MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 12 (Fase F) Topik: Bab 1 — Narrative Text: The Story of a Friendly Future INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 12 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Narrative Text: The Story of a Friendly Future |
|---|
| Alokasi Waktu | 23 JP (23 x 45 menit = 1035 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 12.1.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan fiksi bertema energi terbarukan
- TP 12.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen tentang isu energi terbarukan dalam teks cerita
- TP 12.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks naratif fiksi tertulis bertema masa depan ramah lingkungan
- TP 12.1.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks fiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
- TP 12.1.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis pada naskah cerita pendek secara mandiri
- TP 12.1.6 Mempresentasikan gagasan cerita fiksi menggunakan media presentasi digital untuk mencapai tujuan komunikasi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- How does the plot of a spoken story help us understand the journey from an energy crisis to a sustainable solution?
- When listening to a narrative, what key chronological signals tell you that a major problem is being resolved?
- When a character in a story insists on continuing to use fossil fuels because it is cheaper, how would you convince them to switch to renewable energy in English?
- What strong phrases can you use in English to defend your opinion when someone challenges your choice of renewable energy solutions?
- How can you find direct factual evidence in a written story to verify whether a statement is true or false?
- Why is evaluating explicit details such as characters, settings, and conflicts important when reading narrative texts about our future environment?
- How can we deduce a character's true motive or emotional state if the author never explicitly states it in the story?
- What textual clues help us uncover implicit themes about environmental conservation in a futuristic narrative?
- How can we turn a simple idea about a green future into an engaging narrative plot?
- What specific narrative structures and language features help readers clearly visualize the setting and characters in a fictional story?
- Bagaimana cara kita menemukan kekeliruan tata bahasa, ejaan, atau tanda baca dalam draf cerita pendek yang kita buat sendiri?
- Strategi atau simbol koreksi apa yang paling efektif membantu kita menyunting kaidah penulisan cerita naratif secara mandiri?
- How can digital presentation media help your audience better understand the message in your fiction story?
- What presentation strategies ensure that the key ideas of your friendly-future narrative reach the listeners effectively?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita telah menguasai alur cerita fiksi sains serta mampu mengevaluasi pesan tersurat dan tersiratnya?
- Mengapa proses penyuntingan mandiri dan kemampuan mempertahankan argumen secara lisan menjadi bukti penting dalam mengomunikasikan gagasan fiksi ramah lingkungan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Alur Informasi Global dari Teks Lisan Fiksi Energi Terbarukan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan fiksi bertema energi terbarukan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyadari fokus kesiapan belajar (mindful listening readiness) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis alur informasi secara keseluruhan (plot progression) dari teks fiksi lisan bertema energi terbarukan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan singkat terkait pemahaman alur narasi lisan: (1) 'What general stages happen in a story plot?' (acuan: beginning/exposition, middle/problem/climax, ending/resolution); (2) 'In a story about an energy crisis, what typically appears in the middle part?' (acuan: the conflict/struggle to obtain electricity or face power outages) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak rekaman/pembacaan teks lisan fiksi pendek Bagian 1 'The Light of Gurung Mali' (Transkrip teks: 'Once upon a time in Gurung Mali village, the nights were completely dark and families lived without electricity. Nayau and his friends felt the deep struggle of having no power for night activities. Nayau then discovered the rushing river could spin a small water turbine to produce clean energy.') (10 menit).
- Guru memandu murid membedah alur informasi global secara utuh melalui pemetaan 3 tahapan alur (Orientation/Beginning: kondisi awal gelap tanpa listrik; Complication/Middle: perjuangan menghadapi ketiadaan energi; Climax/Turning Point: penemuan ide kincir air mikrohidro) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Plot Timeline Challenge' yang menggembirakan: murid menyimak kelanjutan teks lisan fiksi Bagian 2 (Transkrip teks: 'Nayau worked tirelessly with the villagers to build a micro-hydro generator using bamboo and river water. However, strong flood currents almost destroyed the water wheel during a heavy storm. Working together, they reinforced the dam with stones. Finally, clean electricity flowed into every house, bringing joy and bright light at night.') (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar analisis alur informasi global untuk mengurutkan dan melengkapi 4 peristiwa alur cerita fiksi lisan tersebut: (Event 1) 'Nayau and villagers constructed a micro-hydro generator by the river', (Event 2) 'Heavy storm floods threatened to break the wooden water wheel', (Event 3) 'The community cooperated to reinforce the dam with heavy river stones', (Event 4) 'Electricity successfully lighted up all village houses sustainably' (acuan kunci: urutan kronologis yang tepat adalah 1 - 2 - 3 - 4) (20 menit).
- Murid menganalisis pergerakan alur informasi global dengan melengkapi tabel analisis alur: (A) Initial Situation/Beginning (acuan: Darkness and lack of energy in Gurung Mali), (B) Problem/Challenge (acuan: Flood storms endangering the micro-hydro project), (C) Resolution/Ending (acuan: Village successfully lit with renewable hydro energy) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara sadar merefleksikan bagaimana mengidentifikasi penanda urutan alur mempermudah mereka menangkap keseluruhan pesan fiksi energi terbarukan tanpa tersesat dalam detail kecil (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis alur informasi global murid dan memverifikasi ketercapaian analisis alur (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan alur informasi keseluruhan dari teks fiksi lisan yang telah disimak (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan 1 butir: 'What is the decisive turning point that leads to the happy resolution in the story?' (acuan: The villagers' cooperation to reinforce the dam against flood currents) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pemutaran audio dengan jeda per bagian alur untuk murid yang memerlukan scaffolding, serta naskah rekaman lisan utuh tanpa jeda untuk murid yang siap mandiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didukung lembar alur berpemandu kata transisi (First, Then, However, Finally), sedangkan murid cepat langsung memetakan 4 urutan peristiwa secara mandiri dari teks lisan.
- Produk: Tabel analisis alur informasi global dengan opsi menuliskan ringkasan inti peristiwa atau memilih label tahapan alur yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan 1: 'What general stages happen in a story plot?' (Acuan jawaban: beginning/exposition, middle/problem/climax, ending/resolution).
- Pertanyaan diagnostik lisan 2: 'In a story about an energy crisis, what typically appears in the middle part?' (Acuan jawaban: the conflict or challenge in obtaining power/electricity).
Proses:- Tugas Pengurutan Alur: Mengurutkan 4 peristiwa acak teks lisan 'The Light of Gurung Mali': (1) Nayau and villagers constructed a micro-hydro generator, (2) Heavy storm floods threatened the water wheel, (3) The community cooperated to reinforce the dam, (4) Electricity lighted up all houses (Acuan kunci: urutan benar 1-2-3-4).
- Tabel Analisis Alur Global: Melengkapi 3 komponen alur: (A) Initial Situation (acuan: darkness/lack of electricity), (B) Problem/Challenge (acuan: flood storm threatening the micro-hydro wheel), (C) Resolution (acuan: cooperative dam reinforcement and successful renewable electrification) (Acuan penskoran: tiap butir tepat bernilai 1, total skor maksimal 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di penutup: 'What is the decisive turning point that leads to the happy resolution in the story?' (Acuan jawaban: The collective action of villagers reinforcing the dam with stones to save the turbine).
Formatif:- Asesmen Awal Diagnostik: Tanya jawab lisan 2 butir tentang tahapan alur narasi lisan di tahap pendahuluan.
- Asesmen Proses: Lembar analisis alur informasi global (pengurutan 4 peristiwa kronologis dan pengisian 3 tahapan alur A-B-C pada teks lisan fiksi energi terbarukan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Alur Informasi Global Teks Lisan Fiksi | Menganalisis alur dengan tepat maksimal 1 dari 4 peristiwa kronologis dan belum mampu menentukan tahapan alur (A, B, atau C) teks lisan fiksi energi terbarukan. | Menganalisis alur dengan tepat 2 dari 4 peristiwa kronologis dan menentukan 1 dari 3 tahapan alur (A, B, atau C) teks lisan fiksi energi terbarukan. | Menganalisis alur dengan tepat 3 dari 4 peristiwa kronologis dan menentukan 2 dari 3 tahapan alur (A, B, atau C) teks lisan fiksi energi terbarukan. | Menganalisis alur dengan tepat seluruh 4 peristiwa kronologis (1-2-3-4) dan seluruh 3 tahapan alur (A, B, dan C) teks lisan fiksi energi terbarukan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pemutaran audio berjenjang efektif membantu murid menganalisis alur informasi teks lisan secara mandiri?
- Bagian tahapan alur mana yang paling menantang bagi murid untuk dianalisis dari teks lisan fiksi energi terbarukan?
Murid:- Bagian alur cerita mana yang paling mudah dan paling sulit kamu tangkap saat mendengarkan teks lisan tadi?
- Bagaimana caramu mengidentifikasi pergeseran dari masalah menuju penyelesaian dalam cerita energi terbarukan tersebut?
Pertemuan 2 — Menggunakan Bahasa Inggris untuk Mempertahankan Argumen tentang Isu Energi Terbarukan dalam Teks Cerita — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen tentang isu energi terbarukan dalam teks cerita
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menggunakan bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen lisan terkait isu energi terbarukan dalam konteks cerita fiksi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan memberikan stimulus: 'In a story, a factory owner says: Solar panels are too expensive and unreliable compared to coal. How do you respond to defend solar energy?' Murid merespons secara lisan dan guru mencatat kesiapan awal penggunaan frasa opini dan alasan pendukung (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan guru mengenai ungkapan menyatakan dan mempertahankan argumen dalam bahasa Inggris melalui cuplikan dialog cerita fiksi (misalnya: 'I firmly believe that...', 'The evidence in the story indicates that...', 'I see your point, but we must consider that...') serta struktur pertahanan argumen: Claim + Evidence/Reason + Counter-response (15 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis 2 kutipan dilema tokoh dari teks cerita: Dilema 1 (Tokoh menolak kincir angin karena merusak pemandangan desa) dan Dilema 2 (Tokoh bersikeras memakai genset diesel karena lebih praktis daripada mikrohidro), kemudian mengidentifikasi klaim pertahanan yang paling tepat dan logis berdasarkan isi cerita (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Speed Defending Challenge': Dalam pasangan, murid A mengambil peran tokoh pro-energi fosil yang melempar sanggahan, dan murid B memiliki waktu 60 detik untuk mempertahankan argumen transisi energi terbarukan menggunakan frasa pertahanan bahasa Inggris yang ditargetkan, kemudian bertukar peran secara bergantian (25 menit).
- Secara berpasangan, murid melakukan simulasi debat peran lisan (Role-play Argument Defence) berdasarkan skenario cerita 'The Village of Light': Murid memilih salah satu dari 2 skenario pertentangan: (1) Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya komunal vs Pembelian bahan bakar minyak murah bersubsidi, atau (2) Penggunaan biogas ternak vs Pembakaran kayu bakar hutan. Setiap murid wajib menyatakan pendapat, menanggapi sanggahan lawan bicara, dan mempertahankan argumennya dengan bukti kontekstual minimal 2 putaran bicara (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi kefasihan dan ketepatan argumen yang dipertahankan pasangan bicaranya menggunakan lembar ceklis teman sejawat, meninjau apakah sanggahan berhasil dijawab dengan argumen pendukung yang relevan (15 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif langsung atas ketepatan penggunaan frasa mempertahankan argumen bahasa Inggris dan kekokohan alasan berbasis konteks energi terbarukan yang disampaikan murid selama simulasi (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan strategi efektif mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris ketika menghadapi pertentangan sudut pandang isu energi ramah lingkungan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar pertemuan ini dan mengingatkan murid untuk terus melatih pengungkapan argumen lisan sebelum kelas ditutup dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan frasa (sentence stems: 'I strongly maintain that...', 'Even though X is true, Y is more sustainable because...') bagi murid yang membutuhkan perancah bahasa, serta kartu skenario dengan kontradiksi data lebih kompleks bagi murid yang telah mahir.
- Proses: Memberikan latihan berjenjang mulai dari dialog terpimpin dengan perancah frasa hingga pertahanan argumen spontan penuh tanpa teks bagi murid yang lebih cepat.
- Produk: Variasi durasi dan jumlah putaran argumen pertahanan lisan yang dihasilkan dalam simulasi berpasangan (minimal 2 putaran untuk reguler, 3-4 putaran sanggahan balik mendalam untuk kelompok mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan berdurasi singkat di awal sesi: Guru menyampaikan satu pernyataan kontradiktif tokoh fiksi: 'Solar panels are too expensive and unreliable compared to coal. How do you defend the adoption of solar energy in English?' Kriteria penerimaan/acuan: Murid mampu secara lisan menyatakan klaim pembelaan (misal: 'I disagree because solar energy is renewable/free in the long run') dan minimal satu alasan pendukung yang relevan dengan energi terbarukan (misal: 'coal causes pollution/emissions while solar reduces carbon'). Murid yang belum mampu dikelompokkan untuk menerima kartu panduan frasa.
Proses:- Pengamatan formatif saat simulasi berpasangan: Guru mengamati kemampuan murid dalam: (1) Menggunakan frasa menyatakan dan mempertahankan opini dalam bahasa Inggris (acuan: minimal 2 frasa pertahanan seperti 'I maintain that...', 'I disagree because...', 'That is why we need...'), dan (2) Mempertahankan argumen dengan alasan logis terkait energi terbarukan dari teks (acuan skenario 1: efisiensi jangka panjang, bebas polusi udara; acuan skenario 2: biogas mengurangi limbah ternak dan melestarikan hutan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir (Exit Ticket Lisan): Setiap murid secara bergiliran menjawab sanggahan cepat guru dalam 1-2 kalimat bahasa Inggris: Sanggahan: 'Renewable energy is too dependent on the weather, so we should keep coal plants.' Kriteria penerimaan operasional: Jawaban murid wajib memuat ekspresi penolakan/pertahanan (misal: 'I disagree/I maintain our stance') dan menyodorkan solusi atau alasan pendukung energi terbarukan (misal: 'because battery storage can store solar power' atau 'a hybrid system using wind and hydro ensures continuous electricity').
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara menggunakan lembar amatan performa mempertahankan argumen lisan berpasangan (Rubrik 4 Level)
- Pemeriksaan ceklis teman sejawat (peer-feedback) saat simulasi role-play debat skenario cerita
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen | Belum menggunakan frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen atau hanya menggunakan kosakata lepas tanpa struktur opini yang jelas. | Menggunakan 1 frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen, namun masih memerlukan bantuan penuh atau dorongan guru. | Menggunakan minimal 2 frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen (misal: 'I strongly believe...', 'I understand your concern, but...') secara tepat dan mandiri. | Menggunakan lebih dari 2 variasi frasa bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen secara konsisten, lancar, dan tepat konteks tanpa keraguan. | | Kekokohan alasan pendukung isu energi terbarukan dalam cerita | Belum mampu menyampaikan alasan pendukung isu energi terbarukan saat argumennya disanggah lawan bicara. | Menyampaikan 1 alasan pendukung isu energi terbarukan tetapi belum relevan dengan konteks skenario cerita yang dibahas. | Menyampaikan minimal 1-2 alasan pendukung isu energi terbarukan yang relevan dan logis sesuai konteks skenario cerita untuk mempertahankan argumennya. | Menyampaikan 2 atau lebih alasan pendukung isu energi terbarukan yang mendalam, kontekstual, dan secara efektif mematahkan sanggahan lawan bicara dalam cerita. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada simulasi pertahanan argumen lisan berpasangan cukup memfasilitasi seluruh murid untuk berbicara aktif dalam bahasa Inggris?
- Bagian mana dari pemberian stimulus cerita fiksi energi terbarukan yang paling memicu keterlibatan murid dalam mempertahankan pendapat?
Murid:- Frasa bahasa Inggris mana yang paling membantumu mempertahankan pendapat saat disanggah oleh teman?
- Tantangan apa yang kamu hadapi ketika harus mencari alasan logis tentang energi terbarukan secara spontan saat berdebat lisan?
Pertemuan 3 — Mengevaluasi Informasi Tersurat dari Teks Naratif Fiksi Tertulis Bertema Masa Depan Ramah Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks naratif fiksi tertulis bertema masa depan ramah lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama, serta memeriksa kehadiran murid untuk membangun suasana belajar yang tertib (5 menit).
- Guru mengaitkan fokus pembelajaran dengan teks naratif fiksi bertema energi terbarukan dan menyampaikan bahwa fokus hari ini adalah mengevaluasi informasi tersurat (explicit facts) dalam teks tertulis (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal berupa tes cepat lisan/tulis 2 butir berbasis kutipan narasi pendek di papan tulis untuk mendiagnosis kesiapan murid menemukan fakta tersurat: Kutipan: 'Nayau and his friends constructed a micro-hydro turbine near the cascading river of Gurung Mali.' Pertanyaan: 1. 'Where did Nayau build the micro-hydro turbine?' (Acuan: near the cascading river of Gurung Mali); 2. 'What device did Nayau and his friends construct?' (Acuan: a micro-hydro turbine) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan teknik evaluasi informasi tersurat (scanning dan fact-checking) yang dicontohkan guru menggunakan teks naratif pendek 'The Breeze of Gurung Mali' untuk mengidentifikasi detail eksplisit (karakter, latar tempat, masalah utama, dan solusi teknologi) (15 menit).
- Murid secara mandiri membaca teks naratif lengkap 'The Breeze of Gurung Mali' dan menandai kalimat-kalimat kunci yang memuat informasi tersurat terkait tokoh, latar, dan peristiwa berbasis energi terbarukan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Fact Hunter Challenge': setiap pasangan menerima 4 strip pernyataan dan berlomba mencocokkan serta membuktikan kebenaran pernyataan tersebut secara cepat berdasarkan bukti kalimat tersurat dalam teks (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Evaluasi Informasi Tersurat secara mandiri berisi 5 butir soal faktual tertulis untuk mengevaluasi fakta dalam teks 'The Breeze of Gurung Mali':
1. Who is the main character who initiated the clean energy project? (Acuan: Nayau)
2. In which village does the story take place? (Acuan: Gurung Mali village)
3. What environmental problem did the villagers face before the project? (Acuan: The village lacked electricity and relied on dark, polluting kerosene lamps)
4. What renewable energy source was utilized to solve the electricity crisis? (Acuan: Water / river flow / micro-hydro energy)
5. What was the reaction of those who previously doubted the project after the houses were lit at night? (Acuan: They joined in cheers / celebrated in joy) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil evaluasi informasi tersurat mereka menggunakan panduan kunci jawaban faktual yang diproyeksikan guru, mencatat ketepatan bukti tekstual yang mereka temukan (15 menit).
- Murid mengidentifikasi strategi membaca yang paling efektif bagi mereka dalam menemukan detail tersurat (apakah melalui penandaan kata kunci nama/tempat atau penelusuran kronologis kalimat) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan esensi evaluasi informasi tersurat, yaitu membuktikan kebenaran pernyataan langsung dari bukti kalimat teks tertulis tanpa spekulasi (10 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat mengenai materi berikutnya (mengevaluasi informasi tersirat) dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks bacaan dilengkapi nomor baris dan sorotan kata kunci; untuk murid yang sudah mahir, teks diberikan dalam format narasi utuh standar.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan penuntun langsung pada nomor baris tertentu, sedangkan murid yang mahir mengevaluasi seluruh butir secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan 5 butir evaluasi informasi tersurat yang sama sesuai acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan/tulis cepat 2 butir berdasarkan kutipan teks 'Nayau and his friends constructed a micro-hydro turbine near the cascading river of Gurung Mali.'
- Butir 1: 'Where did Nayau build the micro-hydro turbine?' (Kriteria/Acuan: Menjawab tepat 'near the cascading river of Gurung Mali' atau 'Gurung Mali river').
- Butir 2: 'What device did Nayau and his friends construct?' (Kriteria/Acuan: Menjawab tepat 'micro-hydro turbine' atau 'turbine').
Proses:- Tantangan 'Fact Hunter Challenge' (4 strip pernyataan): (1) 'Gurung Mali village used solar panels' -> False (Acuan teks: micro-hydro/water turbine); (2) 'Nayau was the initiator of the turbine' -> True (Acuan teks: Nayau initiated the turbine); (3) 'The villagers initially all agreed with the project' -> False (Acuan teks: Some villagers previously doubted); (4) 'The village houses were joyful and bright at night' -> True (Acuan teks: The houses were in joy at night).
- Lembar Kerja Evaluasi Informasi Tersurat (5 butir): Menjawab 5 pertanyaan faktual dengan bukti kalimat tersurat teks 'The Breeze of Gurung Mali' (kunci acuan: 1. Nayau; 2. Gurung Mali village; 3. Lack of electricity / dark polluting lamps; 4. Micro-hydro / water energy; 5. Joined in cheers / celebrated in joy).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi terhadap 5 butir evaluasi informasi tersurat: Murid menyatakan jumlah butir yang dijawab tepat sesuai acuan (target minimal 4 dari 5 butir tepat) beserta sitasi letak kalimat bukti dalam teks.
Formatif:- Diagnostik pemindaian fakta tersurat pada apersepsi (2 butir)
- Observasi unjuk kerja 'Fact Hunter Challenge' (4 strip pernyataan)
- Lembar Kerja Evaluasi Informasi Tersurat (5 butir pertanyaan faktual terstruktur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Informasi Tersurat Teks Naratif | Mampu mengevaluasi informasi tersurat dengan menjawab tepat 0-1 dari 5 butir pertanyaan faktual berdasarkan teks fiksi ramah lingkungan. | Mampu mengevaluasi informasi tersurat dengan menjawab tepat 2-3 dari 5 butir pertanyaan faktual berdasarkan teks fiksi ramah lingkungan. | Mampu mengevaluasi informasi tersurat dengan menjawab tepat 4 dari 5 butir pertanyaan faktual berdasarkan bukti langsung dalam teks fiksi ramah lingkungan secara mandiri. | Mampu mengevaluasi informasi tersurat dengan menjawab tepat seluruh 5 butir pertanyaan faktual berdasarkan bukti langsung dalam teks fiksi ramah lingkungan secara mandiri dan akurat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk membaca mandiri dan penelusuran informasi tersurat sudah mencukupi bagi seluruh murid?
- Apakah seluruh murid mampu menemukan bukti kalimat langsung tanpa mencampurkannya dengan asumsi pribadi?
Murid:- Apakah saya dapat menemukan informasi tersurat (fakta langsung) di dalam teks naratif fiksi dengan cepat dan tepat?
- Bagian mana dari teks yang paling mudah atau paling menantang untuk saya temukan fakta kalimatnya?
Pertemuan 4 — Mengevaluasi Informasi Tersirat dari Teks Naratif Fiksi Tertulis Bertema Masa Depan Ramah Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks naratif fiksi tertulis bertema masa depan ramah lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menegaskan fokus pembelajaran membaca yaitu mengevaluasi informasi tersirat (making inferences) dalam teks naratif fiksi bertema lingkungan ramah masa depan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca kutipan pendek: 'Nayau wiped his forehead, gazing at the dried irrigation canal while clutching a bundle of blueprints for a micro-hydro turbine.' Murid menjawab 1 pertanyaan inferensi tertulis: 'What was Nayau feeling and planning?' (acuan: Nayau felt concerned/worried about the water shortage/drought and planned to build a micro-hydro power system to solve the village energy/water problem) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu mengevaluasi informasi tersirat mencakup motif tokoh, suasana tersirat (mood/tone), serta pesan moral laten dalam teks naratif fiksi 'The Breaker of Limitations from Gurung Mali' (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan inferensi yang ditunjukkan guru menggunakan teknik 'Text Clues + Prior Knowledge = Inference' berdasarkan cuplikan teks cerita pendek fiksi ramah lingkungan (15 menit).
- Murid dalam kelompok membaca mandiri teks naratif fiksi lanjutan 'The Breaker of Limitations from Gurung Mali' dan mengidentifikasi 3 petunjuk tekstual tersirat (text clues) terkait konflik batin tokoh dan kondisi lingkungan desa (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid mengikuti 'Detective Inference Challenge' (aktivitas menggembirakan) di mana tiap pasangan memecahkan 4 kartu misteri inferensi berdasarkan kutipan teks: Kartu 1: Kutipan 'Nayau whispered: Togetherness can break through limitations while looking at the lit houses' -> Inferensi: Nilai gotong royong terbukti mengalahkan keputusasaan warga; Kartu 2: Kutipan 'Those who previously doubted... then joined in cheers' -> Inferensi: Perubahan sikap skeptis warga menjadi percaya setelah bukti nyata turbin air berfungsi; Kartu 3: Kutipan 'Villagers were then more enthusiastic about protecting the forest' -> Inferensi: Warga menyadari bahwa kelestarian hutan menjamin ketersediaan air penggerak listrik; Kartu 4: Kutipan 'The beauty of Gurung Mali village will stay forever' -> Inferensi: Pemanfaatan energi ramah lingkungan tidak merusak lanskap alam pedesaan (acuan: kesesuaian simpulan inferensi dengan keempat bukti tekstual pada kartu) (30 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar evaluasi membaca inferensial berupa 3 pertanyaan evaluasi tersirat teks fiksi: (1) Mengapa tokoh utama bersikeras memilih pembangkit listrik tenaga air mikrohidro daripada genset berbahan bakar solar? (acuan: karena mikrohidro memanfaatkan aliran sungai alami tanpa polusi udara dan menjaga keberlanjutan ekosistem desa); (2) Sikap apa yang tersirat dari keraguan warga di awal cerita? (acuan: sikap pesimis atau trauma kegagalan masa lalu terhadap janji perubahan teknologi baru); (3) Apa pesan tersirat penulis mengenai masa depan pedesaan terpencil? (acuan: kemandirian energi terbarukan berbasis komunitas adalah kunci kemakmuran jangka panjang tanpa merusak lingkungan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil evaluasi inferensi mandirinya dengan kunci kriteria inferensi yang dipandu guru untuk mengonfirmasi ketepatan analisis bukti tekstual (10 menit).
- Murid menuliskan refleksi metakognitif singkat pada lembar catatan: bagian petunjuk tersirat mana yang paling menantang ditemukan dalam teks dan strategi membaca apa yang berhasil membantu menemukan simpulan tersirat tersebut (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan membaca mendalam bahwa informasi tersirat selalu berpijak pada bukti tekstual (evidence-based inference) bukan sekadar tebakan bebas (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan mengulas agenda berikutnya (penyusunan draf naratif pada Pertemuan 5) serta mengakhiri kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan garis bawah pada petunjuk kunci (clue words); murid mahir diberikan teks tanpa penanda dengan teks naratif pendamping bertema kincir angin dengan kosakata yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih secara berpasangan terpandu dengan kartu panduan pertanyaan pemandu inferensi; murid mahir menganalisis evaluasi implikasi tema fiksi secara mandiri penuh.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun evaluasi inferensi dengan melengkapi kalimat rumpang klausa sebab-akibat; murid mahir menyusun evaluasi inferensi dalam bentuk analisis berbasis bukti tekstual tertulis lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid membaca kutipan teks: 'Nayau wiped his forehead, gazing at the dried irrigation canal while clutching a bundle of blueprints for a micro-hydro turbine.' Pertanyaan: 'What was Nayau feeling and planning based on the text?' (Acuan jawaban benar: Nayau felt worried/concerned about the water/drought issue and planned to construct a micro-hydro power generator to bring electricity/water solutions).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan analisis pada 'Detective Inference Challenge' berpasangan dengan 4 kartu kutipan: Kartu 1 (makna gotong royong), Kartu 2 (perubahan sikap warga dari ragu menjadi percaya), Kartu 3 (kesadaran menjaga kelestarian hutan demi pasokan air), Kartu 4 (energi terbarukan menjaga keaslian alam) (Acuan: ketepatan inferensi bersandar pada bukti kutipan masing-masing kartu).
- Observasi pengerjaan mandiri lembar evaluasi membaca inferensial 3 butir: (1) Alasan tersirat pemilihan mikrohidro (acuan: menjaga ekosistem dan bebas emisi/polusi); (2) Sikap tersirat awal warga (acuan: pesimis/skeptis terhadap inovasi baru); (3) Pesan tersirat masa depan desa (acuan: kemandirian energi bersih berbasis gotong royong membawa kemakmuran lestari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca inferensial mandiri: mencocokkan simpulan inferensi dengan bukti tekstual pada lembar evaluasi membaca 3 butir (kriteria ketercapaian: minimal 2 dari 3 butir inferensi dijawab tepat sesuai acuan kunci evaluasi).
Formatif:- Tes diagnostik awal inferensi membaca kutipan pendek
- Lembar evaluasi inferensi 'Detective Inference Challenge' (4 kartu)
- Lembar tes tertulis evaluasi informasi tersirat (3 butir pertanyaan inferensial)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Informasi Tersirat Teks Naratif | Belum mampu menyimpulkan informasi tersirat dari teks naratif; hanya menyebutkan kembali kata-kata tersurat tanpa menemukan makna implisit. | Mampu mengevaluasi 1 dari 3 butir informasi tersirat teks naratif dengan tepat berdasarkan bukti tekstual. | Mampu mengevaluasi 2 dari 3 butir informasi tersirat teks naratif dengan tepat berdasarkan bukti tekstual secara mandiri. | Mampu mengevaluasi seluruh (3 dari 3 butir) informasi tersirat teks naratif fiksi dengan tepat berdasarkan bukti tekstual secara mandiri dan komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas 'Detective Inference Challenge' efektif membantu murid mengaitkan bukti tekstual dengan inferensi logis?
- Apakah murid mengalami kesulitan membedakan antara informasi tersurat literal dan informasi tersirat implisit dalam teks naratif fiksi bahasa Inggris?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling mudah atau paling sulit saya temukan makna tersiratnya?
- Bagaimana petunjuk kata sifat dan tindakan tokoh membantu saya memahami pesan tersembunyi penulis tentang energi terbarukan?
Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Gagasan secara Tertulis dalam Draf Cerita Fiksi Ramah Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks fiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menulis draf cerita fiksi naratif bertema masa depan ramah lingkungan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: menampilkan 3 kutipan kalimat di papan tulis untuk menguji kesiapan struktur dan unsur kebahasaan, lalu murid menuliskan bagian struktur naratifnya (orientation/complication/resolution) dan bentuk past tense verb yang terdapat di dalamnya pada lembar kecil (15 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memainkan kuis cepat berpasangan 'Grammar & Plot Sprint': guru memberikan 4 kartu kalimat acak tentang teknologi hijau di masa depan, lalu setiap pasangan menyusunnya menjadi urutan Orientation, Complication, dan Resolution serta mengidentifikasi minimal 2 action verbs dalam bentuk past tense secara tepat (kartu 1: 'Long ago, Neo-Verdia was powered only by dirty coal.' -> Orientation; kartu 2: 'Suddenly, a massive storm shattered their old power grid.' -> Complication; kartu 3: 'Maya engineered a durable solar turbine from recycled metal.' -> Complication/Action; kartu 4: 'Finally, clean electricity flowed again across the green valley.' -> Resolution; action verbs: shattered, engineered) (15 menit).
- Murid menelaah template Story Map yang memuat 4 komponen terstruktur: Setting & Character Map, Conflict Map, Resolution Map, dan Target Language Features (past tense, time connectives, action verbs) yang difasilitasi oleh guru melalui contoh model draf cerita 'The Solar Bloom' (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menyusun Story Mapping untuk merencanakan ide cerita fiksi bertema masa depan ramah lingkungan, merumuskan tokoh, latar tempat/waktu, konflik energi, dan penyelesaian masalahnya ke dalam lembar rencana tulis (25 menit).
- Murid mengomunikasikan gagasan secara tertulis dengan mengembangkan poin-poin Story Map menjadi draf utuh teks naratif (minimal 3 paragraf mencakup Orientation, Complication, dan Resolution) dengan menerapkan unsur kebahasaan yang tepat (past tense, action verbs, dan time conjunctions) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali draf cerita fiksi yang telah mereka tulis menggunakan checklist mandiri untuk memverifikasi kelengkapan struktur (Orientation, Complication, Resolution) dan ketepatan penggunaan past tense serta time conjunctions sebelum naskah dikumpulkan (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara menuangkan ide masa depan ramah lingkungan ke dalam struktur teks naratif dan unsur kebahasaan yang padu (10 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut dan arahan bahwa draf naskah yang terkumpul hari ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya untuk sesi pemeriksaan kaidah penulisan dan perbaikan naskah, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat pemantik (sentence starters) untuk tiap bagian struktur, sedangkan murid yang mahir diberikan opsi untuk menyusun alur cerita dengan plot twist atau sudut pandang orang pertama.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada murid yang kesulitan memilih kosakata action verb dan time conjunction, sementara murid yang telah lancar langsung menulis draf secara mandiri.
- Produk: Murid dapat memilih bentuk draf tertulis naratif dalam bentuk esai cerita pendek konvensional atau naskah narasi berpanel (storyboard narrative script) dengan syarat struktur dan unsur kebahasaan teks naratif tetap terpenuhi lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan menulis struktur teks dan kebahasaan naratif: Murid mengidentifikasi bagian struktur dan menemukan action verb lampau dari 3 kalimat berikut: (1) 'In 2075, a young inventor named Kael lived in an eco-dome powered by wind.' -> acuan: Orientation, past tense verb 'lived'; (2) 'Suddenly, the bio-generators stopped working during the freezing eclipse.' -> acuan: Complication, past tense verb 'stopped'; (3) 'Finally, Kael restored the power using organic algae batteries.' -> acuan: Resolution, past tense verb 'restored'.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja Story Mapping dan draf tertulis teks fiksi ramah lingkungan: Guru memantau keterpenuhan 3 bagian struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) dan penggunaan unsur kebahasaan (minimal 5 past tense verbs dan 3 time connectives).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan kelengkapan draf akhir teks naratif fiksi murid di akhir sesi: Kriteria penerimaan draf memuat minimal 3 bagian struktur (Orientation, Complication, Resolution) dengan minimal 5 kata kerja past tense yang tepat (misal: lived, invented, built, solved, discovered) dan 3 konjungsi penanda waktu (misal: then, suddenly, finally, after that) yang terangkai dalam paragraf yang koheren bertema ramah lingkungan.
Formatif:- Penilaian proses penulisan draf teks naratif fiksi menggunakan lembar observasi dan draf naskah tertulis murid yang dinilai berdasarkan struktur teks dan ketepatan unsur kebahasaan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Struktur Teks Naratif Fiksi | Draf tulisan hanya memuat 1 elemen struktur naratif (misalnya hanya Orientation atau Complication saja) sehingga alur cerita belum terbentuk. | Draf tulisan memuat 2 elemen struktur teks naratif (misalnya Orientation dan Complication tanpa Resolution yang tuntas). | Draf tulisan memuat seluruh 3 elemen struktur naratif secara lengkap dan runtut (Orientation, Complication, dan Resolution). | Draf tulisan memuat seluruh 3 elemen struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) secara lengkap, mendalam, dan runtut dengan pengembangan detail cerita yang sangat padu. | | Ketepatan Unsur Kebahasaan (Past Tense dan Conjunctions) | Menggunakan kurang dari 3 kata kerja bentuk lampau (past tense) dengan tepat dan belum menggunakan konjungsi urutan waktu. | Menggunakan 3-4 kata kerja bentuk lampau (past tense) secara tepat dan menggunakan 1-2 konjungsi urutan waktu. | Menggunakan minimal 5 kata kerja bentuk lampau (past tense) dan minimal 3 konjungsi urutan waktu secara tepat sesuai konteks kalimat. | Menggunakan lebih dari 6 kata kerja bentuk lampau (past tense) variatif (regular dan irregular) dan konjungsi urutan waktu secara tepat dan konsisten di seluruh paragraf. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk menulis draf naskah cerita fiksi mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian struktur naratif manakah yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru saat murid menuangkan ide dari Story Map ke dalam paragraf?
Murid:- Bagian mana dari draf cerita ramah lingkungan yang saya tulis hari ini yang paling menarik dan berhasil saya kembangkan?
- Tantangan kebahasaan apa yang masih saya hadapi saat menyusun kalimat dalam bentuk lampau (past tense) atau menghubungkan alur peristiwa?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah Penulisan pada Naskah Cerita Pendek secara Mandiri — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis pada naskah cerita pendek secara mandiri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu menunjukkan strategi koreksi kaidah penulisan pada naskah cerita pendek secara mandiri (4 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal: murid membaca 2 kalimat di papan tulis: (1) 'kilion build a wind turbine yesterday.' dan (2) 'the villagers was very happy because the light is on.' Murid diminta menunjukkan kekeliruan kaidah penulisan dan bentuk koreksinya pada lembar diagnostik ringkas (acuan: kalimat 1 kapitalisasi 'Kilion' dan past tense 'built'; kalimat 2 kapitalisasi 'The', subject-verb agreement 'villagers were', dan past tense 'was on') (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati pemodelan guru tentang 4 strategi koreksi kaidah penulisan teks cerita naratif: (1) proofreading checklist kaidah (ejaan, tanda baca, kapitalisasi, past tense), (2) pemberian kode/simbol koreksi (sp = spelling, p = punctuation, cap = capitalization, t = tense), (3) teknik membaca nyaring lambat/reverse reading untuk mendeteksi kesalahan mekanika, dan (4) self-redrafting (perbaikan mandiri) (15 menit).
- Murid secara berkesadaran menelaah lembar panduan koreksi konvensi penulisan naskah cerita pendek naratif dan mendiskusikan langkah-langkah penerapan strategi koreksi mandiri tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan menggembirakan 'Editing Detective Challenge': setiap murid menerima kartu cuplikan naskah fiksi ramah lingkungan yang memuat 4 kekeliruan sengaja: 'last week, tari visit the solar park and see many panels' (acuan koreksi: 'last week' -> 'Last week' [kapitalisasi], 'visit' -> 'visited' [past tense], 'see' -> 'saw' [past tense], dan tanda titik akhir '.' [tanda baca]); pasangan yang paling cepat dan tepat menandai kode koreksi dan menuliskan bentuk benar memperoleh apresiasi kelas (15 menit).
- Murid membuka kembali draf cerita pendek bertema energi terbarukan/masa depan ramah lingkungan yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (10 menit).
- Secara mandiri, murid menerapkan strategi koreksi dengan memberi simbol koreksi (cap, sp, p, t) dan mencentang tabel checklist kaidah penulisan (Past tense verbs, Capitalization, Punctuation/quotation marks, Spelling) pada naskah cerita pendek miliknya sendiri (30 menit).
- Murid melakukan penulisan ulang (redrafting/rewriting) pada lembar naskah cerita pendek akhir berdasarkan koreksi kaidah penulisan yang telah mereka tandai secara mandiri (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri terhadap naskah akhir menggunakan lembar kendali mutu koreksi untuk memastikan tidak ada kesalahan kaidah penulisan yang terlewat (acuan: kelengkapan 4 kaidah penulisan: kapitalisasi nama/awal kalimat, konsistensi simple past tense, tanda baca kalimat langsung/titik/koma, dan ketepatan ejaan kata) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan strategi koreksi kaidah penulisan yang telah dipraktikkan secara mandiri pada naskah cerita pendek (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap keterlaksanaan strategi koreksi mandiri murid serta menginformasikan bahwa naskah final yang telah rapi ini akan digunakan untuk persiapan presentasi digital pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan simbol koreksi visual (tabel daftar kode koreksi dan contoh penggunaannya) bagi murid yang membutuhkan scaffolding tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan koreksi bertahap per kaidah (fokus kapitalisasi dan tanda baca terlebih dahulu sebelum tata bahasa past tense), sedangkan murid yang lebih mahir menerapkan koreksi komprehensif pada variasi kalimat yang lebih kompleks secara mandiri penuh.
- Produk: Naskah draf dengan tanda simbol koreksi mandiri dan naskah cerita pendek hasil revisi mandiri (final redraft).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis: murid mengidentifikasi kekeliruan dan menuliskan koreksi pada 2 kalimat di lembar awal: (1) 'kilion build a wind turbine yesterday.' dan (2) 'the villagers was very happy because the light is on.' (acuan koreksi: kalimat 1 'kilion' -> 'Kilion' dan 'build' -> 'built'; kalimat 2 'the' -> 'The', 'villagers was' -> 'villagers were', dan 'is' -> 'was').
Proses:- Observasi formatif saat murid mempraktikkan strategi koreksi pada naskah cerita pendek mandiri: memeriksa ketepatan pemberian 4 simbol koreksi (cap, p, sp, t) dan pengisian tabel checklist kaidah penulisan (Past tense verbs, Capitalization, Punctuation/quotation marks, Spelling).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir perbaikan naskah (redrafting): murid menunjukkan naskah cerita pendek yang telah direvisi mandiri bebas dari kekeliruan kaidah penulisan pada 4 aspek acuan (kapitalisasi awal kalimat/nama tokoh, simple past tense, tanda baca direct speech/titik/koma, dan ejaan kata).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal deteksi kekeliruan kaidah penulisan (kapitalisasi, past tense, subject-verb agreement).
- Observasi unjuk kerja penerapan strategi koreksi kaidah penulisan (penggunaan simbol koreksi dan checklist).
- Penilaian mandiri lembar naskah redrafting hasil koreksi konvensi penulisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Simbol Koreksi Kaidah Penulisan secara Mandiri | Belum mampu menandai kekeliruan kaidah penulisan pada naskah cerita atau memerlukan bimbingan penuh guru untuk menemukan kesalahan mekanika. | Mampu menandai 1-2 jenis kekeliruan kaidah penulisan dengan simbol koreksi pada naskah cerita pendek dengan sesekali bantuan guru. | Mampu menandai 3-4 jenis kekeliruan kaidah penulisan (kapitalisasi, tanda baca, ejaan, past tense) menggunakan simbol koreksi pada naskah cerita pendek secara mandiri. | Mampu secara mandiri dan konsisten menandai seluruh kekeliruan kaidah penulisan menggunakan simbol koreksi yang tepat serta mencatat rekomendasi perbaikannya secara teliti pada naskah cerita pendek. | | Pelaksanaan Perbaikan Kaidah Penulisan (Redrafting) secara Mandiri | Belum memperbaiki kekeliruan kaidah penulisan pada naskah cerita hasil draf. | Memperbaiki sebagian kecil kekeliruan kaidah penulisan pada naskah cerita pendek, namun masih menyisakan lebih dari 3 kekeliruan yang sudah ditandai. | Memperbaiki sebagian besar kekeliruan kaidah penulisan pada naskah cerita pendek secara mandiri dengan menyisakan maksimal 1-2 kekeliruan kecil. | Secara mandiri dan akurat memperbaiki seluruh kekeliruan kaidah penulisan yang telah ditandai pada naskah cerita pendek sehingga menghasilkan naskah final yang bersih dan taat kaidah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan pemodelan strategi koreksi kaidah penulisan dipahami dengan baik oleh seluruh murid?
- Bagian kaidah penulisan mana (kapitalisasi, tanda baca, ejaan, atau tenses) yang paling banyak memerlukan pendampingan guru selama proses koreksi mandiri?
Murid:- Strategi koreksi mana yang paling membantuku menemukan kekeliruan penulisan pada naskah cerita pendekku?
- Seberapa percaya diri aku dalam menyunting dan memperbaiki kesalahan ejaan atau tata bahasa Inggris pada tulisanku sendiri?
Pertemuan 7 — Mempresentasikan Gagasan Cerita Fiksi Menggunakan Media Presentasi Digital — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.6 Mempresentasikan gagasan cerita fiksi menggunakan media presentasi digital untuk mencapai tujuan komunikasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu mempresentasikan gagasan cerita fiksi bertema masa depan ramah lingkungan menggunakan media digital (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 3 contoh slide digital (Slide A: teks penuh tanpa visual; Slide B: 1 visual relevan kincir angin + poin gagasan cerita; Slide C: visual dekoratif tanpa kaitan cerita). Murid diminta memilih slide yang paling efektif mendukung penyampaian gagasan fiksi beserta 1 alasannya secara cepat (acuan: Slide B tepat karena menyajikan keselarasan visual pendukung dan poin gagasan cerita tanpa teks padat) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan penyampaian gagasan cerita fiksi menggunakan media presentasi digital, meliputi integrasi visual digital (alur slide: judul cerita, pengenalan tokoh/latar ramah lingkungan, komplikasi, dan solusi masa depan) serta kejelasan penyampaian lisan gagasan cerita kepada audiens (15 menit).
- Dalam permainan simulasi cepat 'Slide Pitch Game' (prinsip Menggembirakan), secara berpasangan murid saling menunjukkan 1 slide digital cerita masing-masing selama 45 detik untuk menyampaikan gagasan pokok scene cerita tersebut, lalu rekannya memberi centang pada daftar cek: (1) visual mendukung alur gagasan fiksi, (2) poin gagasan tersampaikan jelas (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Secara mandiri atau berpasangan sesuai proyek naskah sebelumnya, murid menyiapkan urutan tampilan media digitalnya (Canva/Google Slides/PowerPoint) yang memuat gagasan fiksi cerita masa depan ramah lingkungan (15 menit).
- Murid mempresentasikan gagasan cerita fiksi di depan kelas atau kelompok menggunakan media presentasi digital, menyampaikan alur gagasan fiksi (tokoh, latar ramah lingkungan, tantangan energi, dan resolusi) dengan dukungan visual digital untuk mencapai tujuan komunikasi naratif (50 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi keberhasilan dan kendala saat mempresentasikan gagasan cerita fiksinya menggunakan media digital berdasarkan ketercapaian tujuan komunikasi (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama dalam mempresentasikan gagasan cerita fiksi menggunakan media digital (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas unjuk kerja presentasi digital dan menginformasikan persiapan untuk Asesmen Sumatif Terpadu pada Pertemuan 8 (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan alur 4 slide standar (Title & Setting, Characters, Main Conflict/Challenge, Resolution), sedangkan murid yang lebih mahir dapat mengintegrasikan elemen multimodal tambahan seperti ilustrasi audio/grafis buatan sendiri.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan waktu latihan mandiri terpandu dengan kartu pengingat alur gagasan sebelum presentasi, sedangkan murid yang siap langsung melakukan presentasi mandiri.
- Produk: Format media digital presentasi dapat dipilih sesuai kesiapan teknis: slide presentasi digital berbasis web (Canva/Slides) atau tayangan video/storyboard digital.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menentukan slide digital yang paling efektif dalam mendukung penyampaian gagasan fiksi dari 3 opsi tampilan (Slide A: teks penuh tanpa visual; Slide B: 1 visual relevan kincir angin + poin gagasan cerita; Slide C: visual dekoratif tanpa kaitan cerita). Acuan ketepatan: memilih Slide B dengan kriteria penerimaan menyatakan bahwa visual relevan memperjelas pesan/gagasan tanpa membebani teks.
Proses:- Observasi unjuk kerja presentasi gagasan fiksi: mencatat apakah murid (1) menyajikan gagasan fiksi (tokoh, latar ramah lingkungan, komplikasi, solusi) secara runtut, dan (2) memanfaatkan media presentasi digital yang visualnya selaras dengan gagasan yang disampaikan untuk mencapai tujuan komunikasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir sesi: Murid menuliskan 1 bukti konkret bagaimana media presentasi digital yang digunakannya membantu audiens memahami pesan cerita ramah lingkungan yang dipresentasikannya (kriteria penerimaan: menyebutkan secara spesifik kesesuaian slide/gambar dengan adegan cerita yang dipresentasikan).
Formatif:- Diagnostik kesiapan presentasi digital di awal pembelajaran (analisis efektivitas slide)
- Pengamatan unjuk kerja presentasi gagasan cerita fiksi menggunakan lembar observasi presentasi digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyampaian Gagasan Cerita Fiksi | Menyampaikan kurang dari 2 elemen gagasan cerita fiksi (orientasi/tokoh-latar, komplikasi, resolusi) dalam presentasi dengan bantuan penuh. | Menyampaikan 2 elemen gagasan cerita fiksi dalam presentasi dengan arahan guru. | Menyampaikan seluruh 3 elemen gagasan cerita fiksi (orientasi/tokoh-latar ramah lingkungan, komplikasi energi, resolusi) secara lengkap dalam presentasi. | Menyampaikan seluruh 3 elemen gagasan cerita fiksi (orientasi/tokoh-latar ramah lingkungan, komplikasi energi, resolusi) secara lengkap, runtut, dan mandiri tanpa arahan guru. | | Pemanfaatan Media Presentasi Digital | Media presentasi digital memuat slide yang belum selaras dengan gagasan cerita fiksi yang disampaikan. | Media presentasi digital memuat slide dengan visual yang sebagian selaras dengan gagasan cerita fiksi yang disampaikan. | Media presentasi digital memuat slide dengan visual yang seluruhnya selaras dan mendukung penyampaian gagasan cerita fiksi. | Media presentasi digital memuat slide dengan visual yang seluruhnya selaras, sangat efektif memperjelas alur gagasan cerita fiksi, dan dioperasikan secara mandiri. | | Pencapaian Tujuan Komunikasi | Penyampaian presentasi belum memperlihatkan tujuan komunikasi gagasan cerita kepada audiens. | Penyampaian presentasi memperlihatkan tujuan komunikasi gagasan cerita fiksi namun pesan cerita belum sepenuhnya tersampaikan. | Penyampaian presentasi berhasil menyampaikan pesan gagasan cerita fiksi ramah lingkungan kepada audiens secara jelas. | Penyampaian presentasi berhasil menyampaikan pesan gagasan cerita fiksi ramah lingkungan secara meyakinkan dan mencapai tujuan komunikasi penuh secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu presentasi digital memungkinkan setiap murid/kelompok mendemonstrasikan penyampaian gagasan ceritanya?
- Bagaimana efektivitas media presentasi digital yang dibuat murid dalam memfasilitasi ketercapaian tujuan komunikasi naratif?
Murid:- Bagian mana dari presentasi digital saya yang paling berhasil membantu audiens memahami pesan cerita ramah lingkungan saya?
- Apa yang perlu saya tingkatkan saat menggunakan media digital untuk mempresentasikan ide fiksi di masa depan?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 12.1.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan fiksi bertema energi terbarukan
- TP 12.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen tentang isu energi terbarukan dalam teks cerita
- TP 12.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks naratif fiksi tertulis bertema masa depan ramah lingkungan
- TP 12.1.4 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks fiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
- TP 12.1.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis pada naskah cerita pendek secara mandiri
- TP 12.1.6 Mempresentasikan gagasan cerita fiksi menggunakan media presentasi digital untuk mencapai tujuan komunikasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik dan psikis murid, serta memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif terpadu Bab 1 yang mencakup tiga bagian utama: Tes Reseptif Listening & Reading, Pengumpulan Portofolio Naskah Naratif dengan Self-Editing Log, dan Unjuk Kerja Presentasi Multimodal Kelompok (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru terkait petunjuk teknis pengerjaan Tes Reseptif individual, mekanisme verifikasi portofolio naskah dan log penyuntingan mandiri, serta rubrik penilaian performa presentasi digital kelompok beserta sesi tanya-jawab mempertahankan argumen (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Reseptif Individual Serentak, 40 menit): Mendengarkan audio fiksi 'The Wind Turbine of Oelpuah' (alur: orientasi desa gelap -> komplikasi generator diesel rusak parah -> evaluasi krisis daya pompa air -> resolusi pemasangan turbin angin mikro oleh pemuda desa) dan membaca teks naratif 'Kilion and His Bright Amdui Village' untuk menjawab 5 butir soal pemahaman alur, informasi tersurat, dan inferensi tersirat. Kunci Jawaban Soal: (1) Alur awal audio: Desa Oelpuah mengalami krisis listrik karena generator diesel berbahan bakar fosil rusak total; (2) Solusi audio: Tokoh pemuda berinisiatif merakit turbin angin mikro dari suku cadang bekas; (3) Informasi tersurat teks: Kilion Manggara adalah seorang pensiunan guru SD di desa Amdui; (4) Informasi tersurat teks: Sumber penerangan desa Amdui selama bertahun-tahun sebelum panel surya adalah generator dan lampu tempel/outboard lamps; (5) Inferensi tersirat teks: Kilion merasa terpanggil membantu desanya karena rasa kepedulian mendalam terhadap masa depan anak-anak sekolah yang kesulitan belajar dalam kegelapan (40 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2 (Portofolio Naskah Naratif & Self-Editing Log, 38 menit): Mengumpulkan naskah akhir cerita fiksi ramah lingkungan yang memenuhi struktur lengkap (title, orientation, complication, evaluation, resolution, optional coda) dan kaidah kebahasaan (past tense, action verbs), disertai lembar jejak revisi mandiri (self-editing log) yang mendokumentasikan koreksi tanda baca (punctuation), ejaan (spelling), dan bentuk kata kerja lampau secara mandiri (38 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 3 (Unjuk Kerja Presentasi Digital Kelompok & Mempertahankan Argumen Lisan, 42 menit): Secara bergiliran 7 kelompok (masing-masing 4 murid) menampilkan presentasi digital (salindia/video) cerita fiksi energi terbarukan selama 4 menit, dilanjutkan 2 menit sesi mempertahankan argumen lisan menjawab pertanyaan guru/audiens mengenai kelayakan solusi energi terbarukan dalam teks (total 7 kelompok x 6 menit = 42 menit). Acuan kriteria argumen: Murid mampu menyatakan klaim logis dalam bahasa Inggris bahwa teknologi terbarukan (mis. solar/wind) yang dipilih tokoh cerita mampu mengatasi ketergantungan bahan bakar fosil secara berkelanjutan (39 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar refleksi diri akhir bab mengenai capaian kompetensi reseptif dan produktif, kendala yang dihadapi saat penyuntingan mandiri, serta strategi mempertahankan argumen lisan yang telah dilakukan selama asesmen sumatif (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas integritas, keseriusan, dan kerja keras seluruh murid dalam menuntaskan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
- Guru merangkum pencapaian belajar satu bab 'Narrative Text: The Story of a Friendly Future', menjelaskan tindak lanjut pengolahan nilai portofolio dan unjuk kerja, serta menutup sesi dengan doa penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan penyesuaian format aksesibilitas (teks tes reseptif dengan ukuran huruf lebih besar atau lembar naskah dengan kontras tinggi) bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah isi materi uji.
- Proses: Menyediakan ruang duduk yang tenang di dekat pelantang suara bagi murid yang membutuhkan kejelasan audio simakan, dengan batasan waktu tes dan kriteria unjuk kerja yang tetap setara bagi seluruh murid.
- Produk: Format media digital presentasi dapat berupa salindia presentasi interaktif (Canva/PowerPoint) atau video digital animasi/storyboard naratif sesuai kesiapan teknis kelompok, dengan kriteria penilaian kompetensi bahasa yang identik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis sebelum tes: Memastikan seluruh murid telah menerima lembar tes reseptif 5 butir soal dan memegang draf naskah cerita beserta formulir self-editing log yang siap diverifikasi.
Proses:- Observasi keterlibatan dan kemandirian murid selama 40 menit pengerjaan tes reseptif individual serta kelengkapan berkas portofolio penyuntingan mandiri yang diserahkan.
Sumatif Bab:- Asesmen terpadu mencakup tes mendengarkan & membaca-memirsa, portofolio naskah naratif hasil revisi mandiri, serta unjuk kerja presentasi multimodal kelompok: Lembar analisis alur simakan dan evaluasi informasi tersurat/tersirat, naskah cerita pendek fiksi sains ramah lingkungan dengan bukti jejak penyuntingan mandiri, serta rekaman/performa presentasi digital kelompok yang memuat pertahanan argumen isu energi terbarukan
- tes tertulis dan simakan serentak: Lembar kerja analisis alur informasi dari audio fiksi energi terbarukan serta evaluasi rincian tersurat dan simpulan tersirat dari teks naratif tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman teks)
- penugasan menulis dan portofolio penyuntingan: Naskah draf cerita pendek fiksi (orientasi, komplikasi, resolusi) yang dilengkapi lembar jejak revisi mandiri (self-editing log) mencakup perbaikan tanda baca, ejaan, dan struktur tata bahasa (45 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penulisan naratif dan checklist penyuntingan mandiri)
- unjuk kerja presentasi multimodal kelompok: Penyajian cerita fiksi menggunakan media salindia/video digital per kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, alokasi 6 menit per kelompok: 4 menit pemaparan cerita berbantuan media digital dan 2 menit sesi mempertahankan argumen lisan terkait solusi energi terbarukan; 7 x 6 menit = 42 menit) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi digital dan keterampilan berargumentasi lisan)
Sumatif:- Asesmen terpadu mencakup tes mendengarkan & membaca-memirsa, portofolio naskah naratif hasil revisi mandiri, serta unjuk kerja presentasi multimodal kelompok: Lembar analisis alur simakan dan evaluasi informasi tersurat/tersirat, naskah cerita pendek fiksi sains ramah lingkungan dengan bukti jejak penyuntingan mandiri, serta rekaman/performa presentasi digital kelompok yang memuat pertahanan argumen isu energi terbarukan
- tes tertulis dan simakan serentak: Lembar kerja analisis alur informasi dari audio fiksi energi terbarukan serta evaluasi rincian tersurat dan simpulan tersirat dari teks naratif tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman teks)
- penugasan menulis dan portofolio penyuntingan: Naskah draf cerita pendek fiksi (orientasi, komplikasi, resolusi) yang dilengkapi lembar jejak revisi mandiri (self-editing log) mencakup perbaikan tanda baca, ejaan, dan struktur tata bahasa (45 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penulisan naratif dan checklist penyuntingan mandiri)
- unjuk kerja presentasi multimodal kelompok: Penyajian cerita fiksi menggunakan media salindia/video digital per kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, alokasi 6 menit per kelompok: 4 menit pemaparan cerita berbantuan media digital dan 2 menit sesi mempertahankan argumen lisan terkait solusi energi terbarukan; 7 x 6 menit = 42 menit) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi digital dan keterampilan berargumentasi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Alur Teks Lisan & Mengevaluasi Informasi Tersurat/Tersirat (TP 12.1.1 & TP 12.1.3) | Menjawab dengan tepat 1 dari 5 butir soal tes reseptif (butir 1-2 alur lisan, butir 3-4 informasi tersurat, butir 5 inferensi tersirat). | Menjawab dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 butir soal tes reseptif sesuai kunci jawaban acuan. | Menjawab dengan tepat 4 dari 5 butir soal tes reseptif sesuai kunci jawaban acuan. | Menjawab dengan tepat seluruh 5 butir soal tes reseptif (butir 1-5) secara tepat dan lengkap sesuai kunci jawaban acuan. | | Mengomunikasikan Gagasan Naratif Tertulis & Strategi Koreksi Mandiri (TP 12.1.4 & TP 12.1.5) | Naskah memuat kurang dari 3 struktur naratif, banyak kesalahan past tense/action verbs, dan self-editing log hanya mencatat perbaikan pada 1 jenis kaidah (hanya ejaan/tanda baca). | Naskah memuat 3-4 struktur naratif dengan kaidah kebahasaan lampau yang cukup konsisten, serta log mencatat perbaikan pada 2 jenis kaidah (ejaan dan tanda baca). | Naskah memuat struktur lengkap (title, orientation, complication, evaluation, resolution) dengan past tense dan action verbs yang tepat, serta log mencatat perbaikan mandiri pada seluruh 3 jenis kaidah (ejaan, tanda baca, dan bentuk tata bahasa lampau). | Naskah memuat struktur naratif lengkap dengan variasi action verbs dan past tense yang akurat tanpa kesalahan konvensi, serta self-editing log menunjukkan jejak koreksi mandiri mendalam pada ketiga kaidah penulisan disertai catatan perbaikan yang sangat sistematis. | | Mempresentasikan Media Digital & Mempertahankan Argumen Isu Energi Terbarukan (TP 12.1.6 & TP 12.1.2) | Menyajikan media digital tanpa kesesuaian cerita dan tidak mampu menyampaikan alasan lisan dalam bahasa Inggris untuk mempertahankan argumen solusi energi terbarukan. | Menyajikan media digital yang sesuai sebagian cerita dan menyampaikan pembelaan argumen lisan dalam bahasa Inggris namun alasan pendukungnya belum logis terhadap konteks cerita. | Menyajikan cerita secara runtut berbantuan media digital (salindia/video) dan mampu mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris dengan minimal 1 alasan logis bahwa teknologi terbarukan yang dipilih efektif mengatasi krisis energi. | Menyajikan cerita secara terintegrasi dan menarik menggunakan media digital, serta dengan tangkas mempertahankan argumen lisan dalam bahasa Inggris menggunakan lebih dari 1 alasan logis dan data kontekstual cerita untuk membuktikan keunggulan energi terbarukan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit tes reseptif, 38 menit verifikasi portofolio, dan 42 menit unjuk kerja presentasi 7 kelompok berjalan efektif dan tepat sasaran?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 12 pada integrasi keterampilan reseptif dan produktif dalam teks naratif bertema energi terbarukan?
- Langkah tindak lanjut apa yang perlu dipersiapkan untuk penguatan kompetensi murid yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada bab ini?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif terpadu ini (tes mendengar/membaca, menulis naskah, atau presentasi digital) yang paling menunjukkan perkembangan kemampuan bahasa Inggrismu?
- Strategi koreksi mandiri apa yang paling membantumu menghasilkan naskah naratif akhir yang lebih rapi dan tepat kaidah?
- Seberapa percaya diri kamu dalam mempertahankan argumen lisan bahasa Inggris mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di masa depan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022) Unit 1 Activity 1-6.
- Rekaman audio/pembacaan guru teks lisan naratif 'The Light of Gurung Mali'.
- Lembar Kerja Siswa (Plot Timeline Challenge).
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022), Unit 1: Narrative Text: The Story of a Friendly Future
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022), Unit 1
- Kartu Skenario Debat 'The Village of Light' (Dilema energi terbarukan vs bahan bakar fosil)
- Lembar Ceklis Umpan Balik Teman Sejawat (Peer-Observation Checklist)
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022) Unit 1: Narrative Text, The Story of a Friendly Future (Teks 'The Breeze of Gurung Mali')
- Lembar Kerja Siswa dan Kartu Pernyataan 'Fact Hunter Challenge'
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022), Unit 1: Narrative Text: The Story of a Friendly Future (teks 'The Breaker of Limitations from Gurung Mali')
- Kartu bacaan 'Detective Inference Challenge' dan Lembar Kerja Evaluasi Informasi Tersirat
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022) Unit 1 Activity 2 Writing Plan.
- Lembar Kerja Story Mapping (Character, Setting, Conflict, Resolution Map) dan Kartu Aktivitas Grammar & Plot Sprint.
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek 2022).
- Buku Panduan Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek 2022) Unit 1: Activity 3 & 4.
- Lembar draf cerita pendek murid bertema masa depan ramah lingkungan/energi terbarukan dari pertemuan sebelumnya.
- Lembar kerja 'Editing Detective Challenge' dan tabel checklist kaidah penulisan teks naratif.
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Kemendikbudristek, 2022)
- Perangkat digital (laptop/gawai pintar), proyektor, aplikasi presentasi (Canva/Google Slides/PowerPoint), naskah cerita pendek fiksi hasil revisi Pertemuan 6
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Bahasa Inggris: Life Today untuk SMA/MA Kelas XII (Unit 1: Narrative Text: The Story of a Friendly Future), Kemendikbudristek 2022
- Rekaman audio simakan naratif 'The Wind Turbine of Oelpuah' dan teks cetak 'Kilion and His Bright Amdui Village'
- Perangkat lunak presentasi digital (Google Slides/Canva/Video Player), LCD Proyektor, laptop, dan lembar kerja asesmen sumatif terpadu
|