Modul AjarPertemuan 12Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Asesmen Sumatif Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Asesmen Sumatif Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik (tokoh, penokohan, latar, alur, tema), pesan moral, dan unsur kebahasaan teks legenda melalui soal pilihan ganda kompleks, isian tabel, dan uraian.
  2. Murid dapat memberikan tanggapan tertulis berupa interpretasi dan apresiasi terhadap teks legenda yang disajikan dalam soal sumatif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua legenda yang kita pelajari di Bab 4, pesan moral mana yang paling kamu rasa penting dan relevan dengan kehidupanmu sekarang? Mengapa?
  2. Jika kamu bertemu tokoh utama dalam legenda yang sudah dipelajari, apa satu pertanyaan yang paling ingin kamu ajukan kepadanya?
  3. Bagaimana cara kamu mengenali bahwa sebuah teks adalah legenda, bukan sekadar cerita fiksi biasa? Apa petunjuk yang kamu cari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan memastikan semua murid siap mengikuti asesmen sumatif.
  • Guru menyampaikan tujuan dan mekanisme pertemuan: hari ini adalah asesmen sumatif Bab 4, dikerjakan secara mandiri dan jujur selama ±60 menit, dilanjutkan refleksi dan penutup.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan (tidak dinilai) untuk mengaktifkan kembali pengetahuan murid: 'Dari semua legenda yang kita pelajari, pesan moral mana yang paling berkesan bagimu?' — murid diberi waktu 2 menit merenung dalam hati (diagnostik awal sekaligus pemanasan kognitif).
  • Guru mengingatkan prosedur asesmen: baca soal dengan teliti, kelola waktu dengan baik, tulis nama dan kelas di lembar jawab, tidak diperkenankan bekerja sama.
  • Guru memastikan tidak ada pertanyaan prosedural sebelum soal dibagikan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal sumatif yang memuat teks legenda baru (legenda yang belum dibahas di kelas sebelumnya, disajikan dalam 3–4 paragraf) sebagai stimulus utama.
  • Murid membaca teks legenda secara mandiri dan cermat selama ±5 menit sebelum mengerjakan soal — guru menginstruksikan agar murid menandai bagian teks yang dianggap penting (garis bawah atau lingkaran) untuk membantu mereka menjawab.
  • Bagian 1 Soal — Pilihan Ganda Kompleks (±15 menit): Murid menjawab 10 soal pilihan ganda kompleks yang menguji pemahaman unsur intrinsik (tokoh, penokohan, latar waktu/tempat/suasana, alur, tema) dan unsur kebahasaan (kata konotatif, kalimat deskriptif, majas) teks legenda yang disajikan.
  • Bagian 2 Soal — Isian Tabel (±10 menit): Murid melengkapi tabel analisis unsur intrinsik dengan kolom: Unsur Intrinsik | Bukti dari Teks | Penjelasan Singkat — mencakup minimal 4 unsur (tokoh utama, latar, alur, amanat).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Bagian 3 Soal — Uraian Analisis (±15 menit): Murid menjawab 2 soal uraian. Soal pertama: 'Identifikasi pesan moral utama dalam teks legenda di atas dan jelaskan bagaimana unsur tokoh serta alur mendukung penyampaian pesan moral tersebut.' Soal kedua: 'Temukan dan jelaskan 2 contoh penggunaan unsur kebahasaan (konotasi, majas, atau kosakata khusus) dalam teks beserta efeknya terhadap pembaca.'
  • Bagian 4 Soal — Tanggapan Tertulis/Interpretasi dan Apresiasi (±15 menit): Murid menulis tanggapan tertulis (minimal 1 paragraf, ±80–100 kata) berupa interpretasi makna tersirat legenda dan apresiasi pribadi — apakah nilai/pesan moral legenda ini masih relevan di zaman sekarang, disertai alasan yang logis dan didukung pengalaman atau contoh nyata.
  • Selama pengerjaan, guru berkeliling memantau kondisi murid, memastikan tidak ada kecurangan, dan memberikan isyarat waktu (pengingat 15 menit dan 5 menit sebelum selesai).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah waktu pengerjaan soal selesai (±60 menit total), guru meminta murid mengumpulkan lembar jawab.
  • Guru memfasilitasi refleksi diri singkat (±5 menit) — murid mengisi lembar refleksi mandiri di bagian bawah lembar soal (atau di buku tugas) dengan 3 pertanyaan: (1) Bagian mana yang kamu rasa paling dikuasai? (2) Bagian mana yang terasa paling sulit? (3) Apa yang akan kamu lakukan untuk memperkuat pemahamanmu ke depan?
  • Guru mengajak 2–3 murid (sukarela) berbagi satu hal yang mereka pelajari dari teks legenda dalam soal hari ini — bukan membahas jawaban, melainkan kesan terhadap isi cerita dan pesan moralnya.
  • Guru memberikan afirmasi positif atas kerja keras seluruh murid dan menginformasikan kapan hasil asesmen akan dikembalikan beserta umpan balik.

Penutup:

  • Guru merangkum secara singkat bahwa asesmen sumatif Bab 4 telah diselesaikan dan mencakup kemampuan menganalisis unsur intrinsik, pesan moral, unsur kebahasaan, serta menulis tanggapan apresiasi.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: lembar jawab akan dikoreksi dan dikembalikan dengan umpan balik tertulis; murid yang belum mencapai KKTP akan mendapatkan program remedial, sedangkan yang sudah melampaui akan mendapatkan pengayaan.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus membaca karya sastra daerah sebagai bagian dari menghargai kekayaan budaya Nusantara.
  • Guru menutup pertemuan dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memiliki hambatan membaca dapat diberikan teks legenda dengan ukuran font lebih besar dan kosakata sulit yang sudah diberi glosarium kecil di pinggir soal. Murid dengan kemampuan lebih tinggi diberikan teks legenda yang lebih kompleks secara struktur naratif (alur maju-mundur atau lebih dari satu tokoh sentral).
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan memulai bagian uraian dapat diberi scaffolding berupa kalimat pembuka uraian ('Pesan moral dalam teks ini adalah... karena...') sebagai panduan struktur jawaban, tanpa mengurangi tuntutan berpikir kritis. Murid cepat dapat menyelesaikan soal lebih awal dan diminta menambahkan satu paragraf tanggapan ekstra tentang perbandingan teks legenda soal dengan legenda lain yang pernah mereka baca.
  • Produk: Tanggapan tertulis (Bagian 4) dapat ditulis dalam format bebas: paragraf naratif, poin-poin argumentasi, atau format surat kepada tokoh legenda — selama memuat unsur interpretasi dan apresiasi yang diminta. Hal ini memberi ruang bagi murid yang lebih ekspresif secara kreatif.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan sebelum soal dibagikan: 'Pesan moral legenda mana yang paling berkesan bagimu dari Bab 4?' — jawaban tidak dinilai, digunakan guru untuk membaca kesiapan kognitif dan afektif murid.
  • Guru memperhatikan respons murid (apakah dapat menyebutkan judul dan pesan moral dengan tepat) sebagai indikasi kesiapan menghadapi asesmen sumatif.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama murid mengerjakan: apakah murid membaca teks dengan cermat, menandai bagian penting, dan mengerjakan soal secara runtut.
  • Guru mencatat murid yang tampak kesulitan (ekspresi bingung, tidak menulis dalam waktu lama) untuk ditindaklanjuti dalam program remedial.
  • Lembar refleksi mandiri yang diisi murid setelah soal dikumpulkan: digunakan sebagai data asesmen formatif tentang kesadaran belajar diri (metakognisi) murid.

Akhir:

  • Penilaian lembar jawab sumatif dengan rubrik 4 level mencakup 4 aspek: (1) Kemampuan menganalisis unsur intrinsik teks legenda, (2) Kemampuan menganalisis pesan moral dan kaitannya dengan unsur teks, (3) Kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan unsur kebahasaan, (4) Kualitas tanggapan tertulis berupa interpretasi dan apresiasi.
  • Hasil penilaian dikembalikan kepada murid disertai umpan balik tertulis per aspek dalam waktu maksimal 2 pertemuan ke depan.
  • Murid yang belum mencapai KKTP pada aspek tertentu mendapatkan remedial terarah; murid yang melampaui KKTP mendapatkan pengayaan berupa analisis teks legenda dari daerah lain.

Formatif:

  • Pertanyaan pemantik lisan di awal untuk mengaktifkan skema pengetahuan murid (tidak dinilai, berfungsi diagnostik).
  • Observasi guru selama murid mengerjakan soal: memantau keterlibatan, fokus, dan kemandirian murid.
  • Lembar refleksi diri yang diisi murid setelah mengumpulkan soal sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Lembar soal sumatif Bab 4 yang terdiri dari: (1) 10 soal pilihan ganda kompleks tentang unsur intrinsik dan kebahasaan, (2) isian tabel analisis unsur intrinsik, (3) 2 soal uraian analisis pesan moral dan kebahasaan, (4) 1 tanggapan tertulis berupa interpretasi dan apresiasi teks legenda.
  • Penilaian dilakukan menggunakan rubrik 4 level: Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang untuk aspek analisis unsur intrinsik, analisis pesan moral, analisis kebahasaan, dan kualitas tanggapan tertulis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Unsur Intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat)Murid hanya menyebutkan 1 unsur intrinsik atau tidak tepat, tanpa bukti dari teks.Murid menyebutkan 2–3 unsur intrinsik dengan benar, namun bukti dari teks masih lemah atau kurang relevan.Murid mengidentifikasi 4 unsur intrinsik dengan tepat dan menyertakan bukti dari teks yang relevan.Murid menganalisis seluruh unsur intrinsik secara lengkap, tepat, disertai bukti kutipan teks yang relevan dan penjelasan yang logis dan mendalam.
Analisis Pesan Moral dan Kaitannya dengan Unsur TeksMurid tidak dapat mengidentifikasi pesan moral, atau pesan moral yang disebutkan tidak sesuai dengan isi teks.Murid menyebutkan pesan moral dengan benar tetapi belum mampu mengaitkannya dengan unsur tokoh atau alur secara jelas.Murid mengidentifikasi pesan moral dengan tepat dan menjelaskan kaitannya dengan minimal satu unsur teks (tokoh atau alur) secara logis.Murid mengidentifikasi pesan moral secara mendalam, menjelaskan kaitannya dengan beberapa unsur teks, dan mampu menganalisis bagaimana unsur-unsur tersebut saling mendukung penyampaian pesan moral.
Analisis Unsur Kebahasaan (konotasi, majas, kosakata khusus)Murid tidak dapat mengidentifikasi unsur kebahasaan, atau contoh yang disebutkan tidak tepat.Murid mengidentifikasi 1 contoh unsur kebahasaan dengan benar tetapi belum mampu menjelaskan efeknya terhadap pembaca.Murid mengidentifikasi 2 contoh unsur kebahasaan dengan tepat dan memberikan penjelasan efek yang cukup memadai.Murid mengidentifikasi 2 atau lebih contoh unsur kebahasaan dengan tepat, menjelaskan efeknya terhadap pembaca secara rinci, dan mengaitkannya dengan makna keseluruhan teks.
Tanggapan Tertulis: Interpretasi dan ApresiasiTanggapan tidak memuat interpretasi makna tersirat atau apresiasi, atau isi tanggapan tidak berhubungan dengan teks legenda.Tanggapan memuat interpretasi atau apresiasi, namun salah satu aspek sangat lemah, alasan kurang jelas, dan tidak disertai contoh atau pengalaman nyata.Tanggapan memuat interpretasi makna tersirat dan apresiasi yang logis, disertai alasan yang cukup jelas. Relevansi nilai/pesan dengan kehidupan masa kini dijelaskan meski belum mendalam.Tanggapan memuat interpretasi makna tersirat yang tajam dan apresiasi yang kuat, didukung alasan logis, contoh nyata atau pengalaman pribadi yang relevan, serta penulisan yang runtut, jelas, dan menggunakan kosakata yang tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu yang diberikan cukup bagi semua murid untuk menyelesaikan seluruh bagian soal?
  • Apakah teks legenda yang dipilih sebagai stimulus soal memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dan cukup kaya untuk memunculkan berbagai level pertanyaan analisis?
  • Seberapa banyak murid yang tidak mencapai KKTP pada masing-masing aspek, dan pola kesulitan apa yang muncul paling sering?
  • Apakah instruksi dan rubrik yang disampaikan kepada murid sudah cukup jelas sehingga mereka memahami ekspektasi setiap bagian soal?
  • Tindak lanjut apa yang paling tepat untuk murid dengan hasil di bawah KKTP, dan pengayaan seperti apa yang bermakna bagi murid yang sudah melampaui KKTP?

Refleksi Murid:

  • Bagian soal mana yang paling mudah dan bagian mana yang paling sulit bagimu? Mengapa?
  • Apakah kamu merasa sudah belajar cukup untuk asesmen ini? Kalau ada yang kurang, apa yang akan kamu lakukan berbeda saat mempersiapkan diri di lain waktu?
  • Pesan moral dari teks legenda dalam soal tadi — apakah kamu rasa itu masih berlaku dalam kehidupan sehari-harimu? Berikan satu contoh.
  • Setelah menyelesaikan Bab 4 ini, apa yang paling ingin kamu telusuri lebih jauh tentang legenda Nusantara?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs Edisi Revisi (Kemdikbudristek) — Bab 4: Meneladani Pesan Moral dalam Legenda
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs Edisi Revisi (Kemdikbudristek) — Bab 4
  3. Lembar soal sumatif Bab 4 yang disusun guru (memuat teks legenda Nusantara baru sebagai stimulus)
  4. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru)
  5. Rubrik penilaian sumatif Bab 4 (terlampir dalam modul ini)
  6. Dokumen ATP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 9 Semester 2 (dokumen sekolah)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.