Modul AjarBab 3Fase FSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 12 Bab 3: Hortatory Exposition: Netiquette

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 12 untuk Bab 3 "Hortatory Exposition: Netiquette", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 12 Bab 3: Hortatory Exposition: Netiquette

Bahasa Inggris - Kelas 12

Bab 3

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Bab 3 — Hortatory Exposition: Netiquette

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikBab 3 — Hortatory Exposition: Netiquette
Alokasi Waktu23 JP (23 x 45 menit = 1035 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 12.3.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette)
  2. TP 12.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)
  3. TP 12.3.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis hortatory exposition tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)
  4. TP 12.3.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
  5. TP 12.3.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) secara mandiri maupun kolaboratif
  6. TP 12.3.6 Mempresentasikan gagasan teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) menggunakan media presentasi untuk mempertahankan argumen

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. How does a speaker guide listeners to understand their point of view when discussing internet manners?
  2. What key stages or flow does a speaker usually follow to convince us about good netiquette in a spoken monologue?
  3. When you see a toxic or hateful comment on social media, do you feel obligated to respond or ignore it, and why?
  4. How can we strongly defend our stance against cyberbullying using clear English arguments without attacking the person?
  5. What kind of traces do we leave behind whenever we share photos, comments, or personal data on social media?
  6. Why is it important to distinguish between what an author explicitly states and what is implicitly suggested in an argumentative text about digital footprints?
  7. How can you formulate a clear thesis statement that shows your stance on online etiquette?
  8. What strong written arguments and evidence can persuade internet users to stop cyberbullying?
  9. How does a recommendation in a hortatory exposition differ from a conclusion in an analytical exposition?
  10. What specific modal verbs or emotive expressions make an online recommendation persuasive yet constructive?
  11. Bagaimana kita memastikan bahwa draf teks hortatory exposition yang kita susun sudah memenuhi struktur skematik dan kaidah kebahasaan yang tepat sebelum dipublikasikan?
  12. Strategi apa yang paling efektif saat memeriksa dan memberikan koreksi terhadap kesalahan penulisan draf milik rekan sejawat?
  13. How does a visual presentation help the audience understand and agree with your recommendation on social media netiquette?
  14. What English phrases can you use to strongly defend your standpoint when someone challenges your argument during a Q&A session?
  15. Bagaimana menguji ketepatan alur gagasan dan argumen dalam teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial?
  16. Mengapa proses penyuntingan sejawat dan penyampaian argumen lisan penting untuk memastikan efektivitas rekomendasi yang kita sampaikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Alur Informasi Keseluruhan Teks Lisan Hortatory Exposition tentang Netiquette — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette)

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memimpin doa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperdengarkan rekaman pendek 3 kalimat: 'Social media connects people worldwide. However, toxic comments often hurt mental health. Therefore, we should practice netiquette before posting.' Murid diminta menentukan alur informasinya (awal: pengenalan/isu umum, tengah: masalah/alasan, akhir: saran tindakan) (acuan: awal = netiquette/social media issue; tengah = toxic comments hurt people; akhir = we should practice netiquette) (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan hortatory exposition tentang netiquette (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan singkat guru mengenai tahapan alur informasi dalam teks lisan hortatory exposition nonfiksi (Thesis: pernyataan isu etika internet; Arguments: uraian alasan/fakta pendukung; Recommendation: anjuran tindakan bagi warganet) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti permainan interaktif 'Flow Scramble Challenge': murid mendengarkan pemutaran audio teks lisan netiquette (Audio 1: 'The Need for Digital Civility') berdurasi 1 menit dan menyusun 3 strip alur informasi (Thesis: civility in online space is decreasing; Arguments: aggressive comments cause psychological harm and online conflicts; Recommendation: internet users must think before typing) ke dalam urutan kronologis yang benar secara cepat dan tepat (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak secara saksama teks lisan hortatory exposition netiquette yang diperdengarkan guru sebanyak 2 kali berjudul 'Why Practicing Netiquette Protects Your Digital Life' (Transkrip lisan: 'In this digital era, having good manners online is not optional, it is a crucial responsibility for all users. Firstly, irresponsible comments leave permanent digital footprints that can ruin future career opportunities. Secondly, spreading negative or unverified rumors harms others emotionally and fosters a toxic community. Therefore, social media users ought to verify information before sharing and always use respectful language when interacting online.') (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar analisis alur informasi untuk membedah keseluruhan teks lisan tersebut ke dalam 3 bagian inti: (1) Pernyataan isu awal/Thesis, (2) Uraian alasan/Arguments (Argument 1 & Argument 2), dan (3) Rekomendasi/Recommendation beserta bukti kalimat lisan yang mendukung alur tersebut (acuan: Thesis = having good manners online is a crucial responsibility; Argument 1 = permanent digital footprints ruin career; Argument 2 = negative/unverified rumors harm others and create toxicity; Recommendation = verify information before sharing and use respectful language) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan analisis alur informasi miliknya dengan membandingkannya terhadap kunci alur resmi yang ditampilkan guru di layar, menandai butir alur yang sudah tepat maupun yang masih terlewat (15 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat kesimpulan pribadi pada lembar belajar tentang bagaimana mengenali alur transisi dari pernyataan isu menuju argumen hingga rekomendasi saat menyimak teks lisan netiquette (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali alur informasi keseluruhan dari teks lisan hortatory exposition yang telah dianalisis (Thesis - Arguments - Recommendation) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja analisis murid serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa transkrip rumpang untuk melacak penanda transisi alur; murid dengan kesiapan tinggi menganalisis teks lisan netiquette berkecepatan penutur asli tanpa bantuan teks.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diperkenankan mendengarkan rekaman audio hingga 3 kali pada pemutar mandiri, sedangkan murid yang siap cukup mendengarkan 2 kali.
  • Produk: Seluruh murid menyusun bagan alur informasi yang sama (Thesis, Arguments, Recommendation); murid berkemampuan cepat menyertakan kata kunci transisi pendukung pada setiap tahapan alur secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya-jawab diagnostik: Murid mendengarkan 3 kalimat lisan bertema netiquette ('Social media connects people worldwide. However, toxic comments often hurt mental health. Therefore, we should practice netiquette before posting.') lalu menentukan bagian alur awal, tengah, dan akhir. (acuan jawaban: Bagian awal/pengenalan = Social media connects people worldwide; Bagian tengah/alasan-masalah = toxic comments hurt mental health; Bagian akhir/saran tindakan = we should practice netiquette before posting).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis alur informasi teks lisan 'Why Practicing Netiquette Protects Your Digital Life' dengan 3 komponen alur wajib: (1) Thesis, (2) Arguments (Argumen 1 & Argumen 2), dan (3) Recommendation. Acuan jawaban benar: Thesis: having good manners online is a crucial responsibility; Argument 1: irresponsible comments leave permanent digital footprints that ruin career opportunities; Argument 2: spreading rumors harms others emotionally and fosters a toxic community; Recommendation: verify information before sharing and use respectful language.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan pemetaan cepat alur dari 3 klausa lisan acak yang diperdengarkan guru: [A] 'Netizens must verify facts before hitting retweet', [B] 'Misinformation spreads panic across chat groups', [C] 'Digital ethics is essential in modern virtual spaces' ke dalam slot [Thesis, Argument, Recommendation]. (acuan jawaban: Thesis = [C]; Argument = [B]; Recommendation = [A]).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik respon lisan analisis alur 3 kalimat pengantar netiquette
  • Observasi unjuk kerja permainan menyusun urutan alur 'Flow Scramble Challenge'
  • Lembar analisis alur informasi keseluruhan teks lisan hortatory exposition netiquette

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Informasi Keseluruhan Teks Lisan Hortatory Exposition NetiquetteBelum mampu menganalisis alur informasi teks lisan atau hanya menemukan 1 komponen alur dengan benar (hanya Thesis, atau Argument, atau Recommendation saja) sesuai acuan teks lisan.Menganalisis sebagian alur informasi teks lisan dengan menemukan 2 dari 3 komponen alur (Thesis dan salah satu Argument/Recommendation) sesuai acuan teks lisan.Menganalisis alur informasi teks lisan secara lengkap mencakup 3 komponen (Thesis, Argument 1 & 2, serta Recommendation) sesuai acuan teks lisan dengan tepat.Menganalisis alur informasi teks lisan secara lengkap dan mendalam (Thesis, Argument 1 & 2, serta Recommendation) sesuai acuan teks lisan secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks lisan yang diperdengarkan memiliki kecepatan dan kejelasan artikulasi yang sesuai dengan tingkat kesiapan menyimak murid kelas 12?
  • Bagian alur mana (Thesis, Arguments, atau Recommendation) yang paling sering membuat murid keliru saat membedah alur teks lisan?

Murid:

  • Apakah saya dapat membedakan dengan jelas saat penutur beralih dari menyampaikan alasan (arguments) ke saran tindakan (recommendation) dalam teks lisan?
  • Strategi apa yang paling membantu saya memahami alur keseluruhan saat mendengarkan teks lisan bahasa Inggris bertema netiquette?

Pertemuan 2 — Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen Lisan tentang Etika Berkomentar di Media Sosial — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target kompetensi yaitu mengungkapkan pendapat serta mempertahankan argumen lisan tentang etika berkomentar di media sosial (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid merespons cepat satu pertanyaan pemicu: 'In your opinion, is leaving anonymous harsh comments acceptable?' menggunakan frasa opini bahasa Inggris seperti 'In my opinion,...' atau 'I believe that...' (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak dan menganalisis 3 model ekspresi lisan untuk menyatakan pendapat ('In my view...', 'I strongly believe that...', 'From my perspective...') dan 3 model ekspresi untuk mempertahankan argumen ('I see your point, but the evidence shows that...', 'That might be true, however we must consider that...', 'I maintain my stance because...') yang ditampilkan guru (15 menit).
  • Murid membedah 2 contoh kasus etika berkomentar di media sosial yang disajikan guru: Kasus 1 (Netizen A mengkritik karya seni kreator dengan kata-kata kasar secara anonim) dan Kasus 2 (Netizen B menyebarkan tangkapan layar percakapan pribadi figur publik untuk memicu hujatan publik), lalu mengidentifikasi alasan etis mengapa tindakan tersebut melanggar netiquette (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Devil's Advocate Challenge' secara berpasangan; satu murid mengambil peran menyatakan pendapat terkait skenario komentar media sosial, dan pasangannya memberikan sanggahan cepat, sementara murid pertama mempertahankan posisinya menggunakan frasa pertahanan argumen bahasa Inggris yang telah dipelajari (25 menit).
  • Murid secara berpasangan melakukan simulasi lisan 'Social Media Hearing' di mana mereka memilih 1 dari 3 topik etika komentar: (1) Kewajiban menggunakan identitas asli di kolom komentar, (2) Batasan antara kritik membangun dan cyberbullying, atau (3) Tanggung jawab pemilik akun dalam memoderasi komentar kebencian, lalu mengungkapkan pendapatnya dan mempertahankan argumen minimal 2 putaran tanya-jawab (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling mengevaluasi apakah frasa pengungkapan pendapat dan alasan pendukung yang digunakan dalam mempertahankan argumen sudah relevan dan logis (15 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan variasi ungkapan bahasa Inggris yang efektif untuk menyatakan pendapat serta teknik mempertahankan argumen lisan secara objektif dan santun saat membahas netiquette (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap performa lisan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan frasa (sentence starters/stems) berisi ungkapan opini dan pertahanan argumen bagi murid yang membutuhkan perancah bahasa, serta skenario kasus kontroversial yang lebih kompleks bagi murid yang berkemampuan mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dan contoh pemodelan berulang (guided modeling) pada pasangan murid yang masih ragu menyusun kalimat lisan, serta memberikan tantangan debat spontan tanpa teks bagi murid yang lebih cepat.
  • Produk: Tuntutan performa lisan disesuaikan: murid pada tingkat berkembang mengungkapkan 1 pendapat dengan 1 argumen pertahanan yang tepat, sedangkan murid mahir mempertahankan argumennya dengan 2 bukti/alasan logis yang saling mendukung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat lisan: Murid merespons pertanyaan guru 'In your opinion, is leaving anonymous harsh comments acceptable?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyatakan pendapatnya menggunakan frasa opini bahasa Inggris seperti 'In my opinion/I think...' dan menyebutkan minimal 1 alasan logis, misalnya 'No, because it hurts others' feelings' atau 'No, because anonymity encourages cyberbullying').

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan simulasi lisan berpasangan: Guru memeriksa apakah murid (1) menggunakan frasa bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat tentang isu etika berkomentar secara jelas, dan (2) menggunakan frasa mempertahankan argumen beserta alasan pendukung yang relevan ketika mendapat sanggahan (Acuan frasa opini: 'In my view...', 'I believe...'; Acuan frasa pertahanan: 'I see your point, but...', 'I maintain my stance because...').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di akhir sesi: Setiap murid secara bergiliran dalam kelompok kecil menyampaikan 1 kalimat pendapat lisan dan 1 kalimat penguat argumen mengenai netiquette (Kriteria penerimaan: Kalimat memuat penanda opini bahasa Inggris yang tepat dan alasan penguat yang koheren dengan topik etika bermedia sosial).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja lisan menggunakan lembar amatan saat simulasi 'Devil's Advocate Challenge' dan 'Social Media Hearing' yang memuat indikator pengungkapan pendapat dan pertahanan argumen lisan dalam bahasa Inggris.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat Lisan tentang Isu NetiquetteBelum mampu mengungkapkan pendapat tentang isu etika berkomentar dalam bahasa Inggris meskipun telah diberikan contoh frasa pemandu.Mampu mengungkapkan pendapat tentang isu etika berkomentar dalam bahasa Inggris dengan bantuan frasa pemandu, namun pilihan kata masih sangat terbatas.Mampu mengungkapkan pendapat tentang isu etika berkomentar dalam bahasa Inggris secara mandiri dengan frasa opini yang tepat dan jelas.Mampu mengungkapkan pendapat tentang isu etika berkomentar dalam bahasa Inggris secara mandiri menggunakan variasi frasa opini yang luas, lugas, dan terstruktur.
Mempertahankan Argumen LisanBelum mampu mempertahankan argumen lisan ketika disanggah atau beralih kembali ke bahasa Indonesia sepenuhnya.Mampu mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris terhadap sanggahan dengan bantuan arahan guru atau mengulang alasan yang sama tanpa pengembangan.Mampu mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris terhadap sanggahan secara mandiri dengan memberikan alasan pendukung yang relevan dan logis.Mampu mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris secara mandiri dan meyakinkan dengan menyajikan alasan pendukung yang kuat serta merespons poin sanggahan secara langsung.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi lisan berpasangan efektif dalam memicu murid untuk berani mempertahankan argumen dalam bahasa Inggris?
  • Bagian mana dari pemberian tanggapan balik atau scaffolding bahasa yang paling membantu murid yang kesulitan berbicara?
  • Apakah topik kasus netiquette yang diberikan cukup kontekstual dan memotivasi murid untuk berpendapat?

Murid:

  • Frasa bahasa Inggris baru apa saja yang berhasil saya gunakan hari ini untuk menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen?
  • Seberapa percaya diri saya saat harus mempertahankan argumen saya ketika disanggah oleh teman bicara?
  • Langkah apa yang akan saya lakukan untuk memperkuat alasan dan kosakata bahasa Inggris saya saat berbicara tentang etika digital di sesi berikutnya?

Pertemuan 3 — Mengevaluasi Informasi Tersurat dan Tersirat Teks Hortatory Exposition tentang Keamanan Jejak Digital — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis hortatory exposition tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi informasi tersurat (explicit) dan tersirat (implicit) dari teks tertulis hortatory exposition bertema keamanan jejak digital (digital footprint) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid membaca satu kutipan pendek 'Once uploaded, your photos no longer belong solely to you; algorithms store and process them forever' lalu menjawab 2 pertanyaan pembeda tersurat dan tersirat (acuan tersurat: algorithms store and process photos forever; acuan tersirat: users lose full control over their personal privacy once shared) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mindful membaca teks hortatory exposition berjudul 'Protecting Your Digital Footprint on Social Media' yang terdiri dari 4 paragraf (thesis, 2 arguments, recommendation) mengenai risiko pencurian identitas dan oversharing (15 menit).
  • Guru memodelkan teknik membaca kritis untuk membedakan 'explicit information' (fakta/pernyataan yang tertulis langsung kata demi kata) dan 'implicit information' (makna tersirat/kesimpulan logis berdasarkan petunjuk kontekstual teks) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyajikan permainan interaktif 'Fact vs Inference Challenge' berpasangan: murid mencocokkan 4 kartu kutipan teks dengan kartu status informasinya ('Explicit Fact' atau 'Implicit Inference') secara tepat dan cepat (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Evaluasi Membaca yang memuat 4 butir soal evaluasi informasi teks 'Protecting Your Digital Footprint on Social Media': 2 butir mengevaluasi informasi tersurat dan 2 butir mengevaluasi informasi tersirat (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid membahas jawaban Lembar Kerja bersama-sama; murid memeriksa bukti kalimat pendukung (textual evidence) yang mendasari kesimpulan masing-masing butir tersurat dan tersirat (20 menit).
  • Murid menuliskan satu catatan reflektif pribadi tentang strategi paling efektif yang mereka gunakan dalam membedakan bukti tersurat dan kesimpulan tersirat saat membaca teks argumentatif (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap capaian evaluasi membaca murid serta menyimpulkan pentingnya kejelian menafsirkan informasi tersirat dalam teks isu netiquette (10 menit).
  • Guru menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (Pertemuan 4: penyusunan tesis dan argumen tertulis teks hortatory exposition) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan glosarium kosakata kunci (misal: 'breadcrumbs', 'digital trace', 'data harvesting', 'impersonation') di samping teks bagi murid yang memerlukan perancah (scaffolding).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bergaris bawah penanda bukti kalimat tersurat, sedangkan murid yang mahir mengevaluasi teks tanpa penanda visual dan diminta menuliskan rujukan nomor baris teks pendukung kesimpulan tersirat.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja evaluasi informasi tersurat dan tersirat yang sama dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid membaca kutipan teks: 'Once uploaded, your photos no longer belong solely to you; algorithms store and process them forever.' Guru mengajukan 2 pertanyaan: (1) Tersurat: What happens to your uploaded photos according to the sentence? (Kunci: Algorithms store and process them forever); (2) Tersirat: What can be inferred about the user's control over their privacy? (Kunci: Users lose full control/ownership over their personal privacy once photos are shared online).

Proses:

  • Permainan 'Fact vs Inference Challenge' dengan 4 kartu pernyataan: (1) 'Social media platforms record login history and user locations' -> Status: Explicit Fact; (2) 'Users who post real-time updates are vulnerable to physical burglary' -> Status: Implicit Inference; (3) 'Fraudsters use fake profiles to ask followers for money' -> Status: Explicit Fact; (4) 'Careless digital habits may harm future job opportunities' -> Status: Implicit Inference. (Acuan: kartu 1 dan 3 = Explicit Fact; kartu 2 dan 4 = Implicit Inference).
  • Lembar Kerja Evaluasi Membaca Teks Mandiri berisi 4 butir: Butir 1 (Tersurat: sebutkan 2 ancaman langsung internet yang disebutkan di paragraf 2; Kunci: impersonation/fake profiles and cybercrime/phishing links); Butir 2 (Tersurat: apa tindakan yang disarankan pada paragraf 4?; Kunci: formulate better regulations / practice digital literacy); Butir 3 (Tersirat: mengapa oversharing berbahaya bagi keamanan personal?; Kunci: karena informasi detail memudahkan pelaku kejahatan memprofil dan memanipulasi korban); Butir 4 (Tersirat: apa maksud implisit dari 'the internet never forgets'?; Kunci: jejak data digital tersimpan permanen dan sulit dihapus sepenuhnya sehingga dapat berdampak jangka panjang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid membaca 1 kalimat penutup: 'Strict privacy settings significantly reduce unauthorized data access, but personal vigilance remains the ultimate defense.' Murid menentukan 1 simpulan tersirat. (Acuan yang diterima: Keamanan data tidak bisa hanya bergantung pada sistem teknis/pengaturan privasi aplikasi, melainkan menuntut kehati-hatian pengguna itu sendiri).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi informasi tersurat vs tersirat dari kutipan teks pembuka.
  • Tantangan berpasangan 'Fact vs Inference Challenge' pada tahap Mengaplikasi.
  • Lembar Kerja Evaluasi Membaca mandiri (4 butir evaluasi tersurat dan tersirat).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Informasi Tersurat (Explicit Information)Belum mampu menemukan dan mengevaluasi informasi tersurat dari teks; jawaban tidak sesuai dengan fakta yang tertulis dalam teks.Mampu mengevaluasi 1 dari 2 butir informasi tersurat dengan tepat sesuai rujukan teks secara terbimbing.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersurat secara tepat sesuai rujukan fakta teks secara mandiri.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersurat secara tepat dan konsisten serta mampu menunjukkan letak kalimat bukti pendukungnya dalam teks secara mandiri.
Mengevaluasi Informasi Tersirat (Implicit Information)Belum mampu menarik simpulan atau mengevaluasi makna tersirat; hanya mengulang kata-kata literal teks yang tidak relevan.Mampu mengevaluasi 1 dari 2 butir informasi tersirat dengan penalaran kontekstual yang cukup tepat melalui bimbingan guru.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersirat secara tepat berdasarkan petunjuk kontekstual teks secara mandiri.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersirat dengan penalaran logis yang mendalam serta mengaitkan petunjuk implisit dengan gagasan utama teks secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan hortatory exposition yang dipilih memiliki tingkat kesulitan kosakata yang sesuai bagi murid Fase F dalam menemukan informasi tersirat?
  • Bagian mana dari aktivitas membedakan informasi tersurat dan tersirat yang masih membingungkan bagi sebagian besar murid?

Murid:

  • Bagaimana caramu membedakan informasi yang dinyatakan secara langsung (tersurat) dengan informasi yang harus kamu simpulkan sendiri (tersirat)?
  • Tantangan apa yang kamu temui saat mencari makna tersirat dari teks tentang jejak digital, dan bagaimana kamu mengatasinya?

Pertemuan 4 — Mengomunikasikan Gagasan Tertulis Penyusunan Tesis dan Argumen Teks Hortatory Exposition Isu Netiquette — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yakni menyusun bagian tesis dan argumen teks hortatory exposition tentang netiquette secara tertulis (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan dua cuplikan kalimat di layar: (A) 'Netiquette is about being polite on social media.' dan (B) 'Social media users should practice strict netiquette because cyberbullying creates mental distress and damages online communities.' Murid diminta menuliskan di secarik kertas mana yang berfungsi sebagai thesis statement yang tepat beserta alasannya (kunci: Kalimat B adalah thesis statement yang tepat karena menyatakan pendirian/sudut pandang yang jelas dan alasan utama yang dapat diperdebatkan, sedangkan A hanya definisi deskriptif) (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan topik penyusunan thesis statement dan elaboration of arguments pada teks hortatory exposition isu netiquette (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati model struktur teks hortatory exposition fokus bagian Thesis (isu dan sudut pandang) dan Arguments (alasan pendukung yang dielaborasi fakta/opini) serta unsur kebahasaannya (simple present tense dan emotive phrases) melalui lembar panduan writing mapping (15 menit).
  • Dalam aktivitas ceria 'Thesis vs. Non-Thesis Match-Up', murid berpasangan menerima 3 strip kalimat cetak untuk diklasifikasikan ke dalam kategori Thesis atau Non-Thesis: (1) 'In my view, disrespectful commenting should be restricted to prevent severe psychological harm' (Kunci: Thesis); (2) 'Social media platforms have millions of daily active users' (Kunci: Non-Thesis); (3) 'Netiquette must be strictly upheld because digital footprints permanently determine personal integrity' (Kunci: Thesis). Pasangan yang selesai tercepat dan tepat membacakan jawabannya untuk validasi bersama kelas (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memilih satu isu spesifik etika bermedia sosial dari 3 pilihan yang disediakan: (1) Cyberbullying and hateful comments, (2) Sharing unverified information (hoaxes), atau (3) Oversharing personal private data without consent (10 menit).
  • Murid secara mandiri merancang writing plan pada lembar kerja: merumuskan 1 thesis statement yang memuat isu dan sudut pandang tegas, serta mendaftar 2 poin argumen utama terkait isu yang dipilih (20 menit).
  • Murid mengembangkan outline tersebut menjadi draf tulisan tertulis yang memuat paragraf tesis dan minimal dua paragraf elaborasi argumen menggunakan simple present tense dan emotive phrases (misalnya: 'severely harmful', 'crucial obligation', 'destructive impact') (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan self-checking terhadap draf tertulisnya menggunakan panduan periksa mandiri yang memastikan keberadaan tesis, minimal 2 argumen elaboratif, penggunaan simple present tense, dan minimal 2 emotive phrases (15 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi singkat pada akhir lembar tugas mengenai bagian penyusunan argumen tertulis mana yang paling menantang untuk dirumuskan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dalam menyusun draf tertulis tesis dan argumen, serta memberi arahan bahwa draf ini akan dilanjutkan dengan perumusan paragraf rekomendasi pada pertemuan berikutnya (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu berupa daftar kosakata emotive phrases (misal: disastrous, alarmingly, fundamentally unjust) bagi murid yang membutuhkan scaffolding kosakata.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah (guided writing frame) berupa kalimat rumpang pada tesis bagi murid yang membutuhkan bantuan, sementara murid yang sudah mahir menulis draf tesis dan argumen secara mandiri tanpa pola rumpang.
  • Produk: Murid dengan kesiapan belajar lebih tinggi mengembangkan 3 argumen terelaborasi dengan contoh kasus nyata netiquette, sedangkan murid lainnya mengembangkan minimal 2 argumen utama terelaborasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat menentukan kalimat tesis yang tepat dari 2 pilihan kalimat: (A) 'Netiquette is about being polite on social media.' dan (B) 'Social media users should practice strict netiquette because cyberbullying creates mental distress and damages online communities.' (Kriteria ketercapaian: Murid memilih kalimat B dan menjelaskan bahwa kalimat B memuat pendirian/stance yang tegas disertai alasan, bukan sekadar definisi umum seperti kalimat A).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja draf tertulis: ketepatan rumusan 1 thesis statement (isu + sudut pandang/stance), pengembangan minimal 2 argumen tertulis yang relevan dan terelaborasi, serta ketepatan penggunaan unsur kebahasaan (simple present tense dan minimal 2 emotive phrases).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup melalui lembar draf tulisan murid dengan kriteria: rumusan tesis menyatakan sudut pandang yang jelas terhadap isu netiquette dan didukung minimal 2 argumen tertulis yang terelaborasi secara logis.

Formatif:

  • Kuis diagnostik klasifikasi thesis statement pada kegiatan pendahuluan
  • Penilaian proses pada lembar kerja draf tertulis tesis dan elaborasi argumen teks hortatory exposition

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Teks: Perumusan Tesis (Thesis Statement)Belum mampu menuliskan thesis statement; tulisan hanya berupa pernyataan topik atau definisi tanpa sudut pandang.Menuliskan pernyataan sudut pandang tentang isu netiquette namun fokus isu belum jelas atau tidak menunjukkan pendirian yang tegas.Menuliskan 1 thesis statement yang jelas memuat isu netiquette dan sudut pandang/pendirian penulis secara tertulis.Menuliskan 1 thesis statement yang sangat jelas, tegas, dan spesifik mengaitkan isu netiquette dengan pendirian penulis serta cakupan argumen utama.
Struktur Teks: Elaborasi Argumen (Arguments)Belum menuliskan argumen yang relevan atau argumen tidak mendukung tesis sama sekali.Menuliskan argumen tertulis namun hanya berupa 1 poin klaim tanpa elaborasi penjelasan pendukung.Menuliskan minimal 2 argumen tertulis yang relevan mendukung tesis disertai penjelasan pendukung secara runtut.Menuliskan minimal 2 argumen tertulis yang mendalam, terelaborasi penuh dengan bukti/fakta dan penalaran logis yang secara kuat mendukung tesis.
Unsur Kebahasaan: Simple Present Tense & Emotive PhrasesSebagian besar kalimat belum menggunakan simple present tense dan tidak menggunakan emotive phrases sama sekali.Menggunakan simple present tense dengan beberapa kekeliruan struktur dan menggunakan 1 emotive phrase.Menggunakan simple present tense secara tepat pada sebagian besar kalimat dan menggunakan minimal 2 emotive phrases yang sesuai konteks.Menggunakan simple present tense secara konsisten dan tepat di seluruh kalimat serta memadukan lebih dari 2 emotive phrases secara variatif dan efektif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penulisan draf tertulis tesis dan argumen sudah cukup memfasilitasi seluruh murid untuk menuangkan idenya?
  • Apakah scaffolding kalimat rumpang efektif membantu murid yang mengalami kesulitan dalam merumuskan thesis statement?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan kalimat tesis yang dengan tegas menyatakan sikap saya terhadap isu netiquette?
  • Apakah argumen tertulis yang saya kembangkan sudah memiliki alasan dan penjelasan yang cukup kuat untuk meyakinkan pembaca?

Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Gagasan Tertulis Rekomendasi Teks Hortatory Exposition Menggunakan Kaidah Kebahasaan yang Tepat — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar fisik maupun psikis di kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengomunikasikan gagasan tertulis berupa bagian rekomendasi (recommendation) dalam teks hortatory exposition bertema netiquette dengan struktur teks dan unsur kebahasaan (modal verbs dan emotive phrases) yang tepat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan lembar kuis cepat berisi 2 butir kalimat rumpang untuk mengidentifikasi modal verb penanda anjuran (recommendation) (acuan butir 1: should; butir 2: ought to) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati telaah perbandingan antara kalimat simpulan biasa dan kalimat rekomendasi hortatory exposition pada lembar peraga: (Kalimat A) 'In conclusion, online harassment is increasing' vs (Kalimat B) 'Therefore, netizens should verify every piece of news before sharing and ought to report cyberbullying immediately to maintain digital safety' (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan mendalam mengenai fungsi komunikatif paragraf rekomendasi (ajakan/solusi tegas yang harus atau tidak boleh dilakukan) serta unsur kebahasaan penunjangnya, yaitu Present Tense, Modal Verbs of Recommendation ('should', 'ought to', 'must'), dan Emotive Phrases ('crucial step', 'toxic behavior', 'mind-blowing damage') (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan mini 'Persuasive Recommendation Relay' berpasangan: setiap pasangan diberikan 2 isu mikro netiquette (Isu 1: 'Leaving hate comments on public figures' profiles'; Isu 2: 'Oversharing sensitive personal data on social media') dan saling berlomba menyusun 1 kalimat rekomendasi tertulis lengkap dengan 1 modal verb dan 1 emotive phrase di lembar kerja mini (acuan kriteria: memuat modal verb rekomendasi dan emotive phrase relevan) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun draf bagian rekomendasi (recommendation paragraph) teks hortatory exposition sepanjang 4–6 kalimat tertulis yang menyambung draf tesis dan argumen dari pertemuan sebelumnya, dengan fokus isu netiquette pilihan mereka (misalnya: cyberbullying, digital footprint, atau respectful commenting) (30 menit).
  • Murid memastikan draf rekomendasi tertulisnya memuat unsur wajib: pernyataan tindakan anjuran konkret, minimal 2 penggunaan modal verbs ('should'/'ought to'/'must'), serta minimal 2 penggunaan emotive phrases yang memperkuat daya bujuk teks (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan self-check terhadap draf paragraf rekomendasi tertulis masing-masing menggunakan daftar periksa mandiri: (1) Adanya kalimat ajakan tindakan konkret? (2) Ketepatan bentuk Present Tense? (3) Kehadiran modal verb anjuran? (4) Kehadiran frasa emotif? (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum terhadap hasil penulisan rekomendasi murid serta mengonfirmasi bahwa bagian rekomendasi ini telah melengkapi struktur utuh teks hortatory exposition mereka (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan formula kunci menulis rekomendasi dalam hortatory exposition (Thesis + Arguments + Actionable Recommendations) dan menginformasikan bahwa draf tulisan akan dilanjutkan ke tahap penelaahan kaidah penulisan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bank kosakata modal verbs dan emotive phrases terpandu (scaffolding list) bagi murid yang membutuhkan dukungan tambahan, serta format tantangan perluasan kompleksitas kalimat majemuk bagi murid yang telah mahir.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan individual berkala (guided drafting) kepada murid yang masih ragu dalam memilih modal verbs yang sesuai dengan konteks anjuran.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun minimal 4 kalimat rekomendasi terarah, sedangkan murid mahir menyusun 5-6 kalimat rekomendasi dengan variasi emotive phrases yang lebih kaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik singkat tertulis berupa 2 butir kalimat rumpang penanda anjuran etika daring: 1. 'To prevent misunderstanding, social media users ... (should / used to) read the entire caption before leaving an angry remark.' (Kunci acuan: should) 2. 'Netizens ... (ought to / had to) think critically and verify factual links to protect their digital footprint.' (Kunci acuan: ought to)

Proses:

  • Pemeriksaan draf tertulis paragraf rekomendasi (4-6 kalimat) murid saat sesi mandiri. Kriteria ketercapaian: (1) Struktur memuat rekomendasi/solusi aksi konkret terkait isu netiquette; (2) Menggunakan Simple Present Tense yang akurat; (3) Menggunakan minimal 2 modal verbs anjuran (should, ought to, must); (4) Menggunakan minimal 2 emotive phrases (seperti 'harmful consequence', 'vital responsibility', 'toxic behavior').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis reflektif di akhir sesi: Murid menuliskan 1 kalimat rekomendasi pamungkas untuk menutup teks mereka yang menggabungkan 1 modal verb dan 1 emotive phrase (Kriteria penerimaan: kalimat secara tata bahasa berbentuk Simple Present, memuat kata modal 'should'/'ought to'/'must', serta memuat kata sifat/frasa emotif yang bermakna anjuran etika daring).

Formatif:

  • Penilaian proses draf tertulis paragraf rekomendasi teks hortatory exposition menggunakan lembar observasi dan rubrik analitik struktur serta kaidah kebahasaan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Struktur Rekomendasi TertulisGagasan tertulis belum memuat anjuran/solusi konkret terkait isu netiquette (hanya mengulang argumen atau fakta tanpa kalimat aksi).Menuliskan 1 gagasan anjuran tertulis tetapi solusinya masih kabur atau belum terhubung langsung dengan isu netiquette yang diangkat.Menuliskan gagasan rekomendasi tertulis yang memuat anjuran aksi konkret dan relevan dengan isu netiquette yang diangkat secara runtut.Menuliskan paragraf rekomendasi tertulis yang memuat anjuran aksi konkret, mendalam, tersusun logis sebagai solusi komprehensif atas isu netiquette secara mandiri.
Ketepatan Kaidah Kebahasaan (Modal Verbs dan Emotive Phrases)Belum menggunakan modal verbs anjuran maupun emotive phrases dalam draf rekomendasi tertulis.Menggunakan hanya 1 modal verb anjuran atau 1 emotive phrase, dengan beberapa kekeliruan struktur tata bahasa present tense.Menggunakan minimal 2 modal verbs anjuran ('should'/'ought to'/'must') dan minimal 2 emotive phrases secara tepat dalam konteks kalimat present tense.Menggunakan lebih dari 2 modal verbs anjuran dan variasi emotive phrases yang tepat, natural, dan efektif memperkuat daya persuasif tulisan tanpa kekeliruan tata bahasa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit untuk menulis draf rekomendasi secara mandiri cukup bagi seluruh murid?
  • Bagian kaidah kebahasaan mana (modal verbs atau emotive phrases) yang paling banyak memerlukan bimbingan guru saat proses penulisan draf?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan kalimat anjuran yang solutif untuk mengatasi isu netiquette yang saya pilih?
  • Kaidah kebahasaan apa yang paling membantu saya meyakinkan pembaca agar mengikuti rekomendasi yang saya tulis?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah Menulis Teks Hortatory Exposition Isu Netiquette secara Kolaboratif — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) secara mandiri maupun kolaboratif

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan target pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan strategi koreksi kaidah menulis teks hortatory exposition secara mandiri dan kolaboratif (3 menit).
  • Murid merespons pertanyaan diagnostik asesmen awal di papan tulis untuk mengidentifikasi 3 kesalahan kaidah menulis (struktur dan ciri kebahasaan) pada kutipan draf singkat hortatory exposition tentang netiquette: 'Netiquette are very vital. We was posting without thinking yesterday. Therefore, I recommended you should not spread hoaxes.' (acuan koreksi: 1. Subject-verb agreement/present tense: 'Netiquette are' -> 'Netiquette is'; 2. Present tense: 'We was posting' -> 'We post / People often post'; 3. Modalitas/tense rekomendasi: 'I recommended' -> 'I recommend') (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati rubrik/daftar periksa strategi koreksi penulisan (Peer Feedback Checklist) yang memuat elemen Schematic Structure (Title, Thesis, Arguments, Recommendation) dan Linguistic Features (Simple Present Tense, Emotive Phrases, Modal verbs for recommendation) sesuai panduan Buku Guru Unit 3 (10 menit).
  • Secara mandiri dan berkesadaran penuh (mindful), murid mempraktikkan strategi koreksi lapis pertama (self-correction) pada draf teks hortatory exposition tema netiquette milik sendiri menggunakan daftar periksa tersebut untuk menandai minimal 2 bagian kaidah menulis yang memerlukan perbaikan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana yang menggembirakan melalui tantangan berpasangan 'Text Detective Challenge', murid saling bertukar draf tulisan hortatory exposition dengan teman sebangku/kelompok kecil untuk melakukan koreksi kolaboratif (peer-editing) menggunakan lembar daftar periksa koreksi (25 menit).
  • Setiap murid menunjukkan strategi koreksi pada draf rekan dengan memberi tanda centang pada kriteria yang terpenuhi, menandai kesalahan kaidah menulis (struktur skematik dan ciri kebahasaan) menggunakan simbol koreksi standar, serta menuliskan catatan koreksi spesifik perbaikan pada draf tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengembalikan draf yang telah dikoreksi kepada pemiliknya, kemudian masing-masing murid membaca hasil catatan koreksi dari rekannya dan memutuskan perbaikan kaidah menulis yang akan diterapkan pada draf final mereka (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya strategi koreksi mandiri dan kolaboratif dalam memastikan ketepatan kaidah menulis teks hortatory exposition (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap strategi pemeriksaan draf, mengumpulkan lembar koreksi sejawat sebagai rekaman formatif proses, dan menyampaikan bahwa draf final yang telah disempurnakan akan dipersiapkan untuk kegiatan presentasi di Pertemuan 7 (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar periksa dengan kartu petunjuk contoh kesalahan umum (tense, emotive phrases, struktur), sedangkan murid yang mahir memeriksa draf dengan variasi argumen yang lebih kompleks.
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang membutuhkan bantuan didampingi guru secara berkala saat meneliti draf teman, sementara murid yang telah mandiri dapat melakukan teknik silang ganda (memeriksa dua draf rekan secara bergantian).
  • Produk: Umpan balik koreksi dituangkan pada lembar checklist standar; murid yang mahir menambahkan alternatif pilihan kosakata emotif (emotive phrases) yang lebih bervariasi pada catatan koreksi draf.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi diagnostik singkat: Murid diminta menemukan dan mengoreksi 3 kesalahan kaidah penulisan pada kalimat draf netiquette: 'Netiquette are very vital. We was posting without thinking yesterday. Therefore, I recommended you should not spread hoaxes.' (acuan koreksi: 1. Subject-verb agreement: 'Netiquette are' -> 'Netiquette is'; 2. Tense konsisten hortatory: 'We was posting' -> 'We post / People often post'; 3. Kaidah rekomendasi: 'I recommended' -> 'I recommend').

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja koreksi sejawat (Peer Feedback Checklist) yang mencakup 6 indikator: schematic structure (title, thesis, arguments, recommendation) dan linguistic features (present tense, emotive phrases/modality) beserta catatan perbaikan konkret pada teks draf.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/exit ticket berupa identifikasi strategi koreksi: Murid menuliskan 2 strategi koreksi kaidah menulis yang paling membantu mereka dalam memperbaiki draf teks hortatory exposition tentang netiquette hari ini (kriteria penerimaan: menyebutkan teknik pemeriksaan struktur teks atau pengecekan kaidah kebahasaan/tenses/kata emotif secara tepat dan operasional).

Formatif:

  • Penilaian diri dan penilaian antarteman (Peer Feedback Checklist) saat menunjukkan strategi koreksi draf teks hortatory exposition
  • Observasi unjuk kerja ketepatan penandaan koreksi kaidah penulisan (struktur dan ciri kebahasaan) selama kerja kolaboratif

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Strategi Koreksi Struktur Skematik Teks Hortatory ExpositionBelum mampu menunjukkan strategi koreksi; tidak dapat mengidentifikasi kelengkapan komponen struktur teks (title, thesis, arguments, recommendation) pada draf rekan.Mampu menunjukkan strategi koreksi untuk sebagian kecil (1-2 komponen) struktur teks (misal hanya mengecek judul atau tesis) dengan bimbingan intensif pendidik.Mampu menunjukkan strategi koreksi secara mandiri dan kolaboratif pada sebagian besar komponen struktur teks (title, thesis, arguments, recommendation) dengan tepat.Mampu menunjukkan strategi koreksi secara konsisten dan menyeluruh pada seluruh komponen struktur teks (title, thesis, arguments, recommendation) disertai catatan perbaikan spesifik.
Strategi Koreksi Kaidah Kebahasaan (Linguistic Features) Teks Hortatory ExpositionBelum mampu mengidentifikasi maupun menandai kesalahan kaidah kebahasaan (present tense, emotive phrases, modal verbs) pada draf tulisan rekan.Mampu menemukan 1 kesalahan kaidah kebahasaan (misal present tense) pada draf rekan namun belum dapat memberikan usulan perbaikan koreksi yang tepat tanpa bantuan pendidik.Mampu menemukan dan menandai kesalahan kaidah kebahasaan (present tense, emotive phrases, modal verbs rekomendasi) serta memberikan usulan koreksi yang tepat secara kolaboratif.Mampu menemukan, menandai, dan memberikan alternatif koreksi kaidah kebahasaan secara mandiri dan akurat pada draf rekan dengan pembuktian kaidah yang jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur lembar periksa (checklist) peer-correction memudahkan murid menemukan kesalahan kaidah menulis teks hortatory exposition secara mandiri dan kolaboratif?
  • Bagian kaidah penulisan mana (struktur skematik atau kebahasaan) yang masih sering terlewat oleh murid saat proses koreksi silang?

Murid:

  • Strategi apa yang paling membantumu saat memeriksa draf tulisan teman sebangku hari ini?
  • Setelah menerima koreksi dari rekanmu, bagian kaidah menulis apa pada teksmu yang paling membutuhkan perbaikan sebelum dipresentasikan?

Pertemuan 7 — Mempresentasikan Gagasan Teks Hortatory Exposition tentang Netiquette Berbantuan Media Presentasi untuk Mempertahankan Argumen — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)
  • TP 12.3.6 Mempresentasikan gagasan teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) menggunakan media presentasi untuk mempertahankan argumen

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan ruang belajar untuk sesi presentasi (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menyajikan teks hortatory exposition tentang netiquette dengan bantuan media presentasi serta menggunakan bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan berpasangan: murid menanggapi 1 pertanyaan pemantik singkat terkait cara menyatakan argumen netiquette ('Why is netiquette important in comment sections?'), dan guru mengamati kesiapan murid dalam merumuskan pendapat dan argumen lisan (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai panduan presentasi berbasis 5W+1H (who, what, why, where, when, how) dan frasa fungsional untuk mempertahankan argumen lisan, seperti 'I understand your point, but my argument is based on...', 'Evidence shows that...', dan 'To reinforce our recommendation...' (15 menit).
  • Murid secara berkelompok melakukan latihan kilat 'Argument Defense Drill' (tantangan berpasangan interaktif yang menggembirakan): satu murid melontarkan pertanyaan sanggahan tentang netiquette dan murid lainnya merespons spontan menggunakan frasa mempertahankan argumen yang tepat (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan gagasan teks hortatory exposition bertema netiquette (mencakup thesis, arguments, dan recommendation) di depan kelas dengan memanfaatkan media presentasi (slide digital atau lembar visual infografik) yang telah disiapkan (40 menit).
  • Setelah presentasi kelompok selesai, sesi tanya-jawab dibuka di mana kelompok penyaji menggunakan bahasa Inggris untuk menanggapi pertanyaan audiens dan mempertahankan argumen rekomendasi netiquette mereka secara logis dan runtut (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi jalannya presentasi, mencatat kekuatan dalam penyampaian gagasan dan ketepatan penggunaan ungkapan mempertahankan argumen, serta menandai hal-hal yang perlu ditingkatkan untuk performa komunikasi lisan berikutnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif menyeluruh mengenai kejelasan presentasi gagasan berbantuan media dan ketangkasan mempertahankan argumen (5 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa seluruh rangkaian latihan Bab 3 telah tuntas dan pada pertemuan berikutnya (pertemuan 8) akan dilaksanakan asesmen sumatif terpadu, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu (scaffolding sheet) berisi daftar frasa mempertahankan argumen (defending phrases) bagi kelompok yang membutuhkan, sementara kelompok mahir didorong menggunakan variasi kosakata argumentatif tingkat lanjut.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi kelompok yang masih ragu merespons sanggahan langsung saat sesi latihan, serta memberikan tantangan pertanyaan sanggahan yang lebih kompleks bagi murid yang berkemampuan tinggi.
  • Produk: Media presentasi dapat berupa slide digital proyektor maupun infografik cetak/kertas plano terstruktur sesuai ketersediaan teknologi kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik singkat: Murid diminta menjawab pertanyaan 'Why is netiquette necessary when commenting on social media? Give one strong argument!' (Kriteria penerimaan: murid mampu menyatakan satu pendapat yang memuat alasan logis perlunya etika berkomentar, misalnya 'Because rude comments cause cyberbullying' atau 'To keep online discussion safe and healthy').

Proses:

  • Observasi formatif saat latihan 'Argument Defense Drill': Mengamati ketepatan murid menggunakan minimal 1 frasa pembelaan argumen ('I see your point, but...', 'The main reason is...') secara tepat konteks.
  • Penilaian unjuk kerja selama presentasi kelompok dan sesi tanya-jawab: Menilai kelengkapan gagasan teks (thesis, arguments, recommendation) berbantuan media dan ketepatan merespons sanggahan audiens.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan umpan balik penutup: Murid menuliskan satu kalimat refleksi berisi frasa mempertahankan argumen yang paling efektif mereka gunakan saat menjawab sanggahan hari ini (Kriteria: memuat frasa pengungkapan argumen yang gramatikal dan kontekstual terhadap topik netiquette).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja presentasi kelompok berbantuan media visual (rubrik ketercapaian presentasi gagasan).
  • Catatan pengamatan lisan saat sesi tanya jawab (kemampuan mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempresentasikan Gagasan Hortatory Exposition dengan Media Presentasi (TP 12.3.6)Menyajikan gagasan tanpa media presentasi atau presentasi tidak memuat bagian utama teks hortatory exposition (thesis, arguments, dan recommendation).Menyajikan gagasan dengan media presentasi, namun hanya memuat sebagian struktur (misalnya hanya thesis tanpa argument/recommendation yang jelas) dan penyampaian kurang runtut.Mempresentasikan seluruh gagasan teks hortatory exposition (thesis, arguments, recommendation) secara runtut berbantuan media presentasi yang relevan.Mempresentasikan seluruh gagasan teks hortatory exposition (thesis, arguments, recommendation) secara sangat runtut, jelas, dan memikat dengan integrasi media presentasi visual yang optimal.
Menggunakan Bahasa Inggris untuk Mempertahankan Argumen Netiquette (TP 12.3.2)Belum mampu menggunakan bahasa Inggris untuk merespons pertanyaan atau mempertahankan argumen saat sesi tanya-jawab.Mampu merespons sanggahan dalam bahasa Inggris tetapi belum menggunakan frasa mempertahankan argumen yang memadai atau alasan pendukung kurang relevan dengan isu netiquette.Menggunakan bahasa Inggris dengan frasa yang tepat (misalnya 'I understand, but...', 'Evidence shows...') untuk merespons dan mempertahankan argumen isu netiquette secara logis.Menggunakan bahasa Inggris dengan sangat lancar dan bervariasi untuk mempertahankan argumen secara meyakinkan dan logis saat menanggapi berbagai sanggahan audiens.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk presentasi setiap kelompok dan sesi tanya jawab berjalan efektif dan seimbang?
  • Bagaimana respons murid terhadap penggunaan frasa bahasa Inggris saat mempertahankan argumen di bawah tekanan sanggahan teman?

Murid:

  • Bagian mana dari presentasi kelompok saya yang paling berhasil meyakinkan audiens tentang pentingnya netiquette?
  • Seberapa percaya diri saya saat mempertahankan argumen dalam bahasa Inggris ketika menjawab pertanyaan audiens?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.3.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette)
  • TP 12.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)
  • TP 12.3.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis hortatory exposition tentang isu etika bermedia sosial (netiquette)
  • TP 12.3.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
  • TP 12.3.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) secara mandiri maupun kolaboratif
  • TP 12.3.6 Mempresentasikan gagasan teks hortatory exposition tentang etika bermedia sosial (netiquette) menggunakan media presentasi untuk mempertahankan argumen

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif terpadu dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan pelaksanaan asesmen akhir bab etika bermedia sosial (netiquette) (3 menit).
  • Guru membagikan lembar tes tertulis Bagian A (Listening & Reading) serta menjelaskan alokasi waktu dan aturan ketertiban pelaksanaan asesmen sumatif terpadu secara objektif (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menyimak audio monolog hortatory exposition berjudul 'Think Before Posting: Cultivating Respectful Online Spaces' sebanyak dua kali pemutaran untuk menganalisis alur informasi (tesis, argumen, rekomendasi), lalu membaca teks tertulis 'The Permanence of Digital Footprints' untuk mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat (10 menit).
  • Murid mengerjakan 4 butir soal analisis lisan dan evaluasi tertulis pada lembar jawaban. Soal 1 (Lisan-Tesis): 'Tentukan tesis/gagasan pokok wacana lisan!' (Kunci: Murid harus menyaring unggahan dan komentar secara bijak untuk mencegah cyberbullying di ruang digital); Soal 2 (Lisan-Alur Argumen & Rekomendasi): 'Sebutkan 1 argumen pendukung dan 1 rekomendasi pembicara!' (Kunci: Argumen: jejak komentar kasar merusak kesehatan mental orang lain; Rekomendasi: warganet wajib menerapkan prinsip THINK sebelum berkomentar); Soal 3 (Tertulis-Tersurat): 'Berdasarkan paragraf 2 teks tertulis, sebutkan bukti tersurat tentang dampak jejak digital pada perekrutan kerja!' (Kunci: 70% perekrut memeriksa jejak media sosial pelamar dan membatalkan tawaran kerja akibat perilaku daring yang buruk); Soal 4 (Tertulis-Tersirat): 'Evaluasilah makna tersirat dari kalimat: Your digital footprint is a permanent tattoo in the digital realm!' (Kunci: Setiap aktivitas/unggahan di internet tidak pernah benar-benar hilang dan akan terus memengaruhi reputasi seseorang di masa depan) (30 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dalam kelompok (masing-masing 4 orang) mengumpulkan dan menata naskah teks hortatory exposition bertema netiquette yang memuat struktur lengkap (thesis statement tentang pentingnya etika digital, 2 elaborasi arguments, dan recommendation tindakan konkret) serta unsur kebahasaan present tense dan emotive phrases (15 menit).
  • Murid melakukan penyuntingan sejawat (peer-editing) secara kolaboratif menggunakan checklist kaidah penulisan (memeriksa dan menandai ketepatan 3 aspek: generic structure, subject-verb agreement pada simple present tense, serta penggunaan emotive phrases seperti 'deeply alarming', 'imperative', atau 'destructive') dan membubuhkan tanda koreksi pada draf esai (30 menit).
  • Setiap kelompok (7 kelompok @ 4 murid) secara bergiliran menampilkan performa unjuk kerja presentasi lisan selama 7 menit di depan kelas: 4 menit pemaparan gagasan teks hortatory exposition berbantuan slide presentasi/infografik cetak dan 3 menit sesi tanya jawab mempertahankan argumen netiquette secara lisan menggunakan ungkapan mempertahankan pendapat berbahasa Inggris (total 7 kelompok x 7 menit = 49 menit) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuntaskan penyerahan seluruh bukti fisik asesmen sumatif (lembar tes tertulis individu, naskah draf akhir bertanda koreksi penyuntingan sejawat, dan slide presentasi kelompok) kepada guru (3 menit).
  • Murid mengisi 2 pertanyaan refleksi kemandirian proses belajar bab netiquette: 'Bagian keterampilan berbahasa apa yang paling berkembang selama mempelajari teks hortatory exposition?' dan 'Bagaimana penerapan etika digital ini akan saya wujudkan dalam interaksi nyata di media sosial?' (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas integritas, kesungguhan kerja mandiri, dan kerja sama murid selama menuntaskan seluruh rangkaian asesmen sumatif terpadu Bab 3 (3 menit).
  • Guru merangkum capaian pembelajaran Bab 3 mengenai teks hortatory exposition etika bermedia sosial, menyampaikan rencana tindak lanjut pelaporan hasil, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks tes tertulis disediakan dengan ukuran font standar dan opsi ukuran font lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah isi teks, butir soal, maupun kriteria penilaian.
  • Proses: Akomodasi format media presentasi: kelompok dapat memilih media penampil argumen dalam bentuk slide digital presentasi atau poster infografik cetak tanpa mengubah durasi pemaparan dan tuntutan mempertahankan argumen lisan.
  • Produk: Standar capaian dan instrumen penilaian seragam untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis pelaksanaan asesmen sumatif: kelengkapan lembar soal-jawaban tes, draf teks esai yang siap disunting, dan kesiapan media presentasi kelompok.

Proses:

  • Observasi guru terhadap ketertiban mandiri murid selama tes tertulis terstruktur dan pencatatan keterlibatan kolaboratif saat proses penyuntingan sejawat (peer-editing) berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Asesmen terpadu reseptif-produktif (tes tertulis pemahaman menyimak-membaca, penulisan draf hortatory exposition dan penyuntingan teman sejawat, serta unjuk kerja presentasi kelompok): Lembar jawaban tes analisis teks lisan dan evaluasi teks tertulis hortatory exposition netiquette, naskah draf esai bertanda koreksi penyuntingan teman sejawat, dan rekaman penilaian performa presentasi argumen berbantuan media visual dalam kelompok
  • tes tertulis serentak (integrasi listening dan reading): Lembar jawaban tertulis murid yang memuat analisis alur gagasan pokok, argumen, dan rekomendasi dari rekaman audio hortatory exposition tentang netiquette, serta hasil evaluasi perbandingan bukti tersurat dan inferensi tersirat dari teks bacaan (40 menit; individual; instrumen: soal tes tertulis terstruktur, kunci jawaban, dan rubrik penskoran evaluasi teks)
  • tugas menulis terbimbing dan penyuntingan sejawat (peer-editing): Lembar naskah teks hortatory exposition tentang isu netiquette yang ditulis dengan tesis, argumen, dan rekomendasi yang tepat, disertai lembar umpan balik perbaikan dan draf akhir yang memuat tanda koreksi kaidah penulisan dari teman sejawat (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penulisan hortatory exposition dan lembar panduan koreksi kaidah penulisan (checklist peer-editing))
  • unjuk kerja presentasi kelompok dan adu argumen: Performa lisan kelompok (7 kelompok @ 4 murid, masing-masing 7 menit: 4 menit pemaparan berbantuan media presentasi digital/cetak dan 3 menit sesi tanya jawab mempertahankan argumen netiquette secara lisan; 7 kelompok x 7 menit = 49 menit, muat satu kelas) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja presentasi dan kemampuan mempertahankan argumen lisan)

Sumatif:

  • Asesmen terpadu reseptif-produktif (tes tertulis pemahaman menyimak-membaca, penulisan draf hortatory exposition dan penyuntingan teman sejawat, serta unjuk kerja presentasi kelompok): Lembar jawaban tes analisis teks lisan dan evaluasi teks tertulis hortatory exposition netiquette, naskah draf esai bertanda koreksi penyuntingan teman sejawat, dan rekaman penilaian performa presentasi argumen berbantuan media visual dalam kelompok
  • tes tertulis serentak (integrasi listening dan reading): Lembar jawaban tertulis murid yang memuat analisis alur gagasan pokok, argumen, dan rekomendasi dari rekaman audio hortatory exposition tentang netiquette, serta hasil evaluasi perbandingan bukti tersurat dan inferensi tersirat dari teks bacaan (40 menit; individual; instrumen: soal tes tertulis terstruktur, kunci jawaban, dan rubrik penskoran evaluasi teks)
  • tugas menulis terbimbing dan penyuntingan sejawat (peer-editing): Lembar naskah teks hortatory exposition tentang isu netiquette yang ditulis dengan tesis, argumen, dan rekomendasi yang tepat, disertai lembar umpan balik perbaikan dan draf akhir yang memuat tanda koreksi kaidah penulisan dari teman sejawat (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penulisan hortatory exposition dan lembar panduan koreksi kaidah penulisan (checklist peer-editing))
  • unjuk kerja presentasi kelompok dan adu argumen: Performa lisan kelompok (7 kelompok @ 4 murid, masing-masing 7 menit: 4 menit pemaparan berbantuan media presentasi digital/cetak dan 3 menit sesi tanya jawab mempertahankan argumen netiquette secara lisan; 7 kelompok x 7 menit = 49 menit, muat satu kelas) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja presentasi dan kemampuan mempertahankan argumen lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Informasi Teks Lisan Hortatory Exposition (TP 12.3.1)Menjawab kurang dari 1 butir soal analisis lisan dengan tepat (keliru menentukan tesis maupun alur argumen/rekomendasi sesuai kunci).Menjawab tepat 1 dari 2 butir soal analisis lisan (hanya tepat menentukan tesis ATAU tepat menyebutkan 1 argumen dan 1 rekomendasi sesuai kunci).Menjawab tepat seluruh 2 butir soal analisis lisan (tepat menentukan tesis wacana serta menyebutkan 1 argumen dan 1 rekomendasi sesuai kunci) dengan sedikit ketidaklengkapan redaksi.Menjawab tepat seluruh 2 butir soal analisis lisan (tepat dan lengkap menentukan tesis wacana serta menyebutkan 1 argumen dan 1 rekomendasi sesuai kunci) secara mandiri dan komprehensif.
Mengevaluasi Informasi Tersurat dan Tersirat Teks Tertulis (TP 12.3.3)Menjawab kurang dari 1 butir soal evaluasi teks tertulis dengan tepat (gagal mengidentifikasi bukti persentase tersurat dan keliru memaknai inferensi metafora tersirat).Menjawab tepat 1 dari 2 butir soal evaluasi teks tertulis (hanya tepat menyebutkan bukti tersurat 70% perekrut ATAU inferensi tersirat jejak permanen sesuai kunci).Menjawab tepat seluruh 2 butir soal evaluasi teks tertulis (tepat menyebutkan bukti tersurat data 70% perekrut dan inferensi tersirat sifat jejak digital permanen sesuai kunci).Menjawab tepat seluruh 2 butir soal evaluasi teks tertulis (tepat, mendalam, dan terperinci menyebutkan bukti tersurat dan inferensi tersirat sesuai kunci) secara mandiri.
Mengomunikasikan Gagasan Tertulis Hortatory Exposition (TP 12.3.4)Naskah esai hanya memuat 1 bagian struktur (hanya tesis tanpa argumen/rekomendasi) dan tidak menerapkan kaidah simple present tense maupun emotive phrases.Naskah esai memuat 2 bagian struktur teks (misal tesis dan argumen, rekomendasi belum ada) serta memuat minimal 1 kalimat simple present tense atau emotive phrase yang tepat.Naskah esai memuat lengkap seluruh 3 struktur teks (thesis, minimal 2 arguments, dan recommendation) serta menggunakan simple present tense dan emotive phrases secara tepat.Naskah esai memuat lengkap seluruh 3 struktur teks dengan elaborasi argumen yang sangat solid, serta variasi simple present tense dan emotive phrases yang kaya dan tepat kaidah.
Strategi Koreksi Kaidah Penulisan secara Kolaboratif (TP 12.3.5)Tidak menunjukkan tanda koreksi penyuntingan pada naskah sejawat atau checklist peer-editing tidak terisi.Menunjukkan tanda koreksi pada naskah sejawat tetapi hanya mencakup 1 dari 3 aspek kaidah (hanya struktur teks, atau hanya grammar tense, atau hanya emotive words).Menunjukkan tanda koreksi penyuntingan sejawat secara kolaboratif yang mencakup tepat 2 sampai 3 aspek kaidah penulisan (struktur teks, simple present tense, dan emotive phrases) pada checklist.Menunjukkan tanda koreksi penyuntingan sejawat secara kolaboratif yang mencakup seluruh 3 aspek kaidah penulisan secara cermat, akurat, dan disertai catatan perbaikan yang jelas.
Mempresentasikan Gagasan dan Mempertahankan Argumen Lisan (TP 12.3.2 & TP 12.3.6)Pemaparan tidak memanfaatkan media presentasi dan tidak mampu merespons atau mempertahankan argumen lisan saat sesi tanya jawab.Pemaparan menggunakan media presentasi namun hanya membacakan teks, dan hanya memberikan respons lisan terbatas tanpa alasan penguat argumen saat tanya jawab.Mempresentasikan gagasan teks hortatory exposition dengan media presentasi secara jelas serta mampu mempertahankan argumen lisan dengan alasan pendukung yang relevan saat tanya jawab.Mempresentasikan gagasan teks hortatory exposition dengan media presentasi secara lancar, runtut, serta sangat meyakinkan dalam mempertahankan argumen lisan menggunakan ungkapan bahasa Inggris yang tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk ketiga rangkaian asesmen terpadu (listening-reading, writing-editing, dan presentasi lisan) terlaksana secara efektif dan proporsional?
  • Bagaimana tingkat ketercapaian murid kelas 12 secara keseluruhan terhadap kompetensi analitis dan argumentatif teks hortatory exposition bertema netiquette?

Murid:

  • Keterampilan berbahasa apa (menyimak, membaca, menulis, mengoreksi, atau mempresentasikan) yang paling berkembang setelah menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen Bab 3 ini?
  • Bagaimana pemahaman mengenai etika berkomunikasi di internet (netiquette) ini akan saya terapkan secara konsisten dalam kehidupan digital sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek 2022), Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek 2022), Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette
  3. Rekaman audio teks lisan nonfiksi hortatory exposition tentang etika bermedia sosial
  4. Lembar Kerja Analisis Alur Teks Lisan (Listening Flowchart Sheet)
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII, Kemendikbudristek 2022 (Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette).
  6. Buku Teks Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII, Kemendikbudristek 2022 (Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette).
  7. Kartu Skenario Kasus Media Sosial (Lembar Kasus 1 dan 2 terkait netiquette dan hate speech).
  8. Daftar Frasa Ungkapan Bahasa Inggris (Useful Expressions for Stating Opinions and Defending Arguments).
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII, Kemendikbudristek 2022, Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette.
  10. Buku Panduan Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII, Kemendikbudristek 2022, Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette (Halaman 124-128).
  11. Lembar Kerja Membaca Kritis 'Protecting Your Digital Footprint on Social Media'.
  12. Kartu Aktivitas Berpasangan 'Fact vs Inference Challenge'.
  13. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022)
  14. Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022)
  15. Lembar Kerja Siswa: Writing Plan & Drafting Sheet Hortatory Exposition
  16. Kartu strip aktivitas klasifikasi Thesis vs Non-Thesis
  17. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022), Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette.
  18. Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022), Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette (Activity: Writing a Hortatory Exposition Text).
  19. Lembar Peraga/Handout Kaidah Kebahasaan Hortatory Exposition: Modal Verbs of Recommendation and Emotive Phrases in Digital Etiquette Context.
  20. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette, Activity Peer Feedback hal. 181)
  21. Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Unit 3, Writing Project hal. 133-134)
  22. Lembar Periksa Koreksi Sejawat (Peer Feedback Checklist for Hortatory Exposition Writing)
  23. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek 2022), Unit 3: Hortatory Exposition: Netiquette, Activity 4 & Presenting.
  24. Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII, Unit 3.
  25. Laptop, proyektor LCD, salindia presentasi / poster infografik karya murid.
  26. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Unit 3: Hortatory Exposition - Netiquette)
  27. Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Unit 3: Hortatory Exposition - Netiquette)
  28. Rekaman audio teks lisan 'Think Before Posting: Cultivating Respectful Online Spaces'
  29. Lembar teks tertulis 'The Permanence of Digital Footprints' beserta lembar soal tes tertulis
  30. Lembar panduan penyuntingan sejawat (Peer-Editing Checklist) dan rubrik penilaian unjuk kerja presentasi kelompok
  31. Perangkat proyektor LCD/laptop atau papan display untuk media presentasi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.