MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D) Topik: Menyajikan Ungkapan Kepedulian dari Legenda dalam Bentuk Video Singkat dan Poster INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Menyajikan Ungkapan Kepedulian dari Legenda dalam Bentuk Video Singkat dan Poster |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merancang naskah video singkat (1–2 menit) yang memuat ungkapan kepedulian berdasarkan pesan moral legenda yang telah dibaca atau ditonton.
- Murid dapat menyajikan ungkapan kepedulian dalam bentuk teks multimodal (video singkat disertai poster) yang mencerminkan nilai moral dari legenda.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merasa tergugah setelah membaca atau menonton sebuah legenda? Nilai atau pesan apa yang paling kamu rasakan dan ingin kamu sampaikan kepada orang lain?
- Jika kamu bisa berbicara langsung kepada tokoh dalam legenda favoritmu, apa yang akan kamu ucapkan sebagai bentuk kepedulianmu terhadap nasib atau perjuangannya?
- Mengapa menyampaikan pesan moral lewat video dan poster bisa lebih kuat dampaknya dibandingkan hanya bercerita secara lisan biasa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid duduk nyaman. Guru memulai dengan mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membangkitkan ingatan murid terhadap legenda yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
- Guru meminta 2–3 murid secara sukarela menyebutkan judul legenda dan satu pesan moral yang paling berkesan bagi mereka sebagai asesmen awal/diagnostik.
- Guru menayangkan contoh singkat (30–60 detik) sebuah video apresiasi legenda atau poster bermakna sebagai stimulus dan jembatan menuju kegiatan inti.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara ringkas: murid akan merancang naskah dan menyajikan ungkapan kepedulian melalui video singkat disertai poster berdasarkan legenda pilihan mereka.
- Guru menjelaskan alur kegiatan dan produk yang diharapkan hari ini serta rubrik penilaian yang akan digunakan agar murid memahami ekspektasi sejak awal.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengulas kembali bersama murid apa yang dimaksud dengan 'ungkapan kepedulian' dalam konteks legenda — bukan sekadar menceritakan isi, melainkan menyampaikan apresiasi, empati, dan makna nilai moral secara personal dan argumentatif.
- Guru menampilkan contoh dua versi tanggapan terhadap legenda: versi pertama hanya merangkum isi cerita, versi kedua berisi ungkapan kepedulian yang disertai alasan dan nilai moral. Murid diminta mengidentifikasi perbedaannya secara berpasangan (think-pair-share).
- Guru mengingatkan kembali elemen poster yang efektif: gambar/ilustrasi yang relevan, kalimat pesan yang singkat dan menyentuh, kutipan atau pesan moral dari legenda, serta komposisi warna yang mendukung pesan — merujuk pada materi iklan dan poster yang telah dipelajari di kelas 8.
- Guru memberikan kerangka naskah video singkat kepada murid: (a) sapa audiens dan sebutkan judul legenda, (b) sampaikan perasaan/reaksi pribadimu terhadap tokoh atau peristiwa, (c) ungkapkan nilai moral yang kamu pelajari, (d) ajak audiens untuk merefleksikan nilai tersebut dalam kehidupan nyata, (e) tutup dengan kalimat yang menggugah.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memilih satu legenda yang telah dibaca atau ditonton (boleh legenda yang dipelajari di bab ini atau legenda lain yang mereka kenal) sebagai dasar karya mereka.
- Secara individu, murid merancang naskah video singkat (1–2 menit) menggunakan kerangka yang telah diberikan. Guru berkeliling memberikan umpan balik singkat terhadap naskah yang sedang disusun, terutama memastikan ada unsur ungkapan kepedulian yang autentik dan argumen nilai moral yang jelas.
- Setelah naskah selesai, murid merancang sketsa poster yang mendampingi video: menentukan gambar/ilustrasi, memilih kalimat pesan moral yang kuat dan ringkas, serta mengatur komposisi sederhana di kertas atau perangkat digital.
- Murid yang selesai lebih awal diminta merekam video mereka menggunakan gawai pribadi atau yang disediakan sekolah, atau berlatih menyampaikan naskah di depan kamera/pasangan sebagai simulasi.
- Guru memfasilitasi sesi presentasi singkat: 3–5 murid secara sukarela atau ditunjuk menyampaikan naskah video mereka di depan kelas (jika waktu terbatas, presentasi dapat dilakukan dalam kelompok kecil). Murid lain memberikan tanggapan apresiasi menggunakan kalimat kepedulian.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Dari naskah dan poster yang kalian buat hari ini, nilai moral dari legenda mana yang paling relevan dengan kehidupan kalian saat ini? Mengapa?'
- Murid menuliskan satu paragraf refleksi singkat di buku catatan atau lembar refleksi: apa yang sudah berhasil dalam ungkapan kepedulian yang mereka buat, dan apa yang ingin mereka perbaiki jika ada kesempatan merevisi.
- Guru mengajak murid melakukan penilaian sejawat sederhana: setiap murid memberikan satu kalimat apresiasi dan satu saran konstruktif kepada teman yang mempresentasikan naskahnya.
- Guru merangkum temuan dari kegiatan: menunjukkan bahwa ungkapan kepedulian yang kuat bukan hanya menyentuh hati, tetapi juga mendorong refleksi dan perubahan sikap — itulah kekuatan teks multimodal.
Penutup:- Guru mengapresiasi usaha dan kreativitas seluruh murid dalam merancang naskah dan poster hari ini.
- Guru meminta murid menyerahkan naskah video dan sketsa poster (fisik atau digital) sebagai bukti hasil belajar hari ini untuk asesmen sumatif.
- Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum selesai merekam video dapat menyelesaikannya sebagai tugas mandiri dan mengumpulkan melalui saluran yang disepakati.
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan refleksi penutup: 'Setelah hari ini, bagaimana cara kalian akan menyampaikan kepedulian terhadap nilai budaya lokal kepada orang-orang di sekitar kalian?'
- Guru menutup kelas dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid dengan pemahaman lebih lambat diberikan pilihan legenda yang lebih pendek dan sederhana (misalnya versi ringkas Malin Kundang atau Bawang Merah Bawang Putih) serta kerangka naskah yang lebih terstruktur dengan pertanyaan panduan pada tiap bagian. Murid dengan pemahaman lebih cepat diarahkan memilih legenda yang lebih kompleks atau legenda daerah yang kurang dikenal, dan didorong untuk mengembangkan naskah dengan diksi yang lebih kaya dan argumen nilai moral yang lebih mendalam.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan dukungan lebih, video legenda dapat diputar ulang atau tersedia versi teks transkrip. Guru atau teman sebaya dapat mendampingi saat menyusun naskah. Bagi murid yang lebih cepat, mereka dapat langsung berlatih rekaman video dan memberikan umpan balik kepada teman lain.
- Produk: Murid bebas memilih format produk sesuai kemampuan: naskah tertulis saja, naskah disertai sketsa poster manual, atau naskah disertai poster digital. Perekaman video menjadi pengayaan bagi yang mampu menyelesaikan lebih cepat. Murid yang memiliki kemampuan teknologi dapat menggunakan aplikasi editing sederhana untuk mempercantik posternya.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid secara lisan menyebutkan satu judul legenda yang telah dipelajari dan satu pesan moral yang paling berkesan. Guru mencatat respons untuk memetakan kesiapan belajar murid: apakah mereka sudah memahami konsep pesan moral, atau masih sebatas menceritakan isi.
- Guru mengajukan pertanyaan singkat: 'Apa perbedaan antara menceritakan isi legenda dengan mengungkapkan kepedulian terhadap legenda?' — jawaban murid menjadi pijakan untuk menentukan kedalaman penjelasan yang dibutuhkan di tahap Memahami.
Proses:- Selama tahap Memahami: guru mengamati diskusi berpasangan saat murid membandingkan dua versi tanggapan terhadap legenda — apakah murid mampu mengidentifikasi unsur kepedulian versus sekadar ringkasan.
- Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan membaca naskah yang sedang disusun, memberikan umpan balik langsung. Guru mencatat murid yang naskahnya belum memuat ungkapan kepedulian yang jelas untuk diberikan scaffolding tambahan.
- Penilaian sejawat lisan saat presentasi naskah: guru memantau kualitas apresiasi yang diberikan antar murid sebagai indikator pemahaman mereka terhadap kriteria ungkapan kepedulian yang baik.
Akhir:- Murid mengumpulkan naskah video singkat (tertulis) yang memuat ungkapan kepedulian berdasarkan pesan moral legenda. Naskah dinilai menggunakan rubrik dengan aspek: kesesuaian isi dengan pesan moral legenda, keautentikan ungkapan kepedulian, kualitas argumen, dan penggunaan bahasa.
- Murid mengumpulkan sketsa/hasil poster yang menampilkan pesan kepedulian secara visual dan verbal. Poster dinilai menggunakan rubrik dengan aspek: kesesuaian visual dengan pesan moral, kekuatan kalimat pesan, dan kreativitas komposisi.
- Murid mengisi lembar refleksi singkat sebagai bukti kesadaran diri terhadap proses belajar (asesmen sebagai pembelajaran).
Formatif:- Tanya jawab lisan saat murid menyebutkan pesan moral legenda di awal pembelajaran (diagnostik).
- Observasi guru saat murid menyusun naskah: apakah naskah memuat ungkapan kepedulian yang autentik, bukan sekadar ringkasan cerita.
- Penilaian sejawat: setiap murid memberikan satu apresiasi dan satu saran kepada teman yang mempresentasikan naskahnya.
- Umpan balik lisan guru saat berkeliling kelas selama tahap Mengaplikasi.
Sumatif:- Naskah video singkat (1–2 menit) yang memuat ungkapan kepedulian berdasarkan pesan moral legenda — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Sketsa atau hasil poster yang menampilkan pesan moral dari legenda secara visual dan verbal — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Presentasi lisan naskah (bagi murid yang maju) dinilai berdasarkan kelancaran, ekspresi, dan kesesuaian isi dengan ungkapan kepedulian.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Naskah dengan Pesan Moral Legenda | Naskah tidak menunjukkan hubungan dengan pesan moral legenda; isi hanya merangkum atau menceritakan ulang cerita tanpa kaitan nilai moral. | Naskah menyebutkan pesan moral legenda, tetapi hubungan antara ungkapan kepedulian dan nilai moral masih samar atau tidak konsisten. | Naskah memuat pesan moral legenda secara jelas dan menghubungkannya dengan ungkapan kepedulian yang relevan dan tersampaikan dengan baik. | Naskah memuat pesan moral legenda secara mendalam, menghubungkannya dengan ungkapan kepedulian yang autentik, dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata secara meyakinkan. | | Keautentikan dan Kedalaman Ungkapan Kepedulian | Ungkapan kepedulian tidak tampak dalam naskah; murid tidak menyampaikan perasaan, empati, atau apresiasi terhadap tokoh atau nilai dalam legenda. | Ada ungkapan kepedulian, tetapi sebatas kalimat 'suka' atau 'tidak suka' tanpa disertai alasan atau argumen yang jelas. | Ungkapan kepedulian disampaikan dengan perasaan dan alasan yang jelas; murid mampu mengapresiasi tokoh atau nilai dengan argumen yang mendukung. | Ungkapan kepedulian sangat personal, empatik, dan argumentatif; murid mampu menggugah rasa empati audiens melalui diksi yang tepat, ekspresi yang tulus, dan argumen yang kuat. | | Kualitas Poster (Visual dan Verbal) | Poster tidak menampilkan pesan kepedulian; gambar dan tulisan tidak relevan dengan legenda atau pesan moralnya. | Poster menampilkan elemen legenda (misalnya judul atau tokoh), tetapi pesan kepedulian belum tampak jelas melalui gambar maupun kalimat. | Poster menampilkan pesan moral dari legenda secara visual dan verbal dengan komposisi yang cukup jelas; kalimat pesan singkat dan relevan. | Poster menampilkan pesan kepedulian secara kuat melalui kombinasi gambar, warna, dan kalimat yang menyentuh; komposisi kreatif dan pesan mudah dipahami oleh audiens. | | Penggunaan Bahasa dalam Naskah | Bahasa yang digunakan tidak santun, tidak jelas, atau tidak dapat dipahami; banyak kalimat yang tidak logis atau tidak efektif. | Bahasa yang digunakan cukup santun dan dapat dipahami, tetapi pilihan kata kurang tepat untuk menyampaikan kepedulian; kalimat masih kaku. | Bahasa santun, jelas, dan efektif; pilihan kata cukup tepat untuk menyampaikan ungkapan kepedulian dengan baik. | Bahasa santun, ekspresif, dan menggugah hati; murid menggunakan diksi yang kaya, kalimat yang mengalir, dan mampu menyentuh perasaan audiens. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah kerangka naskah yang saya berikan cukup membantu murid untuk membedakan ungkapan kepedulian dari sekadar merangkum isi legenda?
- Murid mana yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang pesan moral, dan murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih untuk pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu 2x40 menit cukup untuk semua tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pembelajaran berikutnya?
- Seberapa efektif strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini dalam mengakomodasi murid dengan berbagai tingkat kemampuan?
Refleksi Murid:- Pesan moral dari legenda mana yang paling menyentuh hatimu hari ini, dan mengapa pesan itu terasa penting bagimu secara pribadi?
- Apa bagian yang paling menantang saat menyusun naskah video kepedulianmu — apakah menemukan kata-kata yang tepat, menghubungkan dengan nilai moral, atau hal lainnya?
- Jika kamu bisa memperbaiki satu hal dari naskah atau poster yang sudah kamu buat hari ini, apa yang akan kamu ubah dan mengapa?
- Setelah membuat karya ini, apakah cara pandangmu terhadap nilai budaya dalam legenda berubah? Ceritakan!
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi) — Bab 4 Subbab D, hlm. 172
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IX — Panduan Khusus Bab IV, hlm. 167 dan 187
- Video legenda Indonesia (misalnya Malin Kundang, Sangkuriang, Roro Jonggrang, atau legenda daerah setempat) yang dapat diakses secara daring atau disediakan guru
- Lembar kerangka naskah video singkat (disiapkan guru)
- Kertas gambar / kertas A4 untuk sketsa poster manual
- Perangkat digital (gawai/tablet/laptop) untuk murid yang mengerjakan poster digital
- Aplikasi desain sederhana (Canva, Google Slides, atau aplikasi sejenis) sebagai alat opsional untuk membuat poster digital
- Spidol warna / pensil warna untuk poster manual
- Lembar rubrik penilaian (dibagikan kepada murid di awal pembelajaran)
- Lembar refleksi murid (disiapkan guru)
|