MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D) Topik: Menulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Menulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merencanakan teks legenda daerah setempat dengan menyusun kerangka cerita yang memuat unsur intrinsik dan pesan moral yang ingin disampaikan
- Murid dapat menulis draf teks legenda menggunakan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan secara logis dan kreatif
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Legenda daerah apa yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
- Pesan moral apa yang ingin kamu sampaikan melalui legenda yang akan kamu tulis?
- Bagaimana cara membuat tokoh dalam legenda terasa hidup dan menyentuh hati pembaca?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa dan mengecek kesiapan murid
- Guru menayangkan cuplikan video singkat atau gambar tokoh legendaris dari daerah setempat untuk membangun suasana
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: Legenda daerah apa yang paling berkesan bagimu? Pesan moral apa yang ingin kamu sampaikan?
- Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan 3 unsur intrinsik legenda yang mereka ingat dan satu contoh kosakata kiasan di kertas kecil (2 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: merencanakan dan menyusun draf teks legenda daerah dengan unsur intrinsik lengkap dan kosakata kreatif
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan komponen kerangka cerita legenda: tokoh utama dan tokoh tambahan, latar (tempat, waktu, suasana), alur (perkenalan, konflik, klimaks, penyelesaian), tema, dan amanat/pesan moral
- Guru menampilkan contoh kerangka cerita legenda sederhana di papan tulis atau layar proyektor
- Murid mengamati dan mencatat poin-poin penting dari penjelasan guru
- Guru mengingatkan kembali perbedaan kosakata denotatif (makna sebenarnya), konotatif (makna tambahan), dan kiasan (majas) dengan memberikan 2-3 contoh konkret
- Murid diminta menyebutkan 1 contoh kosakata kiasan yang bisa digunakan dalam legenda (misalnya: hatinya sekeras batu, cahaya harapan, air mata kebahagiaan)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar kerja perencanaan legenda yang berisi kolom: judul, tokoh dan penokohan, latar, alur (5 tahap), tema, amanat, dan daftar kosakata kreatif yang akan digunakan
- Murid memilih satu legenda daerah setempat yang akan dikembangkan atau menciptakan legenda baru berdasarkan tempat/tokoh lokal
- Murid menyusun kerangka cerita secara mandiri dengan mengisi semua komponen unsur intrinsik (15 menit)
- Asesmen proses: Guru berkeliling memantau pekerjaan murid, memberikan umpan balik langsung, dan mencatat perkembangan dengan checklist
- Setelah kerangka selesai, murid mulai menulis draf paragraf pembuka legenda (perkenalan tokoh dan latar) dengan menggunakan minimal 3 kosakata kreatif (denotatif, konotatif, atau kiasan)
- Murid melanjutkan menulis draf bagian konflik dan klimaks dengan memperhatikan alur logis dan penggunaan bahasa yang menarik (20 menit)
- Murid menulis bagian penyelesaian dan memasukkan pesan moral secara tersirat dalam cerita
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid membaca kembali draf yang telah ditulis dan menandai bagian yang masih perlu diperbaiki
- Murid saling bertukar draf dengan teman sebangku, membaca draf teman, dan memberikan 2 komentar: 1 kelebihan dan 1 saran perbaikan (5 menit)
- Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membacakan satu paragraf menarik dari draf mereka
- Murid menuliskan refleksi singkat: Apa tantangan terbesar saat menulis draf legenda? Apa yang paling menyenangkan dari proses ini?
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas usaha murid dalam menyusun kerangka dan draf legenda
- Guru menyampaikan asesmen akhir: murid mengumpulkan lembar kerangka dan draf legenda untuk dinilai
- Guru memberikan penguatan: legenda yang baik adalah yang memuat unsur intrinsik lengkap, alur logis, dan bahasa yang menyentuh hati
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menyunting dan menyempurnakan draf legenda
- Guru menutup pembelajaran dengan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang kesulitan dapat memilih legenda yang sudah dikenal dan mengembangkannya, sementara yang lebih cepat dapat menciptakan legenda baru dengan tokoh dan konflik orisinal
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan ekstra dapat berdiskusi dengan guru atau menggunakan panduan kerangka yang lebih terstruktur. Murid yang lebih cepat dapat langsung menulis draf lengkap tanpa menunggu instruksi bertahap
- Produk: Murid dapat memilih menulis draf minimal 3 paragraf (perkenalan, konflik, penyelesaian) atau menulis draf lengkap 5-7 paragraf sesuai kemampuan
ASESMENAwal:- Murid menuliskan 3 unsur intrinsik legenda yang mereka ingat dan 1 contoh kosakata kiasan di kertas kecil untuk mengukur pengetahuan awal
Proses:- Guru berkeliling mengamati dan mencatat perkembangan murid saat menyusun kerangka menggunakan checklist
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid yang membutuhkan bantuan
- Penilaian sejawat: murid memberikan komentar terhadap draf teman (1 kelebihan, 1 saran)
Akhir:- Pengumpulan lembar kerangka cerita dan draf legenda
- Penilaian menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kelengkapan unsur intrinsik, keruntutan alur, penggunaan kosakata kreatif, dan penyampaian pesan moral
- Refleksi tertulis murid tentang tantangan dan kesan selama proses menulis
Formatif:- Observasi saat murid menyusun kerangka cerita dan menulis draf
- Checklist komponen kerangka: tokoh, latar, alur, tema, amanat
- Umpan balik lisan selama proses menulis
- Penilaian sejawat terhadap draf teman
Sumatif:- Penilaian kerangka cerita legenda dengan rubrik
- Penilaian draf teks legenda berdasarkan kelengkapan unsur intrinsik, alur logis, dan penggunaan kosakata kreatif
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan unsur intrinsik dalam kerangka | Hanya menyebutkan 1-2 unsur intrinsik (tokoh atau latar) tanpa detail | Menyebutkan 3-4 unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) namun belum lengkap atau kurang detail | Menyebutkan 5 unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dengan cukup detail dan jelas | Menyebutkan semua unsur intrinsik dengan sangat detail, logis, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang struktur legenda | | Keruntutan alur dalam draf legenda | Alur tidak jelas, lompat-lompat, dan sulit dipahami | Alur dapat diikuti namun masih ada bagian yang kurang runtut atau tiba-tiba | Alur runtut dari perkenalan hingga penyelesaian dengan transisi yang cukup baik | Alur sangat runtut, logis, dan menarik dengan transisi mulus antar bagian serta membangun ketegangan dengan baik | | Penggunaan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan | Hanya menggunakan kosakata sederhana tanpa variasi, tidak ada kosakata konotatif atau kiasan | Menggunakan 1-2 kosakata konotatif atau kiasan namun kurang tepat atau terkesan dipaksakan | Menggunakan 3-4 kosakata konotatif dan kiasan dengan tepat dan memperkaya cerita | Menggunakan beragam kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan secara kreatif, tepat konteks, dan membuat cerita menjadi indah dan menyentuh | | Penyampaian pesan moral | Tidak ada pesan moral yang jelas dalam cerita | Pesan moral ada namun disampaikan terlalu eksplisit atau terkesan menggurui | Pesan moral tersampaikan dengan cukup baik melalui jalan cerita dan tindakan tokoh | Pesan moral tersampaikan secara tersirat, menyentuh, dan menjadi bagian alami dari cerita tanpa terkesan menggurui |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid dapat menyusun kerangka cerita dengan lengkap?
- Bagian mana dari proses menulis yang paling menantang bagi murid?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya agar murid lebih percaya diri dalam menulis?
Refleksi Murid:- Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat menyusun kerangka dan menulis draf legenda?
- Bagian mana dari proses menulis yang paling menyenangkan bagimu?
- Apa yang sudah kamu pahami dengan baik tentang menulis legenda?
- Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang menulis cerita?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
- Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
- Contoh teks legenda daerah setempat (cetak atau digital)
- Video singkat legenda Nusantara (YouTube atau sumber edukatif lainnya)
- Lembar kerja perencanaan legenda (disiapkan guru)
- Papan tulis/whiteboard dan spidol
- Proyektor dan laptop (jika tersedia)
- Kamus Besar Bahasa Indonesia (cetak atau daring)
|