MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D) Topik: Memublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Memublikasikan Pantun di Media Cetak atau Elektronik |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan menyempurnakan dan memublikasikan pantun, murid dapat mempresentasikan pantun terbaik hasil karyanya dalam bentuk monolog atau pameran karya kepada audiens
- Melalui kegiatan publikasi, murid dapat menyajikan pantun dalam bentuk teks multimodal (poster, majalah dinding, atau unggahan digital) yang memuat ungkapan kepedulian secara kreatif dan menarik
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara membuat pantun kalian dapat dibaca oleh lebih banyak orang?
- Media apa saja yang bisa digunakan untuk memublikasikan pantun di era digital?
- Apa yang perlu diperhatikan agar pantun yang dipublikasikan aman dan ramah untuk semua pembaca?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
- Guru mengingatkan kembali pembelajaran sebelumnya tentang proses pembuatan pantun
- Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menunjukkan pantun yang telah mereka buat dan mengidentifikasi kesiapan untuk publikasi
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyempurnakan dan memublikasikan pantun ke media cetak atau elektronik
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu keingintahuan murid tentang publikasi pantun
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menjelaskan berbagai media publikasi pantun: majalah dinding, poster, blog pribadi, dan media sosial
- Murid mengamati contoh publikasi pantun di berbagai media yang ditampilkan guru melalui proyektor
- Guru menjelaskan kriteria pantun yang ramah untuk dipublikasikan: tidak mengandung SARA, tidak mengandung ujaran kebencian, dan menyampaikan pesan positif
- Murid berdiskusi dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan setiap media publikasi
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan karakteristik publikasi pantun yang efektif dan etis
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyempurnakan pantun hasil karya mereka dengan memastikan struktur, rima, dan isi sesuai kriteria publikasi
- Murid memilih media publikasi yang sesuai dengan preferensi mereka: poster, majalah dinding, atau blog digital
- Murid yang memilih media cetak (poster/mading) membuat desain layout dengan menambahkan ilustrasi atau elemen visual pendukung
- Murid yang memilih media digital mendapatkan panduan dari guru untuk membuat blog sederhana atau mempersiapkan unggahan di platform digital
- Murid menyelesaikan karya publikasi mereka dalam format yang dipilih
- Murid mempresentasikan pantun mereka dalam bentuk monolog di depan kelompok kecil atau menampilkan karya visual mereka
- Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati aktivitas murid menggunakan lembar observasi
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengisi lembar refleksi tentang pengalaman memublikasikan pantun: kemudahan, tantangan, dan hal yang dipelajari
- Murid memberikan apresiasi kepada karya teman melalui galeri karya atau saling berkomentar positif
- Guru memfasilitasi diskusi reflektif: Apa makna publikasi pantun bagi kalian? Bagaimana perasaan kalian saat karya dibaca orang lain?
- Murid menuliskan komitmen untuk terus berkarya dan berbagi melalui media yang mereka pilih
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran tentang proses dan pentingnya publikasi karya sastra
- Guru melakukan asesmen akhir dengan menilai karya publikasi pantun menggunakan rubrik penilaian
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya etika publikasi dan menghargai karya orang lain
- Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas karya dan partisipasi mereka
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid dapat melanjutkan publikasi pantun mereka di media digital atau mengikuti lomba pantun
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih jenis media publikasi sesuai keterampilan: media cetak untuk yang suka menggambar/desain manual, media digital untuk yang terampil teknologi
- Proses: Murid yang cepat dapat membuat lebih dari satu format publikasi atau membantu teman. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapat bimbingan intensif dari guru dan diberi template desain
- Produk: Produk akhir bervariasi: poster tunggal, kolase pantun di majalah dinding, blog pribadi dengan beberapa pantun, atau video pembacaan pantun yang diunggah
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menunjukkan pantun yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya
- Guru mengajukan pertanyaan: Apakah pantun kalian sudah siap untuk dibaca orang lain? Apa yang masih perlu diperbaiki?
Proses:- Observasi guru saat murid menyempurnakan pantun: apakah mereka mengecek struktur, rima, dan konten SARA
- Penilaian saat murid mendesain media publikasi: kreativitas, kerapian, dan kesesuaian format
- Pengamatan saat presentasi monolog: lafal, intonasi, ekspresi, dan kepercayaan diri
- Checklist partisipasi dalam diskusi kelompok dan pemberian apresiasi kepada teman
Akhir:- Penilaian produk akhir publikasi pantun menggunakan rubrik meliputi: struktur pantun, ketepatan rima, penggunaan bahasa Indonesia, kreativitas penyajian, dan kelayakan publikasi (bebas SARA)
- Penilaian presentasi monolog dengan kriteria: lafal (skor 1-5), intonasi (1-5), ekspresi (1-5), struktur pantun (1-5), ketepatan pola rima (1-5), penggunaan bahasa Indonesia (1-5), tidak mengandung SARA (1-5). Total Nilai = (Total Skor/40) x 100
- Lembar refleksi murid tentang proses pembelajaran dan publikasi pantun
Formatif:- Observasi aktivitas murid saat menyempurnakan pantun dan membuat desain publikasi
- Tanya jawab lisan tentang pemahaman kriteria pantun yang layak publikasi
- Penilaian proses saat presentasi monolog atau pameran karya
Sumatif:- Penilaian produk publikasi pantun (poster, mading, atau unggahan digital) menggunakan rubrik komprehensif
- Penilaian presentasi monolog pantun dengan kriteria lafal, intonasi, ekspresi, dan struktur pantun
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Struktur Pantun | Pantun tidak memiliki struktur 4 baris dengan pola sampiran-isi yang jelas | Pantun memiliki 4 baris tetapi pola sampiran-isi belum tepat | Pantun memiliki struktur 4 baris dengan pola sampiran-isi yang tepat | Pantun memiliki struktur sempurna dengan sampiran-isi yang harmonis dan bermakna mendalam | | Ketepatan Rima | Pantun tidak memiliki pola rima yang jelas (a-b-a-b) | Pantun memiliki pola rima tetapi masih ada 1-2 baris yang tidak sesuai | Pantun memiliki pola rima a-b-a-b yang tepat | Pantun memiliki pola rima sempurna dengan bunyi yang merdu dan enak didengar | | Kreativitas Penyajian | Publikasi pantun disajikan dalam format teks biasa tanpa elemen visual atau desain | Publikasi pantun memiliki elemen visual sederhana tetapi belum menarik | Publikasi pantun disajikan dengan desain menarik dan elemen visual yang mendukung | Publikasi pantun sangat kreatif dengan desain unik, elemen visual menarik, dan format multimodal yang inovatif | | Kelayakan Publikasi | Pantun mengandung unsur SARA atau konten yang tidak pantas untuk dipublikasikan | Pantun bebas SARA tetapi masih ada kalimat yang kurang sopan atau ambigu | Pantun bebas SARA, sopan, dan menyampaikan pesan positif | Pantun sangat layak publikasi, bebas SARA, menyampaikan pesan kepedulian yang inspiratif dan bermakna | | Presentasi Monolog | Membaca pantun dengan lafal kurang jelas, intonasi datar, tanpa ekspresi | Membaca pantun dengan lafal cukup jelas tetapi intonasi dan ekspresi masih minimal | Membaca pantun dengan lafal jelas, intonasi tepat, dan ekspresi yang sesuai | Membaca pantun dengan lafal sangat jelas, intonasi dinamis, ekspresi penuh penghayatan, dan mampu menarik perhatian audiens |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil memublikasikan pantun mereka? Jika tidak, apa kendalanya?
- Media publikasi mana yang paling diminati murid dan mengapa?
- Bagaimana saya dapat lebih memfasilitasi murid yang memilih media digital agar lebih optimal?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah efektif mengakomodasi keberagaman murid?
- Apa yang dapat saya tingkatkan dalam pembelajaran publikasi karya sastra di masa mendatang?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan memublikasikan pantun hari ini?
- Tantangan apa yang kamu hadapi saat menyempurnakan dan memublikasikan pantun?
- Media publikasi apa yang kamu pilih dan mengapa?
- Bagaimana perasaanmu saat pantun karyamu dibaca atau dilihat orang lain?
- Apa yang kamu pelajari dari kegiatan publikasi pantun ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum Merdeka
- Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX Kurikulum Merdeka
- Contoh publikasi pantun di media cetak (koran, majalah)
- Contoh blog pribadi yang memuat pantun
- Proyektor dan laptop untuk menampilkan contoh publikasi digital
- Kertas karton atau asturo untuk membuat poster
- Spidol warna, pensil warna, atau alat menggambar lainnya
- Akses internet untuk murid yang memilih publikasi digital
- Platform blog sederhana (Blogger, WordPress, atau sejenisnya)
- Lembar kerja penyempurnaan pantun
- Lembar refleksi murid
|