Modul AjarPertemuan 8Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Menyunting dan Memperbaiki Teks Pidato

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Menyunting dan Memperbaiki Teks Pidato". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Menyunting dan Memperbaiki Teks Pidato

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 6 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menyunting dan Memperbaiki Teks Pidato

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenyunting dan Memperbaiki Teks Pidato
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyunting draf teks pidato milik sendiri maupun teman dari aspek kelogisan gagasan, ketepatan diksi, penggunaan kalimat persuasif, dan kelengkapan struktur secara kolaboratif.
  2. Murid dapat memperbaiki teks pidato berdasarkan hasil suntingan sehingga teks menjadi lebih logis, kritis, kreatif, dan menarik sebagai teks pidato bertema pesan kebaikan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membaca tulisanmu sendiri dan menemukan kalimat yang terasa janggal atau tidak meyakinkan? Apa yang kamu lakukan?
  2. Apa bedanya teks pidato yang 'sudah selesai ditulis' dengan teks pidato yang 'sudah siap disampaikan kepada pendengar'?
  3. Mengapa pendapat orang lain tentang tulisan kita bisa membuat teks kita jauh lebih baik daripada hanya membaca sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru meminta murid menyiapkan draf teks pidato yang telah ditulis pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru melakukan asesmen awal: murid secara lisan menjawab satu pertanyaan diagnostik — 'Menurut kalian, apa satu bagian dalam draf pidato kalian yang masih perlu diperbaiki dan mengapa?' (2–3 murid diminta menjawab spontan).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan mengajak murid berdiskusi singkat selama 3–4 menit untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyunting dan memperbaiki teks pidato agar lebih logis, persuasif, dan menarik.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: memahami kriteria suntingan → praktik menyunting berpasangan → memperbaiki draf sendiri → refleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membagikan contoh dua versi teks pidato singkat bertema pesan kebaikan: versi 'sebelum disunting' (mengandung gagasan tidak logis, diksi kurang tepat, kalimat persuasif lemah, struktur tidak lengkap) dan versi 'sesudah disunting'.
  • Murid membaca kedua versi secara saksama selama 4 menit, lalu berdiskusi berpasangan: 'Perubahan apa yang kalian temukan? Mengapa perubahan itu membuat teks jadi lebih baik?'
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (5 menit) untuk merumuskan bersama empat aspek penyuntingan yang akan dipakai: (1) kelogisan gagasan, (2) ketepatan diksi, (3) kekuatan kalimat persuasif, (4) kelengkapan struktur (pembukaan, isi, penutup).
  • Guru membagikan Lembar Panduan Suntingan yang berisi daftar periksa (checklist) keempat aspek tersebut beserta contoh pertanyaan panduan untuk setiap aspek.
  • Murid membaca lembar panduan dan diberi waktu 2 menit untuk mengajukan pertanyaan klarifikasi kepada guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid berpasangan (dipilih oleh guru dengan mempertimbangkan keberagaman kemampuan) dan saling menukarkan draf teks pidato masing-masing.
  • Setiap murid menyunting draf milik pasangannya menggunakan Lembar Panduan Suntingan selama 10 menit: memberi tanda/komentar tertulis pada teks untuk keempat aspek — kelogisan gagasan, ketepatan diksi, kalimat persuasif, dan kelengkapan struktur.
  • Setelah selesai, pasangan berdiskusi selama 5 menit: penyunting menjelaskan catatan suntingannya, pemilik teks boleh merespons atau mengajukan pertanyaan. Diskusi berlangsung saling menghargai dan membangun.
  • Draf beserta catatan suntingan dikembalikan kepada pemiliknya.
  • Pemilik teks membaca seluruh catatan suntingan dari pasangannya, lalu mulai merevisi draf pidatonya sendiri secara mandiri selama 12 menit: memperbaiki logika gagasan, mengganti diksi yang kurang tepat, memperkuat kalimat persuasif, dan melengkapi struktur yang belum sempurna.
  • Guru berkeliling memantau proses suntingan dan perbaikan, memberikan umpan balik lisan singkat kepada pasangan yang membutuhkan bimbingan tambahan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua atau tiga murid (sukarela) diminta membacakan satu paragraf dari draf awal dan kemudian satu paragraf yang sama setelah diperbaiki, sehingga kelas dapat mendengar langsung perbedaannya.
  • Kelas merespons secara singkat: 'Apa perubahan yang paling terasa pada paragraf tersebut?' Guru memfasilitasi respons yang positif dan konstruktif.
  • Murid secara individu mengisi bagian refleksi pada Lembar Panduan Suntingan: (a) Aspek mana yang paling banyak diperbaiki dalam teksmu? (b) Satu hal baru yang kamu pelajari tentang menulis pidato hari ini. (c) Satu bagian dalam teksmu yang menurutmu sudah berhasil kamu perbaiki dengan baik.
  • Guru memberikan penguatan: menyampaikan bahwa menyunting adalah tanda penulis yang bertanggung jawab terhadap pesan yang ingin ia sampaikan kepada pendengar.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan draf teks pidato versi awal beserta draf yang sudah diperbaiki dari setiap murid (sebagai bukti proses belajar dan bahan asesmen akhir).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: murid secara bergantian (3–4 orang, dipilih acak) menyebutkan satu perubahan konkret yang mereka buat pada teks pidato mereka dan alasannya.
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: menegaskan bahwa teks pidato yang baik lahir dari proses penyuntingan yang teliti dan masukan dari orang lain.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid menyempurnakan teks pidato di rumah jika masih ada bagian yang ingin diperbaiki, karena teks ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapatkan draf contoh pidato yang sudah ditandai sebagian (scaffolded sample) agar mereka dapat melihat pola suntingan sebelum menyunting sendiri. Murid yang sudah mahir mendapatkan tantangan tambahan: menyunting aspek gaya bahasa (penggunaan repetisi, retorika pertanyaan, atau diksi konotatif) di luar empat aspek utama.
  • Proses: Pasangan suntingan dibentuk secara heterogen (berbeda kemampuan menulis) agar murid yang lebih kuat dapat menjadi model bagi yang membutuhkan bimbingan. Guru memprioritaskan kunjungan dan bimbingan kepada pasangan yang memerlukan dukungan lebih selama sesi menyunting dan revisi.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup memperbaiki minimal dua aspek dari empat aspek suntingan. Murid yang sudah mahir diharapkan menghasilkan revisi menyeluruh pada keempat aspek disertai satu penambahan elemen gaya bahasa yang memperkuat pesan kebaikan dalam pidatonya.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Menurut kalian, apa satu bagian dalam draf pidato kalian yang masih perlu diperbaiki dan mengapa?' — untuk memetakan kesadaran murid terhadap kualitas tulisan mereka sendiri sebelum kegiatan dimulai.
  • Guru mencatat respons murid untuk menyesuaikan intensitas bimbingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung selama sesi suntingan berpasangan (tahap Mengaplikasi): guru memantau apakah komentar suntingan mencakup keempat aspek dan apakah diskusi pasangan berlangsung konstruktif.
  • Pengecekan cepat Lembar Panduan Suntingan saat murid mulai merevisi: guru membaca 2–3 lembar secara acak untuk memastikan komentar yang diberikan kepada pasangan sudah memadai.
  • Umpan balik lisan guru kepada pasangan yang memerlukan bimbingan selama proses revisi mandiri.

Akhir:

  • Pengumpulan draf awal dan draf yang telah diperbaiki: guru membandingkan keduanya menggunakan rubrik empat aspek (kelogisan gagasan, ketepatan diksi, kalimat persuasif, kelengkapan struktur).
  • Asesmen lisan penutup: murid menyebutkan satu perubahan konkret dan alasannya — menilai kemampuan merefleksi proses perbaikan teks secara sadar.
  • Lembar refleksi tertulis murid (bagian akhir Lembar Panduan Suntingan) dikumpulkan sebagai bukti metakognisi.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi suntingan berpasangan: apakah murid mampu mengidentifikasi masalah pada aspek kelogisan gagasan, diksi, kalimat persuasif, dan struktur pada teks milik pasangannya.
  • Diskusi pasangan saat menjelaskan catatan suntingan: guru menilai kualitas umpan balik yang diberikan (apakah spesifik dan relevan).
  • Catatan tertulis pada Lembar Panduan Suntingan: jumlah dan kualitas komentar yang diberikan kepada teks pasangan.

Sumatif:

  • Perbandingan draf awal dan draf yang sudah diperbaiki: guru menilai sejauh mana murid berhasil memperbaiki teks pidato berdasarkan hasil suntingan menggunakan rubrik penilaian empat aspek.
  • Asesmen lisan penutup: murid menjelaskan satu perubahan konkret yang dibuat dan alasannya — menilai kemampuan metakognisi dan kesadaran atas proses perbaikan teks.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan GagasanTidak menemukan atau tidak menandai gagasan yang tidak logis pada teks pasangan; perbaikan pada teks sendiri tidak menunjukkan perubahan logika gagasan.Menemukan satu gagasan yang kurang logis dan menandainya, tetapi komentar tidak disertai alasan; perbaikan pada teks sendiri hanya sedikit mengubah logika gagasan.Mengidentifikasi beberapa gagasan yang kurang logis dengan alasan yang cukup jelas; perbaikan pada teks sendiri membuat alur gagasan lebih koheren dan mudah diikuti.Mengidentifikasi ketidaklogisan gagasan secara menyeluruh dengan alasan yang tajam dan spesifik; teks yang sudah diperbaiki menunjukkan alur gagasan yang logis, runtut, dan meyakinkan dari pembuka hingga penutup.
Ketepatan DiksiTidak menemukan atau tidak menandai diksi yang kurang tepat; teks yang diperbaiki masih menggunakan pilihan kata yang tidak sesuai konteks pidato.Menandai satu atau dua diksi yang kurang tepat tanpa menyarankan pengganti; perbaikan pada teks sendiri mengganti sebagian kecil diksi, belum konsisten.Menandai beberapa diksi kurang tepat dan menyarankan alternatif yang lebih baik; teks yang diperbaiki menggunakan pilihan kata yang lebih tepat dan sesuai tema pesan kebaikan.Secara cermat menandai diksi kurang tepat di seluruh teks, menyarankan pengganti yang lebih kuat dan kontekstual termasuk pilihan kata konotatif atau bermakna kiasan; teks yang diperbaiki kaya diksi yang memperkuat pesan kebaikan.
Kalimat PersuasifTidak mengidentifikasi kalimat persuasif yang lemah dan tidak melakukan perbaikan; teks yang diperbaiki tidak mengandung kalimat persuasif yang efektif.Mengidentifikasi satu kalimat persuasif yang lemah; perbaikan pada teks sendiri menambah atau mengubah satu kalimat persuasif meski efektivitasnya masih terbatas.Mengidentifikasi beberapa kalimat persuasif yang lemah dengan catatan yang cukup jelas; teks yang diperbaiki memiliki kalimat persuasif yang lebih kuat dan mampu mendorong pendengar untuk merespons pesan.Secara sistematis mengevaluasi kalimat persuasif di seluruh teks dan memberikan saran perbaikan yang konkret; teks yang diperbaiki menggunakan kalimat persuasif yang efektif, variatif, dan memperkuat tujuan pidato secara menyeluruh.
Kelengkapan StrukturTidak memeriksa kelengkapan struktur; teks yang diperbaiki masih kekurangan satu atau lebih bagian struktur (pembukaan, isi, penutup).Mengidentifikasi satu bagian struktur yang kurang lengkap; perbaikan pada teks sendiri melengkapi satu bagian meski masih belum proporsional.Memeriksa ketiga bagian struktur dan mengidentifikasi bagian yang kurang; teks yang diperbaiki memiliki ketiga bagian struktur yang lengkap dan cukup proporsional.Memeriksa ketiga bagian struktur secara menyeluruh dan menilai proporsionalitas serta kepaduan antarbagian; teks yang diperbaiki memiliki struktur yang lengkap, proporsional, dan setiap bagian terhubung satu sama lain secara kohesif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah panduan suntingan (checklist empat aspek) cukup jelas dan membantu murid melakukan penyuntingan secara mandiri? Bagian mana yang perlu diperjelas?
  • Apakah pembagian pasangan suntingan sudah efektif? Apakah ada pasangan yang diskusinya kurang produktif? Apa yang bisa diperbaiki dalam strategi pengelompokan berikutnya?
  • Seberapa banyak murid yang berhasil memperbaiki teks mereka pada keempat aspek sekaligus? Aspek mana yang paling banyak terlewat dan bagaimana cara mengatasinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (menyunting, merevisi, refleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang terasa terlalu singkat atau terlalu panjang?

Refleksi Murid:

  • Aspek mana dari teks pidatumu yang paling banyak kamu perbaiki hari ini — kelogisan gagasan, diksi, kalimat persuasif, atau struktur? Mengapa bagian itu yang paling perlu diperbaiki?
  • Apa satu hal paling berguna yang kamu pelajari dari membaca dan menyunting teks pidato milik temanmu?
  • Apakah ada bagian teks pidatumu yang sudah berhasil kamu perbaiki dan membuatmu merasa puas? Ceritakan apa yang kamu ubah.
  • Jika kamu diberi waktu lebih, bagian mana dalam teks pidatому yang masih ingin kamu perbaiki lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024) — Bab VI 'Menulis Teks Pidato: Menabur Pesan-Pesan Kebaikan', halaman 213–216 (subbab E: Menulis Teks Pidato).
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024) — Panduan Bab VI halaman 170–185.
  3. Draf teks pidato murid dari pertemuan sebelumnya (hasil tulisan sendiri).
  4. Lembar Panduan Suntingan (disiapkan guru): berisi checklist empat aspek penyuntingan (kelogisan gagasan, ketepatan diksi, kalimat persuasif, kelengkapan struktur) dan kolom komentar serta refleksi.
  5. Contoh dua versi teks pidato (sebelum dan sesudah disunting) — disiapkan guru sebagai media pembelajaran pada tahap Memahami.
  6. Alat tulis dan pulpen warna berbeda untuk menandai komentar suntingan pada teks pasangan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.