MODUL AJAR Bahasa Inggris — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 1 — Digital Literacies and My Identities INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Digital Literacies and My Identities |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 45 menit = 810 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.1.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang isu terkini literasi digital
- TP 11.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu terkini literasi digital dan identitas diri
- TP 11.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dari teks multimodal tentang isu terkini literasi digital dan pembentukan identitas
- TP 11.1.4 Mengevaluasi informasi tersirat dari teks multimodal tentang isu terkini pembentukan identitas di media digital
- TP 11.1.5 Mengomunikasikan gagasan secara multimodal dalam teks nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat tentang isu terkini literasi digital menggunakan media presentasi digital
- TP 11.1.6 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis secara mandiri pada teks nonfiksi tentang isu terkini literasi digital
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- How can we track the main flow of ideas when listening to someone talk about digital safety?
- What signal words help us recognize the transition from problem to solution in a spoken talk?
- How does your online persona or social media presence represent your real identity?
- When someone disagrees with your view about digital habits on social media, how do you defend your stance politely and logically?
- When you see a social media post with text, images, and numbers, how do you verify which facts are explicitly stated versus merely assumed?
- Why is it essential to accurately evaluate explicit information before forming opinions about someone's digital identity?
- What do you understand when someone says 'reading between the lines' in social media posts?
- How can an author's visual cues and word choices reveal their implicit values or work ethic even when they are not directly stated?
- How can visual elements and captions work together in a digital presentation slide to convey a clear message about digital footprint?
- What strategies can you use independently to spot and correct grammatical errors or awkward transitions before publishing your writing?
- How does our online behavior and digital footprint truly reflect and shape our real identity?
- Why is evaluating both what is clearly stated and what is implied on social media essential for digital safety?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Alur Informasi Teks Lisan Nonfiksi tentang Isu Terkini Literasi Digital — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang isu terkini literasi digital
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menganalisis alur informasi teks lisan nonfiksi tentang literasi digital (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memutar klip audio pengantar berdurasi 30 detik berisi 3 kalimat: (1) 'First, people share too much personal information online.' (2) 'Second, identity theft increases rapidly.' (3) 'Finally, setting strong privacy controls protects our accounts.' Murid diminta menuliskan urutan 3 poin alur tersebut di lembar catatan masing-masing (acuan urutan: 1-oversharing, 2-identity theft, 3-privacy controls) (10 menit).
- Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan alur aktivitas yang akan dilakukan hari ini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang struktur alur informasi (flow of information) dalam teks lisan eksposisi/nonfiksi: pendahuluan/isu (introduction of issue), rangkaian argumen/masalah beserta detail penjelas (series of arguments/evidence), dan penegasan/solusi (conclusion/recommendation) beserta transitional sequence markers (firstly, then, in addition, consequently, therefore) (15 menit).
- Guru memodelkan analisis alur teks lisan dengan memutar rekaman audio monolog terpandu berdurasi 1 menit bertema 'Digital Footprint'. Murid mengamati bagaimana guru membedakan gagasan pembuka, detail pengembang, dan kesimpulan menggunakan grafik alur linear di papan tulis (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas tantangan berpasangan 'Sequence Relay Game' yang menggembirakan: guru memutar teks lisan nonfiksi pendek tentang 'Oversharing on Social Media', lalu pasangan murid berlomba menyusun 4 kartu acak alur informasi menjadi urutan kronologis yang benar di meja mereka. Keempat kartu tersebut berisi: Kartu A ('Definition of oversharing personal data'), Kartu B ('Examples of cyberbullying and privacy breach cases'), Kartu C ('Negative impacts on teens mental well-being'), Kartu D ('Actionable advice to filter personal posts'). Kunci urutan tepat: Kartu A -> Kartu B -> Kartu C -> Kartu D (20 menit).
- Murid secara mandiri menyimak rekaman audio teks lisan nonfiksi utama berdurasi 2,5 menit tentang 'Navigating Online Identity and Digital Literacy'. Rekaman diputar sebanyak 2 kali (15 menit).
- Murid menganalisis alur informasi teks lisan tersebut secara menyeluruh dengan mengisi Graphic Organizer Alur Informasi yang memuat 4 bagian alur: (1) Issue/Introduction: Penjelasan fenomena kurasi identitas digital, (2) Problem/Argument 1: Tekanan perbandingan sosial dan validasi instan, (3) Problem/Argument 2: Jejak digital permanen yang memengaruhi reputasi masa depan, (4) Solution/Conclusion: Penerapan verifikasi kritis dan kesadaran batas privasi. Kriteria keberhasilan: mengisi seluruh 4 tahapan alur secara runtut dan tepat sesuai fakta teks lisan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali alur yang telah disusun melalui pengecekan mandiri menggunakan lembar panduan indikator alur logis (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan strategi menganalisis alur informasi teks lisan nonfiksi (memperhatikan penanda wacana urutan dan hubungan sebab-akibat antar-gagasan) (10 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir pernyataan singkat terkait alur teks yang didengar dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, rekaman teks lisan diperdengarkan dengan jeda per bagian alur dan dibantu lembar bagan dengan kata kunci pemandu (scaffolding). Untuk murid berpencapaian tinggi, rekaman diperdengarkan utuh tanpa jeda untuk memetakan alur utama sekaligus detail relasi sebab-akibat.
- Proses: Murid cepat mengerjakan analisis alur secara mandiri penuh, sedangkan murid yang membutuhkan bantuan didampingi guru pada kelompok kecil saat pemutaran rekaman kedua.
- Produk: Format penyajian alur informasi dapat berupa bagan panah runtut atau diagram tabel alur tahapan informasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menyimak 3 kalimat pengantar: murid mengurutkan alur 3 poin yang diperdengarkan. Butir yang dinilai: urutan gagasan (1) oversharing personal data, (2) identity theft risk, (3) privacy controls. Acuan kunci: runtut 1 -> 2 -> 3.
Proses:- Penilaian lembar kerja mandiri Graphic Organizer Alur Informasi berdasarkan rekaman teks lisan 'Navigating Online Identity and Digital Literacy'. Murid menganalisis 4 bagian alur: (1) Main Issue, (2) Argument/Impact 1, (3) Argument/Impact 2, (4) Proposed Solution. Acuan jawaban benar: (1) Definisi/fenomena pembentukan identitas di medsos, (2) Tekanan perbandingan sosial dan pencarian validasi online, (3) Dampak jejak digital negatif jangka panjang pada reputasi, (4) Solusi literasi digital: berpikir kritis sebelum mengunggah dan membatasi data pribadi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir menyimak (exit ticket) berisi 2 butir: (1) Sebutkan bagian yang menjadi transisi dari masalah ke solusi pada rekaman lisan! (Acuan: transisi ditandai kata penjelas seperti 'to overcome this' atau gagasan tentang langkah praktis literasi digital). (2) Apa kesimpulan akhir dari teks lisan tersebut? (Acuan: pentingnya kesadaran menjaga identitas digital secara bijak dan kritis).
Formatif:- Asesmen awal berupa tes menyimak singkat urutan 3 informasi (diagnostik).
- Observasi formatif selama pengerjaan Sequence Relay Game dan pengisian Graphic Organizer Alur Informasi teks lisan nonfiksi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Analisis Alur Informasi Teks Lisan | Mengidentifikasi 1 dari 4 bagian alur informasi teks lisan nonfiksi secara tepat sesuai acuan teks. | Mengidentifikasi 2 dari 4 bagian alur informasi teks lisan nonfiksi secara runtut dan tepat sesuai acuan teks. | Menganalisis 3 dari 4 bagian alur informasi teks lisan nonfiksi secara runtut dan tepat sesuai acuan teks. | Menganalisis seluruh 4 bagian alur informasi (Issue, Argument 1, Argument 2, Solution) teks lisan nonfiksi secara runtut, utuh, dan tepat sesuai acuan teks secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kecepatan rekaman teks lisan sudah sesuai dengan tingkat pemahaman mendengarkan murid kelas 11?
- Bagian alur mana yang paling banyak mengalami kesalahan identifikasi oleh murid saat menyimak?
Murid:- Kata penanda urutan apa yang paling membantuku memahami alur perpindahan ide dalam rekaman audio tadi?
- Bagian alur mana yang paling sulit aku tangkap saat menyimak teks lisan nonfiksi tadi?
Pertemuan 2 — Mengungkapkan Pendapat dan Mempertahankan Argumen tentang Isu Terkini Literasi Digital dan Identitas Diri — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu terkini literasi digital dan identitas diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menggunakan bahasa Inggris untuk menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen terkait literasi digital dan identitas diri (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pemantik kepada kelas: 'In your opinion, is maintaining a curated persona on Instagram healthy for self-identity?' dan meminta 2-3 murid merespons menggunakan frasa pendapat dasar (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati pemodelan dialog di papan tulis mengenai isu kurasi identitas digital yang memuat ekspresi menyatakan pendapat (stating opinion: 'In my opinion...', 'I personally believe...'), menyetujui (agreeing: 'I couldn't agree more...', 'Exactly!'), dan mempertahankan argumen saat disanggah (defending arguments: 'I see your point, but...', 'The reason I say this is that...', 'Even so, we cannot ignore that...') (15 menit).
- Murid secara berpasangan melakukan latihan terbimbing melengkapi 3 dialog rumpang berbasis situasi literasi digital menggunakan ungkapan yang tepat (Situasi 1: Overuse of filters altering online self-identity; Situasi 2: Anonymity and online behavior; Situasi 3: Joining online fan communities building identity) dengan bimbingan guru (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memperkenalkan permainan peran interaktif 'Argue & Stand Your Ground': murid dibagi berpasangan dan diberikan 1 dari 2 kartu skenario kontroversial (Skenario A: 'Does having an anonymous second account (second account/alter ego) harm or protect your true identity?'; Skenario B: 'Should students curate an ideal digital identity for future employers, or show raw reality?') (15 menit).
- Dalam format berpasangan, Murid A menyatakan pendapat awal dan alasannya, Murid B memberikan sanggahan sopan (disagreeing), dan Murid A mempertahankan argumennya dengan fakta/alasan pendukung secara lisan dalam bahasa Inggris; kemudian kedua murid bertukar peran untuk skenario lainnya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan 2 pasangan mempraktikkan percakapan saling mempertahankan argumen di hadapan kelas, sementara murid lain menyimak efektivitas strategi mempertahankan argumen yang digunakan (25 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi bersama mengenai seberapa percaya diri dan runut murid dalam mempertahankan argumen menggunakan bahasa Inggris tanpa bersikap ofensif (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan variasi ungkapan menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen tentang identitas digital yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dalam berargumen, dan menginfokan fokus kegiatan pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan kartu ungkapan (sentence frames: 'In my opinion...', 'I understand what you mean, but I still believe... because...'). Murid yang mahir diberikan isu yang lebih kompleks tanpa kartu bantuan frasa.
- Proses: Pada tahap berpasangan, murid dengan kemahiran lebih tinggi dipasangkan untuk saling menantang argumen dengan argumen tandingan bertingkat, sementara murid yang berkembang didampingi oleh guru.
- Produk: Produk lisan berfokus pada variasi ekspresi: murid berkembang minimal menggunakan 1 ungkapan mempertahankan argumen terstruktur, sedangkan murid mahir mempertahankan argumen dengan minimal 2 alasan logis terhubung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'What is your opinion on whether having multiple social media accounts hides your real identity?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu merespons secara lisan minimal dengan 1 frasa pembuka opini yang tepat, seperti 'In my opinion...', 'I think...', atau 'I believe...' disertai satu alasan sederhana).
Proses:- Observasi keterlibatan berpasangan saat simulasi berbicara: mengamati penggunaan ekspresi stating opinion (mis. 'I believe...', 'From my perspective...'), respon disagreeing (mis. 'I don't think so', 'I disagree'), dan mempertahankan argumen (mis. 'Yes, but the fact is...', 'I hold my stance because...') sesuai konteks skenario A atau B.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan acak: Guru memberikan 1 sanggahan cepat terhadap isu identitas media sosial ('Social media identities are entirely fake'), dan murid terpilih langsung merespons mempertahankan posisi argumennya dengan ekspresi yang tepat (Kriteria penerimaan: respon lisan memuat 1 klausa pertahanan argumen logis dengan ekspresi pembuka yang relevan seperti 'That might be true, but actually...').
Formatif:- Observasi unjuk kerja lisan berpasangan dalam menyatakan pendapat dan mempertahankan argumen pada kegiatan 'Argue & Stand Your Ground' menggunakan lembar amatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan Pendapat (Stating Opinion) | Belum menggunakan ekspresi bahasa Inggris yang tepat untuk menyatakan pendapat mengenai isu literasi digital dan identitas diri. | Menggunakan ekspresi menyatakan pendapat yang masih terbatas/repetitif ('I think') dengan alasan yang belum jelas tentang isu identitas digital. | Menggunakan variasi ekspresi menyatakan pendapat ('In my opinion', 'I believe', 'From my perspective') secara tepat disertai alasan yang relevan tentang isu identitas digital. | Menggunakan variasi ekspresi menyatakan pendapat secara tepat, lancar, dan menyertakan alasan yang elaboratif serta relevan tentang isu identitas digital secara mandiri. | | Mempertahankan Argumen (Defending Arguments) | Belum mampu merespons sanggahan atau mempertahankan argumen menggunakan bahasa Inggris. | Merespons sanggahan lawan bicara tetapi belum menggunakan ekspresi pertahanan argumen yang runtut (hanya mengulang pendapat awal). | Menggunakan bahasa Inggris dengan ekspresi yang sesuai ('I see your point, but...', 'The reason I maintain this is...') untuk mempertahankan argumen disertai bukti/penjelasan pendukung. | Mempertahankan argumen dengan sangat runtut dan logis menggunakan transisi pembelaan argumen yang bervariasi serta meyakinkan saat menghadapi sanggahan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk praktik simulasi argumen berpasangan cukup memberikan kesempatan bicara bagi setiap murid?
- Bagaimana strategi scaffolding membantu murid yang masih ragu atau pasif dalam mempertahankan pendapatnya menggunakan bahasa Inggris?
Murid:- Ungkapan baru apa yang paling membantuku dalam mempertahankan pendapat tanpa terdengar kasar saat berdiskusi dalam bahasa Inggris?
- Seberapa yakin aku dalam menyampaikan dan mempertahankan alasanku mengenai identitas di dunia maya hari ini?
Pertemuan 3 — Mengevaluasi Informasi Tersurat Teks Multimodal tentang Isu Terkini Literasi Digital dan Pembentukan Identitas — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dari teks multimodal tentang isu terkini literasi digital dan pembentukan identitas
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memfasilitasi murid menyadari tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengevaluasi informasi tersurat dari teks multimodal tentang literasi digital dan pembentukan identitas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca satu infografik mini bertajuk 'Teens Online Profile' yang memuat data '78% of teenagers curate their feed to build a positive self-identity; 22% do not care about online reputation' lalu menjawab secara tertulis apakah pernyataan 'More than three-quarters of teens actively manage their posts for identity building' sesuai dengan fakta tersurat teks (acuan: Benar/True, karena 78% secara tersurat melebihi tiga perempat atau 75%) (10 menit).
- Guru dan murid membahas hasil asesmen awal secara ringkas untuk memetakan kesiapan membaca kritis teks multimodal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Teks Multimodal 1 berupa simulasi unggahan media sosial edukatif yang memuat gambar infografik dan takarir (caption): Gambar menampilkan grafik lingkaran bertuliskan 'Study 2024: 65% of students use educational platforms to build academic identity, 20% for entertainment, 15% for gaming'; Takarir tertulis: 'Digital footprints reflect our real aspirations. Build your skills deliberately.' (15 menit).
- Murid mencermati pemodelan guru tentang cara mengevaluasi kebenaran informasi tersurat (explicit information) dengan mencocokkan klausa pernyataan langsung ke elemen verbal teks dan elemen visual diagram tanpa menambah penafsiran asumtif (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memberikan tantangan berpasangan 'Fact-Check Sprint' yang menyenangkan: murid berlomba mencocokkan 4 kartu klausa dengan Teks Multimodal 2 (poster kampanye 'Smart Digital Identity' yang memuat data tertulis: 1) Akun terverifikasi menurunkan risiko pencurian identitas hingga 40%; 2) Rata-rata remaja menghabiskan 3 jam per hari mengelola profil portofolio; 3) 85% perekrut kerja memeriksa jejak digital pelamar; 4) 10% pengguna tidak pernah memperbarui kata sandi) (acuan kartu benar/salah tersurat: Klausa 1 'Most recruiters check digital footprints' -> True/Tepat tersurat dari data 85%; Klausa 2 'Teens spend 5 hours daily on profiles' -> False/Tidak tepat karena tertulis 3 jam; Klausa 3 'Identity theft is reduced by 40% with verified accounts' -> True/Tepat tersurat; Klausa 4 'Half of users never update passwords' -> False/Tidak tepat karena tertulis 10%) (25 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengerjakan Lembar Evaluasi Informasi Tersurat pada Teks Multimodal 3 (unggahan karusel edukasi literasi digital tentang pembentukan identitas profesional di LinkedIn vs media sosial santai) yang memuat 4 butir evaluasi kebenaran data tersurat (butir: 1. Jumlah pengguna yang memisahkan akun pribadi dan profesional; 2. Persentase dampak konten visual terhadap persepsi identitas; 3. Rekomendasi frekuensi peninjauan privasi akun; 4. Platform yang paling banyak diteliti dalam survei) (acuan: 1. 55% memisahkan akun; 2. 70% menyatakan konten visual berpengaruh; 3. Peninjauan privasi minimal setiap 3 bulan; 4. Platform yang diteliti adalah LinkedIn dan Instagram) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meninjau kembali lembar kerjanya secara mandiri, membandingkan bukti teks/visual yang ditemukan dengan kriteria akurasi data tersurat yang telah ditetapkan (15 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi kelas mengenai pentingnya ketelitian membedakan bukti tertulis langsung (tersurat) dari opini atau tebakan ketika membaca informasi identitas digital (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian evaluasi informasi tersurat hari ini dan menyimpulkan strategi verifikasi teks multimodal (10 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan melangkah ke tahap mengevaluasi informasi tersirat (reading between the lines) pada topik yang sama, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks multimodal dengan tata letak visual sederhana dan kontras tinggi bagi murid yang memerlukan scaffolding visual, serta teks multimodal dengan grafik multidimensi yang lebih padat data untuk murid berkemampuan cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan penandaan teks (highlighting guide) untuk menemukan letak angka/kata kunci tersurat, sedangkan murid yang mahir langsung mengevaluasi 4 butir data secara mandiri tanpa pemandu penandaan.
- Produk: Format penulisan evaluasi tersurat dapat berupa tabel verifikasi centang-bukti atau lembar kerja uraian bukti tekstual langsung sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan diagnostik tertulis membaca teks multimodal mini 'Teens Online Profile' (data: 78% remaja mengkurasi umpan media sosial untuk identitas positif, 22% tidak peduli reputasi). Pertanyaan: 'Evaluasi apakah klausa More than three-quarters of teens actively manage their posts for identity building sesuai dengan fakta tersurat teks?' (Acuan jawaban: Sesuai/True, karena data tersurat menunjukkan 78%, yang secara kuantitatif melebihi tiga perempat atau 75%).
Proses:- Verifikasi 4 kartu klausa pada aktivitas Fact-Check Sprint Teks Multimodal 2. Acuan kartu dan status kebenaran tersurat: 1) 'Most recruiters check digital footprints' (Benar/True, tertulis 85%); 2) 'Teens spend 5 hours daily on profiles' (Salah/False, tertulis 3 jam); 3) 'Identity theft is reduced by 40% with verified accounts' (Benar/True, tertulis 40%); 4) 'Half of users never update passwords' (Salah/False, tertulis 10%). Kriteria keberhasilan: minimal 3 dari 4 klausa dievaluasi tepat sesuai bukti teks.
- Pengerjaan Lembar Evaluasi Informasi Tersurat Teks Multimodal 3 (4 butir data tersurat: butir 1 pemisahan akun [acuan: 55%], butir 2 dampak visual [acuan: 70%], butir 3 frekuensi privasi [acuan: minimal 3 bulan sekali], butir 4 platform survei [acuan: LinkedIn dan Instagram]). Kriteria keberhasilan: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai data tersurat poster.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan verifikasi 1 klausa tersurat dari kutipan teks penutup: 'A survey indicates that 60% of adolescents believe their online identity matches their real-life values.' Klausa: 'Exactly six out of ten surveyed adolescents feel their online identity reflects their real-life values.' (Acuan jawaban: Sesuai/Accurate, karena 60% tepat setara dengan 6 dari 10 responden).
Formatif:- Diagnostik awal: pengecekan kebenaran data tersurat pada teks infografik mini
- Observasi unjuk kerja tantangan 'Fact-Check Sprint' verifikasi kartu klausa terhadap data tersurat poster
- Pemeriksaan mandiri Lembar Evaluasi Informasi Tersurat Teks Multimodal 3 (4 butir evaluasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengevaluasi Informasi Tersurat Teks Multimodal | Mampu mengevaluasi 1 dari 4 butir informasi tersurat dengan tepat pada teks multimodal isu literasi digital dan pembentukan identitas, masih mengandalkan tebakan di luar teks. | Mampu mengevaluasi 2 dari 4 butir informasi tersurat dengan tepat berdasarkan data visual dan verbal teks multimodal dengan bimbingan guru. | Mampu mengevaluasi 3 dari 4 butir informasi tersurat dengan tepat berdasarkan bukti visual dan verbal teks multimodal secara mandiri sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu mengevaluasi seluruh 4 butir informasi tersurat secara tepat dan konsisten berdasarkan bukti visual dan verbal teks multimodal secara mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain teks multimodal yang disajikan cukup jelas dan terbaca sehingga memudahkan murid memverifikasi informasi tersurat?
- Bagian mana dari langkah identifikasi data visual dan verbal yang paling banyak menimbulkan miskonsepsi pada murid?
Murid:- Strategi apa yang paling membantuku menemukan data yang benar-benar tertulis langsung di dalam teks multimodal tanpa membuat asumsi sendiri?
- Apakah aku sudah mampu membuktikan kebenaran informasi tersurat berdasarkan bukti teks dan gambar yang ada?
Pertemuan 4 — Mengevaluasi Informasi Tersirat Teks Multimodal tentang Isu Terkini Pembentukan Identitas di Media Digital — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.4 Mengevaluasi informasi tersirat dari teks multimodal tentang isu terkini pembentukan identitas di media digital
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran serta kesiapan belajar (5 menit).
- Guru memandu asesmen awal dengan menyajikan satu kalimat dan gambar unggahan mikro: 'A photo of a desk full of open notebooks, sticky notes, and a laptop open at 04:30 AM with the caption: Still grinding while the world sleeps #Goals'. Murid diminta menentukan inferensi tersirat yang paling tepat di antara dua opsi: Opsi A: 'The author wants to be seen as a dedicated and hardworking individual' atau Opsi B: 'The author is complaining about having insomnia' (acuan: Opsi A benar, karena bukti visual waktu dan catatan serta teks 'grinding' mengindikasikan etos kerja dan konstruksi identitas gigih, bukan gangguan tidur medis) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi informasi tersirat (reading between the lines / making inferences) dari teks multimodal media sosial mengenai pembentukan identitas digital (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati konsep 'reading between the lines' dan 4 komponen kunci membuat inferensi berbasis bukti: (1) pemahaman awal teks/initial understanding, (2) bukti tekstual/visual dari teks multimodal, (3) pengetahuan awal/previous knowledge, dan (4) pengalaman pribadi/previous experience (15 menit).
- Dalam aktivitas permainan tebak makna 'Clue Detective', murid secara berpasangan menganalisis 2 contoh unggahan multimodal pendek untuk membedakan fakta tersurat vs. pesan tersirat tentang pembentukan citra diri (20 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bekerja berpasangan mencermati teks multimodal unggahan Instagram figur publik (Aan Mansyur) yang memuat foto buku catatan bersanding dengan draf puisi bertinta coretan serta takarir: 'Menulis bukan menunggu inspirasi, melainkan duduk dan memperbaiki baris yang berantakan setiap hari.' Murid mengisi tabel analisis evaluasi inferensi mengenai etos kerja (work ethic) dan identitas kepenulisan sang figur dengan menuliskan: (a) bukti tersurat dari unggahan/evidence, (b) pengetahuan awal/previous knowledge, (c) pengalaman/previous experience, serta (d) kesimpulan evaluasi inferensi tersirat (35 menit).
- Secara mandiri, murid menganalisis teks multimodal kedua berupa unggahan media sosial Maudy Ayunda (foto sudut meja belajar sederhana dengan laptop, tumpukan jurnal artikel, dan takarir: 'Embracing every small progress in learning today') untuk mengevaluasi 3 butir inferensi tersirat: (1) nilai/value yang dianut kreator, (2) identitas diri yang dikonstruksi ke audiens, dan (3) keselarasan visual dengan takarir (acuan kunci: (1) menghargai proses belajar dan kegigihan/growth mindset; (2) pelajar yang tekun, reflektif, dan berorientasi pengembangan diri; (3) foto meja belajar berisi jurnal memperkuat pesan takarir tentang dedikasi belajar harian) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan inferensi awal yang mereka buat sebelum dan sesudah mengintegrasikan bukti multimodal, serta menilai apakah inferensi mereka didukung bukti objektif atau sekadar asumsi tanpa dasar (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan strategi evaluasi pesan tersirat pada teks multimodal digital (menggabungkan bukti visual/teks + pengetahuan + pengalaman) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja analisis inferensi murid dan menyampaikan agenda latihan lanjutan pada pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks multimodal dengan petunjuk penanda visual eksplisit (guiding arrows pada takarir dan objek gambar), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks multimodal dengan takarir bernuansa metaforis kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding menggunakan lembar bantuan bertahap (sentence starters: 'The visual evidence shows... which implies that...'), sedangkan murid mandiri langsung mengisi tabel sintesis inferensi.
- Produk: Murid menuangkan hasil evaluasi inferensi tersirat dalam bentuk tabel 4 kolom terstruktur atau paragraf simpulan analitis yang memuat bukti dan inferensi secara terpadu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal diagnostik pilihan biner: Murid membaca 1 unggahan mikro (foto meja belajar berantakan pukul 04:30 dengan takarir 'Still grinding while the world sleeps #Goals') dan menentukan inferensi tersirat: Opsi A: 'The author constructs an identity of a dedicated and hard-working person' vs Opsi B: 'The author has a medical sleep disorder'. (Kunci: Opsi A benar; Opsi B salah/pengalih).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja evaluasi inferensi teks multimodal Maudy Ayunda (3 butir target: identifikasi nilai tersirat, konstruksi identitas diri, dan keselarasan bukti visual-tekstual sesuai kunci acuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir reflektif-analitis di akhir sesi: Murid menuliskan 1 inferensi tersirat mengenai identitas kreator dari kutipan visual kartu: 'Foto sepatu lari berlumpur di depan pintu dengan takarir: 10K done before breakfast.' (Kriteria penerimaan: murid mengaitkan bukti visual sepatu lumpur/takarir 10K dengan inferensi identitas berupa kedisiplinan diri, komitmen pada kebugaran fisik, atau gaya hidup tangguh).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: memilih inferensi tersirat tepat dari 1 contoh mikro teks multimodal.
- Asesmen proses (LKPD Analisis Inferensi Multimodal): penilaian ketepatan evaluasi informasi tersirat berdasarkan bukti teks/gambar, pengetahuan latar, dan pengalaman pada unggahan figur publik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengevaluasi Informasi Tersirat Teks Multimodal | Belum mampu menentukan informasi tersirat; simpulan hanya mengulang informasi tersurat literal atau melenceng tanpa mengacu pada bukti visual/teks. | Mengevaluasi informasi tersirat secara tepat pada 1 dari 3 butir target berdasarkan bukti multimodal dengan bantuan panduan guru. | Mengevaluasi informasi tersirat secara tepat pada 2 dari 3 butir target (nilai yang dianut, identitas yang dikonstruksi, keselarasan visual-teks) dengan menyertakan bukti multimodal secara mandiri. | Mengevaluasi seluruh 3 butir target informasi tersirat secara komprehensif, tepat, dan mandiri dengan mengintegrasikan bukti tekstual/visual, pengetahuan awal, serta pengalaman secara logis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas pemodelan inferensi berbasis bukti (evidence-based inference) berhasil membantu murid membedakan fakta tersurat dengan pesan tersirat pada unggahan media sosial?
- Bagian mana dari evaluasi teks multimodal yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid dalam menghubungkan visual dan takarir?
Murid:- Bagaimana cara saya membedakan antara asumsi pribadi yang tidak berdasar dengan inferensi tersirat yang didukung bukti teks dan visual?
- Mengapa penting bagi saya untuk mampu 'reading between the lines' saat melihat identitas yang ditampilkan orang lain di media sosial?
Pertemuan 5 — Mengomunikasikan Gagasan dan Menunjukkan Strategi Koreksi Kaidah Menulis pada Teks Nonfiksi Multimodal Literasi Digital — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.5 Mengomunikasikan gagasan secara multimodal dalam teks nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat tentang isu terkini literasi digital menggunakan media presentasi digital
- TP 11.1.6 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis secara mandiri pada teks nonfiksi tentang isu terkini literasi digital
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target pembelajaran terkait menyusun draf teks multimodal dan menerapkan strategi koreksi mandiri (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca satu draf tak tersunting berisi 3 kalimat isu jejak digital di layar, lalu diminta mengenali kesalahan tata bahasa dan urutan transisi (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati model draf multimodal nonfiksi tentang 'Managing Digital Footprint' yang memadukan headline, caption naratif singkat, dan bagan alur sekuensial (transitional words: 'First', 'Next', 'Then', 'Finally') untuk memahami keterpaduan struktur teks dan unsur kebahasaan (15 menit).
- Guru memodelkan 'Self-Correction Strategy Checklist' (memeriksa: 1. Subject-verb agreement & subject questions; 2. Transitional words sequence; 3. Multimodal alignment antara teks dan visual) pada teks percontohan di layar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan dalam suasana kompetisi ceria ('Error Detective Challenge'), murid menerima lembar kerja draf berantakan berisi 4 kekeliruan kaidah penulisan dan berlomba menandai serta memperbaikinya menggunakan simbol koreksi standar dalam batas waktu yang ditentukan (20 menit).
- Secara mandiri, murid menyusun draf teks nonfiksi multimodal (1 judul/headline, 1 visual/grafik pendukung, dan 1 paragraf caption 4-5 kalimat bertema literasi digital: perlindungan data pribadi) pada aplikasi media presentasi digital (Google Slides / Canva) (35 menit).
- Murid menerapkan strategi koreksi mandiri dengan mencentang lembar periksa (checklist) pribadi untuk mendeteksi dan memperbaiki langsung kaidah penulisan (struktur kalimat, subject questions, dan kata transisi) pada teks draf mereka sendiri (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan tentang strategi koreksi mana yang paling membantunya memperbaiki draf secara mandiri dan kendala yang dihadapi saat menyelaraskan visual dengan teks (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pentingnya strategi penyuntingan mandiri sebelum mengomunikasikan gagasan multimodal di ruang digital (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja mandiri murid serta menyampaikan agenda asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang (sentence frames) untuk kata transisi dan daftar kosakata inti literasi digital; murid yang mahir diberikan tantangan memasukkan 2 variasi subject question kompleks dalam draf multimodal.
- Proses: Murid yang belum percaya diri menyunting mandiri dibimbing dengan checklist bertahap satu per satu kaidah, sedangkan murid yang mandiri langsung memeriksa draf secara menyeluruh.
- Produk: Format draf multimodal dapat disusun dalam slide presentasi digital 1 lembar sederhana atau desain poster presentasi digital interaktif dengan infografik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi 3 kesalahan kaidah menulis pada draf tayangan: '1. What make our password weak? (salah verb agreement); 2. Next, we must to click the link; 3. Finally, anyone can stolen your identity.' (Kriteria ketercapaian: murid mampu menunjukkan minimal 2 dari 3 kesalahan tersebut dengan acuan: koreksi 'makes', 'must click', dan 'steal/stolen -> be stolen').
Proses:- Pemeriksaan unjuk kerja 'Error Detective Challenge' pada 4 kalimat latihan: (1) 'Who do create strong passwords?' -> koreksi: 'Who creates strong passwords?'; (2) 'Then, you should sharing your OTP.' -> koreksi: 'Then, you should not share / you should share -> should not share'; (3) 'First, check privacy setting before posting.' -> koreksi: 'settings'; (4) 'Finally, digital footprints lasts forever.' -> koreksi: 'footprints last'. Acuan: mendeteksi 4 kesalahan kaidah dan kata transisi.
- Observasi keterlaksanaan lembar checklist strategi koreksi mandiri saat murid merevisi draf multimodal nonfiksi pada media presentasi digital (memeriksa struktur teks headline-caption-visual, kata transisi, dan ketepatan kaidah menulis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri (Exit Ticket) berupa 1 draf final teks multimodal 1 slide presentasi digital: wajib memuat 1 gambar/grafik relevan, 1 judul, dan 1 caption (minimal 4 kalimat yang menggunakan minimal 2 transitional words dan 1 subject question yang kaidahnya sudah dikoreksi mandiri). Kriteria penerimaan: teks bebas dari kesalahan fatal subject-verb agreement dan visual mendukung topik literasi digital.
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan 'Error Detective Challenge' berpasangan
- Penilaian produk draf teks multimodal pada media presentasi digital beserta lembar checklist strategi koreksi mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan Gagasan secara Multimodal pada Media Presentasi Digital (TP 11.1.5) | Gagasan teks nonfiksi belum selaras antara visual dan teks tertulis pada media presentasi digital; struktur teks tidak lengkap (hanya teks tanpa gambar atau sebaliknya). | Mengomunikasikan gagasan nonfiksi pada media presentasi digital dengan visual dan teks yang terhubung, namun struktur teks atau unsur kebahasaan (transitional words) masih belum tepat. | Mengomunikasikan gagasan nonfiksi secara multimodal pada media presentasi digital dengan visual yang relevan, struktur teks lengkap (judul, caption, visual), dan unsur kebahasaan yang tepat. | Mengomunikasikan gagasan nonfiksi secara multimodal pada media presentasi digital secara mandiri dengan integrasi visual-teks yang sangat padu, struktur lengkap, dan unsur kebahasaan yang kompleks serta tepat. | | Strategi Koreksi Mandiri dalam Kaidah Menulis (TP 11.1.6) | Belum mampu menunjukkan langkah koreksi mandiri; draf teks nonfiksi masih memuat banyak kekeliruan kaidah menulis tanpa tanda perbaikan. | Mampu menunjukkan strategi koreksi mandiri namun hanya memperbaiki sebagian kecil (kurang dari separuh) kesalahan kaidah menulis pada draf teks nonfiksi. | Mampu menunjukkan strategi koreksi mandiri secara konsisten dengan melengkapi lembar checklist dan memperbaiki sebagian besar kesalahan kaidah menulis (tata bahasa dan kata transisi) pada draf teks nonfiksi. | Mampu menunjukkan strategi koreksi mandiri secara komprehensif, mengidentifikasi dan memperbaiki seluruh kesalahan kaidah menulis pada draf teks nonfiksi secara mandiri dan akurat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi murid untuk merancang draf multimodal sekaligus melaksanakan koreksi mandiri?
- Bagian kaidah menulis apa yang paling sering terlewat oleh murid saat mereka melakukan strategi koreksi mandiri?
Murid:- Strategi koreksi apa yang paling membantuku menemukan kesalahan dalam kalimat bahasa Inggrisku sebelum dipresentasikan?
- Bagaimana penggunaan media presentasi digital membantuku menyampaikan pesan tentang literasi digital secara lebih jelas kepada orang lain?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Menganalisis alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan nonfiksi tentang isu terkini literasi digital
- TP 11.1.2 Menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu terkini literasi digital dan identitas diri
- TP 11.1.3 Mengevaluasi informasi tersurat dari teks multimodal tentang isu terkini literasi digital dan pembentukan identitas
- TP 11.1.4 Mengevaluasi informasi tersirat dari teks multimodal tentang isu terkini pembentukan identitas di media digital
- TP 11.1.5 Mengomunikasikan gagasan secara multimodal dalam teks nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat tentang isu terkini literasi digital menggunakan media presentasi digital
- TP 11.1.6 Menunjukkan strategi koreksi dalam kaidah menulis secara mandiri pada teks nonfiksi tentang isu terkini literasi digital
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1, alur pengerjaan tiga tugas utama (tes analisis & penyuntingan individual, finalisasi produk multimodal kelompok, dan unjuk kerja dialog lisan serentak), serta membacakan aturan pengerjaan yang objektif dan tertib (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis pada Lembar Kerja Asesmen Sumatif yang mencakup teks audio transkrip monolog 'Curating Digital Identity', unggahan multimodal infografis 'The Online Mirror', teks nonfiksi berkaidah rancu untuk disunting mandiri, panduan rubrik produk presentasi digital, serta tema pemantik dialog lisan berpasangan/kelompok (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- TUGAS 1 (Individual, 50 menit): Murid mendengarkan pemutaran audio monolog nonfiksi 'Curating Digital Identity' sebanyak dua kali, mengisi diagram alur informasi (3 tahapan alur: introduction to digital footprint, challenges of algorithmic personas, and mindful online identity curation), menjawab 3 butir evaluasi informasi tersurat (butir 1: platform data collection rate; butir 2: defined role of online peer feedback; butir 3: percentage of teens managing multiple accounts), menjawab 2 butir inferensi tersirat teks multimodal 'The Online Mirror' (butir 4: content creator's implied bias toward selective authenticity; butir 5: underlying message regarding social validation), serta menyunting teks nonfiksi bertema literasi digital yang memuat 4 kesalahan spesifik dengan mencantumkan jejak koreksi mandiri pada lembar kerja (45 menit).
- TUGAS 2 (Kelompok, 40 menit): Dalam kelompok kecil (4 orang), murid memfinalisasi draf produk media presentasi digital (infografis/slide presentasi) nonfiksi yang mengomunikasikan gagasan literasi digital dan konstruksi identitas pemuda, memastikan kelengkapan struktur teks nonfiksi (introduction, arguments/body points, recommendation) dan ketepatan unsur kebahasaan (transitional words of sequence, subject questions), lalu mengunggah/mengumpulkan berkas digital final kepada guru (40 menit).
- TUGAS 3 (Kelompok Terstruktur, 25 menit): Secara serentak dalam 7 kelompok kecil (masing-masing 4 orang terbagi menjadi 2 pasang dialog bergantian), murid melaksanakan unjuk kerja berbicara terstruktur menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen terkait mosi kontroversial: 'Is curated digital identity authentic self-expression or mere social conformity?', sementara guru mengobservasi dan menilai performa murid secara bergilir menggunakan rubrik observasi dialog lisan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar refleksi diri asesmen sumatif secara mandiri untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi dan strategi belajar yang telah diterapkan sepanjang Bab 1 (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja analisis teks, draf koreksi, berkas digital kelompok, dan lembar refleksi murid (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan integritas seluruh murid selama asesmen berlangsung, merangkum pencapaian pembelajaran Bab 1 secara umum, dan menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan naskah teks tertulis (transkrip cetak) monolog audio bagi murid dengan hambatan pendengaran tanpa mengubah butir soal analisis alur informasi.
- Proses: Memberikan penyesuaian tata letak tempat duduk bagi murid yang memerlukan ruang gerak khusus saat unjuk kerja dialog serentak tanpa mengurangi durasi interaksi berbicara.
- Produk: Format berkas presentasi digital kelompok dapat berupa infografis digital statis (PDF/PNG) atau slide presentasi interaktif digital (PPTX/Canva link) dengan rubrik penilaian dan kompetensi yang sama persis.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes analisis teks multimodal dan penyuntingan tertulis serentak, penyusunan produk publikasi digital kelompok, serta unjuk kerja berbicara interaktif berpasangan serentak: lembar kerja analisis pesan multimodal dan draf hasil penyuntingan mandiri, berkas infografis/karya multimodal digital mengenai literasi digital, serta performa dialog lisan langsung berisi pertahanan argumen terkait identitas di dunia maya
- tes tertulis analisis dan penyuntingan mandiri serentak: lembar kerja siswa yang memuat diagram alur informasi dari rekaman monolog audio nonfiksi, tabel evaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal digital, serta draf teks nonfiksi yang dilengkapi jejak koreksi mandiri ejaan dan struktur kalimat (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban, lembar koreksi mandiri, dan rubrik evaluasi pemahaman teks multimodal)
- penilaian produk presentasi digital: draf final media presentasi digital (infografis/slide interaktif) nonfiksi yang mengomunikasikan gagasan literasi digital dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang sesuai (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk teks multimodal digital)
- unjuk kerja dialog lisan serentak dalam kelompok kecil: kinerja berbicara murid dalam menyampaikan pendapat dan mempertahankan argumen tentang identitas digital melalui diskusi terstruktur dalam kelompok (4 orang per kelompok, 7 kelompok berjalan serentak) yang dipantau bergiliran oleh guru (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara interaktif dan lembar catatan observasi guru)
Sumatif:- kombinasi tes analisis teks multimodal dan penyuntingan tertulis serentak, penyusunan produk publikasi digital kelompok, serta unjuk kerja berbicara interaktif berpasangan serentak: lembar kerja analisis pesan multimodal dan draf hasil penyuntingan mandiri, berkas infografis/karya multimodal digital mengenai literasi digital, serta performa dialog lisan langsung berisi pertahanan argumen terkait identitas di dunia maya
- tes tertulis analisis dan penyuntingan mandiri serentak: lembar kerja siswa yang memuat diagram alur informasi dari rekaman monolog audio nonfiksi, tabel evaluasi informasi tersurat dan tersirat dari teks multimodal digital, serta draf teks nonfiksi yang dilengkapi jejak koreksi mandiri ejaan dan struktur kalimat (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban, lembar koreksi mandiri, dan rubrik evaluasi pemahaman teks multimodal)
- penilaian produk presentasi digital: draf final media presentasi digital (infografis/slide interaktif) nonfiksi yang mengomunikasikan gagasan literasi digital dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang sesuai (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk teks multimodal digital)
- unjuk kerja dialog lisan serentak dalam kelompok kecil: kinerja berbicara murid dalam menyampaikan pendapat dan mempertahankan argumen tentang identitas digital melalui diskusi terstruktur dalam kelompok (4 orang per kelompok, 7 kelompok berjalan serentak) yang dipantau bergiliran oleh guru (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja berbicara interaktif dan lembar catatan observasi guru)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Alur Informasi Teks Lisan (TP 11.1.1) [Acuan: Urutan 3 tahap: [A] Introduction of digital footprint, [B] Algorithmic echo chambers, [C] Mindful curation] | Menentukan 0 atau hanya 1 tahapan alur informasi secara tepat. | Menentukan 2 dari 3 tahapan alur informasi teks lisan secara tepat. | Menentukan seluruh 3 tahapan alur informasi secara berurutan dan tepat sesuai acuan teks lisan. | Menentukan seluruh 3 tahapan alur informasi teks lisan secara berurutan, tepat sesuai acuan, dan menguraikan intisari tiap tahapan secara mandiri. | | Mengevaluasi Informasi Tersurat & Tersirat Multimodal (TP 11.1.3 & TP 11.1.4) [Acuan: 3 butir tersurat (82% data tracking, peer feedback branding, 67% secondary accounts) dan 2 butir tersirat (authenticity suppression, superficial validation)] | Menjawab dengan tepat 1-2 butir dari total 5 butir pertanyaan tersurat dan tersirat. | Menjawab dengan tepat 3 butir dari total 5 butir pertanyaan tersurat dan tersirat. | Menjawab dengan tepat 4 dari total 5 butir pertanyaan tersurat dan tersirat. | Menjawab dengan tepat seluruh 5 butir pertanyaan (3 tersurat dan 2 tersirat) sesuai acuan kunci evaluasi. | | Strategi Koreksi Mandiri Kaidah Menulis (TP 11.1.6) [Acuan 4 target: 'influencers share', 'Therefore', 'identity', 'Who shapes the trend?'] | Menemukan dan memperbaiki 0-1 kesalahan kaidah menulis. | Menemukan dan memperbaiki 2 dari 4 kesalahan kaidah menulis disertai jejak koreksi. | Menemukan dan memperbaiki 3 dari 4 kesalahan kaidah menulis disertai jejak koreksi yang jelas. | Menemukan dan memperbaiki seluruh 4 target kesalahan kaidah menulis secara mandiri dan tepat sesuai kaidah. | | Mengomunikasikan Gagasan Multimodal (TP 11.1.5) [Acuan: Struktur lengkap (Intro, Arguments, Recommendation) & Unsur bahasa (sequence words, subject questions)] | Produk digital memuat struktur teks yang belum lengkap (hanya 1 bagian) dan banyak kesalahan unsur kebahasaan. | Produk digital memuat 2 bagian struktur teks nonfiksi dan memuat salah satu unsur kebahasaan yang ditargetkan. | Produk digital memuat seluruh struktur teks nonfiksi secara lengkap dan menerapkan sequence words serta subject question secara tepat. | Produk digital memuat struktur teks nonfiksi yang sangat terpadu, menerapkan seluruh unsur kebahasaan target secara akurat, serta perpaduan teks dan visual multimodal sangat komunikatif. | | Mengungkapkan Pendapat & Mempertahankan Argumen Lisan (TP 11.1.2) [Acuan: Penggunaan ragam ekspresi opini, pembelaan argumen, dan koherensi interaksi] | Hanya mampu menyampaikan 1 opini sederhana tanpa mampu mempertahankan argumen ketika ditanggapi. | Mampu menyampaikan opini dan memberikan 1 alasan pembelaan argumen meski masih terbata-bata. | Mampu menggunakan ungkapan opini dan mempertahankan argumen dengan alasan logis secara konsisten selama dialog. | Mampu mengungkapkan opini kompleks dan mempertahankan argumen secara lancar, responsif terhadap sanggahan rekan bicara, serta menggunakan variasi bahasa Inggris yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit untuk tiga tugas terintegrasi (tertulis, produk digital, dan unjuk kerja lisan) terlaksana secara efektif dan tertib?
- Bagian asesmen mana yang paling menantang bagi sebagian besar murid dalam menunjukkan kompetensi literasi digital dan kaidah kebahasaan?
Murid:- Tugas asesmen mana yang paling mencerminkan kemampuan terbaik saya dalam berbahasa Inggris pada Bab 1 ini?
- Strategi apa yang telah membantu saya mengoreksi tulisan sendiri dan mempertahankan argumen secara percaya diri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022)
- File audio monolog nonfiksi 'Navigating Online Identity and Digital Literacy'
- Lembar kerja Graphic Organizer Alur Informasi
- Kartu aktivitas Sequence Relay Game
- Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022) Unit 1: Digital Literacies and My Identities
- Kartu Skenario Diskusi Isu Identitas Digital (Skenario A & B)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI Unit 1 (Kemendikbudristek 2022)
- Lembar Kerja Teks Multimodal (infografik simulasi digital identity & social media safety)
- Kartu klausa Fact-Check Sprint (materi visual cetak/digital)
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 1: Digital Literacies and My Identities)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Unit 1, Viewing Activity 1-4)
- Lembar Kerja Murid: Tabel Evaluasi Inferensi Teks Multimodal (Making Inferences Chart)
- Contoh unggahan media sosial multimodal figur publik (Aan Mansyur dan Maudy Ayunda)
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI Unit 1 (Kemendikbudristek, 2022)
- Aplikasi presentasi digital (Google Slides / Canva) atau lembar kertas karton template presentasi multimodal
- Lembar Periksa Strategi Koreksi Mandiri (Self-Correction Checklist)
- Buku Panduan Guru Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek, 2022) Unit 1: Digital Literacies and My Identities
- Buku Siswa Bahasa Inggris: English for Change untuk SMA/MA Kelas XI Unit 1
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 1 (Diagram alur monolog, infografis multimodal 'The Online Mirror', teks nonfiksi untuk disunting)
- Rekaman Audio Monolog Nonfiksi 'Curating Digital Identity'
- Perangkat digital/laptop untuk penyusunan presentasi infografis digital
|