Modul AjarBab 3Fase FSemester 1

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Bab 3: Healthy Life for a Healthy Future

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Inggris kelas 11 untuk Bab 3 "Healthy Life for a Healthy Future", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 11 Bab 3: Healthy Life for a Healthy Future

Bahasa Inggris - Kelas 11

Bab 3

MODUL AJAR

Bahasa Inggris — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 3 — Healthy Life for a Healthy Future

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Inggris
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 3 — Healthy Life for a Healthy Future
Alokasi Waktu19 JP (19 x 45 menit = 855 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.3.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang isu terkini pola makan dan gaya hidup sehat
  2. TP 11.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik hidup sehat dalam diskusi
  3. TP 11.3.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu kesehatan dan nutrisi
  4. TP 11.3.4 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal tentang isu terkini hidup sehat
  5. TP 11.3.5 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat tentang isu hidup sehat
  6. TP 11.3.6 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis untuk menyempurnakan draf teks nonfiksi tentang isu kesehatan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. When listening to a doctor or speaker talking about healthy diets, how can we track the main flow of information from the opening to the conclusion?
  2. Why is it important to recognize transitional signposts (such as 'firstly', 'together with', 'in addition', and 'finally') when following spoken information about nutrition?
  3. When someone claims that skipping breakfast is a good way to lose weight, how do you express your stance in English?
  4. What strong reasons or facts can you use to defend your opinion when your friend disagrees with your healthy lifestyle choices?
  5. How can you differentiate between factual evidence stated directly in a health article and an underlying message that the author implies?
  6. Why is it important to critically evaluate claims about diets and nutrition before accepting them as healthy habits?
  7. How do visual elements like charts, icons, and colors help us interpret health messages in an infographic?
  8. When an infographic shows 'Best Time to Eat Fruits', what underlying nutritional message is implied beyond the literal text?
  9. Why do we need a clear structure when writing to convince others about healthy eating habits?
  10. How do conjunctions help connect arguments logically in an analytical exposition text?
  11. Mengapa sebuah draf tulisan tentang isu kesehatan perlu diperiksa dan dikoreksi kaidah penulisannya sebelum dipublikasikan?
  12. Strategi apa yang dapat kita gunakan untuk menemukan kesalahan ejaan, tanda baca, dan tata bahasa dalam draf tulisan kita sendiri maupun draf milik teman?
  13. How do we critically evaluate explicit and implicit facts presented in written texts and visual infographics regarding healthy living?
  14. Why is self-correction an essential strategy when composing an analytical exposition text about nutrition?
  15. How can you effectively express and defend your arguments on dietary choices during a spoken discussion?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Alur Informasi secara Keseluruhan dari Teks Lisan Nonfiksi tentang Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang isu terkini pola makan dan gaya hidup sehat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa singkat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi bertema pola makan dan gaya hidup sehat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik menyimak alur singkat: memperdengarkan audio pengantar 3 kalimat ('Regular exercise improves cardiovascular health. In addition, balanced meals provide sustained energy. Therefore, healthy habits prevent chronic illness.') lalu meminta murid menuliskan urutan 3 poin inti alur tersebut (acuan: 1. Regular exercise/cardiovascular health -> 2. Balanced meals/energy -> 3. Healthy habits prevent illness) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang struktur dan alur informasi umum dalam teks lisan nonfiksi (Opening/Introduction of issue -> Elaboration of main nutritional points/body -> Conclusion/recommendation) serta penanda alur kata transisi lisan (15 menit).
  • Guru memutarkan rekaman audio teks lisan nonfiksi 'Eat Wisely, Stay Healthy' oleh Dr. Ian Poon: 'Today, I’d like to share with you how to choose your food wisely to stay healthy. Have you ever wondered how food can affect your health? Together with regular exercise, a healthy and well-balanced diet can help to lower your risks of getting diseases like diabetes, high blood pressure, high cholesterol, and becoming overweight. A useful guide to planning a balanced meal is shown in the food pyramid. Food can generally be divided into 4 groups: rice and alternatives, fruit and vegetables, meats and alternatives, and fats, oil, sugar and salt in small quantities.' Murid menyimak dengan berkesadaran penuh sambil mencatat kata kunci topik pembuka dan topik pengembang (15 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menganalisis pergerakan alur informasi dari rekaman: dari sapaan/tujuan dokter, risiko penyakit tanpa diet seimbang, piramida makanan, hingga 4 kelompok makanan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan menyimak berpasangan 'Track the Flow Challenge' yang menggembirakan: rekaman lisan kedua 'Daily Healthy Habits' diputar, dan setiap pasangan berlomba menyusun 4 kartu alur acak menjadi urutan alur informasi yang tepat sesuai teks lisan (15 menit).
  • Kartu alur acak yang dibagikan dan disusun murid adalah: Kartu A ('Consuming balanced whole foods to sustain daily energy'), Kartu B ('Introduction: The modern challenge of maintaining daily vitality'), Kartu C ('Conclusion: Consistent small healthy habits build long-term wellness'), Kartu D ('Drinking sufficient water and maintaining regular physical movement'). Kunci urutan alur informasi yang benar: Kartu B -> Kartu D -> Kartu A -> Kartu C (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Menyimak Alur Teks Lisan Nonfiksi berisi 4 butir penentuan alur berdasarkan rekaman utuh (butir 1: pembuka/tesis utama, butir 2: poin pendukung pertama, butir 3: poin pendukung kedua, butir 4: penutup/simpulan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan hasil identifikasi alur informasi mereka terhadap kunci acuan kelas dan menandai bagian transisi informasi mana yang sempat terlewat saat mendengarkan (10 menit).
  • Murid menuliskan refleksi kesadaran diri pada secarik kertas tentang strategi menyimak yang paling membantu mereka menangkap alur informasi teks lisan nonfiksi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang cara mengenali pergerakan alur gagasan dalam teks lisan nonfiksi kesehatan (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pengecekan pemahaman lisan singkat (exit ticket) dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, teks lisan disajikan dengan transkrip rumpang berpenanda transisi; bagi murid yang mahir, teks lisan diperdengarkan tanpa transkrip dengan laju bicara alami.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperbolehkan mendengarkan rekaman sebanyak 3 kali, sedangkan murid mahir cukup mendengarkan 1-2 kali pemutaran.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun alur menggunakan kartu bantuan visual kata kunci, sedangkan murid mahir menuliskan bagan alur informasi (flowchart) secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik menyimak cepat: Murid mendengarkan rekaman 3 kalimat ('Regular exercise improves cardiovascular health. In addition, balanced meals provide sustained energy. Therefore, healthy habits prevent chronic illness.') lalu mengurutkan 3 ide informasi tersebut. Acuan kunci urutan: (1) Manfaat olahraga teratur bagi kardiovaskular, (2) Makanan seimbang memberi energi berkelanjutan, (3) Kebiasaan sehat mencegah penyakit kronis.

Proses:

  • Formatif kinerja pada tantangan 'Track the Flow Challenge': Guru mengamati ketepatan penyusunan urutan alur 4 kartu informasi lisan. Acuan urutan benar: B -> D -> A -> C. Kriteria: Murid mampu menata minimal 3 dari 4 tahapan alur secara benar sesuai isi rekaman lisan.
  • Lembar Kerja Identifikasi Alur: 4 butir penentuan alur informasi teks lisan Dr. Ian Poon. Acuan kunci jawaban: (1) Pengantar pentingnya memilih makanan sehat dan pencegahan risiko penyakit kronis; (2) Pengenalan panduan piramida makanan; (3) Pembagian 4 kelompok makanan (karbohidrat, buah-sayur, daging/protein, serta pembatasan gula/lemak); (4) Rekomendasi menjaga pola makan sehat secara berkelanjutan.

Akhir Pertemuan:

  • Exit Ticket Cek Pemahaman: Murid menjawab 1 pertanyaan lisan/tulis penutup: 'Sebutkan 3 tahapan utama alur penyampaian informasi yang disampaikan pembicara dalam teks lisan nonfiksi kesehatan hari ini!' (Acuan jawaban yang diterima: memuat komponen Pembuka/Tujuan/Masalah kesehatan -> Penjabaran kelompok/pola makan sehat -> Simpulan/Saran gaya hidup berkelanjutan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik menyimak alur singkat di awal pembelajaran.
  • Observasi unjuk kerja 'Track the Flow Challenge' saat murid menyusun urutan alur informasi teks lisan.
  • Lembar Kerja Menyimak Alur Teks Lisan Nonfiksi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Alur Informasi Teks Lisan NonfiksiMengidentifikasi 1 atau tidak ada tahapan alur informasi yang tepat dari 4 tahapan teks lisan sesuai kunci acuan (kurang dari 2 tahapan benar).Mengidentifikasi 2 dari 4 tahapan alur informasi secara tepat dari teks lisan sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi 3 dari 4 tahapan alur informasi secara tepat dan runtut dari teks lisan sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi seluruh 4 tahapan alur informasi secara tepat, runtut, dan mandiri dari teks lisan sesuai kunci acuan (Tahap 1: Pengantar/Tujuan -> Tahap 2: Panduan piramida -> Tahap 3: 4 Kelompok nutrisi -> Tahap 4: Rekomendasi akhir).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan penanda wacana lisan (transitional signposts) berhasil membantu murid mengenali pergerakan alur informasi dari rekaman?
  • Bagian alur informasi mana pada teks lisan nonfiksi yang paling sering terlewat oleh murid saat menyimak?

Murid:

  • Kata kunci atau petunjuk apa yang paling membantumu memahami alur informasi teks lisan tadi dari awal sampai akhir?
  • Kesulitan apa yang kamu alami saat menentukan urutan gagasan yang diperdengarkan, dan bagaimana caramu mengatasinya?

Pertemuan 2 — Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen Lisan tentang Isu Hidup Sehat dalam Diskusi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik hidup sehat dalam diskusi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-2, yaitu menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu hidup sehat dalam diskusi lisan (3 menit).
  • Asesmen Awal Diagnostik: Guru membacakan secara lisan 1 pernyataan isu kesehatan 'Consuming fast food every day is harmless if we drink a lot of water', lalu meminta 2-3 perwakilan murid merespons lisan menggunakan ungkapan memberi pendapat dan alasan penolakan secara langsung (acuan kriteria: murid menggunakan frasa opini seperti 'In my opinion...' / 'I strongly believe...' disertai minimal 1 alasan logis pendukung) (9 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan memodelkan pelafalan ungkapan baku dalam bahasa Inggris untuk giving opinion (misal: 'In my view...', 'I strongly believe that...') dan defending opinion (misal: 'I see your point, but the fact shows that...', 'That might be true, but we must consider that...', 'I stand by my opinion because...') (15 menit).
  • Game Bahasa 'Speed Stance Challenge': Guru membacakan 3 pernyataan kontroversial seputar pola makan: (1) 'Organic food is strictly better than non-organic food', (2) 'Drinking energy drinks is safe for teenagers during sports', (3) 'Vegetarian diet lacks sufficient protein for athletes'. Murid secara bergantian dan spontan dalam hitungan 5 detik wajib mengutarakan 1 ungkapan giving opinion atau defending opinion sesuai posisi yang ditugaskan (pro/kontra) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bekerja berpasangan untuk melakukan simulasi mini-diskusi lisan. Guru membagikan 4 kartu isu hidup sehat yang berisi skenario topik dan data pendukung: Kartu 1: 'Instant noodles as daily breakfast vs risk of high sodium'; Kartu 2: 'Sleeping less than 6 hours for studying vs cognitive decline'; Kartu 3: 'Home-cooked meals vs time efficiency of eating fast food'; Kartu 4: 'Exercising daily for 30 minutes vs relying only on diet pills' (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mempraktikkan dialog diskusi lisan di mana Murid A bertugas mengungkapkan pendapat awal (giving opinion) dengan argumen pendukung, Murid B menyanggah, dan Murid A mempertahankan argumennya (defending opinion) menggunakan bukti/fakta dari kartu isu, kemudian mereka bertukar peran untuk kartu berikutnya (40 menit).
  • Guru melakukan observasi formatif berkeliling kelas menggunakan lembar observasi berbicara untuk menilai ketepatan ungkapan pendapat dan pertahanan argumen lisan murid (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua pasang murid secara sukarela menampilkan simulasi diskusi lisan singkat di depan kelas (masing-masing 3 menit) untuk mendapatkan umpan balik langsung dari guru dan teman terkait ketepatan variasi ungkapan opini dan ketegasan alasan yang digunakan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan merefleksikan kendala yang dialami saat mempertahankan argumen secara lisan dalam bahasa Inggris dan mencatat frasa baru yang paling efektif mereka gunakan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ragam ungkapan giving opinion dan defending opinion yang telah dipraktikkan dalam diskusi isu kesehatan (3 menit).
  • Asesmen Akhir Sesi: Guru meminta 3 murid secara acak merespons 1 skenario cepat lisan: 'Your friend says sleeping late is fine on weekends' dengan 1 kalimat defending opinion yang tepat (acuan jawaban: menggunakan ungkapan pertahanan seperti 'I understand, but irregular sleep disrupts circadian rhythm' / 'I disagree because our body needs consistent rest') (4 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu membaca dan mengevaluasi teks nonfiksi tertulis tentang nutrisi, lalu menutup kelas dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu isu kesehatan dengan tingkat bantuan data berbeda: kartu dengan petunjuk frasa kunci dan poin argumen siap pakai untuk murid yang memerlukan bimbingan, serta kartu isu terbuka tanpa poin petunjuk untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan berlatih berpasangan dengan dipandu daftar frasa pembuka (sentence frames) di meja, sedangkan murid mahir langsung berargumen spontan secara berpasangan dengan sanggahan beruntun.
  • Produk: Pertukaran giliran bicara dalam diskusi lisan berpasangan disesuaikan: minimal 2 kali pertukaran ungkapan opini-pertahanan bagi pemula, dan minimal 4 kali pertukaran beruntun bagi murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan individu di awal pelajaran: Murid merespons 1 pernyataan 'Consuming fast food every day is harmless if we drink a lot of water' dengan ungkapan pendapat dan alasan penolakan secara lisan (acuan kriteria: menyebutkan 1 ungkapan opini 'In my opinion/I believe...' dan 1 alasan logis bahwa air tidak menetralkan lemak jenuh/garam berlebih).

Proses:

  • Penilaian performa diskusi lisan berpasangan pada 4 kartu skenario isu hidup sehat: (1) Kartu 1: Sarapan mi instan vs natrium tinggi; (2) Kartu 2: Tidur <6 jam demi belajar vs penurunan kognitif; (3) Kartu 3: Masakan rumah vs kepraktisan makanan cepat saji; (4) Kartu 4: Olahraga 30 menit vs pil diet (acuan ketercapaian: murid menyampaikan 1 ungkapan giving opinion dan 1 ungkapan defending opinion dengan minimal 1 argumen relevan sesuai topik kartu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: 3 murid acak merespons pernyataan 'Your friend says sleeping late is fine on weekends' dengan ungkapan defending opinion (acuan: menggunakan ekspresi pembuka pertahanan opini yang valid dan alasan kesehatan tentang ritme sirkadian/istirahat tubuh).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berbicara lisan (lembar amatan penggunaan ungkapan giving and defending opinion) selama simulasi diskusi berpasangan.
  • Kuis lisan spontan respon cepat (Speed Stance Challenge).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Bahasa Inggris untuk Mengungkapkan Pendapat (Giving Opinion)Belum mampu menggunakan ungkapan baku bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat lisan tentang topik hidup sehat meskipun telah diberikan panduan frasa.Mampu menggunakan 1 ungkapan baku bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat lisan tentang topik hidup sehat dengan bantuan penuh daftar frasa (sentence frames).Mampu menggunakan 2-3 variasi ungkapan bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat lisan tentang topik hidup sehat secara mandiri dan tepat makna.Mampu menggunakan lebih dari 3 variasi ungkapan bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat lisan secara mandiri, lancar, dan kontekstual terhadap isu hidup sehat.
Penggunaan Bahasa Inggris untuk Mempertahankan Argumen (Defending Opinion)Belum mampu mempertahankan argumen lisan dalam diskusi atau hanya terdiam saat pendapatnya disanggah oleh mitra bicara.Mampu mempertahankan argumen lisan dalam diskusi menggunakan 1 ungkapan pertahanan sederhana dengan panduan atau dorongan dari guru/mitra bicara.Mampu mempertahankan argumen lisan dalam diskusi menggunakan ungkapan pertahanan yang tepat disertai minimal 1 alasan logis/fakta kesehatan secara mandiri.Mampu mempertahankan argumen lisan dalam diskusi secara konsisten dan tanggap menggunakan beragam ungkapan sanggahan/pertahanan disertai alasan dan bukti fakta yang relevan tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk latihan diskusi berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi semua murid untuk berbicara?
  • Bagaimana respons murid terhadap kartu isu hidup sehat yang disediakan, apakah topik tersebut memicu perdebatan argumen yang aktif?

Murid:

  • Ungkapan giving opinion dan defending opinion mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya ucapkan saat berdiskusi?
  • Apakah saya sudah berhasil mempertahankan pendapat saya dengan alasan yang masuk akal ketika disanggah oleh teman saya?

Pertemuan 3 — Mengevaluasi Informasi Tersurat dan Tersirat dari Teks Nonfiksi Tertulis tentang Isu Kesehatan dan Nutrisi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu kesehatan dan nutrisi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas dalam suasana berkesadaran (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca teks kutipan pendek: 'Drinking sweet packaged drinks daily increases the risk of chronic metabolic disorders. Fresh water remains the gold standard for daily cellular hydration.' Lalu murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) Informasi tersurat: Apa minuman terbaik untuk hidrasi sel tubuh? (Acuan: Fresh water / air putih); (2) Informasi tersirat: Apa makna tersirat dari penyebutan risiko minuman manis kemasan? (Acuan: Murid harus membatasi atau menghindari konsumsi minuman manis kemasan secara rutin demi mencegah penyakit metabolik) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi informasi tersurat (explicit) dan tersirat (implicit) dari teks nonfiksi tertulis bertema kesehatan dan nutrisi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid secara mindful mencermati teks nonfiksi analitis berjudul 'The Hidden Danger of Ultra-Processed Foods' yang disajikan guru, berfokus pada teknik membedakan fakta eksplisit (tersurat) dan premis implied/inferensial (tersirat) berdasarkan petunjuk kontekstual (15 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam 'Clue Detective Game': secara berpasangan, murid berlomba membedakan 4 kartu kutipan kalimat apakah tergolong informasi tersurat atau tersirat beserta pembuktiannya. Kartu 1: 'Ultra-processed foods contain high levels of added sugars and unhealthy fats' (Tersurat); Kartu 2: 'A shopping cart filled with instant noodles and soda rarely belongs to a person with balanced vitality' (Tersirat: Pola makan tersebut mengindikasikan gaya hidup tidak sehat); Kartu 3: 'Dietary fiber regulates blood glucose spikes' (Tersurat); Kartu 4: 'Choosing home-cooked whole foods is an investment in one's retirement years' (Tersirat: Kebiasaan makan sehat mencegah penyakit kronis di usia lanjut). Kunci acuan: Kartu 1 Tersurat, Kartu 2 Tersirat, Kartu 3 Tersurat, Kartu 4 Tersirat (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid membaca teks nonfiksi tertulis berjudul 'Plant-Rich Diets and Longevity' secara mendalam untuk menemukan bukti tekstual eksplisit dan menarik inferensi tersirat mengenai nutrisi seimbang (25 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Evaluasi Informasi Teks yang terdiri atas 4 butir evaluasi evaluatif: (1) Evaluasi tersurat: Sebutkan 2 manfaat konsumsi sayuran hijau yang tertulis langsung pada teks (Acuan: Menyediakan mikronutrien esensial dan menurunkan tekanan darah); (2) Evaluasi tersurat: Berapa porsi minimal buah dan sayur harian yang direkomendasikan pada paragraf kedua? (Acuan: 5 porsi per hari); (3) Evaluasi tersirat: Apa maksud tersirat penulis saat menyatakan 'Supermarket aisles are modern minefields of artificial additives'? (Acuan: Konsumen harus sangat waspada dan selektif karena banyak produk makanan di pasar swalayan mengandung bahan kimia tambahan berbahaya); (4) Evaluasi tersirat: Apa tujuan tersembunyi/perspektif penulis mengenai kebiasaan sarapan sehat? (Acuan: Mengajak pembaca secara halus untuk memprioritaskan makanan alami utuh dibanding sereal manis olahan) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memverifikasi ketepatan evaluasi mereka terhadap 4 butir tugas mandiri dengan membandingkan temuannya bersama lembar kunci kriteria telaah teks yang dibimbing guru, mengenali bagian penarikan inferensi tersirat yang masih keliru atau belum didukung bukti tekstual (20 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan teknik mengevaluasi informasi tersurat (melihat fakta langsung) dan informasi tersirat (menghubungkan petunjuk teks dengan nalar logis) pada teks nonfiksi kesehatan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas performa membaca-memirsa murid serta menyampaikan tindak lanjut untuk membaca teks kesehatan multimodal pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks nonfiksi dengan penanda garis bawah pada kalimat fakta kunci; murid yang mahir diberikan teks artikel jurnal populer kesehatan dengan kosakata teknis nutrisi yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang belum terbiasa menarik kesimpulan implisit dipandu menggunakan bagan scaffolding 'Fact in Text -> Logical Deduction -> Implicit Meaning'; murid mahir mengevaluasi teks secara mandiri penuh.
  • Produk: Tingkat kedalaman rumusan inferensi tersirat dinilai berdasarkan ketepatan bukti tekstual penguat tanpa menambah beban format produk di luar TP membaca-memirsa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes membaca diagnostik singkat 2 butir berbasis kutipan nonfiksi kesehatan. Butir 1: 'What is the gold standard drink for cellular hydration according to the text?' (Acuan jawaban benar: Fresh water / air putih). Butir 2: 'What is the implied warning regarding daily consumption of sweet packaged drinks?' (Acuan kriteria penerimaan: Menyatakan bahwa minuman manis kemasan berbahaya bagi metabolisme sehingga harus dihindari/dibatasi secara rutin).

Proses:

  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri Lembar Evaluasi Teks 'Plant-Rich Diets and Longevity' yang mencakup 4 butir: Butir 1 (Tersurat: 2 manfaat sayuran hijau; acuan: menyediakan mikronutrien esensial dan menurunkan tekanan darah), Butir 2 (Tersurat: porsi harian; acuan: 5 porsi per hari), Butir 3 (Tersirat: makna 'modern minefields of artificial additives'; acuan: konsumen harus waspada karena makanan olahan di swalayan banyak mengandung zat kimia berbahaya), Butir 4 (Tersirat: perspektif penulis tentang sarapan; acuan: ajakan tersirat mengonsumsi makanan alami utuh dibanding sereal olahan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif-evaluatif akhir: Berdasarkan teks yang dibaca, jika seseorang hanya mengandalkan suplemen vitamin tanpa memakan sayuran utuh, apakah sesuai dengan anjuran tersirat penulis? (Acuan kriteria jawaban benar: Tidak sesuai, karena penulis mengimplikasikan bahwa nutrisi terbaik berasal dari matriks makanan alami utuh/whole foods, bukan zat sintesis).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal membaca kutipan kesehatan tersurat dan tersirat
  • Observasi partisipasi 'Clue Detective Game' identifikasi tersurat vs tersirat
  • Pemeriksaan Lembar Evaluasi Informasi Teks Nonfiksi (4 butir evaluasi tersurat & tersirat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Informasi Tersurat (Explicit Information)Belum mampu menemukan dan mengevaluasi informasi tersurat dari teks nonfiksi kesehatan (0 dari 2 butir tersurat tepat).Mampu menemukan dan mengevaluasi 1 dari 2 butir informasi tersurat teks nonfiksi kesehatan secara tepat sesuai acuan kunci.Mampu menemukan dan mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersurat teks nonfiksi kesehatan secara tepat sesuai acuan kunci dengan sedikit arahan guru.Mampu menemukan dan mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersurat teks nonfiksi kesehatan secara tepat, mandiri, dan cepat berdasarkan bukti kalimat dalam teks.
Mengevaluasi Informasi Tersirat (Implicit Information)Belum mampu menyimpulkan makna tersirat dari petunjuk tekstual nonfiksi kesehatan (0 dari 2 butir tersirat tepat).Mampu mengevaluasi 1 dari 2 butir informasi tersirat dari teks nonfiksi kesehatan dengan penalaran yang sesuai konteks.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersirat dari teks nonfiksi kesehatan secara tepat sesuai acuan kriteria inferensi.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) butir informasi tersirat dari teks nonfiksi kesehatan secara mendalam, akurat, dan mandiri dengan mengaitkan premis tersembunyi penulis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks nonfiksi yang dipilih menyajikan konteks isu nutrisi yang memadai bagi murid untuk membedakan informasi tersurat dan tersirat?
  • Bagian mana dari penarikan inferensi tersirat yang masih dirasa paling menantang bagi murid selama kegiatan membaca mandiri?

Murid:

  • Petunjuk teks apa yang paling membantuku dalam menyimpulkan pesan tersirat penulis tentang makanan sehat?
  • Apakah saya sudah bisa membedakan dengan jelas antara fakta yang ditulis langsung oleh penulis dan maksud terselubung yang harus saya simpulkan sendiri?

Pertemuan 4 — Mengevaluasi Informasi Tersurat dan Tersirat dari Teks Multimodal tentang Pola Hidup Sehat — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.4 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal tentang isu terkini hidup sehat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal analitis bertema pola hidup sehat (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 1 poster kesehatan mini berjudul 'Hydration Matters' (visual: botol air dengan penanda waktu 08.00-18.00 dan teks: 'Drink 2 Liters Daily to Boost Brain Function') lalu meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik kesiapan membaca-memirsa: (1) Apa informasi tersurat tentang jumlah air yang harus diminum? (acuan: 2 liters daily); (2) Apa informasi tersirat dari penanda jam pada botol? (acuan: konsumsi air perlu dibagi merata sepanjang hari, bukan diminum sekaligus banyak dalam satu waktu) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati Teks Multimodal 1 berupa infografik 'The Right Time to Eat Fruits' (Picture 3.10 Buku Siswa) yang memadukan teks panduan dengan ikon jam dan diagram pencernaan: (a) 'Early Morning in an Empty Stomach' (ikon matahari terbit), (b) 'An Hour Before Meals' (ikon piring), (c) 'Immediately Before Bed' (tanda silang merah), dan (d) 'Eating Fruits After Meal' (tanda seru kuning) (15 menit).
  • Secara berpasangan (Think-Pair-Share), murid membedakan bukti tersurat (fakta literal yang tertulis: waktu yang dianjurkan dan waktu yang dilarang) dan bukti tersirat (hubungan antara konsumsi buah saat perut kosong dengan penyerapan enzim nutrisi secara optimal serta pencegahan fermentasi lambung) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid melakukan aktivitas permainan kolaboratif 'Multimodal Clue Quest' (Joyful Learning): setiap kelompok menerima lembar teks multimodal analitis 'Balanced Nutrition Plate vs Ultra-Processed Diet' lengkap dengan diagram piring, persentase kalori, dan visualisasi organ tubuh (10 menit).
  • Setiap kelompok menyelesaikan tantangan evaluasi dengan mengidentifikasi dan mencatat: (a) 3 informasi tersurat (acuan kunci: [1] porsi sayur dan buah mengisi setengah piring saji, [2] konsumsi makanan ultra-proses menyumbang 60% asupan gula tambahan, [3] asupan protein hewani/nabati disarankan seperempat piring); dan (b) 2 informasi tersirat (acuan kunci: [1] pola makan tinggi makanan ultra-proses secara bertahap memicu resistensi insulin dan kelelahan kronis meskipun kenyang, [2] penurunan porsi karbohidrat sederhana secara visual bertujuan menjaga kestabilan glukosa darah harian) (20 menit).
  • Kelompok saling menukar lembar analisis kerja dalam format 'Gallery Walk' untuk mencocokkan hasil evaluasi bukti tersurat dan tersirat antarkelompok dengan panduan kunci jawaban guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar evaluasi mandiri berisi teks multimodal ringkas 'Physical Activity & Sleep Quality' untuk mengevaluasi 1 pesan tersurat dan 1 makna tersirat berdasarkan keterpaduan grafik durasi tidur dan grafik frekuensi olahraga (15 menit).
  • Murid mengevaluasi tingkat ketelitian mereka dalam menarik simpulan dari kombinasi elemen visual dan verbal pada teks multimodal (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas hasil evaluasi teks multimodal yang dilakukan murid, menegaskan kembali perbedaan fakta langsung (tersurat) dan pesan implisit/konseptual (tersirat) (10 menit).
  • Guru mengonfirmasi pemahaman kelas, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (pertemuan 5: menulis teks nonfiksi isu hidup sehat), dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan perancah (scaffolding) diberikan teks multimodal dengan petunjuk visual berupa kode warna yang memperjelas letak informasi tersurat dan petunjuk simbolis pesan tersirat; murid yang mahir diberikan infografik komparatif dengan kepadatan data statistik gizi yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan beruntun untuk membedah makna ikon; murid yang mahir bekerja mandiri mengevaluasi relasi sebab-akibat antar-elemen multimodal.
  • Produk: Format penulisan evaluasi dapat berupa tabel pemetaan dua kolom (tersurat-tersirat) atau mind-map visual multimodal sesuai tingkat kemandirian murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemirsaan cepat di awal pembelajaran menggunakan visual 'Hydration Matters'. Butir soal: (1) Sebutkan rekomendasi volume air harian yang tertulis pada visual! (acuan kunci: 2 liters daily); (2) Jelaskan simpulan implisit dari ikon penanda waktu 08.00-18.00! (acuan kunci: minum air harus teratur dan terdistribusi merata sepanjang jam aktif, bukan dirapel sekaligus)

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam mengevaluasi 3 informasi tersurat dan 2 informasi tersirat pada lembar kerja infografik 'Balanced Nutrition Plate vs Ultra-Processed Diet'. Acuan target tersurat: porsi sayur-buah setengah piring, makanan ultra-proses 60% gula tambahan, porsi protein seperempat piring. Acuan target tersirat: makanan ultra-proses berisiko memicu resistensi insulin/kelelahan kronis, pembatasan porsi visual bertujuan menstabilkan glukosa darah harian.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar refleksi mandiri teks 'Physical Activity & Sleep Quality'. Butir evaluasi: (1) Sebutkan 1 data tersurat dari grafik! (acuan kunci: olahraga teratur 30 menit per hari meningkatkan durasi tidur nyenyak/deep sleep hingga 45 menit); (2) Tuliskan 1 pesan tersirat dari infografik! (acuan kunci: gaya hidup sedentari/kurang gerak berkorelasi langsung dengan gangguan ritme sirkadian dan insomnia)

Formatif:

  • Penilaian kinerja kelompok 'Multimodal Clue Quest' dalam membedah informasi tersurat dan tersirat menggunakan lembar observasi pemahaman teks multimodal
  • Cek pemahaman mandiri lembar kerja evaluasi teks multimodal 'Physical Activity & Sleep Quality'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Informasi Tersurat dari Teks MultimodalMengidentifikasi kurang dari 2 informasi tersurat dari teks multimodal dengan bantuan penuh guru.Menemukan 2 dari 3 informasi tersurat dari teks multimodal secara tepat (acuan: porsi sayur-buah, persentase gula olahan, porsi protein).Mengevaluasi seluruh 3 informasi tersurat dari teks multimodal secara tepat sesuai data visual dan verbal.Mengevaluasi seluruh 3 informasi tersurat dari teks multimodal secara tepat, lengkap dengan detail data kuantitatif serta hubungan antar-bagian secara mandiri.
Mengevaluasi Informasi Tersirat dari Teks MultimodalBelum mampu menyimpulkan pesan tersirat dari perpaduan gambar dan teks atau membuat kesimpulan yang keliru.Mengevaluasi 1 dari 2 informasi tersirat dari teks multimodal secara tepat (acuan: dampak resistensi insulin atau stabilisasi glukosa).Mengevaluasi seluruh 2 informasi tersirat dari teks multimodal secara tepat dengan mengintegrasikan simbol visual dan teks.Mengevaluasi seluruh 2 informasi tersirat dari teks multimodal secara mendalam, serta mampu menjelaskan logika inferensi di balik sintesis elemen grafis dan teks secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan infografik multimodal memudahkan murid dalam membedakan pesan literal (tersurat) dan pesan implisit (tersirat)?
  • Bagian mana dari aktivitas evaluasi multimodal yang paling efektif melatih nalar kritis murid tentang pola hidup sehat?

Murid:

  • Petunjuk visual apa (warna, grafik, ikon) yang paling membantuku menemukan pesan tersembunyi/tersirat dalam poster kesehatan tadi?
  • Bagaimana keterampilan memirsa teks multimodal ini membantuku memilah informasi kesehatan yang valid di media sosial?

Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Gagasan secara Tertulis dalam Teks Nonfiksi tentang Isu Hidup Sehat — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.5 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat tentang isu hidup sehat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun draf teks nonfiksi analitis tentang pola makan dan gaya hidup sehat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab 3 butir pertanyaan diagnostik tertulis pada lembar kerja mengenai struktur teks eksposisi dan kata hubung logika (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati teks model analytical exposition berjudul 'Why Regular Breakfast Matters' yang ditampilkan di papan tulis, lalu membedah struktur generiknya (thesis, arguments, reiteration) bersama guru (10 menit).
  • Dalam aktivitas joyful 'Conjunction Relay', murid berpasangan saling melempar tantangan cepat untuk melengkapi kalimat rumpang sebab-akibat seputar makanan sehat menggunakan konjungsi logika yang disediakan (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri memilih satu topik isu kesehatan (misalnya bahaya junk food atau manfaat konsumsi sayur setiap hari) dan menyusun kerangka teks eksposisi analitis mencakup 1 tesis dan minimal 2 argumen pendukung (15 menit).
  • Murid mengomunikasikan gagasannya secara tertulis dengan menuliskan draf teks nonfiksi analitis lengkap (thesis, 2 arguments, reiteration) menggunakan Simple Present Tense dan internal conjunctions yang tepat (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali teks tulisannya sendiri untuk mengecek apakah ide utama dan argumen sebab-akibat tersampaikan secara runtut dan masuk akal sesuai tujuan penulisan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin-poin utama dalam mengomunikasikan gagasan secara tertulis menggunakan teks eksposisi analitis (5 menit).
  • Guru mengumpulkan draf tulisan murid untuk asesmen proses, menginformasikan tindak lanjut penulisan untuk pertemuan berikutnya, serta menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pemantik kalimat (sentence starters) untuk merumuskan thesis dan argumen bagi murid yang membutuhkan panduan tambahan, serta teks acuan isu nutrisi lanjutan bagi murid cepat.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan ide dengan konjungsi internal, sedangkan murid yang mahir diarahkan menyusun minimal 3 argumen terperinci.
  • Produk: Variasi panjang teks tertulis: murid berkembang menulis minimal 3 paragraf (1 tesis, 2 argumen + reiterasi ringkas), murid mahir menyusun draf analitis lebih mendalam dengan 4 paragraf.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengerjakan 3 butir soal diagnostik tertulis pada lembar pembuka: (1) Sebutkan 3 bagian struktur generik teks eksposisi analitis (Acuan: Thesis, Arguments, Reiteration/Conclusion); (2) Pilih konjungsi sebab-akibat yang tepat untuk kalimat 'Eating junk food frequently increases body fat, ... it contains high calories.' dari pilihan [furthermore / because / although] (Acuan: because); (3) Ubah kalimat 'Junk food (contain) too much sugar' ke dalam Simple Present Tense (Acuan: contains).

Proses:

  • Observasi draf tulisan murid saat pengerjaan mandiri pada tahap Mengaplikasi dengan memeriksa: kelengkapan struktur (thesis, minimal 2 arguments, reiteration), penggunaan Simple Present Tense yang tepat pada subjek-predikat, dan kehadiran minimal 2 konjungsi internal (misal: furthermore, consequently, therefore, because).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan akhir terhadap produk tulisan draf teks nonfiksi analitis murid berdasarkan rubrik penulisan gagasan nonfiksi isu kesehatan (kriteria penerimaan: draf memuat tesis yang jelas tentang topik kesehatan, minimal 2 paragraf argumen pendukung berbasis alasan logis, penegasan ulang/reiteration, serta menggunakan kata hubung logis secara tepat).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal struktur teks dan unsur kebahasaan konjungsi
  • Penilaian kinerja penulisan draf teks nonfiksi eksposisi analitis menggunakan rubrik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Teks Nonfiksi (Analytical Exposition)Hanya memuat 1 bagian struktur teks (misal tesis saja tanpa argumen pendukung dan penegasan ulang).Memuat 2 bagian struktur teks (misal tesis dan 1 argumen, namun belum ada simpulan/penegasan ulang).Memuat struktur teks secara lengkap (thesis, minimal 2 arguments, dan reiteration) secara runut.Memuat struktur teks secara lengkap (thesis, 3 arguments atau lebih yang dielaborasi mendalam, dan reiteration) secara terpadu dan logis.
Unsur Kebahasaan (Simple Present Tense & Conjunctions)Belum menggunakan Simple Present Tense secara konsisten dan tidak menyertakan konjungsi penghubung argumen.Menggunakan Simple Present Tense dengan beberapa kekeliruan persesuaian subjek-kata kerja, serta menggunakan hanya 1 konjungsi logika.Menggunakan Simple Present Tense secara tepat dan konsisten serta menerapkan minimal 2 konjungsi internal penghubung gagasan (misal: because, furthermore, therefore) dengan tepat sesuai konteks kalimat.Menggunakan Simple Present Tense secara tepat di seluruh kalimat serta memvariasikan lebih dari 3 konjungsi internal/eksternal secara efektif memperjelas alur penalaran tulisan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit menulis mandiri cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan draf teks analitis?
  • Bagian struktur teks manakah yang paling sering mengalami kendala bagi murid saat menuangkan argumen tertulis?

Murid:

  • Bagian mana dari draf teks eksposisi analitis yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk ditulis?
  • Apakah argumen yang kamu tuliskan sudah cukup kuat untuk meyakinkan pembaca tentang isu hidup sehat yang kamu pilih?

Pertemuan 6 — Menerapkan Strategi Koreksi Kaidah Menulis untuk Menyempurnakan Draf Teks Nonfiksi Isu Kesehatan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.6 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis untuk menyempurnakan draf teks nonfiksi tentang isu kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menunjukkan strategi koreksi kaidah menulis untuk menyempurnakan draf teks nonfiksi isu kesehatan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 kalimat bertema kesehatan yang memuat kesalahan kaidah penulisan pada proyektor: (1) 'consume to much sugar cause diabetes' -> koreksi: 'Consuming too much sugar causes diabetes'; (2) 'regular exercise help body stay fit' -> koreksi: 'Regular exercise helps the body stay fit'; (3) 'eating vegetable is important, because it give vitamins' -> koreksi: 'Eating vegetables is important because it gives vitamins'. Murid secara lisan menunjukkan kesalahan dan menyebutkan koreksinya (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pemodelan guru tentang strategi koreksi kaidah menulis (simbol koreksi/editing code: Sp untuk spelling, P untuk punctuation, Gr untuk grammar/subject-verb agreement, dan C untuk capitalization) menggunakan satu paragraf draf pemodelan bertema 'Benefits of Drinking Water' (10 menit).
  • Murid bersama pasangannya membedah lembar panduan koreksi kaidah menulis dan mencocokkan simbol koreksi dengan 4 jenis kesalahan kaidah penulisan yang umum terjadi dalam teks nonfiksi kesehatan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan yang menyenangkan bernama 'Grammar Doctor Challenge': setiap pasangan menerima teks pendek 4 kalimat yang 'sakit' (banyak kekeliruan kaidah penulisan) dan bertindak sebagai 'dokter' yang memberi diagnosis tanda koreksi serta meresepkan kalimat perbaikan yang tepat dalam waktu 10 menit (10 menit).
  • Murid menukarkan draf teks nonfiksi isu kesehatan (analytical exposition) yang telah ditulis pada pertemuan sebelumnya dengan teman sebangku untuk menerapkan strategi koreksi sejawat (peer-editing) menggunakan daftar periksa kaidah penulisan (20 menit).
  • Murid menerima kembali draf miliknya yang telah ditandai koreksi oleh teman, menelaah catatan koreksi, lalu menyempurnakan draf teks nonfiksi tersebut secara mandiri menjadi draf akhir yang bersih dari kesalahan kaidah menulis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar refleksi diri mengenai strategi koreksi yang paling efektif membantunya menyempurnakan tulisan dan mencatat jenis kaidah menulis yang masih sering terlewat saat proses penyuntingan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan strategi koreksi kaidah menulis yang telah dipraktikkan (pemberian simbol koreksi, pemeriksaan berpasangan, dan revisi mandiri) serta memberikan umpan balik umum terhadap ketelitian murid (3 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk menyimpan draf akhir yang telah disempurnakan sebagai portofolio persiapan asesmen sumatif di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu simbol koreksi beranotasi contoh konkret untuk murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta teks draf dengan variasi struktur kalimat yang lebih kompleks untuk murid berpencapaian tinggi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan terfokus oleh guru pada 2 fokus kaidah (kapitalisasi dan ejaan), sedangkan murid mahir memeriksa seluruh aspek kaidah (tata bahasa, tanda baca, ejaan, dan kapitalisasi) secara mandiri.
  • Produk: Tingkat kedalaman catatan koreksi: murid berkembang menghasilkan perbaikan pada kesalahan kaidah dasar, sedangkan murid mahir menambahkan catatan alternatif pilihan konjungsi internal atau perbaikan struktur klausa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan kaidah menulis pada 3 kalimat rintisan berikut: (1) 'consume to much sugar cause diabetes' (acuan kunci: kapitalisasi awal 'Consuming', ejaan 'too', kesesuaian subjek-kata kerja 'causes' -> 'Consuming too much sugar causes diabetes'); (2) 'regular exercise help body stay fit' (acuan kunci: kapitalisasi awal 'Regular', kesesuaian subjek-kata kerja 'helps', artikel penjelas 'the body' -> 'Regular exercise helps the body stay fit'); (3) 'eating vegetable is important, because it give vitamins' (acuan kunci: bentuk jamak/subjek 'vegetables', penghilangan koma sebelum konjungsi 'because', kata kerja tunggal/jamak 'they give' atau 'it gives' -> 'Eating vegetables is important because it gives vitamins'). Kriteria ketercapaian diagnostik: murid mampu menunjukkan minimal 2 dari 3 perbaikan secara tepat.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas 'Grammar Doctor Challenge' dengan bahan 4 kalimat: (1) 'breakfast give us energy to study' (koreksi: 'Breakfast gives us energy to study'); (2) 'we must avoiding junk foods' (koreksi: 'We must avoid junk food'); (3) 'water flush out toxic from body' (koreksi: 'Water flushes out toxins from the body'); (4) 'sleeping late make immune system weak' (koreksi: 'Sleeping late makes the immune system weak') (acuan: tepat mengoreksi minimal 3 dari 4 kalimat sesuai kunci).
  • Pemeriksaan lembar peer-editing checklist: ketepatan murid menandai simbol koreksi kaidah menulis (Sp, P, Gr, C) pada draf teman dan ketepatan melakukan perbaikan mandiri pada draf akhir miliknya.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil revisi draf teks nonfiksi kesehatan murid berdasarkan catatan koreksi kaidah menulis (acuan: seluruh kesalahan tanda baca dasar, ejaan kosakata kesehatan, kapitalisasi awal kalimat/nama, dan kesesuaian subject-verb agreement pada simple present tense telah disempurnakan minimal 80% dari total tanda koreksi yang ditemukan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui identifikasi lisan 3 kalimat draf berkendala kaidah menulis
  • Penilaian unjuk kerja penerapan strategi koreksi kaidah menulis (peer-editing checklist dan revisi draf teks nonfiksi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah MenulisMurid belum mampu menunjukkan kesalahan kaidah menulis (ejaan, tanda baca, kapitalisasi, tata bahasa) pada draf teks nonfiksi kesehatan walau telah diberikan panduan.Murid mampu menunjukkan dan menandai 1-2 jenis kesalahan kaidah menulis pada draf teks nonfiksi dengan bimbingan penuh guru.Murid mampu menunjukkan strategi koreksi secara mandiri dengan menandai minimal 3 jenis kesalahan kaidah menulis (ejaan, tanda baca, kapitalisasi, atau tata bahasa) menggunakan simbol koreksi yang tepat pada draf teman.Murid secara konsisten dan mandiri mampu menunjukkan seluruh strategi koreksi kaidah menulis secara akurat pada draf teks nonfiksi serta memberikan alternatif perbaikan kalimat yang tepat tanpa kekeliruan.
Penyempurnaan Draf Teks Nonfiksi Berdasarkan Kaidah MenulisMurid belum memperbaiki kesalahan kaidah menulis pada draf teks nonfiksi kesehatan miliknya setelah proses penandaan.Murid memperbaiki sebagian kecil (kurang dari 50%) kesalahan kaidah menulis pada draf teks nonfiksi kesehatan dengan bantuan guru.Murid menyempurnakan draf teks nonfiksi kesehatan dengan memperbaiki sebagian besar (minimal 75%) kesalahan kaidah menulis berdasarkan hasil koreksi.Murid menyempurnakan draf teks nonfiksi kesehatan secara menyeluruh (100%) dan mandiri sehingga draf akhir bebas dari kesalahan kaidah ejaan, kapitalisasi, tanda baca, dan tata bahasa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi pemodelan simbol koreksi (editing code) mempermudah murid dalam mendeteksi kesalahan kaidah menulis?
  • Bagian kaidah menulis apa yang paling banyak ditemukan keliru oleh murid dalam draf teks kesehatan mereka?
  • Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi untuk proses peer-editing hingga revisi draf mandiri secara mendalam?

Murid:

  • Strategi koreksi apa yang paling membantuku menemukan kesalahan dalam teks tulisanku sendiri?
  • Kaidah menulis apa (ejaan, tanda baca, huruf kapital, atau tata bahasa) yang menurutku paling menantang untuk diperbaiki secara teliti?
  • Bagaimana perasaanmu saat draf tulisanmu diperiksa oleh teman sebangku dan memberi masukan perbaikan?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.3.1 Mengidentifikasi alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang isu terkini pola makan dan gaya hidup sehat
  • TP 11.3.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik hidup sehat dalam diskusi
  • TP 11.3.3 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks nonfiksi tertulis tentang isu kesehatan dan nutrisi
  • TP 11.3.4 Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal tentang isu terkini hidup sehat
  • TP 11.3.5 Mengomunikasikan gagasan secara tertulis dalam teks nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat tentang isu hidup sehat
  • TP 11.3.6 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis untuk menyempurnakan draf teks nonfiksi tentang isu kesehatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif terpadu Bab 3 dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar tenang dan kondusif untuk tes tertulis maupun unjuk kerja (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif yang mencakup tiga bagian terpadu: tes tertulis evaluasi teks nonfiksi dan multimodal, unjuk kerja menulis teks eksposisi analitis dengan penyuntingan mandiri, serta unjuk kerja lisan menyimak wacana dan berdiskusi mempertahankan argumen secara berpasangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Evaluasi Membaca-Memirsa Multimodal) dan Bagian 2 (Penulisan Teks Nonfiksi Analitis dan Lembar Koreksi Kaidah Menulis), lalu membacakan petunjuk teknis pengerjaan, alokasi waktu, serta kriteria penilaian rubrik tanpa membahas kunci substansi (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Analisis Multimodal) secara serentak selama 40 menit, mengevaluasi teks artikel 'The Hidden Perils of Ultra-Processed Foods' dan infografis 'Balanced Plate Breakdown' berisi 4 butir soal evaluasi informasi tersurat dan tersirat: Soal 1 (informasi tersurat teks: 'Identify two major chronic health risks caused by daily consumption of ultra-processed foods mentioned in paragraph 2' - Kunci Acuan: cardiovascular diseases dan type 2 diabetes; pengalih yang tidak boleh dipilih: infectious flu, bone fracture), Soal 2 (informasi tersirat teks: 'What does the author imply by stating that fast foods hijack the brain's reward mechanism?' - Kunci Acuan: makanan olahan sengaja dirancang memicu kecanduan rasa manis/gurih buatan melampaui rasa kenyang alami; bukan sekadar porsi yang terlalu besar), Soal 3 (informasi tersurat visual infografis: 'State the exact visual dietary proportion recommended for vegetables and fruits combined on the plate' - Kunci Acuan: exactly 50% atau half of the plate; opsi keliru/pengalih: 25%, 75%), dan Soal 4 (evaluasi keterkaitan multimodal tersirat: 'How does the visual warning icon next to the sugar-sweetened beverage reinforce the warning in the article?' - Kunci Acuan: ikon visual menegaskan bahwa cairan tinggi gula berkontribusi langsung pada lonjakan kalori harian tanpa memberikan rasa kenyang bergizi) (40 menit).
  • Seluruh murid melanjutkan pengerjaan Tugas 2 (Unjuk Kerja Menulis Teks Nonfiksi Analitis dan Penyuntingan Mandiri) selama 41 menit secara mandiri, menulis teks eksposisi analitis 3 paragraf (Thesis: urgensi membatasi konsumsi gula tambahan; Arguments: 2 argumen didukung fakta ilmiah; Reiteration: penegasan kembali sikap) serta menerapkan strategi koreksi mandiri berupa coretan tanda revisi kaidah menulis pada lembar draf: mengoreksi minimal 3 kekeliruan ejaan/tanda baca (Kunci Acuan target koreksi draf: kapitalisasi 'healthy habits', tanda koma setelah transitional marker 'Furthermore,', dan ejaan baku 'definitely') serta 2 perbaikan struktur/internal conjunction (Kunci Acuan: penggunaan conjunction 'in addition' atau 'therefore' untuk memperjelas hubungan sebab-akibat antar-klausa) (41 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 3 (Unjuk Kerja Lisan Berpasangan / Paired Spoken Discussion) selama 35 menit: guru memutar rekaman audio wacana lisan nonfiksi berdurasi 1,5 menit berjudul 'Debunking Intermittent Fasting vs Regular Breakfast' serentak di kelas sebanyak 2 kali (Kunci Acuan alur informasi wacana: [Awal] pengantar definisi pola intermittent fasting vs makan pagi teratur; [Tengah] perbandingan fakta ilmiah metabolisme tubuh dan stabilitas gula darah; [Akhir] simpulan bahwa konsistensi nutrisi seimbang lebih penting daripada melewatkan sarapan secara drastis); kemudian murid secara bergiliran dinilai berpasangan di meja pengamatan guru (tiap pasang 2,5 menit) saat Murid A dan B memaparkan alur informasi wacana lisan tersebut, dilanjutkan saling mengungkapkan pendapat serta mempertahankan argumen tentang isu sarapan sehat versus puasa berselang menggunakan ungkapan giving opinion ('In my view...', 'I strongly believe that...') dan defending opinion ('I take your point, however the evidence proves...', 'That might be true, but on the other hand...') (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis (Tugas 1), lembar teks analitis berserta lembar bukti koreksi mandiri (Tugas 2), dan lembar catatan observasi lisan (Tugas 3), kemudian memfasilitasi murid merefleksikan proses penyelesaian seluruh rangkaian asesmen sumatif (4 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid dalam menuntaskan seluruh tugas asesmen sumatif Bab 3 (2 menit).
  • Guru merangkum pencapaian belajar Bab 3 'Healthy Life for a Healthy Future' serta menyampaikan tindak lanjut umpan balik hasil sumatif pada pertemuan berikutnya sebelum menutup sesi dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar teks dan infografis dengan kejelasan visual tinggi (kontras warna tajam dan ukuran font terbaca jelas) bagi murid yang membutuhkan akomodasi penglihatan tanpa mengubah substansi teks evaluasi.
  • Proses: Menyediakan pengeras suara jernih saat audio lisan diputar serentak dan mengatur posisi duduk di baris depan bagi murid dengan hambatan pendengaran tanpa menambah frekuensi putar audio.
  • Produk: Format penyampaian jawaban dan bukti unjuk kerja tetap seragam sesuai ketentuan asesmen sumatif terpadu pada Jadwal ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif melalui 2 pertanyaan konfirmasi prosedur: (1) 'Sebutkan 3 bagian instrumen sumatif yang akan kalian selesaikan hari ini!' (acuan: tes tertulis evaluasi artikel-infografis, penulisan draf teks analitis dengan koreksi mandiri, dan diskusi lisan berpasangan); (2) 'Bagaimana cara menunjukkan bukti koreksi mandiri pada draf tulisan?' (acuan: membubuhkan tanda coretan revisi ejaan, tanda baca, atau konjungsi langsung pada teks draf menggunakan lembar strategi koreksi).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan kemandirian murid selama pengerjaan tes tertulis membaca-memirsa, konsistensi penerapan tanda koreksi mandiri saat menulis draf, serta pencatatan performa pemaparan alur wacana dan pertahanan argumen lisan pada lembar observasi guru.

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi yang terdiri atas tes tulis membaca-memirsa teks multimodal, unjuk kerja menulis teks nonfiksi analitis beserta penyuntingan terpadu, dan unjuk kerja lisan menyimak-berbicara terpadu berpasangan.: Lembar kerja evaluasi informasi tersurat-tersirat infografis kesehatan, draf teks nonfiksi analitis berisi tesis dan argumen beserta bukti tanda koreksi penyuntingan mandiri, serta performa lisan memaparkan alur informasi wacana lisan dan berdiskusi mempertahankan argumen terkait pola hidup sehat.
  • tes tertulis analisis multimodal: lembar jawaban tertulis hasil evaluasi informasi tersurat dan simpulan makna tersirat dari artikel kesehatan serta telaah keterkaitan verbal-visual dari infografis gaya hidup sehat yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik analitis pemahaman membaca-memirsa dan panduan penskoran)
  • unjuk kerja menulis dan penyuntingan mandiri: draf teks nonfiksi analitis tentang isu hidup sehat (tesis, argumen pendukung, reiterasi) yang memuat coretan revisi mandiri pada tanda baca, ejaan, dan struktur kalimat menggunakan lembar strategi koreksi (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian menulis teks analitis dan lembar cek penyuntingan kaidah kebahasaan)
  • unjuk kerja lisan berpasangan (paired spoken discussion): rekaman audio wacana nonfiksi diperdengarkan serentak ke kelas, kemudian dinilai per pasang (14 pasang x 3,5 menit = 49 menit, muat 28 murid) saat tiap murid menguraikan runtutan alur informasi rekaman serta saling bertukar dan mempertahankan argumen tentang isu gaya hidup sehat (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja menyimak-berbicara (komprehensi alur wacana, kelancaran berpendapat, dan pertahanan argumen))

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi yang terdiri atas tes tulis membaca-memirsa teks multimodal, unjuk kerja menulis teks nonfiksi analitis beserta penyuntingan terpadu, dan unjuk kerja lisan menyimak-berbicara terpadu berpasangan.: Lembar kerja evaluasi informasi tersurat-tersirat infografis kesehatan, draf teks nonfiksi analitis berisi tesis dan argumen beserta bukti tanda koreksi penyuntingan mandiri, serta performa lisan memaparkan alur informasi wacana lisan dan berdiskusi mempertahankan argumen terkait pola hidup sehat.
  • tes tertulis analisis multimodal: lembar jawaban tertulis hasil evaluasi informasi tersurat dan simpulan makna tersirat dari artikel kesehatan serta telaah keterkaitan verbal-visual dari infografis gaya hidup sehat yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik analitis pemahaman membaca-memirsa dan panduan penskoran)
  • unjuk kerja menulis dan penyuntingan mandiri: draf teks nonfiksi analitis tentang isu hidup sehat (tesis, argumen pendukung, reiterasi) yang memuat coretan revisi mandiri pada tanda baca, ejaan, dan struktur kalimat menggunakan lembar strategi koreksi (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian menulis teks analitis dan lembar cek penyuntingan kaidah kebahasaan)
  • unjuk kerja lisan berpasangan (paired spoken discussion): rekaman audio wacana nonfiksi diperdengarkan serentak ke kelas, kemudian dinilai per pasang (14 pasang x 3,5 menit = 49 menit, muat 28 murid) saat tiap murid menguraikan runtutan alur informasi rekaman serta saling bertukar dan mempertahankan argumen tentang isu gaya hidup sehat (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja menyimak-berbicara (komprehensi alur wacana, kelancaran berpendapat, dan pertahanan argumen))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Informasi Teks Tertulis dan Multimodal (TP 11.3.3 & TP 11.3.4)Hanya menjawab tepat 1 dari 4 butir soal evaluasi teks tertulis dan infografis (Acuan butir: [1] risiko kardiovaskular & diabetes tipe 2; [2] implikasi pembajakan respon otak oleh fast food; [3] proporsi 50% piring buah dan sayur; [4] fungsi visual ikon peringatan gula).Menjawab tepat 2 dari 4 butir soal evaluasi teks tertulis dan infografis sesuai kunci acuan.Menjawab tepat 3 dari 4 butir soal evaluasi teks tertulis dan infografis sesuai kunci acuan.Menjawab tepat seluruh 4 butir soal evaluasi teks tertulis dan infografis secara lengkap dan tepat tanpa memilih opsi/pengalih keliru sesuai kunci acuan.
Penulisan Teks Nonfiksi Analitis (TP 11.3.5)Teks hanya memuat 1 bagian struktur teks (hanya tesis atau argumen saja) dan penggunaan konjungsi internal belum tepat.Teks memuat 2 bagian struktur teks (tesis dan argumen) dengan 1 konjungsi internal yang tepat.Teks memuat struktur lengkap (tesis, minimal 2 argumen pendukung, dan reiterasi) dengan minimal 2 konjungsi internal tepat.Teks memuat struktur lengkap yang sangat koheren (tesis jelas, minimal 2 argumen bernalar kritis, reiterasi tegas) dengan variasi konjungsi internal yang tepat dan kompleks.
Penerapan Strategi Koreksi Kaidah Menulis (TP 11.3.6)Menunjukkan bukti tanda koreksi mandiri kurang dari 2 target kaidah pada draf tulisan (Acuan target: 3 koreksi ejaan/tanda baca dan 2 koreksi struktur/konjungsi).Menunjukkan bukti tanda koreksi mandiri pada 2-3 target kaidah menulis pada draf sesuai acuan target.Menunjukkan bukti tanda koreksi mandiri pada 4 target kaidah menulis (kombinasi ejaan, tanda baca, dan konjungsi) secara tepat.Menunjukkan bukti tanda koreksi mandiri secara konsisten pada seluruh 5 target kaidah menulis (3 ejaan/tanda baca dan 2 struktur/konjungsi internal) hingga draf menjadi bersih dan akurat.
Identifikasi Alur Wacana Lisan dan Pertahanan Argumen (TP 11.3.1 & TP 11.3.2)Hanya memaparkan 1 bagian alur wacana audio (hanya awal atau akhir) dan belum mampu mempertahankan argumen saat ditanggapi pasangan.Memaparkan 2 bagian alur wacana audio (awal-tengah atau tengah-akhir; acuan: definisi puasa vs sarapan, fakta metabolisme, simpulan nutrisi seimbang) serta mampu mengungkapkan pendapat namun belum konsisten mempertahankan argumen lisan.Memaparkan seluruh 3 bagian alur wacana audio secara runtut serta mampu mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen lisan menggunakan minimal 1 ekspresi defending opinion yang tepat.Memaparkan seluruh alur wacana audio secara lengkap dan terperinci serta fasih mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen lisan dengan fakta relevan dan ragam ekspresi defending opinion yang tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan alokasi waktu 135 menit berjalan efektif memfasilitasi ketiga jenis tugas sumatif terpadu?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 11 pada evaluasi membaca-memirsa teks multimodal dibandingkan unjuk kerja berbicara?
  • Apakah rubrik analitis memberikan gambaran objektif dan akurat terhadap pencapaian keenam TP Bab 3?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif terpadu hari ini yang paling menantang: menganalisis infografis, menyunting draf teks mandiri, atau mempertahankan argumen lisan?
  • Strategi koreksi mandiri apa yang terbukti paling membantu menyempurnakan tulisan teks analitis saya?
  • Bagaimana pemahaman saya tentang gaya hidup sehat dapat saya terapkan dalam kebiasaan pola makan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2022) Unit 3
  2. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2022) Unit 3
  3. Rekaman audio/video nonfiksi kesehatan 'Eat Wisely, Stay Healthy' (Dr. Ian Poon)
  4. Set kartu alur informasi lisan 'Track the Flow Challenge'
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 3)
  6. Buku Teks Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 3 Activity 1-7)
  7. Set Kartu Isu Diskusi Hidup Sehat (4 set topik nutrisi dan kebiasaan hidup)
  8. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change Kelas XI (Kemendikbudristek 2022)
  9. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change Kelas XI (Kemendikbudristek 2022) Unit 3: Healthy Life for a Healthy Future
  10. Teks nonfiksi kesehatan terpilih: 'The Hidden Danger of Ultra-Processed Foods' dan 'Plant-Rich Diets and Longevity'
  11. Set kartu 'Clue Detective Game' (kutipan fakta tersurat dan tersirat)
  12. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Unit 3: Healthy Life for a Healthy Future
  13. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Unit 3, Activity 1 & 2 (Picture 3.9 & 3.10)
  14. Infografik 'Balanced Nutrition Plate vs Ultra-Processed Diet' dan 'Physical Activity & Sleep Quality' (Media cetak/digital)
  15. Papan pajang kelas untuk Gallery Walk
  16. Buku Panduan Guru & Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 3: Healthy Life for a Healthy Future)
  17. Contoh teks model nonfiksi analitis 'Why Regular Breakfast Matters'
  18. Lembar Kerja Menulis Teks Nonfiksi (Writing Graphic Organizer & Worksheet)
  19. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI
  20. Buku Panduan Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI Unit 3
  21. Lembar Panduan Kode Koreksi Menulis (Editing Codes Checklist: Sp, P, Gr, C)
  22. Lembar Draf Teks Nonfiksi Murid tentang Isu Kesehatan dari Pertemuan 5
  23. Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  24. Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Unit 3: Healthy Life for a Healthy Future.
  25. Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1: Teks Artikel 'The Hidden Perils of Ultra-Processed Foods' dan Infografis Multimodal 'Balanced Plate Breakdown'.
  26. Lembar Asesmen Sumatif Bagian 2: Lembar Kerja Draf Penulisan Teks Eksposisi Analitis dan Daftar Cek Strategi Koreksi Kaidah Kebahasaan.
  27. Berkas Rekaman Audio Wacana Lisan Nonfiksi 'Debunking Intermittent Fasting vs Regular Breakfast' beserta pengeras suara kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.