Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 5: Menulis Ulang dan Mempresentasikan Cerita Imajinatif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 5 dengan topik "Menulis Ulang dan Mempresentasikan Cerita Imajinatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 5: Menulis Ulang dan Mempresentasikan Cerita Imajinatif

Bahasa Inggris - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menulis Ulang dan Mempresentasikan Cerita Imajinatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenulis Ulang dan Mempresentasikan Cerita Imajinatif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menulis kreatif, murid dapat menulis ulang sebuah cerita imajinatif sederhana berdasarkan cerita yang telah dibaca (The Mouse Deer and the Crocodiles atau The Boy Who Cried Wolf) menggunakan past tense dengan kosakata dan struktur kalimat yang sesuai.
  2. Melalui kegiatan presentasi singkat, murid dapat mengomunikasikan cerita imajinatif yang telah ditulis ulang kepada teman di depan kelas menggunakan kalimat sederhana sesuai konteks.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. If you could change one thing in the story of The Boy Who Cried Wolf or The Mouse Deer and the Crocodiles, what would you change and why?
  2. What makes a story interesting to read or listen to? Apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk dibaca atau didengar?
  3. Have you ever told a story to your friends or family? How did you feel when you shared it?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa singkat, kemudian mengecek kehadiran murid. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menampilkan dua gambar tokoh (Mouse Deer dan The Boy) di papan tulis, lalu bertanya secara lisan kepada 3–4 murid: 'What happened in the story? Can you remember one sentence using past tense?' untuk mengukur kesiapan belajar awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik kepada seluruh kelas: 'If you could change one thing in the story, what would you change?' dan memberi waktu 1 menit bagi murid untuk berpikir sebelum berbagi jawaban singkat. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara jelas: murid akan menulis ulang cerita imajinatif dan mempresentasikannya di depan kelas. Guru juga menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid siap. (2 menit)
  • Guru mengingatkan kembali struktur past tense dan kosakata kunci (was, were, went, said, shouted, came, felt) melalui flashcard atau papan tulis sebagai jembatan ke kegiatan inti. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kerangka cerita (story scaffold) di papan tulis atau lembar kerja: Beginning – Problem – Solution – Ending. Guru mencontohkan satu paragraf pendek dari cerita The Mouse Deer and the Crocodiles menggunakan kerangka tersebut, sambil menunjuk struktur past tense pada setiap kalimat. (5 menit)
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan dan mengidentifikasi bagian Beginning, Problem, Solution, dan Ending dari cerita yang telah mereka baca sebelumnya (pilih salah satu: Mouse Deer atau Boy Who Cried Wolf). Guru berkeliling memantau dan memberi umpan balik singkat. (5 menit)
  • Guru menampilkan Worksheet 6.7 atau tabel 'Choosing a character, animals, and predators' (Bagus/Tari/Others, Rabbits/Cats/Others, Civets/Snakes/Others). Guru menjelaskan bahwa murid bebas memilih karakter, hewan, dan predator sesuai kreativitas masing-masing untuk menulis ulang cerita mereka. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih salah satu cerita (The Mouse Deer and the Crocodiles atau The Boy Who Cried Wolf) dan mengisi tabel pilihan karakter pada Worksheet 6.7 secara mandiri. (2 menit)
  • Murid menulis ulang cerita imajinatif mereka secara mandiri menggunakan kerangka Beginning – Problem – Solution – Ending pada lembar kerja yang disediakan. Mereka wajib menggunakan minimal 5 kalimat past tense dan menyesuaikan nama karakter, hewan, serta predator sesuai pilihan mereka. (12 menit)
  • Guru berkeliling kelas selama kegiatan menulis, memberikan umpan balik individual (mengoreksi penggunaan past tense, ejaan kosakata kunci) dan mendorong murid yang kesulitan dengan pertanyaan scaffolding seperti: 'What did the mouse deer do first?' atau 'How did the boy feel when the wolf came?' (5 menit)
  • Setelah selesai menulis, murid berlatih membaca ulang cerita mereka kepada pasangannya selama 2 menit sebelum presentasi di depan kelas, saling memberi satu saran perbaikan (peer feedback singkat). (3 menit)
  • Presentasi kelas: 4–5 murid terpilih (secara sukarela atau ditunjuk) maju ke depan kelas untuk mempresentasikan cerita mereka secara lisan menggunakan kalimat sederhana. Kelas menyimak dan boleh mengajukan satu pertanyaan singkat kepada presenter. (10 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk mengevaluasi hasil tulisan mereka sendiri dengan mengisi self-assessment checklist singkat di lembar kerja: (1) Apakah aku menggunakan past tense dengan benar? (2) Apakah ceritaku memiliki awal, masalah, solusi, dan akhir? (3) Apakah aku sudah berani mempresentasikan ceritaku? Murid memberi tanda centang pada setiap poin. (3 menit)
  • Guru memimpin refleksi kelas singkat dengan bertanya: 'What was the most challenging part of rewriting the story?' dan 'What new words did you learn today?' Beberapa murid berbagi jawaban secara lisan. (2 menit)
  • Murid menuliskan satu kalimat exit ticket di bagian bawah lembar kerjanya: 'One thing I learned today is ___.' Guru mengumpulkan lembar kerja sebagai bahan asesmen akhir. (2 menit)

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja keras dan keberanian dalam menulis dan mempresentasikan cerita mereka. (1 menit)
  • Guru merangkum poin kunci pembelajaran: penggunaan past tense dalam cerita imajinatif dan pentingnya menyampaikan cerita dengan percaya diri. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum mendapat giliran presentasi dapat mempresentasikan ceritanya pada pertemuan berikutnya atau menyimpan tulisannya sebagai portofolio. (1 menit)
  • Guru menutup kelas dengan salam dan doa. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan cerita The Mouse Deer and the Crocodiles yang kalimat dan kosakatanya sudah lebih familiar. Guru menyediakan word bank berisi kosakata kunci (was, went, said, came, afraid, happy, sad) yang ditempel di meja mereka. Murid yang sudah mahir dipersilakan memilih karakter dan latar yang sepenuhnya orisinal di luar pilihan yang tersedia di Worksheet 6.7.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat scaffold berupa kalimat pembuka yang sudah tersedia ('Once upon a time, there was a ___. One day, ___.' ) sehingga mereka hanya perlu melengkapi. Murid yang cepat diminta menambahkan dialog langsung (direct speech) menggunakan tanda kutip ke dalam cerita mereka, misalnya 'Help! Help!' shouted Bagus.
  • Produk: Murid dengan kebutuhan dukungan lebih cukup menulis 3–4 kalimat sederhana dan mempresentasikan dengan bantuan teks mereka. Murid yang sudah mahir ditantang untuk mempresentasikan ceritanya tanpa membaca teks (dari ingatan), atau menambahkan gambar ilustrasi sederhana pada lembar kerjanya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar tokoh cerita (Mouse Deer dan The Boy) dan bertanya lisan kepada 3–4 murid: 'What happened in the story? Can you tell me one sentence using past tense?'
  • Guru mengamati respons murid untuk mengidentifikasi: (1) siapa yang sudah menguasai past tense, (2) siapa yang masih membutuhkan pengingat, dan (3) siapa yang belum mengingat isi cerita sama sekali. Hasil pengamatan digunakan untuk menentukan level dukungan yang diberikan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Selama kegiatan menulis (tahap Mengaplikasi), guru berkeliling dan membuat catatan anekdotal singkat mengenai: ketepatan penggunaan past tense, kelengkapan struktur cerita (Beginning–Problem–Solution–Ending), dan inisiatif murid dalam memilih karakter kreatif.
  • Peer feedback berpasangan sebelum presentasi: murid menilai tulisan pasangannya dan memberikan satu saran perbaikan secara lisan.
  • Self-assessment checklist tiga poin setelah kegiatan Merefleksi: murid menilai ketercapaian diri sendiri terhadap tujuan pembelajaran.
  • Observasi presentasi lisan: guru menggunakan rubrik presentasi (4 level) untuk menilai kelancaran, ketepatan kalimat, dan kepercayaan diri murid.

Akhir:

  • Lembar kerja tulisan ulang cerita imajinatif dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: (1) penggunaan past tense, (2) kelengkapan struktur cerita, dan (3) kosakata yang sesuai konteks.
  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek kemampuan mengomunikasikan cerita dengan kalimat sederhana.
  • Exit ticket ('One thing I learned today is ___') dikumpulkan sebagai refleksi akhir dan bukti pemahaman minimal murid terhadap materi hari ini.

Formatif:

  • Observasi lisan saat asesmen awal: guru menilai kemampuan recall murid terhadap cerita dan past tense sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Pemantauan selama kegiatan menulis: guru berkeliling dan mencatat penggunaan past tense dan kosakata pada tulisan murid menggunakan catatan anekdotal singkat.
  • Peer feedback berpasangan: murid saling memberi satu saran perbaikan sebelum presentasi sebagai asesmen sejawat (assessment as learning).
  • Observasi presentasi lisan: guru mengamati kelancaran, penggunaan kalimat sederhana, dan kepercayaan diri murid saat presentasi di depan kelas.
  • Self-assessment checklist: murid menilai diri sendiri berdasarkan 3 poin kriteria setelah kegiatan inti selesai.

Sumatif:

  • Lembar kerja tulisan ulang cerita imajinatif: dinilai menggunakan rubrik berdasarkan 3 aspek (penggunaan past tense, kelengkapan struktur cerita, dan kosakata yang sesuai).
  • Presentasi lisan di depan kelas: dinilai berdasarkan kemampuan mengomunikasikan cerita menggunakan kalimat sederhana sesuai konteks.
  • Exit ticket: kalimat 'One thing I learned today is ___' dikumpulkan sebagai bukti pemahaman akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Past Tense dalam TulisanTidak menggunakan past tense sama sekali, atau hampir semua kalimat menggunakan present tense/tidak terbentuk dengan benar.Menggunakan past tense pada 1–2 kalimat, namun masih banyak kesalahan bentuk kata kerja (misalnya: go, come, say alih-alih went, came, said).Menggunakan past tense pada sebagian besar kalimat (3–4 kalimat benar) dengan beberapa kesalahan kecil yang tidak mengganggu pemahaman.Menggunakan past tense secara konsisten dan tepat pada seluruh atau hampir seluruh kalimat (minimal 5 kalimat) dengan sedikit atau tanpa kesalahan.
Kelengkapan Struktur Cerita (Beginning–Problem–Solution–Ending)Tulisan hanya berupa 1–2 kalimat lepas tanpa struktur cerita yang dapat diidentifikasi.Tulisan memuat 1–2 bagian dari struktur cerita (misalnya hanya Beginning dan Ending, tanpa Problem atau Solution).Tulisan memuat 3 dari 4 bagian struktur cerita dengan isi yang cukup jelas, meskipun salah satu bagian kurang dikembangkan.Tulisan memuat seluruh 4 bagian struktur cerita (Beginning, Problem, Solution, Ending) secara lengkap, urut, dan logis.
Kosakata yang Sesuai KonteksMenggunakan kosakata yang sangat terbatas atau tidak relevan dengan topik cerita imajinatif, sehingga makna sulit dipahami.Menggunakan beberapa kosakata yang relevan namun masih banyak bercampur dengan kata-kata yang tidak sesuai konteks atau ejaan yang sangat tidak tepat.Menggunakan kosakata yang umumnya sesuai konteks cerita imajinatif dengan beberapa kesalahan ejaan minor yang tidak mengganggu pemahaman.Menggunakan kosakata yang beragam, sesuai konteks, dan tepat ejaan; mampu menggunakan sinonim atau variasi kata untuk menghindari pengulangan berlebihan.
Kemampuan Presentasi LisanTidak dapat menyampaikan cerita secara lisan, atau hanya membaca teks kata per kata dengan suara sangat pelan dan tidak jelas.Dapat menyampaikan 1–2 kalimat cerita secara lisan dengan bantuan penuh dari teks atau teman, namun kurang jelas dan kurang percaya diri.Dapat menyampaikan cerita secara lisan menggunakan kalimat sederhana dengan bantuan minimal dari teks, cukup jelas dan menunjukkan kepercayaan diri yang berkembang.Dapat menyampaikan cerita secara lisan menggunakan kalimat sederhana yang jelas dan runut dengan percaya diri, kontak mata dengan pendengar, dan intonasi yang tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan tulisan ulang cerita dengan struktur yang lengkap dalam waktu yang dialokasikan?
  • Apakah scaffold (word bank, kerangka cerita, kalimat pembuka) yang disediakan efektif membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Berapa persen murid yang mampu menggunakan past tense dengan benar dalam tulisan mereka? Apa tindak lanjut yang diperlukan?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk presentasi cukup? Jika tidak, strategi apa yang bisa digunakan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diferensiasi (konten, proses, produk) sudah menjangkau kebutuhan belajar semua murid di kelas?

Refleksi Murid:

  • One thing I learned today is ___. (Satu hal yang aku pelajari hari ini adalah ___)
  • The most challenging part for me today was ___. (Bagian yang paling sulit bagiku hari ini adalah ___)
  • I feel ___ about my story because ___. (Aku merasa ___ tentang ceritaku karena ___)
  • Next time, I want to improve my ___. (Lain kali, aku ingin memperbaiki ___)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Inggris – English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas V (Yusnita Febrianti, dkk.), Kemdikbudristek 2024 – Chapter 6, halaman 152–174 (Worksheet 6.7 dan tabel 'Choosing a character, animals, and predators')
  2. Buku Guru: Bahasa Inggris – English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas V, Kemdikbudristek 2024 – Panduan Khusus Chapter 6 (halaman 193–232)
  3. Audio pembelajaran: Pranala Audio 6.9 – https://buku.kemdikbud.go.id/s/k5audio6.9 (untuk referensi cerita The Boy Who Cried Wolf)
  4. Lembar kerja (worksheet) cerita: Kerangka cerita Beginning–Problem–Solution–Ending yang disiapkan guru, dicetak atau dituliskan di papan tulis
  5. Flashcard kosakata past tense kunci: went, came, said, shouted, felt, was, were (dibuat guru atau tersedia di kelas)
  6. Gambar/ilustrasi tokoh cerita: Mouse Deer, Crocodiles, The Boy, Wolf (dari buku siswa atau dicetak terpisah untuk dipajang di papan tulis)
  7. Self-assessment checklist: lembar penilaian diri 3 poin yang disiapkan guru dan disertakan dalam lembar kerja murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.