Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 9: Berbicara dan Berdiskusi: Cara Menjaga Keamanan Diri di Dunia Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 9 dengan topik "Berbicara dan Berdiskusi: Cara Menjaga Keamanan Diri di Dunia Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 9: Berbicara dan Berdiskusi: Cara Menjaga Keamanan Diri di Dunia Digital

Bahasa Inggris - Kelas 9

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Berbicara dan Berdiskusi: Cara Menjaga Keamanan Diri di Dunia Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBerbicara dan Berdiskusi: Cara Menjaga Keamanan Diri di Dunia Digital
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan diskusi kelompok tentang pengalaman dan pendapat mereka terkait keamanan bermedia sosial, murid dapat mengungkapkan gagasan dan pendapat menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dalam bahasa Inggris secara lisan
  2. Melalui kegiatan berbicara, murid dapat menyampaikan saran cara menjaga keamanan informasi pribadi di internet menggunakan ungkapan imperatif dengan always dan never secara tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Have you ever experienced something unsafe or uncomfortable when using social media? What happened?
  2. What kind of personal information do you think is safe to share online? What should we never share?
  3. If your friend wants to share their phone number on Instagram, what advice would you give them?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa, kemudian mengecek kehadiran murid
  • Guru menayangkan gambar atau video pendek tentang kasus kejahatan digital (contoh: identity theft, phishing) untuk membangun konteks
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'What do you know about staying safe online?' dan meminta 3-4 murid berbagi pengalaman singkat dalam bahasa Inggris
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan belajar mengungkapkan pendapat tentang keamanan digital dan memberikan saran menggunakan always dan never
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan memberikan worksheet berisi kosakata terkait digital safety (attachments, identity theft, malware, phishing, verify, private information)
  • Setiap kelompok mendiskusikan makna kosakata tersebut dan mencari contoh penggunaan dalam konteks keamanan digital. Guru berkeliling untuk memfasilitasi dan memastikan semua anggota terlibat
  • Guru menjelaskan penggunaan always dan never dalam kalimat imperatif dengan contoh konkret: 'Always verify someone's identity', 'Never share your password', 'Always keep your personal information private'
  • Murid mengidentifikasi pola struktur kalimat: always/never + verb (base form) + object/complement
  • Guru memberikan latihan guided practice: murid melengkapi kalimat imperatif dengan always atau never (berdasarkan Worksheet 5.16) secara berpasangan, kemudian membahas jawaban bersama

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok diberi kartu skenario berisi situasi keamanan digital yang berbeda (contoh: 'Your friend asks for your email password', 'You receive a suspicious link from unknown sender', 'Someone asks your home address in online game')
  • Kelompok berdiskusi dalam bahasa Inggris untuk: (1) mengidentifikasi risiko dalam skenario, (2) mengungkapkan pendapat mereka tentang situasi tersebut menggunakan kalimat sederhana dan majemuk, (3) merumuskan 3-5 saran keamanan menggunakan always dan never
  • Guru berkeliling untuk mengobservasi, memberikan scaffolding bahasa jika diperlukan, dan mencatat kemampuan murid dalam menggunakan kalimat imperatif dan mengungkapkan pendapat
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan, mencatat, dan memberikan pertanyaan atau tambahan saran
  • Guru memberikan feedback konstruktif terhadap penggunaan bahasa, struktur kalimat, dan ketepatan saran yang diberikan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individual menuliskan refleksi singkat dalam bahasa Inggris atau Indonesia tentang: (1) satu hal baru yang mereka pelajari tentang keamanan digital, (2) satu saran keamanan yang akan mereka terapkan mulai hari ini, (3) bagaimana perasaan mereka saat berdiskusi dan berbicara dalam bahasa Inggris
  • Guru meminta 3-4 murid secara sukarela berbagi refleksi mereka dengan kelas
  • Guru menghubungkan pembelajaran hari ini dengan kehidupan nyata: pentingnya menjaga keamanan digital sebagai bentuk kemandirian dan tanggung jawab pribadi
  • Murid mengisi lembar refleksi suasana dengan memilih emoji yang merepresentasikan pengalaman belajar mereka dan memberikan skor pemahaman konsep (skala 1-5)

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: (1) cara mengungkapkan pendapat tentang keamanan digital dalam bahasa Inggris, (2) penggunaan always dan never dalam memberikan saran
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid secara individu menyampaikan 2 saran keamanan digital menggunakan always/never (oral assessment)
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap partisipasi dan pencapaian murid
  • Guru menugaskan murid untuk membuat poster digital berisi 5 tips keamanan digital menggunakan always dan never (untuk pertemuan berikutnya)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, guru menyediakan word bank berisi kosakata dan frasa yang dapat digunakan. Untuk murid advanced, guru menyediakan skenario yang lebih kompleks dan mendorong penggunaan kalimat majemuk yang lebih variatif
  • Proses: Murid dapat memilih cara mempresentasikan hasil diskusi: lisan dengan bantuan catatan, role play, atau membuat dialog tertulis yang dibacakan. Guru menyesuaikan tingkat scaffolding berdasarkan kemampuan bahasa masing-masing kelompok
  • Produk: Murid dapat memilih format tugas poster: infografis digital, video pendek (30-60 detik), atau komik strip, sesuai dengan kekuatan dan minat mereka, selama tetap menggunakan struktur imperatif always/never

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'What do you know about staying safe online?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang keamanan digital
  • Sharing pengalaman singkat dalam bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan berbicara awal

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan checklist
  • Monitoring penggunaan struktur always/never saat latihan terbimbing dan diskusi kelompok
  • Feedback langsung saat murid mempresentasikan hasil diskusi
  • Pengecekan pemahaman melalui pertanyaan spontan selama pembelajaran berlangsung

Akhir:

  • Oral assessment: setiap murid menyampaikan 2 saran keamanan digital menggunakan always dan never
  • Penilaian presentasi kelompok berdasarkan rubrik yang mencakup aspek konten, bahasa, dan kolaborasi
  • Refleksi tertulis murid tentang pembelajaran dan pemahaman konsep
  • Lembar refleksi suasana dan skor pemahaman konsep (self-assessment)

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: keterlibatan, penggunaan bahasa Inggris, kemampuan mengungkapkan pendapat
  • Pengecekan worksheet penggunaan always dan never
  • Catatan anekdotal saat presentasi kelompok: ketepatan struktur kalimat, keberanian berbicara, dan relevansi konten

Sumatif:

  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik: kualitas pendapat, ketepatan penggunaan always/never, kerjasama kelompok
  • Oral assessment individu di penutup: kemampuan menyampaikan 2 saran keamanan digital dengan struktur yang tepat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengungkapkan pendapat tentang keamanan digital menggunakan kalimat sederhana dan majemukMurid belum mampu mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris atau hanya menggunakan kata-kata lepas tanpa struktur kalimat yang jelasMurid mampu mengungkapkan pendapat menggunakan kalimat sederhana (1-2 klausa) dengan bantuan signifikan dari guru atau teman, terdapat banyak kesalahan gramatikal yang menghambat pemahamanMurid mampu mengungkapkan pendapat menggunakan kalimat sederhana dan beberapa kalimat majemuk dengan sedikit bantuan, terdapat beberapa kesalahan gramatikal namun tidak menghambat pemahamanMurid mampu mengungkapkan pendapat dengan lancar menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk secara mandiri, dengan kesalahan gramatikal minimal yang tidak menghambat pemahaman
Penggunaan struktur imperatif dengan always dan neverMurid tidak mampu menggunakan always/never dalam kalimat imperatif atau menggunakan struktur yang salahMurid mampu menggunakan always/never dalam kalimat imperatif sederhana dengan bantuan, terdapat kesalahan penempatan atau pemilihan always/never yang kurang tepatMurid mampu menggunakan always/never dalam kalimat imperatif dengan tepat pada sebagian besar situasi, penempatan dan pemilihan kata sudah sesuai konteksMurid mampu menggunakan always/never dalam kalimat imperatif dengan tepat dan konsisten dalam berbagai konteks, menunjukkan pemahaman mendalam tentang penggunaan struktur tersebut
Kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid pasif dalam diskusi kelompok, tidak memberikan kontribusi ide atau hanya mengikuti pendapat orang lainMurid mulai terlibat dalam diskusi kelompok namun kontribusi masih terbatas, perlu dorongan untuk berbagi ideMurid aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok, berbagi ide dan mendengarkan pendapat teman dengan baikMurid sangat aktif dan konstruktif dalam diskusi kelompok, tidak hanya berbagi ide tetapi juga memfasilitasi teman lain untuk berkontribusi dan mencapai konsensus
Relevansi dan kualitas saran keamanan digitalSaran yang diberikan tidak relevan dengan konteks keamanan digital atau tidak menunjukkan pemahaman tentang risiko onlineSaran yang diberikan cukup relevan namun masih umum atau dangkal, belum menunjukkan pemahaman mendalam tentang keamanan digitalSaran yang diberikan relevan, spesifik, dan menunjukkan pemahaman yang baik tentang keamanan digital dan cara melindungi informasi pribadiSaran yang diberikan sangat relevan, spesifik, praktis, dan menunjukkan pemahaman mendalam serta kemampuan menganalisis berbagai aspek keamanan digital dengan kritis

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Apa yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan partisipasi murid yang masih pasif?
  • Seberapa efektif penggunaan skenario dalam membantu murid memahami dan mengaplikasikan konsep keamanan digital?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kepercayaan diri murid dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris di pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • What did you learn today about staying safe in the digital world?
  • How do you feel about speaking English in group discussions? What was easy? What was challenging?
  • Saran keamanan digital mana yang akan kamu terapkan mulai hari ini? Mengapa?
  • What do you want to learn more about digital safety or using English?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa English for Nusantara Kelas IX, Bab 5 Digital Life (Section 4 dan 5)
  2. Buku Panduan Guru English for Nusantara Kelas IX
  3. Worksheet 5.16 (latihan penggunaan always dan never)
  4. Video pendek tentang digital safety dari sumber terpercaya (misalnya: Common Sense Media, Google Safety Center)
  5. Kartu skenario keamanan digital (disiapkan guru)
  6. Lembar kerja diskusi kelompok dan lembar refleksi
  7. Proyektor/LCD untuk menampilkan materi visual
  8. Papan tulis dan spidol
  9. Akses internet untuk referensi tambahan (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.