Modul AjarBab 4Fase FSemester 2

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Bab 4: Indonesian Environmental Figures

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 11 untuk Bab 4 "Indonesian Environmental Figures", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Bab 4: Indonesian Environmental Figures

Bahasa Inggris - Kelas 11

Bab 4

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 4 — Indonesian Environmental Figures

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 4 — Indonesian Environmental Figures
Alokasi Waktu28 JP (28 x 45 menit = 1260 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.4.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia
  2. TP 11.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang kontribusi tokoh lingkungan hidup Indonesia
  3. TP 11.4.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis dan teks multimodal tentang aksi pelestarian oleh tokoh lingkungan hidup Indonesia
  4. TP 11.4.4 Mengomunikasikan gagasan pengalaman inspiratif secara tertulis dalam teks naratif tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
  5. TP 11.4.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis untuk menyempurnakan tulisan teks tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia secara mandiri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. When you listen to a story about a person who changes the environment, how do you know where the story begins, develops, and ends?
  2. What global information do you usually catch first when someone speaks about an environmental issue?
  3. How can chronological signal words help us trace the key actions of an environmental figure from an audio recording?
  4. Why is identifying the exact cause-and-effect sequence essential when analyzing someone's journey in environmental activism?
  5. In your view, what makes an environmental figure's action truly impactful for Indonesia?
  6. How do you convincingly state your opinion in English when discussing environmental issues?
  7. Why is it important to provide factual evidence when defending our opinion about an environmental figure's action?
  8. How can we strongly defend our argument in English when someone questions the real impact of an environmentalist's work?
  9. How can we find specific facts about an environmentalist's real action directly stated in a biography text?
  10. Why is it essential to cross-check factual details like dates, places, and actions when evaluating a written biography?
  11. What messages or emotions can an environmental visual convey that are not explicitly stated in words?
  12. How do visual elements like colors, gestures, and symbols in an infografik or video help us deduce the hidden purpose or values of an environmental figure?
  13. How does drafting an outline help us structure a compelling narrative about an environmental hero?
  14. What key elements must be included in a narrative outline to capture an environmentalist's inspiring journey?
  15. How do writers turn an environmental figure's real struggle into an engaging narrative text using past events?
  16. What makes simple past tense and time sequence connectors essential in building the flow of an inspiring story?
  17. What strategies can you use when you spot an error in your narrative draft?
  18. How can using proofreading symbols or a checklist help you edit your narrative text independently?
  19. How do the real actions of Indonesian environmental figures inspire us to express strong arguments and take narrative action in English?
  20. Why is self-correction an essential strategy when communicating our ideas about environmental conservation?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Alur Informasi Global dari Teks Lisan Nonfiksi Profil Tokoh Lingkungan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan menyimak profil tokoh lingkungan Indonesia (3 menit).
  • Guru memandu asesmen awal dengan memperdengarkan rekaman monolog pendek (3 kalimat) tentang Melati Wijsen: 'Melati Wijsen saw plastic waste covering Bali beaches. She initiated Bye Bye Plastic Bags to ban plastic bags. Now, her movement inspires youth worldwide.' Murid menuliskan alur global (masalah -> aksi -> dampak) pada selembar kertas singkat (acuan kunci: masalah = sampah plastik di Bali; aksi = memulai kampanye Bye Bye Plastic Bags; dampak = gerakan menginspirasi anak muda dunia) (7 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan tujuan menganalisis alur informasi global (Introduction/Problem -> Action/Initiative -> Impact/Current Status) dari teks lisan monolog tokoh lingkungan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak rekaman monolog lisan nonfiksi berdurasi 1,5 menit tentang tokoh lingkungan Aripin dari Sungai Citarum yang dibacakan/diputar guru: 'Aripin noticed the alarming pollution of Citarum River filled with domestic trash. In response, he built a simple water trash trap and gathered local fishermen to clean the water daily. Today, the river bank is significantly cleaner and fish have started returning' (10 menit).
  • Dalam suasana berkesadaran, murid mengidentifikasi penanda urutan alur informasi global (Orientation/Context -> Main Problem -> Action Undertaken -> Global Outcome) menggunakan panduan bagan alur informasi global (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Flow-Card Matching' yang menggembirakan: tiap pasangan menerima 4 kartu alur acak dari rekaman monolog profil Sadiman: Kartu A: 'Sadiman saw severe drought and dry hills in Wonogiri', Kartu B: 'Sadiman planted banyan trees on Gendol Hill for over two decades alone', Kartu C: 'The villagers mocked his effort and thought he was crazy', Kartu D: 'Clean spring water flowed again, irrigating farms across several villages'. Murid menyimak rekaman monolog Sadiman sekali lagi lalu menyusun keempat kartu menjadi urutan alur informasi global yang tepat (acuan urutan benar: A -> C -> B -> D) (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid menganalisis lembar diagram alur teks lisan monolog Sadiman dengan melengkapi 4 kotak ringkasan alur informasi global (1: Tokoh dan Latar Masalah, 2: Tantangan Awal, 3: Tindakan Utama, 4: Dampak Akhir Global) (acuan: Kotak 1 = Sadiman dan kekeringan bukit Wonogiri; Kotak 2 = dicemooh warga saat menanam pohon; Kotak 3 = menanam ribuan pohon beringin secara konsisten; Kotak 4 = mata air kembali mengalir dan mengairi sawah desa) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan analisis alur informasi global berdasarkan lembar kunci acuan guru (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian mana dari rekaman lisan yang paling mudah maupun paling menantang untuk ditangkap alur informasinya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan struktur alur informasi global dalam teks lisan nonfiksi (orientasi/masalah, aksi pelestarian, hasil/dampak global) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian analisis alur informasi teks lisan hari ini dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan perancah diberikan naskah teks dengan penyorotan kata transisi urutan (first, then, eventually); murid mahir menyimak rekaman tanpa bantuan naskah teks.
  • Proses: Penyimakan dilakukan 3 kali putar dengan jeda terstruktur bagi kelompok yang memerlukan waktu pemrosesan lebih, dan 2 kali putar langsung bagi kelompok cepat.
  • Produk: Analisis alur informasi disajikan dalam bagan visual kartu urutan atau bagan matriks 4 tahap alur informasi global.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Mendengarkan monolog pendek 3 kalimat tentang Melati Wijsen dan menuliskan alur globalnya: (1) Masalah: sampah plastik menutupi pantai Bali; (2) Aksi: mendirikan Bye Bye Plastic Bags; (3) Dampak: menginspirasi pemuda dunia. Target penguasaan: tepat menentukan ketiga bagian alur informasi tersebut.

Proses:

  • Observasi pengerjaan permainan Flow-Card Matching: ketepatan menyusun 4 kartu alur acak profil Sadiman (A: kekeringan Wonogiri, B: menanam banyan, C: dicemooh warga, D: mata air mengalir) sesuai urutan alur informasi global rekaman lisan (urutan acuan: A -> C -> B -> D).
  • Pemeriksaan lembar kerja analisis diagram alur 4 tahap teks lisan Sadiman (acuan: Tahap 1 = Sadiman dan kekeringan Wonogiri, Tahap 2 = tantangan cemoohan warga, Tahap 3 = aksi menanam pohon beringin puluhan tahun, Tahap 4 = kembalinya mata air untuk warga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: murid menuliskan 3 elemen pokok dalam alur informasi global profil tokoh lingkungan nonfiksi pada tiket keluar (acuan: Orientation/Problem -> Action/Initiative -> Impact/Result).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal: mengurutkan 3 tahapan alur global (masalah-aksi-dampak) teks lisan Melati Wijsen.
  • Tugas berpasangan menyusun 4 kartu alur informasi global teks lisan Sadiman (Flow-Card Matching).
  • Lembar analisis alur informasi global teks lisan 4 tahap (Tokoh/Latar Masalah -> Tantangan -> Aksi -> Dampak).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Informasi Global Teks Lisan NonfiksiMampu mengurutkan 1 dari 4 kartu alur informasi global teks lisan Sadiman sesuai urutan acuan (A -> C -> B -> D) dan belum tepat mengidentifikasi tahapannya.Mampu mengurutkan 2 dari 4 kartu alur informasi global teks lisan Sadiman sesuai urutan acuan (A -> C -> B -> D).Mampu mengurutkan 3 dari 4 kartu alur informasi global teks lisan Sadiman sesuai urutan acuan (A -> C -> B -> D) dan mengisi diagram alur dengan sebagian besar tepat.Mampu mengurutkan seluruh 4 kartu alur informasi global teks lisan Sadiman secara tepat sesuai urutan acuan (A -> C -> B -> D) serta melengkapi seluruh 4 kotak diagram alur informasi global secara akurat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemutaran audio/monolog lisan dengan jeda membantu murid mengidentifikasi perpindahan alur informasi global?
  • Bagian mana dari aktivitas menyimak alur informasi teks nonfiksi yang paling efektif membuat murid memahami alur cerita tokoh?

Murid:

  • Kata kunci atau penanda apa yang paling membantumu mengenali perpindahan alur dari masalah menuju aksi dan hasil dalam rekaman lisan?
  • Apakah kamu dapat menemukan keterkaitan urutan peristiwa dalam perjalanan tokoh lingkungan yang kamu dengarkan tadi?

Pertemuan 2 — Menganalisis Detail Alur Kronologis Aksi dari Rekaman Teks Lisan Tokoh Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menganalisis detail alur kronologis aksi dari rekaman monolog tokoh lingkungan hidup (10 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan memperdengarkan 3 kalimat acak tentang aksi seorang relawan, lalu meminta murid mengurutkan nomor urut peristiwanya: (1) 'Later, she expanded the community clean-up to ten coastal villages'; (2) 'In 2018, Sinta noticed severe plastic waste polluting the local beach'; (3) 'After seeing the crisis, she gathered five friends to collect trash every weekend' (acuan urutan benar: 2 - 3 - 1) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai strategi pemetaan alur kronologis aksi mendengarkan (chronological flow) melalui penanda transisi waktu lampau (time markers: initially, then, in 2020, eventually) dalam teks biografi lisan nonfiksi (15 menit).
  • Murid menyimak rekaman audio 1 berdurasi 2 menit tentang tokoh lingkungan Aripin dari Belitung Timur yang memulihkan hutan mangrove bekas tambang (transkrip teks lisan diperdengarkan guru sebanyak 2 kali) (15 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menganalisis alur aksi awal tokoh dari rekaman audio 1 untuk melengkapi dua tonggak awal: (1) Masalah awal (2015: melihat kerusakan pesisir akibat tambang timah); (2) Aksi rintisan (2016: mulai menanam 500 bibit bakau pertama sendirian) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan cepat 'Chronology Relay': menyimak rekaman audio 2 (durasi 2,5 menit) tentang aktivis muda Farwiza Farhan dalam melindungi Ekosistem Leuser (15 menit).
  • Setiap pasangan menyusun lembar analisis alur kronologis aksi dengan mengurutkan dan menempatkan 5 cuplikan peristiwa dari rekaman ke dalam diagram linier waktu: A. Farwiza received the Whitley Gold Award for her sustained conservation leadership; B. She witnessed illegal logging and forest clearing threatening wildlife in Aceh; C. She co-founded Forest, Nature and Environment of Aceh (HAkA) with local defenders; D. She initiated legal campaigns to protect the Leuser Ecosystem in court; E. She organized community-led patrol teams involving local women (acuan urutan kronologis tepat: B - C - E - D - A) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar analisis lanjutan untuk mengidentifikasi 4 hubungan sebab-akibat alur aksi tokoh berdasarkan rekaman Farwiza Farhan: (1) Sebab perusakan hutan -> Akibat: berdirinya yayasan HAkA; (2) Sebab perambahan liar meningkat -> Akibat: pembentukan patroli perempuan; (3) Sebab ancaman hukum terhadap kawasan konservasi -> Akibat: pengajuan gugatan ke pengadilan; (4) Sebab keberhasilan konsisten advokasi -> Akibat: perolehan penghargaan Whitley Award (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan analisis urutan kronologis mereka dengan membandingkan catatan bukti kata penanda waktu yang terdengar dari pemutaran ulang bagian audio tertentu (10 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi kesadaran diri di lembar refleksi mengenai strategi menyimak apa yang paling membantunya menangkap urutan detail aksi tokoh tanpa teralihkan oleh informasi latar belakang (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian analisis alur informasi kronologis dan memberikan umpan balik atas ketepatan penelusuran tahapan aksi tokoh (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan pembelajaran dan mengingatkan murid untuk bersiap mendiskusikan kontribusi tokoh lingkungan tersebut pada sesi berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan berupa daftar kata penanda waktu (time signal words) yang muncul dalam audio, sedangkan murid mahir langsung menganalisis rekaman tanpa lembar bantu kata kunci.
  • Proses: Murid dengan hambatan kecepatan menyimak diperkenankan mendengarkan ulang rekaman di stasiun audio kelompok dengan jeda per bagian alur aksi.
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis alur kronologis peristiwa aksi, murid berkemampuan tinggi menambahkan analisis rincian faktor penghambat di setiap alur waktu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menentukan urutan kronologis yang tepat dari 3 cuplikan kalimat lisan acak: (1) 'Later, she expanded the community clean-up to ten coastal villages'; (2) 'In 2018, Sinta noticed severe plastic waste polluting the local beach'; (3) 'After seeing the crisis, she gathered five friends to collect trash every weekend'. Acuan kunci urutan benar: 2 - 3 - 1.

Proses:

  • Ketepatan mengurutkan 5 tahapan alur kronologis aksi tokoh Farwiza Farhan dari rekaman audio: (A) Whitley Gold Award; (B) Witnessed illegal logging; (C) Co-founded HAkA; (D) Initiated legal campaigns; (E) Organized community patrol. Acuan urutan benar: B -> C -> E -> D -> A.
  • Ketepatan menganalisis 4 detail sebab-akibat alur aksi tokoh dari rekaman audio: Butir 1 (Sebab: forest destruction/illegal logging -> Akibat: co-founding HAkA); Butir 2 (Sebab: ongoing forest encroachment -> Akibat: forming women-led patrol teams); Butir 3 (Sebab: legal threats against Leuser ecosystem -> Akibat: filing lawsuits in court); Butir 4 (Sebab: consistent conservation and advocacy -> Akibat: receiving international Whitley Award).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu: Murid mencocokkan kembali nomor kronologis 1-5 pada diagram alur dengan transkrip frasa waktu pemandu (acuan: 1=initially/witnessed logging; 2=subsequently/co-founded HAkA; 3=then/organized patrol; 4=afterwards/filed legal lawsuit; 5=finally/received Whitley Award) dengan target ketuntasan minimal 4 dari 5 tahapan alur dianalisis secara akurat.

Formatif:

  • Tes diagnostik awal penyusunan urutan 3 kalimat aksi
  • Lembar analisis urutan alur kronologis 5 peristiwa (Chronology Relay)
  • Lembar analisis 4 hubungan sebab-akibat alur aksi tokoh

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Kronologis Teks Lisan Tokoh LingkunganMenganalisis alur dengan tepat pada 1 dari 5 urutan kronologis aksi tokoh dan belum mengenali penanda urutan peristiwa dari rekaman teks lisan nonfiksi.Menganalisis alur dengan tepat pada 2 sampai 3 dari 5 urutan kronologis aksi tokoh dari rekaman teks lisan nonfiksi dengan bantuan bimbingan guru.Menganalisis alur dengan tepat pada 4 dari 5 urutan kronologis aksi tokoh dari rekaman teks lisan nonfiksi secara mandiri.Menganalisis alur secara lengkap dan tepat pada seluruh 5 urutan kronologis aksi tokoh serta memetakan seluruh 4 relasi sebab-akibat alur aksi dari rekaman teks lisan nonfiksi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah durasi pemutaran rekaman audio teks nonfiksi cukup memfasilitasi murid dalam mencermati detail alur aksi tokoh lingkungan?
  • Bagian penanda kronologis mana yang paling sering terlewat oleh murid saat menyimak rekaman?

Murid:

  • Kata penanda waktu apa yang paling membantuku menemukan urutan kronologis aksi tokoh dalam rekaman?
  • Apakah saya dapat membedakan tahapan awal, proses perjuangan, dan pencapaian akhir dari aksi tokoh lingkungan yang didengarkan?

Pertemuan 3 — Mengungkapkan Pendapat dalam Bahasa Inggris tentang Kontribusi Tokoh Lingkungan Hidup — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang kontribusi tokoh lingkungan hidup Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru memberikan apersepsi dan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai kontribusi aksi lingkungan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid melengkapi 2 kalimat rumpang dengan frasa opini/argumen: (1) 'In my ..., planting mangroves protects the shore.' (acuan: opinion/view); (2) 'I believe youth movements matter ... they inspire real action.' (acuan: because/since/as) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan penggunaan ragam ungkapan menyatakan pendapat ('In my opinion...', 'I strongly believe that...') dan memperkuat argumen dengan alasan pendukung ('because...', 'due to the fact that...') berlatar kontribusi tokoh lingkungan Indonesia (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu potongan kalimat pendapat dengan kartu alasan yang logis: Kartu A 'In my view, Melati and Isabel Wijsen's initiative is crucial' berpasangan dengan Alasan 1 'because plastic pollution severely damages marine life'; Kartu B 'I believe Swietenia Puspa Lestari's divers clean action is impactful' berpasangan dengan Alasan 2 'since it directly clears coral reefs from plastic waste'; Kartu C 'From my perspective, Butet Manurung's forest school is vital' berpasangan dengan Alasan 3 'as it empowers indigenous youth to preserve their forest'; Kartu D 'I think local youth tree-planting is powerful' berpasangan dengan Alasan 4 'due to its role in restoring deforested hillsides' (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan simulasi interaktif cepat 'Opinion Sprint': secara bergantian mengambil kartu profil aksi tokoh (mis. Aksi Bersih Pantai atau Konservasi Hutan Gambut) lalu saling bertukar ungkapan pendapat lisan dalam bahasa Inggris dengan menyertakan setidaknya 1 argumen alasan pendukung secara lancar dan menyenangkan (25 menit).
  • Secara berpasangan, murid menyusun dan melisankan percakapan transaksional terstruktur berisi minimal 2 pertukaran pendapat dan pemberian argumen pembelaan tentang kontribusi nyata tokoh lingkungan Indonesia pilihan mereka menggunakan ekspresi yang tepat (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan struktur ungkapan pendapat dan ketajaman argumen yang dilisankan murid (15 menit).
  • Murid melakukan evaluasi diri secara lisan tentang sejauh mana rasa percaya diri dan kemandirian mereka dalam mempertahankan argumen menggunakan bahasa Inggris (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan ragam ekspresi menyatakan opini dan menguatkan argumen dalam konteks isu lingkungan hidup (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan arah tindak lanjut pembelajaran untuk sesi berikutnya dan menutup pertemuan dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan sentence starters bertingkat: kartu bantuan ekspresi dasar ('I think... because...') untuk murid yang membutuhkan perancah, serta lembar skenario isu lingkungan mendalam untuk murid yang siap dengan tantangan lebih tinggi.
  • Proses: Bimbingan terbimbing secara intensif diberikan kepada pasangan yang masih ragu melafalkan frasa opini, sedangkan pasangan yang mahir didorong menambahkan minimal dua data/fakta pendukung argumen.
  • Produk: Variasi kedalaman argumen lisan: murid pemula menyampaikan satu pendapat dengan satu alasan logis, sedangkan murid mahir menyampaikan pendapat dengan pembelaan argumen berlapis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat lisan/tulis 2 butir kalimat rumpang: (1) 'In my ..., planting mangroves protects the shore.' (acuan jawaban: opinion / view / perspective); (2) 'I believe youth movements matter ... they inspire real action.' (acuan jawaban: because / since / as / for the reason that). Indikator ketercapaian awal: murid mampu melengkapi minimal 1 dari 2 butir secara tepat makna gramatikal frasa opini/penghubung argumen.

Proses:

  • Cek formatif unjuk kerja percakapan berpasangan: murid melisankan pendapat dan mempertahankan argumen tentang kontribusi tokoh lingkungan. Indikator: penggunaan minimal 1 frasa pembuka opini (mis. 'In my opinion', 'I believe') dan 1 klausa argumen/alasan yang koheren (mis. 'because...').

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lisan penutup: Guru menunjuk perwakilan murid untuk melisankan 1 kalimat opini lengkap beserta alasan terkait aksi tokoh lingkungan. Kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat penanda opini eksplisit dan diikuti argumen yang relevan secara logis.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara lisan: ketepatan menggunakan ungkapan pendapat (stating opinions) dan menyertakan argumen penguat (giving reasons/defending arguments) saat aktivitas berpasangan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengungkapan Pendapat (Stating Opinions)Belum mampu melisankan ungkapan menyatakan pendapat dalam bahasa Inggris walau dibantu contoh pemodelan.Mampu melisankan ungkapan menyatakan pendapat dalam bahasa Inggris hanya dengan membaca panduan kalimat rumpang secara terbimbing.Mampu melisankan ungkapan menyatakan pendapat dalam bahasa Inggris tentang kontribusi tokoh lingkungan secara tepat dan mandiri.Mampu melisankan ragam ungkapan menyatakan pendapat dalam bahasa Inggris tentang kontribusi tokoh lingkungan secara variatif, tepat, dan sepenuhnya mandiri.
Penyampaian Argumen Pendukung (Defending Arguments)Belum mampu menyertakan argumen atau alasan pendukung atas pendapat yang disampaikan.Menyertakan alasan pendukung tetapi belum membentuk argumen yang koheren dengan topik kontribusi tokoh lingkungan.Menyertakan minimal 1 argumen pendukung yang logis dan relevan menggunakan kata hubung alasan (because/since) secara mandiri.Menyertakan lebih dari 1 argumen pendukung yang koheren, mendalam, dan relevan dengan kontribusi tokoh lingkungan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu latihan berbicara berpasangan sudah mencakup seluruh murid secara aktif?
  • Bagian ungkapan mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan artikulasi dan struktur oleh murid?

Murid:

  • Ungkapan bahasa Inggris apa yang paling mudah dan percaya diri saya gunakan untuk menyampaikan pendapat hari ini?
  • Apakah argumen yang saya berikan sudah cukup kuat dan masuk akal untuk mendukung opini saya tentang tokoh lingkungan?

Pertemuan 4 — Mempertahankan Argumen Terkait Dampak Nyata Kontribusi Tokoh Lingkungan Hidup — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang kontribusi tokoh lingkungan hidup Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen terkait dampak nyata kontribusi tokoh lingkungan Indonesia (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: guru memberikan satu pernyataan tantangan 'Tree planting by local figures only creates temporary green areas without real impact' dan meminta 3 murid secara acak merespons cepat menggunakan frasa mempertahankan argumen (acuan respons yang diterima: memuat ungkapan pembuka sanggahan/pendapat seperti 'I disagree because...' atau 'I see your point, but...' disertai 1 alasan logis tentang dampak penyerapan karbon atau pencegahan erosi) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai strategi mempertahankan argumen (defending an argument) menggunakan formula OREO: Opinion, Reason, Evidence/Example, Opinion restatement, serta frasa penanda argumen ('I firmly believe that...', 'The concrete evidence shows that...', 'That is why I maintain my stance that...') (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menganalisis satu teks argumen percontohan tentang dampak nyata Swietenia Puspa Lestari (Divers Clean Action) dalam pengurangan sampah laut, lalu mengidentifikasi komponen klaim pendapat, data pendukung, dan sanggahan pembelaan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui mini-game berpasangan 'Stand Your Ground': murid secara berpasangan mengambil kartu peran (Proponent vs Skeptic) lalu Skeptic membacakan 1 dari 4 kartu pernyataan skeptis, dan Proponent harus langsung merespons mempertahankan argumen dalam bahasa Inggris selama 60 detik. Kartu 1: 'Farwiza Farhan only protects forests for international fame' -> acuan pembelaan Proponent: menyebutkan data perlindungan nyata Ekosistem Leuser dari perburuan liar dan penebangan; Kartu 2: 'Aeshnina Aquene is too young to make a real policy difference' -> acuan pembelaan: menyebutkan advokasi surat terbuka dan pengujian mikroplastik di sungai Brantas yang mendesak regulasi ekspor sampah; Kartu 3: 'Cleaning beaches done by local youth does not stop global plastic waste' -> acuan pembelaan: menyebutkan data edukasi warga pesisir dan pengurangan tonase sampah laut harian; Kartu 4: 'Solar panel innovations by local figures are too expensive to help rural villagers' -> acuan pembelaan: menyebutkan bukti nyata elektrifikasi mandiri desa terpencil dan pemangkasan biaya bahan bakar (35 menit).
  • Murid melakukan simulasi debat mini berpasangan (Pair Argumentation Round): setiap murid secara mandiri menyusun draf lisan pembelaan argumen, lalu saling bertukar giliran untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang dampak nyata kontribusi tokoh lingkungan pilihan mereka dengan mempertahankan posisi minimal 2 kali giliran tanggapan timbal-balik (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan saling memberikan umpan balik berbasis rubrik terhadap kelancaran penggunaan frasa pembelaan argumen dan keselarasan bukti dampak nyata yang disampaikan pasangannya (10 menit).
  • Dua perwakilan pasangan mendemonstrasikan adu argumen singkat di depan kelas, dan guru bersama murid menyimpulkan kekuatan pembelaan argumen yang berlandaskan data nyata (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap strategi mempertahankan argumen yang efektif dan sopan dalam bahasa Inggris (3 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan cek pemahaman singkat: murid menuliskan 1 frasa pembelaan argumen dan 1 alasan logis pembelaan tokoh di secarik exit ticket (acuan: frasa pembelaan mencakup 'Even if you argue that..., the fact remains that...' atau 'I defend my position because...' dengan alasan yang relevan pada kontribusi nyata lingkungan) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi frasa templat OREO dan lembar fakta tokoh; murid mahir diberikan kartu skenario dengan sanggahan skeptis yang lebih kompleks dan data statistik kontradiktif.
  • Proses: Murid pemula berlatih dalam pasangan terpandu dengan waktu persiapan lebih lama sebelum merespons sanggahan; murid mahir langsung melakukan respons spontan tanpa catatan teks lengkap.
  • Produk: Murid pemula mempertahankan argumen dengan menyajikan minimal 1 alasan logis dan 1 bukti data; murid mahir mempertahankan argumen dengan menyajikan minimal 2 alasan pendukung disertai pematahan sanggahan (counter-argument rebuttal).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: respons spontan terhadap pernyataan skeptis 'Tree planting by local figures only creates temporary green areas without real impact' (Kriteria penerimaan: murid merespons dengan minimal 1 frasa sanggahan/pendapat bahasa Inggris seperti 'I disagree because...' atau 'I see your point, but...' dan menyertakan 1 alasan logis terkait dampak penyerapan karbon atau pencegahan erosi)

Proses:

  • Pengamatan performa lisan berpasangan pada kegiatan 'Stand Your Ground' dan 'Pair Argumentation Round': menilai kemampuan murid mengungkapkan pendapat awal secara runtut dan mempertahankan argumen dengan bukti dampak nyata tokoh lingkungan Indonesia saat disanggah (kriteria: kejelasan klaim, ketepatan frasa pembelaan argumen, dan keselarasan bukti dampak nyata tokoh sesuai acuan materi)

Akhir Pertemuan:

  • Exit Ticket cek pemahaman: murid menuliskan 1 kalimat ekspresi mempertahankan argumen beserta 1 bukti dampak nyata tokoh lingkungan (Kriteria penerimaan: menggunakan frasa pembelaan yang tepat seperti 'I firmly defend my stance because...' atau 'The concrete proof shows that...' yang diikuti minimal 1 fakta kontribusi lingkungan tokoh yang konkret)

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara saat simulasi 'Stand Your Ground' dan Pair Argumentation Round menggunakan lembar observasi ketercapaian pembelaan argumen
  • Pemeriksaan Exit Ticket respon tertulis singkat pembelaan argumen

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan ArgumenBelum mampu mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris atau tidak menyampaikan pembelaan argumen saat posisi tokoh lingkungan disanggah.Mampu mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris, namun pembelaan argumen saat disanggah belum menyertakan alasan logis maupun bukti dampak nyata kontribusi tokoh lingkungan.Mampu mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris dengan jelas dan mempertahankan argumen saat disanggah dengan menyertakan minimal 1 alasan logis dan 1 bukti nyata kontribusi tokoh lingkungan secara tepat.Mampu mengungkapkan pendapat dalam bahasa Inggris secara fasih dan mempertahankan argumen secara konsisten saat disanggah berulang kali dengan menyertakan lebih dari 1 alasan logis serta bukti dampak nyata kontribusi tokoh lingkungan yang akurat dan meyakinkan tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas interaktif berpasangan 'Stand Your Ground' cukup memberi kesempatan setiap murid untuk mempertahankan argumen?
  • Bagian mana dari strategi OREO yang paling menantang bagi murid saat menyusun sanggahan dan pembelaan dampak nyata tokoh lingkungan?

Murid:

  • Frasa bahasa Inggris mana yang paling membantuku dalam mempertahankan argumen ketika temanku meragukan dampak tokoh lingkungan hidup?
  • Seberapa yakin aku dapat menyajikan data nyata untuk membela kontribusi tokoh lingkungan Indonesia dalam diskusi berbahasa Inggris?

Pertemuan 5 — Mengevaluasi Informasi Tersurat dari Teks Tertulis Biografi Aksi Tokoh Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis dan teks multimodal tentang aksi pelestarian oleh tokoh lingkungan hidup Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memandu murid memeriksa kesiapan ruang belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengevaluasi informasi tersurat (explicit information) dari teks biografi tokoh lingkungan hidup Indonesia (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal: membaca 1 paragraf singkat biografi I Gede Hendrawan (tokoh pelindung laut Bali) lalu murid menjawab 2 pertanyaan fakta tersurat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mindful membaca panduan teknik scanning untuk menemukan informasi tersurat (nama, waktu, lokasi, aksi nyata) dari teks biografi tertulis (15 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai pemilahan antara fakta tersurat (explicit facts) versus asumsi/opini dalam teks biografi aksi lingkungan 'Farwiza Farhan: The Leuser Ecosystem Protector' (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan cepat 'Fact Hunter Challenge': berpasangan menemukan 4 informasi tersurat pada teks kutipan biografi Farwiza Farhan di layar kelas (1) Lokasi aksi: Leuser Ecosystem, Aceh; (2) Organisasi yang didirikan: HAkA (Hutan Alam dan Lingkungan Aceh); (3) Tahun penghargaan Whitley Awards diraih: 2016; (4) Aksi nyata: Memimpin kampanye restorasi hutan dan perlindungan satwa liar (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja evaluasi informasi tersurat yang berisi teks biografi tertulis Butet Manurung (tokoh Sokola Rimba) dan memvalidasi 5 pernyataan Benar/Salah (True/False) berdasarkan kalimat teks tertulis (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meneliti kembali hasil evaluasi fakta tersurat lembar kerjanya, mencocokkan kutipan kalimat bukti dari teks sebagai dasar pembuktian kebenaran informasi (20 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan strategi mengevaluasi fakta tersurat dari teks biografi (scanning kata kunci dan konfirmasi kalimat rujukan) (10 PENUTUP menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta mengingatkan kelanjutan materi pada pertemuan berikutnya mengenai teks multimodal (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks biografi dengan penandaan visual (bold/highlight) pada kata kunci penting; murid mahir diberikan teks biografi penuh dengan kosakata akademis tanpa penanda visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung dalam menemukan kalimat acuan di paragraf; murid cepat diarahkan mengevaluasi ketepatan 2 data faktual tambahan secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja evaluasi 5 butir pernyataan fakta tersurat teks tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Membaca paragraf: 'I Gede Hendrawan is an oceanographer from Udayana University who founded the Ocean Plastic Patrol in Bali in 2018 to monitor marine plastic debris.' Pertanyaan: (1) What is I Gede Hendrawan's profession? (Acuan: oceanographer from Udayana University); (2) In what year was Ocean Plastic Patrol established? (Acuan: 2018).

Proses:

  • Evaluasi 5 butir True/False teks biografi Butet Manurung: (1) Butet founded Sokola Rimba in Jambi in 2003 (True; Acuan teks: 'In 2003, Butet initiated Sokola Rimba to educate the Orang Rimba in the forests of Jambi'); (2) Sokola Rimba teaches reading, writing, and environmental preservation (True; Acuan teks: 'The alternative school focuses on literacy and forest conservation'); (3) Butet worked alone without any indigenous facilitators (False; Acuan teks: 'She trained local youths from Orang Rimba to become indigenous teachers'); (4) In 2014, Butet received the Ramon Magsaysay Award (True; Acuan teks: 'She was awarded the prestigious Ramon Magsaysay Award in 2014'); (5) Butet halted all forest protection programs after 2015 (False; Acuan teks: 'She continues expanding community-based literacy and environmental education across Indonesian remote islands until today'). Kriteria: Ketepatan penentuan status T/F dan kutipan kalimat bukti eksplisit.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir reflektif singkat di akhir sesi: (1) Sebutkan 1 kalimat dari teks yang secara tersurat menunjukkan aksi nyata Butet Manurung (Acuan: 'initiated Sokola Rimba' atau 'trained local youths'); (2) Tuliskan letak paragraf yang memuat penghargaan Butet Manurung (Acuan: Paragraf 3 / tahun 2014).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal membaca cepat paragraf biografi dan menjawab pertanyaan fakta eksplisit
  • Lembar evaluasi informasi tersurat teks biografi Butet Manurung (5 butir True/False disertai kalimat bukti tersurat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Informasi Tersurat Teks BiografiMampu memvalidasi 1 dari 5 pernyataan informasi tersurat secara tepat dan belum menyertakan kutipan kalimat bukti dari teks.Mampu memvalidasi 2-3 dari 5 pernyataan informasi tersurat secara tepat disertai sebagian kutipan bukti dari teks.Mampu memvalidasi 4 dari 5 pernyataan informasi tersurat secara tepat dengan menyertakan kutipan kalimat bukti dari teks.Mampu memvalidasi seluruh 5 pernyataan informasi tersurat secara tepat dengan menyertakan seluruh kutipan kalimat bukti dari teks secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi murid dalam memindai dan mengevaluasi informasi tersurat teks biografi?
  • Bagian mana dari teks biografi yang paling sering membingungkan murid saat memverifikasi informasi tersurat?

Murid:

  • Langkah apa yang paling membantuku menemukan kalimat tersurat di dalam teks biografi panjang?
  • Sejauh mana aku dapat membedakan informasi yang benar-benar tertulis di teks dengan tafsiranku sendiri?

Pertemuan 6 — Mengevaluasi Informasi Tersirat dari Teks Multimodal Aksi Pelestarian Tokoh Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis dan teks multimodal tentang aksi pelestarian oleh tokoh lingkungan hidup Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target pembelajaran membaca-memirsa teks multimodal aksi tokoh lingkungan hidup (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid memirsa satu gambar aksi pelestarian Farwiza Farhan di hutan Leuser yang memuat kutipan singkat lalu menjawab 2 pertanyaan pemantik makna tersirat (acuan: gambar menunjukkan latar hutan lebat yang terancam dan tatapan tegas mengisyaratkan urgensi serta komitmen perlindungan ekosistem) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan dan mengaitkan materi evaluasi makna tersirat pada teks multimodal dengan aksi pelestarian lingkungan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memodelkan cara mengevaluasi informasi tersirat dari teks multimodal (poster kampanye aksi lingkungan Butet Manurung dan video pendek edukasi konservasi Farwiza Farhan) dengan memadukan unsur visual, gestur, simbol warna, dan teks pendukung (15 menit).
  • Murid membedah 3 elemen inferensi multimodal terpandu (makna ekspresi wajah, simbol visual pohon tumbang/tunas baru, serta nada kalimat terselubung) melalui kuis interaktif berpasangan tebak makna 'Visual Clues' yang menggembirakan (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mencermati Lembar Kerja Multimodal yang memuat infografik kampanye aksi lingkungan Swietenia Puspa Lestari (Divers Clean Action) beserta 4 pertanyaan inferensi tersirat: (1) Makna tersirat dari pilihan skema warna suram di bagian atas yang berubah cerah di bagian bawah (kunci: melambangkan perubahan kondisi laut dari tercemar menjadi pulih); (2) Pesan tersirat dari gestur penyelam yang memegang jaring berisi sampah plastik mikro (kunci: menunjukkan bahwa ancaman sampah laut membutuhkan tindakan nyata dan tidak kasat mata oleh manusia); (3) Nilai/prinsip moral tokoh yang tersirat dari slogan 'Small Actions, Vast Ocean' (kunci: aksi sekecil apa pun dari individu memiliki dampak kolektif luas bagi kelestarian laut); (4) Maksud tersirat pembuat infografik tidak mencantumkan logo komersial (kunci: menegaskan bahwa aksi ini murni gerakan sukarela nirlaba demi konservasi) (35 menit).
  • Murid menuliskan hasil evaluasi bukti visual dan tekstual untuk mendukung jawaban inferensi masing-masing pada kolom pembuktian LK (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan inferensinya dengan mencocokkan bukti visual dan tekstual bersama guru melalui konfirmasi acuan jawaban (10 menit).
  • Murid menuliskan refleksi metakognitif singkat mengenai kemudahan dan tantangan dalam menemukan makna tersembunyi/tersirat pada media visual pelestarian lingkungan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan mengevaluasi informasi tersirat dalam teks multimodal (5 menit).
  • Guru menutup sesi dengan doa dan menyampaikan gambaran materi sesi berikutnya tentang penyusunan kerangka teks (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks multimodal dengan tingkat kepadatan teks dan simbol yang bervariasi (infografik sederhana dengan kontras visual tajam untuk pemula, dan infografik berlapis dengan metafora visual kompleks untuk tingkat lanjut).
  • Proses: Memberikan panduan pertanyaan penuntun (scaffolding visual prompts) bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap dalam mengaitkan simbol dengan makna tersirat.
  • Produk: Murid cepat mengevaluasi 4 butir inferensi beserta elaborasi 2 bukti pendukung per butir, sedangkan murid berkembang mengevaluasi butir inti dengan minimal 1 bukti visual/tekstual yang jelas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemirsaan singkat: Murid memirsa gambar Farwiza Farhan berdiri di depan hutan gundul dan menuliskan 1 makna tersirat dari sorot mata dan gestur tokoh. (Acuan: sorot mata tegas dan posisi berdiri tegak menyiratkan keteguhan hati serta penolakan terhadap deforestasi liar, bukan keputusasaan).

Proses:

  • Pengecekan Lembar Kerja Evaluasi Teks Multimodal (4 butir): (1) Makna skema warna (acuan: kontras suram ke cerah melambangkan transisi laut dari rusak menjadi lestari); (2) Gestur penyelam (acuan: kesadaran dan tanggung jawab langsung penyelam memungut sampah plastik tak kasat mata); (3) Nilai moral slogan 'Small Actions, Vast Ocean' (acuan: kontribusi pribadi kecil berdampak besar bagi kelestarian laut); (4) Maksud tersirat ketiadaan logo komersial (acuan: gerakan murni berorientasi penyelamatan lingkungan tanpa motif komersial).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 prinsip utama dalam menarik kesimpulan tersirat dari elemen visual teks multimodal. (Acuan: kesimpulan tersirat ditarik dari perpaduan bukti simbolik visual seperti warna/gestur dan kata-kata kunci, bukan sekadar opini pribadi tanpa dasar teks/gambar).

Formatif:

  • Pemeriksaan respons Lembar Kerja Evaluasi Informasi Tersirat Multimodal (4 butir inferensi)
  • Observasi diagnostik pemirsaan visual awal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Informasi Tersirat Teks MultimodalMampu mengevaluasi informasi tersirat maksimal 1 dari 4 butir pertanyaan infografik aksi lingkungan sesuai acuan.Mampu mengevaluasi informasi tersirat tepat pada 2 dari 4 butir pertanyaan infografik aksi lingkungan sesuai acuan.Mampu mengevaluasi informasi tersirat tepat pada 3 dari 4 butir pertanyaan infografik aksi lingkungan sesuai acuan.Mampu mengevaluasi informasi tersirat secara tepat pada seluruh 4 butir pertanyaan infografik aksi lingkungan sesuai acuan secara mandiri disertai rujukan elemen visual yang valid.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks multimodal yang disajikan cukup kaya akan simbol visual dan kontekstual sehingga memfasilitasi penarikan kesimpulan tersirat murid?
  • Bagian inferensi mana yang paling banyak mengalami miskonsepsi oleh murid?

Murid:

  • Unsur visual apa (warna, ekspresi, tata letak) yang paling membantuku menangkap pesan tersirat yang tidak dituliskan?
  • Langkah apa yang perlu aku perbaiki saat menyimpulkan maksud tersembunyi dari pembuat infografik lingkungan?

Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Kerangka Naratif Pengalaman Inspiratif Tokoh Lingkungan secara Tertulis — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.4 Mengomunikasikan gagasan pengalaman inspiratif secara tertulis dalam teks naratif tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran menyusun kerangka naratif tertulis mengenai tokoh lingkungan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjodohkan 3 tahapan struktur teks naratif dengan fungsinya pada lembar pemantik: 1) Orientation -> Memperkenalkan tokoh dan latar waktu/tempat; 2) Complication -> Memunculkan krisis/permasalahan lingkungan yang dihadapi tokoh; 3) Resolution -> Menjelaskan aksi/solusi nyata yang dilakukan tokoh untuk memecahkan masalah (acuan kunci: 1-Memperkenalkan tokoh dan latar; 2-Memunculkan krisis/masalah; 3-Menjelaskan aksi/solusi nyata) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membedah model kerangka teks naratif (narrative outline) tentang tokoh lingkungan Farwiza Farhan yang memuat 3 elemen utama: Orientation (Who: Farwiza Farhan, When: 2012, Where: Leuser Ecosystem, Aceh), Complication (Problem: illegal logging and forest destruction threatening wildlife), dan Resolution (Action: established HAkA foundation and empowered local communities to protect the forest) (15 menit).
  • Dalam aktivitas tantangan cepat berpasangan (Joyful Narrative Match), murid menganalisis 3 kutipan catatan peristiwa acak tentang tokoh Swietenia Puspa Lestari dan mengelompokkannya ke dalam kolom struktur teks naratif yang tepat: Kutipan 1 'She noticed underwater trash while diving in Thousand Islands' -> Complication; Kutipan 2 'Swietenia was born in 1994 and grew up loving marine life' -> Orientation; Kutipan 3 'She founded Divers Clean Action (DCA) and collected tons of marine debris' -> Resolution (acuan kunci: Kutipan 1 ke Complication, Kutipan 2 ke Orientation, Kutipan 3 ke Resolution) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri memilih satu tokoh lingkungan hidup Indonesia (misalnya Farwiza Farhan, Swietenia Puspa Lestari, atau tokoh inspiratif lokal lainnya) dan mulai mengorganisasikan gagasan inspiratif tokoh tersebut ke dalam format Graphic Organizer Kerangka Naratif (20 menit).
  • Murid mengomunikasikan gagasan tersebut secara tertulis dengan melengkapi tabel kerangka teks naratif yang memuat: (1) Bagian Orientation: identitas tokoh, latar waktu, dan latar tempat; (2) Bagian Complication: deskripsi masalah kerusakan lingkungan yang dihadapi; (3) Bagian Resolution: aksi nyata serta pencapaian tokoh; serta melengkapi draf gagasan tersebut menggunakan frasa/klausa berunsur lampau (simple past tense) yang relevan (misalnya: began, initiated, witnessed, organized) (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan reviu berpasangan (peer-review) menggunakan daftar periksa kerangka naratif untuk memastikan kerangka rekan memuat tiga komponen struktur (Orientation, Complication, Resolution) dan kata kerja aksi lampau yang sesuai kriteria (15 menit).
  • Murid merapikan draf akhir kerangka naratif mereka berdasarkan masukan rekan sebaya untuk dipersiapkan menjadi teks utuh pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kerangka naratif terstruktur dalam menyusun kisah inspiratif aksi lingkungan hidup (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil kerangka tulisan murid dan menginformasikan bahwa draf kerangka ini akan dikembangkan menjadi teks naratif utuh pada pertemuan ke-8 (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu berupa panduan petunjuk rincian (guiding questions: Who, When, Where, What problem, What action) bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta bahan profil tokoh yang lebih kompleks bagi murid yang mahir.
  • Proses: Memberikan pendampingan terarah secara individual dalam merumuskan kalimat berunsur lampau pada kerangka bagi murid yang berkembang, dan mendorong kemandirian penuh bagi murid yang telah mahir.
  • Produk: Kerangka naratif dapat dilengkapi dengan daftar kata kerja lampau spesifik (regular/irregular action verbs) yang lebih variatif bagi murid berkemampuan tinggi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjodohkan 3 elemen struktur naratif dengan fungsinya. Butir soal: 1) Orientation, 2) Complication, 3) Resolution. Pilihan fungsi: (A) Memunculkan krisis/masalah lingkungan yang dihadapi tokoh; (B) Menjelaskan aksi/solusi nyata yang dilakukan tokoh; (C) Memperkenalkan tokoh dan latar waktu/tempat. Acuan jawaban benar: 1-C, 2-A, 3-B.

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerangka naratif tertulis murid dengan kriteria: (1) Kelengkapan struktur naratif (Orientation memuat tokoh, latar waktu, latar tempat; Complication memuat isu lingkungan; Resolution memuat aksi/hasil inspiratif tokoh); (2) Ketepatan penyusunan gagasan tertulis dengan kata kerja lampau (minimal 3 kata kerja lampau seperti founded, initiated, fought, collected).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup melalui daftar periksa mandiri: Murid memastikan kerangka naratifnya memiliki 3 bagian struktur naratif yang terisi lengkap (Orientation, Complication, Resolution) dan menyertakan minimal 3 gagasan peristiwa aksi lampau yang jelas sebelum dikembangkan pada pertemuan selanjutnya.

Formatif:

  • Penilaian lembar kerja diagnostik penjodohan struktur naratif pada tahap pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja penyusunan kerangka teks naratif tertulis (Graphic Organizer) yang mencakup Orientation, Complication, Resolution, dan penanda unsur lampau

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Struktur Kerangka NaratifKerangka hanya memuat 1 elemen struktur naratif secara tertulis (hanya Orientation, Complication, atau Resolution).Kerangka memuat 2 dari 3 elemen struktur naratif secara tertulis dengan informasi tokoh lingkungan yang masih sangat terbatas.Kerangka memuat seluruh 3 elemen struktur teks naratif (Orientation, Complication, Resolution) tentang tokoh lingkungan secara tertulis dengan jelas.Kerangka memuat seluruh 3 elemen struktur teks naratif (Orientation, Complication, Resolution) tentang tokoh lingkungan secara tertulis dengan sangat rinci, runtut, dan terstruktur jelas.
Pengomunikasian Gagasan Pengalaman Inspiratif secara TertulisGagasan aksi inspiratif tokoh belum tertulis secara spesifik dan tidak menggunakan bentuk kata kerja lampau.Gagasan aksi inspiratif tokoh tertulis secara sederhana dengan 1-2 penanda kata kerja lampau tetapi belum runtut.Gagasan pengalaman aksi inspiratif tokoh tertulis secara runtut dari awal permasalahan hingga solusi menggunakan minimal 3 kata kerja lampau yang tepat.Gagasan pengalaman aksi inspiratif tokoh tertulis secara mendalam dan runtut dari latar, konflik lingkungan, hingga penyelesaian aksi dengan variasi kosakata dan kata kerja lampau yang tepat secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi murid untuk menyusun kerangka naratif secara runtut dan terperinci?
  • Bagian struktur teks mana (Orientation, Complication, atau Resolution) yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid dalam menuangkan gagasan tertulis?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan bagian Orientation, Complication, dan Resolution dalam kerangka cerita tokoh pilihan saya?
  • Kosakata atau kata kerja lampau apa saja yang berhasil saya gunakan untuk menuliskan aksi inspiratif tokoh lingkungan tersebut?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Teks Naratif Utuh Berstruktur dan Berunsur Lampau tentang Tokoh Lingkungan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.4 Mengomunikasikan gagasan pengalaman inspiratif secara tertulis dalam teks naratif tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan target pembelajaran menulis teks naratif linear utuh tentang tokoh lingkungan Indonesia (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid mengubah 3 kata kerja aksi dasar ke bentuk lampau pada papan tulis mini, yaitu: (1) 'initiate', (2) 'protect', (3) 'build' (acuan kunci: initiated, protected, built) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati model teks naratif biografi linear tentang Farwiza Farhan yang memuat struktur utuh (Orientation, Complication/Problem, Resolution) dan unsur kebahasaan past tense (15 menit).
  • Permainan Bahasa Cepat 'Verb Hunt Challenge': secara berpasangan murid saling berlomba menandai dan membedakan regular vs irregular past verbs pada teks percontohan dalam waktu singkat untuk mengaktifkan antusiasme belajar (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyiapkan kerangka ide yang telah dirancang sebelumnya mengenai satu tokoh lingkungan Indonesia (misalnya Farwiza Farhan, Swietenia Puspa Lestari, atau tokoh lokal pilihan) (10 menit).
  • Murid menyusun draf teks naratif utuh secara tertulis minimal 2-3 paragraf yang mencakup orientation, complication, dan resolution dengan unsur simple past tense secara mandiri (40 menit).
  • Murid memeriksa ketepatan penggunaan penanda urutan waktu lampau (seperti: in the beginning, then, after that, finally) dalam narasi tertulis yang dibuat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi mandiri terpandu dengan memeriksa kelengkapan struktur teks naratif sendiri dan mencatat bagian yang dirasa paling jelas menggambarkan perjuangan tokoh (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali struktur naratif (orientation, complication, resolution) dan penggunaan simple past tense dalam mengomunikasikan aksi tokoh (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap draf yang telah disusun serta mengarahkan murid untuk menyimpan hasil tulisan untuk ditindaklanjuti pada sesi berikutnya (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar verba lampau esensial (action verbs list) dan pemandu kalimat awal untuk tiap paragraf naratif, sedangkan murid yang siap diberikan keleluasaan mengembangkan variasi aksi perjuangan tokoh yang lebih kompleks.
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang memerlukan pendampingan menyusun narasi per bagian struktur (paragraf demi paragraf) dengan bimbingan guru, sementara murid mandiri menyusun naskah utuh langsung.
  • Produk: Semua murid menghasilkan teks naratif tertulis; murid berkembang menyusun 2 paragraf linear terstruktur, sedangkan murid mahir dapat mengembangkan 3 paragraf naratif berkedalaman rincian peristiwa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat menuliskan bentuk simple past tense dari 3 kata kerja tindakan lingkungan hidup: (1) initiate, (2) protect, (3) build. (Acuan jawaban benar: 1. initiated; 2. protected; 3. built. Kriteria: kesiapan menulis mandiri terpenuhi jika benar minimal 2 dari 3 butir).

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan murid selama pengerjaan mandiri pada tahap Mengaplikasi dengan fokus keterpenuhan 3 bagian struktur naratif (Orientation, Complication, Resolution) dan ketepatan minimal 5 kalimat past tense yang mendeskripsikan peristiwa perjuangan tokoh lingkungan (kriteria penerimaan: kalimat menggunakan past verb yang akurat sesuai konteks cerita).

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian akhir sesi: penyerahan naskah draf narasi tertulis tentang tokoh lingkungan dengan kriteria keterterimaan: memuat orientasi tokoh, komplikasi/isu lingkungan yang dihadapi, resolusi aksi pelestarian, serta didominasi konstruksi kalimat simple past tense yang tepat.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis teks naratif tertulis menggunakan rubrik analitik berfokus pada struktur naratif dan ketepatan unsur kebahasaan bentuk lampau (past tense).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Struktur Teks Naratif (Orientation, Complication, Resolution)Teks naratif hanya memuat 1 bagian struktur (misalnya hanya menyebut nama tokoh tanpa komplikasi atau resolusi aksi).Teks naratif memuat 2 dari 3 bagian struktur secara tertulis (misalnya orientation dan complication tanpa ada resolution aksi tokoh).Teks naratif memuat ketiga bagian struktur (orientation, complication, resolution) tentang tokoh lingkungan secara tertulis dan runtut.Teks naratif memuat ketiga bagian struktur secara lengkap, runtut, dan terjalin sangat padu dalam menceritakan pengalaman inspiratif tokoh lingkungan.
Ketepatan Unsur Kebahasaan Lampau (Simple Past Tense)Kurang dari 3 kalimat yang menggunakan bentuk kata kerja lampau secara tepat dalam teks narasi tertulis.Menggunakan bentuk kata kerja lampau dengan tepat pada 3-4 kalimat dalam teks narasi tertulis.Menggunakan bentuk kata kerja lampau (regular/irregular past verbs) secara tepat pada minimal 5 kalimat dalam teks narasi tertulis.Menggunakan bentuk kata kerja lampau secara tepat dan konsisten di seluruh bagian teks naratif tertulis tanpa kekeliruan bentuk verba.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis mandiri 45 menit memberikan ruang yang cukup bagi seluruh murid untuk menuangkan ide naratifnya secara utuh?
  • Bagian struktur teks mana (orientation, complication, atau resolution) yang masih paling sering terlewatkan oleh murid saat menyusun narasi?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menuliskan peristiwa perjuangan tokoh lingkungan saya dengan urutan yang runut dan jelas?
  • Apakah saya sudah memastikan semua kata kerja yang menceritakan kejadian masa lalu tokoh menggunakan bentuk past tense yang tepat?

Pertemuan 9 — Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah Menulis Teks Naratif Tokoh Lingkungan secara Mandiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis untuk menyempurnakan tulisan teks tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis (mechanics, spelling, past tense grammar) untuk menyempurnakan teks naratif tentang tokoh lingkungan hidup secara mandiri (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 kalimat rumpang/bermasalah di layar: (1) 'In 2013 melati and her sister start Bye Bye Plastic Bags in bali.' dan (2) 'they collect 1000 signaturs.' Murid menuliskan koreksi langsung di kertas catatan masing-masing (acuan koreksi: kalimat 1 kapitalisasi 'Melati' & 'Bali' serta past tense 'started'; kalimat 2 past tense 'collected' dan spelling 'signatures') (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pemodelan guru tentang strategi koreksi mandiri berpandu kode simbol editing/proofreading (sp = spelling error, vt = verb tense error, cap = capitalization error, p = punctuation error) pada satu paragraf draf pemodelan tentang Farwiza Farhan (12 menit).
  • Murid mengidentifikasi 4 jenis kesalahan kaidah menulis dalam tabel panduan koreksi bersama guru untuk memastikan pemahaman simbol dan strategi perbaikan mandiri (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Grammar & Mechanics Detective Race' sebagai pemanasan yang menggembirakan: menandai dan memperbaiki 4 kesalahan pada strip teks pendek profil Butet Manurung: (1) 'butet visit the forest in 1999.' -> Butet visited the forest in 1999; (2) 'she teach jungle nomadic children.' -> She taught jungle nomadic children; (3) 'the school was sucsessful.' -> The school was successful; (4) 'people admires her work.' -> People admired her work (10 menit).
  • Murid membuka kembali draf tulisan naratif tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia pilihan masing-masing (yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya) dan secara mandiri menerapkan strategi koreksi berpandu lembar 'Self-Correction Checklist' yang mencakup: (a) Simple Past Tense verbs, (b) Capitalization of names/places, (c) Spelling, dan (d) End punctuation (20 menit).
  • Murid menuliskan versi koreksi akhir dari teks naratif mereka secara bersih dan mandiri dengan menandai perbaikan yang telah mereka lakukan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar koreksi yang telah mereka lakukan untuk memastikan seluruh kaidah menulis telah diperbaiki secara mandiri (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap strategi koreksi mandiri yang telah ditunjukkan oleh murid (3 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pentingnya ketelitian dalam menyunting tulisan secara mandiri sebelum dinilai pada asesmen sumatif pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan simbol koreksi dengan contoh visual kata kerja beraturan dan tidak beraturan; murid yang mahir diberikan tantangan memeriksa variasi struktur kalimat majemuk lampau.
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang membutuhkan bantuan didampingi guru dengan panduan fokus satu kaidah per putaran (misal: cek kapitalisasi dulu, lalu ejaan, lalu bentuk lampau), sedangkan murid yang lebih cepat langsung melakukan penyuntingan mandiri menyeluruh.
  • Produk: Teks naratif tokoh lingkungan hidup dengan bukti anotasi koreksi mandiri pada draf (menunjukkan coretan perbaikan kaidah menulis) dan naskah bersih hasil revisi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemberian 2 kalimat tidak baku/salah kaidah di awal pertemuan untuk mengukur kesiapan mengenali dan memperbaiki kaidah penulisan: (1) 'In 2013 melati and her sister start Bye Bye Plastic Bags in bali.' (acuan: perbaikan huruf kapital 'Melati', 'Bali', dan bentuk lampau 'started'); (2) 'they collect 1000 signaturs.' (acuan: perbaikan huruf kapital 'They', bentuk lampau 'collected', dan ejaan 'signatures').

Proses:

  • Observasi saat murid melakukan 'Detective Race' pada 4 kalimat teks Butet Manurung (acuan: koreksi huruf kapital, past tense, dan ejaan).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri: murid menunjukkan tanda strategi koreksi (marking/editing codes) dan menuliskan bentuk perbaikan kaidah menulis pada naskah naratif tokoh lingkungan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir penyuntingan: murid melengkapi tabel verifikasi akhir yang memuat 4 bukti koreksi mandiri: (1) minimal 1 perbaikan kapitalisasi, (2) minimal 1 perbaikan ejaan/spelling, (3) minimal 2 perbaikan kata kerja bentuk lampau (past tense), dan (4) tanda baca akhir.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengoreksi 2 kalimat tidak tepat kaidah menulis tentang Melati Wijsen.
  • Tantangan berpasangan 'Detective Race': ketepatan menandai dan memperbaiki 4 kesalahan kaidah menulis pada strip teks Butet Manurung.
  • Unjuk kerja mandiri: penunjukan strategi koreksi kaidah menulis (simbol/checklist) pada draf naratif tokoh lingkungan hidup Indonesia.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah Menulis (Mechanics, Spelling, Verb Tense) secara MandiriBelum mampu menunjukkan strategi koreksi kaidah menulis; tidak menemukan kesalahan pada teks atau salah mengoreksi kaidah.Mampu menunjukkan strategi koreksi kaidah menulis pada sebagian kecil kesalahan (1-2 aspek kaidah) dengan bimbingan dan arahan penuh pendidik.Mampu menunjukkan strategi koreksi kaidah menulis secara mandiri pada sebagian besar kesalahan kaidah (mencakup ejaan, kapitalisasi, dan bentuk lampau) dengan sedikit konfirmasi pendidik.Mampu menunjukkan strategi koreksi kaidah menulis secara konsisten, teliti, dan mandiri penuh pada seluruh kesalahan ejaan, tanda baca/kapitalisasi, dan bentuk kata kerja lampau pada teks naratif tokoh lingkungan hidup.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi koreksi berpandu kode simbol editing efektif membantu murid mengenali kekeliruan kaidah menulis?
  • Bagian kaidah menulis mana (ejaan, kapitalisasi, atau perubahan bentuk lampau) yang paling banyak memerlukan intervensi scaffolding?

Murid:

  • Strategi koreksi apa yang paling membantuku menemukan kesalahan dalam tulisanku sendiri?
  • Apakah aku sudah mampu mengoreksi bentuk kata kerja lampau dan huruf kapital pada drafku secara mandiri?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.4.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia
  • TP 11.4.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang kontribusi tokoh lingkungan hidup Indonesia
  • TP 11.4.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks tertulis dan teks multimodal tentang aksi pelestarian oleh tokoh lingkungan hidup Indonesia
  • TP 11.4.4 Mengomunikasikan gagasan pengalaman inspiratif secara tertulis dalam teks naratif tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat
  • TP 11.4.5 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis untuk menyempurnakan tulisan teks tentang tokoh lingkungan hidup Indonesia secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif terpadu dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar tenang dan kondusif untuk evaluasi mandiri (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan sesi sebagai Asesmen Sumatif Terpadu Bab 4 yang mencakup 3 bagian tugas utama (pemahaman reseptif menyimak-membaca, penulisan naratif dan penyuntingan mandiri, serta unjuk kerja lisan panel kelompok), membacakan tata tertib pengerjaan secara transparan, serta membagikan berkas lembar kerja asesmen (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk teknis pada Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (tes reseptif tertulis), Bagian 2 (penulisan naratif & lembar koreksi kaidah), dan Bagian 3 (rubrik panel diskusi lisan) secara berkesadaran, serta diberi kesempatan menanyakan klarifikasi teknis tata cara pengerjaan kepada guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (40 menit): Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan tes tertulis pemahaman reseptif (menyimak audio nonfiksi tentang profil tokoh lingkungan Swietenia Puspa Lestari dan membaca infografik teks multimodal aksi pelestarian terumbu karang). Audio diperdengarkan 2 kali. Soal menyimak alur informasi: (1) Latar belakang aksi pembersihan laut Swietenia; (2) Inisiasi pendirian Divers Clean Action (DCA); (3) Kampanye pelarangan sedotan plastik; (4) Dampak kolaborasi aksi pemuda di ribuan pulau. Soal membaca evaluasi tersurat/tersirat: (5) Data persentase pengurangan sampah plastik menurut infografik (tersurat); (6) Alasan tersirat pemilihan pendekatan komunitas pulau kecil dibanding kota besar (tersirat). Murid menuliskan jawaban secara mandiri pada lembar kerja (40 menit).
  • Tugas 2 (45 menit): Seluruh murid secara individual menyusun teks naratif utuh (2 paragraf linear) tentang pengalaman inspiratif tokoh lingkungan Indonesia (misalnya Farwiza Farhan atau Butet Manurung) menggunakan simple past tense yang tepat (orientasi, komplikasi/perjuangan, resolusi), kemudian menerapkan strategi koreksi mandiri dengan mengisi lembar rekam jejak penyuntingan untuk memeriksa 4 kaidah penulisan: past tense verbs, punctuation, capitalization, dan text structure coherence (40 menit).
  • Tugas 3 (30 menit): Guru membagi kelas ke dalam kelompok panel beranggotakan 4-5 murid. Secara bergiliran, kelompok panel tampil di hadapan guru (masing-masing 4-5 menit per kelompok) untuk mempraktikkan unjuk kerja berbicara lisan: mengungkapkan pendapat tentang kontribusi nyata tokoh lingkungan Indonesia dan mempertahankan argumen mereka menggunakan frasa transactional expressions yang tepat saat menghadapi pertanyaan tanggapan dari guru/teman panelis, sementara murid lain yang menunggu giliran atau telah selesai melanjutkan finalisasi pengisian lembar asesmen secara tertib (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh artefak asesmen (lembar tes reseptif, draf teks naratif, lembar rekam jejak koreksi mandiri) kepada guru, lalu mengisi lembar refleksi pribadi singkat mengenai efektivitas strategi belajar dan tantangan berbahasa Inggris yang mereka hadapi selama menuntaskan Bab 4 (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas integritas, kemandirian, dan keseriusan seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 4 (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa penutup dan menyampaikan informasi singkat mengenai topik pembelajaran pada bab berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format materi: Lembar teks multimodal disediakan dalam versi cetak berkontras tinggi dan naskah audio disediakan dalam bentuk teks transkrip tertutup yang hanya dibuka bagi murid dengan hambatan pendengaran tanpa mengubah indikator ketercapaian kompetensi.
  • Proses: Akomodasi alokasi giliran: Murid yang memerlukan waktu penyesuaian kecemasan berbicara diberikan giliran kelompok panel pada urutan pertengahan, dengan format pertanyaan pengarah argumen yang setara tingkat kesulitannya.
  • Produk: Standar bukti produk asesmen tetap seragam (lembar jawaban reseptif, teks naratif lampau dengan lembar koreksi mandiri, dan performa lisan panel), dengan toleransi medium penyampaian tertulis berupa tulisan tangan rapi atau lembar ketik cetak mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen sumatif terpadu yang memadukan tes tertulis pemahaman menyimak-membaca, penulisan serta penyuntingan teks naratif, dan unjuk kerja berbicara/diskusi panel kelompok.: Lembar kerja analisis pemirsa/simak dan bacaan, portofolio draf teks naratif beserta lembar koreksi mandiri, serta performa lisan pengungkapan dan pertahanan argumen mengenai kontribusi tokoh lingkungan hidup Indonesia.
  • tes tertulis pemahaman reseptif (menyimak dan membaca) serentak: lembar jawaban murid berisi bagan alur informasi dari audio kisah tokoh lingkungan hidup dan lembar evaluasi rincian tersurat/tersirat teks biografi multimodal yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman membaca-menyimak)
  • penugasan menulis teks naratif dan penyuntingan mandiri serentak: draf tulisan naratif tentang riwayat aksi tokoh lingkungan hidup Indonesia disertai lembar rekam jejak penyuntingan mandiri (koreksi tata bahasa lampau, ejaan, tanda baca, dan struktur teks) yang diselesaikan serentak di kelas (50 menit; individual; instrumen: rubrik analitik menulis naratif dan lembar cek penyuntingan kaidah penulisan)
  • unjuk kerja berbicara diskusi panel terpandu kelompok: performa berbicara lisan dalam kelompok panel beranggotakan 4-5 murid di mana setiap murid secara aktif menyampaikan pendapat dan mempertahankan argumen tentang dampak aksi tokoh lingkungan hidup dalam alokasi waktu kelompok (6-7 kelompok dinilai bergiliran di hadapan guru) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara dan berargumen lisan)

Sumatif:

  • Asesmen sumatif terpadu yang memadukan tes tertulis pemahaman menyimak-membaca, penulisan serta penyuntingan teks naratif, dan unjuk kerja berbicara/diskusi panel kelompok.: Lembar kerja analisis pemirsa/simak dan bacaan, portofolio draf teks naratif beserta lembar koreksi mandiri, serta performa lisan pengungkapan dan pertahanan argumen mengenai kontribusi tokoh lingkungan hidup Indonesia.
  • tes tertulis pemahaman reseptif (menyimak dan membaca) serentak: lembar jawaban murid berisi bagan alur informasi dari audio kisah tokoh lingkungan hidup dan lembar evaluasi rincian tersurat/tersirat teks biografi multimodal yang dikerjakan seluruh kelas secara serentak (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran pemahaman membaca-menyimak)
  • penugasan menulis teks naratif dan penyuntingan mandiri serentak: draf tulisan naratif tentang riwayat aksi tokoh lingkungan hidup Indonesia disertai lembar rekam jejak penyuntingan mandiri (koreksi tata bahasa lampau, ejaan, tanda baca, dan struktur teks) yang diselesaikan serentak di kelas (50 menit; individual; instrumen: rubrik analitik menulis naratif dan lembar cek penyuntingan kaidah penulisan)
  • unjuk kerja berbicara diskusi panel terpandu kelompok: performa berbicara lisan dalam kelompok panel beranggotakan 4-5 murid di mana setiap murid secara aktif menyampaikan pendapat dan mempertahankan argumen tentang dampak aksi tokoh lingkungan hidup dalam alokasi waktu kelompok (6-7 kelompok dinilai bergiliran di hadapan guru) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara dan berargumen lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Alur Informasi Menyimak (TP 11.4.1)Menganalisis dengan tepat 0-1 butir alur informasi rekaman teks lisan nonfiksi sesuai kunci acuan (latar belakang, inisiasi DCA, kampanye, atau dampak).Menganalisis dengan tepat 2 butir alur informasi rekaman teks lisan nonfiksi sesuai kunci acuan (latar belakang, inisiasi DCA, kampanye, atau dampak).Menganalisis dengan tepat 3 butir alur informasi rekaman teks lisan nonfiksi sesuai kunci acuan (latar belakang, inisiasi DCA, kampanye, atau dampak).Menganalisis dengan tepat seluruh 4 butir alur informasi rekaman teks lisan nonfiksi secara kronologis dan lengkap sesuai kunci acuan (latar belakang, inisiasi DCA, kampanye, dan dampak).
Mengevaluasi Informasi Membaca-Memirsa (TP 11.4.3)Belum mampu mengevaluasi baik informasi tersurat (data persentase 63%) maupun informasi tersirat (alasan pemilihan komunitas pulau kecil) sesuai kunci acuan.Mengevaluasi dengan tepat 1 dari 2 target informasi (hanya informasi tersurat persentase 63% atau hanya informasi tersirat ketergantungan mata pencaharian pesisir) sesuai kunci acuan.Mengevaluasi dengan tepat kedua target informasi (tersurat data persentase 63% dan tersirat ketergantungan mata pencaharian pesisir), namun rumusan simpulan tersirat masih kurang lengkap.Mengevaluasi dengan tepat, mendalam, dan komprehensif kedua target informasi tersurat (data pengurangan 63%) dan tersirat (urgensi ekologis dan mata pencaharian masyarakat pesisir) sesuai kunci acuan.
Mengomunikasikan Teks Naratif Tertulis (TP 11.4.4)Teks naratif belum memenuhi struktur linear dan menggunakan kurang dari 2 bentuk kata kerja lampau yang tepat.Teks naratif memuat struktur pembuka namun urutan komplikasi-resolusi belum linear, memuat 2-3 bentuk kata kerja lampau yang tepat.Teks naratif memuat struktur linear (orientasi, komplikasi, resolusi) yang jelas dengan 4 bentuk kata kerja lampau yang tepat.Teks naratif mengomunikasikan gagasan inspiratif dengan struktur linear yang utuh dan runtut, serta menggunakan minimal 5 bentuk kata kerja lampau yang tepat dan bervariasi.
Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah Menulis Mandiri (TP 11.4.5)Menunjukkan strategi koreksi mandiri pada lembar rekam jejak hanya pada 1 aspek kaidah atau masih keliru mengidentifikasi kesalahan.Menunjukkan strategi koreksi mandiri pada lembar rekam jejak secara tepat untuk 2 dari 4 aspek kaidah (past tense verbs, punctuation, capitalization, atau text structure coherence).Menunjukkan strategi koreksi mandiri pada lembar rekam jejak secara tepat untuk 3 dari 4 aspek kaidah penulisan yang ditentukan.Menunjukkan strategi koreksi mandiri secara komprehensif dan mandiri pada seluruh 4 aspek kaidah penulisan (past tense verbs, punctuation, capitalization, dan text structure coherence) sesuai acuan.
Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen Lisan (TP 11.4.2)Belum mampu mengungkapkan pendapat atau argumen lisan dalam bahasa Inggris terkait kontribusi tokoh lingkungan dalam diskusi panel kelompok.Mengungkapkan pendapat lisan dalam bahasa Inggris dengan ekspresi transactional opinion, namun belum mampu mempertahankan argumen ketika ditanggapi.Mengungkapkan pendapat lisan dan mempertahankan argumen mengenai kontribusi tokoh lingkungan hidup dengan 1 alasan pendukung yang relevan.Mengungkapkan pendapat lisan secara lancar dan mempertahankan argumen secara meyakinkan dengan dukungan bukti dampak nyata aksi tokoh lingkungan hidup dalam diskusi panel.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana tingkat keselarasan antara pencapaian murid pada lembar asesmen tertulis (reseptif-produktif) dengan unjuk kerja performa lisan diskusi panel?
  • Apakah alokasi waktu 135 menit yang terdistribusi ke dalam tiga penugasan sumatif terpadu terlaksana secara efisien dan adil bagi seluruh murid?

Murid:

  • Bagian asesmen mana yang paling menunjukkan pemahaman terbaik saya mengenai aksi tokoh lingkungan hidup Indonesia dalam bahasa Inggris?
  • Sejauh mana lembar strategi koreksi mandiri membantu saya menyadari dan memperbaiki kesalahan dalam menulis teks naratif berbahasa Inggris?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Unit 4 Indonesian Environmental Figures
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Unit 4
  3. Rekaman audio monolog tokoh lingkungan Melati Wijsen, Aripin, dan Sadiman
  4. Kartu alur peristiwa teks lisan (Flow Cards) dan lembar kerja diagram alur
  5. Rekaman audio nonfiksi biografi aksi tokoh lingkungan (Farwiza Farhan & Aripin)
  6. Lembar Kerja Siswa Diagram Garis Waktu Kronologis (Chronological Flowchart)
  7. Buku Panduan Guru & Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI Unit 4
  8. Set kartu profil tokoh lingkungan hidup Indonesia (profil aksi singkat)
  9. Daftar frasa opini dan konektor argumen (opinion phrases and connectors reference sheet)
  10. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Unit 4 Indonesian Environmental Figures
  11. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Unit 4
  12. Kartu Skenario Skeptis vs Proponen 'Stand Your Ground' buatan guru
  13. Lembar Panduan Format OREO (Opinion, Reason, Evidence, Opinion Restatement)
  14. Buku Guru & Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change Kelas XI, Unit 4 Indonesian Environmental Figures
  15. Teks biografi cetak/digital Farwiza Farhan dan Butet Manurung
  16. Lembar Kerja Evaluasi Informasi Tersurat (Reading Comprehension Worksheet)
  17. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change Kelas XI, Unit 4 Indonesian Environmental Figures
  18. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change Kelas XI, Unit 4
  19. Infografik Kampanye Konservasi Laut Divers Clean Action (Swietenia Puspa Lestari)
  20. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 4: Indonesian Environmental Figures)
  21. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 4: Activity 7)
  22. Lembar Kerja Graphic Organizer Narrative Outline
  23. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Activity 7 & 8 Unit 4
  24. Contoh teks biografi naratif tokoh lingkungan: Farwiza Farhan dan Swietenia Puspa Lestari
  25. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 4)
  26. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 4, Writing & Presenting section)
  27. Draf teks naratif tokoh lingkungan hidup hasil karya murid pertemuan sebelumnya
  28. Lembar Panduan Kode Koreksi (Editing Symbols & Self-Correction Checklist)
  29. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
  30. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
  31. Rekaman audio monolog profil aksi pelestarian lingkungan Swietenia Puspa Lestari (Divers Clean Action)
  32. Lembar infografik multimodal aksi konservasi terumbu karang dan pengurangan limbah plastik pesisir
  33. Lembar Asesmen Sumatif Terpadu Bab 4 (Soal Reseptif, Format Draf Teks Naratif, dan Lembar Rekam Koreksi Kaidah Menulis)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.