MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D) Topik: Menggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Menggali Legenda Daerah Setempat melalui Wawancara dan Observasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyusun daftar pertanyaan wawancara dan melaksanakan wawancara kepada tokoh/orang yang dituakan di daerahnya untuk menggali informasi tentang legenda lokal
- Murid dapat mencatat informasi penting dari hasil wawancara sebagai bahan dasar penulisan teks legenda daerah setempat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah kalian pernah mendengar cerita legenda dari kakek, nenek, atau orang tua di daerah kalian?
- Siapa yang biasanya menyimpan dan menceritakan legenda di lingkungan sekitar kalian?
- Bagaimana cara kita bisa menggali informasi tentang legenda lokal yang mungkin mulai terlupakan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa, mengecek kehadiran murid
- Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang aktivitas wawancara sebagai apersepsi
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan belajar menyusun pertanyaan wawancara dan mencatat informasi penting dari narasumber tentang legenda lokal
- Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang legenda di daerah mereka
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang wawancara dan legenda yang mereka ketahui
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan pentingnya wawancara sebagai metode untuk menggali informasi legenda lokal yang diwariskan secara lisan
- Murid mengamati contoh daftar pertanyaan wawancara yang telah disiapkan guru (contoh: Apakah tempat ini memiliki legenda? Bagaimana ceritanya? Apakah ada kisah legenda lain?)
- Guru menjelaskan teknik dan etika mewawancarai narasumber: cara menyapa, meminta izin, mendengarkan dengan saksama, dan mengucapkan terima kasih
- Murid berdiskusi dalam kelompok kecil tentang siapa yang dapat dijadikan narasumber di lingkungan mereka (kakek, nenek, tokoh adat, sesepuh desa)
- Guru membimbing murid memahami jenis pertanyaan terbuka yang efektif untuk menggali cerita secara detail
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara individu atau berpasangan menyusun daftar minimal 5-7 pertanyaan wawancara yang relevan untuk menggali legenda daerah setempat
- Guru berkeliling memberikan umpan balik terhadap daftar pertanyaan yang disusun murid
- Murid melakukan simulasi wawancara dengan teman sebangku: satu berperan sebagai narasumber (tokoh/orang tua), satu sebagai pewawancara
- Selama simulasi, murid berlatih mencatat informasi penting dengan teknik mencatat cepat (kata kunci, frasa penting, urutan cerita)
- Guru mengamati dan memberikan asesmen formatif terhadap kemampuan murid dalam bertanya dan mencatat
- Murid memperbaiki daftar pertanyaan dan teknik mencatat berdasarkan pengalaman simulasi
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid merefleksikan pengalaman menyusun pertanyaan dan simulasi wawancara: Apa tantangan yang dihadapi? Apa yang sudah berhasil?
- Beberapa murid mempresentasikan daftar pertanyaan mereka dan menerima masukan dari teman sekelas
- Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya melestarikan legenda lokal sebagai bagian dari kearifan budaya daerah
- Murid menuliskan rencana tindak lanjut: kapan dan kepada siapa mereka akan melakukan wawancara sesungguhnya di luar jam sekolah
- Guru menegaskan bahwa hasil wawancara nyata akan menjadi bahan untuk menulis teks legenda pada pertemuan berikutnya
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: teknik menyusun pertanyaan wawancara, etika wawancara, dan cara mencatat informasi penting
- Murid mengisi lembar refleksi diri tentang pemahaman dan kesiapan mereka melakukan wawancara
- Guru memberikan penugasan: murid melakukan wawancara nyata kepada narasumber di lingkungan mereka dan membawa catatan hasil wawancara pada pertemuan berikutnya
- Guru menutup pembelajaran dengan motivasi agar murid bangga menjadi generasi yang melestarikan budaya lokal
- Berdoa dan salam penutup
Diferensiasi:- Konten: Murid dengan kemampuan lebih dapat menambahkan pertanyaan mendalam tentang nilai moral dan makna simbolik dalam legenda. Murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur dengan pilihan kata tanya yang sudah disediakan.
- Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung menyusun pertanyaan secara mandiri, sementara murid yang membutuhkan bantuan dapat bekerja berpasangan atau mendapat bimbingan guru secara intensif. Simulasi wawancara dapat disesuaikan durasinya sesuai kesiapan murid.
- Produk: Murid dapat memilih format mencatat: dalam bentuk tabel terstruktur, poin-poin, atau mind map sesuai gaya belajar mereka. Murid yang kreatif dapat menambahkan sketsa atau diagram untuk memperjelas catatan hasil wawancara.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid dengan wawancara
- Menanyakan legenda lokal yang sudah diketahui murid untuk mengukur pengetahuan awal
Proses:- Observasi saat murid menyusun pertanyaan wawancara: apakah pertanyaan relevan dan terbuka
- Penilaian kinerja saat simulasi wawancara: penggunaan bahasa santun, kemampuan mendengarkan, dan mencatat
- Umpan balik langsung terhadap daftar pertanyaan yang dibuat murid
Akhir:- Penilaian daftar pertanyaan wawancara final dengan rubrik yang telah ditentukan
- Refleksi tertulis murid tentang kesiapan melakukan wawancara nyata
- Penilaian rencana tindak lanjut wawancara yang disusun murid
Formatif:- Observasi selama diskusi kelompok dan simulasi wawancara
- Penilaian daftar pertanyaan wawancara yang disusun murid
- Penilaian kemampuan mencatat informasi penting saat simulasi
Sumatif:- Penilaian produk: daftar pertanyaan wawancara final yang siap digunakan
- Penilaian penugasan: hasil wawancara nyata dan catatan informasi penting (dinilai pada pertemuan berikutnya)
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kualitas Pertanyaan Wawancara | Pertanyaan kurang relevan dengan tujuan menggali legenda, bersifat tertutup (ya/tidak), dan kurang dari 5 pertanyaan | Pertanyaan cukup relevan tetapi sebagian masih tertutup, jumlah 5 pertanyaan dengan detail yang terbatas | Pertanyaan relevan dan sebagian besar terbuka, jumlah 5-6 pertanyaan yang mampu menggali informasi cerita dengan baik | Pertanyaan sangat relevan, terbuka, dan mendalam, jumlah 7 atau lebih pertanyaan yang mampu menggali detail cerita, nilai moral, dan konteks budaya | | Etika dan Teknik Wawancara | Belum menunjukkan pemahaman etika wawancara, bahasa kurang santun, tidak mendengarkan dengan baik | Mulai menerapkan etika wawancara tetapi masih kaku, bahasa cukup santun, mendengarkan tetapi belum responsif | Menerapkan etika wawancara dengan baik, bahasa santun dan komunikatif, mendengarkan dan responsif terhadap narasumber | Sangat menguasai etika wawancara, bahasa sangat santun dan komunikatif, mendengarkan aktif dengan pertanyaan lanjutan yang relevan | | Kemampuan Mencatat Informasi | Catatan tidak terstruktur, informasi penting banyak terlewat, sulit dipahami | Catatan mulai terstruktur tetapi masih banyak informasi penting yang terlewat, cukup dapat dipahami | Catatan terstruktur dengan baik, sebagian besar informasi penting tercatat, mudah dipahami | Catatan sangat terstruktur dan sistematis, semua informasi penting tercatat lengkap dengan detail (tokoh, alur, latar, nilai moral), sangat mudah dipahami dan siap diolah | | Kesadaran Budaya Lokal | Belum menunjukkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan legenda lokal | Mulai menyadari pentingnya legenda lokal tetapi belum menunjukkan antusiasme | Menunjukkan kesadaran dan apresiasi terhadap legenda lokal, antusias dalam menggali informasi | Sangat menghargai legenda lokal sebagai warisan budaya, sangat antusias, dan memiliki inisiatif untuk melestarikannya |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid menunjukkan antusiasme dalam menyusun pertanyaan wawancara?
- Hambatan apa yang dihadapi murid saat simulasi wawancara dan bagaimana saya dapat memberikan dukungan lebih baik?
- Apakah diferensiasi pembelajaran yang saya terapkan sudah efektif untuk mengakomodasi kebutuhan semua murid?
- Bagaimana saya dapat memfasilitasi agar wawancara nyata di luar sekolah dapat berjalan dengan baik?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini tentang menggali legenda lokal?
- Tantangan apa yang saya hadapi saat menyusun pertanyaan wawancara dan bagaimana saya mengatasinya?
- Apa yang sudah saya pelajari tentang teknik dan etika mewawancarai narasumber?
- Seberapa siap saya untuk melakukan wawancara nyata kepada tokoh/orang tua di daerah saya?
- Mengapa penting bagi saya untuk melestarikan legenda lokal?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum Merdeka (Bab IV: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda)
- Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum Merdeka
- Contoh daftar pertanyaan wawancara yang disiapkan guru
- Video atau gambar tentang kegiatan wawancara
- Lembar kerja untuk menyusun pertanyaan wawancara
- Lembar catatan hasil wawancara
- Narasumber lokal (kakek, nenek, tokoh adat, sesepuh desa) untuk wawancara nyata di luar jam sekolah
|