Modul AjarPertemuan 10Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 9: Presentasi Produk Upcycling dan Simulasi Donasi Barang Preloved

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 9 dengan topik "Presentasi Produk Upcycling dan Simulasi Donasi Barang Preloved". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 9: Presentasi Produk Upcycling dan Simulasi Donasi Barang Preloved

Bahasa Inggris - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Presentasi Produk Upcycling dan Simulasi Donasi Barang Preloved

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPresentasi Produk Upcycling dan Simulasi Donasi Barang Preloved
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan produk upcycling buatan sendiri secara lisan di depan kelas menggunakan kalimat sederhana dan majemuk, mendeskripsikan bahan bekas, fungsi, dan harga jual produk dengan percaya diri.
  2. Murid dapat mempertahankan argumen secara lisan tentang nilai guna barang preloved dan manfaat upcycling bagi lingkungan dalam simulasi diskusi atau tanya jawab antarpeserta didik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah membeli barang bekas? Mengapa barang bekas masih berharga?
  2. Bagaimana cara kalian meyakinkan orang lain bahwa produk upcycling kalian layak dibeli?
  3. Apa manfaat upcycling dan donasi barang preloved bagi lingkungan kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menayangkan gambar produk upcycling dan barang preloved, lalu bertanya: 'What do you see? Have you ever made or bought something like this?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: presentasi produk upcycling dan simulasi donasi barang preloved.
  • Asesmen awal: guru meminta 3-4 murid menyebutkan satu kalimat tentang produk upcycling mereka dalam Bahasa Inggris untuk mengecek kesiapan.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini: persiapan presentasi, presentasi produk, dan simulasi diskusi donasi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh presentasi produk upcycling sederhana (video atau teks), lalu meminta murid mengidentifikasi informasi: bahan, fungsi, harga.
  • Murid berdiskusi berpasangan: mencatat frasa dan kalimat penting untuk presentasi (misal: 'This is made from...', 'You can use it for...', 'The price is...').
  • Guru memberikan model kalimat majemuk untuk menghubungkan ide: 'This product is useful because...', 'I made it from recycled materials, so it helps the environment.'
  • Murid membaca kembali draft presentasi produk mereka dan menandai bagian yang perlu diperbaiki.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid mempresentasikan produk upcycling di depan kelas (2-3 menit per orang): menjelaskan bahan bekas, fungsi, dan harga jual dengan kalimat sederhana dan majemuk.
  • Murid lain mendengarkan dan mencatat satu pertanyaan untuk penanya.
  • Setelah presentasi, dilakukan sesi tanya jawab: penanya mengajukan pertanyaan, presenter mempertahankan argumen tentang nilai guna dan manfaat produk.
  • Guru memfasilitasi simulasi donasi: beberapa murid berperan sebagai donatur barang preloved, yang lain sebagai penerima. Mereka berdiskusi tentang barang apa yang didonasikan, kondisinya, dan mengapa barang tersebut masih bermanfaat.
  • Murid berlatih mempertahankan argumen: 'This item is still good because...', 'Donating preloved goods reduces waste and helps people in need.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menulis refleksi singkat (3-5 kalimat) dalam Bahasa Inggris: 'What did I learn today? How can upcycling and donating help our environment?'
  • Murid saling berbagi refleksi dengan teman sebangku.
  • Guru mengajak kelas merefleksi bersama: 'Which presentation was most convincing? Why?'
  • Murid menentukan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan terkait upcycling atau donasi barang preloved.

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: pentingnya mempresentasikan ide dengan percaya diri dan mempertahankan argumen secara logis.
  • Asesmen akhir: guru memberikan lembar penilaian diri dan penilaian sejawat untuk presentasi yang telah dilakukan.
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang kekuatan dan area perbaikan presentasi kelas.
  • Guru mengingatkan murid untuk membawa barang preloved yang akan didonasikan pada kegiatan sekolah (jika ada rencana lanjutan).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan apresiasi atas partisipasi aktif murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar dapat menggunakan frasa sederhana dan gambar visual sebagai pendukung presentasi. Murid yang sudah lancar diminta menambahkan kalimat majemuk dan argumen yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat berlatih presentasi dengan guru atau teman terlebih dahulu. Murid yang cepat dapat membantu teman menyusun kalimat atau menjadi moderator dalam sesi tanya jawab.
  • Produk: Murid dapat memilih format presentasi: lisan langsung, lisan dengan poster visual, atau rekaman video singkat. Produk refleksi dapat berupa tulisan, gambar, atau peta pikiran.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 3-4 murid menyebutkan satu kalimat tentang produk upcycling mereka dalam Bahasa Inggris untuk mengecek kesiapan dan pemahaman awal.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mempresentasikan produk: kelancaran berbicara, penggunaan kalimat sederhana dan majemuk, kepercayaan diri.
  • Observasi saat sesi tanya jawab: kemampuan murid mempertahankan argumen dan merespons pertanyaan dengan logis.
  • Penilaian sejawat: murid memberikan umpan balik positif kepada teman tentang presentasi yang didengar.

Akhir:

  • Penilaian presentasi produk upcycling berdasarkan rubrik: kelengkapan informasi (bahan, fungsi, harga), penggunaan kalimat majemuk, kepercayaan diri.
  • Penilaian kemampuan mempertahankan argumen dalam simulasi donasi: kelogisan argumen, penggunaan bahasa persuasif.
  • Lembar penilaian diri: murid menilai presentasi mereka sendiri dan menetapkan target perbaikan.
  • Refleksi tertulis: murid menulis 3-5 kalimat tentang pembelajaran hari ini dan rencana tindakan nyata.

Formatif:

  • Observasi selama diskusi berpasangan dan persiapan presentasi
  • Penilaian sejawat saat sesi tanya jawab dan simulasi donasi
  • Catatan anekdotal guru tentang kemampuan murid mempertahankan argumen

Sumatif:

  • Penilaian presentasi produk upcycling menggunakan rubrik
  • Penilaian kemampuan mempertahankan argumen dalam simulasi diskusi
  • Lembar refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Informasi PresentasiHanya menyebutkan 1 informasi (bahan/fungsi/harga) dengan kalimat sangat sederhana dan tidak lengkap.Menyebutkan 2 informasi (bahan, fungsi, atau harga) dengan kalimat sederhana, tetapi kurang detail.Menyebutkan 3 informasi (bahan, fungsi, harga) dengan kalimat sederhana dan majemuk, cukup jelas.Menyebutkan 3 informasi (bahan, fungsi, harga) dengan kalimat sederhana dan majemuk yang rinci, jelas, dan menarik.
Kepercayaan Diri dan PelafalanBerbicara sangat pelan, sering terhenti, pelafalan sulit dipahami.Berbicara cukup jelas tetapi masih ragu-ragu, pelafalan sebagian kurang tepat.Berbicara dengan lancar dan cukup percaya diri, pelafalan sebagian besar tepat.Berbicara dengan sangat percaya diri, lancar, pelafalan jelas dan mudah dipahami.
Kemampuan Mempertahankan ArgumenTidak dapat memberikan argumen atau alasan saat ditanya.Memberikan argumen sangat sederhana tanpa penjelasan yang logis.Memberikan argumen dengan alasan yang cukup logis dan relevan.Memberikan argumen dengan alasan yang logis, relevan, dan meyakinkan, serta merespons pertanyaan dengan tepat.
Penggunaan Kalimat Sederhana dan MajemukHanya menggunakan kata-kata lepas atau frasa sangat pendek.Menggunakan kalimat sederhana saja, belum mencoba kalimat majemuk.Menggunakan kalimat sederhana dan sesekali kalimat majemuk dengan konjungsi dasar (and, because, so).Menggunakan kalimat sederhana dan majemuk secara bervariasi dengan konjungsi yang tepat untuk menghubungkan ide.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk mempresentasikan produk mereka?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk mendukung murid yang belum lancar?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan sesi tanya jawab agar lebih interaktif dan membangun kepercayaan diri murid?
  • Apakah simulasi donasi barang preloved berhasil memicu diskusi tentang kepedulian lingkungan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling saya sukai dari presentasi hari ini?
  • Bagian mana yang masih sulit bagi saya saat berbicara dalam Bahasa Inggris?
  • Apa yang saya pelajari tentang manfaat upcycling dan donasi barang preloved?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk memperbaiki kemampuan presentasi saya di masa depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa English for Nusantara Kelas IX, Chapter 4: Upcycling Used Materials
  2. Buku Guru English for Nusantara Kelas IX, Chapter 4
  3. Produk upcycling buatan murid (dari pertemuan sebelumnya)
  4. Video contoh presentasi produk upcycling (dari YouTube atau sumber lain)
  5. Lembar kerja: template presentasi produk (bahan, fungsi, harga)
  6. Lembar penilaian diri dan penilaian sejawat
  7. Papan tulis/layar proyektor untuk menampilkan model kalimat
  8. Barang preloved yang dibawa murid untuk simulasi donasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.