Modul AjarPertemuan 10Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Berpidato di Depan Kelas: Menyampaikan Pesan Kebaikan secara Lisan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 dengan topik "Berpidato di Depan Kelas: Menyampaikan Pesan Kebaikan secara Lisan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 8: Berpidato di Depan Kelas: Menyampaikan Pesan Kebaikan secara Lisan

Bahasa Indonesia - Kelas 8

Bab 6 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Berpidato di Depan Kelas: Menyampaikan Pesan Kebaikan secara Lisan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBerpidato di Depan Kelas: Menyampaikan Pesan Kebaikan secara Lisan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan teks pidato bertema pesan kebaikan di depan kelas menggunakan metode pidato yang dipilih dengan memperhatikan intonasi, volume, dan ekspresi yang tepat.
  2. Murid dapat mengidentifikasi pesan-pesan kebaikan yang disampaikan teman dalam pidato yang ditampilkan dan memberikan tanggapan secara lisan dengan ungkapan kepedulian yang santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa terinspirasi setelah mendengar seseorang berpidato? Apa yang membuat pidato itu berkesan?
  2. Bagaimana cara menyampaikan pesan kebaikan agar pendengar benar-benar tergerak hatinya?
  3. Apa yang membedakan pidato yang membosankan dengan pidato yang memukau?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal: meminta 2-3 murid menyebutkan metode pidato yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan menyebutkan satu hal penting yang harus diperhatikan saat berpidato.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempraktikkan pidato bertema pesan kebaikan di depan kelas dan memberikan tanggapan terhadap pidato teman.
  • Guru menayangkan cuplikan singkat (1-2 menit) video pidato inspiratif sebagai pemantik, lalu bertanya: 'Apa yang membuat pidato ini menarik untuk didengar?'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: persiapan singkat, tampil berpidato, menyimak dan menanggapi pidato teman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali kriteria pidato yang baik: intonasi bervariasi, volume jelas, ekspresi sesuai isi, dan kontak mata dengan audiens.
  • Guru menampilkan rubrik penilaian di papan tulis atau layar agar murid memahami aspek yang akan dinilai.
  • Murid diberi waktu 5 menit untuk membaca ulang teks pidato masing-masing dan menandai bagian yang perlu penekanan intonasi atau jeda.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab singkat: 'Bagian mana dari pidato kalian yang paling penting untuk diberi penekanan? Mengapa?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid tampil berpidato di depan kelas secara bergiliran (masing-masing 2-3 menit) menggunakan metode pidato yang telah dipilih (memoriter, ekstemporan, atau naskah).
  • Saat satu murid tampil, murid lain menyimak dan mencatat: (a) pesan kebaikan yang disampaikan, (b) kelebihan penyampaian, dan (c) saran perbaikan.
  • Setelah setiap penampilan, guru mempersilakan 1-2 murid memberikan tanggapan lisan dengan ungkapan kepedulian yang santun, misalnya: 'Saya tergerak dengan pesanmu tentang... karena...' atau 'Saran saya untuk penyampaianmu adalah...'
  • Guru memberikan umpan balik singkat setelah setiap 3-4 penampilan untuk menjaga semangat dan memberikan koreksi konstruktif.
  • Jika jumlah murid banyak, guru membagi kelas menjadi dua kelompok besar yang tampil bergantian agar semua mendapat kesempatan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menulis refleksi singkat (3-5 kalimat) di buku catatan: Apa pesan kebaikan terkuat yang saya dengar hari ini dari teman? Apa yang sudah baik dari penampilan saya? Apa yang perlu saya tingkatkan?
  • Guru meminta 2-3 murid berbagi refleksinya secara lisan kepada kelas.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: pidato yang efektif bukan hanya soal isi yang baik, tetapi juga cara penyampaian yang meyakinkan dan tulus.

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian dan usaha semua murid yang telah tampil berpidato.
  • Guru menyampaikan rangkuman singkat: aspek-aspek penting dalam menyampaikan pidato secara lisan dan pentingnya menanggapi dengan santun.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut atau tugas lanjutan jika ada.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diperbolehkan membawa teks pidato lengkap sebagai panduan (metode naskah). Murid yang sudah mahir didorong tampil dengan metode ekstemporan atau memoriter tanpa teks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih diberikan kesempatan tampil di urutan akhir agar memiliki waktu persiapan tambahan. Murid cepat dapat menjadi penilai sejawat dengan lembar observasi terstruktur.
  • Produk: Murid dengan kemampuan lebih tinggi diminta memberikan tanggapan mendalam mencakup analisis teknik persuasi. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan pesan kebaikan dan satu kelebihan penampilan teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan metode-metode pidato yang telah dipelajari.
  • Guru bertanya: 'Hal apa saja yang perlu diperhatikan agar pidato tersampaikan dengan baik?' untuk mengecek pemahaman prasyarat.

Proses:

  • Guru mengamati intonasi, volume, ekspresi, dan kontak mata murid saat tampil berpidato.
  • Guru mencatat apakah murid penyimak mampu mengidentifikasi pesan kebaikan dalam pidato teman.
  • Guru menilai kualitas tanggapan lisan: apakah menggunakan ungkapan kepedulian yang santun dan relevan.

Akhir:

  • Penilaian praktik pidato berdasarkan rubrik: intonasi, volume, ekspresi, dan penguasaan isi pesan kebaikan.
  • Penilaian kemampuan menanggapi pidato teman secara lisan dengan mengidentifikasi pesan kebaikan dan memberikan ungkapan kepedulian yang santun.

Formatif:

  • Observasi guru terhadap kesiapan murid saat tahap persiapan (memahami rubrik, menandai teks).
  • Pengamatan terhadap kualitas tanggapan lisan murid: apakah mengandung ungkapan kepedulian dan bersifat santun.
  • Catatan anekdotal guru selama penampilan pidato berlangsung.

Sumatif:

  • Penilaian praktik berpidato menggunakan rubrik 4 level (intonasi, volume, ekspresi, penguasaan isi).
  • Penilaian tanggapan lisan terhadap pidato teman menggunakan rubrik 4 level (identifikasi pesan kebaikan, kesantunan ungkapan, kedalaman tanggapan).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Intonasi dan VolumeBerbicara datar tanpa variasi intonasi, volume terlalu pelan atau tidak terdengar oleh sebagian besar audiens.Ada sedikit variasi intonasi namun belum konsisten, volume cukup terdengar tetapi kadang menurun.Intonasi bervariasi sesuai isi pidato, volume jelas dan konsisten terdengar seluruh kelas.Intonasi sangat ekspresif dan tepat memberi penekanan pada pesan penting, volume mantap dan dinamis menyesuaikan suasana.
Ekspresi dan Penguasaan PanggungTidak ada kontak mata, tubuh kaku, membaca teks terus-menerus tanpa mengangkat kepala.Sesekali melakukan kontak mata, ekspresi wajah masih datar, masih sangat bergantung pada teks.Kontak mata cukup merata, ekspresi wajah sesuai isi pidato, sesekali melihat teks sebagai panduan.Kontak mata menyeluruh dan natural, ekspresi wajah dan gestur tubuh mendukung pesan, tampil percaya diri tanpa bergantung pada teks.
Penguasaan Isi dan Pesan KebaikanPesan kebaikan tidak tersampaikan dengan jelas, isi pidato tidak terstruktur.Pesan kebaikan tersampaikan tetapi kurang dikembangkan, struktur pidato kurang runtut.Pesan kebaikan tersampaikan dengan jelas dan didukung alasan atau contoh, struktur pidato runtut.Pesan kebaikan sangat kuat dan menginspirasi, didukung data/contoh nyata, struktur pidato sangat runtut dan persuasif.
Kemampuan Menanggapi Pidato TemanTidak dapat menyebutkan pesan kebaikan dari pidato teman, tidak memberikan tanggapan.Dapat menyebutkan pesan kebaikan tetapi tanggapan masih singkat dan belum menggunakan ungkapan kepedulian.Dapat mengidentifikasi pesan kebaikan dengan tepat dan memberikan tanggapan menggunakan ungkapan kepedulian yang santun.Mengidentifikasi pesan kebaikan secara mendalam, memberikan tanggapan kritis dan empatik dengan ungkapan kepedulian yang variatif dan tulus, serta menyertakan saran konstruktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan tampil dan menanggapi? Jika tidak, bagaimana saya mengatur waktu lebih baik?
  • Apakah rubrik yang saya gunakan sudah cukup jelas dipahami murid sebelum mereka tampil?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan saling menanggapi? Apakah suasana kelas kondusif dan saling menghargai?
  • Murid mana yang masih memerlukan bimbingan khusus dalam aspek penyampaian lisan?

Refleksi Murid:

  • Apa pesan kebaikan paling berkesan yang saya dengar dari pidato teman hari ini?
  • Bagian mana dari penampilan pidato saya yang sudah baik dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan?
  • Apa yang saya rasakan saat tampil di depan kelas? Apa strategi yang bisa saya gunakan agar lebih percaya diri?
  • Apakah tanggapan yang saya berikan kepada teman sudah santun dan membantu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII, Bab VI: Menulis Teks Pidato: Menabur Pesan-Pesan Kebaikan (Kemendikbudristek, 2024).
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII, Bab VI (Kemendikbudristek, 2024).
  3. Teks pidato karya murid yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya.
  4. Video contoh pidato inspiratif (disiapkan guru dari sumber terpercaya, misalnya kanal YouTube resmi pendidikan).
  5. Rubrik penilaian pidato (dicetak atau ditayangkan di layar).
  6. Lembar observasi untuk penilai sejawat.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.