Modul AjarBab 2Fase FSemester 1

Modul Ajar Bahasa Jepang Kelas 11 Bab 2: Bisa Bertanya

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Jepang kelas 11 untuk Bab 2 "Bisa Bertanya", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Jepang Kelas 11 Bab 2: Bisa Bertanya

Bahasa Jepang - Kelas 11

Bab 2

MODUL AJAR

Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 2 — Bisa Bertanya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Jepang
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 2 — Bisa Bertanya
Alokasi Waktu21 JP (21 x 45 menit = 945 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.2.1 Menyimpulkan teks lisan tentang gagasan dan informasi permintaan izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana
  2. TP 11.2.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk meminta izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana
  3. TP 11.2.3 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi kemampuan berbahasa asing lisan dalam bahasa Jepang sederhana
  4. TP 11.2.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai kemampuan berbahasa asing dalam bahasa Jepang sederhana
  5. TP 11.2.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi makna kosakata benda kelas kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
  6. TP 11.2.6 Menyusun teks tulis tentang gagasan dan informasi sederhana menanyakan makna kosakata dalam bahasa Jepang

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian meminjam barang atau meminta izin ke toilet saat pelajaran berlangsung? Bagaimana cara menyampaikannya secara santun?
  2. Ketika mendengar seseorang berkata dalam bahasa Jepang dengan nada meminta sesuatu yang berakhiran '~ii desuka', informasi apa yang dapat kita simpulkan tentang maksud dan kebutuhannya?
  3. Bagaimana cara meminta izin ke toilet atau meminjam penghapus kepada guru/teman dalam bahasa Jepang secara santun?
  4. Pola kalimat apa yang kita gunakan ketika meminta izin melakukan suatu kebutuhan pribadi di dalam kelas?
  5. Bagaimana cara meminta izin secara mandiri kepada guru ketika kalian mendesak harus ke toilet saat pelajaran berlangsung?
  6. Ungkapan apa yang kalian ucapkan dalam bahasa Jepang saat ingin meminta waktu sebentar untuk bertanya kepada guru atau teman?
  7. Bagaimana cara kita mengetahui apakah seseorang bisa berbicara suatu bahasa asing ketika mendengarkan percakapan bahasa Jepang?
  8. Apa perbedaan makna yang kamu dengar antara ungkapan 'hai, sukoshi dekimasu' dan 'iie, dekimasen'?
  9. Bagaimana caramu menanyakan kemampuan bahasa asing seseorang dalam bahasa Jepang?
  10. Bagaimana caramu menjawab secara lisan jika ditanya apakah kamu bisa berbahasa Jepang, Inggris, atau bahasa asing lainnya?
  11. Bagaimana cara kita mengetahui arti kata benda di kelas saat membaca dialog tanya jawab bahasa Jepang?
  12. Jika teks A memuat kalimat tanya 'Kore wa nihongo de nan desuka?' dan teks B memuat label nama benda 'kaban', bagaimana kita menghubungkan kedua teks tersebut untuk menyimpulkan maknanya?
  13. Bagaimana cara kita menuliskan pertanyaan untuk menanyakan nama benda kelas dalam bahasa Jepang jika kita lupa artinya?
  14. Apa perbedaan susunan kalimat tanya 'kore wa nihongo de nan desuka' dengan '[Nama Benda] wa nihongo de nan to iimasuka' dalam bentuk tulisan?
  15. Bagaimana cara kita menuliskan pertanyaan dalam bahasa Jepang ketika ingin mengetahui sebutan suatu benda kelas yang sedang kita tunjuk?
  16. Pola kalimat apa yang kamu tuliskan saat ingin memastikan kembali ejaan atau pengucapan kata benda Jepang yang baru saja kamu tanyakan?
  17. Bagaimana kesiapan kalian untuk menunjukkan kemampuan meminta izin, menanyakan kemampuan bahasa asing, dan menanyakan kosakata bahasa Jepang?
  18. Strategi apa yang akan kalian gunakan agar seluruh tugas tertulis dan dialog lisan dapat diselesaikan dengan tepat dan mandiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyimpulkan Teks Lisan Permintaan Izin dan Bantuan Kebutuhan Pribadi (~ii desuka) — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.1 Menyimpulkan teks lisan tentang gagasan dan informasi permintaan izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yakni menyimpulkan informasi dan gagasan dari teks lisan permintaan izin dan bantuan kebutuhan pribadi menggunakan pola '~ii desuka' (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memperdengarkan rekaman pendek diagnostik (Audio A: 'Sumimasen, toire, ii desuka?'; Audio B: 'Sumimasen, pen, ii desuka?') dan meminta murid memilih maksud ujaran: Izin ke toilet atau Meminjam pulpen (acuan kunci: Audio A = izin ke toilet; Audio B = meminjam pulpen) untuk memetakan kepekaan menyimak awal (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan kontekstual guru mengenai pola penanda izin dan bantuan kebutuhan pribadi '~ii desuka' serta menyimak 4 contoh dialog lisan model: (1) 'Sumimasen, kore, ii desuka?' (meminta izin memakai/meminjam barang ini), (2) 'Toire, ii desuka?' (izin ke belakang/toilet), (3) 'Keshigomu, ii desuka?' (meminjam penghapus), (4) 'Mizu o nonde mo ii desuka?' (izin minum air) (15 menit).
  • Murid berlatih mengidentifikasi kata kunci kebutuhan (benda/tindakan) dan fungsi izin '~ii desuka' dari rekaman audio secara berkesadaran (mindful listening) sambil mencatat kata kunci yang terdengar (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menyimak Menggembirakan 'Karuta Simpulan': Murid bekerja berpasangan, menyimak 4 audio monolog/dialog pendek acak, lalu secara cepat dan tepat menepuk kartu visual situasi yang cocok di atas meja (kartu situasi: [A] Ke toilet, [B] Meminjam kamus/jisho, [C] Meminjam tipe-x/shuseieki, [D] Izin masuk kelas/haitte) (acuan kunci: Audio 1 'Toire, ii desuka' -> Kartu A; Audio 2 'Jisho, ii desuka' -> Kartu B; Audio 3 'Shuseieki, ii desuka' -> Kartu C; Audio 4 'Haitte mo ii desuka' -> Kartu D) (25 menit).
  • Latihan Menyimak Terbimbing Mandiri: Murid menyimak 4 teks lisan percakapan permintaan izin/bantuan dan mengisi lembar kerja menyimpulkan: menentukan (a) jenis kebutuhan pribadi dan (b) respons persetujuan/penolakan lawan bicara ('ii desu yo' / 'douzo' = diizinkan; 'chotto...' = tidak diizinkan/sedang dipakai) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil simpulan teks lisan, membahas kendala penangkapan bunyi bahasa Jepang, serta memverifikasi ketepatan simpulan informasi yang didengar (15 menit).

Penutup:

  • Asesmen Akhir (Cek Pemahaman Lisan): Murid menyimak 1 audio konfirmasi penutup ('Sumimasen, noto, ii desuka? Hai, douzo.') dan secara mandiri menuliskan simpulan isi (acuan: izin meminjam buku catatan dan lawan bicara mengizinkan) (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai strategi menyimpulkan teks lisan bertema izin/bantuan '~ii desuka', serta guru memberikan arahan persiapan untuk latihan berbicara pada pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rekaman audio dengan jeda pelafalan standar untuk reguler dan audio dengan artikulasi perlahan untuk murid yang memerlukan dukungan pendengaran bahasa asing.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak audio didampingi dengan transkrip rumpang beraksara romaji/kana; murid cepat menyimak variasi kosakata perlengkapan kelas yang lebih luas.
  • Produk: Penyimpulan dilakukan dengan format centang pilihan ganda bergambar untuk murid lambat, dan simpulan tertulis deskriptif singkat untuk murid berkemampuan cepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes menyimak diagnostik 2 butir audio singkat untuk mengidentifikasi maksud tuturan izin/bantuan: Butir 1 'Sumimasen, toire, ii desuka?' (pilihan: izin ke toilet / izin pulang; acuan: izin ke toilet); Butir 2 'Sumimasen, pen, ii desuka?' (pilihan: meminjam pulpen / meminjam penggaris; acuan: meminjam pulpen).

Proses:

  • Formatif lembar kerja menyimak 4 rekaman percakapan: Butir 1 (Audio: 'Sumimasen, hasami, ii desuka? Hai, douzo' -> acuan simpulan: meminjam gunting, diizinkan); Butir 2 (Audio: 'Sumimasen, mizu o nonde mo ii desuka? Ii desu yo' -> acuan simpulan: izin minum air, diizinkan); Butir 3 (Audio: 'Sumimasen, jisho, ii desuka? Sumimasen, ima tsukatte imasu' -> acuan simpulan: meminjam kamus, tidak diizinkan/sedang dipakai); Butir 4 (Audio: 'Toire, ii desuka? Douzo' -> acuan simpulan: izin ke toilet, diizinkan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 1 butir audio penutup: 'Sumimasen, noto, ii desuka? Hai, douzo.' (kriteria ketercapaian: murid tepat menuliskan simpulan bahwa pembicara meminta izin meminjam buku catatan dan respons lawan bicara memberikan izin).

Formatif:

  • Observasi ketepatan menyimak pada permainan 'Karuta Simpulan'
  • Penilaian lembar kerja menyimpulkan isi teks lisan permintaan izin/bantuan (LK Menyimak)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan Teks Lisan Permintaan Izin dan Bantuan Kebutuhan Pribadi (~ii desuka)Menyimpulkan tepat 0-1 dari 4 rekaman teks lisan permintaan izin/bantuan kebutuhan pribadi sesuai acuan kunci.Menyimpulkan tepat 2 dari 4 rekaman teks lisan permintaan izin/bantuan kebutuhan pribadi sesuai acuan kunci.Menyimpulkan tepat 3 dari 4 rekaman teks lisan permintaan izin/bantuan kebutuhan pribadi sesuai acuan kunci secara mandiri.Menyimpulkan seluruh 4 dari 4 rekaman teks lisan permintaan izin/bantuan kebutuhan pribadi beserta status izinnya secara tepat sesuai acuan kunci tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh rekaman audio lisan dapat didengar dengan jelas oleh semua murid di kelas?
  • Bagian kosakata atau ungkapan mana dalam pola '~ii desuka' yang paling banyak disalahpahami murid saat menyimak?

Murid:

  • Kata atau bunyi apa yang menjadi penanda paling mudah bagiku untuk mengetahui bahwa pembicara sedang meminta izin?
  • Apakah aku sudah dapat membedakan intonasi dan frasa persetujuan serta penolakan saat menyimak percakapan izin?

Pertemuan 2 — Mengomunikasikan Permintaan Izin Kebutuhan Pribadi secara Lisan Terbimbing (~ii desuka) — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk meminta izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid dalam bahasa Jepang ('Ohayou gozaimasu/Konnichiwa'), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan ungkapan permintaan izin dan bantuan kebutuhan pribadi secara lisan terbimbing dengan pola '~ii desuka' (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan tes lisan diagnostik cepat kepada murid dengan menampilkan 2 gambar situasi di layar proyektor: Gambar A (murid kebelet ingin ke toilet) dan Gambar B (murid mengacungkan tangan ingin mengajukan pertanyaan ke guru). Guru memanggil 3 perwakilan murid untuk mengidentifikasi ungkapan lisan yang tepat. Kunci acuan: Gambar A = 'Toire ni itte mo ii desuka?', Gambar B = 'Shitsumon shite mo ii desuka?' atau 'Sensei, shitsumon ga arimasu. Kiite mo ii desuka?'. Guru mencatat kesiapan awal pelafalan pola izin murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak peragaan guru dan audio penutur asli mengenai 4 ungkapan permohonan izin/bantuan kebutuhan pribadi di kelas: (1) 'Toire ni itte mo ii desuka?' (Boleh pergi ke toilet?), (2) 'Mizu o nonde mo ii desuka?' (Boleh minum air?), (3) 'Keshigomu o karite mo ii desuka?' (Boleh meminjam penghapus?), (4) 'Koko ni suwatte mo ii desuka?' (Boleh duduk di sini?). Guru mengulang pelafalan bersama seluruh kelas dengan teknik drill terbimbing (choral repeat) sebanyak dua kali per ungkapan (10 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menganalisis makna dan konteks penggunaan partikel serta respons yang diterima secara lisan: jika diizinkan 'Hai, ii desu yo' atau 'Douzo', dan jika belum diizinkan 'Sumimasen, ima wa chotto...' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan aktivitas kartu peran interaktif 'Tasukete! Ii Desuka Challenge' (Permainan Kartu Izin). Setiap meja mendapatkan 4 kartu situasi: Kartu 1: Kehausan dan ingin minum (respons lisan yang wajib diproduksi penanya: 'Mizu o nonde mo ii desuka?'); Kartu 2: Kebelet ke kamar kecil (penanya: 'Toire ni itte mo ii desuka?'); Kartu 3: Tidak membawa penghapus saat mencatat (penanya: 'Keshigomu o karite mo ii desuka?'); Kartu 4: Ingin duduk di kursi kosong dekat teman (penanya: 'Koko ni suwatte mo ii desuka?'). Mitra bicara merespons secara lisan dengan 'Hai, ii desu yo' atau 'Sumimasen, ima wa chotto...'. Kedua murid bertukar peran untuk keempat situasi (30 menit).
  • Guru melakukan observasi formatif berkeliling kelas menggunakan lembar amatan lisan terstruktur untuk menilai ketepatan pola kalimat dan respons lisan yang diproduksi setiap pasangan berdasarkan 4 kartu situasi tersebut (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua pasang relawan mempraktikkan percakapan lisan meminta izin di depan kelas sesuai situasi yang diundi oleh guru, lalu murid lain bersama guru memberikan apresiasi serta umpan balik korektif terbimbing pada ketepatan pelafalan ungkapan '~ii desuka' (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini mengenai komunikasi lisan meminta izin kebutuhan pribadi menggunakan frasa '~te mo ii desuka?' beserta variasi respons persetujuan dan penolakannya yang santun (5 min).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan acak cepat kepada 2 murid untuk menuturkan frasa izin meminjam penghapus dan pergi ke toilet (acuan: 'Keshigomu o karite mo ii desuka?' dan 'Toire ni itte mo ii desuka?') (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (permohonan izin dan bantuan secara lisan mandiri) dan menutup kelas dengan salam penutup 'Sayounara, arigatou gozaimashita' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang dilengkapi teks romaji frasa izin ('...te mo ii desuka?'), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu situasi tanpa teks bantuan.
  • Proses: Pada sesi berpasangan, murid yang lancar ditantang untuk merespons dengan variasi ekspresi alami ('Hai, douzo', 'Ee, ii desu yo'), sedangkan murid yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru atau teman sebaya.
  • Produk: Seluruh murid tetap menghasilkan luaran unjuk kerja lisan komunikasi izin minimal 3 dari 4 situasi yang dilatihkan dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal dengan 2 gambar stimulus: Gambar A (kebelet toilet) dan Gambar B (ingin bertanya ke guru). Kriteria/kunci jawaban acuan: Gambar A wajib direspons lisan dengan frasa meminta izin toilet ('Toire ni itte mo ii desuka?'); Gambar B wajib direspons lisan dengan frasa izin bertanya/mengajukan pertanyaan ('Shitsumon shite mo ii desuka?' / 'Kiite mo ii desuka?'). Murid yang menjawab tepat dikelompokkan siap mandiri, murid yang belum tepat diberikan kartu scaffolding.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja lisan tanya jawab berpasangan terbimbing pada 4 skenario kartu: (1) Minum air: 'Mizu o nonde mo ii desuka?', (2) Pergi toilet: 'Toire ni itte mo ii desuka?', (3) Pinjam penghapus: 'Keshigomu o karite mo ii desuka?', (4) Duduk: 'Koko ni suwatte mo ii desuka?'. Kunci acuan respons persetujuan: 'Hai, ii desu yo' / 'Hai, douzo'; respons penolakan: 'Sumimasen, ima wa chotto...'. Indikator ketercapaian: murid mampu menuturkan minimal 3 dari 4 ujaran izin dan responsnya secara tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Guru memberikan instruksi situasi mendadak kepada 2 murid acak: Situasi 1: Kamu ingin meminjam penghapus teman; Situasi 2: Kamu merasa gerah/haus dan ingin minum air di kelas. Acuan lisan yang harus dituturkan murid: Situasi 1 = 'Keshigomu o karite mo ii desuka?' (atau 'Keshigomu, ii desuka?'); Situasi 2 = 'Mizu o nonde mo ii desuka?'. Penilaian diverifikasi langsung berdasarkan ketepatan makna dan penggunaan pola izin '~ii desuka'.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan awal pembelajaran melalui respons gambar situasi izin.
  • Observasi unjuk kerja percakapan lisan berpasangan menggunakan instrumen kartu peran (4 situasi: ke toilet, minum, pinjam penghapus, duduk).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengomunikasikan Permintaan Izin secara Lisan (~ii desuka)Belum mampu menuturkan ungkapan permintaan izin kebutuhan pribadi secara lisan atau hanya menuturkan 1 dari 4 ujaran target ('Toire ni itte mo ii desuka?', 'Mizu o nonde mo ii desuka?', 'Keshigomu o karite mo ii desuka?', 'Koko ni suwatte mo ii desuka?') meskipun telah dipandu penuh.Mampu menuturkan 2 dari 4 ujaran permintaan izin kebutuhan pribadi target secara lisan dengan bantuan panduan kartu teks (terbimbing).Mampu menuturkan 3 dari 4 ujaran permintaan izin kebutuhan pribadi target secara lisan dengan tepat dan merespons persetujuan/penolakan mitra bicara secara terbimbing.Mampu menuturkan seluruh (4 dari 4) ujaran permintaan izin kebutuhan pribadi target secara lisan dengan tepat, lancar, serta mampu merespons mitra bicara secara lugas dan percaya diri.
Ketepatan Merespons Permintaan Izin secara Lisan (Persetujuan / Penolakan)Belum mampu memberikan respons lisan yang tepat terhadap ujaran permintaan izin teman (tidak mampu menuturkan respons persetujuan 'Hai, ii desu yo/douzo' maupun penolakan 'Sumimasen, ima wa chotto').Mampu merespons secara lisan hanya dengan 1 bentuk respons persetujuan ('Hai, douzo') dengan bantuan bisikan teks dari guru/teman.Mampu merespons secara lisan untuk 2 situasi (baik persetujuan 'Hai, ii desu yo' maupun penolakan santun 'Sumimasen, ima wa chotto') secara terbimbing.Secara konsisten dan tepat mampu merespons seluruh situasi izin lisan baik persetujuan maupun penolakan santun secara mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu peran berpasangan efektif memicu seluruh murid untuk aktif berbicara dalam bahasa Jepang?
  • Bagian pola kalimat mana yang paling sering mengalami kekeliruan pelafalan oleh murid saat meminta izin?

Murid:

  • Apakah kamu merasa percaya diri saat mempraktikkan ungkapan meminta izin ke toilet atau meminjam barang dalam bahasa Jepang tadi?
  • Ungkapan izin mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu ucapkan bersama pasanganmu?

Pertemuan 3 — Mengomunikasikan Ungkapan Permohonan Izin dan Bantuan secara Lisan Mandiri (~ii desuka) — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk meminta izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam khas bahasa Jepang (Ohayou gozaimasu/Konnichiwa), menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran serta kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan singkat dengan menunjuk 2 murid acak untuk melafalkan ungkapan izin ke toilet (Acuan jawaban benar: 'Toire ni itte mo ii desuka' atau 'Sumimasen, toire ni itte mo ii desuka') dan ungkapan meminta izin bertanya (Acuan jawaban benar: 'Shitsumon ga arimasu' atau 'Chotto shitsuree shimasu / Kiite mo ii desuka') guna memetakan kesiapan berbicara mandiri (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan secara lisan ungkapan permohonan izin dan bantuan kebutuhan pribadi secara mandiri tanpa bantuan teks/naskah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak ulasan variasi ungkapan permohonan izin dan bantuan kebutuhan pribadi di kelas yang dipaparkan guru: (1) Ke toilet: 'Toire ni itte mo ii desuka?', (2) Masuk kelas karena terlambat: 'Okuremasu. Haitte mo ii desuka?', (3) Permohonan izin bertanya: 'Sumimasen, shitsumon ga arimasu. Kiite mo ii desuka?', (4) Permintaan izin permisi sebentar: 'Chotto shitsuree shimasu' (10 menit).
  • Murid secara mandiri melatih pelafalan keempat ungkapan tersebut dalam hati dan membisikkannya secara mandiri untuk memantapkan kelancaran artikulasi lisan sebelum praktik berpasangan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan interaktif 'Roulette Situasi Spontan' yang menyenangkan: murid duduk berpasangan, lalu secara bergantian mengambil 1 dari 4 kartu situasi acak dan langsung mengomunikasikan permohonan izin/bantuan yang tepat secara lisan tanpa melihat catatan: Kartu 1: Ingin ke toilet (ujaran target: 'Toire ni itte mo ii desuka?'); Kartu 2: Datang terlambat dan izin masuk kelas (ujaran target: 'Okuremasu. Haitte mo ii desuka?'); Kartu 3: Meminta izin mengajukan pertanyaan (ujaran target: 'Sumimasen, shitsumon ga arimasu'); Kartu 4: Izin pamit keluar kelas sebentar (ujaran target: 'Chotto shitsuree shimasu') (15 menit).
  • Murid melakukan unjuk kerja lisan mandiri di depan guru: setiap murid secara bergiliran menerima 1 skenario langsung dari guru dan wajib mengomunikasikan ungkapan permohonan izin/bantuan yang sesuai secara lisan tanpa melihat teks bantuan, guru mencatat performa lisan murid pada lembar observasi (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangan mengevaluasi kelancaran berbicara lisan yang telah dilakukan, mendiskusikan ungkapan mana yang paling lancar dilafalkan dan ungkapan mana yang masih memerlukan latihan mandiri di rumah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap performa lisan mandiri murid, menyoroti ketepatan pemilihan pola ungkapan izin/bantuan (~ii desuka / shitsumon ga arimasu) (7 menit).
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (pertemuan 4 mengenai menyimpulkan informasi teks lisan kemampuan berbahasa asing) dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (Mata raishuu / Sayounara) (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan ilustrasi visual bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konteks, serta kartu situasi berbasis teks instruksi langsung bagi murid berkemampuan cepat.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu melafalkan secara mandiri diberikan kesempatan mengulang ujaran 1 kali percobaan, sedangkan murid berkemampuan cepat ditantang merespons situasi secara spontan dalam waktu kurang dari 3 detik.
  • Produk: Ujaran lisan mandiri disesuaikan dengan skenario yang didapat; murid cepat mengomunikasikan ujaran pembuka salam ('Sumimasen') beserta ungkapan izin lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pelafalan ungkapan izin: (1) 'Bagaimana meminta izin ke toilet?' (Acuan jawaban benar: 'Toire ni itte mo ii desuka?'); (2) 'Bagaimana meminta izin bertanya?' (Acuan jawaban benar: 'Shitsumon ga arimasu' atau 'Chotto shitsuree shimasu'). Murid yang menjawab tepat dikategorikan siap praktik mandiri.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja lisan mandiri pada 4 situasi kartu: Situasi 1 ke toilet (kunci: 'Toire ni itte mo ii desuka?'), Situasi 2 terlambat dan izin masuk (kunci: 'Okuremasu. Haitte mo ii desuka?'), Situasi 3 izin bertanya (kunci: 'Sumimasen, shitsumon ga arimasu' / 'Kiite mo ii desuka?'), Situasi 4 izin keluar sebentar (kunci: 'Chotto shitsuree shimasu'). Kriteria ketepatan: pelafalan kosakata dan penggunaan bentuk ungkapan permohonan izin/bantuan sesuai konteks skenario.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup acak kepada 3 murid dengan memberikan skenario mendadak: 'Kamu ingin permisi keluar sebentar, apa yang kamu ucapkan?' (Acuan jawaban benar: 'Chotto shitsuree shimasu' atau 'Dete mo ii desuka?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara lisan mandiri menggunakan rubrik penilaian komunikasi lisan ungkapan izin dan bantuan kebutuhan pribadi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan dan Kemandirian Mengomunikasikan Ungkapan Izin dan Bantuan secara LisanBelum mampu melafalkan ungkapan permohonan izin/bantuan secara lisan meskipun telah diberikan stimulus skenario dan bantuan panduan teks penuh.Mampu melafalkan 1 dari 4 ungkapan permohonan izin/bantuan lisan sesuai skenario (Daftar acuan: Toire ni itte mo ii desuka; Okuremasu. Haitte mo ii desuka; Sumimasen, shitsumon ga arimasu; Chotto shitsuree shimasu) namun masih memerlukan panduan petunjuk teks kata.Mampu mengomunikasikan secara lisan 2 sampai 3 dari 4 ungkapan permohonan izin/bantuan (Daftar acuan: Toire ni itte mo ii desuka; Okuremasu. Haitte mo ii desuka; Sumimasen, shitsumon ga arimasu; Chotto shitsuree shimasu) secara mandiri tanpa melihat teks.Mampu mengomunikasikan secara lisan seluruh 4 ungkapan permohonan izin/bantuan (Daftar acuan: Toire ni itte mo ii desuka; Okuremasu. Haitte mo ii desuka; Sumimasen, shitsumon ga arimasu; Chotto shitsuree shimasu) secara tepat, lancar, dan sepenuhnya mandiri tanpa melihat teks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk unjuk kerja lisan mandiri individu mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari bentuk ungkapan izin/bantuan (~ii desuka, shitsumon ga arimasu) yang paling sering mengalami keraguan pelafalan oleh murid?

Murid:

  • Ungkapan permohonan izin mana yang menurutmu paling mudah diucapkan secara spontan?
  • Apakah kamu sudah merasa percaya diri meminta izin secara lisan dalam bahasa Jepang kepada guru tanpa melihat catatan?

Pertemuan 4 — Menyimpulkan Gagasan dan Informasi Teks Lisan Kemampuan Berbahasa Asing (~dekimasuka) — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.3 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi kemampuan berbahasa asing lisan dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran menyimak simpulan informasi lisan kemampuan berbahasa asing (~dekimasuka) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes pendengaran diagnostik singkat: memperdengarkan 3 ujaran kata bahasa asing dan tingkat kemahiran: (1) 'Eigo ga dekimasu', (2) 'Nihongo wa dekimasen', (3) 'Furansugo ga sukoshi dekimasu' lalu meminta murid mencentang makna bahasa dan status kemampuannya pada lembar asesmen awal (acuan: 1=bahasa Inggris bisa, 2=bahasa Jepang tidak bisa, 3=bahasa Prancis sedikit bisa) (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan pertanyaan pemantik dan menyampaikan tujuan belajar menyimpulkan isi simakan percakapan kemampuan bahasa asing (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak rekaman audio percakapan model 1 (Audio Eka & Deo: 'Eka: Arabiago, dekimasuka? / Deo: Hai, sukoshi dekimasu. / Eka: Kankokugo, dekimasuka? / Deo: Iie, dekimasen') dan audio model 2 (Audio Eka & Ujang: 'Eka: Anoo, Doitsugo, wakarimasuka? / Ujang: Iie, wakarimasen. / Eka: Jaa, Furansugo wa? / Ujang: Sumimasen, wakarimasen. / Eka: Eigo wa? / Ujang: Un, wakarimasu') secara seksama (15 menit).
  • Murid mengidentifikasi secara terbimbing penanda lisan nama bahasa (~go) dan penanda tingkat kemampuan (bisa: 'hai, dekimasu' / 'sukoshi dekimasu' / 'wakarimasu'; tidak bisa: 'iie, dekimasen' / 'wakarimasen') dari teks lisan yang diperdengarkan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan menyimak cepat 'Simak dan Tunjuk Kartu Respon' secara berpasangan: guru memutarkan 4 potongan klip audio acak (Klip 1: 'Supeingo ga sukoshi dekimasu', Klip 2: 'Chuugokugo wa dekimasen', Klip 3: 'Indonesiago ga yoku dekimasu', Klip 4: 'Rasiago wa zenzen dekimasen'), lalu murid berlomba menepuk kartu visual status kemampuan yang tepat (acuan: Klip 1 = kartu sedikit bisa; Klip 2 = kartu tidak bisa; Klip 3 = kartu sangat bisa; Klip 4 = kartu sama sekali tidak bisa) (25 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan Menyimak Mandiri berisi 4 dialog utuh yang diperdengarkan: Dialog A (Ken & Ali menanyakan Arabiago -> jawaban Ali: sukoshi dekimasu), Dialog B (Bima & Siti menanyakan Kankokugo -> jawaban Siti: dekimasen), Dialog C (Rani & Danu menanyakan Eigo -> jawaban Danu: yoku dekimasu), Dialog D (Maya & Budi menanyakan Doitsugo -> jawaban Budi: wakarimasen/dekimasen). Murid menuliskan simpulan nama bahasa dan status kemahiran tokoh (acuan kunci: Dialog A = Arabiago / sedikit bisa; Dialog B = Kankokugo / tidak bisa; Dialog C = Eigo / sangat bisa; Dialog D = Doitsugo / tidak bisa) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan simpulannya berdasarkan pemutaran ulang kunci audio bersama guru, menghitung jumlah butir yang berhasil disimpulkan secara tepat, dan menelaah bagian audio mana yang masih sulit ditangkap (kata nama bahasa atau ungkapan respon kemampuannya) (15 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali kata kunci penting dalam menyimak kemampuan bahasa asing: nama bahasa + ungkapan tingkat kemampuan (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar menyimak mandiri serta menyampaikan pengantar bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mulai berlatih mengomunikasikan pertanyaan dan respon tersebut secara lisan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan naskah transkrip rumpang untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual saat menyimak; menyediakan rekaman audio dengan ragam variasi bahasa tambahan (Chuugokugo, Doitsugo, Arabiago, Furansugo) untuk murid yang lebih cepat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak dengan pemutaran audio hingga 3 kali repetisi dengan jeda antarkalimat; murid yang cepat menyimak audio dengan kecepatan normal 1-2 kali putar secara mandiri.
  • Produk: Bagi murid berkesiapan awal, simpulan cukup menandai tabel centang status kemahiran (bisa/sedikit bisa/tidak bisa); bagi murid mahir, menuliskan rincian simpulan nama bahasa dan tingkat kemampuannya secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mendengarkan 3 ujaran lisan diagnostik dan menentukan pasangan bahasa serta tingkat kemampuannya pada lembar periksa: (1) 'Eigo ga dekimasu', (2) 'Nihongo wa dekimasen', (3) 'Furansugo ga sukoshi dekimasu'. Acuan kunci jawaban benar: Butir 1 = Bahasa Inggris (Bisa); Butir 2 = Bahasa Jepang (Tidak bisa); Butir 3 = Bahasa Prancis (Sedikit bisa).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat permainan menyimak kartu respon: ketepatan menunjuk kartu status kemampuan dari 4 klip audio yang diperdengarkan (Klip 1: 'Supeingo ga sukoshi dekimasu' -> kartu sedikit bisa; Klip 2: 'Chuugokugo wa dekimasen' -> kartu tidak bisa; Klip 3: 'Indonesiago ga yoku dekimasu' -> kartu sangat bisa; Klip 4: 'Rasiago wa zenzen dekimasen' -> kartu sama sekali tidak bisa).
  • Pemeriksaan lembar latihan menyimak mandiri 4 dialog (Dialog A: Ken & Ali; Dialog B: Bima & Siti; Dialog C: Rani & Danu; Dialog D: Maya & Budi). Acuan kunci jawaban benar: (A) Ali: Arabiago (sedikit bisa); (B) Siti: Kankokugo (tidak bisa); (C) Danu: Eigo (sangat bisa/bisa); (D) Budi: Doitsugo (tidak bisa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri akhir sesi: murid mendengarkan 1 audio penutup ('Miraasan wa Chuugokugo ga dekimasuka? - Iie, zenzen dekimasen') dan menuliskan simpulan teks lisan tersebut dalam 1 kalimat ringkas pada lembar keluar (exit slip). Acuan kunci jawaban: Tokoh Miraa tidak bisa / sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin (Chuugokugo).

Formatif:

  • Asesmen awal tes rumpang lisan diagnostik (3 butir ujaran tingkat kemampuan bahasa)
  • Observasi unjuk kerja permainan menyimak kartu respon lisan
  • Lembar kerja menyimak mandiri menyimpulkan 4 dialog kemampuan bahasa asing

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menyimpulkan informasi kemampuan berbahasa asing dari teks lisanMenyimpulkan dengan tepat kurang dari 2 butir informasi nama bahasa dan status kemampuannya dari total 4 dialog audio latihan (Dialog A: Arabiago-sedikit bisa, B: Kankokugo-tidak bisa, C: Eigo-bisa, D: Doitsugo-tidak bisa).Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 butir informasi nama bahasa dan status kemampuannya dari dialog audio latihan (acuan: Dialog A: Arabiago-sedikit bisa; Dialog B: Kankokugo-tidak bisa; Dialog C: Eigo-bisa; Dialog D: Doitsugo-tidak bisa).Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 butir informasi nama bahasa dan status kemampuannya dari dialog audio latihan (acuan: Dialog A: Arabiago-sedikit bisa; Dialog B: Kankokugo-tidak bisa; Dialog C: Eigo-bisa; Dialog D: Doitsugo-tidak bisa).Menyimpulkan dengan tepat seluruh 4 butir informasi nama bahasa dan status kemampuannya secara lengkap dan tepat dari dialog audio latihan (acuan: Dialog A: Arabiago-sedikit bisa; Dialog B: Kankokugo-tidak bisa; Dialog C: Eigo-bisa; Dialog D: Doitsugo-tidak bisa) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah audio yang diperdengarkan memiliki artikulasi dan volume yang cukup jelas bagi seluruh murid di ruangan?
  • Bagian kosakata bahasa asing atau ungkapan kemampuan mana (~dekimasu/~dekimasen) yang paling banyak mengalami kesalahan tangkap oleh murid?
  • Apakah variasi tantangan permainan menyimak membantu meningkatkan konsentrasi menyimak murid?

Murid:

  • Ungkapan bahasa Jepang apa yang paling mudah saya kenali saat menyimak orang berbicara tentang kemampuannya?
  • Apakah saya bisa membedakan dengan jelas antara orang yang 'bisa sedikit' (sukoshi dekimasu) dan 'tidak bisa' (dekimasen) saat mendengar percakapan?

Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Informasi Lisan Tanya Jawab Kemampuan Berbahasa Asing (~dekimasuka) — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai kemampuan berbahasa asing dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengomunikasikan gagasan dan informasi tanya jawab kemampuan berbahasa asing secara lisan menggunakan pola kalimat ~dekimasuka dan responnya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan singkat mengenai kosakata bahasa asing dan pola tanya: (1) 'Apa bahasa Jepang dari bahasa Inggris?' (acuan: Eigo), (2) 'Apa pola untuk menanyakan bisa bahasa Jepang?' (acuan: Nihongo ga dekimasuka), (3) 'Jika bisa sedikit, apa jawabannya?' (acuan: Hai, sukoshi dekimasu) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pemodelan lisan pelafalan 4 kosakata bahasa asing: Nihongo (bahasa Jepang), Eigo (bahasa Inggris), Furansugo (bahasa Prancis), Chuugokugo (bahasa Mandarin) dan menirukannya bersama secara lisan (10 menit).
  • Murid mengamati struktur pola kalimat tanya jawab lisan: Pertanyaan: '[Bahasa] ga dekimasuka?' dan 3 variasi respons lisan: (a) 'Hai, dekimasu' (bisa), (b) 'Hai, sukoshi dekimasu' (bisa sedikit), (c) 'Iie, dekimasen' (tidak bisa) melalui latihan lisan terpimpin (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu tantangan lisan 'Gengo Card Challenge' di mana murid mengambil 1 dari 4 kartu bahasa (Kartu A: Nihongo, Kartu B: Eigo, Kartu C: Furansugo, Kartu D: Chuugokugo) lalu menanyakan kemampuan bahasa pada kartu tersebut kepada pasangannya secara lisan dan pasangannya merespons sesuai profil kemampuannya (20 menit).
  • Murid melakukan aktivitas survei kelas lisan 'Gengo Survey': setiap murid berkeliling dan melakukan tanya jawab lisan kemampuan berbahasa asing minimal kepada 3 teman yang berbeda menggunakan pola '[Bahasa] ga dekimasuka?' dan mencatat nama serta jawaban temannya secara lisan langsung (30 menit).
  • Beberapa pasang murid secara mandiri memperagakan tanya jawab lisan mengenai kemampuan berbahasa asing di hadapan guru untuk dinilai ketercapaian komunikasinya (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi kelancaran dan ketepatan ungkapan lisan yang baru saja dipraktikkan, mendiskusikan respons apa yang paling sering muncul di kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan pelafalan dan kelayakan ungkapan lisan tanya jawab kemampuan bahasa asing yang telah ditampilkan murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan fungsi komunikatif pola '~dekimasuka' untuk menanyakan kemampuan bahasa asing, lalu menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu visual bergambar bendera negara dan tulisan kana-romaji untuk murid yang butuh bantuan pelafalan kosakata bahasa asing.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, tanya jawab dipandu dengan daftar pilihan jawaban di meja; bagi murid yang sudah mahir, variasi bahasa asing ditambah (misal: Kankokugo, Doitsugo) dan dilakukan secara spontan tanpa melihat teks.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menyelesaikan tanya jawab 2 bahasa asing utama (Nihongo, Eigo); murid yang cepat menuntaskan tanya jawab 4 bahasa asing lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik 3 butir: (1) Sebutkan sebutan bahasa Jepang untuk bahasa Inggris (acuan: Eigo); (2) Bagaimana kalimat tanya lisan untuk menanyakan apakah lawan bicara bisa bahasa Jepang? (acuan: Nihongo ga dekimasuka); (3) Bagaimana jawaban lisan jika bisa sedikit? (acuan: Hai, sukoshi dekimasu).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat aktivitas survei lisan 'Gengo Survey' untuk menilai ketepatan pengucapan kalimat tanya '[Bahasa] ga dekimasuka?' serta kesesuaian jawaban lisan ('Hai, dekimasu', 'Hai, sukoshi dekimasu', atau 'Iie, dekimasen') pada 4 target kosakata: Nihongo, Eigo, Furansugo, Chuugokugo.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan secara acak kepada murid menggunakan pola '[Bahasa] ga dekimasuka?' (misal: Chuugokugo ga dekimasuka?) dan murid menjawab secara lisan dengan tepat sesuai kondisi sebenarnya (acuan kriteria: murid merespons langsung menggunakan salah satu frasa sah: Hai, dekimasu / Hai, sukoshi dekimasu / Iie, dekimasen).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja tanya jawab lisan berpasangan tentang kemampuan berbahasa asing (~dekimasuka)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengomunikasikan Kalimat Tanya Kemampuan Bahasa Asing (~dekimasuka)Belum mampu melafalkan kalimat tanya '[Bahasa] ga dekimasuka' secara tepat meski telah diberi contoh.Mampu melafalkan kalimat tanya '[Bahasa] ga dekimasuka' dengan bantuan guru atau melihat teks panduan pada 1-2 kosakata bahasa asing.Mampu mengomunikasikan kalimat tanya '[Bahasa] ga dekimasuka' secara mandiri dan tepat pada minimal 3 dari 4 kosakata bahasa asing (Nihongo, Eigo, Furansugo, Chuugokugo).Mampu mengomunikasikan kalimat tanya '[Bahasa] ga dekimasuka' secara mandiri, lancar, dan tepat pada seluruh 4 kosakata bahasa asing (Nihongo, Eigo, Furansugo, Chuugokugo).
Ketepatan Mengomunikasikan Respons Lisan Jawaban Kemampuan Bahasa AsingBelum mampu mengomunikasikan respons lisan yang sesuai saat ditanya kemampuan bahasa asing.Mampu mengomunikasikan respons lisan dengan bantuan atau masih keliru memilih bentuk positif/negatif.Mampu mengomunikasikan respons lisan secara tepat sesuai konteks (menggunakan 'Hai, dekimasu', 'Hai, sukoshi dekimasu', atau 'Iie, dekimasen') secara mandiri pada 1-2 situasi.Mampu mengomunikasikan respons lisan secara mandiri, tepat, dan variatif (mencakup 'Hai, dekimasu', 'Hai, sukoshi dekimasu', dan 'Iie, dekimasen') secara konsisten di seluruh situasi tanya jawab.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi seluruh murid untuk aktif melakukan praktik tanya jawab lisan?
  • Bagian mana dari pengucapan kalimat tanya atau respons yang masih sering membingungkan murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah bisa menanyakan kemampuan bahasa asing kepada teman menggunakan bahasa Jepang secara lancar?
  • Ungkapan respons apa yang paling mudah dan paling sulit saya ucapkan secara lisan?

Pertemuan 6 — Menyimpulkan Hubungan Antarteks Tulis Makna Kosakata Benda Kelas (kore wa nihongo de nan desuka) — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi makna kosakata benda kelas kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membaca teks tulis sederhana mengenai cara menanyakan makna benda kelas (kore wa nihongo de nan desuka) serta menghubungkannya dengan teks deskripsi/label benda lain untuk menyimpulkan makna kosakatanya (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kalimat tulis di papan tulis: Teks 1 'Kore wa nihongo de nan desuka?' dan Teks 2 'Kokuban desu.' Guru meminta murid secara tertulis memilih fungsi teks dan padanan kata yang dimaksud pada lembar asesmen awal (acuan diagnostik: kalimat 1 bermakna menanyakan nama benda dalam bahasa Jepang; kalimat 2 menunjukkan benda 'papan tulis') (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati Teks Bacaan 1 yang disajikan guru berupa dialog tulis singkat antara dua siswa di kelas: [Teks 1A: 'A: Kore wa nihongo de nan desuka? B: Kaban desu.'] dan [Teks 1B: 'A: Kore wa nihongo de nan desuka? B: Hon desu.'] untuk mengidentifikasi pola penanya makna kosakata benda kelas (10 menit).
  • Murid membedah makna teks tulis tersebut secara berkesadaran, memperhatikan hubungan gramatikal pola 'Kore wa nihongo de nan desuka' (Ini dalam bahasa Jepang apa?) dan frasa jawaban nama benda kelas [kaban = tas, hon = buku, kokuban = papan tulis, fudebako = tempat pensil] (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan permainan membaca berpasangan 'Teks Jodoh Cepat' (menggembirakan): setiap murid memegang satu set berisi 4 kartu Teks Pertanyaan dan 4 kartu Teks Jawaban/Label Benda. Pasangan kartu: (1) Teks Tanya 1 'Kore wa nihongo de nan desuka? [menunjuk gambar tas]' berpasangan dengan Teks Label 1 'Kaban desu'; (2) Teks Tanya 2 'Kore wa nihongo de nan desuka? [menunjuk gambar buku]' berpasangan dengan Teks Label 2 'Hon desu'; (3) Teks Tanya 3 'Kore wa nihongo de nan desuka? [menunjuk gambar papan tulis]' berpasangan dengan Teks Label 3 'Kokuban desu'; (4) Teks Tanya 4 'Kore wa nihongo de nan desuka? [menunjuk gambar tempat pensil]' berpasangan dengan Teks Label 4 'Fudebako desu'. Kartu pengalih: 'Arigatou gozaimasu' dan 'Sumimasen'. Murid mencocokkan teks tanya dengan teks label yang tepat dan menyingkirkan pengalih (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Membaca: Diberikan Teks Bacaan Terpadu berupa 4 cuplikan catatan inventaris kelas dan potongan tanya jawab tertulis. Murid membaca teks-teks tersebut lalu menyimpulkan hubungan antarteks untuk menentukan benda yang dimaksud: Butir 1 menghubungkan Teks Dialog 1 [Deo: 'Kore wa nihongo de nan desuka?' / Eka: 'Kaban desu.'] dengan Catatan Inventaris [Benda yang dipakai membawa buku dan alat tulis] -> Kesimpulan: Tas / Kaban; Butir 2 menghubungkan Teks Dialog 2 [Sugi: 'Kore wa nihongo de nan desuka?' / Ita: 'Kokuban desu.'] dengan Catatan Inventaris [Benda di depan kelas tempat guru menulis dengan spidol/kapur] -> Kesimpulan: Papan tulis / Kokuban; Butir 3 menghubungkan Teks Dialog 3 [Rina: 'Kore wa nihongo de nan desuka?' / Ken: 'Hon desu.'] dengan Catatan Inventaris [Benda berisi lembaran bacaan materi pelajaran] -> Kesimpulan: Buku / Hon; Butir 4 menghubungkan Teks Dialog 4 [Ali: 'Kore wa nihongo de nan desuka?' / Siti: 'Fudebako desu.'] dengan Catatan Inventaris [Kotak tempat menyimpan pena dan pensil] -> Kesimpulan: Tempat pensil / Fudebako (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil simpulan membaca teks tulis mereka, mengidentifikasi apakah informasi dari teks tanya jawab 'kore wa nihongo de nan desuka' selaras dengan teks deskripsi/inventaris benda (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap strategi membaca murid dalam menghubungkan kata kunci penanda benda pada teks tulis bahasa Jepang (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara membaca dan menghubungkan teks tanya jawab nama benda kelas 'kore wa nihongo de nan desuka' dengan teks pendukung lainnya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman membaca murid serta menyampaikan informasi bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan keterampilan menyusun teks tulis terkait menanyakan makna kosakata benda kelas (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks tulis berhuruf Romaji dan kana (Hiragana) dengan pendamping glosarium kosakata benda kelas bagi murid yang memerlukan perancah, serta teks berhuruf Hiragana murni tanpa romaji bagi murid yang mahir.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memandu penemuan kata kunci pada teks tanya jawab secara bertahap; bagi murid yang telah mahir, diberikan variasi 2 teks tulis tambahan (tsukue/meja dan isu/kursi) untuk dihubungkan.
  • Produk: Format penulisan simpulan hubungan antarteks berupa lembar tabel isian terstruktur untuk semua murid dengan tingkat ketelitian analisis makna teks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca tertulis: Murid membaca 2 baris teks tulis bahasa Jepang di papan tulis: [1. 'Kore wa nihongo de nan desuka?' 2. 'Kokuban desu.'] lalu menjawab 2 pertanyaan tertulis: (a) Apa tujuan dari Teks 1? (Acuan kunci: menanyakan nama/makna benda dalam bahasa Jepang); (b) Benda apakah yang dimaksud pada Teks 2? (Acuan kunci: papan tulis).

Proses:

  • Formatif membaca pada tahap Mengaplikasi: Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Membaca Hubungan Antarteks yang memuat 4 butir hubungan teks tanya jawab dan inventaris. Acuan kunci lengkap: (1) Dialog kaban + Catatan tas = Kaban / Tas; (2) Dialog kokuban + Catatan papan tulis = Kokuban / Papan tulis; (3) Dialog hon + Catatan lembaran bacaan = Hon / Buku; (4) Dialog fudebako + Catatan tempat pena/pensil = Fudebako / Tempat pensil.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir membaca (tiket keluar): Murid membaca sepasang teks tulis baru: Teks A ['A: Kore wa nihongo de nan desuka? B: Tsukue desu.'] dan Teks B ['Catatan: Benda berkaki empat tempat menulis di kelas']. Murid menuliskan simpulan makna benda yang dibahas pada kedua teks tersebut (Acuan kunci: Tsukue / Meja kelas).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik membaca singkat pada kegiatan pendahuluan.
  • Asesmen proses membaca melalui pengamatan aktivitas pencocokan 'Teks Jodoh Cepat' dan pemeriksaan Lembar Kerja Membaca Hubungan Antarteks.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menyimpulkan hubungan antarteks tulis makna kosakata benda kelasMenyimpulkan dengan tepat 0 hingga 1 dari 4 simpulan hubungan antarteks (kaban, kokuban, hon, fudebako) atau masih salah memilih pasangan teks.Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 simpulan hubungan antarteks (kaban, kokuban, hon, fudebako) dengan bantuan bimbingan guru.Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 simpulan hubungan antarteks (kaban, kokuban, hon, fudebako) secara mandiri.Menyimpulkan seluruh 4 simpulan hubungan antarteks (kaban, kokuban, hon, fudebako) dengan tepat dan cermat secara mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan dialog 'kore wa nihongo de nan desuka' dan catatan pendukung cukup jelas memfasilitasi murid menyimpulkan makna kosakata benda kelas?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan membaca 'Teks Jodoh Cepat', dan apakah seluruh murid mampu menghubungkan antarteks dengan baik?

Murid:

  • Bagian mana dari teks tanya jawab 'kore wa nihongo de nan desuka' yang paling membantumu memahami kosakata benda kelas yang dimaksud?
  • Apakah kamu dapat menemukan keterkaitan makna saat membaca teks dialog dan teks catatan benda kelas?

Pertemuan 7 — Menyusun Teks Tulis Terbimbing Informasi Menanyakan Makna Kosakata Benda Kelas (~nan to iimasuka) — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.6 Menyusun teks tulis tentang gagasan dan informasi sederhana menanyakan makna kosakata dalam bahasa Jepang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menyusun teks tulis terbimbing untuk menanyakan dan memberi informasi makna kosakata benda kelas menggunakan pola '~nan to iimasuka' dan 'kore wa nihongo de nan desuka' (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kalimat rumpang di papan tulis: (1) 'Papan tulis wa nihongo de ... to iimasuka?' dan (2) 'Kore wa nihongo de ... desuka?' untuk dijawab tertulis oleh murid di lembar kecil (acuan jawaban: 1. 'nan', 2. 'nan') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati model struktur teks tulis tanya-jawab menanyakan nama benda kelas pada lembar kerja: Pola A: '[Kata Benda Bahasa Indonesia] wa nihongo de nan to iimasuka? -> [Kata Benda Bahasa Jepang] desu' dan Pola B: 'Kore wa nihongo de nan desuka? -> [Kata Benda Bahasa Jepang] desu' (10 menit).
  • Murid menelaah 3 contoh pasangan kalimat tulis terbimbing beserta makna kata benda kelas: (1) 'Papan tulis wa nihongo de nan to iimasuka? -> Kokuban desu', (2) 'Tas wa nihongo de nan to iimasuka? -> Kaban desu', (3) 'Kore wa nihongo de nan desuka? (gambar penggaris) -> Monosashi desu' untuk membedakan peletakan kosakata target (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan aktivitas 'Tantangan Kartu Kata Acak' berpasangan: murid menyusun kartu-kartu kata rumpang acak menjadi 4 teks tulis kalimat tanya-jawab yang utuh dan benar: Butir 1: [Pen] - [wa] - [nihongo de] - [nan to] - [iimasuka?] / [Pen] - [desu.]; Butir 2: [Buku] - [wa] - [nihongo de] - [nan to] - [iimasuka?] / [Hon] - [desu.]; Butir 3: [Kore] - [wa] - [nihongo de] - [nan] - [desuka?] / [Empitsu] - [desu.]; Butir 4: [Penghapus] - [wa] - [nihongo de] - [nan to] - [iimasuka?] / [Gomu] - [desu.] (15 menit).
  • Secara terbimbing dengan bantuan kartu bantu kosakata (word bank), murid menyusun teks tulis mini berupa 4 pasang dialog tanya-jawab sederhana menanyakan makna kosakata benda kelas berdasarkan stimulus 4 gambar situasi di Lembar Kerja Terbimbing: Soal 1 (gambar meja): menyusun pertanyaan menggunakan 'meja' dan 'nan to iimasuka' serta jawabannya (kunci: 'Meja wa nihongo de nan to iimasuka? - Tsukue desu'); Soal 2 (gambar kursi): menyusun pertanyaan menggunakan 'kursi' dan 'nan to iimasuka' serta jawabannya (kunci: 'Kursi wa nihongo de nan to iimasuka? - Isu desu'); Soal 3 (gambar penunjuk dekat pada buku catatan): menyusun pertanyaan menggunakan 'kore' dan 'nan desuka' serta jawabannya (kunci: 'Kore wa nihongo de nan desuka? - Nooto desu'); Soal 4 (gambar kamus): menyusun pertanyaan menggunakan 'kamus' dan 'nan to iimasuka' serta jawabannya (kunci: 'Kamus wa nihongo de nan to iimasuka? - Jisho desu') (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali teks tulis yang telah disusunnya dengan panduan daftar periksa mandiri (apakah partikel 'wa' dan 'de', kata tanya 'nan/nan to', serta penutup 'iimasuka/desuka/desu' sudah tepat pada keempat butir) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pola penulisan teks tanya-jawab menanyakan makna kosakata benda kelas (~nan to iimasuka dan kore wa nihongo de nan desuka) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil penyusunan teks tulis murid dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya (Pertemuan 8: Menyusun Teks Tulis Mandiri Dialog Menanyakan Makna Kosakata) lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur pola kalimat (scaffolding format rumpang lengkap), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu kosakata benda kelas tambahan (tokei, fudebako) tanpa format rumpang.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibimbing langkah demi langkah oleh guru dalam menempatkan kata tanya 'nan to iimasuka', sementara murid yang telah paham dapat langsung menyusun kalimat tanya-jawab secara mandiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup melengkapi teks tulis rumpang 4 butir secara tepat, sedangkan murid yang lebih cepat menyusun 4 pasang kalimat utuh secara penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat di awal pelajaran mengisi 2 kalimat rumpang: (1) 'Papan tulis wa nihongo de ... to iimasuka?' dan (2) 'Kore wa nihongo de ... desuka?'. Kunci acuan: Butir (1) diisi kata 'nan', Butir (2) diisi kata 'nan'.

Proses:

  • Penilaian formatif pengerjaan Lembar Kerja Terbimbing menyusun 4 pasang kalimat tanya-jawab: Soal 1 (acuan: 'Meja wa nihongo de nan to iimasuka? - Tsukue desu'), Soal 2 (acuan: 'Kursi wa nihongo de nan to iimasuka? - Isu desu'), Soal 3 (acuan: 'Kore wa nihongo de nan desuka? - Nooto desu'), Soal 4 (acuan: 'Kamus wa nihongo de nan to iimasuka? - Jisho desu'). Kriteria: Ketepatan struktur teks tulis tanya-jawab menanyakan makna kosakata benda kelas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis penutup: Murid memperbaiki 1 kalimat tanya tertulis yang sengaja salah susunannya: 'Kokuban wa nihongo de nan desuka to iimasuka' menjadi susunan yang benar (acuan jawaban: 'Kokuban wa nihongo de nan to iimasuka?' atau 'Kokuban wa nihongo de nan desuka?').

Formatif:

  • Pemeriksaan teks tulis terbimbing pada Lembar Kerja (menyusun 4 pasang kalimat tanya-jawab menanyakan makna kosakata benda kelas sesuai struktur target dan kunci jawaban).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menyusun Teks Tulis Menanyakan Makna Kosakata Benda KelasMenyusun teks tulis dengan benar maksimal 1 dari 4 pasang kalimat tanya-jawab benda kelas sesuai acuan (acuan: meja-tsukue, kursi-isu, kore-nooto, kamus-jisho).Menyusun teks tulis dengan benar 2 dari 4 pasang kalimat tanya-jawab benda kelas sesuai acuan.Menyusun teks tulis dengan benar 3 dari 4 pasang kalimat tanya-jawab benda kelas sesuai acuan.Menyusun teks tulis dengan benar seluruh 4 pasang kalimat tanya-jawab benda kelas secara tepat sesuai acuan (seluruh pola tanya ~nan to iimasuka / nan desuka dan jawaban ~desu tepat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi terbimbing dan scaffolding format rumpang membantu murid menyusun teks tanya jawab bahasa Jepang dengan benar?
  • Bagian mana dari struktur penulisan kalimat tanya (~nan to iimasuka vs ~nan desuka) yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah bisa menuliskan kalimat tanya untuk menanyakan arti nama benda kelas dalam bahasa Jepang dengan tepat?
  • Bagian pola kalimat mana yang masih perlu saya latih kembali dalam penulisan?

Pertemuan 8 — Menyusun Teks Tulis Mandiri Dialog Menanyakan Makna Kosakata Bahasa Jepang (kore wa nihongo de nan desuka) — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.6 Menyusun teks tulis tentang gagasan dan informasi sederhana menanyakan makna kosakata dalam bahasa Jepang

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan pertemuan ini yaitu menyusun teks tulis dialog secara mandiri untuk menanyakan makna kosakata bahasa Jepang (kore wa nihongo de nan desuka) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta melengkapi 2 rumpang kalimat tanya-jawab makna kosakata yang ditampilkan di papan tulis: (1) A: 'Kore wa nihongo de ... desuka?' (acuan jawaban: 'nan') B: 'Fudebako desu.', (2) A: '... wa nihongo de nan to iimasuka?' (acuan jawaban: 'Pen' / kata benda kelas yang ditunjuk) B: 'Pen to iimasu.' untuk memetakan kesiapan menulis struktur kalimat tanya makna kosakata (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati model struktur teks tulis dialog menanyakan makna kosakata benda kelas yang disajikan guru, yaitu struktur tanya 'Kore wa nihongo de nan desuka' / '[Benda] wa nihongo de nan to iimasuka' serta struktur responnya '[Nama benda Jepang] desu' / '[Nama benda Jepang] to iimasu' beserta variasi penegasan 'Mou ichido onegaishimasu' (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan tebak susun kata cepat 'Moji Narabe': guru menampilkan potongan kartu kata acak di layar/papan tulis, lalu murid secara antusias menuliskan urutan kata yang benar pada kertas tulis mini mereka menjadi pola kalimat tanya 'kore wa nihongo de nan desuka' (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar tugas menulis mandiri yang memuat 3 situasi ilustrasi benda kelas nyata: Situasi 1 (menunjuk penghapus papan tulis / kokubanfuki), Situasi 2 (menunjuk jangka atau gunting / hasami), Situasi 3 (menunjuk kamus / jisho) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun teks tulis dialog lengkap untuk ketiga situasi tersebut dengan menerapkan pola pertanyaan makna 'Kore wa nihongo de nan desuka' atau '[Benda] wa nihongo de nan to iimasuka' dan respon jawabannya secara tepat tanpa bantuan teman sebangku (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali secara mandiri teks tulis dialog yang telah disusun dengan mengecek kesesuaian pola kalimat tanya makna kosakata serta ketepatan kosakata benda yang dituliskan sebelum dikumpulkan kepada guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai penulisan kalimat tanya makna kosakata bahasa Jepang 'kore wa nihongo de nan desuka' dan ragam responnya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap draf teks tulis murid, mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar referensi kosakata benda kelas dengan padanan romaji/kana; murid yang mahir diberikan instruksi menyusun dialog dengan kosakata benda kelas yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang masih ragu dapat merujuk pada bagan pola kalimat rujukan di meja guru; murid yang cepat dapat langsung menyelesaikan 3 teks dialog mandiri secara penuh.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menyusun minimal 2 dialog sederhana (tanya dan jawab); murid yang mahir menyusun minimal 3 dialog lengkap dengan tambahan ungkapan konfirmasi penegasan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tugas melengkapi 2 butir rumpang pola kalimat tanya makna kosakata pada papan tulis: Butir 1: 'Kore wa nihongo de [...] desuka?' (acuan: 'nan'); Butir 2: '[...] wa nihongo de nan to iimasuka?' (acuan: kata benda konkret, misalnya 'Pen' atau 'Keshigomu').

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat murid menyusun teks tulis mandiri untuk 3 situasi benda kelas: Situasi 1: Kokubanfuki (acuan teks: A: 'Kore wa nihongo de nan desuka?' B: 'Kokubanfuki desu.'); Situasi 2: Hasami (acuan teks: A: 'Kore wa nihongo de nan desuka?' B: 'Hasami desu.'); Situasi 3: Jisho (acuan teks: A: 'Kamus wa nihongo de nan to iimasuka?' B: 'Jisho to iimasu.').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri lembar kerja teks tulis: murid mengumpulkan lembar teks tulis 3 dialog mandiri dan guru memverifikasi ketepatan penulisan pola tanya 'kore wa nihongo de nan desuka' / '[Benda] wa nihongo de nan to iimasuka' serta ketepatan kosakatanya sesuai acuan situasi 1, 2, dan 3.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik melengkapi rumpang kalimat tanya makna kosakata di awal pertemuan
  • Penilaian unjuk kerja teks tulis dialog mandiri menanyakan makna kosakata bahasa Jepang menggunakan rubrik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Struktur Teks Tulis Pertanyaan Makna KosakataBelum mampu menyusun teks tulis kalimat tanya makna kosakata bahasa Jepang (0 dari 3 dialog tepat sesuai pola 'kore wa nihongo de nan desuka' / '[Benda] wa nihongo de nan to iimasuka').Menyusun teks tulis kalimat tanya makna kosakata secara tepat pada 1 dari 3 dialog yang ditugaskan.Menyusun teks tulis kalimat tanya makna kosakata secara tepat pada 2 dari 3 dialog yang ditugaskan.Menyusun teks tulis kalimat tanya makna kosakata secara tepat pada seluruh 3 dialog yang ditugaskan secara mandiri.
Ketepatan Informasi Respon Kosakata Benda KelasBelum mampu menuliskan respon informasi makna kosakata benda kelas secara tepat (0 dari 3 respon dialog sesuai acuan: kokubanfuki, hasami, jisho).Menuliskan respon informasi makna kosakata benda kelas secara tepat pada 1 dari 3 respon dialog sesuai acuan.Menuliskan respon informasi makna kosakata benda kelas secara tepat pada 2 dari 3 respon dialog sesuai acuan.Menuliskan respon informasi makna kosakata benda kelas secara tepat pada seluruh 3 respon dialog sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid telah mampu secara mandiri menyusun teks tulis dialog menanyakan makna kosakata bahasa Jepang tanpa bergantung pada teman?
  • Bagian pola kalimat mana yang paling sering mengalami kekeliruan tulis pada lembar kerja mandiri murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah dapat menulis kalimat tanya 'kore wa nihongo de nan desuka' dengan urutan kata yang tepat?
  • Langkah apa yang akan saya lakukan untuk memantapkan penulisan dialog kosakata bahasa Jepang menjelang asesmen sumatif?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.1 Menyimpulkan teks lisan tentang gagasan dan informasi permintaan izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.2.2 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan untuk meminta izin atau bantuan kebutuhan pribadi dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.2.3 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi kemampuan berbahasa asing lisan dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.2.4 Mengomunikasikan gagasan dan informasi secara lisan mengenai kemampuan berbahasa asing dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.2.5 Menyimpulkan teks tentang gagasan dan informasi makna kosakata benda kelas kemudian menghubungkannya dengan teks yang lain dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.2.6 Menyusun teks tulis tentang gagasan dan informasi sederhana menanyakan makna kosakata dalam bahasa Jepang

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2 yang mencakup tes tertulis (menyimak, membaca, menulis) dan unjuk kerja lisan (2 menit).
  • Guru memberikan lembar asesmen tertulis serta menjelaskan tata tertib dan rubrik penilaian asesmen sumatif agar murid memahaminya secara tenang dan berkesadaran (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk pengerjaan Bagian A (Menyimak), Bagian B (Membaca), dan Bagian C (Menulis naskah dialog) pada lembar soal individual dengan tenang dan saksama (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Reseptif-Produktif serentak selama 40 menit yang memuat 3 bagian soal berikut (40 menit): 1. Bagian A (TP 11.2.1 & TP 11.2.3): Menyimak 2 rekaman audio teks lisan: - Audio 1 (Izin/bantuan): 'Sumimasen, toire e ittemo ii desuka.' -> Soal: Tentukan gagasan izin yang diminta dan maknanya! (Kunci: Izin pergi ke toilet / bolehkah saya pergi ke toilet). - Audio 2 (Kemampuan bahasa asing): 'A: Eigo ga dekimasuka. B: Hai, sukoshi dekimasu.' -> Soal: Tentukan informasi kemampuan bahasa asing pembicara B! (Kunci: Mampu berbahasa Inggris sedikit). 2. Bagian B (TP 11.2.5): Membaca teks rumpang tanya jawab kosakata benda kelas dan menghubungkannya dengan teks padanan makna: Teks 1: 'Kore wa nihongo de nan desuka. Sore wa monosashi desu.' Teks 2: Berisi daftar arti benda kelas: [monosashi = penggaris; keshigomu = penghapus; fudebako = tempat pensil; hon = buku]. Soal: Hubungkan benda yang ditanyakan pada Teks 1 dengan makna benda pada Teks 2! (Kunci: monosashi = penggaris). 3. Bagian C (TP 11.2.6): Menyusun teks tulis berupa draf naskah dialog sederhana menanyakan makna kosakata benda kelas: Soal: Susunlah 1 pasang dialog tanya-jawab menanyakan nama benda kelas (kore) dan jawabannya (fudebako)! (Kunci kriteria: Pertanyaan memuat pola 'Kore wa nihongo de nan desuka' atau '... wa nihongo de nan to iimasuka' dan respons memuat 'Fudebako desu').
  • Murid melaksanakan Tugas 2: Unjuk Kerja Percakapan Lisan Berpasangan (TP 11.2.2 & TP 11.2.4) secara bergiliran di meja penguji/guru (14 pasang x 3 menit = 42 menit), sementara pasangan lain melanjutkan merapikan draf tertulis secara mandiri dan hening (37 menit): Skenario dialog lisan: 1. Bagian 1 (Izin/Bantuan - TP 11.2.2): Murid A meminta izin kebutuhan pribadi menggunakan ungkapan '~temo ii desuka' (misal: 'Sumimasen, mizu o nondemo ii desuka' / 'Mado o aketemo ii desuka'), lalu Murid B merespons persetujuan ('Hai, ii desu yo' / 'Douzo'). 2. Bagian 2 (Kemampuan Bahasa Asing - TP 11.2.4): Murid B bertanya kemampuan bahasa asing kepada Murid A menggunakan '~ga dekimasuka' (misal: 'Nihongo ga dekimasuka' / 'Kankokugo ga dekimasuka'), lalu Murid A menjawab dengan tingkat kemampuannya ('Hai, dekimasu' / 'Hai, sukoshi dekimasu' / 'Iie, dekimasen').

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyerahkan lembar kerja tertulis kepada guru, lalu secara singkat menuliskan satu kalimat refleksi evaluatif mengenai tingkat kemandirian serta pencapaian belajarnya selama menyelesaikan Asesmen Sumatif Bab 2 (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh artefak jawaban tertulis dan lembar observasi penilaian lisan, memberikan apresiasi atas kejujuran serta ketertiban murid selama asesmen berlangsung, dan menutup bab dengan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang audio menyimak maksimal 3 kali untuk seluruh kelas dan penataan posisi duduk yang kondusif tanpa mengubah substansi butir soal, kriteria rubrik, maupun tingkat kesulitan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Tes tertulis reseptif-produktif serentak dan unjuk kerja percakapan lisan berpasangan: Lembar jawaban hasil simakan, analisis teks, dan naskah dialog sederhana menanyakan kosakata, serta rekaman/pengamatan peragaan dialog lisan berpasangan mengenai izin/bantuan dan kemahiran bahasa asing
  • tes tertulis dan menyimak serentak: Lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas berisi simpulan teks lisan audio tentang izin/bantuan kebutuhan pribadi (TP 1) dan kemampuan bahasa asing (TP 3), analisis hubungan teks tanya jawab makna kosakata benda kelas (TP 5), serta naskah dialog tertulis sederhana menanyakan makna kosakata (TP 6) (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban, lembar soal, dan rubrik penilaian teks tulis)
  • unjuk kerja percakapan lisan berpasangan bergiliran: Praktik dialog lisan berpasangan selama 3 menit per pasangan (14 pasang x 3 menit = 42 menit, muat 28 murid) yang memperagakan komunikasi meminta izin atau bantuan kebutuhan pribadi serta tanya jawab kemampuan berbahasa asing secara langsung di hadapan guru (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran, ketepatan ungkapan, dan kejelasan lafal)

Sumatif:

  • Tes tertulis reseptif-produktif serentak dan unjuk kerja percakapan lisan berpasangan: Lembar jawaban hasil simakan, analisis teks, dan naskah dialog sederhana menanyakan kosakata, serta rekaman/pengamatan peragaan dialog lisan berpasangan mengenai izin/bantuan dan kemahiran bahasa asing
  • tes tertulis dan menyimak serentak: Lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas berisi simpulan teks lisan audio tentang izin/bantuan kebutuhan pribadi (TP 1) dan kemampuan bahasa asing (TP 3), analisis hubungan teks tanya jawab makna kosakata benda kelas (TP 5), serta naskah dialog tertulis sederhana menanyakan makna kosakata (TP 6) (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban, lembar soal, dan rubrik penilaian teks tulis)
  • unjuk kerja percakapan lisan berpasangan bergiliran: Praktik dialog lisan berpasangan selama 3 menit per pasangan (14 pasang x 3 menit = 42 menit, muat 28 murid) yang memperagakan komunikasi meminta izin atau bantuan kebutuhan pribadi serta tanya jawab kemampuan berbahasa asing secara langsung di hadapan guru (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran, ketepatan ungkapan, dan kejelasan lafal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan Teks Lisan Izin dan Bahasa Asing (TP 1 & TP 3)Tidak mampu menyimpulkan informasi izin dan kemampuan bahasa asing dari kedua rekaman audio (0 jawaban tepat).Menyimpulkan dengan tepat 1 dari 2 informasi audio (hanya izin audio 1: 'izin ke toilet' ATAU kemampuan audio 2: 'bisa bahasa Inggris sedikit').Menyimpulkan dengan tepat kedua informasi audio (Audio 1: 'izin ke toilet'; Audio 2: 'bisa bahasa Inggris sedikit') dengan sedikit bantuan klarifikasi.Menyimpulkan secara tepat dan mandiri kedua informasi teks lisan dari rekaman audio (Audio 1: 'izin ke toilet'; Audio 2: 'bisa bahasa Inggris sedikit').
Menyimpulkan Hubungan Antarteks Benda Kelas & Menyusun Teks Tulis Kosakata (TP 5 & TP 6)Tidak mampu menghubungkan teks makna benda kelas dan teks tulis dialog tidak tersusun sesuai struktur fungsi bahasa.Tepat menghubungkan benda kelas (Teks 1 'monosashi' ke Teks 2 'penggaris'), tetapi teks tulis dialog menanyakan kosakata belum memuat pola yang tepat.Tepat menghubungkan teks benda kelas (monosashi = penggaris) dan menyusun teks tulis tanya jawab kosakata benda kelas dengan pola benar namun terdapat 1 kekeliruan penulisan kata.Tepat menghubungkan teks benda kelas (monosashi = penggaris) dan menyusun teks tulis tanya jawab kosakata secara lengkap dan tepat ('Kore wa nihongo de nan desuka' - 'Fudebako desu').
Mengomunikasikan Permintaan Izin dan Kemampuan Bahasa Asing secara Lisan (TP 2 & TP 4)Belum mampu melisankan ungkapan izin kebutuhan pribadi (~temo ii desuka) maupun tanya jawab kemampuan bahasa asing (~dekimasuka).Mampu melisankan salah satu ungkapan dengan tepat (hanya permohonan izin ATAU kemampuan bahasa asing), dengan jeda ragu yang panjang.Mampu melisankan permohonan izin kebutuhan pribadi (~temo ii desuka) dan tanya jawab kemampuan bahasa asing (~dekimasuka) secara berpasangan dengan saling merespons namun masih terbata-bata.Mengomunikasikan permohonan izin kebutuhan pribadi (~temo ii desuka) dan kemampuan bahasa asing (~dekimasuka) secara lisan berpasangan dengan lancar, tepat, dan saling merespons secara wajar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana ketercapaian seluruh TP Bab 2 berdasarkan data perolehan skor tes tertulis dan performa unjuk kerja lisan murid?
  • Apakah alokasi waktu 40 menit tes tertulis dan 42 menit tes lisan berpasangan berjalan efektif dan tertib untuk seluruh murid?

Murid:

  • Sejauh mana saya mampu menyelesaikan tes menyimak, membaca, menulis, dan unjuk kerja dialog lisan secara mandiri?
  • Bagian mana dari Bab 2 ini yang sudah saya kuasai dengan sangat baik, dan bagian mana yang masih perlu saya latih kembali?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024), Bab 2
  2. Rekaman audio simakan Bab 2 percakapan permohonan izin (~ii desuka)
  3. Set kartu visual bergambar benda kelas dan aktivitas (Karuta Simpulan)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Menyimak Elemen 聞く
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2024 (Bab 2: Bisa Bertanya).
  6. Rekaman audio penutur asli ungkapan kelas dan permohonan izin (Yatto Dekita Bab 2).
  7. Set kartu situasi peran 'Tasukete! Ii Desuka Challenge' (kartu situasi toilet, minum, pinjam penghapus, dan duduk).
  8. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
  9. Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI Bab 2
  10. Kartu Situasi Percakapan Lisan Izin dan Bantuan (Toire, Okuremasu, Shitsumon, Chotto shitsuree shimasu)
  11. Buku Panduan Guru & Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Bab 2 Bisa Bertanya)
  12. File Audio Percakapan Bab 2 (Audio 2.26, 2.27, 2.28, 2.29)
  13. Perangkat pemutar audio (speaker / laptop)
  14. Lembar Kerja Menyimak & Kartu Visual Respon Kemampuan Bahasa
  15. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2024)
  16. Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI
  17. Kartu Bahasa Gengo Card (Nihongo, Eigo, Furansugo, Chuugokugo)
  18. Lembar instrumen survei lisan Gengo Survey
  19. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
  20. Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI
  21. Kartu teks bacaan dialog 'kore wa nihongo de nan desuka' dan kartu label benda kelas (kaban, kokuban, hon, fudebako)
  22. Lembar Kerja Membaca Hubungan Antarteks
  23. Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI (Bab 2 Bisa Bertanya)
  24. Lembar Kerja Terbimbing Teks Tulis Benda Kelas
  25. Set kartu kata susun acak kosakata benda kelas
  26. Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
  27. Lembar Kerja Menulis Mandiri Siswa (LKPD Pertemuan 8)
  28. Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2 dan Lembar Penilaian Unjuk Kerja Lisan
  29. Perangkat Audio Pemutar Soal Menyimak (Audio 1 dan Audio 2)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.