Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Membaca Pantun dan Menganalisis Informasi dalam Teks Pantun

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Membaca Pantun dan Menganalisis Informasi dalam Teks Pantun". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Membaca Pantun dan Menganalisis Informasi dalam Teks Pantun

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Membaca Pantun dan Menganalisis Informasi dalam Teks Pantun

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMembaca Pantun dan Menganalisis Informasi dalam Teks Pantun
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca teks pantun, murid dapat menganalisis informasi berupa gagasan, arahan, atau pesan yang tersurat dan tersirat dalam pantun dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan membaca teks pantun, murid dapat menginterpretasi isi pantun untuk mengungkapkan pendapat atau kepedulian terhadap pesan yang terkandung dalam pantun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar atau membaca pantun yang membuat kalian terkesan atau tersentuh? Apa yang membuat pantun itu berkesan?
  2. Menurutmu, mengapa nenek moyang kita memilih menyampaikan nasihat melalui pantun, bukan langsung berkata terus terang?
  3. Jika kamu ingin menyampaikan pesan penting kepada teman, apakah kamu lebih suka mengungkapkannya secara langsung atau lewat kiasan seperti pantun? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif.
  • Guru menata meja dan kursi agar murid dapat duduk dengan nyaman untuk kegiatan membaca intensif (membaca hening).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menayangkan dua bait pantun di papan tulis atau layar proyektor, lalu bertanya kepada beberapa murid secara lisan, 'Apa pesan yang kamu tangkap dari pantun ini?' — untuk memetakan pemahaman awal tentang membaca pantun.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menganalisis informasi tersurat dan tersirat dalam pantun, serta menginterpretasi isi pantun untuk mengungkapkan pendapat.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu: 'Mengapa nenek moyang kita menyampaikan nasihat lewat pantun, bukan langsung berterus terang?' — biarkan dua atau tiga murid merespons secara bebas.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar teks berisi 4–5 pantun dengan tema beragam (nasihat, agama, adat, dan teka-teki) kepada setiap murid.
  • Murid membaca teks pantun secara hening (membaca dalam hati) selama ±8 menit — guru mengingatkan agar suasana tetap tenang agar semua bisa berkonsentrasi.
  • Setelah membaca, guru memandu murid menghubungkan pengetahuan sebelumnya: 'Dari pertemuan lalu, kalian sudah tahu ciri-ciri pantun. Sekarang, coba tunjukkan mana bagian sampiran dan mana isi pada salah satu pantun yang kalian baca.'
  • Guru menjelaskan perbedaan informasi tersurat (langsung tertulis) dan tersirat (makna di balik kata/kiasan) menggunakan pantun 'Berakit-rakit ke hulu / Berenang-renang ke tepian / Bersakit-sakit dahulu / Bersenang-senang kemudian' sebagai contoh bersama di kelas.
  • Guru menanyakan kepada murid: 'Kata apa dalam pantun ini yang merupakan kiasan? Apa maksud sesungguhnya?' — untuk menstimulasi proses berpikir aktif.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD) secara mandiri. LKPD berisi 3 pantun berbeda; untuk setiap pantun murid diminta: (a) menuliskan informasi tersurat — pesan yang langsung bisa dibaca, (b) menuliskan informasi tersirat — makna kiasan atau pesan yang terselubung, dan (c) menulis satu kalimat pendapat atau ungkapan kepedulian mereka terhadap pesan pantun tersebut.
  • Guru berkeliling memantau proses kerja, memberikan bimbingan individual kepada murid yang tampak kesulitan menemukan makna tersirat — cukup dengan pertanyaan pancing seperti 'Kata ini mengingatkanmu pada apa dalam kehidupan nyata?'
  • Setelah ±12 menit, guru meminta 3–4 murid secara sukarela membacakan jawabannya di depan kelas — satu murid per pantun.
  • Guru dan kelas merespons jawaban secara konstruktif: menguatkan yang sudah tepat dan mendiskusikan bersama jika ada perbedaan interpretasi, sehingga murid paham bahwa pantun bisa memiliki lebih dari satu interpretasi yang valid selama didukung bukti dari teks.
  • Guru mencatat pola jawaban murid di papan tulis sebagai bahan asesmen proses.

Merefleksi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu diskusi kelas singkat (±8 menit): 'Dari semua pantun yang kalian baca hari ini, pesan mana yang paling relevan dengan kehidupan kalian sekarang? Mengapa?'
  • Murid menuliskan di bagian bawah LKPD: satu pantun favorit mereka hari ini beserta alasan singkat mengapa pesan pantun itu penting atau bermakna bagi mereka secara pribadi.
  • Guru meminta 2–3 murid membagikan tulisan refleksinya secara lisan — ciptakan suasana saling menghargai pendapat.
  • Guru menghubungkan pesan pantun dengan nilai-nilai kehidupan nyata: 'Pesan dalam pantun ini bukan sekadar sastra lama — nilai-nilainya masih sangat relevan hari ini. Itulah mengapa pantun diakui UNESCO sebagai warisan budaya.'
  • Murid diminta menyimpulkan secara lisan atau tertulis: apa perbedaan antara informasi tersurat dan tersirat, dan bagaimana cara menginterpretasi pesan pantun.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat pembelajaran hari ini: perbedaan informasi tersurat dan tersirat dalam pantun, serta cara menginterpretasi pesan pantun.
  • Guru memberikan asesmen akhir tertulis singkat (kuis penutup): murid diberikan satu pantun baru dan diminta menuliskan informasi tersurat, informasi tersirat, dan satu kalimat pendapat mereka terhadap pesan pantun tersebut — dikerjakan dalam ±5 menit.
  • Guru mengumpulkan LKPD dan kuis penutup sebagai bahan penilaian.
  • Guru menyampaikan informasi kegiatan pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan pantun dengan kiasan lebih kompleks atau pantun berkait untuk dianalisis. Murid yang masih kesulitan diberikan pantun dengan bahasa lebih sederhana dan kiasan yang lebih umum, disertai glosarium kata-kata arkais jika ada.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat mengerjakan LKPD dengan panduan berupa pertanyaan scaffold seperti 'Kata ___ dalam baris ini mengingatkanmu pada apa?' Murid yang cepat dapat langsung lanjut ke tugas pengayaan: membandingkan pesan dua pantun berbeda tema dan menilai mana yang lebih relevan di era sekarang beserta alasannya.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengungkapkan interpretasi mereka: menulis kalimat pendapat di LKPD, atau menyampaikannya secara lisan kepada guru, atau menggambarkan makna pantun dalam bentuk sketsa ilustrasi singkat beserta keterangan tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua bait pantun di papan tulis atau layar, lalu bertanya secara lisan kepada 3–4 murid: 'Apa pesan yang kamu tangkap dari pantun ini? Apakah pesannya langsung tersurat atau tersembunyi di balik kiasan?' — untuk memetakan sejauh mana murid sudah bisa membedakan informasi tersurat dan tersirat sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi mandiri saat pengerjaan LKPD: guru berkeliling dan mencatat murid yang sudah tepat mengidentifikasi makna tersirat dan yang masih perlu bimbingan.
  • Tanya jawab saat presentasi singkat di tahap Mengaplikasi: guru menilai ketepatan dan kedalaman jawaban murid secara lisan.
  • Tulisan refleksi di LKPD bagian akhir (tahap Merefleksi): guru membaca sekilas ungkapan pendapat atau kepedulian murid terhadap pesan pantun sebagai indikator kemampuan interpretasi.

Akhir:

  • Kuis penutup individual tertulis (±5 menit): murid diberikan satu pantun baru yang belum pernah dibahas, lalu diminta: (1) menuliskan informasi tersurat dari pantun tersebut, (2) menuliskan informasi tersirat atau makna kiasan yang ada, dan (3) menuliskan satu kalimat yang mengungkapkan pendapat atau kepedulian mereka terhadap pesan pantun. Hasil kuis dinilai menggunakan rubrik 4 level yang tersedia.

Formatif:

  • Asesmen lisan di pendahuluan: guru bertanya kepada beberapa murid tentang pesan pantun yang ditampilkan untuk memetakan pemahaman awal.
  • Observasi proses selama kegiatan Mengaplikasi: guru berkeliling mengamati cara murid mengidentifikasi informasi tersurat dan tersirat di LKPD.
  • Diskusi kelas pada tahap Merefleksi: guru mendengarkan dan mencatat kualitas jawaban murid saat mendiskusikan relevansi pesan pantun.

Sumatif:

  • Kuis penutup tertulis: murid menganalisis satu pantun baru dengan menuliskan informasi tersurat, informasi tersirat, dan satu kalimat pendapat atau kepedulian terhadap pesan pantun — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis informasi tersurat dalam pantunMurid tidak dapat mengidentifikasi informasi tersurat dalam pantun, atau jawabannya tidak berkaitan dengan isi pantun.Murid dapat mengidentifikasi sebagian informasi tersurat namun masih kurang tepat atau tidak lengkap.Murid dapat mengidentifikasi informasi tersurat dengan tepat, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid dapat mengidentifikasi informasi tersurat dengan tepat dan lengkap, disertai penjelasan yang jelas dan runtut.
Menganalisis informasi tersirat (makna kiasan/pesan tersembunyi) dalam pantunMurid tidak dapat menemukan makna tersirat atau hanya mengulang kata-kata dalam pantun tanpa interpretasi.Murid mencoba menemukan makna tersirat namun masih keliru atau sangat dangkal, belum menangkap inti pesan.Murid dapat menemukan makna tersirat dengan cukup tepat, meskipun belum mampu menjelaskan kaitan kiasan dengan pesan secara mendalam.Murid dapat menganalisis makna tersirat dengan tepat dan mendalam, mampu menjelaskan bagaimana kiasan dalam pantun menyampaikan pesan utama.
Menginterpretasi isi pantun untuk mengungkapkan pendapat atau kepedulianMurid tidak mengungkapkan pendapat atau kepedulian, atau jawabannya tidak berkaitan dengan isi pantun.Murid mengungkapkan pendapat secara singkat namun belum terhubung secara jelas dengan pesan pantun.Murid mengungkapkan pendapat atau kepedulian yang relevan dengan pesan pantun dan cukup logis.Murid mengungkapkan pendapat atau kepedulian yang relevan, logis, dan menunjukkan hubungan antara pesan pantun dengan konteks kehidupan nyata atau pengalaman pribadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil membedakan informasi tersurat dan tersirat dalam pantun? Apa yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini efektif menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
  • Sejauh mana pertanyaan pemantik berhasil membangun rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?

Refleksi Murid:

  • Dari pantun-pantun yang kamu baca hari ini, pesan mana yang paling bermakna bagimu dan mengapa?
  • Apakah ada bagian yang masih membingungkanmu saat mencari makna tersirat dalam pantun? Apa yang membuatnya sulit?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara membaca dan memahami pantun?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs (Edisi Revisi) — Bab 2 Belajar Berpantun, khususnya Subbab B dan Kegiatan 2
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs (Edisi Revisi) — Bab 2, termasuk rubrik penilaian Tabel 2.4 dan Tabel 2.6
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang disiapkan guru berisi 3–4 teks pantun dengan tema beragam
  4. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan contoh pantun saat kegiatan bersama
  5. Koleksi pantun dari internet atau buku antologi pantun sebagai sumber pengayaan (opsional)
  6. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning 2025 sebagai acuan prinsip pedagogis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.