Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengidentifikasi Ungkapan Rasa Peduli dan Simpati dalam Teks Pidato

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Mengidentifikasi Ungkapan Rasa Peduli dan Simpati dalam Teks Pidato". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Mengidentifikasi Ungkapan Rasa Peduli dan Simpati dalam Teks Pidato

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengidentifikasi Ungkapan Rasa Peduli dan Simpati dalam Teks Pidato

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengidentifikasi Ungkapan Rasa Peduli dan Simpati dalam Teks Pidato
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi ungkapan rasa peduli dan simpati yang terdapat dalam teks pidato serta menjelaskan fungsinya sebagai wujud kepedulian sosial pembicara.
  2. Murid dapat menulis ungkapan kepedulian dan simpati dengan menggunakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan yang sesuai konteks pidato bertema kebaikan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar pidato yang membuat kalian merasa tersentuh atau terharu? Kata-kata seperti apa yang membuat pidato itu terasa menyentuh hati?
  2. Menurut kalian, apa bedanya seseorang yang sekadar berbicara tentang masalah dengan seseorang yang benar-benar peduli ketika berpidato? Bagaimana kita bisa tahu dari kata-katanya?
  3. Jika kalian ingin menyampaikan rasa simpati kepada korban bencana melalui pidato, kalimat seperti apa yang akan kalian gunakan — dan mengapa memilih kata-kata itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan asesmen awal: guru menampilkan dua kalimat di papan tulis — satu kalimat netral dan satu kalimat penuh kepedulian (contoh: 'Banyak orang terdampak banjir.' vs. 'Hati saya terasa perih melihat saudara-saudara kita yang harus berjuang di tengah banjir yang mendera.') — murid diminta menuliskan di kertas kecil mana kalimat yang lebih menyentuh dan mengapa (3 menit).
  • Guru mengumpulkan kertas asesmen awal secara cepat untuk memotret pemahaman awal murid tentang ungkapan kepedulian.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang singkat bagi 2–3 murid untuk merespons (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi ungkapan kepedulian dan simpati dalam teks pidato serta berlatih menulisnya dengan kosakata yang tepat (2 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: membaca teks, berdiskusi kelompok, menulis mandiri, dan merefleksi bersama (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan teks pidato berjudul 'Masalah Sampah' (dari Buku Siswa hal. 212) kepada seluruh murid. Murid membaca teks secara mandiri dalam 3 menit (membaca dalam hati).
  • Guru menayangkan definisi singkat di layar atau papan: (a) Ungkapan rasa peduli = kalimat yang menunjukkan perhatian terhadap keadaan orang lain; (b) Ungkapan simpati = kalimat yang mengungkapkan rasa turut merasakan kesulitan/duka orang lain; (c) Kosakata denotatif = makna harfiah/sebenarnya; (d) Kosakata konotatif = makna tambahan/tersirat; (e) Kosakata kiasan = ungkapan perbandingan atau metafora.
  • Guru memberi contoh eksplisit dari teks: menandai satu ungkapan kepedulian dan satu ungkapan simpati langsung di teks yang ditayangkan, lalu menjelaskan fungsinya sebagai wujud kepedulian sosial pembicara kepada audiens.
  • Murid diminta memberi tanda pada teks masing-masing: ungkapan kepedulian diberi garis bawah, ungkapan simpati diberi lingkaran, sambil guru berkeliling mengamati dan memberi konfirmasi singkat (5 menit). Prinsip: Berkesadaran — murid diajak fokus dan sadar terhadap pilihan kata dalam teks.
  • Guru melakukan pengecekan pemahaman singkat: 2–3 murid diminta membacakan hasil penandaan mereka dan menjelaskan alasannya. Guru meluruskan bila ada miskonsepsi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Kegiatan 5 dari Buku Siswa: mengisi tabel identifikasi kalimat persuasif dan ungkapan rasa peduli/simpati dari teks pidato 'Masalah Sampah' secara berpasangan (pair work) selama 8 menit. Prinsip: Bermakna — murid mengaitkan isi teks dengan konteks kepedulian sosial nyata.
  • Setelah tabel selesai, pasangan mendiskusikan: 'Menurut kalian, mengapa pembicara memilih kata-kata itu? Apa efeknya bagi pendengar?' (3 menit). Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat dengan menampung 2–3 jawaban pasangan.
  • Murid kemudian mengerjakan tugas menulis mandiri: menulis minimal 4 kalimat ungkapan kepedulian dan simpati bertema kebaikan sosial (contoh tema: peduli lingkungan, empati pada teman yang kesulitan, atau semangat gotong royong) dengan ketentuan: minimal 1 kalimat menggunakan kosakata denotatif, 1 kalimat konotatif, dan 1 kalimat kiasan. Waktu 10 menit. Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan — murid bebas memilih tema kebaikan yang dekat dengan pengalaman mereka.
  • Guru berkeliling memantau proses menulis, memberikan umpan balik lisan singkat kepada murid yang membutuhkan panduan (terutama pada penggunaan kosakata konotatif dan kiasan).
  • Beberapa murid (3–4 orang sukarela atau ditunjuk) membacakan hasil tulisan mereka. Kelas diajak memberi apresiasi dan catatan singkat: 'Kalimat mana yang paling menyentuh? Mengapa?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi terstruktur: murid menuliskan jawaban singkat di lembar refleksi atau buku tulis terhadap tiga pertanyaan: (1) Apa yang baru saya pahami hari ini tentang ungkapan kepedulian dalam pidato? (2) Bagian mana yang masih membingungkan saya? (3) Bagaimana saya akan menggunakan kosakata konotatif atau kiasan dalam tulisan saya ke depan? (5 menit). Prinsip: Berkesadaran — murid diajak mengelola proses belajar secara sadar dan mandiri.
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi refleksi mereka secara lisan, lalu merangkum poin-poin penting yang muncul.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap kualitas tulisan yang sudah dibacakan: menyoroti contoh penggunaan kosakata yang tepat dan yang perlu diperbaiki, tanpa menyebut nama untuk menjaga suasana positif.
  • Murid diminta menyimpan lembar refleksi sebagai bahan portofolio pembelajaran.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan materi bersama: apa itu ungkapan kepedulian dan simpati, apa fungsinya dalam pidato, dan bagaimana kosakata denotatif/konotatif/kiasan berperan (3 menit).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: murid mengerjakan kuis tertulis singkat — diberikan 3 kalimat acak, murid mengidentifikasi mana ungkapan kepedulian, mana ungkapan simpati, dan menjelaskan jenis kosakata yang digunakan (denotatif/konotatif/kiasan) dalam 5 menit.
  • Guru mengumpulkan kuis dan lembar kerja tabel identifikasi sebagai bahan penilaian.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta membaca atau menonton video pidato singkat di rumah dan mencatat satu ungkapan kepedulian atau simpati yang ditemukan untuk dibagikan di pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan motivasi singkat tentang pentingnya kepedulian sosial yang disampaikan dengan kata-kata yang tulus, kemudian mengucapkan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami perbedaan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan, guru menyediakan kartu contoh kosakata bergambar/berwarna yang bisa dijadikan referensi selama menulis. Untuk murid yang sudah memahami dengan baik, disediakan teks pidato tambahan yang lebih panjang dan kompleks untuk dianalisis secara mandiri.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan tabel identifikasi secara berpasangan dengan teman yang lebih mahir (tutor sebaya). Murid yang lebih cepat selesai diberi tantangan: menulis satu paragraf utuh ungkapan kepedulian dalam konteks pidato, bukan sekadar kalimat lepas.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk produk akhir sesuai kemampuan: (a) menulis 4 kalimat ungkapan dengan kosakata yang sesuai (standar), (b) menulis satu paragraf pembuka pidato yang memuat ungkapan kepedulian dan simpati (pengayaan), atau (c) melengkapi kalimat rumpang yang sudah disiapkan guru dengan kosakata yang tepat (pendampingan).

ASESMEN

Awal:

  • Aktivitas kartu respons di awal pembelajaran: murid menuliskan di kertas kecil mana dari dua kalimat yang ditampilkan lebih menyentuh dan mengapa — digunakan guru untuk memotret pemahaman awal tentang fungsi bahasa yang penuh kepedulian.
  • Tanya jawab lisan saat pertanyaan pemantik: guru menangkap respons murid untuk mengidentifikasi sejauh mana mereka sudah mengenal konsep ungkapan kepedulian dan simpati dalam konteks pidato.

Proses:

  • Observasi hasil penandaan teks (tahap Memahami): guru berkeliling mengecek ketepatan penandaan ungkapan kepedulian dan simpati oleh murid.
  • Pemantauan diskusi berpasangan saat pengisian tabel identifikasi (tahap Mengaplikasi): guru mencatat kualitas argumen yang muncul dalam diskusi.
  • Penilaian tulisan ungkapan kepedulian/simpati secara lisan saat murid membacakan hasil tulisan — guru memberi umpan balik langsung tentang pilihan kosakata.
  • Lembar refleksi tertulis (tahap Merefleksi): diperiksa guru untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Akhir:

  • Kuis tertulis 5 menit: diberikan 3 kalimat, murid diminta (1) mengidentifikasi apakah kalimat mengandung ungkapan kepedulian atau simpati, (2) menjelaskan fungsinya dalam konteks pidato, dan (3) menandai jenis kosakata yang digunakan (denotatif/konotatif/kiasan).
  • Pengumpulan tabel identifikasi hasil Kegiatan 5 dan tulisan 4 kalimat ungkapan kepedulian/simpati sebagai bukti capaian TP 8.6.5.1 dan 8.6.5.2.

Formatif:

  • Pengecekan hasil penandaan teks (garis bawah dan lingkaran) selama tahap Memahami: guru memantau ketepatan identifikasi murid secara langsung.
  • Observasi diskusi berpasangan saat mengerjakan tabel identifikasi: guru mencatat murid yang aktif berdiskusi dan yang masih pasif.
  • Umpan balik lisan saat murid membacakan hasil tulisan ungkapan kepedulian: guru menilai ketepatan penggunaan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan.
  • Lembar refleksi tertulis murid sebagai bukti proses metakognisi dan pemahaman mandiri.

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat di akhir pembelajaran: murid mengidentifikasi jenis ungkapan (kepedulian/simpati) dan jenis kosakata (denotatif/konotatif/kiasan) dari 3 kalimat yang diberikan guru.
  • Lembar kerja tabel identifikasi kalimat persuasif dan ungkapan kepedulian/simpati dari teks pidato 'Masalah Sampah' yang dikumpulkan.
  • Tulisan 4 kalimat ungkapan kepedulian dan simpati yang memuat kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Ungkapan Rasa Peduli dan Simpati (TP 8.6.5.1)Murid tidak dapat membedakan ungkapan rasa peduli/simpati dari kalimat lain dalam teks pidato, atau salah mengidentifikasi lebih dari 3 contoh.Murid dapat mengidentifikasi 1–2 ungkapan rasa peduli/simpati tetapi belum dapat menjelaskan fungsinya sebagai wujud kepedulian sosial pembicara.Murid dapat mengidentifikasi 3–4 ungkapan rasa peduli/simpati dengan tepat dan mampu menjelaskan fungsinya secara umum.Murid dapat mengidentifikasi seluruh ungkapan rasa peduli/simpati dalam teks dengan tepat, menjelaskan fungsinya secara spesifik sebagai wujud kepedulian sosial pembicara, dan mengaitkannya dengan konteks/tujuan pidato.
Penggunaan Kosakata Denotatif, Konotatif, dan Kiasan dalam Tulisan (TP 8.6.5.2)Tulisan tidak memuat kosakata denotatif, konotatif, maupun kiasan secara disengaja; kalimat bersifat umum tanpa unsur kepedulian yang terasa.Tulisan memuat satu jenis kosakata (denotatif saja atau konotatif saja) dan kalimat kepedulian/simpati yang ditulis masih terasa klise atau kurang sesuai konteks pidato.Tulisan memuat dua jenis kosakata (misalnya denotatif dan konotatif) dan ungkapan kepedulian/simpati yang ditulis sesuai konteks pidato bertema kebaikan.Tulisan memuat ketiga jenis kosakata (denotatif, konotatif, dan kiasan) dengan penggunaan yang tepat dan natural; ungkapan kepedulian/simpati terasa tulus, sesuai konteks pidato, dan mampu menyentuh pembaca.
Kualitas Penjelasan Fungsi Ungkapan dalam Konteks PidatoMurid tidak dapat menjelaskan mengapa ungkapan tersebut digunakan dalam pidato atau penjelasan tidak relevan.Murid menjelaskan fungsi ungkapan secara sangat singkat dan umum (contoh: 'supaya pendengar merasa diperhatikan') tanpa mengaitkan dengan tujuan pidato.Murid menjelaskan fungsi ungkapan dengan cukup jelas dan mengaitkan dengan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan pembicara.Murid menjelaskan fungsi ungkapan secara rinci, mengaitkan dengan tujuan pidato, dampaknya terhadap audiens, dan memberikan contoh konkret dari teks sebagai bukti.
Partisipasi dan Kualitas DiskusiMurid tidak aktif dalam diskusi berpasangan maupun diskusi kelas; tidak memberikan kontribusi berupa pendapat atau pertanyaan.Murid berpartisipasi hanya bila diminta dan kontribusinya sangat singkat atau tidak disertai alasan.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat dengan alasan yang logis, dan merespons pendapat pasangan.Murid sangat aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat yang kritis dan kreatif, merespons pendapat pasangan secara konstruktif, dan berkontribusi dalam diskusi kelas dengan argumen yang berdasar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal 3 ungkapan rasa peduli/simpati dalam teks pidato? Jika tidak, pada bagian mana mereka kesulitan?
  • Apakah kegiatan menulis ungkapan dengan kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan cukup terfasilitasi? Apakah alokasi waktu 10 menit cukup atau perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu kosakata, teks tambahan, kalimat rumpang) efektif menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Seberapa dalam kualitas refleksi yang ditulis murid? Apakah ada miskonsepsi yang perlu ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah suasana kelas mendukung murid untuk berani berbagi tulisan dan pendapat secara terbuka? Apa yang bisa diperbaiki?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pahami hari ini tentang ungkapan rasa peduli dan simpati dalam sebuah pidato?
  • Dari kegiatan menulis hari ini, kosakata mana yang paling sulit kamu gunakan — denotatif, konotatif, atau kiasan? Mengapa?
  • Menurut kamu, mengapa seorang pembicara perlu menggunakan ungkapan kepedulian dalam pidatonya? Apa bedanya bagi pendengar?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menarik bagimu? Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Apa yang ingin kamu pelajari atau coba lebih dalam setelah pelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII (Kemendikbud): Bab VI 'Menulis Teks Pidato: Menabur Pesan-Pesan Kebaikan', halaman 195–220 — khususnya halaman 209–213 tentang Mengidentifikasi Kalimat Persuasif dan Ungkapan Rasa Peduli atau Simpati dalam Pidato.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII (Kemendikbud): halaman 171–185, panduan khusus Bab VI.
  3. Teks pidato 'Masalah Sampah' dari Buku Siswa halaman 212 (digunakan sebagai teks utama analisis).
  4. Kartu kosakata bergambar/berwarna untuk diferensiasi (disiapkan guru): berisi contoh kosakata denotatif, konotatif, dan kiasan yang relevan dengan tema kepedulian sosial.
  5. Papan tulis atau layar proyektor untuk menayangkan contoh kalimat, definisi, dan hasil identifikasi bersama.
  6. Lembar kerja tabel identifikasi (disiapkan guru, mengacu pada Kegiatan 5 Buku Siswa): kolom Kalimat Persuasif dan Ungkapan Rasa Peduli/Simpati.
  7. Lembar refleksi tertulis (disiapkan guru): memuat tiga pertanyaan refleksi untuk diisi murid di akhir pembelajaran.
  8. Video pidato singkat bertema kepedulian sosial (opsional, sebagai bahan pengayaan atau tugas rumah) — dapat dicari dari kanal YouTube resmi atau platform pendidikan terpercaya.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.