Modul AjarBab 1Fase FSemester 1

Modul Ajar Bahasa Jepang Kelas 11 Bab 1: Memulai Komunikasi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Jepang kelas 11 untuk Bab 1 "Memulai Komunikasi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Jepang Kelas 11 Bab 1: Memulai Komunikasi

Bahasa Jepang - Kelas 11

Bab 1

MODUL AJAR

Bahasa Jepang — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 1 — Memulai Komunikasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Jepang
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 1 — Memulai Komunikasi
Alokasi Waktu21 JP (21 x 45 menit = 945 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.1.1 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan salam saat bertemu dan berpisah dalam bahasa Jepang sederhana
  2. TP 11.1.2 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan terima kasih dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana
  3. TP 11.1.3 Mengomunikasikan informasi secara lisan berupa ucapan salam, terima kasih, dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana
  4. TP 11.1.4 Menyimpulkan teks tentang informasi berupa ungkapan dalam stiker multimodal berbahasa Jepang sederhana
  5. TP 11.1.5 Menyusun teks multimodal tentang informasi sederhana secara tertulis berupa stiker ungkapan dalam bahasa Jepang

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kalian menyapa orang lain dalam bahasa Indonesia saat bertemu di pagi, siang, atau malam hari?
  2. Apakah perbedaan waktu pertemuan mempengaruhi jenis salam yang diucapkan dalam bahasa Jepang?
  3. Ungkapan apa yang biasa kamu dengar saat seseorang berpisah dengan teman sebaya dibandingkan berpisah dengan guru?
  4. Bagaimana kita menyimpulkan situasi perpisahan (sementara, malam hari, atau pulang lebih dulu) hanya dari ujaran lisan yang didengar?
  5. Bagaimana cara orang Jepang menyampaikan terima kasih dalam berbagai tingkat keakraban atau situasi?
  6. Mengapa dalam situasi tertentu orang Jepang mengucapkan kata seperti 'sumimasen' atau 'doumo' saat menerima bantuan atau pemberian?
  7. Ungkapan apa dalam bahasa Jepang yang biasa kita dengar saat seseorang merasa bersalah atau meminta maaf?
  8. Bagaimana kita bisa membedakan makna lisan 'sumimasen' ketika digunakan untuk meminta maaf dibanding saat berterima kasih atau permisi?
  9. Bagaimana caramu menyapa teman atau guru saat berpapasan di pagi hari dan saat pulang sekolah?
  10. Mengapa dalam bahasa Jepang ungkapan salam saat bertemu dan berpisah disesuaikan dengan waktu dan situasi?
  11. Kapan kalian menggunakan ungkapan 'arigatou gozaimasu' dibandingkan sekadar 'arigatou' saat berterima kasih dalam bahasa Jepang?
  12. Bagaimana kalian secara lisan menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih ketika menerima bantuan dari teman atau guru?
  13. Pernahkah kalian menggunakan atau melihat stiker obrolan daring yang memadukan tulisan huruf Jepang dan ekspresi visual karakter?
  14. Bagaimana kita dapat menyimpulkan maksud pesan dan konteks situasi sebuah stiker dari paduan teks tulisan serta ilustrasinya?
  15. Bagaimana sebuah gambar ilustrasi dan teks tulisan singkat dapat saling melengkapi untuk menyampaikan pesan perasaan kita kepada teman?
  16. Ungkapan bahasa Jepang apa yang paling ingin kalian wujudkan menjadi stiker pesan digital atau kartu stiker bergambar buatan sendiri?
  17. Bagaimana kita membuktikan bahwa kita telah mampu menyimpulkan dan mengomunikasikan salam, terima kasih, serta maaf dalam bahasa Jepang pada situasi nyata?
  18. Mengapa ketepatan memilih ungkapan salam dan permohonan maaf sangat menentukan keberhasilan komunikasi antarpribadi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyimpulkan Informasi Lisan Berupa Ucapan Salam saat Bertemu Berdasarkan Waktu — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.1 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan salam saat bertemu dan berpisah dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyimpulkan informasi lisan berupa ucapan salam saat bertemu berdasarkan waktu (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperdengarkan rekaman pendek 2 ucapan salam: (1) Rekaman A berbunyi 'Ohayou gozaimasu', murid diminta memilih waktu yang tepat (pagi/siang/malam); (2) Rekaman B berbunyi 'Konnichiwa', murid diminta memilih waktu yang tepat (pagi/siang/malam) (acuan: Rekaman A = pagi hari; Rekaman B = siang hari) (15 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak rekaman audio 3 dialog singkat ucapan salam saat bertemu: Dialog 1 menyapa di pagi hari ('Ohayou gozaimasu'), Dialog 2 menyapa di siang hari ('Konnichiwa'), dan Dialog 3 menyapa di malam hari ('Konbanwa') sambil mencermati konteks waktu pada tayangan visual (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengidentifikasi ciri bunyi ujaran dan kata kunci waktu dari ketiga rekaman ujaran salam temu yang disimak (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan tebak audio 'Kikitori Chousen': guru memutar 6 klip audio lisan acak, murid mengangkat kartu label waktu 'Pagi', 'Siang', atau 'Malam' yang sesuai dengan ungkapan salam yang diperdengarkan (Klip 1: 'Konnichiwa', Klip 2: 'Ohayou gozaimasu', Klip 3: 'Konbanwa', Klip 4: 'Ohayou', Klip 5: 'Konbanwa', Klip 6: 'Konnichiwa'; acuan jawaban: 1 = Siang, 2 = Pagi, 3 = Malam, 4 = Pagi, 5 = Malam, 6 = Siang) (25 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Menyimak berisi 4 butir rekaman dialog salam temu untuk menyimpulkan waktu terjadinya interaksi lisan tersebut (Butir 1 rekaman: 'Ohayou gozaimasu, Tanaka-san' -> pilihan waktu: Pagi/Siang/Malam; Butir 2 rekaman: 'Konnichiwa, sensei' -> pilihan waktu: Pagi/Siang/Malam; Butir 3 rekaman: 'Konbanwa, Yamada-san' -> pilihan waktu: Pagi/Siang/Malam; Butir 4 rekaman: 'Ohayou, Ken-kun' -> pilihan waktu: Pagi/Siang/Malam; acuan jawaban: Butir 1 = Pagi, Butir 2 = Siang, Butir 3 = Malam, Butir 4 = Pagi) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil kesimpulan informasi lisan dari Lembar Kerja dan murid menandai butir ujaran salam yang sudah tepat disimpulkan maupun yang masih keliru (15 menit).

Penutup:

  • Murid menyampaikan kesimpulan mengenai 3 ragam salam saat bertemu dalam bahasa Jepang berdasarkan waktu (Ohayou gozaimasu = pagi, Konnichiwa = siang, Konbanwa = malam) (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian menyimak murid hari ini, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas salam saat berpisah, dan menutup kelas dengan doa/salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rekaman audio dengan jeda pelafalan yang lebih lambat dan jelas bagi murid yang membutuhkan pendampingan rungu aural dasar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperdengarkan audio hingga 3 kali pengulangan; murid cepat menyimak klip audio berkecepatan penutur asli natural.
  • Produk: Semua murid menyimpulkan informasi waktu interaksi pada lembar kerja yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Mendengarkan 2 klip audio pendek dan menentukan waktu interaksinya: Rekaman A 'Ohayou gozaimasu' dan Rekaman B 'Konnichiwa' (acuan kunci: Rekaman A = pagi hari, Rekaman B = siang hari).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons murid pada permainan tebak audio 'Kikitori Chousen' (6 klip; acuan: Klip 1 'Konnichiwa' = Siang, Klip 2 'Ohayou gozaimasu' = Pagi, Klip 3 'Konbanwa' = Malam, Klip 4 'Ohayou' = Pagi, Klip 5 'Konbanwa' = Malam, Klip 6 'Konnichiwa' = Siang).
  • Pemeriksaan lembar kerja menyimak 4 butir rekaman salam temu (acuan: Butir 1 'Ohayou gozaimasu' = Pagi, Butir 2 'Konnichiwa' = Siang, Butir 3 'Konbanwa' = Malam, Butir 4 'Ohayou' = Pagi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru memutarkan 1 klip audio penutup ('Konbanwa') dan murid secara serentak menuliskan waktu interaksi pada papan kecil/kertas (acuan: Malam hari).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan menyimak waktu salam di awal pembelajaran
  • Kuis tebak waktu audio 'Kikitori Chousen' selama pembelajaran
  • Lembar Kerja Menyimak informasi lisan salam bertemu berdasarkan waktu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan waktu salam temu dari teks lisanTepat menyimpulkan waktu interaksi lisan pada paling banyak 1 dari 4 butir audio rekaman salam temu (acuan: Butir 1 = Pagi, Butir 2 = Siang, Butir 3 = Malam, Butir 4 = Pagi).Tepat menyimpulkan waktu interaksi lisan pada 2 dari 4 butir audio rekaman salam temu (acuan: Butir 1 = Pagi, Butir 2 = Siang, Butir 3 = Malam, Butir 4 = Pagi).Tepat menyimpulkan waktu interaksi lisan pada 3 dari 4 butir audio rekaman salam temu (acuan: Butir 1 = Pagi, Butir 2 = Siang, Butir 3 = Malam, Butir 4 = Pagi).Tepat menyimpulkan waktu interaksi lisan pada seluruh 4 butir audio rekaman salam temu secara mandiri (acuan: Butir 1 = Pagi, Butir 2 = Siang, Butir 3 = Malam, Butir 4 = Pagi).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh klip audio rekaman salam temu dapat diperdengarkan dengan jelas kepada semua murid?
  • Bagian ujaran salam mana yang paling sering membuat murid keliru dalam menyimpulkan waktu interaksi?

Murid:

  • Ungkapan salam bahasa Jepang mana yang paling mudah saya kenali waktu penggunaannya saat menyimak?
  • Apakah saya masih kesulitan membedakan bunyi ujaran salam siang dan malam hari?

Pertemuan 2 — Menyimpulkan Informasi Lisan Berupa Ucapan Salam saat Berpisah dalam Berbagai Keadaan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.1 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan salam saat bertemu dan berpisah dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menyimpulkan informasi lisan berupa ucapan salam saat berpisah dalam berbagai keadaan (10 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memperdengarkan 2 ujaran lisan pemantik: (1) 'Ja, mata ashita' dan (2) 'Sayounara' untuk memeriksa pemahaman dasar murid mengenai konteks perpisahan. Murid menuliskan kesimpulan konteks waktu/situasinya pada lembar diagnostik (acuan: (1) berpisah dengan teman dan akan bertemu lagi besok; (2) berpisah untuk waktu lama/selesai sekolah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati stimulus audio situasi perpisahan (berdasarkan Buku Guru Bab 1: situasi bandara dan lingkungan sekolah) yang memuat 4 ungkapan lisan: (1) 'Ja, mata' / 'Mata ashita', (2) 'Osaki ni shitsureeshimasu', (3) 'Otsukaresama deshita', dan (4) 'Oyasuminasai' secara saksama (15 menit).
  • Murid dibimbing mengidentifikasi unsur-unsur penentu situasi lisan: siapa penutur dan mitra tutur, waktu terjadinya, serta konteks peristiwa (akan bertemu lagi besok, pulang kerja/sekolah lebih dulu, apresiasi setelah selesai berkegiatan, atau berpisah untuk tidur/malam hari) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Tebak Konteks Cepat (Joyful Listening Challenge): Guru memutar 4 cuplikan audio pendek secara acak, murid berlomba secara mandiri mengangkat kartu simbol konteks yang tepat (kartu: Jam Tidur, Pintu Keluar Kantor/Sekolah, Bertemu Besok, Perpisahan Lama) untuk melatih ketepatan menyimpulkan (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan Menyimak Mandiri yang memuat 4 rekaman dialog lisan: Dialog 1: A: 'Mata ashita' - B: 'Ja, mata'; Dialog 2: A: 'Osaki ni shitsureeshimasu' - B: 'Otsukaresama deshita'; Dialog 3: A: 'Sayounara' - B: 'Sayounara'; Dialog 4: A: 'Oyasuminasai' - B: 'Oyasumi'. Murid menyimpulkan makna keadaan/hubungan perpisahan untuk tiap dialog (kunci acuan: Dialog 1 = perpisahan santai antar-teman yang akan bertemu lagi besok; Dialog 2 = berpamitan pulang lebih dulu kepada rekan/atasan; Dialog 3 = perpisahan resmi/lama saat jam sekolah berakhir; Dialog 4 = ucapan perpisahan saat malam hari/hendak istirahat tidur) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membandingkan hasil simpulan mereka dengan kunci acuan yang dikonfirmasi guru, menandai butir yang sudah tepat dan butir yang masih keliru dianalisis (15 menit).
  • Murid menyimpulkan strategi menyimak yang efektif untuk membedakan ucapan salam berpisah formal vs informal serta berdasarkan waktu dan relasi penutur (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum simpulan pembelajaran tentang variasi salam berpisah dalam bahasa Jepang sesuai keadaan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil pengerjaan latihan menyimak dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, transkrip bantuan berupa kata kunci diberikan setelah pemutaran audio kedua; bagi murid yang mahir, audio diperdengarkan dengan kecepatan alami tanpa transkrip.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak audio yang diputar sebanyak 3 kali per dialog; murid mahir cukup menyimak 1-2 kali.
  • Produk: Seluruh murid menyimpulkan 4 konteks dialog lisan pada lembar kerja sesuai acuan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan diagnostik menyimak 2 ujaran perpisahan lisan: (1) 'Ja, mata ashita', (2) 'Sayounara'. Kunci acuan: (1) perpisahan santai dan bertemu lagi besok; (2) perpisahan selesai pelajaran/sekolah atau jangka panjang.

Proses:

  • Tugas Menyimak 4 Dialog Keadaan Berpisah: Murid menentukan keadaan perpisahan berdasarkan dialog lisan yang didengar. Butir 1: Dialog 'Mata ashita' -> Acuan: berpisah dengan teman dan akan bertemu besok; Butir 2: Dialog 'Osaki ni shitsureeshimasu' -> Acuan: berpamitan pulang lebih dulu kepada rekan/guru; Butir 3: Dialog 'Sayounara' -> Acuan: berpisah resmi saat jam sekolah selesai/perpisahan jangka waktu cukup lama; Butir 4: Dialog 'Oyasuminasai' -> Acuan: salam perpisahan pada malam hari / menjelang tidur.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir uji lisan akhir: Murid menyimpulkan situasi dari rekaman: (1) Rekaman A: 'Osaki ni shitsureeshimasu' (acuan: situasi pamit pulang mendahului orang lain); (2) Rekaman B: 'Oyasuminasai' (acuan: situasi pamit untuk tidur/malam hari).

Formatif:

  • Tes menyimak objektif (menyimpulkan konteks perpisahan dari 4 dialog lisan) pada kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan informasi lisan ucapan salam saat berpisahBelum mampu menyimpulkan informasi lisan ucapan salam saat berpisah (0-1 dari 4 konteks dialog tepat sesuai acuan)Mampu menyimpulkan sebagian kecil informasi lisan ucapan salam saat berpisah (tepat 2 dari 4 konteks dialog sesuai acuan)Mampu menyimpulkan sebagian besar informasi lisan ucapan salam saat berpisah (tepat 3 dari 4 konteks dialog sesuai acuan)Mampu menyimpulkan seluruh informasi lisan ucapan salam saat berpisah dengan tepat dan mandiri (seluruh 4 dari 4 konteks dialog tepat sesuai acuan)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan audio ujaran lisan tentang salam berpisah cukup jelas didengar dan mewakili ragam situasi nyata?
  • Bagian mana dari simpulan konteks perpisahan (formal vs kasual, waktu malam vs pulang duluan) yang paling banyak membingungkan murid?

Murid:

  • Apakah saya dapat membedakan kapan menggunakan 'Ja, mata', 'Osaki ni shitsureeshimasu', dan 'Oyasuminasai' dari teks lisan yang saya dengar?
  • Strategi apa yang paling membantu saya memahami maksud perpisahan saat menyimak ujaran lisan bahasa Jepang?

Pertemuan 3 — Menyimpulkan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dalam Interaksi Sederhana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.2 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan terima kasih dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam khas kelas bahasa Jepang, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimpulkan informasi lisan berupa ucapan terima kasih dalam interaksi lisan sederhana (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memutar 2 klip audio pendek pengenalan: Klip A (percakapan: 'Kore douzo.' - 'Arigatou.') dan Klip B (percakapan: 'Ohayou gozaimasu' - 'Ohayou'). Murid diminta mengangkat kartu penanda simakan: kartu lingkaran jika mendengar ungkapan terima kasih atau kartu silang jika bukan terima kasih (acuan diagnostik: Klip A = kartu lingkaran/terima kasih, Klip B = kartu silang/bukan terima kasih; target kesiapan: murid mampu membedakan ungkapan terima kasih dari salam) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran 4 rekaman audio dialog interaksi sederhana yang memuat ungkapan terima kasih sesuai Buku Guru Yatto Dekita: Audio 1 (A: 'Kore.' - B: 'Arigatou.'), Audio 2 (A: 'Douzo.' - B: 'Sumimasen.' - A: 'Iie.'), Audio 3 (A: 'Kore.' - B: 'Doumo.'), dan Audio 4 (A: 'Minna, arigatou gozaimasu.') (15 menit).
  • Murid bersama guru mencermati makna dan konteks penggunaan setiap ungkapan terima kasih yang diperdengarkan: 'arigatou' (santai/teman akrab), 'sumimasen' (terima kasih bernuansa sungkan/merepotkan atas kebaikan orang lain), 'doumo' (singkat/santai), serta 'arigatou gozaimasu' (formal/sopan/kepada banyak orang) (15 menit).
  • Secara berkesadaran, murid menyimak kembali rekaman secara bergantian lalu mengidentifikasi kata kunci penanda ucapan terima kasih dan respon penerimaan ('iie' = sama-sama/tidak apa-apa) yang muncul dalam teks lisan tersebut (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan menyimak interaktif 'Tebak Kartu Situasi Terima Kasih' secara berpasangan: Guru memutar 4 audio cuplikan situasi interaksi baru secara acak: Audio P (situasi teman sebaya memberi camilan: 'Kore, douzo' - 'Doumo!'), Audio Q (situasi murid dibantu guru mengambil buku: 'Douzo' - 'Sumimasen'), Audio R (situasi ketua kelas berterima kasih kepada semua peserta piket: 'Minna, arigatou gozaimasu!'), dan Audio S (situasi meminjamkan bolpoin ke teman sebaya: 'Hai, douzo' - 'Arigatou'). Murid memilih kartu simpulan situasi yang cocok (acuan pasangan tepat: Audio P = Doumo/santai sebaya; Audio Q = Sumimasen/sungkan kepada yang lebih tua; Audio R = Arigatou gozaimasu/sopan kelompok; Audio S = Arigatou/santai sebaya) (5 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan Menyimak Mandiri berisi 4 butir soal simakan dialog lisan bertema terima kasih untuk menyimpulkan: ungkapan yang diucapkan, tingkat kesopanan/hubungan antarpenutur, dan maksud tuturan: Soal 1 Audio: 'Kore.' - 'Arigatou.' (Acuan: ungkapan 'arigatou', hubungan akrab/teman, maksud berterima kasih atas pemberian); Soal 2 Audio: 'Douzo.' - 'Sumimasen.' (Acuan: ungkapan 'sumimasen', hubungan menghargai bantuan/sungkan, maksud berterima kasih); Soal 3 Audio: 'Kore.' - 'Doumo.' (Acuan: ungkapan 'doumo', hubungan santai/singkat, maksud berterima kasih); Soal 4 Audio: 'Sensei, arigatou gozaimasu.' (Acuan: ungkapan 'arigatou gozaimasu', hubungan sopan/murid ke guru, maksud berterima kasih secara formal) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memeriksa hasil simakan bersama guru, membahas letak ketelitian dalam mengenali nuansa rasa kata 'sumimasen' dan 'doumo' sebagai variasi ungkapan terima kasih dalam budaya tutur Jepang (15 menit).
  • Murid merefleksikan proses menyimaknya dengan menuliskan 1 poin kesadaran baru tentang bagaimana menyimpulkan maksud terima kasih dari intonasi dan pilihan kata penutur lisan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan konsep utama yang telah dipelajari mengenai ragam ungkapan terima kasih dalam bahasa Jepang berdasarkan teks lisan yang diperdengarkan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan cepat: guru memperdengarkan 2 ujaran lisan singkat: Butir 1 ('Sensei, arigatou gozaimasu') dan Butir 2 ('Kore, doumo'), murid menuliskan simpulan jenis hubungan antarpenutur pada lembar keluar/exit slip (acuan kunci: Butir 1 = formal/sopan/murid ke guru; Butir 2 = akrab/santai/sebaya) (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (menyimpulkan permohonan maaf dalam situasi tertentu) dan menutup kelas dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rekaman audio simakan dengan kecepatan normal untuk murid yang telah mahir, serta rekaman audio berkecepatan lebih lambat/terbimbing bagi murid yang memerlukan dukungan pendengaran bertahap.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memperdengarkan rekaman audio hingga 3 kali pengulangan dengan jeda per ujaran; bagi murid yang cepat menangkap, audio hanya diperdengarkan 1-2 kali langsung pada kecepatan wajar.
  • Produk: Pada lembar simakan mandiri, murid yang memerlukan perancah (scaffolding) dapat memilih opsi simpulan bergambar/pilihan ganda terarah, sedangkan murid yang siap dapat langsung menuliskan simpulan hubungan dan ungkapan secara mandiri sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik Simakan Cepat: Murid mendengarkan 2 klip audio pendek (Klip A: 'Kore douzo.' - 'Arigatou.' dan Klip B: 'Ohayou gozaimasu' - 'Ohayou'). Kriteria kesiapan: Murid mampu membedakan tuturan terima kasih dengan menunjukkan kartu lingkaran pada Klip A dan kartu silang pada Klip B (acuan kunci: Klip A = ungkapan terima kasih; Klip B = bukan ungkapan terima kasih/salam temu).

Proses:

  • Tugas Menyimak Terbimbing Lembar Kerja 4 Butir Audio: Mengukur kemampuan menyimpulkan informasi lisan dari 4 teks lisan dialog terima kasih. Acuan kunci jawaban: (1) Audio 'Kore.' - 'Arigatou.' -> simpulan ungkapan: arigatou, konteks: hubungan akrab/teman sebaya; (2) Audio 'Douzo.' - 'Sumimasen.' -> simpulan ungkapan: sumimasen, konteks: rasa terima kasih disertai sungkan; (3) Audio 'Kore.' - 'Doumo.' -> simpulan ungkapan: doumo, konteks: santai/singkat; (4) Audio 'Sensei, arigatou gozaimasu.' -> simpulan ungkapan: arigatou gozaimasu, konteks: sopan/formal kepada guru. Penskoran: setiap butir bernilai 25 poin (total 100 poin), tuntas bila minimal mencapai 75 poin (3 butir tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek Pemahaman Keluar (Exit Slip Simakan): Guru memutar 2 ujaran lisan: Butir 1 ujaran 'Sensei, arigatou gozaimasu' dan Butir 2 ujaran 'Kore, doumo'. Murid menuliskan simpulan konteks kesopanan hubungan penuturnya (acuan kunci: Butir 1 = ragam sopan/formal kepada orang yang dihormati/guru; Butir 2 = ragam akrab/santai antarteman sebaya; target ketercapaian: kedua butir terjawab tepat sesuai konteks).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi bunyi ujaran terima kasih versus salam biasa melalui kartu respon visual.
  • Asesmen proses formatif: observasi ketepatan menyimpulkan ungkapan, penutur, dan situasi terima kasih pada lembar latihan menyimak 4 butir audio.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menyimpulkan ungkapan terima kasih dan konteks hubungan penutur dari teks lisan (Acuan: 4 butir audio latihan: [1] Arigatou - akrab/teman, [2] Sumimasen - sungkan/bantuan, [3] Doumo - santai/singkat, [4] Arigatou gozaimasu - sopan/formal)Menyimpulkan dengan tepat 0-1 dari 4 butir audio teks lisan ucapan terima kasih beserta konteks hubungannya.Menyimpulkan dengan tepat 2 dari 4 butir audio teks lisan ucapan terima kasih beserta konteks hubungannya dengan bimbingan guru.Menyimpulkan dengan tepat 3 dari 4 butir audio teks lisan ucapan terima kasih beserta konteks hubungannya secara mandiri.Menyimpulkan dengan tepat seluruh 4 dari 4 butir audio teks lisan ucapan terima kasih beserta konteks hubungannya secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah audio percakapan terima kasih dapat diperdengarkan dengan jelas dan mudah ditangkap oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari variasi ungkapan terima kasih (seperti penggunaan kata 'sumimasen') yang masih membingungkan murid saat menyimak konteks tuturan?

Murid:

  • Ungkapan terima kasih bahasa Jepang mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu simpulkan saat mendengarkannya?
  • Bagaimana kamu membedakan kapan seseorang mengucapkan terima kasih secara akrab versus secara formal dalam teks lisan yang kamu dengar?

Pertemuan 4 — Menyimpulkan Informasi Lisan Berupa Ucapan Permohonan Maaf dalam Situasi Tertentu — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.2 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan terima kasih dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam khas kelas bahasa Jepang, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang ucapan terima kasih dengan menampilkan gambar kontekstual di kelas: seseorang yang tidak sengaja menumpahkan air di meja temannya, lalu menanyakan apa respons lisan yang tepat dalam situasi tersebut (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik dengan menyimak 2 rekaman audio singkat untuk membedakan ucapan terima kasih dan permohonan maaf: Audio A berbunyi 'Arigatou gozaimasu' dan Audio B berbunyi 'Sumimasen'. Murid menuliskan makna fungsi lisan dari kedua audio tersebut (acuan: Audio A = terima kasih; Audio B = permohonan maaf/permisi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru secara terfokus mengenai variasi ungkapan permohonan maaf dalam bahasa Jepang dan responsnya (Gomen / Gomen nasai, Sumimasen / Sumimasen deshita, Shitsurei shimasu, serta respons penerimaan: Iie / Daijoubu desu) berdasarkan tingkat keakraban situasi (10 menit).
  • Murid menyimak 3 rekaman teks lisan pendek tentang permohonan maaf: Wacana 1 (A: 'Kore, gomen ne!' - B: 'Daijoubu'), Wacana 2 (A: 'Sensei, osoku natte sumimasen.' - B: 'Iie, douzo.'), dan Wacana 3 (A: 'A, shitsurei shimashita.' - B: 'Iie, ki ni shinaide'). Murid mengidentifikasi frasa kunci permohonan maaf dan lawan bicara pada tiap wacana (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas tantangan interaktif yang menggembirakan 'Karuta Simak Situasi', murid bekerja berpasangan mendengarkan 4 klip audio situasi lisan lalu mencocokkan secara cepat lembar kerja/kartu situasi yang tepat: Audio 1 ('Gomen! Wasurechatta') -> Kartu A (meminta maaf karena lupa membawa barang teman sebaya); Audio 2 ('A, ashi o funde sumimasen') -> Kartu B (meminta maaf karena tidak sengaja menginjak kaki orang lain); Audio 3 ('Chikoku shite sumimasen deshita') -> Kartu C (meminta maaf kepada guru karena terlambat); Audio 4 ('Shitsurei shimasu') -> Kartu D (meminta maaf/permisi saat melewati orang yang sedang berbicara) (acuan kunci: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid menyimak wacana dialog lisan komprehensif berisi situasi permohonan maaf di sekolah (antara dua murid yang bertabrakan di lorong dan buku terjatuh) lalu menyimpulkan 4 butir informasi pada Lembar Kerja: (1) siapa yang meminta maaf, (2) penyebab permintaan maaf, (3) ungkapan maaf yang dipakai, dan (4) tanggapan dari lawan bicara (acuan: (1) Kenji; (2) menabrak Sakura hingga bukunya jatuh; (3) 'Sumimasen'; (4) 'Iie, daijoubu') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mendiskusikan hasil kesimpulan wacana lisan, memverifikasi ketepatan butir informasi yang disimpulkan, serta mengevaluasi strategi menyimak yang efektif untuk menangkap konteks dan nada permohonan maaf (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran hari ini mengenai ragam informasi lisan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sesuai situasinya (3 menit).
  • Murid melakukan cek pemahaman akhir singkat: menyimak satu pernyataan audio singkat (Audio: 'Kaban o yogoshite hontou ni sumimasen') dan menuliskan kesimpulan inti informasinya (acuan: permohonan maaf karena mengotori tas) (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 5: Mengomunikasikan salam saat bertemu dan berpisah secara lisan) lalu menutup sesi dengan doa dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan audio dengan kecepatan normal dan rekaman dengan jeda intonasi yang lebih lambat bagi murid yang membutuhkan dukungan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kata kunci transkrip rumpang saat menyimak, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan wacana lisan dengan gangguan suara latar (ambient noise) yang lebih menantang.
  • Produk: Murid menuliskan simpulan berupa formulir isian terstruktur atau paragraf simpulan bebas sesuai tingkat kemandirian menyimak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mendengarkan 2 klip audio rekaman singkat: Audio 1 ('Arigatou gozaimasu') dan Audio 2 ('Sumimasen'). Murid mengidentifikasi fungsi masing-masing tuturan lisan tersebut (acuan kunci: Audio 1 = ungkapan terima kasih; Audio 2 = ungkapan permohonan maaf/permisi).

Proses:

  • Formatif proses melalui Lembar Kerja Menyimak Mandiri: Murid mendengarkan audio percakapan permohonan maaf dan menyimpulkan 4 butir informasi: (1) Tokoh yang meminta maaf (acuan: Kenji), (2) Alasan meminta maaf (acuan: menabrak Sakura hingga bukunya jatuh), (3) Ungkapan maaf yang dipakai (acuan: Sumimasen), dan (4) Respon lawan bicara (acuan: Iie, daijoubu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyimak 1 kalimat tuturan lisan audio: 'Kaban o yogoshite hontou ni sumimasen' lalu menuliskan simpulan inti informasi dari tuturan tersebut (acuan: penutur meminta maaf karena telah mengotori tas lawan bicara).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui identifikasi fungsi lisan dari 2 rekaman audio ucapan.
  • Observasi unjuk kerja menyimak pada lembar pencocokan situasi Karuta Simak Situasi (4 butir).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri menyimpulkan informasi lisan dialog permohonan maaf (4 butir informasi).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan Informasi Lisan Permohonan MaafMenyimpulkan 1 atau belum ada butir informasi lisan yang tepat dari wacana permohonan maaf yang diperdengarkan (kurang dari 2 dari 4 butir acuan).Menyimpulkan 2 dari 4 butir informasi lisan (tokoh, alasan, ungkapan, respon) dengan tepat dari wacana permohonan maaf yang diperdengarkan.Menyimpulkan 3 dari 4 butir informasi lisan (tokoh, alasan, ungkapan, respon) dengan tepat dari wacana permohonan maaf yang diperdengarkan.Menyimpulkan seluruh 4 butir informasi lisan (tokoh Kenji, alasan menabrak Sakura hingga buku jatuh, ungkapan 'Sumimasen', respon 'Iie, daijoubu') dengan tepat dan lengkap secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh rekaman audio dialog permohonan maaf terdengar dengan jelas oleh semua murid di kelas?
  • Bagian wacana lisan mana yang paling banyak disalahpahami oleh murid saat menarik kesimpulan alasan permohonan maaf?

Murid:

  • Petunjuk atau kata kunci apa dalam rekaman audio yang paling membantuku mengetahui bahwa penutur sedang meminta maaf?
  • Apakah aku sudah bisa membedakan situasi pemakaian 'gomen' dan 'sumimasen' berdasarkan apa yang kudengar?

Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Salam saat Bertemu dan Berpisah — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.3 Mengomunikasikan informasi secara lisan berupa ucapan salam, terima kasih, dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid menggunakan salam bahasa Jepang (Ohayou gozaimasu / Konnichiwa), berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu melatih kemampuan mengomunikasikan informasi lisan berupa ucapan salam saat bertemu dan berpisah dalam bahasa Jepang sederhana (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat: guru menyebutkan 2 kondisi waktu/situasi, yaitu (1) bertemu teman di pagi hari dan (2) berpisah dengan guru di kelas setelah jam pelajaran selesai, lalu meminta murid secara acak melafalkan ucapan salam lisan yang sesuai (acuan: (1) Ohayou / Ohayou gozaimasu; (2) Sayounara / Shitsurei shimasu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak permodelan pelafalan lisan dari guru untuk 6 ungkapan salam inti: salam bertemu yaitu (1) Ohayou gozaimasu (pagi), (2) Konnichiwa (siang), (3) Konbanwa (malam); serta salam berpisah yaitu (4) Sayounara (berpisah umum/lama), (5) Ja, mata (sampai jumpa lagi antarteman), dan (6) Oyasuminasai (selamat beristirahat/malam) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran menirukan pelafalan lisan keenam ungkapan salam tersebut secara klasikal dan mandiri untuk memastikan ketepatan pengucapan tiap suku kata sesuai model (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Dalam suasana menggembirakan, murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan lisan 'Kotoba Relay': satu murid menarik 1 dari 4 kartu petunjuk situasi acak lalu murid pasangannya harus langsung mengomunikasikan salam lisan yang tepat secara bergantian. Keempat kartu situasi: Kartu 1: 'Pukul 07.00 bertemu teman di gerbang sekolah' -> salam lisan: Ohayou / Ohayou gozaimasu; Kartu 2: 'Pukul 13.00 bertemu guru di koridor' -> salam lisan: Konnichiwa; Kartu 3: 'Pukul 15.30 jam pulang sekolah berpisah dengan teman' -> salam lisan: Ja, mata / Sayounara; Kartu 4: 'Pukul 21.00 berpisah tidur di asrama/keluarga' -> salam lisan: Oyasuminasai (15 menit).
  • Murid berpasangan mempraktikkan simulasi dialog lisan dua arah secara langsung: saling menyapa saat bertemu berdasarkan waktu dan saling berpamitan saat berpisah berdasarkan situasi nyata di lingkungan sekolah tanpa membaca teks (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling mengecek dan mengonfirmasi ketepatan ujaran lisan salam bertemu dan berpisah yang tadi telah dipraktikkan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ungkapan salam lisan saat bertemu (Ohayou gozaimasu, Konnichiwa, Konbanwa) dan berpisah (Sayounara, Ja mata, Oyasuminasai) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pelafalan lisan murid, melaksanakan cek pemahaman singkat lisan, dan menutup pertemuan dengan salam berpisah bahasa Jepang 'Sayounara, ja mata' (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar jam dan latar tempat untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konteks situasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dialog 2 giliran dengan mitra terbimbing; murid yang mahir mempraktikkan variasi 4 situasi berbeda secara beruntun dengan mitra tanpa jeda.
  • Produk: Seluruh murid mencapai bukti yang sama berupa pengomunikasian informasi lisan ucapan salam bertemu dan berpisah sesuai konteks situasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan singkat di pendahuluan dengan memberikan 2 situasi lisan: (1) bertemu teman di pagi hari (acuan jawaban: Ohayou / Ohayou gozaimasu); (2) berpisah dengan guru di kelas seusai sekolah (acuan jawaban: Sayounara / Shitsurei shimasu).

Proses:

  • Pengamatan performa berbicara lisan murid saat memainkan 'Kotoba Relay' dan simulasi dialog berpasangan untuk 4 kartu situasi: Kartu 1 (pukul 07.00 bertemu teman -> Ohayou / Ohayou gozaimasu); Kartu 2 (pukul 13.00 bertemu guru -> Konnichiwa); Kartu 3 (pukul 15.30 berpisah dengan teman -> Ja, mata / Sayounara); Kartu 4 (pukul 21.00 hendak beristirahat malam -> Oyasuminasai).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru menyebutkan 2 kondisi cepat secara acak kepada murid terpilih: (1) Berpapasan jam 19.00 malam (acuan: Konbanwa); (2) Pamitan tidur malam (acuan: Oyasuminasai), murid melafalkannya secara tepat dan mandiri.

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan berpasangan mengomunikasikan salam saat bertemu dan berpisah berdasarkan kartu situasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengomunikasikan Salam Lisan saat Bertemu Berdasarkan WaktuBelum mampu melafalkan salam lisan saat bertemu dengan tepat meski diberikan bantuan konteks waktu.Mampu melafalkan 1 dari 3 salam lisan saat bertemu (Ohayou gozaimasu, Konnichiwa, Konbanwa) secara tepat sesuai waktu.Mampu melafalkan 2 dari 3 salam lisan saat bertemu (Ohayou gozaimasu, Konnichiwa, Konbanwa) secara tepat sesuai waktu.Mampu mengomunikasikan seluruh 3 salam lisan saat bertemu (Ohayou gozaimasu, Konnichiwa, Konbanwa) secara tepat sesuai waktu secara mandiri.
Ketepatan Mengomunikasikan Salam Lisan saat Berpisah Berdasarkan SituasiBelum mampu melafalkan salam lisan saat berpisah dengan tepat meski diberikan panduan situasi.Mampu melafalkan 1 dari 3 salam lisan saat berpisah (Sayounara, Ja mata, Oyasuminasai) secara tepat sesuai situasi.Mampu melafalkan 2 dari 3 salam lisan saat berpisah (Sayounara, Ja mata, Oyasuminasai) secara tepat sesuai situasi.Mampu mengomunikasikan seluruh 3 salam lisan saat berpisah (Sayounara, Ja mata, Oyasuminasai) secara tepat sesuai situasi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam mengomunikasikan salam secara lisan selama kegiatan berpasangan?
  • Bagian pengucapan salam mana yang masih sering keliru dilafalkan murid saat simulasi situasi?

Murid:

  • Ungkapan salam bertemu atau berpisah mana yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk diucapkan secara langsung?
  • Apakah kamu sudah percaya diri menyapa teman atau guru menggunakan salam bahasa Jepang di sekolah?

Pertemuan 6 — Mengomunikasikan Informasi Lisan Berupa Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.3 Mengomunikasikan informasi secara lisan berupa ucapan salam, terima kasih, dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam pembuka, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan berbicara lisan ucapan terima kasih serta permohonan maaf (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan berpasangan cepat dengan menunjuk beberapa murid untuk melafalkan ungkapan terima kasih atau maaf berdasarkan 2 stimulus situasi lisan dari guru: Situasi A (diberi pinjaman pensil oleh teman sekelas sebaya -> acuan: 'Arigatou' atau 'Arigatou gozaimasu') dan Situasi B (tidak sengaja menabrak teman di koridor -> acuan: 'Sumimasen' atau 'Gomen nasai') (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru mengenai ketepatan pelafalan dan penggunaan lisan ungkapan terima kasih ('Arigatou', 'Arigatou gozaimasu', 'Doumo') beserta responsnya ('Iie' / 'Douitashimashite'), serta ungkapan permohonan maaf ('Sumimasen', 'Gomen nasai') beserta responsnya ('Iie') (15 menit).
  • Murid secara serentak dan bergantian menirukan pelafalan lisan model ujaran dari guru untuk memastikan kejelasan bunyi tiap suku kata ungkapan terima kasih dan maaf (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan interaktif 'Situasi Kilat (Spiido Kaiwa)': murid duduk berpasangan dan mengambil secara bergiliran kartu peran situasi dari 4 kartu yang disediakan guru, lalu langsung saling mengomunikasikan dialog lisan pendek 2 giliran bicara (A: memicu, B: merespons ucapan terima kasih/maaf, A: respons balik). Rincian 4 kartu situasi: (1) Teman meminjamkan penghapus [A: 'Kore, douzo', B: 'Arigatou', A: 'Iie']; (2) Teman membawakan buku yang jatuh [A: 'Kore, douzo', B: 'Doumo arigatou gozaimasu', A: 'Iie']; (3) Tidak sengaja menyenggol meja teman [B: 'Sumimasen', A: 'Iie, daijoubu']; (4) Terlambat mengembalikan bolpoin teman [B: 'Gomen nasai', A: 'Iie'] (25 menit).
  • Setiap pasangan murid melakukan unjuk kerja berbicara lisan di hadapan guru atau bergiliran saling bertukar pasangan untuk mempraktikkan minimal 2 skenario dialog ucapan terima kasih dan permohonan maaf sesuai kartu situasi yang diperoleh secara mandiri (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memberikan umpan balik lisan mengenai ketepatan pemilihan ungkapan terima kasih dan permohonan maaf yang diucapkan selama simulasi dialog (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan lisan dan cek pemahaman singkat terhadap ketepatan penggunaan ungkapan terima kasih dan maaf yang telah dipraktikkan murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda kegiatan pertemuan berikutnya mengenai pembacaan stiker ungkapan multimodal serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan variasi tingkat keformalan (situasi santai sesama teman akrab vs situasi lebih formal kepada ketua kelas/teman sebaya).
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu melafalkan, guru memberikan panduan berupa pengulangan giliran berbicara terbimbing; bagi murid yang mahir, diberikan tantangan berpasangan langsung tanpa membaca teks bantuan pada kartu situasi.
  • Produk: Variasi kompleksitas dialog lisan: murid pemula mengomunikasikan dialog minimal 1 pertukaran ujaran, sedangkan murid mahir mengomunikasikan dialog lisan 2 pertukaran ujaran lengkap dengan variasi respons ucapan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan singkat di pendahuluan: Murid melafalkan ungkapan lisan yang sesuai saat guru memberikan 2 stimulus lisan: Situasi A (menerima pensil pinjaman dari teman -> acuan lisan: 'Arigatou' atau 'Arigatou gozaimasu') dan Situasi B (tidak sengaja menyenggol teman -> acuan lisan: 'Sumimasen' atau 'Gomen nasai').

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja berbicara lisan pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar observasi ketepatan ungkapan lisan pada 4 kartu skenario: Kartu 1 terima kasih meminjamkan penghapus (acuan: 'Arigatou'/'Iie'), Kartu 2 terima kasih membawakan buku (acuan: 'Doumo arigatou gozaimasu'/'Iie'), Kartu 3 maaf menyenggol meja (acuan: 'Sumimasen'/'Iie'), Kartu 4 maaf terlambat mengembalikan bolpoin (acuan: 'Gomen nasai'/'Iie').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 kondisi cepat di kelas, murid secara acak langsung melafalkan responsnya: (1) Kondisi diberi permen oleh teman (acuan: 'Arigatou'), (2) Kondisi menginjak sepatu teman tanpa sengaja (acuan: 'Sumimasen' atau 'Gomen nasai').

Formatif:

  • Unjuk kerja berbicara lisan berpasangan memainkan simulasi peran berdasarkan kartu situasi ucapan terima kasih dan permohonan maaf.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengomunikasikan Ungkapan Terima Kasih secara LisanBelum mampu mengomunikasikan ujaran terima kasih secara lisan atau keliru memilih ungkapan pada seluruh situasi (acuan: 'Arigatou', 'Arigatou gozaimasu', 'Doumo').Mampu mengomunikasikan 1 ujaran terima kasih secara lisan dengan tepat sesuai situasi namun masih memerlukan bantuan stimulus berulang dari guru.Mampu mengomunikasikan 2 variasi ujaran terima kasih secara lisan dengan tepat sesuai situasi yang diberikan (acuan: membedakan penggunaan santai 'Arigatou' dan formal 'Arigatou gozaimasu') secara mandiri.Mampu mengomunikasikan seluruh variasi ujaran terima kasih secara lisan (acuan: 'Arigatou', 'Arigatou gozaimasu', 'Doumo') dan responsnya ('Iie' / 'Douitashimashite') secara tepat dan konsisten pada setiap situasi tanpa bantuan.
Ketepatan Mengomunikasikan Ungkapan Permohonan Maaf secara LisanBelum mampu mengomunikasikan ujaran permohonan maaf secara lisan atau keliru memilih ungkapan pada seluruh situasi (acuan: 'Sumimasen', 'Gomen nasai').Mampu mengomunikasikan 1 ujaran permohonan maaf secara lisan dengan tepat sesuai situasi namun dengan jeda ragu atau memerlukan bimbingan guru.Mampu mengomunikasikan 2 variasi ujaran permohonan maaf secara lisan dengan tepat sesuai konteks situasi yang diberikan (acuan: 'Sumimasen' dan 'Gomen nasai') secara mandiri.Mampu mengomunikasikan seluruh variasi ujaran permohonan maaf secara lisan (acuan: 'Sumimasen', 'Gomen nasai') beserta respons terhadap permohonan maaf ('Iie') secara tepat, lancar, dan konsisten pada berbagai situasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas interaktif simulasi berpasangan cukup memfasilitasi seluruh murid untuk aktif berbicara lisan?
  • Bagian ungkapan mana yang paling sering tertukar atau keliru diujarkan oleh murid dalam situasi simulasi?

Murid:

  • Apakah kamu sudah dapat membedakan kapan menggunakan ucapan 'arigatou gozaimasu' dan 'arigatou' saat berbicara secara langsung?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat mengujarkan permohonan maaf 'sumimasen' atau 'gomen nasai' dalam interaksi berpasangan hari ini?

Pertemuan 7 — Menyimpulkan Informasi Berupa Ungkapan pada Stiker Multimodal Berbahasa Jepang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.4 Menyimpulkan teks tentang informasi berupa ungkapan dalam stiker multimodal berbahasa Jepang sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam pembuka, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas dalam suasana berkesadaran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni membaca dan menyimpulkan informasi teks ungkapan pada stiker multimodal berbahasa Jepang beserta kaitannya dengan situasi interaksi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mendiagnosis kesiapan membaca 3 ungkapan teks stiker dasar melalui tayangan kartu kilas: (1) はい (hai), (2) わかりました (wakarimashita), (3) おつかれさま (otsukaresama) beserta pemaknaan fungsinya (acuan: (1) hai = ungkapan persetujuan/mengiyakan, (2) wakarimashita = ungkapan paham/mengerti informasi yang disimak, (3) otsukaresama = apresiasi/terima kasih atas kerja keras setelah menyelesaikan aktivitas bersama) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bahan ajar berupa 4 sampel stiker multimodal (teks tulisan kana dan ilustrasi visual karakter): Stiker 1 memuat teks おはよう (ohayou) dengan ilustrasi karakter membuka tirai pagi hari; Stiker 2 memuat teks ありがとう (arigatou) dengan ilustrasi karakter membungkuk tersenyum menerima bingkisan; Stiker 3 memuat teks ごめんなさい (gomennasai) dengan ilustrasi karakter menunduk sedih dan berkeringat dingin; Stiker 4 memuat teks おつかれさま (otsukaresama) dengan ilustrasi karakter mengelap dahi tersenyum puas setelah selesai belajar kelompok (15 menit).
  • Murid secara mandiri dan terbimbing menguraikan makna harfiah teks serta menghubungkan elemen visual (ekspresi wajah, gestur, latar belakang) untuk menyimpulkan pesan inti dari masing-masing stiker (acuan simpulan pesan: Stiker 1 = salam perjumpaan pagi hari antarteman sebaya; Stiker 2 = ungkapan rasa terima kasih atas bantuan/kebaikan; Stiker 3 = permohonan maaf atas kekeliruan; Stiker 4 = apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja bersama setelah menyelesaikan suatu kegiatan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan cepat 'Tebak Konteks Stiker' (Sticker Context Challenge): guru menayangkan 4 stiker multimodal baru, lalu setiap murid mengangkat kartu kode situasi (A/B/C/D) yang paling tepat merepresentasikan simpulan isi stiker secara kompetitif dan menyenangkan (Bahan 4 stiker tantangan: Stiker A [teks: じゃあね (jaane) + karakter melambaikan tangan hendak melangkah pulang]; Stiker B [teks: わかりました (wakarimashita) + karakter mengangguk tegas membawa buku catatan]; Stiker C [teks: こんにちは (konnichiwa) + karakter menyapa ceria di bawah terik matahari siang]; Stiker D [teks: すみません (sumimasen) + karakter menunduk sedikit meminta izin lewat]. Acuan kunci: Stiker A = situasi berpisah informal antarteman; Stiker B = situasi memahami instruksi guru/teman; Stiker C = situasi salam bertemu di siang hari; Stiker D = situasi meminta maaf/permisi) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Membaca Multimodal secara mandiri untuk menyimpulkan teks dan situasi penggunaan 5 stiker multimodal: (1) Stiker teks はい (hai) + jempol ke atas; (2) Stiker teks さようなら (sayounara) + melambai ransel sekolah; (3) Stiker teks どうもありがとうございます (doumo arigatou gozaimasu) + membungkuk hormat; (4) Stiker teks おやすみなさい (oyasuminasai) + berselimut di kasur berlatar bulan; (5) Stiker teks おつかれさまでした (otsukaresama deshita) + tim merapikan meja rapat (acuan kunci pengerjaan: 1 = menyetujui ajakan/konfirmasi; 2 = berpisah formal selesai jam sekolah; 3 = berterima kasih secara sopan; 4 = salam istirahat malam/tidur; 5 = apresiasi selesai kegiatan bersama secara sopan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan simpulannya bersama panduan guru, mengenali bagian teks atau elemen ilustrasi stiker yang paling membantu menentukan konteks secara akurat, serta mengidentifikasi ungkapan kana mana yang masih perlu dicermati ulang (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan materi membaca teks stiker multimodal yang telah dibahas bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir secara lisan/singkat terhadap 2 butir uji simpulan konteks: (1) Kapan stiker bertuliskan わかりました (wakarimashita) tepat dikirimkan? (acuan: saat sudah mengerti instruksi/informasi yang diterima); (2) Kapan stiker bertuliskan おつかれさま (otsukaresama) tepat dikirimkan? (acuan: saat selesai melakukan kegiatan/kerja kelompok bersama teman) (2 menit). />

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang masih membutuhkan bimbingan disediakan glosarium teks kana berhuruf romaji pembantu di sudut lembar visual; bagi murid yang sudah mahir disediakan sampel stiker ragam bahasa halus/sopan tanpa bantuan romaji (mis. わかりました, おつかれさまでした).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapat perancah identifikasi petunjuk visual terlebih dahulu sebelum membaca teks tulisan, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menganalisis keselarasan paduan teks dan konteks situasinya secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mencapai target membaca dan menyimpulkan lembar kerja yang sama; murid yang cepat menganalisis 2 butir stiker tantangan tambahan pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik membaca 3 kartu ungkapan teks stiker di awal sesi: (1) はい (hai) -> acuan: tanda mengiyakan/menyetujui; (2) わかりました (wakarimashita) -> acuan: tanda paham/mengerti setelah menyimak informasi; (3) おつかれさま (otsukaresama) -> acuan: ucapan terima kasih/apresiasi atas kerja sama setelah selesai beraktivitas bersama.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan simpulan murid pada Lembar Kerja Membaca Multimodal berisi 5 butir stiker (target minimal 4 dari 5 butir tepat sesuai acuan kunci: (1) はい = menyetujui ajakan/konfirmasi; (2) さようなら = berpisah formal/selesai sekolah; (3) どうもありがとうございます = berterima kasih sopan; (4) おやすみなさい = salam berpisah istirahat malam; (5) おつかれさまでした = apresiasi selesai kegiatan bersama secara sopan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi terhadap 2 pertanyaan uji simpulan: (1) Kapan stiker bertuliskan わかりました tepat dikirimkan? (acuan: saat telah memahami pesan/instruksi yang diterima); (2) Kapan stiker bertuliskan おつかれさま tepat dikirimkan? (acuan: saat selesai belajar/bekerja bersama untuk mengapresiasi rekan).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik membaca 3 ungkapan teks stiker pada tahap pendahuluan.
  • Asesmen Proses: Observasi keaktifan dan ketepatan respons pada permainan tantangan stiker serta penilaian kinerja membaca lembar kerja multimodal mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menyimpulkan informasi teks ungkapan dan konteks situasi pada stiker multimodalTepat menyimpulkan informasi teks dan konteks situasi pada paling banyak 1 dari 5 stiker acuan pada lembar kerja mandiri.Tepat menyimpulkan informasi teks dan konteks situasi pada 2 sampai 3 dari 5 stiker acuan pada lembar kerja mandiri.Tepat menyimpulkan informasi teks dan konteks situasi pada 4 dari 5 stiker acuan pada lembar kerja mandiri.Tepat menyimpulkan informasi teks dan konteks situasi pada seluruh 5 stiker acuan pada lembar kerja mandiri secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media stiker multimodal efektif memotivasi murid dalam melatih keterampilan membaca dan menyimpulkan teks bahasa Jepang?
  • Bagian teks ungkapan atau elemen multimodal mana yang masih kerap disalahartikan oleh murid selama proses membaca?

Murid:

  • Petunjuk apa pada stiker (tulisan kana atau gambar ekspresi karakter) yang paling memudahkanmu menyimpulkan maksud stiker tersebut?
  • Ungkapan stiker bahasa Jepang mana yang paling ingin kamu gunakan dalam percakapan pesan daring sehari-hari?

Pertemuan 8 — Menyusun Teks Multimodal Berupa Stiker Ungkapan dalam Bahasa Jepang — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.5 Menyusun teks multimodal tentang informasi sederhana secara tertulis berupa stiker ungkapan dalam bahasa Jepang

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun teks multimodal berupa stiker ungkapan bahasa Jepang yang memadukan tulisan dan ilustrasi visual (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menuliskan pada secarik kertas ungkapan bahasa Jepang yang tepat untuk 2 situasi pesan tertulis, yaitu (1) membalas persetujuan singkat dan (2) menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama setelah tugas kelompok selesai (acuan jawaban benar: (1) はい atau わかりました; (2) おつかれさま atau ありがとう) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati 3 contoh model teks multimodal stiker sederhana di layar/papan tulis: Model A (tulisan はい dengan ilustrasi karakter tersenyum mengacungkan jempol tanda setuju), Model B (tulisan わかりました dengan ilustrasi karakter mengangguk paham), dan Model C (tulisan おつかれさま dengan ilustrasi karakter membungkuk mengusap peluh tanda selesai kerja kelompok) (10 menit).
  • Murid secara mandiri memilih minimal 2 ungkapan tertulis bahasa Jepang dari daftar acuan materi Bab 1 yang akan diwujudkan menjadi stiker: ありがとう / ありがとうございます (terima kasih), ごめんなさい / すみません (maaf), はい / わかりました (setuju/paham), おつかれさま (terima kasih atas kerja samanya), atau おはよう / さようなら (salam bertemu/berpisah) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid merancang dan menyusun draf teks multimodal stiker (pilihan media: menggunakan gawai/aplikasi pembuat stiker digital atau menggambar langsung pada kartu kertas stiker) dengan memadukan unsur visual/karakter ekspresif dan teks tulisan bahasa Jepang yang tepat hurufnya (romaji atau kana) (20 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan 'Sticker Creation Challenge', murid menyelesaikan minimal 2 karya stiker ungkapan bahasa Jepang yang utuh, memastikan tulisan terbaca jelas dan karakter visual mendukung pesan ungkapan secara tepat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menempelkan karya stiker kertas pada papan galeri kelas atau membagikan file stiker digital ke grup kelas untuk saling mencocokkan keterbacaan teks dan kesesuaian ilustrasinya (10 menit).
  • Murid memeriksa kesesuaian karya sendiri terhadap kriteria multimodal: ketepatan penulisan teks ungkapan dan keselarasan makna gambar yang dibuat (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai keterpaduan unsur teks dan visual dalam teks multimodal stiker ungkapan bahasa Jepang (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kreativitas dan ketepatan teks tulisan pada stiker yang telah disusun murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan informasi pertemuan berikutnya berupa asesmen sumatif bab dan menutup kelas dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan contoh bentuk karakter ekspresif dan kartu model teks ungkapan terstandar (はい, わかりました, ありがとう, おつかれさま). Bagi murid yang telah mahir, disediakan pilihan ungkapan yang lebih beragam dari seluruh materi bab.
  • Proses: Penyusunan stiker dapat memanfaatkan media gawai (aplikasi stiker digital) atau media luring (kertas karton stiker/buku gambar) secara inklusif sesuai ketersediaan sarana murid.
  • Produk: Murid menghasilkan minimal 2 stiker ungkapan multimodal; murid yang menyusun lebih cepat dan mandiri dapat membuat hingga 3-4 variasi stiker dengan karakter visual yang berbeda.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tulis singkat (diagnostik kesiapan menulis ungkapan) dengan 2 butir situasi: (1) Tuliskan ungkapan singkat persetujuan dalam bahasa Jepang (acuan jawaban: はい / わかりました); (2) Tuliskan ungkapan apresiasi saat selesai kerja kelompok bersama (acuan jawaban: おつかれさま / ありがとう).

Proses:

  • Lembar observasi penyusunan teks multimodal selama kegiatan inti Mengaplikasi: mengamati ketepatan penulisan teks huruf/romaji pada stiker dan keselarasan makna ilustrasi visual yang digambar/dibuat murid.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk akhir 2 karya stiker ungkapan bahasa Jepang berdasarkan ketepatan tulisan teks (sesuai acuan kata: ありがとう, すみません, はい, わかりました, おつかれさま, おはよう, さようなら) dan kesesuaian ilustrasi visual penyerta.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja produk teks multimodal: memeriksa ketepatan penulisan teks ungkapan bahasa Jepang dan kesesuaian ilustrasi visual pada minimal 2 stiker karya murid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterpaduan Teks Multimodal (Teks Tulisan dan Ilustrasi Visual Stiker)Menyusun kurang dari 2 stiker, penulisan teks ungkapan bahasa Jepang belum tepat dan ilustrasi visual belum selaras dengan makna ungkapan secara mandiri.Menyusun 2 stiker dengan bimbingan, terdapat kekeliruan pada penulisan huruf teks ungkapan bahasa Jepang, atau ilustrasi visual belum sepenuhnya selaras dengan makna ungkapan.Menyusun minimal 2 stiker secara tepat dan mandiri, memadukan teks tulisan bahasa Jepang yang tepat hurufnya dengan ilustrasi visual yang selaras makna ungkapannya.Menyusun lebih dari 2 stiker secara mandiri dengan variasi karakter visual yang ekspresif serta penulisan seluruh teks tulisan bahasa Jepang tepat tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penyusunan stiker (digital maupun manual) mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana keterpaduan unsur teks tertulis bahasa Jepang dan ilustrasi visual yang dihasilkan murid?

Murid:

  • Apakah stiker yang saya buat sudah dapat menyampaikan ungkapan bahasa Jepang dengan jelas melalui teks dan gambarnya?
  • Bagian mana dari pembuatan teks multimodal stiker ini yang paling menantang dan menyenangkan bagi saya?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.1.1 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan salam saat bertemu dan berpisah dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.1.2 Menyimpulkan teks tentang informasi lisan berupa ucapan terima kasih dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.1.3 Mengomunikasikan informasi secara lisan berupa ucapan salam, terima kasih, dan permohonan maaf dalam bahasa Jepang sederhana
  • TP 11.1.4 Menyimpulkan teks tentang informasi berupa ungkapan dalam stiker multimodal berbahasa Jepang sederhana
  • TP 11.1.5 Menyusun teks multimodal tentang informasi sederhana secara tertulis berupa stiker ungkapan dalam bahasa Jepang

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, serta membagikan Lembar Asesmen Sumatif Bab 1 (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1 yang mencakup tiga bagian tugas terstruktur: Tes Menyimak-Membaca Multimodal (25 menit), Unjuk Kerja Dialog Berpasangan (35 menit), dan Pembuatan Stiker Multimodal (25 menit) dengan menjaga integritas dan ketenangan kelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengerjaan bagian 1 (menyimak 4 butir audio dan membaca 2 stiker stimulus), bagian 2 (aturan giliran bermain peran dialog sesuai kartu situasi), serta bagian 3 (penulisan teks stiker dan ilustrasinya) secara berkesadaran dan mandiri (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Menyimak-Membaca Multimodal secara mandiri saat audio diputar serentak sebanyak 2 kali per nomor, lalu menuliskan simpulannya pada lembar tes. Butir Soal dan Kunci Acuan: (1) Audio 1 tuturan 'Ohayou gozaimasu' -> Kunci: Salam temu pagi hari di sekolah; Pilihan pengalih: salam siang (Konnichiwa), salam malam (Konbanwa). (2) Audio 2 tuturan 'Ja, mata ashita' -> Kunci: Salam perpisahan sampai jumpa besok; Pilihan pengalih: salam sebelum tidur (Oyasuminasai), perpisahan lama (Sayounara). (3) Audio 3 tuturan 'Arigatou gozaimasu' dibalas 'Iie, douitashimashite' -> Kunci: Ungkapan terima kasih dan balasannya; Pilihan pengalih: permohonan maaf (Sumimasen), izin pulang (Osaki ni shitsureishimasu). (4) Audio 4 tuturan 'Gomen nasai' dibalas 'Daijoubu desu yo' -> Kunci: Permohonan maaf atas kekhilafan dan respons memaafkan; Pilihan pengalih: ucapan terima kasih, sapaan kabar. (5) Stimulus Gambar Stiker A bergambar jam 12.00 bertuliskan こんにちは -> Kunci: Salam temu siang hari (Konnichiwa); Pilihan pengalih: salam malam, terima kasih. (6) Stimulus Gambar Stiker B bergambar kucing membungkuk meminta maaf bertuliskan すみません -> Kunci: Permohonan maaf/permisi (Sumimasen); Pilihan pengalih: ucapan selamat tidur, ucapan sampai jumpa (20 menit).
  • Murid melaksanakan Tugas 2: Unjuk Kerja Dialog Berpasangan secara bergiliran (14 pasang murid @ 2,5 menit) di meja guru sesuai kartu situasi acak yang dibagikan, sementara murid lain yang menunggu giliran mulai mempersiapkan draf visual stiker di meja masing-masing secara tertib. Daftar 4 Kartu Situasi Dialog: Kartu 1: Bertemu teman pukul 07.00 pagi di gerbang sekolah dan berpisah saat masuk kelas masing-masing (Acuan tuturan: 'Ohayou' / 'Ohayou gozaimasu' dan 'Mata ne' / 'Ja, mata'). Kartu 2: Bertemu guru di koridor pukul 13.00 siang dan berpisah saat guru menuju ruang guru (Acuan tuturan: 'Konnichiwa, sensei' dan 'Sayounara' / 'Shitsureishimasu'). Kartu 3: Meminjam pensil lalu mengembalikannya kepada teman sambil mengucapkan terima kasih (Acuan tuturan: 'Arigatou' / 'Arigatou gozaimasu' dan balasan 'Iie' / 'Douitashimashite'). Kartu 4: Menabrak bahu teman saat berjalan terburu-buru dan meminta maaf (Acuan tuturan: 'Gomen nasai' / 'Sumimasen' dan balasan 'Daijoubu' / 'Iie, daijoubu desu') (35 menit).
  • Murid secara serentak menuntaskan Tugas 3: Pembuatan Produk Stiker Multimodal pada lembar format stiker berukuran 10x10 cm, menuliskan teks beraksara Jepang (Hiragana/Katakana) berupa salah satu ungkapan salam/terima kasih/maaf yang dipilih dan menggambar ilustrasi karakter/situasi yang selaras dengan teks tersebut (Acuan pilihan ungkapan: こんにちは [Konnichiwa], おはよう [Ohayou], ありがとう [Arigatou], すみません [Sumimasen], さようなら [Sayounara], atau ごめんなさい [Gomennasai]) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kelengkapan identitas pada seluruh lembar kerja dan mengumpulkan ketiga artefak asesmen sumatif (lembar tes menyimak-membaca, lembar penilaian unjuk kerja dialog, dan lembar produk stiker) secara teratur ke meja guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap ketertiban, kemandirian, dan kesungguhan murid selama pelaksanaan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 1 (3 menit).
  • Guru bersama murid merefleksikan capaian belajar selama Bab 1 'Memulai Komunikasi' dan menyampaikan agenda bab berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam perpisahan dalam bahasa Jepang: 'Mina-san, sayounara' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk tertulis disajikan dengan instruksi yang jelas dan volume audio menyimak diatur agar terdengar jelas oleh seluruh posisi duduk murid tanpa mengubah butir stimulus maupun kunci acuan.
  • Proses: Akomodasi waktu giliran: pasangan dialog dipanggil sesuai urutan kesiapan presensi; murid yang menunggu giliran mengerjakan draf produk stiker secara hening tanpa mengubah durasi performa dialog (2,5 menit per pasang).
  • Produk: Akomodasi format media stiker: murid dapat menggambar manual pada lembar kertas kerja stiker yang dibagikan atau menggunakan gawai bila tersedia, dengan kriteria penilaian aksara dan keselarasan teks-gambar yang tetap setara sesuai rubrik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan administrasi dan kejelasan pendengaran stimulus audio sebelum tes dimulai melalui uji coba cek suara 5 detik (acuan: seluruh murid mengonfirmasi audio terdengar jelas tanpa kendala teknis).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketertiban pengerjaan mandiri selama tes menyimak-membaca, unjuk kerja dialog berpasangan, dan pembuatan karya stiker berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes menyimak-membaca lisan/multimodal serentak, unjuk kerja dialog berpasangan, dan pembuatan karya stiker multimodal: lembar simpulan simakan audio dan analisis stiker, rekaman performa dialog salam-terima kasih-maaf berpasangan, serta artefak stiker multimodal beraksara Jepang
  • tes respons tertulis serentak (menyimak audio dan membaca multimodal): lembar jawaban berisi simpulan situasi salam temu/pisah, ungkapan terima kasih/maaf dari tuturan audio yang diputar serentak di kelas, serta simpulan makna dan konteks ungkapan pada stimulus gambar stiker beraksara Jepang (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
  • unjuk kerja bermain peran berpasangan: kinerja dialog lisan terstruktur berpasangan (14 pasang murid @ 2,5 menit = 35 menit) yang mengomunikasikan salam temu/pisah, terima kasih, dan permohonan maaf sesuai kartu situasi (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran, ketepatan ungkapan, dan kesesuaian konteks)
  • penugasan produk multimodal serentak: karya stiker multimodal sederhana berisi teks ungkapan salam/sapaan/maaf beraksara Jepang disertai elemen visual/ilustrasi konteks yang dibuat seluruh murid secara serentak (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk multimodal (kebenaran tulisan aksara, keselarasan teks-gambar))

Sumatif:

  • kombinasi tes menyimak-membaca lisan/multimodal serentak, unjuk kerja dialog berpasangan, dan pembuatan karya stiker multimodal: lembar simpulan simakan audio dan analisis stiker, rekaman performa dialog salam-terima kasih-maaf berpasangan, serta artefak stiker multimodal beraksara Jepang
  • tes respons tertulis serentak (menyimak audio dan membaca multimodal): lembar jawaban berisi simpulan situasi salam temu/pisah, ungkapan terima kasih/maaf dari tuturan audio yang diputar serentak di kelas, serta simpulan makna dan konteks ungkapan pada stimulus gambar stiker beraksara Jepang (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
  • unjuk kerja bermain peran berpasangan: kinerja dialog lisan terstruktur berpasangan (14 pasang murid @ 2,5 menit = 35 menit) yang mengomunikasikan salam temu/pisah, terima kasih, dan permohonan maaf sesuai kartu situasi (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran, ketepatan ungkapan, dan kesesuaian konteks)
  • penugasan produk multimodal serentak: karya stiker multimodal sederhana berisi teks ungkapan salam/sapaan/maaf beraksara Jepang disertai elemen visual/ilustrasi konteks yang dibuat seluruh murid secara serentak (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk multimodal (kebenaran tulisan aksara, keselarasan teks-gambar))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan Teks Informasi Lisan dan Multimodal (TP 1, TP 2, TP 4)Menyimpulkan dengan tepat 1-2 butir dari total 6 butir stimulus (Audio 1, Audio 2, Audio 3, Audio 4, Stiker A, Stiker B) atau memilih lebih dari 3 pilihan pengalih.Menyimpulkan dengan tepat 3-4 butir dari total 6 butir stimulus sesuai kunci acuan dan memilih 2 pilihan pengalih.Menyimpulkan dengan tepat 5 dari total 6 butir stimulus sesuai kunci acuan dan maksimal memilih 1 pilihan pengalih.Menyimpulkan dengan tepat seluruh 6 butir stimulus sesuai kunci acuan (Audio 1, Audio 2, Audio 3, Audio 4, Stiker A, Stiker B) tanpa memilih satu pun opsi pengalih secara mandiri.
Mengomunikasikan Informasi Lisan Salam, Terima Kasih, dan Maaf (TP 3)Mengomunikasikan ungkapan lisan dengan banyak jeda ragu dan tuturan belum sesuai konteks kartu situasi yang diperoleh.Mengomunikasikan ungkapan lisan sesuai kartu situasi namun terdapat kekeliruan pengucapan pada respons lawan bicara sehingga makna belum sepenuhnya tepat.Mengomunikasikan ungkapan lisan secara lancar dan tepat sesuai konteks kartu situasi (salam temu/pisah, terima kasih, atau permohonan maaf) dengan respons yang berterima.Mengomunikasikan seluruh ungkapan lisan secara sangat lancar, tepat konteks, dan intonasi alami sesuai kartu situasi tanpa keraguan.
Menyusun Teks Multimodal Stiker Ungkapan (TP 5)Menyusun teks stiker dengan kesalahan penulisan aksara Jepang dan ilustrasi visual tidak selaras dengan makna ungkapan.Menyusun teks stiker dengan 1-2 kesalahan goresan aksara Jepang dan ilustrasi visual cukup mencerminkan makna ungkapan.Menyusun teks stiker dengan penulisan aksara Jepang yang tepat (pilihan: こんにちは, おはよう, ありがとう, すみません, さようなら, atau ごめんなさい) dan ilustrasi visual selaras dengan makna ungkapan.Menyusun teks stiker dengan penulisan aksara Jepang yang sempurna, rapi, serta ilustrasi visual sangat kreatif dan selaras sempurna dengan konteks penggunaan ungkapan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 90 menit efektif memfasilitasi ketiga tugas asesmen sumatif (tes tertulis multimodal, unjuk kerja dialog, dan karya stiker)?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid secara keseluruhan terhadap 5 Tujuan Pembelajaran pada Bab 1 'Memulai Komunikasi' berdasarkan data hasil asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (menyimak audio, membaca stiker, berdialog lisan, atau menggambar stiker) yang paling menunjukkan kemampuanku dalam berbahasa Jepang?
  • Ungkapan bahasa Jepang apa yang paling sering ingin aku gunakan dalam interaksi nyata sehari-hari setelah menyelesaikan bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
  2. Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI Bab 1
  3. Kumpulan berkas audio percakapan salam temu Bab 1 (Audio 1.1 - 1.4)
  4. Perangkat pemutar audio dan kartu pilihan waktu (Pagi, Siang, Malam)
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022, Bab 1 Subbab 2 'Ucapan Salam Saat Berpisah')
  6. Buku Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI
  7. Audio rekaman penutur asli ucapan salam berpisah (Audio 1.5 dan naskah audio terkait)
  8. Lembar Kerja Siswa Menyimak Konteks Perpisahan
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022), Bab 1 Halaman 39-42
  10. Rekaman Audio Pembelajaran Bahasa Jepang SMA Kelas XI Bab 1 (Audio 1.9, 1.10, 1.11, 1.12)
  11. Perangkat pemutar audio/pengeras suara dan Lembar Kerja Menyimak Interaksi Sederhana
  12. Buku Panduan Guru & Buku Siswa Bahasa Jepang SMA Kelas XI: Yatto Dekita (Kemendikbudristek)
  13. File audio percakapan Bab 1 (Audio ungkapan permohonan maaf dan respon)
  14. Lembar Kerja Murid (LKPD) Menyimak Permohonan Maaf
  15. Kartu situasi lisan 'Karuta Simak Situasi'
  16. Buku Siswa Bahasa Jepang Kelas XI
  17. Set kartu petunjuk situasi salam lisan (pagi, siang, malam, berpisah)
  18. Audio permodelan penutur asli untuk persalaman bahasa Jepang
  19. Kartu Skenario Peran 'Spiido Kaiwa' (4 set situasi terima kasih dan minta maaf)
  20. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita untuk SMA/MA Kelas XI (Bab 1: Memulai Komunikasi, Bagian 2: Bacalah! dan 3: Pahamilah!)
  21. Buku Teks Siswa Bahasa Jepang: Yatto Dekita Kelas XI
  22. Kartu peraga stiker multimodal (ilustrasi visual karakter dan teks tulisan kana)
  23. Proyektor/LCD atau lembar cetak sampel stiker multimodal
  24. Buku Panduan Guru Bahasa Jepang: Yatto Dekita SMA/MA Kelas XI (Bab 1: Memulai Komunikasi)
  25. Contoh lembar teks multimodal stiker ungkapan (gambar ilustrasi dan teks bahasa Jepang)
  26. Aplikasi pembuat stiker pada gawai atau kertas label/karton stiker dan pensil warna/spidol
  27. Rekaman audio simakan nomor 1 s.d. 4
  28. Lembar Asesmen Sumatif Bab 1 (soal menyimak, soal membaca multimodal stiker, kartu situasi bermain peran dialog, dan format kertas karya stiker)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.