Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Asesmen Sumatif Bab II: Belajar Berpantun

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab II: Belajar Berpantun". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Asesmen Sumatif Bab II: Belajar Berpantun

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab II: Belajar Berpantun

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikAsesmen Sumatif Bab II: Belajar Berpantun
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik, isi, jenis, dan fungsi pantun secara tertulis dengan tepat.
  2. Melalui asesmen sumatif, murid dapat menulis pantun sesuai struktur dan kaidah yang memuat pesan atau ungkapan kepedulian menggunakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua pantun yang sudah kamu pelajari di Bab II, pantun mana yang paling berkesan bagimu dan mengapa?
  2. Bagaimana kamu bisa membedakan pantun yang 'biasa' dengan pantun yang benar-benar menyentuh hati pendengar?
  3. Jika kamu ingin menyampaikan rasa peduli kepada seseorang melalui pantun, kata-kata bermakna apa yang akan kamu pilih?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan memastikan suasana kondusif untuk pelaksanaan asesmen sumatif.
  • Guru meminta murid untuk merapikan meja, menyimpan buku catatan, dan hanya menyiapkan alat tulis di atas meja.
  • Diagnostik awal singkat: guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2–3 murid untuk mengukur kesiapan mental dan mengingat kembali materi Bab II secara sekilas (tidak dinilai, hanya untuk memantik ingatan).
  • Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif hari ini: mengukur kemampuan menganalisis pantun (TP 9.2.10.1) dan kemampuan menulis pantun (TP 9.2.10.2).
  • Guru menjelaskan mekanisme pengerjaan: Bagian A berupa soal uraian analisis pantun (±30 menit), Bagian B berupa tugas menulis pantun (±30 menit), dan 20 menit tersisa untuk penutup dan refleksi.
  • Guru memastikan murid memahami petunjuk soal sebelum memulai, dan mempersilakan bertanya jika ada petunjuk yang belum jelas.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca lembar soal Bagian A secara saksama: disajikan 2 teks pantun pilihan guru (pantun nasihat dan pantun jenaka atau pantun kepedulian sosial).
  • Murid mencermati setiap baris pantun, mengidentifikasi sampiran dan isi, pola rima, serta jenis pantun yang disajikan sebelum mulai menjawab.
  • Murid menjawab soal uraian Bagian A secara mandiri: (1) mengidentifikasi unsur intrinsik pantun (sampiran, isi, rima a-b-a-b, jumlah suku kata), (2) menjelaskan isi atau pesan yang terkandung, (3) menentukan jenis pantun beserta alasannya, (4) menjelaskan fungsi pantun tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  • Guru memantau proses pengerjaan, memastikan murid bekerja secara mandiri dan tenang.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid beralih ke lembar soal Bagian B: tugas menulis pantun secara mandiri.
  • Instruksi Bagian B: murid menulis satu buah pantun bertema kepedulian (pilihan tema: kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian terhadap orang tua, atau kepedulian terhadap teman) dengan ketentuan: 4 baris, 2 baris sampiran + 2 baris isi, rima a-b-a-b, 8–12 suku kata per baris.
  • Murid wajib menggunakan minimal satu kata atau frasa bermakna konotatif atau kiasan pada bagian isi pantun, dan menuliskan keterangan singkat di bawah pantun mengenai kata/frasa konotatif atau kiasan yang dipilih beserta maknanya.
  • Murid menulis pantun pada bagian yang disediakan di lembar jawaban, kemudian membaca ulang hasil karyanya untuk memastikan kesesuaian struktur dan kedalaman pesan sebelum menyerahkan.
  • Guru berkeliling memantau dan mencatat murid yang tampak kesulitan sebagai bahan tindak lanjut.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah lembar jawaban dikumpulkan, guru menampilkan 2–3 contoh pantun anonim (karya murid dari kelas/tahun sebelumnya atau contoh dari buku) sebagai bahan apresiasi bersama.
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi secara lisan: apa yang membuat pantun tersebut kuat secara struktur sekaligus menyentuh secara makna — mengaitkan kembali dengan konsep denotatif, konotatif, dan kiasan yang baru saja mereka tulis.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3–5 menit): (1) Bagian mana yang paling mudah dikerjakan? (2) Bagian mana yang paling menantang? (3) Apa yang akan kamu pelajari lebih lanjut setelah asesmen ini?
  • Guru menegaskan bahwa refleksi ini bukan bagian dari penilaian, melainkan untuk membantu murid mengenali kemajuan belajar mereka sendiri.

Penutup:

  • Guru menyampaikan apresiasi atas usaha dan kesungguhan seluruh murid dalam mengerjakan asesmen.
  • Guru memberikan gambaran singkat: hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis, dan murid yang belum mencapai KKTP akan mendapatkan kesempatan remedi.
  • Guru menginformasikan topik pembelajaran berikutnya (Bab III) secara singkat untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan daftar kata bermakna konotatif/kiasan sebagai referensi pilihan (tidak wajib digunakan) yang dilampirkan di lembar soal. Untuk murid yang sudah cepat menyelesaikan, tersedia soal pengayaan: menganalisis perbedaan pantun dengan syair berdasarkan dua teks yang disajikan.
  • Proses: Murid dengan kebutuhan khusus atau yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca dapat diberikan waktu tambahan hingga 10 menit atau pendampingan guru dalam membaca instruksi soal (bukan dalam menjawab soal). Murid cepat diperbolehkan langsung mengerjakan soal pengayaan setelah menyelesaikan soal utama.
  • Produk: Hasil utama adalah lembar jawaban asesmen. Murid yang telah menyelesaikan lebih cepat dapat menuliskan pantun tambahan pada lembar pengayaan sebagai portofolio sukarela yang akan diapresiasi secara terpisah.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan pemantik di awal pendahuluan kepada 2–3 murid: 'Dari materi Bab II yang sudah kita pelajari, coba sebutkan satu ciri pantun yang paling kamu ingat!' — digunakan untuk memantik ingatan, bukan dinilai.
  • Pengamatan cepat terhadap ekspresi dan respons murid saat mendengar pertanyaan pemantik sebagai indikator kesiapan mental menghadapi asesmen.

Proses:

  • Guru berkeliling memantau lembar jawaban murid selama pengerjaan Bagian A; mencatat apakah murid mampu mengidentifikasi sampiran/isi dan menuliskan jenis serta fungsi pantun dengan benar.
  • Guru memantau proses penulisan pada Bagian B; memperhatikan apakah murid memperhatikan struktur rima dan mencantumkan keterangan kata konotatif/kiasan.
  • Guru mencatat nama murid yang menunjukkan kesulitan signifikan sebagai dasar perencanaan remedi dan tindak lanjut.

Akhir:

  • Penilaian Bagian A (TP 9.2.10.1): soal uraian analisis pantun — unsur intrinsik, isi/pesan, jenis pantun, dan fungsi pantun. Skor maksimal 50 poin.
  • Penilaian Bagian B (TP 9.2.10.2): rubrik penilaian penulisan pantun berdasarkan aspek kesesuaian struktur (sampiran-isi, rima a-b-a-b, suku kata), kedalaman pesan/ungkapan kepedulian, dan penggunaan kosakata bermakna konotatif/kiasan. Skor maksimal 50 poin.
  • Nilai akhir asesmen sumatif = skor Bagian A + skor Bagian B (total 100). Murid dinyatakan mencapai KKTP apabila memperoleh nilai ≥ 65 dan tidak ada aspek yang berada di level Belum Berkembang.

Formatif:

  • Observasi kesiapan belajar murid saat pendahuluan melalui respons terhadap pertanyaan pemantik lisan.
  • Pemantauan guru selama pengerjaan asesmen: mencatat murid yang tampak kebingungan atau memerlukan tindak lanjut.
  • Lembar refleksi diri murid (tidak dinilai, digunakan sebagai bahan umpan balik guru).

Sumatif:

  • Soal uraian Bagian A: menganalisis unsur intrinsik, isi, jenis, dan fungsi pantun dari teks yang disajikan (sesuai TP 9.2.10.1).
  • Tugas menulis Bagian B: menulis pantun bertema kepedulian sesuai struktur dan kaidah menggunakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan/atau kiasan (sesuai TP 9.2.10.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis unsur intrinsik pantun (sampiran, isi, rima, suku kata)Murid tidak dapat mengidentifikasi sampiran dan isi, tidak mengenali pola rima, atau jawaban tidak relevan dengan teks pantun yang disajikan.Murid mengidentifikasi sampiran dan isi dengan benar, namun penjelasan pola rima dan penghitungan suku kata tidak tepat atau tidak lengkap.Murid mengidentifikasi sampiran, isi, dan pola rima dengan tepat; penghitungan suku kata mendekati benar meskipun masih ada 1–2 kesalahan kecil.Murid mengidentifikasi seluruh unsur intrinsik (sampiran, isi, pola rima a-b-a-b, jumlah suku kata per baris) dengan tepat dan lengkap disertai penjelasan yang jelas.
Menganalisis isi, jenis, dan fungsi pantunMurid tidak dapat menjelaskan isi/pesan pantun, tidak dapat menentukan jenis pantun, dan tidak dapat menjelaskan fungsinya.Murid menjelaskan isi pantun secara umum, namun penentuan jenis dan fungsi pantun tidak tepat atau tidak disertai alasan.Murid menjelaskan isi pantun dengan tepat, menentukan jenis pantun dengan benar disertai alasan yang cukup, dan menjelaskan fungsi pantun meskipun kurang rinci.Murid menjelaskan isi/pesan pantun dengan mendalam, menentukan jenis pantun dengan tepat dan alasan yang kuat, serta menjelaskan fungsi pantun dalam konteks kehidupan nyata secara rinci dan relevan.
Menulis pantun sesuai struktur dan kaidah (4 baris, rima a-b-a-b, suku kata 8–12)Pantun yang ditulis tidak memenuhi struktur: kurang dari 4 baris, tidak memiliki pola rima a-b-a-b, atau jumlah suku kata jauh dari ketentuan.Pantun ditulis 4 baris dengan pola rima a-b-a-b, namun jumlah suku kata per baris tidak konsisten atau terdapat lebih dari 2 ketentuan struktur yang tidak terpenuhi.Pantun ditulis dengan struktur yang benar (4 baris, rima a-b-a-b, suku kata mendekati ketentuan) dengan satu atau dua kekurangan kecil yang tidak mengganggu keindahan pantun.Pantun ditulis dengan struktur sempurna: 4 baris (2 sampiran + 2 isi), rima a-b-a-b konsisten, dan jumlah suku kata setiap baris sesuai ketentuan (8–12 suku kata).
Mengungkapkan kepedulian melalui isi pantunIsi pantun tidak mengandung pesan kepedulian, atau pesan tidak berkaitan dengan tema yang dipilih.Isi pantun mengandung pesan kepedulian yang sesuai tema, namun pesan yang disampaikan sangat umum dan kurang menyentuh.Isi pantun mengandung pesan kepedulian yang jelas dan relevan dengan tema, meskipun ekspresinya masih cukup sederhana.Isi pantun mengungkapkan kepedulian dengan kuat, menyentuh, dan relevan; pesan tersampaikan secara efektif melalui pilihan kata yang cermat sesuai tema yang dipilih.
Penggunaan kosakata bermakna konotatif, denotatif, dan/atau kiasanMurid tidak menggunakan kosakata konotatif atau kiasan, atau keterangan yang ditulis tidak sesuai dengan kata yang dipilih.Murid mencantumkan kata/frasa konotatif atau kiasan, namun keterangan maknanya tidak tepat atau penerapannya dalam pantun kurang sesuai.Murid menggunakan minimal satu kata/frasa konotatif atau kiasan yang tepat dan mencantumkan keterangan maknanya dengan benar, meskipun pilihan kosakatanya masih sederhana.Murid menggunakan kosakata konotatif dan/atau kiasan yang tepat, kaya, dan memperkuat pesan pantun; keterangan makna ditulis dengan jelas dan akurat, menunjukkan pemahaman mendalam terhadap nuansa bahasa.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi soal asesmen sudah cukup jelas sehingga murid dapat mengerjakan secara mandiri tanpa kebingungan?
  • Berapa proporsi murid yang tampak kesulitan pada Bagian A (analisis) dibandingkan Bagian B (menulis), dan apa implikasinya untuk pembelajaran berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 30 menit per bagian sudah cukup memadai, atau perlu disesuaikan pada asesmen mendatang?
  • Apa tindak lanjut yang perlu disiapkan untuk murid yang belum mencapai KKTP?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang paling mudah untukmu — menganalisis pantun atau menulis pantun? Mengapa?
  • Adakah konsep tentang pantun yang kamu rasa belum cukup kamu kuasai setelah mengerjakan asesmen ini?
  • Kata atau frasa bermakna apa yang kamu pilih untuk pantunmu, dan mengapa kata itu mewakili perasaan kepedulianmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Islamawati, Yeti dan Maman. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, 2025. ISBN: 978-634-00-3189-8.
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi) — Bab II: Belajar Berpantun, termasuk Tabel 2.9 Rubrik Penilaian.
  3. Lembar soal asesmen sumatif Bab II yang disiapkan guru (Bagian A: analisis pantun; Bagian B: menulis pantun).
  4. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru).
  5. Contoh teks pantun pilihan untuk bahan apresiasi di tahap Merefleksi (disiapkan guru dari buku siswa atau sumber lain yang relevan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.