Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Membuat Kerangka dan Mengembangkannya Menjadi Teks Diskusi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 9 dengan topik "Membuat Kerangka dan Mengembangkannya Menjadi Teks Diskusi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 9: Membuat Kerangka dan Mengembangkannya Menjadi Teks Diskusi

Bahasa Indonesia - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Membuat Kerangka dan Mengembangkannya Menjadi Teks Diskusi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMembuat Kerangka dan Mengembangkannya Menjadi Teks Diskusi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun kerangka teks diskusi yang memuat isu, argumen pro, argumen kontra, dan simpulan/resolusi secara logis dan sistematis.
  2. Murid dapat mengembangkan kerangka menjadi teks diskusi yang utuh dengan menggunakan kosakata baru bermakna denotatif, konotatif, dan/atau kiasan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian ingin meyakinkan orang lain tentang suatu isu yang kontroversial, dari mana kalian mulai menulis?
  2. Apa bedanya sekadar menulis pendapat dengan menulis teks diskusi yang terstruktur dan meyakinkan?
  3. Mengapa penting untuk menampilkan argumen yang bertentangan sebelum menarik simpulan dalam sebuah teks diskusi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru mengajukan asesmen awal diagnostik: murid menjawab dua pertanyaan singkat di kertas tempel atau papan tulis — (1) 'Tuliskan satu isu yang sedang hangat di sekitarmu' dan (2) 'Apa yang kamu ketahui tentang struktur teks diskusi?' Guru membaca jawaban cepat untuk mengetahui kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyusun kerangka teks diskusi yang sistematis dan mengembangkannya menjadi teks diskusi utuh.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Jika kalian ingin meyakinkan orang lain tentang suatu isu yang kontroversial, dari mana kalian mulai menulis?' Beri waktu 2–3 murid untuk menjawab secara lisan.
  • Guru mengaitkan materi hari ini dengan pembelajaran sebelumnya (analisis, interpretasi, dan evaluasi teks diskusi) sebagai modal untuk menulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan sebuah contoh kerangka teks diskusi bertopik 'Penggunaan Gawai di Sekolah' di papan tulis atau layar proyektor. Kerangka memuat kolom: Isu, Argumen Pro (3 poin), Argumen Kontra (3 poin), dan Simpulan/Resolusi.
  • Murid diminta mengamati kerangka tersebut selama 2 menit secara seksama, kemudian guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Mengapa argumen pro dan kontra harus seimbang?' dan 'Apa fungsi simpulan/resolusi dalam teks diskusi?'
  • Guru menjelaskan langkah-langkah menulis teks diskusi: (1) tentukan isu, (2) kembangkan argumen pro dan kontra, (3) rumuskan simpulan, (4) kembangkan kerangka menjadi paragraf utuh dengan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan.
  • Guru memberikan satu contoh kalimat dari teks diskusi yang menggunakan makna denotatif, satu konotatif, dan satu kiasan, lalu meminta murid mengidentifikasi perbedaannya secara lisan bersama-sama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyediakan minimal tiga pilihan topik isu yang kontekstual dan sesuai minat: (a) Larangan membawa ponsel ke sekolah, (b) Sistem belajar daring vs. tatap muka, (c) Penggunaan AI oleh pelajar. Murid memilih satu topik sesuai minat dan kesiapan mereka (diferensiasi konten).
  • Murid mengisi Lembar Kerja Kerangka Teks Diskusi secara mandiri. Lembar kerja berisi kolom: Isu/Topik, Argumen Pro (minimal 2 poin + kalimat pendukung), Argumen Kontra (minimal 2 poin + kalimat pendukung), dan Simpulan/Resolusi.
  • Setelah kerangka selesai, murid mengembangkan kerangka menjadi teks diskusi utuh. Setiap bagian (pembukaan isu, paragraf pro, paragraf kontra, simpulan) ditulis minimal 2–3 kalimat. Murid wajib menggarisbawahi minimal satu kata bermakna denotatif, satu konotatif, dan satu kiasan yang digunakan dalam teks.
  • Guru berkeliling memantau proses penulisan, memberikan umpan balik lisan bagi murid yang terlihat kesulitan (diferensiasi proses: murid yang lambat dapat menggunakan kerangka setengah jadi yang disediakan guru; murid yang cepat diminta menambahkan paragraf pembuka yang memuat konteks dan data/fakta pendukung).
  • Guru menandai 2–3 hasil kerangka yang menarik untuk dijadikan contoh pada tahap refleksi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta 2 murid sukarela membacakan teks diskusi yang telah mereka tulis di depan kelas. Kelas memberikan apresiasi dan tanggapan singkat: 'Apa kekuatan argumen yang disampaikan?' dan 'Bagian mana yang bisa diperkuat?'
  • Guru bersama murid melakukan asesmen proses dengan menggunakan rubrik yang ditampilkan di layar. Murid memberi tanda centang pada kolom rubrik sesuai capaian tulisan mereka sendiri (penilaian diri/self-assessment).
  • Murid menuliskan refleksi singkat pada sticky note atau bagian bawah lembar kerja: (1) 'Satu hal yang berhasil kulakukan hari ini dalam menulis teks diskusi' dan (2) 'Satu hal yang masih ingin kuperbaiki'.
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh: menguatkan konsep kerangka yang logis dan sistematis, serta penggunaan kosakata bermakna yang membuat teks lebih hidup dan meyakinkan.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: langkah menyusun kerangka teks diskusi dan cara mengembangkannya menjadi teks utuh.
  • Guru melakukan asesmen akhir sumatif: murid mengumpulkan Lembar Kerja berisi kerangka dan teks diskusi yang telah ditulis.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid yang belum mencapai target diminta memperbaiki satu bagian teks di rumah; murid yang sudah melampaui target dapat mengembangkan teks mereka dengan menambahkan data dan fakta dari sumber lain.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengingatkan murid bahwa kemampuan berargumentasi secara tertulis adalah keterampilan berharga dalam kehidupan nyata.
  • Salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Tersedia tiga pilihan topik isu dengan tingkat kompleksitas berbeda: (a) topik dekat kehidupan sehari-hari (larangan ponsel di sekolah) untuk murid yang butuh konteks familiar; (b) topik yang memerlukan analisis lebih dalam (daring vs. tatap muka, AI untuk pelajar) untuk murid dengan kesiapan lebih tinggi. Guru juga dapat menambahkan topik sesuai isu lokal yang relevan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kerangka teks diskusi setengah jadi (isu sudah terisi, tinggal mengisi argumen). Murid yang sudah cepat menyelesaikan kerangka diminta langsung mengembangkan teks dengan menambahkan data/fakta pendukung dan kosakata kiasan yang lebih bervariasi.
  • Produk: Murid dengan kemampuan tinggi menghasilkan teks diskusi minimal 4 paragraf dengan data/fakta pendukung; murid reguler menghasilkan teks diskusi minimal 3 paragraf (isu, pro-kontra, simpulan); murid yang membutuhkan bimbingan menghasilkan kerangka terisi lengkap dengan pengembangan minimal 2 paragraf.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu isu aktual yang mereka ketahui di kertas tempel atau papan tulis.
  • Murid menjawab lisan: 'Apa saja komponen yang ada dalam teks diskusi?' untuk mengukur ingatan dari pembelajaran sebelumnya.

Proses:

  • Guru mengamati kelengkapan Lembar Kerja Kerangka secara langsung saat berkeliling kelas.
  • Guru memberikan pertanyaan terbimbing kepada murid yang mengalami hambatan: 'Argumen pro-mu sudah bisa menjawab isu yang kamu tulis?'
  • Murid melakukan penilaian diri terhadap teks yang mereka tulis menggunakan daftar centang rubrik.

Akhir:

  • Pengumpulan Lembar Kerja berisi: (1) kerangka teks diskusi yang memuat isu, argumen pro-kontra, dan simpulan/resolusi; (2) teks diskusi utuh yang dikembangkan dari kerangka tersebut dengan penggunaan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan/atau kiasan yang ditandai.
  • Penilaian dilakukan menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada 4 aspek yang telah ditetapkan.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi Lembar Kerja Kerangka Teks Diskusi (kelengkapan isu, argumen pro-kontra, simpulan).
  • Penilaian diri (self-assessment) murid menggunakan rubrik yang ditampilkan guru setelah tahap Mengaplikasi.
  • Umpan balik lisan guru selama berkeliling kelas pada tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Pengumpulan Lembar Kerja berisi kerangka teks diskusi dan teks diskusi yang dikembangkan, dinilai menggunakan rubrik 4 aspek: (1) kelengkapan dan sistematika kerangka, (2) pengembangan argumen pro dan kontra, (3) kelogisan simpulan/resolusi, (4) penggunaan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Sistematika KerangkaKerangka tidak memuat semua komponen (isu, argumen pro, argumen kontra, simpulan) atau komponen tidak jelas.Kerangka memuat semua komponen tetapi penyusunannya belum sistematis atau terdapat komponen yang sangat singkat/tidak relevan.Kerangka memuat semua komponen secara lengkap dan disusun secara sistematis dengan urutan yang logis.Kerangka memuat semua komponen secara lengkap, sistematis, dan logis; tiap komponen dilengkapi detail poin yang saling mendukung secara koheren.
Kualitas Argumen Pro dan KontraArgumen pro dan/atau kontra tidak relevan dengan isu yang diangkat atau hanya berupa pernyataan tanpa alasan.Argumen pro dan kontra relevan dengan isu tetapi belum dikembangkan dengan alasan atau bukti yang memadai.Argumen pro dan kontra relevan, dikembangkan dengan alasan yang jelas, dan masing-masing minimal memuat 2 poin yang saling mendukung.Argumen pro dan kontra dikembangkan dengan alasan kuat, didukung contoh/data/fakta yang relevan, dan disajikan secara seimbang sehingga teks diskusi terasa objektif.
Kelogisan Simpulan/ResolusiSimpulan tidak ada atau tidak berkaitan dengan argumen yang disampaikan sebelumnya.Simpulan ada dan berkaitan dengan isu, tetapi belum merangkum pertimbangan pro dan kontra secara seimbang.Simpulan merangkum argumen pro dan kontra secara logis dan mengajukan solusi/resolusi yang relevan dengan isu.Simpulan merangkum argumen pro dan kontra secara tepat, mengajukan resolusi yang konkret, dan mendorong pembaca untuk berpikir lebih lanjut atau bertindak.
Penggunaan Kosakata Bermakna (Denotatif, Konotatif, Kiasan)Teks menggunakan kosakata yang sangat terbatas dan tidak menunjukkan upaya menggunakan makna denotatif, konotatif, atau kiasan.Teks menggunakan kosakata bermakna denotatif dengan baik tetapi belum menggunakan makna konotatif atau kiasan.Teks menggunakan kosakata bermakna denotatif dan setidaknya salah satu dari konotatif atau kiasan secara tepat dan sesuai konteks.Teks menggunakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan secara variatif dan tepat, sehingga teks terasa lebih hidup, meyakinkan, dan menarik dibaca.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyusun kerangka yang memuat keempat komponen teks diskusi (isu, argumen pro, argumen kontra, simpulan)?
  • Apakah pilihan topik yang disediakan cukup kontekstual dan menarik minat murid?
  • Bagian mana dari proses pembelajaran yang membuat murid tampak paling terlibat dan paling mengalami kesulitan?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk menyelesaikan kerangka sekaligus mengembangkannya menjadi teks utuh? Apa yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari proses menulis teks diskusi hari ini yang paling menantang bagimu — menyusun kerangka atau mengembangkannya menjadi teks?
  • Apakah kamu sudah berhasil menggunakan kata-kata bermakna konotatif atau kiasan dalam tulisanmu? Berikan contohnya!
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika menulis teks diskusi lagi ke depannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs Edisi Revisi (Kemdikbudristek) — Bab 1 Subbab E: Belajar Menulis Teks Diskusi
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas IX SMP/MTs Edisi Revisi (Kemdikbudristek) — Panduan Kegiatan 6 dan 7 Subbab E
  3. Lembar Kerja Kerangka Teks Diskusi (disiapkan guru) dengan kolom: Isu, Argumen Pro, Argumen Kontra, Simpulan/Resolusi
  4. Contoh kerangka teks diskusi bertopik 'Penggunaan Gawai di Sekolah' (disiapkan guru sebagai model)
  5. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan contoh kerangka dan rubrik penilaian
  6. Kertas tempel (sticky note) untuk asesmen awal dan refleksi akhir
  7. Alat tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.