Modul AjarBab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 5 Bab 6: Reading a lot of Stories

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 5 untuk Bab 6 "Reading a lot of Stories", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 5 Bab 6: Reading a lot of Stories

Bahasa Inggris - Kelas 5

Bab 6

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 6 — Reading a lot of Stories

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 6 — Reading a lot of Stories
Alokasi Waktu12 JP (12 x 35 menit = 420 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.6.1 Mengidentifikasi alur informasi teks secara keseluruhan dari teks lisan cerita fabel sederhana
  2. TP 5.6.2 Merespons teks multimodal sederhana tentang cerita The Mouse Deer and the Crocodiles secara lisan dengan kalimat pendek dan sederhana sesuai konteks
  3. TP 5.6.3 Menemukan gagasan utama dan informasi rinci dari beragam teks pendek cerita The Boy Who Cried Wolf
  4. TP 5.6.4 Mengomunikasikan ide dan pengalamannya melalui teks tulis sederhana tentang cerita imajinatif sesuai konteks

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. What happens first when the mouse deer wants to cross the river?
  2. How does the mouse deer reach the other side of the river in the story?
  3. What do you think about the mouse deer in the story: is he clever or naughty?
  4. If you were the crocodile, would you believe the mouse deer?
  5. What is the story 'The Boy Who Cried Wolf' mostly about?
  6. Why did the boy shout 'Wolves! Wolves!' on the hill?
  7. Where did Tomi look after his sheep?
  8. Why did the villagers run up to the hill when Tomi shouted?
  9. What kind of funny or surprising thing could happen if an animal had a special hobby?
  10. How can you put your imaginative ideas into short English sentences?
  11. Bagaimana urutan peristiwa saat kancil menyeberangi sungai melewati buaya?
  12. Apa pesan penting dari cerita anak gembala yang berteriak serigala?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Alur Informasi Teks Lisan Cerita Fabel Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.1 Mengidentifikasi alur informasi teks secara keseluruhan dari teks lisan cerita fabel sederhana

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan 3 kalimat acak alur cerita sangat pendek: (1) 'The rabbit ate the carrot', (2) 'The rabbit saw a big carrot', (3) 'The rabbit slept happily' lalu meminta murid mengurutkan alur yang logis (acuan kunci: urutan awal-tengah-akhir adalah 2 - 1 - 3) untuk memetakan kesiapan murid mengenali urutan peristiwa (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengidentifikasi alur informasi teks secara keseluruhan dari cerita fabel lisan 'The Mouse Deer and the Crocodiles' (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan 4 kata kunci kerja tindakan masa lampau yang menandai alur cerita lisan dengan memperagakannya: saw (melihat), called up (memanggil), jumped (melompat), dan arrived (tiba) (5 menit).
  • Guru membacakan teks lisan fabel secara utuh dengan jeda yang jelas: 'One day, the mouse deer was hungry. He saw plenty of fresh fruits across the river. He wanted to eat them, but the river was wide. Then, the mouse deer called up the crocodiles to line up across the river. Next, the mouse deer jumped onto the crocodiles' backs one by one while counting them. Finally, the mouse deer arrived safely on the other side of the river and enjoyed the fruits.' Murid menyimak dengan saksama alur peristiwa awal, tengah, dan akhir dari teks lisan tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Menyimak Gembira 'Listen and Stand': Guru membacakan kembali 4 kalimat peristiwa cerita secara acak, dan murid berdiri jika peristiwa yang dibacakan merupakan bagian awal cerita, atau mengangkat kedua tangan jika merupakan bagian tengah/akhir; kegiatan dilakukan dengan riang dan antusias (10 menit).
  • Guru membagikan lembar kerja berisi 4 potongan alur peristiwa bergambar acak: Peristiwa A: 'The mouse deer jumped onto the crocodiles' backs.', Peristiwa B: 'The mouse deer arrived safely on the other side of the river.', Peristiwa C: 'The mouse deer saw plenty of fruits across the river.', Peristiwa D: 'The mouse deer called up the crocodiles to line up.' (5 menit).
  • Guru membacakan kembali teks lisan cerita fabel sebanyak dua kali, lalu murid secara mandiri mengidentifikasi alur informasi keseluruhan dengan memberi nomor urut 1 sampai 4 pada lembar kerja (acuan kunci jawaban: urutan 1 = Peristiwa C, urutan 2 = Peristiwa D, urutan 3 = Peristiwa A, urutan 4 = Peristiwa B) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa hasil urutan alur ceritanya secara berkesadaran dengan mencocokkan kembali pada alur rekaman teks lisan yang diperdengarkan ulang bagian per bagian (5 menit).
  • Murid mengevaluasi langkah menyimak mereka: menyadari bagian mana dari alur cerita yang paling mudah dikenali dan bagian mana yang memerlukan perhatian lebih saat menyimak (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan alur informasi keseluruhan cerita fabel yang telah disimak (awal: melihat buah; tengah: memanggil buaya dan melompat; akhir: sampai di seberang sungai) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kemandirian murid selama kegiatan menyimak serta menginformasikan materi kegiatan pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru menyertakan kartu visual gambar ilustrasi adegan cerita yang jelas mendampingi teks rujukan; bagi murid yang siap, teks lisan disimak murni tanpa bantuan gambar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kesempatan mendengarkan penggalan teks lisan sekali lagi secara bertahap; murid yang mahir mengurutkan alur secara mandiri sejak pembacaan pertama.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penomoran urutan alur 1-4 pada lembar kerja yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memperdengarkan 3 kalimat acak: (1) 'The rabbit ate the carrot', (2) 'The rabbit saw a big carrot', (3) 'The rabbit slept happily'. Murid diminta menentukan nomor kalimat yang terjadi pertama kali (awal), kedua (tengah), dan ketiga (akhir). Acuan kunci jawaban: urutan yang tepat adalah 2 (awal) - 1 (tengah) - 3 (akhir). Murid yang menjawab tepat urutan 2-1-3 dikategorikan siap.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja mandiri saat murid mengidentifikasi dan mengurutkan 4 kalimat alur peristiwa berdasarkan teks lisan fabel yang dibacakan guru. Kunci acuan: 1 = C ('The mouse deer saw plenty of fruits across the river.'), 2 = D ('The mouse deer called up the crocodiles to line up.'), 3 = A ('The mouse deer jumped onto the crocodiles' backs.'), 4 = B ('The mouse deer arrived safely on the other side of the river.'). Pilihan pengalih yang tidak ada di teks dan tidak boleh dipilih: 'The crocodile caught the mouse deer' dan 'The mouse deer swam in the river'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Guru menyebutkan satu peristiwa 'The mouse deer jumped onto the crocodiles' backs' dan menanyakan posisinya dalam alur teks lisan (apakah awal, tengah, atau akhir). Acuan jawaban: bagian tengah (middle of the story).

Formatif:

  • Tes diagnostik urutan alur cerita 3 kalimat di awal pembelajaran
  • Penugasan tertulis penomoran alur informasi teks lisan cerita fabel sederhana (Worksheet urutan 4 peristiwa)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Alur Informasi Teks Lisan Cerita FabelMengidentifikasi 0 hingga 1 urutan peristiwa dengan tepat dari 4 urutan peristiwa yang disediakan (C, D, A, B) dan masih memilih opsi pengalih.Mengidentifikasi tepat 2 urutan peristiwa dari 4 urutan peristiwa yang disediakan (acuan: urutan 1=C, 2=D, 3=A, 4=B) dengan bantuan bimbingan guru dan tanpa memilih opsi pengalih.Mengidentifikasi tepat 3 urutan peristiwa dari 4 urutan peristiwa yang disediakan (acuan: urutan 1=C, 2=D, 3=A, 4=B) secara mandiri tanpa memilih opsi pengalih.Mengidentifikasi seluruh 4 urutan peristiwa secara tepat dan runtut (acuan: 1=C, 2=D, 3=A, 4=B) secara mandiri tanpa bantuan dan tanpa memilih opsi pengalih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pelafalan dan kecepatan membaca teks lisan fabel sudah memfasilitasi murid memahami alur informasi cerita?
  • Bagian alur mana dari teks lisan cerita fabel yang paling sering keliru diidentifikasi oleh murid?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling mudah kamu ingat urutannya saat mendengarkan guru?
  • Apakah kamu dapat menentukan urutan kejadian cerita dari awal sampai akhir dengan tepat?

Pertemuan 2 — Merespons Teks Multimodal Cerita The Mouse Deer and the Crocodiles secara Lisan dengan Kalimat Pendek dan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.2 Merespons teks multimodal sederhana tentang cerita The Mouse Deer and the Crocodiles secara lisan dengan kalimat pendek dan sederhana sesuai konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menunjukkan kartu bergambar Kancil dan Buaya, lalu mengajukan asesmen awal diagnostik lisan untuk memeriksa kemampuan merespons pertanyaan panduan teks fabel: (1) 'Who is clever?' (acuan jawaban: 'The mouse deer' / 'The mouse deer is clever') dan (2) 'Where are the crocodiles?' (acuan jawaban: 'In the river' / 'They are in the river') (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons teks multimodal cerita 'The Mouse Deer and the Crocodiles' secara lisan dengan kalimat pendek dan sederhana (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penayangan strip komik multimodal (gambar dan teks Comic Strip 6.1) sambil mendengarkan audio rekaman cerita 'The Mouse Deer and the Crocodiles' (Audio 6.5) (7 menit).
  • Guru memodelkan cara merespons 3 pertanyaan isi cerita secara lisan dengan pola kalimat pendek dan sederhana: (1) 'What does the mouse deer want?' dipodelkan dijawab 'He wants fruit / He wants food'; (2) 'Why do the crocodiles line up?' dipodelkan dijawab 'The mouse deer counts them / To help him cross'; (3) 'Did the mouse deer trick them?' dipodelkan dijawab 'Yes, he tricked them / Yes, he did' (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain permainan berpasangan 'Question & Answer Toss': murid melempar bola kertas secara bergiliran, murid yang memegang bola mengambil kartu pertanyaan multimodal bergambar panel komik lalu memberikan respons lisan dengan kalimat pendek dan sederhana (koleksi 4 kartu pertanyaan: Kartu 1 'Is the mouse deer hungry?' [acuan: 'Yes, he is / Yes, the mouse deer is hungry']; Kartu 2 'Can the crocodiles eat the mouse deer?' [acuan: 'No, they cannot / No, they can't']; Kartu 3 'How does the mouse deer cross the river?' [acuan: 'He jumps on the crocodiles / He jumps and counts']; Kartu 4 'What does the mouse deer say at the end?' [acuan: 'Thanks for helping me / Thank you crocodiles']) (12 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menguji dan bergantian merespons secara lisan 4 pertanyaan berbasis gambar lanjutan (Worksheet 6.3) dengan kalimat pendek dan sederhana sesuai konteks cerita, sementara guru berkeliling melakukan observasi formatif proses (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali respons lisan yang telah mereka sampaikan, mengevaluasi apakah kalimat yang digunakan sudah tepat dan mudah dipahami sesuai konteks cerita 'The Mouse Deer and the Crocodiles' (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu asesmen akhir berupa 'Quick Oral Check' secara acak kepada murid untuk merespons pertanyaan: 'What lesson do we get from the crocodiles?' (kriteria penerimaan operasional: respons lisan menyebutkan untuk tidak mudah percaya pada orang lain/musuh, mis. 'Do not be easily tricked' / 'Be careful with tricky friends') (8 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap ketepatan respons lisan murid, lalu menutup sesi pertemuan 2 dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar komik multimodal dengan frasa pemantik visual (sentence frames: 'The mouse deer is...', 'The crocodiles are...') bagi murid yang membutuhkan perancah bahasa, serta panel komik tanpa teks bagi murid yang lebih cepat.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, respons lisan dibimbing secara bertahap mulai dari respons 2-3 kata hingga kalimat utuh; bagi murid yang mahir, diberikan tantangan merespons 4 pertanyaan kartu secara mandiri tanpa jeda ragu.
  • Produk: Variasi bentuk respons lisan: murid pemula merespons dengan pola kalimat tunggal sederhana ('He is clever', 'They are hungry'), sedangkan murid mahir merespons dengan kalimat berpenjelasan pendek ('He is clever because he tricks the crocodiles').

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan respons cerita fabel: (1) 'Who is clever?' (acuan: 'The mouse deer' / 'The mouse deer is clever'); (2) 'Where are the crocodiles?' (acuan: 'In the river' / 'They are in the river'). Murid yang mampu menjawab minimal 1 pertanyaan secara tepat langsung mengikuti alur inti, sedangkan yang belum mampu diberikan penguatan kosakata dasar terlebih dahulu.

Proses:

  • Observasi ketercapaian saat murid merespons lisan 4 kartu pertanyaan multimodal: Kartu 1 'Is the mouse deer hungry?' (acuan: 'Yes, he is / Yes, the mouse deer is hungry'); Kartu 2 'Can the crocodiles eat the mouse deer?' (acuan: 'No, they cannot / No, they can't'); Kartu 3 'How does the mouse deer cross the river?' (acuan: 'He jumps on the crocodiles / He jumps and counts'); Kartu 4 'What does the mouse deer say at the end?' (acuan: 'Thanks for helping me / Thank you crocodiles'). Dinilai berdasarkan ketepatan isi respons dan kesesuaian kalimat pendek sederhana.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lisan cepat (Quick Oral Check): Murid merespons pertanyaan lisan 'What lesson do we get from the crocodiles?' (kriteria penerimaan operasional: murid memberikan respons lisan dengan kalimat pendek sederhana yang menyatakan pesan kehati-hatian atau tidak mudah dibohongi, contoh: 'Do not be easily tricked' / 'We must be careful' / 'Crocodiles are easily fooled').

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja respons lisan pada aktivitas permainan 'Question & Answer Toss'
  • Cek pemahaman lisan (Quick Oral Check) di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan respons lisan terhadap teks multimodal cerita The Mouse Deer and the CrocodilesMerespons lisan 0-1 dari 4 kartu pertanyaan secara tepat sesuai acuan cerita.Merespons lisan tepat 2 dari 4 kartu pertanyaan sesuai acuan cerita dengan bantuan penuh guru.Merespons lisan tepat 3 dari 4 kartu pertanyaan sesuai acuan cerita secara mandiri menggunakan kalimat pendek dan sederhana.Merespons lisan seluruh 4 kartu pertanyaan secara tepat sesuai acuan cerita secara mandiri menggunakan kalimat pendek dan sederhana.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan komik multimodal dan permainan toss kartu berhasil mendorong seluruh murid merespons cerita secara lisan?
  • Bagian pertanyaan mana dari cerita 'The Mouse Deer and the Crocodiles' yang paling membutuhkan bimbingan struktur kalimat bagi murid?

Murid:

  • Bagian cerita The Mouse Deer and the Crocodiles mana yang paling mudah kamu jawab secara lisan?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat menjawab pertanyaan menggunakan kalimat pendek bahasa Inggris bersama temanmu?

Pertemuan 3 — Menemukan Gagasan Utama dari Teks Pendek Cerita The Boy Who Cried Wolf — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.3 Menemukan gagasan utama dan informasi rinci dari beragam teks pendek cerita The Boy Who Cried Wolf

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan gagasan utama (main idea) dari teks cerita 'The Boy Who Cried Wolf' (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan kalimat pembuka teks di papan tulis lalu meminta murid memilih gagasan utama paragraf pembuka: Pilihan A: 'Tomi was a boy who worked looking after sheep on the hill.' vs Pilihan B: 'The wolves were sleeping on the hill.' Murid mengangkat kartu huruf A atau B (acuan jawaban benar: A) untuk memetakan pemahaman dasar tentang pokok isi bacaan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca bersama secara hening teks cerita pendek 'The Boy Who Cried Wolf' pada buku siswa halaman 169 dengan penuh konsentrasi (7 menit).
  • Guru memodelkan cara menemukan gagasan utama (main idea) teks dengan mengajukan panduan: 'What is the whole story mostly talking about?' dan menunjukkan perbedaannya dengan detail kalimat pendukung (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan tantangan 'Main Idea Detective': membaca 3 bagian paragraf cerita pendek dan menentukan gagasan utama setiap bagian dari 3 opsi kartu yang disediakan. Paragraf 1: pengenalan Tomi si gembala yang suka berbuat iseng; Paragraf 2: Tomi berbohong tentang serigala sehingga warga tertipu; Paragraf 3: kedatangan serigala sungguhan namun warga tidak percaya lagi (acuan kunci pasangan: Paragraf 1 -> 'Tomi the shepherd boy liked playing pranks'; Paragraf 2 -> 'Tomi tricked the villagers with a fake wolf alarm'; Paragraf 3 -> 'The villagers did not believe Tomi when real wolves came') (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja latihan membaca untuk menentukan gagasan utama keseluruhan teks cerita 'The Boy Who Cried Wolf' dari 3 pilihan yang diberikan: (1) 'A shepherd boy who lost the villagers' trust because of his lying pranks', (2) 'How wolves hunt sheep on the hill', (3) 'The life of villagers who love hiking' (acuan kunci jawaban benar: opsi 1; opsi 2 dan 3 adalah pengalih) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan, memeriksa letak kalimat atau petunjuk teks yang mendukung penemuan gagasan utama, serta menyadari pentingnya membaca keseluruhan teks sebelum menyimpulkan gagasan utama (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa satu pertanyaan cek cepat di papan tulis: 'Which sentence best states the main idea of paragraph 2?' Opsi: (A) 'Tomi played a prank by shouting wolves to trick the villagers', (B) 'The villagers brought food to the hill' (acuan kunci: A), murid menuliskan huruf jawaban di secarik kertas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap jawaban murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk mendalami informasi rinci teks, dan menutup kelas dengan doa/salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan penandaan visual (bold/highlight) pada kalimat topik tiap paragraf; murid cepat diberikan teks utuh tanpa penanda.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun per paragraf; murid mandiri langsung menentukan gagasan utama teks utuh.
  • Produk: Murid memilih kartu gagasan utama bergambar atau menuliskan kembali kalimat gagasan utama yang dipilih.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menentukan gagasan utama pengantar cerita: Murid membaca kalimat 'Once upon a time, there was a shepherd boy named Tomi. He looked after his sheep on the hill.' lalu memilih gagasan utama yang tepat antara: Pilihan A: 'Tomi was a boy who worked looking after sheep on the hill' atau Pilihan B: 'The wolves were sleeping on the hill' (acuan jawaban benar: Pilihan A).

Proses:

  • Formatif latihan mandiri: Menemukan gagasan utama keseluruhan teks cerita 'The Boy Who Cried Wolf'. Lembar kerja menyajikan 3 pilihan: (1) 'A shepherd boy who lost the villagers' trust because of his lying pranks', (2) 'How wolves hunt sheep on the hill', (3) 'The life of villagers who love hiking'. Murid dinilai berdasarkan ketepatan memilih opsi 1 (acuan benar: opsi 1; opsi 2 dan 3 adalah pengalih).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman cepat penutup: Murid membaca kutipan paragraf 2 cerita lalu memilih gagasan utama paragraf tersebut dari 2 opsi: Opsi A: 'Tomi played a prank by shouting wolves to trick the villagers' vs Opsi B: 'The villagers brought food to the hill' (acuan jawaban benar: Opsi A).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal memilih gagasan utama pembuka cerita (pilihan ganda 2 opsi)
  • Pengamatan kinerja mandiri dan lembar kerja menentukan gagasan utama teks cerita 'The Boy Who Cried Wolf'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menemukan Gagasan Utama Teks CeritaBelum mampu menentukan gagasan utama teks cerita 'The Boy Who Cried Wolf' (memilih opsi pengalih nomor 2 dan 3 secara keliru) meskipun diberikan bimbingan penuh.Mampu menentukan gagasan utama paragraf cerita secara tepat dengan bantuan pertanyaan penuntun guru, namun masih keliru saat menentukan gagasan utama keseluruhan teks.Mampu menentukan gagasan utama keseluruhan teks cerita secara tepat (memilih opsi 1: 'A shepherd boy who lost the villagers' trust because of his lying pranks') dan menghindari opsi pengalih secara mandiri.Mampu menentukan gagasan utama keseluruhan teks cerita secara tepat (memilih opsi 1) serta mampu menunjukkan gagasan utama tiap bagian paragraf cerita secara mandiri dan konsisten tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dalam membedakan gagasan utama dan detail pendukung cerita sudah cukup jelas dipahami murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas menemukan gagasan utama teks secara mandiri?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita 'The Boy Who Cried Wolf' yang membantumu mengetahui ide pokok cerita?
  • Apakah kamu dapat menemukan gagasan utama sebuah cerita dengan mudah hari ini?

Pertemuan 4 — Menemukan Informasi Rinci dari Teks Pendek Cerita The Boy Who Cried Wolf — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.3 Menemukan gagasan utama dan informasi rinci dari beragam teks pendek cerita The Boy Who Cried Wolf

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan membaca informasi rinci dengan menampilkan 2 kalimat dari cerita 'The Boy Who Cried Wolf' di papan tulis: (1) 'Tomi looked after his sheep on the hill.' (Pertanyaan: 'Where was Tomi?') dan (2) 'The boy shouted, Wolves! Wolves!' (Pertanyaan: 'What did the boy shout?'). Acuan jawaban: (1) on the hill, (2) Wolves! Wolves! (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan informasi rinci (tokoh, tempat, tindakan, dan perasaan tokoh) dari teks pendek cerita 'The Boy Who Cried Wolf' (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dalam hati teks pendek 'The Boy Who Cried Wolf' pada buku siswa: 'Once upon a time, there was a shepherd boy named Tomi. He looked after his sheep on the hill. The boy loved to have fun. He sometimes played pranks. One day, the boy had an idea for a prank. He shouted, Wolves! Wolves! The wolves are coming to eat my sheep. The villagers ran to the hill. They were worried about the boy. However, there was no wolf. The boy laughed. He was very happy with the prank. The next day, the boy did the same prank. The villagers ran again to the hill. It was just another prank! said the boy. The villagers became disappointed in the boy. Two days later, when the boy looked after his sheep, he saw wolves. He shouted, Wolves! Wolves! Help! The boy was scared. But this time, the villagers did not come.' (8 menit).
  • Guru memodelkan cara menandai kata kunci penunjuk informasi rinci menggunakan kata tanya: Who (nama/tokoh), Where (tempat), What did he do (tindakan), dan How did he/they feel (perasaan), serta mengonfirmasi 1 contoh informasi rinci bersama murid: tokoh bernama Tomi (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detail Detective' (Menggembirakan), yaitu berlomba secara cepat dan tepat menemukan kutipan teks pendek untuk menjawab 4 kartu pertanyaan detail: Kartu 1 'What was the boy's name?' -> acuan: Tomi; Kartu 2 'Where did Tomi look after his sheep?' -> acuan: on the hill; Kartu 3 'How did the villagers feel after the second prank?' -> acuan: disappointed; Kartu 4 'How did the boy feel when he saw the real wolves?' -> acuan: scared (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan membaca pemahaman berisi 5 pertanyaan informasi rinci teks 'The Boy Who Cried Wolf': Soal 1: 'What was Tomi's job/who was he?' (acuan: a shepherd boy / looked after sheep); Soal 2: 'Why did the villagers run to the hill the first time?' (acuan: They were worried about the boy / thought wolves were coming); Soal 3: 'What did the boy feel after his first prank?' (acuan: He was very happy / laughed); Soal 4: 'When did Tomi see real wolves?' (acuan: Two days later); Soal 5: 'What did the villagers do when the real wolves came?' (acuan: The villagers did not come / they did not help) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan jawaban latihan mandiri dengan menandai langsung baris kalimat bukti pada teks cerita (5 menit).
  • Murid mengevaluasi strategi yang paling membantunya menemukan informasi rinci secara tepat (apakah dengan mencari kata tanya, mencari kata kunci nama/tempat, atau membaca ulang kalimat sebelum dan sesudahnya) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan murid dalam menemukan informasi rinci teks berdasarkan bukti tertulis (3 menit).
  • Guru memandu simpulan singkat mengenai teknik menemukan detail cerita dan menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks dengan penandaan visual (bold/garis bawah) pada kata kunci untuk murid yang membutuhkan bimbingan membaca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan bertahap, sedangkan murid yang mahir langsung menemukan bukti kalimat secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menjawab informasi rinci dalam bentuk frasa pendek atau kalimat lengkap yang keduanya merujuk tepat pada fakta cerita.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat membaca 2 kalimat cuplikan cerita di papan tulis: Soal 1: 'Tomi looked after his sheep on the hill. Where was Tomi?' (acuan: on the hill); Soal 2: 'The boy shouted, Wolves! Wolves! What did the boy shout?' (acuan: Wolves! Wolves!).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan menjawab 4 kartu pertanyaan pada permainan berpasangan 'Detail Detective'. Kartu 1: Tomi; Kartu 2: on the hill; Kartu 3: disappointed; Kartu 4: scared.
  • Pemeriksaan pengerjaan tugas mandiri menemukan 5 informasi rinci dari teks. Acuan: (1) shepherd boy, (2) worried about the boy, (3) very happy/laughed, (4) two days later, (5) did not come.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup berupa 1 pertanyaan konfirmasi detail teks: 'Why didn't the villagers come when the wolves really appeared?' (Kriteria penerimaan operasional: murid menjawab bahwa warga desa tidak percaya lagi pada Tomi / warga mengira itu lelucon lagi / 'they didn't believe him' / 'they thought it was a prank').

Formatif:

  • Pemeriksaan ketepatan menemukan informasi rinci pada tantangan berpasangan 'Detail Detective'
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri membaca 5 butir informasi rinci teks 'The Boy Who Cried Wolf'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan informasi rinci dari teks pendek The Boy Who Cried WolfMenemukan 0–1 informasi rinci secara tepat dari 5 butir soal yang diberikan.Menemukan 2–3 informasi rinci secara tepat dari 5 butir soal yang diberikan.Menemukan 4 informasi rinci secara tepat dari 5 butir soal yang diberikan (acuan: (1) shepherd boy; (2) worried about the boy; (3) very happy; (4) two days later; (5) did not come).Menemukan seluruh 5 informasi rinci secara tepat dari 5 butir soal yang diberikan secara mandiri (acuan: (1) shepherd boy; (2) worried about the boy; (3) very happy; (4) two days later; (5) did not come).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah petunjuk pemodelan kata kunci (Who, Where, What, How) efektif membantu murid melacak informasi rinci dalam teks?
  • Bagian teks mana yang paling banyak menimbulkan kekeliruan informasi bagi murid saat membaca?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita Tomi yang paling mudah kamu temukan jawabannya?
  • Strategi apa yang membantumu menemukan informasi yang dicari di dalam bacaan?

Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Ide dan Pengalaman Melalui Teks Tulis Sederhana Cerita Imajinatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.4 Mengomunikasikan ide dan pengalamannya melalui teks tulis sederhana tentang cerita imajinatif sesuai konteks

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memeriksa kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru memandu asesmen awal dengan menampilkan 2 pasang frasa rumpang di papan tulis: (1) 'Once upon a time, a rabbit named Milo ... (liked / ran)' dan (2) 'He wanted to make a ... (big soup / flying car)' untuk melihat kesiapan murid melengkapi kalimat cerita imajinatif (acuan: murid memilih frasa yang membentuk ide cerita masuk akal dan gramatikal) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menuangkan ide dan cerita imajinatif ke dalam 3-4 kalimat tulis sederhana dalam bahasa Inggris (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memodelkan cara menyusun cerita imajinatif sederhana menggunakan kartu alur 3 bagian di papan tulis: Awal (Character & Setting: 'Once upon a time, a clever cat lived in a garden.'), Tengah (Problem/Action: 'One day, he wanted to catch a giant fish in the pond.'), dan Akhir (Ending: 'Finally, he caught the fish and shared it with his friends.') (10 menit).
  • Dalam permainan cepat 'Story Dice/Word Sparks', murid secara bergiliran mengambil 1 kartu ide karakter ('A dancing mouse', 'A singing frog', 'A flying turtle') dan menentukan satu kata tindakan lampau yang cocok ('jumped', 'cooked', 'flew') untuk memahami bagaimana ide imajinatif dirangkai menjadi kalimat (acuan: kartu karakter dipadukan dengan kata kerja bentuk lampau yang sesuai) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menulis sebuah teks cerita imajinatif sederhana berisi 3 kalimat pada Worksheet (Beginning, Middle, Ending) berdasarkan ide pilihan sendiri atau menggunakan panduan kartu karakter (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali draf cerita tulis mereka menggunakan panduan centang mandiri: memastikan teks memiliki kalimat pembuka, peristiwa/tindakan, dan kalimat penutup yang jelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil draf tulisan cerita imajinatif murid dan menegaskan keberhasilan murid mengomunikasikan ide secara tertulis (6 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa cerita imajinatif dapat dikomunikasikan secara runtut dan jelas melalui kalimat tulis sederhana (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kerja lampau bantu (lived, saw, wanted, helped) dan bingkai kalimat (Once upon a time... / One day... / Finally...), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan opsi menulis tanpa bingkai dan dapat mengembangkan cerita hingga 4-5 kalimat.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan terfokus pada murid yang masih kesulitan merangkai kata kerja dalam kalimat tulis, sementara murid mandiri langsung menuangkan ide.
  • Produk: Teks cerita imajinatif minimal memuat 3 kalimat sederhana (Beginning, Middle, Ending) untuk tingkat dasar, dan dapat memuat rincian tindakan lebih kaya (4 kalimat) bagi murid berkemampuan tinggi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta melengkapi 2 kalimat rumpang cerita imajinatif di papan tulis: (1) 'Once upon a time, a rabbit named Milo ... (liked / ran)' dan (2) 'He wanted to make a ... (big soup / flying car)'. (Kriteria penerimaan: memilih kata kerja dan objek yang membentuk kalimat cerita imajinatif yang padu secara makna, misal: 'liked to cook'/'ran to the forest' dan 'big soup'/'flying car').

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menulis teks imajinatif pada Worksheet: memeriksa apakah murid menuangkan ide cerita ke dalam minimal 3 kalimat tulis sederhana (Beginning, Middle, Ending) sesuai konteks cerita imajinatif.

Akhir Pertemuan:

  • Cek hasil tulisan murid pada lembar kerja: memastikan teks memuat minimal 3 kalimat imajinatif sederhana yang runtut (contoh acuan teks: 'Once upon a time, a frog lived in a river. One day, he found a shiny ring. Finally, he gave the ring to his mother.'). Kriteria ketercapaian: ide tersampaikan melalui 3 kalimat yang memuat tokoh, peristiwa, dan penutup cerita imajinatif.

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis teks sederhana pada Worksheet cerita imajinatif menggunakan rubrik ketercapaian ide dan struktur kalimat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengomunikasikan ide cerita imajinatif melalui teks tulis sederhanaBelum mampu menulis kalimat cerita imajinatif yang bermakna; hanya menuliskan kata-kata terpisah tanpa membentuk kalimat utuh.Mampu mengomunikasikan ide melalui 1-2 kalimat tulis sederhana cerita imajinatif, namun alur cerita belum lengkap (hanya bagian awal atau tindakan saja).Mampu mengomunikasikan ide melalui 3 kalimat tulis sederhana cerita imajinatif secara runtut (memuat awal, peristiwa, dan akhir) sesuai konteks cerita.Mampu mengomunikasikan ide dan pengalamannya secara mandiri melalui 4 kalimat tulis sederhana atau lebih dengan pengembangan ide imajinatif yang jelas dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi dan pemodelan penulisan 3 bagian kalimat (beginning, middle, ending) mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari bimbingan menulis teks cerita imajinatif yang paling membutuhkan scaffolding tambahan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita imajinatif yang paling kamu sukai saat kamu tulis tadi?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan kartu kata/bingkai kalimat saat menulis ceritamu sendiri?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.1 Mengidentifikasi alur informasi teks secara keseluruhan dari teks lisan cerita fabel sederhana
  • TP 5.6.2 Merespons teks multimodal sederhana tentang cerita The Mouse Deer and the Crocodiles secara lisan dengan kalimat pendek dan sederhana sesuai konteks
  • TP 5.6.3 Menemukan gagasan utama dan informasi rinci dari beragam teks pendek cerita The Boy Who Cried Wolf
  • TP 5.6.4 Mengomunikasikan ide dan pengalamannya melalui teks tulis sederhana tentang cerita imajinatif sesuai konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 6 yang mencakup membaca, menulis, dan merespons cerita secara mandiri (3 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Tertulis dan menjelaskan alur asesmen: murid mengerjakan tugas membaca dan menulis mandiri selama 35 menit, sementara guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk unjuk kerja lisan selama 1 menit per murid (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk pengerjaan Lembar Kerja Tertulis yang berisi Bagian I (Membaca Teks Pendek The Boy Who Cried Wolf: menentukan 1 gagasan utama dan 4 informasi rinci) dan Bagian II (Menulis Teks Cerita Imajinatif Sederhana: 3-4 kalimat runtut) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Tertulis (durasi 35 menit): Bagian I membaca teks The Boy Who Cried Wolf untuk menemukan: (1) gagasan utama [Kunci: A shepherd boy lied about a wolf and lost his sheep], (2) siapa tokoh yang menjaga domba [Kunci: A shepherd boy], (3) di mana cerita terjadi [Kunci: On a hill near a village], (4) mengapa penduduk desa marah [Kunci: The boy tricked them / lied about the wolf], (5) apa yang terjadi di akhir cerita [Kunci: The wolf came and ate the sheep / nobody helped the boy]; serta Bagian II menulis draf cerita imajinatif sederhana sebanyak 3-4 kalimat runtut bertema hewan atau petualangan (35 menit).
  • Bersamaan dengan pengerjaan tertulis, guru memanggil setiap murid secara individual ke meja guru secara rotasi (1 menit per murid untuk 28 murid) untuk melaksanakan unjuk kerja lisan: guru memperdengarkan audio/membacakan 3 peristiwa fabel The Mouse Deer and the Crocodiles: (A) The mouse deer wanted to cross the river, (B) The mouse deer asked the crocodiles to line up and counted them, (C) The mouse deer reached the other side safely. Murid menyebutkan urutan alur 3 peristiwa tersebut secara lisan [Kunci urutan: A - B - C], lalu memberikan 1 kalimat sederhana tanggapan lisan tentang perilaku tokoh kancil [Kriteria: kalimat pendek relevan, contoh: 'The mouse deer was very clever' atau 'The mouse deer tricked the crocodiles'] (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban tertulis sebelum dikumpulkan ke meja guru (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan catatan unjuk kerja lisan murid (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif Bab 6 serta menutup pertemuan (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format: murid dengan hambatan penglihatan diberikan naskah teks tertulis dengan ukuran huruf lebih besar (16 pt) tanpa mengubah teks maupun pertanyaan.
  • Proses: Akomodasi penyampaian: murid yang memerlukan penguatan aural diberikan pengulangan pembacaan cuplikan lisan fabel hingga 2 kali saat rotasi di meja guru.
  • Produk: Akomodasi media: murid dengan hambatan motorik halus diizinkan menuliskan draf cerita dengan bantuan keyboard gawai atau huruf cetak terpisah tanpa mengubah kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman petunjuk format pengerjaan tes tertulis dan teknis giliran unjuk kerja lisan di meja guru.

Proses:

  • Observasi ketertiban, kemandirian pengerjaan lembar kerja tertulis di meja masing-masing, serta pencatatan keterlaksanaan rotasi unjuk kerja lisan di meja guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tulis membaca-menulis serentak dan unjuk kerja respons lisan terintegrasi: lembar kerja tertulis pemahaman bacaan dan draf cerita imajinatif pendek, serta rekaman/catatan respons lisan urutan alur fabel dan tanggapan perilaku tokoh
  • tes tertulis dan penugasan menulis serentak: lembar kerja tertulis berisi identifikasi gagasan utama dan 4 informasi rinci cerita The Boy Who Cried Wolf serta draf teks cerita imajinatif sederhana (3-4 kalimat runtut) (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman membaca, dan rubrik penilaian penulisan cerita pendek)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban lisan runtutan 3 peristiwa fabel The Mouse Deer and the Crocodiles yang diperdengarkan guru dan tanggapan lisan 1 kalimat sederhana tentang perilaku tokoh (dinilai 1 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas mengerjakan/memfinalisasi tugas tertulis; 35 menit / 1 menit = 35 slot, mencakup 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (ketepatan alur informasi dan kesesuaian kalimat respons lisan))

Sumatif:

  • kombinasi tes tulis membaca-menulis serentak dan unjuk kerja respons lisan terintegrasi: lembar kerja tertulis pemahaman bacaan dan draf cerita imajinatif pendek, serta rekaman/catatan respons lisan urutan alur fabel dan tanggapan perilaku tokoh
  • tes tertulis dan penugasan menulis serentak: lembar kerja tertulis berisi identifikasi gagasan utama dan 4 informasi rinci cerita The Boy Who Cried Wolf serta draf teks cerita imajinatif sederhana (3-4 kalimat runtut) (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban, pedoman penskoran pemahaman membaca, dan rubrik penilaian penulisan cerita pendek)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: jawaban lisan runtutan 3 peristiwa fabel The Mouse Deer and the Crocodiles yang diperdengarkan guru dan tanggapan lisan 1 kalimat sederhana tentang perilaku tokoh (dinilai 1 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas mengerjakan/memfinalisasi tugas tertulis; 35 menit / 1 menit = 35 slot, mencakup 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (ketepatan alur informasi dan kesesuaian kalimat respons lisan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Gagasan Utama dan Informasi Rinci Teks The Boy Who Cried Wolf (TP 5.6.3)Menemukan 0-1 butir tepat dari 5 butir acuan (gagasan utama, tokoh penjaga domba, tempat kejadian, alasan penduduk marah, akhir cerita).Menemukan 2-3 butir tepat dari 5 butir acuan (gagasan utama: A shepherd boy lied and lost sheep; tokoh: A shepherd boy; tempat: On a hill near a village; alasan marah: The boy lied/tricked them; akhir: The wolf ate the sheep).Menemukan 4 butir tepat dari 5 butir acuan (gagasan utama, tokoh, tempat, alasan marah, akhir cerita).Menemukan seluruh 5 butir tepat sesuai acuan kunci jawaban secara lengkap dan mandiri.
Mengomunikasikan Ide Melalui Teks Cerita Imajinatif Sederhana (TP 5.6.4)Menulis teks cerita imajinatif kurang dari 2 kalimat dan alur peristiwa belum berkaitan.Menulis 2 kalimat cerita imajinatif yang saling berkaitan sesuai konteks topik.Menulis 3 kalimat cerita imajinatif secara runtut dan saling berkaitan sesuai konteks topik.Menulis 4 kalimat cerita imajinatif secara runtut, utuh, dan padu sesuai konteks topik secara mandiri.
Mengidentifikasi Alur Informasi Teks Lisan Fabel Sederhana (TP 5.6.1)Belum mampu mengurutkan alur peristiwa lisan fabel secara tepat (0 peristiwa tepat).Mengurutkan 1 peristiwa dengan posisi tepat dari 3 urutan peristiwa fabel The Mouse Deer and the Crocodiles.Mengurutkan 2 peristiwa dengan posisi tepat dari 3 urutan peristiwa fabel The Mouse Deer and the Crocodiles.Mengurutkan seluruh 3 peristiwa fabel secara tepat sesuai acuan urutan (Peristiwa A -> B -> C) tanpa kekeliruan.
Merespons Teks Multimodal Cerita Fabel secara Lisan (TP 5.6.2)Belum mampu menyampaikan respons lisan atau hanya mengucapkan satu kata terputus yang tidak relevan dengan perilaku tokoh.Menyampaikan respons lisan berupa frasa sederhana mengenai tokoh namun belum membentuk kalimat utuh.Menyampaikan 1 kalimat pendek dan sederhana tentang perilaku tokoh fabel sesuai konteks cerita.Menyampaikan 1 kalimat pendek dan sederhana tentang perilaku tokoh fabel dengan struktur yang jelas, tepat konteks, dan lancar secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu rotasi tes lisan 1 menit per murid efektif mendampingi pengerjaan tertulis di kelas?
  • Bagian asesmen mana (membaca, menulis, atau merespons lisan) yang masih menjadi kendala terbesar bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
  • Apakah aku sudah mampu menceritakan kembali dan menulis cerita dengan percaya diri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids Kelas V (Kemendikbudristek, 2024), Chapter 6: Reading a Lot of Stories
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids Kelas V (Kemendikbudristek, 2024), Unit 'The Mouse Deer and the Crocodiles'
  3. Lembar Kerja Murid (Kartu gambar dan potongan 4 kalimat alur cerita)
  4. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2024, Chapter 6)
  5. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2024, Comic Strip 6.1 & Worksheet 6.3)
  6. Audio 6.5 teks cerita The Mouse Deer and the Crocodiles (https://buku.kemdikbud.go.id/s/k5audio6.5)
  7. Set kartu pertanyaan multimodal bergambar panel cerita The Mouse Deer and the Crocodiles
  8. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas V
  9. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas V Bab 6 Halaman 168-170
  10. Kartu Teks Bacaan 'The Boy Who Cried Wolf' dan Lembar Kerja Siswa Gagasan Utama
  11. Buku Siswa: English for Nusantara Kids Kelas V SD/MI Kemendikbudristek
  12. Buku Panduan Guru: English for Nusantara Kids Kelas V SD/MI Kemendikbudristek
  13. Teks cetak cerita 'The Boy Who Cried Wolf'
  14. Kartu tantangan detail 'Detail Detective'
  15. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2024). Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas V, Chapter 6.
  16. Buku Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids untuk SD/MI Kelas V, Chapter 6.
  17. Kartu Ide Cerita (Story Sparks Cards) dan Lembar Kerja Menulis Cerita Imajinatif (Worksheet).
  18. Buku Guru Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024
  19. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Nusantara Kids SD/MI Kelas V, Kemendikbudristek 2024 (Bab 6)
  20. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 6 (Membaca dan Menulis)
  21. Transkrip Teks Audio Cuplikan Cerita The Mouse Deer and the Crocodiles

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.