Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 6: What Do We Do First?: Menjelaskan Cara Memainkan Permainan secara Lisan dan Tertulis

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 6 dengan topik "What Do We Do First?: Menjelaskan Cara Memainkan Permainan secara Lisan dan Tertulis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 6: What Do We Do First?: Menjelaskan Cara Memainkan Permainan secara Lisan dan Tertulis

Bahasa Inggris - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 6 (Fase C)

Topik: What Do We Do First?: Menjelaskan Cara Memainkan Permainan secara Lisan dan Tertulis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikWhat Do We Do First?: Menjelaskan Cara Memainkan Permainan secara Lisan dan Tertulis
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan berbicara berpasangan, murid dapat menjelaskan cara memainkan sebuah permainan pilihan (seperti hopscotch, jump rope, atau patok lele) secara lisan menggunakan kata penghubung urutan dan kalimat instruksi sederhana sesuai konteks.
  2. Dengan dukungan guru, murid dapat menghasilkan teks prosedur sederhana secara tertulis tentang bahan/alat dan langkah-langkah memainkan sebuah permainan menggunakan kata/frasa sederhana dan kata penghubung urutan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What is your favorite traditional game? How do you play it?
  2. Pernahkah kalian menjelaskan cara bermain sebuah permainan kepada teman yang belum tahu aturannya?
  3. Kata-kata apa saja yang biasa kita gunakan untuk menjelaskan urutan langkah dalam bahasa Inggris?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memimpin doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Can you tell me one traditional game you know? What do you need to play it?' Murid menjawab secara lisan.
  • Guru menampilkan gambar beberapa permainan tradisional (hopscotch, jump rope, congklak, marbles) dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar menjelaskan cara bermain permainan secara lisan dan tertulis menggunakan sequencers.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar Traditional Game Book (Worksheet 4.8) dan membacakan langkah-langkah bermain hopscotch menggunakan sequencers: First, throw the token. Second, hop to the square. Finally, pick up the token.
  • Guru memperkenalkan kata penghubung urutan (sequencers): First, Second, Next, Then, After that, Finally, dan menuliskannya di papan tulis.
  • Murid menyimak penjelasan guru dan mengidentifikasi sequencers yang digunakan dalam contoh teks prosedur bermain hopscotch.
  • Guru melakukan pengecekan pemahaman: meminta 2-3 murid menyebutkan kembali sequencers yang sudah dipelajari dan fungsinya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bekerja berpasangan (pair work). Setiap pasangan memilih satu permainan dari daftar: hopscotch, jump rope, marbles, congklak, soccer, atau bekel.
  • Secara lisan, murid berlatih menjelaskan langkah-langkah bermain permainan pilihan mereka menggunakan sequencers. Satu murid bertanya 'How do you play...?' dan pasangannya menjawab dengan urutan langkah.
  • Guru berkeliling memberikan scaffolding dan umpan balik kepada pasangan yang membutuhkan bantuan (contoh: memberikan sentence starter atau word bank).
  • Setelah latihan lisan, setiap pasangan menulis teks prosedur sederhana tentang permainan pilihan mereka. Teks mencakup: judul permainan, bahan/alat yang dibutuhkan (What do we need?), dan langkah-langkah bermain menggunakan sequencers.
  • Dua hingga tiga pasangan mempresentasikan hasil tulisan mereka di depan kelas secara lisan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membandingkan teks prosedur mereka dengan contoh dari guru dan mengidentifikasi bagian yang sudah tepat dan yang perlu diperbaiki.
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan bertanya: 'What sequencers did you use? Was it easy or difficult to explain the steps? What would you do differently next time?'
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan checklist sederhana: Apakah saya menggunakan sequencers? Apakah langkah-langkah saya urut? Apakah teman saya memahami penjelasan saya?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: pentingnya menggunakan sequencers untuk menjelaskan langkah-langkah secara urut.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja kelas.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat word bank lengkap dengan gambar langkah-langkah permainan. Murid yang sudah mahir mendapat tantangan menjelaskan permainan yang lebih kompleks (misalnya congklak dengan lebih banyak langkah).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan berlatih lisan dengan bantuan kartu urutan bergambar (sequencing cards). Murid cepat langsung berlatih secara lisan tanpa kartu bantuan dan membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan menulis teks prosedur dengan template berisi sentence starters (First, ___. Second, ___.). Murid mahir menulis teks prosedur mandiri dan boleh menambahkan ilustrasi atau tips tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Can you tell me one traditional game? What do you need to play it? Can you tell me one step?' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang kosakata permainan dan kemampuan memberi instruksi sederhana dalam bahasa Inggris.

Proses:

  • Observasi aktivitas berbicara berpasangan: guru mencatat apakah murid menggunakan sequencers dengan tepat dan mampu menyampaikan langkah secara urut.
  • Guru memeriksa draft tulisan murid saat mereka menulis dan memberikan umpan balik korektif langsung.
  • Penilaian sejawat (peer assessment): pasangan saling menilai apakah penjelasan lisan temannya mudah dipahami dan urut.

Akhir:

  • Pengumpulan teks prosedur tertulis murid untuk dinilai berdasarkan rubrik.
  • Presentasi lisan 2-3 pasangan di depan kelas dinilai berdasarkan rubrik berbicara.

Formatif:

  • Observasi guru saat latihan berbicara berpasangan: penggunaan sequencers dan kejelasan instruksi lisan.
  • Pengecekan pemahaman melalui tanya jawab setelah tahap Memahami.
  • Umpan balik langsung saat guru berkeliling pada tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Penilaian teks prosedur tertulis murid berdasarkan rubrik (kelengkapan komponen, penggunaan sequencers, kejelasan langkah).
  • Penilaian presentasi lisan berdasarkan rubrik (ketepatan urutan, penggunaan sequencers, kejelasan pengucapan).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Sequencers (Lisan dan Tertulis)Tidak menggunakan sequencers sama sekali dalam penjelasan lisan maupun tulisan.Menggunakan 1 sequencer dengan bantuan guru (misalnya hanya 'First').Menggunakan 2-3 sequencers secara tepat dan mandiri (misalnya First, Then, Finally).Menggunakan 4 atau lebih sequencers secara tepat, bervariasi, dan mandiri dalam penjelasan lisan maupun tulisan.
Kejelasan Langkah-langkah InstruksiLangkah-langkah tidak dapat dipahami atau tidak ada urutan yang jelas.Menyebutkan 1-2 langkah tetapi urutan belum tepat atau kurang jelas.Menyebutkan langkah-langkah secara urut dan dapat dipahami dengan sedikit bantuan.Menyebutkan semua langkah secara urut, jelas, dan mudah dipahami tanpa bantuan.
Kelengkapan Teks Prosedur TertulisTeks tidak memuat judul, bahan/alat, atau langkah-langkah.Teks memuat 1 komponen saja (misalnya hanya langkah-langkah tanpa judul dan bahan/alat).Teks memuat judul dan langkah-langkah, tetapi bahan/alat belum lengkap atau sebaliknya.Teks memuat judul permainan, bahan/alat yang dibutuhkan, dan langkah-langkah secara lengkap dan urut.
Kemampuan Berbicara (Speaking)Tidak dapat menyampaikan penjelasan lisan meskipun dengan bantuan guru.Menyampaikan penjelasan lisan dengan banyak bantuan guru dan pengucapan sulit dipahami.Menyampaikan penjelasan lisan secara mandiri dengan pengucapan cukup jelas meskipun ada beberapa kesalahan.Menyampaikan penjelasan lisan secara mandiri, lancar, dengan pengucapan jelas dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menggunakan sequencers secara tepat dalam kegiatan lisan dan tulisan?
  • Apakah strategi pair work efektif untuk memfasilitasi latihan berbicara semua murid?
  • Apakah scaffolding (word bank, sentence starters, kartu bergambar) cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • What new words did I learn today? (Kata baru apa yang saya pelajari hari ini?)
  • Can I explain how to play a game using sequencers? (Bisakah saya menjelaskan cara bermain permainan menggunakan kata penghubung urutan?)
  • What was difficult for me? What do I want to practice more? (Apa yang sulit bagi saya? Apa yang ingin saya latih lagi?)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids Kelas VI, Chapter 4 'Let's Play!' (Worksheet 4.8 dan 4.9)
  2. Buku Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids Kelas VI, Chapter 4
  3. Audio 4.5 dari platform digital Kemdikbud (https://buku.kemdikbud.go.id/s/k6audio4.5)
  4. Kartu gambar langkah-langkah permainan tradisional (disiapkan guru)
  5. Word bank dan sentence starters (disiapkan guru di papan tulis atau kertas)
  6. Sequencing cards bergambar untuk diferensiasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.