MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 9 (Fase D) Topik: Menulis dan Menyajikan Ulang Cerita Fantasy: 'The Multiverse Story of Timun Mas' (Unit 3 – Writing & Presenting) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Menulis dan Menyajikan Ulang Cerita Fantasy: 'The Multiverse Story of Timun Mas' (Unit 3 – Writing & Presenting) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menulis ulang atau melanjutkan cerita fantasy 'The Multiverse Story of Timun Mas' dengan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk yang memiliki struktur teks naratif dan unsur kebahasaan yang tepat.
- Murid dapat mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang ending alternatif cerita fantasy yang telah mereka tulis secara lisan di depan kelas.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- If you were Timun Mas, would you choose the same path to defeat the giant? What would you do differently, and why?
- What if Timun Mas lived in a different world — a futuristic city, an underwater kingdom, or even outer space? How would the story change?
- Is the ending of the original Timun Mas story satisfying for you? What makes a story ending feel powerful or memorable?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam hangat dan mengajak murid melakukan ice-breaker singkat: murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka hari ini dalam bahasa Inggris (misalnya: excited, nervous, ready).
- Guru mengingatkan secara singkat perjalanan belajar di Unit 1, 2, dan 3 Chapter 3 — dari mendengarkan cerita fantasy hingga membaca versi multiverse dari Timun Mas.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar — satu adegan akhir cerita Timun Mas versi asli dan satu gambar kosong dengan tanda tanya — lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'What do you remember about how the Timun Mas story ends? And what if it ended differently?' Murid merespons secara lisan bebas selama 2–3 menit (tidak dinilai, hanya untuk mengaktifkan skema pengetahuan).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menulis ulang atau melanjutkan cerita Timun Mas dengan struktur naratif yang tepat, lalu mempresentasikan ending alternatif kepada kelas.
- Guru membagikan Worksheet perencanaan tulisan (Story Planning Sheet) yang berisi kolom: Setting, Characters, Problem, Solution, Ending.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan ringkasan struktur teks naratif di papan atau layar: Orientation → Complication → Resolution → (Optional) Coda. Guru menjelaskan masing-masing bagian dengan contoh singkat dari cerita Timun Mas yang sudah dipelajari.
- Guru mengingatkan unsur kebahasaan naratif yang telah dipelajari sebelumnya: penggunaan past tense (simple past & past continuous), connectives/sequencers (first, then, suddenly, finally), descriptive adjectives, dan direct speech.
- Guru menampilkan dua contoh kalimat: satu kalimat sederhana dan satu kalimat majemuk dari cerita Timun Mas — murid diminta mengidentifikasi perbedaannya secara berpasangan selama 2 menit, lalu berbagi jawaban ke kelas.
- Guru memberikan model singkat 'alternate ending paragraph' (satu paragraf contoh) dan meminta murid menganalisis: apakah strukturnya mengikuti naratif? Apakah kalimatnya variatif? Apakah argumentasinya logis? Diskusi kelas berlangsung 3–4 menit.
- Murid secara mandiri mengisi Story Planning Sheet — menentukan setting alternatif, karakter tambahan atau modifikasi, konflik baru atau solusi berbeda, dan ending yang ingin mereka tulis.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mulai menulis draft cerita fantasy mereka secara mandiri selama ±20 menit. Guru mengingatkan: gunakan minimal 8–10 kalimat, campurkan simple dan compound sentences, ikuti urutan Orientation → Complication → Resolution.
- Selama proses menulis, guru berkeliling kelas untuk memberikan umpan balik langsung (formative feedback) kepada murid yang membutuhkan bantuan — terutama pada penggunaan past tense dan struktur kalimat majemuk.
- Diferensiasi proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat menggunakan 'sentence starters' yang telah disiapkan guru (contoh: 'One day, Timun Mas found herself in…', 'Suddenly, the giant appeared and…', 'In the end, she decided to…'). Murid yang sudah mahir didorong untuk menambahkan sudut pandang karakter baru atau twist tak terduga.
- Setelah draft selesai, murid bertukar tulisan dengan teman sebangku selama 3 menit untuk peer review cepat menggunakan panduan: (1) Apakah ada Orientation, Complication, Resolution? (2) Apakah ada minimal satu compound sentence? (3) Apakah ending-nya menarik dan logis?
- Murid merevisi draft berdasarkan masukan teman (5 menit). Guru mengingatkan bahwa tulisan tidak perlu sempurna — yang terpenting adalah ide dan struktur yang tersampaikan.
- Murid mempersiapkan presentasi lisan singkat (±1–2 menit per murid atau per kelompok kecil): menyampaikan ending alternatif mereka dan memberikan argumen mengapa mereka memilih ending tersebut. Guru memberikan panduan presentasi: 'Start with introducing your story setting, tell the key event, present your ending, and explain why you chose it.'
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Presentasi kelas: 4–5 murid (atau perwakilan kelompok) maju ke depan secara sukarela atau ditunjuk guru untuk mempresentasikan ending alternatif mereka. Kelas mendengarkan dan mencatat poin menarik dari setiap presentasi.
- Setelah setiap presentasi, kelas diberikan waktu 1 menit untuk bertanya atau memberikan komentar singkat dalam bahasa Inggris. Guru memfasilitasi dengan pertanyaan pemandu bila diperlukan: 'Do you agree with this ending? Why or why not?'
- Guru memimpin diskusi singkat kelas (3–4 menit): 'Which ending surprised you the most? What makes a fantasy story ending feel creative and satisfying?' — Murid merespons secara lisan.
- Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa lisan atau tertulis) dengan tiga pertanyaan: (1) Apa yang paling kamu banggakan dari tulisanmu hari ini? (2) Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki dari tulisanmu? (3) Apakah kamu merasa lebih percaya diri menulis dalam bahasa Inggris dibanding sebelumnya?
Penutup:- Guru mengapresiasi kerja keras seluruh murid hari ini — menyebut secara spesifik beberapa hal menarik yang ia amati selama proses menulis dan presentasi.
- Guru melakukan penguatan singkat: mengingatkan kembali struktur naratif dan pentingnya menggunakan kalimat variatif dalam tulisan.
- Murid mengumpulkan Story Planning Sheet dan draft tulisan (fisik atau difoto untuk dokumentasi guru).
- Guru memberikan informasi tindak lanjut: murid dapat menyempurnakan tulisan di rumah sebagai tugas opsional pengayaan, atau guru mengumumkan jadwal jika ada lanjutan presentasi di pertemuan berikutnya.
- Guru menutup kelas: 'You all did a fantastic job today — you didn't just rewrite a story, you created your own multiverse. Keep that creative mind alive!'
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan scaffolding tambahan dapat membaca ulang ringkasan cerita Timun Mas (Unit 3) sebelum mulai menulis. Guru menyediakan vocabulary bank (kata-kata kunci: enchanted forest, magical items, fierce giant, heroic deed, alternate dimension) sebagai referensi.
- Proses: Murid dengan kemampuan dasar menggunakan 'sentence starters' dan Story Planning Sheet terstruktur. Murid dengan kemampuan menengah menulis secara mandiri dengan Story Planning Sheet. Murid dengan kemampuan tinggi didorong menulis lebih dari satu ending alternatif atau menambahkan elemen sudut pandang karakter antagonis.
- Produk: Murid dapat memilih bentuk produk akhir: tulisan naratif tertulis (minimal 8 kalimat), narasi bergambar (teks + sketsa visual adegan kunci), atau skrip lisan untuk dipresentasikan. Semua bentuk dinilai dengan rubrik yang sama.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua gambar (adegan akhir Timun Mas asli dan gambar kosong dengan tanda tanya) dan mengajukan pertanyaan lisan: 'What do you remember about how the Timun Mas story ends? And what if it ended differently?' — Respons murid digunakan untuk mengaktifkan skema pengetahuan dan mengidentifikasi murid yang perlu scaffolding tambahan. Tidak ada penilaian formal pada tahap ini.
Proses:- Observasi dan umpan balik langsung guru saat murid mengisi Story Planning Sheet dan menulis draft — guru mencatat murid yang mengalami kesulitan pada struktur naratif atau penggunaan past tense.
- Peer review singkat antar murid menggunakan panduan tiga pertanyaan setelah draft selesai — guru memantau kualitas umpan balik yang diberikan murid kepada sesamanya.
- Pengamatan saat presentasi kelas berlangsung — guru menilai kemampuan murid menyampaikan ide dan merespons pertanyaan dari teman.
Akhir:- Pengumpulan draft tulisan naratif (Story Planning Sheet + teks) — dinilai menggunakan rubrik 4 aspek: Struktur Teks Naratif, Penggunaan Kalimat Sederhana & Majemuk, Unsur Kebahasaan (past tense, connectives, adjectives), dan Kreativitas Ide.
- Penilaian presentasi lisan murid — dinilai menggunakan rubrik 2 aspek: Kemampuan Menyampaikan Cerita (kejelasan, kelancaran, intonasi) dan Kemampuan Mengungkapkan & Mempertahankan Argumen tentang Ending Alternatif.
Formatif:- Observasi guru saat murid mengisi Story Planning Sheet — untuk mengecek pemahaman struktur naratif sebelum menulis.
- Peer review tertulis antar murid saat pertukaran draft — menggunakan panduan 3 pertanyaan (struktur, kalimat majemuk, dan ending).
- Umpan balik langsung guru selama murid menulis (guru berkeliling dan memberi komentar singkat).
- Penilaian diri murid melalui lembar refleksi tiga pertanyaan di akhir kegiatan inti.
Sumatif:- Penilaian tulisan naratif murid berdasarkan rubrik 4 aspek: Struktur Teks, Penggunaan Kalimat Sederhana & Majemuk, Unsur Kebahasaan, dan Kreativitas/Orisinalitas Ide.
- Penilaian presentasi lisan murid berdasarkan rubrik 2 aspek: Kemampuan Menyampaikan Ide (kejelasan dan kelancaran) dan Kemampuan Mempertahankan Argumen tentang Ending Alternatif.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Struktur Teks Naratif (Orientation, Complication, Resolution) | Tulisan tidak menunjukkan struktur naratif yang dapat diidentifikasi; tidak ada Orientation, Complication, atau Resolution yang jelas. | Tulisan menunjukkan satu atau dua bagian struktur naratif (misalnya ada Orientation dan Resolution tapi Complication tidak jelas atau hilang). | Tulisan memiliki ketiga bagian struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) yang dapat diidentifikasi, meskipun transisi antar bagian belum selalu mulus. | Tulisan memiliki struktur naratif yang lengkap dan runtut (Orientation, Complication, Resolution) dengan transisi yang jelas menggunakan connectives/sequencers yang tepat. | | Penggunaan Kalimat Sederhana dan Majemuk | Tulisan hanya menggunakan kalimat sangat pendek atau fragmen kalimat; tidak ada variasi antara kalimat sederhana dan majemuk. | Tulisan didominasi kalimat sederhana dengan sesekali percobaan membuat kalimat majemuk, namun konjungsi atau struktur kalimat majemuk sering kurang tepat. | Tulisan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk secara bergantian dengan konjungsi yang umumnya tepat (and, but, because, so, when), meskipun ada beberapa kesalahan minor. | Tulisan menggunakan kalimat sederhana dan majemuk secara variatif dan tepat, dengan pilihan konjungsi yang beragam dan struktur kalimat yang mendukung alur cerita secara efektif. | | Unsur Kebahasaan (Past Tense, Connectives, Kosakata Deskriptif) | Penggunaan past tense sangat tidak konsisten (banyak kesalahan bentuk verb); connectives dan kosakata deskriptif hampir tidak digunakan. | Past tense digunakan namun sering tidak konsisten; beberapa connectives dan kosakata deskriptif digunakan meskipun sering kurang tepat. | Past tense digunakan secara konsisten di sebagian besar tulisan; connectives dan kosakata deskriptif digunakan dengan cukup tepat untuk mendukung cerita. | Past tense digunakan secara konsisten dan tepat di seluruh tulisan; connectives dan kosakata deskriptif digunakan secara kaya dan tepat, memperkuat gambaran cerita. | | Kreativitas dan Orisinalitas Ide Ending Alternatif | Ending yang ditulis hampir identik dengan cerita asli atau sangat umum; tidak ada upaya untuk menghadirkan ide baru atau sudut pandang berbeda. | Ending menunjukkan modifikasi kecil dari cerita asli dengan sedikit ide baru, namun ide tersebut belum berkembang dengan baik. | Ending menunjukkan ide alternatif yang cukup orisinal dan berbeda dari cerita asli; terdapat elemen kejutan atau sudut pandang berbeda yang menarik. | Ending sangat kreatif dan orisinal; murid menghadirkan elemen baru (setting, karakter, solusi, atau twist) yang tidak terduga namun tetap logis dalam alur cerita, dan mampu menjelaskan alasannya. | | Presentasi Lisan: Penyampaian Cerita (Kejelasan & Kelancaran) | Penyampaian sangat tidak jelas atau hampir tidak dapat dipahami; murid tampak sangat tidak percaya diri dan banyak berhenti lama atau diam. | Penyampaian dapat dipahami sebagian; murid sesekali ragu-ragu, namun mencoba menyampaikan ide dengan usaha yang terlihat. | Penyampaian cukup jelas dan dapat dipahami; murid mampu menyampaikan alur cerita dan ending dengan cukup lancar meskipun ada beberapa jeda atau kesalahan minor. | Penyampaian jelas, lancar, dan menarik; murid menyampaikan cerita dengan percaya diri, intonasi yang tepat, dan audiens dapat mengikuti alur cerita dengan mudah. | | Presentasi Lisan: Mengungkapkan dan Mempertahankan Argumen tentang Ending | Murid tidak mampu memberikan alasan mengapa memilih ending tersebut, atau hanya mengatakan 'I like it' tanpa penjelasan. | Murid memberikan alasan singkat dan sederhana untuk pilihannya, namun argumen belum didukung dengan penjelasan atau contoh dari cerita. | Murid mampu mengungkapkan alasan yang jelas untuk pilihannya dan mulai mempertahankan pendapat ketika ditanya, meskipun argumennya belum sepenuhnya kuat. | Murid mampu mengungkapkan dan mempertahankan argumen dengan logis dan percaya diri; mampu merespons pertanyaan atau pendapat berbeda dari teman dengan alasan yang relevan dari cerita. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil menyelesaikan draft tulisan dalam waktu yang dialokasikan? Jika tidak, apa kendalanya dan bagaimana penyesuaian untuk ke depannya?
- Apakah scaffolding yang disiapkan (Story Planning Sheet, sentence starters, vocabulary bank) cukup membantu murid dengan berbagai tingkat kemampuan?
- Seberapa efektif sesi peer review dalam meningkatkan kualitas tulisan murid? Apakah panduan peer review perlu diperjelas?
- Apakah murid merasa cukup percaya diri untuk berpresentasi dan mempertahankan argumen? Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris?
Refleksi Murid:- What is the one thing you are most proud of in the story you wrote today?
- What part of writing the story was the most challenging for you? What strategy did you use to overcome it?
- After listening to your classmates' presentations, which alternative ending surprised or inspired you the most, and why?
- How confident do you feel now about writing and presenting a story in English compared to the beginning of this unit?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Ika Lestari Damayanti, dkk.) — Chapter 3, Unit 3: The Multiverse Story of Timun Mas (halaman 185 ke atas)
- Buku Panduan Guru: English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX — Chapter 3, Unit 3 (Section 7 – Enrichment, halaman 239–240)
- Story Planning Sheet (dibuat guru): tabel perencanaan tulisan dengan kolom Setting, Characters, Problem, Solution, Ending
- Sentence Starters Card (dibuat guru): kartu berisi kalimat pembuka untuk scaffolding murid (misalnya: 'One day, Timun Mas found herself in…', 'Suddenly, the giant appeared and…', 'In the end, she decided to…')
- Vocabulary Bank (dibuat guru): daftar kosakata kunci cerita fantasy (enchanted forest, magical items, fierce giant, heroic deed, alternate dimension, portal, quest, courage, dll.)
- Contoh model 'alternate ending paragraph' (dibuat guru): satu paragraf contoh sebagai model analisis di tahap Memahami
- Papan tulis atau layar proyektor: untuk menampilkan struktur naratif, contoh kalimat, dan panduan presentasi
- Audio/visual opsional: gambar ilustrasi scene-scene kunci dari cerita Timun Mas untuk membantu murid mengingat alur cerita
|