Modul AjarPertemuan 10Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Menulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Menulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Menulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenulis Teks Legenda Daerah: Merencanakan dan Menyusun Draf
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merencanakan teks legenda daerah setempat dengan menyusun kerangka cerita yang memuat unsur intrinsik dan pesan moral yang ingin disampaikan
  2. Murid dapat menulis draf teks legenda menggunakan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan secara logis dan kreatif

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Legenda daerah apa yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
  2. Pesan moral apa yang ingin kamu sampaikan melalui legenda yang akan kamu tulis?
  3. Bagaimana cara membuat tokoh dalam legenda terasa hidup dan menyentuh hati pembaca?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa dan mengecek kesiapan murid
  • Guru menayangkan cuplikan video singkat atau gambar tokoh legendaris dari daerah setempat untuk membangun suasana
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: Legenda daerah apa yang paling berkesan bagimu? Pesan moral apa yang ingin kamu sampaikan?
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan 3 unsur intrinsik legenda yang mereka ingat dan satu contoh kosakata kiasan di kertas kecil (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: merencanakan dan menyusun draf teks legenda daerah dengan unsur intrinsik lengkap dan kosakata kreatif

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan komponen kerangka cerita legenda: tokoh utama dan tokoh tambahan, latar (tempat, waktu, suasana), alur (perkenalan, konflik, klimaks, penyelesaian), tema, dan amanat/pesan moral
  • Guru menampilkan contoh kerangka cerita legenda sederhana di papan tulis atau layar proyektor
  • Murid mengamati dan mencatat poin-poin penting dari penjelasan guru
  • Guru mengingatkan kembali perbedaan kosakata denotatif (makna sebenarnya), konotatif (makna tambahan), dan kiasan (majas) dengan memberikan 2-3 contoh konkret
  • Murid diminta menyebutkan 1 contoh kosakata kiasan yang bisa digunakan dalam legenda (misalnya: hatinya sekeras batu, cahaya harapan, air mata kebahagiaan)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja perencanaan legenda yang berisi kolom: judul, tokoh dan penokohan, latar, alur (5 tahap), tema, amanat, dan daftar kosakata kreatif yang akan digunakan
  • Murid memilih satu legenda daerah setempat yang akan dikembangkan atau menciptakan legenda baru berdasarkan tempat/tokoh lokal
  • Murid menyusun kerangka cerita secara mandiri dengan mengisi semua komponen unsur intrinsik (15 menit)
  • Asesmen proses: Guru berkeliling memantau pekerjaan murid, memberikan umpan balik langsung, dan mencatat perkembangan dengan checklist
  • Setelah kerangka selesai, murid mulai menulis draf paragraf pembuka legenda (perkenalan tokoh dan latar) dengan menggunakan minimal 3 kosakata kreatif (denotatif, konotatif, atau kiasan)
  • Murid melanjutkan menulis draf bagian konflik dan klimaks dengan memperhatikan alur logis dan penggunaan bahasa yang menarik (20 menit)
  • Murid menulis bagian penyelesaian dan memasukkan pesan moral secara tersirat dalam cerita

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid membaca kembali draf yang telah ditulis dan menandai bagian yang masih perlu diperbaiki
  • Murid saling bertukar draf dengan teman sebangku, membaca draf teman, dan memberikan 2 komentar: 1 kelebihan dan 1 saran perbaikan (5 menit)
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membacakan satu paragraf menarik dari draf mereka
  • Murid menuliskan refleksi singkat: Apa tantangan terbesar saat menulis draf legenda? Apa yang paling menyenangkan dari proses ini?

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas usaha murid dalam menyusun kerangka dan draf legenda
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: murid mengumpulkan lembar kerangka dan draf legenda untuk dinilai
  • Guru memberikan penguatan: legenda yang baik adalah yang memuat unsur intrinsik lengkap, alur logis, dan bahasa yang menyentuh hati
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menyunting dan menyempurnakan draf legenda
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan dapat memilih legenda yang sudah dikenal dan mengembangkannya, sementara yang lebih cepat dapat menciptakan legenda baru dengan tokoh dan konflik orisinal
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan ekstra dapat berdiskusi dengan guru atau menggunakan panduan kerangka yang lebih terstruktur. Murid yang lebih cepat dapat langsung menulis draf lengkap tanpa menunggu instruksi bertahap
  • Produk: Murid dapat memilih menulis draf minimal 3 paragraf (perkenalan, konflik, penyelesaian) atau menulis draf lengkap 5-7 paragraf sesuai kemampuan

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan 3 unsur intrinsik legenda yang mereka ingat dan 1 contoh kosakata kiasan di kertas kecil untuk mengukur pengetahuan awal

Proses:

  • Guru berkeliling mengamati dan mencatat perkembangan murid saat menyusun kerangka menggunakan checklist
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid yang membutuhkan bantuan
  • Penilaian sejawat: murid memberikan komentar terhadap draf teman (1 kelebihan, 1 saran)

Akhir:

  • Pengumpulan lembar kerangka cerita dan draf legenda
  • Penilaian menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kelengkapan unsur intrinsik, keruntutan alur, penggunaan kosakata kreatif, dan penyampaian pesan moral
  • Refleksi tertulis murid tentang tantangan dan kesan selama proses menulis

Formatif:

  • Observasi saat murid menyusun kerangka cerita dan menulis draf
  • Checklist komponen kerangka: tokoh, latar, alur, tema, amanat
  • Umpan balik lisan selama proses menulis
  • Penilaian sejawat terhadap draf teman

Sumatif:

  • Penilaian kerangka cerita legenda dengan rubrik
  • Penilaian draf teks legenda berdasarkan kelengkapan unsur intrinsik, alur logis, dan penggunaan kosakata kreatif

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan unsur intrinsik dalam kerangkaHanya menyebutkan 1-2 unsur intrinsik (tokoh atau latar) tanpa detailMenyebutkan 3-4 unsur intrinsik (tokoh, latar, alur) namun belum lengkap atau kurang detailMenyebutkan 5 unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dengan cukup detail dan jelasMenyebutkan semua unsur intrinsik dengan sangat detail, logis, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang struktur legenda
Keruntutan alur dalam draf legendaAlur tidak jelas, lompat-lompat, dan sulit dipahamiAlur dapat diikuti namun masih ada bagian yang kurang runtut atau tiba-tibaAlur runtut dari perkenalan hingga penyelesaian dengan transisi yang cukup baikAlur sangat runtut, logis, dan menarik dengan transisi mulus antar bagian serta membangun ketegangan dengan baik
Penggunaan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasanHanya menggunakan kosakata sederhana tanpa variasi, tidak ada kosakata konotatif atau kiasanMenggunakan 1-2 kosakata konotatif atau kiasan namun kurang tepat atau terkesan dipaksakanMenggunakan 3-4 kosakata konotatif dan kiasan dengan tepat dan memperkaya ceritaMenggunakan beragam kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan secara kreatif, tepat konteks, dan membuat cerita menjadi indah dan menyentuh
Penyampaian pesan moralTidak ada pesan moral yang jelas dalam ceritaPesan moral ada namun disampaikan terlalu eksplisit atau terkesan mengguruiPesan moral tersampaikan dengan cukup baik melalui jalan cerita dan tindakan tokohPesan moral tersampaikan secara tersirat, menyentuh, dan menjadi bagian alami dari cerita tanpa terkesan menggurui

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat menyusun kerangka cerita dengan lengkap?
  • Bagian mana dari proses menulis yang paling menantang bagi murid?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya agar murid lebih percaya diri dalam menulis?

Refleksi Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat menyusun kerangka dan menulis draf legenda?
  • Bagian mana dari proses menulis yang paling menyenangkan bagimu?
  • Apa yang sudah kamu pahami dengan baik tentang menulis legenda?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang menulis cerita?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  3. Contoh teks legenda daerah setempat (cetak atau digital)
  4. Video singkat legenda Nusantara (YouTube atau sumber edukatif lainnya)
  5. Lembar kerja perencanaan legenda (disiapkan guru)
  6. Papan tulis/whiteboard dan spidol
  7. Proyektor dan laptop (jika tersedia)
  8. Kamus Besar Bahasa Indonesia (cetak atau daring)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.