Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Mengenal Makna Denotatif, Konotatif, dan Kiasan dalam Pantun

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Mengenal Makna Denotatif, Konotatif, dan Kiasan dalam Pantun". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Mengenal Makna Denotatif, Konotatif, dan Kiasan dalam Pantun

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mengenal Makna Denotatif, Konotatif, dan Kiasan dalam Pantun

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMengenal Makna Denotatif, Konotatif, dan Kiasan dalam Pantun
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca dan menganalisis teks pantun, murid dapat membedakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan yang digunakan dalam pantun dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan analisis teks pantun, murid dapat menginterpretasi makna konotatif dan kiasan dalam baris sampiran dan isi pantun untuk memahami pesan yang disampaikan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar ungkapan 'hatinya bersih' atau 'mulutnya manis'? Apakah hati benar-benar bersih seperti baju dicuci, atau mulut manis seperti gula?
  2. Mengapa penyair atau penulis pantun sering menggunakan kata-kata yang maknanya tidak sesuai dengan makna sebenarnya?
  3. Bagaimana kita bisa memahami pesan dalam pantun jika kata-katanya tidak langsung menyebutkan maksudnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid untuk menjaga suasana kelas yang saling menghargai dan fokus.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan pantun sederhana di layar atau papan tulis, lalu bertanya: 'Apa yang kalian pahami dari pantun ini? Apakah maknanya langsung atau tersembunyi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan belajar membedakan dan menginterpretasi makna denotatif, konotatif, dan kiasan dalam pantun.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menjawab pertanyaan singkat: 'Tuliskan satu kata dan jelaskan makna sebenarnya serta makna lain yang mungkin dari kata tersebut (contoh: bunga, cahaya, batu).'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat perbedaan makna denotatif (makna sebenarnya sesuai kamus), konotatif (makna tambahan/perasaan yang muncul), dan kiasan (perbandingan atau perumpamaan).
  • Guru menampilkan 3-4 contoh pantun yang mengandung ketiga jenis makna tersebut dan membahas bersama murid kata-kata kunci di dalamnya.
  • Murid membaca teks pantun yang disediakan dalam Buku Siswa atau lembar kerja, lalu mengidentifikasi kosakata yang bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan.
  • Murid mengisi tabel analisis: Kata/Frasa | Jenis Makna | Penjelasan.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengonfirmasi jawaban murid dan mengklarifikasi konsep yang masih membingungkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan atau dalam kelompok kecil untuk menganalisis 2-3 pantun tambahan yang disediakan guru.
  • Setiap kelompok mengidentifikasi kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan dalam sampiran dan isi pantun, lalu menginterpretasi pesan yang disampaikan penulis.
  • Murid menuliskan hasil analisis mereka dalam format sederhana: Pantun | Kata Kunci | Jenis Makna | Interpretasi Pesan.
  • Setiap kelompok mempresentasikan satu pantun hasil analisis mereka di depan kelas secara singkat (2-3 menit per kelompok).
  • Guru memberikan umpan balik langsung dan mengapresiasi keragaman interpretasi yang masuk akal.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta merefleksikan secara individu: 'Apa perbedaan yang paling jelas antara makna denotatif, konotatif, dan kiasan setelah mempelajari pantun hari ini?'
  • Murid menuliskan satu contoh kata bermakna konotatif atau kiasan yang sering mereka dengar dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan maknanya.
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksi mereka secara sukarela.
  • Guru membimbing murid untuk menyadari pentingnya memahami berbagai jenis makna agar dapat memahami pesan komunikasi dengan lebih mendalam, baik dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran: perbedaan makna denotatif, konotatif, dan kiasan serta cara menginterpretasi pesan dalam pantun.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan satu pantun pendek dan meminta murid mengidentifikasi minimal 2 kata bermakna konotatif atau kiasan serta menjelaskan pesan pantun tersebut secara tertulis (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid dan mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap bahasa dalam berkomunikasi.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa atau salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan, guru menyediakan pantun dengan kosakata lebih sederhana dan menandai kata-kata kunci yang perlu dianalisis. Untuk murid yang lebih cepat, guru menyediakan pantun dengan bahasa lebih kompleks dan meminta mereka mencari pantun lain dari sumber eksternal untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang kesulitan dapat bekerja dalam kelompok dengan pendampingan lebih intensif dari guru. Murid yang lebih cepat diberi tantangan untuk menginterpretasi makna secara lebih mendalam dan mengaitkan dengan konteks budaya atau sosial.
  • Produk: Murid yang kesulitan cukup mengidentifikasi 1-2 jenis makna dalam pantun. Murid yang lebih cepat diminta membuat tabel analisis yang lebih lengkap, termasuk menjelaskan efek penggunaan makna konotatif/kiasan terhadap pembaca.

ASESMEN

Awal:

  • Tes tertulis singkat: murid menuliskan satu kata dan menjelaskan makna sebenarnya serta makna lain yang mungkin dari kata tersebut untuk mengecek pemahaman awal tentang keberagaman makna kata

Proses:

  • Observasi saat murid mengidentifikasi kosakata dalam tabel analisis (tahap Memahami)
  • Penilaian hasil kerja kelompok dan presentasi analisis pantun (tahap Mengaplikasi)
  • Pengecekan refleksi tertulis murid tentang pemahaman mereka (tahap Merefleksi)

Akhir:

  • Tugas individu tertulis: murid menganalisis satu pantun pendek yang diberikan guru, mengidentifikasi minimal 2 kata bermakna konotatif atau kiasan, dan menjelaskan pesan pantun tersebut dalam 3-5 kalimat

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas dan kerja kelompok
  • Pemeriksaan tabel analisis kosakata yang dibuat murid
  • Penilaian presentasi kelompok berdasarkan ketepatan identifikasi dan interpretasi

Sumatif:

  • Tugas tertulis di akhir pembelajaran: mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan kiasan dalam satu pantun serta menginterpretasi pesan yang disampaikan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan membedakan makna denotatif, konotatif, dan kiasanMurid belum dapat membedakan ketiga jenis makna atau mengidentifikasi dengan banyak kesalahanMurid dapat membedakan 1-2 jenis makna dengan beberapa kesalahanMurid dapat membedakan ketiga jenis makna dengan tepat pada sebagian besar kosakataMurid dapat membedakan ketiga jenis makna dengan tepat dan memberikan penjelasan yang jelas untuk setiap kosakata
Kemampuan menginterpretasi pesan pantunMurid belum dapat menjelaskan pesan pantun atau interpretasi tidak relevan dengan isi pantunMurid dapat menjelaskan pesan pantun secara umum tetapi belum mengaitkan dengan makna konotatif/kiasanMurid dapat menginterpretasi pesan pantun dengan mengaitkan makna konotatif/kiasan yang adaMurid dapat menginterpretasi pesan pantun secara mendalam, mengaitkan makna konotatif/kiasan dengan konteks, dan menjelaskan dengan bahasa yang lugas
Partisipasi dalam diskusi dan kerja kelompokMurid pasif dan tidak berkontribusi dalam diskusi atau kerja kelompokMurid sesekali memberikan pendapat tetapi belum aktif berdiskusiMurid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan mendengarkan pendapat temanMurid sangat aktif, memimpin diskusi, memberikan argumen yang kuat, dan membantu teman memahami konsep

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu memahami perbedaan ketiga jenis makna dengan jelas? Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan (contoh, diskusi kelompok, tabel analisis) efektif membantu murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi pembelajaran agar semua murid, baik yang cepat maupun lambat, mendapat tantangan yang sesuai?
  • Apakah asesmen yang saya berikan dapat mengukur pemahaman murid secara akurat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini tentang makna kata dalam pantun?
  • Bagian mana yang masih sulit dipahami tentang makna denotatif, konotatif, dan kiasan?
  • Bagaimana pemahaman tentang berbagai jenis makna ini dapat membantu saya dalam memahami karya sastra atau berkomunikasi sehari-hari?
  • Apakah saya merasa percaya diri untuk menganalisis pantun atau teks lain yang mengandung makna konotatif dan kiasan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX (Edisi Revisi) Kemendikdasmen, Bab II Belajar Berpantun
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX (Edisi Revisi) Kemendikdasmen, Bab II Belajar Berpantun
  3. Lembar kerja analisis pantun (disediakan guru)
  4. Teks pantun tambahan dari berbagai sumber (buku kumpulan pantun, internet, atau karya murid)
  5. Papan tulis/whiteboard, spidol, dan proyektor (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.