Modul AjarPertemuan 9Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Memublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Memublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Memublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Memublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMemublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyempurnakan dan memublikasikan pantun, murid dapat mempresentasikan pantun terbaik hasil karyanya dalam bentuk monolog atau pameran karya kepada audiens
  2. Melalui kegiatan publikasi, murid dapat menyajikan pantun dalam bentuk teks multimodal (poster, majalah dinding, atau unggahan digital) yang memuat ungkapan kepedulian secara kreatif dan menarik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara membuat pantun kalian dapat dibaca oleh lebih banyak orang?
  2. Media apa saja yang bisa digunakan untuk memublikasikan pantun di era digital?
  3. Apa yang perlu diperhatikan agar pantun yang dipublikasikan aman dan ramah untuk semua pembaca?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru mengingatkan kembali pembelajaran sebelumnya tentang proses pembuatan pantun
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menunjukkan pantun yang telah mereka buat dan mengidentifikasi kesiapan untuk publikasi
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyempurnakan dan memublikasikan pantun ke media cetak atau elektronik
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu keingintahuan murid tentang publikasi pantun

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan berbagai media publikasi pantun: majalah dinding, poster, blog pribadi, dan media sosial
  • Murid mengamati contoh publikasi pantun di berbagai media yang ditampilkan guru melalui proyektor
  • Guru menjelaskan kriteria pantun yang ramah untuk dipublikasikan: tidak mengandung SARA, tidak mengandung ujaran kebencian, dan menyampaikan pesan positif
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan setiap media publikasi
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan karakteristik publikasi pantun yang efektif dan etis

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyempurnakan pantun hasil karya mereka dengan memastikan struktur, rima, dan isi sesuai kriteria publikasi
  • Murid memilih media publikasi yang sesuai dengan preferensi mereka: poster, majalah dinding, atau blog digital
  • Murid yang memilih media cetak (poster/mading) membuat desain layout dengan menambahkan ilustrasi atau elemen visual pendukung
  • Murid yang memilih media digital mendapatkan panduan dari guru untuk membuat blog sederhana atau mempersiapkan unggahan di platform digital
  • Murid menyelesaikan karya publikasi mereka dalam format yang dipilih
  • Murid mempresentasikan pantun mereka dalam bentuk monolog di depan kelompok kecil atau menampilkan karya visual mereka
  • Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati aktivitas murid menggunakan lembar observasi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengisi lembar refleksi tentang pengalaman memublikasikan pantun: kemudahan, tantangan, dan hal yang dipelajari
  • Murid memberikan apresiasi kepada karya teman melalui galeri karya atau saling berkomentar positif
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif: Apa makna publikasi pantun bagi kalian? Bagaimana perasaan kalian saat karya dibaca orang lain?
  • Murid menuliskan komitmen untuk terus berkarya dan berbagi melalui media yang mereka pilih

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran tentang proses dan pentingnya publikasi karya sastra
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan menilai karya publikasi pantun menggunakan rubrik penilaian
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya etika publikasi dan menghargai karya orang lain
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas karya dan partisipasi mereka
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid dapat melanjutkan publikasi pantun mereka di media digital atau mengikuti lomba pantun
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih jenis media publikasi sesuai keterampilan: media cetak untuk yang suka menggambar/desain manual, media digital untuk yang terampil teknologi
  • Proses: Murid yang cepat dapat membuat lebih dari satu format publikasi atau membantu teman. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapat bimbingan intensif dari guru dan diberi template desain
  • Produk: Produk akhir bervariasi: poster tunggal, kolase pantun di majalah dinding, blog pribadi dengan beberapa pantun, atau video pembacaan pantun yang diunggah

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menunjukkan pantun yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya
  • Guru mengajukan pertanyaan: Apakah pantun kalian sudah siap untuk dibaca orang lain? Apa yang masih perlu diperbaiki?

Proses:

  • Observasi guru saat murid menyempurnakan pantun: apakah mereka mengecek struktur, rima, dan konten SARA
  • Penilaian saat murid mendesain media publikasi: kreativitas, kerapian, dan kesesuaian format
  • Pengamatan saat presentasi monolog: lafal, intonasi, ekspresi, dan kepercayaan diri
  • Checklist partisipasi dalam diskusi kelompok dan pemberian apresiasi kepada teman

Akhir:

  • Penilaian produk akhir publikasi pantun menggunakan rubrik meliputi: struktur pantun, ketepatan rima, penggunaan bahasa Indonesia, kreativitas penyajian, dan kelayakan publikasi (bebas SARA)
  • Penilaian presentasi monolog dengan kriteria: lafal (skor 1-5), intonasi (1-5), ekspresi (1-5), struktur pantun (1-5), ketepatan pola rima (1-5), penggunaan bahasa Indonesia (1-5), tidak mengandung SARA (1-5). Total Nilai = (Total Skor/40) x 100
  • Lembar refleksi murid tentang proses pembelajaran dan publikasi pantun

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat menyempurnakan pantun dan membuat desain publikasi
  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman kriteria pantun yang layak publikasi
  • Penilaian proses saat presentasi monolog atau pameran karya

Sumatif:

  • Penilaian produk publikasi pantun (poster, mading, atau unggahan digital) menggunakan rubrik komprehensif
  • Penilaian presentasi monolog pantun dengan kriteria lafal, intonasi, ekspresi, dan struktur pantun

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur PantunPantun tidak memiliki struktur 4 baris dengan pola sampiran-isi yang jelasPantun memiliki 4 baris tetapi pola sampiran-isi belum tepatPantun memiliki struktur 4 baris dengan pola sampiran-isi yang tepatPantun memiliki struktur sempurna dengan sampiran-isi yang harmonis dan bermakna mendalam
Ketepatan RimaPantun tidak memiliki pola rima yang jelas (a-b-a-b)Pantun memiliki pola rima tetapi masih ada 1-2 baris yang tidak sesuaiPantun memiliki pola rima a-b-a-b yang tepatPantun memiliki pola rima sempurna dengan bunyi yang merdu dan enak didengar
Kreativitas PenyajianPublikasi pantun disajikan dalam format teks biasa tanpa elemen visual atau desainPublikasi pantun memiliki elemen visual sederhana tetapi belum menarikPublikasi pantun disajikan dengan desain menarik dan elemen visual yang mendukungPublikasi pantun sangat kreatif dengan desain unik, elemen visual menarik, dan format multimodal yang inovatif
Kelayakan PublikasiPantun mengandung unsur SARA atau konten yang tidak pantas untuk dipublikasikanPantun bebas SARA tetapi masih ada kalimat yang kurang sopan atau ambiguPantun bebas SARA, sopan, dan menyampaikan pesan positifPantun sangat layak publikasi, bebas SARA, menyampaikan pesan kepedulian yang inspiratif dan bermakna
Presentasi MonologMembaca pantun dengan lafal kurang jelas, intonasi datar, tanpa ekspresiMembaca pantun dengan lafal cukup jelas tetapi intonasi dan ekspresi masih minimalMembaca pantun dengan lafal jelas, intonasi tepat, dan ekspresi yang sesuaiMembaca pantun dengan lafal sangat jelas, intonasi dinamis, ekspresi penuh penghayatan, dan mampu menarik perhatian audiens

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memublikasikan pantun mereka? Jika tidak, apa kendalanya?
  • Media publikasi mana yang paling diminati murid dan mengapa?
  • Bagaimana saya dapat lebih memfasilitasi murid yang memilih media digital agar lebih optimal?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah efektif mengakomodasi keberagaman murid?
  • Apa yang dapat saya tingkatkan dalam pembelajaran publikasi karya sastra di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan memublikasikan pantun hari ini?
  • Tantangan apa yang kamu hadapi saat menyempurnakan dan memublikasikan pantun?
  • Media publikasi apa yang kamu pilih dan mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat pantun karyamu dibaca atau dilihat orang lain?
  • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan publikasi pantun ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Contoh publikasi pantun di media cetak (koran, majalah)
  4. Contoh blog pribadi yang memuat pantun
  5. Proyektor dan laptop untuk menampilkan contoh publikasi digital
  6. Kertas karton atau asturo untuk membuat poster
  7. Spidol warna, pensil warna, atau alat menggambar lainnya
  8. Akses internet untuk murid yang memilih publikasi digital
  9. Platform blog sederhana (Blogger, WordPress, atau sejenisnya)
  10. Lembar kerja penyempurnaan pantun
  11. Lembar refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.