MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 1 — Exploring Fauna of Indonesia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Exploring Fauna of Indonesia |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.1.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang fauna Indonesia
- TP 9.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman dalam teks lisan tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk sesuai konteks
- TP 9.1.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis tentang fauna Indonesia dan meresponnya sesuai konteks
- TP 9.1.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Have you ever seen a picture of Bekantan, and what unique physical feature did you notice?
- When listening to a spoken dialogue about an animal, how can we tell what topic is being discussed first, next, and last?
- What comes to your mind when you hear about Bekantan?
- How can you describe an animal's physical features and behavior using both simple and compound sentences?
- What specific characteristics distinguish orangutans from monkeys based on written descriptions?
- Why are Bornean and Sumatran orangutans categorized as endangered species in the informational text?
- How can we connect two simple facts about an Indonesian animal into a clear compound sentence?
- What key information should be organized in a written draft about an animal native to Indonesia?
- How can we combine visual images and written descriptions to effectively introduce Indonesian native birds?
- How do conjunctions like 'and', 'but', and 'because' help connect our ideas when describing a bird in a multimodal text?
- Bagaimana kita menunjukkan pemahaman kita secara menyeluruh mengenai fauna khas Indonesia baik melalui menyimak, membaca, menulis, maupun berbicara?
- Mengapa penggunaan kalimat sederhana dan majemuk penting saat mendeskripsikan ciri dan perilaku satwa liar Indonesia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Alur Informasi, Gagasan Utama, dan Informasi Rinci dari Teks Lisan tentang Bekantan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang fauna Indonesia
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengondisikan kelas untuk memulai bab baru 'Exploring Fauna of Indonesia' (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik singkat dengan memperdengarkan 2 kalimat pengantar lisan: 'Bekantan is an endemic monkey of Borneo. It is famous for its big and long nose.' Murid diminta menentukan topik utama dari rekaman pengantar tersebut (acuan jawaban: topic is about Bekantan / Bekantan's nose) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang Bekantan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak rekaman percakapan Audio 1.1 antara Andre dan Monita tentang ciri fisik Bekantan (Script: Monita membaca fakta Bekantan; Andre menanyakan ciri hidung dan warna rambut merah kecokelatan; Monita menyebutkan berat 6-22 kg, tinggi 55-76 cm, ekor panjang, dan nama ilmiah Nasalis larvatus) (10 menit).
- Secara berpasangan melalui tantangan kuis cepat 'Fact Finder' yang menyenangkan, murid mencocokkan potongan kalimat rumpang informasi rinci ciri fisik Bekantan berdasarkan Audio 1.1: (1) Weight -> 6-22 kilograms; (2) Height -> 55 to 76 cm; (3) Nose -> long and big; (4) Color -> reddish-brown; (5) Scientific name -> Nasalis larvatus (acuan kunci: kelima pasangan tersebut) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak kelanjutan percakapan (Audio 1.3 & Audio 1.4) yang memuat perilaku harian, makanan, predator, dan ancaman kelestarian Bekantan (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengidentifikasi alur informasi rekaman secara keseluruhan dengan mengurutkan 4 topik bahasan sesuai urutan kemunculannya dalam dialog: (A) Bekantan's physical features and scientific name, (B) Bekantan's behaviors and swimming ability, (C) Bekantan's diets, (D) Bekantan's predators and threats (acuan urutan benar: A - B - C - D) (15 menit).
- Murid mengelompokkan 6 informasi rinci yang didengar ke dalam 2 kategori: 'Bekantans' behaviours' dan 'Bekantans' diets' berdasarkan pilihan yang disediakan: (1) Go down to the forest floor, (2) Eat young leaves, (3) Swim in water, (4) Consume fruits, (5) Live in trees, (6) Eat flowers (acuan benar: Behaviours = 1, 3, 5; Diets = 2, 4, 6) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa ketepatan identifikasi gagasan utama, alur urutan topik, dan rincian informasi lisan yang telah dikerjakan murid dengan membandingkannya terhadap rekaman lisan (10 menit).
- Murid merefleksikan strategi menyimak yang digunakan: kata kunci apa yang paling membantu mereka mengenali alur perubahan topik saat mendengarkan rekaman lisan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan apa saja informasi utama tentang Bekantan yang telah berhasil diidentifikasi dari teks lisan (alur topik fisik, perilaku, makanan, dan ancaman) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian menyimak murid hari ini dan menyampaikan gambaran materi latihan lisan fauna untuk pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks lisan diputar kembali per bagian (chunking) dan disediakan daftar pilihan kata kunci. Untuk murid yang lebih mahir, teks lisan diputar dalam kecepatan normal tanpa jeda antar-bagian.
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding berlatih mengidentifikasi gagasan utama dan rincian dengan bimbingan bertahap dari teman berpasangan, sedangkan murid mahir langsung menyusun alur informasi secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar identifikasi yang memuat urutan alur informasi (A-B-C-D) dan pengelompokan 6 butir informasi rinci sesuai acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: Guru memperdengarkan kalimat 'Bekantan is an endemic monkey of Borneo with a long and big nose' lalu menanyakan 'What is the main topic of the sentence?' (Acuan jawaban: Bekantan / endemic monkey of Borneo / physical feature of Bekantan).
Proses:- Pengerjaan Worksheet rumpang ciri fisik berdasarkan Audio 1.1: 5 butir rincian (weight: 6-22 kg; height: 55-76 cm; nose: long and big; color: reddish-brown; scientific name: Nasalis larvatus).
- Pengerjaan pengurutan alur informasi 4 topik Audio 1.1-1.4: (A) physical features, (B) behaviors, (C) diets, (D) predators/threats (acuan: A-B-C-D).
- Pengerjaan pengelompokan 6 butir informasi rinci lisan: Behaviours (Go down to forest floor, Swim, Live in trees) dan Diets (Young leaves, Fruits, Flowers).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir di akhir kegiatan inti: (1) 'What is the main idea of Audio 1.4?' (Acuan: Bekantan's predators and threats/Bekantan is endangered); (2) 'Mention 2 predators or threats to Bekantan mentioned in the text' (Acuan: leopards/crocodiles/human activities/habitat loss).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi informasi rinci fisik Bekantan (Worksheet 1.1)
- Pemeriksaan lembar urutan alur topik dan pengelompokan informasi rinci perilaku serta diet Bekantan (Worksheet 1.3)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Alur Informasi Teks Lisan | Mengurutkan kurang dari 2 dari 4 urutan topik bahasan teks lisan tentang Bekantan dengan tepat (acuan urutan: A. physical features -> B. behaviors -> C. diets -> D. predators/threats). | Mengurutkan 2 dari 4 urutan topik bahasan teks lisan tentang Bekantan dengan tepat sesuai acuan urutan. | Mengurutkan 3 dari 4 urutan topik bahasan teks lisan tentang Bekantan dengan tepat sesuai acuan urutan. | Mengurutkan seluruh 4 urutan topik bahasan teks lisan tentang Bekantan dengan tepat sesuai acuan urutan secara mandiri. | | Mengidentifikasi Gagasan Utama dan Informasi Rinci Teks Lisan | Mengidentifikasi kurang dari 5 dari 11 butir rincian dan gagasan utama teks lisan tentang Bekantan secara tepat (acuan 11 butir: 5 butir fisik, 6 butir perilaku/diet). | Mengidentifikasi 5-7 dari 11 butir rincian dan gagasan utama teks lisan tentang Bekantan secara tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi 8-10 dari 11 butir rincian dan gagasan utama teks lisan tentang Bekantan secara tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi seluruh 11 butir rincian dan gagasan utama teks lisan tentang Bekantan secara tepat sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah durasi pemutaran audio lisan sudah memadai bagi murid untuk menangkap alur informasi dan informasi rinci?
- Bagian mana dari teks lisan (kosakata ciri fisik, perilaku, atau predator) yang paling menantang bagi murid saat menyimak?
Murid:- Bagian rekaman mana yang paling mudah kamu pahami mengenai Bekantan?
- Strategi apa yang membantumu menemukan informasi rinci (seperti berat dan makanan) saat mendengarkan rekaman tadi?
Pertemuan 2 — Menggunakan Bahasa Inggris untuk Mengungkapkan Gagasan dan Pengalaman secara Lisan tentang Fauna Indonesia dengan Kalimat Sederhana dan Majemuk — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman dalam teks lisan tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk sesuai konteks
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengondisikan kelas untuk pembelajaran lisan tentang fauna Indonesia (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik lisan cepat: guru memperdengarkan 2 kalimat tunggal ('Bekantan has a big nose' dan 'It eats young leaves') lalu meminta 2-3 murid menggabungkannya secara lisan menggunakan konjungsi 'and' atau 'but' (acuan jawaban benar: 'Bekantan has a big nose, and it eats young leaves') untuk memetakan kesiapan murid dalam membentuk kalimat majemuk lisan (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman dalam teks lisan tentang fauna Indonesia (khususnya Bekantan) menggunakan kalimat sederhana dan majemuk sesuai konteks (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak dan menirukan pemodelan lisan dari guru mengenai pengungkapan gagasan tentang ciri fisik dan habitat Bekantan dalam kalimat sederhana (contoh: 'Bekantan lives in the mangrove forest of Kalimantan.') dan kalimat majemuk menggunakan kata hubung 'and' atau 'but' (contoh: 'Male bekantans have a large pendulous nose, but female bekantans have a smaller nose.') (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati kartu panduan pola kalimat lisan (Simple: Subject + Verb + Object/Complement; Compound: Clause 1 + coordinating conjunction [and/but] + Clause 2) serta mengidentifikasi perbedaan struktur klausa secara lisan (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Tantangan Berpasangan Menggembirakan 'Fauna Sentence Builder Game': Setiap pasangan menerima 4 kartu petunjuk fakta Bekantan: (1) Fact: habitat/mangrove forest - threat/forest fire; (2) Fact: diet/fruits - diet/mangrove shoots; (3) Fact: body/reddish-brown hair - body/long tail; (4) Fact: swimming ability/good swimmers - tree climbing/agile climbers. Setiap murid secara bergiliran mengungkapkan gagasan tersebut dalam 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk secara lisan (acuan: Kartu 1 'Bekantan lives in mangrove forests, but forest fires destroy its home'; Kartu 2 'Bekantan eats fruits, and it also consumes mangrove shoots'; Kartu 3 'Bekantan has reddish-brown hair, and it has a long tail'; Kartu 4 'Bekantans are good swimmers, and they are agile climbers') (20 menit).
- Praktik Berbicara Terbimbing: Murid secara bergiliran dalam kelompok beranggotakan 3 orang melakukan monolog lisan singkat (3-4 kalimat) untuk mengungkapkan gagasan atau pengalaman faktual mengenai fauna Indonesia (Bekantan) yang menggabungkan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk sesuai konteks (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri mengevaluasi tuturan lisan yang telah dipraktikkan dengan mengisi lembar cek diri (self-monitoring) apakah sudah berhasil mengungkapkan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk secara tepat tanpa mengubah makna fakta fauna (10 menit).
- Dua perwakilan murid membagikan pengalaman berbicara secara lisan di depan kelas, dan guru memberikan umpan balik korektif langsung terkait kejelasan struktur klausa dan penggunaan kata hubung (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengungkapkan gagasan dan pengalaman tentang fauna menggunakan kalimat sederhana dan majemuk lisan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan serta mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya tentang teks tertulis Orangutan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu fakta fauna bergambar dengan bantuan kata kunci frasa bagi murid yang memerlukan scaffolding, serta kartu fakta deskriptif yang lebih kompleks bagi murid yang mahir.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membuat kalimat sederhana terlebih dahulu sebelum menggabungkannya dengan konjungsi 'and'/'but', sedangkan murid mahir langsung menyusun kalimat majemuk dengan variasi konjungsi 'and', 'but', dan 'so'.
- Produk: Variasi jumlah ujaran lisan: murid berkembang minimal menghasilkan 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk, sedangkan murid sangat berkembang menghasilkan monolog utuh 4-5 kalimat majemuk terangkai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemberian 2 kalimat tunggal lisan: (1) 'Bekantan lives in the forest' dan (2) 'It eats leaves'. Murid diminta menggabungkannya menjadi 1 kalimat majemuk lisan menggunakan konjungsi (acuan: 'Bekantan lives in the forest, and it eats leaves' atau variasi logis lainnya).
Proses:- Pengamatan performa berbicara murid dalam mengungkapkan gagasan pada 'Fauna Sentence Builder Game' berdasarkan 4 kartu acuan fakta Bekantan: (1) habitat/threat, (2) diet, (3) physical appearance, (4) ability. Kriteria: ketepatan struktur kalimat sederhana (S+V+O/C) dan kalimat majemuk (Clause + and/but + Clause).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan: murid diminta secara acak mengucapkan 1 kalimat majemuk tentang Bekantan dengan konjungsi 'but' (kriteria penerimaan: klausa 1 dan klausa 2 lengkap dengan subjek dan predikat, dihubungkan secara logis dengan konjungsi 'but', misalnya 'Bekantan has a unique nose, but its population is decreasing').
Formatif:- Unjuk kerja lisan berpasangan 'Fauna Sentence Builder Game'
- Observasi lembar cek lis monolog lisan kalimat sederhana dan majemuk
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan Gagasan Lisan Kalimat Sederhana | Belum mampu mengungkapkan gagasan tentang fauna secara lisan dalam kalimat sederhana yang berpola subjek dan predikat lengkap secara mandiri. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan tentang fauna dalam kalimat sederhana berpola subjek dan predikat namun masih memerlukan bantuan/pancingan kosakata dari guru. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan tentang fauna dalam kalimat sederhana dengan struktur subjek dan predikat yang tepat secara mandiri. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan tentang fauna dalam beragam kalimat sederhana secara mandiri, lancar, dan tepat konteks. | | Pengungkapan Gagasan Lisan Kalimat Majemuk | Belum mampu menggabungkan gagasan lisan menjadi kalimat majemuk menggunakan kata hubung yang sesuai konteks. | Mampu menyusun kalimat majemuk lisan dengan kata hubung 'and' atau 'but' namun salah satu klausanya belum memiliki struktur subjek/predikat yang lengkap. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan dalam kalimat majemuk dengan dua klausa utuh menggunakan kata hubung 'and' atau 'but' secara tepat sesuai konteks. | Mampu mengungkapkan gagasan lisan dalam beberapa kalimat majemuk dengan variasi kata hubung ('and', 'but', 'so') secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berkesempatan mempraktikkan ujaran lisan kalimat sederhana dan majemuk selama aktivitas berpasangan?
- Bagian mana dari struktur kalimat majemuk lisan yang paling sering menimbulkan kesulitan bagi murid?
Murid:- Apakah saya sudah bisa berbicara dalam bahasa Inggris menggunakan kalimat majemuk dengan kata hubung 'and' dan 'but'?
- Fakta apa tentang Bekantan yang paling menarik saat saya ceritakan secara lisan hari ini?
Pertemuan 3 — Menemukan Alur Informasi, Informasi Tersurat, dan Informasi Tersirat dari Teks Tertulis tentang Orangutan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis tentang fauna Indonesia dan meresponnya sesuai konteks
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap membaca teks deskriptif tentang Orangutan (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menemukan alur informasi (mind map), informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis 'Orangutan' (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal membaca cepat berupa tes diagnostik singkat 3 butir untuk memetakan kesiapan membaca teks faktual: (1) 'Where do orangutans live according to general knowledge?' (acuan: Sumatra and Borneo/Kalimantan), (2) 'Do orangutans have tails?' (acuan: No/They do not have tails), (3) 'What is their main diet?' (acuan: Fruits) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan alur informasi (Mind Map of Orangutan) yang memetakan struktur teks faktual: Origin, Size, Physical traits, Behaviors, dan Threats (10 menit).
- Murid membaca teks deskriptif 'Orangutan' secara mandiri dengan teknik scanning untuk menemukan letak alur informasi paragraf 1 (identifikasi & asal), paragraf 2-3 (ciri fisik & ukuran), paragraf 4 (perilaku & makanan), dan paragraf 5 (status ancaman habitat) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan game interaktif menggembirakan 'Clue Hunt Race', berlomba mencocokkan 5 kalimat deskripsi ciri dengan 5 gambar fitur orangutan pada Worksheet 1.8 secara tepat: (1) 'Orangutans have brown reddish hair' -> gambar rambut cokelat kemerahan; (2) 'A male orangutan can be more than 150 centimeters tall' -> gambar tinggi badan jantan; (3) 'Orangutans have big bodies' -> gambar tubuh besar; (4) 'Orangutans have strong arms to swing between branches' -> gambar lengan bergelantungan; (5) 'Orangutans favorite food is fruit' -> gambar orangutan memegang buah (acuan: pasangan gambar dan kalimat sesuai kunci di atas) (20 menit).
- Murid mengerjakan Worksheet 1.7 secara mandiri untuk menemukan informasi tersurat dan tersirat dari teks: Soal 1: 'Orangutans are ...' (a. Monkeys, b. Apes, c. Birds, d. Reptiles; acuan tersurat: b), Soal 2: 'A male orangutan can be ... meters tall.' (a. 150, b. 1.5, c. 120, d. 1.2; acuan tersurat konversi satuan dari 150 cm: b), Soal 3: 'Orangutans have strong ...' (a. Arms, b. Hair, c. Fur, d. Tails; acuan tersurat: a), Soal 4: 'Orangutans can be categorized as ...' (a. Herbivores, b. Carnivores, c. Insectivore, d. Omnivores; acuan tersirat dari makan buah, serangga, telur, dan daging: d), Soal 5: 'There are about ... orangutans in Sumatra and Borneo.' (a. 104,000, b. 7,500, c. 111,500, d. 200; acuan tersirat penjumlahan 104.000 + 7.500: c) (20 menit).
- Murid memeriksa respon tertulis terhadap teks melalui pemindaian teks kembali guna memastikan bukti kalimat pendukung untuk setiap jawaban tersurat dan tersirat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketepatan jawabannya dan mencatat strategi membaca yang paling efektif dalam membedakan informasi tersurat langsung dan informasi tersirat (seperti menyimpulkan diet 'omnivore' atau total populasi) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan alur informasi teks (asal, ciri fisik, perilaku, ancaman kepunahan) serta cara menarik kesimpulan tersirat dari fakta teks tertulis (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk mulai merancang draf tulisan deskriptif (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks dengan penanda visual/garis bawah pada kata kunci fakta untuk murid yang memerlukan dukungan membaca, serta teks asli tanpa penanda bagi murid yang sudah mandiri.
- Proses: Bimbingan terbimbing secara bertahap dalam menemukan letak kalimat tersurat bagi murid yang lambat, sementara murid cepat langsung menganalisis perhitungan dan inferensi pada pertanyaan tersirat.
- Produk: Format respon membaca disesuaikan: memilih opsi ganda disertai rujukan nomor paragraf bagi murid berkembang, atau menuliskan kutipan bukti kalimat lengkap bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca singkat 3 butir pertanyaan singkat di papan tulis: (1) Where do orangutans live? (acuan: Sumatra and Borneo), (2) Do they have tails? (acuan: No / do not have tails), (3) What do they eat? (acuan: Fruits/plants/insects). Murid yang menjawab benar 0-1 butir dikelompokkan untuk pendampingan terbimbing saat membaca teks.
Proses:- Observasi keterlibatan murid saat menemukan alur informasi dan pengerjaan Worksheet 1.8 (Clue Hunt Race) dengan acuan kunci: 1-rambut cokelat kemerahan, 2-tinggi 150 cm, 3-tubuh besar, 4-lengan kuat berayun, 5-makan buah.
- Pemeriksaan hasil kerja mandiri Worksheet 1.7 dengan acuan kunci: Butir 1 = b (Apes), Butir 2 = b (1.5), Butir 3 = a (Arms), Butir 4 = d (Omnivores), Butir 5 = c (111,500).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat 2 butir respon teks: (1) 'Identify which paragraph describes the orangutan's habitat threat' (acuan: Paragraph 5 / the last paragraph), (2) 'Explain why orangutans are called omnivores based on paragraph 4' (acuan: because they eat both plants/fruits and animal products like insects, bird eggs, or meat).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pengisian alur informasi (Mind Map)
- Pemeriksaan ketepatan jawaban 5 butir Worksheet 1.7 (tersurat & tersirat)
- Pemeriksaan pencocokan 5 deskripsi ciri pada Worksheet 1.8
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan Alur Informasi Teks | Murid menemukan kurang dari 2 elemen alur informasi pada mind map orangutan (dari acuan: Origin, Size, Physical traits, Behaviors, Threats). | Murid menemukan 2-3 elemen alur informasi pada mind map orangutan dengan tepat. | Murid menemukan 4 elemen alur informasi pada mind map orangutan secara mandiri dan tepat. | Murid menemukan seluruh 5 elemen alur informasi pada mind map orangutan secara lengkap, mandiri, dan tepat. | | Menemukan Informasi Tersurat | Murid menemukan 0-1 informasi tersurat dengan tepat pada butir soal 1, 2, dan 3 Worksheet 1.7 (acuan: 1=b, 2=b, 3=a). | Murid menemukan 2 informasi tersurat dengan tepat pada butir soal 1, 2, dan 3 Worksheet 1.7. | Murid menemukan seluruh 3 informasi tersurat dengan tepat pada butir soal 1, 2, dan 3 Worksheet 1.7. | Murid menemukan seluruh 3 informasi tersurat dengan tepat pada butir soal 1, 2, dan 3 Worksheet 1.7 serta menunjukkan bukti kalimat pendukungnya di dalam teks secara mandiri. | | Menemukan Informasi Tersirat | Murid tidak mampu menemukan informasi tersirat pada butir soal 4 dan 5 Worksheet 1.7 (acuan: 4=d, 5=c). | Murid menemukan 1 dari 2 butir informasi tersirat dengan tepat pada Worksheet 1.7. | Murid menemukan kedua butir informasi tersirat (butir 4 dan 5) dengan tepat pada Worksheet 1.7. | Murid menemukan kedua butir informasi tersirat dengan tepat pada Worksheet 1.7 serta mampu menunjukkan fakta pendukung (rincian jenis makanan dan data angka populasi) secara tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pemetaan alur teks melalui Mind Map efektif membantu murid menemukan letak informasi tersurat dan tersirat?
- Bagian mana dari penarikan informasi tersirat (seperti klasifikasi omnivora atau kalkulasi total populasi) yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Langkah apa yang paling membantuku menemukan jawaban tersirat yang tidak tertulis langsung di dalam kalimat teks?
- Apakah saya sudah bisa membedakan ciri fisik dan perilaku orangutan berdasarkan teks yang dibaca?
Pertemuan 4 — Mengomunikasikan Gagasan dan Pengalaman dalam Draf Teks Tertulis tentang Fauna Indonesia Menggunakan Kalimat Sederhana dan Majemuk — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kesiapan belajar murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menyusun draf teks tertulis tentang fauna Indonesia dengan kalimat sederhana dan majemuk yang tepat struktur serta unsur kebahasaannya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 butir penggabungan kalimat pada papan tulis: Butir 1: 'Bekantan lives in mangrove forests. It eats young leaves.' (dihubungkan dengan 'and'); Butir 2: 'Orangutans are strong primates. Their population is declining due to habitat loss.' (dihubungkan dengan 'but') (acuan jawaban: Butir 1 -> 'Bekantan lives in mangrove forests, and it eats young leaves.'; Butir 2 -> 'Orangutans are strong primates, but their population is declining due to habitat loss.') untuk memetakan kesiapan menyusun compound sentence (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati model draf teks deskriptif tentang Bekantan yang memuat struktur teks (Identification dan Description: habitat, physical traits, diet) beserta contoh kalimat sederhana ('Bekantan has a reddish-brown coat.') dan kalimat majemuk ('Bekantan has a large nose, and it spends most of its time in trees.') (8 menit).
- Murid mengikuti tantangan berpasangan menggembirakan 'Conjunction Card Relay', yaitu memasangkan potongan klausa sederhana menggunakan konjungsi koordinatif ('and', 'but', 'so') menjadi kalimat majemuk yang padu pada papan saku (pilihan kartu: [Klausa A: 'Male orangutans have large cheek pads'] + [Konjungsi: 'and'] + [Klausa B: 'they can produce loud calls']; [Klausa C: 'Bekantan is an agile swimmer'] + [Konjungsi: 'but'] + [Klausa D: 'it spends most time in the canopy']) (acuan: pasangan tepat sesuai padanan di atas) (12 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri memilih satu fauna khas Indonesia (Bekantan atau Orangutan) dan merencanakan draf teks tertulis menggunakan lembar perancangan kerangka (organizer) yang mencakup bagian Identification dan Description (physical features, habitat, diet/behavior) (10 menit).
- Murid menulis draf teks tertulis deskriptif utuh minimal 2 paragraf yang mengomunikasikan informasi fauna pilihan mereka dengan menerapkan struktur teks yang tepat, minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk menggunakan kata hubung yang tepat ('and', 'but', atau 'so') (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa draf tulisan masing-masing menggunakan daftar periksa mandiri: keberadaan struktur Identification dan Description, ketepatan minimal 2 kalimat sederhana (S + V + O/C dalam simple present tense), serta ketepatan minimal 2 kalimat majemuk (dua klausa independen dihubungkan 'and', 'but', atau 'so') (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap kendala umum yang ditemukan dalam perumusan kalimat majemuk dan struktur deskripsi (4 menit).
- Guru mengonfirmasi progres draf murid dan menginformasikan bahwa draf ini menjadi dasar pengolahan multimodal pada pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan perancah diberikan lembar kerangka dengan frasa pembuka dan daftar konjungsi panduan, sedangkan murid mahir menggunakan lembar kerangka terbuka tanpa panduan pola frasa.
- Proses: Guru memberikan bimbingan individual berkala dalam pembentukan klausa compound sentence bagi murid yang memerlukan dukungan, sedangkan murid mandiri langsung menyusun draf secara independen.
- Produk: Murid dengan kecepatan belajar tinggi menghasilkan draf dengan variasi lebih dari 3 kalimat majemuk dan kosakata deskriptif yang lebih rinci, sedangkan target umum menghasilkan draf dengan minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kemampuan menyusun kalimat majemuk di awal pertemuan melalui 2 butir latihan: Butir 1: 'Bekantan lives in mangrove forests.' + 'It eats young leaves.' (dihubungkan dengan 'and'); Butir 2: 'Orangutans are strong primates.' + 'Their population is declining due to habitat loss.' (dihubungkan dengan 'but') (acuan jawaban: Butir 1 -> 'Bekantan lives in mangrove forests, and it eats young leaves.'; Butir 2 -> 'Orangutans are strong primates, but their population is declining due to habitat loss.'). Kriteria kesiapan: menjawab kedua butir tepat menandakan siap mandiri; menjawab 1 butir tepat membutuhkan perancah konjungsi; menjawab 0 butir tepat membutuhkan panduan pembentukan klausa.
Proses:- Pemeriksaan kemajuan draf murid saat tahap Mengaplikasi dengan kriteria penerimaan operasional: (1) teks memiliki bagian pembuka (identification) dan rincian ciri (description); (2) memuat minimal 2 kalimat sederhana simple present tense yang runtut; (3) memuat minimal 2 kalimat majemuk dengan konjungsi koordinatif ('and', 'but', 'so') yang menghubungkan dua klausa independen secara tepat makna.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup pada lembar draf tulisan: murid menandai secara mandiri 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk yang telah mereka tuliskan (acuan penerimaan: klausa yang ditandai benar-benar memenuhi rumus kalimat sederhana [S + V (+ O/A)] dan kalimat majemuk [Klausa Independen 1 + coordinating conjunction + Klausa Independen 2]).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penulisan draf teks tertulis deskriptif fauna Indonesia (memeriksa struktur teks, kalimat sederhana, dan kalimat majemuk) menggunakan rubrik analitik.
- Cek pemahaman mandiri menggunakan daftar periksa kebahasaan draf (identifikasi kalimat sederhana dan majemuk).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Struktur Teks Tertulis Deskriptif | Draf teks belum memuat pembagian bagian pengenalan (identification) maupun deskripsi rincian fisik/kebiasaan fauna. | Draf teks hanya memuat salah satu bagian (hanya identification tanpa rincian deskripsi, atau sebaliknya). | Draf teks memuat bagian identification dan description (ciri fisik dan habitat) fauna Indonesia secara terpisah dan runtut. | Draf teks memuat identification dan description (ciri fisik, habitat, dan perilaku/makanan) fauna Indonesia secara lengkap, terorganisasi, dan runtut. | | Penggunaan Kalimat Sederhana dan Majemuk | Belum mampu menyusun kalimat sederhana dan kalimat majemuk yang tepat sesuai aturan subjek-kata kerja dalam konteks fauna. | Menyusun draf dengan 1-2 kalimat sederhana tepat, tetapi belum memuat kalimat majemuk yang benar. | Menyusun draf dengan minimal 2 kalimat sederhana tepat dan minimal 2 kalimat majemuk dengan konjungsi koordinatif yang tepat. | Menyusun draf dengan lebih dari 2 kalimat sederhana tepat dan lebih dari 2 kalimat majemuk dengan variasi konjungsi koordinatif ('and', 'but', 'so') secara tepat dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit pada penulisan draf mandiri mencukupi seluruh murid untuk menyusun kalimat majemuk secara tepat?
- Bagian mana dari perancangan kalimat majemuk yang masih menjadi kekeliruan umum murid saat bimbingan formatif?
Murid:- Bagian mana yang menurutmu paling mudah saat menyusun kalimat majemuk tentang fauna Indonesia: menggunakan 'and', 'but', atau 'so'?
- Apakah draf teks yang kamu tulis sudah memiliki bagian pembuka (identification) dan rincian ciri fauna (description) dengan jelas?
Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Gagasan dan Pengalaman dalam Teks Multimodal tentang Burung Khas Indonesia Menggunakan Kalimat Sederhana dan Majemuk — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menyusun teks multimodal (poster infografik atau slide) tentang burung khas Indonesia dengan kalimat sederhana dan majemuk (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca 2 kalimat di papan tulis ('The Helmeted Hornbill has a red casque' dan 'It is critically endangered because people hunt it') lalu menuliskan label 'simple sentence' atau 'compound sentence' pada lembar cepat (acuan: kalimat 1 = simple sentence; kalimat 2 = compound sentence) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati model teks multimodal 'The Cenderawasih (Bird of Paradise)' yang memadukan gambar fitur tubuh dengan teks deskriptif terstruktur: Identification (nama & habitat) dan Description (ciri fisik, perilaku, ancaman) (8 menit).
- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan tebak kata cepat 'Bird Features Flash': murid saling melempar kartu kosakata fitur burung (misal: 'beak', 'feather', 'wingspan', 'claws') dan harus langsung membuat 1 kalimat majemuk menggunakan kata penghubung 'and' atau 'but' (acuan contoh: 'The male bird has yellow feathers, and it has long tail wires') (12 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri memilih satu jenis burung khas Indonesia (Cenderawasih, Jalak Bali, Elang Jawa, atau Maleo) lalu merancang teks multimodal berupa poster mini atau draf infografik (15 menit).
- Murid menuliskan teks multimodal tersebut yang memuat minimal 4 kalimat deskripsi: 2 kalimat sederhana (simple sentences) dan 2 kalimat majemuk (compound sentences dengan konjungsi and/but/because) yang disandingkan dengan label gambar visual burung pilihannya (17 menit).
- Murid melakukan peer-editing berpasangan untuk saling memeriksa ketepatan struktur kalimat sederhana dan majemuk pada karya teks multimodal masing-masing (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar refleksi diri untuk mengidentifikasi keberhasilan mereka dalam menggabungkan elemen visual dengan kalimat sederhana dan majemuk yang tepat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan unsur kunci pembuatan teks multimodal: keselarasan teks deskriptif (simple and compound sentences) dengan ilustrasi visual fitur burung (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil draf karya teks multimodal dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah pelaksanaan asesmen sumatif bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan frasa dan template bingkai infografik rumpang; murid yang telah mahir diberi pilihan burung endemik yang lebih langka dengan kosakata deskriptif yang lebih kaya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membentuk kalimat majemuk dibimbing langsung oleh guru menggunakan kartu pemantik kata sambung (and, but, so, because); murid mahir bekerja mandiri secara penuh.
- Produk: Format teks multimodal dapat berupa poster kertas bergambar berlabel detail atau draf slide infografik digital sesuai kenyamanan dan ketersediaan media murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat identifikasi jenis kalimat pada 2 butir pernyataan: (1) 'The Helmeted Hornbill has a red casque' (acuan: Simple Sentence); (2) 'It is critically endangered because people hunt it' (acuan: Compound/Complex Sentence).
Proses:- Observasi formatif saat murid menyusun teks multimodal, memeriksa ketepatan pembentukan minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk yang relevan dengan gambar burung (kriteria penerimaan: subjek-predikat lengkap, penggunaan konjungsi koordinatif/subordinatif tepat secara konteks deskripsi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: murid menuliskan 1 kalimat majemuk penutup yang merangkum status kelestarian burung pada teks multimodalnya (kriteria penerimaan: memuat 2 klausa independen yang dihubungkan dengan konjungsi 'and', 'but', atau 'so' secara logis dan bermakna tepat).
Formatif:- Penilaian proses draf teks multimodal (lembar periksa kelengkapan gambar, kalimat sederhana, dan kalimat majemuk)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Struktur Teks Multimodal (Penyajian Informasi dan Fitur Visual) | Menyajikan teks multimodal tanpa keterkaitan antara gambar burung dan teks deskriptif. | Menyajikan teks multimodal dengan gambar burung namun teks deskripsi belum terorganisasi secara runtut (hanya berupa frasa lepas). | Menyajikan teks multimodal yang terorganisasi secara tepat antara gambar fitur fisik burung dan teks deskriptif (identification dan description). | Menyajikan teks multimodal yang sangat padu dan harmonis antara ilustrasi visual dan teks deskriptif yang terstruktur lengkap serta rapi. | | Penggunaan Kalimat Sederhana dan Majemuk (Simple and Compound Sentences) | Belum mampu menuliskan kalimat sederhana maupun majemuk secara tepat (struktur kalimat rumpang atau salah makna). | Mampu menuliskan kalimat sederhana dengan benar, namun kalimat majemuk belum terbentuk dengan tepat atau tanpa konjungsi penghubung. | Mampu menuliskan minimal 2 kalimat sederhana dan 2 kalimat majemuk dengan struktur subjek-predikat dan konjungsi yang tepat sesuai konteks. | Mampu menuliskan lebih dari 2 kalimat sederhana dan majemuk secara variatif, tepat kaidah, dan bebas dari kesalahan struktur gramatikal. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk merancang draf multimodal sekaligus menuliskan kalimat sederhana dan majemuk?
- Bagian mana dari pembuatan teks multimodal yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah saya sudah berhasil membuat kalimat sederhana dan kalimat majemuk yang mendeskripsikan burung pilihan saya dengan tepat?
- Bagian mana dari pembuatan teks multimodal ini yang paling saya nikmati?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan, gagasan utama, dan informasi rinci dari teks lisan tentang fauna Indonesia
- TP 9.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman dalam teks lisan tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk sesuai konteks
- TP 9.1.3 Menemukan alur informasi, informasi tersurat, dan informasi tersirat dari teks tertulis tentang fauna Indonesia dan meresponnya sesuai konteks
- TP 9.1.4 Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman dalam teks tertulis atau teks multimodal tentang fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan bahwa sesi hari ini adalah asesmen sumatif akhir Bab 1 untuk mengukur pencapaian 4 Tujuan Pembelajaran terkait fauna Indonesia secara mandiri (3 menit).
- Guru membacakan tata tertib dan membagikan lembar tes tertulis menyimak dan membaca kepada seluruh murid di kelas (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak instruksi pengerjaan Tugas 1 (Tes Menyimak dan Membaca) dan mencermati lembar soal yang memuat 2 butir menyimak teks monolog audio dan 2 butir membaca teks deskriptif tertulis (3 menit).
- Guru memperdengarkan audio monolog menyimak sebanyak 2 kali: 'The Komodo dragon is the largest living lizard on Earth. It lives in Komodo Island and surrounding areas in East Nusa Tenggara. It has a heavy body, a long tail, and strong claws. Komodo dragons mainly eat deer and wild pigs because they are strict carnivores.' (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengerjakan Tugas 1 secara serentak dan mandiri (35 menit): menjawab 2 butir menyimak teks audio [Butir 1: 'What is the main idea of the listening audio?' - Kunci acuan: General physical features, habitat, and diet of the Komodo dragon as the largest living lizard; Butir 2: 'Mention two detailed physical features and its food based on the audio!' - Kunci acuan: heavy body/long tail/strong claws dan deer/wild pigs] serta membaca teks tertulis tentang Anoa [Teks: 'Anoas are endemic miniature buffaloes native to Sulawesi. They have dark brown to black fur and sharp backward-pointing horns. Anoas prefer dense lowland and mountain rainforests where water and plants are abundant. Because of deforestation and illegal hunting, their wild population continues to decline significantly.'] dan menjawab 2 butir pemahaman [Butir 3 (tersurat): 'Where do anoas live and what do their horns look like?' - Kunci acuan: Dense lowland and mountain rainforests in Sulawesi, and they have sharp backward-pointing horns; Butir 4 (tersirat): 'Why is the population of anoas decreasing according to the text?' - Kunci acuan: Human activities destroying their forest habitat (deforestation) and illegal hunting threats].
- Murid menerima lembar kerja Tugas 2 (Draf Teks Deskriptif Multimodal) dan secara serentak menyusun draf teks deskriptif fauna Indonesia (memilih salah satu: Bekantan, Orangutan, Cendrawasih, atau Jalak Bali) yang terdiri dari Identification dan Description menggunakan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk (compound sentence dengan penghubung 'and', 'but', atau 'so') serta melengkapi visual gambar/diagram satwa yang telah disediakan pada lembar kerja (35 menit).
- Sambil murid merapikan draf teks multimodal Tugas 2 secara hening dan mandiri di bangku masing-masing, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara rotasi untuk melaksanakan Tugas 3 (Unjuk Kerja Berbicara Monolog Lisan) berdurasi 1,5 menit per murid (total 30 alokasi giliran x 1,5 menit = 45 menit) untuk mendeskripsikan secara lisan ciri dan perilaku fauna Indonesia pilihan mereka menggunakan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk secara mandiri tanpa membaca draf tulisan (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban Tugas 1 dan Tugas 2, kemudian memfasilitasi murid melakukan penilaian diri singkat tentang pengalaman dan tantangan menyelesaikan keempat bentuk unjuk kerja sumatif (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif Bab 1 (1 menit).
- Guru merangkum capaian pembelajaran Bab 1 'Exploring Fauna of Indonesia' dan menginformasikan rencana pembahasan topik bab berikutnya sebelum menutup kelas dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan penglihatan diberikan lembar soal tes tertulis dengan format ukuran huruf lebih besar (enlarged font), dan pemutaran audio menyimak diperdengarkan dengan pengeras suara ruang kelas yang jelas dan terkalibrasi tanpa mengubah standar butir soal maupun kriteria penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi tes tertulis-menyimak, penulisan teks deskriptif multimodal, dan unjuk kerja berbicara: Lembar respons menyimak dan membaca, draf deskripsi multimodal fauna Indonesia, serta rekaman/penampilan monolog lisan singkat
- tes tertulis serentak (menyimak dan membaca): Lembar jawaban murid yang memuat alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari audio monolog fauna Indonesia serta respon pemahaman tersurat dan tersirat dari teks bacaan fauna Indonesia yang dikerjakan seluruh kelas serentak (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- penilaian produk teks multimodal: Draf teks deskriptif multimodal fauna Indonesia yang disusun murid secara mandiri dan serentak di kelas, dinilai berdasarkan struktur teks, unsur kebahasaan (kalimat sederhana dan majemuk), serta kelengkapan informasi visual (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk penulisan teks deskriptif)
- unjuk kerja berbicara bergiliran: Penampilan monolog lisan singkat mendeskripsikan ciri dan perilaku fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan perapian produk multimodal (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat satu kelas 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kelancaran, akurasi tata bahasa kalimat sederhana dan majemuk, kejelasan pelafalan))
Sumatif:- Asesmen kombinasi tes tertulis-menyimak, penulisan teks deskriptif multimodal, dan unjuk kerja berbicara: Lembar respons menyimak dan membaca, draf deskripsi multimodal fauna Indonesia, serta rekaman/penampilan monolog lisan singkat
- tes tertulis serentak (menyimak dan membaca): Lembar jawaban murid yang memuat alur informasi, gagasan utama, dan informasi rinci dari audio monolog fauna Indonesia serta respon pemahaman tersurat dan tersirat dari teks bacaan fauna Indonesia yang dikerjakan seluruh kelas serentak (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- penilaian produk teks multimodal: Draf teks deskriptif multimodal fauna Indonesia yang disusun murid secara mandiri dan serentak di kelas, dinilai berdasarkan struktur teks, unsur kebahasaan (kalimat sederhana dan majemuk), serta kelengkapan informasi visual (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk penulisan teks deskriptif)
- unjuk kerja berbicara bergiliran: Penampilan monolog lisan singkat mendeskripsikan ciri dan perilaku fauna Indonesia menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan perapian produk multimodal (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat satu kelas 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara (kelancaran, akurasi tata bahasa kalimat sederhana dan majemuk, kejelasan pelafalan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimak Teks Lisan Fauna Indonesia (TP 9.1.1) | Tidak dapat menjawab dengan tepat gagasan utama maupun informasi rinci dari audio Komodo dragon (0 butir benar dari 2 butir acuan). | Menjawab tepat 1 dari 2 butir acuan: hanya menemukan gagasan utama (kadal terbesar di bumi) ATAU hanya menyebutkan 1 rincian ciri fisik/makanan secara tepat. | Menjawab tepat gagasan utama dan rincian informasi teks lisan dengan benar pada kedua butir (butir 1 gagasan kadal terbesar/habitat/makanan; butir 2 menyebut minimal 2 ciri fisik heavy body/long tail/strong claws dan 1 makanan deer/wild pigs) dengan sedikit ketidaksempurnaan frasa. | Menjawab tepat dan lengkap seluruh 2 butir acuan: gagasan utama teridentifikasi utuh dan rincian ciri fisik serta makanan Komodo dragon disebutkan tepat sesuai teks audio. | | Membaca Teks Tertulis Fauna Indonesia (TP 9.1.3) | Tidak mampu menemukan informasi tersurat maupun tersirat teks Anoa (0 butir benar dari 2 butir acuan). | Menjawab tepat 1 dari 2 butir acuan: hanya menjawab informasi tersurat (habitat hutan Sulawesi dan tanduk runcing) ATAU hanya inferensi tersirat penurunan populasi. | Menjawab tepat kedua butir acuan (butir 3 tersurat habitat hutan Sulawesi dan tanduk; butir 4 tersirat akibat deforestasi dan perburuan liar) sesuai konteks teks bacaan. | Menjawab tepat dan terperinci kedua butir acuan dengan formulasi kalimat yang jelas dan menunjukkan pemahaman mendalam terhadap informasi tersurat dan tersirat teks Anoa. | | Menulis Draf Teks Multimodal Fauna Indonesia (TP 9.1.4) | Draf tidak memuat struktur deskriptif (tidak ada identification/description) dan tidak menggunakan kalimat majemuk yang tepat. | Draf memuat struktur parsial serta memuat kalimat sederhana, tetapi belum memuat kalimat majemuk berklausa lengkap atau elemen visual tidak sesuai. | Draf memuat struktur lengkap (identification dan description), menggunakan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk dengan konjungsi koordinatif yang tepat, serta dilengkapi representasi visual satwa yang sesuai. | Draf memuat struktur teks deskriptif yang runtut dan padu, menggunakan variasi kalimat sederhana dan majemuk yang sangat akurat tanpa kesalahan tata bahasa, serta integrasi teks dan visual yang sangat jelas. | | Monolog Lisan Fauna Indonesia (TP 9.1.2) | Belum mampu memproduksi kalimat lisan dalam bahasa Inggris secara mandiri (terdiam atau hanya mengucapkan kata tunggal terputus). | Mengungkapkan deskripsi satwa secara lisan menggunakan kalimat sederhana pendek, namun belum mampu membentuk kalimat majemuk dan mengalami banyak jeda ragu yang panjang. | Mengungkapkan deskripsi satwa secara lisan dalam 1,5 menit dengan lancar menggunakan minimal 1 kalimat sederhana dan 1 kalimat majemuk secara mandiri dengan tata bahasa yang berterima. | Mengungkapkan deskripsi satwa secara lisan dalam 1,5 menit dengan sangat lancar, pelafalan jelas, serta menggunakan variasi kalimat sederhana dan kalimat majemuk secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu rotasi 1,5 menit per murid untuk unjuk kerja monolog lisan terlaksana efisien untuk seluruh murid di kelas?
- Bagaimana tingkat ketuntasan murid pada integrasi empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis) dalam tema fauna Indonesia ini?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif ini (menyimak, membaca, menulis multimodal, atau monolog lisan) yang paling berhasil saya selesaikan dengan percaya diri?
- Keterampilan berbahasa Inggris apa yang masih perlu saya tingkatkan setelah menyelesaikan Bab 1 ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (2022), Chapter 1 Unit 1 Bekantan, Hal. 41-48
- Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (2022), Chapter 1 Unit 1 Bekantan, Hal. 21-26
- Rekaman Audio 1.1, Audio 1.2, Audio 1.3, dan Audio 1.4 Buku Siswa English for Nusantara Kelas IX
- Lembar Kerja Siswa (Worksheet 1.1 dan Worksheet 1.3)
- Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022), Chapter 1: Exploring Fauna of Indonesia, Unit 1 Bekantan.
- Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX, Unit 1 Section 1 - Section 3.
- Flashcard/Kartu fakta Bekantan (Habitat, Physical Appearance, Diet, Abilities).
- Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (2022), Chapter 1 Unit 2: Orangutan and Gorilla
- Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (2022), Reading Section Unit 2, Worksheet 1.7 & Worksheet 1.8
- Lembar bagan Mind Map of Orangutan dan kartu teks deskripsi bergambar orangutan
- Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022), Chapter 1: Exploring Fauna of Indonesia.
- Lembar Perancangan Draf Teks Deskriptif (Writing Organizer) Fauna Indonesia.
- Kartu Aktivitas 'Conjunction Card Relay'.
- Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX
- Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Chapter 1 Unit 3)
- Kertas gambar/manila, lembar kerja pembuatan teks multimodal, dan foto/gambar referensi burung Indonesia (Cenderawasih, Jalak Bali, Elang Jawa, Maleo)
- Buku Panduan Guru English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa English for Nusantara untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022) Chapter 1: Exploring Fauna of Indonesia
- Rekaman audio monolog listening 'Komodo Dragon'
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 1 (Lembar Menyimak, Membaca, dan Draf Multimodal)
|