan Pola Jawaban 'Hai, yatte imasu. Akaunto wa [ID] desu' (Ya, pakai. Akunnya [ID]) atau 'Iie, yatte imasen' (Tidak, tidak pakai) (15 menit).
- Murid secara bersama-sama menirukan pelafalan nama aplikasi dan pelafalan karakter ID media sosial (alfabet dasar dan angka) secara berkesadaran agar intonasi dan bunyi katakana tepat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'SNS Meishi Koukan' (Tukar Kartu Akun Medsos): Setiap murid mendapat kartu profil tiruan dengan ID akun berbeda, lalu saling bertanya-jawab lisan dengan pasangan menanyakan kepemilikan akun (contoh dialog: A: 'Insutaguramu wa yatte imasuka?' -> B: 'Hai, yatte imasu. Akaunto wa @kenji_12 desu') secara bergantian (15 menit).
- Murid berganti pasangan sebanyak dua kali untuk mempraktikkan pengutaraan akun media sosial yang berbeda secara mandiri dan percaya diri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengecek apakah pengucapan nama platform media sosial dan pengejaan ID akun sudah dapat dipahami dengan jelas dan tepat (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pola kalimat lisan untuk menanyakan dan menyebutkan akun media sosial dalam bahasa Jepang sederhana (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi dan mengajak murid berdoa serta mengucapkan salam penutup 'Sayounara' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan pelafalan alfabet/angka dalam katakana bagi murid yang membutuhkan bantuan pengejaan ID.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, praktik berpasangan diawali dengan membaca kartu teks bantuan; murid yang sudah lancar langsung melakukan tanya jawab lisan tanpa melihat teks bantuan.
- Produk: Murid yang lancar mengomunikasikan 2 jenis akun media sosial (LINE dan Instagram), sedangkan murid yang butuh bimbingan cukup mengomunikasikan 1 akun media sosial utama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Menyebutkan nama 3 media sosial populer dalam bahasa Jepang (LINE, Instagram, Twitter) dan ungkapan menanyakan kepemilikan akun (acuan jawaban: 'Rain', 'Insutaguramu', 'Tsuittaa'; ungkapan tanya: '[Media sosial] wa yatte imasuka?' atau '[Media sosial] ga arimasuka?').
Proses:- Observasi unjuk kerja lisan saat aktivitas berpasangan: Mengamati ketepatan pola kalimat menanyakan kepemilikan akun media sosial ('[Nama medsos] wa yatte imasuka?') dan ketepatan merespons serta menyebutkan ID akun ('Hai, yatte imasu. Akaunto wa ... desu' / 'Iie, yatte imasen').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 3 pasang murid secara acak diminta mempraktikkan satu putaran tanya jawab lisan tentang akun media sosial (acuan kriteria: penutur A menanyakan kepemilikan dengan pola yang tepat, penutur B merespons 'Hai, yatte imasu' disertai penyebutan ID atau 'Iie, yatte imasen' secara tepat dan terdengar jelas).
Formatif:- Unjuk kerja berbicara berpasangan: Mengomunikasikan pertanyaan dan jawaban mengenai kepemilikan akun media sosial beserta ID akun secara lisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan Kepemilikan Akun Media Sosial secara Lisan | Belum mampu melafalkan pertanyaan kepemilikan akun media sosial maupun menyebutkan respons kepemilikan akun secara lisan meskipun dibimbing. | Mampu melafalkan pertanyaan atau respons kepemilikan akun media sosial dengan bantuan teks panduan, namun pelafalan nama platform atau ID masih banyak keraguan. | Mampu menanyakan kepemilikan akun media sosial dan menyebutkan ID akun secara lisan dengan pola yang tepat dan lancar secara mandiri. | Mampu menanyakan dan merespons kepemilikan lebih dari satu akun media sosial secara lisan dengan sangat fasih, akurat, dan tanpa jeda ragu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk praktik berbicara berpasangan sudah mencukupi seluruh murid untuk berlatih?
- Bagian pelafalan mana dari nama akun medsos atau ID yang paling sering menjadi kendala bagi murid?
Murid:- Apakah kamu sudah dapat menanyakan akun media sosial temanmu dalam bahasa Jepang?
- Ungkapan apa yang kamu gunakan ketika teman bertanya apakah kamu punya akun LINE atau Instagram?
Pertemuan 8 — Membaca dan Menyimpulkan Informasi Teks Profil Perkenalan Teman — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.4 Menyimpulkan teks tentang informasi perkenalan profil teman kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama sebelum memulai pelajaran (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca dan menyimpulkan informasi teks profil perkenalan teman dalam bahasa Jepang sederhana (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mendiagnosis kesiapan membaca teks perkenalan. Murid membaca 3 kalimat profil pendek di papan tulis: (1) Watashi wa Kenji desu. (2) Tokyo kara kimashita. (3) Juuichinensei desu. Lalu murid menjawab 3 pertanyaan diagnostik: Siapa namanya? Dari mana asalnya? Berapa tingkat kelasnya? (acuan kunci diagnostik: nama Kenji, asal Tokyo, kelas 11) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mindful mencermati Teks Profil 1 yang disajikan guru: 'Hajimemashite. Watashi wa Dewi desu. Surabaya kara kimashita. Surabaya daisanjuugo koukou no juuninensei desu. Denwa bangou wa zero-hachi-ichi-ni-san-yon-go-roku-nana desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.' Guru membimbing murid mengenali penanda informasi nama (...wa ... desu), daerah asal (...kara kimashita), sekolah dan kelas (...koukou no ...nensei desu), serta nomor kontak (...bangou wa ... desu) (15 menit).
- Murid menerima Teks Profil 2: 'Hajimemashite. Boku wa Budi desu. Padang kara kimashita. SMA Harapan no juuichinensei desu. Instagram wa @budi_pdg desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.' Bersama bimbingan guru, murid menelaah dan mengonfirmasi kata kunci informasi profil kedua (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas joyful 'Detektif Profil': membaca kartu Teks Profil 3 secara cepat dan tepat untuk mengisi tabel simpulan 5 butir rincian identitas teman (15 menit). Teks Profil 3: 'Hajimemashite. Watashi wa Aisyah desu. Cimahi kara kimashita. Bandung daiichi koukou no juunensei desu. Denwa bangou wa 0819-8765-4321 desu. Douzo yoroshiku.' (Kunci jawaban simpulan Profil 3: (1) Nama: Aisyah; (2) Asal daerah: Cimahi; (3) Asal sekolah: Bandung daiichi koukou / SMA 1 Bandung; (4) Tingkat kelas: Juunensei / Kelas 10; (5) Kontak: Nomor telepon 0819-8765-4321).
- Murid secara mandiri membaca Teks Profil 4 pada Lembar Kerja Membaca: 'Hajimemashite. Boku wa Kenzo desu. Bali kara kimashita. Denpasar daini koukou no juuichinensei desu. Instagram wa @kenzo_bali desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu.' Murid menyimpulkan seluruh 5 unsur informasi identitas profil ke dalam format rangkuman profil teks (15 menit). (Kunci simpulan Profil 4: (1) Nama: Kenzo; (2) Asal daerah: Bali; (3) Asal sekolah: Denpasar daini koukou / SMA 2 Denpasar; (4) Tingkat kelas: Juuichinensei / Kelas 11; (5) Kontak: Instagram @kenzo_bali).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil simpulan membaca mandiri dengan mencocokkan pada kunci verifikasi di layar kelas, menandai butir informasi yang sudah tepat disimpulkan dan mengidentifikasi letak kesalahan interpretasi frasa bila ada (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan teknik membaca memindai (scanning) untuk menemukan dan menyimpulkan 5 butir informasi penting dalam teks profil bahasa Jepang (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca teks perbandingan di pertemuan 9, menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks profil dilengkapi glosarium kosakata kunci (kimashita = datang/berasal dari, nensei = tingkat kelas, denwa bangou = nomor telepon). Untuk murid yang cepat, teks profil disajikan tanpa glosarium dengan variasi penyebutan kontak surel/medsos tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dibimbing dengan pertanyaan penuntun per kalimat dalam menemukan informasi teks; murid yang mahir langsung membaca mandiri dan menyimpulkan kelima unsur tanpa bantuan penuntun.
- Produk: Format simpulan informasi disajikan seragam berupa tabel profil identitas 5 butir (Nama, Asal Daerah, Sekolah, Kelas, Kontak).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid membaca 3 kalimat profil pendek di papan tulis: (1) 'Watashi wa Kenji desu.' (2) 'Tokyo kara kimashita.' (3) 'Juuichinensei desu.' Guru mengajukan 3 pertanyaan pemetaan: Siapa namanya? Dari mana asalnya? Berapa tingkat kelasnya? (Kunci jawaban acuan: 1. Nama: Kenji; 2. Asal daerah: Tokyo; 3. Kelas: 11 / Juuichinensei).
Proses:- Penilaian lembar tugas membaca mandiri teks profil (Teks Profil 4: Kenzo). Acuan kelengkapan dan ketepatan simpulan 5 butir informasi teks: (1) Nama tokoh: Kenzo; (2) Asal daerah: Bali; (3) Sekolah: Denpasar daini koukou / SMA 2 Denpasar; (4) Jenjang kelas: Juuichinensei / Kelas 11; (5) Kontak: Akun Instagram @kenzo_bali.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca cepat 1 teks profil penutup: 'Watashi wa Siti desu. Padang kara kimashita. Juuninensei desu.' Murid menuliskan nama, asal daerah, dan kelas tokoh tersebut. (Kunci acuan: Nama: Siti; Asal: Padang; Kelas: 12 / Juuninensei).
Formatif:- Asesmen diagnostik membaca kalimat perkenalan di awal pembelajaran
- Asesmen formatif membaca dan menyimpulkan teks profil teman (Lembar Kerja 'Detektif Profil' dan lembar mandiri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan informasi teks profil perkenalan teman | Menyimpulkan 1 dari 5 butir informasi identitas profil teman secara tepat dari teks profil yang dibaca (Daftar 5 butir acuan teks: 1. Nama: Kenzo, 2. Asal daerah: Bali, 3. Sekolah: Denpasar daini koukou, 4. Kelas: Juuichinensei/kelas 11, 5. Kontak: IG @kenzo_bali). | Menyimpulkan 2 sampai 3 dari 5 butir informasi identitas profil teman secara tepat dari teks profil yang dibaca sesuai daftar 5 butir acuan teks. | Menyimpulkan 4 dari 5 butir informasi identitas profil teman secara tepat dari teks profil yang dibaca sesuai daftar 5 butir acuan teks. | Menyimpulkan seluruh 5 butir informasi identitas profil teman secara lengkap dan tepat dari teks profil yang dibaca secara mandiri sesuai daftar 5 butir acuan teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks profil yang disediakan memiliki tingkat keterbacaan kosakata yang sesuai dengan kemampuan membaca murid Fase F kelas 11?
- Bagian struktur teks mana (nama, asal, sekolah/kelas, atau kontak) yang paling sering disalahpahami oleh murid ketika menyimpulkan isi bacaan?
Murid:- Kata atau pola kalimat apa yang paling membantumu mengenali asal daerah dan jenjang kelas teman dalam teks bacaan?
- Apakah kamu dapat menemukan seluruh informasi penting profil teman secara mandiri dalam teks bahasa Jepang?
Pertemuan 9 — Menyimpulkan serta Menghubungkan Perbandingan Informasi Antar-teks Profil Teman — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.4 Menyimpulkan teks tentang informasi perkenalan profil teman kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran serta menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan membaca perbandingan teks profil teman (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik membaca cepat dengan menampilkan cuplikan teks profil tokoh A: 'わたし は デウィ です。スラバヤ から きました。' dan B: 'わたし は アディ です。スラバya から きました。', lalu meminta murid mengidentifikasi 1 kesamaan daerah asal mereka (acuan: keduanya berasal dari Surabaya/スラバヤ) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati 2 teks profil rujukan yang disajikan guru pada lembar bahan bacaan: Teks 1: 'はじめまして。わたし は スギ です。スラバヤ から きました。スラバヤ だいさんじゅうご こうこう の じゅういちねんせい です。でんわばんごう は ゼロ・ハチ・イチ・に・さん・よん・ご・ろく です。どうぞ よろしく おねがいします。' dan Teks 2: 'はじめまして。わたし は ウジャン です。チマヒ から きました。スラバヤ だいさんじゅうご こうこう の じゅういちねんせい です。でんわばんごう は ゼロ・ハチ・ご・なな・きゅう・いち・に・さん です。どうぞ よろしく おねがいします。' (10 menit).
- Dengan bimbingan guru, murid membedah unsur informasi tiap teks (nama, asal daerah, asal sekolah, tingkatan kelas, nomor telepon) serta menandai kata bantu 'も' (mo = juga) atau pola penanda yang menghubungkan kesamaan profil antar-teks (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Detektif Profil', murid membaca Lembar Kerja Pasangan yang memuat Teks 3 (Profil Kenji: 'はじめまして。けんじ です。パダン から きました。パダン だいいち こうこう の じゅういちねんせい です。どうぞ よろしく。') dan Teks 4 (Profil Sakura: 'はじめまして。さくら です。バリ から きました。パダン だいいち こうこう の じゅういちねんせい です。どうぞ よろしく。') untuk mengisi tabel perbandingan 4 butir profil: (1) Nama (Kenji vs Sakura), (2) Asal daerah (Padang vs Bali), (3) Asal sekolah (keduanya Padang Daiichi Koukou), (4) Tingkatan kelas (keduanya kelas 11) (acuan: poin 1 & 2 berbeda, poin 3 & 4 sama) (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid membaca Teks 5 (Profil Eka: 'わたし は エカ です。バンドン から きました。バンドン だいに こうこう の じゅうにねんせい です。インスタグラム は @eka_bdg です。') dan Teks 6 (Profil Budi: 'わたし は ブディ です。バンドン から きました。バンドン だいさん こうこう の じゅういちねんせい です。インスタグラム は @budi_smabandung です。') lalu menyelesaikan LK mandiri perbandingan: menentukan 2 persamaan (asal daerah: Bandung; media sosial: Instagram) dan 2 perbedaan (nama: Eka vs Budi; sekolah/kelas: SMA 2 kelas 12 vs SMA 3 kelas 11) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memverifikasi ketepatan simpulan dan perbandingan antar-teks mereka bersama teman sebangku menggunakan lembar kunci acuan yang dibuka guru di papan tulis (acuan: kesamaan Bandung dan Instagram, perbedaan nama sekolah dan tingkatan kelas) (10 menit).
- Murid menyampaikan kendala membaca huruf kana/istilah profil serta merumuskan strategi membaca cermat dalam menyandingkan dua teks berbahasa Jepang secara sadar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam menemukan kaitan antar-teks profil (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif pertemuan berikutnya, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks profil dengan penanda visual warna untuk kategori identitas yang sama/berbeda, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks profil dengan variasi kosakata keterangan sekolah.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan berlatih menyandingkan teks kalimat demi kalimat secara berpasangan, sedangkan murid yang mahir langsung membandingkan keseluruhan isi kedua teks secara mandiri.
- Produk: Murid menyajikan simpulan perbandingan antar-teks berupa tabel perbandingan data identitas (nama, asal, sekolah, kelas, kontak).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Membaca cepat 2 kalimat profil sederhana: Teks A ('わたし は デウィ です。スラバヤ から きました。') dan Teks B ('わたし は アディ です。スラバヤ から きました。') lalu menyebutkan 1 kesamaan daerah asal mereka (acuan jawaban: keduanya sama-sama berasal dari Surabaya/スラバヤ).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan ketepatan mengisi 4 butir tabel perbandingan Teks 3 dan Teks 4 pada LK 'Detektif Profil' (acuan: Nama: Kenji vs Sakura; Asal daerah: Padang vs Bali; Asal sekolah: sama-sama Padang Daiichi Koukou; Tingkat kelas: sama-sama kelas 11/じゅういちねんせい).
- Pemeriksaan hasil kerja mandiri perbandingan Teks 5 dan Teks 6 (acuan: Persamaan = daerah asal Bandung & akun Instagram; Perbedaan = Nama profil Eka vs Budi, sekolah Eka SMA 2 kelas 12 vs Budi SMA 3 kelas 11).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca di akhir tahap merefleksi: Murid mencocokkan hasil analisis perbandingan Teks 5 dan Teks 6 dengan daftar kunci acuan (4 poin: 2 persamaan dan 2 perbedaan identitas) untuk mengukur ketepatan simpulan keterhubungan antar-teks.
Formatif:- Tes membaca cepat dan mengidentifikasi informasi kesamaan pada asesmen awal
- Penilaian kinerja pengerjaan tabel perbandingan profil berpasangan (Teks 3 & Teks 4)
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menyimpulkan persamaan dan perbedaan antar-teks (Teks 5 & Teks 6)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan isi teks profil individu | Belum mampu menyimpulkan butir informasi (nama, daerah asal, sekolah, kelas, kontak) dari teks profil yang dibaca (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menyimpulkan sebagian butir informasi dari teks profil yang dibaca dengan bantuan (2-3 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menyimpulkan seluruh butir informasi (nama, daerah asal, sekolah, kelas/kontak) dari teks profil yang dibaca secara mandiri dan tepat (4 butir tepat). | Mampu menyimpulkan seluruh butir informasi teks profil secara cepat, mandiri, tepat tanpa kesalahan sama sekali pada teks yang lebih kompleks. | | Menghubungkan perbandingan informasi antar-teks profil | Belum mampu menemukan hubungan persamaan maupun perbedaan informasi antar dua teks profil (0-1 hubungan tepat dari 4 poin acuan). | Mampu mengidentifikasi hubungan persamaan atau perbedaan antar-teks profil secara parsial (2-3 hubungan tepat dari 4 poin acuan). | Mampu menghubungkan dan menyimpulkan 2 persamaan dan 2 perbedaan informasi antar-teks profil dengan tepat sesuai acuan (4 poin tepat). | Mampu menghubungkan dan membandingkan seluruh kesamaan dan perbedaan informasi antar-teks profil secara tepat, konsisten, dan mandiri pada berbagai pasangan teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks profil yang disajikan memiliki tingkat keterbacaan huruf kana yang sesuai dengan kemampuan murid?
- Bagaimana efektivitas LK 'Detektif Profil' dalam membantu murid membandingkan informasi antar-teks secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari teks profil bahasa Jepang yang paling mudah atau paling sulit saya bandingkan?
- Strategi apa yang paling membantu saya ketika mencari persamaan dan perbedaan informasi dari dua teks profil yang berbeda?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.3.1 Menyimpulkan informasi lisan tentang perkenalan identitas diri (nama dan daerah asal) dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.3.2 Mengomunikasikan informasi secara lisan mengenai nama, daerah asal, sekolah, dan kelas dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.3.3 Mengomunikasikan informasi kontak nomor telepon dan akun media sosial secara lisan dalam bahasa Jepang sederhana
- TP 11.3.4 Menyimpulkan teks tentang informasi perkenalan profil teman kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam pembuka, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa sebelum memulai asesmen (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 3 yang menggabungkan tes tertulis (menyimak nama/asal daerah dan membaca-membandingkan profil) dengan unjuk kerja percakapan lisan berpasangan (identitas diri dan kontak) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai tata tertib pelaksanaan asesmen sumatif, distribusi waktu 45 menit pertama untuk tes tertulis (menyimak dan membaca) serta 45 menit kedua untuk unjuk kerja lisan berpasangan bergilir (3 menit).
- Murid menerima lembar tes tertulis dan mendengarkan instruksi teknis pengerjaan bagian menyimak (audio diputar 2 kali) dan bagian membaca teks profil perbandingan (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Menyimak dan Membaca) secara mandiri serentak: (a) Menyimak audio Monolog 1 dan Monolog 2 masing-masing diputar 2 kali untuk mengidentifikasi nama dan daerah asal. Audio 1: 'Hajimemashite. Watashi wa Sugi desu. Surabaya kara kimashita. Douzo yoroshiku.' (Kunci 1: Nama = Sugi; Asal = Surabaya); Audio 2: 'Hajimemashite. Meri desu. Bandung kara kimashita. Douzo yoroshiku.' (Kunci 2: Nama = Meri; Asal = Bandung); (b) Membaca 2 teks profil tertulis: Teks A ('Konnichiwa. Watashi wa Kenji desu. Semarang kara kimashita. Semarang daiichi koukou no ninensei desu.') dan Teks B ('Konnichiwa. Watashi wa Sakura desu. Surabaya kara kimashita. Semarang daiichi koukou no ninensei desu.') untuk mengisi tabel analisis perbandingan kesamaan dan perbedaan informasi identitas (Kunci Persamaan: Asal sekolah sama-sama 'Semarang daiichi koukou' dan jenjang kelas sama-sama 'ninensei/kelas 2'; Kunci Perbedaan: Nama berbeda yaitu 'Kenji' dan 'Sakura', serta asal daerah berbeda yaitu Kenji dari 'Semarang' dan Sakura dari 'Surabaya') (40 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2 (Unjuk Kerja Percakapan Lisan Berpasangan) secara bergantian di depan guru (14 pasang x 3 menit = 42 menit). Setiap pasangan saling bertukar informasi lisan mencakup: nama diri, asal daerah, nama sekolah, jenjang kelas, serta tanya jawab nomor telepon dan akun media sosial menggunakan pola kalimat: 'Onamae wa nan desuka?' - 'Watashi wa [Nama] desu'; 'Dochira kara kimashitaka?' - '[Daerah] kara kimashita'; 'Gakkou wa nan desuka?' - '[Sekolah] desu'; 'Nannensei desuka?' - '[Kelas] desu'; 'Denwa bangou wa nanban desuka?' - '[Nomor telepon] desu'; 'SNS wa nan desuka?' - '[Nama platform] desu' (37 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru melakukan evaluasi singkat terhadap jalannya asesmen sumatif, meninjau sejauh mana murid mengelola fokus dan kemandirian selama pengerjaan tes dan percakapan lisan (1 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis murid dan mengumumkan bahwa seluruh rangkaian pembelajaran Bab 3 'Saya Sugi, dari Surabaya' telah selesai (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh murid selama satu bab dan mengakhiri sesi dengan doa penutup serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses tata letak teks dan pemutaran audio dengan volume yang jelas merata tanpa mengubah teks simakan maupun teks bacaan.
- Proses: Akomodasi akses urutan giliran unjuk kerja percakapan lisan bagi murid yang membutuhkan kesiapan mental lebih awal tanpa mengurangi kriteria penilaian unjuk kerja.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama: lembar jawaban tertulis mandiri dan performa percakapan lisan berpasangan sesuai rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis sebelum asesmen dimulai: murid mengonfirmasi pemahaman terhadap 2 bagian asesmen sumatif (tes tertulis simakan-bacaan dan praktik unjuk kerja lisan) yang akan dinilai secara objektif.
Proses:- Pengamatan keteraturan, kemandirian, dan ketaatan murid selama pengerjaan tes tertulis berlangsung di kelas.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis (menyimak dan membaca) serentak serta unjuk kerja percakapan lisan berpasangan: lembar kerja identifikasi simakan lisan dan perbandingan profil membaca, serta rekaman/performa dialog lisan perkenalan diri dan pertukaran kontak yang memenuhi kriteria kelancaran, ketepatan kosakata, dan ketepatan informasi
- tes tertulis serentak (menyimak dan membaca): lembar jawaban murid berupa catatan identifikasi nama dan daerah asal dari audio simakan serta tabel analisis kesimpulan perbandingan informasi identitas dari dua teks perkenalan tertulis (45 menit; kelompok; instrumen: lembar soal, lembar jawab murid, kunci jawaban, dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja percakapan lisan berpasangan: performa dialog lisan berpasangan secara bergiliran (3 menit per pasang untuk 14 pasangan = 42 menit, muat 28 murid satu kelas) yang mencakup penyampaian nama, asal daerah, sekolah, kelas, serta tanya jawab konfirmasi nomor telepon dan akun media sosial (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara analitik (tata bahasa/pola kalimat, ketepatan informasi, kelancaran pelafalan))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis (menyimak dan membaca) serentak serta unjuk kerja percakapan lisan berpasangan: lembar kerja identifikasi simakan lisan dan perbandingan profil membaca, serta rekaman/performa dialog lisan perkenalan diri dan pertukaran kontak yang memenuhi kriteria kelancaran, ketepatan kosakata, dan ketepatan informasi
- tes tertulis serentak (menyimak dan membaca): lembar jawaban murid berupa catatan identifikasi nama dan daerah asal dari audio simakan serta tabel analisis kesimpulan perbandingan informasi identitas dari dua teks perkenalan tertulis (45 menit; kelompok; instrumen: lembar soal, lembar jawab murid, kunci jawaban, dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja percakapan lisan berpasangan: performa dialog lisan berpasangan secara bergiliran (3 menit per pasang untuk 14 pasangan = 42 menit, muat 28 murid satu kelas) yang mencakup penyampaian nama, asal daerah, sekolah, kelas, serta tanya jawab konfirmasi nomor telepon dan akun media sosial (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara analitik (tata bahasa/pola kalimat, ketepatan informasi, kelancaran pelafalan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimak Nama dan Asal Daerah (TP 11.3.1) | Menyimpulkan 0 atau hanya 1 dari 4 rincian informasi lisan audio secara tepat (Daftar rincian acuan: 1. Nama Audio 1 = Sugi; 2. Asal Audio 1 = Surabaya; 3. Nama Audio 2 = Meri; 4. Asal Audio 2 = Bandung). | Menyimpulkan tepat 2 dari 4 rincian informasi lisan audio sesuai daftar rincian acuan (Sugi, Surabaya, Meri, Bandung). | Menyimpulkan tepat 3 dari 4 rincian informasi lisan audio sesuai daftar rincian acuan (Sugi, Surabaya, Meri, Bandung). | Menyimpulkan seluruh 4 rincian informasi lisan audio secara tepat dan lengkap sesuai daftar rincian acuan (Sugi, Surabaya, Meri, Bandung). | | Membaca dan Membandingkan Profil Teman (TP 11.3.4) | Menyimpulkan 0 atau hanya 1 dari 4 unsur perbandingan profil teks secara tepat (Daftar unsur acuan: 1. Persamaan sekolah = Semarang daiichi koukou; 2. Persamaan kelas = ninensei; 3. Perbedaan nama = Kenji dan Sakura; 4. Perbedaan daerah asal = Semarang dan Surabaya). | Menyimpulkan tepat 2 dari 4 unsur perbandingan profil teks sesuai daftar unsur acuan. | Menyimpulkan tepat 3 dari 4 unsur perbandingan profil teks sesuai daftar unsur acuan. | Menyimpulkan seluruh 4 unsur perbandingan informasi antar-teks profil secara tepat dan lengkap sesuai daftar unsur acuan. | | Berbicara Identitas Diri: Nama, Asal, Sekolah, Kelas (TP 11.3.2) | Mengomunikasikan 0 atau hanya 1 dari 4 butir identitas diri secara lisan (Daftar butir: 1. nama diri; 2. daerah asal; 3. nama sekolah; 4. jenjang kelas) dengan banyak keraguan pelafalan. | Mengomunikasikan tepat 2 dari 4 butir identitas diri lisan dengan pelafalan yang dapat dipahami meskipun masih terbata-bata. | Mengomunikasikan tepat 3 dari 4 butir identitas diri lisan secara jelas, tepat, dan lancar. | Mengomunikasikan seluruh 4 butir identitas diri (nama, daerah asal, sekolah, dan jenjang kelas) secara lisan dengan runtut, tepat tata bahasa, dan lancar. | | Berbicara Kontak: Nomor Telepon dan Media Sosial (TP 11.3.3) | Mengomunikasikan 0 butir kontak (nomor telepon dan akun media sosial) secara lisan atau salah sama sekali dalam penyebutan angka/akun. | Mengomunikasikan tepat 1 butir kontak (hanya nomor telepon atau hanya akun media sosial) secara lisan dengan beberapa kesalahan sebutan angka/nama akun. | Mengomunikasikan kedua butir kontak (nomor telepon dan akun media sosial) secara lisan namun terdapat sedikit jeda atau ralat mandiri. | Mengomunikasikan kedua butir kontak (nomor telepon dan akun media sosial) secara lisan dengan lancar, tepat angka dan penyebutan akun tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh terhadap 4 Tujuan Pembelajaran pada Bab 3?
- Apakah alokasi waktu pembagian 45 menit tes tertulis dan 45 menit percakapan lisan berjalan efektif dan tertib?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif tadi (menyimak, membaca, atau berbicara lisan) yang terasa paling lancar saya kerjakan?
- Keterampilan berbahasa Jepang apa tentang perkenalan diri yang paling bermanfaat untuk percakapan nyata saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022
- Berkas audio percakapan perkenalan diri bahasa Jepang Bab 3
- Lembar Kerja Menyimak (Listening Worksheet) Bab 3 Pertemuan 1
- Kartu permainan Namae Bingo Challenge
- Perangkat pemutar audio / speaker kelas
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2024
- Audio percakapan perkenalan diri Bab 3 (Audio 3.1 - 3.4)
- Perangkat pemutar audio dan kartu nama daerah (Surabaya, Bali, Padang, Cimahi, Denpasar, Semarang, Medan, Bandung)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
- Kartu peran identitas (4 set kartu peran fiktif)
- Lembar observasi penilaian unjuk kerja berbicara lisan
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024), Bab 3 Subbab 3 Halaman 105, 137.
- Buku Siswa Bahasa Jepang Yatto Dekita Kelas XI.
- Kartu profil peran asal sekolah dan jenjang kelas (SMA 1 Padang kelas 10, SMA 35 Surabaya kelas 11, SMA 2 Cimahi kelas 12, SMA 3 Bali kelas 11).
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI Bab 3
- Kartu Identitas Peran (Role Cards) Aktivitas Percakapan
- Rekaman audio pelafalan perkenalan diri penutur asli (Japan Foundation / Marugoto Katsudou A1)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita SMA/MA Kelas XI, Bab 3 Subbab 4
- Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI
- Kartu peran nomor telepon (nomor simulasi kontak)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI (Kemendikbudristek 2024), Bab 3 Subbab 4
- Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI
- Kartu identitas simulasi profil media sosial (LINE, Instagram)
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024), Bab 3 'Saya Sugi, dari Surabaya'
- Kartu Teks Bacaan Profil Perkenalan Diri (Aisyah, Kenzo, Dewi, Budi)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Membaca dan Menyimpulkan Profil Teman
- Lembar Kerja Bacaan 'Detektif Profil' (Teks 1 s.d. Teks 6 berhuruf Hiragana/Katakana)
- Kartu Teks Profil Perbandingan Digital/Cetak
- Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
- Audio rekaman simakan monolog perkenalan diri Bab 3
- Lembar Soal dan Lembar Jawaban Asesmen Sumatif Bab 3
- Format instrumen rubrik penilaian unjuk kerja berbicara
|