Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Membaca Legenda Nusantara: Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Membaca Legenda Nusantara: Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Membaca Legenda Nusantara: Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Membaca Legenda Nusantara: Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMembaca Legenda Nusantara: Menemukan Makna Tersurat dan Tersirat
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan informasi tersurat (tokoh, alur, latar) dan informasi tersirat (makna simbol, kiasan) dari teks legenda Nusantara yang dibaca
  2. Murid dapat menjawab pertanyaan pemahaman teks legenda yang mencakup minimal tujuh indikator (penokohan, pesan, akhir cerita, simbol) secara tertulis

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar legenda dari daerah kalian? Apa pesan yang tersirat di balik cerita tersebut?
  2. Bagaimana cara kalian membedakan informasi yang langsung tertulis dalam cerita dengan makna tersembunyi di baliknya?
  3. Mengapa tokoh-tokoh dalam legenda sering menggunakan simbol atau kiasan untuk menyampaikan pesan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kesiapan murid untuk belajar
  • Guru menayangkan gambar atau video singkat tentang legenda Nusantara yang populer untuk membangun suasana belajar yang menggembirakan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan informasi tersurat dan tersirat dalam legenda Nusantara
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah membaca atau mendengar legenda? Apa yang kalian ingat dari cerita tersebut?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan perbedaan antara informasi tersurat (eksplisit) dan tersirat (implisit) dalam teks naratif, menggunakan contoh sederhana dari cerita rakyat yang familiar
  • Guru memberikan tabel identifikasi unsur intrinsik: tokoh dan penokohan, alur, latar, serta unsur makna tersirat: simbol, kiasan, pesan moral
  • Murid membaca teks legenda Nusantara yang telah disiapkan guru (misalnya Legenda Tangkuban Perahu, Malin Kundang, atau legenda lokal setempat) secara mandiri dengan penuh kesadaran
  • Murid menggarisbawahi atau menandai bagian teks yang menunjukkan informasi tersurat (nama tokoh, tempat kejadian, urutan peristiwa) dengan spidol warna berbeda
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kalian temukan dari teks? Mari kita identifikasi bersama unsur-unsur cerita yang jelas tertulis'
  • Murid mencatat hasil identifikasi informasi tersurat dalam tabel yang telah disediakan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan untuk menggali makna tersirat dari legenda yang telah dibaca
  • Setiap pasangan menganalisis: apa makna simbol dalam cerita (misalnya gunung yang terbentuk dari perahu yang ditendang), apa kiasan yang digunakan tokoh, dan pesan moral apa yang ingin disampaikan
  • Murid menjawab minimal 7 pertanyaan pemahaman yang mencakup: (1) siapa tokoh utama dan sifatnya, (2) bagaimana alur cerita berkembang, (3) di mana dan kapan cerita terjadi, (4) apa konflik yang dihadapi tokoh, (5) apa pesan moral cerita, (6) bagaimana akhir cerita dan maknanya, (7) simbol atau kiasan apa yang ditemukan
  • Guru berkeliling memantau kerja murid, memberikan scaffolding bagi yang kesulitan dengan pertanyaan penuntun: 'Coba perhatikan tindakan tokoh ini, apa yang bisa kita pelajari?'
  • Setiap pasangan mempresentasikan satu temuan makna tersirat yang paling menarik menurut mereka di depan kelas
  • Murid dari kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan untuk memperdalam pemahaman

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif: 'Setelah membaca legenda ini, nilai-nilai apa yang bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi dalam jurnal belajar: (1) Apa yang saya pahami tentang perbedaan informasi tersurat dan tersirat? (2) Kesulitan apa yang saya hadapi saat mencari makna tersirat? (3) Bagaimana cara saya mengatasinya?
  • Murid berbagi refleksi secara sukarela dengan teman sebangku atau dalam forum kelas
  • Guru memberikan umpan balik positif dan apresiasi terhadap proses belajar murid
  • Murid merumuskan strategi belajar yang akan mereka gunakan untuk pertemuan berikutnya: 'Apa yang akan saya lakukan agar lebih baik dalam memahami teks legenda?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: perbedaan informasi tersurat dan tersirat, serta pentingnya memahami makna mendalam dari teks legenda
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu contoh informasi tersurat dan satu informasi tersirat dari legenda yang dibaca
  • Guru memberikan penguatan tentang nilai karakter yang dapat diteladani dari legenda yang dipelajari
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: menyajikan ungkapan kepedulian dari teks legenda
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas ilmu yang diperoleh dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membaca legenda tambahan yang lebih kompleks atau legenda dari daerah lain untuk perbandingan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks legenda dengan panjang lebih pendek dan bahasa yang lebih sederhana.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung bekerja mandiri dalam menganalisis makna tersirat dan diminta membuat pertanyaan kritis tambahan. Murid yang membutuhkan dukungan mendapat panduan bertahap melalui lembar kerja terstruktur dengan pertanyaan penuntun dan contoh analisis.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat infografis atau peta konsep visual yang menghubungkan unsur tersurat dan tersirat dalam legenda. Murid yang membutuhkan dukungan dapat menyajikan hasil analisis dalam bentuk tabel sederhana dengan bimbingan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid dengan legenda
  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang informasi tersurat dan tersirat dalam sebuah cerita?'

Proses:

  • Observasi aktivitas membaca dan menandai teks
  • Pemantauan diskusi berpasangan saat menganalisis makna tersirat
  • Penilaian kualitas pertanyaan dan tanggapan murid dalam diskusi kelas
  • Pengecekan tabel identifikasi yang dikerjakan murid

Akhir:

  • Penilaian jawaban tertulis atas 7 pertanyaan pemahaman teks legenda menggunakan rubrik
  • Penilaian jurnal refleksi murid
  • Penilaian kemampuan murid memberikan contoh informasi tersurat dan tersirat

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelas dan kerja berpasangan
  • Pemantauan proses identifikasi informasi tersurat dan tersirat
  • Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman konsep
  • Penilaian presentasi hasil analisis kelompok

Sumatif:

  • Penilaian tertulis: menjawab 7 pertanyaan pemahaman teks legenda
  • Penilaian tabel identifikasi unsur tersurat dan tersirat
  • Penilaian jurnal refleksi murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi TersuratMurid belum mampu mengidentifikasi tokoh, alur, dan latar dengan tepat; hanya menyebutkan 1-2 unsur dengan banyak kesalahanMurid mampu mengidentifikasi 3-4 unsur tersurat (tokoh, alur, latar) namun penjelasannya masih kurang lengkap atau kurang akuratMurid mampu mengidentifikasi sebagian besar unsur tersurat (tokoh, alur, latar) dengan tepat dan memberikan penjelasan yang cukup jelasMurid mampu mengidentifikasi semua unsur tersurat (tokoh, penokohan, alur, latar) dengan sangat tepat dan memberikan penjelasan lengkap serta detail
Menemukan Informasi TersiratMurid belum mampu menemukan makna simbol atau kiasan; hanya menyebutkan apa yang tersurat tanpa interpretasiMurid mulai mampu menemukan 1-2 makna tersirat namun interpretasinya masih dangkal dan kurang didukung bukti dari teksMurid mampu menemukan makna simbol, kiasan, atau pesan moral dengan interpretasi yang logis dan didukung bukti dari teksMurid mampu menemukan berbagai makna tersirat dengan interpretasi mendalam, kritis, didukung bukti kuat dari teks, dan relevan dengan konteks
Menjawab Pertanyaan PemahamanMurid hanya mampu menjawab 1-3 pertanyaan dengan jawaban yang tidak tepat atau tidak relevanMurid mampu menjawab 4-5 pertanyaan dengan jawaban yang sebagian tepat namun kurang lengkapMurid mampu menjawab 6-7 pertanyaan dengan jawaban yang tepat, jelas, dan didukung bukti dari teksMurid mampu menjawab semua pertanyaan (minimal 7) dengan jawaban yang sangat tepat, lengkap, kritis, dan didukung analisis mendalam
Refleksi PembelajaranMurid belum mampu merefleksikan proses belajarnya; refleksi tidak jelas atau hanya menuliskan kembali kegiatan yang dilakukanMurid mulai merefleksikan proses belajar namun hanya pada tingkat permukaan tanpa menunjukkan kesadaran tentang strategi belajarMurid mampu merefleksikan proses belajar, mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi, dan menyebutkan cara mengatasinyaMurid mampu merefleksikan proses belajar secara mendalam, mengevaluasi strategi yang digunakan, dan merumuskan rencana perbaikan untuk pembelajaran berikutnya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Berapa persen murid yang mampu menemukan informasi tersurat dan tersirat dengan baik?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk membantu murid memahami perbedaan informasi tersurat dan tersirat?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid? Adakah murid yang memerlukan pendekatan berbeda?
  • Apa tantangan yang saya hadapi dalam pembelajaran ini dan bagaimana solusinya untuk pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas pertanyaan pemantik agar lebih memicu penalaran kritis murid?

Refleksi Murid:

  • Apa perbedaan antara informasi tersurat dan tersirat yang saya pahami hari ini?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling mudah dan paling sulit bagi saya? Mengapa?
  • Strategi apa yang saya gunakan untuk menemukan makna tersirat dalam legenda?
  • Nilai atau pesan moral apa dari legenda yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang akan saya lakukan agar lebih baik dalam memahami teks legenda di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX Edisi Revisi (Bab IV: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX Edisi Revisi
  3. Teks legenda Nusantara pilihan (Tangkuban Perahu, Malin Kundang, Banyuwangi, atau legenda lokal daerah setempat)
  4. Lembar kerja identifikasi unsur tersurat dan tersirat
  5. Lembar pertanyaan pemahaman teks (7 indikator)
  6. Video atau gambar ilustrasi legenda Nusantara
  7. Jurnal refleksi murid
  8. Spidol warna untuk menandai teks
  9. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.